Majalah resmi Direktorat Jenderal Imigrasi edisi Desember 2025. Tema utama: kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI) yang memberikan izin tinggal tak terbatas bagi diaspora eks-WNI dan keturunannya. Disertai wawancara eksklusif dengan Setyana Mapasa, mantan atlet Pelatnas PBSI yang kini membela Australia. Liputan khusus dari Yogyakarta mengenai Rapat Koordinasi Tahunan Pejabat Imigrasi di…
BhumiPura adalah majalah internal yang diterbitkan Direktorat Jenderal Imigrasi. Edisi Desember 2025 ini menyajikan berita dan tulisan seputar keimigrasian secara aktual, mendalam, dan informatif. Majalah ini ditujukan bagi pegawai imigrasi, diaspora Indonesia, dan masyarakat umum yang tertarik dengan kebijakan keimigrasian.
Laporan utama edisi ini membahas kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI). Skema ini memberikan izin tinggal tak terbatas bagi WNA yang memiliki ikatan darah, kekerabatan, sejarah, atau hubungan kuat dengan Indonesia. Persyaratannya meliputi komitmen investasi mulai 5.000 dolar AS bagi eks-WNI, 10.000 dolar AS bagi keturunan derajat pertama, atau 25.000 dolar AS bagi keturunan derajat kedua. Alternatif lain berupa jaminan pemerintah bagi diaspora yang bermitra dengan pemerintah.
Liputan khusus menyoroti Rapat Koordinasi Tahunan Pejabat Imigrasi di Perwakilan RI di Yogyakarta dan evaluasi kinerja yang melahirkan aplikasi Sisbinkar untuk pengelolaan SDM. Edisi ini juga melaporkan peluncuran lounge premium SIMPLE khusus investor asing dan pemegang golden visa, serta kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk penerbitan paspor dinas dan diplomatik di kantor imigrasi.
Rubrik penegakan hukum menampilkan keberhasilan Kantor Imigrasi Batam mengamankan buronan internasional kasus kejahatan keuangan dari Tiongkok. Rubrik kemanusiaan melaporkan Rudenim Tanjungpinang sebagai proyek percontohan nasional untuk penanganan deteni dan pengungsi. Ada juga laporan patroli dinamis Satgas Imigrasi di Bali yang menjaring WNA red notice hingga tinggal lajak.
Rubrik opini menyajikan analisis kritis mengenai peluang dan tantangan kebijakan GCI serta refleksi mengenai arah pengembangan SDUWHV. Rubrik Pojokomunikasi membahas cancel culture dan dampaknya terhadap kinerja keimigrasian. Rubrik Renjana mengulas konten Imigrasi di Instagram. Rubrik Kabar dari Seberang memuat catatan dari Den Haag tentang diplomasi perlindungan dari Eropa hingga Karibia.
Rubrik Infografik menampilkan Anugerah Humas Imigrasi Indonesia 2025. Rubrik Resensi mengulas buku Transformasi Layanan Imigrasi: Peran Desa Binaan dalam Keamanan Nasional. Majalah ditutup dengan rubrik Mata Lensa dan Komik. Pembaca diimbau untuk memeriksa kebijakan visa negara tujuan sebelum berwisata ke luar negeri.