Perjalanan 2025 Trans Kutaraja

Buku digital tahunan yang mendokumentasikan perjalanan, capaian, dan pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT) Trans Kutaraja di Aceh sepanjang tahun 2025. Disusun oleh Dinas Perhubungan Aceh dan UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja, buku ini ditujukan bagi pemangku kepentingan, operator, dan masyarakat umum yang ingin memahami perkembangan transportasi publik di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Buku digital tahunan ini merupakan laporan resmi UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja di bawah Dinas Perhubungan Aceh. Mendokumentasikan perjalanan, capaian, dan pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Banda Aceh dan Aceh Besar sepanjang tahun 2025. Ditujukan bagi pemangku kepentingan, operator, dan masyarakat yang ingin memahami transformasi transportasi publik di Aceh.

Bagian awal buku memuat kata sambutan dari Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, dan pengantar dari Kepala UPTD, Drs. Deddy Lesmana, yang ditulis pada Maret 2026. Keduanya menekankan komitmen terhadap layanan transportasi yang modern, transparan, dan akuntabel, serta pentingnya inovasi menuju era Mobilitas Cerdas (Smart Mobility).

Bab sejarah menceritakan kelahiran Trans Kutaraja pada 4 Mei 2016 dengan 25 unit bus besar HINO hibah dari Kementerian Perhubungan. Koridor pertama menghubungkan Pusat Kota dengan Darussalam. Periode 2017-2019 menandai ekspansi dengan penambahan 15 unit Bus Medium ISUZU dan 12 unit Bus Medium MITSUBISHI, serta perluasan rute ke Bandara SIM dan Pelabuhan Ulee Lheue.

Transformasi kelembagaan terjadi pada 2020-2022 ketika Trans Kutaraja dikukuhkan sebagai UPTD Angkutan Massal. Tahun 2022 menghadirkan 7 unit Bus Medium Panoramic ISUZU. Pada fase digitalisasi, 46 armada dilengkapi Tap On Bus (TOB), Passenger Information System (PIS), dan Live Tracking GPS. AR Shelter berbasis augmented reality juga diperkenalkan.

Pada 2025, sistem didukung 59 unit armada aktif yang melayani 14 jalur, dengan 336 titik pemberhentian terdiri dari 94 Halte Permanen, 87 Halte Portabel, 9 Shelter Feeder, dan 157 rambu bus. Buku ini juga mencantumkan daftar isi yang mencakup bab tentang struktur organisasi, fasilitas sarana dan prasarana, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta rincian koridor seperti Pusat Kota-Darussalam, Pusat Kota-Bandara SIM, dan rute pengumpan (feeder).