View BUKU KIA flipbook.
Nama Ibu Tanggal dikeluarkannya Buku Provinsi Dikeluarkan oleh Fasilitas Kesehatan Kab./Kota Bawa buku ini setiap kali mengunjungi Posyandu, fasilitas kesehatan, kelas ibu, BKB dan PAUD. Gunakan dari masa kehamilan sampai anak berusia 6 tahun.
Cetakan Tahun 2025 Indonesia. Kementerian Kesehatan RI Buku Kesehatan Ibu dan Anak Katalog Dalam Terbitan. Kementerian Kesehatan RI 1. MOTHER - CHILD RELATION 2. MATERNAL - CHILD NURSING 3. MATERNAL HEALTH SERVICES 306.874.3 Ind. b ISBN 978-623-301-149-5 APBN Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas 2025 Ibu Suami/Keluarga Anak Nama NIK No. JKN Fasilitas Kesehatan TK1 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tempat/Tanggal Lahir Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah Telepon Anak ke- Nomor Akta Kelahiran Golongan Darah Status Thalasemia Pembiayaan Lain Asuransi Lain Nomor Tanggal Berlaku Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Puskesmas Domisili No. Reg. Kohort Ibu No. Reg. Kohort Bayi No. Reg. Kohort Balita dan anak Pra-Sekolah Sekunder No. Catatan Medik RS Identitas (Diisi oleh ibu) Riwayat Singkat Kesehatan Ibu Usia Ibu Kehamilan ke- Jumlah Anak Lahir Hidup Riwayat Keguguran Riwayat Penyakit Ibu Diisi oleh Tenaga Kesehatan Lihat selengkapnya di halaman 98.
Tentang Buku KIA Hal-hal yang perlu dilakukan Kader dan Tenaga Kesehatan Kader dan tenaga kesehatan membantu ibu untuk memahami isi dan cara penggunaan Buku KIA. Daftar Isi Buku KIA membantu Ibu memantau kondisi kehamilan dan kesehatan bayi dan balita. Setiap ibu mendapat 1 (satu) Buku KIA untuk kehamilan tunggal dan tambahan satu buku KIA lagi untuk anak yang lain pada kehamilan kembar. Selalu bawa Buku KIA ketika berkunjung ke Posyandu, Kelas ibu Hamil, Kelas Ibu Balita, Puskesmas, Rumah Sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya. Hal-hal yang perlu dilakukan ibu dan keluarga • Baca dan pahami isi Buku KIA. • Datang ke Posyandu dan Puskesmas/ Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk mendapat pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan tumbuh kembang. • Perhatikan dan isi pemantauan kesehatan secara mandiri pada bagian yang berwarna kuning. • Ayah turut mendukung ibu dalam memahami dan melakukan hal-hal di dalam buku ini. Perjalanan Menjadi Seorang Ibu 3 Menyusui 34 Melahirkan 21 Kehamilan 4 Setelah Melahirkan 26 PERJALANAN IBU PERJALANAN ANAK 6 - 12 Bulan 56 0 - 6 Bulan 39 12 - 24 Bulan 64 2 - 6 Tahun 71 Pencatatan Ibu 96 Pencatatan Anak 121 PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN 95 INFORMASI UMUM 85 LEMBAR YANG HARUS DIISI UNTUK IBU HALAMAN 1, 7, 1013, 15, 18, 24, 2831, 33, 86, 100. LEMBAR YANG HARUS DIISI UNTUK ANAK HALAMAN 40, 4245, 4647, 50, 5255, 6163, 6669, 7477, 79, 8183, 111, 151152. 3 Perjalanan Menjadi Seorang Ibu Nikmati perjalanan menuju proses melahirkan dengan panduan dan tips yang diberikan di sini. Tak perlu ragu, tak perlu khawatir, karena Buku KIA dan Tenaga Kesehatan senantiasa mendampingi Ibu selama kehamilan hingga siap menyambut kehadiran sang buah hati. Untuk Ayah dan Keluarga selalu dukung dan damping Ibu yaaa.. Selamat! Anda kini siap memasuki tahapan baru dalam kehidupan, menjadi Ibu.
3 =+'''.> , &7' 74' ,+'''. 3 0 0 , < < @ < < @ < - < 3444# % 3 8 ) 9A+6 @ = +'6> ? " +04 B 0 04 ? " (0$ B 0 0$ ? " 708 B 0 08 ? 3 + ? $ ? , < =$+$C46> ? ? . ? , => ? < =6 +7C&'>3 ? : ? " < ? ! < 460(' &9 (6< ? " % 5 2 . 2 => @ 3 ) "3#& ( 9( 9 % 6% 75$3482
Usia Kehamilan 1-3 Bulan (Trimester 1) Porsi Makan dan Minum Ibu Hamil Untuk Kebutuhan Sehari Bahan Makanan 12 minggu pertama Keterangan per porsi Nasi atau Makanan Pokok 5 porsi Protein Hewani Ikan, Telur, Ayam dll. 4 porsi • 1 potong sedang ikan (50 g) atau • 1 butir telur Ayam (55 g) Protein Nabati Tempe, Tahu, dll. 4 porsi • 1 potong sedang tempe (50 g) atau • 2 potong sedang tahu (100 g) Sayur-sayuran 4 porsi 1 mangkuk sayur matang tanpa kuah (100 g) Buah-buahan 4 porsi • 1 potong sedang pisang (100 g) atau • 1 potong besar pepaya (100-190 g) Minyak/Lemak 5 porsi 1 sendok teh (5 g) bersumber dari pengolahan makanan seperti menggoreng, menumis, santan, kemiri, mentega dan sumber lemak lainnya. Minyak/lemak termasuk santan yang digunakan dalam pengolahan, makanan digoreng, ditumis atau dimasak dengan santan. Gula 2 porsi 1 sendok makan (10 g) bersumber dari kue-kue manis, minum teh manis dan lain-lainnya • Batasi konsumsi garam paling banyak 1 sendok teh/hari. • Minum air putih 8 - 12 gelas per hari. • 3/4 gelas nasi (100 g) atau • 3 buah jagung sedang (125 g) atau • 2 kentang sedang (210 g) atau • 1/2 potong singkong (120 g) atau • 3 iris roti putih (70 g) atau • 2 gelas mie basah (200 g) Petugas kesehatan menjelaskan porsi makan disesuaikan dengan bahan lokal. Selama 3 bulan pertama kehamilan, Ibu dan bayi akan mengalami berbagai perubahan. YANG AKAN DIALAMI IBU • Gejala mual, muntah dan mudah lelah. Pada masa ini juga rentan terjadi keguguran. • Berat badan naik, yaitu sekitar 1-3 kg sesuai dengan grEƼOTIRMRKOEXERFIrat badan (lihat halaman 108). YANG AKAN DIALAMI BAYI • Pada masa ini, bayi akan tumbuh mulai dari panjang 0.64 cm atau kira-kira sebesar biji beras, hingga 10 cm dan berat sekitar 28 gram atau kira-kira sebesar jeruk nipis. • Bagian tubuh bayi, termasuk otak, mulai terbentuk. YANG HARUS DILAKUKAN • Periksa kehamilan ke dokter paling sedikit satu kali, termasuk USG dan laboratorium lengkap. • Makan dengan porsi lebih kecil tapi sering, yang terbagi dalam 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan selingan (lihat tabel porsi makan dan minum Ibu Hamil di bawah). • Minum Tablet Tambah Darah (TTD)/ Multivitamin setiap hari selama kehamilan. • Kenali dan cek tanda bahaya (lihat halaman 8). Jika mengalami tanda bahaya, segera pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan. MENGAPA HARUS DILAKUKAN • Memastikan kesehatan ibu dan perkembangan bayi. • Agar dapat dirawat dengan segera jika ditemukan kondisi yang membahayakan ibu dan bayi. Masa Penting Pembentukan Bagian Tubuh Bayi Bulan ke-1 sebesar biji beras Bulan ke-3 sebesar jeruk nipis 76 KEHAMILAN - TRIMESTER 1 Lihat pencatatan dan pemeriksaan ibu hamil trimester 1 oleh tenaga kesehatan di halaman 99-101 . 6 7 Untuk mencegah kekurangan darah, TTD/MMS harus diminum setiap hari selama kehamilan. Sebaiknya pada malam hari sebelum tidur untuk mengurangi rasa mual. Agar zat besi diserap lebih baik dalam tubuh, TTD/MMS sebaiknya dikonsumsi bersama makanan atau minuman yang mengandung vitamin C seperti buah-buahan. Hindari minum TTD/MMS bersama teh, kopi, susu, kalsium, dan obat maag yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Cara Mengisi Tabel TTD/MMS Pendamping menuliskan bulan dan tahun, serta berikan tanda Jika ibu anemia ringan (Hb10-10,9 gr/dl) , diberi 2 TTD/hari atau 1 TTD + 1 MMS/hari, ceklis diisi 2. (centang) pada kotak sesuai tanggal Anda minum. Bulan ke Usia kehamilan Bulan/Tahun Contoh: 11/2024 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 TANGGAL 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Hubungan dengan BumilNama Pendamping Jangan Lupa Minum TTD/MMS Diisi oleh Ibu/Pendamping KEHAMILAN - TRIMESTER 1
8 9 Nyeri perut hebat.Demam Tinggi. Sakit saat kencing atau keluar keputihan atau gatal di daerah kemaluan.Perdarahan.Mual dan muntah hebat. Tanda Bahaya Pada Trimester 1 Jika mengalami tanda bahaya pada masa kehamilan, segera bawa ibu hamil periksa ke Puskesmas/Rumah Sakit. Masalah Lain Pada Kehamilan Demam, menggigil dan berkeringat. Bila ibu berada di daerah endemis malaria, menunjukkan adanya gejala penyakit malaria.Batuk lama (lebih dari 2 minggu). Sulit tidur dan cemas berlebihan. Jantung berdebar- debar atau nyeri di dada.Diare berulang minimal 3 kali sehari dan lebih dari 1 hari. KEHAMILAN - TRIMESTER 1 Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan Ibu Selama Kehamilan Tidur telentang lebih dari 10 menit pada trimester 2 & 3, untuk menghindari kekurangan oksigen pada bayi. Merokok atau terpapar asap rokok.Minum obat tanpa resep dokter. Stres berlebihan. Minum minuman beralkohol dan jamu. Aktivitas berat yang membuat ibu kelelahan. Pada TVMQIWXIVMFYHETEXQIPEOYOERPEXMLERƼWMOWITIrti pemanasan dan peregangan, senam panggul, pendinginan dan peregangan. Perawatan Sehari-hari Ibu Hamil 1. Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan pakai sabun dan dibilas dengan air bersih yang mengalir, mandi, dan mengganti pakaian secara teratur. 2. Istirahat cukup dengan tidur malam paling sedikit 6-7 jam dan tidur siang selama 1-2 jam. 3. Merangsang pertumbuhan bayi dengan sering berbicara pada bayi, dan melakukan sentuhan pada perut ibu. 4. Hubungan suami istri selama hamil boleh dilakukan selama kondisi kehamilan sehat. Aktivitas Fisik yang Tidak Boleh Dilakukan Ibu Selama Hamil Melompat.Jongkok terlalu lama. Membungkuk tanpa pegangan. Risiko keseimbangan. Mengejan. KEHAMILAN - TRIMESTER 1 Harus diketahui ibu dan keluarga.
Minggu Kehamilan 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Pelayanan Kesehatan Pemeriksaan kehamilan Kelas ibu hamil Pemantauan Mingguan Demam lebih dari 2 hari Pusing/sakit kepala berat Sulit tidur/ cemas berlebih Lembar Pemantauan Ibu Hamil (Diisi oleh ibu) Beri tanda () centang setiap periksa ke dokter dan cek kondisi mingguan Ibu. Jika mengalami kondisi di bawah ini, segera periksa ke Puskesmas/Rumah Sakit. TRIMESTER 1TRIMESTER 2 10 11 Cek kondisi mingguan Ibu dan beri tanda () centang jika mengalami kondisi dalam di bawah ini, segera periksa ke Puskesmas/Rumah Sakit. Jika tidak, beri tanda (-). KEHAMILAN - TRIMESTER 1 & 2 Pemantauan Mingguan Risiko TB Batuk lebih dari 2 minggu atau kontak serumah dengan penderita TB Gerakan bayi Tidak ada atau Kurang dari 10x dalam 12 jam setelah minggu ke-24. Nyeri perut hebat Keluar cairan dari jalan lahir Sangat banyak atau berbau Sakit saat kencing Atau keluar keputihan atau gatal di daerah kemaluan Diare berulang minimal 3 kali sehari dan lebih dari 1 hari Trimester I & II KEHAMILAN - TRIMESTER 1 & 2
12 13 Minggu Kehamilan 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Pelayanan Kesehatan Pemeriksaan kehamilan Kelas ibu hamil Pemantauan Mingguan Demam lebih dari 2 hari Pusing/sakit kepala berat Sulit tidur/ cemas berlebih Lembar Pemantauan Ibu Hamil (Diisi oleh ibu) Beri tanda () centang setiap periksa ke dokter dan cek kondisi mingguan Ibu. Jika mengalami kondisi di bawah ini, segera periksa ke Puskesmas/Rumah Sakit. TRIMESTER 2TRIMESTER 3 KEHAMILAN - TRIMESTER 2 & 3 Pemantauan Mingguan Risiko TB Batuk lebih dari 2 minggu atau kontak serumah dengan penderita TB Gerakan bayi Tidak ada atau Kurang dari 10x dalam 12 jam setelah minggu ke-24. Nyeri perut hebat Keluar cairan dari jalan lahir Sangat banyak atau berbau Sakit saat kencing Atau keluar keputihan atau gatal di daerah kemaluan Diare berulang minimal 3 kali sehari dan lebih dari 1 hari Trimester II & III Cek kondisi mingguan Ibu dan beri tanda () centang jika mengalami kondisi dalam di bawah ini, segera periksa ke Puskesmas/Rumah Sakit. Jika tidak, beri tanda (-). KEHAMILAN - TRIMESTER 2 & 3
14 15 Kesehatan Jiwa Ibu Hamil Selama kehamilan Ibu dapat mengalami berbagai gejolak emosi, seperti mudah sedih, mudah marah, stres, cemas, dan depresi. Hal ini akan mempengaruhi kIWILEXERƼWMOHERIQSWMMFY hamil, serta perkembangan bayi dalam kandungannya. Kenali gejala gangguan kesehatan jiwa agar Ibu mendapat perawatan yang tepat, antara lain: • Ketegangan mental, berupa kecemasan dan rasa khawatir yang berlebihan. • KIXIKERKERƼWMOWITIrti gelisah, gemetar, tidak dapat rileks, ketegangan otot, dan sakit kepala. • Berdebar, berkeringat, sesak napas, kepala terasa ringan, serta keluhan tidak nyaman di perut bagian atas sekitar ulu hati. • Merasa lelah berkepanjangan, tapi sulit untuk tidur. • Mudah tersinggung dan marah. • Mengalami perubahan hubungan dengan suami. YANG HARUS DILAKUKAN Ibu tidak bisa menjalani kehamilan sendiri dan membutuhkan dukungan suami dan keluarga. Jaga kesehatan jiwa Ibu selama kehamilan dengan: • Tidur cukup • Makan makanan bergizi • Pergi ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan masalah kesehatan jiwa. • Suami atau keluarga mendampingi, serta memberi perhatian dan bantuan yang dibutuhkan Ibu. Kesehatan jiwa yang baik selama kehamilan adalah kunci untuk proses melahirkan yang sehat, dan awal yang baik bagi kIWILEXERƼWMO maupun mental ibu dan bayi. KEHAMILAN - TRIMESTER 1 Ikuti Kelas Ibu Hamil Daftar Kehadiran Kelas Ibu Hamil (Diisi oleh ibu) No. Tanggal/Bulan/Tahun Topik Nama dan paraf Fasiliator Kelas Ibu Hamil 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Dengan mengikuti kelas ibu hamil, ibu bisa mempersiapkan tubuh dan mental untuk kelancaran proses melahirkan. Selain itu juga mendapatkan dukungan dari ibu-ibu lain, serta memperoleh informasi tentang kehamilan, proses melahirkan, perawatan masa nifas, perawatan bayi baru lahir, kebutuhan dan pemenuhan gizi serta pelayanan kesehatan yang diterima. Untuk jadwal dan tempat pelaksanaan Kelas ibu hamil tanyakan pada petugas kesehatan, dan minta suami mengikuti paling sedikit 1 kali. Tanyakan pada petugas kesehatan jadwal dan tempat pelaksanaan Kelas Ibu Hamil. KEHAMILAN - TRIMESTER 1
Porsi Makan dan Minum Ibu Hamil Untuk Kebutuhan Sehari Bahan Makanan 12 minggu pertama Keterangan per porsi Nasi atau Makanan Pokok 6 porsi Protein Hewani Ikan, Telur, Ayam dll. 4 porsi • 1 potong sedang ikan (50 g) atau • 1 butir telur Ayam (55 g) Protein Nabati Tempe, Tahu, dll. 4 porsi • 1 potong sedang tempe (50 g) atau • 2 potong sedang tahu (100 g) Sayur-sayuran 4 porsi 1 mangkuk sayur matang tanpa kuah (100 g) Buah-buahan 4 porsi • 1 potong sedang pisang (100 g) atau • 1 potong besar pepaya (100-190 g) Minyak/Lemak 5 porsi 1 sendok teh (5 g) bersumber dari pengolahan makanan seperti menggoreng, menumis, santan, kemiri, mentega dan sumber lemak lainnya. Minyak/lemak termasuk santan yang digunakan dalam pengolahan, makanan digoreng, ditumis atau dimasak dengan santan. Gula 2 porsi 1 sendok makan (10 g) bersumber dari kue-kue manis, minum teh manis dan lain-lainnya • Batasi konsumsi garam paling banyak 1 sendok teh/hari. • Minum air putih 8 - 12 gelas per hari. • 3/4 gelas nasi (100 g) atau • 3 buah jagung sedang (125 g) atau • 2 kentang sedang (210 g) atau • 1/2 potong singkong (120 g) atau • 3 iris roti putih (70 g) atau • 2 gelas mie basah (200 g) Petugas kesehatan menjelaskan porsi makan disesuaikan dengan bahan lokal. Usia Kehamilan 4-6 Bulan (Trimester 2) YANG AKAN DIALAMI IBU • Gejala yang dirasakan pada awal kehamilan mulai berkurang. • Kenaikan berat badan sesuai dengan status gizi ibu sebelum hamil, yaitu sekitar 4 – 8 kg. • Mulai merasakan gerak bayi, seperti menendang, pada usia kehamilan 5 bulan. YANG AKAN DIALAMI BAYI Fungsi organ dan tubuh bayi berkembang, dimana bayi akan tumbuh mulai dari panjang 12.5 cm atau kira-kira sebesar apel sampai 34 cm dan berat sekitar 1000 gram, atau kira-kira sebesar buah melon kecil di akhir bulan ke 6. YANG HARUS DILAKUKAN • Periksa kehamilan ke dokter atau bidan paling sedikit dua kali. • Pantau gerak bayi. • Makan dengan porsi lebih kecil tapi sering, yang terbagi dalam 3 kali makanan utama ditambah dengan 1-2 kali makanan kudapan dalam sehari (lihat tabel porsi makan dan minum Ibu Hamil di bawah). • Minum Tablet Tambah Darah (TTD)/ Multivitamin setiap hari selama kehamilan. • Kenali dan cek tanda bahaya (lihat halaman 17). Jika mengalami tanda bahaya, segera pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan. • Mulai merencanakan proses melahirkan atau kelahiran melalui diskusi dengan tenaga kesehatan. MENGAPA HARUS DILAKUKAN • Untuk memastikan ibu tetap sehat dan pertumbuhan bayi sesuai tahapannya. • Agar ibu dan keluarga sudah memiliki perencanaan proses melahirkan/kelahiran sejak jauh hari. Saatnya Mulai Merencanakan Kelahiran Bulan ke-4 sebesar apel Bulan ke-6 sebesar melon kecil 16 1716 17 Tanda Bahaya Pada Trimester 2 Jika mengalami tanda bahaya pada masa kehamilan, segera bawa ibu hamil periksa ke Puskesmas/Rumah Sakit. Pusing/sakit kepala berat. Sakit saat kencing atau keluar keputihan atau gatal di daerah kemaluan. Perdarahan.Nyeri perut hebat. Pandangan kabur. Perdarahan atau keluar cairan dari jalan lahir yang sangat banyak atau berbau. Napas pendek dan jantung berdebar kencang.Demam Tinggi. Muntah darah. KEHAMILAN - TRIMESTER 2 KEHAMILAN - TRIMESTER 2
1918 19 Persiapan Melahirkan (Diisi oleh ibu) ढ़ Saya sudah menanyakan kepada bidan dan dokter tanggal perkiraan proses melahirkan, Tanggal ....... Bulan ................... Tahun .......... ढ़ Saya sudah meminta suami atau keluarga untuk mendampingi saat periksa kehamilan dan proses melahirkan. ढ़ Saya sudah mempersiapkan tabungan atau dana cadangan untuk biaya proses melahirkan dan biaya lainnya. ढ़ Saya sudah memperoleh Kartu JKN dan mendaftarkan diri ke kantor BPJS Kesehatan setempat, atau bertanya ke petugas Puskesmas. ढ़ Saya sudah meminta proses melahirkan dilakukan oleh bidan/dokter di Puskesmas, Rumah Sakit atau Klinik Bersalin. ढ़ Saya sudah menyiapkan KTP, Kartu Keluarga, dan keperluan lainnya untuk ibu dan bayi yang akan dilahirkan. ढ़ Saya sudah menyiapkan lebih dari 1 orang yang memiliki golongan darah sama dan bersedia menjadi pendonor, jika diperlukan. ढ़ Suami, keluarga dan masyarakat sudah menyiapkan kendaraan jika sewaktu- waktu diperlukan. ढ़ Saya dan keluarga sudah menyepakati amanat proses melahirkan dalam stiker P4K dan sudah ditempelkan di depan rumah. ढ़ Saya sudah merencanakan ikut Keluarga Berencana (KB) setelah bersalin. Metode KB yang saya pilih adalah .….…….…….…….… (lihat halaman 33). Demi kelancaran proses melahirkan, persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari, yaitu mulai trimester kedua. Beri tanda () centang hal-hal yang sudah Ibu lakukan di bawah ini. KEHAMILAN - TRIMESTER 2 KEHAMILAN - TRIMESTER 3 Usia Kehamilan 7-9 Bulan (Trimester 3) Selamat, Ibu sudah mencapai masa terakhir kehamilan! Sebentar lagi ibu, ayah, dan keluarga akan bertemu dengan anggota keluarga baru. YANG AKAN DIALAMI IBU • Sering merasa lelah, tidak nyaman, dan sulit tidur. • Sering buang air kecil dan kakinya bengkak. • Kenaikan berat badan sesuai dengan status gizi ibu sebelum hamil, yaitu sekitar 4 – 8 kg. YANG AKAN DIALAMI BAYI • Perkembangan fungsi organ dan tubuh bayi memasuki tahap akhir dan bayi siap dilahirkan. • Bayi akan tumbuh mulai dari panjang 40 cm dan berat sekitar 1300 gram, atau kira-kira sebesar buah kelapa muda kecil, hingga panjang paling sedikit 48 cm dan berat sekitar 2500 – 3999 gram, atau kira-kira sebesar buah semangka di akhir trimester 3. YANG HARUS DILAKUKAN • Periksa kehamilan paling sedikit tiga kali dan salah satunya harus oleh dokter, termasuk pemeriksaan USG dan laboratorium. • Makan dengan porsi lebih kecil tapi sering, yang terbagi dalam 3 kali makanan utama ditambah dengan 1-2 kali makanan kudapan dalam sehari (lihat halaman 16) sama dengan trimester 2. • Minum Tablet Tambah Darah (TTD)/ Multivitamin setiap hari selama kehamilan. • Kenali dan cek tanda bahaya (lihat halaman 20). Jika mengalami tanda bahaya, segera pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan. • Kenali tanda awal melahirkan dan tanda bahaya pada melahirkan. • Pelajari proses melahirkan. • Diskusikan dengan tenaga kesehatan metode KB yang akan dipilih. • Pelajari pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian Air Susu Ibu (ASI). • Ketahui hal-hal penting terkait perawatan bayi baru lahir. MENGAPA HARUS DILAKUKAN • Agar ibu mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, untuk dapat menentukan di mana sebaiknya ibu melahirkan. • Agar ibu dan keluarga siap untuk menghadapi proses kelahiran dan merawat bayi yang dilahirkan. Persiapan Menyambut Kehadiran Si Kecil Mitos ini tidak terbukti secara ilmiah ya, Bu. Yang terpenting adalah menjaga pola makan seimbang dan memenuhi kebutuhan gizi agar ibu dan bayi tetap sehat selama proses melahirkan. FAKTA Minyak dan makanan pedas dapat mempercepat kelahiran.MITOS Ibu juga bisa menanyakan ke kader atau bidan soal makanan dan minuman yang harus dikonsumsi. Bulan ke-7 sebesar kelapa muda kecil Bulan ke-9 sebesar semangka Lihat pencatatan dan pemeriksaan ibu hamil trimester 3 oleh tenaga kesehatan di halaman 102-106. .
&' &+&' !"! 9 ( % 1 % 2 2 < # +' +& &' &+ , 0 G3 8 < ? ) 460(' ? ) < 0 ? < ? 3 ? ) ? ) * 3 &( ? 1 ), =),> + ? , < ? => ! 3 ) = > ? ) &( "# . 1 " 1 / / % 2 % 6% % % 334$33=2
&& &4 !" . ( %% 1% / 2 ) ) ! ) ! . 0 < <
&( &9 . . ), =),> + 3 , ), B ? , < ? !3) @ ? , < ? , !3) ? , ? , < . 0 +& 0 < ) ) : " 3 ), =),> < +
26 27 Menempelkan daun-daunan pada kemaluan karena akan menimbulkan infeksi. Membersihkan payudara dengan alkohol/povidon iodine/obat merah atau sabun karena bisa terminum oleh bayi. Mengikat perut terlalu kencang. Tanda Bahaya Pada Ibu Setelah Melahirkan (Nifas) Jika mengalami tanda bahaya pada masa setelah melahirkan, segera bawa ibu periksa ke Puskesmas/Rumah Sakit. Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan oleh Ibu Setelah Melahirkan dan Selama Pemulihan. Membuang ASI yang pertama keluar (kolostrum) karena sangat berguna untuk kekebalan tubuh anak. Nyeri ulu hati, mual muntah, sakit kepala, pandangan kabur, kejang dengan atau tanpa bengkak pada kaki, tangan dan wajah. Keluar cairan berbau dari jalan lahir. Ibu terlihat sedih, murung dan menangis tanpa sebab (depresi). Perdarahan lewat jalan lahir. Payudara bengkak, merah disertai rasa sakit. Demam lebih dari 2 hari. Kematian ibu tertinggi terjadi pada masa setelah melahirkan. Latihan ƼWik posisi telungkup. SETELAH MELAHIRKAN Pertama 6 jam - 2 hari setelah melahirkan Kedua 3 - 7 hari setelah melahirkan Ketiga 8 - 28 hari setelah melahirkan Keempat 29 - 42 hari setelah melahirkan Selamat, Ibu sudah melahirkan si kecil! Pada masa ini, ibu ayah dan keluarga perlu memperhatikan kesehatan ibu dan bayi. YANG AKAN DIALAMI • Masa pemulihan ibu setelah hamil dan melahirkan, dimana ibu akan mengalami banyak perubahan ƼWik, hormonal, maupun emosional. • Kolostrum (ASI pertama) mulai keluar dengan jumlah sekitar 5-10 ml pada hari pertama kelahiran. Lalu ASI akan semakin bertambah jumlahnya dari hari ke hari, seiring dengan semakin seringnya ibu menyusui bayinya. YANG HARUS DILAKUKAN • Ibu dan bayi periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan setidaknya 4 kali, yaitu • 1 kali pada 6 – 48 jam • 1 kali pada 3 – 7 hari • 1 kali pada 8 – 28 hari • 1 kali untuk ibu saja pada 29 – 42 hari • Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah kekurangan darah (anemia). • Kenali dan cek tanda bahaya setelah melahirkan, dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan, jika merasakan tanda bahaya. • Periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan, jika dalam 2 minggu atau lebih setelah melahirkan, ibu merasa mudah murung, sedih, depresi, dan gejala gangguan jiwa lainnya. • Dalam sehari, makan lebih banyak dan lebih sering, terdiri dari 3 kali makanan utama dan 1-2 kali makanan kudapan, sesuai dengan anjuran porsi makan (lihat tabel porsi makan dan minum Ibu Menyusui). • Makan makanan beragam, terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah, serta cukup minum. • Segera menemui tenaga kesehatan atau konselor menyusui, jika mengalami masalah dalam menyusui. • Ayah dan keluarga berbagi peran pengasuhan serta membantu ibu merawat bayi dan menyusui, seperti memijat dengan lembut punggung ibu. MENGAPA HARUS DILAKUKAN • Untuk memantau kesehatan ibu setelah melahirkan hingga 42 hari setelah melahirkan, memeriksa adanya infeksi, perdarahan setelah melahirkan, atau masalah kesehatan lainnya, • Memenuhi kebutuhan makan ibu, agar ibu dapat memberikan ASI kepada bayinya dengan sepenuhnya. Periksa ke Dokter/Bidan/Perawat Paling Sedikit 4 Kali Setelah Melahirkan SETELAH MELAHIRKAN Lihat pencatatan dan pemeriksaan setelah ibu melahirkan oleh tenaga kesehatan di halaman 116-120. Beri tanda () centang pada kotak jika ibu telah mendapatkan pelayanan.
28 29 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 SETELAH MELAHIRKAN Lembar Pemantauan Ibu Nifas (Diisi oleh ibu) A Hari ke- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Pelayanan Kesehatan Pemeriksa- an nifas. Konsumsi vitamin A. Konsumsi tablet tambah darah. Pemantauan Harian Pemenuhan gizi sesuai kebutuhan. Masalah kesehatan jiwa. Demam > 38ºC. Sakit kepala. Pandangan kabur. Nyeri ulu hati. Paraf Nakes/ Kader Cek kondisi Ibu setiap hari dan beri tanda ( Jika tidak, beri tanda (-) ) centang jika mengalami kondisi dalam kotak-kotak di bawah ini. Segera ke Puskesmas untuk periksa. SETELAH MELAHIRKAN
15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Pemantauan Harian Jantung berdebar. Keluar cairan dari jalan lahir. Napas pendek/ terengah- engah. Payudara bengkak/ nyeri/ada benjolan. Gangguan buang air kecil. Area kelamin bengkak/ nyeri/luka. Darah nifas berbau/ mengalir/ perut nyeri. Pendarahan > 2 pemba- lut kurun 5 menit. Keputihan. Lembar Pemantauan Ibu Nifas (Diisi oleh ibu) B Hari ke- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 ) centang jika mengalami kondisi dalam kotak-kotak di bawah ini. Segera ke Puskesmas untuk periksa. 30 31 SETELAH MELAHIRKANSETELAH MELAHIRKAN Paraf Nakes/ Kader Cek kondisi Ibu setiap hari dan beri tanda ( Jika tidak, beri tanda (-) ) centang jika mengalami kondisi dalam kotak-kotak di bawah ini. Segera ke Puskesmas untuk periksa.
32 33 MERENCANAKAN KEHAMILAN YANG SEHAT Kehamilan yang sehat adalah kehamilan yang direncanakan, diinginkan, dan dijaga perkembangannya dengan baik. Tujuannya agar ibu dapat menjalani kehamilan dan melahirkan yang sehat dan aman, serta melahirkan bayi yang sehat. Untuk mewujudkannya, penting untuk memiliki kIWILEXERƼWMOHERQIRXEPHEPEQOSRHMWMPayak untuk hamil, yaitu • Usia 20-35 tahun dan jarak kehamilan 2 tahun untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan. • Jumlah anak kurang dari 3 untuk kecukupan gizi dan perawatan anak. KELUARGA BERENCANA KB Program KB (keluarga berencana) pasca melahirkan mencakup pemanfaatan atau penggunaan alat kontrasepsi langsung sesudah melahirkan sampai 6 minggu atau 42 hari sesudah melahirkan. Prinsip pemilihan metode kontrasepsi yang digunakan tidak mengganggu produksi ASI dan sesuai dengan kondisi ibu. Keluarga Berencana (Diisi oleh ibu) ढ़ Mengapa Perlu Ikut ber KB? • Pil KB. • Kondom. • Kontrasepsi suntik 3 bulan diberikan setelah 6 minggu pasca melahirkan. Untuk ibu menyusui, tidak disarankan menggunakan KB suntik 1 bulan, karena akan mengganggu produksi ASI. • Mengatur jarak dan mencegah kehamilan, agar tidak terlalu dekat (paling sedikit 2 tahun setelah melahirkan. • Mengatur jumlah anak agar ibu tidak terlalu sering melahirkan (sebaiknya tidak lebih dari tiga). • Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. • Menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu, bayi dan balita. • Ibu memiliki waktu dan perhatian yang cukup untuk dirinya sendiri, anak dan keluarga. ढ़ Metode Kontrasepsi Jangka Panjang • Metode Operasi Wanita (MOW), Metode Operasi Pria (MOP). • Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/ spiral, jangka waktu penggunaan bisa sampai 10 tahun. • Implan (alat kontrasepsi bawah kulit), jangka waktu penggunaan 3 tahun. ढ़ Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Konsultasikan kepada bidan atau dokter tentang kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan, kebutuhan, dan pilihan Anda. Pernyataan Paraf Ibu Bersedia menggunakan KB pasca salin.................... SETELAH MELAHIRKAN Depresi Setelah Melahirkan Pencegahan Penanganan Setelah melahirkan, ibu dapat mengalami depresi atau yang biasa disebut postpartum depression , sebagai berikut: BABY BLUES Terjadi setelah melahirkan dan memuncak dalam beberapa hari hingga 2 minggu. Gejala: Suasana perasaan tidak stabil, mudah menangis, sulit tidur, mudah cemas dan mudah tersinggung. DEPRESI SETELAH MELAHIRKAN • Terjadi dalam 2 minggu setelah melahirkan, secepatnya 48-72 jam pertama pasca melahirkan. Gejala: Mudah tersinggung, perubahan perasaan dan perilaku yang tidak serasi/sesuai, gangguan tidur, berhalusinasi dan mengalami waham/delusi. • Terjadi sekitar 4 minggu setelah melahirkan, paling sedikit selama 2 minggu berturut- turut. Gejala: Merasa sangat sedih, tertekan, sulit konsentrasi, gangguan tidur, tidak selera makan/banyak makan, mudah tersinggung, mudah marah, merasa lelah, tidak bergairah melakukan aktivitas harian, perasaan bersalah, khawatir tidak dapat menjadi ibu yang baik, pikiran untuk melukai diri/bayinya dan merasa menderita terhadap gejala yang dialami. • Ibu hamil dan setelah melahirkan beserta keluarga dapat mengenali dan memahami tanda-tanda atau gejala-gejala masalah kesehatan jiwa. • Pada saat hamil, kontrol dengan teratur ke bidan atau dokter sesuai jadwal. • Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi termasuk vitamin. • Deteksi dini faktor risiko pada ibu hamil atau pasca melahirkan beserta keluarga. • Dukungan dan perhatian dari suami, keluarga dan teman selama masa kehamilan dan pasca melahirkan. • Dukungan keluarga, terutama suami, sehingga tidak hanya bayinya saja yang diperhatikan. • Ada yang membantu mengasuh bayinya. • Mengajak bicara mengenai perasaannya. • Program kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan. • Melakukan konseling dengan tenaga kesehatan. • Terapi dengan obat-obatan. SETELAH MELAHIRKAN Beri tanda centang pada kotak jika ibu telah mendapatkan informasi tersebut.
4( 49 ! =!3)> @ - ) !3) $ & 2 !3) < ! K ? , < ? , < ? , ? , < ? , < ? , < ) < . / . . . L* . 6 % % 6 %% % 2 . , ) !3)@ ,. " . " . " ? , =60+& > ? 4 ? 3 ? ! < !3) . < !3) ? ? J ? ? ) < ? ? ? ? = >
36 37 MENYUSUI Cara Memerah dan Menyimpan ASI Tempat Penyimpanan Suhu Lama Penyimpanan ASI Baru Diperah Disimpan Dalam Cooler Bag 15 ºC 24 jam Dalam Ruangan (ASIP Segar) 27 ºC s/d 32 ºC 4 jam < 27 ºC 6 - 8 jam Kulkas < 4 ºC 48 - 72 jam (2 - 3 hari) Freezer pada Lemari Es 1 Pintu -15 ºC s/d 0 ºC 2 minggu Freezer pada Lemari Es 2 Pintu -20 ºC s/d -18 ºC 3 - 6 bulan Catatan: Simpan ASI Perah sebanyak 15-60ml per wadah untuk menghindari ASIPerah terbuang karena tidak habis diminum oleh bayi. Hindari ASI Perah mengalami perubahan suhu yang terlalu ekstrem. • Letakkan ibu jari di atas puting dan areola payudara, sedangkan jari telunjuk dan jari tengah di bawahnya, di seberang ibu jari. • Tekan payudara di belakang puting dan areola diantara ibu jari dan jari telunjuk. • Tekan dan lepaskan sampai ASI mulai menetes. Tekan areola dari samping, untuk memastikan ASI keluar semua. • Perah satu payudara setidaknya 3-5 menit, kemudian perah sisi lainnya, lalu ulangi kedua sisi. Ibu dapat berganti tangan jika lelah. • Waktu untuk memerah ASI sekitar 20-30 menit. • Cuci bersih dengan sabun cangkir/gelas kecil yang akan digunakan untuk wadah. • Tuangkan air mendidih ke dalam cangkir dan diamkan beberapa menit untuk membunuh sebagian besar kuman. • Buang air dari cangkir ketika akan digunakan. • Untuk memerah kolostrum atau ASI pada hari-hari pertama gunakan wadah berupa sendok karena akan sulit mengumpulkan dalam cangkir. • ASI dapat disimpan pada suhu ruangan maksimal 6 jam di tempat paling dingin di dalam ruangan. • Jika menyimpan di beberapa wadah, beri label tanggal. • Utamakan memberi ASI segar (bukan beku) segera setelah diperah, dalam waktu satu jam. • Jangan merebus ASI atau memanaskannya dalam microwave, karena dapat merusak kandungan gizinya. • ASI beku dicairkan perlahan di kulkas atau dibiarkan dalam wadah berisi air hangat, dan digunakan dalam waktu 24 jam. • Tuang ASI untuk perkiraan 1 kali minum ke dalam cangkir. • Bungkus bayi agar lengannya tidak membentur cangkir, dan gendong di posisi duduk tegak atau setengah tegak di pangkuan. • Letakkan cangkir di bibir bawah bayi, dan tempelkan tepi cangkir ke bagian luar bibir atas bayi. • Jangan menuangkan ASI ke dalam mulut bayi karena dapat masuk ke saluran pernapasan. • Bayi tidak mau minum lagi jika sudah kenyang, tapi jika ASI perah belum habis, mungkin bayi butuh minum lebih sering. Porsi Makan dan Minum Ibu Menyusui Untuk Kebutuhan Sehari Bahan Makanan 12 minggu pertama Keterangan per porsi Nasi atau Makanan Pokok 6 porsi • 3/4 gelas nasi (100 g) atau • 3 buah jagung sedang (125 g) atau • 2 kentang sedang (210 g) atau • 1/2 potong singkong (120 g) atau • 3 iris roti putih (70 g) atau • 2 gelas mie basah (200 g) Protein Hewani Ikan, Telur, Ayam dll. 4 porsi • 1 potong sedang ikan (50 g) atau • 1 butir telur Ayam (55 g) Protein Nabati Tempe, Tahu, dll. 4 porsi • 1 potong sedang tempe (50 g) atau • 2 potong sedang tahu (100 g) Sayur-sayuran 4 porsi 1 mangkuk sayur matang tanpa kuah (100 g) Buah-buahan 4 porsi • 1 potong sedang pisang (100 g) atau • 1 potong besar pepaya (100-190 g) Minyak/Lemak 5 porsi 1 sendok teh (5 g) bersumber dari pengolahan makanan seperti menggoreng, menumis, santan, kemiri, mentega dan sumber lemak lainnya. Minyak/lemak termasuk santan yang digunakan dalam pengolahan, makanan digoreng, ditumis atau dimasak dengan santan. Gula 2 porsi 1 sendok makan (10 g) bersumber dari kue-kue manis, minum teh manis dan lain-lainnya. Minum Air Putih: 14 gelas/hari di 6 bulan pertama dan 12 gelas/hari pada 6 bulan kedua. Konsultasikan porsi makan kepada tenaga kesehatan, perhatikan Indeks MassaTubuh. MENYUSUI
38 39 Si kecil siap menjalani kehidupan baru di luar rahim Ibu. Masa ini adalah masa sangat penting dalam pertumbuhannya. YANG AKAN DIALAMI Bayi akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, ditandai dengan penambahan berat badan dan panjang badan yang cepat. YANG HARUS DILAKUKAN • Beri hanya ASI saja sampai usia 6 bulan. • Jangan tambahkan air putih, makanan, minuman, obat, vitamin atau mineral, kecuali dianjurkan dokter atau tenaga kesehatan. • Susui semau bayi dan hindari penggunaan botol susu atau dot. • Temui tenaga kesehatan atau konselor menyusui, jika ibu mengalami masalah dalam menyusui bayi. • Timbang berat badan, ukur panjang badan dan cek perkembangan bayi tiap bulan di Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya. • Dapatkan imunisasi rutin lengkap sesuai usia. • Sering ajak anak berkomunikasi dan bermain untuk merangsang perkembangan sesuai usianya (lihat halaman 55). • Pastikan bayi istirahat yang cukup. • Cek kesehatan bayi secara rutin. MENGAPA HARUS DILAKUKAN • Meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi. • Bayi mendapat gizi cukup selama proses menyusui dan mencegah masalah gizi, seperti stunting. • Mendukung perkembangan otak bayi, agar terbentuk sempurna dan meningkatkan kemampuan belajarnya. • Imunisasi melindungi bayi dari penyakit- penyakit yang dapat mengakibatkan kematian. Berikan ASI Saja Sampai Usia 6 Bulan 0 - 6 Bulan Pindai kode QR untuk mendapatkan layanan konsultasi online. Ibu, dukung pertumbuhan bayi Anda dengan memberinya hanya ASI saja hingga berusia 6 bulan. 0 - 6 BULAN Ukuran Lambung Bayi Baru Lahir Perilaku Menyusu Bayi Frekuensi bayi menyusu meningkat sejalan dengan semakin banyaknya ASI yang keluar dan bertambahnya ukuran lambung. Berikut adalah perilaku menyusu bayi baru lahir: HARI PERTAMA • Ukuran dan volume lambung bayi sebesar kelereng. • Bayi menyusu sebanyak 8-12 kali dalam 24 jam pertama. Namun ini juga tergantung pada tipe bayi, kontak kulit ke kulit, dan rawat gabung bersama ibunya. HARI KE2 SAMPAI HARI KE3 • Ukuran dan volume lambung bayi sebesar bola pingpong. • Frekuensi menyusu meningkat menjadi 10-12 kali, tapi masih belum stabil. SATU MINGGU • Ukuran dan volume lambung bayi sebesar telur ayam. • Frekuensi menyusu rata-rata sekitar 8 kali dalam 24 jam. • Waktu menyusu mungkin lebih lama karena kapasitas lambung bertambah. SATU BULAN • Ukuran dan volume lambung bayi sebesar telur bebek. • Frekuensi menyusu rata-rata 8-12 kali dalam 24 jam. Selama menyusui, ibu harus selalu berada di dekat bayi agar dapat merespon saat bayi menunjukkan tanda lapar, tanggap dan mulai lebih banyak bergerak, memutar kepala, mengisap jari dan mengecap mulut. 0 - 6 BULAN
40 41 Bayi Baru Lahir (Usia 0 - 28 Hari) Beri tanda (centang) jika si kecil sudah mendapat pemeriksaan dan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas/Klinik/RS pada:............... 0 - 6 jam setelah lahir. Hari 3 - 7 setelah lahir. 6 - 48 jam setelah lahir. Hari 8 - 28 setelah lahir. Tanyakan kepada bidan/dokter/Perawat untuk penjelasan lebih lanjut terkait perawatan bayi baru lahir. Satu bulan pertama kehidupan merupakan masa penting untuk mendukung kelangsungan hidup bayi. YANG AKAN DIALAMI • Bayi akan mengalami perubahan yang cepat, dari lingkungan yang terlindungi di dalam rahim ke dunia luar. • Orang tua atau pengasuh berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi pada masa awal kehidupan • Pola tidur bayi sampai dengan 16 jam dalam sehari. YANG HARUS DILAKUKAN • Pastikan bayi mendapat pemeriksaan dan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan : • 0-6 jam setelah lahir • 6-48 jam setelah lahir • 3-7 hari setelah lahir • 8-28 hari setelah lahir • Susui bayi dengan penuh kasih sayang, dekap dengan hangat, dan jalin hubungan kasih sayang dengan menatap dan mengajaknya bicara. • Jaga bayi tetap hangat dan jaga kebersihan selama merawat bayi. • Cek kesehatan bayi dan kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir. Jika ada tanda bahaya, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan. • Pastikan Bayi mendapat: imunisasi hepatitis B (HB0) sebelum 24 jam; Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), Skrining Hiperplasia Adrenal Kongenital ( S-HAK), dan Skrining Defisiensi G6PD 48-72 jam setelah lahir; skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Kritis 24-48 jam setelah lahir, dan Skrining Kelainan Saluran Empedu. • Tetap berikan ASI saja selama 6 bulan, dan dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun. • Tips pola tidur bayi yang sehat: • Sebaiknya bayi tidur terlentang. • Gunakan alas yang rata. • Jauhkan benda yang dapat menutupi kepala. • Gunakan kelambu. MENGAPA HARUS DILAKUKAN • Dua pertiga kematian balita di Indonesia terjadi di usia 1-28 hari pertama. • Pemeriksaan dan pelayanan kesehatan dilakukan untuk memantau kesehatan bayi secara menyeluruh, agar dapat segera dilakukan penanganan apabila ditemukan adanya infeksi atau kondisi yang membahayakan bayi. • Menjalin kedekatan dengan bayi penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya yang terbaik. 0 - 6 BULAN Diare. Demam/panas tinggi (lebih dari 38,5°C). Dingin (kurang dari 36,5°C). Kulit dan mata kuning. Lemah.Kejang. Muntah-muntah. Sesak napas. Menangis atau merintih terus menerus. Tali pusat kemerahan sampai dinding perut, berbau bernanah. Tinja bayi saat buang air besar berwarna pucat.Tidak mau menyusu. Tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir (Usia 0 - 28 Hari) Jika bayi mengalami tanda bahaya, segera periksa ke bidan/dokter/perawat. Sunat pada bayi perempuan tidak mempunyai manfaat terhadap kesehatan dan berisiko tinggi bagi kesehatan bayi saat ini maupun masa yang akan datang. 0 - 6 BULAN Lihat pencatatan dan pemeriksaan bayi baru lahir di halaman 122.
42 43 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lembar Pemantauan Harian Bayi Baru Lahir (Usia 0 - 28 Hari) (Diisi oleh ibu) A Hari ke- Sesak napas/napas cepat/dada tertarik ke dalam. Aktivitas tampak lemah/tidak bergerak/menangis/ merintih. Warna kulit tampak biru/memar di sekitar mulut/ tangan/kaki. Hisapan bayi lemah/tidak bergerak. Muntah susu/cairan hijau. Kencing < 6x/hari. Warna kencing kurang pekat. Kejang. Mata mendelik/tangan menari/mulut mencucu/menangis melengking. Suhu tubuh panas lebih dari 38,5ºC atau dingin kurang dari 30,5ºC. Tanggal, Nama & Paraf Kader/ Nakes Napas Normal: 40 - 60x/menit. Sesak/napas cepat/napas pelan/dada tertarik ke dalam: Napas < 40x/menit atau > 60x/menit. Cek kondisi bayi setiap hari dan beri tanda ( Jika tidak ada keluhan, isi kolom dengan tanda strip (-) ) centang jika mengalami kondisi dalam kotak-kotak di bawah ini. Segera ke Puskesmas untuk periksa. 0 - 6 BULAN 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Napas Normal: 40 - 60x/menit. Sesak/napas cepat/napas pelan/dada tertarik ke dalam: Napas < 40x/menit atau > 60x/menit. 0 - 6 BULAN
44 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lembar Pemantauan Harian Bayi Baru Lahir (Usia 0 - 28 Hari) (Diisi oleh ibu) B Hari ke- BAB > 48 jam setelah lahir/tidak ada anus/BAB keluar dari sekitar anus/BAB seperti dempul/BAB lebih sering dan lebih encer. Jumlah air kencing sedikit/tidak kencing selama 6 jam, warna kuning pekat, kecoklatan, atau warna lainnya. Tali pusat kemerahan di sekitar/bernanah/ berbau. Kulit dan mata Mata merah/ ada kotoran/ bernanah. kuning. Kulit ada bintil- bintil isi air/nanah. Belum dapat imunisasi Hepatitis BO/BCG Tanggal, Nama & Paraf Kader/ Nakes 0 - 6 BULAN 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 0 - 6 BULAN Cek kondisi bayi setiap hari dan beri tanda ( Jika tidak ada keluhan, isi kolom dengan tanda strip (-) ✔) centang jika mengalami kondisi dalam kotak-kotak di bawah ini. Segera ke Puskesmas untuk periksa.
46 47 0 - 6 BULAN Warna Tinja (Diisi oleh ibu) Periksa warna tinja bayi setiap hari. Periksa warna tinja bayi setiap hari hingga berusia 4 bulan, dan catat warna tinja saat berusia 2 minggu, 1 bulan dan 2-4 bulan. Jika menemukan warna tinja lebih pucat mendekati nomor 1 sampai 3, segera bawa bayi ke dokter, karena ada kemungkinan bayi menderita sumbatan kandung empedu (Atresia Bilier). Perhatikan warna tinja bayi sampai berusia 4 bulan. Jika mata bayi masih kuning atau urin berwarna kuning keruh setelah usia 2 minggu, segera bawa bayi ke dokter. Usia 2 Minggu 1 Bulan 2-4 Bulan Tanggal (DD/MM/YYYY) Nomor Warna Tinja 0 - 6 BULAN Perawatan Metode Kanguru untuk Bayi Kecil Bayi kecil atau bayi prematur (< 37 minggu), bayi berat lahir rendah (< 2500 gram) akan mendapatkan perawatan di Puskemas, Rumah Sakit atau Klinik Bersalin hingga kondisinya stabil dan diperbolehkan pulang ke rumah. Pelajari perawatan metode kanguru untuk menjaga kehangatan dan meningkatkan asupan ASI. Posisi bayi pada perawatan metode kanguru. Bayi pada perawatan metode kanguru. Perawatan metode kanguru dengan kontak kulit ke kulit pada posisi tidur dan istirahat. Ayah bergantian untuk perawatan metode kanguru. Perawatan metode kanguru saat ibu beraktivitas. Perawatan Bayi Baru Lahir (Usia 0 - 28 Hari) (Diisi oleh ibu) Cara Menjaga Bayi Tetap Hangat □ Mandikan bayi dengan air hangat 6 jam setelah lahir dengan syarat kondisi stabil. • Sebelum tali pusat lepas, mandikan bayi dengan dilap. • Setelah tali pusat lepas, bayi dapat dimandikan dengan dimasukkan ke dalam air. Hati-hati agarkepala tidak terendam. • Bersihkan kemaluan bayi dari depan ke belakang dengan kapas yang dibasahi air bersih atau handuk bersih basah. □ Beri pakaian dan selimuti setiap saat. □ Pakaikan topi, kaos kaki, kaos tangan jika dirasakan cuaca dingin. □ Segera ganti baju dan popok jika basah. □ Lakukan perawatan metode kanguru jika berat badan bayi < 2500 gram. □ Bidan/Perawat/Dokter menjelaskan perawatan metode kanguru. □ Usahakan bayi berada dalam lingkungan udara sejuk. • Jika menggunakan kipas angin, usahakan agar arah angin tidak langsung mengenai bayi. • Suhu AC sekitar 25 – 26°C. Cara Merawat Tali Pusat □ Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi. □ Jangan memberikan apapun pada tali pusat. □ Rawat tali pusat terbuka dan kering. □ Jika kotor/basah, cuci dengan air bersih dan sabun, lalu keringkan. Setelah ibu membaca dan memahami informasi, tandai hal-hal berikut ini. Jika berat lahir <2500 gram atau usia kehamilan ≤ 37 minggu, bayi menggunakan Buku KIA Khusus Bayi Kecil.
48 49 Pola Asuh Bayi Baru Lahir Sampai Usia 18 Bulan • Pengasuhan anak yang dilakukan dengan penuh kasih sayang, akan menimbulkan rasa aman, bahagia dan percaya. • Tangisan menunjukkan bahwa bayi membutuhkan bantuan. Jangan biarkan bayi menangis lama karena akan membuat stres. • Berikan ASI dengan penuh kasih sayang, dekaplah anak dengan hangat dan jalinlah hubungan kasih sayang sambil menatap dan mengajak bicara bayi. Perasaan yang tidak menyenangkan pada ibu akan dirasakan oleh bayi dan berdampak rasa tidak nyaman pada saat menyusu. • Ajak anak bermain menggunakan permainan yERKQIRWXMQYPEWMƼWMOQStorik dan kemampuan berpikir. • Bayi usia 4-12 bulan perlu tidur 12-16 jam sehari (termasuk tidur siang). • Bayi/Anak berusia <18 bulan tidak menggunakan gawai kecuali dalam bentuk video-chatting (video-call) dengan didampingi orang tua. • Penggunaan gawai berlebih berdampak keterlambatan bicara dan bahasa, kurangnya interaksi, gampang marah/ledakan emosi (tantrum), gangguan kognitif (kurangnya kecerdasan). Bawa anak ke Posyandu/Fasilitas Kesehatan setiap bulan untuk memantau pertumbuhan, perkembangan (sesuai jadwal), pelayanan imunisasi, vitamin A dan obat cacing. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) Alat yang Digunakan UJUNG A UNTUK USIA 6 - 59 BULAN < 11,5 cmGizi Buruk 11,5 - 12,4 cmGizi Kurang ƶ 12,5 cmGizi Baik UJUNG B Balita usia 6 - 59 bulan dengan LiLA <12,5 cm (warna kuning atau merah) berisiko gizi kurang atau gizi buruk. Segera rujuk ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut oleh tenaga kesehatan. UJUNG B UJUNG A UNTUK USIA 6 MINGGU - < 6 BULAN ƶGQTumbuh Kembang Baik< 11,0 cmBerisiko Hambatan Tumbuh Kembang Bayi usia 6 minggu - < 6 bulan dengan LiLA < 11,0 cm (warna ungu muda) berisiko hambatan tumbuh kembang. Segera rujuk ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut oleh tenaga kesehatan. Petunjuk Penggunaan POSISI PITA ANTARA PUNDAK DAN SIKU AB MASUKAN UJUNG A PITA UJUNG B KE LUBANG DI JANGAN KETAT DAN JANGAN JUGA KENDOR HIJAU = GIZI BALITA BAIK WARNA KUNING ATAU MERAH ADA MASALAH GIZI 1 4 7 2 5 8 3 9 Anak usia 6 minggu - 59 bulan diukur LiLA di Posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat, dengan tujuan untuk skrining, deteksi dini dan rujukan balita berisiko gizi kurang atau gizi buruk. Di fasilitas kIWILEXEREOERHMPEOYOEROSRƼVQEWMTIRKYOYran Berat Badan, Panjang Badan atau Tinggi Badan, LiLA dan pengecekan edema bilateral oleh tenaga kesehatan. • Pengukuran LiLA dilakukan oleh kader di posyandu setiap bulan dan dapat dilakukan oleh orang tua/pengasuh terlatih di rumah secara mandiri. • Pengukuran LiLA dilakukan di lengan kiri. Lihat pencatatan dan pengukuran LiLA oleh kader/tenaga kesehatan di halaman 128. 0 - 6 BULAN 0 - 6 BULAN 6
9' 9+ " % " 2 " , ) ? , ? , @ ? , @ !) *! + ! , + & 4 ( 9 $ 7 6 8 +' ++ +& +4 +( +9 +$ +7 +6 +8 &' &+ && &4 &( &9 &$ &7 &6 &8 4' !) *! + ! , 4+ 4& 44 4( 49 4$ 47 46 48 (' (+ (& (4 (( (9 ($ (7 (6 (8 9' 9+ 9& 94 9( 99 9$ 97 96 98 $' , 0 ! !"" ) :7 F= ( 1 % % 2 =>3
9& 94 9 $ 7 6 8 +' ++ +& . " ) :7# $9" , 0 3 < 0 3 H 469I% = ! > ! < < : < < $ < J ! . , < <M $E J < 0 2C 2 , % 6 / $ 2 % 2 " ) :7# $9" 2 @ ! + (9 K & K 4 K ( < < K 9 K $ K 7 < K 6 < K < 0 3 &8 04 B ? < ? 3 < ? < ? ) ? # ? , ? # 0 0 ! " B ? ?) ! ) ?) =+&(0+&9> .& %# , < % , < 0.0. , < = +'' > = > . %5 , < *5 =* > , < " 6 % @ ! 2( 9 1 2
9( 99 4 ( 9 " " ) 9$5" 0 3 < 0 3 H 469I% = ! > ! < < : < < $ < J ! . , < <M $E J < 0 2C 2 , % 6 / $ 2 % 2 " ) ) 9$5 B ? ?) ! ) ?) =+&(0+&9> 1 % B +# & < 2 @ ! + K & < 8'K 4 K ( < K 9 K $ K 7 K 6 0 <K 8 +' K < 0 3 40$ B ? < < ? , < ? < < ? , ? , ? , < ? , < ? 0 ! " " 6 % @ ! 2( 5 1 2
MPASI Usia 6 - 12 Bulan Di usia 6 hingga 12 bulan, makanan yang diberikan pada bayi harus beragam dan mengandung sumber gizi lengkap, yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang terbaik. Perkenalkan makanan sambil memperhatikan apakah anak memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Pastikan cara memasak makanan direbus atau dikukus, serta hindari makanan yang digoreng, mengandung bahan pengawat dan tinggi gula dan garam. Ibu bisa memulai dengan makanan bertekstur lunak dan lembut, seperti bubur pisang campur apel dan pir, bubur sup daging kacang merah atau puding kentang ayam dan telur. Kemudian, lanjutkan dengan makanan yang bertekstur lebih kasar tapi tetap lembut di usia 9-11 bulan, seperti sup daging cincang, nasi tim ikan kembung telur puyuh, dan tim bubur manado daging dan udang. Pindai kode QR untuk mendapatkan resep MPASI anak usia 6-12 bulan Air Susu Ibu (ASI) Daging-dagingan Kacang-kacangan Buah dan Sayuran Kaya Vitamin A Makanan Pokok Telur Susu Hewani dan Produk Turunannya Buah dan Sayuran Lainnya 1 5 3 7 2 6 4 8 56 57 6 - 12 Bulan Cegah Stunting dengan MPASI Kaya Protein Hewani Awas bahaya stunting, karena dapat menyebabkan gagal pertumbuhan dan anak menjadi kurang cerdas. Di usia 6-12 bulan bayi berkembang semakin pesat secarEƼWMOHERQIRXEPWILMRKKE membutuhkan gizi lengkap terutama yang kaya protein hewani. YANG AKAN DIALAMI • Bayi mendapatkan pengalaman makan pertama kalinya dan beradaptasi dengan berbagai tekstur makanan sesuai usia. • Bayi mulai tumbuh gigi yang mungkin disertai demam atau diare. • Bayi mulai berbalik dari posisi telentang ke telungkup atau tengkurap dan menjaga kepala tetap tegak. • Meraih benda di sekitarnya, menirukan bunyi, dan tersenyum melihat hal-hal yang menarik. • Bayi menjelajah lingkungannya dengan merangkak di usia 8-9 bulan. YANG HARUS DILAKUKAN • Berikan MPASI yang kaya protein hewani. • Latih bayi menyenangi suasana makan dan ibu perlu peka terhadap respons bayi. • Lanjutkan ASI hingga usia 2 tahun atau lebih. • Timbang berat badan, ukur panjang badan dan cek perkembangan bayi tiap bulan di Posyandu atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan. • Pastikan bayi mendapat vitamin A kapsul biru 1 kali setahun untuk daya tahan tubuhnya. • Dapatkan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) di usia 6-7 bulan. • Dapatkan imunisasi rutin lengkap sesuai usia. . • Ajari bayi makan sendiri dengan sendok dan minum sendiri dengan gelas. • Ajari bayi duduk, memegang benda kecil dengan 2 jari, serta berdiri dan berjalan dengan berpegangan. • Ajak bayi main Cilukba dan bicara sesering mungkin. • Cek kesehatan bayi dan kenali tanda bahaya. Segera ke fasilitas kesehatan jika bayi sakit atau mengalami tanda bahaya. MENGAPA HARUS DILAKUKAN • Mencegah stunting dan penyakit infeksi. • Memastikan anak bisa bicara bahasa, bersosialisasi dan mandiri (lihat halaman 62-63). 6 - 12 BULAN 6 - 12 BULAN Lihat pencatatan dan pemeriksaan bayi dan balita oleh tenaga kesehatan di halaman 120 – 154.
Bayi 6 - 8 Bulan Contoh Bahan • Nasi putih 2 sdm (30 g). • Dadar telur ½ butir (35 g). • Sayur kare wortel tempe 2 sdm (20 g). Cara Membuat 1. Nasi, telur dadar, tempe dan wortel (dari sayur kare) dilumatkan kemudian disaring. 2. Ditambahkan kuah sayur (santan kare) sampai mendapatkan konsistensi bubur kental. 3. Sajikan. Bayi 9 - 11 Bulan Contoh Bahan • Nasi putih 3 sdm (45 g). • 1/3 ekor Ikan kembung sedang bumbu kuning (30 g). • Tumis buncis 2 ½ sdm (25 g). Cara Membuat 1. Nasi, ikan kembung bumbu kuning dan tumis buncis dicincang. 2. Sajikan dengan kuah sayur (santan kare). Bayi 12 - 23 Bulan Contoh Bahan • Nasi putih 4 sdm (55 g). • Semur hati ayam 1 potong sedang (45 g). • Bening/bobor bayam 2 sdm (20 g). Cara Membuat MPASI untuk anak 12-23 bulan disajikan dalam bentuk makanan keluarga (dicincang agak besar jika diperlukan). 58 59 Pemenuhan Gizi Usia 6 - 24 Bulan 1. Tepat waktu MPASI diberikan saat ASI saja sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. MPASI diberikan mulai usia 6 bulan. 2. Cukup sesuai kebutuhan (adekuat) MPASI yang diberikan dengan mempertimbangkan jumlah, frekuensi, konsistensi/tekstur/kekentalan dan variasi makanan. Variasi makanan dalam MPASI terdiri dari: • Makanan pokok: beras, biji-bijian, jagung, gandum, sagu, umbi, kentang, singkong, dan lain-lain. • Makanan sumber protein hewani: ikan, ayam, daging, hati, udang, telur, susu dan hasil olahannya. Pemberian protein hewani dalam MPASI diprioritaskan. Selain itu sumber protein nabati mulai diperkenalkan, yang terdapat dalam kacang-kacangan (protein nabati): kedelai, kacang hijau, kacang polong, kacang tanah, dan lain-lain. • Lemak diperoleh dari proses pengolahan misalnya dari penambahan minyak, santan, dan penggunaan protein hewani dalam MPASI. • Mulai diperkenalkan buah dan sayur mengandung vitamin A dan C: jeruk, mangga, tomat, bayam, wortel, dan lain-lain. 3. Aman • Perhatikan kebersihan makanan dan peralatan. • Mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan sebelum memberikan makanan kepada anak. 4. Diberikan dengan cara yang benar • MPASI diberikan secara teratur (pagi, siang, sore/menjelang malam). • Lama pemberian makan maksimal 30 menit. • Lingkungan netral (tidak sambil bermain atau menonton TV). • Ajari anak makan sendiri dengan sendok dan minum dengan gelas. Melanjutkan pemberian ASI disertai Makanan Pendamping ASI (MPASI). Pemberian MPASI yang baik harus sesuai syarat berikut ini: Bayi 6 - 8 Bulan Bayi 9 - 11 Bulan Bayi 12 - 23 Bulan • Lanjutkan menyusui. • Berikan 2-3 sdm hingga ½ mangkok (125 ml) setiap kali makan. • Berikan 2 - 3 kali makanan utama dan 1 - 2 kali makanan selingan setiap hari. • Jumlah energi dari MPASI yang dibutuhkan per hari 200 kkal. • Lanjutkan menyusui. • &IVMOERƔƔQERKOSOYOYran 250 ml (125 - 200 ml) setiap kali makan. • Berikan 3 - 4 kali makanan utama dan 1 - 2 kali makanan selingan setiap hari. • Jumlah energi dari MPASI yang dibutuhkan per hari 300 kkal. • Lanjutkan menyusui hingga 2 tahun atau lebih. • Berikan ¾ - 1 mangkok (200 – 250 ml) setiap kali makan. • Berikan 3 - 4 kali makanan utama dan 1 - 2 kali makanan selingan setiap hari. • Jumlah energi dari MPASI yang dibutuhkan per hari 550 kkal. DISARING Makanan dibuat dengan disaring Tekstur makanan lumat dan kental. Kebutuhan cairan: 800 ml/hari (±3 gelas belimbing). DICINCANG Bahan makanan sama dengan untuk orang dewasa. Tekstur makanan dicincang. Perhatikan respons anak saat makan. MASAK BIASA Bahan makanan sama dengan untuk orang dewasa. Tekstur makanan yang diiris-iris. Perhatikan respons anak saat makan. Kebutuhan cairan: 1.300 ml/hari (±5 gelas) 6 - 12 BULAN Pemenuhan Gizi Usia 6 - 24 Bulan Contoh Makanan Selingan Perkedel Kentang Isi Daging Kentang 25 g Daging Giling 5 g Minyak 5 g Telur Ayam 5 g Cara Membuat MPASI dari Makanan Keluarga (Matang) Cara Membuat MPASI dari Bahan Mentah Bayi 6 - 8 Bulan Contoh Bahan • Beras putih 1 sdm (10 g). • Telur ayam ½ butir sedang (30 g). • Tempe kedelai 1 sdm (10 g). • Wortel 1 sdm (10 g). • Santan 3 sdm (30 g). Cara Membuat 1. Memasak beras, tambahkan santan dan bumbu yang telah ditumis dengan sedikit minyak (bawang merah, daun salam, kunyit). 2. Setelah nasi masak, masukan telur yang telah dikocok lepas, tempe dan wortel yang telah dicincang. 3. Aduk sampai mendapatkan konsistensi bubur kental lalu sajikan. Bayi 9 - 11 Bulan Contoh Bahan • Beras putih 1 ½ sdm (15 g). • Ikan kembung 1/3 ekor sedang (30 g). • Minyak kelapa 2 sdt (10 g). • Wortel 1 ½ sdm (15 g). • Tempe 1 sdm (10 g). Cara Membuat 1. Memasak beras, tambahkan bumbu yang telah ditumis (bawang merah, daun salam, kunyit) dengan minyak kelapa. 2. Setelah nasi masak, masukkan ikan kembung dan buncis yang telah dicincang. 3. Aduk sampai mendapatkan kon- sistensi bubur kasar/cincang. 4. Sajikan. Bayi 12 - 23 Bulan Contoh Bahan • Beras putih 2 ½ sdm (25 g ). • Hati ayam 1 potong sedang (50 g). • Minyak kelapa 1 sdt (5 g). • Bayam 2 sdm (20 g). • Santan 5 sdm (50 g). Cara Membuat 1. Memasak beras sampai menjadi nasi. 2. Membu
$' $+ ,. "% 6. * A .) 5$8" * 4 * A ) 7$3:" ,. ! ! * 4 ? 2 6=++9> ? ) +4 =4'> ? 4 =4'> ? J +P=+9> ? +=+'> ? , +P=79> ? 79<<=+4 > ? P=9'> 3 + =+6'> ,. +, & 4, (! ? 2 4P=9'> ? << 4=4'> ? P =&9> ? <+=+'> ? J +=+'> ? < +=+'> ? +=+'> ? 3 + ? +T =4''> ? , P=&9> ? & ? & " : & =+''> " "# ,. + < & << 4, (, < 9 < $. < " " $ 7 6 8 +' ++ " " ) 5$3:" 0 3 < 0 3 H 469I% = ! > ! < < : < < $ < J ! . , < <M $E J < 0 2C , % 6 / $ 2 % 2
$& $4 " ) 5$7" B ? ?) ! ) ? 5!= ! > ?) =+&(0+&9> .& % 0* < .&G 5! * ( 2 @ ! + < K & K 4 K ( K 9 & & K $ < < K 7 K 6 < K 8 % +' K ++ K < 0 3 $08 B ? < ? ? => ? % < ? ? < ? & ? , < ? 3 < ? , ? , 0 ? ! " " 6 % @ ! 2( 7 1 2 " ) 7$3:" B ? ?) ! ) ? 5!= ! > ?) =+&(0+&9> .& :/, < * 1 B ? 8 6 ( ? 2 @ ! + K & 4' K 4 K ( K 9 K $ K 7 K 6 &04 K 8 K +' K ++ % K +& K < 0 3 80+& B ? < ? , < ? < ? & ? , < ? , ? 3 < ? , < 0< ? ? ! " " 6 % @ ! 2( 3: 1 2
64 65 12 - 24 Bulan Beri Makanan Bergizi dan Periksa Rutin ke Posyandu untuk Cegah Stunting. Memasuki usia 1 tahun ke atas, kemampuan fisik, mental, dan sosial anak semakin berkembang. YANG AKAN DIALAMI • Anak telah makan makanan keluarga, mulai belajar berjalan dan berkata-kata. • 70% kebutuhan gizi anak dipenuhi dari MPASI. Namun ASI masih tetap dibutuhkan karena menyumbang 30% kebutuhan gizi anak. YANG HARUS DILAKUKAN • Timbang, ukur dan cek perkembangan anak setiap bulan. • Penuhi kecukupan gizi anak dengan pemberian MPASI yang kaya protein hewani (lihat halaman 58-59). • Berikan makanan beragam dan menarik. • Tetap berikan ASI hingga usia 2 tahun. • Hindari pemberian makanan atau jajanan yang rendah gizi, tinggi gula dan garam, berpengawet dan berpemanis. • Ajari anak untuk belajar makan sendiri. • Ajari anak berjalan di undakan/tangga, mencoret-coret di kertas, menyebut bagian tubuhnya, dan bergerak bebas dalam pengawasan. • Ajak anak membersihkan meja dan menyapu, membereskan mainan, bernyanyi, dan bermain dengan teman. • Bacakan cerita buat anak, dan bimbing anak untuk mematuhi aturan permainan. • Dapatkan imunisasi rutin lengkap sesuai jadwal. • Cek kesehatan anak secara rutin dan segera ke fasilitas kesehatan, jika anak sakit atau ditemukan tanda bahaya. • Pastikan anak mendapatkan suplementasi vitamin A kapsul merah dan obat cacing sebanyak 2 kali dalam setahun. MENGAPA HARUS DILAKUKAN Stunting paling banyak terjadi di kelompok usia ini. Tetap lanjutkan pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya untuk memastikan anak memiliki kondisi yang sehat, status gizi dan perkembangan terbaik sesuai usianya. Beri makanan yang kaya protein hewani, seperti telur, ikan dan daging. 12 - 24 BULAN MPASI Usia 12 - 24 Bulan Memasuki usia 1 tahun ke atas, kebutuhan energi dan protein si kecil semakin bertambah. Ibu perlu mendukungnya dengan memberi kecukupan gizi, terutama protein hewani yang mengandung asam amino esensial untuk mendukung pertumbuhan otak dan sel-sel tubuh lainnya. Kemampuan makan anak juga membaik dan si kecil sudah mulai bisa makan makananyang dimakan oleh ibu dan anggota keluarga lainnya. Di rentang usia ini, anak sudah tahu apayang ia suka dan tidak suka, serta mulai memilih-milih makanan. Frekuensi makan si kecil biasanya 3-4 kali dalam sehari, yaitu 3-4 kali makanan utama dan 1-2x makanan selingan/camilan di antara waktu makan utama. Berikan menu makanan yang lengkap, bervariasi, dan bergizi seimbang, selain ASI. Hindari pemberian jenis makanan dan minuman seperti berikut: • susu atau yoghurt rendah lemak. • minuman bersoda. • makanan yang terlalu asam dan pedas. • makanan dan minuman yang tinggi kandungan gulanya atau terbuat dari pemanis buatan, seperti minuman kemasan dan kalengan. • makanan yang banyak mengandung MSG dan bahan pengawet, seperti makanan instan. Karena si kecil sudah mulai bisa makan nasi dan daging yang diiris-iris. beberapa resep MPASI yang bisa ibu siapkan antara lain nasi sup telur puyuh bola ayam, nasi ikan kuah kuning, sup telur puyuh ikan air tawar labu kuning, dan nugget tempe ayam sayuran. Pindai kode QR untuk mendapatkan resep MPASI anak usia 12 - 24 bulan 12 - 24 BULAN Lihat pencatatan dan pemeriksaan bayi dan balita oleh tenaga kesehatan di halaman 120 – 154.
$$ $7 +4 +( +9 " ) 3:$:<" 0 3 < 0 3 H 469I% = ! > ! < < : < < $ < J ! . , < <M $E J < 0 2C 2 , % 6 / $ 2 % 2 +$ +7 +6 +8 &' &+ && &4 &(
68 69 Perawatan Anak Usia 12 - 18 Bulan (Diisi oleh ibu) Pelayanan Kesehatan Bawa anak anda setiap bulan ke Posyandu/ Puskesmas/Fasilitas Kesehatan untuk mendapat pelayanan: • Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. • Ibu/Ayah/Keluarga atau pengasuh mengikuti kelas Ibu Balita. • Kapsul Vitamin A (bulan Februari atau Agustus). • Obat cacing. • Imunisasi (lihat halaman 124-125). Manfaat Imunisasi Rutin pada Baduta Pemberian imunisasi pada baduta dilakukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan dan untuk memperpanjang masa perlindungan anak yang sudah mendapatkan imunisasi saat bayi. Manfaat Obat Cacing Untuk pencegahan dan pengobatan infeksi cacingan sehingga dampak cacingan pada tubuh dapat dicegah. Perawatan Gigi Perhatikan tumbuhnya gigi, pada usia 18 bulan adanya gigi susu berjumlah 16 buah. No. Penanda Perkembangan Anak Ya Tidak 1 Anak bisa berdiri sendiri tanpa berpegangan? 2 Anak bisa membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali? 3 Anak bisa berjalan mundur lima langkah? 4 Anak bisa memanggil ayah dengan kata ”papa”, memanggil ibu dengan kata ”mama”? 5 Anak bisa menumpuk dua kubus? 6 Anak bisa memasukkan kubus di kotak? 7 Anak bisa menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu? 8 Anak bisa memperlihatkan rasa cemburu/bersaing? Dukung tumbuh kembang si kecil sesuai perkem- bangan anak seusianya dengan melakukan stimulasi dalam suasana aman, nyaman dan menyenangkan. Stimulasi anak pada rentang usia 12 - 18 bulan dengan: • Berjalan mundur, naik tangga. • Tangkap dan lempar bola. • Menyusun balok atau puzzle, menggambar. • Bermain air, meniup, menendang bola. • Bercerita tentang gambar di buku. • Menyebutkan nama benda, menyanyi. • Main telpon-telponan, menyatakan keinginan. • Bermain dengan teman sebaya, petak umpet. • Merapikan mainan, membuka baju. • Makan bersama. • Merangkai manik besar. Pantau Tumbuh Kembang Anak Anda Beri tanda (centang) pada kolom Ya/Tidak. Jika anak belum bisa melakukan salah satu dari hal berikut ini saat sudah berusia 18 bulan, segera bawa ke Puskesmas. Perawatan Anak Usia 18 - 24 Bulan (Diisi oleh ibu) Pelayanan Kesehatan Bawa anak anda setiap bulan ke Posyandu/ Puskesmas/Fasilitas Kesehatan untuk mendapat pelayanan: • Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. • Ibu/Ayah/Keluarga atau pengasuh mengikuti kelas Ibu Balita. • Kapsul Vitamin A (bulan Februari atau Agustus). • Obat cacing. • Imunisasi (lihat halaman 124-125). Perawatan Gigi Lanjutkan perawatan gigi anak anda. Perhatikan tumbuhnya gigi, pada usia 24 bulan adanya gigi susu berjumlah 20 buah. Gosok giginya setelah sarapan dan sebelum tidur dengan sikat gigi kecil khusus anak yang berbulu lembut, pakai pasta KMKMQIRKERHYRKƽYSVGYOYTWIPETMWXMTMW biji kacang polong). No. Penanda Perkembangan Anak Ya Tidak 1 Anak bisa berdiri sendiri tanpa berpegangan 30 detik? 2 Anak bisa berjalan tanpa terhuyung-huyung? 3 Anak bisa menumpuk 4 buah kubus? 4 Anak bisa memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk? 5 Anak bisa menggelindingkan bola ke arah sasaran? 6 Anak bisa menyebut 3 – 6 kata yang mempunyai arti? 7 Anak bisa membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga? 8 Anak bisa memegang cangkir sendiri, belajar makan-minum sendiri? Dukung tumbuh kembang si kecil sesuai perkem- bangan anak seusianya dengan melakukan stimulasi dalam suasana aman, nyaman dan menyenangkan. Stimulasi anak pada rentang usia 18 - 24 bulan dengan: • Bicara, bertanya, bercerita, bernyanyi. • Tanya jawab, main telpon-telponan. • Perintah sederhana, membantu pekerjaan. • Melepas baju, rapikan mainan. • Makan bersama dengan sendok garpu. • Menyusun balok, memasang puzzle, menggambar, membentuk lilin. • Buat rumah-rumahan, petak umpet. • Berjalan, berlari, melompat. • Berdiri satu kaki, naik turun tangga. • Melempar, menangkap, menendang bola. Pantau Tumbuh Kembang Anak Anda Beri tanda (centang) pada kolom Ya/Tidak. Jika anak belum bisa melakukan salah satu dari hal berikut ini saat sudah berusia 24 bulan, segera bawa ke Puskesmas. 12 - 24 BULAN 12 - 24 BULAN
7' 7+ C 6 " " ! " ! ! 3 < ! :$5! 6 . ! & D $ ? ! ? 4 @ ? ? @ =76> ? < !"*! ? " +&0+7 < = $4> ? " +60&4 < = $6> ? ! ? ! ? ? % < ? 5! << & ? " @ ? , % 6% 3:4F3=<2
7& 74 , %" @ &$ < ) B ? , @ 0 ? , ? , < < ! 907 ) < < ) +, !3) &, < 4, @< +' 0 (, 3 ) 31=$9! ? 3 ? , 0 ? , < 0 ? , ? , < ? , ? ! +0& ++0+( = > ? +60&( B ? . + ? . < ? . " % % 1 % / 1% 1? 66 2
7( 79 &( &9 &$ &7 &6 &8 " ) :$5! 0 3 < 0 3 H 469I% = ! > ! < < : < < $ < J ! . , < <M $E J < 0 2C 2 , % 6 / $ 2 % 2 :!#) 4' 4+ 4& 44 4( 49 4$ 47 46 48 (' (+ (& (4 (( (9 ($ (7 :!#)9!#)
7$ 77 (6 (8 9' 9+ 9& 94 " ) :$5! 0 3 < 0 3 H 469I% = ! > ! < < : < < $ < J ! . , < <M $E J < 2C 2 , % 6 / $ 2 % 2 9( 99 9$ 97 96 98 $' $+ $& $4 $( $9 $$ $7 $6 $8 7' 7+ <!#)<!#)=!#)
78 79 Pemenuhan Gizi dan Perawatan Anak Usia 2 - 6 Tahun Perawatan Gigi Anak Anda • Mulai ajari anak menyikat gigi di depan cermin, secara teratur selama 2 menit dampingi anak menggosok gigi sampai anak usia 8 tahun. • Untuk anak usia 2-6 tahun pasta giginya • seukuran 1 biji kacang polong. • Untuk mengurangi risiko gigi berlubang pada anak: • Jangan biasakan anak minum susu dengan botol sambil tiduran. • Jangan membiarkan anak melakukan kebiasaan menghisap ibu jari atau dot (mengempeng). • Hindari anak dari makan makanan manis yang bersifat lengket di antara waktu makan. • Teratur menyikat gigi sebelum tidur. • Jangan membiasakan anak mengemut makanan. Kebutuhan Cairan Anak Biasakan Mencuci Tangan Pakai Sabun • Usia 2 - 3 tahun sekitar 1.300 mL/hari atau +/- 5 gelas belimbing. • Usia di atas 3 tahun kebutuhan cairan 1.700 mL/hari atau +/- 7 gelas belimbing. • Biasakan cuci tangan dan kaki anak dengan air bersih dan sabun setiap habis bermain. • Gunting kuku tangan dan kaki secara teratur dan jaga kebersihan. Penuhi Gizi Balita dengan Makanan Keluarga yang Bervariasi Makanan pokok, lauk-pauk, minyak, sayur dan buah. • Membiasakan anak makan 3 kali sehari (pagi, siang, dan malam) bersama keluarga. • Penuhi gizi anak dengan makanan kaya protein seperti ikan, telur, tempe, susu, dan tahu. • Penuhi gizi anak dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. • Batasi anak mengonsumsi makanan selingan yang terlalu manis, asin, dan berlemak. • Pastikan anak minum air putih sesuai kebutuhan. • Biasakan bermain bersama anak dan QIPEOYOEREOXMZMXEWƼWMOWIXMETLEVM 2 - 6 TAHUN Perawatan Anak Usia 2 - 3 Tahun (Diisi oleh ibu) Pelayanan Kesehatan Bawa anak anda setiap bulan ke Posyandu/ Puskesmas/Fasilitas Kesehatan untuk mendapat pelayanan: • Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. • Ibu/Ayah/Keluarga atau pengasuh mengikuti kelas Ibu Balita. • Kapsul Vitamin A (Februari atau Agustus). • Obat cacing. Perawatan Gigi Lanjutkan perawatan gigi dengan mengingatkan anak menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur. No. Penanda Perkembangan Anak Ya Tidak 1 Anak bisa jalan naik tangga sendiri? 2 Anak bisa bermain dan menendang bola kecil? 3 Anak bisa mencoret-coret pensil pada kertas? 4 Anak bisa bicara dengan baik, menggunakan 2 kata? 5 Anak bisa menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta? 6 Anak bisa melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih? 7 Anak bisa membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta? 8 Anak bisa makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah? 9 Anak bisa melepas pakaiannya sendiri? Dukung tumbuh kembang si kecil sesuai perkem- bangan anak seusianya dengan melakukan stimulasi dalam suasana aman, nyaman dan menyenangkan. Stimulasi anak pada rentang usia 2 - 3 tahun dengan: • Sebutkan nama benda, sifat, guna benda. • Bacakan cerita, tanya jawab. • Anak diminta bercerita pengalaman menonton TV didampingi maksimal 1 jam, menyanyi. • Cuci tangan, cebok, berpakaian, rapikan mainan. • Makan dengan sendok garpu. • Menyusun balok, memasang puzzle, menggambar, menempel. • Mengelompokkan benda sejenis. • Mencocokkan gambar dan benda. • Menghitung. • Melempar, menangkap. • Berlari, melompat, memanjat, merayap. Pantau Tumbuh Kembang Anak Anda Beri tanda (centang) pada kolom Ya/Tidak. Jika anak belum bisa melakukan salah satu dari hal berikut ini saat sudah berusia 3 tahun, segera bawa ke Puskesmas. 2 - 6 TAHUN
6' 6+ ) 9$5! ? . < 0 < < ! 0 ? , = > < ? - < 0 ? , ? < 0 < ? , 0 ? < ? ! 409 +'0+4 = > ? &( B ? + ? . ? . => ? : + ? , 5 ? : ? ? , < " % % 1 % / 1% 1? 66 2 B ? ?) ! ) ? 5!= ! > ?-<< * 1 ) 9$<! 2 @ ! + ! + & K & ! K 4 ! K ( ! K 9 ! 6 K $ ! &0( K 7 ! K 6 ! K 8 ! < K +' ! < < K ++ ! K +& ! K +4 ! < K < 0 3 40( B ? , ? < < ? ! < ? , 5 ? % << ? , ? , @@ ? , ? , << ? , ? , ? ! " 6 % @ ! 2( <1 2
6& 64 ) <$=! 2 @ ! + ! + $ & ! 0+ 4 ! ( ! 9 ! $ ! 4 7 ! < 6 ! 8 ! 0 +' ! ++ ! 0 +& ! < +4 ! +( ! +9 ! 0 +$ ! +7 ! +6 ! < 0 3 (09 B ? < ? , ? , ? 1 ? 0 ? , ? , ? , ? , < ! B ? ?) ! ) ? 5!= ! > ?-<< * 1 " 6 % @ ! 2( =1 2 ) =$5! B ? ?) ! ) ?-<< * ?1 ? < 40$ 2 @ ! + ! K & ! + ++ K 4 ! $ K ( ! < K 9 ! K $ ! K 7 ! < 7 K 6 ! K 8 ! 90+'K +' ! 0 K ++ ! K +& ! K +4 ! K < 0 3 90$ B ? , 0 ? < < ? , 5 + ? % << ? , ? , 0 ? , ? , @@ ? , ? , < ? , ? , ? , 4 ? ! " 6 % @ ! 2( 51 2
6( 69 ? : < < 0 ? 1 =67> ? < 0 ? ) ! ) .0 B . / 1 1 & ) 69 ,- - " D - ! .0 B 32 " / & ! ? - ? :2 . . ' , < - ? ! K! K ? ! , : < < ? ? 92 . . ? ? % 0 - . / . -! L* <
Cuci Tangan Pakai Sabun Kapan Saja Harus Mencuci Tangan 1. Setelah buang air besar/kecil. 2. Sebelum memegang dan menyusui bayi. 3. Setelah menceboki bayi atau anak. 4. Sebelum makan dan menyuapi anak. 5. Sebelum memegang makanan dan setelah makan. 6. Setelah bersin/batuk. 7. Setiap kali tangan kita kotor: mengetik, memegang uang, hewan/binatang, berkebun. Pentingnya Mencuci Tangan dengan Air Bersih dan Sabun 1. Kuman penyakit sangat mudah ditularkan melalui tangan. Pada saat makan kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. 2. Tangan kadang terlihat bersih secara kasat mata namun tetap mengandung kuman. 3. Sabun dapat membersihkan kotoran dan merontokkan kuman. Tanpa sabun, kotoran dan kuman tertinggal di tangan. Cara Cuci Tangan yang Benar Biasakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Basahi seluruh tangan dengan air bersih. mengalir. Bersihkan bagian bawah kuku. Ke telapak punggung, dan sela-sela jari tangan. Keringkan tangan dengan handuk/tisue atau keringkan dengan diangin-anginkan. Gosok sabun secara merata. Bilas tangan dengan air bersih mengalir. Telapak kanan di atas tangan kiri dan telapak kiri di atas punggung tangan kanan. INFORMASI UMUM • Meminum susu botol saat tidur malam. • Mengemil makanan manis di antara waktu makan. 1. Gendong atau pangku anak dengan satu tangan. 2. Bersihkan gusi anak secara perlahan dengan kain atau lap basah yang dilingkarkan pada jari telunjuk ibu. 1. Bersihkan gusi anak setelah diberi makan menggunakan kain atau lap basah. 2. Bila gigi susu mulai muncul, bersihkan giginya dengan sikat gigi anak berbulu halus tanpa pasta gigi atau dengan pasta gigi selapis tipis pada permukaan bulu sikat. • Tidak menyikat gigi sebelum tidur. • Mengemut makanan. Faktor Risiko Gigi Berlubang Cara Membersihkan Gigi Anak Anak Usia 0 - 5 Bulan Anak Usia 6 - 12 Bulan Perawatan Anak Sakit Setiap orang tua pasti khawatir jika anaknya jatuh sakit. Namun, Ibu harus tetap tenang dan memastikan kebutuhan gizi si kecil tetap tercukupi selama sakit. Saat anak sakit, daya tahan tubuhnya akan melemah, sehingga ia membutuhkan lebih banyak zat gizi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, serta memulihkan energinya. Oleh karena itu, yang harus Ibu lakukan saat merawat anak yang sedang sakit adalah: • Memberi asupan gizi lebih banyak Caranya bisa dengan menambah porsi ASI atau makanan minuman yang diberikan, atau menambah variasi makanan untuk menambah asupan gizinya. • Memberi asupan gizi lebih sering Caranya dengan memberi makan lebih sering dari biasanya. Misalnya, jika anak biasa makan 3-4 kali dalam sehari, tambahkan 1-2 kali lagi, namun dengan porsi yang tidak membuat anak terlalu kenyang. Perawatan Gigi Anak 86 8786 87 INFORMASI UMUM
Perawatan Anak Sakit Demam • Jika masih menyusu, berikan ASI lebih sering. • Beri minum lebih sering dan lebih banyak. • Jangan diselimuti atau diberi baju tebal. • Kompres dengan air biasa atau air hangat. • Jangan kompres dengan air dingin karena anak bisa menggigil. • Jika demam tinggi, beri obat penurun panas sesuai dosis. • Untuk daerah endemis malaria, balita harus tidur di dalam kelambu anti nyamuk (mengandung insektisida). Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika: • Demam disertai kejang. • Setelah diberi penurun panas, demam tidak turun dalam 2 hari, • Demam disertai bintik-bintik merah, pendarahan di hidung, dan atau buang air besar berwarna hitam. Luka dan Koreng • Luka: Cuci bersih luka dengan air bersih mengalir. • Koreng: Periksakan ke Puskesmas Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika: • Luka bernanah atau berbau. Batuk • Berikan ASI lebih sering. • Beri minum air matang lebih banyak. • Jika umurnya di atas 1 tahun, beri kecap manis atau madu dicampur air jeruk nipis sebagai pelega tenggorokan. • Jauhkan dari asap rokok, asap dapur, asap sampah, polusi kendaraan bermotor dan debu. Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika: • Batuk tidak sembuh dalam 2 hari. • Anak sesak napas. • Demam. Diare/Mencret • Jika anak masih menyusu, terus berikan ASI sesering mungkin. • Berikan segera 1/2 -1 gelas cairan oralit setiap anak buang air besar, jika tidak ada oralit, berikan air matang, kuah sayur bening, dan air tajin. • Pemberian zinc setiap hari selama 10 hari berturut-turut: • untuk anak usia <6 bulan 1 kali 1/2 tablet. • untuk anak usia 6 bulan - 5 tahun 1 kali 1 tablet. • Beri MPASI atau makan seperti biasa. • Jangan beri obat apapun kecuali dari petugas kesehatan. Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika: • Timbul demam. • Ada darah dalam tinja. • Diare makin parah. • Muntah terus menerus. • Anak terlihat sangat haus. • Anak tidak mau makan dan minum. • Diare berulang-ulang. INFORMASI UMUM Anak dengan Disabilitas Anak dengan disabilitas rentan terhadap masalah kesehatan karena lebih berisiko mendapat kekerasan baik dari keluarga atau lingkungan karena Anak dengan disabilitas mengalami hambatan dalam pemenuhan gizi, ketidakmampuan memelihara kebersihan perorangan dan cenderung berperilaku berisiko yang tidak sesuai norma masyarakat. Orang tua dan anggota keluarga membantu Anak dengan Disabilitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari: Komunitas orang tua, organisasi masyarakat untuk anak dengan disabilitas: 1. Penguatan mental untuk bisa menerima kondisi anak dengan segala kekurangannya. 2. Melindungi dan memberi rasa aman pada anak dengan memberikan kasih sayang, semangat dan motivasi secara terbaik. 3. Ajari anak dengan sabar melatih kemandirian anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 4. Menyediakan makanan bergizi seimbang dan memeriksakan kesehatan anak secara teratur serta memantau tumbuh kembang anak. 5. Anak dengan disabilitas perlu kontrol teratur untuk terapi, pemantauan status gizi, kemajuan perkembangan, serta melengkapi status imunisasi di Puskesmas terdekat. Anak dengan disabilitas rentan terhadap masalah kesehatan karena lebih berisiko mendapat kekerasan dari orang tua/lingkungannya akibat dari kelainan/ kecacatannya, mengalami hambatan dalam pemenuhan gizi, ketidakmampuan anak dalam memelihara kebersihan perorangan, cenderung berperilaku berisiko yang tidak sesuai dengan norma masyarakat. 6. Anak dengan gangguan kemampuan berbicara dan berbahasa, pahami anak akan kesulitan dalam mengekspresikan secara lisan. Melatih anak melafalkan huruf, vokal dan konsonan, suku kata, kata, dan kalimat, melatih anak memperhatikan dan mendengar pembicaraan. 1. Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kecacatan (FKKADK). 2. Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS). 3. Ikatan Sindrome Down Indonesia (ISDI). 4. Komunitas Peduli Tuna Daksa (KOPETUNDA). 5. Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI). 6. Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI). 7. Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN). 8. Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI). 9. Yayasan Autis Indonesia (YAI). 10. Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). 11. Yayasan Sayap Ibu. 12. Bagi keluarga yang jauh dari komunitas tersebut di atas, dapat melibatkan diri dalam kegiatan Posyandu, PAUD, PKK, RBM. Polindes/Poskesdes, dan Puskesmas terdekat. 88 8988 89 INFORMASI UMUM
Perlindungan Anak Bagaimana melindungi anak dari kekerDVDQ̧VLNSVLNLVGDQk ejahatan seksual? Lindungi Anak dari Kekerasan Fisik, Psikis, Seksual, dan Penelantaran. Contoh bentuk kekerasan: • Mencubit, memukul (kekerEWERƼWMO • Mengejek, mengancam (kekerasan psikis). • Melakukan perbuatan cabul terhadap anak, mempertontonkan aktivitas seksual terhadap anak (kekerasan seksual). • Tidak memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, pendidikan (penelantaran). Bangun komunikasi dengan anak • Dengarkan cerita anak dengan penuh perhatian. • Orang Tua belajar melihat dari sudut pandang anak. Jangan cepat mengkritik atau mencela cerita anak. • Hargai pendapat dan seleranya walau mungkin orang tua tidak setuju. • Jika anak cerita sesuatu hal yang sekiranya membahayakan, tanya anak bagaimana mereka menghindari bahaya tersebut. Ajarkan anak: Tidak boleh ada orang yang menyentuh bagian pribadinya, seperti kelamin, Silahkan centang sesuai yang telah dilaksanakan ibu/pengasuh/keluarga balita. paha, dada, pantat dan kaki. Kenali dan penuhi hak anak Anda • Kelola stres Anda dan anggota keluarga lainnya. • Ketahui selalu keberadaan anak Anda. • Pastikan pengasuh anak Anda dapat dipercaya. Perhatikan adanya tanda-tanda kekerasan pada anak • Memar dan luka yang tidak bisa dijelaskan. • Gangguan makan dan tidur. • Perubahan perilaku. • Adanya infeksi menular seksual. Awas! Banyak pelaku kekerDVDQ̧VLNGDQ kejahatan seksual dilakukan oleh orang yang dikenal anak. INFORMASI UMUM 90 9190 91 INFORMASI UMUM Sarana Sanitasi 1. Di mana ibu dan keluarga buang air besar? ढ़ Sembarangan (di kebun, sungai dll). ढ़ Jamban milik sendiri. 2. Bila jamban milik sendiri, bagian bawahnya/ bak penampung tinja berupa apa? ढ़ Tangki septik disedot setiap 3-5 tahun terakhir atau disalurkan ke sistem pengolahan. ढ़ Cubluk/lubang tanah. ढ़ Dibuang langsung ke drainase/kolam/ sawah/sungai/danau/laut dan pantai/tanah lapang/kebun. 3. Bagaimana bentuk kloset jambannya? ढ़ Kloset leher angsa/lainnya yang mencegah binatang pembawa penyakit masuk. Cuci Tangan Pakai Sabun 1. Seperti apa jenis sarana cuci tangan dirumah ibu? ढ़ Memiliki sarana/tempat ढ़ Memiliki air mengalir ढ़ Memiliki sabun 2. Apakah ibu melakukan cuci tangan pakai sabun (lihat halaman 86)? 3. Apakah ibu mengetahui waktu-waktu kritis cuci tangan pakai sabun? ढ़ Sebelum makan ढ़ Ya ढ़ Tidak ढ़ Sebelum mengolah dan menghidangkan makanan ढ़ Sebelum menyusui anak, sebelum memberi makan bayi/balita ढ़ Setelah buang air besar/kecil ढ़ Setelah menyentuh hewan/peliharaan Pengelolaan Makanan dan Air Minum 1. Apa sumber air minum di rumah ibu? ढ़ Pipa ढ़ Kran umum ढ़ Sumur bor/pompa/sumur gali yang terlindungi ढ़ Mata air terlindungi ढ़ Sungai/mata air tidak terlindungi ढ़ Danau/kolam/sumur gali tidak terlindungi ढ़ Air hujan ढ़ Waduk ढ़ Kolam ढ़ Irigasi 2. Bagaimana ibu mengelola air minum di rumah tangga? ढ़ Melalui proses pengolahan (misal: merebus). ढ़ Jika air keruh dilakukan pengolahan, seperti: pengendapan atau penyaringan. ढ़ Menyimpan air minum di dalam wadah yang tertutup rapat, kuat dan diambil dengan cara yang aman (tidak tersentuh tangan atau mulut). 3. Bagaimana ibu mengelola makanan di dalam keluarga? ढ़ Makanan tertutup baik dengan penutup yang bersih. ढ़ Makanan tidak berdekatan dengan bahan berbahaya dan beracun (deterjen, pestisida, cairan obat nyamuk, dan sejenisnya). ढ़ Mengelola makanan dengan baik dan benar yaitu menjaga kebersihan, memisah makanan mentah dan matang, memasak sampai matang, tidak membiarkan makanan matang di luar lebih dari 4 jam serta menggunakan air yang aman. Pengelolaan Sampah Bagaimana ibu mengelola sampah? ढ़ Tidak ada sampah berserakan di lingkungan sekitar rumah. ढ़ Ada tempat sampah yang tertutup, kuat dan mudah dibersihkan. ढ़ Telah melakukan pemilahan sampah. ढ़ Tidak dibakar. ढ़ Tidak dibuang ke sungai/kebun/saluran drainase/tempat terbuka. Pengelolaan Limbah Cair (air bekas cuci baju, piring, mandi): Bagaimana ibu mengelola limbah cair di rumah? ढ़ Tidak terlihat genangan air di sekitar rumah. ढ़ Ada saluran pembuangan limbah cair rumah tangga (non kakus) yang kedap dan tertutup. ढ़ Terhubung dengan sumur resapan dan atau sistem pengolahan limbah. Kesehatan Lingkungan (Diisi oleh keluarga) Baca hal-hal di bawah ini. Jika ada yang tidak dimengerti, tanyakan pada kader/tenaga kesehatan.
Keselamatan Lingkungan (Diisi oleh keluarga) Baca hal-hal di bawah ini. Jika ada yang tidak dimengerti, tanyakan pada kader/tenaga kesehatan. Hindarkan anak dari risiko jatuh ढ़ Televisi, meja, lemari, dan rak yang tidak cukup kuat dipanjat oleh bayi harus diikat atau menempel di dinding. Beri bantalan pada tepi mebel/perabot yang sudutnya tajam. ढ़ Baby walker tidak disarankan karena menghambat anak dalam melakukan langkah dan dapat menyebabkan bayi terjatuh. ढ़ Jendela paling sedikit 1 meter dari lantai untuk mencegah bayi memanjat. ढ़ Sering-seringlah memeriksa gerbang pagar rumah untuk mencegah bayi memanjat. ढ़ Jangan tinggalkan bayi sendirian di tempat- tempat tinggi. ढ़ Tangga dan balkon dipasang pagar dan jarak antar pagarnya tidak lebih dari 9 cm untuk mencegah kepala atau bagian tubuh bayi melewatinya. ढ़ Memasang pengaman di sekitar tempat tidur anak untuk mencegah anak jatuh dari tempat tidur. Hindarkan Anak dari Luka Bakar dan Bahaya Listrik ढ़ Jauhkan anak dari kabel listrik dan panci panas. ढ़ Soket listrik harus dipasang jauh dari jangkauan anak-anak atau dengan perangkat penutup. ढ़ Jangan memegang barang yang panas ketika memegang atau memangku bayi. Mencegah Bayi Kekurangan Napas ढ़ Jangan memberikan makanan anak yang keras dan sulit dikunyah. ढ़ Jangan biarkan anak bermain dengan benda benda yang berisiko anak terjerat/ tercekik, tidak bisa bernafas (tali panjang, kantong plastik, mainan kecil, dan lain-lain). ढ़ Hindari menidurkan bayi dalam posisi telungkup tanpa pengawasan. Hindarkan Anak dari Bahaya Tenggelam ढ़ Jangan biarkan anak sendiri di bak mandi atau ember. ढ़ Beri pembatas yang aman agar anak tidak leluasa menjangkau sumber air sendiri. ढ़ Jangan biarkan anak bermain di tepi kolam renang tanpa pengawasan. ढ़ Anak usia 1 tahun 6 bulan diajari tentang bahaya air. ढ़ Anak usia 2 tahun harus diajari cara melayang ketika jatuh di air dan berenang jarak pendek. ढ़ Anak usia 6 tahun harus bisa berenang dengan keterampilan bertahan di air. Catatan Kader INFORMASI UMUM 92 9392 93 Kesiap-siagaan Dalam Situasi Bencana Indonesia merupakan negara yang terletak di wilayah yang rawan bencana, bencana alam yang sering terjadi di Indonesia antara lain gempa bumi, erupsi gunung berapi, kebakaran hutan/ lahan longsor, banjir, tsunami, di samping bencana non alam seperti pandemi virus atau WMXYEWMOSRƽMOKelompok yang paling rentan terdampak bencana diantaranya adalah ibu hamil, ibu nifas, bayi dan balita. Kondisi pengungsian yang padat dan tidak memadai, dengan hygiene dan sanitasi yang buruk, berisiko tinggi menimbulkan berbagai penyakit, termasuk risiko terinfeksi penyakit menular dan peningkatan kasus gizi kurang. Disamping itu juga berisiko terhadap pelecehan, kekerasan, dan trauma. Selain risiko kesakitan, kecacatan dan kematian, anak dan balita juga memiliki risiko terpisah dari orang tua. Reaksi bayi dan anak berusia 1-2 tahun sangat dipengaruhi oleh suasana kejiwaan orangtuanya dalam menghadapi bencana. Bila orang tua panik dan cemas, maka anak- anak tersebut akan gelisah, rewel dan mudah terkena penyakit. Anak usia prasekolah mudah merasa tidak berdaya dan terus mengingat trauma psikis yang dialami akibat bencana. Hal ini mengakibatkan gangguan tidur dan anak lebih banyak berdiam diri. Bimbingan untuk bermain dapat mengurangi masalah tersebut. Dalam situasi normal, ibu hamil, ibu bersalin, bayi, dan balita terutama yang tinggal di daerah rawan bencana untuk mempersiapkan kesiapsiagaan menghadapi bencana: • Membuat rencana darurat keluarga. • Kenali ancaman bencana. • Nomor kontak penting (keluarga, fasilitas pelayanan kesehatan/rumah sakit/ puskesmas/rumah bersalin/klinik, dan lain-lain). • -HIRXMƼOEWMPSOEWMYRXYOQIQEXMOEREMr, gas, dan listrik. • -HIRXMƼOEWMXMXMOOYQTYPHERXMXMOEQERHM dalam bangunan atau rumah. • Ketahui rute evakuasi. • -HIRXMƼOEWMERKKSXEkeluarga yang rentan (bayi, balita, ibu hamil, ibu bersalin nifas, lanjut usia, dan penyandang disabilitas). • Menyimak informasi dari radio/televisi media online/informasi resmi dari BPBD, BNPB. Apabila sudah terbentuk posko informasi lanjutan akan diberikan oleh posko setempat. • Menyiapkan kit bencana.Nama Ibu Tanggal dikeluarkannya Buku Provinsi Dikeluarkan oleh Fasilitas Kesehatan Kab./Kota Bawa buku ini setiap kali mengunjungi Posyandu, fasilitas kesehatan, kelas ibu, BKB dan PAUD. Gunakan dari masa kehamilan sampai anak berusia 6 tahun. INFORMASI UMUM Silahkan centang sesuai yang telah dilaksanakan ibu/pengasuh/keluarga balita.
Persiapan Kit Bencana Kalung Tanda Pengenal Tanda pengenal berisi informasi nama, nama orang tua, no. telepon orang tua, dan alamat. Peralatan Elektronik Handphone, powerbank, kabel charger, radio walkie- talkie, baterai. Benda Khusus Bayi dan Balita Pakaian, selimut, popok, topi, kaos kaki, dan mainan secukupnya. Peralatan Bertahan Hidup Pisau, gunting, peluit, pisau serba guna, senter, korek/ pemantik api. Benda Khusus Ibu Kain panjang, pakaian lengkap dan perlengkapan lain secukupnya. Makanan dan Minuman Makanan instan, air mineral, roti, dan makanan praktis untuk dibawa di dalam tas. Pembersih Higienis Tisu basah dan tisu kering, hand sanitizer, perlengkapan mandi. Uang dan Dokumen Penting Uang tunai, KTP/ Paspor, kartu ATM, dan dokumen penting lainnya. Buku KIA Buku pedoman untuk ibu hamil/bersalin/ nifas dan pedoman bayi dan balita. Obat-obatan Obat sehari-hari dan obat-obatan rutin, vitamin, serta perlengkapan pendukungnya. Tas Ransel Tas untuk membawa semua perlengkapan persiapan kit bencana. Perlengkapan Keselamatan Jaket, sepatu, sarung tangan, masker, helm, jas hujan/ponco ringan.Nama Ibu Tanggal dikeluarkannya Buku Provinsi Dikeluarkan oleh Fasilitas Kesehatan Kab./Kota Bawa buku ini setiap kali mengunjungi Posyandu, fasilitas kesehatan, kelas ibu, BKB dan PAUD. Gunakan dari masa kehamilan sampai anak berusia 6 tahun. 94 95 INFOR MASI UMUM Pengukuran & Pencatatan oleh Tenaga Kesehatan Pemantauan Kesehatan Ibu dan Tumbuh Kembang Anak Pemeriksaan kesehatan ibu dan anak di setiap tahap kehidupan penting dilakukan untuk memantau kesehatan ibu sebelum dan sesudah melahirkan, serta tumbuh kembang anak secara terbaik. Pemantauan kesehatan ibu bertujuan untuk memastikan proses melahirkan yang sehat, sedangkan pemantauan tumbuh kembang anak untuk memastikan si kecil tumbuh sehat sesuai usianya dan mencegah stunting. Tabel dan grafik yang ada di sini mencatat setiap pemeriksaan yang dilakukan, baik oleh kader maupun tenaga kesehatan, disertai dengan edukasi tentang hal-hal yang dipantau di bagian depan. Pastikan semua pencatatan dilakukan dengan cermat demi mewujudkan ibu dan anak yang sehat. PENGUKURA N & PENC ATATAN OLEH TENAGA KESE HATAN
96 97 HPHT/Trimester I 12 Minggu Pertama III Di Atas 28 Minggu Kunjungan ke- 1 2 3 4 5 6 Tanggal dan Tempat Tanggal periksa Tempat periksa Catatan Pemeriksaan Berat Badan Tinggi Badan Lingkar Lengan Atas Tekanan Darah Tinggi Rahim Letak dan Denyut Jantung bayi Status dan Imunisasi Tetanus Konseling Skrining Dokter Tablet Tambah Darah Tes Lab Hemoglobin (Hb) Tes Golongan Darah Tes Lab Protein Urine Tes Lab Gula Darah ISK Bakteri Urine USG Tripel Eliminasi (H/S/Hep B) Tata Laksana Kasus Tenaga kesehatan mengisi data dan paraf sesuai layanan yang diberikan. Pencatatan Pelayanan Kesehatan Ibu yang Sudah Diterima Diisi oleh Tenaga Kesehatan Lihat edukasi untuk ibu hamil di halaman 4-20. PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN Pelayanan Pemeriksaan Kehamilan Diisi oleh Tenaga Kesehatan Pastikan ibu hamil mendapatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan yang meliputi; ढ़ Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. • Ukur tinggi badan Ibu untuk menentukan status gizi dan risiko proses melahirkan. • Pantau kenaikan berat badan sesuai dengan grEƼOTIRMRKOEXERFIrat badan. ढ़ Ukur tekanan darah. Tujuannya untuk mengetahui ada/tidaknya Hipertensi atau tekanan darah ƶQQ,K ढ़ Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA). Tujuannya untuk mengetahui ada/tidaknya risiko kurang energi kronis jika LiLA <23,5 cm. ढ़ Ukur tinggi Fundus Uteri/tinggi rahim. ढ़ Pemeriksaan presentasi bayi dan denyut jantung bayi. Tujuannya untuk melihat kelainan letak bayi atau masalah lain. ढ़ Beri tablet tambah darah (TTD) atau suplemen kesehatan multivitamin dan mineral untuk ibu hamil (MMS) setiap hari selama kehamilan. Periksa kandungan TTD dan MMS sedikitnya berisi 30 - 60 mg zat besi dan 400 microgram asam folat. ढ़ ining status imunisasi Tetanus danSkr mberian imunisasi bila diperlukan.pe ढ़ Skrining Kesehatan Jiwa. ढ़ Tata laksana/penanganan kasus. Apabila ditemukan masalah, segera ditangani atau dirujuk. ढ़ Temu wicara/konseling. Dilakukan pada saat ibu melakukan pemeriksaan kehamilan. ढ़ Periksa Laboratorium:. ढ़ Pemeriksaan Kadar Hemoglobin. ढ़ Protein Urin. ढ़ Triple Eliminasi: HIV7MƼPMW,ITEXMXMW& ढ़ Pemeriksaan lain sesuai indikasi. ढ़ Pemeriksaan UltrasonogrḐ 86* Stat us Interval Minimual Pemberian Masa Perlindungan T1 Langkah awal pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit Tetanus T2 1 bulan setelah T1 3 tahun T3 6 bulan setelah T2 5 tahun T4 12 bulan setelah T3 10 tahun T5 12 bulan setelah T4 Lebih dari 25 tahun Lihat edukasi untuk ibu hamil di halaman 4-20. PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN II 13 - 28 Minggu
98 99 Evaluasi Kesehatan Ibu Hamil Diisi oleh Dokter Tanggal PeriksaNama Dokter Kondisi Kesehatan Ibu Riwayat Kesehatan Ibu Sekarang Alergi Asma Autoimun Diabetes Hepatitis B Hipertensi Jantung Jiwa Sifilis HIV TB Lainnya: Lingkari pilihan yang sesuai. Lingkari pilihan yang sesuai. Isi tanda ceklis (✔) pada status T terakhir Riwayat Penyakit Keluarga Alergi Asma Autoimun Diabetes Hepatitis B Hipertensi Jantung Jiwa Sifilis HIV TB Lainnya: Lingkari pilihan yang sesuai. Riwayat Perilaku Berisiko 1 Bulan Sebelum Hamil Aktivitas fisik kurang Alkohol Kosmetik yang mengandung zat berbahaya Merokok Obat Teratogenik Pola makan berisiko Lainnya: Lingkari pilihan yang sesuai. Fasilitas Kesehatan TB IMT (BB (kg) / TB (m2) BB Kurus < 18,5 Normal 18,5 – 24,9 Gemuk 25,0 – 29,9 Obesitas ≥ 30,0 LiLa Lingkari pilihan yang sesuai. Status Imunisasi TD Pemeriksaan Khusus TT Selang Waktu Perlindungan Tgl/bln/thn✔ 1 Awal 2 1 bulan 3 tahun 3 6 bulan 5 tahun 4 12 bulan 10 tahun 5 12 bulan > 25 tahun Kesimpulan: Status imunisasi Imunisasi lainnya: COVID-19/ Inspeksi/ Inspekulo Porsio Normal Tidak normal Uretra Normal Tidak normal Vagina Normal Tidak normal Vulva Normal Tidak normal Fluksus + / - - + / - - Fluor + / - - + / - - Termasuk keguguran, kembar, dan lahir mati. Riwayat Kehamilan dan Proses Melahirkan No Tahun BB gram Proses Melahirkan Penolong Proses Melahirkan Masalah 1 2 3 PENGUKURA N & PENC ATATAN OLEH TENAGA KESE HATAN Lihat edukasi untuk ibu hamil di halaman 4-20. Pemeriksaan Fisik Konjungtiva Anemis Tidak Anemis Sklera Ikterik Tidak Ikterik Kulit Normal Tidak normal Leher Normal Tidak normal Gigi Mulut Normal Tidak normal THT Normal Tidak normal Dada Jantung Normal Tidak normal Paru Normal Tidak normal Perut Normal Tidak normal Tungkai Normal Tidak normal Keadaan Umum USG Trimester I Jumlah GS Tunggal/kembar* Diameter GS ............. cm, sesuai dengan usia kehamilan: ............. Minggu + ............. hari Jumlah bayi Tunggal/kembar* CRL ............. cm, sesuai dengan usia kehamilan: ............. Minggu + ............. hari Letak Produk Kehamilan Intrauterin/extrauterin/tidak dapat ditentukan* Pulsasi Jantung Tampak/tidak tampak* Kecurigaan Temuan Abnormal Ya/tidak*, Sebutkan ............................................................................................................ HPHT (tanggal/bulan/tahun) Keteraturan haid: Usia kehamilan berdasar HPHT (pada siklus haid teratur) HPL Berdasarkan HPHT (pada sikulus haid teratur) Usia kehamilan berdasarkan USG HPL berdasarkan USG Minggu Minggu (Teratur/Tidak Teratur)* • HPHT: Hari Pertama Haid Terakhir/Tanggal Mulai Haid Terakhir, HPL: Hari Perkiraan Lahir/Tanggal Taksiran Persalingan, GS: Gestational Sac/ Kantung Kehamilan, CRL: Crown-Rump Length/Jarak Puncak Kepala Bokong. • Bila embrio/fetus sudah tampak maka pengukuran yang dilakukan adalah CRL sementara GS tidak perlu dilakukan pengukuran. • Pulsasi jantung adalah gerakan jantung yang tervisualisasi setelah CRL berukuran lebih dari 4.5 cm. • Usia Kehamilan serta HPL USG yang dipakai adalah berdasarkan hasil pengukuran CRL (Trimester I). • *: Lingkari pilihan yang sesuai. Pemeriksaan Dokter Trimester 1 Diisi oleh Dokter Usia kehamilan < 12 minggu. Konsep : Anamnesa dan pemeriksaan dokter umum mengenai risiko kehamilan saat ini normal/ kehamilan bermasalah. Tanggal PeriksaNama Dokter PENGUKURA N & PENC ATATAN OLEH TENAGA KESE HATAN Lihat edukasi untuk ibu hamil pada masa trimester 1 di halaman 6-8. cm kg cm
+'' +'++'' ( &' 3 : ; 1 .3 : / * ; 1 &' . * < 1 . 1 # C* # 3 ,1 / . * 2 3 * 2 . * 2 * !2% *1 ."3# '. ' - . +'' +'+ , ! 3 ! 1 %& 1 1! ! '. ' - . % 3 5$82
102 103 Skrining Preeklampsia Diisi oleh Tenaga Kesehatan Usia kehamilan < 20 minggu. Kriteria Risiko Sedang Risiko Tinggi Anamnesis Multipara Dengan Kehamilan oleh Pasangan Baru Kehamilan dengan Teknologi Reproduksi Berbantu: Bayi Tabung, Obat Induksi Ovulasi Usia ≥ 35 Tahun Nulipara Multipara yang Jarak Kehamilan Sebelumnya > 10 Tahun Riwayat Preeklampsia pada Ibu atau Saudara Perempuan Obesitas Sebelum Hamil (IMT > 30 kg/m2) Multipara Dengan Riwayat Preeklampsia Sebelumnya Kehamilan Multipel Diabetes dalam Kehamilan Hipertensi Kronik Penyakit Ginjal Penyakit Autoimun, SLE Anti Phospholipid Syndrome* Mean Arterial Presure ≥ 90 mmHg ** Proteinuria (Urin Celup > +1 pada 2x Pemeriksaan Berjarak 6 Jam atau Segera Kuantitatif 300 mg/24 Jam) * Manifestasi Klinis APS Antara Lain: Keguguran Berulang, IUFD, Kelahiran Prematur ** MAP dihitung pada Kehamilan < 20 Minggu ** MAP= (2XD) + S 3 Ibu hamil dilakukan rujukan bila ditemukan sedikitnya • 2 risiko sedang dan atau, • 1 risiko tinggi Beri tanda ✔ (centang) pilihan yang sesuai. Kesimpulan Dokter Pemeriksa ( ) Skrining Diabetes Melitus Gestasional pada Usia Kehamilan 24 - 28 Minggu Pemeriksaan Hasil Rencana Tindak Lanjut Gula Darah Puasa g/dL Gula Darah 2 Jam Post Prandial g/dL Jika ibu berisiko preeklampsia maka pemeriksaan kehamilan, proses melahirkan dan pemeriksaan nifas dilaksanakan di Rumah Sakit. Lakukan rujukan terencana pada ibu hamil dengan kondisi yang disebutkan di atas (tidak perlu menunggu inpartu) Tanggal Periksa PENGUKURA N & PENC ATATAN OLEH TENAGA KESE HATAN 103 Tanggal Periksa, Stamp dan Paraf Keluhan, Pemeriksaan, Tindakan dan Saran Tanggal Kembali Catatan Pelayanan Kesehatan Ibu Trimester 2 Diisi oleh Tenaga Kesehatan PENGUKURA N & PENC ATATAN OLEH TENAGA KESE HATAN Lihat edukasi untuk ibu hamil di halaman 4-20. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Dokter Trimester 3 Diisi oleh Dokter Usia kehamilan 32 - 36 minggu. Pemeriksaan Fisik Konjungtiva Anemis Tidak Anemis Sklera Ikterik Tidak Ikterik Kulit Normal Tidak normal Leher Normal Tidak normal Gigi Mulut Normal Tidak normal THT Normal Tidak normal Dada Jantung Normal Tidak normal Paru Normal Tidak normal Perut Normal Tidak normal Tungkai Normal Tidak normal Keadaan Umum Konsep : Anamnesa dan pemeriksaan dokter umum mengenai risiko kehamilan saat ini normal/ kehamilan bermasalah. USG Trimester III Jumlah bayi Tunggal/kembar* Letak bayi Intrauterin/extrauterin/tidak dapat ditentukan* Presentasi bayi Kepala/Bokong/Letak Lintang* Keadaan bayi Hidup/meninggal*, DJJ: ............. X/m (normal/tidak normal)* Lokasi Plasenta Fundus/corpus/letak rendah/previa* Jumlah Cairan Ketuban SDP: ............. cm, cukup/kurang/berlebih* Biometri bayi BPD: ............. cm, sesuai: ............. minggu HC: ............. cm, sesuai: ............. minggu AC: ............. cm, sesuai: ............. minggu FL: ............. cm, sesuai: ............. minggu EFW/TBJ: ............. gram, sesuai: ............. minggu Kecurigaan Temuan Abnormal Ya/tidak*, Sebutkan ............................................................................................................ USG Trimester III telah dilakukan: Usia Kehamilan berdasarkan biometri bayi USG Trimester III: ............. minggu. Apakah terdapat selisih 3 minggu atau lebih diantara UK USG Trimester I/HPHT dengan UK USG Trimester III: Ya/tidak* Ya/tidak* • Bila ya, Usia Kehamilan saat ini berdasarkan USG Trimester I: ............. minggu. • Bila tidak dan haid teratur, usia kehamilan saat ini berdasarkan HPHT: ............. minggu. • DJJ: Denyut Jantung bayi, SDP: Ujuran, BPD: Biparietal Diameter/jarak tuluang parietal kepala, HC: Head Circumference/lingkar dada, AG: Abdominal Circumference/lingkar perut, PL: Femur Length/panjang tulang paha, EFW: Estimates Fetal Weight, TBU: Taksiran Berat bayi. • *: Lingkari pilihan yang sesuai. Tanggal PeriksaNama Dokter Lihat edukasi untuk ibu hamil pada masa trimester 3 di halaman 19-20. Lihat edukasi untuk ibu hamil pada masa trimester 3 di halaman 19-20. PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN 104 105 Proses melahirkan dapat dilakukan di FKTP atau rujuk ke FKRTL. Penjelasan Kesimpulan: Rekomendasi Tempat Proses Melahirkan: FKTP/FKRTL (coret salah satu). SDP Cairan Ketuban Single Deepest Pocket Cairan Ketuban BPD HC MAL AC FL Biparietal Diameter Head Circumferential Metode Amenore Laktasi Abdominal Circumferential Femur Length Tanggal / / 20Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan Hasil Rencana Tindak Lanjut Hemoglobin g/dL Protein Urin Mg/dL Urin Reduksi Negatif/+ 1/+2/+3/+4 Skrining Kesehatan Jiwa Tanggal / / 20 Skrining Kesehatan Jiwa Ya Tidak Tindak Lanjut Hasil Skrining Kesehatan Jiwa Edukasi Konseling Perlu Rujukan Ya Tidak Lingkari jawaban yang sesuai. Rencana Konsultasi Lanjut Gizi Kebidanan Anak Penyakit Dalam Neurologi THT Psikiatri Lain-lain Pilihan Rencana Kontrasepsi Konseling AKDR Pil Suntik Steril MAL Implan Belum memilih Kebutuhan konseling Ya Tidak Rencana Proses Melahirkan Normal Pervaginam berbantu Sectio caesaria Hasil USG PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN
Tanggal Periksa, Stamp dan Paraf Keluhan, Pemeriksaan, Tindakan dan Saran Tanggal Kembali Catatan Pelayanan Kesehatan Ibu Trimester 3 Diisi oleh Tenaga Kesehatan PENGUKURA N & PENC ATATAN OLEH TENAGA KESE HATAN 106 107 Grafik Evaluasi Kehamilan DJJ TFU Denyut Jantung bayi Tinggi Fundus Uteri Diisi oleh Tenaga Kesehatan PENGUKURA N & PENC ATATAN OLEH TENAGA KESE HATAN Lihat edukasi untuk ibu hamil di halaman 4-20.
+'6 +'8 *H " " . 0 ), 0 * M+69 +&90+6 +690&(8 ++90+$ &90&88 70++9 H4' 908 <$:42 '. ' - . / # *H , *# + '. ' - .
20Tanggal Bidan/DokterPersetujuan Ibu HamilPersetujuan Suami/ Orang Tua/Keluarga )( )( )( Fasilitas Kesehatan proses melahirkan: Untuk kendaraan/ambulan desa oleh: 1. Bidan/dokter 1. 1. Nama Fasilitas Kesehatan HP HP 2. Bidan/dokter 2. 2. 3. 3. 4. Nama Fasilitas Kesehatan HP HP HP HP HP Untuk dana proses melahirkan akan menggunakan JKN/Jamkesda/asuransi swasta/biaya sendiri/lainnya Untuk sumbangan darah (golongan darah) Rhesus Dibantu oleh: Metode kontrasepsi setelah melahirkan yang dipilih: Diisi oleh Tenaga Kesehatan Saya Alamat Memberikan kepercayaan kepada nama-nama ini untuk membantu proses melahirkan saya agar aman dan selamat, yang diperkirakan pada, Bulan: Tahun: Diisi oleh IbuDiisi oleh Ibu Menyambut Proses Melahirkan Agar aman dan selamat. PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN 110 111110 111 PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN Keterangan Tambahan Bayi Saat Lahir Anak ke Berat Lahir Panjang Badan Lingkar Kepala Jenis Kelamin Kondisi Bayi Saat Lahir** Asuhan Bayi Baru Lahir** ढ़ Segera menangis ढ़ Menangis beberapa saat ढ़ Tidak menangis ढ़ Seluruh tubuh kemerahan ढ़ Anggota gerak kebiruan ढ़ Seluruh tubuh biru ढ़ Kelainan bawaan ढ़ Meninggal ढ़ Inisiasi menyusu dini (IMD) dalam 1 jam pertama kelahiran bayi ढ़ Suntikan Vitamin K1 ढ़ Salep mata Antibiotika PrSƼPEOWMW ढ़ Imunisasi HB0 gram cm cm Laki-laki/Perempuan/Tidak bisa ditentukan* Ibu Bersalin dan Ibu Nifas Tanggal Melahirkan Usia Kehamilan Tim Penolong Proses Melahirkan Cara Melahirkan Keadaan Ibu KB Pasca Melahirkan Keterangan Tambahan Pukul minggu )/Meninggal* Normal/Tindakan Sehat/Sakit (Pendarahan/Demam/Kejang/Lokhia berbau/ lain-lain ( Penolong 1 Penolong 2 Penolong 3 Ringkasan Pelayanan Proses Melahirkan Diisi oleh Tenaga Kesehatan Lihat edukasi untuk ibu melahirkan di halaman 21-25. Lihat edukasi untuk ibu melahirkan di halaman 21-25.
++& ++4++& '!'*# 3 ) >= 3 )) >= >= &' 2 ; Y ! ; -!J : 2) : 2) ! 0 2! 1 2) * 3 * , ! < *J*J ! " 2 " & 41 1 0 < <1 '. ' - . ++4 . >= *)!*
++( ++9 '!'*# 3 ) >= 3 )) >= >= &' 2 ; Y ! ; -!J : 2) : 2) ! 0 2! 1 2) * 3 * , ! < *J*J ! " 2 " & 41 1 0 < <1 *)!* ,% " 3 3 / 5 / 3% 3 # ! . % , . , , * ), '. ' - . :3$:=2
++$ ++7 % & 4 3 3 , 4 3 3 , !+ 4 ) . 1 =2>< & Z =< > 5($<:# " 3 5$<8( : 9$># 9 8$:8# < :7$<:# ! ! % , =!3)> :1 5! <, 3 : 1 '. ' - . & & $(& < ( , < !3)/ !=& > < 3 : , B + , 0 3 =4&> & $ +( $ +& 4 , ( ) < 9 , D < 4' 409 $ < < 1D 4=> < 7 % !3) $ 6 8 : +'1 ++" $0& 407 60&6 % &80(& '. ' - . :5$992 :5$992
118 119 Rujukan Diisi oleh Dokter PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN Catatan Pelayanan Kesehatan Nifas Diisi oleh Tenaga Kesehatan Tanggal Periksa, Stamp dan Paraf Keluhan, Pemeriksaan, Tindakan dan Saran Tanggal Kembali PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN Rujukan Rujukan Balik Resume hasil pemeriksaan dan tatalaksana yang telah dilakukan di FKTP, diagnosis akhir alasan dan alasan dirujuk ke FKRTL: Tgl/Bln/Th Diagnosis Akhir Resume (hasil pemeriksaan dan tatalaksana di FKRTL): Anjuran Rekomendasi tempat proses melahirkan: FKTP/FKRTL (coret salah satu) Rujukan Rujukan Balik Resume hasil pemeriksaan dan tatalaksana yang telah dilakukan di FKTP, diagnosis akhir alasan dan alasan dirujuk ke FKRTL: Tgl/Bln/Th Diagnosis Akhir Resume (hasil pemeriksaan dan tatalaksana di FKRTL): Anjuran Nama dan tanda tangan yang merujuk Rekomendasi tempat proses melahirkan: FKTP/FKRTL (coret salah satu) )( Nama dan tanda tangan yang merujuk )(
+&' +&+ , ! 1 %& 1 1! ! '. ' - . 6 ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; 1 )/ -%< =$5! ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; 1 )/ 5!-%< <$=! ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; 1 )/ 5!-%< 9$<! ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; 1 )/ 5!-%< :$9! ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; 1 )/ ) 5!-%< / 3$:! ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; ! %; 1 )/ ) 5! / " 4$3! 4$5( 5$<8( 9$># 8$:8# ! " ; ! " ; ! " ; ! " ; ! %; ! %; ! %; ! %; ), 5+ ) . ' 3 ,! 3 13. )/ / " 4$:8# % 98$8<2 '. ' - .
122 123 Pelayanan Kesehatan Bayi Usia 0 - 28 Hari (Neonatus) Diisi oleh Tenaga Kesehatan Pelayanan kesehatan neonatus menggunakan pendekatan MTBS algoritma bayi muda usia < 2 bulan. 0 - 6 jam 6 - 48 jam KN1 3 - 7 hari KN2 8 - 28 hari KN3 Kondisi BB PB LK Inisiasi Menyusu ढ़ Dini (IMD) ढ़ Vit K1 ढ़ Salep/Tetes Mata ढ़ Imunisasi Hepatitis B0 BB PB LK ढ़ Menyusu Skrining Bayi Baru Lahir ढ़ Pengambilan spesimen darah tumit (>24 jam) Skrining Bayi Baru Lahir ढ़ Pengambilan spesimen darah tumit (bila belum dilakukan) ढ़ Skrining PJB Kritis (bila belum dilakukan), hasil: …… Hasil Skrining: SHK: SHAK: SG6PD: ढ़ Skrining PJB Kritis (>24 jam), hasil: …....... ढ़ Edukasi skining kelainan empedu (lanjutkan pemantauan di hal 42) ढ़ Edukasi skining kelainan empedu (lanjutkan pemantauan di hal 42) Skrining Bayi Baru Lahir ढ़ Pengambilan spesimen darah tumit (bila belum dilakukan sampai usia 14 hari) ढ़ Skrining PJB Kritis (bila belum dilakukan), hasil: …… Hasil Skrining: SHK: SHAK: SG6PD: ढ़ Edukasi skining kelainan empedu (lanjutkan pemantauan di hal 42) ढ़ Tali Pusat ढ़ Vit K1* ढ़ Salep/Tetes Mata* ढ़ Imunisasi Hepatitis B0* ढ़ Menyusu ढ़ Tali Pusat ढ़ Tanda Bahaya ढ़ IdentiƼOEWi Kuning ढ़ Imunisasi Hepatitis B0* ढ़ Menyusu ढ़ Tali Pusat ढ़ Tanda Bahaya ढ़ IdentiƼOEWi Kuning Tripel Eliminasi Tripel Eliminasi Tripel Eliminasi Tripel Eliminasi Masalah Masalah Masalah Masalah Dirujuk ke** Dirujuk ke** Dirujuk ke** Dirujuk ke** Nama Tenaga Kesehatan Nama Tenaga Kesehatan Nama Tenaga Kesehatan Nama Tenaga Kesehatan g cm cm g cm cm 3 2 1 4 44 4 5 5 55 Tgl/Bln/Th Jam No. Batch Tgl/Bln/Th Jam No. Batch Tgl/Bln/Th Jam No. Batch Berikan tanda pada bagian tubuh mana bayi tampak kuning dengan melingkari angka. H S Hep B H S Hep B H S Hep B H S Hep B Catatan Penting Nama Tenaga Kesehatan * Bila belum diberikan. ** Beri tanda - (strip) jika tidak ada masalah/tidak dirujuk. Lihat edukasi untuk bayi baru lahir di halaman 39-48. PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN Pelayanan Gizi (PMBA, Vit A) & Obat Cacing Diisi oleh Tenaga Kesehatan Bulan 0 1 2 3 4 5 6 - 8 9 - 11 12 - 23 2 - 6 TahunBulan Tahun 6 - 11 1 - 2 2 - 3 3 - 4 4 - 5 5 - 6 Nasihat ASI Frekuensi menyusui Posisi Menyusu (Pelekatan) Asi Perah MPASI Ya Tidak Variasi MPASI Beras/Makanan Pokok Lauk/Protein Minyak Sayur Buah Lainnya Tekstur MPASI Disaring Dihaluskan Dicincang Makanan Rumah Jumlah setiap kali makan (di atas 6 bulan) 2 - 3 sdm (1/2 mangkok ukuran 250 ml) 1/2 - 3/4 mangkok (ukuran 250 ml) 3/4 - 1 mangkok (ukuran 250 ml) 1 mangkok (ukuran 250 ml) Frekuensi Makan Makanan Utama (3x/hari) Makanan Selingan (2x/hari) Vitamin A dan Obat Cacing Agustus VIT A KAPSUL MERAH (200.000 IU) Februari Obat Cacing VIT A KAPSUL BIRU (100.000 IU) Februari/ Agustus Tenaga kesehatan atau kader terlatih memberikan tanda ceklis pada kolom yang sesuai dengan nasihat pemberian makan pada bayi dan anak. Tenaga Kesehatan atau Kader menuliskan tanggal/bulan/tahun pemberian Vitamin A dan Obat Cacing pada kolom sesuai usia anak PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN Lihat edukasi terkait kesehatan bayi dan anak pada halaman 38-84. Untuk bayi dari ibu yang positifUntuk bayi dari ibu yang positif Untuk bayi dari ibu yang positif Untuk bayi dari ibu yang positif Untuk bayi dari ibu yang positif
124 125 Imunisasi Rutin Bayi dan Baduta Imunisasi RV dilengkapi sebelum usia 7 bulan Di wilayah endemis. * ** HB0 Jam Bulan BulanBulan BulanBulan Bulan Bulan Bulan0 - 24 1 42 93 10 12 18 PCV 3 DPT-HB-HIB 4 Campak Rubela 2 JE **Campak Rubela 1 IPV 2 *** DPT-HB-HIB 3 OPV 4 IPV 1 RV 3 * DPT-HB-HIB 2 OPV 3 PCV 2 RV 2 * DPT-HB-HIB 1 OPV 2 PCV 1 RV 1 * BCG OPV 1 IMUNISASI IMUNISASI IMUNISASIIMUNISASIIMUNISASIIMUNISASIIMUNISASIIMUNISASIIMUNISASI • Hepatitis B dan Kanker Hati • Tuber- kulosis • Polio (Lumpuh Layu) • Difteri • Pertusis • Tetanus • Hepatitis B dan Kanker Hati • Polio (Lumpuh Layu) • Meningitis (Radang Selaput Otak) • Pneumonia (Radang Paru) • Diare • Difteri • Pertusis • Tetanus • Hepatitis B dan Kanker Hati • Polio (Lumpuh Layu) • Meningitis (Radang Selaput Otak) • Pneumonia (Radang Paru) • Diare • Difteri • Pertusis • Tetanus • Hepatitis B dan Kanker Hati • Polio (Lumpuh Layu) • Meningitis (Radang Selaput Otak) • Pneumonia (Radang Paru) • Diare • Difteri • Pertusis • Tetanus • Hepatitis B dan Kanker Hati • Meningitis (Radang Selaput Otak) • Pneumonia (Radang Paru) • Campak Rubela • Campak Rubela • Polio • Japanese Encephalitis (hanya untuk daerah • Pneumonia (Radang Paru) MENCEGAH MENCEGAH MENCEGAH MENCEGAH MENCEGAH MENCEGAHMENCEGAH MENCEGAH MENCEGAH PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN Lihat edukasi untuk bayi/anak di halaman 39-84. Cek kaderpintar.com untuk edukasi tentang imunisasi. Pelayanan Imunisasi Diisi oleh Tenaga Kesehatan Bulan 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 18 23 23 - 59 Tanggal Pemberian dan Paraf Petugas Usia Jenis Vaksin Hepatitis B (<24 Jam) No Batch: BCG No Batch: Polio tetes 1 No Batch: DPT-HB-Hib 1 No Batch: Polio Tetes 2 No Batch: Rotavirus (RV)1* No Batch: PCV 1 No Batch: DPT-HB-Hib 2 No Batch: Polio Tetes 3 No Batch: Rotavirus (RV)2 * No Batch: PCV2 No Batch: DPT-HB-Hib 3 No Batch: Polio Tetes 4 No Batch: Polio Suntik (IPV) 1 No Batch: Rotavirus (RV) 3* No Batch: Campak -Rubella (MR) No Batch: Polio Suntik (IPV) 2* No Batch: *Japanese Encephalitis (JE) No Batch: PCV3 No Batch: DPT-HB-Hib Lanjutan No Batch: Campak Rubella (MR) Lanjutan No Batch: * imunisasi JE baru diberikan di beberapa provinsi dan kabupaten/kota percontohan Usia Tepat Pemberian Imunisasi Usia yang masih diperbolehkan untuk melengkapi Imunisasi Bayi dan Baduta (Bawah Dua Tahun) Usia Pemberian Imunisasi bayi dan baduta yang belum lengkap (Imunisasi Kejar) Usia yang tidak diperbolehkan untuk pemberian Imunisasi PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN
126 127 Pemantauan Pertumbuhan & Perkembangan Diisi oleh Tenaga Kesehatan dan Orangtua/Kader/Guru PAUD Hasil Pemantauan Perkembangan Berdasarkan Pengisian Ceklis Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan Perkembangan Perilaku Emosional (atas indikasi) Usia Usia BB/U (SK/K/N/ RBBL) BB/TB (GB/GK/ GN/RGL/ GL/O) TB/U (SP/P/N/ Ti) LK/U (Mi/N/ Ma) LiLA (GB, GK, N) KPSP (Ds/Dm/ Dp) TDD (N/R) TDL (N/R) KMPE (N/R) M-CHAT- REVISED (N/R) ACTRS (N/R) 1 2 3 3 4 5 6 6 7 8 9 9 10 11 12 12 13 14 15 15 16 17 18 18 19 20 21 21 22 23 24 24 25 26 27 27 28 29 30 30 31 32 33 33 34 35 36 36 37 38 39 39 40 41 42 42 43 44 45 45 46 47 48 48 49 50 51 51 52 53 54 54 55 56 57 57 58 59 60 60 Tindakan Hasil PKAT Kunjungan Ulang SK K RBBL GB GK GN O SP P N Ti Mi Ma RGL GL Ds Dm Dp PKAT Tindakan Berat Badan sangat Kurang Berat badan Kurang Risiko Berat Badan Lebih Gizi Buruk Gizi Kurang Gizi Normal Obesitas Sangat Pendek Pendek Normal Tinggi Mikrosefali Makrosefali Risiko Gizi Lebih Gizi Lebih Perkembangan sesuai usia Perkembangan meragukan Perkembangan curiga adanya penyimpangan Tidak ada masalah/Tindak lanjut/Rujuk Stimulasi di rumah/ Intervensi/Rujuk Cara Mengisi • Ibu/kader/guru PAUD mengisi kolom kuning dengan L (lengkap)/ TL (tidak lengkap). • Tenaga kesehatan mengisi kolom hijau dengan singkatan istilah yang tertera dalam masing-masing kolom Lihat edukasi terkait kesehatan bayi dan anak pada halaman 38-84. PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN Catatan Kesehatan Gigi Diisi oleh Tenaga Kesehatan UsiaNama Pemeriksaan Jumlah Gigi Plak Risiko Gigi Berlubang Bulan Tanggal Ada Berlubang Bersih Kotor Tinggi Sedang Rendah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Ada gigi berlubang. Ada faktor risiko. Tidak ada gigi berlubang. Ada faktor risiko. Tidak ada gigi berlubang. Tidak ada faktor risiko. PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN
+&6 +&8+&6+&6 +&8 6 % <72 '. ' - . , ! 1 %& 1 1! ! '. ' - . , %($ , M++'< , O++'< + & 4 ( 9 , :;$ "<, M++9< "< ++90+&(< "< , O+&9< $ 7 6 8 +' ++ +& +4 +( +9 +$ +7 +6 +8 &' &+ && &4 &( &9 &$ &7 &6 &8 4' 4+ 4& "<, M++9< "< ++90+&(< "< , O+&9< 44 4( 49 4$ 47 46 48 (' (+ (& (4 (( (9 ($ (7 (6 (8 9' 9+ 9& 94 9( 99 9$ 97 96 98 11!
130 131 Tabel Pertumbuhan Anak Usia 0-2 Tahun Diisi oleh Tenaga Kesehatan Usia Bulan 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Berat Badan (Kg) Ideal Aktual 3,3 4,5 5,6 6,4 7,0 7,5 7,9 8,3 8,6 8,9 9,2 9,4 9,6 9,9 10,1 10,3 10,5 10,7 10,9 11,1 11,3 11,5 11,8 12,0 12,2 Berat Badan (Kg) Ideal Aktual 3,2 4,2 5,1 5,8 6,4 6,9 7,3 7,6 7,9 8,2 8,5 8,7 8,9 9,2 9,4 9,6 9,8 10,0 10,2 10,4 10,6 10,9 11,1 11,3 11,5 Panjang Badan (cm) Ideal Aktual 49,9 54,7 58,4 61,4 63,9 65,9 67,6 69,2 70,6 72,0 73,3 74,5 75,7 76,9 78,0 79,1 80,2 81,2 82,3 83,2 84,2 85,1 86,0 86,9 87,8 Panjang Badan (cm) Ideal Aktual 49,1 53,7 57,1 59,8 62,1 64,0 65,7 67,3 68,7 70,1 71,5 72,8 74,0 75,2 76,4 77,5 78,6 79,7 80,7 81,7 82,7 83,7 84,6 85,5 86,4 LAKI-LAKI PEREMPUAN Keterangan: Pengukuran panjang badan dilakukan dalam keadaan anak telentang. PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN Kader didampingi oleh tenaga kesehatan melalukan ploting hasil penimbangan, KIE kepada ibu dan rujukan ke petugas kesehatan. Petugas kesehatan memastikan ploting hasil penimbangan dan menatalaksana segera sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Permenkes no. 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak Naik (N) Grafik BB mengikuti garis pertumbuhan atau kenaikan BB sama dengan KBM (Kenaikan BB paling sedikit) atau lebih Tidak Naik (T) Grafik BB mendatar atau menurun memotong garis pertumbuhan di bawahnya atau kenaikan BB kurang dari KBM. Nama PosyanduNama Anak KMSKARTU MENUJU SEHAT LAKI-LAKI Kartu Menuju Sehat untuk Usia Anak Laki-Laki 0 - 2 Tahun Pengisian oleh kader dan didampingi oleh tenaga kesehatan Rujuk bila berat badan anak tidak naik (T) atau di bawah garis merah atau di atas garis orange. Timbanglah anak Anda setiap bulan. Anak sehat, tambah usia, tambah berat, tambah pandai. KBM digunakan bila ada keraguan menginterpretasikan arah kurva pertumbuhan. PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN - LAKI-LAKI
, )6 6=6= # , M043 = > 043 M0&3 = > 0&3 X+3 HX+3 * 3 ! ! 3) - *H" ". ) $ 4$:! , , '. ' - . +4& +44 )/ 2 & &'&' 3 ! ! , )6 6=6= # , 2 =2> # D ,= > 2 => # D , .!).')()'#! % . / ) $ :$=! 2 2! , , / ! 2 ! ! , '. ' - .
+4( +49+4( +49 '. ' - . , )6 6=6= # , M043 3 = > 043 M0&3 = > 0&3 X43 2 HX43 3 ! ! 3) - *H/". ) $ 4$:! , , , )6 6=6= # , M043 = > 043 M0&3 = > 0&3 X+3 HX+3 * 3 ! ! 3) - *H" ". ) $ :$=! , , '. ' - .
, )6 6=6= # , M043 3 = > 043 M0&3 = > 0&3 X43 2 HX43 3 ! ! 3) - *H! ". ) $ :$=! , , '. ' - . +4$ +47 , )6 6=6= # , M043 #@ = > 043 M0&3 #@ = > 0&3 X+3 #@ = > HX+3 X&3 #@1 = > HX&3 X43 #@1 = > HX43 - = > 3 ! ! 3) - *H" ". /") $ 4$:! , , '. ' - .
+46 +48 , )6 6=6= # , M043 #@ = > 043 M0&3 #@ = > 0&3 X+3 #@ = > HX+3 X&3 #@1 = > HX&3 X43 #@1 = > HX43 - = > 3 ! ! 3) - *H" ". ! ") $ :$=! , , '. ' - . , )6 6=6= # , M043 #@ = > 043 M0&3 #@ = > 0&3 X+3 #@ = > HX+3 X&3 #@1 = > HX&3 - = > 3 ! ! 3) - *H .!. ) $ 4$:! , , '. ' - .
+(' +(++(' +(+ *H .!. ) $ :$=! , , 3 ! ! 3) - , )6 6=6= # , M043 #@ = > 043 M0&3 #@ = > 0&3 X+3 #@ = > HX+3 X&3 #@1 = > HX&3 - = > '. ' - . , )6 6=6= # , HX&3 , 0&3 X&3 2 M0&3 , 3 ! ! 3) - *H % ) $ 4$=! , , '. ' - .
+(& +(4 2 2! )/ 2 & &'&' 3 ! ! , )6 6=6= # , 2 =2> # D ,= > 2 => # D , .!).')()'#! >?>! . / ) %4$:! , , / ! 2 ! ! , '. ' - . ' ' 3 3),3 , * # + *, * , # , '. ' - .
+(( +(9 )/ 2 & &'&' 3 ! ! , )6 6=6= # , 2 =2> # D ,= > 2 => # D , .!).')()'#! >?>! . / ) %:$=! , , 2 2! / ! 2 ! ! , '. ' - . ' ' , )6 6=6= # , M043 = > 043 M0&3 = > 0&3 X+3 HX+3 * 3 ! ! 3) - *H" ". ) %4$:! , , '. ' - . ' ' +(9
+($ +(7+($ +(7 '. ' - . ' ' , )6 6=6= # , M043 3 = > 043 M0&3 = > 0&3 X43 2 HX43 3 ! ! 3) - *H/". ) %4$:! , , , )6 6=6= # , M043 = > 043 M0&3 = > 0&3 X+3 HX+3 * 3 ! ! 3) - *H" ". ) %:$=! , , '. ' - . ' '
3 ! ! 3) - , )6 6=6= # , M043 3 = > 043 M0&3 = > 0&3 X43 2 HX43 *H! ". ) %:$=! , , '. ' - . ' ' +(6 +(8+(6 , )6 6=6= # , M043 #@ = > 043 M0&3 #@ = > 0&3 X+3 #@ = > HX+3 X&3 #@1 = > HX&3 X43 #@1 = > HX43 - = > 3 ! ! 3) - *H" ". /") %4$:! , , '. ' - . ' ' +(8
150 151150 151 Kader didampingi oleh tenaga kesehatan memploting hasil pengukuran dan menatalaksana segera sesuai Permenkes Standar Antropometri Anak dan Pedoman Pelaksanaan SDIDTK. Orang tua dan kader kesehatan memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usia GrḐN,QGHNV0DVVD Tubuh Menurut Usia Anak Perempuan 0 - 2 Tahun Pengisian oleh kader dan didampingi oleh tenaga kesehatan Permenkes no. 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak < -3 SD Gizi buruk (severely wasted) -3 SD sampai dengan <- 2 SD Gizi kurang (wasted) -2 SD sampai dengan +1 SD Gizi baik (normal) >+1 SD sampai dengan +2 SD Berisiko gizi lebih (possible risk of overweight) > + 2 SD sampai dengan +3 SD > + 3 SD Gizi lebih (overweight) Obesitas (obese) PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN - PEREMPUAN Kader didampingi oleh tenaga kesehatan memploting hasil pengukuran dan menatalaksana segera sesuai Permenkes Standar Antropometri Anak dan Pedoman Pelaksanaan SDIDTK. Orang tua dan kader kesehatan memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usia Permenkes no. 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak < -3 SD Gizi buruk (severely wasted) -3 SD sampai dengan <- 2 SD Gizi kurang (wasted) -2 SD sampai dengan +1 SD Gizi baik (normal) >+1 SD sampai dengan + 2 SD Berisiko Gizi Lebih (Possible risk of overweight) > + 2 SD sampai dengan + 3 SD Gizi Lebih (overweight) > + 3 SD Obesitas (obese) GrḐN%e rat Badan Menurut Tinggi Badan Usia Anak Perempuan 2 - 5 Tahun Pengisian oleh kader dan didampingi oleh tenaga kesehatan PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN - PEREMPUAN
152 153152 153 GrḐN,QGHNV0DVVD Tubuh Menurut Usia Anak Perempuan 2 - 5 Tahun Pengisian oleh kader dan didampingi oleh tenaga kesehatan Kader didampingi oleh tenaga kesehatan memploting hasil pengukuran dan menatalaksana segera sesuai Permenkes Standar Antropometri Anak dan Pedoman Pelaksanaan SDIDTK. Orang tua dan kader kesehatan memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usia PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN - PEREMPUAN Permenkes no. 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak >+ 2 SD Makrosefali -2 SD sampai dengan +2 SD Normal < -2 SD Mikrosefali Kader didampingi oleh tenaga kesehatan memploting hasil pengukuran dan menatalaksana segera sesuai Permenkes Standar Antropometri Anak dan Pedoman Pelaksanaan SDIDTK. Orang tua dan kader kesehatan memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usia GrḐN/LQJNDU Kepala Usia Anak Perempuan 0 - 5 Tahun Pengisian oleh kader dan didampingi oleh tenaga kesehatan PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN - PEREMPUAN Permenkes no. 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak < -3 SD Gizi buruk (severely wasted) -3 SD sampai dengan <- 2 SD Gizi kurang (wasted) -2 SD sampai dengan +1 SD Gizi baik (normal) >+1 SD sampai dengan +2 SD Berisiko gizi lebih (possible risk of overweight) > + 2 SD sampai dengan +3 SD > + 3 SD Gizi lebih (overweight) Obesitas (obese)
NOMOR LAINNYA NOMOR LAINNYA Nomor-Nomor Telepon Penting 117113 110119 BencanaPemadam Kebakaran PolisiAmbulans Kumpulan Link Penting https://ayosehat.kemkes.go.id Website Ayo Sehat https://link.kemkes.go.id/ResepMPASI2 Kumpulan Resep MPASI https://telekonseling-pmba-kemenkes.com Konseling Menyusui https://link.kemkes.go.id/KesehatanMentalKeluarga Kumpulan Link Penting untuk Kesehatan Mental https://link.kemkes.go.id/InfoAnakDisabilitas Kumpulan Link Penting untuk Anak Disabilitas https://wa.me/6281277889912?text=ayosehat Chatbot Edukasi Ayo Sehat https://www.kemkes.go.id/id/layanan/kontak-kami Hubungi Kemenkes untuk Pertanyaan, Pengaduan & Saran https://s.kemkes.go.id/MateriKIESBBL Kumpulan Link Edukasi SBBL Permenkes no. 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak -3 SD sampai dengan <- 2 SD Gizi kurang (thinness) -2 SD sampai dengan +1 SD Gizi baik (normal) +1 SD sampai dengan + 2 SD > + 2 SD Gizi Lebih (overweight) Obesitas (obese) GrḐN,QGHNV0DVVD Tubuh Menurut Usia anak 5 - 6 Tahun Pengisian oleh kader dan didampingi oleh tenaga kesehatan Kader didampingi oleh tenaga kesehatan memploting hasil pengukuran dan menatalaksana segera sesuai Permenkes Standar Antropometri Anak dan Pedoman Pelaksanaan SDIDTK. Orang tua dan kader kesehatan memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usia PENGUKURAN & PENCATATAN OLEH TENAGA KESEHATAN 154 155154