Modul ajar fisika SMA kelas X dengan topik pemanasan global, disusun menggunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL) untuk dua pertemuan.
Modul ajar fisika untuk peserta didik kelas X SMA ini membahas topik pemanasan global dan perubahan iklim. Modul disusun oleh Nurin Ringgit Ramadhan dari Universitas Negeri Surabaya untuk tahun ajaran 2025/2026 dan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Dokumen ini ditujukan bagi guru dan peserta didik sebagai panduan pembelajaran selama dua pertemuan dengan alokasi waktu 120 menit.
Bagian informasi umum mencakup identitas modul, profil Pelajar Pancasila (beriman, berkebhinekaan global, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, kreatif), sarana dan prasarana (laptop, proyektor, papan tulis, internet), serta media pembelajaran seperti komik digital GLORYS dan LKPD. Metode pembelajaran yang digunakan adalah diskusi kelompok, tanya jawab, penyelidikan, analisis data, presentasi, dan refleksi.
Kompetensi inti meliputi capaian pembelajaran yang mencakup pemahaman sains dan keterampilan proses. Tujuan pembelajaran dirinci dalam tabel yang mencakup indikator pencapaian seperti menjelaskan pengertian pemanasan global, mengidentifikasi penyebab perubahan iklim (emisi gas rumah kaca, bahan bakar fosil, deforestasi), dan menganalisis dampaknya. Prasyarat pembelajaran adalah pemahaman tentang efek rumah kaca.
Materi ajar dibagi menjadi dua pertemuan: pertemuan 1 membahas penyebab perubahan iklim (peningkatan gas rumah kaca CO₂, CH₄, N₂O), gejala, dan dampak; pertemuan 2 fokus pada presentasi siswa dan diskusi tentang miniatur efek rumah kaca. Kegiatan pembelajaran mengikuti lima fase PBL: orientasi masalah, organisasi belajar, penyelidikan, pengembangan hasil, dan evaluasi.
Perangkat asesmen mencakup asesmen formatif berupa penilaian LKPD dengan kisi-kisi yang disediakan dalam tabel. Dokumen juga dilengkapi dengan lampiran bahan ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), glosarium, dan daftar pustaka. Modul ini dirancang untuk melatih berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi peserta didik melalui fenomena nyata di lingkungan sekitar.