Created in Canva
Ups... suaraku terlalu keras!
Hari ini, Alya pergi ke perpustakaan bersama ibunya. Alya sangat gembira karena ingin membaca banyak buku.
Mata Alya bersinar ketika menemukan buku tentang dinosaurus. Ia langsung mengajak sahabatnya, Nisa, untuk melihatnya.
"Wah, lihat Tyrannosaurus!" bisik Alya. Tanpa sadar, suaranya semakin lantang.
Beberapa anak yang sedang membaca terlihat terganggu. Salah satu anak menutup bukunya sejenak.
Pustakawan menghampiri Alya sambil tersenyum lembut. "Alya, yuk kita berbicara lebih pelan di ruang baca."
Alya baru menyadari bahwa suaranya terlalu keras. Wajahnya pun memerah sedikit malu.
"Maaf ya," bisik Alya lembut. Anak-anak kembali tersenyum.
Sekarang Alya berbicara dengan suara lembut. Nisa bisa mendengarnya dengan jelas.
Semua orang kembali membaca dengan nyaman. Ruang baca terasa tenang dan damai.
Pustakawan memberikan Alya stiker bergambar buku sambil berkata, “Terima kasih telah menjaga ketenangan.”
Sebelum pulang, Alya menaruh buku ke troli pengembalian. Dia tersenyum kepada setiap orang.
Alya menyadari bahwa berbicara dengan lembut membuat semua orang merasa nyaman membaca. Sejak saat itu, Alya selalu menjaga suasana tenang di perpustakaan.