Buku fiksi berjudul “Sang Raja dan Putri dari Seberang Lautan” ini ditulis oleh seorang guru di Kabupaten Grobogan dalam rangka program AGPG (Asosiasi Guru Penulis Grobogan). Buku ini berkisah tentang Raja Adhitya dari Kerajaan Wiranata yang menunggu jawaban cinta dari Putri Kirana Cendana di seberang lautan. Cerita diawali dengan pengenalan tokoh-tokoh utama seperti Raja Adhitya, Putri Kirana,…
Buku fiksi berjudul “Sang Raja dan Putri dari Seberang Lautan” ini ditulis oleh seorang guru di Kabupaten Grobogan dalam rangka program AGPG (Asosiasi Guru Penulis Grobogan). Buku ini ditujukan bagi siapa saja yang pernah menunggu, mencintai tanpa balasan, dan percaya pada ketulusan hati.
Kata pengantar dan prakata menjelaskan latar belakang penulisan buku ini sebagai bagian dari kegiatan menulis bareng (NUBAR) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan. Buku ini mengisahkan tentang penantian hati Raja Adhitya dari Kerajaan Wiranata terhadap Putri Kirana Cendana dari Kerajaan Cendana di seberang lautan.
Daftar isi menunjukkan buku ini terdiri dari 10 bab. Bab 1 memperkenalkan Raja Adhitya sebagai raja muda Kerajaan Wiranata yang bijaksana namun hatinya telah terikat pada Putri Kirana sejak pertemuan singkat bertahun-tahun silam. Patih Wirasena dan Ibunda Suri mengetahui rahasia hati sang raja.
Bab 2 menceritakan pesta ulang tahun kerajaan yang kelima puluh. Meskipun banyak putri bangsawan hadir dan berusaha menarik perhatian Raja Adhitya, sang raja justru memandang ke arah laut, menunjukkan hatinya tetap pada Putri Kirana. Ibunda Suri menasihati putranya tentang penantian yang panjang.
Buku ini mengajak pembaca merenungkan makna kesabaran, keberanian untuk jujur pada perasaan sendiri, dan keteguhan untuk tidak menyerah pada cinta yang diyakini tulus. Cerita berlatar dua kerajaan yang dipisahkan lautan luas, yaitu Kerajaan Wiranata dan Kerajaan Cendana.