View 16. Ruby Dari Gagal Terus Sampai Jadi Jago Buat Squishy NI MADE MIRAH ANDRIYANI flipbook.
DARI GAGAL TERUS SAMPAI JADI JAGO BUAT SQUISHY NI MADE RUBY MAIRAHAYU Hari minggu sore yang cerah, aku sedang scroll HP sambil rebahan di kamar. Tiba -tiba lewat satu video tentang “homemade squshy” berbentuk roti dan es krim dari kertas yang kelihatan empuk dan lucu banget. Warna-warnanya cerah, dan pas ditekan bunyinya “creet creet”. Aku langsung tertarik dan memperhatikan dengan serius. Dalam hati aku berpikir, “Hmm, bagaimana caranya aku membuat yang seperti itu ya? Pasti sangat susah. Tapi aku harus coba! Tanpa pikir panjang keesokan harinya aku langsung menyiapkan alat dan bahan. Ada kertas HVS, lem, gunting, dakron, dan spidol warna. Dengan semangat 45 aku mulai membuat pola roti di kertas. Awalnya tidak mudah. Kertasnya sering sobek, lemnya belepotan, dan bentuknya tidak bagus. Aku gagal terus menerus. Karena sering gagal, aku jadi sedih dan hampir menyerah. Tapi Ibu melihatku dan berkata, “Tidak apa-apa Ruby, kan kamu baru belajar. Setiap orang pasti pernah salah saat belajar. Ada waktunya kamu akan berhasil. Kata-kata Ibu membuatku semangat lagi. Aku bangkit dan mecoba terus menerus. Aku perbaiki cara melipatnya, merapikan lemnya, dan lebih teliti. Akhirnya, usahaku membuahkan hasil. Aku berhasil membuat squishy dengan rapi. Hasilnya bagus! Benar kata Ibu, ada waktunya untuk gagal dan ada waktunya untuk berhasil. Sekarang aku sudah jago membuat squshy. Kebetulan squshy lagi tren, dan aku termasuk yang paling jago membuatnya di rumah. Bahkan aku juga sudah mengajarkan adikku cara membuat squshy sama sepertiku. Melihat adikku mulai bisa, aku jadi sangat bangga. Dari pengalaman ini aku belajar satu hal penting. Gagal itu biasa, yang penting jangan berhenti mencoba. Karena di balik
setiap kegagalan, ada keberhasilan yang sedang menunggu kita. Dan itulah ceritaku tentang tidak pernah menyerah.