KIKO, KUNGKANG YANG PENYABAR 20260824 165606 0000

View KIKO, KUNGKANG YANG PENYABAR 20260824 165606 0000 flipbook.

KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan YME akhirnya buku cerita “Kiko, Kungkang yang Penyabar” ini dapat diselesaikan tepat waktu. Penulis juga mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu. Penulis mengajak pembaca untuk menikmati kisah Kiko dan teman-temannya sehingga dapat mencontoh sikap teladan Kiko. Buku ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk kisah berikutnya. Selamat membaca kisah Kiko di Hutan Hujan. Probolinggo, Agustus 2026 Penulis

Celo si ocelot Kiko si kungkang Mokas si monyet kapusin Toki si burung tukan PENGENALAN TOKOH

Halo, namaku Kiko. Aku seekor kungkang. Aku tinggal di sebuah hutan hujan yang indah

“Kiko, kenapa kamu hanya berdiam di sini?” tanya Toki. “Ayo, lihatlah ke luar hutan!” “Aku tidak bisa terbang seperti kamu, Toki.” sahut Kiko.

“Berlarilah bersamaku, Kiko.” ajak Celo. “Aku tidak bisa berlari secepat dirimu, Celo.” sahut Kiko

“Kalau begitu kita memanjat pohon-pohon di hutan ini.” kata Mokas si monyet. “Lenganmu panjang seperti aku. Jangan bermalas- malasan!” ujar Mokas.

“Aku tidak bermalas-malasan, tapi aku tidak bisa bergerak cepat seperti kalian”, ujar Kiko. Akhirnya teman-temannya meninggalkan Kiko sendiri.

Tidak beberapa lama, datanglah Toki dan Celo. Mereka menangis. Kenapa? Ada apa?”, tanya Kiko panik. “Huuu..huu..huu, Kiko.. Mokas terluka, dia terjatuh dari pohon tinggi.” ujar Toki.

Lalu mereka menuju tempat tinggal Mokas. “Bagaimana kamu bisa terjatuh, Mokas? Bukankah lenganmu sangat kuat?” tanya Kiko.

“Aku terburu-buru, ternyata ada dahan yang licin. Sehingga aku terjatuh.” jawab Mokas. “Berhati-hatilah selalu diberbagai tempat!” nasihat Kiko.

“Iya, Kiko. Ternyata memang benar, jika selalu sabar sepertimu, maka kita akan selamat.” ujar Mokas. “Kamu memang penyabar, Kiko.” sahut Celo

“Semoga cepat sembuh, Mokas.” ucap Celo. “Sabar ya, untuk kesembuhanmu” ujar Toki dan Kiko. “Terima kasih, teman- teman.” sahut Mokas

“Teman-teman, kita harus belajar bersabar. Karena kesabaran memberi kita waktu untuk berpikir dan menimbang akibat sebelum bertindak.” nasihat Kiko

Mereka sangat bersyukur memiliki teman seperti Kiko si penyabar yang selalu mengingatkan mereka untuk selalu bersabar dan berhati-hati.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA KISAH KIKO, KUNGKANG YANG PENYABAR.