booklet fix anj

Tumbuh Sehat Cegah Stunting

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya booklet “Tumbuh Sehat Cegah Stunting” ini. Booklet ini disusun oleh Tim KKN USD 72 Kelas 31 Kelompok 149, yang bertugas di Desa Prangkokan, Kecamatan Temanggung, sebagai bentuk kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Temanggung dalam upaya edukasi dan pencegahan stunting di masyarakat. Booklet ini memuat informasi mengenai data stunting di Desa Prangkokan dan Kabupaten Temanggung, penyebab dan tanda-tanda stunting, langkah pencegahannya, serta resep puding daun kelor sebagai salah satu alternatif pangan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kami berharap booklet ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya orang tua dan calon orang tua, dalam upaya bersama mewujudkan generasi yang tumbuh sehat dan bebas stunting. Kata Pengantar

Kata Pengantar ............................................................................................................................. 2 Daftar Isi ................................................................................................................................................ 3 BAB 01. MENGENAL STUNTING ............................................................................................. 4 Apa itu Stunting? (Definisi Perpres No. 72 Tahun 2021) ................ 5 Kebijakan dan Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting ....................................................................................................................................... 6 BAB 02. STUNTING DI SEKITAR KITA ................................................................................ 7 Visualisasi Data Stunting (Tren Balita Desa Prangkokan) ....... 8 Data & Urgensi Stunting Kabupaten Temanggung ...................... 9 Kesimpulan Kondisi Stunting Desa Prangkokan ............................... 9 BAB 03. PENYEBAB & TANDANYA ................................................................................... 10 Faktor Penyebab Stunting (Komunitas, Kehamilan, Klinis, Rumah) ...................................................................................................................................... 11 Tanda & Gejala Stunting pada Anak .......................................................... 12 Dampak Buruk Stunting (Fisik, Kecerdasan, & Kesehatan) ... 13 BAB 04. BERTINDAK MENCEGAH STUNTING .......................................................... 14 Upaya Pencegahan Stunting (Masa Hamil - Balita 24 Bulan) ............................................................................................................................................................. 15 Manfaat Daun Kelor bagi Pertumbuhan Anak .................................. 16 Kandungan Nutrisi pada Daun Kelor (Tabel Gizi) ........................... 17 Resep Kreatif: Puding Daun Kelor .................................................................... 18 Panduan Gizi Seimbang "Isi Piringku" .......................................................... 19 Porsi Makan Seimbang Sesuai Prinsip "Isi Piringku" ...................... 20 Contoh Takaran dan Jenis Makanan "Isi Piringku" ......................... 21 Daftar Pustaka ............................................................................................................................ 22 Daftar Isi 3

Mengenal Stunting01.“Pada usia 2 tahun, otak anak sudah mencapai sekitar 80% dari ukuran otak orang dewasa. Pertumbuhan pesat ini sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi, sehingga kekurangan nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan dapat menghambat perkembangan otak dan berdampak jangka panjang pada kemampuan berpikir anak.”Sumber : https://www.tempo.co/gaya-hidup/usia-2-tahun-perkembangan-otak- anak-sudah-80-persen-pentingnya-nutrisi-an-stimulasi-36630

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, stunting didefinisikan sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak yang berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Kondisi ini terbentuk sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, periode yang sering disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Apa itu Stunting? Apa itu Stunting? 5

Menurunkan prevalensi stunting Meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga Menjamin pemenuhan asupan gizi Memperbaiki pola asuh Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi 1. Komitmen dan visi kepemimpinan 2. Kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku 3. Konvergensi, koordinasi, dan konsolidasi program pusat, daerah, dan desa 4. Ketahanan pangan dan gizi 5. Pemantauan dan evaluasiTujuan Percepatan Penurunan StuntingKebijakan dan Strategi NasionalStrategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting terdiri atas lima pilar: 6

Stunting di Sekitar Kita02.“Stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada ekonomi negara. Bank Dunia memperkirakan kerugian akibat stunting mencapai 2–3% dari total PDB Indonesia setiap tahun, setara sekitar Rp 260–390 triliun”.Sumber : https://stunting.go.id/wp-content/uploads/2021/05/Laporan- IKPS-2018-2019.pdf

Kiri: Jumlah Anak yang terkena Stunting (per-tahun) Kanan: Jumlah Anak yang ada di Prangkokan (per-tahun) Perbandingan Presentase Stunting sebagai tolak ukur urgensi penanganan di tingkat wilayahTren Jumlah Balita Stunting di Desa Prangkokan 2024 2025 2026 0 10 20 30 40 50 60 Jumlah Anak 9 51 10 55 10 60Tren Jumlah Balita Stunting di Desa Prangkokan Anak Kabupaten Temanggung Nasional 0 % 5 % 10 % 15 % 20 % 25 % 30 % Anak 27.3 % 19.8 %Target Nasional: 14%Visualisasi Data Stunting Visualisasi Data Stunting 8

Data & Urgensi Stunting Data & Urgensi Stunting Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting nasional turun menjadi 19,8% pada tahun 2024, dari sebelumnya 21,5% di tahun 2023.Target : Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 18,8% pada tahun 2025 dan mencapai 14,2% pada tahun 2029Data Stunting Kabupaten Temanggung Berdasarkan data SSGI 2024, angka stunting di Kabupaten Temanggung tercatat sebesar 27,3% Prevalensi Terbaru (2024) 01 Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 2,2% dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 25,1%. Kenaikan Kasus 02 Terdapat lebih dari 23.000 keluarga di Kabupaten Temanggung yang masuk dalam kategori berisiko stunting Keluarga Berisiko 03Data Stunting Desa PrangkokanTercatat 9 anak stunting dari total 51 balitaTren Kasus di Desa Prangkokan (2024)Terdapat 10 anak stunting dari total 60 balita.Tren Kasus di Desa Prangkokan (2026)Meskipun secara persentase ada sedikit penurunan, namun secara jumlah anak, kasus stunting di desa kita masih memerlukan perhatian serius karena setiap satu anak sangat berharga bagi masa depan Prangkokan.Apa yang bisa disimpulakan? 01 02 03 9

“Stunting sering luput dari perhatian kita, karena anak yang mengalaminya tidak selalu terlihat kurus, banyak anak yang tetap terlihat gemuk atau berat badannya normal. Sebab itu, stunting diukur dari tinggi badan, bukan berat badan”.Sumber : Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. 2022. Ciri anak stunting. Yankes Kemenkes03.Penyebab & Tandanya

Faktor penyebab Stunting Faktor penyebab StuntingKondisi ekonomi keluarga Minimnya akses terhadap fasilitas kesehatan, Tingkat pendidikan orang tua Ketersediaan pangan Rendahnya akses air bersih dan sanitasi lingkungan.Kurangnya asupan gizi ibu selama hamil Jarak kehamilan yang terlalu pendek Hipertensi pada ibu Hamil Keterlambatan atau kegagalan pemberian ASI eksklusif.02Kehamilan & LaktasiKomunitas dan Sosial01Klinis dan Infeksi03Infeksi saluran pencernaan atau pernapasan berulang yang mengganggu penyerapan gizi anak.Contoh : Diare, ISPA04Lingkungan Rumah Tangga Kualitas dan variasi makanan yang buruk Jadwal makan tidak teratur Kontaminasi air atau makanan Kebersihan yang kurang saat menyiapkan makanan anak.Pemberian vaksin tidak lengkap 11

1.Pertumbuhan tinggi badan yang lebih ambat dibanding standar usianya, 2.wajah yang tampak lebih muda dari usia sebenarnya, 3.Performa yang kurang baik pada tes konsentrasi dan daya ingat 4.Kecenderungan menjadi lebih pendiam pada usia 8–10 tahun, 5.Tanda pubertas yang datang lebih lambat 6.Pertumbuhan gigi yang tertunda.Beberapa tanda yang dapat dikenali pada anak dengan stunting antara lain :Tanda & Gejala Stunting Tanda & Gejala Stunting 12

Dampak dari Stunting Dampak dari StuntingAnak akan memiliki postur tubuh jauh di bawah standar usianya. Kondisi ini bersifat permanen dan sulit dipulihkan meskipun anak sudah dewasa.01.Fisik Terhambat (Pendek Permanen)Kurang gizi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merusak perkembangan otak secara permanen. Akibatnya, anak sulit belajar, nilai sekolah rendah, dan kalah bersaing dalam mencari kerja di masa depanKecerdasan Menurun02. Kesehatan Buruk & Risiko Penyakit Mematikan 03. Daya tahan tubuh anak menjadi lemah sehingga gampang sakit. Saat dewasa, mereka berisiko tinggi terkena penyakit kronis yang sulit disembuhkan seperti diabetes, jantung, dan hipertensi. 13

Bertindak Mencegah Stunting04.“Kementrian kesehatan mencatat bahwa 70% keberhasilan penurunan stunting berasal dari intervensi gizi langsung, seperti ASI eksklusif dan MP-ASI bergizi, sementara 30% sisanya ditentukan oleh faktor pendukung seperti sanitasi dan air bersih. Artinya, penanganan stunting perlu melibatkan banyak sektor sekaligus, bukan hanya sektor kesehatan”.Sumber : cegahstunting.id (Kemenkes RI), mengutip The Lancet (2013)

Periksa kehamilan minimal 6 kali selama masa kehamilan. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebanyak 90 tablet selama kehamilan. Pastikan asupan gizi seimbang dengan protein hewani seperti telur, ikan, dan daging setiap hari. Berikan MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) yang kaya protein hewani seperti telur, ikan, ayam, dan hati. Teruskan pemberian ASI hingga usia 2 tahun. Variasikan menu agar anak mendapat gizi lengkap setiap hari. Rutin menimbang dan mengukur tinggi badan anak di Posyandu setiap bulan agar penyimpangan pertumbuhan bisa terdeteksi sejak dini, dilengkapi imunisasi lengkap untuk mencegah infeksi berulang. Lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah bayi lahir. Berikan ASI Eksklusif selama 6 bulan penuh tanpa tambahan makanan atau minuman lain. ASI adalah nutrisi terbaik untuk tumbuh kembang optimal bayi.Masa KehamilanBalita 6–24 BulanPemantauan Tumbuh Kembang AnakBayi 0–6 Bulan Upaya Pencegahan Stunting Upaya Pencegahan Stunting01.02.03.04. 15

Daun Kelor bagi Pertumbuhan Anak Membantu tumbuh kembang tulang dan sel tubuh, karena ada protein nabati dan omega-3 yang mendukung pembentukan jaringan. Mendukung proses pertumbuhan anak sejak dini, berkat folat yang penting untuk pembelahan sel dan pembentukan DNA. Mengurangi peradangan yang bisa menghambat hormon pertumbuhan, dengan bantuan vitamin C, vitamin E, dan senyawa alami GMG-ITC. Melindungi sel tubuh dari kerusakan, karena polifenol, vitamin C, dan vitamin E bekerja sebagai antioksidan. Mencegah anemia dan menjaga anak tetap bertenaga, melalui kombinasi protein, zat besi, dan vitamin C yang membantu pembentukan sel darah merah.Manfaat Daun Kelor bagi Pertumbuhan Anak 16

Kandungan pada Daun KelorKandungan Jumlah Karbohidrat 9.1 g Serat 2.1 g Lemak 1.7 g Protein 8.1 g Vitamin A 0.08 mg Vitamin B1 0.103 mg Kandungan Jumlah Vitamin B2 0.112 mg Niasin 1.5 mg Asam Pantotenat 0.48 mg Vitamin B6 0.129 mg Folat 0.041 mg Vitamin C 8.6 mg Jenis Kandungan Mineral Kalsium, zat besi, natrium Antioksidan Flavonoid (quercetin, Isorhamnetin, kaemprefol), Asam fenolik, Glukosinolat Nilai gizi daun kelor per 100 gram Mineral & Senyawa Antioksidan pada Daun Kelor 17

RESEP PUDING DAUN KELORBahan :Daun kelor 1 genggam (±250 g) pisahkan daun dari batangnya Daun pandan 3 lembar Vanili bubuk secukupnya Santan Kara 1 bungkus (65 ml) Telur ayam 1 butirBlender daun kelor dan daun pandan, lalu saring untuk mengambil airnya Masukkan gula, garam, vanili bubuk, telur, dan bubuk agar-agar ke dalam wadah Aduk hingga rata, kemudian tambahkan santan Kara Tuangkan air daun kelor dan pandan ke dalam panci Campurkan semua bahan, aduk kembali sampai tercampur rata Panaskan di atas kompor hingga mendidih Angkat, dinginkan sebentar, lalu tuang ke dalam cetakan.0102Cara pembuatan :Bubuk agar-agar plain 1 bungkus Garam sejumput Air 3 gelas (±600 ml) Gula pasir 2 sendok sayur 18

CegahCegahCegahCegahCegahCegahStuntingStuntingStuntingStuntingStuntingStuntingdengandengandenganIIssiiPPiirriinnggkkuu IsiPiringku IIssiiPPiirriinnggkkuu IsiPiringkuSumber : https://www.pom.go.id/katabpom/cegah-stunting-dengan- isi-piringku#gallery-3

1/3 dari 1/2 piring SayuranSayuranSayuranSalah satu cara efektif untuk mencegah stunting adalah dengan memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang sesuai panduan "Isi Piringku", yaitu porsi makan dalam satu kali konsumsi yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang. LaukLauk PaukPaukLauk Pauk Buah-buahanBuah-buahanBuah-buahan1/3 dari 1/2 piring Makanan PokokMakanan PokokMakanan Pokok2/3 dari 1/2 piring2/3 dari 1/2 piring 20IIssiiPPiirriinnggkkuu IsiPiringkuPPeenncceeggaahhaann Pencegahan ddeennggaann dengan

Lauk PaukLauk PaukLauk Pauk a. Lauk hewani = 1 butir telur ayam (55 g) = 2 potong sedang daging sapi (70 g) = 2 potong sedang ayam tanpa kulit (80 g) b. Lauk nabati = 2 potong sedang tempe (50 g) Buah-buahanBuah-buahanBuah-buahan2 buah jeruk sedang (110 g) atau 2 potong sedang pepaya (150 g) Makanan PokokMakanan PokokMakanan Pokok Nasi atau penukarannya 150 g nasi = 3 buah sedang kentang (300 g)SayuranSayuranSayuran1 mangkuk sedang (150 g) IIssiiPPiirriinnggkkuu IsiPiringku IIssiiPPiirriinnggkkuu IsiPiringku 21CCoonnttoohh Contoh

10%10%10% Kacang-kacangan 35%35%35% Makanan Pokok 25%25%25% Sayur dan Buah 30%30%30% Lauk Pauk Periode ini merupakan periode emas pertumbuhan anak dan bayi sudah diberi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan otak, yang mempengaruhi kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan. 6-23 bulan6-23 bulan6-23 bulanIIssiiPPiirriinnggkkuu IsiPiringku 22uunnttuukk untuk Usia 6-23 bulanUsia 6-23 bulanUsia 6-23 bulan

30%30%30%Sayur dan Buah 35%35%35% Makanan Pokok 35%35%35% Lauk Pauk Isi Piringku pada anak usia 2-5 tahun sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal mereka, baik fisik maupun kognitif. 22--55 ttaahhuunn2-5 tahunuunnttuukk untuk 23UUssiiaa22--55ttaahhuunn Usia 2-5 tahunIIssiiPPiirriinnggkkuu IsiPiringku

Makanan Pokok Lauk Pauk Buah-buahan Sayuran Tak kalah penting, Isi Piringku bisa dijadikan acuan untuk orang dewasa khususnya remaja putri sebagai calon ibu yang akan hamil dan melahirkan bayi. UUssiiaaDDeewwaassaa UsiaDewasauunnttuukk untuk 24IIssiiPPiirriinnggkkuu IsiPiringku DDeewwaassaaDewasa 35%35%35% 15%15%15% 15%15%15% 35%35%35%

Daftar PustakaBeal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), e12617. Joglo Jateng. (2023, 30 November). Temanggung sukses capai angka prevalensi stunting 14,1%. https://joglojateng.com/2023/11/30/temanggung-sukses-capai-angka- prevalensi-stunting-141/ Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Tengah. (2025). Hasil SSGI 2024: Prevalensi stunting Provinsi Jawa Tengah lanjutkan tren penurunan. https://jateng.kemendukbangga.go.id/posts/98f8b7c3-c140-46d4-8016- 342091e5a393-hasil-ssgi-2024-resmi-dirilis-prevalensi-stunting-provinsi-jawa-tengah- lanjutkan-tren-penurunan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022, 13 September). Ciri anak stunting. Yankes Kemenkes. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1519/ciri-anak-stunting Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Kementerian PPN/Bappenas. (2018). Laporan Indeks Kinerja Percepatan Penurunan Stunting (IKPS) 2018–2019 [mengutip estimasi World Bank, 2016]. https://stunting.go.id/wp-content/uploads/2021/05/Laporan-IKPS-2018-2019.pdf Radar Magelang. (2025, 2 Juli). Pemkab Temanggung keroyokan turunkan kasus stunting tahun 2024, prevalensinya meningkat dibandingkan 2023. Jawa Pos. https://radarmagelang.jawapos.com/temanggung/686216346/pemkab-temanggung- keroyokan-turunkan-kasus-stunting-tahun-2024-prevalensinya-meningkat- dibandingkan-2023 Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. https://peraturan.bpk.go.id/Details/174964/perpres-no-72-tahun-2021 Tempo.co. (2024, 25 Juli). Usia 2 tahun perkembangan otak anak sudah 80 persen, pentingnya nutrisi dan stimulasi. https://www.tempo.co/gaya-hidup/usia-2-tahun- perkembangan-otak-anak-sudah-80-persen-pentingnya-nutrisi-an-stimulasi-3663025

QR/CODE Booklet DigitalStunting bisa dicegah mulai dari langkah kecil sehari-hari. Berikan protein hewani setiap makan, rutin ke Posyandu, dan jaga kebersihan lingkungan. Masa depan generasi emas Prangkokan ada di tangan kita bersama!E-MAIL : email : kkn149prangkokan@gmail.com instagram : @dailyofprangkokan_149Disusun oleh: Tim KKN 72 Kelompok 149 Universitas Sanata DharmaButuh informasi lebih lanjut? Hubungi Kader Posyandu atau Bidan Desa di wilayah Desa Prangkokan. Mereka siap membantu memantau tumbuh kembang anak dan memberikan pendampingan gizi secara gratis. Ingat! Selalu bawa buku KIA setiap kunjungan Posyandu, catat berat dan tinggi badan anak secara rutin, dan konsultasikan setiap kekhawatiran kepada tenaga kesehatan.