PENGARUH MODEL PJBL BERBANTUAN WORDWALL TERHADAP KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KOSAKATA BARU DALAM MENULIS CERITA NARASI SISWA KELAS 5 SD SKRIPSI PUTRI JULIASARI NIM. 228000008 UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR 2026
i PENGARUH MODEL PJBL BERBANTUAN WORDWALL TERHADAP KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KOSAKATA BARU DALAM MENULIS CERITA NARASI SISWA KELAS 5 SD SKRIPSI Diajukan pada Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya untuk memenuhi sebagi persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana pendidikan pada program studi pendidikan guru sekolah dasar PUTRI JULIASARI NIM. 228000008 UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR 2026
ii HALAMAN PERSETUJUAN Nama : Putri Juliasari Nim : 228000008 Program Studi : S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Judul Skripsi : Pengaruh Model PJBL Berbantuan Wordwall Terhadap Kemampuan Menggunakan Kosakata Baru Dalam Menulis Cerita Narasi Siswa Kelas 5 SD Tugas Akhir ini telah disetujui dan dinyatakan memenuhi syarat untuk diajukan dalam uraian tugas akhir. Surabaya, 24 Juni 2026 Pembimbing I Pembimbing II Dr. Danang Prastyo, M.Pd Amelia Widya Hanindita, S.Pd., M.Pd. NIDN. 0706128402 NIDN. 0715089203 Mengetahui, Ketua Program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Dr. Imas Srinana Wardani, S.Pd., M.Pd. NIDN. 0709037707
iii BERITA ACARA UJIAN SKRIPSI Pada hari ini Selasa tanggal 20 bulan Januari Tahun 2026 telah dilaksanakan ujian skripsi dari: Nama : Putri Juliasari Nim : 228000008 Program Studi : S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Judul Skripsi : Pengaruh Model PJBL Berbantuan Wordwall Terhadap Kemampuan Menggunakan Kosakata Baru Dalam Menulis Cerita Narasi Siswa Kelas 5 SD Dewan Penguji Tanda Tangan 1. Dr. Rarasaning Satianingsih, S.E., M.Pd. (Ketua) 1. 2. Amelia Widya Hanindita, S.Pd., M.Pd. (Anggota) 2.
iv HALAMAN PENGESAHAN Nama : Putri Juliasari Nim : 228000008 Program Studi : S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Judul Skripsi : Pengaruh Model PJBL Berbantuan Wordwall Terhadap Kemampuan Menggunakan Kosakata Baru Dalam Menulis Cerita Narasi Siswa Kelas 5 SD Telah dipertahakan di depan Dewan Penguji dan dinyatakan LULUS pada tanggal 20 Januari 2026 Dewan Penguji Tanda Tangan 1. Dr. Rarasaning Satianingsih, S.E., M.Pd. (Ketua) 1. 2. Amelia Widya Hanindita, S.Pd., M.Pd. (Anggota) 2. Mengesahkan, Mengetahui, Dekan FKIP Ketua Program Studi S-1 PGSD Dr. Akhmad Qomaru Zaman, M.Pd NIDN. 0014106501 Dr. Imas Srinana Wardani, M.Pd NIDN. 0709037707
v PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Putri Juliasari Nim : 228000008 Program Studi : S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Judul Skripsi : Pengaruh Model PJBL Berbantuan Wordwall Terhadap Kemampuan Menggunakan Kosakata Baru Dalam Menulis Cerita Narasi Siswa Kelas 5 SD Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri. Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil plagiasi, maka saya bersedia dibatalkan gelar akademik yang saya peroleh di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Demikian pernyataan ini saya buat. Surabaya, 24 Juni 2026 Yang membuat pernyataan, Putri Juliasari
vi ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Wordwall terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental design) dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing- masing berjumlah 28 siswa. Kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran menggunakan model PjBL berbantuan Wordwall, sedangkan kelas control berbantuan media PPT. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest kemampuan menulis cerita narasi. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan Independent Samples t-Tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) < 0,05 dan nilai t_hitung > t_tabel, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol, di mana rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Wordwall berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi siswa kelas V sekolah dasar.
vii Kata kunci: Project Based Learning, Wordwall, kosakata baru, menulis cerita narasi, sekolah dasar.
viii ABSTRACT This study aims to determine the effect of the Project Based Learning (PjBL) model assisted by Wordwall on students’ ability to use new vocabulary in writing narrative texts for fifth-grade elementary school students. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The research subjects consisted of two classes, namely the experimental class and the control class, each comprising 28 students. The experimental class received instruction using the PjBL model assisted by Wordwall, while the control class was taught using PowerPoint (PPT)-assisted instruction. Data were collected through pretest and posttest on narrative writing skills. The data were analyzed using prerequisite tests, including normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using the Independent Samples t-Test. The results showed that the data were normally distributed and had homogeneous variances. The results of the t-test indicated that the significance value (Sig.) was < 0.05 and the value of t_calculated > t_table, indicating that H₀ was rejected and H₁ was accepted. These findings demonstrate a statistically significant difference between the posttest results of the experimental and control classes, in which the average score of the experimental class was higher than that of the control class. Therefore, it can be concluded that the Project Based Learning (PjBL) model assisted by Wordwall has a significant effect on students’ ability to use new
ix vocabulary in writing narrative texts for fifth-grade elementary school students. Keywords: Project Based Learning, Wordwall, new vocabulary, narrative writing, elementary school.
x MOTTO “ إِنَللا ههمهعهالصابِرِين ” Q.S Al-Baqarah : 153 “Terimakasih Good Day Freeze Selalu Menemani”
xi KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, penulis dapat menyusun skripsi yang berjudul, “Pengaruh Model PJBL Berbantuan Wordwall Terhadap Kemampuan Menggunakan Kosakata Baru Dalam Menulis Cerita Narasi Siswa Kelas 5 SD” ini sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi Strata Satu (S-1) pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Skripsi ini disusun dengan harapan dapat menjadi rancangan awal dalam pelaksanaan penelitian yang mendalam dan bermakna. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Dr. Untung Lasiyono, S.E., M.Si., selaku Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. 2. Dr. Drs. Akhmad Qomaru Zaman, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 3. Dr. Imas Srinana Wardani, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar atas ilmu dan pengetahuan yang telah diberikan selama masa perkuliahan. 4. Dr. Danang Prastyo, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan dalam penyusunan skripsi ini.
xii 5. Amelia Widya Hanindita,S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan dalam penyusunan skripsi ini 6. Ibu dan ayah serta keluarga saya tercinta yang selalu memberikan doa, usaha, motivasi, dan perjuangan sehingga saya mampu berada disini. 7. Teman-teman seperjuangan yang senantiasa memberikan semangat dan bantuan selama proses penyusunan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi penyempurnaan karya ilmiah ini. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca, khususnya dalam bidang pendidikan, serta menjadi sumbangan pemikiran bagi upaya peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
xiii DAFTAR ISI HALAMAN PERSETUJUAN.......................................................... ii BERITA ACARA UJIAN SKRIPSI...............................................iii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ....................................... v ABSTRAK........................................................................................... vi ABSTRACT ......................................................................................viii MOTTO ................................................................................................ x KATA PENGANTAR ....................................................................... xi DAFTAR ISI .....................................................................................xiii DAFTAR TABEL ............................................................................xvi DAFTAR DIAGRAM ....................................................................xvii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................ xviii BAB 1 .................................................................................................... 1 PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang .............................................................. 1 B. Identifikasi Masalah ...................................................... 9 C. Pembatasan Masalah ..................................................... 9 D. Rumusan Masalah ....................................................... 10 E. Tujuan Penelitian......................................................... 11 F. Manfaat Penelitian ...................................................... 11 BAB II ................................................................................................. 13 KAJIAN TEORI ............................................................................... 13 A. Landasan Teori ............................................................ 13
xiv 1. Belajar dan Pembelajaran ....................................... 13 2. Project Based Learning (PjBL) .............................. 18 3. Wordwall sebagai Media Pembelajaran.................. 26 4. Kemampuan Menggunakan Kosakata Baru ........... 33 5. Cerita Narasi ........................................................... 36 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan menulis narasi pada siswa SD. .......................................... 40 B. Hasil Penelitian yang Relevan..................................... 43 C. Kerangka Berpikir ....................................................... 47 D. Hipotesis Penelitian ..................................................... 48 BAB III................................................................................................ 49 METODE PENELITIAN ................................................................ 49 A. Jenis Penelitian ............................................................ 49 B. Tempat dan Waktu Penelitian ...................................... 51 C. Populasi dan Sampel ................................................... 51 E. Definisi Operasional dan Variabel ............................... 53 F. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data .................. 56 G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen ............................ 57 H. Teknik Penganalisisan Data ........................................ 58 BAB IV ................................................................................................ 61 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................ 61 A. Hasil penelitian ........................................................... 61 B. Data Tes Hasil Pembelajaran Siswa ............................ 61 I. Pembahasan ................................................................. 75 BAB V ................................................................................................. 81 PENUTUP .......................................................................................... 81
xv A. Simpulan ..................................................................... 81 B. Saran ........................................................................... 82 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................... 83 LAMPIRAN ....................................................................................... 89
xvi DAFTAR TABEL Tabel 4 1 Deskripsi Statistik ..................................................... 64 Tabel 4 2 Uji Normalitas Pre Test ............................................. 67 Tabel 4 3 Uji Normalitas Post Test ........................................... 69 Tabel 4 4 Uji Homogenitas ....................................................... 71 Tabel 4 5 Uji Hipotesis ............................................................. 73 Tabel 4 6 Rata-Rata................................................................... 74
xvii DAFTAR DIAGRAM Diagram 4 1 Rekapitulasi Hasil Kelas Eksperimen .................. 62 Diagram 4 2 Rekapitulasi Hasil Kelas Kontrol ........................ 63 Diagram 4 3 Uji Normalitas Kelas Eksperimen ....................... 68 Diagram 4 4 Uji Normalitas Kelas Kontrol .............................. 68 Diagram 4 5 Uji Normalitas Kelas Eksperimen ....................... 70 Diagram 4 6 Uji Normalitas Kelas Kontrol .............................. 70
xviii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lembar Revisi Ujian Skripsi ................................ 89 Lampiran 2 Berita Acara Bimbingan Skripsi ........................... 90 Lampiran 3 Surat Izin Penelitian ............................................. 92 Lampiran 4 Surat Keterangan Penelitian ................................. 93 Lampiran 5 Lembar Validasi Perencanaan Pembelajaran Validator .................................................................................... 94 Lampiran 6 Lembar Validasi Intrumen Penilaian Validator .... 96 Lampiran 7 Perencanaan Pembelajaran Mendalam Kelas Eksperimen ................................................................................ 98 Lampiran 8 Perencanaan Pembelajaran Mendalam Kelas Kontrol .................................................................................... 113 Lampiran 9 Kisi-Kisi Penilaian Pemahaman Siswa .............. 128 Lampiran 10 Nilai Hasil Test Kelas Eksperimen dan Nilai Hasil Pre Test dan Post Test ............................................................. 144 Lampiran 11 Nilai Hasil Test Kelas Kontrol dan Nilai Hasil Pre Test dan Post Test.................................................................... 146 Lampiran 12 Hasil Penilaian Nilai Test Terendah Kelas Eksperimen .............................................................................. 148 Lampiran 13 Hasil Penilaian Nilai Test Tertinggi Kelas Eksperimen .............................................................................. 149 Lampiran 14 Hasil Penilaian Nilai Test Terendah Kelas Kontrol ................................................................................................. 150 Lampiran 15 Hasil Penilaian Nilai Test Tertinggi Kelas Kontrol ................................................................................................. 151 Lampiran 16 Analisis Deskriptif............................................ 152 Lampiran 17 Uji Prasyarat Analisis (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas) .......................................................................... 153 Lampiran 18 Uji Hipotesis Independent Sample t-test .......... 156 Lampiran 19 Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran............... 157
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak dapat lepas dari kehidupan manusia. Tanpa pendidikan, maka perkembangan bangsa tidak akan terwujud. Maju tidaknya suatu bangsa diukur melalui pendidikan (Nugraha, 2022). Dengan pendidikan, akan tercipta sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu generasi muda yang siap secara fisik, mental, dan sosial sebagai penggerak dan pelaksana pembangunan. Peningkatan kualitas suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas sistem pendidikannya (Kurniawati, 2022). Cara sistem pendidikan beroperasi mempengaruhi kualitas pendidikan. Oleh karena itu, perlu disadari secara mendalam bahwa kualitas pembelajaran akan sangat dipengaruhi oleh kualitas guru dan pelaksanaan praktik pembelajaran (Isrokatun, 2020). Proses pembelajaran merupakan proses yang sangat penting dalam perkembangan Pendidikan peserta didik. Di dalam pembelajaran terdapat elemen atau media pembelajaran yang akan membantu peserta didik memahami proses pembelajaran dengan baik. Peningkatan kualitas suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas sistem pendidikannya (Kurniawati, 2022). Cara sistem pendidikan beroperasi mempengaruhi kualitas pendidikan. Berdasarkan penelitian Sayuti, pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan
2 negara (M.sayuti, 2021). Kesulitan utama yang dihadapi siswa pada materi Bahasa Indonesia adalah dalam aspek menulis, khususnya membuat karangan. Siswa sering bingung dalam mengekspresikan apa yang ada di pikiran mereka ke dalam tulisan. Ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis adalah aspek yang paling lemah di antara empat kemampuan berbahasa, yakni menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Di sisi lain, siswa cenderung lebih mudah menemukan jawaban dalam bacaan, yang menunjukkan bahwa mereka lebih menguasai kemampuan membaca dibandingkan kemampuan lainnya. Dengan strategi pengajaran yang tepat, diharapkan siswa dapat lebih baik dalam mengekspresikan ide-ide mereka dan mengatasi kesulitan dalam membuat karangan. Di era modern ini, kemampuan menulis memiliki peranan yang sangat penting. Melalui tulisan, seseorang dapat menyampaikan gagasan, ide, atau pemikiran secara tidak langsung dalam bentuk bahasa tulis yang dapat dipahami orang lain. Bagi siswa, menulis juga berfungsi untuk memperkuat kemampuan berpikir, meningkatkan daya tanggap, dan membantu mereka menyusun serta memahami pengalaman secara terstruktur. Pembelajaran Bahasa Indonesia mencakup aspek tata bahasa, kosa kata, menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Namun, menulis sering menjadi tantangan utama bagi siswa dan juga dianggap kurang menarik oleh banyak guru. Padahal, kemampuan bahasa, termasuk menulis, merupakan salah satu kemampuan penting yang sangat dibutuhkan di era
3 industri modern (Suprayogi, 2021). Menulis adalah kegiatan menciptakan simbol-simbol atau huruf-huruf yang memiliki makna tertentu untuk mengungkapkan pikiran, ide atau informasi (Amalia & Napitupulu, 2022). Pembelajaran Bahasa Indonesia mencakup aspek tata bahasa, kosa kata, menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Namun menulis sering menjadi tantangan utama bagi siswa dan juga dianggap kurang menarik oleh banyak guru. Padahal, kemampuan bahasa,termasuk menulis, merupakan salah satu keterampilan penting yang sangat dibutuhkan di era industri modern (Suprayogi, 2021) pada jenjang Sekolah Dasar, pembelajaran menulis menjadi bagian dari mata pelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pembelajaran berbasis teks, yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa secara praktis. Di tingkat sekolah dasar, salah satu bentuk pembelajaran menulis yang diajarkan adalah menulis karangan narasi. Dalam menulis narasi, siswa diharapkan mampu menuangkan ide dan gagasan mereka ke dalam bentuk tulisan. Namun, pada kenyataannya, saat pembelajaran menulis narasi di kelas V SD, banyak siswa yang tidak memperhatikan guru serta kesulitan mengembangkan ide dan gagasan untuk diubah menjadi sebuah tulisan narasi. Kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya motivasi siswa, kebingungan dalam mencari ide, dan rasa bosan selama proses pembelajaran. Penguasaan kosakata baru merupakan salah satu kunci
4 utama dalam meningkatkan keterampilan menulis, khususnya dalam menulis cerita narasi di tingkat Sekolah Dasar. Siswa kelas 5 SD seringkali mengalami kesulitan dalam menemukan dan menggunakan kosakata yang tepat saat menulis, sehingga hasil tulisan mereka cenderung monoton dan kurang variative (Seluma, 2025). Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas cerita narasi yang dihasilkan siswa, baik dari segi isi, struktur, maupun gaya bahasa. Kebutuhan akan inovasi pembelajaran yang mampu mengatasi masalah keterbatasan kosakata dan meningkatkan kualitas tulisan siswa menjadi semakin mendesak di era digital saat ini. Guru dituntut untuk kreatif dalam memilih dan mengembangkan media serta model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan perkembangan teknologi (Seluma, 2025). Tingkatan penguasaan siswa dalam kosakata dapat mempengaruhi siswa dalam penulisan. Kurangnya penguasaan siswa terhadap kosakata mengakibatkan hasil cerita pendek kurang optimal. Kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk mendukung berhasilnya pembelajaran cerpen dapat dilakukan dengan budaya literasi yang dapat meningkatkan penguasaan kosakata. Penguasaan kosakata siswa berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi. Dengan adanya penguasaan kosakata yang baik, siswa tidak akan merasa kesulitan untuk menulis. Dengan adanya masalah tersebut, dapat menggunakan solusi berupa pengaruh model pembelajaran yang efektif dalam mengatasi masalah tersebut.
5 Model pembelajaran adalah suatu kerangka atau rencana sistematis yang digunakan untuk mengorganisir pengalaman belajar dan juga mengarahkan pengajaran. Model ini mencakup metode, strategi, dan Teknik yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran ada beberapa jenis model pembelajaran yaitu Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-based Learning), Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning), Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-based Learning), Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching) dll. Project-Based Learning (PJBL) adalah metode pembelajaran yang berfokus pada siswa untuk mengembangkan dan menerapkan konsep melalui proyek yang dibuat dengan mengeksplorasi dan menyelesaikan masalah dunia nyata secara mandiri. Tujuan utama PJBL adalah melatih kemandirian siswa dalam belajar dan menyelesaikan tugas. Namun, guru memiliki peran penting dalam melatih kemandirian ini agar siswa terbiasa dengan metode pembelajaran tersebut. Baik siswa SD, SMP, maupun SMA tetap membutuhkan arahan dari guru saat mengerjakan proyek. Bimbingan ini membantu memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai rencana dan alur yang telah ditentukan. Model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) dikenal sebagai pendekatan yang efektif untuk meningkatkan berbagai keterampilan abad 21, termasuk keterampilan menulis dan penggunaan kosakata baru. PjBL mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui proyek-proyek nyata yang relevan dengan kehidupan
6 mereka. Melalui model ini, siswa tidak hanya belajar secara teoretis, tetapi juga mempraktikkan langsung penggunaan kosakata baru dalam konteks yang bermakna. Namun, pengaruh PjBL di kelas seringkali menghadapi kendala, seperti keterbatasan media pembelajaran yang interaktif dan kurangnya variasi metode untuk menstimulasi penggunaan kosakata baru secara aktif. Salah satu solusi yang dapat diadopsi adalah penggunaan media digital interaktif seperti Wordwall. Media pembelajaran adalah alat yang membantu proses belajar mengajar sehingga makna pesan yang disampaikan menjadi lebih jelas dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien (Nurfadhillah, 2021). Media pembelajaran memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran, hal ini disebabkan terkadang terdapat ketidak jelasan bahan ajar yang digunakan oleh guru (Winarni & Astuti, 2024). Maka seorang guru harus selalu berkreasi dan berinovasi dalam menggunakan media pembelajaran sehingga penyampaian pembelajaran akan mudah dilakukan dan menunjang minat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran dalam setiap pelajaran tidak selalu dilakukan. kebanyakan pembelajaran masih bergantung pada bacaan di pojok baca. Dengan keberadaan media dalam proses belajar mengajar memiliki peran yang penting, karena dalam kegiatan pembelajaran ketidakjelasan materi yang disampaikan saat kegiatan pembelajaran dapat dibantu dengan menghadirkan
7 media sebagai perantara. Kerumitan materi yang disampaikan oleh guru dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili sejumlah materi yang sulit dijelaskan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Keabstrakan materi dapat dikonkretkan dengan kehadiran media, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. Media pembelajaran dapat digunakan sejalan dengan metode atau teknik pembelajaran agar proses pembelajaran lebih menarik dan menambah motivasi peserta didik. Oleh karena itu, pendidik harus dapat memilih dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, metode pembelajaran dan kompetensi atau materi yang dipelajari siswa (Sihombing & Lubis, 2018). Salah satu media yang dapat digunakan dalam meningkatkan minat siswa dalam belajar adalah media pembelajaran wordwall. Penggunaan media pembelajaran wordwall bagus dan mudah dipakai dalam proses pembelajaran pada tingkat sekolah dasar melalui smartphone bahkan juga bisa digunakan di laptop secara online (Permana & Kasriman, 2022). Wordwall merupakan sebuah situs pembelajaran dimana guru dapat membuat berbagai template pembelajaran yang di desain dalam bentuk permainan. Wordwall merupakan platform pembelajaran berbasis game yang dapat membantu siswa mengenal, memahami, dan mengaplikasikan kosakata baru secara menyenangkan dan menantang. Namun, pengaruh PjBL di kelas seringkali menghadapi kendala, seperti keterbatasan
8 media pembelajaran yang interaktif dan kurangnya variasi metode untuk menstimulasi penggunaan kosakata baru secara aktif. Salah satu solusi yang dapat diadopsi adalah penggunaan media digital interaktif seperti Wordwall. Wordwall merupakan platform pembelajaran berbasis game yang dapat membantu siswa mengenal, memahami, dan mengaplikasikan kosakata baru secara menyenangkan dan menantang (Seluma, 2025). Selain itu, Wordwall juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena sifatnya yang interaktif dan kompetitif, sehingga siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran (Seluma, 2025). Studi lain juga menemukan bahwa pengaruh PjBL berbantuan media Wordwall efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa, baik pada aspek penulisan kalimat sederhana maupun pengembangan ide dalam menulis narasi (Widyatna, 2023). Penggunaan Wordwall dalam PjBL dapat menjadi salah satu alternatif solusi yang efektif untuk menjawab tantangan tersebut. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pendekatan serupa dapat diterapkan pada pembelajaran menulis narasi di kelas 5 SD, khususnya dalam aspek penggunaan kosakata baru. Wordwall merupakan sebuah media pembelajaran berbasis website yang menyediakan berbagai macam bentuk game interaktif dan kuis edukatif yang bisa digunakan pendidik dalam menciptakan proses pembelajaran interaktif dengan indikator melibatkan peserta didik untuk berdiskusi dan menjawab kuis, memberikan feedback kepada mereka,
9 meningkatkan kegiatan belajar, menarik perhatian dan meningkatkan semangat belajar (Oviliani & Susanto, 2023). Dalam aplikasi ini memuat delapan belas template gratis yang dapat digunakan oleh pendidik sebagai media pembelajaran bagi peserta didik (Adnyana & Dewi, 2022). Untuk itu dilakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran project based learning berbantuan Wordwall sebagai media pembelajaran dan pengaruh tingkat penguasaan kosakata baru terhadap kemampuan menulis cerita narasi. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat di identifikasikan beberapa masalah sebagai berikut. 1. Peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menulis cerita narasi yang baik dan menggunakan kosakata yang tepat. 2. Media pembelajaran yang digunakan belum efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita narasi dan menggunakan kosakata baru. 3. Peserta didik masih memiliki keterbatasan kosakata yang dapat menghambat kemampuan menulis cerita narasi. C. Pembatasan Masalah Untuk menghindari pembahasan yang terlalu meluas dalam penelitian ini, maka peneliti membatasi permasalahan yang akan diteliti. Adapun yang menjadi batasan masalah dalam
10 penelitian ini sebagai berikut. 1. Penelitian menggunakan model pembelajaran PjBL (project based learning) berbantuan media wordwall. Penggunaan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbantuan media Wordwall dibatasi karena model dan media tersebut dinilai mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna. 2. Pada penelitian ini subjek menggunakan peserta didik kelas V di salah satu sekolah dasar. Subjek penelitian dibatasi pada peserta didik kelas V Sekolah Dasar karena pada jenjang tersebut siswa telah memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis yang cukup matang. 3. Fokus penelitian yaitu pengaruh model PjBL terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi fabel. Fokus penelitian dibatasi pada pengaruh model PjBL terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi fabel agar variabel yang diteliti lebih spesifik dan dapat diukur secara jelas. D. Rumusan Masalah Berangkat dari latar belakang, identifikasi masalah, dan batasan masalah yang telah dijelaskan maka di dapat rumusan masalah pada penelitian ini yaitu : “Apakah model PjBL berbantuan wordwall dapat berpengaruh terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru
11 yang tepat dalam menulis cerita narasi sugestif siswa kelas V SD?” E. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dibuat di atas, tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh model PjBL berbantuan Wordwall terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru yang tepat dalam menulis cerita narasi siswa kelas V SD. F. Manfaat Penelitian Berdasarkan masalah penelitian dan tujuan penelitian, hasil akhir dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan berbagai macam manfaat diantaranya sebagai berikut. 1. Manfaat Teoretis a. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teori pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam penggunaan model PjBL berbantuan Wordwall. b. Penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang pengaruh model PjBL berbantuan Wordwall dalam meningkatkan kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Siswa Penelitian ini dapat membantu meningkatkan kemampuan menggunakan kosakata baru dalam
12 menulis cerita narasi pada siswa kelas 5 SD. b. Bagi Guru Penelitian ini dapat memberikan informasi tentang pengaruh model PjBL berbantuan Wordwall sebagai metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru. c. Bagi Sekolah Penelitian ini dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar.
13 BAB II KAJIAN TEORI A. Landasan Teori 1. Belajar dan Pembelajaran a. Pengertian belajar menurut beberapa ahli Belajar adalah suatu proses mental dan psikis yang berlangsung secara aktif dalam interaksi dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan- perubahan pada pengetahuan, pemahaman, kemampuan, dan sikap seseorang secara relatif permanen. (Umi Kulsum, 2021) menyatakan bahwa belajar adalah aktivitas mental atau psikis yang terjadi dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan pengetahuan dan nilai sikap yang sifatnya berkesinambungan. Menurut (Sinaga & Silaban, 2020) pada , belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan, termasuk modifikasi atau penguatan perilaku melalui pengalaman. Belajar mencakup aktivitas individu dalam mengembangkan kompetensi berupa kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk kehidupannya. Sementara itu, (Berger-Estilita & Greif, 2020) mengemukakan bahwa belajar adalah perubahan yang diperlihatkan melalui perubahan tingkah laku
14 yang berbeda sebelum dan sesudah individu menjalani pengalaman belajar. Perubahan tersebut merupakan indikator nyata bahwa proses belajar telah terjadi. (Haryani, 2021) mendefinisikan belajar sebagai proses yang mengakibatkan adanya perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan, yang diperoleh melalui pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungan sekitar. Artinya, belajar bukan hanya sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga perubahan sikap dan kemampuan. Dalam perspektif psikologi pendidikan, belajar juga dianggap sebagai proses adaptasi yang progresif. Skinner menyatakan belajar sebagai proses penyesuaian tingkah laku yang terus berkembang seiring waktu dan pengalaman. Proses ini melibatkan perubahan kognitif, afektif, serta psikomotor yang menunjukkan pertumbuhan kemampuan seseorang untuk bertindak dan berpikir secara efektif di lingkungannya. Secara keseluruhan, konsep belajar menurut para ahli menekankan bahwa belajar bukanlah proses pasif, tetapi merupakan interaksi aktif yang menghasilkan perubahan relatif permanen dalam diri seseorang, mencakup aspek kognitif, afektif, dan
15 psikomotor yang esensial dalam pengembangan individu. b. Proses pembelajaran di SD, karakteristik siswa kelas 5 SD Siswa kelas 5 SD umumnya berada dalam tahap perkembangan kognitif operasional konkret menurut Piaget (usia sekitar 9-11 tahun). Pada tahap ini, anak mulai dapat berpikir secara logis tentang objek dan kejadian nyata, berpikir lebih sistematis, serta mulai memahami hubungan sebab-akibat. Namun, mereka masih kesulitan dalam berpikir abstrak yang sepenuhnya. Emosi mulai lebih stabil, tetapi masih memerlukan bimbingan dalam pengendalian diri dan sosial. Beberapa karakteristik utama siswa kelas 5 SD meliputi : a. Mulai mampu memahami dan mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan kriteria yang lebih kompleks. b. Senang belajar dengan melakukan kegiatan langsung (hands-on learning) dan pembelajaran yang kontekstual. c. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan kemampuan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan kelas rendah. d. Cenderung menyukai kerja kelompok dan aktivitas yang melibatkan interaksi sosial.
16 e. Perkembangan moral dan afeksi mulai muncul, sehingga mereka mulai menunjukkan rasa empati dan tanggung jawab. Karena karakteristik tersebut, pembelajaran di kelas 5 SD harus berfokus pada : a. Pendekatan yang menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. b. Menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan melibatkan pengalaman nyata. c. Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan memotivasi siswa untuk aktif berpartisipasi. d. Memberikan kesempatan untuk bekerja dalam kelompok yang mendukung pembelajaran sosial dan emosional siswa c. Hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya kemampuan menulis Hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia terutama berkaitan dengan pengembangan kemampuan berbahasa yang baik dan benar sesuai dengan fungsi dan tujuan bahasa tersebut. Pembelajaran Bahasa Indonesia meliputi penguasaan aspek berbahasa seperti membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan memperhatikan kaidah tata bahasa,
17 penggunaan bahasa yang sesuai konteks, serta ketajaman penggunaan kosakata. Tujuan utamanya adalah mengembangkan kemampuan komunikasi siswa secara efektif dan akurat dalam berbagai situasi komunikasi (Ali, 2020) Di jenjang Sekolah Dasar, pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar siswa tidak hanya mampu berkomunikasi lisan dan tulisan dengan baik dan benar, tetapi juga mampu menghargai dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan kebanggaan bangsa. Selain itu, pembelajaran ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir, bernalar, serta memperluas wawasan siswa melalui bahasa dan sastra (Magdalena, 2020). Dengan demikian, pembelajaran bahasa berupaya mengembangkan lima kemampuan utama yaitu menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan memahami tata bahasa serta penggunaan kosakata secara tepat. Khusus untuk kemampuan menulis, pembelajaran Bahasa Indonesia menekankan pengembangan kemampuan siswa dalam menuangkan ide dan gagasan secara tertulis dengan memperhatikan aspek struktur teks, ejaan, tanda baca, dan kaidah bahasa yang benar. Melalui keterampilan menulis, siswa dilatih berpikir kritis dan kreatif serta
18 mampu mengungkapkan perasaan dan pengalaman secara logis dan teratur dalam bentuk teks, misalnya cerita narasi (Julianto & Umami, 2023) Karakteristik pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif haruslah mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, dengan pendekatan yang kontekstual dan komunikatif sehingga siswa tidak hanya menguasai teori bahasa, tetapi juga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran juga sebaiknya menggunakan media dan metode yang variatif untuk memotivasi siswa dan membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna (Masyhudi, 2020). Secara keseluruhan, hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia adalah proses sistematis yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi lisan dan tulisan siswa, menguasai aspek kebahasaan secara menyeluruh, serta membentuk sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia sebagai bagian dari identitas dan budaya bangsa. 2. Project Based Learning (PjBL) a. Pengertian dan karakteristik model pembelajaran Project Based Learning
19 Project Based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan belajar, di mana mereka aktif terlibat dalam proses penyelidikan dan penyelesaian masalah melalui proyek nyata yang relevan dengan kehidupan mereka. PjBL mengharuskan siswa mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dengan bekerja dalam jangka waktu tertentu untuk menjawab pertanyaan, masalah, atau tantangan yang otentik dan kompleks. Dengan pendekatan ini, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses tersebut (Constrained, 2019). Karakteristik utama dari model pembelajaran Project Based Learning meliputi: a. Pertanyaan Pemicu (Driving Question) : Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan mendalam yang menantang dan memotivasi siswa untuk mencari jawaban. b. Penekanan pada Proses: PjBL lebih fokus pada proses eksplorasi dan kerja sama selama proyek dibandingkan hanya pada hasil akhir. c. Keterlibatan Dunia Nyata: Proyek biasanya berhubungan langsung dengan masalah atau situasi nyata yang dihadapi siswa di lingkungan mereka.
20 d. Kolaborasi: Siswa bekerja dalam kelompok yang meningkatkan keterampilan sosial dan kerjasama. e. Refleksi dan Umpan Balik: Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses dan hasil karya mereka serta menerima masukan untuk perbaikan. f. Produk Akhir: Hasil akhir berupa karya nyata yang dapat dipresentasikan atau dipublikasikan, yang menunjukkan pemahaman dan pengaruh konsep secara utuh (Sudjimat, 2022). Selain itu, model PjBL juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah dalam konteks pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada pengembangan kemampuan abad 21 seperti kolaborasi dan komunikasi (Ruangkerja.id, 2025). Secara ringkas, PjBL mengintegrasikan tugas nyata berbasis proyek yang menuntut keterlibatan aktif siswa, memungkinkan mereka mengembangkan pengetahuan dan kemampuan secara menyeluruh dalam konteks yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari, serta membangun kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi. b. Prinsip-prinsip dasar dan langkah-langkah
21 penerapan PjBL Prinsip-prinsip dasar dan langkah-langkah penerapan Project Based Learning (PjBL) secara umum adalah sebagai berikut : 1) Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik Peserta didik aktif dalam proses belajar melalui pengerjaan proyek yang relevan dengan kehidupan nyata mereka. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan memotivasi siswa (Fathurrohman, 2016). 2) Proyek sebagai Inti Pembelajaran Proyek bukan hanya latihan tambahan, melainkan pusat kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa belajar konsep inti melalui pengerjaan proyek berbasis tema atau topik tertentu (Wena, 2013). 3) Berbasis Pertanyaan atau Masalah (Driving Question) Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan mendasar atau masalah nyata yang menantang siswa untuk memecahkan dan mengkonstruksi pengetahuan baru (Wena, 2013). 4) Investigasi Konstruktif Proses pembelajaran melibatkan penyelidikan, eksperimen, serta pemecahan masalah secara autentik sehingga siswa mampu membangun
22 pengetahuan sendiri (Wena, 2013). 5) Kolaborasi dan Otonomi Siswa bekerja secara kelompok dan mengembangkan kemampuan sosial, tanggung jawab, serta manajemen diri dalam menyelesaikan tugas proyek (Nurfitriyanti dalam Hosnan, 2014). 6) Keterkaitan dengan Realitas Aktivitas pembelajaran menekankan pada situasi nyata atau yang menyerupai dunia nyata agar pengaruh lebih bermakna dan relevan (Nurfitriyanti dalam Hosnan, 2014). 7) Refleksi dan Umpan Balik Siswa dan guru melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran, serta memberikan umpan balik untuk perbaikan di masa mendatang (Daryanto, 2014). Langkah-langkah Penerapan PjBL (Menurut The George Lucas Educational Foundation dan sumber lain) a. Mulai dengan Pertanyaan Esensial (Start with the Essential Question) Menetapkan pertanyaan atau masalah utama yang dapat memacu rasa ingin tahu dan arah pembelajaran siswa. b. Merancang Rencana Proyek (Design a Plan for the
23 Project) Menentukan kegiatan, alat, bahan, dan sumber daya yang diperlukan untuk mengerjakan proyek. c. Membuat Jadwal Aktivitas (Create a Schedule) Menyusun timeline dan deadline pengerjaan proyek agar sesuai dengan waktu yang tersedia. d. Melaksanakan Proyek (Implement the Project) Siswa mengerjakan proyek sesuai dengan rencana sambil guru memantau dan memfasilitasi prosesnya. e. Melakukan Penilaian (Assess the Outcome) Penilaian dilakukan berdasarkan proses dan produk yang dihasilkan, menggunakan rubrik dan kriteria yang jelas. f. Refleksi Pengalaman (Evaluate the Experience) Siswa dan guru bersama-sama merefleksikan pengalaman belajar dan hasil proyek, guna meningkatkan pembelajaran berikutnya (Yuniza, 2023). c. Kelebihan dan kekurangan model PjBL dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Model Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menawarkan sejumlah kelebihan yang signifikan, namun juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.
24 1. Kelebihan Model PjBL a. Meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa : PjBL mendorong siswa untuk lebih aktif dan termotivasi dalam proses belajar karena terlibat langsung dalam proyek nyata yang relevan dengan kehidupan mereka. b. Mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikasi (4C) : Siswa dilatih untuk berpikir analitis, kreatif dalam menyelesaikan masalah, bekerja sama dengan teman, dan berkomunikasi secara efektif. c. Membangun kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian : PjBL menuntut siswa untuk mencari solusi atas permasalahan yang kompleks secara mandiri atau dalam tim, sehingga mengasah kemampuan problem solving dan kemandirian belajar. d. Mengembangkan kemampuan sosial dan tanggung jawab: Melalui kerja kelompok dan proyek bersama, siswa belajar bertanggung jawab, berbagi
25 tugas, dan menghargai peran masing- masing. e. Membuat pembelajaran lebih bermakna dan kontekstual: Siswa mendapat pengalaman nyata dari tugas proyek, sehingga materi pembelajaran dirasakan lebih relevan dan mudah dipahami dalam kehidupan sehari-hari. 2. Kekurangan Model PjBL a. Memerlukan waktu dan persiapan yang lebih banyak Melaksanakan proyek membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga presentasi hasil, sehingga sulit diterapkan jika waktu pembelajaran terbatas. b. Menuntut biaya dan sumber daya PjBL sering kali membutuhkan alat, bahan, atau sarana pendukung yang lebih banyak, sehingga kadang menjadi kendala. c. Risiko partisipasi siswa tidak merata Tidak semua siswa aktif dalam kerja kelompok; ada yang kurang terlibat atau hanya bergantung pada anggota lain, sehingga pengaruh kurang maksimal.
26 PjBL sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam aspek kemampuan menulis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Namun, penerapannya perlu memperhatikan kesiapan waktu, sumber daya, keaktifan siswa, serta kemampuan guru dalam membimbing proses pembelajaran agar kelebihan model ini dapat dimaksimalkan dan kekurangannya dapat diminimalisir. 3. Wordwall sebagai Media Pembelajaran a. Pengertian, fungsi, dan karakteristik media pembelajaran Media pembelajaran adalah segala bentuk alat, bahan, atau sarana yang digunakan dalam proses belajar-mengajar untuk menyalurkan pesan atau informasi dari guru kepada siswa, sehingga membantu peserta didik dalam memahami, menguasai, dan mengingat materi pelajaran secara lebih efektif dan efisien. Media ini dapat berupa alat fisik seperti buku, gambar, video, komputer, hingga aplikasi pembelajaran digital maupun alat non-fisik yang berfungsi sebagai perantara. Menurut Gagne & Briggs, media pembelajaran
27 mencakup alat yang secara fisik dapat digunakan untuk menyampaikan isi materi pembelajaran, misalnya buku, tape recorder, video, kaset, gambar, grafik, dan komputer. 1) Fungsi Media Pembelajaran Media pembelajaran memiliki beberapa fungsi utama : a) Fungsi Atensi : Menarik dan mengarahkan perhatian siswa sehingga mereka fokus pada isi pelajaran. b) Fungsi Kompensatoris: Membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami teks melalui representasi visual atau audio sehingga lebih mudah memahami materi. c) Fungsi Kognitif: Membantu siswa mengingat, memahami, dan mengorganisasikan informasi sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. d) Fungsi Afektif: Meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan.
28 e) Fungsi lain: Sebagai alat bantu guru, memperjelas pesan pembelajaran, mengatasi keterbatasan ruang/waktu, memberikan pengalaman nyata, serta memperkaya variasi metode pembelajaran. 2) Karakteristik Media Pembelajaran Karakteristik media pembelajaran antara lain : a) Dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamati melalui panca indera – media dapat berupa alat yang bersifat peraga langsung maupun tidak langsung. b) Manipulatif: Dapat memanipulasi objek/situasi nyata sehingga sesuai kebutuhan pembelajaran (misal: simulasi komputer). c) Interaktif: Memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara guru dan siswa. d) Sesuai dengan tujuan dan kompetensi: Materi yang disampaikan menggunakan media harus sesuai kompetensi pembelajaran. e) Mudah digunakan dan mendukung materi: Guru dan siswa dapat
29 menggunakan media dengan mudah dan tidak menguras waktu untuk belajar alatnya, serta membantu siswa lebih memahami materi yang diajarkan. Dengan merujuk pengertian, fungsi, dan karakteristik di atas, media pembelajaran menjadi unsur penting dalam proses pembelajaran modern untuk meningkatkan kualitas interaksi antara guru dan siswa serta mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang optimal b. Wordwall Wordwall adalah sebuah platform aplikasi berbasis web yang digunakan untuk membuat media pembelajaran interaktif yang menyenangkan dan menarik bagi siswa. Aplikasi ini memungkinkan guru dan pendidik mendesain berbagai jenis permainan edukatif dan kuis untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar siswa melalui proses yang aktif (Sephianti, 2025). Wordwall berasal dari kata "word" yang berarti kata dan "wall" yang berarti dinding, dan secara tradisional media ini digunakan untuk menampilkan kumpulan kosakata secara sistematis di dinding kelas, namun dalam konteks digital, Wordwall memungkinkan pembuatan aktivitas
30 interaktif berbasis kuis dan game (Farhaniah, 2021). 1) Fitur Utama Wordwall a. Menyediakan 18 template aktivitas yang beragam seperti kuis, teka-teki silang, menjodohkan pasangan, anagram, permainan kata acak yang bisa diakses secara gratis pada versi basic. b. Fleksibilitas dalam memilih dan mengganti tipe permainan dengan mudah. c. Mendukung penggunaan multimedia seperti gambar dan audio untuk memperkaya materi pembelajaran. d. Output yang bisa diunduh dalam bentuk file PDF dan dicetak, memudahkan penggunaan offline terutama untuk siswa yang memiliki kendala jaringan. e. Memungkinkan konten pembelajaran yang dibuat dapat dibagikan langsung ke siswa melalui platform seperti WhatsApp, Google Classroom, dan media sosial lainnya. f. Fitur penilaian yang dapat digunakan guru untuk mengukur pemahaman dan prestasi belajar siswa secara interaktif (Ma’rifah & Mawardi, 2022).
31 2) Kelebihan Wordwall dalam Mendukung Pembelajaran Interaktif a. Meningkatkan motivasi dan keaktifan belajar siswa karena siswa terlibat secara langsung dalam aktivitas pembelajaran yang berbentuk permainan dan kuis interaktif yang menyenangkan. b. Mempermudah guru dalam membuat media pembelajaran yang variatif dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan materi serta karakteristik siswa. c. Mendukung pembelajaran daring maupun luring dengan fitur unduh dan cetak, sehingga fleksibel digunakan dalam berbagai kondisi pembelajaran. d. Merangsang siswa untuk belajar secara mandiri dan kolaboratif karena bisa dimainkan secara individu maupun kelompok. e. Menjadi media pembelajaran yang mudah digunakan dan efektif sebagai sumber belajar sekaligus alat penilaian yang menarik (Santosa, 2023). Secara keseluruhan, Wordwall adalah media pembelajaran digital interaktif yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggabungkan unsur
32 hiburan dan pendidikan sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses belajar. c. Peran media digital dalam meningkatkan motivasi khususnya dalam pembelajaran kosakata Media digital berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan pengaruh siswa, terutama dalam pembelajaran kosakata, melalui beberapa mekanisme berikut : 1) Menarik dan Memotivasi Siswa Media digital seperti aplikasi edukasi, video interaktif, dan platform pembelajaran daring menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan menyenangkan. Hal ini memicu motivasi intrinsik siswa untuk lebih aktif dalam belajar karena pembelajaran menjadi tidak monoton dan lebih kontekstual (Jurnal JOMPAR, 2024). 2) Meningkatkan Keterlibatan dan Partisipasi Aktif Penggunaan media digital mendorong keterlibatan siswa secara aktif melalui interaksi langsung dengan materi pembelajaran, seperti dalam kuis, permainan edukatif, atau simulasi. Keterlibatan ini membantu siswa memahami kosakata baru
33 secara lebih mendalam karena mereka terlibat dalam proses pembelajaran yang menarik dan relevan (Nakula, 2024). 3) Menyediakan Akses Materi yang Variatif dan Visual Media digital memungkinkan penyajian materi kosakata dalam bentuk gambar, audio, video, dan animasi, sehingga membantu siswa mengasosiasikan kata dengan konteks nyata. Visualisasi ini memperkuat daya ingat siswa dan memudahkan pemahaman kosakata baru (Penelitian SMP 12 Madiun, 2024). Secara keseluruhan, media digital sebagai alat bantu pembelajaran kosakata menyediakan lingkungan belajar yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan yang sangat efektif dalam meningkatkan motivasi siswa. 4. Kemampuan Menggunakan Kosakata Baru a) Pengertian kemampuan berbahasa (khususnya menulis) menurut para ahli Kemampuan berbahasa, khususnya kemampuan menulis, menurut beberapa ahli adalah kemampuan menggunakan bahasa secara efektif dan terampil dalam komunikasi, yang mencakup aspek penyampaian pikiran, gagasan,
34 perasaan, dan informasi secara tertulis. Menurut Tarigan (2021), kemampuan berbahasa meliputi empat aspek utama, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan menulis adalah salah satu aspek produktif yang melibatkan kemampuan menuangkan gagasan secara tertulis dengan latihan dan praktik teratur agar komunikatif dan ekspresif. Menulis merupakan proses komunikasi yang kompleks yang membutuhkan kemampuan mengorganisasi kata, kalimat, dan paragraf untuk mengungkapkan ide secara logis dan estetis. Munirah (2019) menambahkan bahwa keterampilan menulis adalah kemampuan mengomunikasikan pemikiran, gagasan, dan informasi secara tertulis yang saling berkaitan dengan kemampuan berbahasa lainnya, yaitu membaca dan berbicara. Menulis tidak hanya sekedar mencatat namun juga memerlukan kecakapan dalam memilih kosakata, tata bahasa, serta struktur teks yang sesuai konteks agar pesan dapat diterima dengan baik oleh pembaca. Sumber lain menjelaskan bahwa kemampuan menulis meliputi kapasitas memilih bentuk bahasa tertulis seperti kata, kalimat, dan organisasi retorika yang tepat guna
35 menyampaikan pesan secara efektif. Kemampuan ini juga bergantung pada aspek kognitif dan afektif sehingga penulis dapat menyusun teks yang komunikatif dengan maksud yang jelas. Secara umum, kemampuan berbahasa produktif seperti menulis memerlukan latihan yang terus menerus agar seseorang mampu mengungkapkan ide, perasaan, atau informasi secara sistematis dan efektif dengan bahasa yang baik dan benar, sebagai bagian dari proses komunikasi yang menyeluruh (Tarigan, 2008). b) Hubungan antara penguasaan kosakata baru dan kualitas menulis narasi. Hubungan antara penguasaan kosakata baru dan kualitas menulis narasi sangat erat dan signifikan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada siswa. Penguasaan kosakata yang baik tidak hanya memperkaya isi tulisan tetapi juga meningkatkan variasi dan kedalaman ekspresi dalam narasi yang ditulis. Secara umum, penguasaan kosakata memungkinkan siswa untuk memilih kata-kata yang tepat dan bervariasi sehingga tulisan menjadi lebih menarik, hidup, dan komunikatif. Kosakata yang luas membantu siswa menyampaikan gagasan, perasaan, dan pengalaman secara lebih
36 jelas dan terperinci, yang merupakan aspek penting dalam menulis cerita narasi yang baik. Penelitian menunjukkan bahwa semakin kaya dan dalam penguasaan kosakata siswa, semakin bagus pula kualitas tulisan narasi yang dihasilkan, terutama dalam hal kejelasan, kelogisan, dan kreativitas isi (Memmy Dwi Jayanti, 2017). Dengan demikian, penguasaan kosakata baru menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas menulis narasi. Strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kosakata akan berdampak positif pada kemampuan siswa dalam menulis cerita narasi yang lebih berkualitas dan komunikatif. 5. Cerita Narasi a. Pengertian Cerita Narasi Cerita narasi adalah suatu bentuk karangan atau teks yang menyajikan rangkaian peristiwa atau kejadian secara berurutan berdasarkan kronologi waktu. Cerita ini bisa berupa peristiwa yang benar-benar terjadi (nonfiksi) maupun hasil imajinasi atau khayalan (fiksi). Tujuan utama dari cerita narasi adalah untuk menghibur pembaca atau pendengar melalui pengalaman yang disajikan secara menarik dan
37 terstruktur. Selain itu, narasi juga dapat memberikan informasi, pengetahuan, atau pengalaman yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Menurut Widjono (2007), narasi adalah uraian yang mengisahkan kejadian, tindakan, maupun keadaan secara berurutan dari awal sampai akhir, sehingga saling berhubungan antara satu dengan yang lain. Bahasa yang digunakan dalam narasi biasanya bersifat naratif, dan contoh karya narasi meliputi roman, kisah, novel, biografi, dan cerpen. Gorys Keraf menjelaskan bahwa teks narasi adalah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa kejadian yang sedang terjadi atau hanya dari imajinasi penulis, yang bertujuan memberi tahu pembaca mengenai kronologis dan pokok permasalahan dalam cerita tersebut. Sirait juga menyatakan bahwa narasi adalah tulisan yang menyampaikan serangkaian peristiwa atau kejadian yang berkembang berdasarkan waktu secara sistematis. Ciri khas cerita narasi meliputi adanya tokoh atau pelaku, konflik atau masalah dalam cerita, alur cerita yang jelas dari awal hingga akhir, latar waktu dan tempat, serta unsur-unsur
38 pembentuk seperti tema, karakter, dan sudut pandang. Cerita narasi dapat berupa cerpen, novel, dongeng, fabel, biografi, atau cerita inspiratif dengan penataan yang runtut sehingga pembaca dapat memahami dan merasakan seolah-olah berada dalam cerita tersebut. Secara singkat, cerita narasi adalah teks atau karangan yang menceritakan suatu peristiwa dengan urutan waktu yang runtut, bertujuan menghibur sekaligus menyampaikan pesan atau pengalaman secara estetis dan bermakna. b. Struktur, Ciri-Ciri dan Tujuan Cerita Narasi 1) Struktur Teks Narasi Teks narasi memiliki struktur yang umumnya terdiri dari empat bagian utama: a) Orientasi(Orientation) Bagian awal yang berisi pengenalan tokoh, latar waktu, tempat, dan situasi. Pada tahap ini pembaca mendapatkan gambaran tentang siapa, kapan, dan di mana cerita berlangsung. b) Komplikasi(Complication) Bagian yang menceritakan munculnya masalah atau konflik yang menjadi inti cerita. Konflik ini memicu rangkaian peristiwa yang menjadi fokus narasi.
39 c) Resolusi(Resolution) Tahap pemecahan masalah di mana konflik mulai diselesaikan. Cerita mencapai puncak dan menuju akhir penyelesaian permasalahan. d) Reorientasi atau Koda (Reorientation/Coda) Bagian penutup yang berisi simpulan, pesan moral, atau amanat dari cerita. Bagian ini bersifat opsional, namun sering digunakan untuk memberikan makna tambahan. 2) Ciri-ciri Teks Narasi Teks narasi memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut: 1. Berisi cerita atau kisah mengenai peristiwa nyata atau imajinatif yang disusun secara kronologis. 2. Memiliki alur cerita yang jelas dan runtut dari awal hingga akhir. 3. Terdapat konflik atau masalah yang dialami oleh tokoh dalam cerita. 4. Mengandung unsur-unsur seperti tema, latar (tempat dan waktu), tokoh, alur, dan sudut pandang.
40 5. Menggunakan gaya bahasa naratif yang menceritakan kejadian secara detail dan terperinci. 3) Tujuan Teks Narasi Tujuan utama teks narasi antara lain : a. Memberikan informasi kepada pembaca mengenai kronologi atau urutan suatu peristiwa secara jelas dan terstruktur. b. Menghibur pembaca dengan menyajikan pengalaman estetis dari kisah fiksi atau nonfiksi. c. Menyampaikan pesan moral atau amanat terselubung melalui cerita. d. Membentuk imajinasi dan menggerakkan emosi pembaca sehingga mereka dapat merasakan pengalaman dalam cerita. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan menulis narasi pada siswa SD. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan menulis narasi pada siswa Sekolah Dasar (SD) cukup beragam dan dapat dibagi menjadi faktor internal dan eksternal. Berikut penjelasannya berdasarkan hasil
41 penelitian dan kajian ilmiah: Faktor Internal : a) Kemampuan Linguistik Dasar 1. Kemampuan awal kosa kata, tata bahasa, dan kemampuan menulis sangat menentukan kemampuan mengembangkan kosakata baru dalam cerita narasi. 2. Penelitian umum: faktor kemampuan individu memengaruhi penguasaan kosakata. (Andari, 2025). b) Motivasi Belajar 1. Motivation tinggi mendorong siswa aktif mencoba kosakata baru serta menulis secara produktif. 2. Wordwall dan aktivitas PjBL sering dikaitkan dengan peningkatan motivasi belajar kosakata dan keterampilan menulis. Faktor Eksternal : a) Model Pembelajaran (Project Based Learning / PjBL) 1. Model PjBL mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual yang dapat meningkatkan penguasaan kosakata
42 melalui proyek nyata seperti menulis cerita. 2. Banyak penelitian menunjukkan PjBL efektif meningkatkan keterampilan menulis dan aspek bahasa lain. (Hasrita, 2025). b) Media Pembelajaran (Wordwall) 1. Wordwall sebagai media interaktif membantu siswa mempelajari, mengulang, dan mengingat kosakata baru secara kontekstual serta visual. 2. Penelitian menunjukkan media Wordwall meningkatkan keterampilan kosakata dan menulis apabila dipadukan dengan model pembelajaran aktif. (Nadia S. Khusnah, 2025). c) Peran Guru 1. Guru berfungsi sebagai motivator, pengarah, dan evaluator yang memberikan arahan penggunaan kosakata baru serta umpan balik terhadap tulisan. 2. Interaksi guru-siswa berdampak signifikan terhadap perkembangan kosakata dan kemampuan menulis. d) Lingkungan Belajar dan Sosial
43 1. Lingkungan kelas yang kondusif, dukungan teman, dan stimulasi bahasa di luar sekolah dapat memengaruhi perkembangan kosa kata. 2. Teman sebaya dan interaksi sosial termasuk dalam faktor eksternal yang memengaruhi pemakaian kosakata siswa. Laksono & (Dharmawan, 2024). B. Hasil Penelitian yang Relevan Pada penelitian ini penulis merujuk penelitian terdahulu yang relevan dan hasil penelitian terdahulu sebagai berikut : 1. Berdasarkan penelitian Widyatna, dkk. (2023) yang berjudul Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Keterampilan Menulis Narasi Siswa Sekolah Dasar dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, diperoleh hasil penelitian Widyatna dkk. (2023) menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis narasi siswa sekolah dasar. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan PjBL mampu mengembangkan ide cerita secara lebih runtut, menyusun alur dengan jelas, serta menggunakan kosakata yang lebih variatif dan kontekstual dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran
44 konvensional. Penelitian ini menegaskan bahwa PjBL efektif dalam melatih siswa berpikir kreatif dan aktif, sehingga mendukung peningkatan kualitas tulisan narasi. Adapun perbedaannya terletak pada penggunaan media Wordwall sebagai pendukung pembelajaran, serta fokus variabel terikat yang lebih spesifik, yaitu keterampilan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi siswa kelas V SD, bukan sekadar kemampuan menulis narasi secara keseluruhan. 2. Berdasarkan penelitian Putu Wityani, Muktadir, dan Gumono (2025) yang berjudul Pengembangan Media Wordwall Berbasis PjBL untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas IV SD dalam Jurnal Kajian Pendidikan Dasar, disimpulkan bahwa media Wordwall berbasis PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa dengan kategori efektivitas tinggi. Persamaan penelitian ini dengan penelitian peneliti adalah penggunaan media Wordwall yang dipadukan dengan model PjBL serta fokus pada keterampilan menulis siswa sekolah dasar. Perbedaannya terletak pada jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian dan pengembangan (R&D) dengan subjek siswa kelas IV SD dan fokus pada keterampilan menulis deskripsi, sedangkan penelitian peneliti
45 menggunakan metode eksperimen kuantitatif pada siswa kelas V SD dengan fokus menulis cerita narasi (Wityani, Muktadir, & Gumono, 2025). 3. Berdasarkan penelitian Nahrun Najib Siregar dkk. (2025) yang berjudul Efektivitas Project Based Learning Berbantuan Wordwall untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dalam Jurnal Pendidikan Dasar, diketahui bahwa model PjBL berbantuan Wordwall efektif meningkatkan prestasi belajar siswa secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional. Persamaan penelitian ini dengan penelitian peneliti terletak pada penggunaan model PjBL berbantuan Wordwall dan metode eksperimen. Adapun perbedaannya terletak pada variabel terikat yang diteliti, yaitu prestasi belajar pada mata pelajaran Matematika, sedangkan penelitian peneliti berfokus pada keterampilan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi Bahasa Indonesia (Siregar et al., 2025). 4. Berdasarkan penelitian Hendra dan Euis Eti Rohaeti (2025) yang berjudul Pengaruh Project Based Learning Berbasis Games Word Search Puzzle terhadap Pemahaman Kosakata Baku dan Motivasi Siswa Sekolah Dasar dalam Jurnal Bahasa Indonesia, diperoleh hasil bahwa model PjBL berbasis Word Search Puzzle berpengaruh signifikan terhadap
46 peningkatan pemahaman kosakata baku siswa sekolah dasar, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Persamaan penelitian ini dengan penelitian peneliti terletak pada penggunaan model Project Based Learning serta fokus pada keterampilan kosakata siswa sekolah dasar. Perbedaannya terletak pada media pembelajaran yang digunakan, yaitu Word Search Puzzle, sedangkan penelitian peneliti menggunakan media Wordwall. Selain itu, penelitian ini tidak meneliti keterampilan menulis cerita narasi, melainkan pemahaman kosakata baku (Hendra & Rohaeti, 2025). 5. Berdasarkan penelitian Dina Fitri Setyawati dkk. (2025) yang berjudul Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kemampuan Menulis Teks Narasi dalam Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, disimpulkan bahwa model Project Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan menulis teks narasi siswa kelas IV SD. Perbedaannya terletak pada penggunaan media pembelajaran, karena penelitian ini tidak menggunakan media digital Wordwall serta tidak secara khusus meneliti keterampilan penggunaan kosakata baru dalam menulis cerita narasi (Setyawati et al., 2025)
47 C. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir dalam penelitian ini disusun berdasarkan permasalahan rendahnya kemampuann siswa kelas V SD dalam menggunakan kosakata baru pada penulisan cerita narasi. RUMUSAN MASALAH “Apakah model PjBL berbantuan wordwall dapat berpengaruh terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru yang tepat dalam menulis cerita narasi sugestif siswa kelas V SD?” Kajian teori 1. PjBL mengharuskan siswa mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dengan bekerja dalam jangka waktu tertentu 2. Wordwall untuk menampilkan kumpulan kosakata secara sistematis di dinding kelas, namun dalam konteks digital 3. Keterampilan menulis untuk mengomunikasikan pemikiran, gagasan. Penelitian Relevan 1. Hasrita, Nurlina, & Ma’ruf (2025) Wordwall berpengaruh signifikan 2. Dina Fitri Setyawati, dkk. (2025) Model Project Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan menulis teks narasi siswa. Terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Wordwall terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi siswa kelas V sekolah dasar. Uji T Bagan 2 1 Kerangka Berpikir
48 Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh penggunaan model pembelajaran yang masih kurang memanfaatkan media pembelajaran interaktif, sehingga siswa kurang aktif dan kesulitan mengaplikasikan kosakata secara tepat D. Hipotesis Penelitian Menurut John W. Creswell & Creswell (2018), Hipotesis adalah pernyataan formal yang menyajikan hubungan yang diharapkan antara variabel independen dan variabel dependen. Dengan demikian, hipotesis merupakan pernyataan formal yang menggambarkan hubungan yang diharapkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hipotesis menjadi landasan yang kokoh untuk menguji hubungan antarvariabel secara ilmiah, karena berbasis pada teori, bukti empiris, dan relevansi kontekstual. Berdasarkan rumusan masalah dan kajian teori, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: A. Hipotesis Nol (H₀) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Wordwall terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi siswa kelas V sekolah dasar. B. Hipotesis Alternatif (H₁) Terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Wordwall terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi siswa kelas V sekolah dasar.
49 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian adalah cara atau prosedur ilmiah yang dilakukan peneliti untuk mengumpulkan dan mengolah data guna mendapatkan informasi yang berguna untuk menjawab masalah penelitian. Metode ini mencakup langkah-langkah sistematis, terstruktur, dan logis yang memungkinkan peneliti memperoleh data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Perencanaan penelitian adalah langkah atau proses awal yang sangat penting dalam menjalankan suatu penelitian. Perencanaan ini berupa susunan atau rumusan sistematis mengenai langkah-langkah atau tindakan- tindakan yang akan dilakukan pada masa depan, dengan mempertimbangkan potensi, faktor eksternal, dan pihak- pihak yang terkait, agar tujuan penelitian dapat tercapai secara efektif dan efisien. Secara spesifik, perencanaan penelitian dapat diartikan sebagai rancangan, program, atau kerangka yang dibuat oleh peneliti untuk mengatur, merencanakan, dan melaksanakan setiap tahapan dalam penelitian, mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga interpretasi hasil penelitian. Perencanaan ini menjadi pedoman atau cetak biru agar penelitian dapat berjalan dengan terstruktur dan hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
50 Penelitian eksperimen ini biasanya menggunakan desain pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk mengukur pengaruh penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang dibantu dengan media Wordwall terhadap kemampuan siswa. Teknik pengumpulan data dapat meliputi tes kemampuan menulis narasi, observasi, angket motivasi, dan dokumentasi hasil karya siswa. 1. Penelitian Kuantitatif Eksperimen (Experimental Research) a. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian eksperimen karena peneliti menguji pengaruh suatu perlakuan (model PjBL berbantuan Wordwall) terhadap pengaruh (kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis narasi). b. Desain eksperimen yang umum digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design, di mana terdapat kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan, untuk kemudian dibandingkan hasilnya. 2. Penelitian Kuasi Eksperimen (Quasi-Experimental Research) a. Jika peneliti tidak menggunakan randomisasi penuh dalam pemilihan kelompok, jenis penelitian ini dapat disebut kuasi eksperimen.
51 b. Teknik pengambilan sampel biasanya menggunakan grup kelas yang sudah ada tanpa acak secara penuh. 3. Jenis Data dan Analisis a. Data yang dikumpulkan berupa angka hasil tes menulis dan kosakata (pretest dan posttest). b. Data dianalisis menggunakan statistik inferensial seperti uji-t untuk menguji perbedaan rata-rata pengaruh kemampuan kosakata baru antar kelompok. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN Buncitan 404 yang beralamat di dusun Buncitan, Buncitan, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61253. Sedangkan pelaksanaan penelitian dijadwalkan pada bulan Oktober -Desember 2025 C. Populasi dan Sampel a) Populasi Populasi adalah keseluruhan individu, objek, atau elemen yang memiliki karakteristik tertentu yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian. Populasi bisa berupa manusia, hewan, tumbuhan, benda, peristiwa, atau fenomena lain yang terkait dengan masalah penelitian dan yang menjadi sumber data secara menyeluruh. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang akan diambil
52 simpulan oleh peneliti dan menjadi dasar untuk pengambilan sampel. Menurut Sugiyono (2017) dan Arikunto (2010), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik simpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SD pada satuan pendidikan seluruh peserta didik kelas V di SDN BUNCITAN tahun pelajaran 2023/2024 akan dijadikan populasi yang berjumlah 92 peserta didik. Berikut ini tabel populasi penelitian : Tabel 3 1 Populasi Penelitian No Kelas Peserta Didik Jumlah Laki-laki Perempuan 1 5A 12 18 30 2 5B 16 14 30 3 5C 20 20 31 b) Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Sugiyono, 2020:110). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu
53 dalam Sugiyono, (2020: 110). Alasan meggunakan teknik purposive sampling ini karena sesuai untuk digunakan untuk penelitian kuantitatif, atau penelitian-penelitian yang tidak melakukan generalisasi menurut Sugiyono, (2020: 110). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 61 peserta didik, yang terdiri dari 30 kelas V sebagai kelas eksperimen dan 31 kelas V sebagai kelas kontrol. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3 2 Sampel Penelitian Pengambilan sampel bertujuan agar hasil penelitian dapat digeneralisasi ke seluruh populasi dengan syarat sampel memang representatif. E. Definisi Operasional dan Variabel 1) Variabel bebas (X) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Project Based Learning No Kelas Jumlah 1 Kelas VA (Eksperimen) 28 2 Kelas VB (Kontrol) 28 Jumlah sampel 56
54 (PjBL) yang didukung dengan media Wordwall dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SD. Model PjBL berbantuan Wordwall mencakup kegiatan pembelajaran yang : 1. Berpusat pada siswa, di mana siswa aktif merancang dan menyelesaikan proyek menulis cerita narasi. 2. Menggunakan Wordwall sebagai media interaktif, khususnya untuk pengenalan dan penguatan kosakata baru. 3. Mendorong kolaborasi dan kreativitas siswa melalui aktivitas proyek, diskusi, dan permainan kosakata. 4. Mengintegrasikan pembelajaran kosakata dengan kemampuan menulis, sehingga siswa tidak hanya mengenal kosakata baru tetapi juga menggunakannya dalam cerita narasi. Agar lebih operasional dalam penelitian, variabel bebas dapat dijabarkan ke dalam beberapa indikator, antara lain: 1. Penerapan langkah-langkah model PjBL (penentuan proyek, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi). 2. Pemanfaatan media Wordwall dalam pembelajaran kosakata.
55 3. Keaktifan siswa selama proses pembelajaran berbasis proyek. 4. Keterlibatan siswa dalam permainan dan latihan kosakata menggunakan Wordwall. 5. Kesesuaian proyek dengan tujuan pembelajaran menulis cerita narasi. 2) Variabel terikat (Y) Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang menjadi objek pengukuran atau variabel yang dipengaruhi dan berubah sebagai akibat adanya variabel bebas. Variabel ini diukur untuk melihat adanya efek dari variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa kelas V SD dalam menggunakan kosakata baru saat menulis cerita narasi. Kemampuan ini menunjukkan kemampuan siswa dalam memilih, memahami, dan menerapkan kosakata baru secara tepat, bervariasi, dan kontekstual dalam sebuah tulisan naratif. Kemampuan menggunakan kosakata baru mencerminkan pengaruh siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Wordwall, sehingga perubahan pada variabel ini dipengaruhi oleh perlakuan yang diberikan. Indikator Variabel Terikat (Y) Agar dapat diukur secara objektif, variabel terikat ini dapat dijabarkan ke dalam beberapa indikator berikut: 1. Ketepatan penggunaan kosakata baru
56 Kosakata digunakan sesuai dengan makna dan konteks dalam cerita narasi. 2. Keberagaman kosakata baru Siswa mampu menggunakan berbagai kosakata baru, tidak terbatas pada kata yang sama secara berulang. 3. Kesesuaian kosakata dengan alur cerita Kosakata baru mendukung alur, tokoh, dan latar cerita narasi. 4. Kejelasan makna dalam kalimat Kosakata baru yang digunakan membuat kalimat mudah dipahami oleh pembaca. 5. Keterpaduan kosakata dalam paragraf Penggunaan kosakata baru terintegrasi secara runtut dan padu dalam paragraf cerita. Bentuk Pengukuran Variabel Terikat Variabel ini dapat diukur melalui : a. Tes menulis cerita narasi (posttest) b. Rubrik penilaian menulis yang memuat aspek penggunaan kosakata baru c. Perbandingan hasil pretest dan posttest F. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi. Siswa diberikan tugas menulis cerita narasi dengan
57 penerapan kosakata baru yang dipelajari melalui model PjBL berbantuan Wordwall. Tes ini bisa berbentuk pre-test dan post-test untuk mengetahui perkembangan kemampuan menulis setelah intervensi pembelajaran. G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Validitas Instrumen Validitas mengacu pada tingkat keakuratan instrumen dalam mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam penelitian ini, instrumen tes menulis narasi dinilai valid apabila dapat mengukur kemampuan siswa menggunakan kosakata baru secara tepat. 1) Uji validitas menggunakan korelasi Product Moment Pearson: Setiap butir soal pada instrumen tes dikorelasikan dengan total skor tes. 2) Jika nilai r hitung dari tiap item lebih besar dari r tabel pada taraf signifikansi 5% (misal r tabel = 0,361 untuk n = 30), maka butir tes tersebut dinyatakan valid. 3) Validitas isi juga didukung oleh penilaian ahli bahasa pendidikan untuk memastikan keterkaitan item soal dengan tujuan pengukuran kompetensi menulis narasi. Hasil uji validitas pada penelitian sejenis menunjukkan nilai korelasi untuk setiap butir soal berada pada rentang 0,68 hingga 0,77 yang termasuk valid dan signifikan
58 Reliabilitas Instrumen Reliabilitas menunjukkan konsistensi dan kestabilan instrumen jika digunakan berulang kali. 1) Uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha: Sebuah instrumen dianggap reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,60. Nilai antara 0,60 sampai 0,80 menunjukkan reliabilitas yang tinggi dan instrumen dapat diandalkan. 2) Misalnya, hasil uji reliabilitas instrumen tes menulis narasi mendapatkan nilai alpha sebesar 0,77 yang menandakan instrumen tersebut reliabel (kategori tinggi). H. Teknik Penganalisisan Data Karena penelitian ini bertujuan melihat pengaruh model pembelajaran PjBL berbantuan Wordwall terhadap kemampuan menulis, teknik analisis data yang digunakan bersifat kuantitatif, yaitu: 1. Deskriptif statistik: Untuk menggambarkan data awal dan hasil tes kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi, seperti nilai rata-rata, median, modus, dan standar deviasi pada pre-test dan post-test. 2. Uji normalitas: Untuk mengetahui distribusi data apakah normal atau tidak, menggunakan uji
59 Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro-Wilk. 3. Uji homogenitas: Untuk memastikan variansi antar kelompok (eksperimen dan kontrol) homogen, menggunakan Levene’s Test. 4. Uji hipotesis (uji t atau uji beda rata-rata): Jika data memenuhi asumsi normal dan homogen, uji t dua sampel independen atau uji t-paired (jika pre-test post-test dalam kelompok sama) digunakan untuk mengetahui perbedaan signifikan keterampilan menulis antara kelompok eksperimen yang menggunakan PjBL berbantuan Wordwall dan kelompok kontrol. Jika asumsi tidak terpenuhi, uji non-parametrik seperti Mann-Whitney dapat digunakan.
60
61 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada 12 Januari 2025 di SDN Buncitan. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas V sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas kontrol terdiri dari 28 peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran Bahasa Indonesia tanpa menggunakan Wordwall. Sementara itu, kelas eksperimen terdiri dari 28 peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media Wordwall. Sebelum perlakuan diberikan, kedua kelas terlebih dahulu diberikan tes awal (pre-test) untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Selanjutnya, proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan perlakuan masing-masing kelas. Setelah proses pembelajaran selesai, peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan tes akhir (post-test) untuk mengetahui pengaruh kemampuan menulis kosakata baru siswa setelah pembelajaran berlangsung. B. Data Tes Hasil Pembelajaran Siswa Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa hasil kemampuan menulis kosakata baru pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi kosakata baru dalam cerita narasi. Tes tersebut diberikan kepada siswa kelas V SDN Buncitan sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan menulis kosakata baru siswa sebelum dan sesudah penerapan media Wordwall. Pemberian tes
62 ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran serta melihat pengaruh penggunaan media Wordwall terhadap kemampuan menulis kosakata baru siswa. Adapun pengaruh kemampuan menulis kosakata baru siswa diperoleh dari dua kelompok, yaitu kelas V sebagai kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan media Wordwall dan kelas V sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan media tersebut. Pengaruh kemampuan menulis kosakata baru inilah yang selanjutnya dianalisis untuk mengetahui perbedaan kemampuan menulis kosakata baru antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Diagram 4 1 Rekapitulasi Hasil Kelas Eksperimen Berdasarkan diagram, terlihat bahwa sebagian besar nilai post-test lebih tinggi dibandingkan nilai pre-test pada hampir seluruh siswa. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengaruh kemampuan menulis kosakata baru
63 setelah diterapkannya perlakuan pada kelas eksperimen. Selain itu, peningkatan ini juga selaras dengan data statistik, di mana rata-rata nilai kelas mengalami kenaikan dari 53,43 pada pre-test menjadi 81,79 pada post-test. Dengan demikian, diagram batang ini memperkuat simpulan bahwa pembelajaran pada kelas eksperimen efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa sesuai dengan tujuan penelitian. Diagram 4 2 Rekapitulasi Hasil Kelas Kontrol Berdasarkan diagram, terlihat bahwa sebagian siswa mengalami peningkatan nilai pada post-test, namun peningkatan tersebut tidak merata dan relatif lebih kecil dibandingkan kelas
64 eksperimen. Beberapa siswa menunjukkan nilai yang tetap atau bahkan menurun. Hal ini tercermin pada rata-rata kelas, di mana nilai pre-test sebesar 52,25 meningkat menjadi 63,18 pada post- test. Dengan demikian, diagram batang ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat pengaruh kemampuan menulis kosakata baru pada kelas kontrol, peningkatannya belum optimal karena tidak menggunakan perlakuan pembelajaran khusus seperti pada kelas eksperimen. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum perlakuan relatif sebanding, sehingga kedua kelas layak digunakan sebagai subjek penelitian untuk mengkaji pengaruh media Wordwall terhadap kemampuan menulis siswa. Hal ini mengindikasikan bahwa perlakuan atau metode pembelajaran yang diterapkan pada kelas eksperimen lebih efektif dalam pengaruh kemampuan menulis kosakata baru siswa dibandingkan metode pembelajaran yang digunakan pada kelas kontrol. a) Analisis Statis Deskriptif Berdasarkan tabel Descriptive Statistics tersebut, dapat diketahui bahwa jumlah sampel pada setiap kelompok, Tabel 4 1 Deskripsi Statistik
65 baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol, masing-masing berjumlah 28 siswa. Pada tahap pretest, nilai rata-rata (mean) kelas eksperimen sebesar 53,43 dengan standar deviasi 21,035, sedangkan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata 52,25 dengan standar deviasi 17,698. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok relatif sebanding, meskipun variasi nilai pada kelas eksperimen sedikit lebih besar dibandingkan kelas kontrol. Rentang nilai (range) pretest kelas eksperimen juga lebih tinggi, yaitu 72, dibandingkan kelas kontrol yang memiliki range 63, yang menandakan penyebaran data pada kelas eksperimen lebih luas. c) Pre Test dan Post Test Kelas Eksperimen Berdasarkan hasil pretest kelas eksperimen pada tabel Descriptive Statistics, diperoleh nilai rata-rata sebesar 53,43 dengan nilai minimum 15 dan maksimum 87, serta rentang nilai sebesar 72. Standar deviasi yang cukup tinggi, yaitu 21,035, menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa di kelas eksperimen masih beragam. Hal ini menandakan bahwa sebelum diberikan perlakuan, tingkat penguasaan materi siswa belum merata dan masih terdapat perbedaan yang cukup mencolok antar individu. Setelah diberikan perlakuan, hasil posttest kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang signifikan. Nilai rata-rata meningkat menjadi 81,79 dengan nilai
66 minimum 59 dan maksimum 100, serta rentang nilai yang menyempit menjadi 41. Standar deviasi juga menurun menjadi 10,816, yang mengindikasikan bahwa kemampuan siswa setelah pembelajaran menjadi lebih merata. d) Pre Test dan Post Test Kelas Kontrol Berdasarkan hasil pretest kelas kontrol pada tabel Descriptive Statistics, diperoleh nilai rata-rata sebesar 52,25 dengan nilai minimum 15 dan maksimum 78, serta rentang nilai sebesar 63. Standar deviasi sebesar 17,698 menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa di kelas kontrol masih cukup beragam. Hal ini menandakan bahwa sebelum diberikan pembelajaran, tingkat penguasaan materi siswa belum merata dan masih terdapat perbedaan kemampuan antar siswa. Pada hasil posttest kelas kontrol, terlihat adanya peningkatan nilai rata-rata menjadi 63,18 dengan nilai minimum 38 dan maksimum 81, serta rentang nilai sebesar 43. Standar deviasi menurun menjadi 10,883, yang menunjukkan bahwa kemampuan siswa setelah pembelajaran menjadi lebih merata dibandingkan saat pretest. a. Uji Normalitas Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Shapiro–Wilk dan Kolmogorov–Smirnov melalui bantuan
67 program SPSS 23. Pengambilan keputusan pada uji normalitas didasarkan pada nilai signifikansi (Sig.) dengan kriteria sebagai berikut: 1. Jika nilai Sig. > 0,05, maka data berdistribusi normal. 2. Jika nilai Sig. < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal. Karena jumlah sampel pada masing-masing kelompok kurang dari 50 siswa (n = 28), maka uji Shapiro–Wilk digunakan sebagai acuan utama dalam menentukan normalitas data. 1) Uji Normalitas Pre Test Berdasarkan tabel Tests of Normality, hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data pretest kelas eksperimen berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi uji Kolmogorov–Smirnov sebesar 0,064 (> 0,05) dan uji Shapiro–Wilk sebesar 0,102 (> 0,05). Pada kelas kontrol, nilai signifikansi uji Kolmogorov–Smirnov sebesar 0,033 (< 0,05), sedangkan nilai signifikansi Tabel 4 2 Uji Normalitas Pre Test
68 uji Shapiro–Wilk sebesar 0,052 (> 0,05). Mengingat jumlah sampel kurang dari 50, uji Shapiro–Wilk lebih tepat digunakan sebagai acuan. Oleh karena itu, berdasarkan hasil uji Shapiro– Wilk, data pretest kelas kontrol dinyatakan berdistribusi normal. Dengan demikian, data pretest pada kedua kelas memenuhi asumsi normalitas dan layak dianalisis menggunakan uji statistik parametrik. Diagram 4 3 Uji Normalitas Kelas Eksperimen Diagram 4 4 Uji Normalitas Kelas Kontrol
69 2) Uji Normalitas Post Test Berdasarkan tabel Tests of Normality pada gambar tersebut, hasil uji normalitas data posttest kelas eksperimen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,200 pada uji Kolmogorov–Smirnov dan 0,123 pada uji Shapiro–Wilk. Kedua nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data posttest kelas eksperimen berdistribusi normal. Pada kelas kontrol, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,016 pada uji Kolmogorov– Smirnov dan 0,063 pada uji Shapiro–Wilk. Meskipun uji Kolmogorov–Smirnov menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05, hasil uji Shapiro–Wilk yang lebih tepat digunakan untuk jumlah sampel kurang dari 50 menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, data posttest kelas kontrol dapat dinyatakan berdistribusi normal. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa data Tabel 4 3 Uji Normalitas Post Test
70 posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol memenuhi asumsi normalitas sehingga layak dianalisis menggunakan uji statistik parametrik. b. Uji Homogenitas Uji homogenitas merupakan salah satu uji prasyarat yang harus dipenuhi sebelum dilakukan analisis statistik parametrik, yaitu uji Independent Samples t-Test. Dalam Diagram 4 5 Uji Normalitas Kelas Eksperimen Diagram 4 6 Uji Normalitas Kelas Kontrol
71 penelitian ini, uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji Levene (Levene’s Test) melalui bantuan program SPSS. Pengambilan keputusan pada uji homogenitas didasarkan pada nilai signifikansi (Sig.) dengan kriteria sebagai berikut : 1. Jika nilai Sig. > 0,05, maka data bersifat homogen. 2. Jika nilai Sig. < 0,05, maka data tidak homogen. Berdasarkan tabel Tests of Homogeneity of Variances pada gambar tersebut, hasil uji homogenitas menggunakan Levene’s Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,744 pada pengujian Based on Mean. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa varians data antar kelompok adalah homogen atau sama. Selain itu, hasil pengujian homogenitas berdasarkan median, median dengan derajat kebebasan yang disesuaikan, serta trimmed mean juga menunjukkan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,755 dan 0,779, yang seluruhnya lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa data memenuhi Tabel 4 4 Uji Homogenitas
72 asumsi homogenitas varians. Oleh karena itu, data layak untuk dianalisis menggunakan uji statistik parametrik, seperti uji t independen. c. Uji Hipotesis Uji hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model PjBL Berbantuan Wordwall Terhadap Kemampuan Menggunakan Kosakata Baru Dalam Menulis Cerita Narasi Siswa Kelas 5 SD. Uji yang digunakan adalah uji t dua sampel independen (Independent Samples t-Test) karena penelitian membandingkan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini berpacu pada ketentuan apabila nilai sig. (2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. langkah-langkah menguji hipotesis: 1. Merumuskan hipotesis Ha dan H0 dalam penelitian. a. Rumusan masalah Apakah model PjBL berbantuan wordwall dapat berpengaruh terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru yang tepat dalam menulis cerita narasi sugestif siswa kelas V SD? 2. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. H₀: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Project Based Learning
73 (PjBL) berbantuan Wordwall terhadap keterampilan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi siswa kelas V sekolah dasar. b. H₁: Terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Wordwall terhadap keterampilan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi siswa kelas V sekolah dasar. Berdasarkan tabel Independent Samples Test pada gambar tersebut, hasil uji Levene menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,744, yang lebih besar dari 0,05. Hal ini menandakan bahwa varians kedua kelompok adalah homogen, sehingga pengambilan keputusan pada uji t menggunakan baris Equal variances assumed. Hasil uji t independen menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar < 0,001, yang berarti lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang Tabel 4 5 Uji Hipotesis
74 signifikan antara nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai t sebesar 6,417 dengan selisih rata- rata (mean difference) sebesar 18,60714 menunjukkan bahwa rata-rata pengaruh kemampuan menulis kosakata baru kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, rentang confidence interval 95% antara 12,79351 hingga 24,42077 memperkuat bahwa perbedaan tersebut bersifat nyata dan konsisten. Oleh karena itu, pembelajaran yang diterapkan pada kelas eksperimen terbukti lebih efektif dibandingkan pembelajaran pada kelas kontrol. Berdasarkan tabel Group Statistics, jumlah sampel pada kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing berjumlah 28 siswa (n = 28). Kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata sebesar 81,79 (> 63,18) dengan standar deviasi Tabel 4 6 Rata-Rata
75 10,816, sedangkan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata sebesar 63,18 dengan standar deviasi 10,883. Nilai standar deviasi pada kedua kelompok relatif sama (10,816 ≈ 10,883), yang menunjukkan bahwa sebaran data pada kedua kelompok tidak jauh berbeda. Perbedaan nilai rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang cukup besar (81,79 > 63,18) menunjukkan bahwa pengaruh kemampuan menulis kosakata baru siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Karena variasi data pada kedua kelompok relatif serupa, perbedaan pengaruh kemampuan menulis kosakata baru tersebut tidak disebabkan oleh perbedaan sebaran data, melainkan mengindikasikan adanya pengaruh perlakuan pembelajaran yang diterapkan. Dengan demikian, secara deskriptif dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pada kelas eksperimen lebih efektif dibandingkan pembelajaran pada kelas kontrol. I. Pembahasan Media pembelajaran Wordwall merupakan media digital interaktif yang dirancang untuk membantu siswa memahami dan menguasai kosakata baru melalui aktivitas berbasis permainan. Karakteristik Wordwall yang interaktif, mudah digunakan, serta bersifat menyenangkan memungkinkan siswa terlibat secara aktif dalam proses
76 pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat Permana dan Kasriman (2022) yang menyatakan bahwa Wordwall mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa karena sifatnya yang interaktif dan mudah digunakan. Selain itu, temuan ini juga sejalan dengan teori media pembelajaran yang dikemukakan oleh Gagné dan Briggs, yang menegaskan bahwa penggunaan media pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan perhatian, motivasi, dan efektivitas belajar siswa. Pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media Wordwall pada kelas eksperimen memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung dalam menyelesaikan proyek menulis cerita narasi. Melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian proyek, siswa dilatih untuk mengenal, memahami, serta menggunakan kosakata baru secara kontekstual. Temuan ini sejalan dengan teori Project Based Learning menurut Markham (2019) yang menyatakan bahwa PjBL menekankan keterlibatan aktif siswa, pemecahan masalah, dan penciptaan produk nyata sebagai hasil belajar. Hal yang sama juga sejalan dengan pendapat Sudjimat (2022) yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berbahasa siswa melalui kegiatan yang bermakna. Sebelum perlakuan pembelajaran diberikan, siswa
77 pada kelas eksperimen dan kelas kontrol terlebih dahulu diberikan tes awal (pretest) untuk mengetahui kemampuan awal dalam menggunakan kosakata baru. Hasil pretest menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelas relatif seimbang. Kondisi ini sejalan dengan pendapat Sugiyono (2021) yang menyatakan bahwa kesetaraan kemampuan awal subjek penelitian merupakan syarat utama dalam penelitian eksperimen agar perbedaan hasil akhir benar- benar disebabkan oleh perlakuan yang diberikan. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,744 pada kolom Based on Mean. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (Sig. > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa varians data antara kelas eksperimen dan kelas kontrol bersifat homogen. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan varians yang signifikan antara kedua kelompok penelitian. Temuan tersebut sejalan dengan pendapat Riduwan (2020) yang menyatakan bahwa uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui kesamaan varians antar kelompok data sebagai salah satu syarat penggunaan uji statistik parametrik. Apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka data dinyatakan memiliki varians yang homogen. Selain itu, nilai signifikansi pada pengujian lain seperti
78 Based on Median (0,755), Based on Median and with adjusted df (0,755), serta Based on Trimmed Mean (0,779) juga menunjukkan nilai Sig. > 0,05. Hal ini semakin memperkuat bahwa sebaran data pada kedua kelompok berada dalam kondisi yang relatif sama dan tidak menunjukkan adanya perbedaan keragaman data yang signifikan. Dengan demikian, hasil uji homogenitas ini menegaskan bahwa data penelitian telah memenuhi salah satu uji prasyarat analisis, sehingga analisis statistik lanjutan menggunakan uji parametrik, seperti uji-t, dapat dilakukan secara valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan terpenuhinya uji prasyarat analisis tersebut, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji Independent Samples t-Test. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Temuan ini sejalan dengan pendapat Sugiyono (2021) yang menyatakan bahwa apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara dua kelompok yang dibandingkan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning berbantuan media Wordwall memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi siswa kelas V SD. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini sejalan dengan teori pembelajaran bermakna menurut Ausubel, yang menyatakan bahwa
79 pembelajaran yang mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman nyata siswa akan menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dan bertahan lama. Selain itu, penurunan standar deviasi pada kelas eksperimen menunjukkan hasil belajar yang lebih merata, yang sejalan dengan pendapat Slavin bahwa pembelajaran kooperatif dan aktif mampu mengurangi kesenjangan kemampuan antar siswa. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu oleh Hasrita, Nurlina, dan Ma’ruf (2025) serta Siregar (2025) yang menyatakan bahwa penerapan model Project Based Learning berbantuan Wordwall berpengaruh signifikan terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Selain itu, temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Putu Wityani, Muktadir, dan Gumono (2025) yang membuktikan bahwa Wordwall berbasis PjBL efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat kajian teori pada Bab II yang menyatakan bahwa penguasaan kosakata memiliki hubungan yang erat dengan kemampuan menulis narasi. Siswa yang memiliki penguasaan kosakata yang baik cenderung mampu menulis cerita narasi secara lebih runtut, jelas, dan komunikatif. Oleh karena itu, pengaruh model Project Based Learning berbantuan media Wordwall dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia yang memiliki pengaruh untuk meningkatkan kemampuan menggunakan kosakata baru dalam menulis cerita narasi siswa kelas V.
80
81 BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Wordwall terhadap Kemampuan Menggunakan Kosakata Baru dalam Menulis Cerita Narasi Siswa Kelas V SD, dapat ditarik simpulan bahwa adanya pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Wordwall terhadap kemampuan menggunakan kosakata baru yang tepat dalam menulis cerita narasi siswa kelas V sekolah dasar. Pengaruh tersebut terlihat dari perbedaan pengaruh kemampuan menulis kosakata baru antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PjBL berbantuan Wordwall memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan siswa tanpa berbantuan Wordwall. Hasil uji prasyarat analisis menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen, sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai signifikansi (Sig.) < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima, serta nilai t_hitung > t_tabel. Hasil ini menegaskan bahwa perbedaan rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol bersifat signifikan secara statistik.
82 B. Saran Berdasarkan simpulan hasil penelitian, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut: 1. Bagi Guru, disarankan untuk menerapkan model PjBL berbantuan Wordwall sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif dan menarik, serta merancang kegiatan proyek yang sesuai dengan karakteristik siswa agar dapat berpengaruh terhadap penguasaan kosakata dan kemampuan menulis narasi. 2. Bagi Siswa, diharapkan dapat berperan aktif dalam pembelajaran berbasis proyek dan memanfaatkan media Wordwall secara optimal sehingga kemampuan menggunakan kosakata baru. 3. Bagi Sekolah, disarankan untuk mendukung penerapan pembelajaran inovatif dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, khususnya fasilitas teknologi pembelajaran, guna meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. 4. Bagi Peneliti Selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan cakupan materi yang lebih luas, jenjang kelas yang berbeda, atau mengombinasikan model PjBL berbantuan Wordwall dengan variabel lain agar diperoleh hasil penelitian yang lebih mendalam.
83 DAFTAR PUSTAKA Adnyana, I. N. G. W., & Dewi, K. S. (2022). The Effect of Wordwall Based Media on Students’ Procedure Text Achievement in Ninth Grade Students. Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha, 10(1), 7–13. https://doi.org/10.23887/jpbi.v10i1.45143 Ali, M. (2020). Pembelajaran Bahasa Indonesia Dan Sastra (Basastra) Di Sekolah Dasar. PERNIK : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 35–44. https://doi.org/10.31851/pernik.v3i2.4839 Amalia, D., & Napitupulu, S. (2022). Pengembangan Media Puzzle Gambar Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas IV SD 101899 Lubuk Pakam. EduGlobal: Jurnal Penelitian Pendidikan, 1(2), 120–130. https://www.jurnal- lp2m.umnaw.ac.id/index.php/EduGlobal/article/view/1185/77 9 Azizi, D. G. R., Kurniawati, R. P., & Setyowati, W. (2023). Penerapan Model Pembelajaran PJBL Berbantuan Media Pohon Literasi untuk Meningkatkan Kosa Kata Baru Siswa Kelas 5 SD. Journal of Education Research, 4(3), 1046–1058. https://doi.org/10.37985/jer.v4i3.222 Berger-Estilita, J., & Greif, R. (2020). Using Gagné’s “Instructional Design” to teach clinically applicable knowledge in small groups. Trends in Anaesthesia and Critical Care, 35, 11–15. https://doi.org/10.1016/j.tacc.2020.08.002
84 Constrained, S., Hashing, D., Transactions, I., & Processing, I. (2019). BIROn - Birkbeck Institutional Research Online BIROn - Birkbeck Institutional Research Online. Tip, 23, 71–84. Haryani, E., Ahmad, S., & Aradea, R. (2021). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Daya Serap Siswa pada Pelajaran Akuntansi. Journal of Education Research, 2(2), 82–88. https://doi.org/10.37985/jer.v2i2.51 Isrokatun, I., Yulianti, U., & Yeyen, N. (2020). Analisis Profesionalisme Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Basicedu, 6(1), 524–532. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i1.1961 Julianto, I. R., & Umami, A. S. (2023). Peranan Guru dalam Pengimplementasian Profil Pelajar Pancasila dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia. Prosiding Samasta: Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra Indonesia, 208–2016. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/SAMASTA/article/view/208 -216 Kurniawati, F. N. A. (2022). Meninjau Permasalahan Rendahnya Kualitas Pendidikan Di Indonesia Dan Solusi. Academy of Education Journal, 13(1), 1–13. https://doi.org/10.47200/aoej.v13i1.765 M.sayuti, P., Dalam, T., Mutu, M., Mi, P. Di, Kecamatan, L., Rilau, T., Barru, K., & Sayuti, M. (2021). Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MI Lalabata Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Jurnal Edukasi Saintifik, 1(2), 139–148.
85 https://jurnal.stkipmb.ac.id/index.php/jes/article/view/122 Magdalena, I., Hifziyah, M., Aeni, V. N., Rahayu, R. P., & Hilmaniyah, N. A. (2020). Analisis Perbedaan Antara Kurikulum Ktsp Dengan Kurikulum 2013 Di Sd Negeri Sampora Ii. Jurnal Pendidikan Dan Sains, 2(1), 94–103. https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/bintang Masyhudi, F., Frasandy, R. N., & Kustati, M. (2020). Integrasi nilai- nilai islam dalam pembelajaran bahasa indonesia di Sekolah Dasar Islam Tepadu Azkia Padang. Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 10(1), 81–93. https://doi.org/10.25273/pe.v10i1.6243 Nugraha, B. I. (2022). Pengembangan Media Komik Pengamalan Pancasila “KOMPAS” 214 Pengembangan Media Komik Pengamalan Pancasila “KOMPAS” Untuk Siswa Sekolah Dasar. JPGSD, 10(1), 214–223. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian- pgsd/article/download/45347/38431/79265 Nurfadhillah, S., Fadhilatul Barokah, S., Nur’alfiah, S., Umayyah, N., Yanti, A. A., & Tangerang, U. M. (2021). Pengembangan Media Audio Visual Pada Pembelajaran Matematika Di Kelas 1 Mi Al Hikmah 1 Sepatan. PENSA : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3(1), 149–165. https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/pensa Oviliani, T. M., & Susanto, R. (2023). The effect of Wordwall Educational Game-Based Learning Media on Interest in Learning Natural Sciences. Education and Social Sciences
86 Review, 4(1), 27–33. Permana, S. P., & Kasriman, K. (2022). Pengaruh Media Pembelajaran Wordwall terhadap Motivasi Belajar IPS Kelas IV. Jurnal Basicedu, 6(5), 7831–7839. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3616 Seluma, S. D. N., Wityani, P., & Muktadir, A. (2025). Pengembangan Media Pembelajaran Wordwall Berbasis Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 113 Seluma. 4(1), 165–173. Sihombing, T. M., & Lubis, F. (2018). Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita Menggunakan Media Photostory bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Medan Tahun Pembelajaran 2018/2019. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia I Unimed-2018, 1(2005), 183–188. http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/38816 Sinaga, M., & Silaban, S. (2020). Implementasi Pembelajaran Kontekstual untuk Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Siswa. Gagasan Pendidikan Indonesia, 1(1), 33. https://doi.org/10.30870/gpi.v1i1.8051 Suprayogi, S., Pranoto, B. E., Budiman, A., Maulana, B., & Swastika, G. B. (2021). Pengembangan Keterampilan Menulis Siswa SMAN 1 Semaka Melalui Web Sekolah. Madaniya, 2(3), 283– 294. https://doi.org/10.53696/27214834.92 Umi Kulsum. (2021). Peran Psikologi Pendidikan Bagi Pembelajaran. Mubtadiin, 7, 100–121. Widyatna, E., Mariati, P., Sari Dewi, B., & Sukrisno. (2023).
87 Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantu Medıa Wordwall untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Kalimat Sederhana pada Kelas I. National Conference for Ummah, 1(1), 353–359. Winarni, R., & Astuti, E. R. P. (2024). Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan, 4(1), 69–79.
88
89 LAMPIRAN Lampiran 1 Lembar Revisi Ujian Skripsi LEMBAR REVISI UJIAN SKRIPSI Nama Mahasiswa : Putri Juliasari NIM : 228000008 Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Tanggal Ujian : 20 Januari 2026 Judul Skripsi : Pengaruh Model PJBL Berbantuan Wordwall Terhadap Kemampuan Menggunakan Kosakata Baru Dalam Menulis Cerita Narasi Siswa Kelas 5 SD Nama Penguji I : Dr. Rarasaning Satianingsih, S.E., M.Pd. Naman Penguji II : Amelia Widya Hanindita, S.Pd., M.Pd. No Materi Revisi 1 Manfaat Teoritis 2 Judul Diperhatikan 3 4 Pembatasan Masalah Diberi Alasan Saran Teoritis Tidak Perlu Revisi maksimal 2 minggu dari tanggal pelaksanaan ujian Dosen Penguji I Dosen Penguji II Dr. Rarasaning Satianingsih, S.E., M.Pd. Amelia Widya Hanindita, S.Pd., M.Pd.
90 Lampiran 2 Berita Acara Bimbingan Skripsi BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI Nama Mahasiswa : Putri Juliasari NIM : 228000008 Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Judul Skripsi : Pengaruh Model PJBL Berbantuan Wordwall Terhadap Kemampuan Menggunakan Kosakata Baru Dalam Menulis Cerita Narasi Siswa Kelas 5 SD No Tanggal Materi Bimbingan Paraf Pembimbing I Paraf Pembimbing II 1 09-06-2025 Bimbingan Judul Skripsi 2 13-06-2025 Revisi BAB I 3 18-07-2025 Revisi BAB I dan II 4 12-08-2025 Revisi BAB III 5 22-08-2025 Seminar Proposal 6 07-01-2026 Revisi BAB I - III 7 08-01-2026 Bimbingan RPP Pembelajara
91 n dan Media Ajar 8 09-01-2026 Revisi RPP Pembelajara n dan Instrumen Penilaian 9 10-01-2026 Revisi RPP dan Validasi 10 21-01-2026 Revisi BAB I - IV 11 27-01-2026 Sidang Seminar Hasil Selesai bimbingan skripsi, pada tanggal 29 Desember 2025 Pembimbing I Pembimbing II Dr. Danang Prastyo, M.Pd Amelia Widya Hanindita, S.Pd., M.Pd. NIDN. 0706128402 NIDN. 0715089203 Mengetahui, Ketua Program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Dr. Imas Srinana Wardani, S.Pd., M.Pd. NIDN. 0709037707
92 Lampiran 3 Surat Izin Penelitian
93 Lampiran 4 Surat Keterangan Penelitian
94 Lampiran 5 Lembar Validasi Perencanaan Pembelajaran Validator
95
96 Lampiran 6 Lembar Validasi Intrumen Penilaian Validator
97
98 Lampiran 7 Perencanaan Pembelajaran Mendalam Kelas Eksperimen PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM SEKOLAH : SDN Buncitan 404 Sedati NAMA GURU : Putri Juliasari MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia ( Teks Narasi ) KELAS/FASE : 5 / C ALOKASI WAKTU : 2 x 35 Menit (1 Pertemuan) IDENTIFIKASI Peserta Didik Peserta didik kelas V SD berada pada tahap perkembangan operasional konkret. Peserta didik memiliki kemampuan membaca dan menulis dasar yang cukup baik, namun masih memerlukan bimbingan dalam mengembangkan kosakata baru dan menggunakan kosakata secara tepat dalam kalimat. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang bersifat aktif, kontekstual, dan menyenangkan melalui model Project Based Learning berbantuan media interaktif Wordwall. Materi PelajaranCerita Narasi
99 Dimensi Profil Lulusan (DPL) 1. Penalaran Kritis 2. Kreativitas 3. Kemandirian DPL 1 Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa DPL 2 Kewargaan DPL 3 ☑ Penalaran Kritis DPL 4 ☑ Kreativitas DPL 5 Kolaborasi DPL 6 ☑ Kemandirian DPL 7 Kesehatan
100 DPL 8 Komunikasi DESAIN PEMBELAJARAN Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu memahami dan menggunakan berbagai jenis teks narasi dengan memperhatikan struktur, kebahasaan dan penggunaan kosakata baru secara tepat untuk menyampaikan ide, perasaan, dan pengalaman secara tertulis. Lintas Disiplin Ilmu Bahasa Indonesia terhubung dengan Seni ( Kegiatan menulis cerita narasi melalui proyek mendorong kreativitas peserta didik dalam mengembangkan ide cerita, tokoh, alur, serta ekspresi bahasa secara imajinatif). Tujuan Pembelajaran 1. Mengidentifikasi kosakata baru yang berkaitan dengan teks cerita narasi.
101 2. Mengidentifikasi struktur teks cerita narasi (orientasi, rangkaian peristiwa, dan penutup). 3. Menulis cerita narasi sederhana dengan menggunakan kosakata baru. Topik Pembelajaran Menulis Cerita Narasi dengan Menggunakan Kosakata Baru Praktik Pedagogis Model Pembelajaran: Project Based Learning Strategi: Deep Learning Metode: Ceramah Interaktif Kemitraan Pembelajaran - Guru - Murid Lingkungan Pembelajaran Ruang Kelas Pemanfaatan Digital Canva, Wordwall PENGALAMAN BELAJAR Awal 1) Guru mengucapkan salam dan bertegur sapa dengan peserta didik 2) Guru melakukan absensi kehadiran, persiapan lingkungan belajar, dan
102 pengkondisian pembelajaran 3) Guru melakukan Ice Breaking sebelum memulai pembelajaran 4) Guru memberikan pertanyaan pemantik a. “Apakah kalian tahu apa itu kosakata dalam cerita narasi?” b. “Mengapa pemilihan kosakata yang tepat penting dalam menulis cerita narasi?” 5) Guru menyampaikan penjelasan mengenai apa yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran 6) Guru memberikan soal pre test sebelum memulai pembelajaran Inti Memahami 1) Guru menjelaskan konsep kosakata baru dalam sebuah cerita narasi 2) Guru memberikan sebuah contoh kosakata baru dalam sebuah cerita narasi 3) Siswa mengidentifikasi letak kosakata baru dalam cerita narasi 4) Siswa mengidentifikasi struktur teks narasi dalam cerita narasi tersebut 5) Siswa diminta menganalisis makna dari beberapa kosakata baru dalam cerita
103 narasi tersebut Mengaplikasi 1) Guru mengajak siswa bermain menggunakan media interaktif Wordwall 2) Siswa bermain Open The Box Wordwall yang menampilkan beberapa materi tentang kosakata dan struktur dalam teks narasi. 3) Siswa diberikan pertanyaan di media Wordwall (bertujuan agar siswa dapat bermain sambil belajar) 4) Setelah bermain, guru memberikan lembar kegiatan peserta didik (LKPD) 5) Guru mendampingi dan memberi bantuan apabila siswa mengalami kesulitan 6) Setelah itu guru dan siswa membahas hasilnya bersama-sama Merefleksi 1) Guru memberikan dan mengajak siswa untuk mengerjakan soal post test 2) Guru memberikan penguatan positif dan umpan balik Penutup 1) Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran
104 2) Kelas ditutup dengan doa dan salam ASESMEN PEMBELAJARAN Asesmen Pada Awal Pembelajaran Tanya jawab untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang menulis kosakata baru dalam cerita narasi, Pretest Asesmen Pada Proses Pembelajaran Observasi sikap keterlibatan dalam bermain media interaktif Wordwall Asesmen Pada Akhir Pembelajaran Posttest, refleksi, menilai pemahaman konsep dan sikap reflektif BAHAN AJAR
105 MEDIA PEMBELAJARAN
106
107 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) KELOMPOK A. Identitas LKPD Satuan Pendidikan : SDN BUNCITAN 404 SEDATI Kelas/Semester : V / Genap Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Materi : Menulis Cerita Narasi Model Pembelajaran : Project Based Learning (PjBL) Alokasi Waktu : 2 × 35 menit B. Tujuan Kegiatan 1) Mengenal dan memahami kosakata baru melalui teks narasi. 2) Mengidentifikasi struktur teks narasi dengan tepat. C. Petunjuk Pengerjaan 1) Kerjakan LKPD ini secara berkelompok (3–5 orang) ! 2) Bacalah setiap instruksi dengan teliti ! 3) Identifikasi kosakata baru dan struktur teks narasi yang diperoleh dari cerita tersebut ! 4) Diskusikan dengan anggota kelompok sebelum menuliskan jawaban ! 5) Tulis jawaban dengan rapi dan jelas ! D. Penilaian 1) Ketepatan penggunaan kosakata baru dalam teks narasi. 2) Kesesuaian analisis struktur cerita dalam teks narasi.
108 SOAL LKPD KRLOMPOK
109 E. Rubrik Penilaian (LKPD) Rubrik Penilaian Kosakata Baru Rubrik Penilaian Struktur Teks Narasi Skor Kriteria 4 Menuliskan 5 kosakata baru dengan tepat dan semua maknanya benar 3 Menuliskan 4 kosakata baru, sebagian besar makna benar 2 Menuliskan 2–3 kosakata baru, makna kurang tepat 1 Menuliskan kurang dari 2 kosakata dan makna tidak tepat Aspek yang Dinilai Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang) Orientasi Jawaban tepat, jelas, sesuai isi teks Tepat namun kurang rinci Kurang tepat Tidak tepat Peristiwa Jawaban tepat dan runtut Tepat tapi kurang lengkap Kurang tepat Tidak tepat Penutup Jawaban tepat dan sesuai pesan cerita Tepat namun kurang jelas Kurang tepat Tidak tepat
110 Rubrik Penilaian Sikap dan Kerja Kelompok Kategori Penilaian (Opsional) Skor dan Konversi Nilai Kosakata baru: Maksimal 4 Struktur teks: Maksimal 12 Sikap & kerja kelompok: Maksimal 12 Total Skor Maksimal: 28 Rumus Nilai Nilai Akhir = Skor Perolehan 28 × 100 Aspek yang Dinilai Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang) Kerja sama Sangat aktif dan membantu teman Aktif bekerja sama Kurang aktif Tidak bekerja sama Tanggung jawab Menyelesaikan tugas tepat waktu dan mandiri Menyelesaikan tugas dengan sedikit bantuan Tugas belum selesai Tidak menyelesaikan tugas Sikap Sangat sopan dan antusias Sopan dan cukup antusias Kurang antusias Tidak menunjukkan sikap positif
111 G. Penyelarasan Indikator Kisi-Kisi Soal dengan Rubrik No Kompetensi Dasar / Tujuan Indikator Pencapaian Bentuk Soal Nomor 1 Memahami kosakata dalam teks narasi Siswa dapat menemukan kosakata baru dari teks Isian 1 2 Memahami makna kosakata Siswa dapat menjelaskan arti kosakata baru dengan tepat Isian 2 3 Menganalisis struktur teks narasi Siswa dapat mengidentifikasi bagian orientasi Uraian 3a 4 Menganalisis struktur teks narasi Siswa dapat mengidentifikasi bagian peristiwa Uraian 3b NILAI KATEGORI 86-100 Sangat Baik 71-85 Baik 56-70 Cukup ≤55 Kurang
112 5 Menganalisis struktur teks narasi Siswa dapat mengidentifikasi bagian penutup Uraian 3c 6 Bekerja sama dalam kelompok Siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok Observasi sikap -
113 Lampiran 8 Perencanaan Pembelajaran Mendalam Kelas Kontrol PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM SEKOLAH : SDN Buncitan 404 Sedati NAMA GURU : Putri Juliasari MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia ( Teks Narasi ) KELAS/FASE : 5 / C ALOKASI WAKTU : 2 x 35 Menit (1 Pertemuan) IDENTIFIKASI Peserta Didik Peserta didik kelas V SD berada pada tahap perkembangan operasional konkret. Peserta didik memiliki kemampuan membaca dan menulis dasar yang cukup baik, namun masih memerlukan bimbingan dalam mengembangkan kosakata baru dan menggunakan kosakata secara tepat dalam kalimat. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang bersifat aktif, kontekstual, dan menyenangkan melalui
114 model Project Based Learning berbantuan media ppt. Materi Pelajaran Cerita Narasi Dimensi Profil Lulusan (DPL) 1. Penalaran Kritis 2. Kreativitas 3. Kemandirian DPL 1 Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa DPL 2 Kewargaan DPL 3 ☑ Penalaran Kritis DPL 4 ☑ Kreativitas DPL 5 Kolaborasi DPL 6 ☑
115 Kemandirian DPL 7 Kesehatan DPL 8 Komunikasi DESAIN PEMBELAJARAN Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu memahami dan menggunakan berbagai jenis teks narasi dengan memperhatikan struktur, kebhasaan dan penggunaan kosakata baru secara tepat untuk menyampaikan ide, perasaan, dan pengalaman secara tertulis. Lintas Disiplin Ilmu Bahasa Indonesia terhubung dengan Seni ( Kegiatan menulis cerita narasi melalui proyek mendorong kreativitas
116 peserta didik dalam mengembangkan ide cerita, tokoh, alur, serta ekspresi bahasa secara imajinatif). Tujuan Pembelajaran 1. Mengidentifikasi kosakata baru yang berkaitan dengan teks cerita narasi. 2. Mengidentifikasi struktur teks cerita narasi (orientasi, rangkaian peristiwa, dan penutup). 3. Menulis cerita narasi sederhana dengan menggunakan kosakata baru. Topik Pembelajaran Menulis Cerita Narasi dengan Menggunakan Kosakata Baru Praktik Pedagogis Model Pembelajaran: Project Based Learning
117 Strategi: Deep Learning Metode: Ceramah Interaktif Kemitraan Pembelajaran - Guru - Murid Lingkungan Pembelajaran Ruang Kelas Pemanfaatan Digital Canva PENGALAMAN BELAJAR Awal 1) Guru mengucapkan salam dan bertegur sapa dengan peserta didik 2) Guru melakukan absensi kehadiran, persiapan lingkungan belajar, dan pengkondisian pembelajaran 3) Guru melakukan Ice Breaking sebelum memulai pembelajaran 4) Guru memberikan pertanyaan pemantik a. “Apakah kalian tahu apa itu kosakata dalam cerita narasi?” b. “Mengapa pemilihan kosakata yang tepat penting dalam menulis cerita
118 narasi?” 5) Guru menyampaikan penjelasan mengenai apa yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran 6) Guru memberikan soal pre test sebelum memulai pembelajaran Inti Memahami 1) Guru menjelaskan konsep kosakata baru dalam sebuah cerita narasi 2) Guru memberikan sebuah contoh kosakata baru dalam sebuah cerita narasi 3) Siswa mengidentifikasi letak kosakata baru dalam cerita narasi 4) Siswa mengidentifikasi struktur teks narasi dalam cerita narasi tersebut 5) Siswa diminta menganalisis makna dari beberapa kosakata baru dalam cerita narasi tersebut Mengaplikasi 1) Guru mengajak siswa memahami tugas menggunakan media Canva 2) Guru memberikan lembar kegiatan peserta didik (LKPD)
119 3) Guru mendampingi dan memberi bantuan apabila siswa mengalami kesulitan 4) Setelah itu guru dan siswa membahas hasilnya bersama-sama Merefleksi 1) Guru memberikan dan mengajak siswa untuk mengerjakan soal post test 2) Guru memberikan penguatan positif dan umpan balik Penutup 1) Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran 2) Kelas ditutup dengan doa dan salam ASESMEN PEMBELAJARAN Asesmen Pada Awal Pembelajaran Tanya jawab untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang menulis kosakata baru dalam cerita narasi, Pretest
120 Asesmen Pada Proses Pembelajaran Observasi sikap keterlibatan dalam bermain media interaktif Asesmen Pada Akhir Pembelajaran Posttest, refleksi, menilai pemahaman konsep dan sikap reflektif BAHAN AJAR
121
122 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) KELOMPOK A. Identitas LKPD Satuan Pendidikan : SDN BUNCITAN 404 SEDATI Kelas/Semester : V / Genap Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Materi : Menulis Cerita Narasi Model Pembelajaran : Project Based Learning (PjBL) Alokasi Waktu : 2 × 35 menit B. Tujuan Kegiatan 3) Mengenal dan memahami kosakata baru melalui teks narasi. 4) Mengidentifikasi struktur teks narasi dengan tepat. C. Petunjuk Pengerjaan 6) Kerjakan LKPD ini secara berkelompok (3–5 orang) ! 7) Bacalah setiap instruksi dengan teliti ! 8) Identifikasi kosakata baru dan struktur teks narasi yang diperoleh dari cerita tersebut ! 9) Diskusikan dengan anggota kelompok sebelum menuliskan jawaban ! 10) Tulis jawaban dengan rapi dan jelas ! D. Penilaian 3) Ketepatan penggunaan kosakata baru dalam teks narasi. 4) Kesesuaian analisis struktur cerita dalam teks narasi
123 SOAL LKPD KRLOMPOK
124 E. Rubrik Penilaian (LKPD) Rubrik Penilaian Kosakata Baru Rubrik Penilaian Struktur Teks Narasi Skor Kriteria 4 Menuliskan 5 kosakata baru dengan tepat dan semua maknanya benar 3 Menuliskan 4 kosakata baru, sebagian besar makna benar 2 Menuliskan 2–3 kosakata baru, makna kurang tepat 1 Menuliskan kurang dari 2 kosakata dan makna tidak tepat Aspek yang Dinilai Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang) Orientasi Jawaban tepat, jelas, sesuai isi teks Tepat namun kurang rinci Kurang tepat Tidak tepat Peristiwa Jawaban tepat dan runtut Tepat tapi kurang lengkap Kurang tepat Tidak tepat Penutup Jawaban tepat dan sesuai pesan cerita Tepat namun kurang jelas Kurang tepat Tidak tepat
125 Rubrik Penilaian Sikap dan Kerja Kelompok Kategori Penilaian (Opsional) Skor dan Konversi Nilai Kosakata baru: Maksimal 4 Struktur teks: Maksimal 12 Sikap & kerja kelompok: Maksimal 12 Total Skor Maksimal: 28 Rumus Nilai Nilai Akhir = Skor Perolehan 28 × 100 Aspek yang Dinilai Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang) Kerja sama Sangat aktif dan membantu teman Aktif bekerja sama Kurang aktif Tidak bekerja sama Tanggung jawab Menyelesaikan tugas tepat waktu dan mandiri Menyelesaikan tugas dengan sedikit bantuan Tugas belum selesai Tidak menyelesaikan tugas Sikap Sangat sopan dan antusias Sopan dan cukup antusias Kurang antusias Tidak menunjukkan sikap positif
126 E. Penyelarasan Indikator Kisi-Kisi Soal dengan Rubrik No Kompetensi Dasar / Tujuan Indikator Pencapaian Bentuk Soal Nomor 1 Memahami kosakata dalam teks narasi Siswa dapat menemukan kosakata baru dari teks Isian 1 2 Memahami makna kosakata Siswa dapat menjelaskan arti kosakata baru dengan tepat Isian 2 3 Menganalisis struktur teks narasi Siswa dapat mengidentifikasi bagian orientasi Uraian 3a 4 Menganalisis struktur teks narasi Siswa dapat mengidentifikasi bagian peristiwa Uraian 3b NILAI KATEGORI 86-100 Sangat Baik 71-85 Baik 56-70 Cukup ≤55 Kurang
127 5 Menganalisis struktur teks narasi Siswa dapat mengidentifikasi bagian penutup Uraian 3c 6 Bekerja sama dalam kelompok Siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok Observasi sikap -
128 Lampiran 9 Kisi-Kisi Penilaian Pemahaman Siswa KISI-KISI DAN RUBRIK PENILAIAN SOAL PRETEST Satuan Pendidikan : SDN BUNCITAN 404 SEDATI Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : V / Genap Materi : Menulis Cerita Narasi Bentuk Tes : Essay Jumlah Soal : 1 Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menuangkan gagasan, perasaan, dan pengalaman ke dalam bentuk teks narasi sederhana dengan struktur yang jelas serta menggunakan kosakata yang bervariasi dan tepat. A. KISI KISI SOAL PRE TEST No Kompetensi yang Dinilai Indikator Pencapaian Bentuk Soal Nomor Soal 1 Mengidentifikasi unsur teks narasi Siswa dapat menuliskan tokoh, latar, alur, tema, amanat, sudut pandang, dan konflik Isian Aktivitas 1 2 Menentukan judul cerita Siswa menuliskan judul yang sesuai dengan isi cerita Isian Aktivitas 2
129 3 Menentukan struktur orientasi Siswa menuliskan bagian awal cerita dengan jelas Isian Aktivitas 2 4 Menentukan struktur peristiwa Siswa menuliskan bagian tengah cerita sesuai konflik Isian Aktivitas 2 5 Menentukan struktur penutup Siswa menuliskan bagian akhir cerita dengan baik Isian Aktivitas 2 6 Menggunakan kosakata baru Siswa menggunakan minimal 5 kosakata baru Isian Aktivitas 2 7 Menunjukkan sikap kreatif Cerita menarik dan tidak menyalin contoh Isian Aktivitas 2 8 Penulisan tanda baca dan ejaan dalam teks narasi Siswa menulis teks narasi dengan penggunaan tanda baca dan ejaan yang tepat. Isian Aktivitas 2
130 SOAL PRE TEST
131 B. RUBRIK PENILAIAN SOAL PRE TEST No Aspek yang Dinilai Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang) 1 Unsur teks narasi (tokoh, latar, alur, tema, amanat, sudut pandang, konflik) Semua unsur lengkap dan tepat Unsur lengkap tetapi kurang rinci Hanya sebagian unsur yang tepat Unsur tidak lengkap dan banyak keliru 2 Judul cerita Judul sangat sesuai dan menarik Judul sesuai dengan isi cerita Judul kurang sesuai Judul tidak sesuai 3 Struktur orientasi Bagian awal jelas, runtut, dan menarik Bagian awal cukup jelas Bagian awal kurang jelas Tidak ada orientasi 4 Struktur peristiwa/konflik Peristiwa disusun runtut dan konflik jelas Peristiwa runtut, konflik kurang kuat Peristiwa kurang runtut Tidak ada konflik 5 Struktur penutup Penutup jelas dan memberi kesan Penutup cukup jelas Penutup kurang jelas Tidak ada penutup
132 6 Penggunaan kosakata baru Menggunakan ≥5 kosakata baru dengan tepat Menggunakan 4 kosakata baru Menggunakan 2–3 kosakata baru Menggunakan ≤1 kosakata baru 7 Kreativitas cerita Cerita sangat menarik dan orisinal Cerita cukup menarik Cerita kurang menarik Menyalin contoh / tidak kreatif 8 Tanda baca & ejaan Hampir tidak ada kesalahan Ada sedikit kesalahan Banyak kesalahan Sangat banyak kesalahan Skor Maksimal : Skor maksimal: 8 aspek × skor 4 Nilai akhir = (Skor diperoleh ÷ 32) × 100 Konversi Nilai Nilai Akhir = Skor yang diperoleh 32 × 100 NILAI KATEGORI 86-100 Sangat Baik 71-85 Baik 56-70 Cukup ≤55 Perlu Bimbingan
133 C. Indikator Soal No Aspek yang Dinilai Skor Alasan 1 Unsur teks narasi 4 Semua unsur (tokoh, latar, alur, tema, amanat, sudut pandang, konflik) lengkap dan tepat. 2 Judul cerita 4 Judul “Kompak Bersama Sepupu” sangat sesuai dengan isi cerita. 3 Struktur orientasi 4 Bagian awal jelas, runtut, dan menarik. 4 Struktur peristiwa/konflik 3 Peristiwa sudah runtut, konflik ada tetapi masih bisa diperdalam. 5 Struktur penutup 4 Penutup jelas dan memberi kesan positif. 6 Penggunaan kosakata baru 3 Kosakata baru ada, tetapi belum terlihat sampai 5 kata yang menonjol. 7 Kreativitas cerita 4 Cerita orisinal, menarik, dan tidak menyalin contoh. 8 Tanda baca & ejaan 3 Masih ada sedikit kesalahan (misalnya penulisan sepupu-nya, favorit-nya seharusnya sepupunya, favoritnya).
134 Rekap Skor • Skor maksimal: 32 • Skor diperoleh: 29 Nilai Akhir 𝟐𝟗 𝟑𝟐 × 𝟏𝟎𝟎 = 𝟗𝟎, 𝟔 ≈ 𝟗𝟏 KUNCI JAWABAN AKTIVITAS 1 A. Menentukan Unsur Teks Narasi • Tokoh : Sinta dan sepupunya, Rara • Latar : o Tempat: rumah nenek o Waktu: liburan sekolah • Alur : Maju • Tema : Persahabatan dan keluarga • Amanat : Kita harus saling membantu dan menghargai agar hubungan persahabatan dan keluarga semakin erat. • Sudut Pandang : Orang ketiga • Konflik/Masalah : Sinta dan Rara sempat berbeda pendapat saat menyiapkan lomba menghias kelas, tetapi akhirnya berdamai dan bekerja sama. AKTIVITAS 2
135 Penyusunan Struktur Proyek Menulis Cerita Narasi 1. Judul “Kompak Bersama Sepupu” 2. Awal (Orientasi) Sinta sangat senang menghabiskan waktu liburan bersama sepupu- nya, Rara. Mereka memiliki hobi yang sama, yaitu menggambar dan mengoleksi stiker lucu. Setiap sore, mereka duduk bersama di teras rumah nenek sambil bercerita. 3. Tengah (Peristiwa) Suatu hari, mereka mengikuti lomba menghias kelas di sekolah. Sinta membawa kertas warna polkadot, sedangkan Rara membawa boneka favorit-nya sebagai contoh hiasan. Awalnya mereka berbeda pendapat tentang tema dekorasi. 4. Akhir (Penutup) Setelah berdiskusi, mereka sepakat untuk menggabungkan ide masing-masing. Hasilnya, kelas terlihat sangat indah dan penuh warna. Sejak saat itu, Sinta dan Rara semakin kompak dan menyadari bahwa bekerja sama itu sangat menyenangkan.
136 KISI-KISI DAN RUBRIK PENILAIAN SOAL POSTTEST Satuan Pendidikan : SDN BUNCITAN 404 SEDATI Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : V / Genap Materi : Menulis Cerita Narasi Bentuk Tes : Essay Jumlah Soal : 1 Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menuangkan gagasan, perasaan, dan pengalaman ke dalam bentuk teks narasi sederhana dengan struktur yang jelas serta menggunakan kosakata yang bervariasi dan tepat. A. KISI KISI SOAL POST TEST No Kompetensi yang Dinilai Indikator Pencapaian Bentuk Soal Nomor Soal 1 Mengidentifikasi unsur teks narasi Siswa dapat menuliskan tokoh, latar, alur, tema, amanat, sudut pandang, dan konflik Isian Aktivitas 1
137 2 Menentukan judul cerita Siswa menuliskan judul yang sesuai dengan isi cerita Isian Aktivitas 2 3 Menentukan struktur orientasi Siswa menuliskan bagian awal cerita dengan jelas Isian Aktivitas 2 4 Menentukan struktur peristiwa Siswa menuliskan bagian tengah cerita sesuai konflik Isian Aktivitas 2 5 Menentukan struktur penutup Siswa menuliskan bagian akhir cerita dengan baik Isian Aktivitas 2 6 Menggunakan kosakata baru Siswa menggunakan minimal 5 kosakata baru Isian Aktivitas 2 7 Menunjukkan sikap kreatif Cerita menarik dan tidak menyalin contoh Isian Aktivitas 2 8 Penulisan tanda baca dan ejaan dalam teks narasi Siswa menulis teks narasi dengan penggunaan tanda baca dan ejaan yang tepat. Isian Aktivitas 2
138 SOAL POST TEST
139 B. RUBRIK PENILAIAN SOAL POST TEST No Aspek yang Dinilai Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang) 1 Unsur teks narasi (tokoh, latar, alur, tema, amanat, sudut pandang, konflik) Semua unsur lengkap dan tepat Unsur lengkap tetapi kurang rinci Hanya sebagian unsur yang tepat Unsur tidak lengkap dan banyak keliru 2 Judul cerita Judul sangat sesuai dan menarik Judul sesuai dengan isi cerita Judul kurang sesuai Judul tidak sesuai 3 Struktur orientasi Bagian awal jelas, runtut, dan menarik Bagian awal cukup jelas Bagian awal kurang jelas Tidak ada orientasi 4 Struktur peristiwa/konflik Peristiwa disusun runtut dan konflik jelas Peristiwa runtut, konflik kurang kuat Peristiwa kurang runtut Tidak ada konflik 5 Struktur penutup Penutup jelas dan memberi kesan Penutup cukup jelas Penutup kurang jelas Tidak ada penutup
140 6 Penggunaan kosakata baru Menggunakan ≥5 kosakata baru dengan tepat Menggunakan 4 kosakata baru Menggunakan 2–3 kosakata baru Menggunakan ≤1 kosakata baru 7 Kreativitas cerita Cerita sangat menarik dan orisinal Cerita cukup menarik Cerita kurang menarik Menyalin contoh / tidak kreatif 8 Tanda baca & ejaan Hampir tidak ada kesalahan Ada sedikit kesalahan Banyak kesalahan Sangat banyak kesalahan Skor Maksimal : Skor maksimal: 8 aspek × skor 4 Nilai akhir = (Skor diperoleh ÷ 32) × 100 Konversi Nilai Nilai Akhir = Skor yang diperoleh 32 × 100 NILAI KATEGORI 86-100 Sangat Baik 71-85 Baik 56-70 Cukup ≤55 Perlu Bimbingan
141 C. Indikator Soal No Aspek yang Dinilai Skor Alasan 1 Unsur teks narasi 4 Semua unsur (tokoh, latar, alur, tema, amanat, sudut pandang, konflik) lengkap dan tepat. 2 Judul cerita 4 Judul “Kompak Bersama Sepupu” sangat sesuai dengan isi cerita. 3 Struktur orientasi 4 Bagian awal jelas, runtut, dan menarik. 4 Struktur peristiwa/konflik 3 Peristiwa sudah runtut, konflik ada tetapi masih bisa diperdalam. 5 Struktur penutup 4 Penutup jelas dan memberi kesan positif. 6 Penggunaan kosakata baru 3 Kosakata baru ada, tetapi belum terlihat sampai 5 kata yang menonjol. 7 Kreativitas cerita 4 Cerita orisinal, menarik, dan tidak menyalin contoh. 8 Tanda baca & ejaan 3 Masih ada sedikit kesalahan (misalnya penulisan sepupu-nya, favorit-nya seharusnya sepupunya, favoritnya). Rekap Skor • Skor maksimal: 32 • Skor diperoleh: 29 Nilai Akhir 𝟐𝟗 𝟑𝟐 × 𝟏𝟎𝟎 = 𝟗𝟎, 𝟔 ≈ 𝟗
142 KUNCI JAWABAN AKTIVITAS 1 A. Menentukan Unsur Teks Narasi • Tokoh : Sinta dan sepupunya, Rara • Latar : o Tempat: rumah nenek o Waktu: liburan sekolah • Alur : Maju • Tema : Persahabatan dan keluarga • Amanat : Kita harus saling membantu dan menghargai agar hubungan persahabatan dan keluarga semakin erat. • Sudut Pandang : Orang ketiga • Konflik/Masalah : Sinta dan Rara sempat berbeda pendapat saat menyiapkan lomba menghias kelas, tetapi akhirnya berdamai dan bekerja sama. AKTIVITAS 2 Penyusunan Struktur Proyek Menulis Cerita Narasi 1. Judul “Kompak Bersama Sepupu” 2. Awal (Orientasi) Sinta sangat senang menghabiskan waktu liburan bersama sepupu- nya, Rara. Mereka memiliki hobi yang sama, yaitu menggambar dan
143 mengoleksi stiker lucu. Setiap sore, mereka duduk bersama di teras rumah nenek sambil bercerita. 3. Tengah (Peristiwa) Suatu hari, mereka mengikuti lomba menghias kelas di sekolah. Sinta membawa kertas warna polkadot, sedangkan Rara membawa boneka favorit-nya sebagai contoh hiasan. Awalnya mereka berbeda pendapat tentang tema dekorasi. 4. Akhir (Penutup) Setelah berdiskusi, mereka sepakat untuk menggabungkan ide masing-masing. Hasilnya, kelas terlihat sangat indah dan penuh warna. Sejak saat itu, Sinta dan Rara semakin kompak dan menyadari bahwa bekerja sama itu sangat menyenangkan.
144 Lampiran 10 Nilai Hasil Test Kelas Eksperimen dan Nilai Hasil Pre Test dan Post Test Kelas Eksperimen No Nama Pre Test Post Test 1 AP 81 91 2 ADS 59 81 3 ADS 28 84 4 ARJ 66 66 5 AHK 66 72 6 AKZN 72 100 7 AFY 87 93 8 ARW 34 72 9 BSB 28 91 10 BANP 75 78 11 CACT 87 81 12 CKLA 15 84 13 DA 37 72 14 DA 50 84 15 FKY 72 81 16 FNAP 38 91 17 FERN 66 84 18 FLD 53 66 19 GCT 38 59 20 IA 72 94 21 JPAT 28 78
145 22 JAA 62 78 23 MADS 81 94 24 MIS 43 59 25 NLWA 59 91 26 NAR 28 84 27 QAZPP 28 91 28 SD 43 91 Jumlah 1496 2290 Rata-Rata 53,42857 81,785714
146 Lampiran 11 Nilai Hasil Test Kelas Kontrol dan Nilai Hasil Pre Test dan Post Test Kelas Kontrol No Nama Pre Test Post Test 1 AAAZ 59 72 2 AZS 43 62 3 AAA 59 66 4 APS 37 59 5 ANIG 66 59 6 ASAEJ 15 72 7 AFY 37 62 8 AKS 34 50 9 AKK 59 50 10 ANAAS 15 38 11 BMA 28 62 12 BSPAS 72 72 13 CR 66 59 14 DAA 34 38 15 ERA 66 72 16 FAB 59 66 17 MRAP 31 62 18 MVDA 72 62 19 MCF 78 72 20 MFG 66 81 21 MKDH 56 72
147 22 NSA 53 66 23 NAQ 43 50 24 NIA 53 62 25 RFW 59 78 26 RAA 78 62 27 SAR 66 81 28 SMA 59 62 Jumlah 1463 1769 Rata-Rata 52,25 63,1785714
148 Lampiran 12 Hasil Penilaian Nilai Test Terendah Kelas Eksperimen
149 Lampiran 13 Hasil Penilaian Nilai Test Tertinggi Kelas Eksperimen
150 Lampiran 14 Hasil Penilaian Nilai Test Terendah Kelas Kontrol
151 Lampiran 15 Hasil Penilaian Nilai Test Tertinggi Kelas Kontrol
152 Lampiran 16 Analisis Deskriptif
153 Lampiran 17 Uji Prasyarat Analisis (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas) 1. Uji Normalitas Pre Test
154 2. Uji Normalitas Post Test
155 3. Uji Homogenitas
156 Lampiran 18 Uji Hipotesis Independent Sample t-test
157 Lampiran 19 Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran 1. Kelas Eksperimen
158 2. Kelas Kontrol