Materi 09 Ari Ashari Bahan Ajar dan LKM

E-Modul Biologi Perairan iii Deskripsi Singkat, Manfaat dan Relevansi E-Modul ini merupakan model bahan belajar (learning material) yang dapat digunakan mahasiswa pada mata kuliah Ekologi Perairan untuk belajar lebih mandiri dan aktif. Materi dalam E-Modul ini dikembangkan berdasarkan hasil kajian peneliti tentang Potensi Danau Lebo Taliwang yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat serta dari sumber pendukung lainnya. E-Modul ini memuat materi tentang ekosistem dan potensi Danau Lebo Taliwang, keanekaragaman hayati Danau Lebo Taliwang dan permasalahan lingkungan, upaya pelestarian dan manfaat potensi hayati Danau Lebo Taliwang. Materi pada E-Modul ini berisi uraian materi, Lembar Kegiatan Mahasiswa serta diakhiri dengan evaluasi dan uji diri untuk mengetahui ketuntasan belajar. Manfaat E-Modul ini adalah untuk membantu dosen dalam mengajar dan memudahkan mahasiswa dalam belajar secara mandiri. Setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan E-Modul ini diharapkan mahasiswa dapat memahami tentang potensi Danau Lebo Taliwang, ekosistem perairan Danau, zonasi, tentang prinsip keanekaragaman hayati mulai dari tingkat genetik/individu, jenis, dan bisa menjaga dan melestarikan potensi keanekaragaman hayati yang ada di Danau Lebo Taliwang. Jenis (spesies) makhluk hidup yang dapat kita jumpai di lingkungan kita sangat beraneka ragam. Berbagai spesies hewan, misalnya kucing, anjing, kambing, kepiting, cacing dan lain-lain. Dari spesies tumbuhan, misalnya pohon jambu, mangga, jeruk, rerumputan, hidup di sekitar kita. Setiap spesies makhluk hidup memiliki ciri tersendiri sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup. Keanekaragaman makhluk hidup disebut sebagai keanekaragaman hayati atau biodiversitas. Indonesia termasuk negara yang memiliki biodiversitas besar di dunia. Danau Lebo Taliwang sebagai Danau satu-satunya di NTB juga mempunyai potensi alam yang beragam mulai potensi biotik (hayati) atau potensi Abiotik. Bahkan keanekaragaman hayati mulai dari tingkat gen, jenis dan ekosistem juga mendukung

E-Modul Biologi Perairan iv Urutan Bahasan dan Kaitan Materi Konsep Ekosistem ↓ Ekosistem Danau ↓ Karakteristik Danau Lebo ↓ Zonasi Danau ↓ Komponen Biotik ↓ Komponen Abiotik ↓ Interaksi Biotik-Abiotik ↓ Keanekaragaman Hayati ↓ Permasalahan Lingkungan ↓ Konservasi Rumusan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah Rumusan Capaian Pembelajaran Mata kuliah yang digunakan dalam E-Modul ini adalah CPMK-3 yaitu mahasiswa mampu mengidentifikasi karakteristik ekosistem perairan tawar lentik. Dalam hal ini adalah karakteristik ekosistem perairan Danau yang terkait dengan potensi lokal yang ada di daerah yaitu potensi Danau Lebo Taliwang.

E-Modul Biologi Perairan v Petunjuk Penggunaan E-Modul Bagi Mahasiswa 1. Pelajari capaian pembelajaran yang harus dicapai sebelum memulai setiap bab sehingga Anda mengetahui kompetensi yang diharapkan. 2. Bacalah materi secara berurutan, dimulai dari Bab I hingga Bab III. Jangan melewati bagian tertentu sebelum memahami materi sebelumnya karena setiap bab saling berkaitan. 3. Amati setiap gambar, tabel, ilustrasi, dan informasi pendukung yang disajikan dalam modul. Gunakan informasi tersebut untuk memperkuat pemahaman terhadap konsep- konsep biologi perairan. 4. Catat istilah-istilah penting yang belum dipahami, kemudian pelajari kembali melalui glosarium atau sumber belajar lainnya. 5. Kerjakan seluruh Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM) sesuai petunjuk yang diberikan. LKM dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan keterampilan proses sains. 6. Diskusikan permasalahan yang terdapat dalam modul bersama teman sekelompok maupun dosen untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. 7. Laksanakan kegiatan pengamatan lapangan sesuai prosedur apabila dosen menginstruksikannya. Gunakan data hasil observasi sebagai bahan analisis dan diskusi. 8. Kerjakan Uji Mandiri pada setiap akhir bab tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu. Gunakan hasilnya untuk mengukur tingkat penguasaan materi. 9. Pelajari kembali materi apabila tingkat penguasaan belum mencapai minimal 80%, kemudian ulangi mengerjakan latihan hingga memperoleh hasil yang memuaskan. 10. Hubungkan konsep yang dipelajari dengan kondisi lingkungan sekitar, khususnya ekosistem perairan lokal, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual. 11. Jaga sikap ilmiah selama proses pembelajaran, seperti jujur dalam mengumpulkan data, teliti dalam melakukan pengamatan, terbuka terhadap pendapat orang lain, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan. Bagi Dosen 1. Menjelaskan tujuan pembelajaran dan capaian yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran. 2. Memberikan arahan mengenai cara menggunakan e-modul sebelum pembelajaran dimulai. 3. Memfasilitasi diskusi, praktikum, maupun kegiatan lapangan yang berkaitan dengan materi dalam modul. 4. Memberikan umpan balik terhadap hasil Lembar Kegiatan Mahasiswa, tugas proyek, maupun hasil observasi lapangan. 5. Melakukan penilaian terhadap aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan capaian pembelajaran mata kuliah. 6. Mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif, dan kreatif melalui kegiatan pembelajaran berbasis potensi lokal.

E-Modul Biologi Perairan vi Daftar Isi Deskrispi Singkat, Manfaat dan Relevansi ..................................................................... ii Rumusan Capaian Pembalajaran Mata Kuliah............................................................ iii Urutan bahasan dan Kaitan Materi ............................................................................... iii Petunjuk Penggunaan E-Modul ..................................................................................... iv Daftar Isi .............................................................................................................................v Daftar Tabel ................................................................................................................... viii Daftar Gambar ................................................................................................................. ix Bab I Ekosistem dan Potensi Danau Lebo Taliwang ......................................................1 A. Danau Lebo Taliwang ..................................................................................................1 B. Ekosistem Danau Lebo Taliwang ................................................................................1 C. Zonasi Danau Lebo Taliwang ......................................................................................1 D. Potensi Danau Lebo Taliwang .....................................................................................2 1. Potensi Biotik ...........................................................................................................2 a. Flora .....................................................................................................................3 b. Fauna ....................................................................................................................4 c. Plankton................................................................................................................5 2. Potensi Abiotik .........................................................................................................5 a. pH .........................................................................................................................5 b. Kecerahan ............................................................................................................5 c. Suhu......................................................................................................................5 d. Kadar BOD dan DO .............................................................................................5 e. Kadar Nitrat dan Fosfat ........................................................................................6 Rangkuman ..........................................................................................................................8 Uji Mandiri 1........................................................................................................................9 Umpan Balik ......................................................................................................................10 Bab II Keanekaragaman Hayati di Danau Lebo Taliwang .........................................11 Keanekaragaman Hayati ....................................................................................................11 A. Keanekaragaman Hayati Tingkat Genetik/Individu .....................................................12 B. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis .........................................................................13 C. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem ................................................................14 Rangkuman ........................................................................................................................15 Uji Mandiri 2......................................................................................................................16 Umpan Balik ......................................................................................................................17 Bab III Permasalahan, Upaya Pelestarian, dan Manfaat Potensi Hayati Danau Lebo Taliwang............................................................................................................................18 Permasalahan, Pelestarian dan Manfaat Potensi Danau Lebo Taliwang ...........................18 A. Permasalahan Lingkungan ............................................................................................18 1. Eutropikasi.................................................................................................................18 2. Pendangkalan.............................................................................................................19

E-Modul Biologi Perairan vii 3. Kerusakan Sempadan ................................................................................................19 4. Pencemaran Perairan Danau dari Limbah Pemukiman .............................................20 5. Kepunahan Fauna di Danau Lebo Taliwang .............................................................20 B. Upaya Pelestarian ..........................................................................................................21 C. Manfaat Keanekaragaman Hayati .................................................................................22 1. Sumber Daya Penghasil Kebutuhan Pangan dan Papan............................................23 2. Sumber Pendapatan ...................................................................................................23 3. Sumber Keilmuan ......................................................................................................24 4. Sumber Bahan Obat-Obatan......................................................................................24 Rangkuman ........................................................................................................................25 Rencana Pengamatan Lapangan ........................................................................................26 Uji mandiri 3 ......................................................................................................................29 Umpan Balik ......................................................................................................................30 Uji Kompetensi .................................................................................................................31 Kunci Jawaban .................................................................................................................35 Umpan Balik .....................................................................................................................37 Glosarium .........................................................................................................................38 Gallery...............................................................................................................................39 Daftar Pustaka .................................................................................................................43

E-Modul Biologi Perairan viii Daftar Tabel Hal Tabel 1.1. Hasil temuan Plankton ........................................................................................9 Tabel 1.2. Kondisi faktor fisika Danau Lebo Taliwang ......................................................6 Tabel 1.3. Kondisi faktor kimia Danau Lebo Taliwang ......................................................7 Tabel 3.1. Jenis-jenis burung yang sudah punah di Danau Lebo Taliwang ......................20 Tabel 3.2. Jenis-jenis burung langka di Danau Lebo Taliwang .........................................21 Tabel 3.3. Jumlah produksi ikan tahun 2016 di Danau Lebo Taliwang ............................24

E-Modul Biologi Perairan ix Daftar Gambar Hal Gambar 1.1. Peta lokasi dan panorama Danau Lebo Taliwang ...........................................1 Gambar 1.2. Danau Lebo Taliwang ketika musim kering ...................................................2 Gambar 1.3. Bidara Laut (Zizipus sp) ..................................................................................2 Gambar 1.4. Teratai yang banyak tumbuh di Danau Lebo Taliwang ..................................3 Gambar 1.5. Ular Piton ........................................................................................................3 Gambar 1.6. Raja Udang Erasia (Alcedo atthis) ..................................................................3 Gambar 1.7. Elang Bondol (Heliatur indus) ........................................................................3 Gambar 1.8. Scenedesmus sp ...............................................................................................4 Gambar 1.9. Pacus sp ..........................................................................................................5 Gambar 1.10. pH meter........................................................................................................5 Gambar 1.11. Dissolved Oxygen Meter ...............................................................................5 Gambar 2.1. Toyong (Teratai) ...........................................................................................11 Gambar 2.2. Berbagai varietas burung kuntul ...................................................................12 Gambar 2.3. Keanekaragaman jenis ikan di Danau Lebo Taliwang..................................13 Gambar 2.4. Danau Lebo Taliwang contoh keanekaragaman ekosistem ..........................14 Gambar 3.1. Eutrofikasi di Danau Lebo Taliwang ............................................................18 Gambar 3.2. Perubahan pemanfaatan lahan di Danau Lebo Taliwang ..............................19 Gambar 3.3. Pertambangan rakyat yang mengancam ekosistem danau ............................19 Gambar 3.4. Pencemaran air di inlet danau .......................................................................20 Gambar 3.5. Trulik Topeng ...............................................................................................20 Gambar 3.6. Perkici Pelangi ..............................................................................................20 Gambar 3.7. Kowak Malam Abu .......................................................................................20 Gambar 3.8. Perkutut Jawa ................................................................................................21 Gambar 3.9. Ikan hasil tangkapan nelayan ........................................................................23 Gambar 3.10. Nelayan di Danau Lebo Taliwang sedang memasang perangkap ikan .......24

Bab I Ekosistem dan Potensi Danau Lebo Taliwang Ekosistem & Potensi Danau Lebo Taliwang0 TENTANG EKOSISTEM DANAU LEBO TALIWANG Istilah ekosistem pertama kali diperkenalkan oleh Arthur George Tansley (1935). Ekosistem adalah suatu sistem yang terbentuk dari interaksi antara komponen biotik dan komponen abiotik yang saling memengaruhi melalui aliran energi dan daur materi sehingga membentuk suatu kesatuan fungsional. Ekosistem perairan merupakan ekosistem yang medium utamanya adalah air. Secara umum dibedakan menjadi dua kelompok besar salah satunya adalah perairan tawar. Salah satu contoh perairan tawar adalah danau. Danau merupakan badan air yang mengisi cekungan di permukaan bumi dan dikelilingi daratan. Di Sumbawa Barat juga memiliki Danau yang menjadi potensi local yaitu Danau Lebo Taliwang. A. Danau Lebo Taliwang Danau Lebo Taliwang yang memiliki sebutan lain yaitu Danau Rawa Taliwang merupakan Danau yang terdapat di Kecamatan Taliwang dan Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lokasinya tidaak jauh dari Kota Taliwang, ibukota Kabupaten Sumbawa Barat. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan tahun 1999, danau ini ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam (TWA) Danau Lebo Taliwang. Secara administrasi pemerintahan kawasan, Danau Lebo Taliwang ini termasuk ke dalam 4 (empat) wilayah desa yaitu Desa Meraran, Desa Sampir, Desa Seloto, dan Desa Rempe yang terletak di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat. Secara geografis, Danau Lebo Taliwang berada pada koordinat 8o40’54“- 8o43’9“ Lintang Selatan dan 116o50’52“- 116o55’27“ Bujur Timur, yang memanjang dari utara ke selatan sepanjang ± 5 Km. Ada dua sungai utama sebagai pintu masuk (inlet) ke danau ini yakni Sungai Seteluk dan Sungai Rempe sedangkan pintu keluar (oulet)-nya adalah Sungai Taliwang (Gambar 1.1). Gambar 1.1. Peta lokasi dan Kondisi Alam Danau Lebo Taliwang a. Lokasi; b. Denah; c. Pemandangan (Sumber: BLH Kabupaten Sumbawa Barat, 2010)

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang 1 | Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang Bermuaranya Sungai Seteluk dan Sungai Rempe di Danau Lebo Taliwang berpengaruh bagi perkembangan ekosistemnya karena merupakan pintu masuk (inlet) yang membawa berbagai macam limbah domestik dari pemukiman desa-desa di wilayah Kecamatan Seteluk ke dalam perairan danau. B. Ekosistem Danau Lebo Taliwang Danau adalah salah satu bentuk ekosistem yang memiliki keanekaragaman hayati. Ekosistem danau tersebut merupakan sebuah unit ekologi yang fungsional bagi lingkungan sekitarnya karena di dalamnya berlangsung interaksi yang kompleks antara komponen biotik (manusia, hewan dan tumbuhan) dan komponen abiotik yang meliputi tanah, topografi dan iklim. Tipe ekosistem Danau Lebo Taliwang merupakan tipe ekosistem unik. Dikatakan unik karena ekosistem Danau Lebo Taliwang merupakan perpaduan antara ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Danau Lebo Taliwang merupakan lahan basah alami terluas yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Danau ini mempunyai kapasitas tampungan air sekitar 170 juta m3. Kawasan Danau Lebo Taliwang memiliki luas sekitar 1.406 ha. Dalam Rencana Tata Ruang Nasional, danau ini termasuk dalam salah satu dari 351 daftar Kawasan Lindung Nasional. Danau Lebo Taliwang berada pada ketinggian 7,5 m di atas permukaan laut dengan kedalaman perairan antara 0,70 m sampai dengan 3,5 m. Iklim kawasan Danau Lebo Taliwang termasuk dalam tipe D, dengan rata-rata curah hujan berkisar 1.826 mm – 1.934 mm per tahun. Pada umumnya hujan di kawasan Taliwang berlangsung antara bulan November hingga Mei, sedangkan selebihnya lebih merupakan musim kemarau. Suhu udara rata-rata bervariasi dari 22,33 oC sampai 26,61oC, tekanan udara 1.009 mbs – 1.012 mbs. Tekanan udara maksimum terjadi pada bulan Juli–September, sedangkan minimum pada bulan November – Januari. C. Zonasi Danau Lebo Taliwang Danau Lebo Taliwang, sebagaimana danau-danau lainnya mempunyai 4 daerah yang didasarkan pada kedalaman dan komunitas tumbuhan dan hewan yang menghuninya, yaitu: 1. Daerah Litoral, yaitu daerah dangkal dimana cahaya matahari dapat menembus dengan optimal dengan komunitas organisme yang sangat beragam termasuk jenis- jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau. Suhu airnya hangat dan ditumbuhi oleh tanaman air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air. 2. Daerah Limnetik, yaitu daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Komunitas yang menghuninya adalah golongan ganggang dan sianobakteri termasuk berbagai fitoplankton yang merupakan mangsa berbagai Zooplankton. Zooplankton selanjutnya merupakan makanan bagi ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan ikan. Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas. a c

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang 2 | Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang 3. Daerah Profundal, yaitu daerah dalam yang dihuni oleh komunitas cacing dan mikroba. Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. 4. Daerah Bentik, yaitu daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme yang mati. D. Potensi Danau Lebo Taliwang Danau Lebo Taliwang mempunyai potensi sumberdaya alam yang tinggi bagi perekonomian masyarakat sekitar, di antaranya sebagai areal penangkapan dan budidaya ikan air tawar, sumber air bagi irigasi pertanian, dan potensi ekowisata. Danau ini juga berperan sebagai pengendali banjir bagi Kota Taliwang, ibukota Kabupaten Sumbawa Barat. Pada musim kemarau air danau menyusut hingga sebagian areal kawasan danau menjadi kering (Gambar 1.2). 1. Potensi Biotik (Hayati) Potensi biotik merupakan komponen ekosistem yang berupa makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Danau Lebo Taliwang sendiri menjadi tempat berkembangnya berbagai jenis komponen biotik baik flora ataupun fauna. Berbagai jenis flora dan fauna banyak ditemukan di kawasan Danau Lebo Taliwang. Flora dan fauna di kawasan Danau Lebo Taliwang ini terbagi menjadi dua habitat, yaitu habitat perairan dan habitat daratan. a. Flora Pada ekosistem daratan di Danau Lebo Taliwang akan ditemukan beberapa jenis flora. Jenis flora seperti Kesambi (Schleicera oleosa), Lamtoro (Leucaena glauca), Asam (Tamarindus indicus), Beringin (Ficus benjamina), Waru (Hibiscus tiliaceus), Ketapang (Terminalia cattapa), Bidara laut (Zizipus sp.) seperti pada Gambar 1.3 banyak ditemukan di sekitar danau. Danau Lebo Taliwang selain menjadi habitat untuk flora ekosistem daratan juga menjadi ekosistem berbagai jenis flora air. Flora seperti seroja/lotus (Nelumbo nucifera), apu-apu/lesung (Salvinia molesta), Ganggang Hijau (Hydrila sp.), Enceng gondok (Eichornia crssipes) serta berbagai jenis rumput air, banyak ditemukan di sekitar kawasan Danau. Banyak dari flora air tersebut seperti biji Teratai (Gambar 1.4) atau bahasa lokalnya Tonyong dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai bahan konsumsi sehari-hari. Gambar 1.3 Bidara laut (Zizipus sp.) Gambar 1.2. Danau Lebo Taliwang ketika musim kering

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang 3 | Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang b. Fauna Danau Lebo Taliwang memiliki tipe ekosistem yang unik dan khas sehingga membuat kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis satwa liar dan surga bagi berbagai jenis burung air. Berbagai jenis satwa liar yang hidup dan berkembang biak pada kawasan Danau antara lain Biawak (Varanus salvator), Katak air (Rana sp.), Ular (Phyton sp.), (Gambar 1.5). Selain jenis-jenis satwa di atas, menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Sumbawa ditemukan 81 jenis burung dari 28 famili hidup dan berkembang biak di Danau Lebo Taliwang, diantaranya Blekok sawah (Ardeola speciosa), Bambangan merah (Ixobrychus cinnamomeus), Cangak abu (Ardea cinerea), Cangak merah (Ardea cinerea), Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster), Merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), dan Raja udang erasia (Alcedo atthis) (Gambar 1.6). Ada juga beberapa jenis burung dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yaitu Ibis roko-roko (Plegadis falcinellus), Kuntul sedang (Egretta intermedia), Kuntul putih (Egretta gorgetta), Elang tikus (Plegadis falcinellus), Alap- alap sapi (Falco moluccensis), Raja udang biru (Alcedo coerulescens), dan Elang bondol (Heliatur indus) (Gambar 1.7) Selain satwa jenis burung, Danau Lebo Taliwang juga merupakan habitat beberapa ikan air tawar. Ikan air tawar yang biasa ditemukan di Danau Lebo Taliwang adalah Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus), Lele lokal, Nila (Oreochromis niloticus), Betok (Anabas testudineus), Gabus (Channa striatus), Mujair (Oreochromis musambicus), Sidat (Anguilla rostrata), Belut (Monopterus albus), dan Sepat Siam (Trichopodus pectoralis). Gambar 1.6. Raja Udang Erasia (Alcedo atthis) Gambar 1.5. Ular Piton Gambar 1.4 Teratai yang banyak tumbuh di Danau Lebo Taliwang dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan obat-obatan. a. Bunga teratai; b. Buah teratai; c. Biji teratai; d. Akar Teratai (Sumber: BKSDA Wilayah Sumbawa, 2025) Gambar 1.7. Elang Bondol (Heliatur indus)

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang 4 | Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang c. Plankton Selain kaya dengan flora dan fauna tipe daratan dan perairan, Danau Lebo Taliwang juga menyimpan kekayaan jenis plankton. Apakah kalian pernah mendengar tentang plankton? Tentu pernah. Tetapi apakah kalian tahu apakah plankton itu dan bagaimana bentuknya? Kalau belum mari kita bahas bersama-sama. Plankton merupakan sekelompok organisme berukuran mikro (sebagian besar di bawah 2000 μm) yang beradaptasi dan menghabiskan sebagian atau seluruh waktu hidupnya di perairan terbuka seperti laut, sungai, kolam, atau danau. Organisme ini mengapung di air dan tidak mempunyai kemampuan bergerak yang bebas. Secara umum, plankton dibagi menjadi dua kelompok yaitu plankton yang mewakili hewan (zooplankton) dan yang mewakili tumbuhan (fitoplankton). Plankton di Danau Lebo Taliwang ada 36 jenis yang terdiri dari 29 jenis fitoplankton dan 7 jenis zooplankton. Jenis fitoplankton yang ditemukan seperti Diatoma sp., Kirchneriella sp., Lepocinclis sp., Merismopedia sp., Tabellaria sp., Synedra sp., Pandorina sp., Navicula sp., Tetraedrom sp., Nostoc sp., Spirulina sp., Ullothrix sp., Modularia sp., Anabaena sp., Coenococus sp., Climacosp.henia sp., Chlorococcum sp., Closteriums sp., Pinnularia sp., Aphanocapsa sp., Scenedesmus sp., (Gambar 1.8) dan lain sebagainya. Jumlah Fitoplankton yang lebih banyak dibandingkan zooplankton menandakan bahwa fitoplankton merupakan makanan bagi zooplankton (Segala. 2009). Fitoplankton memiliki peranan penting dalam ekosistem akuatik. Fitoplankton berperan sebagai produsen karbon primer di perairan air tawar. Oksigen yang diproduksi berasal dari kemampuan fitoplankton berfotosintesis karena adanya klorofil di dalam tubuhnya. Oksigen yang direproduksi selanjutnya dimanfaatkan oleh organisme lain untuk proses biologis seperti respirasi. Apakah kalian tahu apa itu fitoplankton dan zooplankton? Kalau belum silahkan baca baik-baik penjelasan berikut dan gambar di bawah ini…. Gambar 1. 8. Scenedesmus sp. Contoh fitoplankton di Danau Lebo Taliwang (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2025) Fitoplankton adalah tumbuhan mikroskopik yang bersel tunggal, berbentuk filamen atau berbentuk rantai. Di lingkungan perairan, plankton yang bersel tunggal jumlahnya lebih besar dibandingkan yang berbentuk filamen dan rantai. Zooplankton adalah hewan yang hidupnya mengapung di perairan dengan pergerakan yang terbatas. Organisme ini memiliki ukuran kecil mulai dari 2–2000. μm Dalam struktur trofik zooplankton berperan sebagai konsumen. Sebagai konsumen Zooplankton memakan Fitoplankton untuk memperoleh energi bagi pertumbuhannya. Tahukah Kamu…

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang 5 | Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang Zooplankton merupakan organisme yang hampir mewakili semua takson hewan akuatik. Hampir semua jenis hewan akuatik melewati fase larva yang dikelompokkan dalam zooplankton. Ada 7 jenis zooplankton yang bisa ditemukan di Danau Lebo Taliwang antara lain Naupilius Copepoda, Prorodon, sp., Pacus sp., (Gambar 1.9) dan lain sebagainya. 1. 2. Potensi Abiotik Potensi abiotik merupakan komponen ekosistem yang berupa benda-benda tak hidup seperti tanah, air, udara dan lain- lain. Danau Lebo Taliwang memiliki potensi abiotik yang sebagian besar mendukung untuk pertumbuhan plankton. Pertumbuhan plankton tidak terlepas dari pengaruh faktor lingkungan disekitarnya. Faktor-faktor fisika seperti intensitas cahaya, suhu, pH, oksigen terlarut dan faktor kimia seperti nitrat dan fosfat sangat mempengaruhi pertumbuhan plankton. a. pH Kondisi pH permukaan di Danau Lebo Taliwang yang diukur menggunakan pH meter (Gambar 1.10), masih dalam batas normal. Kadar pH di Danau Lebo Taliwang dari 7.30- 7.81 s.u (Tabel 1.2). Kondisi pH yang terlalu tinggi dan terlalu rendah akan berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan plankton. Pada perairan danau, nilai pH berkisar pH 6,7–8,6 (Yuliana et al, 2007). b. Kecerahan Kecerahan di suatu perairan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kelimpahan plankton. Kecerahan menunjukkan kemampuan cahaya menembus suatu perairan pada kedalaman tertentu. Kecerahan di Danau Lebo Taliwang masih berkisar dari 60 cm-1 m (Tabel 1.2). Ini artinya kecerahan perairannya masih dalam kondisi baik karena cahaya matahari masih bisa menembus sampai kedalaman 1 m. c. Suhu Kondisi suhu permukaan di Danau Lebo Taliwang mempunyai rentang yang berkisar dari 30 0C -34 0C (Tabel 1.2). Rentangan kondisi suhu optimum bagi pertumbuhan plankton di wilayah perairan tropis yaitu 210C-350C (Wardoyo, 1983). Suhu yang cenderung tinggi dan terlalu rendah akan mempengaruhi proses pertumbuhan plankton di suatu wilayah. d. Kadar BOD dan DO Dissolved Oxygen (DO) merupakan oksigen terlarut yang menandakan banyaknya kadar oksigen yang terdapat di dalam air dan diukur menggunakan DO meter (Gambar 1.11). Gambar 1.11. Dissolved Oxygen Meter Gambar 1. 10. pH meter Gambar 1. 9. Pacus sp. Contoh zooplankton di Danau Lebo Taliwang (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2025)

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang 6 | Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang Biologycal Oxigen Demand (BOD) didefinisikan sebagai banyaknya oksigen yang diperlukan oleh organisme pada saat pemecahan bahan organik pada kondisi aerobik. Oksigen terlarut digunakan oleh organisme akuatik termasuk plankton dalam proses respirasi. Kadar DO dan BOD di Danau Lebo Taliwang tergolong mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan plankton. Kadar DO di Danau Lebo Taliwang yaitu berkisar 5.24-6.03 mg/L (Tabel 1.2). Menurut Simanjuntak (2009) menjelaskan bahwa kadar DO yang tinggi dapat diakibatkan karena proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan air di perairan tersebut. Kadar BOD di Danau Lebo Taliwang masih dalam kondisi optimum bagi pertumbuhan plankton dan mencerminkan perairan tidak tercemar. Perairan yang telah mengalami pencemaran mempunyai kadar BOD lebih dari 10 mg/L, sedangkan kadar BOD di Danau Lebo Taliwang adalah 1.7-3.6 mg/L (Tabel 1.3). e. Kandungan Nitrat dan Fosfat Kandungan nutrien menjadi faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan plankton. Nutrien seperti Nitrat (NO3) dan Fosfat (PO4) adalah jenis-jenis nutrien yang diperlukan plankton. Fosfat berperan dalam transfer energi di dalam sel. Nitrat dapat ditemukan dalam jumlah yang berbeda di lingkungan perairan. Kadar nitrat dan fosfat di Danau Lebo Taliwang masih dalam kadar optimum bagi pertumbuhan dan perkembangan plankton (Tabel 1.3). Kandungan nitrat 0.10-0.30 mg/L dan fosfat 0,06-10,00 mg/L merupakan kondisi optimum bagi pertumbuhan plankton. Plankton merupakan salah satu organisme akuatik yang memerlukan nutrien dalam jumlah yang tercukupi bagi pertumbuhan dan perkembanganya. Nutrien yang penting diperlukan oleh plankton yaitu nitrat dan fosfat. i t o p l a n k t o n b i s a m e m p r o d u k s i k Info Biologi Tabel 1.2. Kondisi faktor fisika Danau Lebo Taliwang pada 3 Stasiun Pengamatan STASIUN FAKTOR FISIKA KoordinatSuhu (0C) Kecerahan (Cm) Ph (s.u) DO (mg/L) STASIUN 1 31.4 60 7 5.24 S 080 41’ 16. 8” E 1160 51’ 19. 6” STASIUN 2 33.5 100 7.6 5.51 S 080 43’ 06. 6” E 1160 51’ 26. 7” STASIUN 3 34.4 80 7.1 6.03 S 080 42’ 11. 7” E 1160 51’ 13. 0”

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang 7 | Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang Keterangan: Stasiun 1:Pintu masuk (inlet) ke danau yakni aliran Sungai Seteluk di Desa Meraran Stasiun 2: Pintu keluar (oulet) ke Sungai Taliwang sekitar Tanah Mira Stasiun 3: Tengah Danau Lebo Taliwang Wilayah Pakirum Tabel 1.3. Kondisi faktor kimiawi Danau Lebo Taliwang pada 3 Stasiun Pengamatan STASIUN FAKTOR KIMIA KoordinatBOD (mg/L) Nitrat (mg/L) Fosfat (mg/L) STASIUN 1 3.6 1.5 0.067 S 080 41’ 16. 8” E 1160 51’ 19. 6” STASIUN 2 1.7 0,5 0,013 S 080 43’ 06. 6” E 1160 51’ 26. 7” STASIUN 3 2.4 0,5 0.088 S 080 42’ 11. 7” E 1160 51’ 13. 0”

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang 8 | Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang ❖ Flora dan fauna di kawasan Danau Lebo Taliwang ini terbagi menjadi dua habitat, yaitu habitat perairan dan habitat daratan ❖ Jenis tumbuhan air yang tumbuh di Danau Lebo Taliwang diantaranya seroja/lotus (Nelumbo nucifera), apu-apu/lesung (Salvinia molesta), enceng gondok (Eichornia crssipes) dan berbagai jenis rumput air. ❖ Jenis ikan yang ada di Danau Taliwang adalah Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus), Lele lokal, Nila (Oreochromis niloticus), Betok (Anabas testudineus), Gabus (Channa striatus), Mujair (Oreochromis musambicus), Sidat (Anguilla rostrata), Belut (Monopterus albus), Sepat Siam (Trichopodus pectoralis), dan siput babi ❖ Pada ekosistem daratan ditemukan beberapa jenis tumbuhan antara lain Kesambi (Schleicera oleosa), Lamtoro (Leucaena glauca), Asam (Tamarindus indicus), Beringin (Ficus benjamina), Waru (Hibiscus tiliaceus), dan lain-lain RANGKUMAN

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang 9 | Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada jawaban yang kamu anggap benar! 1. Danau Lebo Taliwang merupakan tempat habitat berbagai jenis burung perairan, lima jenis burung di bawah ini merupakan jenis burung yang ada di Danau Lebo Taliwang kecuali …. A. raja udang erasia B. elang bondol C. blekok sawah D. kuntul sedang E. merpati 2. Danau Lebo Taliwang mempunyai ekosistem yang unik. Penyebab Danau Lebo Taliwang memiliki ekosistem yang unik kerena .… A. perpaduan antara ekosistem daratan dan ekosistem perairan B. memiliki jenis burung yang unik C. memiliki veriasi vegetasi yang beragam D. tempat habitat hewan-hewan langka E. tempat wisata air 3. Selain digunakan sebagai sumber air bagi pertanian oleh masyarakat sekitar, Danau Lebo Taliwang juga dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan bagi nelayan lokal dengan memancing dan menangkap ikan di wilayah danau. Berikut ini merupakan jenis ikan yang ada di Danau Lebo Taliwang kecuali …. A. mujair B. kakap putih C. nila D. sepat siam E. ikan gabus 4. Perhatikan gambar berikut! Dari gambar di atas yang termasuk komponen biotik Danau Lebo Taliwang adalah nomor …. Uji Mandiri I 1 2 3 4 5 6

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang 10 | Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang A. 1,4 dan 5 B. 2, 3 dan 1 C. 3, 4 dan 5 D. 1, 2 dan 5 E. 2, 3 dan 5 5. Tumbuhan mikroskopik yang bersel tunggal dan berbentuk filamen atau berbentuk rantai disebut …. A. plankton B. zooplankton C. fitoplankton D. limnoplankton E. hipoplankton Cocokkan jawaban kalian dengan kunci jawaban Uji Mandiri I yang terdapat di halaman KUNCI JAWABAN pada bagian akhir dari modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Selanjutnya gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan kalian terhadap materi kegiatan pembelajaran I ini. Untuk pilihan ganda setiap jawaban yang benar nilainya 10. Apabila jawaban kalian semuanya benar maka nilainya 50. Ukurlah tingkat penguasaan materi kalian dengan rumus sebagai berikut: Tingkat Penguasaan = Jumlah skor yang diperoleh x 100% = skor akhir 50 Arti tingkat penguasaan yang diperoleh adalah: Baik sekali = 90 – 100 % Baik = 80 – 89 % Cukup = 70 – 79 % Kurang = 0 – 69 % Bila tingkat penguasan mencapai 80% ke atas, berarti kalian sudah menguasai materi pada materi 1 ini dengan baik dan dinyatakan lulus. Selamat. Namun bila tingkat penguasaan masih di bawah 80%, maka kalian harus mengulangi mempelajari materi 1 ini terutama pada bagian yang belum dikuasai. U M P BNA A L I K

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 Keanekaragaman Hayati Danau Lebo Taliwang. 11 Bab II Keanekaragaman Hayati Danau Lebo Taliwang KEANEKARAGAMAN HAYATI Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran anda mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah. Kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer. Keanekaragaman makhluk hidup tersebut disebut juga dengan keanekaragaman hayati atau biodiversitas. Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Keanekaragaman hayati merupakan kajian yang penting karena berkaitan erat dengan kehidupan manusia sebagai salah satu bagian di dalam sistem kehidupan. Keseluruhan gen, jenis, dan ekosistem tersebut merupakan dasar kehidupan di bumi. Berdasarkan hal tersebut, para ahli membedakan tingkat keanekaragaman hayati menjadi tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem. Danau seperti halnya juga Danau Lebo Taliwang juga merupakan sumber keanekaragaman hayati yang harus diperhitungkan dan dapat dimanfaatkan. Kehidupan akuatik yang terdapat di dalam danau merupakan simbiosa yang saling berketergantungan, karena di dalam danau terdapat flora baik sebagai fitoplankton maupun tumbuhan air tingkat tinggi yang mampu memproduksi makanan; fauna baik sebagai zooplankton maupun hewan lainnya, dan juga mikroorganisme/bakteri pengurai. Gambar 2.1. Tonyong (teratai) merupakan salah satujenis flora endemik di Lebo Taliwang

Modul Pembelajaran Biologi Kelas X Materi Keanekaragaman Hayati & Klasifikasi Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 12 A. Keanekaragaman Hayati Tingkat Genetik Keanekaragaman hayati tingkat genetik mempunyai arti bahwa keanekaragaman tersebut merupakan keanekaragaman yang disebabkan oleh variasi genetik. Gen berpengaruh pada sifat yang nampak, contohnya pada warna, ukuran dan bentuk. Agar lebih jelas, mari kita amati contoh keanekaragaman tingkat genetik yang ada di Danau Lebo Taliwang pada Gambar 2.2. Gambar di bawah ini merupakan contoh berbagai jenis burung kuntul yang ada di Danau Lebo Taliwang. Kuntul Perak (Egretta intermedia) • Ukuran tubuh: antara 48– 53 cm • Warna bulu: berwarna putih campur kuning. • Warna paruh: berwarna kuning keemasan Kuntul Kecil (Egretta garzetta) • Ukuran tubuh: antara 55-65 cm • Warna bulu: seluruhnya putih • Warna paruh: selalu berwarna hitam keabu- abuan Kuntul Besar (Egretta alba) • Ukuran tubuh: Sekitar 95 cm • Warna bulu: seluruhnya putih • Warna paruh: kuning biasanya berujung hitam Gambar 2.2. Berbagai varietas burung kuntul (Sumber: BLH Kab. Sumbawa Barat & BKSDA Wilayah Sumbawa, 2025) Apa yang Saudara amati dari Gambar 2.1 tersebut? Saudara dapat melihat variasi burung kuntul dari ukuran tubuh, warna bulu, dan warna paruhnya yang berbeda. Ada yang ukuran tubuhnya kecil, ada yang sedang dan ada yang ukuran tubuhnya besar. Dari variasi warna bulunya, ada yang warna bulunya putih polos ada juga yang putih campur kuning. Dari warna paruhnya, ada yang warna paruhnya hitam keabu-abuan, ada yang berwarna kuning ada juga yang kuning keemasan.

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 13 Dari hal tersebut, apa dugaan Saudara yang menyebabkan terjadinya variasi tersebut? Benar, variasi ukuran tubuh, warna bulu dan warna paruh pada burung kuntul tersebut disebabkan oleh ekspresi dari gen (genotip) yang dimiliki oleh burung kuntul. Jadi, dalam satu jenis burung kuntul ini, variasi dari genotipnya sangat beragam. Inilah yang kita sebut dengan keanekaragaman hayati tingkat genetik. Keanekaragaman pada tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu jenis. B. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis Keanekaragaman hayati tingkat jenis merupakan keanekaragaman yang terjadi sebagai akibat dari adanya variasi berbagai jenis makhluk hidup. Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antar jenis. Dengan kata lain, keanekaragaman ini dapat kita amati mulai dari tingkat marga/genus. Perhatikan baik-baik gambar ikan di bawah ini! Ikan Gabus Ikan Mujair Ikan Betok (Channa striatus) (Oreochromis musambicus) (Anabas testudineus) Ikan Sepat Siam Ikan Tawes Ikan Nila (Trichopodus pectoralis) (Barbonymus gonionotus) (Oreochromis niloticus) Gambar 2.3. Keanekaragaman jenis ikan di Danau Lebo Taliwang (Sumber: Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Sumbawa Barat, 2025) Sebagai contoh, dapat kita amati pada Gambar 2.3 yaitu berbagai jenis ikan yang ada di Danau Lebo Taliwang. Pada gambar tersebut dapat kita amati adanya variasi bentuk, warna, ukuran, dan seterusnya pada jenis-jenis ikan yang berbeda. Dalam kajian keanekaragaman hayati di dunia, Indonesia termasuk ke dalam negara yang diperbincangkan karena merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayatinya. Hal ini disebabkan Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, sehingga menjadi negara yang diperhitungkan dalam hal biodiversitasnya. Tahukah Kamu…

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 14 C. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem merupakan keanekaragaman yang melibatkan unsur biotik (mahkluk hidup) dan unsur abiotik (faktor fisika dan kimia) yang saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga adanya variasi interaksi kelompok makhluk hidup dengan lingkungan (Irwan & Djamal, 2025). Variasi interaksi tersebut akan menghasilkan tipe lingkungan yang berbeda-beda pula. Contoh keanekaragaman ekosistem dapat Saudara amati pada Gambar 2.4 di bawah ini. Gambar 2.4. Danau Lebo Taliwang Contoh Keanekaragaman Ekosistem (Sumber: BKSDA Wilayah Sumbawa, 2025) Ekosistem terdiri dari ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami contohnya hutan, pantai, sungai, padang pasir, dan mangrove yang proses terbentuknya terjadi secara alami tanpa ada campur tangan manusia. Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia untuk tujuan khusus, misalnya kebun, sawah, danau buatan. Menurut kalian apakah Danau Lebo Taliwang termasuk ekosistem alami atau ekosistem buatan? Menurut kalian, apakah Danau Lebo Taliwang termasuk keanekaragaman hayati tingkat ekosistem? Tentu iya. Anda dapat melihat adanya perbedaan jenis-jenis makhluk hidup yang menempati Danau Lebo Taliwang baik dari jenis burung, jenis ikan, tumbuhan air sampai tumbuhan daratan. Dengan adanya interaksi berbegai jenis makhluk hidup tersebut dengan lingkungannya maka bisa kita katakan bahwa hal tersebut adalah keanekaragaman tingkat ekosistem. Tahukah Kamu bahwa Fitoplankton di danau bisa menghasilkan oksigen dan menyerap CO₂, membantu menjaga keseimbangan ekosistem global

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 15 ❖ Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. ❖ Para ahli membedakan tingkat keanekaragaman hayati menjadi tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem. Ketiga keanekaragaman tersebut saling berhubungan satu sama lain sehingga tidak bisa dipisahkan satu sama lain ❖ Keanekaragaman hayati tingkat genetik mempunyai arti bahwa keanekaragaman tersebut merupakan keanekaragaman yang disebabkan oleh variasi genetik. Contoh variasi pada bulu, ukuran tubuh, warna paruh pada burung kuntul ❖ Keanekaragaman hayati tingkat jenis merupakan keanekaragaman yang terjadi sebagai akibat dari adanya variasi berbagai jenis makhluk hidup. Dengan kata lain, keanekaragaman ini dapat kita amati mulai dari tingkat marga. Contoh pada beberapa jenis ikan di Danau Lebo Taliwang ❖ Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem merupakan keanekaragaman yang terbentuk sebagai akibat dari adanya variasi interaksi kelompok makhluk hidup dengan lingkungannya. Variasi interaksi tersebut akan menghasilkan tipe lingkungan yang berbeda-beda pula. Contoh Danau Lebo Taliwang RANGKUMAN

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 16 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada jawaban yang kamu anggap benar! 1. Beragamnya jenis makhluk hidup di bumi ini membuat para ahli mencari solusi untuk memetakannya. Cara para ahli menentukan tingkat keanekaragaman hayati di bumi disebut …. A. taksonomi B. klasifikasi C. identifikasi D. botani E. entomologi 2. Keanekaragaman ekosistem ditunjukkan oleh adanya perbedaan komponen berikut ini, kecuali…. A. sumber energi primer B. jenis produsennya C. jenis konsumennya D. komponen biotiknya E. jenis pengurainya 3. Keanekaragaman genetik disebabkan oleh faktor …. A. ekologi B. fisiologi C. anatomi D. morfologi E. gen 4. Perhatikan gambar berikut! Ikan Gabus Ikan Mujair Ikan Betok Ikan Sepat Siam Ikan Tawes Ikan Nila Dari berbagai jenis ikan yang terdapat di Danau Lebo Taliwang, manakah yang termasuk dalam kategori keanekaragaman tingkat genetik …. 1 2 3 654 Uji Mandiri 2

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 17 A. 1 dan 3 B. 3 dan 5 C. 4 dan 6 D. 2 dan 6 E. 4 dan 5 5. Berikut ini yang merupakan contoh ekosistem alami kecuali …. A. Danau Lebo Taliwang dan sawah B. sungai taliwang dan pantai kertasari C. pantai balat dan hutan D. kebun dan danau buatan E. gunung samowan dan hutan mangrove Cocokkan jawaban kalian dengan kunci jawaban Uji Mandiri II yang terdapat di halaman KUNCI JAWABAN pada bagian akhir dari modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Selanjutnya gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan kalian terhadap materi kegiatan pembelajaran I ini. Untuk pilihan ganda setiap jawaban yang benar nilainya 10. Apabila jawaban kalian semuanya benar maka nilainya 50. Ukurlah tingkat penguasaan materi kalian dengan rumus sebagai berikut: Tingkat Penguasaan = Jumlah skor yang diperoleh x 100% = skor akhir 50 Arti tingkat penguasaan yang diperoleh adalah: Baik sekali = 90 – 100 % Baik = 80 – 89 % Cukup = 70 – 79 % Kurang = 0 – 69 % Bila tingkat penguasan mencapai 80% ke atas, berarti kalian sudah menguasai materi pada materi 2 ini dengan baik dan dinyatakan lulus. Selamat. Namun bila tingkat penguasaan masih di bawah 80%, maka kalian harus mengulangi mempelajari materi 2 ini terutama pada bagian yang belum dikuasai. U M P BNA A L I K

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 18 PERMASALAHAN, PELESTARIAN DAN MANFAAT Beberapa fenomena alam tak dapat dipungkiri dapat mempengaruhi stabilitas suatu ekosistem, seperti adanya bencana alam berupa erupsi gunung berapi, kebakaran hutan, banjir, dan sebagainya. Secara alami, komponen-komponen penyusun ekosistem akan selalu berusaha menuju keseimbangan. Menurut Astirin, dkk (2000), ekosistem yang rusak dapat melakukan suksesi baik secara primer atau sekunder, namun kemampuan suksesi tersebut terbatas. Faktor utama yang dapat mengganggu keseimbangan tersebut adalah aktivitas manusia. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Penyebab utamanya adalah peningkatan populasi manusia. Semakin tinggi populasi maka semakin tinggi pula tingkat penggunaan sumber daya alam yang tersedia. Jika penggunaan tersebut dilakukan secara terus menerus dan tidak bijaksana, maka pada akhirnya akan berpotensi terhadap kepunahan dari organisme tertentu. A. Permasalahan Lingkungan Meskipun Danau Lebo Taliwang mempunyai potensi yang baik untuk pengembangan ekonomi, namun dalam kenyataannya tidak sedikit masalah lingkungan yang dihadapi untuk menjamin kelestarian lingkungannya (Jaya, 2007). Danau ini merupakan sumber daya yang dapat diakses secara terbuka oleh banyak orang (open access resources), akhirnya tidak banyak orang yang mau memperdulikan kelestariannya. Berikut ini beberapa isu lingkungan yang terjadi dalam pengelolahan Danau Lebo Taliwang. 1. Eutrofikasi Eutrofikasi merupakan penyuburan perairan karena masuknya nutrien ke danau secara berlebihan dari pemukiman dan pupuk pertanian sehingga menyebabkan tumbuhnya alga (algal blooming) dan berbagai gulma air di danau yang menimbulkan dampak negatif terhadap fungsi ekologi, ekonomi, sosial dan estetika danau (Gambar 3.1). Letak inlet Danau Lebo Taliwang yang berdekatan dengan lahan pertanian menjadi penyebab utama tidak terkendalinya pertumbuhan alga sehingga ekosistem di danau menjadi terganggu. Kondisi ini dapat mempengaruhi rantai makanan, dimana jumlah fitoplankton yang berlebihan menyebabkan grazing oleh zooplankton dan ikan-ikan kecil berkurang, sehingga jumlahnya terus bertambah. Gambar 3.1. Eutrofikasi di Danau Lebo Taliwang Bab III Permasalahan, Upaya Pelestarian, dan Manfaat Hayati Potensi Danau Lebo Taliwang

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 19 Menurut Winarno dkk (2000), meningkatnya pertumbuhan fitoplankton Cyanophyceae yang sukar dicerna atau tidak dapat digunakan sebagai makanan zooplankton dan ikan-ikan kecil, menyebabkan perairan menjadi keruh, terbentuk lapisan pekat pada permukaan air, serta terbentuk gelembung gas semacam buih tebal yang menimbulkan bau dan rasa tidak enak. Efek negatif lain dari eutropikasi adalah terganggunya aktivitas mencari makan bagi beberapa jenis burung air yang habitatnya di danau. 2. Pendangkalan Pendangkalan di Danau Lebo Taliwang karena sedimentasi yang ditimbulkan akibat dari penebangan hutan dan perubahan pemanfaatan lahan yang tidak berwawasan lingkungan (Gambar 3.2). Akibat hal tersebut terkadang menyebabkan konflik antara masyarakat sekitar dengan pemerintah daerah. Kawasan Danau Lebo Taliwang merupakan daerah yang peruntukannya untuk pengembangan jaringan irigasi, kawasan hutan yang berfungsi konservasi, kawasan pariwisata (Wahyuni & Mildranaya 2010). Namun pada perkembangannya, sebagian kawasan hutan telah menjadi lahan perkebunan milik rakyat dengan pengelolaan yang tidak optimal. 3. Kerusakan Sempedan Sebagai akibat terjadinya peningkatan sedimen dapat memperlebar sempedan atau daerah pinggiran danau yang pada gilirannya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dijadikan lahan pertanian, perkebunan dan pemukiman penduduk. Hal ini menimbulkan pengurangan luasan danau dari 1.406 Ha menjadi 819,20 Ha. Menurut Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat, permasalahan lain yaitu adanya aktifitas penambangan liar (Gambar 3.3) yang pengolahannya dilakukan di daerah pinggiran danau. Tidak jarang pembuangan limbah zat kimia sisa pengelolahan emas seperti sisa merkuri dibuang di tepi danau. Pembuangan zat kimia berbahaya ini apabila terus dilakukan dalam jangka waktu yang lama maka akan merusak dan mengganggu hewan yang ada di danau. Adanya penambangan liar dan penggalian juga dapat mengganggu keanekaragaman hayati pada ekosistem daratan yang ada di sekitar danau. Gambar 3.2. Perubahan pemanfaatan lahan di Danau Lebo Taliwang Gambar 3.3. Pertambangan rakyat yang mengancam ekosistem Danau

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 20 4. Pencemaran Perairan Danau dari Limbah Pemukiman Permasalahan lain yang terjadi di Danau Lebo Taliwang adalah meningkatnya pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan pembuangan limbah-limbah rumah tangga ke aliran air sungai yang bermuara ke danau. Limbah-limbah rumah tangga seperti sisa botol air mineral, dan plastik banyak ditemukan di danau terutama di inlet danau di desa Meraran (Gambar 3.4). Keberadaan bahan pencemar tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas perairan khususnya di sekitar inlet danau. Limbah-limbah pencemar tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan yang lebih parah terhadap ekosistem di Danau Lebo Taliwang seperti penurunan kualitas perairan dan hilangnya keanekaragaman hayati. Dampak yang timbul dari pencemaran air tidak hanya dapat menimbulkan kerugian secara ekonomis tetapi juga dapat merugikan secara ekologis berupa penurunan produktivitas hayati perairan dan keanekaragaman sumberdaya hayati (Kasry et al, 2012). 5. Kepunahan Fauna di Danau Lebo Taliwang Kepunahan fauna di suatu daerah atau lokasi bukanlah suatu gejala baru. Di sisi lain, manusia merupakan satu-satunya makhluk hidup yang mampu membendung kepunahan berbagai jenis fauna ataupun flora. Danau Lebo Taliwang menjadi habitat beberapa jenis fauna terutama burung. Seperti yang sudah dipaparkan pada pembelajaran awal (lihat Bab I), bahwa ada 81 jenis burung yang ada di Danau Lebo Taliwang. Namun, kondisi saat ini banyak dari jenis-jenis burung tersebut yang sudah punah dan terancam punah. Beberapa jenis burung yang sudah punah (Tabel 3.1) di Danau Lebo Taliwang seperti Trulik Topeng (Gambar 3.5) dan Perkici Pelangi (Gambar 3.6). Burung seperti Kowak malam Abu (Gambar 3.7) dan Perkutut Jawa (Gambar 3.8) juga terancam punah dari Danau Lebo Taliwang (Tabel 3.2). Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di halaman Gallery hal. 77 jenis-jenis burung yang terancam punah.Tabel 3.1. Jenis-jenis burung yang sudah punah di Danau Lebo Taliwang No Jenis Burung Nama ilmiah Keadaan 1 Undan Kacamata Pelecanus conspicilatus Punah 2 Tikusan Alis Putih Poliolimnas cinerea Punah 3 Trulek Topeng Vanellus miles Punah 4 Perkici Pelangi Trichoglossus haematodus Punah 5 Paok La'us Pitta elegans Punah 6 Apung Tanah Anthus novaeseelandiae Punah Koakiau Philemon buceroides Punah Sumber: BKSDA Wilayah Sumbawa Gambar 3.4. Pencemaran air di inlet danau Gambar 3.5. Trulik Topeng Gambar 3.6. Perkici Pelangi Gambar 3.7. Kowak Malam Abu

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 21 Tabel 3.2. Jenis-jenis burung yang langka di Danau Lebo Taliwang No Jenis Burung Nama Ilmiah Keadaan 1 Pecuk Padi Hitam Phalacrocorax sulcirostris Langka 2 Pecuk Padi Belang Phalacrocorax melanoleucos Langka 3 Titihan Telaga Tachybaptus ruficollis Langka 4 Cikalang Besar Fregata minor Langka 5 Kowak Malam Abu Nycticorax nycticorax Langka 6 Ibis Roko-Roko Ciconia episcopus Langka 7 Elang Alap Coklat Accipiter fasciatus Langka 8 Berkik Kembang Besar Rostratula benghalensis Langka 9 Decu Belang Saxicola caprata Langka 10 Kerakbasi Ramai Acrocephalus stentoreus Langka 11 Isap Madu Australia Lichmera indistincta Langka 12 Kokokan Laut Butorides striatus Rawan 13 Berkik Rawa Gallinago megala Rawan 14 Perkutut Jawa Geopelia striata Rawan 15 Raja Udang Biru Alcedo coerulescens Rawan 16 Raja Udang Erasia Alcedo atthis Rawan 17 Kirik-kirik Australia Merops ornatus Rawan 18 Kepodang Kuduk Hitam Oriolus chinensis Rawan 19 Cabai Dahi Hitam Dicaeum igniferum Rawan Sumber: BKSDA Wilayah Sumbawa Ada beberapa penyebab populasi burung yang ada di Danau Lebo Taliwang berkurang bahkan cenderung punah. Pertama, maraknya aktifitas perburuan liar yang dilakukan oleh masyarakat. Kedua, rusaknya habitat yang ada di Danau Lebo Taliwang karena aktivitas manusia. Jika hal ini dibiarkan, maka semakin lama keanekaragaman hayati yang ada di Danau Lebo Taliwang khususnya burung akan mengalami kepunahan. B. Upaya Pelestarian Upaya pelestarian sumber daya alam hayati merupakan tanggung jawab bersama dan harus ketat dilaksanakan karena sudah banyak jenis tumbuhan dan hewan endemik di wilayah Danau Lebo Taliwang yang terancam punah dan hilang karena aktifitas manusia. Untuk melestarikan flora dan fauna yang ada di Danau Lebo Taliwang, tentu memerlukan berbagai cara dan upaya yang perlu dilakukan. Untuk mencegah hal tersebut, maka partisipasi dari semua elemen baik pemerintah, masyarakat dan kita sendiri tentu sangat dibutuhkan. Menurunnya keanekaragaman hayati tentu akan berdampak pada kita sebagai manusia karena dengan berkurannya keanekaragaman hayati di sekitar kita maka semakin sedikit pula manfaat yang dapat diperoleh. Ingat “Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi..?”. Gambar 3.8. Perkutut Jawa Guysss…Yuuuk kita jaga alam supaya kami dan hewan lainnya tidak punah….

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 22 Penurunan keanekaragaman hayati dapat dicegah dengan melakukan pelestarian (konservasi) keanekaragaman hayati. Konservasi keanekaragaman hayati memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut: a. Menjamin kelestarian fungsi ekosistem sebagai penyangga kehidupan. b. Mencegah kepunahan spesies yang disebabkan oleh kerusakan habitat dan pemanfaatan yang tidak terkendali. Selain itu upaya-upaya pengembangan dan penyelamatan ekosistem yang perlu dilakukan selain konservasi di Danau Lebo Taliwang adalah sebagai berikut. a. Penataan Blok/Zonasi Danau Lebo Taliwang b. Pemantauan Kualitas Air Danau Lebo Taliwang c. Pengukuran dan pemasangan pal tata batas Danau Lebo Taliwang d. Penanaman Pohon di sekitar Kawasan Danau Lebo Taliwang e. Pembinaan penambang liar di kawasan Danau Lebo Taliwang. f. Pembinaan kelompok nelayan dalam pengawasan dan perlindungan lingkungan dan ekosistem danau. g. Program pembersihan gulma dan tanaman liar perairan danau h. Pemasangan papan informasi tentang Perlindungan Danau Lebo Taliwang. C. Manfaat Keanekaragaman Hayati Manusia membutuhkan tumbuhan dan hewan untuk keberlangsungan hidupnya. Artinya Keanekaragaman hayati mempunyai peran yang sangat penting bagi stabilitas ekosistem, termasuk manusia di dalamnya sebagai salah satu komponen di dalam ekosistem. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya hayati harus dilakukan secara bijaksana. Semakin tinggi tingkat keanekaragaman hayati, maka akan semakin mantap dan stabil suatu ekosistem. Jika kestabilan ekosistem terjaga, maka manusia sebagai salah satu komponen dalam ekosistem akan ikut terjaga keberadaannya. Keanekaragaman hayati memiliki banyak manfaat baik yang langsung dapat kita rasakan maupun yang tidak langsung. Secara umum manfaatnya terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu: 1. Manfaat ekosistem seperti sumber air minum bersih, pembentukan dan perlindungan tanah, penghasil zat daur hara, mengurangi dan menyerap polusi, dan berkontribusi terhadap stabilitas iklim. 2. Sumber daya hayati, sebagai sumber makanan, obat-obatan, bahan baku industri, stok untuk pemuliahan dan penyimpanan populasi. 3. Manfaat sosial, misalnya sebagai sarana pendidikan, objek wisata, bahan/objek penelitian, dan budaya. Tahukah kamu…..!! Beberapa aktivitas manusia baik yang disadari ataupun yang tidak disadari dapat mengancam keanearagaman hayati Rendahnya pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian Danau Lebo Taliwang menjadi salah satu penyebab berbagai permasalahan di Danau Lebo Taliwang. Pertanyaannya bagaimana cara untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap Danau Lebo Taliwang yang manjadi salah satu kearifan lokal kita? Tahukah Kamu…

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 23 Manusia membutuhkan tumbuhan dan hewan untuk menjaga keberlangsungan hidupnya. Jenis-jenis tumbuhan dan hewan dimanfaatkan sebagai sumber pangan, sandang dan papan. Beberapa jenis tumbuhan dan hewan lainnya juga dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber pendapatan dan bahan obat-obatan. Ini merupakan bukti bahwa pada dasarnya manusia sangat membutuhkan hewan dan tumbuhan untuk bertahan hidup. Hewan dan tumbuhan yang ada di Danau Lebo Taliwang juga mempunyai peranan yang sangat penting bagi masyarakat lokal. Berikut ini beberapa contoh nyata manfaat tumbuhan dan hewan yang ada di Danau Lebo Taliwang yang berguna bagi manusia 1. Sumber Daya Alam Penghasil Kebutuhan Pangan dan Papan Keanekaragaman hayati yang ada Danau Lebo Taliwang juga menyimpan berbagai sumber daya penghasil kebutuhan bagi masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, sumber bahan makanan dari tumbuhan dan hewan sering dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar danau seperti padi, hasil tangkapan ikan yang kemudian dikeringkan sebelum dikonsumsi (Gambar 3.10) dan kangkung. Kebutuhan papan diantaranya diperoleh dari pohon asam, bidara laut ataupun pohon-pohon lainnya di wilayah sekitar danau yang biasa dimanfaatkan oleh nelayan lokal sebagai bahan mentah pembuatan perahu. 2. Sumber Pendapatan Masyarakat di sekitar Danau Lebo Taliwang saat ini banyak mengembangkan usaha di bidang keanekaragaman hayati, baik hewan ataupun tumbuhan. Salah satu contoh adalah usaha budidaya perikanan air tawar. Selain hewan, usaha pembudidayaan tanaman seperti kangkung banyak kita jumpai di sekitar pinggiran danau. Danau Lebo Taliwang juga merupakan sumber pendapatan bagi nelayan lokal. Selain bagi nelayan, masyarakat yang bekerja sebagai petani, pada saat musim kemarau juga dapat menangkap ikan di Danau Lebo Taliwang untuk kebutuhan konsumsi keluarga atau untuk dijual. Mereka menangkap beberapa jenis ikan air tawar yang dominan diantaranya mujaer, sepat, nila, betok, gabus, sidat dan belut. Penangkapan ikan oleh nelayan dilakukan dengan menggunakan alat berupa jaring, pancing, sero’, bubu, tombak, jala buang, sangkap, poke’/rageng dan seser/belat (Gambar 3.10). Tentu kalian pernah merasakan dan mendengar peristiwa banjir yang sering terjadi di Taliwang. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ternyata banjir yang selama ini terjadi di Taliwang ada hubungannya dengan Danau Lebo Taliwang. Coba kalian baca kembali di bab I Gambar 3.9. Ikan kering hasil tangkapan nelayan Gambar 3.10. Nelayan di Danau Lebo Taliwang sedang memasang perangkap ikan

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 24 Besarnya ketergantungan masyarakat terhadap Danau Lebo Taliwang sebagai sumber pendapatan bisa dilihat dari Tabel 3.3 tentang jumlah ikan yang ditangkap oleh nelayan lokal di Danau Lebo Taliwang selama tahun 2016. Data di bawah ini merupakan data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa Barat. Tabel 3.3. Jumlah produksi ikan tahun 2016 di Danau Lebo Taliwang No Nama Ikan Nama ilmiah Jumlah Produksi (Ton) 1 Betok Anabas testudineus 30.1 2 Sepat Siam Trichopodus pectoralis 33.6 3 Gabus Channa striatus 95.2 4 Mujair Oreochromis musambicus 128.9 5 Nila Oreochromis niloticus 163.2 (Sumber: Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbawa Barat, 2016) 3. Sumber Keilmuan Keanekaragaman hayati dapat menyediakan berbagai objek penelitian yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Begitu juga dengan keanekaragaman hayati yang ada di Danau Lebo Taliwang, baik tanaman atau hewan dapat dijadikan objek penelitian. 4. Sumber Bahan Obat-obatan Banyak jenis tumbuhan dan hewan yang bisa dijadikan sebagai sumber obat-obatan tradisional. Tanaman lokal yang ada di Danau Lebo Taliwang seperti tanaman teratai dimanfaatkan sebagai obat tradisonal oleh masyarakat lokal untuk mengobati diare, disentri, panas dalam, dan lain-lainnya. “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum: 41-42) Ingat teman- teman..!! kita sebagai khalifah di muka bumi diberi amanat oleh Allah untuk selalu menjaga alam. Jangan sampai alam murka karena kita merusaknya…

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 25 ❖ Ada beberapa permasalahan yang terjadi di Danau Lebo Taliwang yaitu: eutropikasi, pendangkalan, kerusakan daerah pinggiran danau, pencemaran perairan danau dari limbah pemukiman, dan kepunahan fauna khususnya burung. ❖ Untuk melestarikan flora dan fauna yang ada di Danau Lebo Taliwang, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan konservasi keanekaragaman hayati. ❖ Upaya-upaya lain yang perlu dilakukan di Danau Lebo Taliwang untuk mencegah kerusakan keanekaragaman hayati adalah dengan melakukan penataan blok/zonasi Danau Lebo Taliwang, pemantauan kualitas air Danau Lebo Taliwang, pengukuran dan pemasangan pal tata batas Danau Lebo Taliwang, dan lain-lain ❖ Keanekaragaman hayati dari jenis tumbuhan dan hewan bisa dimanfaatkan manusia sebagai sumber pangan, sandang dan papan, sumber pendapatan, sumber keilmuan, bahan penelitian dan bahan obat-obatan. RANGKUMAN Untuk memudahkan kalian memahami tentang permasalahan, upaya pelestarian dan manfaat keanekaragaman hayati di Danau Lebo Taliwang coba kalian ikuti petunjuk kegiatan pengamatan lapangan setelah halaman ini

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 26 Pada pertemuan sebelumnya, kalian sudah mempelajari tentang potensi alam dan keanekaragaman hayati di Danau Lebo Taliwang. Keanekaragaman hayati yang ada di Danau Lebo Taliwang mempunyai manfaat yang sangat besar bagi masyarakat lokal, akan tetapi manfaat tersebut terancam oleh berbagai permasalahan lingkungan yang tejadi di Danau Lebo Taliwang. Gambar 2.1 Berbagai permasalahan lingkungan di Danau Lebo Taliwang a. eutropikasi; b. penambangan liar; c. pencemaran air danau; d. perubahan pemanfaatan lahan Pada Gambar 2.1 ditunjukkan contoh permasalahan lingkungan yang terjadi di Danau Lebo Taliwang. Bisakah kalian menjelaskan siapa yang paling bertanggung jawab dalam menyebabkan permalasahan lingkungan tersebut? Pada akhir kegiatan pembelajaran ini, kalian harus dapat melengkapi kalimat berikut. Merumuskan PertanyaanKegiatan 2 Upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Danau Lebo Taliwang sehingga bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut …. ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ Kegiatan 2 a b c d Mari MengamatiKegiatan 1 Kegiatan 1 Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM)

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 27 Kegiatan 3 Merancang Kegiatan Pengamatan Kegiatan 3 Lakukan kegiatan diskusi secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 2 atau 3 orang. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk bertukar pikiran dengan teman kelasmu dan mencari solusi terkait apa saja upaya-upaya yang akan kalian lakukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di Danau Lebo Taliwang sehingga kita bisa menjaga dan peduli terhadap lingkungan kita. Siapkan alat tulis masing-masing Petujuk Kerja: 1. Buatlah kelompok dengan temanmu 2. Lakukan Pengamatan terkait permasalahan lingkungan di Danau Lebo Taliwang 3. Silahkan kalian bertukar pendapat atau ide tentang upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Danau Lebo Taliwang. 4. Tulislah hasil diskusi kalian dalam kolom modul masing-masing. Melaksanakan Kegiatan Pengamatan Lakukan kegiatan pengamatan di sekitar Danau lebo Taliwang sesuai dengan rancangan yang telah disusun. Organisasikan data hasil pengamatan kalian dalam kolom “Solusi Yang Dapat Saya Berikan”. Menyusun DataKegiatan 4 Kegiatan 4 Solusi Yang Dapat Saya Berikan: _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 28 Mengkonstruk PengetahuanKegiatan 5 Kegiatan 5 MengkomunikasikanKegiatan 6 Kegiatan 6 Setelah kalian melakukan diskusi, tulislah hasil diskusi kelompok kalian masing-masing dalam sebuah kertas, kemudian pilihlah salah satu teman kelompokmu untuk mempresentasikan hasilnya depan kelas kepada kelompok lain. 1. Menurut pendapat kalian, mengapa keanekaragaman hayati yang ada di Danau Lebo Taliwang perlu untuk kita lestarikan? ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ 2. Menurut pendapat kalian, apa saja manfaat yang bisa kita rasakan apabila keanekaragaman hayati di Danau Lebo Taliwang tidak rusak/hilang? ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________ ___________________________________________________________________

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 29 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada jawaban yang kamu anggap benar! 1. Salah satu permasalahan lingkungan yang terjadi di Danau Lebo Taliwang adalah …. A. pencemaran perairan B. penebangan hutan C. penggundulan gunung/bukit D. erosi E. banjir 2. Penyebab kepunahan beberapa jenis burung yang dilindungi di Danau Lebo Taliwang adalah karena …. A. tercemarnya air danau B. berkurangnya sumber makanan C. banyaknya pemangsa D. perburuan liar E. penangkaran 3. Danau Lebo Taliwang mempunyai peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup beberapa hewan dan tumbuhan. Salah satu cara yang tepat untuk melestarikan hewan dan tumbuhan di Danau Lebo Taliwang adalah dengan cara …. A. melakukan konservasi B. merusak habitat hewan dan tumbuhan C. membuang sampah sembarangan di sekitar danau D. menangkap ikan dalam skala besar E. menyebarkan racun ikan di danau 4. Beragamnya jenis hewan dan tumbuhan di Danau Lebo Taliwang banyak mendatagkan manfaat bagi masayarakat lokal. Salah satu manfaat nyata keanekaragaman hayati di Danau Lebo Taliwang bagi masyarakat lokal adalah …. A. sumber penambangan emas B. sumber penghasilan C. sumber eksplorasi D. sumber pariwisata E. sumber air minum 5. Upaya-upaya pengembangan dan penyelamatan ekosistem yang sudah dilakukan di Danau Lebo Taliwang adalah sebagai berikut kecuali …. A. pemantauan kualitas air Danau Lebo Taliwang B. penanaman pohon di sekitar kawasan Danau Lebo Taliwang C. pembinaan penambangan liar di kawasan Danau Lebo Taliwang D. pelepasan bibit ikan di Danau E. program pembersihan gulma dan tanaman liar perairan danau Uji Mandiri 3

E-Modul Biologi Perairan Berbasis Potensi Danau Lebo Taliwang Mari Mengenal Potensi Danau Lebo Taliwang. 30 Cocokkan jawaban kalian dengan kunci jawaban Uji Mandiri III yang terdapat di halaman KUNCI JAWABAN pada bagian akhir dari modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Selanjutnya gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan kalian terhadap materi Kegiatan Pembelajaran III ini. Untuk pilihan ganda setiap jawaban yang benar nilainya 10. Apabila jawaban kalian semuanya benar maka nilainya 50. Ukurlah tingkat penguasaan materi kalian dengan rumus sebagai berikut: Tingkat Penguasaan = Jumlah skor yang diperoleh x 100% = skor akhir 50 Arti tingkat penguasaan yang diperoleh adalah: Baik sekali = 90 – 100 % Baik = 80 – 89 % Cukup = 70 – 79 % Kurang = 0 – 69 % Bila tingkat penguasan mencapai 80% ke atas, berarti kalian sudah menguasai materi pada materi 3 ini dengan baik dan dinyatakan lulus. Selamat. Namun bila tingkat penguasaan masih di bawah 80%, maka kalian harus mengulangi mempelajari materi 3 ini terutama pada bagian yang belum dikuasai. U M P BNA A L I K

. 31 UJI KOMPETENSI A. Pilihlah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf di depan jawaban tersebut. 1. Perbedaan yang ditemukan di antara sesama ayam dalam satu kandang disebut: A. evolusi B. adaptasi C. variasi D. keberagaman E. ekosistem 2. Di antara individu sejenis tidak pernah ditemukan yang sama persis untuk semua sifat. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan………… A. lingkungan B. induknya C. jenisnya D. lingkungan dan gen E. variasi 3. Keanekaragaman ekosistem ditunjukkan oleh adanya perbedaan komponen berikut ini, kecuali…. F. sumber energi primer G. jenis produsennya H. jenis konsumennya I. komponen biotiknya J. jenis pengurainya 4. Dua makhluk hidup menempati daerah yang sama dapat disebut spesies apabila …. A. habitat dan warna rambutnya sama B. warna dan bentuk rambutnya sama C. jenis makanan dan cara makannya sama D. dalam perkawinan menghasilkan turunan fertile E. tempat habitatnya sama 5. Anjing pudel dapat dikawinkan dengan anjing boner. Anjing-anjing tersebut dapat melahirkan anak-anak yang fertil karena anjing-anjing tersebut …. A. satu genus B. satu familia C. satu spesies D. satu ordo E. satu kingdom 6. Hutan bakau di Kalimantan, hutan hujan tropis di Jawa Barat, dan Danau Rawa di Taliwang, merupakan contoh keanekaragaman hayati tingkat …. A. genetik B. spesies C. ekosistem

. 32 D. populasi E. jenis 7. Keanekaragaman warna bulu, misalnya pada burung kuntul, merupakan hasil segregasi gen secara bebas. Contoh keanekaragaman bulu pada burung kuntul tersebut merupakan adanya keanekaragaman tingkat …. A. gen B. genus C. ekosistem D. spesies E. ordo 8. Makhluk hidup penghuni bumi ini begitu beraneka ragam. Sumber keanekaragaman makhluk hidup tersebut adalah …. A. sperma B. ovum C. gen D. kromosom E. sel 9. Berikut ini merupakan faktor-faktor penyebab terjadinya keaneragaman hayati kecuali…. A. variasi genetik B. keaneragaman jenis C. keanekaragaman genetik D. keanekaragaman daur energy E. variasi jenis 10. Variasi gen dalam tingkat jenis dapat menyebabkan terbentuknya …. A. individu B. varietas C. spesies D. populasi E. ekosistem 11. Cabang ilmu biologi yang mempelajari prinsip dan pengelompokan makhluk hidup disebut …. A. sistematik B. taksonomi C. takson D. botani E. ekologi 12. Berikut ini yang merupakan pernyataan yang salah adalah …. A. dua atau lebih spesies dengan ciri-ciri tertentu dikelompokkan membentuk takson genus B. beberapa famili dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson ordo C. beberapa genus yang memiliki ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson family D. beberapa kelas yang memiliki ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk kingdom

. 33 E. beberapa kelas yang memiliki ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk kingdom 13. Jagung dalam sistematika diberi nama ilmiah Zea mays. Nama dalam sistem nama ini menunjukkan….. A. ordo B. spesies C. marga D. famili E. divisio 14. Keanekaragaman hayati dapat dipelajari untuk digunakan dan dilestarikan dengan menggunakan sistem pengklasifikasian makhluk hidup. Berikut ini yang merupakan tujuan klasifikasi adalah…. A. menentukan persamaan dan perbedaan makhluk hidup B. memberikan nama pada setiap makhluk hidup C. menyederhanakan objek studi tentang makhluk hidup D. mengelompokkan golongan makhluk hidup E. membedakan antar makhluk hidup 15. Pemberian tata nama ganda diatur dalam Kode Internasional yang disebut dengan …. A. binomial nomenklatur B. kunci determinasi C. identifikasi D. klasifikasi E. taksonomi 16. Tingkatan terendah dari klasifikasi tumbuhan dan hewan adalah …. A. kingdom B. kelas C. spesies D. divisi E. ordo 17. Urutan takson tumbuhan dari kelompok terbesar ke kelompok terkecil adalah …. A. kingdom-filum-ordo-kelas-familia-genus-spesies B. kingdom-filum-kelas-ordo-familia-genus-spesies C. kingdom-divisio-kelas-ordo-familia-genus-spesies D. kingdom-divisio-ordo-kelas-familia-genus-spesies E. kingdom-divisio-ordo- familia-kelas-genus-spesies 18. Suku kata pertama pada tata cara pemberian nama ganda menunjukkan …. A. kelas B. spesies C. ordo D. genus E. kingdom 19. Salah satu jenis ikan yang ada di Danau Lebo Taliwang adalah ikan Gabus. Penulisan nama Latin ikan Gabus yang benar adalah …. A. Channa striatus

. 34 B. Channa Striatus C. Channa striatus D. Channa striatus E. Channa striatus 20. Dalam sistem klasifikasi, Filum merupakan tingkatan klasifikasi untuk hewan. Tingkatan klasifikasi yang sama untuk tumbuhan disebut dengan …. A. divisio B. ordo C. genus D. spesies E. famili A. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Apakah yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati? Berikan penjelasanmu? 2. Jelaskan pengertian dari keanekaragaman hayati tingkat gen, tingkat jenis, dan tingkat ekosistem? Berikan contohnya masing-masing! 3. Pengelompokkan makhluk hidup oleh para ahli biologi tentu memiliki tujuan dan maksud tertentu. Menurut anda apa saja manfaat dari ahli mengklasifikasikan semua makhluk hidup? 4. Apa tujuan para ahli biologi melakukan pengklasifikasian terhadap makhluk hidup? 5. Menurut pendapat anda, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Danau Lebo Taliwang? Sebutkan satu contoh.

KUNCI JAWABAN Kunci Jawaban. 35 1. KUNCI JAWABAN UNTUK UJI MANDIRI UJI MANDIRI 1 1. E 2. A 3. B 4. B 5. C UJI MANDIRI 2 1. B 2. A 3. E 4. D 5. E UJI MANDIRI 3 1. A 2. D 3. A 4. B 5. D UJI MANDIRI 4 1. B 2. D 3. B 4. C 5. C 2. KUNCI JAWABAN UNTUK EVALUASI A. Pilihan Ganda 1. C 2. D 3. A 4. D 5. C 6. E 7. A 8. C 9. D 10. B 11. B 12. A 13. B 14. C 15. A 16. C 17. B 18. D 19. A 20. A B. Essay 1. Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah (5). 2. Pengertian dari keanekaragaman tingkat gen, jenis, dan ekosistem serta contonya (15) • Keanekaragaman hayati tingkat genetik mempunyai arti bahwa keanekaragaman tersebut merupakan keanekaragaman yang disebabkan oleh variasi genetik. Cotohnya burung kutul • Keanekaragaman hayati tingkat jenis merupakan keanekaragaman yang terjadi sebagai akibat dari adanya variasi berbagai jenis makhluk hidup. Dengan kata lain keanekaragaman ini dapat kita amati mulai dari tingkat marga. Contohnya adalah keberagamana jenis ikan atau burung yang ada di Danau Lebo Taliwang • Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem merupakan keanekaragaman yang terbentuk sebagai akibat dari adanya variasi interaksi kelompok makhluk hidup dengan lingkungannya. Variasi interaksi tersebut akan menghasilkan tipe lingkungan yang berbeda-beda pula. Contohnya adalah ekosistem daratan dan perairan di Danau Lebo Taliwang 3. Adapun manfaat dari klasifikasi makhluk hidup adalah sebagai berikut. (10) • Pengklasifikasian makhluk hidup menjadi kelompok-kelompok akan memudahkan dalam mempelajari makhluk hidup yang beraneka ragam.

KUNCI JAWABAN Kunci Jawaban. 36 • Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan tingkat kekerabatan antara makhluk hidup yang satu dengan lainnya 4. Tujuan para ahli biologi melakukan pengklasifikasian terhadap makhluk hidup? (5) • Menyederhanakan objek studi supaya mudah dipelajari dan dipahami. • Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup sehingga mudah dikenal. • Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya. • Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup • Mengetahui tingkat evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya 5. Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati di Danau Lebo Taliwang bisa melalui konservasi baik secara alami atau buatan dan lain-lain. (5)

UMPAN BALIK Umpan Balik. 37 Silahkan kalian menilai sendiri jawaban yang kalian berikan dari tes yang ada. Cocokkan jawaban kalian dengan kunci jawaban tes formatif yang ada dilembar Kunci Jawaban di modul ini. Untuk pilihan ganda setiap jawaban yang benar nilainya 1 dan untuk soal essay masing- masing soal mempunyai nilai yang berbeda. Apabila jawaban kalian sesuai dengan kunci jawaban maka silahkan memberi nilai sesuai dengan angka yang tertulis diujung jawaban. Apabila jawaban kalian semuanya benar maka nilainya 60. Ukurlah tingkat penguasaan materi kalian dengan rumus sebagai berikut: Tingkat Penguasaan = Jumlah skor yang diperoleh x 100% = skor akhir 60 Arti tingkat penguasaan yang diperoleh adalah: Baik sekali = 90 – 100 % Baik = 80 – 89 % Cukup = 70 – 79 % Kurang = 0 – 69 % Bila tingkat penguasan mencapai 80% ke atas, berarti kalian sudah menguasai materi tentang keanekaragaman hayati dengan baik dan dinyatakan lulus. Selamat. Namun bila tingkat penguasaan masih di bawah 80% harus mengulangi mempelajari materi keanekaragaman hayati terutama pada bagian yang belum dikuasai.

GLOSARIUM Glosarium. 38 Abiotik :Komponen ekosistem yang berupa benda-benda tak hidup, seperti tanah, air dan udara. Biotik :Komponen ekosistem yang berupa makhluk hidup, yaitu manusia, hewan dan tumbuhan. Ekosistem : Suatu komunitas dengan lingkungan fisik tempat hidupnya. Eutropikasi :Penyuburan perairan karena masuknya nutrien secara berlebihan sehingga menyebabkan tumbuhnya alga secara berlebihan Fitoplankton :Organisme renik dari jasad nabati atau tumbuhan yang mengambang mengikuti arus. Inlet : Daerah/aliran masuknya air ke danau Plankton : Organisme mikroskopis yang berada di permukaan perairan Outlet : Daerah/aliran keluarnya air dari danau Sempedan : Merupakan daerah tepi atau pinggiran danau Takson : Kelompok makhluk hidup yang terbentuk dari hasil pengklasifikasian Zooplankton :Organisme yang berasal dari kategori hewan yang melayang-layang mengikuti arus air

Daftar Pustaka Astirin, Parama, Okid. 2000. Permasalahan Pengelolahan Keanekaragaman Hayati di Indonesia. Jurnal Biodiversitas. 1 (1):36-40 Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat. 2017. Laporan Hasil Uji Kualitas Air. Sumbawa Barat. Diakses tanggal 29 Mei 2017 Balai Konservasi Wilayah Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2017. Kronologis TWA Taliwang. Sumbawa. Diakses tanggal 26 Mei 20125 Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kabupaten Sumbawa Barat. 2017. Danau Lebo, (Online), (http://disp.arekraf.sumbawabaratkab.go.id/danau-lebo.html), diakses 12 Maret 2025 Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2017. Data Danau Lebo Taliwang. Sumbawa Barat. Diakses tanggal 26 Mei 2025 Irwan, Djamal Zoer’aini. 2015. Prinsip-Prinsip Ekologi: Ekosistem, Lingkungan dan Pelestariannya. Jakarta: Bumi Aksara Jaya, I. 2007. Pengelolaan lingkungan kawasan Wisata Danau Lebo Kecamatan Taliwang Kab. Sumbawa Barat. Program Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang. Kasry, Adnan & El Fajri, Nur. 2012. Kualitas Perairan Muara Sungai Siak Ditinjau dari Parameter Fisik-Kimia dan Organisme Plankton. Jurnal berkala Perikanan Terubuk. 40 (2): 96-113 Sagala, E. P. 2009. Potensi komunitas plankton dalam mendukung kehidupan komunitas nekton di Perairan Rawa Gambut, Lebak Jungkal di Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering, Propinsi Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains 09: 53-58 Simanjuntak, M. 2009. Hubungan faktor lingkungan kimia, fisika terhadap distribusi plankton di perairan Belitung Timur, Bangka Belitung. Jurnal Perikanan 11: 31-45. Wahyuni, T. E., E. Mildranaya. 2010. Panduan Wisata Alam di Kawasan Konservasi Nusa Tenggara Barat. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbawa Barat. Wardoyo, S.T.H. 1983. Metode Pengukuran kualitas Air. Training. Penyusunan Analisis mengenai dampak lingkungan. PUSDI – PSL Institut Pertanian Bogor. Winarno, Kusumo; Astrin, Parama Okid & Setyawan, Dwi Ahmad. 2000. Pemantauan Kualitas Perairan Rawa Jabung berdasarkan Keanekaragaman dan Kekayaan Komunitas Bentos. BioSMART. 2 (1):40-46 Yuliana, & Tamrin. 2007. Fluktuasi Dan Kelimpahan Fitoplankton Di Danau Laguna Ternate Maluku Utara. Jurnal Perikanan. 9 (2): 288-296