View MODUL DIGITALISASI DAN BRANDING UMKM (2) flipbook.
ii KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga modul “Digitalisasi dan Branding UMKM” ini dapat diselesaikan dengan baik. Modul ini disusun sebagai bahan pembelajaran yang memberikan pemahaman sekaligus panduan mengenai penerapan teknologi digital dalam mendukung kegiatan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Modul ini disusun secara bertahap agar pembaca dapat memahami proses digitalisasi UMKM mulai dari dasar hingga penerapannya. Pembahasan diawali dengan pengenalan digitalisasi UMKM, kemudian dilanjutkan dengan digital branding, pembuatan berbagai media promosi digital, digital marketing, dan pembayaran digital. Modul ini juga membahas langkah- langkah praktis dalam membuat logo, katalog digital, banner, konten media sosial, profil dan feed Instagram, QRIS, serta video branding. Selain itu, terdapat pembahasan mengenai evaluasi dan pengembangan yang bertujuan membantu UMKM mempertahankan serta meningkatkan hasil dari penerapan strategi digital yang telah dilakukan. Penyusunan modul ini diharapkan dapat membantu pembaca memahami bahwa digitalisasi bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung tujuan dan kebutuhan suatu usaha. Dengan pemahaman dan penerapan yang baik, UMKM diharapkan mampu memiliki identitas yang berbeda satu dengan yang lain, menjangkau konsumen secara lebih luas, dan meningkatkan daya saing di lingkungan bisnis yang semakin digital. Penulis menyadari bahwa modul ini masih memiliki keterbatasan dan masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan sebagai bahan perbaikan pada penyusunan modul selanjutnya. Penulis berharap modul ini dapat memberikan manfaat, menambah wawasan, serta menjadi panduan yang dapat digunakan dalam proses penerapan digitalisasi bagi UMKM. Lombok, 08 Agustus 2026 Tim Penyusun
iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..............................................................................................................ii DAFTAR ISI............................................................................................................................iii BAB I PENGENALAN DIGITALISASI UMKM ................................................................ 5 1.1 PENGERTIAN DIGITALISASI UMKM ................................................................. 5 1.2 TUJUAN DAN MANFAAT DIGITALISASI UMKM ............................................ 5 1.3 PERAN MEDIA DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN UMKM ....................... 6 BAB II DIGITAL BRANDING .............................................................................................. 8 2.1 PENGERTIAN DIGITAL BRANDING .................................................................... 8 2.2 MEMBANGUN IDENTITAS JENAMA PADA ERA DIGITAL ............................ 8 2.3 NAMA, LOGO DAN IDENTITAS VISUAL ........................................................... 8 2.4 MENENTUKAN KEUNIKAN PRODUK ................................................................ 8 2.5 MEMBANGUN CITRA UMKM DI MEDIA SOSIAL ............................................ 9 BAB III MEDIA PROMOSI DIGITAL .............................................................................. 10 3.1 FOTO PRODUK ...................................................................................................... 10 3.2 MEMBUAT LOGO ................................................................................................. 11 3.3 MEMBUAT KATALOG PRODUK DIGITAL ...................................................... 12 3.4 MEMBUAT VIDEO BRANDING ........................................................................... 13 3.5 MENULIS DESKRIPSI VIDEO YANG MENARIK ............................................. 14 BAB IV DIGITAL MARKETING ....................................................................................... 15 4.1 MENGENAL DIGITAL MARKETING ................................................................. 15 4.2 MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PEMASARAN ........................................ 15 BAB V PEMBAYARAN DIGITAL ..................................................................................... 18 5.1 PENGERTIAN PEMBAYARAN DIGITAL .......................................................... 18 5.2 QRIS SEBAGAI METODE PEMBAYARAN ....................................................... 18 5.3 MANFAAT QRIS BAGI UMKM ........................................................................... 19 BAB VI TATA CARA DAN PENGGUNAAN MEDIA DESIGN ..................................... 20
iv 6.1 Membuat Konten Sosial Media ............................................................................... 20 6.2 Langkah membuat Katalog Digital dan Banner ...................................................... 20 6.3 Langkah Membuat Profil dan Feed Instagram......................................................... 22 6.4 Langkah Membuat QRIS ......................................................................................... 23 BAB VII EVALUASI DAN PENGEMBANGAN ............................................................... 27 7.1 EVALUASI BRANDING DIGITAL........................................................................ 27 7.2 EVALUASI MEDIA SOSIAL ................................................................................ 27 7.3 EVALUASI RESPON KONSUMEN ..................................................................... 27 7.4 MENJAGA KONSISTENSI IDENTITAS JENAMA............................................. 28 7.5 STRATEGI PENGEMBAGAN UMKM SECARA DIGITAL ............................... 28 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 29
5 BAB I PENGENALAN DIGITALISASI UMKM 1.1 PENGERTIAN DIGITALISASI UMKM Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian Indonesia. Keberadaan UMKM tidak hanya berkontribusi terhadap aktivitas produksi dan distribusi barang maupun jasa, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Di era digital dan kemajuan teknologi sekarang, UMKM menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat. Perubahan tersebut menyebabkan pola interaksi antara pelaku usaha dan konsumen mengalami pergeseran dari sistem yang sebelumnya banyak dilakukan secara tradisional dan manual menjadi sistem yang semakin memanfaatkan teknologi digital. Kondisi ini yang menyebabkan munculnya kebutuhan bagi UMKM untuk melakukan digitalisasi agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan perubahan perilaku konsumen. Digitalisasi UMKM adalah suatu proses pemanfaatan teknologi digital dalam menjalankan berbagai aktivitas bisnis. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pemasaran melalui media sosial atau penjualan produk melalui marketplace, tetapi mencakup proses yang lebih luas, yaitu bagaimana teknologi digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan usaha secara keseluruhan. Pemanfaatan teknologi tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bidang, seperti pemasaran, penjualan, pelayanan bagi pelanggan, pembayaran, pencatatan transaksi, pengelolaan persediaan, hingga pengelolaan keuangan. 1.2 TUJUAN DAN MANFAAT DIGITALISASI UMKM Tujuan dari digitalisasi adalah membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan dalam menjalankan kegiatan usaha secara lebih efektif dan efisien. Dalam sistem usaha tradisional, sebagian besar aktivitas bisnis masih dilakukan secara manual, mulai dari proses promosi, pencatatan transaksi, hingga berkomunikasi langsung dengan pelanggan. Cara tersebut masih dapat dilakukan dalam kondisi tertentu, tetapi seiring dengan meningkatnya persaingan dan perubahan kebutuhan konsumen, pelaku UMKM perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi agar kegiatan usaha dapat dilakukan dengan lebih cepat dan memiliki jangkauan yang lebih luas. Salah satu tujuan utama digitalisasi UMKM adalah memperluas jangkauan pemasaran. Dalam kegiatan usaha tradisional, jangkauan pemasaran sering kali terbatas pada konsumen yang berada di sekitar lokasi usaha. Kondisi tersebut menyebabkan potensi pasar yang dijangkau menjadi terbatas. Dengan memanfaatkan media digital, pelaku
6 UMKM dapat memperkenalkan produk kepada konsumen yang berada di luar wilayah tempat usaha. Teknologi dapat membantu menyederhanakan berbagai pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak. Misalnya, dalam mencatat transaksi pelanggan dapat menggunakan aplikasi keuangan, sedangkan proses pembayaran dapat dilakukan menggunakan sistem pembayaran digital, seperti QRIS atau transfer antar bank Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan pelaku usaha menghemat waktu dan tenaga sehingga dapat lebih fokus pada pengembangan produk, peningkatan kualitas pelayanan, dan penyusunan strategi bisnis. Efisiensi yang dihasilkan dari penggunaan teknologi juga dapat membantu UMKM mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan yang sering muncul dalam proses manual. Digitalisasi memberikan banyak manfaat serta keuntungan bagi perkembangan UMKM. Salah satu manfaat yang paling terlihat adalah kemudahan dalam melakukan kegiatan pemasaran. Media digital membantu pelaku usaha untuk melakukan promosi dengan biaya yang relatif lebih terjangkau. Pelaku UMKM dapat membuat konten berupa foto, video, tulisan, maupun informasi produk dan menyebarluaskannya melalui media sosial. Konten tersebut dapat dilihat oleh calon konsumen kapan saja sehingga promosi tidak terbatas pada waktu dan tempat tertentu. Selain itu, interaksi yang terjadi melalui media sosial dapat membantu pelaku usaha mengetahui tanggapan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. 1.3 PERAN MEDIA DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN UMKM Media digital berperan sebagai sarana yang membantu UMKM dalam memperkenalkan, menjual, dan mengembangkan produknya. Salah satu peran yang paling penting adalah sebagai media pemasaran. Melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan lain sebagainya. Pelaku UMKM dapat menampilkan produk dalam bentuk foto, video, maupun informasi lainnya. Media tersebut memungkinkan promosi dilakukan dengan jangkauan yang lebih luas dan dapat membantu meningkatkan pengenalan masyarakat luas terhadap suatu produk. Selain itu, media digital juga berperan sebagai sarana penjualan melalui marketplace dan platform perdagangan online lainnya (GrabFood, GoFood, ShopeeFood, dsb). Marketplace tersebut memungkinkan produk UMKM ditampilkan dalam katalog digital sehingga konsumen dapat melihat informasi produk dan melakukan pemesanan tanpa harus datang langsung ke tempat usaha. Hal ini dapat memberikan kemudahan bagi konsumen sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk memperoleh pasar yang lebih luas.
7 Media digital dapat membantu UMKM dalam membangun kepercayaan konsumen. Kepercayaan merupakan salah satu faktor penting dalam keputusan pembelian, khususnya dalam transaksi daring karena konsumen tidak dapat melihat dan memeriksa produk secara langsung sebelum melakukan pembelian. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu menyediakan informasi yang jelas mengenai produk, menampilkan identitas usaha, memberikan pelayanan yang baik, serta menjaga konsistensi kualitas produk. Ulasan dan pengalaman pelanggan yang ditampilkan pada platform digital juga dapat menjadi pertimbangan bagi calon konsumen. Apabila suatu UMKM mampu mempertahankan reputasi yang baik di ruang digital, peluang untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan dapat semakin besar.
8 BAB II DIGITAL BRANDING 2.1 PENGERTIAN DIGITAL BRANDING Branding merupakan proses membangun identitas suatu produk atau usaha melalui penggunaan nama, istilah, desain, maupun kombinasi dari berbagai elemen. Digitalisasi branding adalah proses membangun, memperkenalkan, dan mengembangkan identitas suatu usaha dengan memanfaatkan media dan teknologi digital. Digitalisasi branding dapat dilakukan melalui pembuatan atau pembaruan logo, desain kemasan, katalog digital, foto produk, akun media sosial, Google Maps/Google Business Profile, serta konten promosi digital. Pemanfaatan media tersebut bertujuan agar UMKM lebih mudah dikenal oleh masyarakat, memiliki citra usaha yang lebih profesional, dan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. 2.2 MEMBANGUN IDENTITAS JENAMA PADA ERA DIGITAL Identitas ini berfungsi untuk mengenalkan dan membedakan suatu produk dari produk pesaing. Bagi UMKM, jenama tidak hanya berupa nama atau logo, tetapi juga mencerminkan karakter, nilai, tujuan, serta produk yang ditawarkan. Dengan adanya jenama yang jelas dan konsisten, suatu UMKM dapat memiliki identitas yang membedakannya dari UMKM lainnya serta meningkatkan daya tarik di mata konsumen. 2.3 NAMA, LOGO DAN IDENTITAS VISUAL Nama logo yang dapat digunakan dalam modul digitalisasi UMKM adalah yang menggambarkan identitas program dalam mendorong UMKM masyarakat Desa Masbagik Utara Baru untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya. Logo dapat memadukan unsur rumah atau desa sebagai simbol identitas wilayah, ponsel pintar atau jaringan digital sebagai simbol teknologi, serta ikon toko atau produk UMKM sebagai simbol kegiatan ekonomi masyarakat. Identitas visual menggunakan perpaduan warna hijau yang melambangkan pertumbuhan dan pemberdayaan, biru yang mencerminkan teknologi dan kepercayaan, serta oranye yang menggambarkan kreativitas dan semangat berwirausaha. Jenis huruf yang digunakan sebaiknya sederhana dan mudah dibaca, seperti Poppins atau Montserrat, dengan gaya visual yang modern, sederhana, dan ramah masyarakat. Sebagai slogan, dapat digunakan “UMKM Naik Kelas, Desa Semakin Digital” atau “Menopang, Membantu, dan Bekerja Sama Untuk UMKM Berdaya”. 2.4 MENENTUKAN KEUNIKAN PRODUK
9 Menentukan keunikan produk merupakan langkah penting dalam mengembangkan dan memasarkan UMKM secara digital. Keunikan produk dapat dilihat dari kualitas, bahan baku, cita rasa, desain, kemasan, harga, proses pembuatan, maupun nilai budaya dan kearifan lokal yang membedakannya dari produk lain. Pelaku UMKM di Desa Masbagik Utara Baru perlu mengidentifikasi keunggulan yang paling menonjol dari produknya, kemudian menjadikannya sebagai nilai jual utama (unique selling point/USP) dalam pemasaran. Keunikan tersebut selanjutnya dapat ditampilkan melalui foto produk, video, media sosial, marketplace, dan deskripsi produk yang menarik sehingga konsumen lebih mudah mengenali dan mengingat produk tersebut. Dengan demikian, produk UMKM tidak hanya mampu menarik perhatian konsumen, tetapi juga memiliki identitas dan daya saing yang lebih kuat di pasar digital. 2.5 MEMBANGUN CITRA UMKM DI MEDIA SOSIAL Membangun citra UMKM di media sosial merupakan upaya untuk menciptakan identitas dan kesan positif terhadap produk atau usaha di mata konsumen. Citra dapat dibangun dengan menentukan identitas usaha yang jelas, seperti nama jenama, logo, warna, slogan, serta gaya komunikasi yang konsisten. Pelaku UMKM juga perlu membuat konten yang menarik dan informatif, seperti foto dan video produk, proses pembuatan, testimoni pelanggan, serta cerita di balik usaha. Penggunaan bahasa yang ramah, responsif dalam melayani konsumen, dan konsisten dalam mengunggah konten dapat meningkatkan kepercayaan dan kedekatan dengan pelanggan. Dengan membangun citra yang kuat dan profesional di media sosial, UMKM Desa Masbagik Utara Baru dapat meningkatkan daya tarik produk, memperluas jangkauan pemasaran, dan membangun kepercayaan konsumen di era digital.
10 BAB III MEDIA PROMOSI DIGITAL Media promosi digital merupakan bentuk media berbasis teknologi yang digunakan untuk memperkenalkan, memasarkan, dan membangun citra suatu produk atau usaha melalui platform digital. Bagi UMKM, media promosi digital menjadi salah satu strategi yang efektif karena mampu menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya yang relatif terjangkau. Promosi digital tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada cara produk tersebut ditampilkan melalui foto, logo, katalog, video, dan deskripsi yang menarik yang sesuai dengan identitas merek dan keunikan produk. Pemahaman mengenai pembuatan media promosi digital ini menjadi keterampilan penting bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan daya saing usahanya. 3.1 FOTO PRODUK Foto produk merupakan elemen utama dalam pemasaran digital karena menjadi representasi visual dari produk yang ditawarkan. Dalam penjualan daring, konsumen tidak dapat melihat atau menyentuh produk secara langsung sehingga keputusan pembelian banyak dipengaruhi oleh kualitas foto yang ditampilkan. Foto yang baik mampu memberikan gambaran mengenai bentuk, warna, tekstur, serta kualitas produk secara jelas sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Dalam menghasilkan foto produk yang menarik, pencahayaan menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan. Cahaya alami dari jendela umumnya mampu menghasilkan warna yang lebih natural dibandingkan pencahayaan yang terlalu redup atau terlalu terang. Selain itu, penggunaan latar belakang sederhana seperti warna putih atau warna netral dapat membantu produk menjadi fokus utama dalam foto. Komposisi foto perlu diperhatikan agar tampilan produk lebih menarik. Pengambilan gambar dapat dilakukan dari beberapa sudut, seperti tampak depan, tampak samping, maupun close-up untuk menunjukkan detail produk. Bagi produk makanan, teknik pengambilan gambar dari atas sering digunakan untuk memberikan kesan rapi dan estetik.. Sementara itu, untuk produk fashion, penggunaan model atau manekin dapat membantu konsumen membayangkan penggunaan produk tersebut. Berikut kiat membuat foto produk yang menarik : 1. Gunakan pencahayaan alami. 2. Pilih latar belakang yang bersih dan sederhana 3. Ambil foto dari beberapa sudut.
11 4. Pastikan gambar memiliki resolusi tinggi. 5. Edit secukupnya tanpa mengubah warna asli produk. 3.2 MEMBUAT LOGO Logo merupakan identitas visual yang mewakili sebuah usaha atau jenama. Logo membantu konsumen mengenali produk dengan lebih mudah serta membangun kesan profesional terhadap suatu UMKM. Logo yang baik tidak harus rumit, tetapi harus sederhana, mudah diingat, dan sesuai dengan karakter usaha. Dalam proses pembuatan logo, pelaku UMKM perlu menentukan konsep yang sesuai dengan jenis produk yang dijual. Pemilihan warna memiliki makna tertentu, misalnya hijau sering dikaitkan dengan kesan alami, merah memberikan kesan berani, sedangkan biru mencerminkan kepercayaan. Selain warna, jenis huruf juga perlu disesuaikan agar tetap mudah dibaca pada berbagai ukuran. Pembuatan logo dapat digunakan melalui berbagai aplikasi, seperti Canva, Adobe Express, maupun platform desain lainnya yang menyediakan templat sehingga lebih mudah digunakan oleh pemula. Berikut contoh unsur logo yang baik dan perlu diingat : 1. Sederhana dan mudah diingat. 2. Mencerminkan karakter usaha. 3. Mudah dibaca pada berbagai ukuran. 4. Menggunakan kombinasi warna yang konsisten.
12 3.3 MEMBUAT KATALOG PRODUK DIGITAL Katalog produk digital merupakan kumpulan informasi mengenai produk yang disusun dalam format digital sehingga dapat dibagikan melalui media sosial, WhatsApp, maupun marketplace. Katalog berfungsi sebagai media informasi yang memudahkan konsumen melihat berbagai pilihan produk tanpa harus bertanya satu persatu pada penjual. Isi katalog dapat disusun secara sistematis agar mudah dipahami. Setiap produk perlu dilengkapi dengan foto yang jelas, nama produk, harga, ukuran atau varian, serta informasi kontak untuk pemesanan. Tata letak yang rapi dan penggunaan warna yang konsisten akan membuat katalog terlihat lebih profesional. Katalog digital dapat dibuat menggunakan aplikasi desain sederhana seperti Canva atau Microsoft PowerPoint, kemudian disimpan dalam format PDF atau gambar agar mudah dibagikan kepada pelanggan. Berikut isi katalog digital yang dapat digunakan: 1. Logo dan nama usaha. 2. Foto setiap produk. 3. Nama dan harga produk. 4. Deskripsi singkat. 5. Nomor kontak atau QR pemesanan.
13 3.4 MEMBUAT VIDEO BRANDING Video branding adalah media promosi berbentuk audiovisual yang bertujuan memperkenalkan identitas, nilai, dan keunggulan suatu usaha kepada konsumen. Video lebih efektif menarik perhatian karena mampu menggabungkan gambar, suara, teks, dan cerita dalam satu konten. Pada media sosial seperti Instagram Reels dan TikTok, video pendek menjadi salah satu jenis konten dengan tingkat jangkauan yang tinggi. Video branding tidak harus menggunakan peralatan yang mahal. Kamera ponsel dengan kualitas yang baik sudah cukup untuk menghasilkan video yang menarik apabila didukung pencahayaan yang memadai dan pengambilan gambar yang stabil. Isi video dapat berupa proses pembuatan produk, tampilan produk dari berbagai sudut, testimoni pelanggan, maupun cerita singkat mengenai usaha yang dijalankan. Durasi video sebaiknya dibuat singkat, sekitar 15–60 detik untuk media sosial seperti Instagram Reels dan TikTok. Pada bagian akhir video, tambahkan ajakan bertindak (call to action), misalnya menghubungi WhatsApp atau mengunjungi akun media sosial usaha. Berikut contoh alur video branding : 1. Detik awal (0-5 detik) pengenalan, logo dan tampilan produk 2. (5-20 detik) proses pembuatan produk 3. (20-40 detik) produk jadi dan detail keunggulan produk 4. (40-60 detik) kontak WhatsApp, Instagram, dan ajakan membeli
14 3.5 MENULIS DESKRIPSI VIDEO YANG MENARIK Deskripsi produk merupakan penjelasan tertulis mengenai produk yang bertujuan memberikan informasi sekaligus meyakinkan konsumen untuk melakukan pembelian. Deskripsi yang baik tidak hanya menyebutkan nama produk, tetapi juga menjelaskan manfaat, keunggulan, spesifikasi, dan alasan mengapa produk tersebut layak dipilih. Penulisan deskripsi perlu menggunakan bahasa yang jelas, ringkas, dan mudah dipahami. Hindari kalimat yang terlalu panjang atau berlebihan karena dapat membuat informasi menjadi kurang efektif. Fokus utama deskripsi adalah menjawab kebutuhan calon pembeli melalui informasi yang relevan. Berikut hal-hal dalam penulisan deskripsi yang baik yang perlu diperhatikan: 1. Nama produk. 2. Keunggulan utama. 3. Bahan atau spesifikasi. 4. Ukuran atau varian. 5. Cara pemesanan. Contoh deskripsi produk “Keripik Pisang Crispy Original dibuat dari pisang pilihan dengan tekstur renyah dan rasa gurih alami. Tersedia dalam ukuran 100 gram dan 250 gram, cocok sebagai camilan sehari-hari maupun oleh-oleh. Pesan sekarang melalui WhatsApp atau Instagram kami”. Deskripsi yang menarik membantu konsumen memahami manfaat produk sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas yang ditawarkan. Oleh karena itu, foto, desain visual, video, dan deskripsi produk perlu saling mendukung agar media promosi digital menjadi lebih efektif dalam meningkatkan penjualan UMKM.
15 BAB IV DIGITAL MARKETING 4.1 MENGENAL DIGITAL MARKETING Digital marketing merupakan kegiatan pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital dan internet untuk memperkenalkan, menawarkan, serta menjual produk atau jasa kepada konsumen. Penggunaan digital marketing semakin penting bagi UMKM karena konsumen saat ini banyak menggunakan internet untuk mencari informasi, membandingkan produk, dan menentukan keputusan pembelian. Melalui digital marketing, UMKM dapat menyampaikan informasi mengenai produk secara lebih cepat dan menjangkau calon konsumen yang lebih luas dibandingkan dengan pemasaran yang hanya dilakukan secara tradisional atau manual. Digital marketing tidak hanya berkaitan dengan kegiatan mengunggah promosi di media sosial, tetapi mencakup berbagai aktivitas yang dilakukan melalui platform digital. Kegiatan tersebut dapat berupa pembuatan konten, penjualan melalui media sosial, komunikasi dengan pelanggan, pengelolaan profil bisnis, hingga pemanfaatan data untuk mengetahui respons konsumen. Bagi UMKM, penerapan digital marketing dapat dimulai dari penggunaan platform yang sederhana dan sesuai dengan target konsumennya. Pelaku usaha dapat memilih media yang paling relevan dengan jenis produk dan kebiasaan konsumennya. Konsisten dalam membuat konten, memberikan informasi yang jelas, serta merespon konsumen agar kegiatan pemasaran digital dapat memberikan hasil yang optimal. 4.2 MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PEMASARAN Media sosial merupakan salah satu sarana digital marketing yang banyak digunakan UMKM untuk membangun komunikasi dengan konsumen. Media sosial memungkinkan pelaku usaha membagikan informasi produk dalam bentuk foto, video, teks, maupun konten interaktif. Selain sebagai media promosi, media sosial juga dapat digunakan untuk membangun hubungan dengan pelanggan melalui komentar maupun obrolan. Keunggulan media sosial bagi UMKM adalah kemampuannya dalam menyebarkan informasi secara cepat dan luas. Pelaku usaha dapat memperkenalkan produk baru, promosi, dan menunjukkan aktivitas usaha kepada konsumen. Konten yang dibuat secara konsisten juga dapat membantu membangun identitas dan meningkatkan daya ingat konsumen terhadap suatu jenama. Pada modul ini, media sosial dan platform digital yang digunakan sebagai sarana pemasaran difokuskan pada Instagram, WhatsApp Business, dan Google Maps karena ketiganya memiliki fungsi yang berbeda dan dapat saling melengkapi dalam mendukung kegiatan pemasaran UMKM.
16 4.2.1 INSTAGRAM Instagram merupakan platform digital yang berfokus pada konten visual sehingga sesuai digunakan UMKM untuk menampilkan produk secara menarik. Foto dan video dapat digunakan untuk memperlihatkan bentuk, warna, kemasan, cara penggunaan, maupun keunggulan produk. Selain melalui postingan, UMKM dapat menggunakan fitur seperti Stories, Reels, dan Highlights untuk menyampaikan informasi beragam. Akun Instagram bisnis sebaiknya memiliki identitas yang konsisten dengan menggunakan nama usaha, logo, deskripsi usaha, informasi kontak, serta tampilan feeds yang sesuai dengan karakter jenama. Konten yang dipublikasikan juga perlu memiliki tujuan yang jelas, misalnya untuk memperkenalkan produk, memberikan informasi, membangun kepercayaan, atau mendorong konsumen melakukan pembelian. Beberapa jenis konten yang dapat digunakan UMKM di Instagram antara lain: 1. Konten produk, foto atau video yang menampilkan produk. 2. Konten edukasi, informasi yang berkaitan dengan produk atau bidang usaha. 3. Konten promosi, seperti potongan harga, paket produk, atau penawaran khusus. 4. Konten behind the scene, proses pembuatan atau aktivitas di balik usaha. 5. Konten interaksi, seperti pertanyaan, poling, atau ajakan kepada konsumen untuk memberikan pendapat. 4.2.2 WHATSAPP BUSINESS WhatsApp Business merupakan platform yang dapat digunakan UMKM untuk berkomunikasi dan memberikan pelayanan kepada pelanggan secara lebih terstruktur. Dibandingkan penggunaan WhatsApp pribadi, WhatsApp Business menyediakan beberapa fitur yang mendukung kegiatan usaha, seperti profil bisnis, katalog produk, serta pesan otomatis. Profil bisnis dapat digunakan untuk menampilkan nama usaha, kategori bisnis, deskripsi singkat, alamat, jam operasional, dan informasi kontak. Sementara itu, fitur katalog dapat digunakan untuk menampilkan produk beserta foto, harga, dan informasi lain sehingga konsumen dapat melihat pilihan produk tanpa harus menanyakan satu per satu kepada penjual. Respons yang cepat dan informasi yang jelas dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan. WhatsApp Business tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pemasaran dan penjualan UMKM.
17 4.2.3 GOOGLE MAPS Google Maps dapat dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan keberadaan usaha dalam pencarian lokal. Melalui profil bisnis yang terdaftar, konsumen dapat mengetahui lokasi usaha, jam operasional, nomor telepon, foto, serta informasi lainnya. Hal ini sangat bermanfaat terutama bagi UMKM yang memiliki usaha yang melayani konsumen secara langsung di lokasi. Keberadaan usaha di Google Maps juga membantu calon konsumen menemukan lokasi dengan lebih mudah. Konsumen dapat melihat informasi usaha sebelum datang dan dapat memberikan ulasan berdasarkan pengalaman mereka. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu memastikan informasi yang ditampilkan selalu benar dan diperbarui apabila terdapat perubahan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola profil UMKM di Google Maps adalah: - Menggunakan nama usaha yang sesuai. - Memastikan alamat dan titik lokasi tepat. - Mencantumkan jam operasional dengan benar. - Menambahkan foto usaha dan produk yang jelas. - Mencantumkan nomor kontak yang aktif. - Memantau dan merespons ulasan konsumen dengan baik.
18 BAB V PEMBAYARAN DIGITAL PENGERTIAN PEMBAYARAN DIGITAL Pembayaran digital merupakan metode pembayaran yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan perangkat dan teknologi digital, sehingga transaksi dapat dilakukan tanpa menggunakan uang tunai secara langsung. Pembayaran ini dapat dilakukan melalui berbagai layanan, seperti mobile banking, dompet digital, kartu pembayaran, maupun layanan pembayaran berbasis kode QR. Perkembangan teknologi membuat pembayaran digital semakin banyak digunakan karena memungkinkan proses transaksi dilakukan dengan lebih cepat dan praktis. Bagi pelaku UMKM, pembayaran digital menjadi salah satu bagian dari proses digitalisasi usaha yang dapat membantu membuat transaksi lebih praktis dan efisien. Pelanggan tidak harus selalu menyediakan uang tunai karena pembayaran dapat dilakukan menggunakan perangkat digital yang mereka miliki. Dari sisi pelaku usaha, transaksi digital juga dapat membantu mempermudah pencatatan dan pemantauan pembayaran yang diterima. Penelitian mengenai penerapan pembayaran digital pada UMKM menunjukkan bahwa penggunaan digital payment dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan sekaligus membantu penjual dalam melakukan pembukuan transaksi. 5.2 QRIS SEBAGAI METODE PEMBAYARAN Metode pembayaran digital merupakan berbagai cara yang digunakan untuk melakukan transaksi secara elektronik tanpa menggunakan uang tunai secara langsung. Dalam perkembangannya, pembayaran digital dapat dilakukan melalui beberapa metode, seperti mobile banking, dompet digital, kartu debit atau kredit, serta pembayaran menggunakan kode QR. Setiap metode memanfaatkan teknologi digital untuk memindahkan sejumlah dana dari pembeli kepada penjual secara elektronik. Penggunaan metode tersebut memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan kebiasaan transaksi masyarakat. Bagi pelaku UMKM, berbagai metode pembayaran digital dapat digunakan untuk memberikan pilihan pembayaran yang lebih beragam kepada pelanggan. Pembayaran melalui mobile banking memungkinkan pelanggan melakukan transfer secara langsung, sedangkan e- wallet dapat digunakan melalui saldo pada aplikasi pembayaran. Sementara itu, pembayaran berbasis kode QR memungkinkan pelanggan melakukan transaksi dengan memindai kode yang disediakan oleh penjual. Salah satu standar pembayaran kode QR yang diterapkan di Indonesia
19 adalah QRIS, yang memungkinkan satu kode QR digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. 5.3 MANFAAT QRIS BAGI UMKM Penggunaan QRIS memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku UMKM dalam melakukan transaksi. Dengan satu kode QRIS, pelaku usaha dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS, sehingga tidak perlu menyediakan kode QR yang berbeda untuk setiap penyedia layanan. QRIS juga membuat transaksi menjadi lebih praktis karena mengurangi kebutuhan uang tunai, uang kembalian, serta risiko menerima uang palsu. Selain itu, transaksi yang dilakukan melalui QRIS tercatat secara otomatis sehingga dapat membantu pelaku UMKM dalam memantau transaksi dan mengelola keuangan usaha. QRIS dapat membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital dan memberikan pilihan pembayaran yang lebih luas kepada pelanggan. Kemudahan penggunaan dan manfaat yang dirasakan juga menjadi faktor yang mendorong penggunaan QRIS oleh pelaku UMKM. Penelitian Kamilah et al. (2024) terhadap 99 pelaku UMKM di Cikarang Utara menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan manfaat QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaannya sebagai alat transaksi pembayaran. Dengan demikian, QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana bagi UMKM untuk mengembangkan proses transaksi yang lebih praktis dan terdigitalisasi.
20 BAB VI TATA CARA DAN PENGGUNAAN MEDIA DESIGN 6.1 Membuat Konten Sosial Media Membuat media sosial merupakan salah satu strategi penting dalam digitalisasi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas. Konten yang dibuat sebaiknya menarik, informatif, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik target konsumen. Pelaku UMKM dapat membuat berbagai jenis konten, seperti foto dan video produk, informasi harga dan manfaat produk, proses pembuatan, testimoni pelanggan, promosi, serta cerita mengenai usaha dan produk lokal. Penggunaan foto yang jelas, pencahayaan yang baik, takarir yang menarik, dan tagar yang relevan dapat membantu meningkatkan daya tarik konten. Selain itu, konten perlu dibuat secara konsisten dan dipublikasikan melalui platform yang sesuai, seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Bussines. Dengan konten yang baik dan konsisten, UMKM Desa Masbagik Utara Baru dapat meningkatkan pengenalan jenama, interaksi dengan konsumen, serta peluang penjualan produk secara digital. 6.2 Langkah membuat Katalog Digital dan Banner Langkah pertama: Buka aplikasi Canva atau Canva, lalu pilih templat atau katalog cetak Langkah kedua: klik pencarian untuk memilih templat
21 Langkah ketiga : Ketik pencarian katalog produk untuk membuat katalog produk Langkah keempat: Tampilan setelah mengetik pencarian katalog produk, dipilih templat yang cocok Langkah kelima : mulai edit tampilan gambar sesuai dengan foto produk usaha makanan atau yang lainnya Langkah keenam: Selesai edit klik unduh untuk menyimpan gambar katalog
22 Langkah ke tujuh : Pilih jenis file PNG atau JPG lalu klik Unduh Langkah terakhir : Tampilan setelah klik unduh kemudian unduhan akan tersimpan digaleri ponsel 6.3 Langkah Membuat Profil dan Feed Instagram Langkah pertama: Buka akun instagram, Langkah kedua: isi deskripsi sesuai dengan
23 lalu klik edit profil toko Pilih Reel untuk unggah video, Postingan untuk unggah foto, dan Cerita untuk unggah status di Instagram 6.4 Langkah Membuat QRIS
24 Instal GoPay Merchant: QRIS di App Store pada iOS atau Google Play Store pada Android Buka aplikasi dan klik “Masuk” Masukkan nomor seluler untuk mendapatkan kode OTP Setelah mendapatkan kode OTP, masukkan kode OTP Pada menu Langkah Pendaftaran, ketuk Jika belum memiliki akun GoPay, ketuk
25 lanjut lanjut untuk membuat akun GoPay Siapkan data identitas e-KTP untuk pendaftaran Arahkan e-KTP untuk diambil gambar secara otomatis Arahkan wajah dan sesuaikan dengan bingkai Isi nama usaha Anda dan isi kolom yang lain hingga selesai
26 Pastikan nama, jenis, dan alamat sudah benar, lalu centang pada kolom “Saya mau membuat QRIS baru” dan ketuk “Ya, sudah benar” QRIS bisa digunakan
27 BAB VII EVALUASI DAN PENGEMBANGAN 7.1 EVALUASI BRANDING DIGITAL Evaluasi branding digital dilakukan untuk mengetahui apakah identitas dan citra jenama yang telah dibangun sudah sesuai dengan tujuan UMKM. Evaluasi dapat dilakukan dengan melihat kesesuaian nama, logo, warna, tipografi, foto produk, dan gaya komunikasi yang digunakan pada berbagai media digital. Identitas jenama yang baik harus mudah dikenali dan memiliki tampilan yang konsisten sehingga konsumen dapat membedakannya dari usaha lain. Selain itu, UMKM perlu melihat apakah branding yang digunakan sudah sesuai dengan karakter produk dan target konsumen. Jika ditemukan elemen yang kurang sesuai, perbaikan dapat dilakukan tanpa mengubah identitas utama jenama secara keseluruhan. Beberapa hal yang dapat dievaluasi yaitu: : - Kesesuaian logo dengan karakter usaha. - Konsistensi penggunaan warna dan tipografi. - Kualitas tampilan foto dan desain promosi. - Kesesuaian gaya komunikasi dengan target konsumen. - Kemudahan konsumen dalam mengenali jenama. 7.2 EVALUASI MEDIA SOSIAL Evaluasi media sosial dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif platform digital yang digunakan dalam mendukung kegiatan pemasaran UMKM. Evaluasi tidak hanya dilihat dari jumlah pengikut sosial media, tetapi juga dari tingkat interaksi dan respons yang diberikan oleh konsumen. Beberapa indikator yang dapat diperhatikan antara lain jumlah likes, komentar, shares, views, pesan yang masuk, serta peningkatan jumlah pelanggan atau penjualan setelah suatu konten dipublikasikan. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk mengetahui jenis konten yang paling menarik bagi konsumen. Misalnya, apabila video produk mendapatkan respons yang lebih tinggi dibandingkan foto biasa, UMKM dapat meningkatkan penggunaan video dalam strategi kontennya. Evaluasi juga membantu menentukan platform mana yang paling sesuai dengan karakter target pasar sehingga waktu dan tenaga dapat digunakan secara lebih efektif. 7.3 EVALUASI RESPON KONSUMEN Respons konsumen dapat menjadi indikator untuk menilai apakah strategi digital yang diterapkan sudah sesuai dengan kebutuhan pasar. Evaluasi dapat dilakukan dengan
28 memperhatikan komentar, pesan, ulasan, pertanyaan, kritik, dan saran yang diterima melalui berbagai platform. Respons yang positif dapat menunjukkan bahwa produk atau pelayanan telah memenuhi harapan konsumen, sedangkan keluhan dan kritik dapat menjadi bahan untuk melakukan perbaikan. UMKM juga perlu memperhatikan pola pertanyaan yang sering diajukan konsumen karena hal tersebut dapat menunjukkan adanya informasi produk yang belum disampaikan dengan jelas. Dengan mengolah respons tersebut, pelaku usaha dapat mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan konsumen, bukan hanya berdasarkan perkiraan. 7.4 MENJAGA KONSISTENSI IDENTITAS JENAMA Setelah identitas jenama terbentuk, konsistensi perlu dijaga agar jenama tetap mudah dikenali. Konsistensi dapat diterapkan pada penggunaan logo, warna, tipografi, gaya desain, kualitas visual, dan gaya bahasa di seluruh media yang digunakan. Perbedaan tampilan yang terlalu jauh antara satu platform dengan platform lainnya dapat mengurangi kekuatan identitas jenama. Oleh karena itu, UMKM sebaiknya memiliki panduan sederhana mengenai penggunaan elemen-elemen jenama sehingga setiap materi promosi memiliki karakter yang sama. Konsistensi juga perlu diterapkan ketika membuat desain baru agar perkembangan visual jenama tetap memiliki hubungan dengan identitas yang sudah dikenal konsumen. 7.5 STRATEGI PENGEMBAGAN UMKM SECARA DIGITAL Strategi pengembangan UMKM secara digital perlu disusun berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Setelah mengetahui media yang paling efektif, jenis konten yang mendapatkan respons tinggi, serta kebutuhan konsumen, UMKM dapat menentukan prioritas pengembangan berikutnya. Pengembangan dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas konten, penguatan hubungan dengan pelanggan, pembaruan katalog dan informasi produk, pemanfaatan fitur pemasaran digital, serta perluasan jangkauan pasar secara bertahap. UMKM juga perlu menetapkan tujuan yang dapat diukur, misalnya meningkatkan jumlah pelanggan, meningkatkan interaksi, memperluas jangkauan, atau meningkatkan penjualan dalam periode tertentu. Pengembangan digital sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan usaha. Tidak semua tren digital harus diikuti apabila tidak memberikan manfaat bagi target pasar. Pelaku UMKM perlu memilih teknologi dan platform yang benar-benar mendukung tujuan bisnis. Dengan melakukan evaluasi secara berkala dan menggunakan hasil evaluasi sebagai dasar pengambilan keputusan, digitalisasi dapat berkembang dari sekadar kegiatan promosi menjadi bagian dari strategi usaha yang berkelanjutan.
29 DAFTAR PUSTAKA Artanto, A. T., & Nugroho, K. N. (2022). Digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah dalam membangun ketahanan bisnis di era new normal. Journal of Governance and Administrative Reform, 163–180. Ngraini, D., Riady, Y., Putimasurai, P., Pratama, A., Sadria, A., & Rosmiati. (2025). Transformasi digital dalam meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia: Sebuah tinjauan sistematis. Eklektik: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan, 7(2). https://doi.org/10.24014/ekl.v7i2.33958 Rasenda, R., Rizal, M., Wiyana, H., & Subagja, S. N. (2025). Digitalisasi UMKM: Strategi dan model bisnis berbasis teknologi untuk keberlanjutan. JUBISDIGI: Jurnal Bisnis Digital, 1(1), 52–59. https://doi.org/10.9030/jubisdigi.v1i1.936 Sitompul, P. S., Sari, M. M., Lumban Gaol, C. M. B., & Harahap, L. M. (2025). Transformasi digital UMKM Indonesia: Tantangan dan strategi adaptasi di era ekonomi digital. Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini, 2(2), 9–18. https://doi.org/10.61132/jumbidter.v2i2.487 Taroreh, S. R. A., Takaliuang, N., Wenno, M. L., & Maasi, J. W. M. (2026). Transformasi digital pada UMKM di pasar berkembang: Tinjauan literatur sistematis tentang adopsi teknologi dan kinerja bisnis. Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. https://doi.org/10.57207/nhvp5v64 Tenriwali, A. K., Ali, F., Akbar, F., & Nurdin, Z. (2026). Peran sistem informasi dalam penguatan bisnis digital UMKM di Indonesia: Suatu systematic literature review. Jurnal Bisnis Digital dan Teknologi (DIGITEK), 2(1). https://doi.org/10.55678/digitek.v2i1.2606
30