Laporan observasi ilmiah siswa tentang pertumbuhan dan perkembangan bunga mawar (Rosa sp). Mencakup tahapan pertumbuhan, faktor lingkungan, interaksi ekosistem, dan aktivitas manusia.
Dokumen ini adalah laporan observasi ilmiah seorang siswa bernama Kirana Dewi Aurellia dari kelas X PPLG 1. Laporan ini membahas pertumbuhan dan perkembangan tanaman bunga mawar (Rosa sp) sebagai bagian dari tugas sekolah. Dokumen ini ditujukan untuk kalangan pendidikan, khususnya siswa dan guru biologi atau IPA.
Bagian pertama menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup. Pertumbuhan diartikan sebagai pertambahan ukuran, volume, massa, atau jumlah sel. Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan dan pematangan fungsi organ. Disertai fakta menarik tentang sejarah budidaya mawar selama ribuan tahun dan penggunaannya dalam parfum, kosmetik, dan produk pangan.
Laporan ini merinci tahapan pertumbuhan tanaman mawar mulai dari biji berkecambah, bibit, tanaman muda, kuncup bunga, hingga tanaman dewasa. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan juga dibahas, meliputi cahaya matahari (minimal 6 jam per hari), suhu ideal (15-27°C), dan kebutuhan air yang tidak berlebihan.
Bagian habitat dan lingkungan hidup mencakup identitas habitat mawar, nama ilmiah Rosa sp, lokasi pengamatan di depan rumah, dan tanggal observasi 21 Agustus 2026. Habitat alami mawar berasal dari daerah beriklim sedang di belahan bumi utara, dengan adaptasi tinggi hingga ke wilayah tropis seperti Indonesia. Ketinggian ideal budidaya di Indonesia adalah 560-1.400 mdpl dengan curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun.
Dokumen ini juga membahas interaksi mawar dengan makhluk hidup lain dalam ekosistem. Jenis interaksi yang dijelaskan meliputi mutualisme dengan kupu-kupu, komensalisme dengan kumbang, kompetisi dengan rumput liar, dan predasi oleh ulat. Jaring-jaring interaksi menggambarkan peran kupu-kupu dalam penyerbukan dan cacing tanah dalam menggemburkan tanah.
Bagian akhir mencakup aktivitas manusia dan pelestarian tanaman mawar. Manfaat mawar meliputi aromaterapi, perawatan kulit, sumber antioksidan, makanan dan minuman, tanaman hias, serta simbol dan dekorasi. Upaya pelestarian yang disarankan adalah merawat secara rutin, menjaga habitat, tidak mengambil mawar liar sembarangan, melakukan perbanyakan tanaman, dan meningkatkan kesadaran siswa.