Dokumen ini adalah materi pembelajaran tentang hubungan pohon kakao dengan tiga lapisan bumi: hidrosfer, litosfer, dan atmosfer. Materi ini ditujukan untuk siswa atau peserta didik yang mempelajari ekologi atau sains lingkungan. Bagian pertama menjelaskan siklus air pada pohon kakao. Akar menyerap air tanah untuk pertumbuhan, fotosintesis, dan pembentukan buah. Air yang diserap sebagian…
Dokumen ini adalah materi pembelajaran tentang hubungan pohon kakao dengan tiga lapisan bumi: hidrosfer, litosfer, dan atmosfer. Materi ini ditujukan untuk siswa atau peserta didik yang mempelajari ekologi atau sains lingkungan.
Bagian pertama menjelaskan siklus air pada pohon kakao. Akar menyerap air tanah untuk pertumbuhan, fotosintesis, dan pembentukan buah. Air yang diserap sebagian dilepaskan ke atmosfer melalui transpirasi dari stomata daun, yang juga membantu menjaga kelembapan lingkungan.
Bagian kedua membahas siklus udara. Daun kakao menyerap karbon dioksida dari atmosfer melalui fotosintesis untuk menghasilkan makanan. Proses ini menghasilkan oksigen yang dilepaskan ke atmosfer. Tajuk dan daun juga memberikan keteduhan dan menjaga kelembapan udara.
Bagian ketiga mencakup identitas tanaman. Terdapat nama lokal (Coklat), nama ilmiah (Theobroma cacao), lokasi (Belakang sekolah), dan tanggal pengamatan (04 September 26).
Bagian keempat membahas siklus tanah. Akar kakao mencegah erosi dengan mengikat partikel tanah, menjaga struktur tanah melalui bahan organik dari daun gugur, dan menyerap unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.
Bagian penutup berisi kesimpulan bahwa pohon kakao memiliki hubungan erat dengan hidrosfer, litosfer, dan atmosfer. Akar menyerap air dan unsur hara serta menjaga stabilitas tanah. Daun melakukan fotosintesis dan transpirasi yang mendukung keseimbangan ekosistem dan lingkungan.