BUKU SISWA

Alvian Kurniawan Ismail Kusmayadi Velayeti Nurfitriana Ansas KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH 2025 BAHASABAHASA INDONESIAINDONESIA SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Edisi Revisi

Hak Cipta pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dilindungi Undang-Undang. Penafian: Buku ini disiapkan oleh Pemerintah dalam rangka pemenuhan kebutuhan buku pendi- dikan yang bermutu, murah, dan merata sesuai dengan amanat dalam UU No. 3 Tahun 2017. Buku ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Buku ini merupakan dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis atau melalui alamat surel buku@kemendikdasmen. go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII (Edisi Revisi) Penulis Alvian Kurniawan Ismail Kusmayadi Velayeti Nurfitriana Ansas Penelaah Esti Swastika Sari Dien Rovita Penyelia/Penyelaras Supriyatno Maharani Prananingrum Putri Ainur Islam Irma Afriyanti Kontributor Laili Ivana Anifatul Khasanah Ilustrator Dwi Nofyan Editor Weni Rahayu Editor Visual M. Firdaus Jubaedi Desainer Joko Setiyono Penerbit Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dikeluarkan oleh: Pusat Perbukuan Kompleks Kemendikdasmen Jalan RS. Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan https://buku.kemendikdasmen.go.id Edisi Revisi, 2025 978-623-118-375-0 (no.jil.lengkap) 978-634-00-3113-3 (jil.3 PDF) Isi buku ini menggunakan huruf Noto Serif 11/16 pt, SIL Open Font License & Apache License xviii, 278 hlm.: 17,6 x 25 cm.

iii Kata Pengantar Pusat Perbukuan; Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memiliki tugas dan fungsi mengembangkan buku pendidikan pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, termasuk Pendidikan Khusus. Sebagai sumber belajar utama dalam pembelajaran, buku senantiasa menyesuaikan diri dengan arah kebijakan pendidikan dan perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu. Sejalan dengan dinamika tersebut, pemerintah melakukan penyesuaian terhadap buku teks utama agar tetap relevan dan mendukung proses pembelajaran yang bermutu. Buku teks utama yang terdiri atas buku siswa dan panduan guru, disiapkan sebagai sumber belajar utama bagi peserta didik dan menjadi salah satu referensi atau inspirasi bagi guru dalam merancang dan mengembangkan pembelajaran sesuai karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Keberadaan buku teks utama ini diharapkan, dapat membentuk generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berpengetahuan luas; mandiri; kritis; kreatif; mampu bekerja sama; serta berdaya saing di tingkat nasional maupun global. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dalam upaya menghadirkan buku teks utama ini. Semoga buku teks utama ini dapat menjadi tonggak perubahan yang menginspirasi, membimbing, dan mengangkat kualitas pendidikan kita ke puncak keunggulan. Jakarta, Oktober 2025 Kepala Pusat Perbukuan, Supriyatno, S.Pd., M.A.

ivBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Prakata Salam literasi, Halo, pelajar hebat Indonesia. Selamat datang dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII ini dirancang sebagai teman belajar kalian di tingkat ini. Buku ini terdiri atas lima bab dengan lingkup materi dan topik yang relevan dalam kehidupan sehari- hari. Buku ini memuat materi, aktivitas, refleksi, dan bagian lainnya dengan menggunakan Pendekatan Mendalam dan Pendekatan Berbasis Genre/Teks. Buku ini disajikan dengan bahasa yang komunikatif, informatif, dan praktis agar kalian lebih cepat memahami teori dan instruksi praktik yang terdapat di dalamnya. Selain itu, buku ini juga didesain dengan tampilan ilustrasi dan warna yang menarik agar kalian semakin semangat dalam menggunakannya sebagai teman belajar yang menyenangkan. Akhir kata, selamat mengeksplorasi pemahaman, keterampilan, dan sikap positif kalian tentang bahasa dan sastra Indonesia. Semoga pembelajaran Bahasa Indonesia di bangku akhir SMA ini akan menghantarkan kalian menjadi pelajar yang memiliki semua dimensi profil lulusan yang diharapkan. Tetap semangat dalam belajar, ya! Jakarta, Desember 2025 Penulis

v Daftar Isi Kata Pengantar .................................................................................................................. iii Prakata ................................................................................................................................. iv Daftar Isi ................................................................................................................................v Daftar Gambar .................................................................................................................viii Daftar Tabel ........................................................................................................................ ix Ada Apa di Dalam Buku Ini? ......................................................................................... xii Peta Pemikiran Buku ...................................................................................................xviii Bab 1 Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan ................................................. 1 A. Mengevaluasi Isi Rekaman Surat Resmi yang Disimak ................................. 5 B. Mengevaluasi Pesan Tersurat dan Tersirat dari Dua Surat Resmi yang Berbeda ............................................................................................................ 8 C. Merefleksikan Gagasan Berdasarkan Isi Surat Resmi .................................12 D. Menganalisis Struktur dan Penggunaan Bahasa pada Surat Resmi.........14 E. Mempresentasikan Kesalahan Kaidah Penulisan Contoh Surat Resmi ...19 F. Menulis Surat Resmi dengan Memperhatikan Penggunaan Kata Baku dan Kalimat Efektif ....................................................................................29 G. Membalas Pesan Surat Resmi yang Diterima Menggunakan Layanan Pos Elektronik .......................................................................................34 H. Memublikasikan Poster Pengumuman Berdasarkan Surat Edaran yang Diperoleh ........................................................................................37 Bab 2 Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang ........................................................49 A. Mengungkapkan Kembali Informasi secara Eksplisit dari Teks Prosedur Kompleks .....................................................................................54

viBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII B. Mengidentifikasi dan Menanggapi Informasi dari Teks Prosedur Kompleks yang Disimak ......................................................................................57 C. Memahami dan Melakukan Instruksi pada Teks Prosedur Kompleks yang Dibaca .........................................................................................61 D. Membandingkan Dua Teks Prosedur Kompleks yang Dibaca ...................66 E. Merefleksi Gagasan dan Pandangan dari Teks Prosedur yang Dibaca ...74 F. Mendemonstrasikan Cara Melakukan atau Membuat Sesuatu secara Runtut ..........................................................................................................77 G. Memproduksi Video Tutorial Cara Melakukan atau Membuat Sesuatu Sesuai Prosedur ......................................................................................82 Bab 3 Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman ....... 98 A. Memahami Cara Pandang Pengarang terhadap Permasalahan dalam Novel yang Disimak ...............................................................................102 B. Mengungkapkan Perwatakan Tokoh dalam Novel .....................................107 C. Memberikan Penilaian terhadap Pengembangan Alur pada Novel yang Dibaca...............................................................................................114 D. Mendiskusikan Pesan yang Terkandung dalam Novel ..............................117 E. Menulis Gagasan, Pandangan, atau Imajinasi dalam Novel Melalui Penyusunan Kerangka Novel ............................................................119 F. Menyajikan Novel secara Kreatif dan Menarik dengan Memperhatikan Penggunaan Tanda Baca ....................................................122 G. Memublikasikan Hasil Penulisan Novel ke dalam Bentuk Buku ............126 Bab 4 Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern .....................................................................135 A. Memahami Informasi Teks Eksplanasi Kompleks secara Implisit .........139 B. Mengevaluasi Gagasan, Pandangan, atau Pesan dalam Teks Eksplanasi Kompleks ..........................................................................................142 C. Merefleksi Gagasan dan Pandangan Berdasarkan Kaidah Logika Berpikir dari Teks Eksplanasi Kompleks .........................................149

vii D. Menganalisis Struktur Teks, Gaya Bahasa, dan Tujuan Teks Eksplanasi Kompleks ................................................................................153 E. Menganalisis Akurasi Data Teks Eksplanasi Kompleks yang Dibaca .....159 F. Mempresentasikan Teks Eksplanasi Kompleks Berdasarkan Hasil Elaborasi Gagasan, Pandangan, dan Perasaan Melalui Monolog, Dialog, dan Gelar Wicara ................................................................161 G. Menulis Gagasan, Pandangan, dan/atau Pengetahuan Metakognitif dalam Teks Eksplanasi Kompleks dengan Memperhatikan Struktur dan Penggunaan Konjungsi..............................166 Bab 5 Mengungkapkan Kekaguman tentang Kearifan Lokal .......182 A. Menyimak Pembacaan Teks Esai tentang Kearifan Lokal ........................187 B. Mengungkapkan Kembali Informasi yang Diperoleh dari Teks Esai yang Disimak ......................................................................................191 C. Mengidentifikasi Fakta, Opini, dan Asumsi Penulis dalam Teks Esai yang Dibaca ........................................................................................196 D. Membandingkan Gagasan, Pandangan, dan Pesan dari Teks Esai yang Dibaca ........................................................................................204 E. Merefleksi Gagasan dan Pandangan dari Teks Esai yang Dibaca ...........214 F. Mempresentasikan Gagasan, Pandangan, dan Pesan Teks Esai..............218 G. Menulis Teks Esai ................................................................................................221 Glosarium......................................................................................................................... 240 Daftar Pustaka ................................................................................................................ 256 Index.................................................................................................................................. 259 Profil Penulis ................................................................................................................... 263

viiiBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Daftar Gambar Gambar 2.1 Infografik Lompat Tali ........................................................................63 Gambar 2.2 Jalan Cepat, Olahraga yang Bermanfaat ........................................64 Gambar 2.3 Mengatur Ketinggian Sadel................................................................70 Gambar 2.4 Memosisikan Telapak Kaki pada Pedal ..........................................71 Gambar 2.5 Melakukan Upstroke dan Downstroke secara Berkesinambungan ..............................................................................71 Gambar 2.6 Penanganan Orang Pingsan ..............................................................78 Gambar 2.7 Bunga Ketepeng Cina...........................................................................87 Gambar 2.8 Infografik Penanganan Pasien Serangan Jantung .......................92 Gambar 5.1 Tradisi Sasi di Papua..........................................................................188 Gambar 5.2 Tarian Adat Caci Khas Labuan Bajo ..............................................192 Gambar 5.3 Rendang ................................................................................................198 Gambar 5.4 Kesenian Kuda Lumping ..................................................................204 Gambar 5.5 Kesenian Kuda Lumping ..................................................................204 Gambar 5.6 Kehidupan Suku Tau Taa Vana di Kab. Tojo Una Una, Sulawesi Tengah ..................................................................................206 Gambar 5.7 Kemunculan lintang kemukus menjadi salah satu tanda alam yang menjadi mitos masyarakat Jawa................................208 Gambar 5.8 Penampilan Karungut oleh Seniman ............................................227

ix Daftar Tabel Tabel 1.1. Pengertian Surat Resmi Berdasarkan Hasil Diskusi Kelompok .................................................................................................. 5 Tabel 1.2. Menentukan Kesesuaian Hal yang Harus Dilakukan Penerima Surat Berdasarkan Isi Pesan Teks/Rekaman Surat Resmi yang Disimak .................................................................... 7 Tabel 1.3. Hasil Evaluasi Perbandingan Makna Tersurat dan Tersirat Berdasarkan Contoh Surat Permohonan dan Surat Keputusan ....................................................................................11 Tabel 1.4. Analisis Penggunaan Bahasa pada Surat Edaran.........................18 Tabel 1.5. Hasil Identifikasi Ketepatan Penulisan Penggalan Surat Resmi ........................................................................................................27 Tabel 1.6. Pertanyaan Kata Tidak Baku dalam Surat Resmi ........................33 Tabel 1.7. Jenis, Fungsi, dan Contoh Poster.......................................................37 Tabel 1.8. Identifikasi Fungsi Struktur pada Surat Resmi.............................43 Tabel 1.9. Daftar Identitas Buku Nonteks atau Buku Pengayaan ...............46 Tabel 1.10. Refleksi Kegiatan Pembelajaran Bab I ........................................................................47 Tabel 2.1. Formatif Awal Teks Prosedur dan Pengetahuan tentang Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang .........................................53 Tabel 2.2. Tabel Langkah-langkah Mengelola Stres pada Remaja ..............56 Tabel 2.3. Aktivitas Gaya Hidup Sehat dan Gaya Hidup Aktif .....................59 Tabel 2.4. Tabel Identifikasi Aktivitas Sesuai Prosedur .................................60 Tabel 2.5. Hasil Identifikasi Membandingkan Dua Teks Prosedur Komplek...................................................................................................72 Tabel 2.6. Tabel Padanan Kata dan Maknanya ................................................73 Tabel 2.7. Tabel Refleksi Model 4F/4P .................................................................76 Tabel 2.8. Tahap Praproduksi Video Tutorial ...................................................85

xBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Tabel 2.9. Daftar Identitas Buku Nonteks atau Buku Pengayaan ...............95 Tabel 2.10. Refleksi Kegiatan Pembelajaran Bab II ...........................................96 Tabel 3.1. Pengalaman Membaca Novel ..........................................................101 Tabel 3.2. Kesadaran Diri terhadap Isi Novel .................................................105 Tabel 3.3. Tanggapan Terkait Sudut Pandang Pengarang dalam Novel Begitu Saja Kok Repot! ...........................................................106 Tabel 3.4. Deksripsi Tokoh dalam Novel ..........................................................112 Tabel 3.5. Alur Cerita Novel Laskar Pelangi ...................................................115 Tabel 3.6. Penilaian Alur Cerita Novel Laskar Pelangi ................................116 Tabel 3.7. Hasil Diskusi tentang Pesan di dalam Novel ...............................118 Tabel 3.8. Kerangka Novel ...................................................................................120 Tabel 3.9. Refleksi Kegiatan Pembelajaran Bab III .......................................133 Tabel 4.1. Pemahaman tentang Teks Eksplanasi ...........................................138 Tabel 4.2. Tabel Informasi Tersurat dalam Teks Eksplanasi Kompleks yang Disimak ....................................................................140 Tabel 4.3. Contoh Teknologi AI dan Fungsinya ..............................................140 Tabel 4.4. Identifikasi Gagasan Utama dan Gagasan Penjelas ...................143 Tabel 4.5. Identifikasi Gagasan Utama dan Gagasan Penjelas ...................147 Tabel 4.6. Mengevaluasi Gagasan dalam Teks Eksplanasi ..........................148 Tabel 4.7. Struktur Teks Eksplanasi Kompleks ..............................................154 Tabel 4.8. Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi Kompleks ...............................155 Tabel 4.9. Identifikasi Struktur Teks Eksplanasi Kompleks ........................156 Tabel 4.10. Hasil Penelusuran Informasi ...........................................................160 Tabel 4.11. Konjungsi yang Diawali dengan Tanda Koma ............................168 Tabel 4.12. Konjungsi yang tidak Diawali Tanda Koma.................................168 Tabel 4.13. Konjungsi Antarkalimat ....................................................................169 Tabel 4.14. Refleksi Pembelajaran .......................................................................179

xi Tabel 5.16. Formatif Awal Teks Esai dan Identifikasi Kearifan Lokal yang Ada di Daerahmu ......................................................................186 Tabel 5.1. Tabel Pokok-pokok Informasi ..........................................................190 Tabel 5.2. Identifikasi Informasi Teks Esai......................................................194 Tabel 5.3. Pengertian Fakta, Opini, dan Asumsi ............................................196 Tabel 5.4. Fakta, Opini, dan Asumsi Penulis ...................................................200 Tabel 5.5. Padanan Kata Istilah Asing dalam Bahasa Indonesia ...............201 Tabel 5.6. Bentuk Idiomatis dalam Bahasa Indonesia .................................202 Tabel 5.7. Bentuk Idiomatis dalam Bahasa Indonesia .................................203 Tabel 5.8. Perbandingan Dua Teks Esai ...........................................................211 Tabel 5.9. Analisis Kesalahan Ejaan, Konjungsi, dan Keefektifan Kalimat ..................................................................................................213 Tabel 5.10. Tabel Refleksi Model ALACT ............................................................216 Tabel 5.11. Kerangka Esai ......................................................................................225 Tabel 5.12. Daftar Identitas Buku Nonteks atau Buku Pengayaan .............237 Tabel 5.13. Refleksi Kegiatan Pembelajaran Bab V .........................................238

xiiBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Ada Apa di Dalam Buku Ini? Untuk membantumu menggunakan buku ini sebagai bahan belajar, cermatilah gambar beserta keterangan penggunaannya dengan saksama! Tujuan Pembelajaran Pada bagian ini, kamu akan menemukan penjelasan tentang tujuan akhir yang akan dicapai setelah mempelajari materi di dalam buku ini. Kata Kunci Pada bagian ini, kamu akan memperoleh informasi tentang kata-kata penting yang akan kamu temui ketika kamu mempelajari materi pada bab tersebut. Peta Konsep Pada bagian ini, kamu akan memperoleh gambaran alur pembelajaran yang terdiri atas konsep-konsep inti materi yang terdapat di dalam bab dan subbab yang akan kamu pelajari. 2 Bahasa Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII Tujuan Pembelajaran Pada bab ini kamu akan diajak untuk menyelami dunia kecerdasan buatan (AI) melalui berbagai teks lisan dan tulis yang akan kamu simak dan baca. Kamu akan belajar menemukan dan mengevaluasi gagasan, pandangan, atau pesan dalam teks eksplanasi kompleks, baik yang tersurat maupun tersirat, secara kritis dan logis. Selain itu, kamu juga akan merefleksi gagasan, pandangan, atau pesan dalam teks ekplanasi kompleks. Selanjutnya, kamu akan mengembangkan teks ekplanasi kompleks sesuai dengan strukturnya serta menyampaikan gagasan, pandangan, dan pesan tersebut dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif. Di akhir kegiatan, kamu akan memublikasikan hasil tulisanmu di media cetak, elektronik, atau digital. Kata Kunci Ƴ artificial intelligence Ƴ eksplanasi kompleks Ƴ gagasan penjelas Ƴ gagasan pokok Ƴ kecerdasan buatan 2 Bahasa Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII Tujuan Pembelajaran Pada bab ini kamu akan diajak untuk menyelami dunia kecerdasan buatan (AI) melalui berbagai teks lisan dan tulis yang akan kamu simak dan baca. Kamu akan belajar menemukan dan mengevaluasi gagasan, pandangan, atau pesan dalam teks eksplanasi kompleks, baik yang tersurat maupun tersirat, secara kritis dan logis. Selain itu, kamu juga akan merefleksi gagasan, pandangan, atau pesan dalam teks ekplanasi kompleks. Selanjutnya, kamu akan mengembangkan teks ekplanasi kompleks sesuai dengan strukturnya serta menyampaikan gagasan, pandangan, dan pesan tersebut dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif. Di akhir kegiatan, kamu akan memublikasikan hasil tulisanmu di media cetak, elektronik, atau digital. Kata Kunci Ƴ artificial intelligence Ƴ eksplanasi kompleks Ƴ gagasan penjelas Ƴ gagasan pokok Ƴ kecerdasan buatan

xiii Apersepsi Pada bagian ini, kamu akan diajak untuk menghubungkan antara pengalaman belajar sebelumnya dengan materi yang akan kamu pelajari pada bab tersebut. Menyimak Pada bagian ini, kamu akan bertemu uraian materi dan aktivitas yang akan melatih keterampilan berbahasamu dalam menyimak atau mendengar informasi yang disampaikan di dalam buku. Membaca dan Memirsa Pada bagian ini, kamu akan bertemu dengan uraian materi dan aktivitas yang akan melatih keterampilan berbahasamu dalam memahami bahan bacaan yang dihadirkan di dalam buku. Berbicara atau Mempresentasikan Pada bagian ini, kamu akan bertemu dengan uraian materi dan aktivitas yang akan melatih keterampilan berbahasamu dalam menyampaikan informasi secara lisan, baik secara mandiri ataupun berkelompok. 3Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modernl Apersepsi Sadarkah kamu bagaimana hidup kita berubah begitu cepat sejak teknologi digital masuk ke hampir semua aspek kehidupan? Kini kita dapat belajar dari rumah, berbelanja tanpa ke luar rumah, bahkan berkonsultasi kesehatan lewat layar gawai. Saat mengetik pesan, tiba-tiba muncul saran kata yang sesuai. Saat membuka YouTube, tanpa diminta, video favorit langsung muncul di beranda. Bagaimana hal itu dapat terjadi? Semua itu terjadi berkat kecerdasan buatan atau yang dikenal dengan artificial intelligence (AI). Apakah AI sekadar alat bantu atau justru kini AI mulai memahami kebiasaan dan pola pikir manusia? Pertanyaan-pertanyaan muncul seiring kita menyadari bahwa AI tidak hanya mengubah cara hidup, tetapi juga memengaruhi cara kita belajar, bekerja, dan berinteraksi. 5Bab 1 - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidiksn dan/atau Pekerjaan A Mengevaluasi Isi Rekaman Surat Resmi yang Disimak Menyimak Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu mengevaluasi gagasan, arahan, dan/atau pesan dari teks aural berbentuk surat resmi. Berdasarkan kepentingannya, surat resmi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti surat dinas, undangan, edaran, perintah, kuasa, permohonan, keputusan, dan penawaran. Setiap jenis surat resmi tersebut pasti memiliki isi yang harus dipahami penerimanya. Pokok isi surat resmi menjawab unsur pertanyaan yang diakronimkan menjadi “ADIK SIMBA”, yaitu apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. Berdasarkan isi yang dimuat dalam surat resmi, penerima surat akan memperoleh pesan berupa informasi, ajakan, perintah, dan lain-lain. Pesan inilah yang harus dilakukan penerima surat. Untuk itu, penerima surat harus benar-benar memahami maksud pengirim surat. Jangan sampai pesan yang disampaikan salah dipahami si penerima! Sebagai penerima surat, kamu juga dapat menilai kesesuaian isi surat tersebut. Apabila kamu menemukan adanya kekurangan dari penyajian isi surat, kamu dapat menyampaikan tanggapan berupa kritikan dan saran. Namun, apabila isi surat sudah sesuai, kamu dapat memberikan tanggapan berupa pujian. Sebaiknya kamu juga melengkapi pendapatmu dengan alasan yang logis. Berikut ini merupakan contoh kalimat kritikan, pujian, dan saran. Kritikan : “Menurut pendapat saya, isi surat tersebut kurang jelas.” Pujian : “Wah, semua isi surat tersebut sudah cukup efektif.” Saran : “Sebaiknya kalimat pembuka surat tidak terlalu panjang.” 8 Bahasa Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII B Mengevaluasi Pesan Tersurat dan Tersirat dari Dua Surat Resmi yang Berbeda Membaca dan Memirsa Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu mengevaluasi informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari surat resmi yang berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah logika berpikir. Setiap manusia diberi akal pikiran oleh Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri. Salah satu cara mensyukurinya ialah dengan menggunakannya untuk berpikir dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Sebagai pelajar yang beriman dan bertakwa kepada Sang Pencipta, kamu akan diajak berpikir tentang informasi yang terdapat di dalam surat resmi. Kamu akan mengevaluasi informasi dari dua jenis surat resmi untuk menemukan persamaan dan perbedaan makna tersurat dan tersirat di dalamnya. Pada pembahasan sebelumnya, kamu sudah mengetahui bahwa surat resmi dibagi menjadi beberapa jenis. Beberapa jenis surat resmi tersebut biasanya memiliki persamaan dan perbedaan makna, baik secara tersurat maupun tersirat. Makna tersurat merupakan makna yang secara langsung tertulis di dalam surat. Sementara itu, makna tersirat adalah makna yang tidak tertulis secara langsung dan harus disimpulkan sendiri oleh pembaca. Dengan memahami kedua makna tersebut, kamu akan menjadi paham maksud informasi yang ingin disampaikan oleh surat itu. Untuk melakukan evaluasi, kamu harus melakukan perbandingan dengan menggunakan teknik membaca intensif. Membaca jenis ini dilakukan secara mendalam dan terperinci untuk memahami setiap detail teks. Berikut ini adalah langkah-langkah membaca intensif untuk mengevaluasi persamaan dan perbedaaan makna dari dua teks surat res

xivBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Menulis Pada bagian ini, kamu akan bertemu dengan uraian materi dan aktivitas yang akan melatih keterampilan berbahasamu dalam menyampaikan ide, gagasan, dan/atau pikiran melalui tulisan. Kupas Teori Pada bagian ini, kamu akan mempelajari materi yang bertujuan menambah pengetahuanmu tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kreativitas Pada bagian ini, kamu akan membuat suatu produk atau proyek tertentu agar pengetahuanmu tentang bahasa Indonesia dapat dipergunakan untuk membuat sesuatu hal yang kontekstual dan bermanfaat. Aktivitas Pada bagian ini, kamu akan mengerjakan tugas yang akan mengukur ketercapaian proses pembelajaranmu pada materi-materi tertentu. 29Bab 1 - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidiksn dan/atau Pekerjaan mempresentasikan! 1. Apakah lingkungan pembelajaran berbicara atau mempresentasikan kali ini dirancang secara interaktif? Tuliskan alasanmu! 2. Menurutmu, aktivitas manakah pada pembelajaran berbicara atau mempresentasikan ini yang kamu anggap menarik? 3. Apakah pembelajaran berbicara atau mempresentasikan ini memberikan inspirasi untukmu? Jika ya, apa inspirasi tersebut? 4. Bagian manakah pada pembelajaran berbicara atau mempresentasikan ini, yang menurutmu memberikan tantangan yang memotivasi? F Menulis Surat Resmi dengan Memperhatikan Penggunaan Kata Baku dan Kalimat Efektif Menulis Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu menulis gagasan, pandangan, dan/atau pengetahuan metakognisi pada surat resmi secara logis, kritis, dan kreatif. Kaidah penulisan bahasa Indonesia yang benar perlu kalian perhatikan dalam kegiatan korespondensi. Korespondensi adalah kegiatan yang berhubungan dengan proses surat-menyurat. Dalam menjalankan tugas korespondensi, seorang penulis surat perlu menguasai penggunaan kata baku dan kalimat efektif. Kata baku adalah kata yang penggunaannya sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Hal ini perlu dipelajari, mengingat dalam praktik nyata yang terjadi saat ini, sering kali ditemukan kata-kata tidak baku dalam penulisan surat resmi. Hal ini terjadi karena pengaruh kebiasaan 14 Bahasa Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII D Menganalisis Struktur dan Penggunaan Bahasa pada Surat Resmi Kupas Teori Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu menganalisis penyajian gagasan berupa struktur dan bahasa berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca surat resmi secara kritis, kreatif, kolaboratif, mandiri, dan komunikatif. Pada umumnya, struktur surat resmi terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala surat, tubuh surat, dan kaki surat. Akan tetapi, isi pada setiap bagian surat dapat berbeda. Berikut ini akan disajikan penjelasan tentang struktur surat melalui contoh surat penawaran. Keterangan: surat ini menggunakan bentuk penulisan setengah lurus (semi block style). 31Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman 4. Kumpulkan hasil tulisanmu dalam format Google Document dan unggah pada portofolio digital seperti Google Drive. 5. Mintalah guru, teman, atau keluargamu untuk membaca hasil karyamu dan mintalah mereka untuk memberikan umpan balik terhadap karyamu! G Memublikasikan Hasil Penulisan Novel ke dalam Bentuk Buku Kreativitas Pada pembelajaran ini, kamu akan memublikasikan novel yang telah kamu tulis pada platform digital seperti Wattpad, Jotterpad, Penana, dan lain-lain. Kamu telah mengembangkan kerangka menjadi sebuah novel. Namun, menulis novel bukan hanya tentang bagaimana merangkai kata, melainkan juga tentang bagaimana berbagi kisah dengan dunia. Dengan memublikasikan hasil karyamu pada media tertentu, kamu membuka peluang untuk menjangkau pembaca yang lebih luas, mendapatkan apresiasi, serta berinteraksi langsung dengan komunitas literasi. Ini adalah kesempatan untuk melihat bagaimana ceritamu berkembang dan mendapatkan masukan yang berharga dari para pembaca. Yuk, jadikan novelmu lebih bermakna dengan menerbitkannya secara digital dan berbagi kreativitas dengan banyak orang! Aktivitas 3.11 1. Perhatikan kembali naskah novel yang telah kamu kembangkan sebelumnya, terutama pada bagian ejaan, tanda baca, dan konsistensi cerita! 2. Gunakan umpan balik, baik dari guru, teman, atau keluargamu untuk meningkatkan kualitas tulisanmu! 8 Bahasa Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII B Mengevaluasi Gagasan, Pandangan, atau Pesan dalam Teks Eksplanasi Kompleks Membaca Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu mengevaluasi informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/pesan dari teks eksplanasi kompleks yang berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah logika berpikir. Kamu tentu sudah mengenal apa itu gagasan utama dan gagasan penjelas dalam sebuah teks. Uraian berikut ini akan kembali memantik ingatan kamu tentang gagasan utama dan gagasan penjelas. Gagasan utama atau gagasan pokok di dalam sebuah teks/wacana dapat diketahui di antaranya melalui judul teks/wacana, kata kunci, dan kalimat utama di setiap parag

xv Uji Kompetensi Pada bagian ini, kamu akan diuji dengan pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui capaian keberhasilan belajarmu dalam satu lingkup materi. Pengayaan Pada bagian ini, kamu akan menemui perintah tertentu sebagai materi tambahan yang menarik agar menggugah keinginanmu untuk belajar lebih lanjut setelah tujuan pembelajaran tercapai. Jurnal Membaca Pada bagian ini, kamu akan diminta untuk mencari dan mempelajari sumber bacaan lainnya, lalu mencatatnya pada jurnal membacamu. 40 Bahasa Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII Uji Kompetensi 1. Simaklah pembacaan penggalan surat keputusan berikut ini dengan saksama! Pernyataan yang sesuai berdasarkan isi surat tersebut adalah.... A. Pada surat keputusan, masih terdapat kesalahan dan akan diperbaiki lagi. B. Nama kepengurusan resmi diputuskan saat pengetikan surat tersebut berlangsung. C. Perbaikan nama-nama yang yang tercantum dalam Surat Keputusan masih mungkin berubah. D. Surat Keputusan dianggap sah apabila sudah diterima oleh semua pengurus KIR yang baru dilantik. E. Surat Keputusan tersebut disusun langsung oleh kepala sekolah dan di dalamnya memuat tata tertib pengurus. 2. Tanggapilah penggalan surat pengumuman berikut! MEMUTUSKAN: Menetapkan: Pertama : Mengangkat dan mengesahkan pembentukan kepengurusan Karya Ilmiah Remaja SMK Negeri Bintang Masa Bakti 2025/2026 yang namanya tercantum pada lampiran Surat Keputusan ini Kedua : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali apabila di kem udian hari terdapat kekeliruan. Ketiga : Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan, Surat Keputusan ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya. Sehubungan dengan hasil keputusan musyawarah Kepala Desa Mentari dengan masyarakat sekitar, yang dilaksanakan pada hari Senin, 26 Mei 2025, kami sampaikan bahwa kegiatan gotong royong warga setempat akan rutin dilaksanakan setiap hari Minggu pagi, pukul 07.00 WIT sampai selesai. Adapun sasaran utama yang akan dibersihkan bersama adalah lingkungan sekitar warga yang miskin. 45Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidiksn dan/atau Pekerjaan 10. Setelah kamu mempelajari seluruh materi pada bab ini, buatlah sebuah ringkasan penting tentang pemahaman baru apa yang kamu peroleh dan bagaimana caramu menggunakan pengetahuan tersebut dalam dunia nyata! (Tulislah ringkasan tersebut minimal sepanjang lima belas baris di buku latihanmu!) Pengayaan Untuk memperkaya pemahamanmu tentang surat resmi, lakukan kegiatan berikut! 1. Carilah artikel, buku, jurnal, video, atau sumber informasi lain di internet tentang surat resmi yang disesuaikan dengan karakteristik satuan pendidikan atau lingkungan pekerjaan yang akan kamu tuju di kemudian hari! 2. Bandingkan informasi yang kamu peroleh dari penelusuran pustaka dan referensi lain dengan informasi yang dimuat pada buku teks ini! 3. Buatlah peta konsep dari hasil perbandingan yang telah kamu lakukan! 4. Presentasikan hasil belajarmu tersebut di hadapan teman-temanmu yang lain! Jurnal Membaca Di luar buku teks ini, kamu perlu membaca buku nonteks atau buku pengayaan yang bersifat menyenangkan. Berikut ini disajikan daftar buku bergenre nonfiksi dan fiksi yang dapat kamu pilih untuk dibaca. Carilah buku- buku tersebut di perpustakaan atau versi elektroniknya di iPusnas! Jika kamu tidak dapat menemukan buku tersebut, kamu boleh memilih buku lain yang sejenis. 45Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidiksn dan/atau Pekerjaan 10. Setelah kamu mempelajari seluruh materi pada bab ini, buatlah sebuah ringkasan penting tentang pemahaman baru apa yang kamu peroleh dan bagaimana caramu menggunakan pengetahuan tersebut dalam dunia nyata! (Tulislah ringkasan tersebut minimal sepanjang lima belas baris di buku latihanmu!) Pengayaan Untuk memperkaya pemahamanmu tentang surat resmi, lakukan kegiatan berikut! 1. Carilah artikel, buku, jurnal, video, atau sumber informasi lain di internet tentang surat resmi yang disesuaikan dengan karakteristik satuan pendidikan atau lingkungan pekerjaan yang akan kamu tuju di kemudian hari! 2. Bandingkan informasi yang kamu peroleh dari penelusuran pustaka dan referensi lain dengan informasi yang dimuat pada buku teks ini! 3. Buatlah peta konsep dari hasil perbandingan yang telah kamu lakukan! 4. Presentasikan hasil belajarmu tersebut di hadapan teman-temanmu yang lain! Jurnal Membaca Di luar buku teks ini, kamu perlu membaca buku nonteks atau buku pengayaan yang bersifat menyenangkan. Berikut ini disajikan daftar buku bergenre nonfiksi dan fiksi yang dapat kamu pilih untuk dibaca. Carilah buku- buku tersebut di perpustakaan atau versi elektroniknya di iPusnas! Jika kamu tidak dapat menemukan buku tersebut, kamu boleh memilih buku lain yang sejenis.

xviBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Refleksi Pada bagian ini, kamu akan mengisi pertanyaan, ulasan, persepsi, dan sejenisnya berdasarkan pengalaman, perasaan, dan sebagainya pada saat proses dan setelah kamu menyelesaikan pembelajaran. Ayo, Menyimak! Pada bagian ini, kamu akan melakukan aktivitas mendengarkan, memperhatikan, dan memahami suatu informasi yang disampaikan dalam bentuk rekaman suara atau video, yang kemudian dipergunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada bagian aktivitas ini. Aktivitas ini akan melatih dimensi penalaran kritis, kolaborasi, dan kemandirian. Pada bagian ini, kamu akan melakukan aktivitas regulasi diri atau melihat kembali dan merenungkan semua hal yang sudah kamu peroleh dan alami selama proses pembelajaran materi berlangsung. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. 46 Bahasa Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII 1. Desa Butuh Loh, Sob! Reza Zaki Nonfiksi/ Informasi KPG (2013) 2. Rantai Tak Putus: Ilmu Mumpuni Merawat UMKM Indonesia Dee Lestari Nonfiksi/ Informasi Bentang Pustaka (2020) 3. Keajaiban Rezeki Tasaro G.K. Fiksi/ Novel Mizania (2013) 4. Wirausaha untuk Pemula Lara Bryan- Rose Hall Nonfiksi/ Informasi Erlangga (2019) 5. Doa yang Terapung: Cerpen Pilihan Kompas 2018 Redaksi Kompas Fiksi/Cerpen Gramedia (2019) Refleksi Kegiatan Pembelajaran I Selamat, kamu telah menuntaskan pembelajaran pada Bab I. Saatnya kamu melakukan refleksi terhadap hal-hal yang telah kamu pelajari. Refleksi ini akan dilakukan sebanyak dua kali. Jawablah sesuai dengan apa yang kamu rasakan setelah proses pembelajaran Bab I ini berakhir! Refleksi Akhir Kognitif Berikan tanda centang () untuk menunjukkan capaian pembelajaran yang telah kamu capai! Berikut penjelasan untuk mengisi tabel Refleksi. Ayo, Merefleksi Diri!

xvii Pada bagian ini, kamu akan melakukan aktivitas mengingat, memahami, dan sejenisnya terhadap isi informasi pada suatu teks, yang kemudian dipergunakan untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan yang berhubungan dengan isi teks tersebut. Aktivitas ini akan melatih dimensi penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, dan komunikasi. Pada bagian ini, kamu akan melakukan aktivitas bertukar pendapat, mengajukan pertanyaan, dan memberikan tanggapan terhadap suatu permasalahan yang muncul pada materi yang sedang kamu pelajari. Aktivitas ini akan melatih dimensi kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Pada bagian ini, kamu akan melakukan aktivitas menyampaikan ide, gagasan, pikiran, dan perasaan melalui tulisan ataupun bentuk- bentuk sejenisnya agar menjadi suatu karya dari hasil belajarmu dalam memahami materi yang sedang atau sudah kamu pelajari. Aktivitas ini akan melatih dimensi penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, dan komunikasi. Ayo, Membaca! Ayo, Berdiskusi! Ayo, Menulis!

xviiiBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Peta Pemikiran Buku

Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/ atau PekerjaanI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA, 2025REPUBLIK INDONESIA, 2025 Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIIuntuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Penulis: Alvian Kurniawan, Ismail Kusmayadi, Velayeti Nurfitriana AnsasPenulis: Alvian Kurniawan, Ismail Kusmayadi, Velayeti Nurfitriana Ansas ISBN 978-634-00-3113-3ISBN 978-634-00-3113-3 “Mengapa kemampuan komunikasi tertulis dianggap penting di dalam lingkungan pendidikan dan pekerjaan?”

2Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Tujuan Pembelajaran Pada era modern seperti saat ini, informasi berkembang secara cepat. Meskipun demikian, tidak semua orang dapat segera memperolehnya dengan mudah. Perlu media untuk mengomunikasikan informasi-informasi tersebut, salah satunya melalui surat. Penggunaan surat sepertinya tidak tergerus oleh perubahan zaman hingga saat ini. Orang-orang atau instansi masih menggunakan surat untuk memberitahukan informasi penting kepada pihak lain. Artinya, surat tetap masih memiliki peranan penting dalam kehidupan nyata. Pada bab ini, kamu akan mempelajari berbagai surat resmi untuk beragam keperluan. Dalam hal ini, kamu akan mengevaluasi dan merefleksikan gagasan, pesan, dan arahan berdasarkan kegiatan menyimak, membaca, presentasi, dan menulis surat resmi. Hal ini merupakan pengembangan dimensi kewarganegaraan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, dan komunikasi. Kata Kunci Ƴ korespondensi Ƴ pos elektronik Ƴ poster Ƴ surat resmi

3Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Peta Konsep

4Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Apersepsi Banyak peristiwa penting yang terjadi di lingkungan sekitarmu. Setiap peristiwa mengandung informasi yang dapat disebarluaskan kepada khalayak ramai. Sebagai upaya menyebarluaskan informasi tersebut, kamu memerlukan media sebagai perantara. Salah satu media tersebut adalah surat. Surat dapat bersifat resmi atau nonresmi. Di lingkungan organisasi sekolah atau lingkungan pekerjaanmu di masa mendatang, kemampuan menulis surat resmi ini sangat diperlukan. Mengapa kemampuan tersebut dianggap penting? Pengetahuan apa sajakah yang diperlukan untuk menguasai keterampilan tersebut? Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, ayo pelajari secara sungguh- sungguh semua materi dalam pembelajaran kali ini! Sebelum kamu mempelajari materi pada pembelajaran ini lebih lanjut, lakukan langkah-langkah sebagai berikut! 1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4—5 orang! 2. Tulislah pengertian surat resmi berdasarkan pemahaman kalian masing-masing pada selembar kertas! 3. Kumpulkan hasil jawaban kalian dan diskusikan jawaban tersebut! 4. Tulislah kesimpulan akhir tentang definisi surat resmi berdasarkan kesepakatan kelompok! Untuk membantu kalian dalam mengerjakan tugas ini, kalian dapat menggunakan tabel berikut.

5Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Tabel 1.1. Pengertian Surat Resmi Berdasarkan Hasil Diskusi Kelompok No. Nama Peserta Didik Pengertian 1. 2. 3. 4. Kesimpulan: ............................................................................................................................................................................................... A Mengevaluasi Isi Rekaman Surat Resmi yang Disimak Menyimak Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu mengevaluasi gagasan, perasaan, arahan, dan/atau pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural berjenis surat resmi. Berdasarkan kepentingannya, surat resmi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti surat dinas, undangan, edaran, perintah, kuasa, permohonan, keputusan, dan penawaran. Setiap jenis surat resmi tersebut pasti memiliki isi yang harus dipahami penerimanya. Pokok isi surat resmi menjawab unsur pertanyaan yang diakronimkan menjadi “ADIK SIMBA”, yaitu apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. Berdasarkan isi yang dimuat dalam surat resmi, penerima surat akan memperoleh pesan berupa informasi, ajakan, perintah, dan lain-lain. Pesan inilah yang harus dilakukan penerima surat. Untuk itu, penerima surat harus benar-benar memahami maksud pengirim surat. Jangan sampai pesan yang disampaikan salah dipahami si penerima. Sebagai penerima surat, kamu juga dapat menilai kesesuaian isi surat tersebut. Apabila kamu menemukan adanya kekurangan dari penyajian isi surat, kamu dapat menyampaikan tanggapan berupa kritikan dan saran. Namun, apabila isi surat sudah sesuai, kamu dapat memberikan tanggapan berupa pujian. Sebaiknya kamu juga melengkapi pendapatmu dengan alasan yang logis.

6Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Berikut ini merupakan contoh kalimat kritik, pujian, dan saran. Kritik : “Menurut pendapat saya, isi surat tersebut kurang jelas.” Pujian : “Wah, semua isi surat tersebut sudah cukup jelas.” Saran : “Sebaiknya kalimat pembuka surat tidak terlalu panjang.” Ayo, Menyimak! Pada pembelajaran kali ini, kamu diminta untuk menyimak teks aural berupa rekaman pembacaan ilustrasi surat resmi berjenis surat undangan. Kerjakan semua perintah yang terdapat pada Aktivitas 1.1, 1.2, dan 1.3 dengan baik! Ʒ Untuk menyimak rekaman isi surat, pindailah kode QR di samping atau bukalah pranala di bawah ini! https://bukupusbuk.id/s/pejg8b Aktivitas 1.1 Untuk menguji pemahamanmu dari hasil menyimak, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara tepat! Kerjakan tugas ini secara mandiri! 1. Apa inti isi surat tersebut? 2. Di mana ruang lingkup kepentingan surat itu dibuat? 3. Kapan surat itu dibuat oleh si pengirim? 4. Siapakah pihak yang mengirim dan menerima surat tersebut? 5. Mengapa surat itu perlu dibuat oleh pihak pengirim? Aktivitas 1.2 Simaklah kembali rekaman isi surat tadi! Setelah itu, lakukan diskusi dengan teman sebangkumu untuk menentukan kegiatan yang harus dilakukan oleh penerima surat! Isilah tabel berikut dengan memberikan tanda centang () pada kolom Sesuai atau Tidak Sesuai berdasarkan pernyataan yang terdapat dalam tabel! Pindai kode QR

7Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Tabel 1.2. Menentukan Kesesuaian Hal yang Harus Dilakukan Penerima Surat Berdasarkan Isi Pesan Teks/Rekaman Surat Resmi yang Disimak No. Isi Informasi Sesuai Tidak Sesuai 1. Penerima surat undangan juga harus mengajak guru dan peserta didik lain yang tidak diundang untuk hadir pada kegiatan rapat. 2. Penerima surat undangan harus datang ke ruang OSIS apabila kapasitas ruang laboratorium IPA tidak memadai. 3. Penerima surat undangan bersama Pembina dan Ketua OSIS wajib mengikuti rapat tersebut. 4. Penerima surat undangan harus menghadiri agenda rapat tersebut sebelum tahun ajaran berakhir. 5. Penerima surat undangan tidak boleh meminta guru lain untuk mewakilinya apabila saat itu ia tidak berhalangan hadir. Aktivitas 1.3 Berdasarkan hasil menyimak surat undangan tersebut, tuliskan penilaianmu ke dalam bentuk kritik, saran, atau pujian! Kamu dapat menuliskannya di buku latihan atau aplikasi curah pendapat yang disediakan gurumu, seperti Padlet, Google Docs, Popplet, Webjets, Stormboard, atau aplikasi lainnya yang sudah biasa dipergunakan. Ayo, Merefleksi Diri! Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan yang kamu rasakan selama mengikuti aktivitas pembelajaran menyimak! 1. Apakah kamu merasa nyaman belajar pada pembelajaran menyimak ini? 2. Bagaimana fokus belajarmu selama pembelajaran berlangsung? 3. Apakah kamu benar-benar sadar berpikir saat menyelesaikan semua aktivitas pada pembelajaran menyimak ini?

8Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII B Mengevaluasi Pesan Tersurat dan Tersirat dari Dua Surat Resmi yang Berbeda Membaca dan Memirsa Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu mengevaluasi informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari teks berwujud visual dan/atau audiovisual berjenis surat resmi untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Setiap manusia diberi akal pikiran oleh Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri. Salah satu cara mensyukurinya ialah dengan menggunakannya untuk berpikir dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Sebagai pelajar yang beriman dan bertakwa kepada Sang Pencipta, kamu akan diajak berpikir tentang informasi yang terdapat di dalam surat resmi. Kamu akan mengevaluasi informasi dari dua jenis surat resmi untuk menemukan persamaan dan perbedaan makna tersurat dan tersirat di dalamnya. Pada pembahasan sebelumnya, kamu sudah mengetahui bahwa surat resmi dibagi menjadi beberapa jenis. Beberapa jenis surat resmi tersebut biasanya memiliki persamaan dan perbedaan makna, baik secara tersurat maupun tersirat. Makna tersurat merupakan makna yang secara langsung tertulis di dalam surat. Sementara itu, makna tersirat adalah makna yang tidak tertulis secara langsung dan harus disimpulkan sendiri oleh pembaca. Dengan memahami kedua makna tersebut, kamu akan menjadi paham maksud informasi yang ingin disampaikan oleh surat itu. Untuk melakukan evaluasi persamaan dan perbedaan makna dari dua teks surat resmi, kamu harus melakukan perbandingan dengan menggunakan teknik membaca intensif. Membaca jenis ini dilakukan secara mendalam dan terperinci untuk memahami setiap detail teks. Berikut ini adalah langkah- langkah membaca intensif untuk mengevaluasi persamaan dan perbedaan makna dari dua teks surat resmi. 1. Bacalah dua surat yang ingin dibandingkan maknanya secara teliti! 2. Buatlah catatan atau garis bawahi bagian-bagian penting pada setiap surat yang membedakan surat tersebut dengan surat lainnya! 3. Interpretasikan makna tersurat/tersirat dari dua teks surat yang kamu amati dengan pemahaman kritis!

9Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Ayo, Membaca! Aktivitas 1.4 Pada pembelajaran kali ini, kamu akan menggunakan langkah-langkah pada uraian materi sebelumnya untuk membandingkan makna tersurat dan tersirat dari dua jenis surat resmi, yaitu surat permohonan dan surat keputusan. Kamu dapat melakukan diskusi bersama kelompok yang dapat kamu tentukan sendiri anggotanya. Kamu dan teman kelompokmu dapat mengisi jawaban hasil diskusi dengan menggunakan format tabel yang telah disediakan. Untuk membantumu dalam mengisi tabel, ikutilah contoh jawaban yang telah disediakan pada kolom pertama! Ilustrasi Teks Surat 1 PANITIA GEBYAR LOMBA SENI DAN OLAHRAGA SMA NEGERI TERATAI Jalan Pertama Nomor 88, Semarang, Jawa Tengah Telepon (024) 887766 Pos-el: PanpelSO_Teratai@yahoo.com 7 Juni 2025 Nomor : 003/PanpelSO-Kam/VI/2025 Lampiran : Dua lembar Perihal : Permohonan bantuan dana Yth. Pimpinan PT Surya Merpati Jalan Pelita Nomor 38, Semarang, Jawa Tengah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-7 Sanggar Seni dan Olahraga SMA Negeri Teratai, kami bermaksud mengadakan Gebyar Lomba Seni dan Olahraga yang melibatkan pelajar SMA/SMK se-Kota Semarang, yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 21 dan 22 Juni 2025, dan bertempat di SMA Negeri Teratai, di Jalan Pertama Nomor 88, Semarang. Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan penyelenggaraan, kami membuat surat ini. Adapun estimasi rincian pembiayaan yang dibutuhkan beserta surat izin pelaksanaan kegiatan dari Dinas Pendidikan setempat, kami lampirkan dalam berkas ini. Demikian surat permohonan ini kami buat. Kami berharap agar Bapak/Ibu berkenan membantu terlaksananya kegiatan ini. Atas perhatian Bapak/ Ibu, kami ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mengetahui, Ketua Pelaksana, Sekretaris, Vyan Aziz Irma Putri Logo Keterangan: surat ini menggunakan bentuk penulisan menggantung (hanging paragraph)

10Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Ilustrasi Teks Surat 2 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BINA PUSTAKA Jalan Pepaya Nomor 102, Palembang, Sumatra Selatan, Telepon (0711) 101010 Pos-el: SMK_BinaPustaka@gmail.com KEPUTUSAN KEPALA SMK BINA PUSTAKA Nomor: 421/082/SMK-BP/VI/2025 TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH TAHUN AJARAN 2025/2026 Kepala SMK Bina Pustaka, setelah: Menimbang : Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026, dianggap perlu menetapkan kepanitiaan pelaksanaan kegiatan tersebut. Mengingat : 1. Hasil Rapat Pembentukan Panitia MPLS Tanggal 4 Juni 2025. 2. Program Kerja OSIS SMK Bina Pustaka, Masa Bakti 2024/2025. MEMUTUSKAN: Menetapkan: Pertama : Susunan Kepanitiaan MPLS SMK Bina Pustaka Tahun Ajaran 2025/2026. Kedua : Pembagian tugas sesuai yang terlampir dalam surat keputusan ini. Ketiga : Setiap panitia wajib menjalankan tugasnya dan membuat laporan kegiatan yang diserahkan kepada ketua pelaksana. Keempat : Segala pembiayaan yang timbul karena pelaksanaan keputusan ini, dibebankan dan disesuaikan dengan keadaan dan rencana anggaran kegiatan yang relevan. Kelima : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ditemukan kekeliruan, surat keputusan ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya. Ditetapkan di: Palembang Pada Tanggal: 6 Juni 2025 Kepala SMK Bina Pustaka, Dra. Hj. Sri Sumiarsih, M.Pd. NIP 1971010820001008 Logo Logo

11Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Tabel 1.3. Hasil Evaluasi Perbandingan Makna Tersurat dan Tersirat Berdasarkan Contoh Surat Permohonan dan Surat Keputusan Penggalan Kalimat pada Kedua Surat Maksud Surat secara Tersurat/ Tersirat Keterangan Persamaan Perbedaan Surat ke-1 Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-7 Sanggar Seni dan Olahraga SMA Negeri Teratai, kami bermaksud mengadakan Gebyar Lomba Seni dan Olahraga yang melibatkan pelajar SMA/SMK se-Kota Semarang, ... Surat ke-2 Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026, dianggap perlu menetapkan kepanitiaan pelaksanaan kegiatan tersebut. ... Surat ke-1 Menginformasikan bahwa kegiatan lomba diadakan untuk memperingati hari ulang tahun sekolah. ... Surat ke-2 Menginformasikan bahwa pihak sekolah telah menunjuk panitia pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. ... Kedua surat tersebut berisi informasi mengenai rencana pelaksanaan kegiatan di sekolah. ... Surat pertama dibuat sebagai permohonan bantuan dana kepada sponsor untuk kegiatan Gebyar Lomba Seni dan Olahraga, sedangkan surat ke-2 dibuat sebagai pemberitahuan tentang penunjukan panitia Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. ... Diskusi Lanjutan: 1. Pada ilustrasi surat ke-1 dan ke-2 terdapat frasa estimasi rincian pembiayaan yang dibutuhkan dan rencana anggaran kegiatan yang relevan. Apakah menurut kalian kedua frasa tersebut memang perlu dibedakan? Berikan pendapat kalian! 2. Apakah kedua isi surat sudah sesuai dengan maksud dan tujuan penulis dalam membuat surat tersebut? Tuliskan pula alasan kalian! 3. Adakah kata atau kalimat yang perlu diperbaiki dari dua ilustrasi surat resmi tersebut agar lebih bermakna? Jika ada, bagaimana perbaikannya?

12Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII C Merefleksikan Gagasan Berdasarkan Isi Surat Resmi Membaca dan Memirsa Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari teks berwujud visual dan/atau audiovisual berjenis surat resmi. Sebagai alat komunikasi tertulis, surat resmi berisikan informasi, perintah, atau permintaan secara formal yang ditujukan kepada orang atau instansi lain. Setiap isi yang terdapat di dalam surat resmi memiliki gagasan yang berasal dari penulis atau pengirimnya. Sebagai penerima dan pembaca surat resmi, gagasan isi surat dapat kamu refleksikan dengan cara merenungkan dan menganalisis ide-ide utama yang terkandung di dalam teks tersebut. Dalam hal ini, kamu diminta memahami secara mendalam tentang hal-hal yang ingin disampaikan penulis dan cara penulis menyampaikan pesan tersebut ke dalam surat. Saat melakukan refleksi, kamu tidak hanya membaca, tetapi juga menggunakan pemikiran kritismu untuk mengevaluasi informasi yang disajikan pada surat tersebut. Berikut ini merupakan langkah untuk merefleksi gagasan penulis surat resmi. 1 Bacalah isi surat dengan sungguh-sungguh agar kamu dapat memahami maksud setiap kalimat atau paragraf! 2 Analisislah gagasan-gagasan penulis, baik gagasan utama ataupun pendamping! Kemudian, pertimbangkan kelemahan dan kelebihan serta asumsi yang mendasari gagasan tersebut! 3 Hubungkan gagasan yang kamu peroleh dengan pengalaman atau pengetahuan pribadi yang kamu miliki! 4 Buatlah sebuah kesimpulan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan berikut! “Apakah isi surat tersebut mengubah pandangan awalmu?”, “Apakah gagasan dalam surat tersebut menginspirasimu untuk melakukan sesuatu?”.

13Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Ayo, Membaca! Aktivitas 1.5 Bacalah penggalan ilustrasi surat imbauan berikut dengan saksama! .... Sehubungan dengan berakhirnya Ujian Sumatif Akhir Jenjang di tingkat satuan pendidikan SMA/SMK/MA/Sederajat, baik negeri ataupun swasta se-Kabupaten Permata, kami, Dinas Pendidikan Kabupaten Permata, mengimbau seluruh peserta didik untuk tidak melakukan perayaan secara berlebihan, baik di dalam atau di luar lingkungan satuan pendidikan masing-masing. Adapun perayaan yang dimaksud, seperti melakukan konvoi, melaksanakan aksi coret-coretan baju seragam, dan aktivitas lain yang mengganggu ketertiban. Kami juga mengimbau kepada pengawas dan kepala satuan pendidikan agar membentuk tim pemantau dan pencegahan aktivitas tersebut serta mengirimkan surat kepada orang tua/wali peserta didik agar mengumpulkan baju seragam bekas untuk disumbangkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. .... Refleksikan gagasan isi surat tersebut dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut ini! 1. Apa sajakah gagasan penting yang disampaikan penulis dalam surat tersebut? 2. Menurut pemikiranmu, adakah kelemahan atau kelebihan dari gagasan penulis surat tersebut? Berikan alasan berdasarkan asumsi yang muncul dalam pikiranmu! 3. Ceritakan sebuah pengalaman atau peristiwa yang pernah kamu ketahui atau alami untuk mendukung langkah penulis dalam memberikan imbauan tersebut! 4. Apakah isi surat tersebut mengubah suatu pandangan yang ada di dalam pemikiranmu sebelumnya? Jelaskan pandangan tersebut secara tertulis! 5. Apakah gagasan dalam surat tersebut menginspirasimu untuk melakukan sesuatu? Tuliskan inspirasi yang kamu peroleh!

14Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII D Menganalisis Struktur dan Penggunaan Bahasa pada Surat Resmi Kupas Teori Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu menganalisis penyajian gagasan berupa struktur dan bahasa berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca surat resmi secara kritis, kreatif, kolaboratif, mandiri, dan komunikatif. Pada umumnya, struktur surat resmi terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala surat, tubuh surat, dan kaki surat. Akan tetapi, isi pada setiap bagian surat dapat berbeda. Berikut ini akan disajikan penjelasan tentang struktur surat melalui contoh surat penawaran. Keterangan: surat ini menggunakan bentuk penulisan setengah lurus (semi block style).

15Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan 1. Kepala Surat a. Kop surat pada umumnya dibuat pada bagian paling atas. Bagian ini berfungsi sebagai keterangan identitas instansi atau organisasi yang membuat surat. Pada bagian kepala surat, lazimnya, terdapat logo, nama instansi, alamat, nomor telepon, alamat pos elektronik, dan laman. b. Nomor, lampiran, dan perihal (hal) surat diketik dengan huruf awal kapital dan diletakkan pada bagian kiri di bawah kop surat resmi. c. Tanggal surat diletakkan pada bagian kanan atas, tepat di bawah kop surat. Dalam hal ini, penulisan tempat ditiadakan karena sudah tercantum pada kop surat. d. Bagian tujuan surat (Yang terhormat (Yth.)) ditulis di bawah perihal, diikuti nama jabatan/orang yang dikirimi surat, dan alamat surat ditulis di bawah kata Yth. 2. Tubuh Surat Bagian ini memuat paragraf pembuka surat (termasuk salam pembuka), isi, dan penutup (termasuk salam penutup). Bagian pembuka surat, umumnya, berisi tujuan pembuatan surat. Bagian isi surat memuat informasi utama yang ingin disampaikan. Bagian penutup memuat harapan, tindak lanjut, dan ucapan terima kasih. 3. Kaki Surat a. Bagian ini berisi jabatan pengirim surat beserta nama lengkap. Selain itu, pengirim perlu memuat tanda tangan dan stempel atau cap organisasi yang ditempel di atas tanda tangan. b. Tembusan (jika ada) memuat pihak- pihak lain sebagai penerima surat.

16Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Dalam membuat surat resmi, selain perlu memperhatikan struktur penyusunan, kamu juga perlu memperhatikan penggunaan bahasa. Berikut ini hal-hal penting terkait penggunaan bahasa yang perlu kamu perhatikan saat menulis surat resmi. 1. Bahasa Formal Kamu harus memilih kata-kata yang bersifat resmi dan sopan. Kamu juga harus menghindari penggunaan bahasa sehari-hari atau bahasa pergaulan. 2. Bahasa Jelas dan Akurat Kamu harus memilih kata dan kalimat yang mudah dipahami pembaca serta tidak menimbulkan makna ganda dalam penyampaian maksud. 3. Bahasa Baku sesuai dengan Kaidah Kosakata yang dipergunakan sesuai dengan kaidah dan dimuat di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jika kamu tidak memiliki KBBI, kamu dapat meminjamnya di perpustakaan. Selain itu, kamu juga dapat mengaksesnya secara daring pada pranala https:// bukupusbuk.id/s/fewhda. Ayo, Membaca! Aktivitas 1.6 Perhatikan ilustrasi surat edaran berikut dengan saksama! Kemudian, identifikasilah potongan setiap bagian surat dengan cara mengisi kotak kosong dengan bagian-bagian surat yang tepat! Pindai kode QR

17Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Keterangan: surat ini menggunakan bentuk penulisan lurus (block style). Aktivitas 1.7 Bentuklah kelompok diskusi yang terdiri atas 4—5 orang! Setelah itu, lakukan kegiatan dalam kelompok dengan memperhatikan langkah- langkah sebagai berikut! Nomor : 011/PT-LB/IV/2025 25 April 2025 Perihal : Surat edaran Kepada: Karyawan PT Lingkar Bintang di Jakarta Salam sejahtera, Sehubungan dengan Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada hari Kamis, tanggal 1 Mei 2025, kami informasikan bahwa pada tanggal tersebut seluruh karyawan diliburkan dan akan kembali bekerja pada hari Jumat, 2 Mei 2025. Demikian informasi ini kami sampaikan agar dapat dipergunakan dengan semestinya. Atas perhatian dan kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih. Salam takzim, Manajer PT Lingkar Bintang, Alvian Kurniawan, S.E. Tembusan: Direktur Utama PT Lingkar Bintang PT LINGKAR BINTANG Jalan Angkasa Raya 17, Jakarta, Telp. (021) 654321, Pos-el: lingkarbintang@gmail.com

18Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII 1. Analisislah penggunaan bahasa pada ilustrasi surat edaran pada Aktivitas 1.6 dengan menggunakan tabel berikut ini! Kalian dapat memodifikasinya sesuai kesepakatan kelompok dengan menggunakan kertas karton. 2. Tempel dan presentasikan hasil kerja kelompok kalian ke dinding kelas! Mintalah teman-teman dari kelompok lain untuk memberikan masukan terhadap hasil kerja kelompok kalian! Tabel 1.4. Analisis Penggunaan Bahasa pada Surat Edaran No. Jenis Bahasa yang Dianalisis Kutipan Kalimat Alasan 1. Bahasa Formal 2. Bahasa Jelas dan Akurat 3. Bahasa Baku Ayo, Merefleksi Diri! Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan yang kamu rasakan selama mengikuti aktivitas pembelajaran membaca atau memirsa! 1. Apakah materi membaca atau memirsa yang kamu pelajari relevan dengan kehidupan sehari-hari? 2. Adakah keterkaitan pembelajaran membaca atau memirsa ini dengan pengalamanmu sebelumnya? 3. Bagaimana cara menerapkan pengalaman belajar pada pembelajaran membaca atau memirsa ini dalam kehidupanmu sehari-hari? 4. Apakah pembelajaran membaca atau memirsa ini memiliki keterkaitan dengan bidang ilmu lain? Jika ada, tulislah keterkaitan itu dengan kalimat yang ringkas!

19Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan E Mempresentasikan Kesalahan Kaidah Penulisan Contoh Surat Resmi Berbicara atau Mempresentasikan Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu mempresentasikan gagasan, perasaan, pandangan, arahan, pesan, dan/atau kreativitas berbahasa dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara pada surat resmi secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia. Kamu telah mengetahui bahwa penulisan surat resmi memiliki aturan baku. Kamu perlu menguasai aturan tersebut agar komunikasi menjadi jelas dan efektif. Pada pembelajaran kali ini, kamu akan mempresentasikan aturan penulisan surat resmi, seperti penggunaan huruf kapital, huruf miring, huruf tebal, singkatan, dan tanda baca. Untuk itu, kamu perlu memahami beberapa aturan yang dirangkum dari laman Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) Edisi V. 1. Penggunaan Huruf Kapital a Huruf kapital digunakan pada huruf pertama awal kalimat. Misalnya: Saya akan pergi besok. b. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan. Misalnya: Apri Lia, Bapak Proklamasi, Kapten Rabani. c. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama dalam hal tertentu yang berkaitan dengan nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti Tuhan serta singkatan nama Tuhan. Misalnya: Buddha, Injil, Allah Yang Maha Kuasa, jalan-Nya. d. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, kebangsawanan, keturunan, keagamaan, atau akademik

20Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII yang diikuti nama orang dan gelar akademik yang mengikuti nama orang. Misalnya: Sultan Agung, Pangeran Antasari, Raden Bagus, Pendeta Antonius, Doktor Ismail, Indra Wati, Magister Pendidikan. e. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara. Misalnya: bangsa Indonesia, suku Badui, bahasa Sunda, aksara Jawa. f. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya. Misalnya: tahun Saka, bulan Februari, hari Senin, hari Waisak. g. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah. Misalnya: Konferensi Asia Afrika, Hari Pendidikan Nasional. h. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama nama geografi. Misalnya: Benua Asia, Gunung Wijaya, Jalan Kemiri, Desa Mentari, Kecamatan Puspa, Kota Palu, Provinsi Maluku Utara, Lantai II Gedung Tabranim, Ruang Rapat Gedung Baru. i. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama semua kata (termasuk unsur bentuk ulang utuh) pada nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas. Misalnya: Malaysia, Sekolah Menengah Kejuruan, Badan Usaha Milik Swasta, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. j. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama setiap kata (termasuk unsur bentuk ulang utuh) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah, serta nama media massa, kecuali kata tugas yang tidak terletak pada posisi awal. Misalnya: Cerdas Cergas Bahasa Indonesia, Koran Sinar Pagi. k. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama unsur singkatan nama gelar dan nama pangkat. Misalnya: M.Ag., Hj., Dr., Jend., Pdt.

21Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan l. Huruf kapital digunakan pada huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan serta kata atau ungkapan lain (termasuk unsur bentuk ulang utuh) yang digunakan sebagai sapaan. Misalnya: Bapak, Teman-Teman, Anda. 2. Penggunaan Huruf Miring a. Huruf miring digunakan untuk menuliskan judul buku, judul film, judul album lagu, judul acara televisi, judul siniar, judul lakon, dan nama media massa yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka. Misalnya: Berdasarkan instruksi Presiden Republik Indonesia pada siaran Pidato Kenegaraan, ... b. Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat. Misalnya: Merujuk Surat Edaran tersebut pada poin c, untuk itu kami informasikan .... c. Huruf miring digunakan untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing. Misalnya: ..., pihak panitia akan melakukan reschedule kegiatan tersebut pada hari Sabtu, 26 Juli 2025. Catatan: Dalam naskah tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer), bagian yang akan dicetak miring ditandai dengan garis bawah satu. Misalnya: Kami mengundang kehadiran Saudara pada kegiatan Talkshow Bedah Buku Kiat Sukses Program Literasi Sekolah.

22Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII 3. Penggunaan Huruf Tebal a. Huruf tebal digunakan untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah ditulis miring. Misalnya: Kata dan pada judul buku Azab dan Sengsara ditulis dengan huruf nonkapital. b. Digunakan untuk menegaskan bagian karangan, seperti bab atau subbab. Misalnya: Lampiran I, Bab I Pendahuluan. 4. Penggunaan Singkatan a. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik di setiap unsur singkatan itu. Misalnya: A.H. Nasution, H. Abdul, Sdr. Jaya, S.H. b. Singkatan nama orang dalam bentuk inisial ditulis tanpa tanda titik. Misalnya: STA (Sutan Takdir Alisjahbana). c. Singkatan, termasuk akronim yang terdiri atas huruf awal setiap kata, ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Misalnya: KUHP, MAN, RI, KTP, PMR, PT. d. Singkatan yang terdiri atas lebih dari dua huruf yang lazim digunakan dalam dokumen atau surat-menyurat diikuti dengan tanda titik. Misalnya: Yth., dkk., dll., dst., hlm., ybs. e. Singkatan yang lazim digunakan dalam penulisan alamat dapat ditulis dengan dua huruf atau lebih dan diakhiri tanda titik. Misalnya: Km., Lt., Gg., No. Catatan: Dalam naskah tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer), bagian yang akan dicetak tebal ditandai dengan garis bawah dua.

23Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan f. Singkatan satuan ukuran, takaran, dan timbangan; lambang kimia; dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya: kg, Rp, Cu. g. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata atau gabungan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. Misalnya: Sulbar, Bulog, Puspresnas, Kopassus. h. Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata atau gabungan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf nonkapital. Misalnya: iptek, puskesmas, pemilu. 5. Penggunaan Tanda Baca a. Tanda Titik (.) 1) Tanda titik digunakan untuk mengakhiri kalimat pernyataan. Misalnya: Atas kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih. 2) Tanda titik digunakan untuk mengakhiri pernyataan lengkap yang diikuti perincian berupa kalimat baru, paragraf baru, atau subjudul baru. Misalnya: Demikian surat penawaran ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih. 3) Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik. Misalnya: 07.30 WIT. 4) Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Misalnya: Sehubungan akan dilaksanakannya pelepasan siswa- siswi sebanyak 1.236, … 5) Tanda titik tidak digunakan di belakang alamat penerima surat serta tanggal surat.

24 Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII b. Tanda Koma (,) 1) Tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam perincian berupa kata, frasa, atau bilangan. Misalnya: Untuk itu, kami imbau agar peserta ujian membawa perlengkapan: pensil, penghapus, dan penggaris. 2) Tanda koma digunakan sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk pertentangan. Misalnya: Mengingat ujian akan dilaksanakan secara daring, sedangkan jumlah komputer di sekolah terbatas, kami imbau agar peserta ujian membawa ponsel masing-masing dan paket data yang masih aktif. 3) Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian. Misalnya: Sehubungan dengan itu, kami mengimbau agar karyawan tetap melaksanakan tugas sesuai bidangnya. 4) Tanda koma digunakan di antara a) nama dan alamat, b) bagian- bagian alamat, c) tempat dan tanggal, serta d) nama tempat dan wilayah yang ditulis berurutan. Misalnya: Bandar Lampung, 11 Juli 2025. 5) Tanda koma digunakan sesudah salam pembuka, salam penutup, dan nama jabatan penanda tangan surat. Misalnya: Dengan hormat, 6) Tanda koma digunakan di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, nama keluarga, atau nama marga. Misalnya: Nurfitriana, M.Si. 7) Tanda koma digunakan di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah pengertian. Misalnya: Kami, Pengurus Ikatan Pemuda Literasi, mengundang warga Anggrek untuk menghadiri Pameran Buku di Lapangan Bintang.

25Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan c. Tanda Titik Dua (:) 1) Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang langsung diikuti perincian atau penjelasan. Misalnya: Perihal: Undangan rapat. 2) Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau frasa yang memerlukan pemerian. Misalnya: Peserta diharapkan membawa dokumen penting: fotokopi KTP, formulir pendaftaran, dan pas foto ukuran 3x4. 3) Tanda titik dua digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu. Misalnya: pukul 12:00 WITA. d. Tanda Hubung (-) 1) Tanda hubung digunakan untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris. Misalnya: Kami mengundang Ba- (memenggal kata Bapak). 2) Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur bentuk ulang. Misalnya: Kami menginstruksikan siswa yang akan lulus untuk mengembalikan buku-buku yang dipinjam di perpustakaan. 3) Tanda hubung digunakan untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka; menyambung huruf dalam kata yang dieja. Misalnya: 12-9-2025. 4) Tanda hubung digunakan untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan. Misalnya: Dari hasil hitung-tangan, kami sampaikan bahwa pemeroleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Desa Puspita adalah pasangan nomor 02. 5) Tanda hubung digunakan untuk merangkaikan unsur yang berbeda, yaitu di antara huruf kapital dan nonkapital serta di antara huruf dan angka.

26Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Misalnya: Diimbau kepada pelamar kerja dengan kualifikasi pendidikan S-1 agar mengirimkan surat lamaran pekerjaan paling lambat hari Jumat, tanggal 1 Agustus 2025. 6) Tanda hubung tidak digunakan di antara huruf dan angka jika angka tersebut melambangkan jumlah huruf. 7) Tanda hubung digunakan untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah, bahasa asing, atau slang. Misalnya: Saya harap Saudara dapat mem-back up tugas saya selama saya mengikuti seminar di Aceh. 8) Tanda hubung digunakan untuk menandai dua unsur yang merupakan satu kesatuan. Misalnya: Kami mengundang putra-putri terbaik Kabupaten Bambu, yang tertarik dalam bidang seni, untuk mengikuti Festival dan Lomba Seni Tingkat Nasional (FLS3N). e. Tanda Pisah (–) Tanda pisah digunakan di antara dua bilangan, tanggal (hari, bulan, tahun), atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’. Misalnya: tahun 2024—2025, tanggal 11—19 Juli 2025, Senin—Rabu, Padang—Medan. Penjelasan tersebut masih berupa ringkasan yang disesuaikan untuk keperluan penulisan surat resmi. Uraian lebih detail beserta contoh- contohnya dapat kalian lihat dalam buku panduan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan Edisi V, yang dapat kalian temukan di toko buku atau perpustakaan sekolah. Ʒ Pindailah kode QR ini untuk masuk ke laman daring Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) Edisi Kelima atau bukalah pranala di bawah ini! https://bukupusbuk.id/s/26xtgu. Pindai kode QR

27Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Ayo, Berdiskusi! Aktivitas 1.8 Pada aktivitas ini, kalian akan berlatih menentukan ketepatan penulisan pada surat resmi. Aktivitas ini bertujuan agar kalian terampil dalam menggunakan kalimat yang sesuai saat menulis surat resmi. Dalam hal ini, kalian dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut. 1. Duduklah sesuai kelompok yang sudah ditentukan gurumu! 2. Cermati penulisan kalimat-kalimat pada Tabel 1.5 dengan saksama! 3. Identifikasilah penulisan huruf kapital, huruf miring, huruf tebal, singkatan, dan tanda bacanya dengan memberikan tanda centang () pada kolom pilihan Benar atau Salah! 4. Tulislah alasan kalian pada kolom yang telah disediakan! 5. Presentasikan hasil jawaban kelompok kalian di depan kelas untuk mendapatkan tanggapan dari guru dan kelompok lainnya! Tabel 1.5. Hasil Identifikasi Ketepatan Penulisan Penggalan Surat Resmi No. Penggalan Kalimat Surat Benar Salah Alasan 1. Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Senin- Kamis, Tanggal 1-4 Juni 2025. 2. Sehubungan akan berakhirnya tahun 2025 untuk itu, kami bermaksud mengadakan rapat evaluasi kerja yang akan dilaksanakan pada: 3. Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan secara daring (online). 4. Untuk konfirmasi kesediaan, maka dimohonkan kepada Bapak untuk menghubungi Sdri. Weni di nomor ponsel 081112121212. 5. Menerangkan bahwa nama tersebut benar merupakan karyawan di PT Belahan Dunia dan menjabat sebagai staf keuangan.

28Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Aktivitas 1.9 Untuk menambah wawasan dan keterampilan kalian dalam melakukan evaluasi terhadap penulisan surat resmi, lakukan aktivitas berikut ini! 1. Bentuklah sebuah kelompok yang terdiri atas 4—5 orang! 2. Carilah sebuah surat resmi yang sudah jadi dari berbagai sumber! 3. Diskusikan bersama teman-teman dalam kelompok kalian tentang penulisan huruf kapital, huruf miring, huruf tebal, singkatan, dan tanda bacanya! 4. Cobalah kalian temui pihak-pihak lain yang memiliki kemampuan yang kredibel dalam penulisan surat, seperti petugas tata usaha, staf administrasi perkantoran, dan lain-lain. Mintalah kepada mereka untuk mengoreksi penulisan surat tersebut! 5. Bandingkan hasil analisis kelompok kalian dengan narasumber tersebut! 6. Dari perbedaan hasil analisis yang kalian peroleh, buatlah kesimpulan dengan mencari sumber tertulis yang relevan! 7. Laporkan hasil kesimpulan analisis tersebut dalam bentuk sebuah video! Kemudian, unggah video tersebut ke akun platform berbagi video yang kalian miliki! 8. Bagikan alamat pranala video tersebut ke dalam grup WhatsApp kelas atau media sosial kalian! 9. Mintalah orang lain, seperti teman di kelas, keluarga, dan lain-lain untuk memberikan komentar terhadap presentasi kalian dalam video tersebut! Kalian juga perlu mencermati etika dasar saat berkomentar di media sosial. Penjelasannya dapat kalian cari di internet atau sumber lainnya. 10. Diskusikan dengan guru kalian untuk mendapatkan umpan balik dan refleksi dari aktivitas pembelajaran kali ini!

29Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Ayo, Merefleksi Diri! Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan selama mengikuti aktivitas pembelajaran berbicara atau mempresentasikan! 1. Apakah lingkungan pembelajaran berbicara atau mempresentasikan kali ini dirancang secara interaktif? Tuliskan alasanmu! 2. Menurutmu, aktivitas manakah pada pembelajaran berbicara atau mempresentasikan ini yang kamu anggap menarik? 3. Apakah pembelajaran berbicara atau mempresentasikan ini memberikan inspirasi untukmu? Jika ya, apa inspirasi tersebut? 4. Bagian manakah pada pembelajaran berbicara atau mempresentasikan ini, yang menurutmu memberikan tantangan yang memotivasi? F Menulis Surat Resmi dengan Memperhatikan Penggunaan Kata Baku dan Kalimat Efektif Menulis Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu menulis gagasan, pandangan, dan/atau pengetahuan metakognisi dalam surat resmi secara logis, kritis, dan kreatif. Kaidah penulisan bahasa Indonesia yang benar perlu kalian perhatikan dalam kegiatan korespondensi. Korespondensi adalah kegiatan yang berhubungan dengan proses surat-menyurat. Dalam menjalankan tugas korespondensi, seorang penulis surat perlu menguasai penggunaan kata baku dan kalimat efektif. Kata baku adalah kata yang penggunaannya sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Hal ini perlu dipelajari, mengingat dalam praktik nyata yang terjadi saat ini, sering kali ditemukan kata-kata tidak baku dalam penulisan surat resmi. Hal ini terjadi karena pengaruh kebiasaan

30Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII penulis surat yang bisa jadi karena terbiasa menggunakan bahasa percakapan sehari-hari, seperti bahasa gaul, daerah, asing, dan lain-lain. Untuk mengetahui kata mana yang tergolong baku atau tidak baku, kamu dapat membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Selain harus memperhatikan penggunaan kata baku dalam menulis surat resmi, kamu juga harus memperhatikan kalimat efektif. Kalimat efektif adalah bentuk komunikasi yang bersifat singkat, padat, dan jelas sehingga akan mempermudah pembaca surat untuk memahami isinya. Sasangka (2019) menjelaskan beberapa ciri kalimat efektif sebagai berikut. 1. Lugas berarti kalimat yang penting saja yang dipergunakan dalam penulisan surat. Kalimat harus mengandung makna yang padat. 2. Tepat berarti kalimat yang dipergunakan dalam penulisan surat sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan sehingga tidak menimbulkan multitafsir. 3. Jelas berarti kalimat yang ditulis pada surat harus sesuai dengan struktur dan lengkap unsur-unsurnya. 4. Hemat berarti kalimat yang ditampilkan di dalam surat harus cermat dan tidak boros atau tidak berlebihan. 5. Sejajar berarti kalimat yang ditulis pada surat harus memiliki bentuk dan struktur yang paralel, sama, atau sederajat. Misalnya dalam penggunaan imbuhan, fungsi sintaksis, dan lain-lain. Pengetahuan tentang penjelasan ciri-ciri dan contoh penggunaan kalimat tersebut dapat kamu perluas lagi dengan mencarinya di berbagai sumber. Salah satu sumber praktis yang dapat kamu gunakan adalah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), seperti ChatGPT, Google Gemini, dan lain-lain. Namun, gunakan layanan tersebut secara bijak untuk mencari pengetahuan yang relevan tentang penulisan surat resmi yang benar. Sebagai inspirasi tambahan tentang kata baku dan kalimat efektif, berikut ini akan disajikan contoh salah satu jenis surat resmi, yaitu surat kuasa. Surat kuasa adalah surat yang dibuat seseorang dan di dalamnya berisi pemberian wewenang kepada orang lain. Surat ini umumnya menyebutkan pihak yang diberi kuasa dan yang memberi kuasa, serta mencantumkan masa berlaku

31Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan surat tersebut. Dalam penulisan surat ini, adakalanya diperlukan saksi dari pihak lain yang turut hadir dalam pembuatan surat. PT SANTIKA NUSANTARA Jalan Bambu Runcing Nomor 111, Manokwari, Papua, Telepon (0986) 887766 SURAT KUASA Nomor: 422/011/PT-SN/12/2025 Yang bertanda tangan di bawah ini Direktur Utama PT Santika Nusantara, nama : Isla Rahayu, M.Si. alamat : Jalan Merah Putih Nomor 100, Manokwari. Dengan ini memberikan kuasa kepada: nama : Ainur Kusmayadi, S.T. jabatan : Wakil Direktur alamat : Jalan Hayam Wuruk Nomor 11, Manokwari. untuk menjalankan tugas-tugas dan wewenang harian direktur utama selama pemberi kuasa menjalankan tugas ke Denpasar Bali. Surat kuasa ini berlaku sejak tanggal penerbitannya sampai tanggal 4 Januari 2026. Demikian surat kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan dengan semestinya. Manokwari, 20 Desember 2025 Yang Menerima Kuasa, Yang Memberi Kuasa, Ainur Kusmayadi, S.T. Isla Rahayu, M.Si. Mengetahui: Komisaris PT Santika Nusantara, Edi Nawawi, S.H.

32Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Ayo, Menulis! Aktivitas 1.10 Pada aktivitas ini, kamu diharapkan mampu menggunakan pengetahuanmu untuk menentukan kata baku yang dipergunakan dalam penulisan surat resmi. Untuk itu, isilah kotak pada teka-teki silang berikut berdasarkan pertanyaan yang ada di bawahnya! Tugas ini dikerjakan secara mandiri. Pertanyaan: Perbaiki kata-kata tidak baku di bawah ini agar menjadi kata baku dengan mengisi kolom teka-teki silang di atas!

33Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Tabel 1.6. Pertanyaan Kata Tidak Baku dalam Surat Resmi Mendatar Menurun No. Kata Tidak Baku No. Kata Tidak Baku 1 ampun 2 mau 3 bales 4 gue 5 makasih 6 ngirim 8 bilang 7 ngak 9 pengen 10 soalnya Aktivitas 1.11 Secara berkelompok, perbaikilah penulisan kalimat pada penggalan surat resmi berikut agar menjadi kalimat yang efektif! 1. Mengingat pentingnya kegiatan tersebut, agar pejabat atau pegawai yang ditugaskan dapat hadir tepat waktu. 2. Demikian surat ini kami sampaikan agar menjadikan perhatian dan kerja samanya, untuk itu disampaikan terima kasih. 3. Maksud, manfaat, dan tujuan melaksanakan kegiatan itu adalah guna peningkatan kinerja para karyawan/i di PT Sinaran Mandiri. 4. Saya selaku pihak pertama akan memberikan semua kuasa tugas kepada pihak kedua selama saya mengikuti kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah. 5. Berdasarkan surat undangan dan permohonan dari Bapak/Ibu untuk menjadikan saya sebagai narasumber dari kegiatan Pelatihan Motivasi Kerja Karyawan, maka bersama-sama surat ini saya mengonfirmasikan bahwa saya dapat menerima surat permohonan ini.

34Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Aktivitas 1.12 Sebagai ketua OSIS, kamu harus memimpin rapat persiapan kegiatan Latihan Kepemimpinan yang dilaksanakan minggu depan. Namun, tiba- tiba kamu harus mewakili sekolahmu dalam acara Pemilihan Duta Literasi di Balai Kota pada waktu yang sama. Mengingat rapat tersebut sangat penting karena acara berlangsung sebentar lagi, kegiatan rapat tetap harus dilaksanakan hari ini juga. Berdasarkan ilustrasi tersebut, buatlah sebuah surat resmi berbentuk surat kuasa yang isinya memberikan kuasa kepada Wakil Ketua OSIS untuk memimpin acara rapat siang ini. G Membalas Pesan Surat Resmi yang Diterima Menggunakan Layanan Pos Elektronik Menulis Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu membalas pesan surat resmi dan memublikasikan hasil karya di media cetak, elektronik, dan/atau digital melalui fasilitas pos elektronik. Pada era digitalisasi seperti saat ini, manusia sangat terbantu dengan kehadiran teknologi. Hadirnya teknologi tidak memberikan jarak, ruang, dan waktu. Banyak kemudahan yang dapat diperoleh dengan teknologi, termasuk di dalamnya adalah kegiatan korespondensi. Dalam kegiatan korespondensi, fasilitas pos elektronik, yang selanjutnya disingkat menjadi pos-el, merupakan salah satu fasilitas untuk mengirimkan surat melalui jaringan komputer, seperti internet. Banyak masyarakat kita memadankan istilah pos elektronik dengan istilah surat elektronik (surel) yang dalam bahasa Inggris disebut email. Pada pembelajaran kali ini, kamu diminta membuat surat balasan dengan menggunakan pos elektronik ini. Adapun langkah-langkah yang dapat kamu lakukan untuk menggunakan fasilitas ini adalah sebagai berikut.

35Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan 1 Bukalah surat yang kamu terima dengan menggunakan fasilitas pos elektronik, seperti Gmail, Yahoo, dan lain-lain! 2 Pilih dan klik menu ‘Balas’ untuk membalas surat si pengirim! 3 Tulislah surat balasanmu pada kotak teks yang muncul di bawah pesan asli! 4 Kirimlah surat balasanmu dengan mengklik tombol ‘Kirim’! Sebagai inspirasi dalam menulis surat balasan, bacalah contoh surat balasan berikut ini! Keterangan: surat ini menggunakan bentuk penulisan lurus penuh (full block style)

36Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Aktivitas 1.13 Buatlah sebuah surat balasan digital berdasarkan surat permohonan berikut ini! Kemudian, berlatihlah untuk mengirimkan surat balasan tersebut ke alamat pos elektronik yang disediakan gurumu! Keterangan: surat ini menggunakan bentuk penulisan lekuk (indented style). SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) BERLIAN TELADAN Jalan Bunga Kamboja Nomor 79, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Telepon (0370) 383838, Pos-el: SMA_BTLombok@yahoo.com Nomor : 421/133/SMA-BT/VII/2025 4 Juli 2025 Lampiran : Satu lembar Perihal : Surat permohonan Yth. Ketua Yayasan Anak Mandiri Jalan Tunas Negara Nomor 44, Lombok, Nusa Tenggara Timur Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Semoga berkah sehat senantiasa selalu menyertai Saudara. Sehubungan dengan Peringatan Hari Anak Nasional, maka saya Kepala SMA Berlian Teladan meminta utusan dari yayasan yang Saudara pimpin sebagai narasumber dalam kegiatan Workshop Pemberdayaan Generasi Pelajar yang akan dilaksanakan pada hari, tanggal : Rabu, 23 Juli 2025 pukul : 09.00 s.d. selesai tempat : Lapangan SMA Berlian Teladan susunan acara : (terlampir) Berkenaan dengan hal tersebut, kami mohon pihak yayasan dapat memberikan konfirmasi kesediaan melalui surat balasan yang dikirim melalui pos elektronik dengan alamat yang tertera pada kop surat ini. Kami harap, surat balasan sudah kami terima, paling lambat satu minggu sejak surat ini kami kirimkan. Demikian surat permohonan ini kami sampaikan. Kami harap Saudara dapat mengabulkannya. Atas kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, Esti Rovita, S.Pd., M.M. Kepala Sekolah

37Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan H Memublikasikan Poster Pengumuman Berdasarkan Surat Edaran yang Diperoleh Menulis Pada pembelajaran ini, kamu akan memublikasikan pesan dalam bentuk poster pengumuman berdasarkan surat edaran yang diperoleh secara kritis, kreatif, kolaboratif, mandiri, dan komunikatif. Poster merupakan salah satu bentuk media komunikasi yang dirancang untuk menyebarkan suatu informasi kepada khalayak ramai. Pada umumnya poster memuat gambar yang relevan dengan informasi yang disampaikan beserta kalimat yang bersifat informatif, persuasif, atau instruktif. Untuk memberi daya tarik kepada pembaca, poster juga dapat didesain dengan warna yang menarik. Sesuai fungsinya poster dibedakan menjadi beberapa jenis berikut. Tabel 1.7. Jenis, Fungsi, dan Contoh Poster No. Jenis Poster Fungsi Contoh 1. Poster Kegiatan Untuk menginformasikan suatu kegiatan yang akan dilaksanakan

38Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII No. Jenis Poster Fungsi Contoh 2. Poster Niaga Untuk menawarkan sesuatu barang yang diperjualbelikan 3. Poster Layanan Masyarakat Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang isu-isu penting yang bermanfaat

39Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Aktivitas 1.14 Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Provinsi mengirimkan surat edaran ke sekolah kalian. Dalam surat tersebut terdapat instruksi agar setiap kelas membuat lima buah poster tentang pendidikan. Guru akan membagi kalian ke dalam lima kelompok. Tiap-tiap kelompok membuat sebuah poster yang menarik sesuai tema pendidikan untuk ditempel di beberapa sudut kelas dan papan mading. Ayo, Merefleksi Diri! Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan selama mengikuti aktivitas pembelajaran berbicara atau mempresentasikan! Refleksi pembelajaran dipergunakan untuk mengingat kembali pengalaman dan peristiwa yang kamu temui selama belajar. Dengan demikian, kamu dapat memperbaiki atau meningkatkan kualitas belajarmu di kemudian hari. Untuk itu, buatlah desain refleksi tentang hasil belajar pada pembelajaran menulis! Kamu dapat menggambarnya dengan berbagai jenis media secara langsung atau membuatnya di laptop masing-masing. Sajikan dalam bentuk gambar segitiga refleksi berikut ini! Setelah saya mempelajari semua pembelajaran pada submateri menulis, akhirnya saya mampu menemukan …. Setelah saya mempelajari semua pembelajaran pada submateri menulis, target saya selanjutnya adalah …. Perasaan saya setelah mempelajari semua pembelajaran pada submateri menulis adalah …. karena …. Setelah saya mempelajari semua pembelajaran pada submateri menulis, akhirnya saya memahami bahwa ….

40Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Uji Kompetensi 1. Simaklah pembacaan penggalan surat keputusan berikut ini dengan saksama! Saran yang sesuai berdasarkan isi surat tersebut adalah .... A. Kalimat ketetapan kedua perlu dituliskan tanggal secara jelas karena pembaca akan merasa kebingungan! B. Perlu penambahan ketetapan keempat dengan memasukkan kalimat, “Mohon maaf jika terdapat kesalahan”! C. Pada awal kalimat ketetapan ketiga perlu ditambahkan kalimat “Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan”! D. Kalimat ketetapan pertama dan kedua perlu ditukar posisinya karena isi ketetapan kedua lebih penting daripada isi ketetapan kesatu. E. Kalimat ketetapan ketiga isinya terlalu bertele-tele sehingga perlu diringkas lagi menjadi “Surat keputusan ini akan diperbaiki”. 2. Tanggapilah penggalan surat pengumuman berikut! MEMUTUSKAN: Menetapkan: Pertama : Mengangkat dan mengesahkan pembentukan kepengurusan Karya Ilmiah Remaja SMK Negeri Bintang Masa Bakti 2025/2026 yang namanya tercantum pada lampiran Surat Keputusan ini Kedua : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan. Ketiga : Surat Keputusan ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya. Sehubungan dengan hasil keputusan musyawarah Kepala Desa Mentari dengan masyarakat sekitar, yang dilaksanakan pada hari Senin, 26 Mei 2025, kami sampaikan bahwa kegiatan gotong royong warga setempat akan rutin dilaksanakan setiap hari Minggu pagi, pukul 07.00 WIT sampai selesai. Adapun sasaran utama yang akan dibersihkan bersama adalah lingkungan sekitar warga yang miskin.

41Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Paragraf pengumuman tersebut dirasa masih perlu diperbaiki karena terdapat ... A. kalimat yang seolah-olah memaksa warga untuk wajib ikut gotong royong. B. kalimat di dalamnya dapat menyinggung strata sosial sebagian warga setempat. C. kalimat yang tidak memedulikan warga yang memiliki kesibukan pada hari libur. D. kalimat yang mencontoh surat-surat pengumuman yang lazim dipergunakan warga lain. E. kalimat yang tidak jelas waktu dan sasaran tempat pelaksanaan kegiatan. 3. Tanggapilah penggalan surat edaran berikut! Berikan tanda centang () untuk kalimat perbaikan yang dapat dilakukan agar paragraf penutup surat tersebut efektif! Mengganti kata ‘kami’ menjadi ‘saya’. Menghapus kata ‘yang sebesar-besarnya’. Mengganti kata ‘-nya’ menjadi Bapak/Ibu. Memisahkan antara kata ‘terima’ dan ‘kasih’. Mengganti dengan tanda koma (,) setelah ‘sampaikan’. 4. Untuk mengirim balasan surat undangan dengan menggunakan layanan pos elektronik, urutkan kalimat-kalimat berikut dengan cara mencocokkan kalimat sesuai nomor urutan yang tepat! Berilah tanda panah antara kotak sebelah kanan ke kotak sebelah kiri. Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

42Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Tekan tombol ‘balas’ di bagian atas surat elektronik! • • 1 Periksa kembali tulisan yang akan kamu kirimkan! • • 2 Buka surat elektronik yang ingin kamu balas! • • 3 Tekan pilihan ‘kirim’ jika sudah selesai! • • 4 Tiklah surat balasan yang ingin kamu buat! • • 5 5. Bacalah ilustrasi surat permohonan berikut ini dengan saksama! Setelah itu, cermatilah nomor beserta keterangan struktur bagian pada setiap kolom. Kemudian, pada tabel berikutnya, berikan tanda centang () pada kolom ‘sesuai’ atau ‘tidak sesuai’ berdasarkan pasangan nomor dan fungsi dalam tabel 1.8! PT GARUDA PUTIH Jalan Sentosa 777, Pontianak, Telepon (0561)101010 Nomor : SP/2025/06/2025 2 Juni 2025 Lampiran : Satu lembar Perihal : Surat permohonan narasumber Yth. Ir. Junaidi Sentono, M.Psi. Jalan Permata Anggrek 114B, Pontianak Dengan hormat, Sehubungan dengan peningkatan semangat kinerja bagi karyawan/ karyawati PT Garuda Putih, kami, dari Departemen Pengembangan Sumber Daya Pegawai, bermaksud akan mengadakan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Pekerja, yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Juni 2025. Berkaitan dengan kegiatan tersebut, kami bermaksud memohon kesediaan Bapak untuk menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan ini. Melalui surat ini, kami lampirkan susunan acara kegiatan. Demikian surat permohonan ini kami ajukan. Kami berharap, Bapak berkenan untuk menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Atas perhatian dan pertimbangan Bapak, kami ucapkan terima kasih. Hormat saya, Ketua Departemen PSDP, Soharman, S.E. 1 2 3 4 5

43Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Tabel 1.8. Identifikasi Fungsi Struktur pada Surat Resmi Nomor Fungsi Sesuai Tidak Sesuai 1 Menerangkan identitas instansi yang menerima surat. 2 Menyatakan jumlah halaman pada surat utama. 3 Menunjukkan identitas dan tujuan pengiriman surat. 4 Menyatakan tanda hormat kepada penerima surat. 5 Menyampaikan maksud pengiriman surat kepada penerima. 6. Lengkapilah bagian rumpang pada penggalan surat keterangan berikut dengan kata-kata yang sesuai agar menjadi penggalan surat resmi yang padu! 7. Tulislah perbedaan penilaianmu terhadap penyampaian maksud/tujuan dari dua penggalan contoh surat resmi berikut! Surat 1 Kami menyatakan bahwa saudara Beryl Hamizan adalah benar (...) karyawan tetap di PT Citra Makmur. Selain itu, yang (...) benar adalah karyawan tetap dan sampai sekarang ini menjabat (...) Staf Keuangan Perusahaan. (...) Surat Keterangan Kerja ini, kami memintakan izin untuk nama tersebut yang tidak dapat menghadiri perkuliahan pada tanggal 18 Juli 2025, (...) urusan pekerjaan. Berdasarkan proses seleksi berkas yang kami lakukan pada 17 hingga 20 Juni 2025, kami ingin menginformasikan bahwa Saudari Nayra Aqila Nafisa dinyatakan lulus seleksi berkas dan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan perusahaan. Untuk menindaklanjuti proses seleksi kerja, kami tim HRD PT Sentosa Prima ingin memanggil Saudari untuk melakukan wawancara kerja pada hari Senin, 23 Juni 2025, pukul 10.00 WIB.

44Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Surat 2 8. Salin ulang penggalan surat kuasa berikut ini dengan penyuntingan yang benar berdasarkan kepaduan antarkalimat serta aspek ejaan, tanda baca, dan penulisan huruf kapitalnya! 9. Tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Literasi Sedunia. Dalam momen tersebut, Dinas Pendidikan di daerahmu mengeluarkan surat edaran agar setiap sekolah membuat suatu kegiatan yang berhubungan dengan tema literasi sekolah. Sebagai pengurus OSIS, kamu berencana membuat pekan pameran buku tiap kelas dengan meminta setiap kelas untuk membuat stan buku yang dilombakan. Sebagai sekretaris OSIS, kamu diminta membuat poster pengumuman yang akan ditempel di papan mading. Desainlah sebuah poster sesuai dengan ilustrasi tersebut. MENETAPKAN: 1. Nama-nama kelas dan perwakilannya sebagai pemenang Lomba Kemerdekaan di SMK Negeri Bundaran tahun 2025. 2. Setiap kelas atau perwakilan yang menjadi juara akan mendapatkan hadiah dan piagam penghargaan. 3. Keputusan pemenang merupakan hak dari dewan juri dan tidak dapat diganggu gugat. Demikian surat keputusan ini dibuat agar dapat dipergunakan dengan semestinya. dengan ini ketua pelaksana kegiatan persami sma negeri teladan memberikan wewenang pada wakil ketua pelaksana untuk diwakili dalam kegiatan rapat persiapan dengan tugas sebagai berikut 1. memimpin jalannya rapat 2. berkoordinasi dengan sekretaris untuk mencatat dan melaporkan hasil keputusan rapat demikian surat kuasa ini saya buat agar dapat dilaksanakan dengan sebenar- benarnya

45Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan 10. Setelah kamu mempelajari seluruh materi pada bab ini, buatlah sebuah ringkasan penting tentang pemahaman baru apa yang kamu peroleh dan bagaimana caramu menggunakan pengetahuan tersebut dalam dunia nyata! (Tulislah ringkasan tersebut minimal sepanjang lima belas baris di buku latihanmu!) Pengayaan Untuk memperkaya pemahamanmu tentang surat resmi, lakukan kegiatan berikut! 1. Carilah artikel, buku, jurnal, video, atau sumber informasi lain di internet tentang surat resmi yang disesuaikan dengan karakteristik satuan pendidikan atau lingkungan pekerjaan yang akan kamu tuju di kemudian hari! 2. Bandingkan informasi yang kamu peroleh dari penelusuran pustaka dan referensi lain dengan informasi yang dimuat pada buku teks ini! 3. Buatlah peta konsep dari hasil perbandingan yang telah kamu lakukan! 4. Presentasikan hasil belajarmu tersebut di hadapan teman-temanmu yang lain! Jurnal Membaca Di luar buku teks ini, kamu perlu membaca buku nonteks atau buku pengayaan yang bersifat menyenangkan. Berikut ini disajikan daftar buku bergenre nonfiksi dan fiksi yang dapat kamu pilih untuk dibaca. Carilah buku- buku tersebut di perpustakaan atau versi elektroniknya di iPusnas! Jika kamu tidak dapat menemukan buku tersebut, kamu boleh memilih buku lain yang sejenis.

46Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Tabel 1.9. Daftar Identitas Buku Nonteks atau Buku Pengayaan No. Judul Penulis/ Editor Genre Penerbit 1. Desa Butuh Loh, Sob! Reza Zaki Nonfiksi/ Informasi KPG (2013) 2. Rantai Tak Putus: Ilmu Mumpuni Merawat UMKM Indonesia Dee Lestari Nonfiksi/ Informasi Bentang Pustaka (2020) 3. Keajaiban Rezeki Tasaro G.K. Fiksi/ Novel Mizania (2013) 4. Wirausaha untuk Pemula Lara Bryan- Rose Hall Nonfiksi/ Informasi Erlangga (2019) 5. Doa yang Terapung: Cerpen Pilihan Kompas 2018 Redaksi Kompas Fiksi/Cerpen Gramedia (2019) Refleksi Kegiatan Pembelajaran I Selamat, kamu telah menuntaskan pembelajaran pada Bab I. Saatnya kamu melakukan refleksi terhadap hal-hal yang telah kamu pelajari. Refleksi ini akan dilakukan sebanyak dua kali. Jawablah sesuai dengan apa yang kamu rasakan setelah proses pembelajaran Bab I ini berakhir! Refleksi Akhir Kognitif Berikan tanda centang () untuk menunjukkan capaian pembelajaran yang telah kamu capai! Berikut penjelasan untuk mengisi tabel Refleksi.

47Bab I - Mengomunikasikan Informasi Penting tentang Pendidikan dan/atau Pekerjaan Tabel 1.10. Refleksi Kegiatan Pembelajaran Bab I Capaian Pembelajaran Sudah Memahami Masih perlu Mempelajari Kembali Rencana Tindak Lanjut Saya mampu mengevaluasi isi rekaman surat resmi yang disimak. Saya mampu mengevaluasi pesan tersurat dan tersirat dari dua surat resmi yang berbeda. Saya mampu merefleksi gagasan berdasarkan isi surat resmi. Saya mampu menganalisis struktur dan penggunaan bahasa pada surat resmi. Saya mampu mempresentasikan kesalahan kaidah penulisan contoh surat resmi. Saya mampu menulis surat resmi dengan memperhatikan penggunaan kata baku dan kalimat efektif. Saya mampu membalas pesan surat resmi yang diterima menggunakan fasilitas pos elektronik. Saya mampu memublikasikan poster pengumuman berdasarkan surat edaran yang diperoleh. 1. Untuk menghitung persentase penguasaan materi, kamu dapat menggunakan rumus sebagai berikut. 2. Jika 70—100% materi di atas sudah kamu kuasai, kamu dapat meminta aktivitas pengayaan kepada gurumu. 3. Jika materi yang kamu kuasai masih di bawah 70%, kamu dapat mendiskusikan kegiatan remedial yang dapat dilakukan dengan gurumu. Penguasaan materi = ([Jumlah centang materi yang dikuasai]/ [Jumlah seluruh materi]) x 100

48Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Refleksi Akhir Nonkognitif Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan sejujur-jujurnya berdasarkan hasil pembelajaran yang kamu alami pada Bab I! Pertanyaan ini tidak memiliki bobot nilai, hanya akan dijadikan sebagai data bagi gurumu untuk melakukan tindak lanjut untuk perbaikan pembelajaran ke depan. 1. Peristiwa/kegiatan/momen penting apa yang kamu alami saat pembelajaran Bab I berlangsung? 2. Apakah kamu merasakan pemikiran/perasaan yang sadar, bermakna, dan menyenangkan saat mempelajari Bab I? Coba uraikan dengan kalimatmu sendiri ketiga pemikiran/perasaan yang kamu alami! 3. Tujuan pembelajaran manakah yang menurutmu paling kamu kuasai dan belum kamu kuasai? Tuliskan pula alasanmu! 4. Bagaimana penerapan yang akan kamu lakukan setelah mempelajari semua materi pada Bab I?

Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan SeimbangII KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA, 2025REPUBLIK INDONESIA, 2025 Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIIuntuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Penulis: Alvian Kurniawan, Ismail Kusmayadi, Velayeti Nurfitriana AnsasPenulis: Alvian Kurniawan, Ismail Kusmayadi, Velayeti Nurfitriana Ansas ISBN 978-634-00-3113-3ISBN 978-634-00-3113-3 “Mengapa kita perlu memahami prosedur saat melakukan, menggunakan, atau membuat sesuatu?”

50Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Tujuan Pembelajaran Saat ini, banyak remaja yang mengikuti gaya hidup konsumtif, ingin memperoleh sesuatu secara instan, serta mencari cara pintas untuk menyelesaikan masalah. Hal itu dipengaruhi oleh faktor lingkungan, media sosial, dan pergaulan teman sebaya. Gaya hidup di era modern tersebut sangat memengaruhi kesehatan fisik dan mental remaja yang berdampak pada menurunnya motivasi belajar di sekolah. Gaya hidup yang diikuti para remaja saat ini cenderung tidak sehat. Misalnya, pola makan yang buruk, kurang berolahraga, sering bergadang, kecanduan gawai (gadget), sampai pada kebiasaan merokok dan terjerat penggunaan narkoba. Hal ini sangat merugikan diri sendiri dan masa depan generasi muda yang diharapkan menjadi generasi emas untuk kemajuan bangsa. Berdasarkan kondisi tersebut, kamu perlu memahami kembali aktivitas apa saja yang termasuk gaya hidup sehat, gaya hidup aktif, dan seimbang. Dengan memahami dan menerapkan gaya hidup sehat, gaya hidup aktif, dan seimbang, kamu telah menunjukkan rasa syukur sebagai bentuk keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mampu berkolaborasi dan bersikap mandiri, serta mewujudkan pribadi yang sehat, baik secara fisik maupun mental. Untuk itu, pada Bab II ini, kamu akan berlatih untuk menyimak dan mengungkapkan kembali informasi tentang prosedur, langkah-langkah, atau tahapan membuat atau melakukan sesuatu. Kegiatan ini membutuhkan konsentrasi penuh agar kamu tidak salah dalam mendemonstrasikan setiap tahapan atau prosedur tersebut. Selain melalui kegiatan menyimak, kamu juga akan mempelajari teks prosedur kompleks secara cermat melalui kegiatan membaca. Kamu dapat membandingkan antara satu teks prosedur dan teks prosedur lainnya untuk memperoleh pengetahuan yang lebih komprehensif. Jika sudah menguasai prosedur melakukan atau membuat sesuatu, kamu dapat mempraktikkan prosedur tersebut dengan cermat dan saksama. Kemampuan kamu untuk mempraktikkan dan menjelaskan kembali teks prosedur dapat dikemas secara kreatif dengan memproduksi video tutorial. Melalui video tutorial, kamu tidak hanya mampu menulis konsep sebagai skrip video tutorial, tetapi juga dapat memublikasikan video tutorial tersebut melalui platform berbagi video.

51Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Kata Kunci Ƴ teks prosedur kompleks Ƴ mendemonstrasikan prosedur Ƴ video tutorial Peta Konsep

52Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Apersepsi Apakah kamu pernah lari pagi atau bersepeda melalui jalan raya yang penuh dengan arus kendaraan bermotor? Menurutmu, apakah olahraga di sepanjang jalan raya tersebut baik bagi kesehatan? Sering kali kita melihat masyarakat melakukan kegiatan olahraga lari atau bersepeda melintasi jalan raya yang penuh dengan lalu lintas kendaraan bermotor. Tanpa disadari, mereka sebetulnya lebih banyak menghirup udara yang telah terkontaminasi asap kendaraan bermotor yang mengandung karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), hidrokarbon (HC), sulfur dioksida (SO2), timbal (Pb), dan karbon dioksida (CO2). Zat-zat tersebut dapat membahayakan kesehatan. Topik gaya hidup sehat, aktif, dan seimbang ini akan menjadi pokok bahasan yang menarik untuk dipelajari dan dikaji lebih dalam pada bab ini. Gaya hidup sehat adalah pola perilaku dan kebiasaan individu dalam menjalani kehidupan yang dapat menurunkan risiko sakit parah atau meninggal dini, meningkatkan kesehatan diri dan lingkungan, serta dapat membantu individu tersebut menikmati lebih banyak aspek kehidupan yang berkaitan dengan fisik, mental, dan sosial (World Health Organization [WHO]). Gaya hidup aktif adalah pola hidup yang menekankan aktivitas fisik dan kesehatan dalam keseharian. Gaya hidup ini melibatkan partisipasi aktif dalam kegiatan fisik secara teratur untuk meningkatkan kebugaran dan stamina tubuh. Gaya hidup aktif mencakup berbagai bentuk olahraga dan aktivitas fisik, seperti lari, bersepeda, berenang, atau olahraga tim. Sementara itu, gaya hidup seimbang adalah konsep yang mengacu pada pengelolaan berbagai aspek kehidupan secara harmonis untuk mencapai kesejahteraan fisik, mental, dan emosional. Dalam kehidupan modern yang penuh dengan tekanan pekerjaan dan sosial, penting untuk menemukan keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan (Muhibbi, dkk., 2024). Pengetahuan tentang gaya hidup aktif dan seimbang untuk meningkatkan produktivitas sangat penting kamu pahami di tengah-tengah gaya hidup konsumtif dan malas bergerak yang melanda kaum muda saat ini.

53Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Melalui pembelajaran Bab II ini, kamu dapat meningkatkan pengetahuan mengenai gaya hidup sehat, gaya hidup aktif, dan seimbang melalui teks prosedur kompleks. Kamu akan melakukan kegiatan menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, serta menulis teks prosedur kompleks. Dalam pembelajaran kali ini, kamu sudah harus memahami struktur teks prosedur dan ciri penggunaan bahasanya. Teks prosedur kompleks tersebut berkaitan dengan aktivitas sehari-hari yang membuat tubuhmu sehat dan kuat. Sebelum kamu memulai pembelajaran di bab ini, ada baiknya kamu menguji wawasan dan pengetahuan terkait teks prosedur dan gaya hidup sehat, gaya hidup aktif, dan seimbang. Berdiskusilah dengan temanmu mengenai jenis aktivitas yang termasuk gaya hidup sehat, gaya hidup aktif, dan seimbang dalam kegiatan sehari-hari! Tabel 2.1. Formatif Awal Teks Prosedur dan Pengetahuan tentang Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Gaya Hidup Bentuk Kegiatan/Aktivitas Struktur Teks Prosedur Kompleks Aspek Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks Gaya Hidup Sehat Gaya Hidup Aktif Gaya Hidup Seimbang Kesimpulan: .................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................... ..........................................

54Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII A Mengungkapkan Kembali Informasi secara Eksplisit dari Teks Prosedur Kompleks Menyimak Pada pembelajaran ini, kamu akan mengevaluasi gagasan, perasaan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari kegiatan menyimak teks prosedur kompleks (nonsastra) berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau diperdengarkan). Teks prosedur adalah teks yang memaparkan proses dalam melakukan sesuatu atau tahapan dalam melakukan sebuah tindakan dengan tujuan menginformasikan terbentuknya sesuatu. Apakah kamu pernah melakukan atau membuat sesuatu sesuai dengan petunjuk, tahapan, atau langkah- langkah yang disarankan? Disadari atau tidak, pada saat kamu melakukan sesuatu sesuai tahapan, pada hakikatnya, kamu sedang melakukan kegiatan berdasarkan prosedur. Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah menyimak isi surat dinas. Kali ini, kamu akan berlatih menyimak teks prosedur untuk melakukan atau membuat sesuatu. Menyimak merupakan proses mendengarkan lambang- lambang bunyi (lisan) dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta makna komunikasi yang disampaikan pembicara. Oleh karena itu, kegiatan menyimak membutuhkan pemahaman dan perhatian (konsentrasi) secara lebih untuk mendapatkan suatu informasi. Untuk dapat memahami isi prosedur yang kamu simak, kamu harus melakukan kegiatan menyimak secara intensif. Misalnya, menyimak konsentratif yang meliputi kegiatan menyimak: 1) mengikuti petunjuk- petunjuk yang terdapat dalam pembicaraan; 2) mencari dan merasakan hubungan-hubungan, urutan sebab akibat; 3) mendapat atau memperoleh butir-butir informasi tertentu; 4) memperoleh pemahaman dan pengertian yang mendalam; 5) memahami urutan ide-ide sang pembicara; serta 6) mencari dan mencatat fakta-fakta (Ayuanita dan Effendy, 2024 hlm. 18). Untuk meningkatkan kemampuan menyimak, lakukan kegiatan berikut!

55Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Ayo, Menyimak! Aktivitas 2.1 1. Simaklah dengan saksama teks prosedur kompleks tentang langkah- langkah manajemen stres pada remaja melalui tautan berikut! Langkah-Langkah Manajemen Stres pada Remaja Manajemen stres merupakan kemampuan individu dalam menghadapi stres yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan menghadapi situasi stres dan penyebabnya menentukan apakah seseorang mengalami stres atau tidak (Putri & Bachri dalam Gundahi dan Salsabila, 2023 hlm. 2). Terdapat enam langkah untuk menghadapi stres yang muncul, yakni sebagai berikut. Pertama, sadar (aware) terhadap stres. Situasi stres dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang. Menyadari stres berarti mampu mengenali tanda-tanda dari adanya situasi stres. Bagi sebagian orang, tanda-tanda ini mungkin dapat berupa perasaan lelah, mudah marah atau gelisah, serta perilaku agresif atau menarik diri dari orang lain. Kedua, melakukan time-out. Langkah selanjutnya setelah mengenali stres adalah melakukan time out (menyingkir sejenak). Saat keadaan memanas, menyingkir sejenak akan memberi kesempatan untuk menenangkan diri. Langkah ini juga berguna untuk mencegah dari mengatakan atau melakukan tindakan yang tidak diinginkan. Ketiga, menyusun rencana perawatan diri (self-care). Kesibukan atas tugas-tugas sering menyebabkan orang mengabaikan kebutuhan fisik, emosi, dan spiritual mereka sendiri. Dengan menyediakan waktu untuk perawatan diri, seperti tidur nyenyak, olahraga, meditasi, atau relaksasi, kamu dapat mengurangi stres yang dialami. Keempat, menyusun rencana pengelolaan waktu. Menyelesaikan tugas dengan menyusun rencana pengelolaan waktu, membuat skala prioritas, dan membuat jadwal akan sangat membantu menghadapi situasi stres yang kemungkinan muncul.

56Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII Kelima, memecahkan masalah bersama. Keadaan stres dapat dikurangi dengan berusaha memecahkan masalah dengan berdiskusi bersama teman. Melalui diskusi, kamu dapat memperoleh masukan dan pencerahan yang dapat menurunkan tensi stres. Keenam, mencari dukungan. Ketika situasi stres berada di luar kemampuan kita untuk mengatasinya, solusi yang realistis adalah mencari dukungan dari orang-orang terdekat kita. Teknik manajemen stres merupakan upaya yang melibatkan keterampilan kognitif dan perilaku yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengelola dan menghadapi sumber stres sehingga dapat menurunkan tingkat stresnya. Sumber: “Teknik Manajemen Stres yang Efektif pada Remaja” oleh Leony Patricia Gunadhi dan Najwa Raudhah Salsabila. Journal for Management Student (JFMS). Vol. 3 No. 1, Januari 2023 2. Pahami langkah-langkah mengelola stres pada remaja dari teks prosedur kompleks yang telah kamu simak! Kemudian, catatlah langkah-langkah tersebut pada tabel berikut! Tabel 2.2. Tabel Langkah-langkah Mengelola Stres pada Remaja Langkah Penjelasan Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima Keenam

57Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang 3. Kemukakan kembali informasi dari prosedur kompleks yang kamu simak tersebut secara lisan. 4. Tanggapilah ketepatan informasi yang disampaikan dan koreksi jika ada tahapan langkah-langkah yang kurang tepat. Aktivitas 2.2 1. Buatlah kelompok yang terdiri atas 4—5 orang. Kemudian, diskusikan informasi dari teks prosedur kompleks yang kalian simak! 2. Simaklah informasi yang berisi prosedur kompleks dalam melakukan atau membuat sesuatu! Pilihlah tema yang berkaitan dengan gaya hidup sehat, aktif, dan seimbang! Simaklah melalui platform berbagi video, siaran televisi, atau sumber audio lainnya! 3. Catatlah urutan langkah-langkah atau prosedur tersebut secara jelas dan tepat! 4. Evaluasilah ketepatan/kelengkapan tahapan langkah-langkah atau prosedur tersebut! Berikan tanggapan kritis berdasarkan kaidah logika berpikir! 5. Setelah dinyatakan lengkap, ungkapkan kembali langkah-langkah atau prosedur tersebut secara visual dalam bentuk infografik atau poster! 6. Publikasikan infografik atau poster tersebut di mading atau media publikasi lainnya agar diketahui banyak orang! B Mengidentifikasi dan Menanggapi Informasi dari Teks Prosedur Kompleks yang Disimak Menyimak Pada pembelajaran ini, kamu akan mengevaluasi gagasan, perasaan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari kegiatan menyimak teks prosedur kompleks (nonsastra) berbentuk teks aural (teks yang dibacakan)

58Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII Kompetensi menyimak merupakan salah satu kompetensi berbahasa yang berfungsi menyerap (reseptif) informasi. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam keterampilan menyimak adalah kemampuan menangkap dan memahami makna pesan, baik tersurat maupun tersirat, yang terkandung dalam bunyi dan unsur kemampuan mengingat pesan. Melalui kegiatan menyimak, kamu dapat memperoleh informasi, mencerna informasi, memberi makna pada hal yang kamu simak, dan dapat merasakan keindahan dari informasi yang kamu simak. Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah menyimak prosedur kompleks. Apakah kamu mampu menangkap dan memahami informasi yang berisi prosedur kompleks tersebut dengan cepat? Jika masih kesulitan menyerap informasi dari prosedur kompleks yang kamu simak, apakah kamu dapat mengidentifikasi penyebab kesulitan tersebut? Secara sadar, kamu harus berusaha mengatasi faktor-faktor yang menghambat kegiatan menyimak, seperti faktor fisik (kondisi fisik), faktor psikologis, faktor pengalaman, faktor sikap, motivasi, dan faktor lingkungan sekitar. Pada pembelajaran kali ini, kamu akan berlatih untuk menyimak secara kritis. Menyimak kritis meliputi beberapa tahap sebagai berikut.

59Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Ayo, Menyimak! Aktivitas 2.3 1. Bersama kelompok kalian, tontonlah tayangan televisi yang berjudul “Bocah Petualang: Cerita Seru dari Kaki Gunung Lawu”. Kalian dapat mengakses tayangan tersebut melalui YouTube. Jika terkendala jaringan internet, mintalah guru kalian untuk mengunduh dan menayangkan tayangan tersebut di kelas. 2. Dari tayangan tersebut, kalian dapat memahami bahwa melakukan berbagai kegiatan sehari-hari dapat dikategorikan sebagai gaya hidup aktif. Gaya hidup ini melibatkan partisipasi aktif dalam kegiatan fisik secara teratur untuk meningkatkan kebugaran dan stamina tubuh. Selain itu, tayangan televisi tersebut menayangkan kebiasaan yang termasuk gaya hidup sehat. Sekarang, diskusikan dan catatlah aktivitas yang dilakukan tokoh dalam tayangan televisi tersebut yang termasuk gaya hidup sehat dan gaya hidup aktif! 3. Identifikasilah aktivitas yang dilakukan berdasarkan prosedur atau tahapan melakukan sesuatu yang terdapat dalam tayangan tersebut. Catatan yang telah kalian buat sebelumnya dapat dijadikan rujukan untuk mengisi tabel 2.4 berikut. Tabel 2.3. Aktivitas Gaya Hidup Sehat dan Gaya Hidup Aktif Gaya Hidup Jenis Aktivitas Gaya Hidup Sehat Gaya Hidup Aktif

60Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII 4. Tanggapilah secara kritis penyajian prosedur kompleks dalam tayangan tersebut! 5. Apakah kalian terinspirasi untuk memunculkan gagasan baru terkait penyajian prosedur kompleks tersebut? Kemukakan gagasan kalian itu secara runtut di hadapan teman-teman yang lain! Ayo, Merefleksi Diri! Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan selama mengikuti aktivitas pembelajaran pada submateri elemen Menyimak! 1. Sebutkan tiga hal penting yang sudah kamu pelajari pada pertemuan kali ini! 2. Bagaimana fokus belajarmu selama pembelajaran berlangsung? 3. Apakah kamu benar-benar sadar berpikir saat menyelesaikan semua aktivitas pada submateri ini? Tabel 2.4. Tabel Identifikasi Aktivitas Sesuai Prosedur Kegiatan Langkah-langkah/Prosedur Pembuatan

61Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang C Memahami dan Melakukan Instruksi pada Teks Prosedur Kompleks yang Dibaca Membaca dan Memirsa Pada pembelajaran ini, kamu akan mengevaluasi informasi berupa gagasan, perasaan, pandangan, arahan, dan/atau pesan penulis untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah berpikir dari kegiatan membaca atau memirsa teks prosedur kompleks dalam wujud visual dan/atau audiovisual. Salah satu fenomena yang saat ini melanda generasi Z adalah fenomena “jam koma” (brain fog). “Jam koma” berkaitan dengan keadaan kehilangan fokus yang menyebabkan keadaan tubuh seolah-olah berada dalam keadaan koma. Dampak “jam koma” pada generasi Z adalah mengalami kesulitan berpikir, bingung, dan kesulitan mengingat sesuatu. Penyebab seseorang mengalami “jam koma” adalah kelelahan fisik serta pola makan dan gaya hidup yang tidak seimbang hingga perilaku screen time yang berlebihan (Megawati, 2024). Apakah kamu pernah mengalami kondisi seperti itu? Jika ya, ketahuilah bahwa kamu sedang mengalami gejala “jam koma” (brain fog) yang berdampak pada menurunnya kondisi kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, kamu perlu menerapkan gaya hidup aktif yang meliputi berbagai bentuk olahraga dan aktivitas fisik, seperti lari, berenang, bersepeda, atau olahraga tim. Gaya hidup aktif perlu didukung dengan pola makan sehat, cukup istirahat, memilih makanan bergizi, dan minum cukup sebagai bagian penting dari pola hidup seimbang. Pada pembelajaran kali ini, kamu akan berlatih memahami teks yang berisi aktivitas berdasarkan instruksi atau prosedur yang dipaparkan dalam bacaan atau infografik. Salah satu cara memahami dan melaksanakan teks prosedur adalah dengan mengetahui ciri kebahasaannya. Ciri-ciri kebahasaan teks prosedur yang paling menonjol adalah sebagai berikut (Kustyarini dan Utami, 2018, 19‒20) .

62Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII 1. Penggunaan Partisipan Manusia secara Umum Partisipan manusia dalam teks prosedur dapat ditunjukkan dengan kata ganti Anda, kamu, kalian, kita, atau kata benda yang merujuk pada manusia, seperti “pengendara”, “pemain”, “peserta didik”, atau “petugas”. 2. Penggunaan Verba Material dan Verba Tingkah Laku Verba material adalah verba yang mengacu pada tindakan fisik yang dilakukan oleh subjek/pelaku. Verba ini menunjukkan aktivitas yang dapat dilihat atau dirasakan secara konkret. Contoh: kata makan, melompat, menendang, mengangkat, dan memotong. Verba tingkah laku adalah verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan melalui ungkapan (secara verbal), bukan tindakan fisik yang tampak secara konkret. Contoh: kata menyayangi, mencintai, memahami, merasai, melindungi, dan mengagumi. 3. Penggunaan Konjungsi Temporal Konjungsi temporal adalah konjungsi yang mengacu pada urutan waktu dan sekaligus menjadi sarana kohesi teks. Konjungsi temporal membantu menjelaskan kapan suatu peristiwa terjadi dalam kaitannya dengan peristiwa lain. Contoh: setelah, sejak, kemudian, ketika, atau sementara. Ayo, Membaca! Aktivitas 2.4 Baca dan pahamilah teks prosedur kompleks yang disajikan dalam bentuk infografik berikut dengan saksama! Sehat dengan Lompat Tali Ayo, lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari! Jangan berdiam saja karena bergerak itu sehat! Dengan bergerak, kita dapat membakar kalori dan mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan kekuatan otot dan daya tahan tubuh, mengurangi stres dan emosional, membuat

63Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang tidur nyenyak, serta membuat wajah dan tubuh lebih segar. Berikut salah satu olahraga sederhana yang dapat dilakukan di rumah. 1. Apakah kamu pernah melakukan olahraga lompat tali atau skipping? Sekarang, coba lakukan gerakan lompat tali sesuai dengan petunjuk pada infografik tersebut! 2. Lakukan empat variasi gerakan lompat tali yang meliputi lompatan biasa (regular jump), lompatan satu kaki (one leg jump), lompatan dua putaran (double under), dan lompatan silang (cross over)! 3. Lakukan secara bergantian dengan temanmu dan nilailah ketepatannya! Gambar 2.1 Infografik Lompat Tali

64Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII Aktivitas 2.5 Bacalah teks berikut dengan saksama! Program Jalan Cepat Gambar 2.2 Jalan Cepat, Olahraga yang Bermanfaat Aktivitas fisik dapat dilakukan dengan cara melakukan olahraga sederhana dan mudah, tetapi tetap bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu kegiatan olahraga yang bermanfaat dan aman dilakukan adalah berjalan cepat. Efek samping berjalan cepat sangat minimal pada organ tubuh dibandingkan dengan berlari. Dengan menggunakan sepatu yang sesuai, berjalan cepat merupakan olahraga tanpa entakan dibandingkan dengan olahraga lari yang cenderung menyebabkan tekanan pada tumit, lutut, dan punggung, serta meningkatkan kemungkinan kelainan tubuh. Oleh karena itu, olahraga berjalan cepat dianggap lebih aman. Seperti halnya melakukan olahraga jenis apa pun, lakukan peregangan dan pemanasan selama 3—5 menit terlebih dahulu! Pemanasan dapat dilakukan dengan cara berjalan dengan kecepatan sedang. Adapun peregangan dapat dilakukan dengan senam peregangan untuk otot-otot besar. Ini termasuk peregangan pelan otot belakang lutut, peregangan tendon achilles, dan penekukan samping. Setelah melakukan peregangan, mulailah berjalan dengan kecepatan 12.30 menit per kilometer, yaitu sekitar 90 langkah per menit. Cara yang tepat saat berjalan cepat dapat dilakukan berdasarkan penjelasan berikut.

65Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang 1. Usahakan punggung tetap tegak, dengan kepala tegak, dan dagu hampir segaris dengan bahu. 2. Tekuk lengan tegak lurus pada siku dan biarkan berayun sejajar dengan tubuh atau sedikit menyilang tubuh. 3. Bagian lengan digerakkan seirama dengan gerakan kaki dan dapat membuat Anda meningkatkan kecepatan berjalan. Pompa lengan Anda untuk menambah momentum berjalan, tetapi usahakan lengan lentur dan cegah gerakan lengan berlebihan. 4. Tumit kaki depan harus menginjak tanah sebelum ujung jari kaki belakang meninggalkan tanah. Dengan kata lain, satu kaki harus selalu menyentuh tanah. Jika tidak demikian, berarti Anda sedang melakukan joging atau lari. 5. Kaki depan harus lurus saat melangkah. Ini dapat menyebabkan gerakan lompatan yang berlebihan, yang umum dilakukan pejalan lomba. Akan tetapi, berjalan dengan laju lebih lambat dari 7.30 menit per km tidak memerlukan gerakan lompat yang berlebihan. Setelah berjalan cepat, jangan berhenti secara tiba-tiba, lalu duduk. Disarankan untuk melakukan pendinginan selama kurang lebih lima menit. Fase ini mencakup jalan santai, perlahan, dilanjutkan dengan latihan peregangan yang ringan. Sumber: Buku Sehat Tanpa Obat, Empat Langkah Revolusi Antioksidan yang Mengubah Hidup Anda, Dr. Kenneth H. Cooper, 2001 Setelah membaca teks prosedur tersebut, pahamilah arahan, langkah, atau cara berjalan cepat yang benar. Kemudian, lakukan kegiatan berikut! 1. Praktikkan cara berjalan cepat sesuai dengan petunjuk atau arahan yang dipaparkan dalam teks prosedur tersebut! 2. Lakukan setiap gerakan sesuai dengan arahan atau petunjuk yang dijelaskan! 3. Berikan penilaian dan tanggapan secara bergantian dengan temanmu saat mempraktikkan kegiatan tersebut!

66Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII D Membandingkan Dua Teks Prosedur Kompleks yang Dibaca Membaca dan Memirsa Pada pembelajaran ini, kamu akan mengevaluasi informasi berupa gagasan, perasaan, pandangan, arahan, dan/atau pesan penulis untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah berpikir dari kegiatan membaca atau memirsa teks prosedur kompleks dalam wujud visual dan/atau audiovisual. Pada pembelajaran sebelumnya kamu telah mempraktikkan aktivitas atau melakukan sesuatu berdasarkan langkah-langkah sesuai dengan prosedur. Jika kamu cermati, segala aktivitas yang kamu lakukan setiap hari mengikuti pola atau ritme yang prosedural. Misalnya, ketika kamu bangun tidur, akan sarapan pagi, saat berangkat ke sekolah, dan saat menggunakan berbagai barang yang kamu gunakan sehari-hari. Kali ini, kamu akan berlatih membaca kritis dengan menganalisis dan membandingkan teks prosedur yang kamu baca. Pada dasarnya, setiap teks bacaan terdiri atas kumpulan kalimat dan paragraf yang disusun berdasarkan pola pengembangan tertentu. Sebuah paragraf dikembangkan menurut sifatnya. Menurut Suladi (2014), ada beberapa metode pengembangan paragraf, yakni sebagai berikut. 1. Kronologi Pengembangan paragraf secara kronologi disusun menurut urutan waktu. Pengembangan paragraf ini, pada umumnya, digunakan dalam paragraf kisahan (naratif) dengan mengembangkan setiap bagian dalam proses. Pengembangan dilakukan dengan memerikan suatu peristiwa, membuat atau melakukan sesuatu secara berurutan, selangkah demi selangkah menurut perturutan waktu.

67Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang 2. Sebab-Akibat Pengembangan paragraf sebab-akibat disusun dengan menyajikan hal yang menjadi sebab yang menghasilkan akibat. Paragraf sebab-akibat dapat berupa satu sebab dengan banyak akibat atau banyak sebab dengan satu akibat. Sebab dapat berfungsi sebagai pikiran utama dan akibat sebagai pikiran penjelas, atau dapat juga sebaliknya. Jika akibat merupakan pikiran utama, untuk dapat memahaminya, perlu dikemukakan sejumlah penyebab sebagai perinciannya. Pengembangan ini digunakan dalam tulisan ilmiah untuk berbagai keperluan, di antaranya (1) mengemukakan alasan yang masuk akal, (2) memerikan suatu proses, (3) menerangkan mengapa sesuatu terjadi, dan (4) meramalkan runtutan peristiwa yang akan datang. 3. Pembandingan dan Pengontrasan Pengembangan paragraf pembandingan dan pengontrasan disusun untuk menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua orang, objek, atau gagasan dengan bertolak dari segi-segi tertentu. Dalam pengembangan paragraf ini, pembandingan digunakan untuk membandingkan dua unsur atau lebih, yang dianggap sudah dikenal oleh pembaca, di satu pihak memiliki kesamaan, sedangkan di pihak lain memiliki perbedaan. Pengembangan paragraf dengan pengontrasan bertolak dari adanya dua unsur atau lebih yang sama, tetapi menunjukkan ketakserupaan pada bagian-bagiannya. Dalam membaca kritis, selain memperhatikan pola pengembangan paragraf, kamu juga dapat memperhatikan aspek kebahasaannya. Penggunaan unsur kebahasaan meliputi penggunaan partisipasi manusia, penggunaan verba material dan verba tingkah laku, serta penggunaan konjungsi temporal. Agar dapat membandingkan dua teks prosedur kompleks berdasarkan kaidah logika berpikir, kamu dapat melakukan penilaian kritis yang meliputi beberapa hal berikut. 1. Evaluasilah kekuatan dan kelemahan tiap-tiap teks (teks mana yang lebih persuasif, informatif, atau menarik)! 2. Setiap penulis memiliki tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, agar isi tulisannya dipahami dan dipraktikkan banyak orang, maka ditulis

68Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII semenarik mungkin. Pertimbangkan apakah penulis sudah berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. 3. Beri tanggapan terhadap penyajian teks prosedur kompleks (lengkap-tidak lengkap, jelas-tidak jelas, atau sesuai-tidak sesuai tahapan yang disajikan). Ayo, Membaca! Aktivitas 2.6 Pada pembelajaran kali ini, kamu akan membandingkan dua teks prosedur kompleks berdasarkan pola pengembangan, ciri kebahasaan, dan penilaian kritis. Kamu dapat membaca dua teks prosedur kompleks berikut dan melakukan diskusi bersama dengan teman kelompok yang dapat kamu tentukan sendiri. Teks 1 Mengurangi Stres Pada umumnya setiap orang pernah mengalami perasaan tertekan atau mengalami ketegangan yang dalam bahasa populernya dikenal dengan istilah stres. Stres merupakan bagian dari kehidupan manusia, artinya bahwa manusia tidak akan pernah luput dari pengalaman merasakan ketegangan dalam hidupnya.

69Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Stres disebabkan oleh faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dari luar diri individu. Faktor yang berasal dari dalam diri individu di antaranya ketika terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang menimbulkan konflik dalam diri individu, sehingga berdampak pada munculnya stres. Selain itu, stres juga dapat diakibatkan perasaan cemas mengenai hasil yang dicapai, aktivitas yang tidak seimbang, tekanan dari diri sendiri, suatu kondisi ketidakpastian, perasaan cemas, dan perasaan bersalah. Salah satu cara untuk mengurangi stres adalah dengan melakukan relaksasi. Latihan relaksasi yang dapat dilakukan di antaranya relaksasi otot progresif, yaitu teknik relaksasi yang menargetkan gejala ketegangan yang terkait dengan kecemasan. Latihan ini melibatkan ketegangan dan pelepasan otot yang berlanjut ke seluruh tubuh. Fokus relaksasi ini terletak pada pelepasan otot sebagai fase relaksasi. Berikut langkah- langkah latihan relaksasi otot progresif. 1. Duduk atau berbaringlah dengan nyaman. Idealnya, ruangan akan memiliki gangguan yang minimal. 2. Dimulai dari kaki, tekuk jari-jari kaki ke bawah dan kencangkan otot- otot di kaki. Tahan selama 5 detik, lalu lepaskan perlahan selama 10 detik. Selama melepaskan kaki yang ditekuk, fokuskan perhatian pada pengurangan ketegangan dan pengalaman relaksasi. 3. Kencangkan otot-otot di kaki bagian bawah. Tahan selama 5 detik, lalu lepaskan perlahan selama 10 detik. Selama melepaskan, fokuskan perhatian pada pengurangan ketegangan dan pengalaman relaksasi. 4. Kencangkan otot-otot di pinggul dan bokong. Tahan selama 5 detik, lalu lepaskan perlahan selama 10 detik. Selama melepaskan, fokuskan perhatian pada pengurangan ketegangan dan pengalaman relaksasi. 5. Kencangkan otot-otot di perut dan dada. Tahan selama 5 detik, lalu lepaskan perlahan selama 10 detik. Selama melepaskan, fokuskan perhatian pada pengurangan ketegangan dan pengalaman relaksasi. 6. Kencangkan otot-otot di bahu. Tahan selama 5 detik, lalu lepaskan perlahan selama 10 detik. Selama melepaskan, fokuskan perhatian pada pengurangan ketegangan dan pengalaman relaksasi.

70Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII 7. Kencangkan otot-otot wajah (misalnya, memejamkan mata). Tahan selama 5 detik, lalu lepaskan perlahan selama 10 detik. Selama melepaskan, fokuskan perhatian pada pengurangan ketegangan dan pengalaman relaksasi. 8. Kencangkan otot-otot tangan dengan membentuk kepalan tangan. Tahan selama 5 detik, lalu lepaskan perlahan selama 10 detik. Selama melepaskan, fokuskan perhatian pada pengurangan ketegangan dan pengalaman relaksasi. Sumber: Teknik Relaksasi oleh Samantha K. Norelli, Ashley Panjang, dan Jeffrey M. Krepps, 2023 dengan perubahan dan penyesuaian Teks 2 Cara Mengayuh Sepeda yang Benar Bersepeda merupakan kegiatan rekreasi dan olahraga yang populer di masyarakat. Bersepeda dapat dilakukan sebagai sarana hiburan dan untuk meningkatkan kesehatan fisik. Kegiatan bersepeda dapat dilakukan di berbagai tempat, baik secara individu maupun kelompok (komunitas). Meskipun kegiatan bersepeda sudah biasa dilakukan, tetapi kita perlu mengetahui tata cara mengayuh sepeda yang benar agar tidak mengalami cedera saat bersepeda. Berikut langkah-langkah cara mengayuh sepeda yang benar. Pertama, aturlah ketinggian sadel (seatpost). Saat bersepeda, ketinggian sadel harus disesuaikan agar posisi kaki berada pada pijakan yang sesuai pada saat mengayuh pedal. Pengaturan ketinggian sadel dapat dilakukan dengan sederhana, yakni berdiri di samping sepeda, lalu sejajarkan ketinggian sadel dengan pinggang kita. Pastikan ketinggian sadel sesuai, tidak terlalu tinggi atau terlalu pendek, agar kayuhan dapat maksimal. Gambar 2.3 Mengatur Ketinggian Sadel

71Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Kedua, posisikan telapak kaki pada pedal dengan tepat. Bagian telapak kaki yang efektif digunakan untuk mengayuh pedal adalah pada bagian tengah, di belakang jari kaki. Posisi tersebut akan memberikan kayuhan yang efektif dan lebih kuat energi tekanan pada pedal. Tidak disarankan mengayuh pedal dengan jari kaki atau bagian belakang kaki karena akan menimbulkan cedera. Ketiga, lakukan upstroke dan downstroke secara berkesinambungan. Upstroke dan downstroke adalah gerakan kaki berputar naik dan turun saat mengayuh pedal. Ketika satu kaki mengayuh pedal ke bawah, kaki lainnya mengangkat pedal, begitu juga sebaliknya. Lakukan kayuhan secara berirama. Pastikan telapak kaki menginjak pedal, baik saat upstroke maupun downstroke. Itulah langkah-langkah cara mengayuh sepeda yang benar. Selain itu, kita juga perlu memperhatikan kondisi gerigi pedal. Jika gerigi pedal sudah aus, perlu diganti untuk menghindari kaki terpeleset. Sumber: Diringkas dari pranala https://www.youtube.com/watch?v=YJ0rpujoeTM 1. Diskusikan dua teks prosedur di atas dengan teman kelompok kalian. Diskusikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan perbedaan isi, pola pengembangan, dan aspek kebahasaan serta penilaian kritis berdasarkan kaidah logika berpikir. Kemudian, tulislah hasilnya pada tabel berikut. Gambar 2.5 Melakukan Upstroke dan Downstroke secara Berkesinambungan Gambar 2.4 Memosisikan Telapak Kaki pada Pedal

72Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII 2. Sampaikan hasil diskusi kelompok kalian untuk dibandingkan dengan hasil diskusi kelompok lain agar saling memperkuat pemahaman! Tabel 2.5. Hasil Identifikasi Membandingkan Dua Teks Prosedur Komplek Aspek Teks 1 Teks 2 Judul Pokok-pokok Isi Pembahasan Pola Pengembangan Aspek Kebahasaan a. Penggunaan Partisipasi Manusia b. Verba Material Aspek Teks 1 Teks 2 c. Verba Tingkah Laku d. Konjungsi Temporal Penilaian Kritis a. Evaluasi Kekuatan dan Kelemahan Teks b. Capaian Tujuan Penulis c. Tanggapan terhadap Teks

73Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Aktivitas 2.7 Di dalam teks yang telah kamu baca sebelumnya, terdapat beberapa kosakata yang mungkin baru kamu dengar atau ketahui. Berikut ini beberapa kata dan gabungan kata yang terdapat pada teks, yaitu otot, vitalitas, tendon, momentum, efek samping, tata cara, sadel, dan pedal. Carilah makna kata-kata tersebut di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kamu juga dapat mengaksesnya secara daring (online) melalui pranala https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/. Di dalam teks juga terdapat beberapa kata yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu upstroke, downstroke, dan seatpost. Banyak kata dari bahasa asing yang sudah diserap atau memiliki padanan dalam bahasa Indonesia. Misalnya, kata penaja untuk padanan kata sponsor, kata penyintas untuk padanan kata survivor, kata siniar untuk padanan kata podcast. Untuk melihat kata asing yang sudah memiliki padanan dalam bahasa Indonesia, kamu dapat mengaksesnya di laman Pasti (Padanan Istilah) melalui pranala https://pasti.kemendikdasmen.go.id/. Sekarang, carilah padanan kata dalam bahasa Indonesia untuk kata yang berasal dari bahasa asing pada tautan jurnal https://doi.org/10.52333/ didactique.v6i1.947! Jelaskan maknanya dengan merujuk KBBI! Tabel 2.6. Tabel Padanan Kata dan Maknanya No. Kata Asing Padanan Kata Makna Kata 1. podcast siniar Siaran (berita, musik, dan sebagainya) yang dibuat dalam format digital (baik audio maupun video) yang diunduh melalui internet 2. 3. 4. 5. 6. 7. ...

74Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII E Merefleksi Gagasan dan Pandangan dari Teks Prosedur yang Dibaca Membaca Pada pembelajaran ini, kamu akan merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah berpikir dari kegiatan membaca atau memirsa teks prosedur kompleks dalam wujud visual dan/atau audiovisual. Pada pembelajaran Bab I, kamu telah merefleksi gagasan dan pandangan dalam surat resmi. Kegiatan merefleksi membantu kamu untuk meninjau pengalaman, memahami maknanya, dan merencanakan perbaikan terkait materi surat resmi secara sistematis. Nah, pada pembelajaran kali ini, kamu juga akan merefleksi gagasan dan pandangan dalam teks prosedur kompleks yang kamu baca. Model refleksi yang akan digunakan pada kegiatan merefleksi kali ini adalah model 4F (facts, feeling, findings, future) atau 4P (peristiwa, perasaan, pembelajaran, dan perencanaan ke depan/penerapan). Model refleksi 4F dikembangkan oleh Dr. Roger Greenway. Model 4F dapat digunakan untuk berpikir dan merenungkan suatu situasi dan dapat membantu menyusun refleksi tertulis. Model ini mudah diingat dan membahas aspek-aspek utama saat mengulas sebuah pengalaman (Zahir dan Supriadi, 2023 hlm. 53). Adapun langkah-langkah atau tahapan refleksi model 4F sebagai berikut. 1. Fact (Peristiwa) Kamu dapat mengungkapkan atau menceritakan pengalaman, baik secara lisan maupun tertulis, saat membaca atau memirsa teks prosedur kompleks dan mempraktikkannya. Apa hal baik yang kamu alami? Apa saja hambatan yang kamu hadapi saat membaca atau memirsa teks prosedur kompleks? Apa yang kamu lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?

75Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang 2. Feeling (Perasaan) Kamu dapat mengungkapkan perasaan yang kamu rasakan selama pembelajaran membaca teks prosedur dilakukan. Apa yang kamu rasakan saat menerapkan atau mempraktikkan prosedur kompleks tentang melakukan atau membuat sesuatu? Ceritakan hal-hal yang membuatmu memiliki perasaan tersebut. 3. Findings (Pembelajaran) Kamu dapat mengungkapkan pelajaran atau makna yang kamu peroleh dari kegiatan membaca dan memahami teks prosedur kompleks. Selain itu, kamu juga dapat menceritakan hal-hal baru yang kamu peroleh setelah membaca dan memahami teks prosedur kompleks. 4. Future (Penerapan) Kamu dapat dapat menerapkan hal-hal yang kamu peroleh dari kegiatan membaca dan memahami teks prosedur kompleks. Misalnya, setelah membaca teks prosedur tentang olahraga bersepeda, kamu melakukan kegiatan bersepeda dengan cara yang benar sesuai prosedur. Langkah-langkah tersebut dapat kamu terapkan saat merefleksi gagasan dan pandangan yang kamu peroleh dari teks prosedur kompleks yang kamu baca. Agar kamu lebih memahami kegiatan merefleksi dengan model 4F/4P ini, lakukan latihan dalam aktivitas berikut! Aktivitas 2.8 1. Kerjakan aktivitas berikut ini bersama kelompok kalian! Pilihlah kembali teks prosedur kompleks yang telah kalian baca dan pelajari pada Bab II! Judul teks prosedur kompleks yang dapat kalian pilih, yakni a. Sehat dengan Lompat Tali, b. Program Jalan Cepat, c. Mengurangi Stres, d. Cara Mengayuh Sepeda yang Benar.

76Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII 2. Setelah kalian membaca dan memahami kembali gagasan dan pandangan penulis dalam teks prosedur kompleks tersebut, lakukan kegiatan merefleksi dengan tahapan refleksi model 4F/4P! 3. Tulislah setiap tahapan refleksi model 4F/4P tersebut pada tabel berikut! 4. Sampaikan hasil diskusi kegiatan merefleksi tersebut secara lisan di hadapan teman-teman yang lain. Setelah melakukan kegiatan refleksi, apakah kamu terinspirasi untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat mengenai gaya hidup sehat, gaya hidup aktif, dan seimbang? Misalnya, di lingkungan sekitarmu terdapat banyak sekali sampah yang dibuang sembarangan, sehingga mengganggu kesehatan dan keindahan. Langkah-langkah apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi masalah tersebut? Melalui kegiatan merefleksi pada pembelajaran ini, diharapkan kegiatan membaca yang kamu lakukan akan lebih disadari, bermakna, dan menyenangkan. Tabel 2.7. Tabel Refleksi Model 4F/4P No. Tahap Penjelasan 1. Fact (Peristiwa) 2. Feeling (Perasaan) 3. Findings (Pembelajaran) 4. Future (Penerapan)

77Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Ayo, Merefleksi Diri! Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan selama mengikuti aktivitas pembelajaran pada submateri elemen Membaca! 1. Apakah materi yang kamu pelajari pada submateri ini relevan dengan kehidupan sehari-hari? 2. Adakah keterkaitan submateri ini dengan pengalamanmu sebelumnya? 3. Bagaimana memanfaatkan pengalaman belajar pada submateri ini untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? 4. Apakah submateri ini memiliki keterkaitan dengan bidang ilmu lain? Lakukan kegiatan refleksi pembelajaran secara berpasangan (pair- share). Kegiatan ini dapat kamu lakukan bersama teman sebangku atau pasangan teman yang ditentukan guru. Kamu dapat saling berbagi pemahaman dengan menjawab pertanyaan tersebut untuk membantu memperdalam topik pembelajaran yang dibahas atau meninjau ulang apa yang telah kamu ketahui atau peroleh. Kegiatan refleksi ini dapat kamu lakukan selama 5–10 menit. F Mendemonstrasikan Cara Melakukan atau Membuat Sesuatu secara Runtut Berbicara atau Mempresentasikan Pada pembelajaran ini, kamu akan mempresentasikan gagasan, perasaan, pandangan, arahan, pesan, dan/atau kreativitas berbahasa pada teks prosedur kompleks dalam bentuk monolog, dialog, dan/atau gelar wicara secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia. Pada pembelajaran kali ini kamu akan berlatih untuk berbicara dan mempresentasikan teks prosedur kompleks sekaligus mendemonstrasikannya. Agar dapat mendemonstrasikan prosedur dengan baik, kamu harus

78Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII mempersiapkan alat dan bahan atau langkah-langkah yang disarankan secara runtut. Kamu juga mungkin perlu berlatih agar dapat melakukan kegiatan atau membuat sesuatu sesuai petunjuk. Sekarang, lakukan kegiatan berikut bersama teman-teman kelompokmu! Aktivitas 2.9 1. Pahamilah prosedur pertolongan pertama pada orang pingsan berikut bersama kelompok kalian! Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan Gambar 2.6 Penanganan Orang Pingsan Pingsan merupakan keadaan saat seseorang tiba-tiba kehilangan kesadaran dan kestabilan pada tubuhnya karena aliran darah ke otaknya menurun. Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang pingsan, di antaranya masalah jantung, tekanan darah rendah, dan gangguan saraf. Gejala pingsan dapat bervariasi, mulai dari pusing atau sakit kepala hingga kehilangan kesadaran sepenuhnya. Penanganan pada orang yang pingsan bergantung pada penyebabnya. Pengobatan sangat diperlukan untuk mencegah kejadian tersebut berulang. Ada beberapa tindakan pertolongan pertama pingsan yang dapat dilakukan untuk membantu orang yang mengalaminya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai pertolongan untuk menangani orang yang pingsan.

79Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang a. Tempatkan dalam Posisi Nyaman Jika lingkungan yang panas menjadi pemicu pingsan, segera pindahkan korban ke tempat yang lebih nyaman untuk membantu pemulihan kesadaran. Pastikan tempat tersebut tidak terlalu ramai agar korban dapat merasa lebih tenang. b. Coba Sadarkan Jika seseorang pingsan, cobalah untuk membangunkannya dengan mengetuk atau menggoyangkan badannya dengan lembut. Hindari membangunkan orang yang pingsan dengan menggoyangkan tubuhnya secara berlebihan. c. Arahkan Kepala dalam Posisi Miring Untuk mempermudah pernapasan orang yang pingsan, miringkan kepala mereka ke salah satu sisi dengan menggunakan bantal yang tidak terlalu tinggi. Hal ini membantu aliran oksigen ke otak dan mempercepat pemulihan kesadaran. d. Atur Posisi Kaki Letakkan kaki orang yang pingsan pada posisi lebih tinggi daripada badannya, baik dengan menggunakan bantuan sesuatu atau meletakkannya di tempat yang lebih tinggi dari jantung. Atur posisi demikian sekitar 30 cm. Hal ini dapat membantu memulihkan aliran darah ke otak. e. Longgarkan Pakaian atau Ikat Pinggang Buka satu atau dua kancing baju dan longgarkan ikat pinggang untuk memfasilitasi pernapasan yang lebih baik. Pakaian yang terlalu ketat dapat menyebabkan sesak napas. f. Memberi Minyak Kayu Putih Oleskan minyak kayu putih atau balsam pada pelipis dan leher orang yang pingsan untuk membantu memulihkan kesadaran. Pijat bagian antara ibu jari dan jari telunjuk dengan minyak kayu putih juga dapat membantu.

80 Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII g. Berikan Minuman Hangat Setelah orang yang pingsan sadar, berikan minuman hangat atau manis seperti teh untuk membantu tubuh merasa lebih baik dan meningkatkan sirkulasi darah. h. Posisikan Korban Duduk Santai setelah Sadar Bantu orang yang sudah sadar dari pingsan untuk duduk dengan santai. Posisi duduk santai membantu tubuh beradaptasi dan memulihkan sirkulasi darah dengan lebih baik. i. Hubungi dokter Jika orang pingsan menunjukkan gejala yang tidak biasa atau memiliki riwayat sering pingsan, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani orang pingsan, terdapat beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pada orang pingsan. Di antaranya, tidak boleh memberi makan dan minum jika belum sadar, tidak menyiram badan atau wajah orang yang pingsan dengan air, tidak menampar wajah untuk membangunkan orang pingsan, dan tidak meninggalkan orang pingsan seorang diri. Disarikan dari artikel “Tindakan untuk Memberikan Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan” oleh Umi Zuhriyah, 2024. Sumber https://tirto.id/ 2. Pahami teks prosedur tersebut, kemudian coba praktikkan atau demonstrasikan tindakan yang dijelaskan dalam teks. Praktik dan demonstrasi dilakukan oleh setiap kelompok. Kalian dapat melakukannya di dalam kelas atau meminta izin guru untuk mempraktikannya di luar kelas agar lebih leluasa. 3. Lakukan kegiatan tersebut dengan penuh kesadaran, bermakna, dan rasa gembira agar mudah diingat karena bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

81Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Ayo, Berdiskusi! Aktivitas 2.10 Lakukan kegiatan berikut secara berkelompok! 1. Susunlah satu teks prosedur kompleks yang sesuai dengan tema gaya hidup sehat, aktif, dan seimbang! Usahakan setiap kelompok tidak memilih teks prosedur kompleks yang sama! Contoh pilihan prosedur: a. pertolongan pertama saat digigit kucing; b. cara membuat wedang jahe; c. aktivitas sehat dengan permainan tradisional; d. cara menjadi konten kreator kesehatan di media sosial; e. tutorial membuat desain kaos menggunakan AI. 2. Rancanglah media presentasi untuk membantu kalian saat menjelaskan teks prosedur yang kalian pilih! 3. Selama mempresentasikan, kalian sekaligus mendemonstrasikan atau mempraktikkan petunjuk atau langkah-langkah sesuai teks prosedur tersebut. 4. Kemukakan tanggapan kalian terhadap kegiatan pembelajaran mempresentasikan dan mendemonstrasikan teks prosedur tersebut! Ayo, Merefleksi Diri! Lakukan kegiatan refleksi pembelajaran kali ini dengan membuat jurnal refleksi! Dalam jurnal refleksi tersebut, kamu menuliskan hal-hal yang kamu rasakan selama pembelajaran serta pengalaman menarik saat mempresentasikan dan mendemonstrasikan cara melakukan atau membuat sesuatu berdasarkan prosedur tertentu. Selain itu, kamu juga dapat mengungkapkan hal-hal yang belum kamu pahami, serta hambatan yang kamu rasakan dan upaya mengatasi hambatan tersebut. Kamu dapat membiasakan diri membuat catatan jurnal refleksi untuk menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan.

82Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII G Memproduksi Video Tutorial Cara Melakukan atau Membuat Sesuatu Sesuai Prosedur Menulis Pada pembelajaran ini, kamu akan menulis gagasan, pandangan, imajinasi, dan/atau pengetahuan metakognisi yang dituangkan dalam bentuk teks prosedur kompleks secara logis, kritis, dan kreatif dan memublikasikan hasil karya di media cetak/elektronik, dan/atau digital. Pernahkah kamu melakukan atau membuat sesuatu dengan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan dalam sebuah video tutorial? Saat ini, video- video tutorial sangat mudah kita peroleh melalui platform berbagi video atau media sosial. Nah, jika kamu perhatikan, video tutorial tersebut berisi prosedur atau konsep dasarnya adalah teks prosedur, baik prosedur sederhana maupun kompleks. Tujuan komunikatif teks prosedur adalah memberi petunjuk tentang cara melakukan sesuatu melalui serangkaian tindakan atau langkah. Penyajian teks prosedur dalam bentuk poster, infografik, atau video, pada prinsipnya dilakukan untuk memudahkan siapa saja dalam melakukan atau membuat sesuatu. Pada umumnya, hal ini disebabkan oleh masyarakat yang lebih cepat memahami informasi visual atau audiovisual dibandingkan informasi dalam bentuk teks atau bacaan. Pada pembelajaran kali ini, kamu akan berlatih mengkreasi teks prosedur dalam bentuk video tutorial. Banyak video tutorial yang dapat dijadikan contoh. Namun, jangan sampai kamu melakukan praktik plagiarisme. Video tutorial yang kamu buat harus produksi kamu sendiri meskipun konsepnya bersumber dari sumber rujukan yang sudah ada. Merujuk pada proses produksi sebuah film, proses produksi video tutorial pun meliputi tiga tahap, yakni tahap praproduksi, tahap produksi, dan tahap pascaproduksi (Akbar, 2015).

83Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang 1. Tahap Praproduksi Tahap praproduksi meliputi beberapa kegiatan berikut. a. Menganalisis Ide atau Gagasan Langkah pertama adalah merumuskan ide atau gagasan mengenai prosedur yang akan dibuat. Hal ini diperlukan agar pembuatan video tutorial lebih fokus, terarah, dan sesuai. Rumusan ide atau gagasan ini memudahkan penulis skenario mengembangkannya dalam bentuk skenario. b. Menyiapkan Naskah Skenario Skenario merupakan sebuah cerita yang disampaikan lewat rangkaian gambar yang disertai dengan dialog dan deskripsi. Skenario memiliki dua fungsi, yakni 1) fungsi kreatif sebagai rancangan dan batasan cerita yang akan dikembangkan dalam video dan 2) fungsi produksi sebagai acuan manajemen pada masa produksi video bagi sutradara, aktor, atau tim editor. c. Menyusun Jadwal Jadwal pelaksanaan disusun secara terperinci dan detail. Biaya dan peralatan juga harus disiapkan. Penyusunan jadwal meliputi penyusunan jadwal pengambilan gambar, scene, dan shot ke berapa yang harus diambil, kapan diambil, dan di mana lokasinya. Penyusunan jadwal ini perlu dilakukan agar proses syuting berjalan efektif dan efisien karena dipersiapkan dengan matang. d. Menentukan Lokasi Tim memilih dan menentukan lokasi atau setting pengambilan gambar sesuai dengan naskah yang telah disusun. e. Menyiapkan Properti dan Peralatan yang Dibutuhkan Tim harus memikirkan juga untuk menyiapkan properti dan peralatan yang dibutuhkan dalam memproduksi video tutorial tersebut.

84Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII 2. Tahap Produksi Tahap produksi atau proses syuting merupakan tahap utama dalam memproduksi video tutorial. Dalam proses ini dibutuhkan kamerawan yang mengatur cahaya, warna, dan merekam gambar. Kegiatan syuting disesuaikan dengan skenario yang dibuat. Untuk mencapai hasil maksimal, proses syuting dapat dilakukan secara outdoor (di luar ruangan) atau indoor (di dalam ruangan). Selain itu, proses syuting dapat memanfaatkan visual efek, seperti reserve mention, fast mention, dan slow mention. 3. Tahap Pascaproduksi Proses selanjutnya adalah tahap pascaproduksi. Tahap ini meliputi dua proses sebagai berikut. a. Proses Menyunting Proses menyunting merupakan usaha merapikan dan membuat sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton. Dalam kegiatan ini seorang editor akan merekonstruksi potongan-potongan gambar yang diambil oleh kamerawan. b. Proses Mereviu Hasil Menyunting Kegiatan selanjutnya adalah melakukan reviu dengan cara pemutaran video tutorial hasil menyunting secara intern. Pemutaran secara intern ini berguna untuk mereviu hasil menyunting agar dapat melihat kekurangan atau penyimpangan dari skenario. Dengan demikian, video tutorial dapat diperbaiki sebelum dipublikasikan.

85Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Kegiatan memproduksi video tutorial ini akan menjadi pembelajaran yang menantang, kreatif, bermakna, dan menyenangkan. Ayo, Menulis! Aktivitas 2.11 Berkolaborasilah dengan kelompok kalian untuk memproduksi video tutorial! Misalnya, kalian akan membuat kampanye melalui sosial media interaktif tentang “Gerakan Hidup Sehat Anti-Junk Food” di sekolah dalam bentuk video tutorial atau siniar (podcast). Dalam kegiatan memproduksi video tutorial, lakukan beberapa tahap atau proses kegiatan, sesuai dengan materi pembelajaran yang sudah dijelaskan sebelumnya! 1. Langkah pertama, berdiskusilah dengan teman kelompok kalian untuk membahas tahap praproduksi! Tulislah hasil diskusi tersebut pada tabel berikut. Tabel 2.8. Tahap Praproduksi Video Tutorial No. Tahap Penjelasan 1. Menentukan Ide/ Gagasan 2. Menyusun Naskah Skenario 3. Menyusun Jadwal Syuting 4. Menentukan Lokasi Syuting 5. Menyiapkan Properti, Alat, dan Bahan

86Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII 2. Setelah tahap praproduksi lengkap, lanjutkan pada tahap produksi. Pada tahap produksi ini kegiatan yang kalian lakukan tidak langsung berhubungan dengan menulis, tetapi bagian dari tahapan memproduksi video tutorial. Lakukan proses syuting dengan mengacu pada skenario yang sudah kalian tulis sebelumnya. Terdapat beberapa hal yang harus kalian perhatikan, yakni sebagai berikut. a. Posisikan pengambilan gambar dengan orientasi horizontal (landscape)! b. Perhatikan sudut pandang (point of view) pengambilan gambar! c. Perhatikan teknik memperbesar (zoom-in) dan memperkecil (zoom-out) pada kamera untuk memperoleh gambar yang tepat sesuai skenario! d. Gunakan kamera dengan kualitas gambar beresolusi tinggi, baik kamera ponsel, DSLR, maupun handycam! 3. Lakukan tahap pascaproduksi berupa proses menyunting dan mereviu hasil menyunting sebelum video tutorial yang kalian produksi ditayangkan di depan teman-teman atau dipublikasikan melalui media sosial atau akun platform berbagi video yang kalian miliki. 4. Tayangkan video tutorial yang telah kalian produksi untuk diapresiasi dan menjadi bahan diskusi teman-teman di kelas. 5. Jika video tutorial akan dipublikasikan di akun platform berbagi video, perhatikan aturan dan ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi pemblokiran atau penghentian akun (banned). Ayo, Merefleksi Diri! Setelah pembelajaran membuat video tutorial, kamu dapat melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan berikut. 1. Bagaimana cara menerapkan konsep-konsep dan keterampilan yang kamu peroleh selama pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari? 2. Materi apa lagi yang harus kamu kuasai untuk melengkapi kemampuan menulis atau memproduksi video tutorial agar memiliki nilai ekonomis?

87Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Uji Kompetensi Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 1‒3! Ketepeng, Musuh Virus Dengue Daun ketepeng cina terbukti secara ilmiah melawan virus penyebab demam berdarah dengue. Menurut dr. Raisa Janet Arestha, penyebab DBD adalah infeksi 1 dari 4 serotipe virus dengue 1. Hingga kini vaksin untuk keempat serotipe virus masih dalam pengembangan. Riset Dr. Marissa Angelina, M.Farm. Apt. menjadi potensi untuk mengatasi kasus DBD yang terus melonjak di Indonesia. Doktor Ilmu Biomedik alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesía itu menemukan potensi ekstrak daun ketepeng cina untuk menghambat replikasi virus dengue. Pengujian bermula dari uji in silico, yakni metode simulasi komputer. Hasil pengujian menunjukkan senyawa-senyawa aktif yang terkandung pada ketepeng berikat kuat dengan protein virus dengue. Pengamatan selama 14 hari menunjukkan jumlah trombosit mencit meningkat dan memperbaiki kadar komponen sistem imunitas mencit. Dosis yang paling baik 15 gram per kg bobot tubuh mencit. Jika dikonversikan untuk manusia berbobot 60 kg, dosis itu menjadi 385 mg. Pada dosis tersebut tidak ada kejadian kematian pada mencit. Itu artinya ekstrak ketepeng cina tidak mengandung bahan yang membahayakan. Tiga senyawa utama yang terkandung pada daun ketepeng cina adalah kaemferol, aloe emodin, dan emodin. Kaemferol merupakan senyawa flavonoid golongan flavon yang memiliki potensi antioksidan dan proteksi selular. Sementara itu, emodin adalah senyawa aktif yang lebih dikenal dengan antrakuinon. Berdasarkan beberapa riset yang dilakukan, emodin merupakan senyawa yang digunakan sebagai antiinflamasi. Gambar 2.7 Bunga Ketepeng Cina Sumber: Trubus (2020)

88Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII Herbalis di Kota Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, juga kerap meresepkan ketepeng cina bagi pasiennya yang terjangkit DBD. Menurut perempuan kelahiran 19 Februari 1965 itu, ketepeng cina mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, antrakinon, terpen, dan steroid yang berpotensi sebagai imunomodulator yang membantu mengendalikan sistem imun. Valentina meresepkan 20 gram ketepeng cina, 15 gram keladi tikus (Typhonium flagelliforme), dan 15 gram secang (Caesalpinia sappan), dan 10 gram temu putih (Curcuma zedoaria). Semua bahan dalam bentuk serbuk yang dikemas dalam plastik digunakan untuk sekali rebusan. Pasien dapat meminum air rebusan ramuan tersebut untuk mengendalikan demam berdarah yang kasusnya terus melonjak. Tulisan ini sudah mengalami penyesuaian. Sumber: Majalah Trubus, Juli 2020 Foto: Yuliawati 1. Daun ketepeng cina terbukti secara ilmiah melawan virus penyebab demam berdarah dengue. Pilihlah pernyataan berikut yang merupakan alasan mengapa daun ketepeng cina dapat menyembuhkan demam berdarah dengue dengan memberi tanda centang () pada kotak yang tersedia. Pernyataan Alasan yang Sesuai Alasan yang Tidak Sesuai Daun ketepeng termasuk tanaman hias yang sering ditanam masyarakat sehingga sudah tidak asing lagi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa esktrak daun ketepeng dapat menghambat replikasi virus dengue. Daun ketepeng mengandung senyawa kaemferol, aloe emodin, dan emodin. Telah banyak riset yang menunjukkan aktivitas emodin sebagai antiinflamasi.

89Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Pernyataan Alasan yang Sesuai Alasan yang Tidak Sesuai Tabung terbuat dari bahan kaca. Pipa input berdiameter 5cm terbuat dari plastik berguna untuk memasukkan bahan ekstraksi berupa propolis. Sementara itu, pipa output juga berdiameter 5 cm, berguna untuk mengambil hasil ekstraksi. Ketepeng cina mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, antrakinon, terpen, dan steroid yang berpotensi sebagai imunomodulator yang membantu mengendalikan sistem imun. 2. Manakah pernyataan berikut yang dapat dijadikan data ilmiah untuk keperluan karya tulis? Berikan tanda centang ()! Pernyataan Data Ilmiah Ya Tidak Hasil pengujian menunjukkan senyawa-senyawa aktif yang terkandung pada ketepeng berikat kuat dengan protein virus dengue. Pengamatan selama 14 hari menunjukkan jumlah trombosit mencit meningkat dan memperbaiki kadar komponen sistem imunitas mencit. Dosis yang paling baik adalah sebanyak 15 gram per kg bobot tubuh mencit. Jika dikonversikan untuk manusia berbobot 60 kg dosis itu menjadi 385 mg. Ada banyak tanaman herbal yang memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh, salah satunya adalah daun ketepeng. Mungkin sebagian dari masyarakat ada yang belum tahu mengenai tumbuhan yang satu ini. Kaemferol merupakan senyawa flavonoid golongan flavon yang memiliki potensi antioksidan dan proteksi selular. Adapun emodin adalah senyawa aktif yang lebih dikenal dengan antrakuinon. Daun ketepeng sudah lama dijadikan tanaman herbal oleh masyarakat. Ketepeng biasanya ditanam di halaman rumah karena memiliki bunga yang indah.

90Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII 3. Pernyataan yang berisi cara mendemonstrasikan prosedur pembuatan ramuan tradisional untuk pengobatan penyakit demam berdarah adalah.… A. Daun ketepeng (Senna alata) merupakan tumbuhan tropik dari Amerika Latin, umumnya tersebar di Brazil, Venezuela, dan Kolombia. B. Tanaman ketepeng biasanya hidup di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). C. Daun ketepeng memiliki bentuk jorong sampai bulat telur sungsang. Daun ini merupakan majemuk menyirip genap yang berpasang- pasangan sebanyak 5—12 baris. D. Di China, daun ketepeng sudah lama digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati neurodermatitis, psoriasis, eksim, kulit gatal, borok, dan ruam. E. Daun ketepeng cina memiliki kandungan senyawa yang terbukti berkhasiat untuk mengobati penyakit demam berdarah dengue. Cermati kutipan teks berikut untuk menjawab soal nomor 4 dan 6! Menerapkan gaya hidup aktif juga memerlukan komitmen dan disiplin. Tidak selalu mudah untuk memulai dan mempertahankan kebiasaan berolahraga, terutama di tengah kesibukan sehari-hari. Namun, dengan komitmen yang kuat dan disiplin, seseorang dapat menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas harian. Mulailah dengan langkah kecil, seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, kemudian secara bertahap tingkatkan intensitas dan durasi aktivitas fisik. Selain itu, penting juga untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan istirahat. Tubuh memerlukan waktu untuk pulih dan memperbaiki diri setelah beraktivitas fisik. Oleh karena itu, pastikan untuk memberikan waktu istirahat yang cukup dan tidak berlebihan dalam berolahraga. Istirahat yang cukup akan membantu tubuh tetap bugar dan mencegah cedera. Gaya hidup aktif juga harus didukung dengan pola makan yang sehat dan seimbang. Nutrisi yang baik akan memberikan energi yang diperlukan untuk beraktivitas fisik dan membantu pemulihan tubuh. KKonsumsi makanan yang kaya akan

91Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang nutrisi dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, seperti buah-buahan, sayuran, protein, dan karbohidrat kompleks. sayuran, protein, dan karbohidrat kompleks, akan membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hindari makanan yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam karena dapat berdampak negatif pada kesehatan. Penting juga untuk menjaga hidrasi tubuh dengan cukup minum air. Air sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal, terutama saat beraktivitas fisik. Pastikan untuk minum air sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan penurunan performa dan meningkatkan risiko cedera. Sumber: Panduan Praktis untuk Gaya Hidup Aktif dan Seimbang, Muhammad Muhibbi, dkk., 2024 4. Pernyataan di kolom sebelah kiri merupakan pengertian atau definisi dari kata yang terdapat di kolom sebelah kanan. Pasangkan kata dengan pengertian yang tepat! Pengertian Jawaban Kata/Istilah Ketaatan, kepatuhan pada peraturan, tata tertib dan sebagainya. … A. komitmen B. disiplin C. rutinitas D. intensitas E. aktivitas F. kompleks Rumit, terdiri atas banyak bagian yang saling berhubungan, mulai dari masalah yang sulit dipahami hingga struktur bangunan yang terdiri atas beberapa bangunan. … Ukuran kuantitatif yang mengacu pada kekuatan atau besarnya suatu hal, dapat berupa tingkat perasaan, energi, atau bahkan jumlah sesuatu. … Serangkaian tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang dan teratur dalam waktu tertentu. … Keterikatan atau perjanjian untuk melakukan sesuatu; tanggung jawab. …

92Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII 5. Berikut ini pernyataan yang sesuai dengan kutipan teks prosedur kompleks tersebut adalah (pilihan dapat lebih dari satu) … … Olahraga secara rutin sangat baik dilakukan untuk orang yang sehat dan memiliki kondisi medis tertentu. … Aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari rutinitas harian jika seseorang memiliki komitmen dan disiplin yang kuat. … Aktivitas rutin harian dapat dimulai dari kegiatan berlari pagi minimal 30 menit per hari dan secara bertahap menurunkan intensitasnya. … Gaya hidup aktif juga harus didukung dengan pola makan yang sehat dan seimbang. … Konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, seperti buah-buahan, sayuran, protein, dan karbohidrat kompleks. 6. Dalam teks tersebut tersirat langkah-langkah atau prosedur agar kita hidup aktif dan seimbang. Tulislah kembali secara eksplisit hal-hal yang harus diperhatikan agar kita hidup aktif dan seimbang! Cermati infografik berikut untuk menjawab soal no. 7-8! Gambar 2.8 Infografik Penanganan Pasien Serangan Jantung Sumber: Nurvita Indarini dan Mindra Purnomo/Detik Health (2016)

93Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang 7. Pertolongan pertama yang paling utama harus dilakukan bagi seseorang yang terkena serangan jantung adalah…. A. memanggil bantuan petugas ambulans agar segera dibawa ke rumah sakit terdekat B. membaringkan orang tersebut di tempat teduh dan memosisikan kepala tengadah ke atas C. mencari alat pacu jantung darurat di sekitar tempat kejadian, segera gunakan sesuai petunjuk D. menghubungi keluarganya agar dapat ditangani lebih lanjut oleh pihak keluarga E. meminta batuan orang-orang di sekitar yang memahami tindakan serangan jantung 8. Berikut ini pernyataan yang tepat berdasarkan infografik adalah (pilihan bisa lebih dari satu).… … Langkah pertama adalah hubungi ambulans terdekat dan jangan mengerumuni pasien karena akan mengurangi pasokan oksigen. … Segera baringkan pasien di tempat teduh dengan posisi kepala tengadah ke atas, lepaskan perhiasan di leher dan gigi palsu jika pasien sudah menggunakan gigi palsu. … Raba denyut nadi pasien di bagian leher atau pergelangan tangan serta tempelkan telinga ke hidung, jika pasien masih bernapas, berarti pasien terkena serangan jantung. … Untuk memberikan pertolongan pertama, luruskan kedua tangan dan letakkan di bagian tengah dada pasien, lalu tekan kuat-kuat, ulangi sampai 30 kali. … Jika terdapat alat pacu jantung darurat (AED) di sekitar tempat kejadian, segera gunakan dan ikuti instruksi yang tertera pada alat tersebut. 9. Jelaskan tiga langkah utama untuk memberikan pertolongan pertama pada seseorang yang terkena serangan jantung! 10. Jelaskan langkah-langkah atau tahapan memproduksi video tutorial pertolongan pertama pada seseorang yang terkena serangan jantung!

94Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII Pengayaan Untuk memperkaya kemampuanmu dalam menyerap informasi dan menulis teks prosedur, kamu dapat melakukan kegiatan pengayaan sebagai berikut. 1. Pilihlah salah satu kegiatan yang membutuhkan langkah-langkah atau prosedur dalam melakukannya! Kegiatan tersebut berkaitan dengan topik “Gaya hidup sehat, aktif dan seimbang” yang biasa dilakukan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, melakukan permainan tradisional untuk menghindari ketergantungan pada gawai (gadget). Jenis permainan tradisional dapat kamu pilih sendiri. 2. Tulislah langkah-langkah atau tahapan melakukan kegiatan tersebut secara runtut dan jelas! 3. Gunakan bahasa Indonesia dengan pilihan kata yang menarik, perhatikan ejaan dan tata bahasa yang benar. 4. Visualisasikan teks prosedur tersebut dalam bentuk infografik agar mudah dipahami. Kamu dapat memanfaatkan teknologi komputer untuk membuat infografik. 5. Setelah selesai, berdiskusilah dengan temanmu untuk saling bertukar informasi dan saling memberi tanggapan atas tulisan yang telah kamu buat. Kemudian, publikasikan tulisan tersebut di berbagai media agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Jurnal Membaca Sebagai kegiatan membaca secara menyenangkan, kamu dapat memilih bahan bacaan yang berkaitan dengan topik Bab II tentang Gaya Hidup Sehat, Aktif dan Seimbang berikut.

95Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang Tabel 2.9. Daftar Identitas Buku Nonteks atau Buku Pengayaan No. Judul Buku Penulis/ Editor Genre Penerbit 1. Dokter di Rumah Anda Dr. Tony Smith & Dr. Sue Davidson Nonfiksi/ Informasi Dian Rakyat (2009) 2. Sehat Tanpa Obat, Empat Langkah Revolusi Antioksidan yang Mengubah Hidup Anda Dr. Kenneth H. Cooper Nonfiksi/ Informasi Kaifa (2001) 3. Jasmani Sehat Tubuh Bugar: Panduan Praktis untuk Gaya Hidup Aktif dan Seimbang Muhammad Muhibbi, dkk. Nonfiksi/ Informasi Mutiara Intelektual Indonesia Press (2024) 4. Yuk, Mengonsumsi Makanan Sehat dan Bergizi Dr. Juwalita Surapsi Nonfiksi/ Informasi Erlangga (2023) Refleksi Kegiatan Pembelajaran II Selamat, kamu telah menuntaskan pembelajaran Bab II. Saatnya kamu melakukan refleksi terhadap hal-hal yang telah kamu pelajari. Refleksi ini akan dilakukan sebanyak dua kali. Jawablah sesuai dengan apa yang kamu rasakan setelah proses pembelajaran Bab II ini berakhir. Refleksi Akhir Kognitif Berikan tanda centang () untuk menunjukkan capaian pembelajaran yang telah kamu capai! Berikut penjelasan untuk mengisi tabel Refleksi.

96Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIII 1. Capaian pembelajaran adalah tujuan pembelajaran yang diharapkan setelah kamu belajar. 2. “Sudah Memahami” adalah kondisi ketika kamu sudah mampu memahami dan melakukan suatu pembelajaran. 3. “Masih Perlu Mempelajari Kembali” adalah kondisi ketika kamu masih memerlukan pembelajaran lebih lanjut dengan bimbingan guru. 4. “Rencana Tindak Lanjut” adalah upaya kamu untuk memperdalam materi di dalam bab. Tabel 2.10. Refleksi Kegiatan Pembelajaran Bab II Capaian Pembelajaran Sudah Memahami Masih perlu Mempelajari Kembali Rencana Tindak Lanjut Saya mampu memahami urutan arahan dari teks prosedur kompleks yang disimak. Saya mampu mengidentifikasi dan menanggapi penyajian teks prosedur kompleks yang disimak atau dipirsa. Saya mampu menjelaskan makna kosakata baru pada teks yang dibacakan berdasarkan pemahaman dan pemaknaannya pada teks. Saya mampu membandingkan pola pengembangan beberapa teks prosedur kompleks. Saya mampu mempresentasikan, mendemonstrasikan, melakukan, atau membuat sesuatu berdasarkan teks prosedur kompleks yang disajikan. Saya dapat menulis teks prosedur dan mengalihwahanakan menjadi video tutorial sesuai dengan tahapan memproduksi video tutorial.

97Bab II - Meningkatkan Produktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat, Aktif, dan Seimbang 1. Untuk menghitung persentase penguasaan materi, kamu dapat menggunakan rumus sebagai berikut. 2. Jika 70—100% materi di atas sudah kamu kuasai, kamu dapat meminta aktivitas pengayaan kepada gurumu. 3. Jika materi yang kamu kuasai masih di bawah 70%, kamu dapat mendiskusikan kegiatan remedial yang dapat dilakukan dengan gurumu. Refleksi Akhir 2 Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan sejujur-jujurnya berdasarkan hasil pembelajaran yang kamu alami pada Bab II! Pertanyaan ini tidak memiliki bobot nilai, hanya akan dijadikan sebagai data bagi gurumu untuk melakukan tindak lanjut guna perbaikan pembelajaran ke depan. 1. Peristiwa/kegiatan/momen penting apa yang kamu alami saat pembelajaran Bab II berlangsung? 2. Apakah kamu merasakan pemikiran/perasaan yang sadar, bermakna, dan menyenangkan saat mempelajari Bab II? Coba uraikan dengan kalimatmu sendiri ketiga pemikiran/perasaan yang kamu alami! 3. Tujuan pembelajaran manakah yang menurutmu paling kamu kuasai dan belum kamu kuasai? Tuliskan alasanmu. 4. Bagaimana penerapan yang akan kamu lakukan setelah mempelajari semua materi pada Bab II ini? Penguasaan materi = ([Jumlah centang materi yang dikuasai]/ [Jumlah seluruh materi]) x 100

Menciptakan Lingkungan SekolahMenciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan NyamanAman dan NyamanIII KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA, 2025REPUBLIK INDONESIA, 2025 Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIIuntuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Penulis: Alvian Kurniawan, Ismail Kusmayadi, Velayeti Nurfitriana AnsasPenulis: Alvian Kurniawan, Ismail Kusmayadi, Velayeti Nurfitriana Ansas ISBN 978-634-00-3113-3ISBN 978-634-00-3113-3 “Pernahkah kamu membaca cerita mengenai kehidupan sekolah yang aman dan nyaman? Menurutmu, bagaimana cara menulis cerita yang menarik?”

99Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman Tujuan Pembelajaran Di Bab III ini kamu akan mempelajari tema yang penting dan dekat dengan kehidupanmu, yaitu menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Tema ini akan kamu dalami melalui teks sastra, yaitu novel. Novel adalah genre prosa yang mengungkapkan unsur-unsur cerita yang paling lengkap, memiliki media yang luas, dan menyajikan masalah kemasyarakatan yang luas (Rahayu, 2014). Novel merupakan karya fiksi yang bersifat imajinatif. Sebagai sebuah karya imajinatif, karya fiksi menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan (Hasniati, 2018). Contohnya, novel- novel karya Tere Liye yang populer saat ini, seperti seri Bumi, Bulan, Matahari, dan Bintang yang menceritakan persahabatan dan petualangan tiga remaja dengan segala kisahnya. Novel-novel tersebut berisi kisah imajinatif yang juga didasarkan atas kenyataan sehari-hari. Tere Liye dikenal piawai dalam bercerita karena kemampuannya menghadirkan kisah-kisah yang menarik dan mudah diikuti. Untuk itu, melalui berbagai kegiatan seru dan penuh makna, kamu akan belajar mengapresiasi karya sastra melalui kegiatan menyimak dan menjelaskan kembali cara pandang pengarang dalam novel, mengungkapkan karakter tokoh dari cerita fiksi, memberikan penilaian terhadap pengembangan alur pada novel, serta mendiskusikan pesan yang terkandung dalam novel. Tidak hanya itu, kamu juga akan mengembangkan ide kreatif dalam membuat dan mengembangkan novel hingga memublikasikannya melalui platform digital. Melalui kegiatan pembelajaran ini, diharapkan kamu mampu menyampaikan pandangan dengan empati, logis, dan kreatif demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan bagi semua. Yuk, kita mulai pembelajaran ini dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi! Kata Kunci Ƴ cara pandang pengarang Ƴ alur Ƴ novel Ƴ penokohan Ƴ tokoh

100Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Peta Konsep

101Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman Apersepsi Pernahkah kamu merasa takut untuk bicara saat ada teman yang diperlakukan tidak adil di sekolah? Mungkin kamu pernah berpikir, “Mengapa tidak ada yang membela?” atau bahkan, “Apa aku aman berada di sekolah ini?”. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membuat kamu dapat berkembang tanpa rasa takut. Namun, apakah kamu berada di sekolah yang benar-benar aman dan nyaman? Pada bab ini kamu akan diajak untuk menyimak, memahami, dan menyampaikan pendapat kamu tentang pentingnya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Kamu akan belajar mengidentifikasi sudut pandang pengarang, mengenali tokoh dan perwatakannya, menilai alur cerita, hingga mengembangkan cerita dari kerangka novel yang mengangkat nilai-nilai kehidupan sosial yang damai dan antikekerasan. Mari mulai pembelajaran ini dengan pikiran terbuka dan hati yang peka, karena bisa saja, perubahan besar dimulai dari suara kecil kamu. Sebelum memulai pembelajaran, cari tahulah terlebih dahulu sejauh mana kamu memahami karya sastra, khususnya novel. Diskusikan bersama teman kamu tentang pengalamanmu dalam membaca novel. Tema-tema apa saja yang pernah kamu baca dan siapa penulis novel yang kamu kenal dan kamu sukai. Untuk membantumu berdiskusi, gunakan tabel berikut ini! Tuliskan pengalamanmu di kolom yang tersedia! Tabel 3.1. Pengalaman Membaca Novel No. Judul Novel Pengarang Hal yang Menarik dari Novel 1 2 3 4 5

102Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII A Memahami Cara Pandang Pengarang terhadap Permasalahan dalam Novel yang Disimak Menyimak Pada akhir pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu memahami cara pandang pengarang terhadap permasalahan dalam penggalan novel yang kamu simak. Pernahkah kamu membaca cerita atau menonton film yang membuat kamu ikut marah, sedih, atau bahkan merenung setelahnya? Mungkin karena tokohnya mirip dengan teman kamu di sekolah atau konfliknya pernah kamu alami. Nah, di situlah kekuatan sebuah karya sastra. Karya sastra tidak hanya berfungsi untuk menghibur, tetapi juga untuk menyentuh perasaan dan membangun kesadaran pembaca terhadap permasalahan yang mereka angkat dalam cerita. Dalam sebuah novel, pengarang tidak sekadar bercerita. Mereka juga menyuarakan gagasan, nilai-nilai kehidupan, dan sikap terhadap suatu masalah. Melalui tokoh, alur, dan konflik, pengarang sering kali ingin mengajak pembaca untuk melihat sesuatu dari sudut pandang tertentu. Misalnya, bagaimana rasanya menjadi korban perundungan? Apa yang dirasakan seseorang saat tidak ada orang yang membelanya? Cara pengarang menyampaikan gagasan itu disebut dengan cara pandang pengarang, yaitu sudut nilai atau sikap pengarang terhadap masalah yang diangkat dalam ceritanya (Nurgiyantoro, 2018). Dengan memahami cara pandang ini, kita dapat melihat lebih dalam makna dari sebuah cerita, bukan hanya dari apa yang terjadi, melainkan juga dari mengapa dan bagaimana cerita itu diceritakan. Terdapat empat jenis sudut pandang pengarang (Nurgiantoro, 2018), yaitu sebagai berikut. 1. Sudut Pandang Orang Pertama Sudut pandang orang pertama ditandai dengan penggunaan kata ganti orang pertama, seperti aku, saya, gue, dan lain-lain. Sudut pandang ini

103Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman memosisikan pengarang sebagai salah satu tokoh dalam cerita. Fungsi sudut pandang ini adalah memberi kesan personal dan mendalam, pembaca merasakan langsung pikiran dan perasaan tokoh utama. Contoh: “Aku berjalan menyusuri gang sempit itu dengan hati berdebar. Malam terasa begitu sunyi.” 2. Sudut Pandang Orang Kedua Sudut pandang orang kedua ditandai dengan penggunaan kata ganti kamu atau engkau. Jenis sudut pandang ini pengarang seolah berbicara langsung kepada pembaca atau tokoh. Fungsinya memberi kesan interaktif, seolah pembaca diajak menjadi bagian dari cerita. Contoh: “Kamu melangkah pelan, menahan napas saat bayangan itu muncul di sudut mata.” 3. Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu Sudut pandang orang ketiga serba tahu ditandai dengan penggunaan kata ganti dia, ia, atau mereka. Sudut pandang ini memosisikan pengarang merupakan orang di luar cerita, tetapi memahami semua cerita. Contoh: “Rina menatap langit. Di dalam hatinya, ia menyesal telah menolak tawaran itu.” 4. Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas Sudut pandang ini memiliki ciri yang sama dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu, tetapi pada sudut pandang ini pengarang hanya memahami cerita dan perasaan salah satu tokoh. Contoh: “Rina menatap langit dengan gelisah. Ia tidak tahu bahwa Budi diam- diam mengikutinya dari belakang.”

104Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Ayo, Menyimak! Pada kegiatan ini, kamu diminta untuk menyimak penggalan novel Begitu Saja Kok Repot! karya Umi Kulsum. Cerita ini mengangkat tema perjuangan seorang tokoh yang tetap tegar dalam menghadapi berbagai permasalahan saat mencalonkan diri menjadi ketua OSIS demi menggapai mimpinya. Melalui kegiatan ini, kamu akan diajak untuk lebih peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang mungkin sedang terjadi di sekitar kamu dan juga agar kamu dapat memaknai arti dari sekolah yang aman dan nyaman. Simaklah penggalan novel Begitu Saja Kok Repot! melalui kode QR yang sudah disediakan! Perhatikan setiap detail masalah yang disampaikan dalam cerita! Kemudian, kerjakan semua tugas yang terdapat pada Aktivitas 3.1 dan Aktivitas 3.2 dengan baik! Ʒ Pindailah kode QR di samping untuk mengakses rekaman penggalan novel Begitu Saja Koq Repot! melalui ponselmu! Kamu juga dapat mengaksesnya melalui pranala berikut. https://bukupusbuk.id/s/escj3u. Ʒ Simaklah pembacaan penggalan novel “Begitu Saja Koq Repot!” karya Umi Kulsum yang akan dibacakan oleh gurumu atau temanmu. Penggalan novel tersebut juga dapat kamu akses secara mandiri dengan memindai kode QR menggunakan ponselmu atau melalui tautan https://bukupusbuk.id/s/tz6fyc. Dalam penggalan novel Begitu Saja Kok Repot!, kamu diajak menyelami gejolak batin Maul. Hal itu terlihat dari bagaimana pengarang menghadirkan kemarahan, kekecewaan, hingga proses menemukan ketenangan melalui sudut pandang orang ketiga terbatas. Pengarang menggunakan kata ganti “Maul” dan “ia”, tetapi hanya membuka isi hati dan pikiran Maul tanpa Pindai kode QR Pindai kode QR

105Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman mengungkapkan secara mendalam perasaan tokoh lain, termasuk Mamak. Pilihan sudut pandang ini membuat kita dekat dengan pergulatan emosi Maul, sekaligus tetap menjaga jarak pandang pengarang sebagai pencerita. Aktivitas 3.1 Berdasarkan hasil kegiatanmu menyimak, kerjakan tugas berikut secara mandiri. 1. Apa perasaanmu saat menyimak kisah Maul? 2. Masalah sosial apa yang menonjol dalam cerita ini? 3. Apakah kamu pernah mengalami atau menyaksikan hal yang serupa? Bagaimana reaksimu? Kamu dapat menggunakan tabel “Kesadaran Diri terhadap Isi Novel” berikut untuk menjawab setiap pertanyaan. Tabel 3.2. Kesadaran Diri terhadap Isi Novel Paragraf Pokok-pokok Informasi Aku merasa ..................................................................................... ..................................................................................... ..................................................................................... Aku menyadari bahwa ..................................................................................... ..................................................................................... ..................................................................................... Jika aku berada di posisi Maul, aku akan ..................................................................................... ..................................................................................... .....................................................................................

106Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Aktivitas 3.2 1. Simaklah kembali rekaman penggalan novel Begitu Saja Kok Repot! 2. Menurut pandanganmu, mengapa penggunaan sudut pandang orang ketiga terbatas dalam penggalan novel tersebut membuat cerita terasa lebih personal dan menyentuh bagi pembaca? 3. Lakukan diskusi dengan teman sebangkumu mengenai sudut pandang pengarang terhadap permasalahan dalam novel berdasarkan kutipan dari novel yang telah kalian simak! Kalian dapat menggunakan tabel di bawah ini sebagai acuan untuk berdiskusi. Tabel 3.3. Tanggapan Terkait Sudut Pandang Pengarang dalam Novel Begitu Saja Kok Repot! Kutipan Masalah yang Diangkat Sikap/Tanggapan Tokoh Cara Pandang Pengarang Ia bisa menerima jika dirinya dihina, tetapi tidak untuk Mamak. ... ... ... “Be strong,” bisik Mamak. … “Pukulan yang tidak mematikanmu, akan menguatkanmu.” Tekanan mental akibat masalah sosial. Mamak memberi nasihat menenangkan agar Maul tetap kuat dan tidak patah semangat. Pengarang menekankan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua, sebagai sumber kekuatan dan motivasi. “Orang-orang itu kenapa, sih, suka sekali kalau ada orang susah? Gak punya perasaan!” Gosip dan kurangnya empati masyarakat terhadap penderitaan orang lain. Maul merasa marah dan kecewa pada lingkungan sekitar. Pengarang menunjukkan sikap kritis terhadap masyarakat yang sering mengejek, bukan memberi empati.

107Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman Kutipan Masalah yang Diangkat Sikap/Tanggapan Tokoh Cara Pandang Pengarang “Kalau dilaporkan, butuh waktu panjang… Begitu, ya?” Keinginan Maul untuk menuntut balas. Mamak menenangkan, mengajak berpikir lebih realistis. Pengarang menekankan penyelesaian masalah secara bijak dan rasional, bukan dengan emosi. 4. Berdasarkan hasil diskusi, apa yang dapat kalian pelajari dari kisah Maul? 5. Buatlah satu kalimat ajakan untuk menciptakan sekolah yang aman dan ramah dalam bentuk poster sederhana! Lalu, tempelkan poster tersebut di mading sekolah kalian! Ayo, Merefleksi Diri! Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan selama mengikuti aktivitas pembelajaran pada elemen Menyimak! 1. Apakah kamu merasa nyaman belajar pada pembelajaran menyimak ini? 2. Bagaimana fokus belajarmu selama pembelajaran berlangsung? 3. Apakah kamu benar-benar sadar berpikir saat menyelesaikan semua aktivitas pada pembelajaran menyimak ini? B Mengungkapkan Perwatakan Tokoh dalam Novel Setelah menyimak kisah Maul, kamu akan diajak membaca sebuah novel berjudul Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Novel ini mengangkat tema perjuangan anak-anak sekolah di Bangka Belitung untuk memperjuangkan sekolahnya agar tidak ditutup dan dipandang sebelah mata. Dalam sebuah cerita, tokoh tidak hanya menjalankan alur, tetapi juga menjadi jendela untuk memahami konflik, nilai, dan pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis. Tokoh utama biasanya menjadi pusat cerita, sedangkan tokoh pendamping hadir untuk memperkuat cerita dan memberikan pengaruh pada tokoh utama.

108Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Tahukah kamu, apa itu perwatakan? Perwatakan merupakan cara penulis menggambarkan sifat, sikap, dan kepribadian tokoh dalam sebuah cerita (Minderop, 2005). Perwatakan dapat diketahui melalui beberapa hal: 1. ujaran atau dialog tokoh, 2. tindakan atau perilaku, 3. pikiran dan perasaan, 4. penilaian tokoh lain terhadapnya, 5. narasi langsung dari pengarang. Tokoh dibagi menjadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh pendamping. Tokoh utama adalah tokoh yang paling banyak muncul, menjadi pusat konflik, dan mengalami perkembangan dalam cerita. (Minderop, 2005). Sementara itu, tokoh pendamping adalah tokoh yang membantu, menantang, atau memberi warna dalam perjalanan tokoh utama. Mereka dapat memperkuat tema atau menjadi cermin dari tokoh utama (Minderop, 2005). Dengan memahami karakter tokoh dalam cerita, kamu akan diajak merenungkan bahwa setiap tindakan selalu memiliki latar belakang dan bahwa perubahan sikap dapat dimulai dari empati dan pemahaman. Dalam kajian sastra, deskripsi tokoh sering dibagi menjadi tiga dimensi (3D tokoh): fisik, internal/watak, dan eksternal/sosiologis (Nurgiyantoro, 2018). 1. Dimensi Fisik Dimensi fisik meliputi ciri-ciri yang tampak secara kasat mata, seperti wajah, postur tubuh, warna rambut, pakaian, dan kebiasaan gerak. Fungsinya memberikan visualisasi sehingga pembaca dapat membayangkan tokoh. Contoh: “Raka memiliki rambut hitam ikal dan mata tajam yang selalu memandang penuh rasa ingin tahu.”

109Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman 2. Dimensi Internal/Watak Dimensi internal/watak meliputi karakter batin, kepribadian, emosi, dan cara berpikir tokoh. Fungsinya untuk memperlihatkan kompleksitas dan motivasi tindakan tokoh. Contoh: “Di balik sikap pendiamnya, Raka menyimpan tekad kuat untuk melindungi sahabatnya.” 3. Dimensi Eksternal/Sosiologis Dimensi eksternal/sosiologis meliputi latar sosial-budaya yang memengaruhi kehidupan tokoh, seperti pekerjaan, status sosial, lingkungan keluarga, pendidikan, serta budaya tempat tinggal. Fungsinya untuk menunjukkan bagaimana lingkungan membentuk perilaku dan pandangan tokoh. Contoh: “Sebagai anak seorang petani di desa pesisir, Raka terbiasa bekerja keras sejak kecil.” Ayo, Membaca! Bacalah penggalan novel Laskar Pelangi berikut ini dengan saksama dan temukan bagaimana tokoh dan penokohannya! Laskar Pelangi Andrea Hirata Bagi sebagian warga Muhammadiyah, karnaval justru pengalaman yang kurang menyenangkan. Karnaval kami hanya terdiri atas serombongan anak kecil berbaris banjar tiga, dipimpin oleh dua orang siswa yang membawa spanduk lambang Muhammadiyah dari kain belacu lusuh. Spanduk itu tergantung menyedihkan di antara dua bambu kuning seadanya. Di

110Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII belakangnya berbaris para siswa dengan sarung, kopiah, dan baju takwa, melambangkan tokoh Sarekat Islam dan pelopor Muhammadiyah tempo dulu. Samson selalu berpakaian seperti penjaga pintu air, bukan karena ia bercita-cita menjadi penjaga pintu air, melainkan hanya itu kostum yang ia miliki. Syahdan berpakaian nelayan, sesuai profesi ayahnya. A Kiong seperti juru kunci penunggu gong shaolin. Sebagian besar siswa lain tampil sebagai buruh PN Timah, berpakaian baju kerja lusuh orang tua mereka. Ada pula yang memanggul pisang, jagung, cangkul, bahkan membawa beruk peliharaan. (... Halaman 165–166 ...) Kenyataan inilah yang selalu memicu pro-kontra. Beberapa guru berpendapat sebaiknya sekolah Muhammadiyah tidak usah ikut karnaval, daripada tampil seadanya dan jadi bahan tertawaan. Namun, Pak Harfan, didukung Bu Mus, berpendirian sebaliknya. “Karnaval ini satu-satunya cara menunjukkan kepada dunia bahwa sekolah kita masih eksis. Kita harus bangga!” serunya berapi-api. Pidato itu membakar semangat kami. “Kita harus karnaval, apa pun yang terjadi! Dan biarlah tahun ini para guru tidak ikut campur. Mari kita beri kesempatan kepada orang-orang muda seperti Mahar, seniman genius!” lanjutnya. Sorak-sorai kami membahana. Mahar pun ditunjuk memimpin. Ia segera mengangkat A Kiong sebagai General Affair Assistant. Tiga malam A Kiong tak bisa tidur karena bangga. Mahar sendiri larut dalam semedi seni: menabuh tabla, melamun di bawah pohon filicium, berjingkrak sendirian, mencari inspirasi. Kami menunggu dengan was-was, seperti menunggu novel Agatha Christie terbit. (... Halaman 167 ...) Akhirnya Mahar muncul dengan ide brilian. Ia menyusun koreografi, musik, dan visualisasi yang memadukan budaya lokal dengan semangat islami. Kami semua dilibatkan: Trapani menyiapkan tarian, Lintang dengan kecerdasannya membantu hitungan ritme, Sahara mengurus kostum, sementara aku, Ikal, bersama teman-teman lainnya, ikut berlatih

111Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman siang-malam. Latihan kami sering kali diselingi tawa, meski keringat bercucuran. Tidak ada yang merasa lebih penting dari yang lain. Bu Mus kadang datang menyemangati, menepuk bahu kami, mengingatkan bahwa yang terpenting bukanlah menang atau kalah, melainkan kebersamaan yang terjalin. Hari karnaval pun tiba. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini kami tampil penuh percaya diri. Mahar mengatur formasi barisan dengan cermat. Di depan, spanduk Muhammadiyah dipoles rapi, diiringi musik tradisional yang dimainkan dengan penuh semangat. Laskar Pelangi melangkah mantap, wajah-wajah kami berseri. Asap warna-warni mengepul, mengiringi gerakan tarian sederhana yang kami latih berhari-hari. Anak-anak kecil berlarian mengikuti kami dengan gembira. Penonton bertepuk tangan, terkesima oleh perubahan drastis penampilan sekolah Muhammadiyah. Tepuk tangan itu bagai peneguhan, bahwa meski sederhana, kami mampu tampil bermartabat. (... Halaman 168 ...) Di podium kehormatan, para pejabat yang biasanya tersenyum sinis kini mengangguk kagum. Harun melangkah penuh percaya diri dengan koper tuanya, melemparkan senyum hangat. Mahar tampak bersinar, bangga pada karyanya, sementara kami, Ikal dan kawan-kawan, merasakan untuk pertama kalinya arti kebersamaan, rasa aman, dan nyaman tampil di hadapan dunia. Hari itu kami belajar, sekolah bukan hanya soal bangku reyot dan papan tulis miring. Sekolah adalah tempat kami berjuang bersama, saling mendukung, dan menciptakan ruang aman untuk tumbuh—meskipun di luar sana dunia sering meremehkan kami. Dalam pelukan persahabatan, kami menemukan kekuatan yang jauh lebih besar dari sekadar seragam lusuh atau panggung karnaval: kekuatan untuk percaya bahwa sekolah kecil kami adalah rumah yang tak tergantikan. Sumber: diadaptasi dari Hirata, A. (2005). Laskar Pelangi. Yogyakarta: Bentang Pustaka (dengan penyesuaian)

112Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Ayo, Menyimak! Aktivitas 3.3 Berdasarkan apa yang telah kamu baca dan cermati, kerjakan tugas berikut! 1. Siapa tokoh utama dan tokoh pendamping dalam novel tersebut? 2. Buatlah deskripsi tokoh yang telah kalian identifikasi berdasarkan cuplikan dalam novel tersebut. Tabel 3.4. Deksripsi Tokoh dalam Novel Tokoh Gambaran Fisik Gambaran Watak Gambaran Sosiologis Cara Pengarang Mendeskripsikan Tokoh

113Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman 3. Setelah mengidentifikasi perwatakan tokoh, refleksikan penga- lamanmu melalui pertanyaan-pertanyaan berikut! a) Apakah kamu pernah bertemu seseorang yang mirip dengan tokoh Mahar, Pak Harfan, atau Bu Mus yang mampu memberikan semangat dan menciptakan suasana aman di sekolah? Ceritakan pengalamanmu! b) Menurutmu, apa yang membuat sebagian orang di sekolah terkadang meremehkan atau menolak partisipasi seperti yang dialami anak-anak Muhammadiyah dalam karnaval? c) Apa yang dapat kamu lakukan agar tidak menilai teman hanya dari penampilan luar, tetapi juga menghargai usaha, kerja sama, dan kebaikan hatinya? Aktivitas 3.4 Buatlah kelompok bersama 2—3 temanmu! Kemudian, kerjakan tugas berikut! 1. Pilihlah salah satu dari tugas kreatif berikut! a) Buatlah peta pikiran visual yang menggambarkan sifat, perasaan, dan perubahan tokoh! b) Buatlah komik empat panel yang menggambarkan konflik batin tokoh utama! c) Buatlah monolog singkat dari sudut pandang tokoh utama, kemudian rekamlah menjadi siniar yang menarik! 2. Publikasikan hasil tugas kreatif kalian melalui media sosialu dan tambahkan tagar seperti #SekolahAntikekerasan, #SekolahNyaman, #SekolahAman.

114Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII C Memberikan Penilaian terhadap Pengembangan Alur pada Novel yang Dibaca Membaca Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu menganalisis alur pada novel yang kamu baca. Kamu telah mengeksplorasi perwatakan tokoh dalam novel Laskar Pelangi. Sekarang kamu akan memahami bagaimana karakter-karakter itu mendorong cerita berkembang. Tokoh dalam novel tidak hanya hadir sebagai “pemeran” semata. Mereka membawa konflik, membentuk hubungan, dan memengaruhi bagaimana alur cerita terbentuk dan bergerak. Misalnya, Pak Harfan, dengan keyakinan teguh bahwa karnaval adalah bukti eksistensi sekolah, menyalakan api keberanian pada para murid. Bu Mus memberi dukungan lembut, namun kokoh, menghadirkan rasa aman yang mengikat seluruh kelompok. Semua itu bukan hanya soal watak, melainkan juga bagaimana watak itu mendorong perubahan-perubahan penting dalam cerita. Di sinilah kamu akan diajak untuk mengevaluasi alur cerita secara menyeluruh. Apakah pengarang berhasil membangun konflik yang me- yakinkan? Apakah klimaks cerita terasa kuat atau justru lemah? Apakah perubahan yang dialami tokoh terasa logis atau dipaksakan? Untuk memahami bagaimana pergerakan alur dalam novel, perhatikan gambar di samping. Pengembangan Alur bagian pengenalan tokoh, latar, dan situasi awal EKSPOSISI munculnya masalah yang mendorong cerita KONFLIK MENINGKAT (RISING ACTION) upaya menyelesaikan masalah PENURUNAN KONFLIK (FALLING ACTION) titik paling menegangkan atau menentukan KLIMAKS akhir dari konflik atau penyelesaian cerita RESOLUSI

115Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman Aktivitas 3.5 Bacalah kembali penggalan novel Laskar Pelangi secara saksama (individu atau berpasangan). Fokuskan pada setiap alur cerita saat kamu membaca. Lalu, kerjakan latihan berikut. 1. Bagian manakah dari cerita yang menurutmu menjadi awal dari kisah Ikal? Apa yang terjadi di bagian itu? 2. Apa peristiwa penting yang mulai mengubah suasana atau emosi dalam cerita? Mengapa bagian itu penting menurutmu? 3. Tandailah bagian dalam teks yang menurutmu menunjukkan: a) eksposisi (pengenalan tokoh, latar, suasana awal); b) konflik mulai muncul (adanya masalah atau gesekan); c) bagian yang mengarah pada ketegangan atau perubahan penting (rising action). Catatan: Karena penggalan belum sampai pada klimaks atau resolusi, cukup fokus pada bagian awal cerita hingga perkembangan konflik. Susunlah alur tersebut dalam format bagan sederhana berikut! Tabel 3.5. Alur Cerita Novel Laskar Pelangi Tahap Alur Kutipan/Ringkasan Singkat Penjelasan Eksposisi Konflik Awal Arah Konflik

116Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Aktivitas 3.6 1. Berdasarkan hasil identifikasi alur pada kegiatan sebelumnya, lakukan penilaian terhadap kekuatan atau kelemahan alur cerita menggunakan tabel dan pertanyaan di bawah ini! 2. Seandainya Mahar kembali diminta memimpin karnaval pada tahun berikutnya, bagaimana cerita baru yang mungkin terjadi? Tulis versi alur ceritamu sendiri! Apakah alur yang dibangun terasa logis dan realistis? 3. Bagaimana hubungan antara karakter dan alur dalam membangun ketegangan cerita? Ayo, Merefleksi Diri! Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan selama mengikuti aktivitas pembelajaran pada elemen Membaca! 1. Apakah materi pada pembelajaran membaca ini relevan dengan kehidupan sehari-hari? 2. Adakah keterkaitan pembelajaran membaca ini dengan pengalamanmu sebelumnya? 3. Bagaimana cara menerapkan pengalaman belajar pada pembelajaran membaca ini dalam kehidupan sehari-hari? 4. Apakah pembelajaran membaca ini memiliki keterkaitan dengan bidang ilmu lain? Jika ada, tulislah keterkaitan itu dengan kalimat yang ringkas! Tabel 3.6. Penilaian Alur Cerita Novel Laskar Pelangi Tahap Alur Kuat/Lemah Alasan Eksposisi Konflik Arah Konflik

117Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman D Mendiskusikan Pesan yang Terkandung dalam Novel Berbicara dan Mempresentasikan Pada akhir pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu mempresentasikan gagasan, perasaan, dan pandangan mengenai pesan yang terkandung di dalam novel pada kegiatan diskusi dan gelar wicara. Cerita yang baik tidak hanya menyajikan alur dan tokoh, tetapi juga menyampaikan pesan pengarang kepada pembacanya. Dalam hal ini, pesan dapat berupa nilai moral, kritik sosial, atau ajakan untuk berpikir. Dalam penggalan novel Laskar Pelangi, kamu dapat melihat persoalan tentang perjuangan, semangat, kerja sama, identitas sosial, dan kepercayaan diri yang dikemas melalui kisah Ikal, Mahar, dan teman-temannya. Melalui dialog Pak Harfan yang membakar semangat, kreativitas Mahar yang berani tampil beda, serta konflik batin murid-murid Muhammadiyah yang sering diremehkan, kamu diajak memahami bahwa penampilan sederhana bukanlah ukuran nilai seseorang. Kamu juga memahami bahwa perbedaan status sosial tidak menentukan nilai diri dan yang membuat seseorang kuat adalah keyakinan serta semangat bekerja sama. Aktivitas 3.7 Buatlah kelompok yang beranggotakan 3-4 orang! Kemudian, bacalah kembali penggalan novel Laskar Pelangi yang telah disediakan. Tandai bagian yang menurut kalian mengandung pesan tertentu, baik melalui narasi, dialog, atau tindakan tokoh. Setelah itu, berdasarkan cerita yang kalian baca, diskusikan pertanyaan berikut. 1. Tokoh mana yang mengalami perubahan sikap atau sudut pandang? 2. Kalimat atau adegan mana yang menyampaikan pesan secara akurat? 3. Pesan apa yang terkandung dalam penggalan novel yang sudah kalian baca?

118Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Gunakan tabel berikut untuk mencatat hasil diskusi kalian! 4. Laporkan hasil kesimpulan analisis tersebut dalam bentuk sebuah video kemudian unggah ke akun platform berbagi video yang kalian miliki 5. Bagikan alamat pranala video tersebut ke dalam grup WhatsApp kelas atau media sosial kalian! 6. Mintalah teman-teman atau keluarga kalian memberikan komentar terhadap presentasi kalian dalam video tersebut! 7. Diskusikan dengan guru kalian untuk mendapatkan umpan balik dan refleksi dari aktivitas pembelajaran kali ini! Ayo, Merefleksi Diri! Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan selama mengikuti aktivitas pembelajaran pada elemen Berbicara! 1. Apakah lingkungan pada pembelajaran berbicara kali ini dirancang secara interaktif? Tuliskan alasanmu! 2. Menurutmu, aktivitas pembelajaran berbicara manakah yang kamu anggap menarik? 3. Apakah pembelajaran berbicara ini memberikan inspirasi untukmu? Jika iya, apa inspirasi tersebut? 4. Bagian manakah pada pembelajaran berbicara ini yang menurutmu memberikan tantangan yang memotivasi? Tabel 3.7. Hasil Diskusi tentang Pesan di dalam Novel Kutipan dalam Teks Pesan yang Terkandung KesimpulanTanggapan 1 Tanggapan 2 Tanggapan 3

119Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman E Menulis Gagasan, Pandangan, atau Imajinasi dalam Novel Melalui Penyusunan Kerangka Novel Menulis Pada akhir pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu membuat dan mengembangkan kerangka novel dengan tema sekolah yang aman dan nyaman. Pernahkah kamu membaca cerita yang membuat kamu terhanyut dalam cerita? Alur cerita tersebut menarik, tokohnya terasa hidup, dan konfliknya begitu dekat dengan kehidupan. Tahukah kamu bahwa cerita sekuat itu dimulai dari satu hal penting? Ya, semua itu bermula dari kerangka yang terstruktur. Pada kegiatan ini, kamu akan belajar menulis gagasan, pandangan, dan imajinasi melalui kegiatan menyusun kerangka novel, yaitu tokoh, latar, konflik, hingga pesan yang ingin disampaikan. Pada kegiatan kali ini, kamu akan ditantang untuk menyajikan gagasan, pandangan, dan imajinasimu untuk menciptakan cerita yang tidak hanya seru dan imajinatif, tetapi juga bermakna dan menyentuh nilai kemanusiaan, khususnya mengenai menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Dalam proses menulis novel, langkah awal yang sangat penting adalah menyusun premis cerita. Premis merupakan gagasan inti atau pernyataan singkat yang menjadi dasar dan arah keseluruhan cerita. Premis memuat siapa tokoh utamanya, apa konflik yang dihadapi, dan bagaimana arah penyelesaian cerita (Swain, 2012). Dengan premis yang jelas, penulis memiliki kompas agar alur tidak melebar, sekaligus membantu pembaca memahami pesan atau nilai utama yang ingin disampaikan. Contohnya, premis sederhana dapat berbunyi: “Seorang remaja yang kehilangan kepercayaan diri akibat perundungan belajar menemukan kekuatan lewat persahabatan dan seni musik.” Dari kalimat ringkas ini, arah cerita, konflik, dan tujuan akhir sudah tergambar. Setelah premis ditetapkan, penulis perlu membuat kerangka novel. Kerangka novel adalah rancangan struktur yang memuat urutan peristiwa penting dari awal hingga akhir (Swain, 2012). Kerangka membantu penulis melihat gambaran besar sebelum menulis detailnya, sehingga proses kreatif menjadi lebih terarah.

120Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Secara umum kerangka novel dapat dibagi menjadi beberapa bagian berikut. 1. Pengenalan, yaitu bagian cerita yang memperkenalkan tokoh, latar, dan situasi awal. 2. Pemicu konflik, yaitu peristiwa yang menyalakan masalah utama. 3. Perkembangan konflik, yaitu rangkaian kejadian yang memperumit masalah. 4. Klimaks, yaitu titik puncak ketegangan cerita. 5. Penyelesaian, yaitu bagian yang menutup cerita dan menampilkan perubahan yang dialami tokoh. Tabel di bawah ini merupakan contoh dari sebuah kerangka novel. Tabel 3.8. Kerangka Novel Bagian Struktur Uraian Ringkas Premis Seorang remaja pemalu yang gemar menulis lagu menemukan keberanian untuk tampil di panggung musik setelah menghadapi perundungan di sekolah. Pengenalan Perkenalkan Dita, remaja 16 tahun yang suka menulis lagu diam-diam di kamar. Latar: kota kecil, keluarga sederhana. Pemicu Konflik Dita direkam diam-diam saat menyanyi dan video tersebut menjadi bahan ejekan teman-teman sekolah. Perkembangan Konflik Dita hampir berhenti sekolah, menarik diri dari teman, tetapi kemudian menemukan komunitas musik lokal yang menghargai karyanya. Klimaks Dita memutuskan tampil di festival musik sekolah dengan lagu ciptaannya sendiri meskipun para perundung hadir. Penyelesaian Penampilannya mendapat tepuk tangan meriah. Dita mendapatkan kepercayaan diri dan memaafkan para perundung.

121Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman Melalui kegiatan ini, kamu akan belajar merancang cerita yang tumbuh dari empati, mengembangkan karakter yang memiliki suara, dan membangun alur yang membawa pesan perubahan. Ini bukan sekadar latihan menulis, tetapi proses pembelajaran yang menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan daya cipta kamu sebagai generasi penutur cerita masa depan. Mari wujudkan ide-ide kamu menjadi kerangka cerita yang kuat dan penuh makna. Karena di tanganmu, kisah tentang sekolah yang aman dan damai dapat dimulai—dan siapa tahu, dapat menginspirasi banyak orang. Aktivitas 3.8 Pada aktivitas kali ini kamu akan mengembangkan kerangka novel berdasarkan sudut pandangmu terhadap fenomena perundungan di sekolah ataupun bagaimana menciptakan sekolah antikekerasan versimu. Kegiatan ini akan memudahkanmu membuat sebuah novel yang menarik. 1. Perhatikan kembali materi terkait alur sebuah cerita! 2. Buatlah kerangka novel dalam bentuk peta pikiran dengan mengacu pada lima tahapan alur yang sudah kamu pelajari sebelumnya, yaitu eksposisi, rising action, klimaks, falling action, dan resolusi! 3. Kamu dapat memanfaatkan teknologi AI seperti Canva, Ayoa, Xmind, dan lain-lain. 4. Sebelum kamu membuat kerangka novel, perhatikan hal-hal berikut terlebih dahulu! a. Tentukan topik cerita yang menarik. b. Tentukan setiap tokoh dan perwatakannya yang akan mengisi cerita kamu (kamu dapat menggunakan karakter yang kamu sukai untuk menggambarkan tokoh). c. Tambahkan detail jika diperlukan. Kamu dapat menambahkan gambar atau ikon yang dapat membantu kamu mempersiapkan tokoh dan juga menyesuaikan jalan cerita.

122Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII F Menyajikan Novel secara Kreatif dan Menarik dengan Memperhatikan Penggunaan Tanda Baca Menulis Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu mengembangkan kerangka novel yang telah kamu buat menjadi sebuah novel yang utuh dengan memperhatikan penggunaan tanda baca khususnya pada kalimat langsung dan tidak langsung. 1. Mengembangkan Kerangka Novel Pada aktivitas sebelumnya, kamu telah membuat kerangka novel. Kerangka novel berfungsi sebagai peta perjalanan penulis. Setelah premis dan kerangka selesai, langkah berikutnya adalah mengembangkan kerangka menjadi naskah novel yang utuh. Proses ini membantu penulis mengubah poin-poin ringkas menjadi adegan, dialog, dan deskripsi yang hidup. Berikut ini hal-hal yang perlu kamu perhatikan dalam mengembangkan kerangka novel. a. Memperluas Setiap Bagian Setiap bagian dalam kerangka (pengenalan, pemicu konflik, perkembangan konflik, klimaks, penyelesaian) dapat diperluas menjadi beberapa bab. Misalnya, pada bagian pengenalan, kamu dapat menambahkan detail latar tempat, waktu, dan suasana melalui deskripsi pancaindra. Selanjutnya, pada pemicu konflik kamu dapat membangun ketegangan dengan adegan pembuka yang memikat, misalnya percakapan, peristiwa tak terduga, atau konflik kecil yang memancing rasa ingin tahu pembaca. b. Menciptakan Adegan Langkah selanjutnya adalah mengubah setiap poin kerangka menjadi adegan lengkap. Berikut ini hal yang perlu kamu perhatikan. 1) Tentukan lokasi dan waktu setiap adegan. 2) Rancang dialog yang alami untuk menghidupkan tokoh. 3) Sertakan narasi perasaan dan pikiran agar pembaca dekat dengan tokoh.

123Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman c. Mengembangkan Tokoh Hal lain yang perlu kamu perhatikan selanjutnya adalah mengem- bangkan karakter sesuai tiga dimensi. 1) Fisik: penampilan, kebiasaan gerak. 2) Psikologis: sifat, motivasi, pergulatan batin. 3) Sosiologis: lingkungan keluarga, budaya, dan status sosial. d. Menyambungkan Bab dengan Transisi Gunakan kalimat atau adegan penghubung agar perpindahan antarbab terasa alami. Transisi dapat berupa perubahan waktu, suasana, atau sudut pandang. e. Revisi dan Penyuntingan Setelah draf selesai, lakukan revisi untuk memeriksa alur, konsistensi karakter, dan gaya bahasa. Penyuntingan akhir memastikan novel memiliki ritme dan emosi yang mengalir. Berikut ini contoh sederhana pengembangan kerangka menjadi paragraf. Poin Kerangka (Pemicu Konflik “Dita direkam diam-diam saat menyanyi dan videonya menjadi bahan ejekan teman-teman sekolah.” Pengembangan Paragraf Dita berdiri di pojok kantin. Wajahnya memanas ketika suara tawa pecah dari meja sebelah. Ponsel-ponsel terangkat, menampilkan video dirinya yang bernyanyi di ruang musik kosong kemarin sore. “Suara merdu, tetapi wajahnya…,” seseorang berkomentar, disambut derai tawa yang membuat dada Dita sesak. Contoh di atas menunjukkan bagaimana satu baris kerangka dapat dikembangkan menjadi adegan hidup dengan deskripsi, dialog, dan emosi.

124Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII 2. Penggunaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Ketika kamu mengembangkan sebuah novel, ada satu aspek yang tidak boleh diabaikan, yaitu penggunaan tanda baca, khususnya dalam kalimat langsung dan tidak langsung. Sebuah cerita yang hidup sering kali dipenuhi dengan dialog, kutipan, dan narasi yang mengalir. Untuk membuat percakapan dalam cerita terasa alami dan mudah dipahami, kamu harus memahami cara menuliskan ucapan tokoh dengan benar. a. Kalimat Langsung Kalimat langsung merupakan kutipan ucapan seseorang yang ditulis sama persis seperti aslinya. Kalimat ini harus ditandai dengan tanda petik dua (“...”) dan diakhiri dengan tanda baca di dalam petik (Kosasih, 2015). Contoh: 1) Guru BK berkata, “Jika kamu diam, kamu ikut membiarkan kekerasan terjadi.” 2) Temanku menangis sambil berkata, “Aku sudah tidak kuat lagi.” Berikut ini aturan penggunaan tanda baca di dalam kalimat langsung. 1. Tambahkan tanda titik (.), tanda seru (!), atau tanda tanya (?) di dalam tanda petik jika merupakan bagian dari ucapan! 2. Pisahkan dengan koma (,) jika kalimat pengiring berada sebelum kutipan! b. Kalimat Tidak Langsung Kalimat tidak langsung merupakan kutipan ucapan seseorang yang disampaikan kembali dengan bahasa penulis atau penuturnya (Kosasih, 2015). Contoh: 1) Guru BK mengatakan bahwa jika kami diam, kami ikut membiarkan kekerasan terjadi. 2) Temanku mengatakan bahwa ia sudah tidak kuat lagi menghadapi perlakuan teman-temannya.

125Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat kalimat tidak langsung ialah sebagai berikut. 1. Kalimat tidak langsung tidak perlu tanda petik. 2. Gunakan konjungsi, seperti bahwa, kalau, atau untuk! 3. Akhiri dengan tanda titik biasa, bukan tanda kutip! Aktivitas 3.9 Ubahlah kalimat langsung berikut ini menjadi kalimat tidak langsung dan sebaliknya. 1. “Aku tidak ingin pergi ke sekolah besok,” kata temanku dengan wajah murung. 2. Guru BK berkata, “Jika kamu melihat temanmu disakiti, jangan diam!” 3. Ayahku mengatakan bahwa aku harus belajar membela diri jika diperlakukan tidak adil. 4. Kakakku berkata bahwa kita tidak boleh ikut menertawakan teman yang berbeda. Aktivitas 3.10 Setelah kamu membuat kerangka novel, saatnya kamu menyusun kerangka tersebut menjadi sebuah cerita yang utuh. Buka kembali kerangka novel yang telah kamu buat pada kegiatan sebelumnya (alur, tokoh, latar, konflik)! Lalu, lakukan tugas berikut ini! 1. Kembangkan kerangka tersebut menjadi satu cerita utuh (minimal hingga konflik awal)! 2. Gunakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dalam cerita yang kamu buat! 3. Tandai penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung dengan huruf tebal/warna berbeda jika ditik atau garis bawahi/gunakan highlighter jika ditulis tangan.

126Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII 4. Kumpulkan hasil tulisanmu dalam format Google Document dan unggah pada portofolio digital seperti Google Drive. 5. Mintalah guru, teman, atau keluargamu untuk membaca hasil karyamu dan mintalah mereka untuk memberikan umpan balik terhadap karyamu. G Memublikasikan Hasil Penulisan Novel ke dalam Bentuk Buku Kreativitas Pada pembelajaran ini, kamu akan memublikasikan novel yang telah kamu tulis pada platform digital seperti Wattpad, Jotterpad, Penana, dan lain-lain. Kamu telah mengembangkan kerangka menjadi sebuah novel. Namun, menulis novel bukan hanya tentang bagaimana merangkai kata, melainkan juga tentang bagaimana berbagi kisah dengan dunia. Dengan memublikasikan hasil karyamu pada media tertentu, kamu membuka peluang untuk menjangkau pembaca yang lebih luas, mendapatkan apresiasi, serta berinteraksi langsung dengan komunitas literasi. Ini adalah kesempatan untuk melihat bagaimana ceritamu berkembang dan mendapatkan masukan yang berharga dari para pembaca. Yuk, jadikan novelmu lebih bermakna dengan menerbitkannya secara digital dan berbagi kreativitas dengan banyak orang! Aktivitas 3.11 1. Perhatikan kembali naskah novel yang telah kamu kembangkan sebelumnya, terutama pada bagian ejaan, tanda baca, dan konsistensi cerita! 2. Gunakan umpan balik, baik dari guru, teman, atau keluargamu untuk meningkatkan kualitas tulisanmu!

127Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman 3. Publikasikan hasil tulisanmu pada platform digital, seperti Watt- pad, Jotterpad, Penana, dan lain-lain. Selain itu, kamu juga dapat mengumpulkannya dalam satu “portofolio digital” seperti Google Drive, blog pribadi, atau Google Sites. Ayo, Merefleksi Diri! Buatlah desain refleksi tentang hasil submateri elemen Menulis! Kamu dapat menggambarnya dengan berbagai jenis media secara langsung atau membuatnya di laptop masing-masing. Sajikan dalam bentuk gambar segitiga refleksi berikut ini.

128Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Uji Kompetensi Cermati teks berikut ini untuk menjawab soal nomor 1 dan 2! “Aku bukannya tidak bisa bersosialisasi,” ujar Biru perlahan, menunduk sambil mengusap jari-jarinya yang gemetar. “Namun, setiap kali aku mencoba menyapa, mereka pura-pura tidak mendengar. Bahkan, ada yang tertawa keras saat aku lewat.” Ayunda menatapnya pilu. Ia tak pernah menyangka bahwa di balik senyum Biru yang tenang, tersembunyi luka yang mendalam. “Dulu waktu SD, aku pernah di-bully di sekolah hanya karena aku anak tukang ojek. Sampai sekarang, suara tawa mereka masih terngiang di telingaku.” Biru menarik napas panjang. “Sekolah seharusnya tempat aman buat kita semua. Namun, kenapa rasanya seperti bertarung setiap hari?” “Kamu tidak sendirian. Kita bisa mengubah ini, mulai dari sekarang.” Ayunda menguatkan Biru. Sumber: penggalan novel Kota Bandung dan Biru karya Niawidia (dengan penyesuaian) 1. Berdasarkan penggalan novel di atas, bagaimana cara pandang pengarang terhadap masalah bullying? A. Menganggap bullying sebagai hal wajar yang sering terjadi di sekolah B. Berpihak pada korban dan menggambarkan dampak psikologisnya C. Menyalahkan korban karena tidak melawan D. Mengabaikan peran lingkungan sekitar dalam kasus bullying E. Menyindir guru yang tidak tanggap terhadap perundungan 2. Tokoh Biru dalam novel tersebut digambarkan sebagai sosok yang.... A. Agresif dan suka membalas dendam B. Lembut, tetapi menyembunyikan kesedihan mendalam C. Acuh tak acuh terhadap lingkungannya D. Dominan dan memaksakan kehendak E. Pemalu yang tidak pernah ingin berinteraksi

129Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman 3. Pesan moral yang terkandung dalam kutipan “Senyum itu seperti topeng yang menutupi luka di hatinya” (novel “Kota Bandung dan Biru”) adalah... A. Senyuman selalu berarti kebahagiaan B. Korban bullying sebaiknya selalu tersenyum agar tidak diserang C. Pentingnya empati karena tidak semua luka terlihat dari luar D. Setiap orang pasti memiliki masa lalu E. Menyembunyikan perasaan adalah tanda kekuatan Bacalah teks berikut untuk menjawab pertanyaan nomor 4! Maul duduk di perpustakaan, kepalanya tertunduk di atas meja. Buku di hadapannya tidak bergeser, halaman judul masih terbuka. Rasa letih, kecewa, dan malu bercampur jadi satu di dadanya. Semua bermula dari komentar pedas di akun media sosialnya. Komentar itu menyerang dirinya sebagai calon ketua OSIS, bahkan menyeret nama Mamak. Hatinya hancur. Ia bisa menerima jika dirinya dihina, tapi tidak untuk Mamak. 4. Adegan mana dalam penggalan novel di atas yang menunjukkan konflik cerita? A. Maul membaca buku dengan tenang di perpustakaan. B. Maul tertidur karena lelah belajar. C. Maul membawa bekal dari Mamak ke perpustakaan. D. Komentar pedas di media sosial menyerang Maul dan Mamak. E. Mamak menelepon Maul untuk mengingatkan makan. 5. Bagian alur yang disampaikan di atas termasuk pada bagian alur … A. Eksposisi B. Rising Action C. Klimaks D. Falling Action E. Resolusi

130Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII 6. Perhatikan kalimat tidak langsung berikut! Ibu mengatakan bahwa kita harus saling menghargai meskipun berbeda. Jika diubah menjadi kalimat langsung yang benar, manakah pilihan yang tepat? A. Ibu mengatakan, “Kita harus saling menghargai meskipun berbeda.” B. Ibu mengatakan, “Kita harus saling menghargai meskipun berbeda”. C. Ibu berkata bahwa “Kita harus saling menghargai meskipun berbeda.” D. Ibu mengatakan bahwa, “Kita harus saling menghargai meskipun berbeda.” E. Ibu mengatakan kita harus saling menghargai, “Meskipun berbeda.” 7. Jelaskan sikap pengarang terhadap masalah bullying berdasarkan kutipan berikut! “Tadi Mamak membaca komentar di akunmu … Yang itu, tentang Mamak. … Bagi Maul, mereka boleh menghina, mengolok-olok, atau mencaci maki Maul, bukan Mamak. Jangan, satu kali pun, jangan!” (novel Begitu Saja Kok Repot)! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… 8. Bandingkan perwatakan tokoh Mahar dan Sahara dalam penggalan novel Laskar Pelangi! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

131Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman 9. Apa pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui adegan anak-anak Muhammadiyah merasa minder dan diremehkan ketika tampil dalam karnaval sekolah? ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… 10. Jika kamu menjadi penulis, bagaimana kamu mengembangkan resolusi cerita Begitu Saja Kok Repot agar lebih kuat? ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… Pengayaan Jika kamu ingin meningkatkan kemampuanmu dalam menulis novel, kamu dapat melakukan kegiatan pengayaan sebagai berikut. 1. Bacalah kembali novel yang sudah kamu tulis! 2. Sempurnakan naskah novel yang sudah kamu tulis berdasarkan masukan dari orang tua, guru, atau temanmu! 3. Buatlah desain sampul yang menarik, sesuai dengan tema dan isi ceritamu! Kamu dapat memanfaatkan AI seperti Canva, ChatGPT, atau lainnya. 4. Susunlah tata letak teks dan ilustrasi agar tampilan novel menjadi menarik! 5. Buatlah sinopsis novel/blurb secara ringkas, namun menarik dan menggugah minat pembaca! 6. Publikasikan hasil tulisanmu pada platform digital agar dunia mengenal ceritamu!

132Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Jurnal Membaca Bacalah buku Negeri 5 Menara (Ahmad Fuadi), Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer), Cantik Itu Luka (Eka Kurniawan), atau Si Anak Pintar (Tere Liye)! Apabila kamu belum dapat menemukan buku-buku itu, kamu dapat memilih novel Begitu Saja Kok Repot! karya Umi Kulsum atau buku lain yang bertema perjuangan diri dan menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Tulislah pujian dan kritik terhadap buku yang kamu baca dalam bentuk resensi sepanjang 600–900 kata! Tulislah pada kertas berukuran A4 dengan ukuran fon 12 poin dan jarak 1,5 spasi! Beri judul yang menarik karya tulismu dan publikasikan di majalah dinding, majalah sekolah, media daring, atau blog milikmu! Refleksi Kegiatan Pembelajaran III Selamat, kamu telah menuntaskan pembelajaran pada Bab III. Saatnya kamu melakukan refleksi terhadap apa saja yang telah kamu pelajari. Berikan tanda centang () untuk menunjukkan capaian pembelajaran!. Berikut penjelasan untuk mengisi tabel refleksi. 1. Capaian pembelajaran adalah tujuan pembelajaran yang diharapkan setelah kamu belajar. 2. Sudah memahami adalah kondisi ketika kamu sudah mampu me- mahami dan melakukan suatu pembelajaran. 3. Masih perlu mempelajari kembali adalah kondisi ketika kamu masih memerlukan pembelajaran lebih lanjut dengan bimbingan guru. 4. Rencana tindak lanjut adalah upaya kamu untuk memperdalam materi di dalam bab.

133Bab III - Menciptakan Lingkungan Sekolah Aman dan Nyaman Refleksi Akhir Kognitif Berikan tanda centang () untuk menunjukkan capaian pembelajaran! Berikut penjelasan untuk mengisi tabel refleksi. Tabel 3.9. Refleksi Kegiatan Pembelajaran Bab III Capaian Pembelajaran Sudah Memahami Masih perlu Mempelajari Kembali Rencana Tindak Lanjut Saya mampu memahami sudut pandang pengarang terhadap permasalahan dalam penggalan novel yang saya simak. Saya mampu mengungkapkan perwatakan tokoh dalam novel yang dibaca. Saya mampu mengevaluasi pengembangan alur pada novel yang dibaca. Saya mampu memberikan pandangan dan menanggapi terkait pesan yang terkandung di dalam novel. Saya mampu menyusun kerangka novel. Saya memahami penggunaan tanda baca pada kalimat langsung dan tidak langsung. Saya mampu mengembangkan kerangka karangan menjadi sebuah novel. Saya mampu memublikasikan novel yang saya tulis pada platform digital.

134Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII 1. Untuk menghitung persentase penguasaan materi, kamu dapat menggunakan rumus sebagai berikut. 2. Jika 70—100% materi di atas sudah kamu kuasai, kamu dapat meminta aktivitas pengayaan kepada gurumu. 3. Jika materi yang kamu kuasai masih di bawah 70%, kamu dapat mendiskusikan kegiatan remedial yang dapat dilakukan dengan gurumu. Refleksi Akhir Nonkognitif Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan sejujur-jujurnya berdasarkan hasil pembelajaran yang kamu alami pada Bab III! Pertanyaan ini tidak memiliki bobot nilai, hanya akan dijadikan sebagai data bagi gurumu untuk melakukan tindak lanjut guna perbaikan pembelajaran ke depan. 1. Peristiwa/kegiatan/momen penting apa yang kamu alami saat pem- belajaran bab III ini berlangsung? 2. Apakah kamu merasakan pemikiran/perasaan yang sadar, bermakna, dan menyenangkan saat mempelajari Bab III ini? Coba uraikan dengan kalimatmu sendiri ketiga pemikiran/perasaan yang kamu alami tadi! 3. Tujuan pembelajaran manakah yang menurutmu paling kamu kuasai dan belum kamu kuasai? Tuliskan alasanmu. 4. Bagaimana penerapan yang akan kamu lakukan setelah mempelajari semua materi pada Bab III ini? Penguasaan materi = ([Jumlah centang materi yang dikuasai]/ [Jumlah seluruh materi]) x 100

Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan ModernIV KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA, 2025 Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIIuntuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Penulis: Alvian Kurniawan, Ismail Kusmayadi, Velayeti Nurfitriana AnsasPenulis: Alvian Kurniawan, Ismail Kusmayadi, Velayeti Nurfitriana Ansas ISBN 978-634-00-3113-3 “Pernahkah kamu membaca artikel yang menjelaskan cara terjadinya hujan atau proses kerja internet? Apa yang membuat penjelasannya terasa runtut dan mudah diikuti?”

136Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Tujuan Pembelajaran Pada bab ini kamu akan diajak untuk menyelami dunia kecerdasan buatan (AI) melalui berbagai teks lisan dan tulis yang akan kamu simak dan baca. Kamu akan belajar menemukan dan mengevaluasi gagasan, pandangan, atau pesan dalam teks eksplanasi kompleks, baik yang tersurat maupun tersirat, secara kritis dan logis. Selain itu, kamu juga akan merefleksi gagasan, pandangan, atau pesan dalam teks ekplanasi kompleks. Selanjutnya, kamu akan mengembangkan teks ekplanasi kompleks sesuai dengan strukturnya serta menyampaikan gagasan, pandangan, dan pesan tersebut dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif. Di akhir kegiatan, kamu akan memublikasikan hasil tulisanmu di media cetak, elektronik, atau digital. Kata Kunci Ƴ artificial intelligence Ƴ eksplanasi kompleks Ƴ gagasan penjelas Ƴ gagasan pokok Ƴ kecerdasan buatan Peta Konsep

137Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern Apersepsi Sadarkah kamu bagaimana hidup kita berubah begitu cepat sejak teknologi digital masuk ke hampir semua aspek kehidupan? Kini kita dapat belajar dari rumah, berbelanja tanpa ke luar rumah, bahkan berkonsultasi kesehatan lewat layar gawai. Saat mengetik pesan, tiba-tiba muncul saran kata yang sesuai. Saat membuka YouTube, tanpa diminta, video favorit langsung muncul di beranda. Bagaimana hal itu dapat terjadi? Semua itu terjadi berkat kecerdasan buatan atau yang dikenal dengan artificial intelligence (AI). Apakah AI sekadar alat bantu atau justru kini AI mulai memahami kebiasaan dan pola pikir manusia? Pertanyaan-pertanyaan muncul seiring kita menyadari bahwa AI tidak hanya mengubah cara hidup, tetapi juga memengaruhi cara kita belajar, bekerja, dan berinteraksi.

138Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Dalam bab ini kamu akan diajak menyimak tayangan siniar (berita dalam bentuk digital) yang membahas fenomena sosial atau alam yang berkaitan dengan perubahan pola hidup karena hadirnya teknologi. Salah satunya dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Kamu akan belajar menangkap pesan-pesan yang tidak disampaikan secara langsung. Kamu juga akan diajak mengevaluasi isi teks dan menyampaikan pendapat secara logis dan berani dalam diskusi. Selain itu, kamu juga akan belajar menjelaskan sebuah fenomena melalui kegiatan menulis teks eksplanasi kompleks. Ayo, siapkan dirimu sebagai penjelajah gagasan, bukan hanya sebagai pendengar. Sebelum kamu memulai pembelajaran di bab ini, mari uji pemahaman awalmu tentang teks eksplanasi sebagai pengetahuan prasyarat. Diskusikan dengan temanmu mengenai teks eksplanasi dan teknologi kecerdasan buatan apa yang pernah kamu gunakan untuk membantu kegiatanmu sehari-hari! Untuk membantumu dalam berdiskusi, kamu dapat menggunakan tabel di bawah ini. Tabel 4.1. Pemahaman tentang Teks Eksplanasi Pertanyaan Jawaban Pengertian Teks Eksplanasi Struktur Teks Eksplanasi Pengertian Kecerdasan Buatan AI Teknologi AI yang pernah Kamu Gunakan

139Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern A Memahami Informasi Teks Eksplanasi Kompleks secara Implisit Pernahkah kamu mendengarkan pesan dari seseorang, tetapi tidak diucapkan secara eksplisit? Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita mencoba menangkap maksud tersembunyi di balik kata-kata yang kita dengarkan. Kemampuan ini disebut memahami informasi implisit—pesan yang tidak disampaikan secara langsung, tetapi dapat kita simpulkan dari nada bicara, pilihan kata, atau konteks. Dalam kegiatan ini, kamu akan berlatih menyimak teks eksplanasi kompleks dari tayangan siniar (tayangan berita dalam bentuk digital) yang membahas fenomena kecerdasan buatan. Kamu tidak hanya akan mencatat informasi yang terdengar jelas, tetapi juga belajar memahami informasi yang disampaikan secara implisit dalam teks eksplanasi kompleks. Teks eksplanasi kompleks sendiri merupakan teks yang memaparkan proses suatu fenomena dengan hubungan sebab-akibat yang berlapis dan analisis mendalam, berbeda dengan teks eksplanasi biasa yang umumnya lebih sederhana dan linier (Emilia, 2012). Dengan mengenali ciri khas ini, kamu akan lebih mudah menelusuri alur pemikiran penulis dan menangkap keterkaitan antarfaktor penyebab maupun akibat dalam fenomena kecerdasan buatan. Melalui kegiatan ini, kamu akan dibimbing untuk mendengarkan secara aktif dan berpikir secara mendalam karena dalam dunia nyata, pesan yang paling penting sering tidak diucapkan secara langsung. Ayo, Menyimak! Ʒ Tontonlah tayangan siniar yang berjudul “Artificial Intelligence (AI)” dengan memindai kode QR di samping! Kamu juga dapat mengaksesnya melalui tautan berikut. https://bukupusbuk.id/s/115p27 Pindai kode QR

140Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Aktivitas 4.1 Setelah kamu menyimak teks eksplanasi kompleks dari tayangan siniar mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), lakukan kegiatan berikut! 1. Berdasarkan video yang telah kamu simak, sebutkan lima informasi yang secara tersurat disampaikan oleh narasumber! 2. Sebutkan dua contoh teknologi AI yang disebutkan dalam video dan jelaskan fungsinya! Tabel 4.2. Tabel Informasi Tersurat dalam Teks Eksplanasi Kompleks yang Disimak No. Informasi 1. 2. 3. 4. 5. Tabel 4.3. Contoh Teknologi AI dan Fungsinya No. Nama Teknologi AI Fungsi 1 2

141Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern Aktivitas 4.2 Kerjakan aktivitas berikut bersama teman sebangkumu 1. Simaklah kembali teks eksplanasi kompleks dari tayangan mengenai kecerdasan buatan pada kegiatan sebelumnya! Fokuslah pada gagasan, pandangan, atau pesan yang disampaikan di balik setiap informasi yang kalian simak tersebut! 2. Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut! a. Apa saja dampak positif dari pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari? b. Bagaimana perkembangan AI di Indonesia? Jelaskan! c. Apa kekhawatiran tersembunyi terhadap penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari? d. Apa nilai penting yang ingin disampaikan oleh narasumber? 3. Evaluasilah gagasan, pandangan, atau pesan yang disampaikan oleh narasumber dengan menjawab pertanyaan berikut ini! a. Apakah setiap gagasan, pandangan, dan pesan yang disampaikan narasumber relevan dengan apa yang terjadi di sekitar kalian? b. Apakah setiap gagasan, pandangan, atau pesan yang disampaikan oleh narasumber disertai dengan bukti yang jelas? c. Bagaimana pandangan kalian terhadap gagasan, pandangan, atau pesan yang disampaikan oleh narasumber? Apakah kalian sependapat? Jelaskan! 4. Sampaikan hasil diskusi kalian di depan kelas! “Apakah semua orang memiliki pandangan yang sama? Jika tidak, mengapa dapat berbeda?”. Ayo, Merefleksi Diri! Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan selama mengikuti aktivitas pembelajaran pada elemen Menyimak! 1. Apakah kamu merasa nyaman belajar pada pembelajaran menyimak ini? 2. Bagaimana fokus belajarmu selama pembelajaran berlangsung? 3. Apakah kamu benar-benar sadar berpikir saat menyelesaikan semua aktivitas pada pembelajaran menyimak ini?

142Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII B Mengevaluasi Gagasan, Pandangan, atau Pesan dalam Teks Eksplanasi Kompleks Membaca Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu mengevaluasi informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/pesan dari teks eksplanasi kompleks yang berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah logika berpikir. Kamu tentu sudah mengenal apa itu gagasan utama dan gagasan penjelas dalam sebuah teks. Uraian berikut ini akan kembali memantik ingatan kamu tentang gagasan utama dan gagasan penjelas. Gagasan utama atau gagasan pokok di dalam sebuah teks/wacana dapat diketahui di antaranya melalui judul teks/wacana, kata kunci, dan kalimat utama di setiap paragraf. Gagasan penjelas dapat kamu temui di dalam subjudul atau kalimat penjelas di setiap paragraf yang menjelaskan gagasan utama. Aktivitas 4.3 Bacalah dua teks eksplanasi kompleks berikut! Teks 1 Salah satu perubahan paling nyata adalah pergeseran aktivitas dari ruang fisik ke ruang digital (1). Sekolah dan universitas ditutup sementara dan pembelajaran berpindah ke platform daring (2). Bekerja dari rumah (work from home) menjadi pilihan utama banyak perusahaan. Komunikasi tatap muka tergantikan oleh pertemuan virtual melalui aplikasi seperti Zoom, Google Meet, dan lainnya (3). Masyarakat juga mulai mengandalkan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan, mulai dari belanja, layanan kesehatan, hingga hiburan (4).

143Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern Teks 2 Selama masa pandemi, banyak orang mulai membiasakan diri berbelanja tanpa keluar rumah (1). Aplikasi pesan-antar makanan menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap aman di rumah (2). Demikian pula dengan layanan belanja daring yang menyediakan kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan kesehatan (3). Bahkan, konsultasi dengan dokter kini dapat dilakukan dari rumah melalui layanan telemedis (4). Semua perubahan ini menunjukkan bahwa masyarakat telah beralih ke pola hidup digital sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi krisis (5). Identifikasilah gagasan utama dan gagasan penjelas pada dua teks di atas! Gunakan tabel di bawah ini untuk membantu kamu mengidentifikasi gagasan dalam teks! Setelah mengidentifikasi gagasan utama dan gagasan penjelas pada dua teks di atas, dapatkah kamu melihat perbedaan posisi gagasan utama pada kedua paragraf tersebut? Gagasan utama kedua paragraf tersebut ada yang terletak di awal dan akhir paragraf. Perbedaan posisi gagasan utama tersebut membedakan jenis paragrafnya. Paragraf yang gagasan utamanya berada di awal disebut paragraf deduktif. Adapun paragraf yang gagasan utamanya berada di akhir disebut paragraf induktif. Selain itu, terdapat paragraf campuran, yaitu paragraf yang gagasan utamanya berada di awal dan di akhir paragraf. Perhatikan contoh teks 3 di bawah ini! Tabel 4.4. Identifikasi Gagasan Utama dan Gagasan Penjelas Gagasan Teks 1 Teks 2 Gagasan Utama Gagasan Penjelas Gagasan Penjelas …

144Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Teks 3 Artificial Intelligence (AI) semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari (1). Saat ini banyak orang menggunakan asisten virtual seperti Siri atau Google Assistant untuk membantu aktivitas harian, mulai dari mengatur jadwal hingga mencari informasi (2). Di bidang kesehatan, AI digunakan untuk mendiagnosis penyakit dengan lebih cepat dan akurat. Bahkan, di dunia pendidikan, AI mulai diterapkan dalam sistem pembelajaran daring yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik (3). Semua perkembangan ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan telah menjadi bagian penting dari kehidupan modern (4). Kalimat (1) pada paragraf di atas menjelaskan bahwa AI banyak digunakan di dalam kehidupan sehari-hari. Sementara kalimat (2) dan (3) menjelaskan contoh penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat (4) menegaskan kembali gagasan pada kalimat pertama bahwa kecerdasan buatan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, gagasan utama dalam paragraf di atas berada pada kalimat (1) dan (4). Kalimat (2) dan (3) merupakan gagasan penjelas. Agar lebih memahami serta dapat membedakan gagasan utama dan gagasan penjelas, kerjakan Aktivitas 4.4 berikut! Aktivitas 4.4 Bacalah teks berjudul “Mengenal Kecerdasan Buatan” yang ditulis oleh Bambang Trim berikut dengan saksama! Pahami isi setiap paragraf, lalu identifikasilah gagasan utama dan gagasan penjelasnya! Mengenal Kecerdasan Buatan Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) adalah hasil rekayasa teknologi yang memungkinkan mesin untuk meniru kemampuan berpikir

145Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern dan bertindak seperti manusia. Pada awalnya istilah ini diperkenalkan pada tahun 1956 dalam Konferensi Dartmouth oleh John McCarthy, yang kemudian dikenal sebagai Bapak AI. Meskipun baru dirumuskan secara formal pada pertengahan abad ke-20, gagasan tentang mesin cerdas sebenarnya telah muncul sejak tahun 1941, seiring berkembangnya teori komputer dan pemrograman. Seiring waktu, AI berkembang menjadi cabang ilmu komputer yang mempelajari bagaimana sistem digital dapat menjalankan fungsi- fungsi intelektual, seperti pembelajaran, penalaran, dan pengambilan keputusan. Saat ini AI telah dimasukkan ke dalam berbagai perangkat yang digunakan sehari-hari, seperti ponsel pintar, komputer, bahkan kendaraan. Teknologi ini tidak hanya terbatas pada bentuk fisik robot, tetapi juga hadir dalam bentuk perangkat lunak, seperti asisten virtual (contohnya Google Assistant atau Siri) dan algoritma di mesin pencari. Secara umum AI adalah simulasi dari kecerdasan manusia yang diprogram ke dalam sistem komputer agar mampu melakukan pekerjaan layaknya manusia. McLeod Jr. dan Scheel (2004) menjelaskan bahwa kecerdasan buatan adalah kemampuan mesin seperti komputer untuk menampilkan perilaku yang, apabila ditunjukkan oleh manusia, akan dianggap cerdas. AI bekerja berdasarkan data dari interaksi manusia yang terus-menerus diolah dan dipelajari, sehingga sistem menjadi semakin cerdas seiring waktu. Proses belajar AI melibatkan tiga tahap utama: pembelajaran (learning), penalaran (reasoning), dan pengoreksian diri (self-correction). Salah satu contoh nyata adalah Deep Blue, sebuah komputer yang dikembangkan untuk bermain catur. Setelah kalah dari grandmaster Gary Kasparov, Deep Blue menganalisis kesalahannya, memperbaiki strategi, dan pada akhirnya mampu mengalahkan Kasparov dalam pertandingan berikutnya. Contoh lain adalah AlphaGo, program AI yang dikembangkan untuk bermain gim strategi Go. AlphaGo dilatih dengan data dari 100 ribu pertandingan, kemudian melatih dirinya sendiri melalui simulasi pertandingan internal. Setiap kekalahan menjadi sumber pembelajaran

146Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII baru yang secara berulang disempurnakan. Proses ini berlangsung jutaan kali hingga akhirnya AlphaGo mampu mengalahkan juara dunia Go pada tahun 2016. Kemampuan AI mencakup empat aspek utama, yaitu bertindak seperti manusia, berpikir seperti manusia, berpikir secara rasional, dan bertindak secara rasional. Hal ini menjelaskan mengapa AI dapat digunakan di berbagai bidang. Dalam media sosial, teknologi seperti DeepFace di Facebook memungkinkan sistem mengenali wajah orang dalam foto yang diunggah. Dalam aplikasi lokapasar (marketplace), algoritma AI dapat menawarkan produk yang relevan berdasarkan jejak digital pengguna, seperti apa yang pernah dilihat, dicari, atau dibeli. Meskipun AI memberikan kemudahan dan efisiensi, penggunaannya juga menimbulkan tantangan. Di satu sisi, AI dapat menggantikan peran manusia dalam beberapa jenis pekerjaan. Namun, di sisi lain, teknologi ini juga menciptakan jenis pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan digital dan pemahaman teknologi. Selain itu, AI mengingatkan manusia akan pentingnya belajar sepanjang hayat, sebab dalam dunia yang terus berubah, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama. Dengan memahami prinsip kerja dan potensi AI, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi ini secara bijak dan bertanggung jawab. Kehadiran AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk mendampingi dan mendukung peran manusia dalam menciptakan kehidupan yang lebih efektif dan produktif. Sumber: Bambang Trim, “Mengenal Kecerdasan Buatan”, Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia (Jakarta: Kemendikbudristek, 2022), hal. 76—78 (dengan penyesuaian). Setelah membaca teks di atas, identifikasilah gagasan utama dan gagasan penjelas dari setiap paragraf. Lalu, tentukan apakah paragraf tersebut termasuk deduktif, induktif, atau campuran. Gunakan tabel berikut untuk membantumu mengerjakan tugas dengan lebih mudah.

147Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern Mengevaluasi gagasan berarti menilai kualitas ide utama dan pendukung dalam sebuah teks berdasarkan logika berpikir, bukti yang diberikan, serta kaitannya dengan kehidupan nyata. Dalam teks eksplanasi kompleks, evaluasi gagasan membantu kamu untuk tidak hanya menerima informasi apa adanya, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap isi bacaan. Terdapat tiga aspek evaluasi gagasan, yaitu kekuatan argumen, kekuatan informasi, dan relevansi. 1. Kekuatan argumen adalah menilai seberapa kuat gagasan didukung oleh alasan, data, fakta, atau contoh. Kategori penilaian dari kekuatan argumen antara lain kuat (gagasan didukung data, fakta, dan penjelasan yang jelas), sedang (gagasan ada penjelasan, tetapi kurang bukti konkret), lemah (gagasan hanya berupa pernyataan tanpa penjelasan atau bukti). 2. Keakuratan informasi adalah ketepatan isi gagasan berdasarkan sumber ilmiah, fakta, atau logika. Kategori penilaian dari keakuratan informasi antara lain tepat (informasi sesuai fakta/ilmu pengetahuan) dan tidak tepat (informasi tidak sesuai fakta, bias, atau menyesatkan). 3. Relevansi adalah kesesuaian gagasan dengan konteks kehidupan atau isu terkini. Kategori penilaian dari relevansi antara lain relevan (gagasan masih aktual, bermanfaat, dan terkait dengan kehidupan sekarang) dan tidak relevan (gagasan tidak berhubungan dengan kebutuhan atau konteks saat ini). Tabel 4.5. Identifikasi Gagasan Utama dan Gagasan Penjelas Paragraf Gagasan Utama Gagasan Penjelas Jenis Paragraf 1 2 3 …

148Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Aktivitas 4.5 Bacalah kembali teks “Mengenal Kecerdasan Buatan” kemudian jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Berdasarkan hasil identifikasi terhadap gagasan utama dan gagasan penjelas pada aktivitas sebelumnya, nilailah setiap argumen yang sudah kamu identifikasi berdasarkan tiga aspek, yaitu kekuatan argumen, keakuratan informasi, dan relevansi. Gunakan tabel di bawah ini untuk membantumu mengerjakannya dengan lebih mudah. 2. Menurutmu, bagian mana dari teks yang menyampaikan gagasan paling penting? ……………………………………………………………………........................... 3. Apakah kamu menemukan bagian dalam teks yang terlalu umum atau kurang mendukung gagasan utamanya? Jelaskan! ……………………………………………………………………........................... Tabel 4.6. Mengevaluasi Gagasan dalam Teks Eksplanasi Gagasan Kekuatan Argumen Keakuratan Informasi Relevansi Alasan Penilaian AI meniru kecerdasan manusia untuk berpikir dan bertindak Kuat/sedang/ lemah Tepat/tidak tepat Relevan/ tidak relevan ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. ………………………. ……………………….

149Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern 4. Apa pesan yang dapat kamu simpulkan dari seluruh isi teks? ……………………………………………………………………........................... 5. Buatlah infografik digital dengan menggunakan Canva yang merangkum beberapa hal berikut: • gagasan pokok dan informasi tersirat dari video; • evaluasi kritismu terhadap isi video; • sebuah kutipan reflektif pribadi yang berisi pemikiranmu tentang dampak AI dalam kehidupanmu! C Merefleksi Gagasan dan Pandangan Berdasarkan Kaidah Logika Berpikir dari Teks Eksplanasi Kompleks Setelah kamu belajar mengevaluasi gagasan dalam teks eksplanasi kompleks, sekarang saatnya kamu melatih kemampuan berpikir reflektif. Membaca sebuah teks bukan hanya soal memahami isi, melainkan juga cara menanggapi isi tersebut secara logis dan kritis. Agar lebih terarah, kamu akan mempelajari cara merefleksi gagasan dan pandangan dalam teks eksplanasi menggunakan model 5R. Model ini membantumu untuk tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami, menilai, dan mengaitkan isi teks dengan pengalaman atau pengetahuanmu sendiri. Dengan refleksi yang baik, kamu dapat menjadi pembaca yang lebih cerdas dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi. Model 5R adalah pendekatan reflektif yang terdiri atas lima langkah penting, yaitu reporting (melaporkan), responding (menanggapi secara pribadi), relating (mengaitkan dengan pengalaman), reasoning (memberikan alasan dan penilaian logis), dan reconstructing (membangun kembali gagasan). Setiap langkah membantu kamu memahami dan menanggapi gagasan dalam teks secara mendalam dan logis. Berikut ini penjelasan mengenai lima langkah dalam merefleksi gagasan dalam teks eksplanasi kompleks melalui Model 5R (Bain dkk., 2002).

150Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII 1. Reporting (Melaporkan) Pada tahap ini kamu menyebutkan atau menjelaskan kembali isi teks secara objektif. Fokuslah pada apa yang disampaikan penulis, tanpa menambahkan opini pribadi. Contoh: “Teks menjelaskan bahwa literasi digital sangat penting untuk memilah informasi yang benar di era AI.” 2. Responding (Menanggapi secara Pribadi) Berikan tanggapan awal atau kesan pribadi terhadap isi teks. Apa perasaanmu? Apakah kamu setuju atau tidak setuju? Tahap ini menggambarkan hubungan emosional atau nilai pribadi terhadap isi bacaan. Contoh: “Saya setuju karena saya sendiri sering melihat berita palsu di media sosial dan sering kali sulit membedakannya.” 3. Relating (Mengaitkan dengan Pengalaman) Hubungkan gagasan dalam teks dengan pengalaman pribadi, pengetahuan sebelumnya, atau fenomena sosial yang kamu ketahui. Hal ini menunjukkan sejauh mana kamu memahami dan menginternalisasi isi teks. Contoh: “Saya pernah mengalami, yaitu teman saya menyebarkan berita yang ternyata hoaks, dan itu membuat banyak orang salah paham.” 4. Reasoning (Memberikan Alasan dan Penilaian Logis) Di tahap ini kamu menilai secara logis gagasan atau pandangan dalam teks. Apakah argumen penulis kuat? Apakah informasinya akurat dan relevan? Contoh: “Penulis menyampaikan alasan yang kuat karena memberikan contoh nyata tentang dampak literasi digital terhadap kemampuan memilah informasi.”

151Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern 5. Reconstructing (Membangun Kembali Gagasan) Langkah terakhir adalah mengembangkan pemahaman baru atau menyusun ulang gagasan berdasarkan hasil refleksi. Kamu dapat memberikan saran, memperluas ide, atau mengambil sikap terhadap isu yang dibahas. Contoh: “Menurut saya, penting juga untuk mengajarkan literasi digital sejak dini, tidak hanya untuk pelajar, tetapi juga orang tua.” Aktivitas 4.6 Setelah memahami bagaimana cara merefleksi gagasan dan pandangan secara mendalam melalui model 5R, kini saatnya kamu menerapkannya dalam latihan. Tugas berikut ini akan membantu kamu mengasah kemampuan berpikir reflektif dan logis terhadap teks eksplanasi kompleks. Gunakan langkah-langkah 5R sebagai panduan dalam menyusun jawaban agar lebih terstruktur dan bermakna. Refleksi Gagasan dan Pandangan dalam Teks Eksplanasi Kompleks Judul Teks : Mengenal Kecerdasan Buatan Nama : ........................................................ Kelas : ........................................................ Tanggal : ........................................................ Petunjuk Pengerjaan 1. Baca kembali teks “Mengenal Kecerdasan Buatan” dengan saksama. 2. Gunakan model reflektif 5R (Reporting, Responding, Relating, Reasoning, Reconstructing) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah! 3. Tuliskan jawabanmu secara lengkap, jujur, dan menggunakan penalaran logis! 4. Kamu boleh menulis tangan atau mengetik sesuai instruksi gurumu.

152Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Refleksi Model 5R 1. Reporting (Melaporkan) Tuliskan kembali gagasan utama atau informasi penting dari teks yang menurutmu paling menarik atau penting! Jawaban: .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... 2. Responding (Menanggapi) Apa tanggapan atau perasaanmu terhadap gagasan yang disampaikan penulis? Jawaban: .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... 3. Relating (Mengaitkan) Adakah pengalaman pribadimu atau peristiwa di sekitarmu yang berkaitan dengan isi teks? Jawaban: .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... 4. Reasoning (Menalar) Mengapa menurutmu gagasan dalam teks itu penting untuk dipahami oleh generasimu saat ini? Berikan alasan logis! Jawaban: .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ....................................................................................................................................

153Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern 5. Reconstructing (Merekonstruksi) Setelah membaca teks ini, apakah kamu memiliki gagasan baru, saran, atau pandangan berbeda terhadap perkembangan kecerdasan buatan? Jawaban: .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... D Menganalisis Struktur Teks, Gaya Bahasa, dan Tujuan Teks Eksplanasi Kompleks Kupas Teori Pada pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu menganalisis penyajian gagasan berupa struktur, gaya bahasa, dan tujuan teks berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca teks eksplanasi kompleks secara kritis, kreatif, kolaboratif, mandiri, dan komunikatif. Pada kegiatan sebelumnya, kamu telah berlatih menyimak teks ekplanasi kompleks untuk menemukan informasi eksplisit dan implisit. Kamu juga telah membaca untuk mengevaluasi gagasan dalam teks eksplanasi kompleks yang membahas fenomena yang terjadi di era modern Pada kegiatan kali ini, kamu tidak hanya diminta memahami isi setiap paragraf, tetapi juga melihat keseluruhan bangunan teksnya—seperti sedang membaca “peta pikiran” dari penulis. Coba bayangkan kamu ingin membangun sebuah rumah. Apa yang terjadi jika atap dipasang tanpa fondasi atau jendela dipasang sebelum dinding selesai dibangun? Kondisi tersebut tentu akan menyebabkan bangunan menjadi tidak kokoh atau tidak tersusun dengan baik. Teks dapat dianalogikan sebagai rumah yang memerlukan struktur kokoh agar maknanya tersampaikan secara jelas.

154Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Dalam sebuah teks, struktur adalah kerangka yang menyusun isi dan alur berpikir penulis. Misalnya, dalam teks eksplanasi kompleks, terdapat bagian yang berisi pernyataan umum (general statement), rangkaian penjelas (sequence of explanations), dan interpretasi atau penegasan ulang (Emilia, 2011). Setiap bagian memiliki peran penting, saling terhubung, dan harus disusun dengan logis. Tabel 4.7. Struktur Teks Eksplanasi Kompleks Struktur Teks Contoh Paragraf Pernyataan Umum (General Statement) Artificial Intelligence (AI) merupakan hasil rekayasa teknologi komputer yang memungkinkan mesin untuk meniru kecerdasan manusia. Teknologi ini kini berkembang sangat pesat dan mulai memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia modern. Deretan Penjelas (Sequence of Explanations) AI bekerja dengan menganalisis data besar (big data) yang diambil dari aktivitas pengguna secara digital. Data ini kemudian diproses dengan algoritma pembelajaran mesin agar sistem dapat mengenali pola dan membuat prediksi. Seiring meningkatnya penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam aplikasi belanja daring, asisten virtual, dan pengenalan wajah, cara hidup manusia pun ikut berubah. Masyarakat menjadi lebih bergantung pada teknologi dalam berinteraksi, bekerja, dan bahkan dalam mengambil keputusan pribadi. Interpretasi atau Penegasan Ulang Perubahan yang dibawa oleh AI tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial dan budaya. Maka dari itu, penting bagi masyarakat untuk memahami cara kerja AI serta menyiapkan diri dengan keterampilan baru agar tidak tertinggal di era digital yang terus berkembang. Setelah mengamati tabel di atas, kamu dapat memahami bahwa struktur teks eksplanasi kompleks terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Pernyataan umum dalam teks ekplanasi umumnya berisi informasi umum tentang topik/fenomena yang

155Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern sedang dibahas. Sementara itu, deretan penjelas berisi rangkaian penjelasan yang menyatakan bagaimana dan mengapa fenomena tersebut terjadi. Pada bagian ini biasanya terdapat hubungan sebab-akibat, perincian proses, atau perubahan yang berurutan. Deret penjelas ini dapat terdiri atas satu paragraf atau lebih. Struktur interpretasi tidak selalu ada pada teks eksplanasi kompleks, tetapi sering digunakan untuk menegaskan ulang atau menyimpulkan dampak dari fenomena yang terjadi. Pada bagian ini juga dapat berisi refleksi terhadap pentingnya memahami fenomena yang telah dijelaskan. Setelah memahami bagaimana struktur teks eksplanasi kompleks di- susun—mulai dari pernyataan umum, deretan penjelas, hingga interpretasi— kamu perlu memperhatikan satu hal penting lainnya, yaitu ciri kebahasaan yang membentuk kejelasan dan kekhasan teks ini. Melalui penggunaan bahasa yang tepat, teks eksplanasi kompleks tidak hanya menyampaikan informasi secara runtut, tetapi juga menunjukkan hubungan sebab-akibat secara logis. Mari kita pelajari ciri kebahasaan yang digunakan dalam teks eksplanasi kompleks (Emilia, 2011; Knapp & Watkins, 2005) pada tabel di bawah ini. Tabel 4.8. Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi Kompleks Ciri Kebahasaan Contoh dalam Teks Kalimat pasif Data ini kemudian diproses dengan algoritma pembelajaran mesin... Konjungsi kausalitas Maka dari itu, penting bagi masyarakat untuk memahami... Istilah teknis/ilmiah Kecerdasan buatan, big data, algoritma, asisten virtual Fokus pada fenomena umum Masyarakat menjadi lebih bergantung pada teknologi... Saat kamu dapat mengenali struktur sebuah teks, kamu tidak hanya menjadi pembaca yang paham, tetapi juga penulis yang dapat membangun “rumah gagasan” milikmu sendiri yang kuat, rapi, dan menarik untuk dikunjungi siapa saja.

156Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Aktivitas 4.7 Bacalah kembali teks “Mengenal Kecerdasan Buatan” pada kegiatan sebelumnya! Teks tersebut akan menjelaskan fenomena kecerdasan buatan. Setelah kamu membaca teks, identifikasilah struktur teks yang membangun teks eksplanasi tersebut! Untuk memudahkanmu, gunakan tabel di bawah ini. Tabel 4.9. Identifikasi Struktur Teks Eksplanasi Kompleks Struktur Teks Bagian Teks (Kutipan/Parafrase) Pernyataan Umum …………………….......................................... …………………….......................................... …………………….......................................... Deret Penjelas …………………….......................................... …………………….......................................... …………………….......................................... Interpretasi/ Penegasan Ulang …………………….......................................... …………………….......................................... …………………….......................................... Teks tidak hanya berisi tentang apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana penyampaiannya. Dua penulis dapat menjelaskan fenomena yang sama, namun terasa sangat berbeda karena gaya bahasanya. Gaya bahasa inilah yang membuat teks menjadi lebih hidup, lebih mudah dipahami, bahkan lebih mengajak pembaca berpikir. Dalam teks eksplanasi kompleks, gaya bahasa membantu menjelaskan proses dan hubungan sebab-akibat secara jelas, logis, dan meyakinkan. Dengan kata lain, teks ini harus terasa masuk akal dan mudah dipahami, meskipun membahas topik yang sulit atau ilmiah. Ciri gaya bahasa yang sering digunakan dalam teks eksplanasi kompleks adalah sebagai berikut.

157Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern 1. Objektif dan Informatif Penulis menyampaikan fakta dan proses secara langsung, tanpa menye- lipkan opini pribadi. Contoh: “AI bekerja dengan memproses data dalam jumlah besar menggunakan algoritma tertentu.” 2. Langsung dan Semiformal Gaya bahasanya cenderung netral, tidak terlalu santai, namun juga tidak terlalu kaku. Contoh: “Banyak aplikasi kini menggunakan teknologi ini dalam fitur-fitur yang kita gunakan sehari-hari.” 3. Menggunakan Istilah Teknis Penulis menggunakan istilah ilmiah atau teknologi untuk menjelaskan topik yang kompleks. Contoh: “Algoritma pembelajaran mesin digunakan untuk mengidentifikasi pola dalam data pengguna.” 4. Perbandingan atau Analogi Sering kali perbandingan digunakan untuk memudahkan pemahaman pembaca terhadap konsep abstrak. Contoh: “AI bekerja seperti otak manusia, hanya saja dengan kapasitas analisis yang lebih cepat.” 5. Pernyataan Retoris atau Kalimat Pancingan Pernyataan retoris atau kalimat pancingan digunakan untuk menarik perhatian atau menggugah kesadaran pembaca. Contoh: “Pernahkah kamu menyadari bahwa hampir semua aplikasi yang kamu gunakan diam-diam mempelajari kebiasaanmu?”

158Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Teks eksplanasi kompleks memiliki beberapa tujuan sebagai berikut (Emilia, 2011): 1. menyampaikan informasi dan fakta; 2. mengajak pembaca berpikir kritis dan menyadari sesuatu; dan 3. menumbuhkan pemahaman terhadap suatu fenomena agar pembaca memiliki kesadaran terhadap isu-isu yang terjadi di sekitar mereka. Setelah kamu memahami penjelasan gaya bahasa dan tujuan penulisan teks eksplanasi, mari kita bermain dalam kuis “Temukan dan Tafsirkan”! Aktivitas 4.8 1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 2–4 orang. 2. Setiap kelompok akan mendapatkan 4 kalimat yang diambil dari teks “Mengenal Kecerdasan Buatan”. 3. Diskusikan dan kerjakan tugas berikut! a. Identifikasilah gaya bahasa yang digunakan dalam setiap kalimat berdasarkan lima kategori, yaitu objektif dan informatif, langsung dan semiformal, menggunakan istilah teknis, perbandingan atau analogi, pernyataan retoris atau kalimat pancingan! b. Jelaskan fungsi atau tujuan dari gaya bahasa tersebut dalam teks! Mengapa penulis memilih gaya bahasa itu? c. Tulislah penafsiran kalian terhadap makna atau dampak kalimat tersebut bagi pembaca! d. Tambahkan contoh pengalaman pribadi atau fenomena nyata yang menurut kalian berkaitan dengan isi kalimat tersebut!

159Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern E Menganalisis Akurasi Data Teks Eksplanasi Kompleks yang Dibaca Membaca Pada pembelajaran ini, kamu akan merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah berpikir dari kegiatan membaca atau memirsa teks esai dalam wujud visual dan/ atau audiovisual. Di era informasi digital, data dapat ditemukan di mana saja, baik di media sosial, blog, artikel, bahkan melalui infografik menarik, atau bahkan melalui AI (kecerdasan buatan). Namun, apakah semua data itu akurat dan dapat dipercaya? Dalam teks eksplanasi, data haruslah benar, relevan, dan berasal dari sumber yang dapat diverifikasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tidak langsung percaya pada data yang disajikan dalam teks atau visual, tetapi menguji dan memvalidasi keakuratannya dari berbagai sumber. Melalui kegiatan ini, kamu akan belajar menganalisis akurasi data yang terdapat di dalam teks eksplanasi dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan sumber referensi lainnya. Aktivitas 4.9 1. Baca kembali teks “Mengenal Kecerdasan Buatan” dan perhatikan setiap informasi penting yang disampaikan dalam teks. 2. Carilah kebenaran dari informasi di bawah ini melalui berbagai sumber, seperti Google, ChatGPT, berita, dan lain-lain (gunakan minimal 3 sumber rujukan). • AI pertama kali diperkenalkan pada tahun 1956 dalam Konferensi Dartmouth oleh John McCarthy. • AlphaGo dilatih dengan 100 ribu pertandingan Go dan mengalahkan juara dunia tahun 2016. • Facebook menggunakan teknologi DeepFace untuk mengenali wajah.

160Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII • AI melalui proses pembelajaran, penalaran, dan pengoreksian diri. 3. Lakukan verifikasi data! • Gunakan minimal tiga jenis AI (contoh: ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, Bing Copilot, dan lain-lain). Kamu dapat menggunakan prompt yang sesuai untuk mengecek data tersebut. • Gunakan minimal dua sumber referensi non-AI (misalnya: artikel di koran, laporan WEF, Statista, Pew Research, Google Scholar, e-Perpusnas, dan sebagainya) • Catat semua hasil penelusuranmu dalam tabel berikut. Catatan: Ketika 3 dari 5 sumber menyatakan hal yang sama, dapat dikatakan data tersebut valid dan dapat dipercaya. Tabel 4.10. Hasil Penelusuran Informasi Data yang Dianalisis Sumber AI 1 Sumber AI 2 Sumber AI 3 Sumber Non- AI 1 Sumber Non- AI 2 Apakah Data Akurat? (/) Kesimpu- lan Contoh: 85 juta pekerjaan tergan- tikan AI (WEF, 2023) ChatGPT menye- but data itu dari laporan WEF Gemini menyebut- kan data itu konsis- ten Bing menyebut- kan angka sama www. wefo- rum.org (laporan asli) Artikel Kompas, 2023  Data valid dan dikutip sesuai sumber

161Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern Ayo, Merefleksi Diri! Setelah kamu mengerjakan latihan tersebut, lakukan refleksi singkat dengan menjawab pertanyaan di bawah ini. 1. Apa kesulitan yang kamu temukan saat memverifikasi data tersebut? 2. Apakah semua AI memberikan jawaban yang sama? Mengapa dapat berbeda? 3. Bagaimana kegiatan ini membantumu menjadi pembaca yang lebih kritis? F Mempresentasikan Teks Eksplanasi Kompleks Berdasarkan Hasil Elaborasi Gagasan, Pandangan, dan Perasaan Melalui Monolog, Dialog, dan Gelar Wicara Berbicara atau Mempresentasikan Pada akhir pembelajaran ini, kamu diharapkan mampu menyampaikan dan menanggapi gagasan, perasaan, pandangan, arahan, pesan, dan/atau kreativitas dalam berbahasa mengenai kecerdasan buatan secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia dalam kegiatan dialog dan gelar wicara. Pada kegiatan sebelumnya kamu sudah berlatih memvalidasi informasi yang terdapat dalam teks eksplanasi kompleks. Kamu tentu mulai menyadari bahwa AI bukan hanya tentang teknologi, melainkan juga tentang dampaknya dalam kehidupan nyata, termasuk pada pekerjaan, pendidikan, bahkan cara kita berinteraksi sehari-hari. Pada kegiatan selanjutnya, kamu akan mengenal AI lebih mendalam, tidak hanya dengan logika, tetapi juga dengan perasaan dan pengalaman pribadimu. Pada bagian ini, kamu akan mendiskusikan teks eksplanasi kompleks tentang

162Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII fenomena kecerdasan buatan secara terbuka. Apa yang kamu rasakan tentang AI? Apakah kamu merasa terbantu, terancam, penasaran, atau justru bingung? Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda dan perbedaan tersebut penting untuk memperkaya sudut pandangmu sendiri. Jadi, mari gunakan hasil pemikiran dan perasaanmu untuk berdiskusi secara kritis dan empatik. Belajar tidak hanya berkaitan dengan memahami, tetapi juga berani menyampaikan pendapat dan mendengarkan orang lain. Pada kegiatan ini, kamu akan melakukan kegiatan gelar wicara bersama dengan teman kelompokmu dalam suatu kegiatan diskusi. Kamu akan menyampaikan gagasan, pandangan, dan perasaan dalam teks eksplanasi kompleks mengenai fenomena kecerdasan buatan. Kamu juga belajar untuk memberikan tanggapan terhadap gagasan, pandangan, dan perasaan dari temanmu dalam bentuk diskusi kelompok. Dalam kegiatan diskusi, baik secara formal atau nonformal, peserta diskusi harus tetap mengedepankan kesantunan dengan menghormati para peserta diskusi lainnya, baik yang sedang berbicara maupun yang sedang mendengarkan. Peserta diskusi yang aktif akan menyimak diskusi dengan saksama dan memberikan tanggapan. Kamu dapat mencermati contoh tanggapan berikut ini. 1 Contoh tanggapan berupa pernyataan Menurut saya apa yang disampaikan Ilham benar bahwa pekerjaan sebagai penulis pun akan terancam digantikan mesin dengan kecerdasan buatan. Sebuah tulisan dapat dibuat oleh mesin pintar itu. 2 Contoh tanggapan berupa pertanyaan Saya masih meragukan dugaan itu. Apa alasannya mesin dengan ke- cerdasan buatan itu dapat menggantikan profesi penulis? Bukankah menulis itu pekerjaan kreatif yang memerlukan bakat khusus? 3 Contoh tanggapan berupa opini Saya kira profesi penulis akan digantikan robot pintar itu mungkin terjadi. Soalnya di Amerika sudah dikembangkan aplikasi bernama GPT atau Generative Pretraining Transformer dengan kecerdasan buatan. GPT ini dikembangkan lembaga nirlaba OpenAI dan sudah memasuki fase GPT-

163Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern 3. GPT-3 ini memiliki 175 miliar parameter yang dilatihkan, sehingga ia mampu “memprediksi” sebuah gagasan penulisan atau terjemahan dari sebuah teks. Kesimpulannya aplikasi ini dapat meniru penciptaan sebuah tulisan tanpa memerlukan lagi penulis. Setiap tanggapan dapat diberikan berdasaran kata kunci paparan yang disampaikan dalam diskusi. Di dalam contoh tanggapan terdapat kata kunci profesi “penulis” dan “kecerdasan buatan”. Hal yang menjadi pembahasan adalah ketika terdapat peserta diskusi mengajukan hipotesis bahwa penulis termasuk profesi yang rentan digantikan oleh robot atau mesin. Menarik, ya, jika sebuah diskusi itu “hidup” dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Biasanya diskusi menghasilkan suatu keputusan untuk ditindaklanjuti atau menghasilkan suatu kesimpulan yang menjadi informasi dan pengetahuan berguna. 1. Berikut ini tata cara dalam memberikan tanggapan di dalam diskusi. 2. Berikan tanggapan apabila pemimpin diskusi atau moderator me- mberi kesempatan berbicara. 3. Untuk memberikan tanggapan, angkat tangan untuk meminta izin kepada pemimpin diskusi. 4. Lakukan perkenalkan diri apabila berada dalam kelompok diskusi dengan peserta yang belum saling mengenal. 5. Sampaikan tanggapan kamu secara ringkas dengan menggunakan kata-kata kunci agar dapat ditangkap oleh pemimpin diskusi atau moderator.

164Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Dalam sebuah diskusi, pertanyaan adalah kunci. Saat seseorang mengajukan pertanyaan, itu berarti ia ingin tahu lebih banyak atau masih belum memahami sesuatu. Oleh karena itu, pertanyaan yang baik akan membuka ruang untuk berpikir, berdiskusi, dan memberi tanggapan. Tidak semua pertanyaan memiliki bentuk dan tujuan yang sama. Ada pertanyaan tertutup, yaitu pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban singkat, seperti “ya” atau “tidak” atau “benar” dan “salah”. Berikut ini contoh pertanyaan tertutup. Ƴ Apakah kamu pernah menggunakan AI saat mengerjakan tugas sekolah? Ya. Pernah. Namun, dalam diskusi, pertanyaan terbuka jauh lebih bermanfaat. Pertanyaan terbuka mendorong jawaban yang lebih luas dan mendalam karena tidak terbatas pada satu kata. Berikut ini contoh pertanyaan mendalam. Ƴ Apa pendapatmu tentang dampak kecerdasan buatan terhadap masa depan manusia? Agar pertanyaan dalam diskusi dapat ditanggapi dengan baik, kalimat tanya harus jelas dan terarah. Semakin jelas pertanyaan yang kamu ajukan, maka semakin mempermudah temanmu dalam menjawab dan berdiskusi denganmu. Yuk, simak beberapa tips sederhana untuk membuat pertanyaan yang baik dalam diskusi. Tidak Berpanjang-panjang Sampaikan pertanyaan langsung dan singkat. Jangan terlalu panjang agar tidak mengurangi waktu pembicara untuk menjawab. Hindari Menginterupsi Jangan memotong saat pembicara menjawab. Tunggu sampai selesai, baru ajukan pertanyaan lain. Bukan Jawaban Ya dan Tidak Gunakan kata tanya adiksimba (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana) agar pertanyaan terbuka dan jawabannya lebih detail. Pertanyaan yang relevan Ajukan pertanyaan sesuai topik pembahasan agar jawaban yang didapat tepat. Tips Bertanya Saat Berdiskusi

165Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern Berikut ini contoh kalimat pertanyaan di dalam diskusi. Ƴ “Mohon izin bertanya, moderator. Dalam salindia 2 tadi dipaparkan tentang dampak penerapan kecerdasan buatan yang sudah mulai terasa. Apakah boleh disebutkan contoh-contoh penerapan kecerdasan buatan lainnya yang telah terjadi di Indonesia?” Ayo, Berdiskusi! Aktivitas 4.10 Lakukan kegiatan berikut secara berkelompok bersama 3–4 orang temanmu. Latihan ini terbagi menjadi dua sesi percakapan dengan tantangan yang berbeda. 1. Tontonlah salah satu gagasan di platform berbagi video yang kalian sering kunjungi mengenai fenomena kecerdasan buatan, lalu diskusikan topik tersebut dengan kelompok kalian! 2. Sampaikan hasil diskusi kalian mengenai fenomena yang kalian lihat di depan kelas! 3. Setiap anggota mengajukan satu pertanyaan terbuka seputar fenomena tersebut. Dengarkan jawaban teman kalian dengan penuh perhatian! 4. Susunlah tanggapan kalian berdasarkan isi jawaban dan perasaan kalian! Kalian dapat menyetujui, menambahkan, atau memberikan sudut pandang berbeda. Setiap anggota kelompok harus menanggapi minimal satu pertanyaan. Catatan: Kalian boleh menyampaikan tanggapan dengan ekspresi kreatif, bisa dalam bentuk analogi, perumpamaan, atau gaya bahasa yang khas. 5. Tiap kelompok memilih 1–2 pertanyaan terbaik untuk dibahas ber- sama.

166Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Ayo, Merefleksi Diri! Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan selama mengikuti aktivitas pembelajaran Berbicara dan Mempresentasikan! 1. Apa hal paling menarik atau tidak terduga yang kamu pelajari tentang kecerdasan buatan dari diskusi tadi? 2. Bagaimana perasaanmu saat menyampaikan gagasan dan menanggapi pendapat teman-temanmu? Apakah hal itu membuatmu lebih percaya diri? 3. Apakah diskusi ini membuatmu ingin tahu lebih banyak tentang teknologi dan masa depan? Ceritakan apa yang membuatmu tertarik. 4. Apa yang ingin kamu eksplorasi lebih lanjut mengenai fenomena kecerdasan buatan? G Menulis Gagasan, Pandangan, dan/atau Pengetahuan Metakognitif dalam Teks Eksplanasi Kompleks dengan Memperhatikan Struktur dan Penggunaan Konjungsi Menulis Pada pembelajaran ini, kamu akan menulis gagasan, pandangan, imajinasi, dan/atau pengetahuan metakognisi yang dituangkan dalam bentuk teks esai secara logis, kritis, dan kreatif dan memublikasikan hasil karya di media cetak/ elektronik, dan/atau digital. Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah berlatih menyampaikan gagasan melalui dialog, mengajukan pertanyaan tajam, serta memberikan tanggapan yang logis dan kritis. Kini saatnya kamu mengembangkan keterampilan menulis yang lebih dalam, yaitu menyusun teks eksplanasi kompleks yang menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu fenomena terjadi. Salah satu kunci

167Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern agar penjelasan kamu runtut dan meyakinkan adalah penggunaan konjungsi yang tepat. Konjungsi bukan sekadar penghubung kata atau kalimat, tetapi penanda alur berpikir—menghubungkan sebab dan akibat, menunjukkan urutan peristiwa, atau menegaskan hubungan logis antarbagian dalam teks. Dalam kegiatan ini, kamu akan belajar mengenali dan menggunakan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat secara efektif. Dengan demikian, tulisan kamu tidak hanya informatif, tetapi juga mudah dipahami dan mudah terbaca. Konjungsi intrakalimat adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur dalam satu kalimat, biasanya berupa klausa atau frasa (Alwi, 2017). Sementara itu, konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya dalam sebuah paragraf atau teks (Alwi, 2017). Konjungsi antarkalimat biasanya muncul di awal kalimat baru dan diikuti dengan tanda koma (,). Perhatikan contoh penggunaan konjungsi intrakalimat pada dua kalimat berikut ini! 1. Agar wujudnya semakin mirip manusia, Hanson Robotics mendesain wajah Sophia berdasarkan aktris Audrey Hepburn. 2. Hanson Robotics mendesain wajah Sophia berdasarkan aktris Audrey Hepburn agar wujudnya semakin mirip manusia. Kedua kalimat tersebut adalah kalimat majemuk bertingkat yang terdiri atas induk kalimat dan anak kalimat. Hubungan antara induk kalimat dan anak kalimat ditandai dengan penggunaan kata agar sebagai kata penghubung (konjungsi). Pada struktur kalimat majemuk (1), anak kalimat mendahului induk kalimat sehingga dipisahkan dengan tanda koma (,). Sementara itu, pada kalimat majemuk (2) induk kalimat mendahului anak kalimat sehingga tidak perlu menggunakan tanda koma. Penggunaan kata penghubung (konjungsi) di dalam kalimat (intrakalimat) ada yang didahului dengan tanda koma (,) dan ada yang tidak perlu didahului dengan tanda koma. Pelajari tabel berikut ini terkait dengan penggunaan konjungsi di dalam kalimat (Alwi dkk., 2017).

168Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Tabel 4.11. Konjungsi yang Diawali dengan Tanda Koma Konjungsi Contoh Kalimat ..., kecuali …. ..., kemudian …. ..., lalu …. …, lantas …. …, padahal …. …, tetapi …. …, namun … …, sedangkan …. …, melainkan …. …, …, dan …. …, bahkan … Dilarang masuk, kecuali petugas! Dia pulang, kemudian pergi lagi. Saya naik ke lantai 2, lalu menuju aula. Rumi masuk ke toko itu, lantas keluar lagi. Ia tak mau menyumbang, padahal mampu. Mobil itu baru, tetapi sudah mogok. Boleh berkumpul, namun sampai pukul 16.00. Adiknya rajin, sedangkan kakaknya malas. Bukan saya yang absen, melainkan dia. Tuti, Ratih, dan Mirna akan datang. Dia sebenarnya kaya, bahkan dia baru saja membeli rumah seharga Rp5 M. Tabel 4.12. Konjungsi yang tidak Diawali Tanda Koma Konjungsi Contoh Kalimat … dan … … atau … … bahwa …. … karena …. … sehingga …. … agar …. … apabila …. … jika …. … maka …. Saya dan Doni baru saja datang. Saya atau Doni yang akan datang. Sudah terbukti bahwa ia tidak bersalah. Ia tidak hadir karena sakit. Jalan utama ditutup sehingga terjadi kemacetan. Jalan diperbaiki agar tidak terjadi kecelakaan. Mereka setuju apabila ia ditunjuk menjadi ketua. Mereka setuju jika ia ditunjuk menjadi ketua. Ia datang membantu maka orang-orang pun lega.

169Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern Kamu dapat mencari teks lain dan mencermati penggunaan konjungsi serta tanda koma (,) pada kalimat majemuk yang terdapat di dalam teks tersebut. Apakah kamu menemukan kesalahan penggunaan tanda koma (,) pada konjungsi di dalam teks? Perlu kamu ingat, konjungsi intrakalimat tidak boleh digunakan untuk mengawali kalimat. Perhatikan contoh kalimat berikut ini. 1. Ia kerap berolahraga. Sehingga wajar badannya sehat. 2. Kakaknya memilih jurusan ilmu sains. Sedangkan ia memilih jurusan ilmu sastra. Dua kalimat tersebut dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut ini. 1) Dia kerap berlatih olahraga sehingga wajar badannya sehat. 2) Dia kerap berolahraga. Oleh karena itu, wajar badannya sehat. 3) Kakaknya memilih jurusan ilmu sains, sedangkan ia memilih jurusan ilmu sastra. 4) Kakaknya memilih jurusan ilmu sains. Sementara itu, ia memilih jurusan ilmu sastra. Selain konjungsi intrakalimat, terdapat pula konjungsi antarkalimat. Konjungsi antarkalimat digunakan untuk mengawali kalimat sehingga kalimat tersebut terhubung dengan kalimat sebelumnya. Berikut ini konjungsi antarkalimat yang perlu kamu ketahui (Alwi dkk., 2017). Tabel 4.13. Konjungsi Antarkalimat Konjungsi Antarkalimat Adapun …. Akan tetapi, …. Akhirnya, …. Akibatnya, …. Artinya, …. Meskipun demikian …. Misalnya, …. Namun, …. Oleh karena itu, …. Oleh sebab itu, ….

170Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Konjungsi Antarkalimat Biarpun begitu, …. Biarpun demikian, …. Contohnya, …. Dalam hal ini, …. Dalam hubungan ini, …. Dalam konteks ini, …. Dengan demikian, …. Dengan kata lain, …. Di pihak lain, …. Di samping itu, …. Jadi, … Jika demikian, …. Kalau begitu, …. Kalau tidak salah, …. Karena itu, … Kecuali itu, … Kendatipun demikian, …. Lagi pula, …. Maka dari itu, …. Meskipun begitu …. Pada dasarnya, …. Pada hakikatnya, …. Pada prinsipnya, …. Paling tidak, …. Pendeknya, …. Sebagai kesimpulan, …. Sebaiknya, …. Sebelumnya, …. Sebenarnya, …. Sehubungan dengan itu, …. Selain itu, …. Selanjutnya, …. Sementara itu, …. Sesudah itu, …. Sesungguhnya, …. Sungguhpun demikian, …. Tambahan lagi, …. Tambahan pula, …. Untuk itu, …. Walaupun demikian, …

171Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern Aktivitas 4.11 Kerjakan latihan di bawah ini bersama teman kelompok kalian! 1. Baca kembali teks eksplanasi kompleks “Mengenal Kecerdasan Buatan” atau teks eksplanasi lain dari buku teks atau media daring tentang fenomena sosial/teknologi! 2. Temukan dan tandai minimal 3–5 konjungsi dalam teks tersebut (misalnya: karena, oleh sebab itu, namun, selain itu, setelah itu, sedangkan, bahkan, meskipun, dan lain-lain). 3. Diskusikan bersama kelompok kalian pertanyaan berikut. a. Apa fungsi konjungsi tersebut dalam teks? b. Apakah konjungsi tersebut membantu membuat gagasan penulis lebih runut dan mudah dipahami? c. Adakah kalimat yang terasa membingungkan karena konjungsi yang kurang tepat? Ayo, Menulis! Aktivitas 4.12 1. Buatlah sebuah teks ekplanasi kompleks! 2. Tulislah tiga paragraf tentang fenomena teknologi yang kamu kenal dan alami di dalam kehidupan sehari-hari! Pilihlah salah satu topik berikut atau buatlah topikmu sendiri! • Bagaimana media sosial memengaruhi kebiasaan belajar? • Mengapa internet mempercepat arus informasi? • Bagaimana AI (kecerdasan buatan) digunakan dalam aplikasi sehari-hari? • Mengapa banyak orang bergantung pada ponsel pintar? 3. Perhatikan struktur teks eksplanasi kompleks berikut pada saat menulis.

172Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII • Paragraf 1 (Pernyataan Umum): Jelaskan fenomena teknologi yang kamu pilih secara umum! • Paragraf 2 (Deretan Penjelas): Uraikan proses, alasan, atau dampak dari fenomena tersebut secara logis dan sistematis! • Paragraf 3 (Penutup): Berikan kesimpulan atau pernyataan akhir yang memperkuat pemahaman pembaca terhadap fenomena itu! 4. Susunlah tulisan dengan menggunakan bahasa baku dan kalimat efektif! Gunakan minimal lima konjungsi dalam tulisanmu! 5. Mintalah pendapat teman, keluarga, atau gurumu untuk memberikan masukan pada tulisanmu! 6. Publikasikan tulisanmu di media sosial atau mading sekolahmu! Kreativitas Setelah kamu selesai menulis teks eksplanasi kompleks tentang fenomena yang kamu pilih, kembangkan tulisanmu menjadi bentuk visual, yaitu sebuah infografik. Infografik ini akan membantu orang lain memahami isi teksmu secara ringkas dan visual, sekaligus menguji pemahamanmu terhadap struktur dan informasi penting dalam teks eksplanasi. 1. Bacalah ulang teks eksplanasi yang sudah kamu tulis! 2. Tentukan informasi utama: bagian pernyataan umum, deretan penjelas (sebab-akibat/proses), dan kesimpulan/interpretasi! 3. Gunakan aplikasi desain, seperti Canva, Piktochart, Adobe Express, atau yang lainnya. 4. Desainlah infografikmu dengan mencantumkan: • judul yang menarik dan sesuai, • ilustrasi/gambar ikon yang relevan, • pemilahan informasi berdasarkan struktur teks eksplanasi, • penggunaan warna dan tata letak yang rapi dan komunikatif.

173Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern 5. Publikasikan hasil infografikmu dengan cara berikut. a. Pasang infografik pada mading sekolah. b. Bagikan infografik ke media sosial atau kelasmu dengan tagar tertentu. Misalnya: #EksplanasiDigital #AIInfografisKelas12 Uji Kompetensi Informasi berikut untuk menjawab pertanyaan nomor 1– 5. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan besar dalam cara manusia berkomunikasi, bekerja, dan mengakses informasi. Salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki masyarakat pada era ini adalah literasi digital. Literasi digital tidak hanya soal bisa menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab. Kemampuan literasi digital dalam membantu seseorang memilah informasi yang benar dan yang menyesatkan. Saat ini banyak berita palsu atau informasi yang tidak valid beredar cepat di media sosial. Tanpa literasi digital, seseorang dapat dengan mudah terpengaruh dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Oleh karena itu, kemampuan ini penting untuk menciptakan masyarakat yang berpikir kritis dan bertanggung jawab secara digital. Literasi digital juga mendukung seseorang untuk dapat bekerja secara adaptif di tengah arus teknologi. Banyak bidang pekerjaan yang kini terhubung dengan AI dan sistem digital. Dengan kemampuan literasi digital, seseorang akan lebih siap menghadapi perubahan dan memanfaatkan teknologi dengan bijak. Dengan demikian, literasi digital menjadi keterampilan esensial yang harus dimiliki setiap individu di era kecerdasan buatan. Melalui literasi digital, manusia dapat tetap relevan dan berdaya dalam menghadapi kemajuan teknologi yang pesat.

174Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII 1. Gagasan pokok paragraf pertama adalah.... A. Teknologi hanya digunakan untuk komunikasi. B. Literasi digital berkaitan dengan penggunaan perangkat saja. C. Literasi digital menjadi keterampilan penting di era AI. D. Semua orang sudah memiliki kemampuan literasi digital. E. Komunikasi tidak lagi membutuhkan manusia. 2. Kalimat berikut yang merupakan gagasan penjelas dari paragraf kedua adalah.... A. Literasi digital tidak penting di media sosial. B. Berita palsu semakin sulit ditemukan. C. Semua informasi yang kita terima pasti benar. D. Media sosial selalu menyajikan informasi yang akurat. E. Banyak berita palsu yang menyebar cepat di media sosial. 3. Tujuan kalimat Dengan kemampuan literasi digital, seseorang akan lebih siap menghadapi perubahan dan memanfaatkan teknologi dengan bijak adalah untuk... A. Menyatakan bahwa AI tidak dapat dikendalikan B. Menguatkan manfaat literasi digital dalam dunia kerja C. Menjelaskan akibat dari kurangnya literasi digital D. Menjelaskan sejarah perkembangan AI E. Mengkritik penyebaran informasi melalui teknologi. 4. Paragraf pertama dalam teks tersebut berfungsi sebagai... A. Interpretasi B. Pernyataan umum C. Deret penjelas D. Argumentasi E. Penegasan ulang

175Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern 5. Berikut ini yang merupakan bagian penegasan ulang (interpretasi) dari teks adalah... A. Literasi digital menjadi keterampilan yang tidak diperlukan. B. Literasi digital membantu orang menyebarkan informasi cepat. C. Literasi digital hanya penting bagi pelajar. D. Literasi digital menjadi keterampilan esensial yang harus dimiliki seseorang. E. Literasi digital adalah cara untuk menolak teknologi baru. 6. Cocokkan gagasan pokok di kolom A dengan gagasan penjelas yang tepat di kolom B! Tuliskan huruf jawaban yang sesuai! (Misalnya, 1→ C) Kolom A – Gagasan Pokok Kolom B – Gagasan Penjelas 1. AI menggantikan banyak pekerjaan manusia. A. Peserta didik dapat belajar dengan program bimbingan pintar. 2. AI memiliki dampak positif di dunia pendidikan. B. Chatbot dan mesin otomatis mengambil alih tugas kasir. 3. Literasi digital penting di era AI. C. Tanpa kemampuan ini, seseorang mudah terjebak hoaks. ………..........……….......... ………..........……….......... ………..........………..........

176Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Perhatikan infografik berikut untuk soal nomor 7 – 9! Sumber: Tempo (2017) 7. Menurutmu, gaya bahasa seperti apa yang digunakan penulis untuk menyampaikan gagasan/gagasannya? Jawab ………………………………………………………………………........................................... ………………………………………………………………………...........................................

177Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern ………………………………………………………………………........................................... 8. Jika infografik di atas merupakan materi yang dipresentasikan temanmu dalam kegiatan diskusi, buatlah tiga kalimat pertanyaan terbuka berkaitan dengan materi tersebut! a. ………………………………………………………………………........................................ b. ………………………………………………………………………........................................ c. ………………………………………………………………………........................................ 9. Berdasarkan informasi “16% pekerjaan akan digantikan AI pada 2020”, coba lakukan analisis terhadap kondisi saat ini (2024/2025)! Apakah prediksi tersebut benar-benar terjadi? Sebutkan bidang pekerjaan mana saja yang benar-benar tergantikan dan mana yang justru tumbuh karena kehadiran AI! Jelaskan dengan contoh nyata! ………………………………………………………………………........................................... ………………………………………………………………………........................................... 10. Bacalah teks berikut ini dengan saksama, kemudian isilah bagian yang rumpang dengan konjungsi yang tepat! Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan hingga industri makanan. Robot- robot pintar telah dioperasikan di restoran untuk mencatat pesanan dan menyajikan makanan kepada pelanggan ……. banyak pemilik usaha merasa sistem ini sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi kerja. …………, penggunaan robot di restoran juga menimbulkan tantangan baru. Beberapa pelanggan merasa kurang nyaman karena interaksi dengan robot terasa dingin dan tidak ramah. …………., biaya perawatan teknologi ini cukup tinggi dan tidak semua pelaku usaha mampu menanggungnya.

178Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Pengayaan Jika kamu ingin memperkaya kemampuan kamu dalam membuat teks eksplanasi kompleks dengan berbasis multimodal, kamu dapat melakukan kegiatan pengayaan sebagai berikut. 1. Pilihlah satu isu atau gagasan menarik seputar kecerdasan buatan (AI)! 2. Carilah data, kutipan, atau contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari dari berbagai sumber! 3. Susunlah narasi atau informasi visual, seperti pendapat, alasan, solusi, atau ajakan dalam bentuk kerangka pesan! 4. Kembangkan kerangka tersebut dalam bentuk infografik digital! 5. Gunakan gaya penulisan yang informatif, singkat, dan persuasif! 6. Desainlah karyamu dengan memanfaatkan teknologi, seperti Canva atau yang lainnya! 7. Sertakan judul yang menarik, ilustrasi/ikon, dan gaya bahasa yang komunikatif! 8. Unggahlah ke media sosialmu dengan takarir yang merepresentasikan pesanmu! 9. Tambahkan tagar kampanye dan tandai akun sekolahmu (jika ada) pada infografik karyamu! Refleksi Kegiatan Pembelajaran IV Selamat, kamu telah menuntaskan pembelajaran pada Bab IV. Saatnya kamu melakukan refleksi terhadap apa saja yang telah kamu pelajari! Berikan tanda centang () untuk menunjukkan capaian pembelajaran!

179Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern Refleksi Akhir 1 Berikut ini penjelasan untuk mengisi tabel refleksi. 1. Capaian pembelajaran adalah tujuan pembelajaran yang diharapkan setelah kamu belajar. 2. Sudah memahami adalah kondisi ketika kamu sudah mampu memahami dan melakukan suatu pembelajaran. 3. Masih perlu mempelajari kembali adalah kondisi ketika kamu masih memerlukan pembelajaran lebih lanjut dengan bimbingan guru. 4. Rencana tindak lanjut adalah upaya kamu untuk memperdalam materi di dalam bab. Tabel 4.14. Refleksi Pembelajaran Capaian Pembelajaran Sudah Memahami Masih perlu Mempelajari Kembali Rencana Tindak Lanjut Saya mampu memahami informasi teks eksplanasi kompleks secara implisit. Saya mampu mengevaluasi gagasan, pandangan, atau pesan dalam teks eksplanasi kompleks. Saya mampu merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari teks eksplanasi kompleks.

180Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Capaian Pembelajaran Sudah Memahami Masih perlu Mempelajari Kembali Rencana Tindak Lanjut Saya mampu menganalisis struktur teks, gaya bahasa, dan tujuan teks eksplanasi kompleks. Saya mampu menganalisis akurasi data teks eksplanasi yang dibaca. Saya mampu mempresentasikan teks eksplanasi kompleks berdasarkan elaborasi gagasan, pandangan, dan perasaan melalui monolog, dialog, dan gelar wicara. Saya mampu menulis gagasan, pandangan, dan/atau pengetahuan metakognitif dalam teks eksplanasi kompleks dengan memperhatikan struktur dan penggunaan konjungsi. 1. Untuk menghitung persentase penguasaan materi, kamu dapat menggunakan rumus sebagai berikut. 2. Jika 70—100% materi di atas sudah kamu kuasai, kamu dapat meminta aktivitas pengayaan kepada gurumu. 3. Jika materi yang kamu kuasai masih di bawah 70%, kamu dapat mendiskusikan kegiatan remedial yang dapat dilakukan dengan gurumu. Penguasaan materi = ([Jumlah centang materi yang dikuasai]/ [Jumlah seluruh materi]) x 100

181Bab IV - Menerapkan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Modern Refleksi Akhir 2 Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan sejujur-jujurnya berdasarkan hasil pembelajaran yang kamu ikuti pada Bab IV! Pertanyaan ini tidak memiliki bobot nilai, hanya akan dijadikan sebagai data bagi gurumu untuk melakukan tindak lanjut guna perbaikan pembelajaran ke depan. 1. Peristiwa/kegiatan/momen penting apa yang kamu alami saat pem- belajaran Bab IV ini berlangsung? 2. Apakah kamu merasakan pemikiran/perasaan yang sadar, bermakna, dan menyenangkan saat mempelajari Bab I V ini? Coba uraikan dengan kalimatmu sendiri ketiga pemikiran/perasaan yang kamu alami! 3. Tujuan pembelajaran manakah yang menurutmu paling kamu kuasai dan belum kamu kuasai? Tuliskan alasanmu. 4. Bagaimana penerapan yang akan kamu lakukan setelah mempelajari semua materi pada Bab IV ini?

Mengungkapkan Kekaguman tentang Kearifan LokalV KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAHKEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA, 2025REPUBLIK INDONESIA, 2025 Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XIIuntuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Penulis: Alvian Kurniawan, Ismail Kusmayadi, Velayeti Nurfitriana AnsasPenulis: Alvian Kurniawan, Ismail Kusmayadi, Velayeti Nurfitriana Ansas ISBN 978-634-00-3113-3ISBN 978-634-00-3113-3 “Apa jenis tulisan yang dapat digunakan untuk mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan, dan pendapat untuk menanggapi berbagai topik?”