E-Book Adiwiyata (Siswa SMP)
Rolindri Geovani Wilma Izaac
KATA PENGANTAR Halo, Green Gen-Z! Kam pernah rasa gerah sekali kah pas lagi belajar di dalam kelas? Atau pusing liat sampah plastik bekas jajan su jadi gunung di pojok kantin? Sadar atau tidak, torang pu bumi ini lagi kasih kode kalau dia ada tidak baik-baik saja. Isu perubahan iklim, pemanasan global, sampai krisis sampah itu betul-betul terjadi sekarang, dan butuh solusi cepat. Bukan tunggu superhero di film bioskop datang bantu, tapi mulai dari torang—anak-anak SMP yang punya energi dan kreativitas besar! E-book "Green Gen-Z: Panduan Seru Jadi Agen Adiwiyata Sekolah Kita" ini khusus untuk kam. Buku ini bukan mau kasih pusing kepala dengan teori lingkungan yang membosankan, tapi ini macam cheat code atau panduan gampang buat kam yang mau ambil bagian jaga sekolah. Apalagi, sekarang pemerintah su kasih keluar aturan baru yang paling segar di Permen LH/BPLH No. 5 Tahun 2025. Kabar baiknya, aturan baru ini tidak bikin pusing dengan urusan susun berkas laporan yang kaku lagi. Sekarang yang dinilai itu torang pu aksi nyata dan perubahan gaya hidup sehari-hari di sekolah. Di dalam buku ini, kam akan tau bagaimana serunya naik level dalam "game" Adiwiyata—mulai dari Level 1 (Registrasi) sampai bisa jadi Master di Level 4 (Mandiri). Kam juga akan diajak buat ikutan berbagai misi seru, mulai dari stop pakai plastik sekali pakai di kantin, gerakan hemat energi, sampai cara "pamer" aksi hijau sekolah lewat aplikasi keren nama SIDIA. Sekolah Adiwiyata itu bukan cuma soal ikut lomba kebersihan supaya dapat piala saja, tapi tentang bagaimana torang baku bawa dengan teman-teman untuk peduli sama masa depan bumi. Ayo, buka halaman sebelah, pasang pikiran untuk jaga lingkungan, dan siap-siap jadi Agen Adiwiyata yang bikin bangga! Let’s save the planet, one school at a time! Sorong, Juli 2026 Penulis
DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB 1: Spoiler Alert! Kenapa Bumi Butuh Kamu? BAB 2: Aturan Main Baru: Membedah Permen LH/BPLH No. 5 Tahun 2025 BAB 3: The Avengers Sekolah: Siapa Saja Warga Adiwiyata? BAB 4: Misi Aksi Nyata (4 Pilar Kriteria Adiwiyata) BAB 5: Mengukur Perubahan: Gimana Kita Tahu Kita Berhasil? Epic Checklist Agen Adiwiyata SMP Penutup Lampiran Link ...................................... ...................................... ...................................... ...................................... ...................................... ...................................... ...................................... ...................................... ...................................... ...................................... 1 2 3 6 9 11 13 15 16 17
Yo, halo kam anak-anak SMP yang paling keren! Selamat datang. Sekarang tong mau cerita-cerita santai tentang tong pu tempat tinggal sendiri—yaitu Bumi. Kam tahu toh, Bumi ini lagi tra baik-baik saja, dan dia butuh kam pu bantuan. Tra usah takut, tong tra bahas kiamat kah apa kah, tapi tong mau lihat bagaimana tong bisa jadi pahlawan buat lingkungan sendiri. BAB I Spoiler Allert! Kenapa Bumi Butuh Kamu?
Kam pasti bingung pas lihat judulnya. "Adoh, Permen LH/BPLH itu apa lagi? Permen mainan kah? Baru kenapa pakai nomor-nomor segala?" Tenang, tra usah pusing. Ini bukan aturan hukum yang bikin ngantuk, tapi ini adalah "Aturan Main Baru" dari pemerintah pusat buat sekolah-sekolah Adiwiyata di seluruh Indonesia. Biar gampang, tong bayangkan aturan ini kayak rules baru di game Mobile Legends atau PUBG yang musti tong pelajari supaya bisa menang (victory)! BAB II Aturan Main Baru Membedah Permen LH/BPLH No. 5 Tahun 2025
LEVEL 2 : Penghargaan Kabupaten/Kota Level ini su naik jadi Elite atau Master. Sekolah su mulai bikin aksi nyata, baru dinilai sama orang-orang hebat dari Dinas Lingkungan Hidup di kabupaten/kota atau provinsi. Kalau lolos, sekolah dapat sertifikat penghargaan dari kepala daerah, tanda kalau tong pu aksi diakui sama orang satu daerah! Menjelajahi4LevelAdiwiyata (KayakNaikLevelGame!) LEVEL 4 : Adiwiyata Mandiri Ini level paling tinggi, level Mythical Glory alias Suhu dari segala suhu! Sekolah tra cuma jaga diri sendiri lagi, tapi dorang su jadi pelatih buat sekolah-sekolah lain di sekitar. Dorang bagi ilmu dan bantu sekolah lain supaya bisa ikutan hijau. Mantap toh? Di aturan baru ini, sekolah pu perjalanan diatur kayak tingkatan level di dalam game. Dari yang baru mulai bikin akun, sampai yang su jadi Pro Player alias Suhu. Mari tong mulai dari level paling bawah: LEVEL 1 : Registrasi dan Komitmen Ini ibarat ko baru buat akun game dan masuk level Warrior. Di level ini, sekolah baru daftar dan pasang komitmen: "Tong siap mau jadi sekolah Adiwiyata!" Guru dan murid kumpul buat bagi tugas dan mulai bikin rencana aksi hijau di sekolah. LEVEL 3 : Adiwiyata Nasional Nah, ini su masuk level Grandmaster atau Epic. Saingannya su bukan cuma sekolah tetangga lagi, tapi dari Sabang sampai Merauke! Sekolah yang masuk level ini berarti su keren sekali, dorang pu program lingkungan su mantap dan diakui secara nasional oleh kementerian di Jakarta.
Nah, di Adiwiyata juga ada tempat buat "pamer", namanya SIDIA (Sistem Informasi Digital Adiwiyata). Ini adalah aplikasi atau website keren dari pemerintah. Biar seluruh Indonesia bisa lihat dan kasih nilai buat kam pu sekolah. Jadi, mari tong isi SIDIA dengan aksi- aksi paling kreatif dari tong pu sekolah!
Kam pasti tahu The Avengers, toh? Dorang itu kumpulan pahlawan super yang punya kekuatan beda-beda, tapi kerja sama-sama buat selamatkan dunia dari Thanos. Nah, di sekolah juga begitu! Buat bikin sekolah jadi hijau dan bersih, tong tra bisa kerja sendiri-sendiri. Tong butuh satu tim pahlawan super yang lengkap. Aturan baru su bagi tugas buat masing-masing orang di sekolah. Mari tong kenalan dengan para personil Avengers sekolah: BAB III The Avengers Sekolah: Siapa Saja Warga Adiwiyata? Struktur Tim Adiwiyata Sekolah: Dorang yang Atur Strategi Kepala Sekolah (Si Nick Fury): Beliau ini bos besar yang kasih komando, bikin kebijakan, dan dukung semua program hijau lewat anggaran sekolah. Guru-Guru (Dorang yang Mentor): Guru-guru ini yang bimbing kam, kasih ide-ide kreatif, dan masukkan materi lingkungan ke dalam pelajaran biar tra membosankan. Komite Sekolah (Orang Tua Murid): Dorang juga tra mau kalah! Orang tua murid ikut bantu dukung dari luar, kasih masukan, bahkan kadang ikut sumbang tanaman kah alat kebersihan buat sekolah.
Kader Adiwiyata: Tugas Mulia Kamu dan Teman-Temanmu sebagai Influencer Lingkungan Mengajak Seluruh Warga Sekolah (Sampai ke Petugas Kantin dan Penjaga Sekolah!) Nah, sekarang kelompok paling penting: Kam sendiri! Kam anak-anak pilihan yang diangkat jadi Kader Adiwiyata. Jangan pikir tugasnya cuma menyapu lantai saja, ah tra level! Kam pu tugas asli itu mirip-mirip influencer di Instagram atau TikTok, tapi topiknya tentang lingkungan. Kam yang jadi contoh terdepan buat teman-teman lain. Kalau lihat teman buang sampah sembarang, ko tegur dengan gaya yang asyik. Kalau lihat keran air menyala tra ada yang pakai, ko pergi kasi mati. Kam yang bikin konten-konten seru tentang cara rawat tanaman di sekolah. Kam itu penggerak utamanya! Tanpa kam, gerakan ini tra jalan. Ingat, Avengers itu tra lengkap kalau cuma andalkan Iron Man atau Thor saja. Semua yang ada di dalam sekolah musti terlibat tanpa kecuali! Petugas Kantin (Mama-Mama Kantin): Dorang ini penting sekali! Dorang dibantu buat tra pakai bungkus plastik sekali pakai lagi. Jual makanan pakai piring atau daun, dan ingatkan anak-anak buat tra buang sisa makanan sembarang. Penjaga Sekolah/Security (Garda Terdepan): Dorang yang jaga keamanan dan bantu awasi kebersihan lingkungan sekolah dari pagi sampai sore. Teman-Teman Kelas Lain: Semua murid dari kelas 7 sampai kelas 9 wajib ikut mendukung, minimal dengan cara tra bikin kotor dorang pu kelas sendiri. Jadi, kalau semua warga sekolah su kompak dari ujung depan sampai ujung belakang, tra ada lagi yang namanya sampah berserakan. Sekolah pasti jadi tempat yang paling nyaman buat belajar!
Di bab-bab sebelum, tong su tahu aturan main dengan siapa saja personil Avengers sekolah. Nah, sekarang waktunya tong turun ke lapangan buat jalankan misi! Di aturan Permen LHK No. 5 Tahun 2025, ada 4 pilar utama yang harus tong bereskan. Biar seru, tong bikin 4 pilar ini jadi Misi Tantangan Harian yang wajib kam anak-anak SMP taklukkan! Mari tong cek satu-satu dorang pu misi: BAB IV Misi Aksi Nyata (4 Pilar Kriteria Adiwiyata) Misi 1: Kebijakan Sekolah (Vibe Check Visi Misi Sekolah Kita, Su Hijau Belum?) Misi pertama ini mulainya dari aturan tertulis di sekolah. Tong musti bikin vibe check ke visi, misi, dan peraturan sekolah. Coba ko cek papan pengumuman atau tanya ke guru: "Ibu/Bapak, sekolah pu visi misi ada bahas tentang jaga alam ka tra?" Sekolah Adiwiyata yang keren itu harus punya aturan tegas yang dukung lingkungan. Contohnya: aturan dilarang bawa botol plastik sekali pakai ke sekolah, atau kewajiban kerja bakti berkala. Kalau aturan ini su ada dan jelas, berarti sekolah pu vibe su mantap dan sah menuju sekolah hijau! Misi 2: Belajar Seru Berbasis Lingkungan (Tugas Sekolah yang Berhubungan dengan Alam) Siapa bilang belajar lingkungan itu cuma pas pelajaran IPA saja? Ah, tra level! Di misi kedua ini, semua mata pelajaran bisa tong hubungkan dengan isu lingkungan biar belajarnya tra membosankan. Pelajaran IPA: Tong tra cuma hafal teori, tapi langsung praktik cari tahu bagaimana sampah plastik bisa rusak tanah sekolah. Pelajaran Matematika: Kam bisa belajar hitung volume sampah yang dihasilkan satu kelas dalam sehari, baru bikin grafiknya. Pelajaran IPS atau Bahasa Inggris: Kam bisa bikin poster atau pidato pakai bahasa Inggris tentang cara selamatkan hutan Papua dari kerusakan. Jadi, belajar apa saja rasanya asyik karena langsung lihat contoh nyatanya!
Misi 3: Gerakan Ramah Lingkungan (Aksi Partisipatif) Nah, ini misi yang paling seru karena butuh gerakan fisik dari kam semua. Ada 4 tantangan harian yang musti tong taklukkan sama-sama: Tantangan Kebersihan & Sanitasi: Kamar mandi sekolah itu tra boleh bau atau kotor kayak tempat hantu. Kamar mandi musti bersih, wangi, dan airnya lancar supaya tong buang air juga rasa nyaman dan sehat. Tantangan Pilah Sampah: Mulai sekarang, stop diet kantong plastik! Di kantin, tong kurangi beli makanan yang bungkus plastik banyak-banyak. Terus, kalau buang sampah harus dipilah: mana yang organik (sisa makanan/daun) dan mana yang anorganik (plastik/kaleng) supaya gampang di-recycle. Tantangan Keanekaragaman Hayati: Bikin sekolah jadi hijau royo-royo! Tong bisa manfaatkan pojok kelas atau lahan kosong buat bikin apotek hidup (tanam jahe, kunyit) atau bikin tanaman hidroponik yang keren. Tantangan Hemat Energi & Air: Ini misi operasi rahasia! Habis jam pulang sekolah, sebelum kam pulang ke rumah, pastikan lampu kelas, kipas angin, dan keran air di kamar mandi su mati total. Jangan biarkan energi terbuang percuma pas sekolah su sepi. Misi 4: Memanfaatkan Sarpras Sekolah (Maksimalkan Fasilitas Hijau) Misi terakhir adalah memanfaatkan Sarpras (Sarana dan Prasarana) alias fasilitas yang su ada di sekolah. Jangan biarkan fasilitas itu cuma jadi pajangan saja! Lubang Biopori: Kalau ada lubang-lubang kecil di tanah halaman sekolah, itu namanya biopori. Kam pu tugas itu isi dorang pakai daun-daun kering supaya air hujan gampang meresap ke dalam tanah dan tra bikin banjir. Komposter: Tempat bikin pupuk ini harus diisi sampah organik secara teratur. Nanti kalau su jadi pupuk, tong pakai lagi buat suburkan taman sekolah. Taman Sekolah: Jaga dan rawat tanaman yang ada. Jangan tangan gatal pergi petik- petik daun atau injak rumput sembarang.
Setelah tong su bikin gerakan macam-macam, su pilah sampah, su tanam pohon, sekarang pertanyaannya: Bagaimana tong tahu kalau tong pu usaha ini su sukses? Apakah cuma karena dapat piala baru habis itu selesai? Ah, tra boleh begitu. Di aturan baru ini, keberhasilan itu diukur dari perubahan nyata yang kelihatan di sekolah dan bagaimana tong pu sifat berubah jadi lebih sayang lingkungan. Mari tong lihat bagaimana cara ukur keberhasilan itu: BAB V Mengukur Perubahan: Gimana Kita Tahu Kita Berhasil?
JUMLAH CENTANG
PENUTUP Congratulation, Agen! Kam su selesaikan semua bab dan baca seluruh misi yang ada di buku ini. Sekarang, ko bukan lagi anak SMP biasa yang cuma nonton isu lingkungan lewat FYP di media sosial. Ko su resmi jadi bagian dari Green Gen-Z—generasi penggerak yang tau cara ubah kepedulian jadi aksi nyata! Ingat baik-baik, aturan baru di Permen LH/BPLH No. 5 Tahun 2025 bawa pesan yang kuat sekali: sertifikat Adiwiyata yang kam pu sekolah dapat nanti itu bakal berlaku selamanya. Tra ada lagi masa kedaluwarsa atau ujian ulang tiap berapa tahun sekali. Artinya apa? Pemerintah percaya kalau budaya hijau yang kam bangun hari ini bukan cuma proyek musiman demi cari nilai, tapi warisan gaya hidup yang musti dijaga terus sampai ke adik-adik kelas nanti. Mau tembus batas nilai kelulusan 70% di aplikasi SIDIA atau hadapi tim penilai lapangan yang datang ke sekolah itu sebenarnya gampang saja. Kuncinya cuma satu: konsisten. Ko pu langkah kecil kayak kancing keran air habis wudhu atau cuci tangan, pilah botol plastik di kantin, atau sekadar tegur teman supaya tra buang sampah sembarang—itu sudah yang bikin gerakan Adiwiyata di sekolah tetap hidup! Pakai Epic Checklist di bab terakhir buku ini buat jadi ko pu jurnal harian. Ajak The Avengers versi sekolahmu—mulai dari kepala sekolah, guru-guru yang gokil, sampai bapak-ibu yang jaga kantin—untuk sama-sama eksekusi misi ini. Perjalanan baru saja dimulai. Bumi ini tra butuh satu orang yang sempurna sekali bikin gerakan zero- waste (bebas sampah), tapi Bumi butuh jutaan anak muda kayak kam yang bikin aksi hijau dengan konsisten, biar pun mulai dari hal-hal kecil. Stay green, stay awesome, and let’s make our school a better place! Sampai baku dapa di aplikasi SIDIA pada level paling tinggi!
LAMPIRAN LINK Peduli Lingkungan Klik di sini Klik di sini Klik di sini Pilah Sampah Klik di sini Klik di sini Klik di sini Klik di sini Klik di sini Sanitasi dan Drainase Klik di sini Klik di sini Klik di sini Klik di sini Klik di sini Kader Adiwiyata Klik di sini Klik di sini Klik di sini
LAMPIRAN LINK Kegiatan 3R (Kurangi, Pakai Ulang, Olah) Klik di sini Klik di sini Klik di sini Penanaman dan Pemeliharan Pohon Klik di sini Klik di sini Klik di sini Klik di sini Hemat Air dan Listrik Klik di sini Klik di sini Klik di sini Klik di sini Klik di sini LINK DOWNLOAD (PDF) Klik di sini
Bumi lagi kasih kode kalau dia tra baik-baik saja, dan superhero yang dia tunggu itu... KO! Buku ini bukan teori membosankan yang bikin ko pusing kepala, tapi cheat code paling segar buat kam—anak SMP—bisa naik level jadi Agen Adiwiyata lewat aturan terbaru! Di dalam buku ini, ko akan temukan: Misi Rahasia: Cara gampang diet plastik di kantin, operasi hemat energi, sampai bikin hidroponik keren di pojok kelas. The Avengers Sekolah: Cara kompak sama-sama kepala sekolah, guru gokil, sampai bapak-ibu penjaga kantin buat jaga lingkungan. Pamer Aksi Hijau: Trik upload aksi kreatif sekolah ke aplikasi SIDIA biar seluruh Indonesia bisa lihat. Epic Checklist: Jurnal seru buat pantau ko pu aksi hijau tiap hari biar bisa lolos nilai minimal 70% dan dapat sertifikat yang berlaku selamanya! Tra usah tinggal diam lagi! Ayo buka ini buku, pasang mindset peduli lingkungan, dan mari tong bikin sekolah jadi lebih hijau! Let’s save the planet, one school at a time! Rolindri Geovani Wilma Izaac
