View Fungsi Sintaksis (Produk) flipbook.
Sintaksis merupakan cabang ilmu linguistik yang mengkaji tentang frasa, klausa, kalimat dan wacana. Fungsi sintaksis merupakan salah satu dasar penting dalam analisis sintaksis. Kesalahan dalam menentukan fungsi sintaksis dapat menyebabkan kesalahan pada analisis berikutnya, termasuk analisis frasa, klausa, dan kalimat. Oleh karena itu, penguasaan fungsi sintaksis tidak cukup dilakukan melalui hafalan definisi. Mahasiswa perlu belajar mengidentifikasi ciri, menggunakan teknik pengujian, menemukan kesalahan, memberikan alasan, dan memperbaiki hasil analisis. Fungsi sintaksis mencakup subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel) dan keterangan (K). Berikut ini akan dipaparkan mengenai fungsi sintaksis. Pernahkah kamu membaca sebuah kalimat, tetapi merasa bingung menentukan siapa yang melakukan tindakan, apa tindakannya, dan apa yang dikenai tindakan tersebut? Atau pernahkah kamu menemukan kalimat yang setiap katanya kamu pahami, tetapi hubungan antarkatanya terasa tidak jelas? Di sinilah fungsi sintaksis menjadi penting.
Tontonlah video pada tautan berikut ini.
a. Subjek (S) Subjek merupakan fungsi sintaksis yang menjadi pokok pembicaraan dalam konstruksi kalimat dan memiliki hubungan tertentu dengan predikat. Subjek dapat diduduki oleh kata, frasa, maupun klausa dalam kalimat majemuk. Subjek adalah bagian yang diterangkan oleh predikat. Penentuan subjek dapat dilakukan dengan memperhatikan ciri-ciri sebagai berikut (Supriyadi, 2014), 1. jawaban apa/siapa + predikat ? 2. dapat disertai kata itu 3. dapat didahului kata bahwa 4. memiliki keterangan pewatas yang 5. tidak dapat didahului oleh preposisi (dari, dalam, di, ke, kepada, pada). Subjek tidak selalu di awal kalimat walaupun sebagian besar kalimat fungsi subjek menduduki posisi awal dalam kalimat. Perhatikan kalimat di bawah ini.
b. Predikat (P) Predikat adalah bagian kalimat yang menerangkan subjek dan merupakan inti dari klausa. Ciri utama predikat merupakan jawaban dari pertanyaan Bagaimana + Subjek? Kesalahan penentuan predikat adalah menganggap bahwa semua verba adalah predikat padahal pada kenyataannya predikat dapat diduduki oleh kategori lain. Predikat juga dapat berupa adjektiva, nomina, numeralia, atau kategori lainnya.
c. Objek (O) Objek diperlukan untuk predikat yang memerlukan objek. Objek dapat berupa nomina atau frasa nomina. Penentuan objek dalam kalimat dapat dilakukan sebagai berikut: 1. penyerta predikat 2. dapat diubah menjadi subjek dalam kalimat pasif 3. tidak didahului preposisi Objek pada umumnya hadir setelah predikat yang memerlukan objek. Perhatikan kalimat di bawah ini. Pemuda itu memanggil Mama S P O Dari kalimat di atas objek dari kalimat di atas adalah mama. Pembuktiannya adalah kata mama dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif berikut ini. Mama memanggil pemuda itu S P O
d. Pelengkap (Pel) Pelengkap dapat berupa frasa nomina, verba, adjektiva, numeralia, preposisi, dan pengganti nomina. Pelengkap biasanya hadir dalam tuturan setelah objek atau kalau tidak memiliki objek maka hadir setelah predikat. Perbedaan yang paling mendasar antara objek dan pelengkap adalah objek dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif sedangkan pelengkap tidak bisa menjadi subjek. Perhatikan kalimat di bawah ini. Ibu mengambilkan saya Ikan salai S P O Pel
e. Keterangan (K) Keterangan merupakan unsur yang memberikan informasi tambahan terhadap predikat atau keseluruhan kalimat. Kehadirannya pada umumnya bersifat manasuka dan dapat dipindahkan posisinya tanpa mengubah struktur dasar kalimat. Keterangan dapat berupa frasa nominal, frasa preposisional, dan frasa adverbial. Kami berkunjung ke Taman Wisata Iman (TWI) S P K Dari kalimat di atas terlihat bahwa apabila keterangan ke Taman Wisata Iman kita pindahkan ke depan kalimat dan setelah subjek makna kalimatnya tetap sama. Itulah yang disebut kehadiran keterangan bersifat manasuka.
f. Latihan
g. Jawaban
Untuk memantapkan pemahaman saudara mengenai fungsi sintaksis, tonton video di bawah ini.