Bab pertama dari buku karya Anto Rohmawan yang membahas pentingnya adaptasi di tengah perubahan teknologi dan kecerdasan buatan. Penulis mengajak pembaca merenungkan bagaimana dunia berubah drastis dalam tiga dekade terakhir, dari cara bekerja, berkomunikasi, hingga belajar. Disertai rujukan pada Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, buku ini menyoroti bahwa kesuksesan tidak lagi…
Bab pertama buku 'The Future Belongs to Those Who Keep Growing: Adapting to Change Is a Necessity, Not a Choice' karya Anto Rohmawan. Buku ini ditujukan bagi siapa saja yang ingin memahami pentingnya adaptasi di tengah perubahan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin cepat.
Penulis membuka dengan analogi seseorang yang tertidur pada 1996 dan terbangun di 2026, menggambarkan betapa drastisnya perubahan dunia: dari telepon genggam, kendaraan otonom, hingga AI yang menggantikan banyak pekerjaan manusia. Perubahan kini terjadi lebih cepat, luas, dan mendalam dibanding era sebelumnya.
Buku ini mengutip Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum yang menyebut transformasi teknologi, AI, perubahan demografis, dan dinamika ekonomi global akan membentuk dunia kerja hingga 2030. Banyak pekerjaan akan berubah, dan keterampilan yang dibutuhkan kini belum tentu relevan lima tahun mendatang.
Penulis membedakan antara kecerdasan akademik dan kemampuan praktis di dunia kerja. Banyak individu dengan prestasi akademik tinggi justru kesulitan di lingkungan kerja, sementara mereka yang mampu beradaptasi, membangun jejaring, dan mengambil keputusan dalam ketidakpastian seringkali lebih sukses sebagai wirausahawan atau pemimpin.
Penulis berbagi pengalaman pribadinya sejak 1996 di sektor perbankan dan pertambangan, serta sebagai dosen, konsultan, dan trainer. Ia menyoroti kesenjangan antara dunia akademik yang mengukur kecerdasan dari nilai dan gelar, dengan dunia profesional yang menekankan adaptabilitas, komunikasi, dan inovasi.
Bab ini ditutup dengan pertanyaan reflektif tentang ukuran kesuksesan sejati, serta mengutip UU Sisdiknas 2003 tentang tujuan pendidikan nasional yang mencakup pengembangan karakter, kreativitas, dan kemandirian, bukan sekadar kecerdasan akademik.