Created in Canva
MENGENAL TANAH SUCI BAITUL MAQDIS(ISTILAH DAN DEMOGRAFI)
MENGENAL TANAH SUCI BAITUL MAQDIS (ISTILAH DAN DEMOGRAFI) Baitul Maqdis dipandang sebagai salah satu dari tiga wilayah te dalam Islam. Wilayah ini disebut dalam Al-Qur’an dalam berbagai karena menjadi latar bagi banyak kisah, terutama kisah para n sebagian besar dilahirkan, menetap, berkunjung, berhijrah, memerin wafat di tanah yang disucikan dan diberkahi ini. Masjidil Aqsa yang berdiri di jantung Baitul Maqdis mengukuhkan ke wilayah ini sebagai tanah yang disucikan (al-Arḍ al-Muqaddasah) da yang diberkahi (al-Arḍ al-Mubārakah), sekaligus simbol peradaban, keimanan, dan titik temu sejarah panjang para nabi. Al-Qur’an menyebut nama dua masjid secara eksplisit, yaitu Masjidil Makkah dan Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis. Sejak awal kebangkitan Isl sahabat Nabi sangat merindukan untuk mengunjunginya dan dalamnya. Masjidil Aqsa menempati kedudukan khusus dalam jiw muslim, karena keistimewaanya sebagai kiblat pertama umat Islam da Isra' dan Mikrajnya Nabi Muhammad saw. Allah swt memilih dan mengutamakan sebagian ciptaan-Nya atas yan antara manusia dipilih para nabi dan syuhada, di antara bulan dipilih R di antara malam dipilih Lailatulkadar, dan di antara hari dipilih Jum pemuliaan yang sama juga berlaku pada tempat. Makkah diposisikan Pusat Petunjuk bagi Semesta Alam (QS. Ali Imran: Ayat 96), Madinah Pusat Rahmat bagi Semesta Alam (QS. Al-Anbiya: Ayat 107), dan Baitu sebagai Pusat Keberkahan bagi Semesta Alam (QS Al-Anbiya: Ayat 71) Masjidil Aqsa sebagai “pusat dari pusat berkah dan kesucian keberkahannya untuk seluruh umat manusia. A.Sejarah Istilah Baitul Maqdis Tahukah kamu bahwa Baitul Maqdis pernah memiliki nama lain? Islam datang ke wilayah ini, kota tersebut dikuasai oleh bangsa Roma tahun 135 M, Kaisar Hadrianus membangun ulang kota ini dan mem nama baru, yaitu Aelia Capitolina yang didalamnya ada banyak kota, k dan desa. Nama itu dipakai selama sekitar 500 tahun, sampai Islam d wilayah ini. Bangsa Arab sebelum Islam sebenarnya sudah mengenal wilayah ini sering berdagang ke negeri Syam, sehingga mengetahui kota-kota di s juga orang dari Jazirah Arab yang beragama Kristen datang ke Ae beribadah. Sampai sekarang, di Palestina masih ada gereja-gereja yan tua, salah satunya Gereja yang ada di Betlehem. Menurut Prof. Khalid el-Awaisi bahwa nama-nama wilayah tersebut di dalam lebih dari dua puluh bentuk: Aelia, Baitul Maqdis, Arḍ al-