PELITA LIMAU: Penguatan Tata Kelola Layanan Imigrasi Masuk…

Rancangan Aksi Perubahan untuk Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan IV BPSDM Provinsi Sumatera Utara tahun 2026.

Dokumen ini adalah Rancangan Aksi Perubahan yang disusun oleh Zaqi Yunahar, S.H., Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kepulauan Meranti. Rancangan ini dibuat dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Sumatera Utara. Dokumen ini ditujukan bagi para pemangku kepentingan di lingkungan imigrasi dan pemerintah daerah.

Latar belakang dokumen menjelaskan kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Meranti yang terdiri dari pulau-pulau, sehingga masyarakat kesulitan mengakses Kantor Imigrasi untuk mendapatkan layanan paspor. Kuota harian 50 permohonan paspor belum terpenuhi secara optimal, dan penerimaan PNBP tahun 2025 menurun sebesar Rp271,55 juta (6,34%) menjadi Rp4,014 miliar. Inovasi PELITA LIMAU hadir sebagai layanan jemput bola ke pulau-pulau.

Tujuan aksi perubahan ini dibagi dalam tiga jangka waktu. Jangka pendek: terbentuknya koordinasi antar pihak dan pelayanan di dua kecamatan. Jangka menengah: perluasan ke enam kecamatan. Jangka panjang: keberlanjutan PKS dan pengembangan model pelayanan. Manfaatnya mencakup individu, organisasi, dan masyarakat berupa peningkatan sinergi, efektivitas, dan akses layanan.

Profil organisasi memaparkan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kepulauan Meranti sebagai UPT Direktorat Jenderal Imigrasi di bawah Kanwil Riau, dengan fungsi pelayanan keimigrasian, pengawasan orang asing, dan penegakan hukum. Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian bertugas melayani dokumen perjalanan termasuk paspor. Tantangan utama adalah kondisi geografis kepulauan dan keterbatasan akses masyarakat.

Analisis masalah menggunakan metode APKL dan USG. Isu prioritas adalah pelayanan keimigrasian yang belum efektif menjangkau masyarakat di pulau luar, dengan skor USG tertinggi 14. Analisis penyebab isu menggunakan Fishbone pada aspek Man, Machine, Method, Material, dan Environment. PELITA LIMAU bertujuan mengatasi kendala jarak, biaya, dan akses transportasi dengan mendatangi masyarakat langsung di pulau.