Dokumen ini adalah laporan aktualisasi peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan VII Angkatan XXV Tahun 2026. Disusun oleh Maylani Antoh, seorang Pemadam Kebakaran Pemula di BPBD Provinsi Papua Barat Daya. Laporan ini mendokumentasikan program PACE APAR yang bertujuan memperkuat penyebaran informasi edukatif tentang Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada masyarakat melalui media sosial.
Dokumen ini adalah laporan aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS yang disusun oleh Maylani Antoh, seorang Pemadam Kebakaran Pemula di BPBD Provinsi Papua Barat Daya. Laporan ini mendokumentasikan program PACE APAR yang bertujuan memperkuat penyebaran informasi edukatif tentang Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada masyarakat melalui media sosial.
Laporan diawali dengan profil peserta, riwayat pendidikan dari SD hingga SMA di Kota Sorong, serta profil organisasi BPBD Provinsi Papua Barat Daya. Bagian ini menjelaskan tugas dan fungsi BPBD dalam penanggulangan bencana, termasuk pencegahan, mitigasi, tanggap darurat, dan rehabilitasi.
Bagian rancangan aktualisasi mengidentifikasi isu prioritas berdasarkan analisis USG, yaitu belum efektifnya penyebaran informasi penggunaan APAR. Program PACE APAR dirancang dalam empat tahapan: penyusunan strategi komunikasi digital dan kalender konten, pengembangan konten edukatif, publikasi dan interaksi melalui media sosial, serta monitoring dan evaluasi.
Materi edukasi dikembangkan dalam format poster, infografis, video singkat, dan carousel. Konten mencakup pengenalan APAR, jenis dan fungsi, cara penggunaan yang benar, serta aspek keselamatan. Program ini dilaksanakan di Kantor BPBD Provinsi Papua Barat Daya mulai 10 Agustus hingga 28 Agustus 2026.
Laporan ini juga merangkum nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK yang diterapkan, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Selain itu, terdapat ringkasan mata pelatihan Agenda II dan Agenda III tentang Manajemen ASN dan Smart ASN.
Hasil aktualisasi menunjukkan perubahan positif berupa tersedianya strategi komunikasi digital, kalender konten, materi edukasi yang variatif, serta data monitoring publikasi, jangkauan, interaksi, dan tanggapan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi media edukasi kebakaran yang berkelanjutan.