Dokumen ini adalah herbarium digital siswa tentang pertumbuhan dan perkembangan anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis). Disusun oleh Nabila dari kelas X PPLG 1 SMK Brantas Karangkates untuk tugas observasi biologi. Isinya mencakup definisi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, tahapan hidup anggrek dari biji hingga bunga mekar, serta faktor lingkungan yang memengaruhinya seperti cahaya, suhu,…
Dokumen ini adalah herbarium digital siswa tentang pertumbuhan dan perkembangan anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis). Disusun oleh Nabila dari kelas X PPLG 1 SMK Brantas Karangkates untuk tugas observasi biologi. Isinya mencakup definisi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, tahapan hidup anggrek dari biji hingga bunga mekar, serta faktor lingkungan yang memengaruhinya seperti cahaya, suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara.
Bagian kedua mendokumentasikan habitat alami anggrek bulan di hutan hujan tropis Asia Tenggara. Mencakup data curah hujan 1.500-2.000 mm per tahun, ketinggian 0-600 mdpl, serta kondisi lingkungan ideal: suhu 22-30°C, kelembapan 60-80%, dan media tanam sabut kelapa. Juga dijelaskan faktor abiotik (cahaya, air, angin) dan biotik (jamur, pohon, serangga penyerbuk, manusia) serta adaptasi morfologi, fisiologi, dan tingkah laku anggrek.
Selanjutnya dibahas interaksi anggrek bulan dalam ekosistem melalui tabel mutualisme, komensalisme, kompetisi, dan predasi. Contoh nyata diberikan: lebah membantu penyerbukan (mutualisme), anggrek menempel pada pohon (komensalisme), persaingan dengan tumbuhan lain, serta hama seperti ulat. Jaring-jaring interaksi digambarkan melibatkan pohon, lebah, kupu-kupu, dan tumbuhan lain.
Bagian observasi mencatat perubahan lingkungan pada 28 Agustus 2026: suhu lebih panas, tanah cepat kering, hujan jarang, kelembapan rendah. Dampaknya bunga layu dan tanah retak. Siswa menyimpulkan perlunya penyiraman cukup, penempatan di tempat terang tidak langsung, serta menjaga kelembapan dan sirkulasi udara.
Aktivitas manusia di sekitar sekolah dianalisis: kendaraan bermotor, pembakaran sampah, aktivitas siswa, olahraga, menyapu, dan pemangkasan tanaman. Dampak positif dan negatif diuraikan, misalnya polusi dari kendaraan dan asap pembakaran mengganggu pertumbuhan, sementara pemangkasan yang benar membantu. Kesimpulannya, lingkungan bersih dan terawat penting bagi kesehatan anggrek.
Bagian terakhir menghubungkan anggrek bulan dengan sistem bumi: hidrosfer (kebutuhan air dan kelembapan, penyerapan akar, transpirasi), litosfer (siklus tanah), dan atmosfer (siklus udara/gas). Dokumen ditutup dengan upaya pelestarian seperti merawat rutin, menjaga habitat, tidak mengambil liar, memperbanyak tanaman, dan meningkatkan kesadaran siswa.