LEMBAR VALIDASI PENGAWAS Berdasarkan hasil validasi/verifikasi, monitoring, dan evaluasi disertai bimbingan pelaksanaan kurikulum secara terpadu dengan memperhatikan: 1. Tujuan pengembangan kurikulum; 2. Prinsip pengembangan kurikulum; 3. Saran dan pendapat stakeholder pendidikan; dan 4. Hasil penyusunan Kurikulum SD Negeri Sumurbandung II Dengan ini Pengawas Pendamping merekomendasikan Kurikulum SD Negeri Sumurbandung II Tahun Ajaran 2025/2026 untuk ditetapkan oleh Kepala Satuan Pendidikan dan dijalankan pada Tahun Ajaran 2025/2026 Tangerang, 30 Juli 2025 Pengawas Pendamping KARTINI LIASARI, S.Pd NIP.19730321 201406 2 001
LEMBAR PENETAPAN Berdasar pada hasil musyawarah Tim Penyusun Kurikulum (TPK) dan memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah, maka dengan ini Kurikulum SD Negeri Sumurbandung II Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang disahkan untuk diberlakukan pada tahun ajaran 2025/2026. Di tetapkan di : Tangerang Pada Tanggal : 31 Juli 2025 Menyetujui Ketua Komite Sekolah JUHRI Kepala SDN Sumurbandung II ARI YUNITA, S.Pd NIP. 198501092011012004
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SDN Sumurbandung II ini dapat disusun dengan baik. Dokumen ini merupakan pedoman penting dalam penyelenggaraan proses pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, yang mengacu pada Permendikbudristek Nomor 13 Tahun 2025 tentang Standar Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (SNPDM). Sebagai satuan pendidikan yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, SDN Sumurbandung II mengembangkan kurikulum ini dengan pendekatan Deep Learning. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan mendalam, sehingga peserta didik tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, serta berkarakter sesuai dengan 8 Dimensi Profil Lulusan. Kurikulum ini juga dirancang dengan mempertimbangkan potensi, kebutuhan, serta karakteristik lingkungan sekolah, baik dari aspek sosial, budaya, maupun kondisi lokal yang khas. Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu menjadi generasi yang sehat, cerdas, mandiri, berdaya saing, dan berakhlak mulia sesuai dengan visi pendidikan nasional.. Penyusunan dokumen ini melibatkan berbagai pihak, baik dari unsur pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga para pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama dan dedikasi yang telah diberikan. Kami menyadari bahwa dokumen ini masih terbuka terhadap penyempurnaan dan perbaikan. Oleh karena itu, masukan konstruktif dari berbagai pihak sangat kami harapkan demi terwujudnya pendidikan yang semakin berkualitas, inklusif, dan transformatif. Akhirnya, besar harapan kami semoga dokumen KSP SDN Sumurbandung II Tahun Pelajaran 2025/2026 ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh warga sekolah dalam melaksanakan proses pendidikan yang lebih terarah, inovatif, dan berkesinambungan demi mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.
Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan KSP ini, baik guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, maupun berbagai mitra yang telah memberikan masukan, dukungan, dan kerja sama.. Ucapan terima kasih dan penghargaan kami sampaikan atas dukungan pemikiran dari berbagai pihak yang telah membantu dan memberikan data, informasi yang terkait dalam penyusunan Kurikulum SDN Sumurbandung II Tahun Pelajaran 2025/2026 , khususnya: 1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang 2. Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang 3. Kepala seksi Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang 4. Pengawas Pembina Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang 5. Komite SDN Sumurbandung II 6. Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN Sumurbandung II Semoga Allah SWT memberikan taufik, hidayah-Nya kepada kita semua yang senantiasa bekerja keras untuk memajukan pendidikan khususnya di SDN Sumurbandung II untuk mewujudkan kompetensi lulusan yang berakhlak mulia, berbudi pekertiluhur, sehat jasmani dan rohani, berilmu berwawasan luas, cakap, kreatif, mandiri, peduli pada sesama dan lingkungan serta menjadi manusia yang bertanggung jawab. Jayanti, 30 Juli 2025 Kepala SDN Sumurbandung II ARI YUNITA, S.Pd NIP. 198501092011012004
DAFTAR ISI IDENTITAS SEKOLAH 2 LEMBAR PENETAPAN 3 KATA PENGANTAR 4 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……………………………………………………………. 5 B. Tujuan ……………………………………………………………………... 5 C. Prinsip ……………………………………………………………………... 5 D. Landasan filosofis …………………………………………………………. 5 E. Landasan Sosiologis ………………………………………………………. 5 F. Landasan Psiko Pedagogis ………………………………………………… 5 G. Pendekatan Pembelajaaran Mendalam ……………………………………. 5 BAB II ANALISIS KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN A. Profil Sekolah B. Analisis Konteks Peserta Didik C. Analisis Konteks Sarana dan Prasarana D. Analisis Konteks Sosial Budaya BAB III VISI VISI, MISI DAN TUJUAN A. Visi Satuan Pendidikan B. Misi Satuan Pendidikan C. Tujuan Satuan Pendidikan BAB IV PENGORGANISASIAN A. Intrakurikuler B. Kokurikuler C. Ekstrakurikuler BAB V PERENCANAAN PEMBELAJARAN A. Ruang Lingkup Satuan Pendidikan B. Ruang Lingkup Kelas BAB VI EVALUASI, PENGEMBANGAN PROFESIONAL DAN PENDAMPINGAN A. Evaluasi B. Pengembangan Profesional C. Pendampingan
BAB VII PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa yang maju, berkarakter, dan mampu bersaing di kancah global. Di tengah era transformasi digital yang pesat serta dinamika sosial yang semakin kompleks, peserta didik dituntut tidak hanya menguasai pengetahuan dasar, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, serta integritas moral yang kuat. Menjawab tuntutan tersebut, pemerintah melalui Permendikbudristek Nomor 13 Tahun 2025 menetapkan bahwa setiap satuan pendidikan wajib menyusun dan mengembangkan kurikulumnya secara mandiri dengan berlandaskan pada Standar Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah. Hal ini membuka ruang bagi sekolah untuk merancang kurikulum yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan potensi peserta didiknya. Dalam kerangka inilah, Kurikulum Merdeka hadir sebagai paradigma baru pembelajaran. Kurikulum ini memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk merancang pengalaman belajar yang relevan, kontekstual, serta bermakna bagi peserta didik. SDN Sumurbandung II menyambut baik kebijakan ini dengan mengimplementasikan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) sebagai strategi utama dalam proses pembelajaran. Pendekatan Deep Learning menekankan pada kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis, memahami konsep secara mendalam, mengaitkan pengetahuan antarbidang, serta melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajarnya. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi sekadar mengingat informasi, melainkan mengembangkan keterampilan untuk memahami, mengaplikasikan, mengevaluasi, bahkan menciptakan pengetahuan baru yang lahir dari pengalaman nyata. Penerapan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning di SDN Sumurbandung II juga sejalan dengan pemenuhan Delapan Standar Nasional Pendidikan, khususnya dalam aspek standar isi, standar proses, dan standar penilaian. Penyusunan Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) ini merupakan bentuk
komitmen sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif, holistik, dan berkelanjutan. Dengan demikian, dokumen KSP SDN Sumurbandung II Tahun Pelajaran 2025/2026 diharapkan menjadi pedoman pelaksanaan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, serta berorientasi pada pembentukan 8 Dimensi Profil Lulusan. Melalui kurikulum ini, sekolah berkomitmen untuk menyiapkan peserta didik agar menjadi generasi yang cerdas, kreatif, berdaya saing, serta berakhlak mulia dalam menyongsong masa depan bangsa.. B. Tujuan Penyusunan Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SDN Sumurbandung II bertujuan sebagai berikut: 1. Mengimplementasikan Permendikbudristek No. 13 Tahun 2025. Sebagai bentuk pemenuhan terhadap Standar Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya dalam aspek standar isi, proses, dan penilaian, yang menekankan pentingnya penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan yang fleksibel, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. 2. Mendorong Pembelajaran Bermakna dan Mendalam (Deep Learning). Untuk menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada penguasaan konten, tetapi juga pada pemahaman konseptual, keterampilan berpikir tingkat tinggi, refleksi, serta penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata. 3. Mewujudkan Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik Menyediakan ruang bagi peserta didik untuk aktif, mandiri, dan terlibat dalam proses belajar yang personal, kontekstual, dan kolaboratif sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. 4. Menjadi Acuan Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian di Satuan Pendidikan. Memberikan panduan operasional bagi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran dan asesmen di sekolah secara terencana dan berkesinambungan.
5. Mewujudkan 8 Profil Lulusan sebagai Tujuan Akhir Pendidikan. Menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila melalui pendekatan pembelajaran yang terintegrasi dan aplikatif, sehingga peserta didik mampu menjadi pelajar yang beriman, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. 6. Meningkatkan Kualitas Pendidikan yang Adaptif dan Responsif terhadap Perubahan Mengembangkan kurikulum yang dinamis sesuai dengan karakteristik peserta didik, potensi lingkungan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan zaman. 7. Mengoptimalkan Projek Kokurikuler Memfasilitasi pelaksanaan proyek lintas disiplin yang memperkuat karakter dan kompetensi abad ke-21 melalui pembelajaran berbasis proyek, reflektif, dan kolaboratif. 8. Memfasilitasi Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan Sekolah Mendorong sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan holistik peserta didik. C. Prinsip Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning mengacu pada Permendikbudristek No. 13 Tahun 2025. Dalam menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan, SDN Sumurbandung II mengacu pada prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam Kurikulum Merdeka dan Standar Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek No. 13 Tahun 2025, serta memperkuatnya dengan pendekatan Deep Learning. Prinsip-prinsip tersebut meliputi: 1. Berpusat pada Peserta Didik Kurikulum disusun dengan menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pembelajaran. Setiap strategi pembelajaran dirancang agar sesuai dengan tahap perkembangan, kebutuhan belajar, minat, dan gaya belajar masing-masing peserta didik.
2. Kontekstual dan Relevan Pembelajaran dikaitkan dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari peserta didik dan lingkungan sekitar. Materi dan aktivitas belajar dirancang agar bermakna dan dapat diaplikasikan dalam konteks lokal maupun global. 3. Pembelajaran Bermakna dan Mendalam (Deep Learning) Kurikulum mendorong pemahaman mendalam, bukan sekadar penguasaan permukaan. Siswa diajak untuk mengeksplorasi, menghubungkan antar konsep, menganalisis, merefleksi, serta memecahkan masalah nyata dengan pendekatan berpikir tingkat tinggi. 4. Kolaboratif dan Interaktif Proses pembelajaran dilaksanakan secara kolaboratif antara peserta didik, guru, serta lingkungan sosialnya. Pembelajaran mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi, serta mendorong keterlibatan aktif dalam proses belajar. 5. Diferensiasi Pembelajaran Kurikulum memberi ruang bagi penerapan strategi pembelajaran yang berbeda sesuai dengan kemampuan, potensi, dan kebutuhan individual peserta didik, dengan tetap mengacu pada capaian pembelajaran nasional. 6. Fleksibel dan Adaptif Kurikulum memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk mengembangkan dan menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi satuan pendidikan, karakteristik peserta didik, perkembangan teknologi, dan dinamika zaman. 7. Terintegrasi dengan Dimensi Profil Lulusan Seluruh komponen kurikulum—termasuk pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler (P5), dan ekstrakurikuler—diarahkan untuk mendukung pencapaian Dimensi Profil Lulusan sebagai tujuan utama pendidikan nasional. 8. Keadilan dan Inklusivitas Kurikulum disusun dan dilaksanakan dengan prinsip keadilan, menghormati keberagaman, dan menjamin inklusi bagi seluruh peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
9. Reflektif dan Berbasis Data Pengembangan kurikulum dilakukan melalui refleksi berkelanjutan dan berbasis pada data hasil asesmen, observasi, serta umpan balik dari peserta didik dan komunitas sekolah. 10. Keterpaduan Antardimensi Pendidikan Kurikulum mengintegrasikan dimensi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai secara utuh dan menyeluruh dalam seluruh proses pembelajaran dan penilaian. D. Landasan Filosofis Landasan filosofis menjadi dasar pemikiran dalam pengembangan kurikulum yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai dasar pendidikan nasional yang berakar pada budaya bangsa, pemikiran para tokoh pendidikan, dan tuntutan perkembangan zaman. Kurikulum Satuan Pendidikan SDN Sumurbandung II berlandaskan pada tiga fondasi utama: 1. Filsafat Pendidikan Nasional (Ki Hadjar Dewantara) Pemikiran Ki Hadjar Dewantara menjadi pilar utama dalam filosofi pendidikan Indonesia. Pendidikan dimaknai sebagai proses memanusiakan manusia secara utuh (humanisasi) yang menumbuhkan budi pekerti, pengetahuan, dan keterampilan secara seimbang. Prinsip "ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani" menjadi filosofi kepemimpinan pendidikan dan peran guru dalam proses pembelajaran. Dalam konteks Kurikulum Merdeka dan Deep Learning: a. Guru berperan sebagai fasilitator, bukan pusat informasi. b. Peserta didik diposisikan sebagai subjek aktif pembelajaran. c. Pendidikan diarahkan pada pembentukan karakter dan kemampuan berpikir mendalam (reflektif dan kritis). 2. Nilai-Nilai Pancasila sebagai Ideologi Pendidikan Pancasila sebagai dasar negara menjadi pijakan moral dan spiritual dalam penyelenggaraan pendidikan. Setiap elemen kurikulum diarahkan untuk menumbuhkan peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghargai keberagaman, menjunjung nilai kemanusiaan, demokratis, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan sosial dan lingkungan.
Melalui integrasi nilai-nilai Pancasila, pembelajaran: a. Menumbuhkan karakter melalui penguatan Dimensi Profil Lulusan. b. Mengembangkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan lingkungan. c. Menghormati kebinekaan sebagai kekuatan dalam belajar bersama. 3. Pendidikan sebagai Proses Pembelajaran Sepanjang Hayat Kurikulum dirancang untuk mendorong peserta didik menjadi pembelajar mandiri yang terus tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Hal ini sejalan dengan prinsip pembelajaran holistik, kontekstual, dan berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam SNPDM. Melalui pendekatan Deep Learning, peserta didik: a. Belajar untuk memahami, bukan sekadar menghafal. b. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). c. Mengalami proses belajar yang penuh makna, berorientasi pada kehidupan nyata dan masa depan. 4. Pendidikan sebagai Sarana Transformasi Sosial Pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak individu yang cerdas, tetapi juga berperan dalam membentuk masyarakat yang adil, demokratis, dan berkeadaban. Kurikulum diarahkan untuk membangun kepekaan sosial, empati, kemampuan berkolaborasi, dan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan. E. Landasan Sosiologis Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan SDN Sumurbandung II didasarkan pula pada landasan sosiologis, yaitu kesadaran terhadap peran penting pendidikan dalam merespon perubahan sosial, kebutuhan masyarakat, serta nilai-nilai budaya lokal dan global yang berkembang. Berikut beberapa aspek utama yang menjadi pijakan sosiologis dalam pengembangan KSP ini:
1. Tuntutan Perubahan Sosial dan Teknologi Perkembangan masyarakat yang semakin kompleks serta kemajuan teknologi informasi menuntut dunia pendidikan untuk mempersiapkan generasi yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan bersikap bijak dalam menghadapi tantangan zaman. Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning memungkinkan pembelajaran: a. Berorientasi pada penguasaan keterampilan abad ke-21 (4C: Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication). b. Mendorong peserta didik memahami fenomena sosial secara mendalam melalui refleksi dan analisis kontekstual. c. Menyediakan ruang untuk eksplorasi isu-isu aktual seperti keberagaman, ketimpangan sosial, dan perubahan lingkungan. 2. Kebutuhan Masyarakat Terhadap Lulusan yang Adaptif dan Berkarakter Masyarakat saat ini membutuhkan lulusan sekolah dasar yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu bekerja sama, menjunjung nilai-nilai sosial, dan memiliki empati terhadap sesama. Kurikulum di SDN Sumurbandung II dirancang untuk: a. Membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan peduli terhadap lingkungannya, sesuai nilai-nilai Dimensi Profil Lulusan. b. Memberikan pengalaman belajar melalui projek-projek sosial dan kolaboratif, seperti Projek Penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan. c. Menanamkan kesadaran sosial melalui pembelajaran lintas disiplin dan berbasis masalah nyata di sekitar sekolah dan komunitas. 3. Konteks Sosial-Budaya Lokal Sekolah SDN Sumurbandung II berlokasi di lingkungan masyarakat yang memiliki kekayaan nilai-nilai budaya, tradisi, serta dinamika sosial tersendiri. Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan: a. Kearifan lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual dan relevan. b. Keterlibatan masyarakat dalam proses pendidikan sebagai mitra pembelajaran.
c. Pemanfaatan potensi lingkungan sekitar untuk mendukung pembelajaran berbasis pengalaman langsung. 4. Keberagaman Sosial sebagai Sumber Belajar Sekolah dasar merupakan tempat pertemuan berbagai latar belakang sosial, ekonomi, budaya, dan agama. Oleh karena itu, kurikulum harus menghargai dan memanfaatkan keberagaman tersebut untuk: a. Meningkatkan toleransi dan sikap inklusif peserta didik. b. Mendorong pembelajaran kolaboratif antar individu dengan latar belakang berbeda. c. Menumbuhkan sikap saling menghargai dan gotong royong sebagai karakter bangsa 5. Pendidikan sebagai Alat Transformasi Sosial Melalui pendidikan yang bermakna dan mendalam, sekolah menjadi agen transformasi sosial. SDN Sumurbandung II memposisikan kurikulum sebagai alat untuk: a. Meningkatkan kesadaran kritis peserta didik terhadap masalah sosial. b. Menyiapkan peserta didik menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. c. Mendorong peserta didik aktif dalam menciptakan solusi atas permasalahan nyata di lingkungannya. F. Landasan Psiko Pedagogis Landasan psiko-pedagogis menjadi dasar dalam merancang pembelajaran yang selaras dengan karakteristik perkembangan peserta didik, kebutuhan psikologis mereka, dan prinsip-prinsip pendidikan yang berpihak pada murid. Dalam konteks Kurikulum Merdeka dan pendekatan Deep Learning, kurikulum SDN Sumurbandung II dikembangkan dengan mempertimbangkan beberapa aspek berikut: 1. Perkembangan Peserta Didik Peserta didik pada jenjang sekolah dasar (usia 6–12 tahun) berada pada fase perkembangan kognitif konkret operasional (menurut Piaget) dan mulai bergerak ke tahap berpikir formal. Mereka mampu memahami konsep secara nyata, mulai membangun logika, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kurikulum SDN Sumurbandung II dirancang untuk:
a. Menyesuaikan materi dan metode pembelajaran dengan tahapan perkembangan berpikir peserta didik. b. Mengintegrasikan aktivitas bermain, eksplorasi, dan problem solving yang sesuai dengan usia dan konteks lokal. c. Menyediakan ruang bagi peserta didik untuk bertanya, mengobservasi, mencoba, dan merefleksikan pengalaman belajarnya. 2. Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik (Learner-Centered Learning) Kurikulum ini menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pembelajaran, bukan sekadar objek. Proses belajar diarahkan agar peserta didik: a. Terlibat aktif dalam merancang dan menjalani pengalaman belajar. b. Didorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu membuat keputusan sendiri. c. Diberikan umpan balik bermakna dan ruang untuk merefleksikan proses serta hasil belajar. 3. Motivasi dan Rasa Ingin Tahu Anak Pada usia sekolah dasar, motivasi intrinsik dan rasa ingin tahu merupakan penggerak utama dalam pembelajaran. Kurikulum Merdeka mendorong eksplorasi melalui: a. Pertanyaan pemantik dan tantangan yang mendorong rasa ingin tahu. b. Projek pembelajaran yang menarik dan kontekstual (terutama dalam P5). c. Pembelajaran berbasis masalah dan berbasis proyek yang memberikan ruang bagi anak untuk menyelidiki, menyusun hipotesis, dan mencari solusi. 4. Diferensiasi Pembelajaran Setiap peserta didik memiliki potensi, minat, gaya belajar, dan latar belakang yang berbeda. Maka dari itu, kurikulum dirancang agar: a. Memberi keleluasaan kepada guru dalam menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. b. Menyediakan berbagai jalur dan pilihan aktivitas belajar agar peserta didik dapat belajar sesuai dengan kekuatannya. c. Menyesuaikan evaluasi dengan kemampuan aktual dan proses belajar peserta didik, bukan hanya hasil akhir.
5. Interaksi Sosial dan Emosional Anak usia sekolah dasar mulai membangun keterampilan sosial dan emosional seperti bekerja sama, empati, dan pengendalian diri. Kurikulum dirancang untuk: a. Mendorong aktivitas kolaboratif dan diskusi kelompok yang membentuk kemampuan sosial. b. Membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menghargai perbedaan. c. Mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan mental, resiliensi, dan pengelolaan emosi dalam proses belajar. 6. Pembelajaran Holistik dan Bermakna Pendekatan Deep Learning menekankan pembelajaran yang bermakna secara personal dan sosial. Kurikulum mengarah pada: a. Integrasi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai secara menyeluruh. b. Kegiatan belajar yang berkaitan langsung dengan kehidupan anak. c. Refleksi dan metakognisi sebagai bagian dari pembelajaran untuk memperkuat makna dan transfer pengetahuan G. Pendekatan Pembelajaran Mendalam 1. Pengertian Pendekatan Deep Learning Pendekatan Deep Learning dalam konteks pendidikan adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konseptual yang mendalam, kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, reflektif, dan penerapan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata. Pendekatan ini bertujuan tidak hanya pada penguasaan materi permukaan, tetapi pada transformasi pengetahuan menjadi kompetensi yang utuh dan bermakna.
Di SDN Sumurbandung II, pendekatan ini digunakan untuk memperkuat pelaksanaan Kurikulum Merdeka, yang memberi keleluasaan kepada guru dan peserta didik untuk mendesain proses belajar yang kontekstual, relevan, dan berpusat pada peserta didik Pengalaman Belajar
2. Peran Guru dalam Pembelajaran Mendalam Peran guru dalam pembelajaran mendalam (deep learning) sangat krusial dan tidak lagi sekadar sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai fasilitator, pembimbing, dan mitra belajar yang mendukung proses berpikir kritis, reflektif, dan bermakna bagi peserta didik. Dalam konteks Kurikulum Merdeka dan pendidikan abad ke-21, berikut adalah peran guru secara rinci:
3. Prinsip Asesmen Pembelajaran Mendalam Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen sebagai berikut: 4. Tujuan Pendekatan Deep Learning dalam KSP a. Mendorong pemahaman yang mendalam terhadap konsep dan keterampilan lintas disiplin. b. Membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. c. Mengembangkan karakter dan kompetensi sosial-emosional peserta didik. d. Memfasilitasi peserta didik dalam menyelesaikan masalah nyata dan membangun pengetahuan secara aktif. e. Menumbuhkan minat belajar sepanjang hayat dengan memaknai proses dan hasil belajar.
BAB II ANALISIS KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN A. Profil Sekolah 1. Identitas Sekolah Sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi pendidikan nasional, SD Negeri Sumurbandung II menempatkan diri sebagai sekolah yang responsif terhadap perkembangan zaman, teknologi, dan kebutuhan peserta didik di abad ke-21. Dengan semangat kolaborasi antara pendidik, peserta didik, orang tua, dan masyarakat, sekolah berupaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berbasis pada nilai- nilai Dimensi Profil Lulusan. Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diterapkan tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta karakter yang tangguh. Lingkungan sekolah dirancang untuk mendorong eksplorasi, penemuan, dan pemecahan masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
Melalui komitmen ini, SD Negeri Sumurbandung II bercita-cita menjadi pusat pembelajaran yang memberdayakan anak-anak untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungannya. Identitas sekolah mencerminkan semangat inovasi dan dedikasi yang kuat untuk mempersiapkan generasi masa depan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Letak strategis SDN Sumurbandung II yang berada di tengah lingkungan industri dan jalur infrastruktur nasional, seperti pipa gas Pertamina serta kedekatan dengan pabrik makanan PT. Mayora Indah Tbk., menjadi potensi sekaligus tantangan dalam proses pembelajaran. Potensi ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual, di mana peserta didik dapat mengaitkan teori yang dipelajari di kelas dengan fenomena nyata di lingkungan sekitar. Dengan latar belakang masyarakat yang homogen secara keagamaan namun beragam dalam budaya dan aktivitas ekonomi, sekolah memiliki peluang untuk menanamkan nilai toleransi, kerja sama, dan etos kerja sejak dini. Kondisi Kabupaten Tangerang yang relatif kondusif juga memungkinkan pengembangan program pendidikan berbasis kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia industri, lembaga pemerintah, dan komunitas lokal. Ketersediaan tenaga pendidik yang kompeten dan berdedikasi menjadi modal utama dalam
mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang berfokus pada penguatan kompetensi, pembentukan karakter, dan pencapaian 8 Dimensi Profil Lulusan Integrasi pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) dirancang agar siswa tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menganalisis, memecahkan masalah nyata, dan merefleksikan pembelajarannya secara kritis. Lingkungan sekitar yang kaya akan sumber belajar menjadi laboratorium terbuka bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. 2. Konteks Sosial Budaya dan Lingkungan Kondisi sosial masyarakat sekitar yang relatif homogen memberikan kekuatan bagi sekolah dalam membangun kebersamaan dan kesamaan visi pendidikan, terutama dalam menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan. Namun, kedekatan lokasi sekolah dengan kawasan industri juga membawa tantangan tersendiri, khususnya dalam menghadapi perubahan pola pikir dan perilaku peserta didik yang mulai terpengaruh oleh gaya hidup perkotaan. Pergeseran nilai ini, jika tidak dikelola dengan tepat, dapat mempengaruhi karakter dan identitas budaya siswa. Untuk itu, SD Negeri Sumurbandung II memandang pentingnya mengintegrasikan pendidikan karakter, penguatan budaya religius, serta pelestarian seni dan budaya tradisional ke dalam kegiatan pengembangan diri. Kegiatan seperti pelatihan seni musik daerah, tari tradisional, keterampilan kerajinan, dan pembiasaan sikap sopan santun menjadi bagian strategis untuk menjaga jati diri peserta didik. Selain itu, sekolah mengoptimalkan peran pendidik dan tenaga kependidikan dengan memberikan pelatihan berkelanjutan, sehingga mampu merancang pembelajaran yang relevan dengan kondisi sosial budaya setempat. Kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat terus ditingkatkan melalui forum komunikasi, kegiatan gotong royong, serta keterlibatan dalam program sekolah, sehingga tercipta sinergi dalam mendidik anak-anak. Dengan pendekatan ini, SD Negeri Sumurbandung II berupaya tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter
kuat, berbudaya, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas lokalnya. B. Analisis Konteks Peserta Didik 1. Latar Belakang dan Karakteristik Umum Peserta Didik Karakteristik peserta didik di SD Negeri Sumurbandung II menjadi fondasi penting dalam perancangan kurikulum yang kontekstual, inklusif, dan adaptif. Rasa ingin tahu yang tinggi, energi positif, dan kemampuan alami dalam membangun koneksi antara pengalaman lama dan baru menjadikan mereka subjek ideal untuk penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Dalam proses ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara hafalan, tetapi juga dilatih untuk memahami konsep secara utuh, memecahkan masalah nyata, dan merefleksikan hasil belajarnya. Keberagaman gaya belajar serta latar belakang sosial ekonomi peserta didik memberikan peluang bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi dan personalisasi. Guru didorong untuk menggunakan strategi yang memadukan berbagai media dan metode, seperti pembelajaran berbasis proyek, eksperimen langsung, simulasi, diskusi kelompok, maupun integrasi teknologi digital yang relevan. Di sisi lain, adanya sebagian peserta didik yang belum memiliki pengalaman pendidikan formal sebelumnya menjadi tantangan tersendiri. Tantangan ini direspons melalui program adaptasi pembelajaran, penguatan keterampilan dasar (literasi dan numerasi), serta pendampingan intensif pada awal tahun ajaran. Strategi ini memastikan semua siswa, tanpa memandang latar belakang atau kesiapan awal, dapat mengikuti proses belajar dengan optimal. Dengan demikian, SD Negeri Sumurbandung II berupaya mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif, kolaboratif, dan memotivasi, di mana setiap peserta didik diberi ruang untuk tumbuh sesuai potensinya. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan membentuk Dimensi Profil Lulusan yang bernalar kritis, kreatif, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Data Siswa SD Negeri Sumurbandung II Tahun Pelajaran 2025/2026 NO KELAS JENIS KELAMIN JUMLAH L P 1 Kelas 1 24 13 37 2 Kelas 2 13 15 28 3 Kelas 3 20 15 35 4 Kelas 4 17 17 34 5 Kelas 5 13 8 21 6 Kelas 6 17 11 28 TOTAL 104 79 183 2. Raport Pendidikan SDN Sumurbandung II Penjabaran Hasil Laporan Rapor Pendidikan SD Negeri Sumurbandung II Tahun 2025 Capaian: Sedang (51,85% peserta didik mencapai kompetensi minimum). Perubahan: Naik 18,52% dari tahun 2024 (33,33%). Rincian: o Di atas kompetensi minimum: 7,41% o Mencapai kompetensi minimum: 44,44% o Di bawah kompetensi minimum: 29,63% o Jauh di bawah kompetensi minimum: 18,52% Kompetensi Spesifik o Membaca teks informasi: 58,57 (Naik 20,67 poin). o Membaca teks sastra: 45,66 (Naik 9,24 poin). o Mengakses isi teks: 46,43 (Naik 11,06 poin).
o Menginterpretasi isi teks: 54,61 (Naik 11,94 poin). o Mengevaluasi isi teks: 68,93 (Naik 40,12 poin). Peringkat : Menengah bawah (61–80%) di kabupaten/kota dan nasional. Kesimpulan Utama Kemajuan signifikan terjadi baik di literasi (+18,52%) maupun numerasi (+35,56%). o Aspek yang masih perlu perhatian: o Persentase murid di kategori “di bawah” dan “jauh di bawah” kompetensi minimum masih cukup tinggi. o Peringkat sekolah masih berada pada level menengah bawah secara nasional, sehingga perlu strategi penguatan lanjutan. o Potensi penguatan: Literasi evaluatif (skor 68,93) menunjukkan hasil terbaik, sehingga bisa dijadikan basis untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis di mata pelajaran lain Potensi penguatan : Literasi evaluatif (skor 68,93) menunjukkan hasil terbaik, sehingga bisa dijadikan basis untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis di mata pelajaran lain. 3. Ragam Potensi dan Kebutuhan Belajar Berdasarkan observasi dan asesmen awal yang dilakukan guru, peserta didik di SDN Sumurbandung II menunjukkan potensi dan kebutuhan belajar yang sangat beragam, di antaranya: a. Potensi akademik: Sebagian besar peserta didik mampu mengikuti pembelajaran dengan baik, namun sebagian lainnya membutuhkan dukungan tambahan seperti pembelajaran remedial dan penguatan literasi numerasi. b. Minat dan gaya belajar: Terdapat variasi gaya belajar (visual, auditori, kinestetik), serta minat dalam bidang seni, olahraga, teknologi, dan eksplorasi alam. c. Kebutuhan khusus: Terdapat peserta didik dengan kebutuhan pendidikan khusus ringan (misalnya kesulitan membaca awal atau gangguan konsentrasi) yang memerlukan pendekatan diferensiatif. d. Sosial-emosional: Peserta didik memerlukan penguatan karakter, empati, dan kemandirian melalui kegiatan yang kontekstual dan kolaboratif.
4. Implikasi terhadap Kurikulum dan Pembelajaran Berdasarkan keragaman karakteristik tersebut, maka implikasi terhadap pengembangan dan implementasi kurikulum adalah sebagai berikut: a. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang beragam. b. Pendekatan Deep Learning diterapkan untuk mendorong peserta didik membangun pemahaman yang mendalam, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. c. Integrasi nilai-nilai 8 Profil Lulusan melalui pembelajaran kontekstual, proyek, dan kegiatan intrakurikuler serta kokurikuler. d. Pemanfaatan asesmen diagnostik dan formatif secara berkala untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan kesiapan dan perkembangan peserta didik. e. Penggunaan media dan teknologi pembelajaran yang adaptif untuk memfasilitasi eksplorasi mandiri, kolaboratif, dan personalisasi belajar. f. Pendekatan sosial-emosional learning (SEL) disematkan dalam kegiatan kelas untuk mendukung perkembangan karakter, empati, dan kemampuan regulasi diri peserta didik. 5. Komitmen Sekolah terhadap Peserta Didik SDN Sumurbandung II berkomitmen untuk: a. Menyediakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, inklusif, dan merangsang rasa ingin tahu peserta didik. b. Menjadikan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar melalui strategi pembelajaran aktif, reflektif, dan eksploratif c. Memberikan layanan pembelajaran yang adil, tidak diskriminatif, dan memperhatikan keberagaman kebutuhan serta potensi setiap anak. d. Melibatkan orang tua/wali sebagai mitra dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik secara holistik. 6. Kemitraan / Kerjasama Sekolah dengan Pihak lain SD Negeri Sumurbandung II melakukan kerjasama dengan pihak lain antara lain:
a. Puskesmas Jayanti , Kerja sama antara SD Negeri Sumurbandung II dengan Puskesmas Jayanti merupakan bentuk sinergi nyata dalam mendukung kesehatan peserta didik secara holistik. Melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan setiap tahun, peserta didik mendapatkan perlindungan imunisasi sesuai jadwal nasional, sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang dapat dicegah sejak dini. Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin setiap bulan menjadi langkah preventif untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan fisik siswa, sekaligus mendeteksi dini gangguan kesehatan yang mungkin muncul. Pembinaan terhadap program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Dokter Kecil dilakukan secara berkesinambungan untuk menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini, termasuk penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kegiatan sehari-hari di sekolah maupun di rumah. Puskesmas Jayanti juga berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pendampingan terkait pencegahan penyakit menular, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), melalui penyuluhan, pemeriksaan lingkungan, dan pembiasaan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kolaborasi ini menjadi pondasi penting bagi terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan mendukung keberhasilan proses pembelajaran. b. Kepolisisan Sektor (Polsek) Jayanti SDN Sumurbandung juga bekderjasama dengan Polsek Jayanti dalam penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba dan perilaku menyimpang dikalangan pelajar. Pendekatan pembelajaran mendalam diwujudkan melalui kegiatan interaktif, seperti diskusi kasus nyata, simulasi pengambilan keputusan, dan refleksi bersama mengenai konsekuensi perilaku negatif.
Siswa diajak untuk mengaitkan materi yang diberikan dengan nilai-nilai kehidupan, peraturan sekolah, dan hukum yang berlaku di masyarakat. Program ini memperkuat 8 dimensi Dimensi Profil Lulusan, antara lain: - Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia dengan membiasakan perilaku positif dan menjauhi perbuatan yang merugikan diri maupun orang lain. - Bernalar kritis dalam menganalisis risiko dan dampak narkoba serta perilaku menyimpang. - Bergotong royong melalui saling mengingatkan dan menjaga lingkungan sekolah dari pengaruh negatif. - Mandiri dalam mengambil keputusan yang tepat meskipun berada dalam tekanan sosial. Dengan integrasi pembelajaran mendalam, penyuluhan bersama Polsek Jayanti ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran, sikap tanggung jawab, dan kemampuan peserta didik untuk menjadi pelindung bagi dirinya sendiri, teman, serta lingkungannya dari ancaman narkoba dan perilaku menyimpang. c. Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang. Dalam rangka meningkatkan budaya literasi dan mengintegrasikan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning), SDN Sumurbandung II akan merencanakan program kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan peserta didik pada sumber-sumber bacaan dan arsip daerah, tetapi juga mendorong mereka untuk membangun keterampilan berpikir kritis, reflektif, dan analitis melalui interaksi langsung dengan berbagai koleksi pengetahuan. Pendekatan pembelajaran mendalam akan diterapkan dengan mengajak siswa untuk tidak sekadar membaca, tetapi juga mengeksplorasi, menghubungkan, dan memaknai informasi yang diperoleh. Misalnya, setelah
kunjungan, siswa akan melakukan diskusi kelompok, menyusun ringkasan informasi, atau membuat proyek kreatif yang mengaitkan bahan bacaan dengan kehidupan sehari-hari dan konteks pembelajaran di kelas. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan belajar sepanjang hayat, memperkuat literasi informasi, serta membangun karakter pelajar yang kritis, kreatif, dan kolaboratif. Dengan demikian, kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang menjadi lebih dari sekadar kegiatan rekreatif, melainkan juga pengalaman belajar bermakna yang berorientasi pada pembentukan kompetensi abad 21 d. PT. Nippon Indosari Corprindo. SDN Sumurbandung II mengadakan kunjungan langsung ke pabrik pembuatan roti “Sari Roti” yang dikelola oleh PT. Nippon Indosari Corpindo di Kawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran Outdoor Study untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik melalui observasi dan interaksi langsung dengan proses produksi roti, mulai dari tahap pengolahan bahan baku, proses pengemasan, hingga distribusi produk. Selain itu, kegiatan ini secara langsung mendukung implementasi 8 dimensi Dimensi Profil Lulusan, antara lain:
Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia melalui pembiasaan bersyukur dan menghargai rezeki yang berasal dari makanan. Berkebinekaan global dengan memahami standar mutu produksi pangan yang berlaku internasional. Gotong royong melalui kerja kelompok dalam mengamati dan melaporkan hasil kunjungan. Mandiri dengan mengambil inisiatif belajar dan mencatat informasi secara mandiri. Bernalar kritis saat menghubungkan informasi teknis produksi dengan pelajaran yang telah dipelajari. Kreatif melalui ide-ide pengembangan produk olahan roti yang ramah lingkungan atau bergizi seimbang. Berwawasan kebangsaan dengan memahami peran industri pangan nasional. Berorientasi masa depan melalui inspirasi peluang karier di bidang industri makanan Dengan pendekatan ini, kunjungan ke PT. Nippon Indosari Corpindo bukan hanya sekadar pengalaman rekreasi edukatif, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan keterampilan abad 21 yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah. Kunjungan ini mengintegrasikan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning), di mana siswa tidak hanya menjadi pengamat pasif, tetapi juga diarahkan untuk mengajukan pertanyaan kritis, menganalisis proses produksi, dan mengaitkan
pengalaman lapangan dengan konsep pembelajaran di kelas seperti sains, kewirausahaan, teknologi, dan kesehatan. C. Analisis Konteks Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1. Profil Umum Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN Sumurbandung II memiliki jumlah pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang relatif mencukupi untuk mendukung proses pembelajaran di jenjang sekolah dasar. Guru-guru yang bertugas sebagian besar merupakan lulusan Sarjana Pendidikan (S.Pd), dengan sebagian telah bersertifikasi pendidik dan memiliki pengalaman mengajar lebih dari 5 tahun. SD Negeri Sumurbandung II memiliki tenaga pendidik dan kependidikan yang sebagian besar ditunjang dengan tingkat pendidikan yang sesuai dengan tugas yang diampu. Tenaga pendidik dan kependidikan berjumlah 12 orang yang terdiri dari 1 orang Kepala Sekolah, 6 guru kelas yang memiliki kualifikasi S1, 1 guru PAdB Kualifikasi S1, guri PJOK Kualifikasi S1, 1 guru Bahasa Inggris Kualifikasi S1, 1 Penjaga Sekolah, 1 tenaga kebersihan, dan 1 Operator dan Tata usaha. Adapun karakteristik Tenaga pendidik dan tenaga kependikan secara rinci di lihat pada tabel berikut
Tabel Data Pendidik dan tenaga Kependidikan SD Negeri Sumurbandung II Kecamatan Jayanti Tahun 202
2. Kompetensi Pendidik dalam Konteks Kurikulum Merdeka dan Deep Learning. Dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, kompetensi guru dinilai dari beberapa aspek berikut: a. Kompetensi Pedagogik Guru telah mampu mengelola pembelajaran secara aktif dan partisipatif, namun masih perlu penguatan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi, asesmen formatif, dan penguatan karakter siswa. b. Kompetensi Profesional Guru menguasai materi ajar, namun pembelajaran belum sepenuhnya mendorong siswa untuk mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Perlu peningkatan kompetensi dalam menyusun aktivitas yang menantang pemahaman konseptual siswa secara mendalam. c. Penguasaan Teknologi Pembelajaran. Kemampuan guru dalam menggunakan teknologi bervariasi. Sebagian guru telah terbiasa dengan aplikasi pembelajaran daring dan media digital, sementara yang lain masih memerlukan pendampingan lebih lanjut, terutama untuk mendukung pembelajaran personalisasi dan kontekstual. d. Penguatan Strategi Deep Learning Pendekatan Deep Learning menuntut guru untuk tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membangun pemahaman bermakna, kolaborasi antarsiswa, dan transfer pengetahuan ke situasi nyata. Penerapan ini masih dalam tahap awal dan perlu pelatihan serta pendampingan berkelanjutan. 3. Kebutuhan Pengembangan Profesional Berkelanjutan Untuk mendukung transformasi kurikulum, sekolah mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kapasitas PTK, antara lain: a. Pelatihan Kurikulum Merdeka: terkait modul ajar, asesmen formatif, pembelajaran berdiferensiasi, dan integrasi Projek Kokurikuler b. Workshop Deep Learning: untuk memperdalam strategi pembelajaran mendalam seperti inkuiri, berbasis proyek, pemecahan masalah, serta penguatan refleksi. c. Pelatihan Digital Literasi dan TIK: guna meningkatkan penggunaan platform pembelajaran daring dan media interaktif.
d. Komunitas Belajar Guru (KBG): sebagai sarana pengembangan kompetensi kolaboratif dan reflektif secara berkelanjutan D. Analisis Konteks Sarana dan Prasarana 1. Kondisi Umum Sarana dan Prasarana SDN Sumurbandung II sebagai lembaga pendidikan dasar negeri memiliki fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar, meskipun masih terdapat beberapa keterbatasan. Secara umum, prasarana utama seperti ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, perpustakaan, dan toilet telah tersedia. Namun, dari segi kualitas dan kelayakan, beberapa ruangan masih membutuhkan perawatan dan pengadaan peralatan pembelajaran yang lebih mutakhir. 2. Ketersediaan Sarana Pembelajaran Rombel ruang belajar (kelas) Perpustakaan sekolah: sudah tersedia, namun koleksi literasi digital dan bacaan non-teks pelajaran masih terbatas. Lapangan Upacara Papan tulis kelas dan alat tulis kelas Toilet siswa Akses internet (wifi) tersedia kualitasnya cukup stabil, sehingga semua guru dapat menggunakannya dalam penerapan pembelajaran digital dan akses platform Merdeka Mengajar. 3. Implikasi terhadap Pembelajaran Mendalam Dalam konteks pembelajaran berbasis deep learning, sarana dan prasarana idealnya memungkinkan peserta didik untuk: Mengeksplorasi pengetahuan secara aktif dan kolaboratif. Melakukan eksperimen atau pengamatan nyata. Mengakses teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Berpartisipasi dalam projek lintas mata pelajaran secara fleksibel. Namun, di SDN Sumurbandung II, pemenuhan fasilitas tersebut masih memerlukan peningkatan dari segi kuantitas, kualitas, dan pemanfaatan secara maksimal.
4. Rekomendasi Pengembangan Sarana-Prasarana Untuk mendukung transformasi pendidikan, maka dibutuhkan: Peningkatan jumlah dan kualitas perangkat TIK: seperti laptop, LCD proyektor, tablet, dan koneksi internet stabil.Renovasi dan perawatan ruang kelas: agar lebih mendukung tata letak pembelajaran kolaboratif dan dinamis. Pengembangan pojok literasi dan pojok projek: di tiap kelas sebagai tempat eksplorasi mandiri siswa. Penguatan perpustakaan digital: dengan koleksi multimedia, buku digital, dan akses ke sumber belajar daring. Kolaborasi dengan komite sekolah dan pemerintah daerah: untuk mengoptimalkan pendanaan dan CSR dari mitra. E. Analisis Konteks Sosial Budaya 1. Karakteristik Sosial Masyarakat SDN Sumurbandung II berada di wilayah Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, yang memiliki karakteristik masyarakat semi-perkotaan dan pedesaan. Mayoritas masyarakat berprofesi sebagai buruh pabrik, petani, pedagang,
Lingkungan sosial yang beragam secara ekonomi menciptakan keragaman dalam kemampuan orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anaknya, baik dari sisi waktu pendampingan, fasilitas belajar, maupun pemahaman terhadap dinamika pendidikan modern. Akan tetapi mayoritas penduduknya memiliki latar belakang ekonomi menengah ke bawah dan budaya gotong-royong yang kuat. Sekolah ini memiliki komitmen untuk membentuk peserta didik yang unggul dalam karakter dan literasi, dengan pendekatan pembelajaran yang humanis, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Lokasi sekolah yang tepat berhadapan dengan sebuah pondok pesantren kecil yang berbasis salafi sehingga masyarakat disana masih cukup religius, akan tetapi lokasi sekolah juga berada di dekat lingkungan pabrik sehingga ada sedikit pergeseran nilai budaya yakni adanya kecenderungan sikap hidup metropolis yang mulai melanda kehidupan peserta didik, menirukan perilaku masyarakat yang tidak jelas latar belakangnya. Oleh karena itu, kegiatan pembentukan budi pekerti dan melestarikan seni budaya tradisional sangat dioptimalkan melalui kegiatan 2. Nilai-Nilai Sosial yang Hidup di Masyarakat Masyarakat sekitar masih menjunjung tinggi nilai-nilai: - Gotong royong - Sopan santun dan etika local - Kepedulian terhadap sesame - Religiusitas yang kuat Nilai-nilai tersebut merupakan potensi besar yang dapat dimasukkan ke dalam proses pembelajaran kontekstual, proyek P5 (Projek Penguatan Dimensi Profil Lulusan), serta penguatan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. 3. Tantangan Sosial Budaya Beberapa tantangan sosial budaya yang dihadapi dalam penyusunan dan implementasi kurikulum antara lain: a. Minimnya kesadaran pentingnya pendidikan karakter dan literasi digital dalam keluarga. b. Kesenjangan sosial ekonomi yang berdampak pada ketimpangan akses sumber belajar.
c. Pengaruh budaya populer dan media sosial yang tidak selalu selaras dengan nilai pendidikan. d. Kebiasaan belajar peserta didik yang cenderung pasif akibat pembelajaran tradisional dan kurangnya ruang eksplorasi. 4. Potensi Sosial Budaya untuk Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Budaya lokal dapat menjadi sumber inspirasi pembelajaran yang mendalam. Dengan pendekatan Deep Learning, potensi sosial budaya dapat dikembangkan melalui: a. Pembelajaran berbasis projek lokal: seperti eksplorasi budaya Betawi dan Sunda, pelestarian permainan tradisional, dan praktik pertanian lokal. b. Kegiatan literasi budaya dan sastra daerah: sebagai bentuk apresiasi dan pengembangan kognitif yang reflektif. c. Kolaborasi antar siswa dan masyarakat dalam kegiatan P5: mendorong kerja tim, kepemimpinan, dan solusi berbasis konteks lokal. d. Pembiasaan pembelajaran transformatif: siswa tidak hanya mengingat fakta, tetapi mampu memahami dan menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat. 5. Implikasi terhadap Kurikulum Implikasi sosial budaya terhadap pengembangan dan implementasi kurikulum meliputi: a. Kurikulum harus inklusif terhadap konteks sosial dan budaya lokal. b. Pembelajaran harus memfasilitasi pemaknaan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. c. Sekolah perlu membuka ruang kolaborasi antara pendidik, peserta didik, orang tua, dan tokoh masyarakat. d. Kurikulum diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran sosial, empati, dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat. Dengan mempertimbangkan analisis konteks sosial budaya, kurikulum di SDN Sumurbandung II dirancang untuk: - Menumbuhkan pelajar yang berkarakter kuat dan adaptif terhadap perubahan sosial.
- Memberikan ruang pembelajaran bermakna melalui pendekatan Deep Learning yang relevan secara kontekstual. - Memperkuat relasi antara sekolah dan masyarakat sebagai ekosistem pembelajaran.
BAB III VISI, MISI DAN TUJUAN A. VISI Visi SD Negeri Sumurbandung II adalah : "Membangun generasi yang sehat, cerdas, kreatif, mandiri, dan berakhlak mulia berlandaskan nilai-nilai Pancasila" 1. Mendukung Terbentuknya Generasi yang Cerdas dan Berpikir Mendalam Meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), seperti analisis, evaluasi, dan sintesis agar siswa tidak hanya tahu apa yang dipelajari, tetapi mengapa dan bagaimana konsep itu berlaku dalam kehidupan nyata. 2. Mendorong Kreativitas melalui Proses Belajar Aktif dan Kontekstual Memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan ide dan solusi orisinal dalam bentuk proyek, produk, atau presentasi yang mendorong kreativitas dan inovasi sejak dini. 3. Menumbuhkan Kemandirian Belajar Melatih siswa untuk merancang strategi belajarnya sendiri, menetapkan tujuan, memonitor kemajuan, dan melakukan refleksi, agar mereka menjadi pembelajar seumur hidup yang mandiri.
4. Menanamkan Akhlak Mulia dan Nilai Pancasila melalui Pengalaman Otentik Memfasilitasi pembelajaran berbasis nilai dan karakter, termasuk gotong royong, empati, dan tanggung jawab, melalui kegiatan pembelajaran kolaboratif dan bermakna. 5. Menumbuhkan Kesadaran Hidup Sehat secara Holistik Mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan jasmani, mental, dan sosial dalam proses pembelajaran agar siswa berkembang secara seimbang antara kognitif, afektif, dan psikomotor. 6. Mewujudkan Dimensi Profil Lulusan secara Berkesinambungan Deep learning menjadi strategi untuk membentuk siswa yang beriman dan bertakwa, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, dan berkebinekaan global. 7. Menyiapkan Peserta Didik Menghadapi Tantangan Masa Depan Membekali peserta didik dengan kompetensi abad 21, seperti pemecahan masalah kompleks, komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital agar siap menjadi warga negara global yang aktif dan bertanggung jawab. B. MISI Misi SD Negeri Sumurbandung II dirancang sebagai langkah strategis untuk mewujudkan visi melalui implementasi Pembelajaran Mendalam yang berkelanjutan. Menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek pembelajaran dan kehidupan sekolah untuk membentuk karakter luhur peserta didik. 1. Mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih guna menunjang tumbuh kembang peserta didik secara optimal. 2. Meningkatkan mutu pembelajaran yang mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan inovatif sesuai perkembangan zaman. 3. Membina kemandirian dan tanggung jawab peserta didik melalui kegiatan yang menumbuhkan sikap disiplin dan kepemimpinan. 4. Mengembangkan pendidikan karakter dan akhlak mulia melalui pembiasaan, keteladanan, dan penguatan nilai-nilai moral.
5. Mendorong keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mendukung proses pendidikan dan pembinaan peserta didik secara holistik. 6. Mengembangkan potensi peserta didik secara seimbang dalam bidang akademik, seni, olahraga, dan keterampilan hidup. C. TUJUAN SD Negeri Sumurbandung II menetapkan tujuan yang konkret dan terukur untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan: 1. Terwujudnya peserta didik yang sehat jasmani dan rohani melalui pembiasaan hidup bersih, aktivitas fisik, dan lingkungan sekolah yang mendukung. 2. Terbentuknya lulusan yang cerdas secara intelektual dan emosional, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat. 3. Tercapainya peserta didik yang kreatif dan inovatif, mampu menghasilkan ide serta karya sesuai minat dan bakatnya. 4. Tumbuhnya sikap mandiri dan tanggung jawab, yang tercermin dalam perilaku sehari-hari dan dalam pengambilan keputusan. 5. Terbangunnya karakter siswa yang berakhlak mulia, jujur, disiplin, sopan, dan santun dalam kehidupan sehari-hari. 6. Terselenggaranya proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, berbasis proyek, kontekstual, dan mendalam. 7. Terjalinnya kemitraan yang kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berdaya dan harmonis.
BAB IV PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN A. Intrakurikuler Kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan pembelajaran utama yang dilaksanakan di dalam kelas maupun di luar kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi literasi dan numerasi, serta dimensi Dimensi Profil Lulusan melalui pendekatan berbasis kompetensi, pembelajaran berdiferensiasi, dan pembelajaran mendalam (deep learning). Pembelajaran intrakurikuler dilakukan secara reguler pada hari Senin sampai Jumat.Pengorganisasian kegiatan intrakurikuler di SDN Sumurbandung II mengacu pada Permendikbudristek No. 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum pada Pendidikan Dasar dan Menengah serta prinsip Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pembelajaran mendalam (deep learning). Pengorganisasian ini bertujuan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik dalam memahami konsep secara menyeluruh, bermakna, dan kontekstual. 1. Pengorganisasian Intrakurikuler Pengorganisasian pembelajaran adalah cara SD Negeri Sumurbandung II mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu rentang waktu 1 (satu) tahun. Pengorganisasian ini pula termasuk pula mengatur beban belajar dalam struktur kurikulum, muatan mata pelajarandan area belajar, pengaturan waktu belajar, serta proses pembelajaran. SD Negeri Sumurbandung II mengorganisasikan muatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan mata pelajaran dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Struktur kurikulum SD Negeri Sumurbandung II untuk melaksanakan kurikulum merdeka pada Fase A (Kelas I dan Kelas II), Fase B (kelas III dan Kelas IV) dan Fase C (kelas V dan Kelas VI) Bentuk-bentuk kokurikuler itu banyak, misalnya penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan profil lulusan. Pembejaran lintas mapel seperti STEM. Pencapaian kompetensi murid tiap mata pelajaran untuk kelas I, kelas II, Kelas III, kelas IV, Kelas V dan Kelas VI dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri 4 Talaga Jaya mengacu pada Capaian Pembelajaran
sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah Nomor 046/H/Kr/2025 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Pengorganisasian Mata pelajaran Kurikulum Merdeka pada kelas I, kelas II, Kelas III, kelas IV, Kelas V dan Kelas VI mengacu pada ketentuan tersebut, sebagaimana dapat disajikan pada tabel berikut ini. STRUKTUR KURIKULUM SDN SUMURBANDUNG II (Berdasarkan Permendikdasmen No.13 Tahun 2025) Alokasi waktu Per Minggu Semua Kelas Catatan : Asumsi Semester 1 = 19 Minggu Asumsi Semester 2 17 Minggu
Berikut adalah Jadwal Pelajaran kelas I s.d kelas VI:
2. Pembelajaran Koding Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan digital adalah dengan penguatan literasi digital, koding, dan kecerdasan artifisial (KKA) dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Berdasarkan naskah akademik yang diterbitkan oleh BSKAP kemendikdasmen februari 2025 bahwa muatan Koding dan KA secara umum dapat diterapkan melalui intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kebijakan pembelajaran Koding dan KA yang akan diambil tentunya mempertimbangkan berbagai aspek, di antaranya aspek teknis. Kebijakan struktur kurikulum Koding dan KA telah menjadi kebutuhan untuk diterapkan, dalam pelaksanaannya sebagai mata pelajaran pilihan yang diterapkan berjenjang dimulai tahun Pelajaran 2025/2026 pada kelas V karena SD Negeri Sumurbandung II memiliki kesiapan infrastruktur dan tenaga pengajar yang sudah dilatih melalui dana BOSKIN. Pembelajaran Koding dan KA dapat menggunakan berbagai metode, seperti pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), pembelajaran berbasis projek (project-based learning), pembelajaran inkuiri dan gamifikasi melalui pendekatan internet-based, plugged, dan unplugged. Media pembelajaran yang digunakan meliputi perangkat digital (komputer, laptop), platform digital, modul interaktif, serta alat nondigital seperti kartu dan papan. Kualifikasi dan kompetensi guru juga menjadi faktor penting, di mana guru perlu menguasai kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial untuk mengajar Koding dan KA secara efektif.
Elemen, Materi, dan Capaian Belajar Koding dan KA untuk Fase C (Kelas 5-6 SD) Elemen Materi Capaian Belajar Berpikir Komputasional Pemecahan masalah sehari-hari Pemrograman (tingkat pradasar) o Instruksi o Praktik pemrograman Peserta didik mampu memahami permasalahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, menerapkan pemecahan masalah secara sistematis, serta menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan sekumpulan kosakata atau simbol. Literasi Digital Manfaat dan dampak teknologi digital Produksi dan diseminasi konten digital (tingkat pradasar) Internet Sistem komputer (tingkat pradasar) Keamanan informasi pribadi Peserta didik mampu memahami konsep dasar, manfaat, dan dampak teknologi digital, memahami sistem komputer tingkat pradasar, menerapkan pengamanan informasi pribadi dalam komunikasi daring, memanfaatkan internet, dan memproduksi serta mendiseminasi konten digital dalam bentuk teks dan gambar. Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial Konsep Kecerdasan Artifisial (tingkat pradasar) Cara kerja Kecerdasan Artifisial (tingkat pradasar) Manfaat dan dampak Kecerdasan Artifisial pada kehidupan sehari-hari Etika (keadaban) penggunaan Kecerdasan Artifisial Peserta didik mampu memahami konsep KA sederhana, manfaat dan dampak KA pada kehidupan sehari- hari, prinsip bahwa KA dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan tidak boleh merugikan manusia, mengetahui perbedaan manusia dan komputer dalam melakukan penginderaan, dan mengetahui perbedaan antara mesin cerdas dan mesin non-cerdas. Peserta didik mampu memahami etika dasar penggunaan KA seperti empati dan tidak menyakiti orang lain. Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan Artifisial Cara kerja Kecerdasan Artifisial (tingkat pradasar) Peserta didik mampu menyimulasikan secara sederhana kerja KA saat mengenali pola, mengklasifikasi benda konkret berdasarkan sifatnya, dan mengetahui bagaimana prediksi sistem KA dipengaruhi input benda konkret
B. Kokurikuler Perencanaan Kokurikuler Di SD Negeri Sumurbandung II, pelaksanaan kegiatan kokurikuler dirancang sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang memadukan nilai akademik, keterampilan hidup, dan penguatan karakter. Setiap projek maupun kegiatan pembiasaan disusun dengan mempertimbangkan kondisi nyata di lingkungan sekolah, kebutuhan peserta didik, serta kearifan lokal yang berkembang di masyarakat sekitar. Melalui pendekatan kolaboratif lintas disiplin ilmu, murid diajak untuk mengidentifikasi permasalahan yang relevan, merumuskan solusi kreatif, dan mengimplementasikannya dalam bentuk produk atau aksi nyata. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Dimensi Profil Lulusan, meliputi 8 dimensi profil lulusan yang diharapkan. Pengorganisasian kegiatan kokurikuler dilakukan secara terstruktur, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Jadwal kegiatan telah disusun agar selaras dengan kalender akademik sekolah, memastikan bahwa setiap murid memiliki kesempatan optimal untuk terlibat aktif. Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif baik bagi pengembangan diri murid maupun bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Pengorganisasian kegiatan kokurikuler ditunjukkan pada Tabel berikut ! Bentuk Kegiatan Kokurikuler Kegiatan kokurikuler diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk utama yang dapat dipilih dan dikembangkan oleh satuan pendidikan sesuai dengan karakteristik murid dan konteks satuan pendidikan. Ketiga bentuk utama kokurikuler adalah :
1. Kegiatan kokurikuler melalui pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin merupakan kegiatan kokurikuler yang mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran/muatan pembelajaran dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan nyata murid. Tujuannya adalah membantu murid melihat keterkaitan antarilmu sebagai upaya mengembangkan delapan dimensi profil lulusan serta memperdalam pemahaman melalui pengalaman kontekstual. Tema yang akan digunakan dapat ditentukan oleh satuan pendidikan dengan didasarkan pada hasil analisis potensi dan kebutuhan satuan pendidikan serta dimensi profil lulusan yang perlu ditingkatkan. Tabel Kegiatan Ko-Kurikuler Lintas Disiplin Ilmu (Intrakurikuler) Tema Dimensi Profil Lulusan Jenis Kokuri kuler Tujuan Pembelajaran Bentuk Aktivitas Lingku ngan Belajar waktu Target Alokasi Keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YM Cara lainnya Meningkatkan berbagai aspek yang bersifat spiritual, kognitif, dan karakter. Menghafa l surat- surat pendek dan asmaul husna Lingkun gan sekolah Seming gu sekai di tiap masing- masing kelas 1 JP Kewargaan Pembela jaran kolabora tif lintas didiplin ilmu PP dan Seni Rupa Menghargai keberagaman latar belakang budaya, membangun sikap inklusif, serta memeprkuat identitas dan toleransi dalam kehidupan sekolah yang berbhineka Tunggal Ika Mengenal i budaya daerah tiap siswa dengan cara mengelo mpokan berbgai macam budaya dari setiap daerah, dan memperse ntasiikann ya secara berkelom pok Lingkun gan sekolah Kelas VI Di Bulan Agustus minggu ke 2 1 JP
Meng enal buday a Kreatifitas Pembela jaran kolabora tif lintas didiplin ilmu IPAS dan B.Seni Rupa dan Pjok Mengenal bagaimana tubuh kita bergerak, mengeenalm cara merawat tubuh dan cara mengetahui cara duduk yang baik. Membuat reflika rangka manusia secra berkelom ok dan mempeers entasikan nya Lingkun gan sekolah Kelas VI bulan Juli mimggu ketiga 1 JP Meng enal buday a Kolaborasi Pembela jaran kolabora tif lintas didiplin ilmu PP dan B. Indonesi a Menegnal, memahami, dan menghargai kekayaan budaya local serta menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah dan lingungannya masing- masing Mempelaj ari kebiasaan yang ada di daerah setempat (di lingkunga n masyarak at Sekolah) dan melakuka n wawancar a terhadap masyarak at,, kemudian merefleks ikannya dan menindak lanjuti. Lingkun gan sekolah dan masyara kat Kelas VI di Awal septemb er 1 JP Pemil u Raya Komunikasi Pembela jaran Memahami proses demokrasi, menegmbangk an sikap partisipasif, dan bertanggung jawab dalam kehiduoan berorganisasi serta menumbuhkan nilai-nilai kepemimpinan Mempelaj ari makan dari demokrasi pemilu dan politik sehat, melaksan akan pemilihan kepengur usan kelas dengan cara Lingkup sekolah Kelas VI juni minggu kedua JP
Kegiatan Kokurukuler Lintas Intrakurikuler (Mapel) kegiatan kokurikuler lintas intrakurikuler dirancang untuk menghubungkan berbagai mata pelajaran melalui pendekatan tematik dan kontekstual. Kegiatan ini memadukan kompetensi dasar yang diperoleh murid di kegiatan intrakurikuler dengan pengalaman belajar nyata yang bersifat kolaboratif, kreatif, dan berorientasi pada pemecahan masalah. Pendekatan lintas intrakurikuler memungkinkan murid untuk melihat keterkaitan antar disiplin ilmu, misalnya menggabungkan pembelajaran Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan Seni Budaya dalam sebuah projek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Projek tersebut dapat berbentuk penelitian sederhana, pembuatan karya, penyelenggaraan kampanye sosial, atau aksi nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat.Selain memperkuat pemahaman konsep, kegiatan kokurikuler lintas intrakurikuler juga menumbuhkan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Melalui kegiatan ini, murid diarahkan untuk menghasilkan produk dan/atau aksi yang mencerminkan nilai-nilai Dimensi Profil Lulusan, sehingga penguatan karakter dan kompetensi berjalan secara terpadu. Pengelolaan kegiatan dilakukan secara terencana mulai dari penentuan tema lintas mata pelajaran, penjadwalan, pembagian peran guru sebagai fasilitator lintas mapel, hingga tahap evaluasi dan refleksi bersama. Dengan demikian, kegiatan kokurikuler lintas intrakurikuler menjadi jembatan yang efektif antara teori yang dipelajari di kelas dengan penerapan dalam kehidupan nyata. kewargaan dan berintegritas pemungut an suara
Gambar Alur Pengembangan Kegiatan Kokurikuler Lintas Disiplin Ilmu Tabel Alur Pengembangan Kokurikuler Kolaboratif Tahap Uraian Kegiatan Lintas Disiplin Ilmu Produk/Hasil (1) Identifikasi Tema & Konteks Menentukan tema “Lingkunganku Sehat, Aku Kuat”, relevan dengan kondisi sekitar sekolah. Semua guru Tema projek disepakati (2) Pemetaan Kompetensi Mengaitkan kompetensi setiap mata pelajaran dengan tema. IPA (kebersihan, udara sehat), IPS (dampak sosial), B. Indonesia (laporan), Matematika (grafik data), PJOK (pola hidup sehat), Seni (poster), Pancasila (gotong royong), Koding (game/aplikasi) Peta integrasi lintas mata pelajaran (3) Perancangan Kegiatan Menyusun kegiatan kolaboratif berbasis masalah: observasi, analisis, kreasi karya, refleksi. Semua mata pelajaran Rencana projek mingguan
(4) Pelaksanaan Minggu 1–2 Observasi lingkungan sekolah: Diskusi kelompok tentang : Mengidentifikasi jenis- jenis sampah , Mengidentifikasi masalah kesehatan. IPA, IPS, Matematika, B. Indonesia Data survei, catatan observasi (5) Pelaksanaan Minggu 3–4 Minggu ke_3 Mengumpulkan dan Analisis data, Membuat grafik, Mengolah data Menulis laporan, Minggu ke_4 Membuat poster kampanye lingkungan sehat. Matematika, B. Indonesia, Seni Budaya Laporan, grafik, poster (6) Pelaksanaan Minggu 5 Membuat karya digital: aplikasi/game sederhana tentang kebiasaan hidup sehat. Koding & KA Produk digital (game/aplikasi sederhana) (7) Pelaksanaan Minggu 6 Senam bersama & pameran karya (poster, laporan, aplikasi). PJOK, Seni, semua guru Pameran hasil karya, kegiatan olahraga (8) Integrasi Nilai Profil Pancasila Menekankan nilai iman, gotong royong, kritis, kreatif, mandiri, dan global. Semua disiplin Sikap & karakter siswa (9) Evaluasi & Refleksi Menilai proses (kerja sama, tanggung jawab) & produk (laporan, poster, aplikasi). Refleksi bersama siswa. Semua guru Nilai projek & catatan refleksi (10) Publikasi & Tindak Lanjut Pameran di sekolah, kampanye digital, dan program “Jumat Bersih”. Semua Diseminasi karya & kebiasaan berkelanjutan 2. Kegiatan Kokurikuler melalui Gerakan 7KAIH
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) berbasis kebiasaan dan pembelajaran mendalam yang mengedepankan pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Dalam rangka mencapai sebuah kebiasaan diperlukan pembiasaan, dan pembiasaan memerlukan ekosistem pendukung yang dilakukan bersama mitra yang disebut dengan Catur Pusat Pendidikan. Kegiatan kokurikuler G7KAIH ini fokus pada pembentukan karakter murid melalui pembangunan pembiasaan positif yang dilakukan secara rutin, konsisten, dan terencana. Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi: 1) Bangun pagi; 2) Beribadah; 3) Berolahraga; 4) Makan sehat dan bergizi; 5) Gemar belajar; 6) Bermasyarakat, dan 7) Tidur Cepat. Sebagai kegiatan kokurikuler, G7KAIH bukan sekedar ajakan moral atau slogan harian, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter yang perlu dirancang melalui identifikasi kebutuhan, tujuan yang jelas, langkah pelaksanaan yang sistematis, pendampingan, dan asesmen untuk merefleksikan perubahan kebiasaan dan sikap murid. Implementasi 7KAIH dapat dilakukan dalam berbagai bentuk aktivitas yang menggembirakan, seperti jurnal kebiasaan harian, tantangan kelas mingguan, kampanye kebiasaan baik, turun ke lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat atau tokoh agama, riset, hingga aksi kolaboratif antar kelas atau tingkat. Berikut gambaran tahapan Pengembangan kegiatan kokurikuler G7KAIH
Alur Tahapan Pengembangan Kegiatan Kokurikuler G7KAIH 1. Perencanaan Awal: Identifikasi kebutuhan sekolah dan pembentukan tim pelaksana. 2. Pemetaan Kompetensi & Nilai: Menentukan bidang G7KAIH yang relevan. 3. Perancangan Program: Menyusun jadwal, indikator capaian, dan integrasi kurikulum. 4. Pelaksanaan: Menjalankan kegiatan kokurikuler lintas bidang. 5. Pendampingan & Monitoring: Guru membimbing serta memantau perkembangan siswa. 6. Evaluasi & Refleksi: Menilai proses, hasil, serta melakukan refleksi bersama. 7. Publikasi & Apresiasi: Menyajikan karya melalui pameran, lomba, dan penghargaan.
Tabel Rencana Kegiatan Kokurikuler G7K AIH No Kebiasa an Hebat Nama Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pengalaman Belajar Prinsip BBM Domain Kompetensi yang Dikembang kan Waktu Pelaksan aan 1 Bangun Pagi Senam Pagi Ceria Siswa mengikuti senam pagi bersama sambil menyanyika n lagu semangat. Memahami pentingnya bangun pagi, mengaplikasi kan dengan datang tepat waktu, menyadari manfaat bagi tubuh dan pikiran. Menggembi rakan, Bermakna Kesehatan, Kemandirian , Kolaborasi Jum’at 07.00 – 07.30 2 Beribad ah Ruang Doa dan Refleksi Siswa diberi waktu khusus untuk melaksanaka n sholat Dhuha dan berdoa, lalu menuliskan refleksi atau perasaan hati. Memahami pentingnya ibadah dan ketenangan batin, mengaplikasi kan doa, merefleksi rasa syukur dan kedamaian. Berkesadara n, Bermakna Keimanan, Ketakwaan, Kemanusiaa n, Komunikasi Kamis 07.00 – 07.30 3 Berolahr aga Permainan Tradisiona l Nusantara Bermain engklek, gobak sodor, dan permainan tradisional lain untuk melatih kebersamaan . Memahami manfaat olahraga sebagai pembentuk karakter, mengaplikasi kan kerjasama, merefleksi nilai sportivitas dan kejujuran. Menggembi rakan, Bermakna Kesehatan, Kolaborasi, Kewargaan Rabu 07.00 – 07.30
4 Makan Sehat dan Bergizi Cooking Class Mini: Piring Makanku Siswa menyiapkan bekal sehat berbasis gizi seimbang, serta belajar kandungan gizi dari bahan pangan sederhana. Memahami gizi seimbang, mengaplikasi kan pola makan sehat, merefleksi kebiasaan hidup sehat. Bermakna, Menggembi rakan Kesehatan, Penalaran Kritis, Kreativitas Jum’at 07.00 – 07.30 5 Gemar Belajar Petualang an Ilmu Kelas Luar Ruang Bahasa Indonesia atau tematik dilaksanakan di luar kelas dengan kegiatan eksplorasi dan diskusi kelompok. Meningkatkan kegiatan literasi dan numerasi dan merefleksikan hasil diskusi bersama. Bermakna, Menggembi rakan Penalaran Kritis, Kreativitas, Komunikasi Selasa 07.00 – 07.30 6 Bermas yarakat Aksi Cinta Lingkunga n Siswa membersihk an lingkungan sekolah dan menanam tanaman bersama warga sekolah. Memahami pentingnya kebersihan dan peran warga sekolah, mengaplikasi kan lewat aksi nyata, merefleksi pesan moral. Berkesadara n, Bermakna Kewargaan, Kolaborasi, Kemandirian 07.00 – 07.30 7 Tidur Cepat Cerita dan Drama “Tidur Nyenyak Si Jagoan” Siswa mendengark an dongeng interaktif dan membuat drama mini tentang pentingnya tidur. Memahami fungsi tidur, mengaplikasi kan kebiasaan tidur teratur, merefleksi dampak kurang tidur. Menggembi rakan, Berkesadara n Kesehatan, Kreativitas, Komunikasi 07.00 – 07.30
Tabel Kegiatan GK7AIH di SDN Sumurbandung II 3. Kegiatan Kokurikuler melalui cara lainnya Bentuk kegiatan kokurikuler dalam kategori cara lainnya berupa kegiatan kokurikuler ciri khas satuan pendidikan berbasis konteks lokal dan kegiatan kegiatan berbasis nilai-nilai satuan pendidikan, dan kegiatan satu disiplin ilmu yang dalam aktivitasnya terjadi kolaborasi beragam keilmuan dan keahlian. Dalam hal ini, SDN Sumurbandung II mengembangkan bentuk kegiatan kokurikuler lain yang sesuai dengan nilai-nilai di SDN Sumurbandungg II, seperti , kebutuhan murid, dan konteks lokal, sepanjang kegiatan tersebut memenuhi kriteria kokurikuler Kegiatan yang dirancang oleh SDN Sumurbandungg II berdasarkan keunikan lokal, nilai-nilai khas satuan pendidikan, potensi yang berkembang di masyarakat sekitar, dan kekayaan budaya atau sosial di daerah tersebut. seperti menyelenggarakan belajar permainan tradisional, praktik bertani atau berkebun, sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan lokal sekaligus menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan budaya sendiri.
Bentuk kegiatan kokurikuler “cara lainnya” ini mengakui bahwa setiap satuan pendidikan memiliki identitas, konteks, dan kekuatan unik yang patut diangkat dan menjadi sumber belajar. Selama kegiatan tersebut dirancang secara terencana, melibatkan murid secara aktif, terdapat asesmen yang relevan dengan mata pelajaran, serta berorientasi pada delapan dimensi profil lulusan, maka kegiatan tersebut merupakan kokurikuler. Berikut tahapan pengembangan kegiatan kokurikuler cara lainnya : Gambar 3. Tahapan Pengembangan Kegiatan Kokurikuler Cara Lainnya Tujuan Pembelajaran Kokurikuler Tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang menggambarkan arah, capaian, dan hasil yang diharapkan dari suatu proses belajar yang dijalani murid. Tujuan pembelajaran dalam konteks kokurikuler merupakan gambaran hasil yang diharapkan setelah melaksanakan kokurikuler. Komponen tujuan pembelajaran adalah gabungan antara kompetensi yang ingin dibangun dan konten atau muatan nilai yang ingin ditanamkan. Kompetensi merujuk pada kemampuan murid delapan dimensi profil lulusan. Sementara itu, konten dapat berupa tema proyek, kebiasaan positif, nilai-nilai khas satuan pendidikan, atau isu kontekstual yang menjadi ruang belajar bagi murid Alokasi Waktu Langkah pertama merancang alokasi waktu kegiatan kokurikuler adalah mengidentifikasi jumlah total jam kokurikuler yang dimiliki setiap kelas. Jumlah jam tersebut diatur dalam Peraturan Menteri tentang implementasi kurikulum. Berikut adalah alokasi waktu kokurikuler dalam satu tahun ajaran untuk setiap jenjang
Tabel 6. Alokasi Waktu Kegiatan Kokurikuler per Tahun Jenjang SD/sederajat No Satuan /jenjang Pendidikan Kelas Alokasi Waktu (JP/Tahun) 1 PAUD atau bentuk lain yang sederajat - Ditetapkan oleh satuan pendidikan 2 I 216 3 II 216 4 III-IV 252 5 V 252 6 VI 224 Merancang Aktivitas Kokurikuker Pengembangan aktivitas dalam kegiatan kokurikuler perlu mempertimbangkan pengalaman belajar dalam pembelajaran mendalam, yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Ketiga pengalaman belajar tersebut diupayakan ada dalam rangkaian kegiatan kokurikuler.
Asesmen Kokurikuler Penanggung jawab kegiatan adalah kepala satuan pendidikan, sehingga evaluasi kegiatan kokurikuler juga menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan. Kepala satuan Pendidikan dapat menunjuk pihak lain untuk melakukan evaluasi kegiatan. Pelaksana evaluasi kegiatan secara ideal untuk menjaga objektivitas adalah pihak lain yang tidak berkepentingan terhadap kegiatan. Namun dengan alasan penyederhanaan, satuan pendidikan dapat melakukan sendiri evaluasi kegiatan melibatkan semua elemen dalam pelaksanaan kegiatan,seperti murid, guru, orang tua untuk menjaga objektivitas. Objektivitas tetap dapat dipenuhi dengan cara dipilih guru yang tidak terlibat dalam kegiatan untuk melakukan evaluasi. Formatif: Teknik observasi dengan instrumen catatan anecdotal
Format : Penilaian Kinerja dengan Format Rubrik Kegiatan kokurikuler di SDN Sumurbandung II diselenggarakan untuk memperkuat pengembangan karakter, kemampuan berpikir reflektif, dan keterlibatan sosial peserta didik melalui Projek 8 Dimensi Profil Lulusan . Dengan pendekatan pembelajaran mendalam, kegiatan ini memberi ruang bagi siswa untuk belajar dari pengalaman nyata, membangun makna secara kontekstual, dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari- hari. C. Ekstrakurikuler Kepramukaan Kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari pengembangan diri yang tercantum dalam Permendikbudristek No. 13 Tahun 2025, dan berfungsi sebagai sarana penguatan karakter serta pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh. Dalam Kurikulum Merdeka, kegiatan ekstrakurikuler dipandang sebagai wahana untuk menumbuhkan minat, bakat, tanggung jawab sosial,
serta penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan melalui aktivitas yang bermakna dan mendalam. Kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk: 1) Memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat personal. 2) Menumbuhkan kepemimpinan, kreativitas, kerja sama, dan integritas moral. 3) Meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam kehidupan sekolah dan masyarakat. 4) Menghubungkan pengalaman belajar siswa dengan dunia nyata secara kontekstual melalui pendekatan pembelajaran mendalam. JADWAL KEGIATAN KEPRAMUKAAN SDN SUMURBANDUNG II KECAMATAN JAYANTI Hari : Rabu Waktu : 14.00 – 15.30 WIB Minggu ke- Waktu Kegiatan Tujuan/Penekanan 1 14.00 – 15.30 Upacara Pembukaan & Perkenalan Pramuka Membentuk disiplin dan kebersamaan 2 14.00 – 15.30 Pengenalan Dasar Kepramukaan (Dwi Satya & Dwi Dharma) Menanamkan nilai dasar kepramukaan 3 14.00 – 15.30 Latihan Baris-Berbaris Melatih kedisiplinan dan kekompakan 4 14.00 – 15.30 Keterampilan Simpul & Tali-Temali Mengasah keterampilan praktis 5 14.00 – 15.30 Permainan Edukatif Berkelompok Menumbuhkan kerja sama dan sportivitas 6 14.00 – 15.30 Pengetahuan P3K (Pertolongan Pertama) Melatih kesiapan dan kepedulian 7 14.00 – 15.30 Orientasi Lingkungan & Kebersihan Sekolah Menanamkan cinta lingkungan 8 14.00 – 15.30 Latihan Semaphore & Sandi Pramuka Melatih kreativitas dan komunikasi 9 14.00 – 15.30 Pengenalan Tanda Pengenal Pramuka Memahami struktur dan jenjang pramuka
10 14.00 – 15.30 Kegiatan Bakti Lingkungan (Kerja Bakti) Menumbuhkan gotong royong dan peduli sosial 11 14.00 – 15.30 Perkemahan Mini (di sekolah) Melatih kemandirian dan kepemimpinan 12 14.00 – 15.30 Keterampilan Memasak Sederhana di Alam Meningkatkan kreativitas dan kemandirian 13 14.00 – 15.30 Lomba Keterampilan Pramuka Mengukur keterampilan dan kekompakan 14 14.00 – 15.30 Refleksi, Evaluasi, dan Penutupan Semester Mengevaluasi capaian & mempererat persaudaraan Kegiatan ekstrakurikuler di SDN Sumurbandung II dirancang berdasarkan prinsip: Sukarela dan partisipatif: siswa memilih kegiatan sesuai minat dan motivasi intrinsik. Bermakna dan kontekstual: kegiatan memiliki hubungan dengan kehidupan nyata dan budaya lokal. Reflektif dan kolaboratif: mendorong kerja sama dan proses evaluasi diri secara berkelanjutan. Terencana dan berkelanjutan: kegiatan dirancang sistematis dan dapat berlangsung sepanjang tahun ajaran D. Ekstrakurikuler Keputrian Kegiatan Ekstrakurikuler Keputrian di SDN Sumurbandung II merupakan salah satu program pengembangan diri yang ditujukan khusus bagi peserta didik putri. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jum’at pukul 11.00 – 11.35 WIB (1 JP). Ekstrakurikuler keputrian dirancang untuk menjadi wadah pembinaan karakter, keterampilan, dan kepribadian peserta didik putri agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berpengetahuan, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan zaman. Materi kegiatan mengintegrasikan aspek spiritual, sosial, keterampilan hidup (life skills), kesehatan reproduksi dasar, hingga penguatan literasi digital sesuai kebutuhan peserta didik dan kondisi lingkungan sekolah. Dengan menggunakan pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam), kegiatan ini tidak sekadar menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menghubungkan
materi dengan realitas kehidupan sehari-hari. Peserta didik putri dilatih untuk berpikir kritis, memahami nilai-nilai moral dan agama, menjaga kesehatan diri, serta menumbuhkan rasa percaya diri melalui diskusi, praktik langsung, refleksi, dan pembiasaan. Program ini juga menjadi sarana pembiasaan untuk membentuk perilaku positif, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sikap sopan santun, serta keterampilan keterampilan kewanitaan sederhana yang relevan dengan usia mereka. Dengan demikian, kegiatan keputrian diharapkan mampu memperkuat8 dimensi Profil Lulusan, khususnya dalam aspek beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, mandiri, dan gotong royong. Jadwal Kegiatan Ekstrakurikuler Keputrian Hari : Jum’at Waktu : 11.00 – 11.35 WIB (1 JP) Peserta : Peserta Didik Putri Kelas IV, V, dan VI Tempat : Ruang kelas / ruang serbaguna / lingkungan sekolah Pembina : Guru Pendamping Keputrian Minggu Materi / Tema Kegiatan Metode / Strategi I Pembinaan Akhlak dan Etika Remaja Ceramah interaktif, diskusi, refleksi II Kesehatan Diri & Kebersihan Lingkungan Demonstrasi, praktik langsung, projek kecil III Literasi Keputrian (membaca, menulis, dan berdiskusi tema perempuan) Literasi digital, membaca bersama, diskusi IV Keterampilan Kewanitaan (merapikan diri, keterampilan sederhana) Praktik, role play, kerja kelompok V Evaluasi dan Refleksi Bulanan Diskusi, presentasi, tanya jawab Rencana Kegiatan Ekstrakurikuler Keputrian Semester I Tahun Pelajaran 2025/2026 Nama Satuan Pendidikan : SDN Sumurbandung II Hari & Waktu : Jum’at, 11.00 – 11.35 WIB (1 JP) Peserta : Peserta Didik Putri Kelas IV – VI
Pembina : Guru Pendamping Keputrian Jadwal Mingguan (Semester I) Minggu Tema / Materi Utama Sub Materi / Kegiatan Metode / Strategi 1 Pembinaan Akhlak Adab terhadap orang tua & guru Ceramah interaktif, diskusi 2 Pembiasaan Ibadah Tata cara wudhu & shalat yang benar Demonstrasi, praktik langsung 3 Kesehatan Diri Merawat kebersihan rambut & kulit Ceramah interaktif, diskusi, refleksi Merawat kebersihan alat refroduksi Ceramah interaktif, diskusi, refleksi 4 Literasi Keputrian Membaca kisah teladan perempuan inspiratif Literasi membaca, diskusi 5 Keterampilan Membuat hiasan sederhana dari bahan bekas Projek kreatif, kolaborasi 6 Akhlak Mulia Adab pergaulan sehari-hari Role play, diskusi 7 Kesehatan Reproduksi Dasar Mengenal perubahan fisik remaja putri Ceramah singkat, tanya jawab 8 Literasi Digital Etika berinternet & bijak bermedsos Diskusi, studi kasus 9 Kewirausahaan Sederhana Membungkus kado / membuat kerajinan kecil Praktik, kerja kelompok 10 Pembinaan Akhlak Pentingnya menjaga lisan & sopan santun Diskusi, refleksi 11 Kesehatan Diri Perawatan kebersihan kuku & tangan Demonstrasi, praktik 12 Literasi Keputrian Menulis puisi/cerita pendek tentang perempuan Menulis kreatif, presentasi 13 Keterampilan Hidup Merapikan diri & cara berpakaian sopan Praktik, diskusi 14 Akhlak Mulia Menumbuhkan rasa empati & peduli Ice breaking, diskusi 15 Kesehatan Reproduksi Dasar Menjaga kesehatan saat menstruasi Ceramah interaktif, praktik sederhana 16 Literasi Digital Mengenal aplikasi edukasi bermanfaat Demonstrasi, diskusi 17 Kewirausahaan Membuat minuman sehat sederhana Praktik, kolaborasi 18 Pembinaan Akhlak Syukur & sabar dalam kehidupan sehari-hari Diskusi reflektif, kisah inspiratif 19 Kesehatan Diri Pentingnya olahraga ringan & gizi seimbang Simulasi, diskusi
20 Literasi Keputrian Bedah buku / artikel ringan bertema perempuan Diskusi kelompok 21 Keterampilan Hidup Membuat jadwal harian yang produktif Brainstorming, simulasi 22 Akhlak Mulia Menjaga amanah & tanggung jawab Diskusi, permainan nilai 23 Review Semester Refleksi & evaluasi hasil kegiatan Diskusi, sharing pengalaman 24 Gelar Karya / Apresiasi Pameran mini karya keterampilan keputrian Presentasi, pameran kelas Jadwal Mingguan (Semester II) Minggu Tema / Materi Utama Sub Materi / Kegiatan Metode / Strategi 1 Pembinaan Akhlak Menjaga ukhuwah & persahabatan Diskusi, permainan nilai 2 Pembiasaan Ibadah Doa sehari-hari & adab makan-minum Hafalan, praktik 3 Kesehatan Diri Merawat kebersihan pakaian & hijab Praktik, sharing 4 Literasi Keputrian Membaca artikel kesehatan remaja Literasi membaca, diskusi 5 Keterampilan Membuat bros / aksesoris sederhana Projek kreatif 6 Akhlak Mulia Menumbuhkan rasa hormat pada orang tua Kisah inspiratif, refleksi 7 Kesehatan Reproduksi Dasar Mengenal siklus menstruasi sehat Ceramah interaktif 8 Literasi Digital Mengenal bahaya cyberbullying Studi kasus, diskusi 9 Kewirausahaan Membuat kerajinan kecil bernilai jual Praktik, kerja kelompok 10 Pembinaan Akhlak Pentingnya berkata jujur Role play, diskusi 11 Kesehatan Diri Cara mencuci tangan & menjaga kebersihan makanan Demonstrasi, praktik 12 Literasi Keputrian Menulis refleksi pengalaman belajar Menulis kreatif 13 Keterampilan Hidup Menata ruang belajar pribadi Simulasi, praktik 14 Akhlak Mulia Menumbuhkan rasa syukur & sabar Ceramah, sharing 15 Kesehatan Reproduksi Dasar Pentingnya menjaga privasi & kehormatan diri Diskusi, role play 16 Literasi Digital Cara menggunakan aplikasi belajar online Demonstrasi, praktik
17 Kewirausahaan Membuat camilan sehat sederhana Praktik, kolaborasi 18 Pembinaan Akhlak Memupuk sifat dermawan & suka berbagi Diskusi, kisah inspiratif 19 Kesehatan Diri Merawat kebersihan alat belajar & lingkungan Projek kebersihan 20 Literasi Keputrian Membaca kisah tokoh perempuan dunia Bedah buku, diskusi 21 Keterampilan Hidup Mengatur keuangan saku harian Simulasi, diskusi 22 Akhlak Mulia Belajar ikhlas & rendah hati Diskusi reflektif 23 Review Semester Evaluasi & refleksi kegiatan semester II Sharing pengalaman 24 Gelar Karya / Apresiasi Pameran karya keterampilan & literasi Presentasi, pameran mini Bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler di SDN Sumurbandung II diselenggarakan dalam dua kegiatan : - Pramuka (Pendidikan Kepramukaan) : - Sebagai kegiatan wajib bagi seluruh peserta didik. - Menekankan pembentukan karakter disiplin, kemandirian, cinta alam, dan tanggung jawab sosial. - Pembelajaran dilaksanakan secara eksperiensial (learning by doing) dan proyek sosial kelompok. - Keputrian Ekstrakurikuler ini diselenggarakan bagi peserta didik sesuai potensi, bakat, dan minat peserta didik. Pengembangan ekstrakurikuler di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui tahapan: 1) Analisis sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan Ekstrakurikuler; 2) Identifikasi kebutuhan, potensi, bakat, dan minat Peserta Didik; 3) Menetapkan bentuk kegiatan yang diselenggarakan, kompetensi, muatan pembelajaran, beban belajar, dan indikator ketercapaiannya; 4) Mengupayakan sumber daya sesuai pilihan peserta didik. Semua kegiatan ekstrakurikuler didesain untuk:
1) Mendorong tumbuhnya karakter sehat, kreatif, dan mandiri 2) Menjadi ruang untuk siswa belajar melalui pengalaman nyata dan sosial 3) Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat - Inklusif Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, setara, dan ramah bagi semua peserta didik, SDN Sumurbandung II menyelenggarakan layanan inklusif sesuai amanat Permendikbudristek No. 13 Tahun 2025 tentang Standar Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (SNPDM). Layanan ini dirancang agar setiap peserta didik, tanpa terkecuali, dapat berkembang optimal sesuai dengan potensi, kebutuhan, dan kondisi individualnya. 1. Prinsip Layanan Inklusif Non-diskriminatif: Setiap peserta didik mendapatkan hak yang sama untuk belajar dan berkembang. Berpusat pada Peserta Didik: Pendekatan pembelajaran memperhatikan perbedaan kemampuan, minat, gaya belajar, dan latar belakang. Aksesibilitas: Penyediaan sarana, prasarana, serta media pembelajaran yang ramah dan mudah diakses semua peserta didik. Kolaboratif: Melibatkan guru, orang tua, tenaga kependidikan, dan masyarakat dalam mendukung layanan inklusif. Fleksibilitas: Kurikulum, metode, dan asesmen disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. 2. Bentuk Kegiatan Layanan Inklusif a. Identifikasi Awal Asesmen - Melakukan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik melalui asesmen diagnostik, termasuk kebutuhan khusus. - Menyusun Profil Belajar Peserta Didik (PBPD) sebagai dasar perencanaan pembelajaran diferensiasi. b. Pembelajaran Diferensiasi - Menyediakan variasi strategi, konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai kemampuan dan gaya belajar peserta didik.
- Memberikan materi pengayaan bagi peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi dan remidial bagi yang membutuhkan pendampingan tambahan. c. Pendampingan Khusus - Menyediakan guru pendamping khusus (GPK) atau tenaga bantu bagi peserta didik dengan hambatan belajar tertentu. - Mengembangkan Individualized Education Program (IEP) untuk peserta didik berkebutuhan khusus. d. Layanan Konseling dan Dukungan Psikososial - Menyediakan layanan bimbingan konseling untuk membantu peserta didik menghadapi tantangan akademik, sosial, dan emosional. - Melakukan home visit bagi peserta didik yang mengalami hambatan kehadiran atau masalah keluarga. e. Penyediaan Sarana dan Prasarana Ramah Anak - Menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan aksesibilitas, seperti jalur kursi roda, toilet ramah difabel, dan ruang kelas inklusif. - Menggunakan media dan teknologi pembelajaran adaptif, termasuk aplikasi atau perangkat yang mendukung peserta didik dengan kebutuhan khusus. f. Pelatihan dan Pengembangan Guru - Melaksanakan pelatihan rutin bagi pendidik dan tenaga kependidikan tentang strategi pembelajaran inklusif, asesmen alternatif, dan penggunaan media adaptif. - Mendorong guru untuk berbagi praktik baik melalui komunitas belajar dan Kelompok Kerja Guru (KKG). g. Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat - Melibatkan orang tua dalam penyusunan dan evaluasi layanan inklusif.
- Menjalin kemitraan dengan lembaga terkait (Dinas Pendidikan, Puskesmas, LSM, psikolog, dan lembaga sosial) untuk mendukung peserta didik secara menyeluruh. 3. Mekanisme Evaluasi Evaluasi dilaksanakan secara berkala melalui rapat guru, laporan perkembangan peserta didik, dan masukan dari orang tua. Penilaian ketercapaian layanan inklusif mencakup aspek akademik, sosial, emosional, dan keterampilan hidup. Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki program layanan inklusif agar lebih efektif dan berkesinambungan. Ketiga jenis kegiatan pembelajaran ini – intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler – saling mendukung dalam membentuk peserta didik yang utuh secara kognitif, afektif, dan psikomotor. Melalui integrasi pendekatan deep learning dan nilai-nilai Dimensi Profil Lulusan, SDN Sumurbandung II berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, relevan, dan transformatif menuju generasi yang sehat, cerdas, kreatif, mandiri, dan berakhlak mulia.
Analisis Minggu Belajar Efektif Tahun 2025/2026 Minggu Efektif Sekolah (MES) : Minggu Belajar Efektif (MBE) Kelas 1 s.d 4 & 6 Minggu Belajar Efektif (MBE) Kelas 5 Semester 1 = 23 Semester 1 = 19 Semester 1 = 19 Semester 2 = 20 Semester 2 = 18 Semester 2 = 15 TA. 2025/2026 = 44 TA. 2025/2026 = 36 TA. 2025/2026 = 34 URAIAN KALENDER PENDIDIKAN TAHUN AJARAN 2025/2026 NO TANGGAL, BULAN, TAHUN URAIAN KEGIATAN 1 14 Juli 2025 Hari Pertama Masuk Satuan Pendidikan 2 14 – 18 Juli 2025 Kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) 3 21 – 22 Juli 2025 Masa Asesmen Awal siswa 4 4 – 8 Agustus 2025 Simulasi AN SD 5 17 Agustus 2025 HUT Kemerdekaan RI 6 18 Agustus Acara Khusus Sekolah Peringatan HUT Ri 6 1 - 4 September 2025 Penilaian Formatif Semester Gasal 7 5 September 2025 Maulid Nabi Muhammad Saw 8 6 - 17 Oktober 2025 Perkiraan Pelaksanaan Sulingjar SD 9 12 September Acara Khusu Sekolah “Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW” 10 13 Oktober 2025 Hari jadi ke-392 Kabupaten Tangerang 11 20 - 24 Oktober 2025 Pelaksanaan AN SD Tahap I 12 3 - 4 Nopember 2025 Pelaksanaan AN SD Tahap II 13 10 November 2025 Peringatan Hari Pahlawan 14 8-12 Desember 2025 Penilaian sumatif semester gasal SD
15 22 Desember 2025 Penandatanganan raport semester gasal TP 2025/2026 16 23 Des 2025 - 2 Jan 2025 Libur akhir semester gasal 17 25 Desember 2025 Hari raya Natal 18 1 Januari 2026 Tahun Baru Masehi 2026 19 16 Januari 2026 Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw 1447 H 20 23 Januari 2026 Acara Khusus Sekolah “Peringatan Isra’ dan Mi’raj” 21 17 Februari 2026 Tahun baru Imlek 2577 22 18 - 20 Februari 2026 Libur Awal Ramadhan 1447 H 23 2 - 6 Maret 2026 Penilaian Formatif Semester Gasal 24 19 Maret 2026 Hari raya Nyepi 1947 Saka 24 20 Maret 2026 Hari raya Idul Fitri 1447 H 26 16 Maret - 27 Maret 2026 Perkiraan libur hari raya Idul Fitri 1446 H 27 3 April 2026 Jumat Agung 28 1 Mei 2026 Hari Buruh Nasional 29 2 Mei 2026 Hari Pendidikan Nasional 30 14 Mei 2026 Kenaikan Isa Almasih 31 27 Mei 2026 Hari raya Idul Adha 1447 H 32 31 Mei 2026 Hari Raya Waisak 2570 33 1 Juni 2026 Hari Lahir Pancasila 34 8 – 12 Juni 2026 Perkiraan Sumatif Akhir Semester Genap 35 17 Juni 2026 Tahun baru Hijriah 1447 H 36 22 Juni 2026 Penandatanganan raport semester genap 37 23 Juni - 10 Juli 2026 Libur Akhir Semester Genap 38 29 Juni - 10 Juli 2026 Perkiraan SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027 39 13 Juli 2026 Awal tahun pelajaran 2026/2027
BAB V PERENCANAAN PEMBELAJARAN A. Ruang Lingkup Satuan Pendidikan 1. Evaluasi / Asesmen SDN Sumurbandung II melakukan evaluasi kurikulum secara regular, yaitu jangka pendek satu tahun sekali dan jangka Panjang 4 tahun sekali dengan mempertimbangkan perubahan yang terjadi baik perubahan kebijakan maupun update perkembangan terkini dalam proses pembelajaran. Evaluasi kurikulum dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan secara reflektif, yaitu: a. Evaluasi Harian, dilakukan secara individual oleh guru setelah pembelajaran berdasarkan catatan anekdotal selama proses pembelajaran, penilaian dan refleksi ketercapaian tujuan pembelajaran. Hasil evaluasi ini digunakan untuk perbaikan rencana pembelajaran atau modul Ajar pada hari berikutnya. b. Evaluasi Per Unit Belajar, dilakukan secara kelompok (team teaching) setelah satu unit pembelajaran atau tema selesai. Hasil ini digunakan untuk merefleksikan proses belajar, ketercapaian tujuan dan melakukan perbaikan maupun penyesuaian terhadap proses belajar dan perangkat ajar, yaitu alur tujuan pembelajaran dan modul ajar. c. Evaluasi Per Semester, dilakukan secara kelompok (team teaching) setelah satu semester selesai. Evaluasi ini dilakukan berdasarkan refleksi pembelajaran dan hasil asesmen peserta didik yang telah disampaikan pada laporan hasil belajar peserta didik. d. Evaluasi Per Tahun, merupakan refleksi ketercapaian profil lulusan, tujuan sekolah, misi dan visi sekolah. 2. Capaian Pembelajaran Dalam menyusun rencana pembelajaran, satuan pendidikan perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a. Capaian Pembelajaran b. Capaian Pembelajaran Ditetapkan oleh Pemerintah dan disusun dalam fase- fase.
c. Capaian Pembelajaran ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka d. https://drive.google.com/drive/folders/1CBijKL5D91p5LnTroypkAZdoTKk mgYDk?usp=sharing 3. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Satuan pendidikan menerapkan Standar Nasional Pendidikan sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek No. 13 Tahun 2025, yang mencakup: Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Menjadi acuan utama dalam menentukan capaian akhir yang harus dimiliki siswa, meliputi kompetensi akademik dan karakter. Standar Isi Mengatur ruang lingkup materi dan kompetensi yang diajarkan, termasuk penguatan literasi, numerasi, dan P5 (Projek Penguatan Dimensi Profil Lulusan). Standar Proses Mengacu pada prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa, kontekstual, kolaboratif, dan mendorong pembelajaran mendalam. Kegiatan belajar dirancang melalui pendekatan: - Inkuiri (inquiry-based learning) - Proyek (project-based learning) - Masalah (problem-based learning) - Standar Penilaian - Evaluasi pembelajaran meliputi penilaian formatif dan sumatif, portofolio, observasi, dan penilaian autentik lainnya yang memberi umpan balik terhadap proses dan hasil belajar siswa secara holistik. 4. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran di SDN Sumurbandung II disusun secara logis menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur
ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari. Prinsip penyusunan ATP: esensial, berkesinambungan, kontekstual, dan sederhana. 5. Pendekatan Pembelajaran Deep Learning Implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) mengusung prinsip-prinsip mindful, meaningful, dan joyful dalam menciptakan pengalaman belajar yang holistik dan menyeluruh. Pendekatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan tiga aspek penting yang membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Pertama, prinsip mindful dalam pembelajaran mendalam berfokus pada kesadaran penuh dan perhatian terhadap setiap langkah dalam proses belajar. Siswa diajak untuk hadir secara utuh dalam setiap kegiatan pembelajaran, memperhatikan detail, dan memahami konteks materi yang dipelajari. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan keterampilan reflektif, sehingga mereka dapat mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman pribadi dan melihat relevansinya dalam kehidupan sehari- hari. Pendekatan ini juga menekankan pentingnya pemahaman emosional dan mental siswa, menciptakan lingkungan belajar yang empatik dan suportif Kedua, prinsip meaningful mengacu pada upaya menciptakan pembelajaran yang memiliki arti dan relevansi bagi siswa. Setiap materi yang diajarkan dirancang sedemikian rupa agar dapat diaplikasikan dalam situasi nyata, membantu siswa memahami alasan di balik setiap konsep yang dipelajari. Dengan demikian, siswa tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga memahami konteks dan makna di baliknya. Pembelajaran yang bermakna ini juga melibatkan penyusunan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur, serta penerapan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa, sehingga mereka merasa termotivasi untuk belajar Ketiga, prinsip joyful menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menyenangkan bagi siswa. Proses pembelajaran harus dirancang agar siswa merasa antusias dan bersemangat untuk belajar. Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan metode pengajaran yang variatif dan interaktif, seperti permainan edukatif, proyek kolaboratif, dan kegiatan kreatif
lainnya. Guru juga berperan dalam menciptakan atmosfer kelas yang positif dan mendukung, sehingga siswa merasa nyaman untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang joyful ini mendorong siswa untuk menikmati proses belajar, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan emosional mereka. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip mindful, meaningful, dan joyful dalam pembelajaran mendalam, kita dapat menciptakan pengalaman belajar yang holistik dan menyeluruh. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademis, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kecerdasan emosional. Melalui pendekatan ini, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna, relevan, dan menyenangkan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan kompeten. B. Ruang Lingkup Kelas Ruang lingkup kelas di SD Negeri Sumurbandung II mencakup seluruh jenjang pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan, yaitu dari Kelas I hingga Kelas VI. Setiap jenjang dirancang untuk mengembangkan kompetensi peserta didik secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi, dan Standar Proses sebagaimana ditetapkan dalam Permendikbudristek Nomor 13 Tahun 2025. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) diterapkan di seluruh kelas untuk mendorong peserta didik membangun pengetahuan secara aktif, berpikir kritis, reflektif, dan terlibat secara bermakna dalam proses pembelajaran. Setiap kelas disusun dengan mempertimbangkan: 1. Tahap Perkembangan Peserta Didik Kurikulum disesuaikan dengan karakteristik usia dan psikososial anak pada masing-masing kelas: Kelas I–III (Fase A): Fokus pada pembentukan karakter, keterampilan dasar literasi dan numerasi, serta pengembangan rasa ingin tahu.
Kelas IV–VI (Fase B): Penajaman pemahaman konsep, penerapan pengetahuan dalam konteks nyata, serta penguatan Dimensi Profil Lulusan. 2. Lingkup Materi dan Tujuan Pembelajaran Materi pembelajaran dirancang berbasis Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) yang dikembangkan melalui alur tujuan pembelajaran untuk setiap fase. Materi difokuskan pada kebermaknaan dan kontekstualitas agar murid mampu mengkonstruksi sendiri pemahamannya Pembelajaran diarahkan untuk mendalami konsep, bukan sekadar menghafal informasi. 3. Model Pembelajaran dan Aktivitas Kelas Pembelajaran bersifat interaktif, partisipatif, dan kolaboratif. Model pembelajaran yang digunakan antara lain Problem-Based Learning, Project-Based Learning, dan Discovery Learning yang mendukung proses berpikir tingkat tinggi. Aktivitas kelas berfokus pada eksplorasi konsep, pemecahan masalah nyata, pembentukan nilai, dan refleksi mendalam. 4. Strategi Pembelajaran Mendalam Kelas Rendah (I–III): Pembelajaran tematik integratif yang menekankan pada eksplorasi lingkungan sekitar, bermain sambil belajar, dan proyek sederhana. Kelas Tinggi (IV–VI): Pendekatan berbasis proyek (Project-Based Learning), pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning), dan inquiry learning untuk membangun pemahaman konseptual yang kuat dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. 5. Pemanfaatan Teknologi dan Lingkungan Belajar Lingkungan kelas dikembangkan sebagai ekosistem belajar yang mendukung kolaborasi dan kemandirian belajar. Teknologi dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk eksplorasi pengetahuan dan penguatan literasi digital.
6. Penguatan Dimensi Profil Lulusan di Setiap Kelas Setiap aktivitas pembelajaran di kelas diintegrasikan dengan nilai-nilai Dimensi Profil Lulusan melalui kegiatan kontekstual. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. 7. Prinsip Ruang Lingkup Kelas Berdasarkan Deep Learning Berorientasi pada proses, bukan hanya hasil akhir. Berbasis refleksi diri dan elaborasi makna. Mendorong keterlibatan emosional dan kognitif peserta didik. Menumbuhkan hubungan antar konsep lintas mata pelajaran. Memberikan ruang untuk pertanyaan terbuka dan diskusi mendalam. 8. Asesmen dan Refleksi Pelaksanaan asesmen formatif dan sumatif berbasis kelas dilakukan secara menyeluruh untuk memantau proses dan hasil belajar siswa. Guru dan siswa melakukan refleksi bersama sebagai bagian dari proses pembelajaran mendalam. Jenis-jenis Asesmen : 1. Asesmen Diagnostik - Dilakukan di awal untuk mengetahui kondisi awal siswa. - Bisa berbentuk tes, wawancara, observasi. 2. Asesmen Formatif - Berlangsung selama proses pembelajaran. - Tujuannya untuk memberikan umpan balik, bukan memberi nilai. - Bentuknya bisa refleksi, diskusi, kuis, proyek kecil, observasi. 3. Asesmen Sumatif - Dilakukan di akhir unit/topik/fase. - Mengukur ketercapaian CP. 9. Modul Ajar Perencanaan pembelajaran ruang lingkup satuan pendidikan disajikan dalam bentuk dokumen Modul Ajar Intrakurikuler Modul Ajar kokurikuler / Modul Proyek kokurikuler Contoh dokumen modul ajar dan modul proyek terlampir.
Berikut Tautan Link Modul