View TUGAS IT PENDIDIKAN KELOMPOK 8 flipbook.
TUGAS IT PENDIDIKAN PENINGKATAN PERFORMA OLAHRAGA MELALUI TEKNIK DAN PROGRAM LATIHAN FISIK Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan Dosen Pengampu: Bahrul Alim, S.Pd., M.Pd Disusun oleh Kelompok 8 Anggota: 1. Suradi (260301500027) 2. Azirawati (260301500051) 3. Moh Farel Aidil Irham (260301500082) 4. Azka Fauzan (260301500072) 5. Andi Cakraningrat (260301500053) 6. Amiruddin (260301500068) JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2026
PENINGKATAN PERFORMA OLAHRAGA MELALUI TEKNIK DAN PROGRAM LATIHAN FISIK Peningkatan performa olahraga merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari kondisi individu maupun penerapan latihan yang tepat. Pada lari half marathon (21,1 km), performa optimal dipengaruhi oleh volume latihan mingguan, kualitas tidur, asupan nutrisi, dan tingkat kelelahan. Faktor-faktor tersebut menunjukkan bahwa pencapaian performa olahraga tidak hanya bergantung pada kemampuan fisik, tetapi juga pada kondisi individu selama menjalani program latihan. Pemanfaatan teknologi cerdas melalui sistem prediksi berbasis personal assessment juga dapat membantu memberikan estimasi performa latihan yang disesuaikan dengan kondisi pengguna (Widya et al., n.d.). Selain kondisi individu, teknik olahraga merupakan salah satu unsur penting dalam meningkatkan performa. Dalam olahraga lari, masih ditemukan atlet yang memiliki kelemahan pada teknik dasar, seperti posisi badan yang terlalu condong ke depan atau melengkung ke belakang, pijakan kaki yang kurang tepat, posisi lengan yang tidak ditekuk 90°, dan pandangan yang kurang fokus ke depan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguasaan teknik dasar agar gerakan yang dilakukan menjadi lebih efektif dan mendukung pencapaian performa yang optimal (Syarifuddin, Amirudin, et al., 2024) Penguasaan teknik yang baik juga sangat menentukan dalam perlombaan lari cepat. Teknik berlari yang benar tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas performa atlet, tetapi juga membantu menghasilkan gerakan yang lebih efisien serta menjadi salah satu upaya pencegahan terhadap cedera. Kecepatan optimal dapat dicapai melalui koordinasi yang baik antara rangka tungkai, otot, rangsangan saraf, dan sistem energi tubuh. Dengan demikian, teknik yang tepat menjadi bagian penting dalam menunjang performa olahraga (Mubarroq et al., 2026). Untuk meningkatkan kemampuan fisik yang mendukung teknik olahraga, diperlukan program latihan yang sesuai. Pada lompat jauh, daya ledak dan kekuatan otot tungkai sangat berpengaruh terhadap kemampuan melakukan tolakan. Latihan jumping jack dapat digunakan untuk melatih daya ledak dan kekuatan otot kaki, sedangkan latihan plyometric juga dapat menjadi salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai yang diperlukan dalam melakukan tolakan secara kuat dan cepat (Porkes et al., 2022). Program latihan fisik juga dapat diterapkan melalui aktivitas yang lebih sederhana, seperti jalan cepat. Jalan cepat merupakan bentuk aktivitas fisik yang dapat diterapkan pada berbagai kelompok umur dan dapat memberikan manfaat terhadap kebugaran jasmani. Program jalan cepat selama enam bulan dilaporkan dapat meningkatkan daya tahan berjalan pada wanita lanjut usia (Dyah Sri Rezeky et al., n.d.). Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan bentuk latihan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi individu dapat membantu meningkatkan kemampuan fisik. Daya ledak otot tungkai merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting dalam cabang olahraga lompat jauh karena kemampuan melakukan tolakan yang kuat dan cepat dapat menentukan hasil lompatan. Untuk mendukung peningkatan daya ledak tersebut, diperlukan program latihan yang sesuai, salah satunya melalui latihan plyometric (Hidayat et al., n.d.). 1
DAFTAR PUSTAKA Dyah Sri Rezeky, W., Ahmad Muharram, N., Harmono, S., & Ilmu Kesehatan dan Sains, F. (n.d.). Studi Literasi (Literature Review): Efektivitas Latihan Jalan Cepat untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani. Seminar Nasional Sains, (5). Hidayat, M., Khairunnisa, F., Olahraga dan Kesehatan, P., & Artikel, I. (n.d.). Pengaruh Variasi Latihan Hurdles Jump Terhadap Hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok Anggota Klub Sabak Atletik. https://doi.org/10.22437/ijssc.v7i1.35757 Mubarroq, H., Candra, A. T., & Setiabudi, Moh. A. (2026). Analisis Perbedaan Tipe Somatotype dan Aspek Fisiologis terhadap Kecepatan Lari 100 Meter. SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga, 7(3), 876–883. https://doi.org/10.46838/spr.v7i3.1329 Pedagogik Olahraga, J., & Amirudin, A. (n.d.). ANALISIS TEKNIK DASAR ATLET LARI SPRINT NPC BANJARBARU. Porkes, J., Pendidikan, J., Kesehatan, O., Rekreasi, &, Dadang Prayoga, H., Maulana, A., Islam, U., Muhammad, K., & Al-Banjari Banjarmasin, A. (2022). Pengaruh Latihan Loncat Naik Turun Bangku dan Jumping Jack di Lahan Rawa Terhadap Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok. https://doi.org/10.29408/porkes.v5i2 Widya, U., Surabaya, K., & Darwis, A. (n.d.). Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) IMPLEMENTASI SISTEM CERDAS UNTUK PREDIKSI PERFORMA LARI HALF MARATHON (HM) MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY MAMDANI BERBASIS PERSONAL ASSESSMENT. 2