View 1. Rama Aku Menemukan Potensiku Melalui Seni flipbook.
Aku Menemukan Potensiku Melalui Seni Nama Penulis: Gede Rama Nararya Alvarendra Sejak kecil, Mamak sering mengajak aku melihat orang menari. Menurutku, menari itu menyenangkan. Aku suka melihat gerakan tangan, kaki, dan tubuh yang mengikuti irama musik. Kadang-kadang, ketika mendengar suara gamelan, aku ingin ikut bergerak walaupun gerakanku belum tentu benar. Awalnya, aku tidak menyangka bahwa menari bisa menjadi salah satu hal yang paling aku sukai. Aku mulai belajar menari dengan mengikuti latihan di Sanggar Seni Pekandelan Agung, Br. Lebah Pangkung Mengwi sejak aku TK sampai sekarang. Pada awal latihan, aku masih sering lupa Gerakan dan masih kaku. Kadang aku juga merasa malu ketika harus tampil di depan banyak orang. Namun, aku terus mencoba karena aku ingin bisa menari dengan baik. Ternyata, aku cukup cepat belajar dalam bidang seni. Kalau diajari gerakan tari atau alat musik, aku biasanya mudah mengingatnya. Selain menari, aku juga belajar memainkan beberapa alat musik tradisional Bali, seperti gender, ugal, dan rindik. Aku merasa senang karena bisa mempelajari kesenian daerahku sendiri. Perjalanan menariku tidak selalu langsung mendapatkan juara. Aku pernah beberapa kali mengikuti perlombaan dan mendapat Juara Harapan 1 dalam kategori Tari Puspawresti Putra. Aku juga pernah mendapat Juara Harapan 3 dalam Baris Manggala Yudha. Walaupun belum
menjadi juara utama, aku tetap merasa senang karena kata Mamak aku tidak harus menjadi Juara I, yang paling penting aku harus menari dengan baik dan fokus. Bagiku, mengikuti perlombaan bukan hanya tentang mendapatkan piala, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil dan belajar dari pengalaman dan membuat orang tuaku bangga. Aku masih ingat perasaan ketika selesai tampil di atas panggung. Sebelum tampil, aku merasa sedikit gugup. Aku takut salah gerakan dan mengecewakan orang-orang yang sudah mendukungku terutama Mamak. Tetapi setelah musik mulai dimainkan, aku berusaha mengingat latihan dan menikmati setiap gerakan. Saat selesai, rasanya lega sekali. Aku senang karena sudah berani memberikan yang terbaik. Ketika mendapatkan juara harapan, aku memang sempat berpikir, “Kapan ya aku bisa mendapatkan juara yang lebih tinggi?” Namun, orang tuaku selalu mengingatkanku agar tidak mudah menyerah. Mereka mengatakan bahwa setiap proses membutuhkan waktu. Aku pun belajar bahwa tidak semua usaha langsung menghasilkan kemenangan. Selain prestasi dalam seni, ada satu hal yang paling sering membuat orang tuaku bangga kepadaku. Mereka senang karena aku adalah anak yang ramah kepada siapa pun dan mudah bergaul. Aku suka berteman dengan banyak orang. Aku juga berusaha menyapa teman-teman, tidak memilih-milih teman, dan mau bermain bersama siapa saja.
Aku juga senang merangkul adik-adik (junior). Kalau ada adik kelas yang ingin berteman atau membutuhkan bantuan, aku berusaha menyambut mereka dengan baik. Menurutku, menjadi anak yang hebat bukan hanya karena bisa menari atau mendapatkan juara, tetapi juga karena bisa membuat orang lain merasa nyaman dan diterima. Dari pengalaman ini, aku mulai memahami bahwa setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda. Potensiku adalah seni, terutama menari dan memainkan alat musik tradisional. Namun, aku juga ingin terus mengembangkan sikap ramah, percaya diri, dan peduli kepada orang lain. Aku belum menjadi versi terbaik dari diriku. Aku masih harus banyak belajar, berlatih, dan memperbaiki kesalahan. Tetapi sekarang aku tahu bahwa aku memiliki sesuatu yang bisa dikembangkan. Aku ingin terus menari, belajar seni, dan menjadi anak yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga baik hati kepada semua orang. Aku percaya, perjalanan menjadi versi terbaik diriku dimulai dari hal-hal yang aku sukai dan dari kebaikan kecil yang aku lakukan setiap hari.