Buku ini adalah antologi puisi karya Didot Mpu Diantoro yang diterbitkan secara digital pada tahun 2025. Buku ini ditujukan bagi pembaca yang menikmati puisi kontemporer Indonesia, khususnya yang bertema cinta, kehilangan, dan perenungan batin. Setiap puisi dalam buku ini juga dapat dinikmati melalui lagu yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan, diakses melalui QR Code yang disertakan.…
Antologi Puisi: Perjalanan Cinta adalah kumpulan puisi karya Didot Mpu Diantoro yang diterbitkan secara digital pada tahun 2025. Buku ini ditujukan bagi pembaca yang menikmati puisi kontemporer Indonesia, khususnya yang bertema cinta, kehilangan, dan perenungan batin. Setiap puisi dalam buku ini juga dapat dinikmati melalui lagu yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan, diakses melalui QR Code yang disertakan.
Buku diawali dengan kata pengantar dari Prof. Dr. Wahyu Wibowo yang membahas hubungan antara cinta dan logika dalam perspektif Aristoteles. Penulis kemudian memberikan pengantar pribadi tentang perjalanannya sebagai penulis dan alasan menerbitkan buku ini, termasuk dorongan dari sahabat-sahabatnya seperti Budiman Hakim dan Teguh Esha.
Bagian pertama buku berjudul "Perjalanan Cinta" mengutip Kahlil Gibran dan menceritakan kisah pribadi penulis tentang seorang gadis berkacamata yang meninggal dunia. Puisi pertama berjudul "Aku Bermimpi Tentang Kacamatamu" lahir dari penyesalan karena cinta yang tak terucapkan.
Bagian selanjutnya berjudul "Tentang Sepi" menggambarkan perasaan kehilangan dan jarak, dengan latar desa di perbukitan saat hujan. Penulis merenungkan bagaimana cinta berubah menjadi doa, kenangan, dan sepi yang menetap di dada.