Ekologi Lingkungan 03 (1)

PEKAN LAUDATO SI KAM DARI HARAPAN MENUJU AKSI NYATA Bahan renungan untuk Pekan Laudatio Si 2026, Peringatan Yubelium St.Fransiskus Asisi dan Hari Ekologis KAM Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) KEUSKUPAN AGUNG MEDAN Minggu ketiga, Minggu Keempat dan 29 Agustus 2026

Pertobatan Ekologis... 2 Pengantar Umum Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Selamat berjumpa dalam Perayaan Pekan Laudato Si’. Dalam terang ensiklik Laudato Si' dari Paus Fransiskus, kita dihimpun dalam satu panggilan yang mendesak dan profetis: mendengarkan jeritan bumi dan jeritan kaum miskin, serta mengubah harapan menjadi tindakan nyata. Inilah jalan iman yang harus kita tempuh sebagai murid-murid Kristus di tengah dunia yang terluka. Perjalanan rohani kita diawali dengan sikap dasar yang amat penting sesuai dengan semangat Sinode VII KAM yakni mendengarkan. Bumi sedang mengerang karena eksploitasi dan kerusakan; pada saat yang sama, kaum miskin menanggung beban paling berat dari krisis ekologis yang bukan mereka sebabkan. Seperti ditegaskan dalam Laudato Si’, krisis ekologis selalu berkaitan erat dengan krisis sosial. Tidak ada dua krisis yang terpisah, melainkan satu krisis kompleks yang menyentuh lingkungan dan kemanusiaan sekaligus. Karena itu, mendengarkan jeritan bumi berarti juga membuka hati terhadap penderitaan mereka yang kecil, lemah, dan tersingkir. Mendengarkan menuntut keberanian untuk melihat kenyataan apa adanya. Ia menggerakkan hati nurani kita, mengguncang kenyamanan, dan mengajak kita keluar dari sikap acuh tak acuh. Kasih kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap sesama dan terhadap ciptaan. Iman yang sejati selalu memiliki dimensi sosial dan ekologis. Disanalah kita hadir untuk meneguhkan dan mewartakan. Namun kita tidak berjalan dalam ketakutan atau keputusasaan. Kita berjalan dalam harapan yang berakar pada Allah Sang Pencipta yang tidak pernah meninggalkan karya tangan-Nya. Harapan Kristiani bukanlah optimisme kosong, melainkan keyakinan bahwa rahmat Allah bekerja melalui komitmen kecil namun setia dari umat-Nya. Setiap langkah pertobatan, setiap pilihan hidup yang lebih sederhana, setiap tindakan solidaritas adalah benih Kerajaan Allah. Karena itu, Pekan Laudato Si’ dan sekaligus sebagai peringatan akan St.Fransiskus dari Asisi ini mengajak kita melangkah lebih jauh:

Pertobatan Ekologis... 3 mengubah harapan menjadi tindakan nyata. Harapan tidak boleh berhenti pada doa dan refleksi. Ia harus menjelma dalam gaya hidup yang lebih bertanggung jawab, dalam keberpihakan kepada kaum miskin, dalam pengelolaan sumber daya yang bijaksana, dan dalam karya pastoral yang menyentuh kehidupan konkret umat. Pertobatan ekologis berarti perubahan hati yang tampak dalam perubahan tindakan. Dalam semangat berjalan bersama, kita dipanggil menjadi Gereja yang mendengarkan, berdialog, dan bertindak. Setiap komunitas Kristiani dipanggil menjadi tanda kasih Allah yang merawat, melindungi, dan memulihkan rumah bersama. Di sinilah kesaksian kita menjadi nyata: ketika iman melahirkan kepedulian, dan kepedulian melahirkan aksi. Semoga Roh Kudus membimbing kita dalam perjalanan ini: dari mendengarkan menuju bertindak, dari belas kasih menuju komitmen, dari harapan menuju aksi nyata. Kiranya Gereja sungguh menjadi penjaga setia rumah bersama dan pembawa harapan bagi bumi dan kaum miskin. Salam, RP.Stefanus Sitohang OFMCap Ketua Komisi PSE KAM

Pertobatan Ekologis... 4 Pertemuan Pertama MENDENGARKAN JERITAN BUMI DAN KAUM MISKIN 1. Lagu Pembuka: PS no 707 – Betapa Tidak Kita Bersyukur 2. Tanda Salib P: Sudara-i terkasih, hari ini kita berjumpa lagi dalam pertemuan Pekan Laudato Si. Pada pertemuan yang pertama ini kita akan merenungnkan tema: “Mendengarkan jeritan bumi dan kaum miskin”. Marilah kita mulai pertemuan ini dengan tanda kemenangan Kristus, Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus U: Amin P: Semoga Tuhan berserta kita. U: Sekarang dan selama-lamanya 3. Pengantar Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dalam Pekan Laudato Si’ kita diajak memasuki perjalanan rohani dari harapan menuju aksi nyata, terinspirasi oleh dokumen Laudato Si' dari Paus Fransiskus. Dokumen ini sendiri berakar pada spiritualitas Santo Fransiskus dari Asisi, yang memandang seluruh ciptaan sebagai saudara dan saudari dalam kasih Allah. Perjalanan ini diawali dengan kesediaan mendengarkan jeritan bumi dan jeritan kaum miskin, karena krisis ekologis bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan kemanusiaan dan keadilan. Dalam terang iman, kita percaya bahwa Allah Sang Pencipta tetap berkarya, dan kasih kepada-Nya harus nyata dalam kepedulian terhadap sesama dan seluruh ciptaan. Kesadaran ini menuntun kita pada pertobatan ekologis yang konkret: perubahan hati yang terwujud dalam gaya hidup, komitmen pada keadilan, dan tanggung jawab bersama merawat rumah kita bersama. Dalam semangat sinodalitas, Gereja dipanggil berjalan bersama, saling mendengarkan dan bekerja sama agar harapan tidak berhenti pada doa, tetapi menjelma menjadi tindakan nyata. Secara khusus, kita juga diingatkan bahwa Paus Leo XIV telah menetapkan tahun ini sebagai Tahun Yubelium untuk memperingati 800 tahun

Pertobatan Ekologis... 5 wafat Santo Fransiskus dari Asisi, sebagai momentum pembaruan iman dan kepedulian ekologis. Semoga melalui Pekan Laudato Si’ ini, Roh Kudus meneguhkan kita untuk menjadi tanda harapan dan penjaga setia ciptaan Allah. 4. Pernyataan Tobat P : Saudara-saudari marilah kita hening sejenak sambil mengingat dosa dan kesalahan kita seraya mohon ampun kepada Allah yang senantiasa memperhatikan kita. P : Saya mengaku, U: Kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon, kepada santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian supaya mendoakan saya kepada Allah, Tuhan kita. P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal. U: Amin. 5. Doa Pembuka P: Marilah berdoa… (hening sejenak) Allah Bapa yang Mahabaik, kami memuji dan memuliakan Engkau atas segala kebesaran dan kuasa-Mu. Dalam kasih-Mu Engkau menganugerahkan bumi ini kepada kami sebagai rumah bersama, tempat kami menjalani peziarahan hidup menuju kepada-Mu. Kami mohon, sertailah setiap langkah perjalanan kami. Hadirlah secara istimewa dalam perjumpaan kami saat ini, agar menjadi waktu yang penuh rahmat, yang meneguhkan iman dan mempersatukan hati kami. Terangilah budi dan hati kami dengan cahaya Roh Kudus-Mu, supaya kami tidak hanya mendengarkan Sabda-Mu, tetapi juga mau dan mampu melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U: Amin

Pertobatan Ekologis... 6 6. Inspirasi: (dibacakan kepada umat) Paus Fransiskus mencatat bahwa sering tidak ada kesadaran jelas akan masalah-masalah yang secara khusus mempengaruhi mereka yang dikucilkan. Padahal, mereka merupakan sebagian besar penduduk bumi yang jumlahnya mencapai miliaran orang. Hari- hari ini, mereka disebut-sebut dalam diskusi politik dan ekonomi internasional, tetapi sering terkesan bahwa masalah-masalah mereka diajukan sebagai lampiran, sebagai masalah wajib tambahan atau sampingan, jika tidak dianggap sebagai kerugian sampingan. Bahkan, pada saat aksi nyata, mereka sering diberi tempat paling akhir. Hal ini disebabkan sebagian oleh kenyataan bahwa banyak kaum profesional, para pembuat opini, media komunikasi, dan pusat-pusat kekuasaan berada jauh dari orang miskin, di wilayah perkotaan yang terisolasi, tanpa kontak langsung dengan permasalahan mereka. Orang-orang itu hidup dan berpikir dari dalam suatu kenyamanan, tingkat perkembangan, dan kualitas hidup yang di luar jangkauan mayoritas penduduk dunia. Kurangnya kontak fisik dan perjumpaan, yang sering kali didukung oleh disintegrasi kota-kota kita, dapat menyebabkan matinya rasa hati nurani dan tertutupnya mata terhadap sebagian realitas dalam analisis-analisis yang melenceng. Ada kalanya sikap ini bergandengan dengan wacana "hijau". Tapi hari ini, kita tak dapat tidak harus mengakui bahwa pendekatan ekologis yang sejati selalu menjadi pendekatan sosial, yang harus mengintegrasikan soal keadilan dalam diskusi lingkungan hidup, untuk mendengarkan baik jeritan bumi maupun jeritan kaum miskin. (Laudato Si 49) 7. Mendaraskan Mazmur: Refren: Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Reff

Pertobatan Ekologis... 7 Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Reff Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh melimpah. Reff Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa. Reff 8. Mendengarkan Sabda Tuhan: Matius 6:26–30 P: Inilah Injil Suci menurut Matius U: Dimuliakanlah Tuhan 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? P: Demikianlah Sabda Tuhan U: Terpujilah Kristus 9. Pendalaman a. Siapakah yang menulis dokumen Laudato Si yang baru kita baca tadi? (Jawab: Paus Fransikus) b. Apakah topik atau judul pembicaraan kita hari ini? (Jawab: mendengarkan jeritan bumi dan kaum miskin)

Pertobatan Ekologis... 8 c. Darimanakah diambil bacaan Injil yang baru dibacakan? (Jawab: Matius 6:26–30) d. Menurut Anda mengapa bumi ini perlu dijaga dan dilestarikan? (Sharing) e. Apa yang terjadi jika bumi tidak dirawat? (Sharing) 10. Renungan Dalam Laudato Si' no. 49, Paus Fransiskus menegaskan bahwa pendekatan ekologis yang sejati harus mendengar jeritan bumi dan jeritan orang miskin. Dua jeritan ini bukanlah suara yang terpisah. Ketika hutan ditebang tanpa kendali, ketika sungai tercemar, ketika tanah kehilangan kesuburannya, maka yang pertama-tama merasakan dampaknya adalah mereka yang kecil dan miskin. Kerusakan alam selalu memiliki wajah manusia. Jika bumi dirusak, akibatnya bukan hanya bencana ekologis seperti banjir, kekeringan, dan krisis pangan, tetapi juga ketidakadilan sosial yang semakin dalam: yang kaya mampu bertahan, sementara yang miskin semakin menderita. Semangat Santo Fransiskus dari Asisi yang memandang seluruh ciptaan sebagai saudara dan saudari, sangat menginspirasi Paus Fransiskus dalam menyampaikan seruan kenabiannya kepada dunia. Melalui Laudato Si', Paus Fransiskus menghidupkan kembali spiritualitas kasih terhadap ciptaan: sebuah ajakan untuk melihat bumi bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai rumah bersama yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab dan cinta. Dalam Injil Matius 6:26–30, Yesus mengajak kita memandang burung di udara dan bunga di ladang. Burung tidak menabur dan tidak menuai, namun dipelihara oleh Bapa. Bunga tidak bekerja keras untuk memperindah diri, namun Tuhan mendandaninya dengan kemuliaan. Melalui gambaran sederhana ini, Yesus mengajarkan dua hal: Allah memelihara ciptaan-Nya, dan manusia

Pertobatan Ekologis... 9 dipanggil untuk hidup dalam kepercayaan, bukan dalam kecemasan dan keserakahan. Sering kali krisis ekologis berakar pada hati yang tidak percaya. Kita takut kekurangan, lalu menimbun. Kita cemas akan masa depan, lalu mengeksploitasi. Kita khawatir tidak cukup, lalu mengambil lebih dari yang kita butuhkan. Akibatnya, bumi terluka dan yang miskin semakin tersingkir. Kerusakan lingkungan melahirkan konflik, migrasi paksa, penyakit, dan hilangnya sumber penghidupan. Ketika relasi manusia dengan alam rusak, relasi antar manusia pun ikut retak. Sebaliknya, ketika kita merawat bumi dengan penuh tanggung jawab, kita menuai kehidupan. Tanah yang dijaga menghasilkan pangan yang cukup. Air yang dipelihara memberi kesehatan. Hutan yang dilindungi menjaga keseimbangan iklim. Lebih dari itu, merawat bumi menumbuhkan solidaritas, memperkuat keadilan, dan menghadirkan damai. Kepedulian ekologis menjadi jalan nyata untuk menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia. Yesus tidak mengajarkan sikap pasif, tetapi sikap percaya yang membebaskan. Percaya bahwa hidup bukan semata hasil akumulasi, melainkan anugerah. Percaya bahwa cukup itu sungguh cukup. Percaya bahwa ketika kita menjaga ciptaan, kita sedang bekerja sama dengan Allah yang memelihara dunia. Maka, mendengar jeritan bumi dan jeritan orang miskin berarti juga memeriksa hati kita sendiri. Apakah gaya hidup kita mencerminkan kepercayaan kepada Allah? Apakah pilihan-pilihan kita memberi ruang bagi kehidupan orang lain? Apakah kita berani hidup lebih sederhana agar orang lain dapat hidup lebih layak? Ekologi sejati bukan pertama-tama soal program, melainkan pertobatan hati. Dari hati yang percaya lahirlah kepedulian. Dari kepedulian lahirlah tindakan. Dari tindakan lahirlah keadilan dan keberlanjutan. Dan dari keadilan serta keberlanjutan itulah tumbuh harapan yang indah bagi bumi dan bagi sesama.

Pertobatan Ekologis... 10 11. Doa Umat P: Allah Bapa kami, saat ini kami hendak menyampaikan doa-doa kami kepada-Mu, sudilah mendengarkan dan mengabulkan permohonan kami ini: 1. Bagi Pemimpin Gereja Ya Allah Bapa yang Mahabaik, Engkau mempercayakan Gereja sebagai sakramen keselamatan di tengah dunia. Kami berdoa bagi para pemimpin Gereja: Paus, para Uskup, imam, dan semua pelayan umat. Semoga mereka semakin peka mendengar jeritan bumi dan jeritan kaum miskin, serta dengan berani menuntun umat kepada pertobatan ekologis yang nyata dalam pewartaan dan tindakan kasih. Kita mohon… 2. Bagi pemimpin negara Ya Tuhan, sumber segala hikmat dan keadilan, Kami berdoa bagi para pemimpin negara dan para pengambil kebijakan. Semoga mereka mengutamakan kesejahteraan bersama, melindungi lingkungan hidup, serta memperjuangkan keadilan bagi masyarakat kecil yang paling terdampak oleh krisis ekologis. Semoga keputusan-keputusan mereka sungguh berpihak pada kehidupan dan masa depan bumi. Kita mohon… 3. Bagi pemerhati lingkungan Ya Allah Pencipta semesata, Kami berdoa bagi para pemerhati dan pejuang lingkungan. Kuatkanlah mereka dalam karya dan perjuangannya menjaga kelestarian alam. Semoga mereka tidak lelah menabur harapan, membangun kesadaran, dan menjadi tanda kasih-Mu yang memulihkan ciptaan. Kita mohon… 4. Bagi kita yang berkumpul di sini Ya Tuhan, Engkau memanggil kami menjadi rekan sekerja-Mu dalam merawat bumi ini. Bantulah kami yang berkumpul di sini agar tidak hanya mendengar sabda-Mu, tetapi juga mewujudkannya dalam gaya hidup yang sederhana, penuh tanggung jawab, dan solider terhadap sesama serta alam ciptaan. Jadikanlah kami saksi kasih-Mu yang menghadirkan harapan bagi bumi dan bagi mereka yang miskin. Kita mohon…

Pertobatan Ekologis... 11 P: Mendoakan Doa Sinode KAM VII (bersama-sama) P: Demikianlah ya Bapa doa dan permohonan yang kami sampaikan kepada-Mu. Kami mohon berkenanlah mendengarkan seruan dan permohonan kami ini dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Sekarang mari kita satukan segala doa dan permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita, Bapa Kami… 12. Persembahan: PS no 376 – Tuhan, Ambil Hidupku 13. Doa Penutup P: Marilah berdoa… (hening sejenak) Allah Bapa yang Mahapengasih, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah menyertai dan membimbing kami sepanjang pertemuan ini. Engkau yang mempercayakan bumi sebagai rumah bersama, tempat kami hidup, bertumbuh, dan memperoleh rezeki. Tanamkanlah dalam hati kami kasih yang semakin mendalam terhadap alam ciptaan-Mu. Bukalah mata dan hati kami agar peka mendengar jeritan bumi dan jeritan sesama yang menderita. Semoga oleh dorongan Roh Kudus-Mu, kami diteguhkan untuk menjaga, merawat, dan memelihara kelestarian alam dengan penuh tanggung jawab, sebagai wujud syukur dan iman kami kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U: Amin. 14. Bekat Penutup P: Semoga Tuhan beserta kita U: Sekarang dan selama-lamanya P: Semoga Allah Bapa menguatkan, mendampingi dan memberkati kita semua: Dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus. U: Amin P: Ibadat Pekan Laudato Si dan perayaan Yubelium St.Fransiskus sudah selesai U: Syukur kepada Allah. 15. Lagu penutup: PS no 680 – Burung Pipit Yang Kecil

Pertobatan Ekologis... 12 Pertemuan Kedua MEWUJUDKAN HARAPAN TINDAKAN NYATA 1. Lagu Pembuka: PS 703 – Semua Kembang Bernyanyi 2. Tanda Salib P: Sudara-i terkasih, kita berjumpa lagi dalam pertemuan Pekan Laudato Si yang kedua. Pada pertemuan yang pertama ini kita akan merenungnkan tema: “Mengubah harapan menjadi tindakan nyata”. Marilah kita mulai pertemuan ini dengan tanda kemenangan Kristus, Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus U: Amin P: Semoga Tuhan berserta kita. U: Sekarang dan selama-lamanya 3. Kata Pengantar Sudara-saudari terkasih, saat ini kita kembali berkumpul untuk mendalami isi dan pesan dari Laudato Si. Kita akan mendalami tema “Mengubah Harapan Menjadi Tindakan Nyata”. Tema ini mengajak kita untuk melangkah lebih jauh dari sekadar keprihatinan menuju komitmen konkret. Paus Fransiskus menegaskan bahwa krisis ekologis adalah panggilan bagi pertobatan batin yang mendalam yakni sebuah pertobatan ekologis yang tidak berhenti pada kesadaran, tetapi terwujud dalam gaya hidup, pilihan, dan tindakan sehari-hari. Harapan Kristiani bukanlah angan-angan pasif, melainkan daya rohani yang mendorong perubahan. Ketika hati disentuh, cara hidup pun diperbarui; ketika kesadaran dibangkitkan, tanggung jawab pun dijalankan. Karena itu, refleksi dan gerakan bersama ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk merawat bumi sebagai rumah bersama, serta menghadirkan kasih Allah melalui tindakan nyata yang sederhana namun berdampak. Marilah kita mempersiapkan diri untuk memulai pertemuan kita ini dengan hati yang tenang.

Pertobatan Ekologis... 13 4. Pernyataan Tobat P : Saudara-saudari marilah kita hening sejenak sambil mengingat dosa dan kesalahan kita seraya mohon ampun kepada Allah yang senantiasa memperhatikan kita. P : Saya mengaku, U: Kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon, kepada santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian supaya mendoakan saya kepada Allah, Tuhan kita. P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal. U: Amin. 5. Doa Pembuka P: Marilah berdoa … (hening sejenak) Allah Bapa yang Mahakasih, kami datang ke hadapan-Mu dengan hati penuh syukur atas kesempatan untuk berkumpul pada hari ini. Engkaulah sumber harapan sejati yang tidak pernah mengecewakan, bahkan di tengah tantangan dan keterbatasan hidup kami. Kami mohon ya Tuhan, hadirlah di tengah-tengah kami. curahkanlah Roh Kudus-Mu agar harapan yang Engkau tanamkan dalam hati kami tidak berhenti sebagai kata-kata atau keinginan semata, tetapi bertumbuh menjadi komitmen dan aksi nyata dalam kehidupan kami sehari-hari. Semoga melalui pertemuan ini, kami semakin berani menjadi pelaku Sabda-Mu, menghadirkan kebaikan, keadilan, dan kepedulian di tengah Gereja dan masyarakat. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U: Amin 6. Inspirasi (dibacakan kepada umat) “Padang gurun eksternal di dunia sedang meluas, karena gurun- gurun internal telah menjadi begitu luas.” Karena itu, krisis ekologi merupakan panggilan untuk pertobatan batin yang

Pertobatan Ekologis... 14 mendalam. Tapi kita juga harus mengakui bahwa beberapa orang Kristiani, yang berkomitmen dan berdoa, cenderung meremehkan ungkapan kepedulian terhadap lingkungan, dengan alasan realisme dan pragmatisme. Orang-orang lain tinggal pasif; mereka memilih untuk tidak mengubah kebiasaan mereka dan dengan demikian menjadi tidak konsisten. Jadi, apa yang mereka semua butuhkan adalah pertobatan ekologis, yang berarti membiarkan seluruh buah perjumpaan mereka dengan Yesus Kristus berkembang dalam hubungan mereka dengan dunia di sekitar mereka. Menghayati panggilan untuk melindungi karya Allah adalah bagian penting dari kehidupan yang saleh, dan bukan sesuatu yang opsional atau aspek sekunder dalam pengalaman kristiani. (Laudato Si 217) 7. Mendaraskan Mazmur: Mazmur 51 (50) Refren: Ciptakanlah hati yang bersih dalam diriku, ya Allah. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku. Reff Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sajalah aku berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat. Reff Ciptakanlah hati yang bersih dalam diriku, ya Allah, dan perbaharuilah roh yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil Roh-Mu yang kudus dariku. Reff Kembalikanlah kepadaku kegembiraan karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah aku dengan roh yang rela. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu. Reff

Pertobatan Ekologis... 15 8. Mendengarkan Sabda Tuhan: Luk 19 : 1-10 P: Inilah Injil Suci menurut Lukas U: Dimuliakanlah Tuhan 1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." 9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. 10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." P: Demikianlah Sabda Tuhan U: Terpujilah Kristus 9. Pendalaman 1) Apakah tema atau judul dari pertemuan kita ini? (Jawab: Mengubah harapan menjadi tindakan nyata) 2) Seturut dari kutiban Laudato SI 217, apa yang dibutuhkan pada saat ini? (Jawab: Pertobatan ekologis) 3) Siapakah toko dalam bacaan Injil yang baru saja kita dengar? (Jawab: Yesus dan Zakheus) 4) Apa yang diperbuat Zakheus sebagai wujud pertobatannya? (Jawab: setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang

Pertobatan Ekologis... 16 miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat) 5) Hal konkrit apa yang bisa kita lakukan sebagai wujud pertobatan kita khususnya berkaitan dengan alam ini sejalan dengan seruan Sinode VII KAM? (Sharingkanlah) 10. Renungan Dalam Laudato Si' no. 217, Paus Fransiskus menegaskan bahwa krisis ekologis adalah panggilan untuk pertobatan batin yang mendalam. Dunia yang terluka bukan pertama-tama karena kurangnya pengetahuan, tetapi karena hati manusia yang sering tertutup oleh keserakahan, sikap acuh tak acuh, dan gaya hidup yang tidak peduli. Pertobatan ekologis berarti perubahan cara pandang: dari merasa sebagai pemilik mutlak menjadi penjaga dan penatalayan ciptaan Allah. Kisah Zakheus dalam Injil Lukas 19:1–10 memberi gambaran konkret tentang pertobatan itu. Zakheus adalah pemungut cukai yang kaya, tetapi hidupnya tidak selaras dengan kehendak Allah. Ketika Yesus memandangnya dan memanggilnya turun dari pohon ara, terjadi perjumpaan yang mengubah hatinya. Pertobatan dimulai dari pengalaman dicintai dan diterima. Yesus tidak menghakimi, tetapi menghadirkan kasih yang membangkitkan kesadaran. Buah pertobatan Zakheus tampak nyata: ia berjanji memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada mereka yang dirugikannya. Pertobatan sejati tidak berhenti pada penyesalan, tetapi melahirkan tindakan konkret. Inilah yang dimaksud Paus Fransiskus: pertobatan ekologis harus menyentuh keputusan hidup, penggunaan harta, pola konsumsi, dan relasi kita dengan sesama serta alam.

Pertobatan Ekologis... 17 Sering kali kita pun seperti Zakheus sebelum bertobat yang sibuk mencari keuntungan, terjebak dalam pola hidup konsumtif, atau tidak sadar bahwa pilihan-pilihan kecil kita turut melukai bumi dan sesama yang miskin. Namun Yesus tetap memanggil kita turun dari “pohon” kenyamanan dan egoisme kita. Ia ingin tinggal di rumah hati kita dan memperbaruinya dari dalam. Hari ini, Sabda Tuhan mengajak kita untuk berani berubah. Pertobatan ekologis bukan sekadar wacana, tetapi langkah nyata: hidup lebih sederhana, lebih adil, dan lebih peduli. Jika kita membuka hati seperti Zakheus, keselamatan pun hadir yang bukan hanya bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi rumah bersama yang dipercayakan Tuhan kepada kita. 11. Doa umat P: Allah Bapa kami, saat ini kami hendak menyampaikan doa-doa kami kepada-Mu, sudilah mendengarkan dan mengabulkan permohonan kami ini: 1. Bagi Pemimpin Gereja Ya Allah Bapa yang Maharahim, Engkau memanggil Gereja untuk menghadirkan keselamatan-Mu di tengah dunia. Kami berdoa bagi para pemimpin Gereja: Paus, para Uskup, imam, dan semua pelayan umat. Semoga mereka, seperti Kristus yang memanggil Zakheus, berani mendekati dan membangkitkan pertobatan umat-Mu. Teguhkanlah mereka agar dengan kesaksian hidup dan pewartaan, mereka menuntun Gereja kepada pembaruan hati dan tindakan nyata demi keadilan dan kelestarian ciptaan. Kita mohon… 2. Bagi Pemimpin Negara Ya Tuhan, sumber kebenaran dan keadilan, Kami berdoa bagi para pemimpin bangsa dan para pengambil kebijakan. Jamahlah hati mereka agar mengalami pertobatan sejati, sehingga kekuasaan dan tanggung jawab yang mereka emban sungguh dipergunakan untuk kesejahteraan bersama. Semoga mereka berani mengambil

Pertobatan Ekologis... 18 keputusan yang melindungi kaum kecil dan menjaga bumi sebagai rumah bersama bagi generasi kini dan mendatang. Kita mohon… 3. Bagi Pemerhati dan Pejuang Lingkungan Ya Allah Pencipta yang penuh kasih, Kami berdoa bagi semua orang yang berjuang merawat dan memulihkan alam. Kuatkanlah mereka ketika menghadapi tantangan dan penolakan. Semoga perjuangan mereka lahir dari hati yang telah disentuh oleh kasih- Mu, sehingga karya mereka menjadi tanda pertobatan dan harapan baru bagi dunia yang terluka. Kita mohon… 4. Bagi Kita yang Berkumpul di Sini Ya Tuhan Yesus, Engkau memandang Zakheus dengan kasih dan mengubah hidupnya. Pandanglah kami juga dengan kasih-Mu. Bebaskanlah kami dari sikap acuh tak acuh dan kenyamanan yang membuat kami lupa akan tanggung jawab kami. Semoga perjumpaan kami hari ini menjadi awal pembaruan hati, sehingga kami berani mengubah cara hidup kami dan menghadirkan keselamatan-Mu melalui tindakan kasih yang nyata. Kita mohon… P: Mendoakan Doa Sinode KAM VII P: Demikianlah ya Bapa doa dan permohonan yang kami sampaikan kepada-Mu. Kami mohon berkenanlah mendengarkan seruan dan permohonan kami ini dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Sekarang mari kita satukan segala doa dan permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita, Bapa Kami… 12. Persembahan: PS no 384 – Trimalah Persembahan Kami 13. Doa penutup P: Marilah berdoa… (hening sejenak) Allah Bapa yang Mahapengasih, kami bersyukur atas Sabda-Mu yang telah menyapa dan menegur hati kami. Dalam kasih-Mu Engkau tidak membiarkan kami tinggal dalam kelemahan, tetapi senantiasa memanggil kami kepada pertobatan dan pembaruan hidup.

Pertobatan Ekologis... 19 Seperti Engkau menjamah hati Zakheus dan mengubah langkah hidupnya, demikian pula ubahlah hati kami. Bebaskanlah kami dari sikap egois dan ketidakpedulian, dan tuntunlah kami untuk berani mengambil keputusan-keputusan yang nyata demi keadilan, kasih kepada sesama, dan kelestarian ciptaan-Mu. Semoga rahmat yang kami terima hari ini tidak berhenti sebagai niat baik, tetapi bertumbuh menjadi tindakan konkret dalam hidup kami sehari-hari, sehingga keselamatan-Mu sungguh hadir di tengah dunia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U: Amin 14. Berkat P: Semoga Tuhan beserta kita U: Sekarang dan selama-lamanya P: Semoga Allah Bapa menguatkan, mendampingi dan memberkati kita semua: Dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus. U: Amin P: Ibadat Pekan Laudato Si’ sudah selesai U: Syukur kepada Allah. 15. Lagu penutup: PS No 670 – Tuhan, Engkau Kuhormati

Pertobatan Ekologis... 20 HARI EKOLOGIS BERJALAN BERSAMA DALAM AKSI MERAWAT BUMI TATA CARA IBADAT HARI EKOLOGIS KEUSKUPAN AGUNG MEDAN Sabtu, 29 Agustus 2026

Pertobatan Ekologis... 21 1. Lagu pembukaan: PS 706: “Betapa Agung Karya Tuhan” 2. Tanda salib: P: Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. U: Amin P: Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, Cinta Kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus, selalu berserta kita. U: Sekarang dan selama-lamanya 3. Kata Pengantar Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan atas anugerah kehidupan dan atas bumi, rumah bersama yang dipercayakan kepada kita. Pada Hari Ekologis ini, kita dihimpun dalam satu semangat yang sama dengan tema: “Berjalan Bersama dalam Aksi Merawat Bumi.” Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan iman yang lahir dari kesadaran bahwa bumi sedang terluka dan sesama kita terutama yang kecil dan miskin sering menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Dalam ensiklik Laudato Si', Paus Fransiskus mengingatkan bahwa merawat ciptaan adalah bagian tak terpisahkan dari iman Kristiani. Kita dipanggil untuk mendengarkan jeritan bumi dan jeritan kaum miskin, serta menanggapinya dengan pertobatan ekologis yang nyata. Iman tidak berhenti pada doa, tetapi menjelma dalam tanggung jawab, solidaritas, dan tindakan konkret. Berjalan bersama berarti kita tidak memikul tanggung jawab ini sendirian. Gereja, keluarga, komunitas, dan seluruh masyarakat dipanggil untuk saling mendukung dan bekerja sama. Dalam kebersamaan, langkah kecil menjadi gerakan besar; tindakan sederhana menjadi kesaksian kasih; dan komitmen pribadi menjadi transformasi bersama. Hari Ekologis ini menjadi momentum rahmat untuk memperbarui komitmen kita: hidup lebih sederhana, menggunakan sumber daya dengan bijak, mengurangi sikap konsumtif, serta menumbuhkan solidaritas dengan mereka yang terdampak krisis

Pertobatan Ekologis... 22 lingkungan. Dengan demikian, kita sungguh menghadirkan harapan yang bukan hanya dalam kata, tetapi dalam aksi nyata. Semoga Roh Kudus menuntun langkah kita, agar Gereja semakin menjadi tanda kasih Allah yang merawat, melindungi, dan memulihkan bumi sebagai rumah bersama. Selamat merayakan Hari Ekologis. Mari kita berjalan bersama dalam aksi merawat bumi. 4. Pernyataan Tobat P : Saudara-saudari marilah kita hening sejenak sambil mengingat dosa dan kesalahan kita seraya mohon ampun kepada Allah yang senantiasa memperhatikan kita. P : Saya mengaku, U: Kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon, kepada santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian supaya mendoakan saya kepada Allah, Tuhan kita. P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal. U: Amin. 5. Doa Pembuka: P: Marilah berdoa… (hening sejenak) Allah Bapa kami yang Mahabaik, puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu atas segala karya tangan-Mu yang sungguh indah dan penuh kasih. Bumi dan segala isinya Engkau percayakan kepada kami sebagai rumah bersama, agar kami mengusahakan dan memeliharanya dengan penuh tanggung jawab. Tanamkanlah dalam hati kami cinta yang tulus terhadap seluruh ciptaan-Mu. Bantulah kami untuk menjaga dan merawat alam ini sebagai ungkapan syukur dan hormat kami kepada-Mu. Utuslah Roh-Mu Kudus, agar semakin kami sadari bahwa setiap tindakan yang merusak ciptaan adalah bentuk ketidaksetiaan kami terhadap kasih dan kepercayaan-Mu.

Pertobatan Ekologis... 23 Gerakkanlah hati kami melalui ajakan dan seruan Gereja-Mu, supaya semakin banyak orang bertobat dan peduli pada keberlangsungan semua makhluk. Semoga dunia ini kembali memancarkan keindahan dan keharmonisan sebagaimana Engkau kehendaki sejak awal penciptaan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U: Amin 6. Bacaan Pertama: Yer 1: 17-19 17 Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! 18 Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini. 19 Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan." 7. Mazmur Tanggapan: Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17 Reff: Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik pusaka-Nya Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku! Reff Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku. ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang fasik. Reff

Pertobatan Ekologis... 24 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku. Reff Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari- Mu, sebab aku tidak dapat menghitungnya. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib. Reff 8. Bait Pengantar Injil Alleluya. Berbahagialah ornag yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya kerajaan Surga. 9. Bacaan Injil: Mrk 6: 17-29 P: Injil Suci menurut Markus U: Dimuliakanlah Tuhan. 17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, 20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada

Pertobatan Ekologis... 25 gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", 23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku! 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan. P: Demikianlah Sabda Tuhan U: Terpujilah Kristus 10. Renungan: Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Sabda Tuhan hari ini menghadirkan dua kisah yang kuat tentang keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Dalam panggilan nabi Yeremia, Tuhan berkata: “Ikatlah pinggangmu, bangkitlah dan katakanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu.” Yeremia dipanggil untuk berdiri teguh di tengah bangsa yang sering menolak suara kebenaran. Ia tidak boleh takut, karena Tuhan sendiri yang menyertainya dan menjadikannya seperti kota berkubu, tiang besi, dan tembok tembaga. Dalam Injil, kita melihat kisah tragis Yohanes Pembaptis, yang berani menegur raja Herodes karena hidup yang tidak benar. Keberanian Yohanes membela kebenaran akhirnya membuatnya harus kehilangan nyawanya. Namun kesaksiannya menunjukkan bahwa kebenaran tidak boleh dibungkam oleh kekuasaan, kenyamanan, atau kepentingan pribadi. Kedua bacaan ini mengingatkan kita bahwa menjadi utusan Tuhan harus berani bersuara demi kebenaran dan keadilan, meskipun

Pertobatan Ekologis... 26 menghadapi tantangan dan bahkan harus mempertaruhkan nyawa. Pesan ini sangat relevan dengan panggilan kita pada Hari Ekologis dengan tema “Berjalan Bersama dalam Aksi Merawat Bumi.” Hari ini, bumi juga “berseru dan menjerit”. Kerusakan lingkungan, hutan yang ditebang, sungai yang tercemar, serta penderitaan masyarakat kecil akibat krisis ekologis adalah jeritan yang tidak boleh kita abaikan. Dalam semangat ajaran Gereja, khususnya melalui ensiklik Laudato Si', kita diajak untuk mendengarkan jeritan bumi dan jeritan kaum miskin. Seperti Yeremia dan Yohanes Pembaptis dalam bacaan hari ini, kita dipanggil untuk mendengar jeritan bumi. Merawat bumi bukan hanya soal pengetahuan, tetapi tindakan nyata. Kita dipanggil untuk berani mengubah gaya hidup, menjaga alam, mengurangi sampah, menanam pohon, dan menggerakkan komunitas untuk peduli pada lingkungan. Kesaksian iman kita tidak berhenti pada doa dan kata- kata, tetapi diwujudkan dalam aksi bersama. Tema “Berjalan Bersama dalam Aksi Merawat Bumi” mengingatkan bahwa tugas ini tidak dapat dilakukan sendirian. Gereja, masyarakat, pemerintah, dan seluruh umat manusia dipanggil untuk berjalan bersama untuk menjaga rumah kita bersama. Ketika kita melindungi bumi, kita juga melindungi kehidupan generasi sekarang dan yang akan datang. Pada akhirnya, Tuhan memberikan penghiburan seperti kepada Yeremia: “Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau.” Harapan inilah yang meneguhkan kita. Setiap langkah kecil yang kita buat dalam merawat bumi adalah bagian dari karya Allah yang lebih besar untuk memulihkan ciptaan. Pertanyaan refleksi: 1. Apakah saya sudah peka mendengar jeritan bumi dan penderitaan mereka yang paling terdampak oleh kerusakan lingkungan? 2. Tindakan nyata apa yang dapat saya lakukan bersama komunitas untuk merawat bumi sebagai rumah bersama? 3. Apakah saya berani menjadi saksi kebenaran seperti Yeremia dan Yohanes Pembaptis dalam menjaga keutuhan ciptaan?

Pertobatan Ekologis... 27 Semoga Sabda Tuhan hari ini menguatkan kita untuk berjalan bersama dalam aksi merawat bumi, sehingga iman kita sungguh menjadi berkat bagi seluruh ciptaan. Semoga. 11. Doa Umat P: Marilah saudara-saudari kita memanjatkan doa dan permohonan kita kepada Allah yang selalu mengasihi kita. 1. Bagi para pemimpin negara Ya Bapa, Engkau mempercayakan tanggung jawab besar kepada para pemimpin bangsa untuk mengelola kekayaan alam dan kesejahteraan rakyat. Semoga mereka diberi kebijaksanaan, keberanian, dan hati nurani yang jernih dalam merumuskan kebijakan yang adil, berpihak pada kaum kecil, serta menjaga kelestarian lingkungan demi generasi sekarang dan yang akan datang. Marilah kita mohon… 2. Bagi para pemimpin Gereja Ya Tuhan, Engkau memanggil Gereja-Mu untuk menjadi terang dan garam dunia. Kuatkanlah para Uskup, imam, dan seluruh pelayan Gereja agar setia mewartakan pertobatan ekologis, membangun kesadaran akan tanggung jawab merawat rumah bersama, dan menjadi teladan dalam gaya hidup yang sederhana serta peduli terhadap ciptaan. Marilah kita mohon… 3. Bagi para pejuang dan pemerhati lingkungan hidup Ya Allah Pencipta, Engkau menanamkan dalam hati banyak orang semangat untuk melindungi dan memulihkan alam. Lindungilah para pejuang lingkungan hidup dari segala ancaman dan keputusasaan. Teguhkanlah mereka dalam perjuangan yang penuh kasih, agar usaha mereka membawa perubahan nyata bagi bumi dan kehidupan manusia. Marilah kita mohon… 4. Bagi kita yang berkumpul di sini Ya Bapa yang Mahabaik, ajarlah kami untuk tidak hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi sungguh bertindak. Bukalah hati kami untuk berjalan bersama, saling mendukung, dan mengambil langkah konkret dalam merawat bumi: menghemat energi, menjaga air, menanam dan memelihara

Pertobatan Ekologis... 28 pohon, serta mengurangi sampah. Jadikanlah kami hamba- hamba yang setia dalam mengembangkan talenta untuk kebaikan ciptaan-Mu. Marilah kita mohon… P: Mendoakan Doa Sinode KAM VII (bersama-sama) P: Demikianlah ya Bapa doa dan permohonan yang kami sampaikan kepada-Mu. Kami mohon berkenanlah mendengarkan seruan dan permohonan kami ini dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Sekarang mari kita satukan segala doa dan permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus kepada kita, Bapa Kami… 12. Doa Penutup P: Marilah berdoa… (hening sejenak) Allah Bapa kami, syukur atas segala rahmat dan kebaikan-Mu yang boleh kami terima hingga pada saat ini. Alam dan segala isinya Engkau berikan bagi kami untuk kami jaga dan lestarikan. Ajarlah kami selalu untuk bertanggung jawab atas keindahan alam ini sehingga bumi ini sungguh-sungguh menjadi tempat kami menikmati hidup dalam rahmat-Mu. Semoga semua orang semakin peduli pada alam ini agar bumi ini sungguh menjadi rumah kami bersama dalam mengembangkan talenta yang Engkau berikan kepada kami. Doa ini kami haturkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. U: Amin 13. Berkat P: Semoga Tuhan beserta kita U: Sekarang dan selama-lamanya P: Semoga Allah Bapa menguatkan, mendampingi dan memberkati kita semua: Dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus. U: Amin P: Dengan ini ibadat Hari Ekologis sudah selesai U: Syukur kepada Allah. 14. Lagu Penutup: PS no 1132 – Lambungkan Puji