Status Literasi Digital Indonesia 2022 - Laporan Survei…

Laporan ini menyajikan hasil survei tatap muka terhadap 10.000 responden di 34 provinsi Indonesia pada Agustus-September 2022. Mengukur indeks literasi digital nasional yang naik menjadi 3,54, serta membandingkannya antar kelompok demografi, wilayah, dan jenis kelamin.

Dokumen ini adalah laporan hasil survei nasional Status Literasi Digital Indonesia tahun 2022, disusun oleh Direktorat Pemberdayaan Informatika Kominfo. Ditujukan bagi pemangku kebijakan, akademisi, dan masyarakat yang ingin mengetahui tingkat literasi digital penduduk Indonesia berdasarkan empat pilar: Digital Skill, Digital Ethics, Digital Safety, dan Digital Culture.

Bab pendahuluan menjelaskan latar belakang, tujuan, dan ruang lingkup survei. Survei dilakukan secara tatap muka pada 1 Agustus-31 September 2022 dengan metode multistage random sampling terhadap 10.000 responden berusia 13-70 tahun yang mengakses internet dalam 3 bulan terakhir. Margin of error +/- 0,98% pada tingkat kepercayaan 95%.

Bab metodologi memaparkan kerangka penelitian yang mengacu pada Roadmap Literasi Digital 2020-2024 dan G20 Toolkit for Measuring Digital Skills and Digital Literacy. Empat pilar utama diturunkan menjadi 30 indikator, masing-masing dengan pernyataan spesifik seperti kemampuan menghubungkan perangkat, etika mengunggah konten, keamanan password, dan budaya digital.

Bab perilaku penggunaan platform digital mengulas demografi responden, akses dan penggunaan internet, kebiasaan bermedia sosial, serta cara menghadapi isu hoaks. Terlihat penurunan intensitas penggunaan internet namun kenaikan biaya akses, didorong oleh peningkatan penggunaan aplikasi video seperti TikTok.

Bab indeks literasi digital menyajikan skor nasional dan perbandingan berdasarkan wilayah, jenis kelamin, dan segmentasi masyarakat. DI Yogyakarta menjadi provinsi dengan indeks tertinggi (3,64) dua tahun berturut-turut. Analisis khusus mencakup kesiapan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Nusantara, perlindungan data pribadi, dan kondisi wilayah 3T.

Bab penutup dan rekomendasi memberikan kesimpulan serta saran kebijakan. Laporan ini merupakan survei tahun ketiga dan diharapkan menjadi rujukan utama dalam penentuan status literasi digital di Indonesia.