Buku ini adalah cerita anak berbahasa Indonesia yang ditulis oleh Arsya, seorang anak berusia 9 tahun. Buku ini berisi pengalaman pribadi Arsya dalam menemukan bakat dan kelebihannya melalui berbagai kegiatan. Arsya menceritakan perasaannya saat mengikuti les Bahasa Inggris, ekstrakurikuler coding di sekolah, les bimbingan belajar, dan les gitar. Buku ini cocok untuk anak-anak seusia Arsya yang…
Buku ini adalah cerita anak berbahasa Indonesia yang ditulis oleh Arsya, seorang anak berusia 9 tahun. Buku ini ditujukan untuk anak-anak yang sedang mencari bakat dan kelebihan mereka sendiri, seperti yang diceritakan oleh Arsya.
Arsya memulai ceritanya dengan rasa penasaran tentang bakat dan kelebihannya. Ia mengikuti les Bahasa Inggris, awalnya merasa malu dan takut salah, namun lama kelamaan mulai hafal kosakata baru dan tidak takut lagi.
Di sekolah, Arsya mengikuti ekstrakurikuler coding, mulai dari pelajaran scratch. Meskipun awalnya ragu karena scratch terlihat sulit, ia akhirnya hafal kodingan dan bisa membuat animasi tanpa buku panduan.
Ibu mendaftarkan Arsya les bimbingan belajar untuk pelajaran sekolah. Ia senang bisa belajar lebih banyak dengan guru les dan menanyakan pelajaran yang belum dimengerti di sekolah. Ayah memasukkan Arsya les gitar, membelikan gitar baru, dan menemani berlatih.
Arsya berterima kasih kepada orang tuanya yang selalu mendukung dan membantunya menemukan versi terbaik. Ia belum tahu cita-citanya, tetapi akan terus belajar untuk menemukan kelebihannya.