View Ariska Buku Panduan Engklek Kedisiplinan flipbook.
BUKUBUKU PANDUANPANDUAN PERMAIANANPERMAIANAN ENGKLEKENGKLEK KEDISIPLIANKEDISIPLIAN BUKU PANDUAN PERMAIANAN ENGKLEK KEDISIPLIAN Oleh Ariska Kiyawati
Kata Pengantar Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga buku panduan Permainan Engklek Kedisiplinan dapat tersusun dengan baik. Panduan ini disusun sebagai upaya untuk mendukung kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah dalam mengembangkan nilai-nilai karakter siswa, khususnya kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan sportivitas. Melalui permainan tradisional yang dikemas secara edukatif, diharapkan siswa dapat belajar sambil bermain dalam suasana menyenangkan, sekaligus mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang positif. Terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan panduan ini. Semoga panduan ini bermanfaat dan dapat diterapkan secara efektif dalam kegiatan pembelajaran maupun layanan BK di sekolah. Penulis
Daftar Isi Kata Pengantar .................................................... 2 Daftar Isi ............................................................... 3 A. Pendahuluan ............................................... 4 B. Peraturan Permainan .................................. 7 C. Langkah-langkah...................................... 11 B. Kelengkapan permainan........................... 13 Daftar Pustaka.................................................... 14 Lampiran ............................................................ 14
A. Pendahuluan Bermain merupakan kegiatan yang diulang-ulang, menghasilkan pengalaman yang menyenangkan. Piaget, J. 1951 (Aprilia,Trapsilasiwi, Setiawan.2019). Melalui permainan, siswa dapat merasakan kegembiraan. Sensasi kebahagiaan ini memicu koneksi cepat antar syaraf atau neuron di otak siswa, membentuk memori baru. Oleh karena itu, melalui permainan, siswa dapat dengan mudah memahami dan mempelajari suatu konsep atau keterampilan. Dengan memanfaatkan kegembiraan ini, guru dapat dengan mudah menyuntikkan konsep-konsep pembelajaran. Permainan engklek kedisiplinan bertujuan untuk membantu siswa sekolah mengembangkan kedisiplinan, kerja sama, berpikir kritis, dan kepercayaan diri melalui aktivitas bermain yang menyenangkan. Selain itu, permainan ini juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti jujur, tanggung jawab, dan sportivitas, sekaligus menjadi media pembelajaran dan bimbingan konseling yang efektif.
Salah satu bentuk permainan tradisional yang ditemui di Indonesia adalah dolanan engklek, atau yang lebih dikenal sebagai permainan engklek. Engklek adalah permainan khas yang sering dimainkan oleh anak-anak, dimana mereka melompat dari satu kotak ke kotak lainnya dengan menggunakan satu kaki. Permainan ini dapat ditemui di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di tanah Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, meskipun mungkin dengan sebutan yang berbeda di setiap daerah. Di beberapa lokasi, permainan ini juga dikenal dengan nama taplak atau tapak gunung (Febriyanti et al., 2018) Disiplin adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dan patuh terhadap aturan atau norma yang berlaku, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Disiplin membantu individu dalam mengatur perilaku dan mencapai tujuan tertentu dengan lebih teratur dan terarah. Dalam konteks pendidikan, disiplin berperan penting dalam membentuk karakter positif serta mendukung keberhasilan akademik, terutama di kalangan remaja di sekolah (Puspita & Susanti, 2020).
Dalam teori behavioral, kedisiplinan merupakan hasil dari pembiasaan, penguatan (reinforcement), dan hukuman (punishment). Perilaku disiplin terbentuk melalui respons yang diterima seseorang atas tindakannya; penguatan positif, seperti pujian atau penghargaan, mendorong individu untuk mempertahankan periilaku positif, sedangkan penguatan negatifmembantu menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan. Hukuman diberikan untuk mengurangi perilaku tidak disiplin dengan cara memberikan efek jera sehingga perilaku negatif berkurang (Skinner, 1974). Kemudian Teori-teori perilaku yang diungkapkan oleh Freud, Bandura, Kohlberg, Maslow dan Skiner memberikan wawasan penting tentang peribahan perilaku manusia. Dalam penelitian ini peneliti mengembangkan teori behavioral sebagai acuan meningkatkan kedisiplinan siswa, sejalan dengan hal tersebut menurut Tu’u (2004) disiplin merupakan kesadaran diri yang muncul dari batin terdalam untuk mengikuti dan menaati peraturan- peraturan; nilai-nilai; dan hukum yang berlaku dalam satu lingkungan tertentu (Mamonto,dkk.2023).
B. Peraturan Permainan a) Ketentuan Umum 1.Durasi permainan 35–60 menit per sesi 2.Jumlah peserta 4–8 siswa (harus genap) 3.Pembagian peserta menjadi 2 kelompok dengan jumlah anggota sama 4.Setiap kelompok memilih 1 ketua sebagai koordinator 5.Guru BK/Konselor bertindak sebagai pemimpin permainan 6.Tujuan permainan: mengasah kerja sama, kedisiplinan, dan kemampuan mengambil keputusan b) Peralatan Permainan 1.Pola Engklek ukuran 200 cm x 100 cm 2.Gaco: batu kecil/pion diameter ±4–5 cm 3.Kartu-kartu : berisi perintah aksi (roleplay, menebak, problem solving) 4.Lembar Poin/buku: mencatat skor masing-masing kelompok 5.Timer: membatasi waktu diskusi dan jawaban (2–3 menit)
c) Jalannya Permainan 1.Guru BK/Konselor menjelaskan aturan permainan 2.Peserta dibagi menjadi 2 kelompok 3.Setiap kelompok memilih ketua dan menentukan urutan pemain 4.Ketua kelompok melempar gaco ke kotak engklek 5.Ambil kartu pertanyaan/tantangan sesuai nomor kotak tempat gaco jatuh 6.Jawab kartu: Tugas kelompok: diskusi maksimal 3 menit Tugas individu: jawaban sendiri maksimal 2 menit 7. Penilaian jawaban: benar → poin sesuai kotak, salah → 0 poin 8.Pemain melangkah sesuai kotak, kotak 8 wajib dua kaki 9.Ambil kartu tambahan di kotak 8: jawaban benar → bonus 8 poin 10.Permainan berlanjut bergiliran hingga waktu habis atau kartu habis d) Pemberian Poin 1.Jawaban benar → poin sesuai angka kotak gaco jatuh 2.Jawaban salah → 0 poin 3.Bonus kotak 8 → +8 poin 4.Diskusi melebihi waktu → -1 poin 5.Melanggar aturan ringan → -2 poin
e) Pelanggaran 1.Diperbolehkan: Pergantian ketua jika ketua berhalangan hadir Pertambahan waktu maksimal 10 menit Pertambahan waktu maksimal 10 menit jika disetujui kedua kelompok 2.Dilarang: Menginjak garis pola engklek → giliran berpindah ke lawan Membuka mata saat melempar gaco → lempar ulang, salah lagi → kehilangan giliran Tidak bergantian pemain → -2 poin Gaco keluar batas 3x berturut-turut oleh 3 pemain berbeda → kehilangan 1 giliran penuh Gaco jatuh di kotak sama berulang → wajib mengganti kotak target Gaco jatuh tepat di kotak 8 pada lemparan awal → wajib mengulang lemparan f) Ketentuan Khusus 1.poin tertinggi dinyatakan pemenang 2.Jika terjadi seri → lakukan satu ronde tambahan pertanyaan individu 3.Guru BK berhak memberikan pertanyaan bonus untuk menambah keseruan
C. Langkah-langkah 1.Guru BK/Konselor menjelaskan aturan permainan, sistem poin, dan sanksi pelanggaran kepada peserta. 2.Peserta dibagi menjadi 2 kelompok dengan jumlah anggota yang sama (4–8 siswa). 3.Setiap kelompok memilih 1 ketua yang bertugas memimpin diskusi, menentukan strategi, dan mewakili kelompok saat melempar gaco. 4.Pemimpin permainan menyiapkan peralatan: ola engklek, gaco, kartu pertanyaan, kartu tantangan, lembar skor, dan timer. 5.Tentukan giliran kelompok pertama melalui umdian atau kesepakatan bersama. 6.Ketua kelompok atau perwakilan melempar gaco ke salah satu kotak pola engklek (mata tertutup, posisi berdiri lurus). 7.Jika gaco jatuh di kotak, pemain mengambil kartu pertanyaan/tantangan melalui guru BK/Konselor. 8.Pemain dan kelompok menjawab kartu: Tugas kelompok: diskusi maksimal 3 menit Tugas individu: jawaban sendiri maksimal 2 menit 9.Guru BK/Konselor menilai jawaban: benar →poin sesuai kotak, salah → 0 poin. 10.Pemain melangkah di pola engklek sesuai nomor kotak (satu kaki untuk semua kotak kecuali kotak 8 → dua kaki)
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.Jika gaco jatuh di kotak 8 atau pemain melewatinya, ambil kartu individu tambahan→jawaban benar → bonus 8 poin. 12.Permainan berlanjut bergiliran antar kelompok sampai semua pemain mendapatkan giliran melempar gaco. 13.Jika gaco keluar batas, jatuh di garis batas, atau jatuh di kotak sama berulang, lemparan dianggap gagal. 14.Jika kegagalan terjadi 3 kali berturut-turut oleh 3 pemain berbeda dalam satu kelompok→giliran berpindah ke kelompok lawan. 15.Selama permainan berlangsung, peserta tidak boleh menginjak garis pola engklek, membuka mata saat melempar gaco, melompati kotak tanpa alasan atau mengganti urutan pemain tanpa izin pemimpin pemain 16.Permainan selesai ketika waktu habis Permainan selesai ketika waktu habis (35–60 menit) atau semua kartu habis digunakan. 17.Guru BK/Konselor menghitung total poin →kelompok dengan poin tertinggi dinyatakanpemenang. 18.Jika terjadi seri → lakukan satu ronde tambahan pertanyaan individu. 19.Guru BK/Konselor berhak memberikan pertanyaan bonus untuk menambah keseruan permainan
B. Kelengkapan permainan 1.1 Lembar Pola Engklek 2.75 lembar Kartu pertanyaan dan kartu individu 3.2 Gaco 4.1 Buku panduan Daftar Pustaka Aprilia, S., Trapsilasiwi, D., & Setiawan, D. (2019).Peranan Bermain dalam Perkembangan Anak . Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Febriyanti, D., dkk. (2018). Dolanan Tradisional Sebagai Media Pendidikan Karakter Anak. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Puspita, R., & Susanti, A. (2020). Pentingnya Kedisiplinan dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Psikologi Pendidikan. Skinner, B. F. (1974). About Behaviorism. New York: Alfred A. Knopf. Tu’u, T. (2004). Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo. Mamonto, F., dkk. (2023). Penerapan Teori Behavioral dalam Pembentukan Kedisiplinan Siswa. Jurnal Konseling dan Pendidikan.
Lampiran
BIOGRAFI PENULIS Ariska Kiyawati lahir pada 14 Juni 2002. Ia merupakan mahasiswa semester akhir Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Perjalanan pendidikannya di bidang Bimbingan dan Konseling memperkenalkan Ariska pada berbagai pengalaman dalam dunia pendidikan, pendampingan peserta didik, serta pengembangan karakter. Selama menempuh pendidikan, ia memiliki pengalaman sebagai Tutor Bimbingan dan Konseling di PKBM Tunas Satu Cita dan Guru Bimbingan dan Konseling di SMP Attaufiqiyyah. Ia juga memiliki pengalaman sebagai teacher serta terlibat dalam kegiatan sosial sebagai relawan BAZNAS Kota Serang. Selain bidang pendidikan, Ariska aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Pengurus Bidang Kaderisasi Fatayat Nahdlatul Ulama Kota Serang, Ketua Bidang Pendidikan KOPRI PMII Kota Serang, serta Sekretaris Karang Taruna Kelurahan Sukajaya. Berbekal pengalaman akademik, pendidikan, organisasi, dan pendampingan peserta didik, Ariska memiliki ketertarikan pada pengembangan media bimbingan dan konseling yang kreatif, interaktif, serta sesuai dengan karakteristik peserta didik. Buku panduan Permainan Engklek Kedisiplinan dikembangkan sebagai media permainan dalam bimbingan dan konseling yang memanfaatkan permainan tradisional engklek sebagai sarana untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada peserta didik. Melalui permainan yang menyenangkan dan interaktif, peserta didik diharapkan dapat memahami serta mempraktikkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Dr. Rochani, S. Pd., M. Pd. lahir di Lebak, Banten, pada . tanggal 5 Juni 1966. Menapaki perjalanan akademiknya . dengan penuh dedikasi, beliau menamatkan pendidikan . sarjana (S1) pada tahun 1994 di Jurusan Pendidikan . Luar Sekolah, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa . (Untirta). Semangatnya dalam mengembangkan diri . terus berlanjut hingga meraih gelar Magister . Pendidikan (S2) pada tahun.2007 di bidang Manajemen . Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Di usia yang tidak lagi muda, beliau tetap melangkah maju, menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) pada tahun 2024 di bidang yang sama di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Pengabdian panjang Dr. Rochani dimulai sejak tahun 1997 sebagai tenaga persuratan, lalu menempati sejumlah jabatan struktural seperti Kasubag Tata Usaha (1998–1999) dan Kabag Tata Usaha merangkap Kasubag Kemahasiswaan (2000–2002). Perjalanan kariernya semakin berkembang ketika beliau diangkat sebagai CPNS dan bertugas sebagai tenaga teknis laboran, serta dipercaya memimpin Perpustakaan FKIP Untirta dari tahun 2004 hingga 2012. Akhir tahun 2011 menjadi titik balik penting ketika beliau beralih ke jalur fungsional sebagai dosen, yang kemudian dilanjutkan dengan tugas sebagai Sekretaris Jurusan PLS (2012–2015) dan Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling (2016–2019). Di usia yang mendekati purna bakti, Dr. Rochani tidak ingin berhenti memberi makna. Ia memilih untuk terus berkarya dan menyumbangkan pemikiran demi generasi pendidik di masa depan. Bagi beliau, menulis adalah bentuk amal intelektual yang abadi. Dalam setiap goresan pena, tersimpan harapan untuk dunia pendidikan Indonesia yang lebih bermartabat dan berkelanjutan. Sebagai penutup, semboyan hidup yang beliau pegang erat adalah: “Jangan biarkan kesulitan hidup merusak dan menghalangi semangatmu, ketahuilah bahwa setiap langkah kecil menuju tujuanmu adalah kemenangan.”
Untuk memperdalam kompetensi akademik dan profesional di bidang bimbingan dan konseling, beliau kemudian melanjutkan pendidikan Strata 2 pada Program Studi Bimbingan dan Konseling di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) pada tahun 2018. Dalam bidang akademik dan profesional, Lenny Wahyuningsih memiliki pengalaman sebagai dosen pada bidang Bimbingan dan Konseling. Beliau mengawali karier sebagai Dosen Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) di IDAQU pada periode 2019–2021. Selanjutnya, sejak tahun 2022 hingga saat ini, beliau menjalankan tugas sebagai Dosen Bimbingan dan Konseling di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman akademik yang dimiliki, Lenny Wahyuningsih, M.Pd. terus berkomitmen dalam pengembangan keilmuan dan praktik bimbingan dan konseling, serta berkontribusi dalam pelaksanaan pendidikan tinggi dan pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang bimbingan dan konseling. Lenny Wahyuningsih, M.Pd. lahir di Cirebon pada 28 Maret 1991. Beliau merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Pendidikan dasar ditempuh di SD Negeri 3 Arjawinangun dan diselesaikan pada tahun 2002. Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Arjawinangun dan lulus pada tahun 2005, kemudian menempuh pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Cirebon dan menyelesaikannya pada tahun 2008. Pada tahun 2008, Lenny Wahyuningsih melanjutkan pendidikan tinggi pada Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Pendidikan Strata 1 tersebut berhasil diselesaikan pada tahun 2013.