3. Wisnu Darmawan. 4B Akmina Hafrindana

View 3. Wisnu Darmawan. 4B Akmina Hafrindana flipbook.

Layang – Layang Pertamaku. Namaku Wisnu, anak kelas 4 Sd Taman Tirta. Tempat tinggalku dekat dengan sawah dan sungai kecil di belakang rumah. Biasanya saat libur aku akan bermain di sawah dengan sepupu dan adikku. Krisna adalah kakak sepupuku dan Manta adalah adik adik laki-lakiku. Kami sering menghabiskan waktu senggang dengan bermain di sawah atau mencari ikan di sungai belakang rumah. Sungai belakang rumahku bukan sungai yang besar tetapi cukup dalam, sehingga kami harus berhati- hati saat bermain di sekitar sungai. Biasanya kakek atau orang dewasa lain yang menemani kami bermain di sana. Suatu ketika aku pernah terjatuh ke sungai saat berusaha menjaring ikan, untung nenek berada di sekitar sana dan segera membantuku untuk naik. Sejak saat itu mama sangat melarangku untuk bermain sendiri disana. Sungai belakang rumahku adalah tempat orang-orang untuk mandi, mencuci dan juga memancing. Akan tetapi aku tidak di ijinkan untuk mandi di sungai karena kadang arusnya yang deras ketika musim hujan. Suatu hari kami melihat anak-anak membawa layang-layang yang besar dan berjalan ke sawah Ujung. Kami sangat penasaran dan tertarik dengan layang-layang besar itu. Ternyata mereka sedang mengikuti lomba layang layang. Itu adalah hari dimana aku mulai menyukai layang-layang. Aku meminta papa untuk membelikan layang-layang, tetapi layang layang itu tidak mau terbang dengan baik. Akhirnya kakek membuatkan layang layang kecil yg mudah aku terbangkan. Karena sangat menyukai layang-layang aku selalu di belikan layang- layang oleh kakek Ubud (ayah dari mamaku). Layang-layang Celepuk besar berwarna hijau yang paling aku suka. Adalah hadiah dari kakek Ubud. Aku sangat jarang menerbangkannya karena terlalu besar dan juga takut bila

layang-layang kesayanganku putus. Aku lebih suka memajangnya di depan tembok dapur agar selalu bisa aku lihat. Setiap pulang sekolah aku akan menerbangkan layang-layang di atas rumah dengan bantuan kakek. Karena layang-layangku sering putus, aku selalu minta di belikan layang-layang. Tetapi mama dan papa tidak mau membelikannya. Pernah suatu hari aku membeli layang-layang dengan uang bekal yang aku kumpulkan pada teman sekelasku, tetapi dia lupa membuatkannya sehingga aku sangat kecewa dan bertengkar dengannya di sekolah. Untung saja miss Ratih melerai kami dan kami pun berbaikan. Keesokan harinya dia datang ke rumahku membawakan layang-layang burung kecil yang berwarna hitam. Kami menerbangkan layang-layang itu bersama. Karena tidak mau di belikan layang-layang lagi, akhirnya aku mencoba untuk membuat layang-layang sendiri. Aku mencoba merangkai batang lidi dengan lem G, karena aku belum bisa mengikat batang layang-layang itu. Tanganku mulai terkena lem, itu terasa panas dan lengket. Jari-jariku keras dan mengelupas, lagi-lagi aku di marah mama karena tidak berhati-hati. Sepertinya Lem bukan alat yang aman untuk membuat layang-layang. Aku mulai belajar mengikat benang pada batang layang-layangku dibantu oleh kakek. Membuat layang-layang ternyata tidak mudah, sudah berkali kali aku gagal. Pertama layang-layangku tidak simetris, kedua layang layang ku tidak seimbang. Jadi layang-layang yang aku buat tidak bisa terbang. Aku belum menyerah, ku coba berkali-kali dan tanpa sadar aku menghabiskan sapu lidi yang di beli oleh nenek. Untung nenek tidak memarahiku, malahan beliau membelikan aku sapu lidi baru untuk membuat layang-layang. Sampah mulai berserakan banyak bekas lidi, plastik dan benang bekas layang-layangku. Dengan bantuan nenek, aku rapikan semua setelah selesai membuat layang-layang. Walaupun belum sempurna aku berhasil membuat layang-layang persegi dengan ekor panjang berwarna kuning pertamaku. Aku menerbangkan layang layang tersebut dengan bangga. Itu adalah layang layang pertama yg pernah aku buat. Walaupun layang-layang tersebut akhirnya putus karena benangnya yg tipis. Berkat kerja keras dan usahaku yang tidak gampang menyerah. Sekarang aku sudah bisa membuat

berbagai macam layang-layang yang aku inginkan tanpa harus meminta papa membelikannya. Suatu saat aku berharap bisa ikut lomba layang-layang dengan layang-layang buatanku sendiri. Sampai saat itu tiba aku akan tetap berusaha belajar membuat berbagai macam layang-layang, dan tidak lupa mengerjakan tugas-tugas sekolah. Supaya tidak dimarah mama dan miss atau mister di sekolah. Nama: Gede Wisnu Darmawan Kelas: 4 B