Created in Canva
GG EE NNPPLLAAYY G E NPLAY 4 Aktivitas Pembelajaran BUKU KERJA PEWARISAN SIFAT HUKUM MENDEL UNIVERSITASUNIVERSITAS TANJUNGPURATANJUNGPURA UNIVERSITAS TANJUNGPURA
1 PENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUAN Buku Kerja GenPlay merupakan bahan ajar interaktif pada topik pewarisan sifat Hukum Mendel. Buku Kerja terdiri atas bahan bacaan dan empat aktivitas pembelajaran yang harus diselesaikan oleh murid. Materi yang tercakup dalam buku kerja, meliputi gen, genotipe, fenotipe, variasi gen, kombinasi alel, reproduksi & generasi, hingga penerapan Hukum Mendel I dan II. Buku kerja ini bersifat fleksibel, guru dapat menggunakan seluruh rangkaian aktivitas secara berurutan dalam satu kesatuan pembelajaran, maupun memilih aktivitas tertentu secara terpisah sesuai kebutuhan. TUJUAN PEMBELAJARANTUJUAN PEMBELAJARANTUJUAN PEMBELAJARAN 1.Murid dapat memaknai konsep pewarisan sifat melalui pengaitan dengan konteks kehidupan sehari-hari. 2.Murid dapat menerapkan prinsip Hukum Mendel I dan II untuk memprediksi hasil persilangan monohibrid dan dihibrid. 3.Murid dapat mengkomunikasikan pemahaman konsep dari pewarisan sifat secara lisan maupun tulisan melalui rangkain aktivitas.
2 PETUNJUK PENGGUNAAN BAGI MURIDPETUNJUK PENGGUNAAN BAGI MURID (untuk pembelajaran mandiri/kelompok)(untuk pembelajaran mandiri/kelompok) PETUNJUK PENGGUNAAN BAGI MURID (untuk pembelajaran mandiri/kelompok) 1.Bacalah materi pewarisan sifat Hukum Mendel pada bahan bacaan yang tersedia di buku kerja GenPlay. 2.Sebelum mengerjakan aktivitas, bacalah instruksi kerja aktivitas dan siapkan alat-alat yang diperlukan. 3.Peralatan pendukung meliputi 12 kartu istilah, ubin nomor 1-9, dan 5 spidol yang tersedia di dalam ziplock binder. 4.Jika telah selesai mengerjakan aktivitas, simpan kembali semua alat ke dalam ziplock agar tidak hilang. PETUNJUK PENGGUNAAN BAGI GURUPETUNJUK PENGGUNAAN BAGI GURU (untuk pembelajaran di kelas)(untuk pembelajaran di kelas) PETUNJUK PENGGUNAAN BAGI GURU (untuk pembelajaran di kelas) 1.Sebelum pembelajaran, disarankan untuk membaca tujuan dan materi pada aktivitas yang tersedia di buku kerja. 2.Guru dapat memilih aktivitas sesuai kebutuhan pembelajaran di kelas. 3.Guru dapat menentukan pola kerja murid baik secara mandiri maupun kelompok (4-5 orang). 4.Berikan waktu selama 15-25 menit bagi murid untuk membaca materi pada bahan bacaan di buku kerja. 5.Berikanlah waktu selama 15-25 menit bagi murid dalam menyelesaikan 1 aktivitas. 6.Selama proses pengerjaan aktivitas, guru dapat bertindak sebagai fasilitator 7.Setelah setiap aktivitas, periksalah hasil pekerjaan murid dan minta mereka melakukan refleksi.
3 DAFTAR ISIDAFTAR ISIDAFTAR ISI Pendahuluan.................................................................................. Tujuan Pembelajaran..................................................................... Petunjuk Penggunaan Guru........................................................... Petunjuk Penggunaan Murid.......................................................... Daftar Isi........................................................................................ Gen, Genotipe, dan Fenotipe....................................................... Variasi Gen dan Kombinasi Alel.................................................... Reproduksi dan Generasi.............................................................. Hukum Mendel............................................................................... Eksperimen Mendel....................................................................... Aktivitas 1. Putar dan Ceritakan................................................... Aktivitas 2. Kartu Pasangan Istilah................................................ Aktivitas 3. Ubin Hereditas............................................................ Aktivitas 4. Jejak Jawaban............................................................ Referensi....................................................................................... Penutup......................................................................................... 1 1 2 2 3 4 5 6 6 7 10 14 20 29 34 34
DNAGEN: Unit informasi biologis yang membawa petunjuk tentang suatu sifat dan dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. 4 KROMOSOM: DNA yang dipadatkan (seperti benang halus) dengan protein histon. LOKUS: Posisi atau lokasi tetap suatu gen pada kromosom. DNA: Molekul pembawa informasi genetik yang tersusun atas dua untai polinukleotida berbentuk heliks ganda.LokusKromosomProtein histon GENOTIPE: pasangan gen yang dimiliki individu pada kromsom sebagai informasi genetik. FENOTIPE: Sifat nyata yang tampak dari luar yang dipengaruhi gen dan lingkungan.AA & AaFenotipeGenotipeKromosom Gambar 1. DNA, Gen, Kromosom, & Lokus Gambar 2. Ilustrasi fenotipe dan genotipeUntai Polinukleotida GEN, GENOTIPE, DAN FENOTIPE
VARIASI GEN DAN KOMBINASI ALELCC cch Hh H 5 HOMOZIGOT: Keadaan genotipe individu yang memiliki dua alel yang sama untuk satu sifat. HETEROZIGOT: Keadaan genotipe individu yang memiliki dua alel berbeda untuk satu sifat. Pada pola dominansi penuh, alel dominan menutupi ekspresi alel resesif sehingga fenotipe yang tampak mengikuti alel dominan. ALEL: Bentuk alternatif dari pasangan gen pada kromosom menyebabkan suatu sifat muncul, dapat disimbolkan dengan abjad. ALEL RESESIF: Alel yang ekspresinya tampak jika tidak ada alel dominan dalam pasangannya, disimbolkan huruf kecil. Gambar 3. Ilustrasi alel (A), alel dominan (B), dan alel resesif (C) (A) (B) (C) (A) (B) Gambar 4. Ilustrasi contoh hewan dengan alel homozigot (A) dan heterozigot (B) ALEL DOMINAN: Alel yang ekspresinya tampak pada suatu pasangan gen, meskipun berpasangan dengan gen lain, disimbolkan huruf kapital.GenBentuk mata
REPRODUKSI DAN GENERASI HUKUM MENDEL PARENTAL: Generasi induk pertama yang digunakan dalam persilangan. 6 HUKUM MENDEL I (SEGREGASI): Setiap individu membawa 2 alel untuk suatu sifat, namun alel tersebut akan berpisah (tersegregasi) saat pembentukan gamet sehingga setiap gamet hanya membawa satu alel sebagai dasar terbentuknya variasi keturunan. GAMET: Sel kelamin (sperma/ovum) yang membawa satu pasang alel dari tiap pasangan gen. FILIAL: Generasi keturunan dari hasil persilangan induk. F1 adalah generasi pertama, F2 adalah generasi kedua, dan seterusnya. HUKUM MENDEL II (ASORTASI INDEPENDEN) : Alel dari gen yang berbeda dapat berasortasi secara bebas pada saat pembentukan gamet sehingga menghasilkan berbagai kombinasi sifat pada keturunannya. Hukum ini berlaku apabila gen-gen tersebut tidak terpaut.OvumSperma (A) (B) Gambar 5. Sel kelamin (A), dan ilustrasi parental & filial (B) Gambar 6. Ilustrasi Segregasi (A) dan Asortasi Independen (B) pada proses pembelahan sel (B) (A)
A a A AA Aa a Aa aa Gamet Letakkan gamet induk jantan di bagian atas tabel Letakkan gamet induk betina di bagian kiri tabel 7 TABEL PUNNETT (PUNNETT SQUARE): Alat bantu berupa tabel untuk memprediksi kemungkinan kombinasi genotipe dan fenotipe keturunan dari hasil persilangan. GREGOR JOHANN MENDEL (1822–1884) Seorang biarawan dan ilmuwan Austria yang dikenal sebagai Bapak Genetika Modern. Serangkaian percobaan persilangan menggunakan tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Mendel menemukan pola pewarisan sifat yaitu: 1.Alel berpisah saat pembentukan gamet (Hukum Mendel I) 2.Alel dari gen yang berbeda dapat berkombinasi kembali secara bebas (Hukum Mendel II) A. PERSILANGAN MONOHIBRID: Persilangan yang mengamati pewarisan satu sifat, sehingga hanya melibatkan satu pasangan alel. Persilangan ini didasarkan pada Hukum Mendel I. 1. Menentukan gamet Setiap gamet membawa satu alel dari pasangan alel induk. Contoh: Induk dengan genotipe Aa menghasilkan dua jenis gamet, yaitu A dan a. 2. Menggunakan tabel Punnett Setiap kotak menunjukkan satu kemungkinan kombinasi genotipe keturunan A a A AA Aa a Aa aa Gambar 7. Ilustrasi Gregor Mendel EKSPERIMEN MENDEL
8 B. PERSILANGAN DIHIBRID : Persilangan yang mengamati pewarisan dua sifat sekaligus, sehingga melibatkan dua pasangan alel. Persilangan ini didasarkan pada Hukum Mendel II 1. Menentukan gamet Setiap gamet membawa satu alel dari masing-masing pasangan alel. Contoh: Induk dengan genotipe AaBb menghasilkan empat kemungkinan gamet: AB, Ab, aB, dan ab. 3. Menentukan genotipe dan fenotipe Genotipe ditentukan dengan membaca pasangan alel pada setiap kotak. Fenotipe ditentukan berdasarkan ekspresi alel. 4. Menentukan rasio Dari tabel Punnett diperoleh: Rasio genotipe = AA : Aa : aa = 1 : 2 : 1 Rasio fenotipe = Dominan : Resesif = 3 : 1 Rasio diperoleh dari hasil penghitungan kombinasi alel. 5. Menentukan jumlah keturunan Jika jumlah keturunan diketahui, maka rasio digunakan untuk menghitung jumlah individu. Contoh: Persilangan Aa x Aa menghasilkan 240 keturunan. Berapa jumlah keturunan atau individu yang bergenotipe aa? Langkah: Rumus umum: Genotipe = (rasio genotipe yang dicari : total rasio) x jumlah keturunan Rasio aa = 1 dan total rasio = 4 Genotipe aa = (1 : 4) x 240 = 60 individu Artinya, dari 240 keturunan, 60 incividu bergenotipe aa. EKSPERIMEN MENDEL
9 3. Menentukan genotipe dan fenotipe Genotipe dibaca dari kombinasi alel pada setiap kotak tabel. Fenotipe ditentukan berdasarkan ekspresi alel dominan dan resesif. 4. Menentukan rasio dan jumlah keturunan Dari tabel Punnett persilangan AaBb x AaBb diperoleh: Rasio fenotipe= 9 : 3 : 3 : 1 Contoh: Jika persilangan AaBb x AaBb menghasilkan 320 keturunan, berapa individu yang memiliki kedua sifat resesif? Langkah: Gunakan rumus yang sama pada persilangan monohibrid Sehingga, rasio aabb = ( 1 : 16 ) x 320 = 20 individu A_B_ (kedua sifat dominan) = 9 bagian A_bb (sifat A dominan, b resesif) = 3 bagian aaB_ (sifat a resesif, B dominan) = 3 bagian aabb (kedua sifat resesif) = 1 bagian Rasio ini menunjukkan bahwa asortasi alel terjadi secara bebas menghasilkan variasi fenotipe yang lebih beragam pada keturunan. Persilangan dihibrid mengamati persilangan antara 2 sifat yang berbeda, tidak harus selalu menghasilkan rasio 9:3:3:1 2. Menggunakan tabel Punnett Pengisian tabel Punnett pada persilangan dihibrid sama seperti pengisan yang ada di persilangan monohibrid. AB Ab aB ab AB AABB AABb AaBB AaBb Ab AABb AAbb AaBb Aabb aB AaBB AaBb aaBB aaBb ab AaBb Aabb aaBb aabb EKSPERIMEN MENDEL
Melalui aktivitas ini, kalian dapat mengungkapkan pemahaman awal tentang istilah-istilah dalam pewarisan sifat serta saling mengkonfirmasi melalui diskusi kelompoknya. Instruksi kerja: 1.Bacalah bahan bacaan yang telah diberikan sebelum aktivitas dimulai. 2.Putar spinner istilah secara bergiliran untuk menentukan istilah hereditas yang akan dibahas. 3.Anggota yang memperoleh istilah menjelaskan maknanya berdasarkan pemahaman sendiri tanpa melihat atau membuka bahan bacaan. 4.Anggota kelompok lainnya memeriksa kesesuaian penjelasan tersebut dengan informasi pada bahan bacaan. 5.Berikan masukan atau koreksi secara santun jika terdapat perbedaan pemahaman. 6.Lanjutkan aktivitas sampai semua anggota kelompok mendapat giliran menjelaskan istilah yang diperoleh. AKTIVITAS 1. PUTAR DAN CERITAKANAKTIVITAS 1. PUTAR DAN CERITAKANAKTIVITAS 1. PUTAR DAN CERITAKAN 10
11AlelSegregasiAlel ResesifKromosomGen
12Alel DominanFenotipeHomozigotAsortasi IndependenGenotipe
Kotak Refleksi Berilah tanda ceklis pada pernyataan di bawah ini yang paling menggambarkan kondisi kalian, lalu tuliskan jawaban singkat pada kolom catatan. 1. Bagaimana jalannya diskusi kelompok saat mengerjakan aktivitas ini? Aktif (Semua anggota saling memberikan penjelasan atau tanggapan) Mendominasi (Hanya 1-2 orang yang berbicara) Pasif (Sulit menentukan kesepakatan karena kurang berdiskusi) 2. bagaimana hasil pemahaman yang diperoleh? Semakin paham (Penjelasan awal sudah sesuai atau berhasil diperbaiki setelah diskusi) Masih perlu dipelajari lagi (Masih ada istilah yang belum dipahami dengan baik) Catatan 3. Tuliskan istilah yang paling sulit dipahami! Jawab: 13
14 Melalui aktivitas ini, kalian akan memasangkan kartu istilah dengan ilustrasi situasi berdasarkan konsep pada bahan bacaan. Instruksi kerja: 1.Ambillah 12 kartu istilah yang tersedia di dalam ziplock binder. 2.Bacalah setiap ilustrasi situasi dengan saksama. 3.Kalian diperbolehkan membuka kembali bahan bacaan pada buku kerja untuk membantu memahami konsep yang terdapat pada setiap ilustrasi situasi. 4.Identifikasi konsep utama yang dijelaskan pada setiap ilustrasi situasi berdasarkan informasi pada bahan bacaan. 5.Diskusikan bersama anggota kelompok istilah yang paling sesuai dengan makna ilustrasi istilah. 6.Letakkan kartu istilah pada ilustrasi situasi yang dianggap paling tepat. 7.Lakukan langkah yang sama hingga seluruh ilustrasi situasi memperoleh pasangan kartu istilah. 8.Setelah semua kartu dipasangkan, balik seluruh kartu istilah. 9.Cocokkan urutan warna pada bagian belakang kartu dengan pola warna yang terdapat pada pojok kanan atas setiap halaman. 10.Apabila pola warna belum sesuai: bacalah kembali bahan bacaan; identifikasi kembali konsep pada ilustrasi situasi; perbaiki pasangan kartu istilah; ulangi hingga pola warna sesuai. AKTIVITAS 2. PASANGAN ISTILAHAKTIVITAS 2. PASANGAN ISTILAHAKTIVITAS 2. PASANGAN ISTILAH
15 Raka menanam beberapa biji cabai yang berasal dari satu tanaman induk. Setelah berbuah, seluruh tanaman menghasilkan cabai yang tetap pedas seperti tanaman induknya. Ia menyimpulkan bahwa sifat tersebut diwariskan kepada keturunannya. UNIT DASAR PEWARISAN Saat praktikum biologi, siswa mengamati inti sel menggunakan mikroskop digital. Di dalam inti sel tampak struktur berbentuk benang yang menjadi tempat tersimpannya informasi pewarisan sifat. Dalam kegiatan penelitian terhadap tanaman jagung yang memiliki warna biji berbeda. peneliti menemukan bahwa bagian yang mengatur warna biji selalu berada pada letak yang sama pada setiap kromosom.
16 Di kebun sekolah tumbuh beberapa tanaman bunga dari jenis yang sama. Meskipun demikian, sebagian bunganya berwarna merah, sedangkan yang lain berwarna putih. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya variasi pada sifat warna bunga. VARIASI GEN Sebuah kebun budidaya bunga menghasilkan tanaman berbunga ungu selama beberapa musim. Pada musim berikutnya, beberapa tanaman berbunga putih kembali muncul meskipun sebelumnya tidak terlihat. Seorang pengembang tanaman hias mengawinkan bunga berwarna ungu dengan bunga berwarna putih. Tanaman hasil persilangan pertama seluruhnya menghasilkan bunga berwarna ungu.
17 Sebuah perusahaan benih mempertahankan galur murni tanaman kacang. Benih yang diproduksi selalu menghasilkan tanaman dengan bentuk biji yang seragam dari satu generasi ke generasi berikutnya. KOMBINASI ALEL DAN EKSPRESI SIFAT Pada percobaan persilangan, dua tanaman yang sama-sama berbunga ungu disilangkan. Meskipun kedua induknya memiliki warna bunga yang sama, pada keturunannya muncul bunga putih. Dua tanaman memiliki sifat genetik yang sama. Namun, tanaman yang tumbuh di tempat yang mendapat cahaya matahari cukup tampak lebih subur dan bunganya berwarna lebih cerah dibandingkan tanaman yang tumbuh di tempat teduh.
18 PEWARISAN HUKUM MENDEL Saat mempelajari proses reproduksi, murid mengetahui bahwa sebelum terjadi pembuahan, sel kelamin dari induk jantan dan induk betina masing- masing membawa sebagian informasi keturunan yang kemudian bergabung membentuk individu baru. Dalam percobaan persilangan tanaman ercis, seluruh tanaman pada generasi pertama memiliki batang tinggi. Namun, ketika tanaman tersebut disilangkan kembali, sebagian keturunannya memiliki batang pendek. Pada percobaan persilangan tanaman ercis yang berbeda bentuk biji dan warna bijinya, generasi berikutnya menghasilkan berbagai kombinasi sifat, seperti biji bulat kuning, bulat hijau, keriput kuning, dan keriput hijau.
Kotak Refleksi Berilah tanda ceklis pada pernyataan di bawah ini yang paling menggambarkan kondisi kalian, lalu tuliskan jawaban singkat pada kolom catatan. 1. Apakah sempat mengalami miskonsepsi mengira bahwa alel resesif itu hilang atau rusak karena ditutupi alel dominan? Ya, karena sempat terkecoh dan mengira alel resesif itu lenyap Tidak, karena alel resesif hanya tersembunyi di dalam genotipe heterozigot kedua induknya 2. Bagaimana menyikapi perbedaan pendapat saat menentukan kartu istilah yang cocok untuk setiap saku cerita? Mendengarkan argumen setiap anggota dan mencocokkannya kembali dengan materi utama sebelum mengambil keputusan bersama. Mengikuti jawaban dari satu atau dua anggota yang paling dominan 19
Melalui aktivitas ini, kalian berlatih menerapkan prinsip Hukum Mendel I dan II untuk memprediksi hasil persilangan monohibrid dan dihibrid menggunakan tabel Punnett. Instruksi kerja: 1.Ambil 9 ubin nomor dan spidol dari kantong ziplock binder. 2.Aktivitas ini terdiri atas persilangan monohibrid dan dihibrid. 3.Setiap persilangan memiliki 9 pertanyaan dan 9 jawaban yang tersusun dalam kotak pertanyaan dan kotak jawaban. 4.Susun ubin-ubin nomor secara berurutan pada kotak pertanyaan. 5.Pilih satu ubin nomor, lalu bacalah pertanyaan dengan cermat. 6.Kerjakan soal persilangan dengan bantuan tabel Punnett pada halaman pengerjaan. 7.Setelah memperoleh jawaban, letakkan ubin nomor tersebut pada kotak jawaban yang sesuai. 8.Ulangi langkah 4-7 hingga semua ubin terpasang. 9.Setelah selesai, balik semua ubin dan cocokkan pola warna ubin dengan pola warna di pojok kanan atas halaman. 10.Jika terjadi kesalahan pola warna, lakukan langkah berikut: Periksa kembali tabel Punnett yang telah dibuat. Cermati setiap perhitungan peluang dan hasil persilangan. Ganti ubin jawaban yang belum tepat. Ulangi pemeriksaan hingga pola warna sesuai. 11.Lakukan langkah yang sama pada persilangan dihibrid. 20 AKTIVITAS 3. UBIN HEREDITASAKTIVITAS 3. UBIN HEREDITASAKTIVITAS 3. UBIN HEREDITAS
Bunga ungu (U) dominan terhadap bunga putih (u). Jika disilangkan Uu × Uu dan dihasilkan 200 tanaman, berapa banyak tanaman yang bergenotipe Uu? Seekor tikus berbulu hitam (Hh) disilangkan dengan tikus berbulu hitam heterozigot lainnya. Dari 160 anak tikus, hitung jumlah yang bergenotipe HH! Warna biji pada kacang ditentukan oleh gen K (kuning) dominan terhadap k (hijau). Dari persilangan Kk × Kk dihasilkan 120 biji. Berapa biji yang bergenotipe kk? Pada tanaman ercis, tinggi batang T dominan terhadap t. Persilangan Tt × tt menghasilkan 100 keturunan. Hitung jumlah tanaman bergenotipe Tt! Tikus berbulu hitam heterozigot (Bb) disilangkan dengan tikus berbulu putih (bb). Dari 88 anak, berapa yang bergenotipe bb? Pada kacang ercis, biji bulat (B) dominan terhadap keriput (b). Persilangan Bb × Bb menghasilkan 400 biji. Hitung jumlah biji bergenotipe Bb! Pada bunga mawar, warna merah (R) dominan terhadap putih (r). Persilangan Rr × Rr menghasilkan 240 tanaman. Berapa jumlah yang bergenotipe RR? Pada jagung, alel Y dominan menyebabkan biji berwarna kuning, sedangkan y resesif menyebabkan biji putih. Dari persilangan Yy × Yy dihasilkan 320 biji. Berapa yang bergenotipe yy? Dalam penelitian, persilangan tanaman berbunga merah (Rr) sesamanya menghasilkan 600 keturunan. Berapa jumlah tanaman heterozigot Rr?21 Persilangan MonohibridPersilangan MonohibridPersilangan Monohibrid Kotak PertanyaanKotak PertanyaanKotak Pertanyaan
40 60 50 100 30 300 44 80 20022 Kotak Jawaban
23Halaman Pengerjaan
Kotak Refleksi Berilah tanda ceklis pada pernyataan di bawah ini yang paling menggambarkan kondisi kalian. Salah menentukan gamet induk Salah memasukkan data ke tabel Punnett Salah menghitung pecahan/perkalian Halaman Pengerjaan24
Pada tanaman ercis, biji bulat (B) dominan terhadap keriput (b) dan warna kuning (Y) dominan terhadap hijau (y). Persilangan BbYy × BbYy menghasilkan 320 keturunan. Berapa jumlah tanaman yang memiliki biji keriput hijau? Pada tikus, bulu hitam (H) dominan terhadap putih (h) dan ekor panjang (L) dominan terhadap pendek (l). Persilangan HhLl × hhLl menghasilkan 240 anak tikus. Berapa jumlah tikus yang berbulu putih dan berekor pendek? Jagung biji bulat (B) dominan terhadap keriput (b) dan warna kuning (Y) dominan terhadap hijau (y). Persilangan BbYy × Bbyy menghasilkan 384 biji. Berapa jumlah biji yang bulat dan hijau? Pada bunga mawar, warna merah (R) dominan terhadap putih (r) dan batang tinggi (T) dominan terhadap pendek (t). Persilangan Rrtt × rrTt menghasilkan 800 tanaman. Berapa jumlah tanaman yang berwarna putih dan berbatang pendek? Pada domba, wol tebal (W) dominan terhadap tipis (w) dan bertanduk (N) dominan terhadap tidak bertanduk (n). Persilangan WwNn × WwNn menghasilkan 640 anak domba. Berapa jumlah domba yang berwol tipis dan bertanduk? Gagak leher mengilap (I) dominan terhadap kusam (i) dan sayap lebar (W) dominan terhadap sempit (w). Persilangan IiWw × iiww menghasilkan 420 anak gagak. Berapa jumlah gagak yang berleher kusam dan bersayap sempit? Kucing bulu pendek (S) dominan terhadap panjang (s) dan warna hitam (D) dominan terhadap putih (d). Persilangan SsDd × ssdd menghasilkan 300 anak kucing. Berapa jumlah anak yang berbulu panjang dan berwarna putih? Merpati sayap lebar (W) dominan terhadap sempit (w), dan leher berkilau (K) dominan terhadap kusam (k). Persilangan WwKk × wwKk menghasilkan 528 anak merpati. Berapa jumlah merpati yang bersayap sempit dan berleher kusam? Kelinci bulu hitam (H) dominan terhadap putih (h) dan telinga panjang (P) dominan terhadap pendek (p). Persilangan HhPp × HhPp menghasilkan 1.120 anak kelinci. Berapa jumlah kelinci yang berbulu putih dan bertelinga pendek?25 Persilangan Dihibrid Kotak Pertanyaan
70 105 66 144 75 30 200 20 12026 Kotak Jawaban
27Halaman Pengerjaan
Kotak Refleksi Berilah tanda ceklis pada pernyataan di bawah ini yang paling menggambarkan kondisi kalian. Salah menentukan gamet induk Salah memasukkan data ke tabel Punnett Salah menghitung pecahan/perkalian28 Halaman Pengerjaan
Melalui aktivitas ini, kalian diajak untuk menalar dan memilih pernyataan yang paling tepat berdasarkan konsep pewarisan sifat Hukum Mendel I dan II. Instruksi kerja: 1. Ambillah spidol pada ziplock binder. 2. Bacalah pertanyaan dengan teliti. 3. Analisis setiap pilihan jawaban yang tersedia. 4. Pilih jawaban yang menurutmu paling tepat. 5. Tuliskan huruf opsi jawaban pada lembar kesempatan. 6. Bukalah lembar opsi jawaban: Jika jawabanmu benar, lanjutkan ke pertanyaan berikutnya. Jika jawabanmu salah, baca alasan yang tersedia, pahami kembali isi pertanyaan, lalu coba pilih jawaban lain. 7. Setiap kali menjawab, catat pilihan jawaban di lembar kesempatan hingga menemukan jawaban yang benar. 8. Kesempatanmu terbatas sesuai jumlah kolom pada lembar kesempatan. AKTIVITAS 4.AKTIVITAS 4. JEJAK JAWABANJEJAK JAWABANAKTIVITAS 4. JEJAK JAWABAN 29
(BENAR) Sesuai prinsip segregasi alel (SALAH) Alel tidak hilang dan tidak melibatkan mutasi (SALAH) Alel pendek dapat diwariskan bersama alel tinggi (SALAH) Dominansi tidak mengubah struktur fisik alel resesif saat berpasangan (SALAH) Pewarisan sifat tidak bersifat pencampuran 30 1. Dalam percobaan persilangan tanaman ercis, Mendel mengamati bahwa pada generasi F₂ muncul kembali sifat yang semula tidak tampak di F₁. Misalnya, ketika Mendel menyilangkan tanaman berbatang tinggi murni dengan tanaman berbatang pendek murni, seluruh F₁ berbatang tinggi. Namun, pada F₂ kembali muncul tanaman berbatang pendek. Berdasarkan ilustrasi tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat untuk menjelaskan temuan Mendel?
31 (SALAH) Hasil F₂ menunjukkan kombinasi baru (BENAR) Sesuai prinsip Asortasi Independen (SALAH) Kombinasi muncul karena pewarisan alel (SALAH) Alel resesif tetap diwariskan (SALAH) Tidak ada mutasi dalam percobaan Mendel 2. Seseorang meniru percobaan Mendel dengan menyilangkan tanaman kacang ercis yang memiliki dua sifat berbeda, yaitu tinggi–rendah batang dan warna bunga ungu–putih. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa seluruh tanaman F₁ berbatang tinggi dan berbunga ungu. Namun, saat tanaman F₁ disilangkan sesamanya, pada generasi F₂ muncul kembali tanaman berbatang rendah dan berbunga putih, serta kombinasi baru seperti tinggi– putih dan rendah–ungu. Berdasarkan hasil tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah …
32 (SALAH) Alel k pada tanaman tersebut resesif, sehingga tidak bisa membentuk sampai 4 variasi kombinasi yang berbeda. (SALAH) Sifat resesif yang memisah saat pembentukan gamet akan tetap dan tidak bisa berubah menjadi dominan. (SALAH) Alel Ss (heterozigot) akan memisah dan menghasilkan lebih dari 1 macam gamet (SALAH) Gamet berfungsi untuk kawin, sehingga jumlah alel harus separuh dari pasangannya, bukan lengkap seperti tanaman induk. (BENAR) Alel Ss akan memisah , sementara alel k yang resesif hanya bisa memberikan satu pilihan sifat saja. 3. Seorang petani memiliki tanaman semangka dengan sifat biji sedikit-berwarna kuning yang kode genetiknya adalah Sskk. Petani tersebut ingin tahu variasi sel kelamin (gamet) yang dapat dihasilkan oleh tanaman semangka tersebut untuk memperkirakan sifat keturunannya nanti. Berdasarkan Hukum Mendel segregasi dan asortasi independen, manakah pernyataan dan alasan yang paling tepat mengenai gamet yang dihasilkan oleh tanaman Sskk?
Kotak Refleksi Berilah tanda ceklis pada pernyataan di bawah ini yang paling menggambarkan kondisi kalian. 1. Saat menghadapi jawaban yang salah, apakah kelompok berdiskusi membaca penjelasan umpan balik sebelum mencoba menjawab lagi? Ya, kami berdiskusi mengapa jawaban itu salah terlebih dahulu Tidak, kami langsung bergegas mencoba jawab lagi agar cepat selesai. 2. Apakah umpan balik (benar / salah) pada setiap pilihan jawaban membantu pemahaman? Ya, sangat membantu kami mengoreksi logika berpikir tim. Tidak, kami hanya fokus mencari pilihan jawaban benar. 33
Buku Kerja GenPlay dapat menjadi sarana pembelajaran yang membantu murid belajar tentang Pewarisan Sifat Hukum Mendel secara bertahap. Melalui aktivitas yang tersedia, murid dapat memperkuat pemahaman konsep, melatih kemampuan, serta mengaitkan konsep pewarisan sifat dengan konteks kehidupan. Kehadiran buku kerja ini dimaksudkan untuk mendukung proses belajar yang aktif, interaktif, dan mendalam. PENUTUP REFERENSI Arsal, A. F. (2018). Genetika I arif memahami kehidupan. Makassar: Universitas Negeri Makassar. Artadana, I. B. M., & Savitri, W. D. (2018). Dasar-dasar genetika mendel dan pengembangannya. Yogyakarta: Graha Ilmu. Arumingtyas, E. L. (2016). Genetika mendel: prinsip dasar pemahaman ilmu genetika. Malang: UB Press. Effendi, Y. (2020). Buku ajar genetika dasar. Magelang: Pustaka Rumah Cinta. 34
GG EE NNPPLLAAYY G E NPLAYBUKU KERJA PEWARISAN SIFAT HUKUM MENDEL UNIVERSITAS TANJUNGPURA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MAYA NOVITA SARI NIM. F1071221021