E LKPD Berbasis QR Code Materi Ilmu Ukur Tanah Dimas

View E LKPD Berbasis QR Code Materi Ilmu Ukur Tanah Dimas flipbook.

E-LKPD ELEKTRONIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK DASAR - DASAR DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN NAMA : ...................................................... KELAS : ...................................................... NO ABSEN : ...................................................... SMK KELAS X MATERI ILMU UKUR TANAH BERBASIS QR CODE DISUSUN OLEH : Ignatius Dimas Cahya Krista

E-LKPD BERBASIS QR CODE KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, penyusunan E-LKPD berbasis qr code ini dapat diselesaikan dengan baik. E-LKPD berbasis qr code ini disusun sebagai salah satu perangkat pembelajaran untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan. E-LKPD ini dibuat dengan mempertimbangkan perkembangan siswa di Kelas X Desain Pemodelan Informasi Bangunan (DPIB). Kesuksesan belajar berawal dari kemauan dan ditunjang oleh berbagai sarana, salah satu diantaranya adalah E-LKPD berbasis qr code. Harapannya penulis adalah siswa dapat terbantu dalam memahami materi serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui pendekatan Guided Inquiry dengan media E-LKPD berbasis qr code. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat membantu dalam penulisan E-LKPD berbasis qr code ini. Kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk memperbaiki E-LKPD berbasis qr code ini di masa yang akan datang Surabaya, ...........................2026 Penulis ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB i

E-LKPD BERBASIS QR CODE DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................................i DAFTAR ISI............................................................................................ii PETUNJUK PEMBELAJARAN...............................................................iii IDENTITAS E-LKPD...............................................................................Iv BAHAN BACAAN SISWA........................................................................1 A. BAB 1 : ALAT UKUR WATERPASS....................................................1 B. BAB 2 : ALAT UKUR THEODOLITE.................................................11 KESIMPULAN.......................................................................................17 REFLEKSI.............................................................................................18 GLOSARIUM.........................................................................................19 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB ii

E-LKPD BERBASIS QR CODE PETUNJUK PEMBELAJARAN 1.Seluruh siswa wajib memulai pembelajaran dengan berdoa terlebih dahulu. 2.Setiap siswa wajib menuliskan Identitas pada kolom yang telah disediakan. 3.Bacalah dan pahami dengan baik uraian materi yang disajikan pada masing-masing kegitan pembelajaran. 4.Apabila terdapat materi yang kurang jelas segera tanyakan kepada guru. 5.Setiap perintah dan pertanyaan wajib dijawab ditempat yang telah disediakan. 6.Tuliskan hasil diskusi pada lembar kerja yang telah disediakan. 7.Kerjakan soal posttest secara individu pada bagian akhir. 8.Gunakan waktu secara efektif agar semua aktivitas dapat diselesaikan dengan baik. 9.Siapkan paket internet anda dan jaringan internet yang baik untuk mengerjakan E-LKPD Interaktif ini. ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB iii

A. ELEMEN PEMBELAJARAN : Teknik dasar pada pekerjaan desain pemodelan dan informasi bangunan. B. CAPAIAN PEMBELAJARAN : Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami teknik dasar pekerjaan desain pemodelan dan informasi bangunan melalui pengenalan dan praktik dasar yang terkait dengan pekerjaan desain pemodelan dan informasi bangunan, antara lain peralatan gambar, peralatan ukur, pengoperasian dan perawatan alat ukur, analisis hasil pekerjaan pengukuran, teknik desain pemodelan dan informasi bangunan, serta standar dan peraturan- peraturan yang berlaku terkait dengan bangunan. C. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1.Menjelaskan fungsi, kegunaan, dan membedakan karakteristik alat ukur waterpass dan theodolite dalam pekerjaan desain pemodelan dan informasi bangunan. 2.Mengidentifikasi bagian – bagian alat ukur waterpass dan theodolite, serta standar terkait penggunaan waterpass dan theodolite. E-LKPD BERBASIS QR CODE IDENTITAS E-LKPD ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB iv

1. Pengertian Waterpass Pengertian Waterpass (penyipat datar) adalah suatu alat ukur tanah yang dipergunakan untuk mengukur beda tinggi antara titik-titik saling berdekatan. Pengukuran yang menggunakan alat ini disebut dengan Levelling atau Waterpassing. Pekerjaan ini dilakukan untuk menentukan tinggi suatu titik yang akan ditentukan ketinggiannya. Sistem referensi atau acuan yang biasa digunakan adalah tinggi muka air laut rata-rata atau Mean sea Level (MSL). Bahan Bacaan Siswa Bab 1 E-LKPD BERBASIS QR CODE 1 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB 2. Fungsi dari Waterpass Menentukan dan memeriksa kerataan permukaan. Mengukur beda tinggi antar titik di sebuah medan. Membantu dalam perencanaan & pengecekan elevasi konstruksi. Sumber : Darmasakti.com

E-LKPD BERBASIS QR CODE 2 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB 3. Perbedaan Waterpass dan Theodolite Jika pekerjaan membutuhkan pengukuran beda tinggi saja, gunakan waterpass. Jika pekerjaan membutuhkan pengukuran sudut dan pemetaan posisi, gunakan theodolite. Bahan Bacaan Siswa FYI iNI GEZZFYI iNI GEZZFYI iNI GEZZ

4. Pengenalan bagian - bagian dalam waterpass E-LKPD BERBASIS QR CODE 3 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB 5. Berikut bagian - bagian dari waterpass : Nivo Kotak : bagian waterpass yang dipakai untuk mengetahui tingkat kedataran pesawat. Cermin : membantu mempermudah pembacaan hasil pengukuran nivo kotak. Visir : membantu proses pembidikan suatu objek secara kasar sehingga berlangsung lebih cepat. Lensa : Pembacaan sudut horizontal memiliki peranan untuk memperjelas bacaan sudut horizontal dengan membesarkannya. Bahan Bacaan Siswa Sumber : kemdikbud.go.id

E-LKPD BERBASIS QR CODE 4 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB Lanjutan bagian - bagian dari waterpass : Lensa Objektif : bagian yang berfungsi menerima objek yang dibidik. Ring Pengatur Lensa Okuler : untuk menyesuaikan fokus pada lensa okuler mikroskop atau teropong agar penggunaan dapat melihat gambar lebih jelas. Pelindung Lensa Objektif : bermanfaat untuk melindungi lensa objektif dari pancaran sinar matahari langsung. Sekrup Pendatar (A,B,C) : komponen waterpass yang bertugas untuk mengatur tingkat kedataran suatu pesawat pada sumbu I vertikal. Sekrup Pengatur Fokus/Mikrometer : berperan untuk mengatur derajat kejelasan objek yang dibidik. Sekrup Pengatur Gelembung Nivo Kotak : berfungsi untuk menyesuaikan posisi gelembung pada waterpass agar alat dapat digunakan dengan akurasi tinggi. Sekrup Penggerak Halus Horizontal : berperan untuk menggerakan pesawat arah horizontal supaya kedudukan benang tepat pada objek yang dibidik. Ring Lingkaran Horizontal : merupakan bagian yang bertugas untuk mengunci perputaran pesawat arah horizontal. Plat Dasar : memiliki fungsi sebagai landasan dudukan pesawat. Unting-unting : alat bantu yang digunakan untuk mengetahui arah vertikal pesawat waterpass dengan rambu ukur. Bahan Bacaan Siswa

E-LKPD BERBASIS QR CODE 5 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB 6. Rambu Ukur dan Cara Pembacaannya Bahan Bacaan Siswa Pembacaan benang atas dikurangi pembacaan benang tengah = pembacaan benang tengah dikurangi pembacaan benang bawah. 7. Rumus koreksi Pembacaan Pembacaan benang atas ditambah pembacaan benang bawah = dua kali pembacaan benang tengah. Teropong terdiri dari 4 macam benang, yaitu benang atas, benang tengah benang bawah, dan benang tegak. Sumber : id.scribd.com

Rambu ukur berpenampang segi empat berukuran ± 2 cm x ± 4 cm dan pan jang 3 sampai 5 meter. Bagian depannya dilengkapi dengan ukuran skala sentimeter. Pada setiap 1 meternya diberi cat yang berbeda dan mencolok. Umumnya dicar dengan warna merah, putih, hitam, dan kuning. E-LKPD BERBASIS QR CODE 6 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB Bahan Bacaan Siswa 8. Rambu Ukur Pembacaan benang atas ditambah pembacaan benang bawah dibagi dua = benang tengah. Selain waterpass, ada juga rambu ukur yang dilengkapi dengan nivo yang berfungsi untuk mendapatkan sipatan mendatar dari kedudukan alat dan unting - untung untuk mendapatkan kedudukan alat tersebut di atas titik yang bersangkutan. Kedua alat ini digunakan bersamaan dalam pengukutan sipat datar. Sumber : indosurta.co.id

E-LKPD BERBASIS QR CODE 7 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB Bahan Bacaan Siswa Cara Pemasangan Bak Ukur/Rambu Ukur : Atur ketinggian rambu ukur dengan menarik batangnya sesuai dengan kebutuhan, kemudian kunci. Letakkan dasar rambu ukur tepat diatas tengah - tengah patok (titik) yang akan dibidik. Usahakan rambu ukur tersebut tidak miring/condong ( depan,belakang, kiri, dan kanan), karena bisa mempengaruhi hasil pembacaan. Agar rambu ukur tidak miring, gunakan nivo kotak. Arahkan lensa pada teropong pesawat. Rambu ukur yang panjangnya 5 meter dapat distel dalam pemakaian di lapangan kedudukan alat ini harus benar - benar tegak/vertikal. Kegunaan pokok alat ini adalah untuk pembacaan data pada pengukuran sipat datar maupun sipat ruang ( untuk bantuan mengukur jarak optis, sudut miring, dan beda tinggi). Rambu ukur diperlukan untuk mempermudah/membantu mengukur beda tinggi antara garis bidik dengan permukaan tanah.

E-LKPD BERBASIS QR CODE 8 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB Bahan Bacaan Siswa Contoh Rambu Ukur dan Koreksi Pembacaanya 9. Unting - Unting Unting - unting ini melekat dibawah penyetel kaki statif , unting - unting ini berfungsi sebagai tolak ukur apakah waterpass tersebut sudah berada tepat di atas patok. 10. Rol Meter Alat - alat ukur jarak ini digunakan pada pengukuran dilapangan untuk menentukan jarak antar patok dimana patok tersebut tempat rambu ukur akan ditempatkan. Sumber : id.scribd.com

E-LKPD BERBASIS QR CODE 9 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB Bahan Bacaan Siswa 11. Statif ( Kaki Tiga ) Statif (kaki tiga) berfungsi sebagai penyangga waterpass dengan ketiga kakinya dapat menyangga penempatan alat yang pada masing - masing ujungnya runcing, agar masuk ke dalam tanah. Ketiga kaki statif ini dapat diatur tinggi rendahnya sesuai dengan keadaan tanah tempat alat itu berdiri. Statif ini biasa juga disebut dengan Tripod. Bagian - bagian dari statif a. Bidang Level (Kepala Statif) berfungsi sebagai dudukan pesawat waterpass. b. Sekrup Pengunci berfungsi untuk mengunci pesawat waterpass pada statif supaya tidak bergeser atau jatuh. c. Tali Pembawa berfungsi agar statif mudah diangkat pada saat dipindahkan. d. Sekrup Penyetel berfungsi untuk mengunci kaki statif dan mengatur tinggi rendah pesawat. e. Kaki Statif berfungsi untuk menyangga statif, dibuat runcing agar dapat masuk ke dalam tanah. Sumber : shoppe.com

Kompas digunakan untuk menentukan arah utara dalam pengukuran sehingga dijadikan patokan utama dalam pengukuran yang biasa di sebut sudut azimut E-LKPD BERBASIS QR CODE 10 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB Bahan Bacaan Siswa 11. Patok Alat ini terbuat dari kayu atau bambu, yang digunakan untuk memberi tanda batas yang bersifat sementara pada saat pengukuran. 12. Payung Payung digunakan untuk melindungi pesawat dari sinar matahari langsung maupun hujan karena lensa teropong pada pesawat sangat peka terhadap sinar matahari. 13. Kompas DISKUSI KELOMPOK YUKZzDISKUSI KELOMPOK YUKZzDISKUSI KELOMPOK YUKZz Dari hasil pendalaman materi diatas, kalian dapat berdiskusi dalam kelompok untuk menyimpulkan materi terkait waterpass pada lembar kerja dengan mengakses lembar kerja lewat qr code disamping ! Dari hasil pendalaman materi diatas, kalian dapat berdiskusi dalam kelompok untuk menyimpulkan materi terkait waterpass pada lembar kerja dengan mengakses lembar kerja lewat qr code disamping !

ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB Theodolite adalah salah satu instrumen ukur tanah yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal maupun sudut vertikal secara presisi. Alat ini memiliki peran penting dalam pekerjaan survei pemetaan, konstruksi bangunan, hingga rekayasa sipil karena mampu menghasilkan data sudut yang akurat untuk menentukan posisi maupun ketinggian titik di lapangan. Theodolite dikembangkan dari instrumen klasik ukur sudut dan telah mengalami penyempurnaan baik secara mekanik maupun digital, sehingga dapat mendukung pekerjaan pemetaan topografi maupun perencanaan teknis konstruksi. E-LKPD BERBASIS QR CODE 11 Bahan Bacaan Siswa Bab 2 1. Pengertian Theodolite 2. Fungsi Theodolite Secara umum, fungsi utama theodolite adalah : 1.Mengukur sudut horizontal antara dua titik pengamatan. 2.Mengukur sudut vertikal yang digunakan untuk menentukan beda tinggi antar titik. Sumber : ptdinarsurabaya.com

1.a 2.n 3.Membantu dalam pengukuran jarak tidak langsung dengan metode trigonometri. 4.Digunakan dalam staking out (penentuan posisi) pada pembangunan jalan, jembatan, atau gedung. 5.Membantu dalam pembuatan peta topografi dengan detail kontur yang lebih akurat. Dengan fungsi tersebut, theodolite menjadi salah satu alat utama yang tidak tergantikan dalam pekerjaan survei pemetaan maupun konstruksi. ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB E-LKPD BERBASIS QR CODE 12 Bahan Bacaan Siswa 3. Karakteristik Theodolite Theodolite memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari instrumen ukur tanah lain, di antaranya : 1.Presisi tinggi : Mampu mengukur sudut dengan ketelitian hingga detik busur. 2.Dua sumbu utama : Sumbu horizontal (trunnion axis) dan sumbu vertikal yang saling tegak lurus. 3.Kombinasi optik dan mekanik : Menggunakan teleskop sebagai alat bidik untuk melihat target dan lingkaran ukur untuk membaca sudut. 4.Dapat digunakan ganda : Mengukur sudut horizontal sekaligus vertikal dalam satu alat. 5.Fleksibilitas penggunaan : Cocok untuk survei rekayasa, pemetaan topografi, hingga pengukuran astronomis.

ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB E-LKPD BERBASIS QR CODE 13 Bahan Bacaan Siswa 5. Macam Theodolite Prinsip kerja theodolite didasarkan pada pengukuran sudut antara garis bidik teleskop dengan referensi horizontal maupun vertikal. Langkah kerjanya dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.Alat dipasang di atas tripod dan dipusatkan pada titik ukur dengan menggunakan optical plummet. 2.Instrumen kemudian disetel dengan nivo agar berada dalam posisi horizontal. 3.Teleskop diarahkan ke titik pertama, lalu skala lingkaran horizontal dicatat sebagai acuan. 4.Teleskop diarahkan ke titik kedua, kemudian nilai sudut horizontal terbaca sebagai selisih dari skala lingkaran. 5.Untuk sudut vertikal, teleskop diarahkan ke target, lalu lingkaran vertikal dibaca guna mengetahui sudut elevasi atau depresi. 6.Dengan menggunakan prinsip trigonometri, data sudut ini dapat dipakai untuk menghitung jarak miring, beda tinggi, maupun koordinat titik di lapangan. 4. Prinsip Kerja Theodolite Berdasarkan konstruksinya, ada 3 macam theodolite yaitu : Theodolite Reiterasi dilengkapi dengan lingkaran skala mendatar yang menyatu dengan kiap sehingga bacaan pada skala tersebut tidak dapat diatur. Contoh-contohnya yaitu theodolit tipe T0 (wild) dan tipe DKM-2A (kem).

ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB E-LKPD BERBASIS QR CODE 14 Bahan Bacaan Siswa Theodolite Repetisi memiliki skala mendatar yang bisa diatur dan mengelilingi sumbu tegak sehingga bacaan skalanya bisa ditentukan ke sudut yang diinginkan. Contoh-contohnya yaitu theodolit tipe TM 6 dan TL 60-DP (sokkisha ), TL 6-DE (topcon), dan Th-51 (zeiss). Theodolite Elektro Optis dilengkapi mikroskop pembaca skala lingkaran yang menggunakan sistem sensor. Adapun prinsip kerja theodolit ini melalui gelombang elektromagnetis yakni mengubah sistem analog menjadi sistem digital. 6. Bagian - Bagian Theodolite Sumber : kibrispdr.org

ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB E-LKPD BERBASIS QR CODE 15 Bahan Bacaan Siswa Bagian-bagian dari theodolite beserta fungsinya di antaranya adalah sebagai berikut: 1.Pengarah kasar : berfungsi untuk membantu pembidikan yaitu membantu mengarahkan teropong ke target secara kasar. 2.Klem pengunci vertikal : untuk mengunci teropong agar tidak dapat digerakkan secara vertikal. 3.Penggerak halus vertikal : untuk menggerakkan teropong secara vertikal ke arah rambu ukur (objek) secara halus. 4.Tempat baterai : berjumlah 4 buah dengan jenis baterai A2. 5.Klem pengunci lingkaran horizontal : untuk mengunci badan pesawat agar tidak dapat diputar secara horizontal. 6.Penggerak halus lingkaran horizontal : untuk menggerakkan teropong horizontal ke arah rambu ukur (objek) secara halus. 7.Sekrup pengatur nivo : untuk mengatur posisi gelembung nivo berada pada titik tengah. 8.Handle : untuk pengangan tangan pada alat. 9.Pengatur fokus lensa okuler : untuk fokus lensa okuler ke objek 10.Nivo tabung : untuk menyetel posisi sumbu II pesawat secara horizontal, dan dapat diatur dengan penyama rata. 11.Display dan papan tombol : untuk pembacaan skala lingkaran vertikal dan horizontal. 12.Nivo kotak : berfungsi untuk menyetel posisi sumbu I berada pada posisi vertikal.

ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB E-LKPD BERBASIS QR CODE 16 Bahan Bacaan Siswa 13. Plat dasar : untuk bertumpunya pesawat theodolite 14. Lensa verticalizing : untuk melihat dan memosisikan sumbu I berimpit dengan titik berdiri pesawat atau titik tertentu di bumi. Dari hasil pendalaman materi diatas, kalian dapat berdiskusi dalam kelompok untuk menyimpulkan materi – materi terkait theodolite pada lembar kerja dibawah ini ! Dari hasil pendalaman materi diatas, kalian dapat berdiskusi dalam kelompok untuk menyimpulkan materi – materi terkait theodolite pada lembar kerja dibawah ini ! DISKUSI KELOMPOK YUKZzDISKUSI KELOMPOK YUKZzDISKUSI KELOMPOK YUKZz

Waterpass merupakan alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan beda tinggi antar titik serta memeriksa kerataan permukaan. Prinsip kerja waterpass didasarkan pada kesejajaran gelembung nivo sehingga hasil pengukuran dapat menunjukkan elevasi dengan akurat. Alat ini banyak dipakai dalam pekerjaan konstruksi, saluran, maupun pemeriksaan permukaan datar. Kelebihan waterpass terletak pada kemudahannya untuk digunakan dalam menentukan elevasi tanpa perhitungan rumit. Oleh karena itu, waterpass menjadi instrumen dasar yang wajib dipahami oleh setiap pelajar maupun praktisi di bidang teknik sipil. Berbeda dengan waterpass, theodolite berfungsi untuk mengukur sudut horizontal maupun vertikal secara presisi. Alat ini memiliki karakteristik khusus karena mampu memberikan data yang akurat dalam perencanaan topografi, pembangunan jalan, dan pemetaan konstruksi. theodolite menggabungkan mekanisme optik dan mekanik sehingga pengguna dapat melakukan pembidikan dengan ketelitian tinggi. Fleksibilitas penggunaannya menjadikan theodolite lebih unggul ketika dibutuhkan analisis sudut dan koordinat titik. Dengan demikian, pemahaman terhadap waterpass dan theodolite akan membekali peserta didik kemampuan dasar dalam melakukan pengukuran sesuai standar konstruksi. Waterpass merupakan alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan beda tinggi antar titik serta memeriksa kerataan permukaan. Prinsip kerja waterpass didasarkan pada kesejajaran gelembung nivo sehingga hasil pengukuran dapat menunjukkan elevasi dengan akurat. Alat ini banyak dipakai dalam pekerjaan konstruksi, saluran, maupun pemeriksaan permukaan datar. Kelebihan waterpass terletak pada kemudahannya untuk digunakan dalam menentukan elevasi tanpa perhitungan rumit. Oleh karena itu, waterpass menjadi instrumen dasar yang wajib dipahami oleh setiap pelajar maupun praktisi di bidang teknik sipil. Berbeda dengan waterpass, theodolite berfungsi untuk mengukur sudut horizontal maupun vertikal secara presisi. Alat ini memiliki karakteristik khusus karena mampu memberikan data yang akurat dalam perencanaan topografi, pembangunan jalan, dan pemetaan konstruksi. theodolite menggabungkan mekanisme optik dan mekanik sehingga pengguna dapat melakukan pembidikan dengan ketelitian tinggi. Fleksibilitas penggunaannya menjadikan theodolite lebih unggul ketika dibutuhkan analisis sudut dan koordinat titik. Dengan demikian, pemahaman terhadap waterpass dan theodolite akan membekali peserta didik kemampuan dasar dalam melakukan pengukuran sesuai standar konstruksi. E-LKPD BERBASIS QR CODE 17 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB Kesimpulan

Anda telah mempelajari materi tentang pengukuran panjang dengan satuan baku. Coba kamu tulis kembali pada kolom dibawah ini apa saja yang sudah kamu pahami tentang materi yang sudah kamu pelajari tersebut! ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... Anda telah mempelajari materi tentang pengukuran panjang dengan satuan baku. Coba kamu tulis kembali pada kolom dibawah ini apa saja yang sudah kamu pahami tentang materi yang sudah kamu pelajari tersebut! ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................................... ................................

Waterpass : Alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan beda tinggi antar titik dengan metode penyipatan. Theodolite : Instrumen ukur sudut horizontal dan vertikal dengan ketelitian tinggi, sering digunakan dalam survei dan konstruksi. Levelling : Metode pengukuran beda tinggi menggunakan waterpass. Mean Sea Level (MSL) : Rata-rata tinggi muka laut yang digunakan sebagai acuan pengukuran elevasi. Sudut Horizontal : Sudut yang dibentuk antara dua garis pandang dalam bidang datar. Sudut Vertikal : Sudut yang dibentuk antara garis pandang dan garis horizontal, digunakan untuk mengetahui elevasi atau depresi. Tripod : Penyangga tiga kaki yang berfungsi menahan instrumen ukur agar stabil. Presisi : Tingkat ketelitian hasil pengukuran terhadap nilai sebenarnya. Waterpass : Alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan beda tinggi antar titik dengan metode penyipatan. Theodolite : Instrumen ukur sudut horizontal dan vertikal dengan ketelitian tinggi, sering digunakan dalam survei dan konstruksi. Levelling : Metode pengukuran beda tinggi menggunakan waterpass. Mean Sea Level (MSL) : Rata-rata tinggi muka laut yang digunakan sebagai acuan pengukuran elevasi. Sudut Horizontal : Sudut yang dibentuk antara dua garis pandang dalam bidang datar. Sudut Vertikal : Sudut yang dibentuk antara garis pandang dan garis horizontal, digunakan untuk mengetahui elevasi atau depresi. Tripod : Penyangga tiga kaki yang berfungsi menahan instrumen ukur agar stabil. Presisi : Tingkat ketelitian hasil pengukuran terhadap nilai sebenarnya. E-LKPD BERBASIS QR CODE 19 ILMU UKUR TANAH - KELAS X DPIB Glosarium