Created in Canva
I m a m S u k r i l a h , S . P d . , M . P d . , G r . PPENDIDIKANENDIDIKAN PANCASILAPANCASILA PENDIDIKAN PANCASILA K u r i k u l u m M e r d e k a VI KELASBUKU AJAR S E M E S T E R 1
I m a m S u k r i l a h , S . P d . , M . P d . , G r . PPENDIDIKANENDIDIKAN PANCASILAPANCASILA PENDIDIKAN PANCASILA K u r i k u l u m M e r d e k a VI KELASBUKU AJAR S E M E S T E R 1
KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga buku Pendidikan Pancasila ini dapat disusun sebagai salah satu upaya untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah dasar. Buku ini lahir dari pengalaman saya sebagai seorang guru yang setiap hari berhadapan langsung dengan proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Dalam menyusun pembelajaran, saya berusaha merancang Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang sesuai dengan kebutuhan murid, karakteristik pembelajaran, serta kompetensi yang perlu mereka kuasai. Namun, ketika mencari buku pelajaran yang dapat digunakan sebagai pendamping pembelajaran tersebut, saya kerap menemukan sejumlah kendala. Urutan materi tidak selalu sesuai dengan alur pembelajaran yang telah disusun, beberapa pembahasan terasa kurang lengkap, dan tidak sedikit materi yang kurang selaras dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Bagi saya, buku pelajaran seharusnya menjadi sarana yang membantu guru dan murid menjalani proses belajar secara lebih terarah, bukan justru menambah pekerjaan karena guru harus terus mencari materi tambahan, menyusun ulang pembahasan, atau menyesuaikan isi buku dengan perencanaan pembelajaran yang telah dibuat. Saya memahami bahwa setiap buku memiliki pendekatan dan susunan materi masing-masing. Namun, saya juga meyakini bahwa kebutuhan pembelajaran di setiap kelas tidak selalu dapat dipenuhi oleh satu buku yang tersedia di pasaran. Dari pengalaman itulah, saya mengambil keputusan sederhana: daripada terus mencari buku yang sepenuhnya sesuai atau sekadar mengeluhkan keterbatasan yang ada, saya memilih untuk menyusun buku sendiri. Buku ini saya rancang dengan menjadikan Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran yang telah saya susun sebagai dasar utama dalam menentukan urutan, cakupan, dan kedalaman materi. Dengan demikian, setiap bab dan subbab diharapkan memiliki keterkaitan yang jelas serta mendukung proses belajar secara bertahap dan berkesinambungan. Saya menyadari bahwa menyusun buku pelajaran bukan pekerjaan yang ringan. Diperlukan ketelitian dalam mengembangkan materi, memilih contoh yang dekat dengan kehidupan murid, menyajikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami, serta merancang kegiatan belajar yang bermakna. 3
Oleh karena itu, buku ini tidak saya pandang sebagai karya yang sempurna atau telah selesai untuk selamanya. Sebaliknya, buku ini merupakan bagian dari proses belajar, refleksi, dan upaya berkelanjutan untuk menghadirkan bahan ajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Harapan saya, buku ini dapat membantu murid memahami materi secara lebih runtut, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari, serta terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Bagi guru, buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi yang memudahkan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Saya juga berharap buku ini dapat terus disempurnakan melalui pengalaman penggunaan, masukan, dan evaluasi dari berbagai pihak. Akhir kata, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan inspirasi dalam proses penyusunan buku ini. Saya terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan pengembangan buku pada masa mendatang. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian kecil dari ikhtiar untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih terarah, bermakna, dan berpihak pada kebutuhan murid. Penulis dan Penyusun Imam Sukrilah, S.Pd., M.Pd., Gr. 4
No. Tujuan Pembelajaran Nama BAB Waktu Penyampaian 1 Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila. BAB I Sejarah Kelahiran Pancasila Juli Agustus 2 Meneladani sikap para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat. BAB II Keteladanan Para Perumus Pancasila Agustus September 3 Mengenal makna Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. BAB III Makna Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 September Oktober 4 Menerapkan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara. BAB IV Norma, Hak, dan Kewajiban sebagai Warga Negara Oktober November 5 Menyajikan hasil identifikasi sikap dan kegiatan pelestarian keragaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar. BAB V Keragaman Budaya dalam Semangat Bhinneka Tunggal Ika November Desember TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 SEMESTER GANJIL 5
TENTANG BUKU INI Buku ini disusun dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) yang ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Capaian Pembelajaran menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran agar murid dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Selanjutnya, guru mengembangkan CP menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), kemudian menyusun TP tersebut secara berurutan menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Dalam menyusun ATP, guru memiliki keleluasaan untuk menentukan urutan tujuan pembelajaran dan menyesuaikannya dengan kebutuhan murid serta alokasi waktu yang tersedia. Namun, keleluasaan tersebut juga menghadirkan tantangan dalam penggunaan buku pelajaran. Urutan materi dalam buku yang beredar belum tentu sesuai dengan ATP yang disusun oleh setiap guru. Akibatnya, guru terkadang perlu mencari materi tambahan, menyesuaikan urutan pembahasan, atau menyusun bahan ajar sendiri agar pembelajaran berjalan sesuai rencana. Buku ini hadir sebagai salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut. Materi disusun berdasarkan TP dan ATP yang telah dirancang oleh penulis, sehingga urutan pembahasan di dalam buku mengikuti alur pembelajaran yang direncanakan. Dengan demikian, guru dan murid dapat mempelajari materi secara lebih terarah, bertahap, dan berkesinambungan. 6 CARA MENGGUNAKAN BUKU INI Buku ini disusun berdasarkan pembagian bab dan subbab yang memiliki fungsi masing-masing. Setiap BAB mewakili satu Tujuan Pembelajaran (TP) yang telah disusun oleh penulis. Sementara itu, setiap subbab merupakan pembagian materi berdasarkan alokasi pekan pembelajaran untuk mencapai TP tersebut. Sebagai contoh, BAB I merupakan pembahasan untuk Tujuan Pembelajaran pertama. Subbab A memuat materi yang dipelajari pada pekan pertama, subbab B pada pekan kedua, subbab C pada pekan ketiga, dan subbab D pada pekan keempat. Setiap subbab disusun secara berurutan agar materi yang dipelajari pada satu pekan menjadi dasar untuk memahami materi pada pekan berikutnya. Melalui pembagian tersebut, guru dapat menggunakan buku ini dengan mengikuti urutan bab dan subbab yang tersedia sesuai perencanaan pembelajaran.
7 Murid pun dapat mengetahui tahapan materi yang sedang dipelajari dan memahami keterkaitan antara satu pembahasan dengan pembahasan lainnya. Perlu diperhatikan bahwa urutan dan pembagian materi dalam buku ini mengikuti ATP yang disusun oleh penulis. Oleh karena itu, guru yang menggunakan buku ini dapat menyesuaikan urutan pembahasan dengan ATP di sekolah masing-masing apabila terdapat perbedaan. Penyesuaian tersebut tetap perlu memperhatikan keterkaitan materi dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Akhirnya, buku ini diharapkan dapat menjadi bahan belajar yang membantu guru melaksanakan pembelajaran secara lebih terencana dan membantu murid memahami materi secara runtut. Buku ini juga menjadi wujud upaya penulis untuk menghadirkan bahan ajar yang lebih dekat dengan kebutuhan pembelajaran di kelas.
Halaman KATA PENGANTAR 3 TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA 5 TENTANG BUKU INI 6 DAFTAR ISI 8 BAB I SEJARAH KELAHIRAN PANCASILA 11 A Latar Belakang Perumusan Dasar Negara 11 B Gagasan Dasar Negara dalam Sidang BPUPKI 15 C Perumusan Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan 19 D Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara 22 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke 1 (ASATP-1) 26 BAB II KETELADANAN PARA PERUMUS PANCASIL 32 A Mengenal Tokoh dan Peran Para Perumus Pancasila 32 B Sikap Teladan Para Perumus Pancasila 38 C Meneladani Sikap Para Perumus Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat 45 D Aksi Nyata Meneladani Para Perumus Pancasila 48 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke 2 (ASATP-2) 51 BAB III MAKNA PEMBUKAAN UUD TAHUN 1945 56 A Kedudukan dan Isi Pembukaan UUD 1945 56 B Makna Alinea Pertama dan Kedua Pembukaan UUD 1945 59 DAFTAR ISI 8
C Makna Alinea Ketiga dan Keempat Pembukaan UUD 1945 62 D Penerapan Nilai-Nilai Pembukaan UUD 1945 dalam Kehidupan 64 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke 3 (ASATP-3) 66 BAB IV NORMA, HAK, DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA 71 A Mengenal Norma dan Jenis-Jenisnya 71 B Hak sebagai Warga Negara 74 C Kewajiban sebagai Warga Negara 76 D Menyeimbangkan Hak dan Kewajiban Sesuai Norma 78 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke 4 (ASATP-4) 80 BAB V KERAGAMAN BUDAYA DALAM SEMANGAT BHINEKA TUNGGAL IKA 84 A Mengenal Keragaman Budaya di Lingkungan Sekitar 84 B Bhinneka Tunggal Ika sebagai Pemersatu Bangsa 87 C Bentuk Kegiatan Pelestarian Keragaman Budaya 90 D Mengidentifikasi dan Melaporkan Kegiatan Pelestarian Budaya 93 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke 5 (ASATP-5) 96 9
PEMBELAJARAN SEMESTER GANJIL Kurikulum Merdeka
BAB I SEJARAH KELAHIRAN PANCASILA 11 A. Latar Belakang Perumusan Dasar Negara Tujuan Pembelajaran Melalui pembahasan ini, murid diharapkan mampu menjelaskan alasan Indonesia memerlukan dasar negara menjelang kemerdekaan serta memahami latar belakang munculnya gagasan tentang dasar negara Indonesia. Pertanyaan Pemantik Mengapa sebuah negara membutuhkan dasar negara? Jika masyarakat Indonesia memiliki beragam suku, agama, bahasa, dan budaya, apa yang dapat menyatukan mereka dalam kehidupan berbangsa? 1. Indonesia Menuju Kemerdekaan Indonesia tidak memperoleh kemerdekaan dengan mudah. Selama ratusan tahun, berbagai wilayah di Nusantara mengalami penjajahan oleh bangsa asing. Rakyat melakukan banyak perlawanan untuk mempertahankan wilayah dan memperoleh kebebasan. Perjuangan tersebut berlangsung dalam berbagai bentuk, mulai dari perlawanan bersenjata hingga gerakan organisasi dan perjuangan melalui pendidikan. Pada awal abad ke-20, perjuangan bangsa Indonesia semakin berkembang. Muncul berbagai organisasi yang mendorong kesadaran kebangsaan. Perjuangan tidak lagi hanya berpusat pada daerah masing-masing, tetapi semakin mengarah pada cita-cita bersama, yaitu kemerdekaan Indonesia. Pada masa Perang Dunia II, Jepang menduduki Indonesia setelah mengalahkan pemerintahan kolonial Hindia Belanda pada 1942. Namun, kekuasaan Jepang juga mengalami tekanan ketika kedudukannya dalam perang semakin melemah. Dalam situasi tersebut, Jepang mengumumkan rencana pemberian kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk badan yang bertugas mempersiapkan berbagai hal terkait kemerdekaan.
12 Kesempatan itu menjadi bagian penting dari proses menuju kemerdekaan. Para tokoh bangsa mulai membicarakan bentuk negara, pemerintahan, dan dasar yang akan digunakan untuk membangun Indonesia merdeka. INGAT! Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan. Bangsa yang merdeka juga perlu menentukan arah, cita-cita, dan landasan untuk mengatur kehidupan negaranya. 2. Mengapa Indonesia Membutuhkan Dasar Negara? Bayangkan sebuah kelas yang terdiri atas murid dengan kebiasaan, pendapat, dan keinginan yang berbeda. Agar semua murid dapat belajar dengan nyaman, kelas membutuhkan kesepakatan bersama. Kesepakatan tersebut menjadi pedoman untuk menentukan tindakan yang baik, menyelesaikan masalah, dan menjaga ketertiban. Sebuah negara juga membutuhkan landasan bersama. Landasan ini disebut dasar negara, yaitu prinsip-prinsip mendasar yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Dasar negara membantu suatu bangsa menentukan arah kehidupan bersama. Dasar negara juga menjadi acuan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembentukan peraturan, serta pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kepentingan bangsa. Bagi Indonesia, dasar negara menjadi sangat penting karena masyarakatnya memiliki keragaman yang luas. Penduduk Indonesia berasal dari berbagai suku, memiliki bahasa daerah dan tradisi yang berbeda, serta memeluk agama dan kepercayaan yang beragam. Keragaman tersebut merupakan kekayaan bangsa. Namun, kehidupan bersama tetap membutuhkan landasan yang dapat diterima sebagai pedoman bersama. Indonesia memerlukan dasar negara yang mendukung persatuan, menghargai kemanusiaan, dan mengarahkan kehidupan bangsa menuju cita- cita bersama.
Sidang pertama BPUPK berlangsung pada 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945. Dalam sidang tersebut, para tokoh menyampaikan berbagai gagasan mengenai dasar negara Indonesia merdeka. Pembahasan ini menjadi salah satu tahap penting dalam proses kelahiran Pancasila. Perumusan dasar negara menunjukkan bahwa kemerdekaan membutuhkan persiapan dan pemikiran yang matang. Para tokoh bangsa tidak hanya memikirkan kebebasan dari penjajahan, tetapi juga landasan yang dapat digunakan untuk membangun kehidupan bangsa Indonesia. 13 3. Perumusan Dasar Negara Menjelang Kemerdekaan Menjelang kemerdekaan, para tokoh bangsa menyadari bahwa Indonesia perlu memiliki dasar negara. Dasar negara tidak dapat ditentukan secara sembarangan karena akan menjadi landasan bagi kehidupan bangsa dalam jangka panjang. Untuk membahas persiapan kemerdekaan, dibentuklah Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada masa pendudukan Jepang. Salah satu tugas penting badan ini adalah membahas berbagai hal yang diperlukan bagi pembentukan negara Indonesia merdeka, termasuk dasar negara. AYO, BERPIKIR! Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan materi yang telah dipelajari. 1.Mengapa bangsa Indonesia berjuang untuk memperoleh kemerdekaan? 2.Apa yang dimaksud dengan dasar negara? 3.Mengapa Indonesia yang memiliki masyarakat beragam membutuhkan dasar negara? 4.Apa peran BPUPK dalam persiapan kemerdekaan Indonesia? 5.Menurut pendapatmu, apa yang mungkin terjadi jika sebuah negara tidak memiliki landasan bersama dalam menjalankan kehidupan bernegara? Jelaskan alasanmu.
14 AYO, DISKUSI! Diskusikan bersama seorang teman. Bayangkan sekolahmu memiliki banyak murid dengan pendapat dan kebiasaan yang berbeda. Setiap murid ingin melakukan sesuatu sesuai keinginannya sendiri. Akibatnya, kegiatan belajar menjadi tidak tertib dan beberapa murid merasa dirugikan. Diskusikan pertanyaan berikut. Mengapa kesepakatan bersama diperlukan di sekolah? Bagaimana kesepakatan tersebut membantu murid yang memiliki perbedaan? Apa persamaan antara kebutuhan akan kesepakatan di sekolah dan kebutuhan Indonesia akan dasar negara? Tuliskan hasil diskusi dalam tiga sampai lima kalimat. Setelah itu, sampaikan hasilnya kepada kelas. RANGKUMAN! Indonesia memerlukan dasar negara sebagai landasan dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dasar negara membantu memberikan arah bagi kehidupan bangsa dan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan. Keragaman masyarakat Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya memiliki landasan bersama yang mendukung persatuan. BPUPK dibentuk pada masa pendudukan Jepang untuk membahas berbagai persiapan kemerdekaan, termasuk dasar negara. Sidang pertama BPUPK pada 29 Mei–1 Juni 1945 menjadi bagian penting dalam proses kelahiran Pancasila.
Pada subbab sebelumnya, kita telah mempelajari bahwa Indonesia membutuhkan dasar negara sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menjelang kemerdekaan, para tokoh bangsa mulai membahas dasar negara yang akan digunakan oleh Indonesia merdeka. Salah satu badan yang berperan dalam persiapan kemerdekaan adalah Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam sidang pertamanya, yang berlangsung pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945, para anggota membahas dasar negara bagi Indonesia merdeka. Pembahasan ini merupakan bagian penting dalam sejarah kelahiran Pancasila. Para tokoh menyampaikan gagasan berdasarkan pemikiran, pengalaman, dan cita-cita mereka mengenai bangsa yang akan dibangun. Meskipun memiliki tujuan yang sama, yaitu mempersiapkan Indonesia merdeka, para tokoh tidak selalu menyampaikan gagasan dengan susunan atau penekanan yang sama. Melalui sidang, berbagai pemikiran tersebut dibicarakan sebagai bagian dari upaya mencari landasan bagi negara Indonesia. Tiga tokoh yang dikenal menyampaikan gagasan tentang dasar negara dalam sidang pertama BPUPKI adalah Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Gagasan mereka menjadi bagian penting dari proses perumusan dasar negara. 15 B. Gagasan Dasar Negara dalam Sidang BPUPKI Tujuan Pembelajaran Melalui pembahasan ini, murid diharapkan mampu mengenali tokoh-tokoh yang menyampaikan gagasan tentang dasar negara dalam sidang pertama BPUPKI serta menjelaskan pokok-pokok gagasan mereka dalam proses kelahiran Pancasila. 1. Sidang BPUPKI dan Pembahasan Dasar Negara 2. Tiga Tokoh yang Menyampaikan Gagasan Dasar Negara Dalam pembelajaran sejarah kelahiran Pancasila, tiga tokoh yang sering dibahas karena gagasan dasar negaranya adalah Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Mereka menyampaikan pemikiran dalam sidang BPUPK dengan penekanan yang berbeda.
16 a. Mohammad Yamin 29 Mei 1945 Mohammad Yamin menyampaikan gagasan tentang dasar negara dalam sidang BPUPK pada 29 Mei 1945. Pemikirannya atas dasar negara: 1.Peri kebangsaan 2.Peri kemanusiaan 3.Peri ketuhanan 4.Peri kerakyatan 5.Kesejahteraan rakyat B. Soepomo 31 Mei 1945 Soepomo menyampaikan gagasannya tentang dasar negara dalam sidang BPUPKI pada 31 Mei 1945. Pokok-pokok pemikiran Soepomo: 1.Persatuan 2.Kekeluargaan 3.Keseimbangan lahir dan batin 4.Musyawarah 5.Keadilan rakyat Gagasan tersebut menunjukkan bahwa negara Indonesia merdeka perlu memperhatikan persatuan bangsa, nilai kemanusiaan, kehidupan beragama, keterlibatan rakyat, dan kesejahteraan masyarakat. Pemikiran Soepomo mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang beragam. Oleh karena itu, kehidupan bernegara perlu mengutamakan persatuan, kerja sama, dan kepentingan bersama tanpa mengabaikan keadilan bagi rakyat. C. Soekarno 1 Juni 1945 Soekarno menyampaikan pidato tentang dasar negara pada 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut, ia memperkenalkan lima dasar yang dinamainya Pancasila. Lima dasar yang disampaikan Soekarno adalah: 1.Kebangsaan Indonesia. 2.Internasionalisme atau peri-kemanusiaan. 3.Mufakat atau demokrasi. 4.Kesejahteraan sosial. 5.Ketuhanan.
17 Gagasan tersebut menekankan persatuan bangsa, penghormatan terhadap kemanusiaan, pengambilan keputusan melalui musyawarah, kesejahteraan masyarakat, dan nilai ketuhanan. Tahukah Kamu? Kata Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta. Kata panca berarti lima, sedangkan sila berarti dasar atau prinsip. Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila karena pada tanggal tersebut Soekarno memperkenalkan nama Pancasila dalam pidatonya di sidang BPUPK. Tokoh Pokok gagasan Mohammad Yamin Kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat. Soepomo Persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, musyawarah, dan keadilan rakyat. Soekarno Kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau peri- kemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan. Ketiga tokoh memiliki perhatian terhadap masa depan Indonesia merdeka. Namun, gagasan mereka tidak disampaikan dengan rumusan yang persis sama. 3. Membandingkan Gagasan Para Tokoh Perlu dipahami bahwa rumusan di atas merupakan ringkasan untuk membantu murid mengenali pokok pemikiran masing-masing tokoh. Gagasan yang mereka sampaikan dalam sidang merupakan bagian dari proses perumusan dasar negara, bukan berarti ketiga tokoh mengusulkan rumusan Pancasila final yang sama persis. Pembahasan kemudian berlanjut melalui proses perundingan dan perumusan berikutnya. Oleh karena itu, kita perlu membedakan antara gagasan yang disampaikan dalam sidang dan rumusan dasar negara yang akhirnya disepakati.
18 4. Mengapa Gagasan Mereka Penting? Gagasan para tokoh menunjukkan bahwa mempersiapkan kemerdekaan bukan hanya tentang membentuk pemerintahan. Indonesia juga membutuhkan landasan yang dapat menjadi pedoman bagi masyarakat yang beragam. Ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita ambil: Mengutamakan persatuan. Perbedaan latar belakang tidak seharusnya menghalangi perjuangan mencapai tujuan bersama. Menghargai pendapat. Setiap gagasan perlu didengarkan dan dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh. Mengutamakan kepentingan bersama. Keputusan yang berkaitan dengan masa depan bangsa perlu mempertimbangkan kepentingan masyarakat. Menghargai proses musyawarah. Kesepakatan bersama membutuhkan pembahasan dan pertimbangan, bukan sekadar memaksakan kehendak. Sidang pertama BPUPK berlangsung pada 29 Mei–1 Juni 1945 dan membahas dasar negara Indonesia merdeka. Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno menyampaikan gagasan dengan penekanan yang berbeda. Pada 1 Juni 1945, Soekarno memperkenalkan lima dasar yang dinamainya Pancasila. Perumusan dasar negara merupakan proses yang melibatkan pemikiran dan pembahasan dari para tokoh bangsa. Persatuan, musyawarah, penghargaan terhadap pendapat, dan kepentingan bersama merupakan pelajaran penting dari proses tersebut. RANGKUMAN
Pada sidang pertama BPUPKI yang berlangsung pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945, sejumlah tokoh menyampaikan gagasan tentang dasar negara Indonesia merdeka. Berbagai gagasan tersebut menjadi bahan penting dalam proses perumusan dasar negara. Namun, gagasan yang disampaikan dalam sidang belum langsung menjadi rumusan final. Para tokoh masih perlu membahas dan menyusun rumusan yang dapat menjadi dasar bagi negara Indonesia yang akan merdeka. Untuk melanjutkan pembahasan tersebut, dibentuk sebuah kelompok kecil yang dikenal dengan nama Panitia Sembilan. Panitia ini beranggotakan sembilan tokoh yang mewakili beragam pandangan mengenai dasar negara. Panitia Sembilan bertugas membahas dan merumuskan kembali gagasan-gagasan yang telah berkembang. Dalam prosesnya, para tokoh perlu mencari titik temu agar dasar negara dapat menjadi landasan bagi bangsa Indonesia yang memiliki beragam suku, agama, budaya, dan pemikiran. 19 C. Perumusan Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan Tujuan Pembelajaran Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan proses perumusan Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan, mengenali tokoh-tokoh yang terlibat, serta memahami pentingnya musyawarah dalam merumuskan dasar negara. 1. Setelah Sidang Pertama BPUPKI Panitia Sembilan terdiri atas sembilan tokoh berikut. 1.Ir. Soekarno 2.Drs. Mohammad Hatta 3.Mr. Mohammad Yamin 4.Mr. Achmad Soebardjo 5.Mr. A.A. Maramis 6.K.H. Abdul Wahid Hasyim 7.H. Agus Salim 8.Abikoesno Tjokrosoejoso 9.Abdul Kahar Muzakkir 2. Mengenal Tokoh Panitia Sembilan
Setelah melalui pembahasan, Panitia Sembilan menghasilkan sebuah naskah yang dikenal sebagai Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Naskah tersebut dirumuskan pada 22 Juni 1945. Piagam Jakarta memuat rumusan awal dasar negara yang terdiri atas lima prinsip. Rumusan ini menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan sejarah Pancasila sebelum ditetapkan secara final pada 18 Agustus 1945. 20 Para tokoh tersebut memiliki latar belakang dan pandangan yang tidak sepenuhnya sama. Meskipun demikian, mereka memiliki tujuan penting yang sama, yaitu mempersiapkan dasar bagi negara Indonesia merdeka. Perbedaan pandangan menjadi tantangan tersendiri. Setiap tokoh perlu menyampaikan pendapat, mendengarkan pemikiran tokoh lain, dan mempertimbangkan kepentingan bangsa secara keseluruhan. Dari proses ini, kita dapat belajar bahwa bekerja sama tidak berarti semua orang harus memiliki pendapat yang sama sejak awal. Kerja sama justru diperlukan agar berbagai pendapat dapat dibicarakan dan dicari penyelesaiannya. 3. Lahirnya Piagam Jakarta Berikut rumusan lima prinsip dasar negara dalam Piagam Jakarta: 1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya. 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Persatuan Indonesia. 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rumusan tersebut memperlihatkan bahwa para tokoh berusaha menyatukan sejumlah nilai penting, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Piagam Jakarta juga menjadi bukti bahwa perumusan dasar negara berlangsung melalui proses bertahap. Rumusan yang dihasilkan pada tahap ini belum merupakan rumusan final yang digunakan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 saat ini.
Perumusan Piagam Jakarta memiliki arti penting dalam sejarah Indonesia karena menjadi jembatan antara penyampaian berbagai gagasan dasar negara dan penetapan rumusan final Pancasila. Para tokoh harus mempertimbangkan beragam pandangan dalam masyarakat Indonesia. Mereka menyadari bahwa dasar negara perlu menjadi landasan bagi kehidupan seluruh bangsa, bukan hanya untuk satu kelompok tertentu. Proses ini mengajarkan beberapa sikap yang penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 1.Menghargai perbedaan pendapat. Setiap orang berhak menyampaikan pemikirannya dengan cara yang santun. 2.Mengutamakan musyawarah. Persoalan bersama sebaiknya dibicarakan untuk menemukan penyelesaian. 3.Mendahulukan kepentingan bersama. Kepentingan pribadi atau kelompok tidak seharusnya mengabaikan kepentingan yang lebih luas. 4.Bersedia mencari titik temu. Perbedaan tidak harus berakhir dengan pertengkaran, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk menemukan kesepakatan. Sikap-sikap tersebut dapat diterapkan ketika siswa menentukan pembagian tugas kelompok, memilih ketua kelas, menyepakati aturan permainan, atau merencanakan kegiatan kebersihan kelas. 21 3. Lahirnya Piagam Jakarta RANGKUMAN Panitia Sembilan merupakan kelompok yang beranggotakan sembilan tokoh dan bertugas merumuskan gagasan dasar negara lebih lanjut. Pada 22 Juni 1945, panitia ini menghasilkan naskah Piagam Jakarta yang memuat lima prinsip dasar negara. Piagam Jakarta menjadi bagian penting dalam proses kelahiran Pancasila. Proses perumusannya mengajarkan pentingnya musyawarah, penghargaan terhadap perbedaan pendapat, dan kesediaan mencari kesepakatan demi kepentingan bangsa.
Pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Proklamasi menjadi pernyataan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka dan berhak menentukan masa depannya sendiri. 22 D. Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara Tujuan Pembelajaran Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, mengidentifikasi rumusan Pancasila yang disahkan pada 18 Agustus 1945, serta meneladani sikap para tokoh dalam menjaga persatuan bangsa. 1. Indonesia Memproklamasikan Kemerdekaan Meskipun kemerdekaan telah diproklamasikan, Indonesia masih perlu menyiapkan dasar penyelenggaraan negara. Negara membutuhkan aturan dasar, pemimpin, dan pedoman yang menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan. Oleh karena itu, pada 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan sidang untuk membahas dan menetapkan hal-hal penting bagi negara yang baru merdeka. Salah satu keputusan terpenting dalam sidang tersebut adalah pengesahan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 termuat rumusan Pancasila yang ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia. Sebelum rumusan Pancasila disahkan, para tokoh bangsa masih perlu mempertimbangkan bagaimana dasar negara dapat menaungi seluruh masyarakat Indonesia yang beragam. Rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta berbunyi: “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya.” 2. Perubahan Rumusan Sila Pertama
23 Menjelang sidang PPKI pada 18 Agustus 1945, muncul pembahasan mengenai rumusan tersebut. Sejumlah wakil mengkhawatirkan bahwa rumusannya dapat menimbulkan keberatan bagi sebagian masyarakat Indonesia yang memiliki keyakinan berbeda. Mohammad Hatta kemudian membicarakan persoalan tersebut dengan sejumlah tokoh, termasuk tokoh-tokoh Islam. Pembahasan dilakukan untuk mencari rumusan yang dapat menjaga persatuan bangsa tanpa mengabaikan nilai ketuhanan. Dalam proses itu, para tokoh menyepakati perubahan rumusan sila pertama menjadi: “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Perubahan tersebut merupakan bagian penting dari upaya para pendiri bangsa untuk menjaga Indonesia tetap bersatu di tengah keberagaman agama dan kepercayaan masyarakatnya. Peristiwa ini tidak berarti bahwa nilai agama tidak penting. Sebaliknya, para tokoh berusaha merumuskan dasar negara yang dapat menaungi seluruh bangsa Indonesia. Mereka menunjukkan bahwa persatuan dan saling menghormati perlu menjadi pertimbangan ketika mengambil keputusan bersama. Dalam sidang pada 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945, termasuk Pembukaannya. Pada alinea keempat Pembukaan tersebut tercantum rumusan Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. Rumusan Pancasila yang disahkan adalah sebagai berikut. 1.Ketuhanan Yang Maha Esa 2.Kemanusiaan yang adil dan beradab 3.Persatuan Indonesia 4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Kelima sila tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Setiap sila mengandung nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3. Pancasila Disahkan sebagai Dasar Negara
Tanggal Peristiwa Makna Penting 1 Jun 1945 Soekarno menyampaikan gagasan tentang Pancasila dalam sidang BPUPKI. Menjadi tonggak penting kelahiran Pancasila. 22 Jun 1945 Panitia Sembilan merumuskan Piagam Jakarta. Menghasilkan rumusan awal dasar negara melalui pembahasan bersama. 17 Agu 1945 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Menandai pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia. 18 Agu 1945 PPKI mengesahkan UUD 1945 beserta Pembukaannya yang memuat rumusan Pancasila. Menetapkan rumusan final Pancasila sebagai dasar negara. 24 Pancasila bukan hanya dihafalkan sebagai urutan lima sila. Nilai-nilainya perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghormati teman yang berbeda agama, bersikap adil, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan membantu orang lain. Proses kelahiran Pancasila berlangsung melalui beberapa tahap penting. Agar lebih mudah memahaminya, perhatikan urutan berikut. 4. Perjalanan Rumusan Pancasila Urutan tersebut menunjukkan bahwa Pancasila tidak lahir melalui satu peristiwa saja. Ada tahap penyampaian gagasan, perumusan, dan pengesahan. Setiap tahap memiliki arti penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Karena itu, 1 Juni, 22 Juni, dan 18 Agustus 1945 perlu dipahami sebagai bagian- bagian yang saling berhubungan dalam proses kelahiran Pancasila. Rumusan final Pancasila terdapat dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Proses penetapan Pancasila memberikan pelajaran penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Para pendiri bangsa menghadapi perbedaan pandangan, tetapi mereka tetap berusaha menemukan kesepakatan demi menjaga persatuan. 5. Meneladani Sikap Para Pendiri Bangsa
25 Sikap yang dapat kita teladani antara lain sebagai berikut. Mengutamakan persatuan. Kita perlu menjaga kebersamaan meskipun memiliki perbedaan. Menghargai keberagaman. Setiap warga negara perlu dihormati tanpa membeda-bedakan suku, agama, budaya, atau latar belakangnya. Bersedia bermusyawarah. Persoalan bersama sebaiknya diselesaikan dengan diskusi, bukan dengan paksaan atau pertengkaran. Mengutamakan kepentingan bersama. Keputusan hendaknya mempertimbangkan kebaikan bersama, bukan hanya keuntungan diri sendiri. Bertanggung jawab terhadap kesepakatan. Setelah keputusan disepakati, setiap anggota kelompok perlu melaksanakan tanggung jawabnya. Di sekolah, sikap tersebut dapat diterapkan dengan menghormati teman yang berbeda keyakinan, tidak mengejek perbedaan, menerima hasil pemilihan ketua kelas, dan melaksanakan keputusan musyawarah secara bertanggung jawab. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidang pada 18 Agustus 1945. Dalam sidang tersebut, PPKI mengesahkan UUD 1945 beserta Pembukaannya yang memuat rumusan final Pancasila sebagai dasar negara. Sebelum pengesahan, rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta dibahas kembali dan disepakati menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Proses ini menunjukkan usaha para pendiri bangsa untuk menemukan kesepakatan yang menjaga persatuan Indonesia. Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilainya perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti menghargai perbedaan, bermusyawarah, bersikap adil, dan mengutamakan kepentingan bersama. RANGKUMAN
A. Pilihan Ganda Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 1 Nama: Kelas: Tanggal: Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. 1. Salah satu alasan Indonesia membutuhkan dasar negara menjelang kemerdekaan adalah .... A. agar Indonesia dapat dikuasai oleh bangsa lain B. agar penyelenggaraan negara memiliki pedoman C. agar setiap daerah memiliki dasar negara yang berbeda D. agar masyarakat tidak perlu menaati peraturan 2. Sidang pertama BPUPKI yang membahas dasar negara berlangsung pada tanggal .... A. 17–18 Agustus 1945 B. 22–23 Juni 1945 C. 29 Mei–1 Juni 1945 D. 10–17 Juli 1945 3. Tokoh yang memperkenalkan istilah Pancasila dalam pidatonya pada 1 Juni 1945 adalah .... A. Mohammad Hatta B. Soepomo C. Mohammad Yamin D. Soekarno 4. Kelompok yang merumuskan Piagam Jakarta adalah .... A. Panitia Sembilan B. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia C. Komite Nasional Indonesia D. Dewan Perwakilan Rakyat 5. Piagam Jakarta dirumuskan oleh Panitia Sembilan pada tanggal .... A. 29 Mei 1945 B. 1 Juni 1945 C. 22 Juni 1945 D. 18 Agustus 1945 6. Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara dalam rangkaian pengesahan UUD 1945 oleh PPKI pada tanggal .... A. 1 Juni 1945 B. 22 Juni 1945 C. 17 Agustus 1945 D. 18 Agustus 1945 7. Rumusan sila pertama Pancasila yang berlaku saat ini adalah .... A. Persatuan Indonesia B. Ketuhanan Yang Maha Esa C. Kemanusiaan yang adil dan beradab D. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 26
8. Dalam ringkasan gagasan dasar negara Mohammad Yamin yang umum dijumpai dalam buku pelajaran, salah satu pokok pemikirannya adalah .... A. kekuasaan mutlak pemerintah B. penghapusan kehidupan bermasyarakat C. kesejahteraan rakyat D. pemisahan seluruh wilayah Indonesia 9. Gagasan Soepomo tentang dasar negara menekankan persatuan dan kekeluargaan. Sikap yang paling sesuai dengan gagasan tersebut adalah .... A. mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan kelompok B. menyelesaikan pekerjaan bersama dengan saling membantu C. menolak semua pendapat yang berbeda D. menyerahkan seluruh pekerjaan kepada satu orang 10. Gagasan Soekarno yang berbunyi “mufakat atau demokrasi” menekankan pentingnya .... A. keputusan berdasarkan keinginan orang yang paling kuat B. persaingan untuk mengalahkan kelompok lain C. pengambilan keputusan melalui kesepakatan bersama D. keputusan yang dibuat tanpa mendengarkan pendapat 11. Perhatikan contoh perilaku berikut! Dina menghormati temannya yang memiliki agama berbeda dan tetap bekerja sama dengannya ketika mengerjakan tugas kelompok. Perilaku Dina paling berkaitan dengan nilai .... A. kemanusiaan dan penghargaan terhadap perbedaan B. persaingan antarkelompok C. kepentingan pribadi D. kekuasaan dalam kelompok 12. Tokoh berikut yang termasuk anggota Panitia Sembilan adalah .... A. Ki Hajar Dewantara B. R.A. Kartini C. Jenderal Sudirman D. Mohammad Hatta 13. Perhatikan daftar berikut! Membahas gagasan tentang dasar negara. Menghasilkan rumusan awal dasar negara dalam Piagam Jakarta. Mengesahkan UUD 1945 beserta Pembukaannya. Pasangan peristiwa dan lembaga yang tepat untuk pernyataan nomor 2 adalah .... A. Proklamasi Kemerdekaan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta B. Perumusan Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan C. Pengesahan UUD 1945 oleh BPUPKI D. Sidang pertama BPUPKI oleh Panitia Sembilan 14. Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia masih membutuhkan pengesahan konstitusi dan dasar negara. Hal tersebut penting karena .... A. Indonesia harus kembali menjadi wilayah jajahan B. kemerdekaan membuat peraturan tidak lagi diperlukan C. negara memerlukan landasan untuk menyelenggarakan pemerintahan D. setiap kelompok perlu membuat konstitusi masing-masing 27
15. Salah satu perbedaan antara rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta dan rumusan Pancasila yang disahkan pada 18 Agustus 1945 adalah .... A. rumusan final menggunakan “Ketuhanan Yang Maha Esa” B. rumusan final menghapus seluruh nilai ketuhanan C. Piagam Jakarta tidak memiliki rumusan tentang dasar negara D. rumusan final mengganti seluruh sila Pancasila 16. Perhatikan peristiwa berikut! 1.Pancasila diperkenalkan dalam pidato Soekarno. 2.Piagam Jakarta dirumuskan. 3.Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. 4.Pancasila disahkan sebagai dasar negara melalui pengesahan UUD 1945. Urutan peristiwa yang tepat berdasarkan waktu adalah .... A. 2–1–3–4 B. 1–2–3–4 C. 3–1–2–4 D. 1–3–4–2 17. Sebuah kelas terdiri atas siswa yang memiliki kebiasaan dan pendapat berbeda. Ketika menentukan kegiatan kelas, beberapa siswa mengusulkan kegiatan olahraga, sedangkan yang lain mengusulkan kegiatan seni. Tindakan yang paling mencerminkan nilai persatuan dan musyawarah adalah .... A. ketua kelas menetapkan pilihannya tanpa berdiskusi B. siswa yang jumlahnya lebih sedikit tidak diperbolehkan berbicara C. setiap kelompok menjalankan kegiatan sendiri tanpa kesepakatan D. seluruh siswa menyampaikan alasan dan mencari kesepakatan bersama 18. Para anggota Panitia Sembilan memiliki pandangan yang tidak sepenuhnya sama, tetapi mereka tetap membahas rumusan dasar negara. Pelajaran yang paling tepat dari peristiwa tersebut adalah .... A. perbedaan pendapat harus dihilangkan dengan paksaan B. kesepakatan dapat dicapai melalui dialog dan pertimbangan kepentingan bersama C. setiap orang harus selalu mengikuti pendapat tokoh yang paling terkenal D. kepentingan kelompok sendiri harus selalu didahulukan 19. Tanggal 1 Juni, 22 Juni, dan 18 Agustus 1945 memiliki hubungan dalam sejarah kelahiran Pancasila. Penjelasan yang paling tepat adalah .... A. ketiganya merupakan tanggal pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan B. ketiganya menunjukkan pembentukan tiga negara yang berbeda C. ketiganya merupakan tahap yang saling berhubungan dalam proses perumusan hingga pengesahan Pancasila D. ketiganya merupakan tanggal sidang pertama BPUPKI 20. Perhatikan pernyataan berikut! “Karena Pancasila diperkenalkan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945, maka pada tanggal tersebut pula rumusan final Pancasila disahkan sebagai dasar negara.” Penilaian yang tepat terhadap pernyataan tersebut adalah .... A. tepat, karena pengenalan gagasan dan pengesahan rumusan final terjadi pada tanggal yang sama B. tepat, karena Piagam Jakarta telah disahkan pada 1 Juni 1945 C. tidak tepat, karena Pancasila baru dikenal setelah Proklamasi Kemerdekaan D. tidak tepat, karena 1 Juni merupakan tonggak pengenalan Pancasila, sedangkan rumusan final disahkan pada 18 Agustus 1945 28
21. Perhatikan beberapa peristiwa berikut. Pilih semua pernyataan yang benar. Soekarno menyampaikan gagasan tentang Pancasila pada 1 Juni 1945. Panitia Sembilan merumuskan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 18 Agustus 1945. PPKI mengesahkan UUD 1945 beserta Pembukaannya pada 18 Agustus 1945. 22. Pilihlah semua pernyataan yang sesuai dengan gagasan ketiga tokoh dalam pembahasan dasar negara. Gagasan Mohammad Yamin dalam ringkasan buku pelajaran mencakup peri kebangsaan dan kesejahteraan rakyat. Soepomo menekankan persatuan dan kekeluargaan. Soekarno mengemukakan gagasan mufakat atau demokrasi. Soekarno menolak seluruh bentuk musyawarah dalam kehidupan bernegara. 23. [Sedang] Perumusan Piagam Jakarta menunjukkan pentingnya musyawarah. Pilihlah semua perilaku yang mencerminkan nilai tersebut. A. Mendengarkan pendapat anggota kelompok sebelum mengambil keputusan. B. Memaksakan pendapat pribadi karena merasa paling benar. C. Mencari titik temu ketika terdapat perbedaan pendapat. D. Mempertimbangkan kepentingan bersama saat menyusun kesepakatan. 24. [Sulit] Pilih semua pernyataan yang tepat mengenai proses kelahiran Pancasila. A. Gagasan yang disampaikan pada 1 Juni 1945 merupakan bagian dari proses kelahiran Pancasila. B. Piagam Jakarta merupakan salah satu tahap dalam perumusan Pancasila sebelum rumusan final disahkan. C. Rumusan Pancasila yang berlaku saat ini terdapat dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. D. Piagam Jakarta dan rumusan final Pancasila memiliki rumusan sila pertama yang sepenuhnya sama. 25. [Sulit] Dalam suatu diskusi kelas, siswa berbeda pendapat tentang aturan kegiatan bersama. Beberapa siswa merasa usulannya harus selalu diterima, sedangkan siswa lain ingin mencari kesepakatan. Pilihlah semua tindakan yang sesuai dengan nilai yang dapat diteladani dari proses perumusan Pancasila. A. Memberi kesempatan kepada semua anggota untuk menyampaikan pendapat. B. Menghentikan diskusi ketika pendapat pertama ditolak. C. Membahas beberapa usulan dengan mempertimbangkan kepentingan bersama. D. Menjalankan hasil kesepakatan dan bertanggung jawab terhadap keputusan bersama. B. Pilihan Ganda Kompleks Petunjuk: Setiap soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar. Berilah tanda centang (✓) pada semua pilihan yang tepat. 29 C. Benar atau Salah Petunjuk: Tuliskan Benar jika pernyataan tepat dan Salah jika pernyataan tidak tepat. 26. Sidang pertama BPUPKI berlangsung pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945 dan membahas dasar negara Indonesia merdeka. Jawaban: ............................ 27. [Rendah] Piagam Jakarta dirumuskan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Jawaban: ............................
30 28. Soepomo menekankan pentingnya persatuan dan kekeluargaan dalam pemikirannya tentang dasar negara. Jawaban: ............................ 29. Rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta sama persis dengan rumusan sila pertama Pancasila yang disahkan pada 18 Agustus 1945. Jawaban: ............................ 30. Perubahan rumusan sila pertama sebelum pengesahan UUD 1945 menunjukkan adanya upaya mencari kesepakatan untuk menjaga persatuan bangsa yang beragam. Jawaban: ............................ D. Isian Singkat Petunjuk: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat. 31.Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal .................................... 32.Kelompok yang terdiri atas sembilan tokoh dan merumuskan Piagam Jakarta disebut .................................... 33.Naskah yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945 dikenal dengan nama .................................... 34.Bunyi sila pertama Pancasila yang disahkan pada 18 Agustus 1945 adalah .................................... 35.Rumusan Pancasila sebagai dasar negara tercantum dalam alinea ke-............. Pembukaan UUD 1945. E. Esai Petunjuk: Jawablah setiap pertanyaan dengan jelas menggunakan kalimatmu sendiri. Sertakan alasan atau contoh jika diperlukan. 36.Jelaskan mengapa Indonesia membutuhkan dasar negara menjelang kemerdekaan! Sebutkan sekurang-kurangnya dua alasan yang mendukung jawabanmu! __________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________ 37.Jelaskan gagasan dasar negara dari Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Tuliskan sekurang-kurangnya dua pokok gagasan dari setiap tokoh berdasarkan materi yang telah kamu pelajari. __________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________
31 38.Jelaskan urutan peristiwa sejarah kelahiran Pancasila pada 1 Juni 1945, 22 Juni 1945,17 Agustus 1945, dan 18 Agustus 1945. Uraikan pula hubungan antara keempat peristiwa tersebut. __________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________ 39.Dalam suatu kegiatan kelas, dua kelompok memiliki usulan yang berbeda. Kelompok pertama ingin segera mengambil keputusan berdasarkan pendapatnya sendiri, sedangkan kelompok kedua mengajak semua siswa bermusyawarah. Menurutmu, tindakan apa yang sebaiknya dilakukan? Jelaskan langkah-langkah penyelesaian masalah tersebut dengan menghubungkannya pada nilai yang dapat diteladani dari Panitia Sembilan. __________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________ 40.Rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta berbeda dengan rumusan sila pertama Pancasila yang disahkan pada 18 Agustus 1945. Jelaskan perubahan tersebut dan uraikan mengapa sikap menghargai perbedaan serta mengutamakan persatuan penting dalam proses perumusan dasar negara Indonesia. __________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________
BAB II KETELADANAN PARA PERUMUS PANCASILA 32 A. Mengenal Tokoh dan Peran Para Perumus Pancasila Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu mengenal tokoh- tokoh yang berperan dalam perumusan Pancasila, menjelaskan kontribusi mereka, serta memahami bahwa lahirnya Pancasila melibatkan kerja sama banyak pihak. 1. Tidak Semua Tokoh Memiliki Peran yang Sama Pada BAB I, kita telah mempelajari perjalanan sejarah kelahiran Pancasila, mulai dari pembahasan dasar negara dalam sidang BPUPKI hingga penetapan Pancasila pada 18 Agustus 1945. Dalam proses tersebut, banyak tokoh memberikan sumbangan pemikiran dan tenaga sesuai peran masing-masing. Ada tokoh yang memimpin persidangan, menyampaikan gagasan dasar negara, membantu menyusun rumusan, membahas rancangan Undang-Undang Dasar, dan ikut mencari kesepakatan menjelang pengesahan konstitusi. Semua peran itu saling berhubungan, meskipun tugas setiap tokoh tidak selalu sama. Pancasila tidak lahir begitu saja. Ada proses panjang yang melibatkan berbagai tokoh bangsa dengan latar belakang, pemikiran, dan pandangan yang berbeda. Mereka membahas dasar negara agar Indonesia yang akan merdeka memiliki pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Proses perumusan Pancasila memberikan banyak pelajaran bagi kita. Para tokoh bangsa menunjukkan pentingnya rasa cinta tanah air, kesediaan mendengarkan pendapat, musyawarah, tanggung jawab, dan semangat menjaga persatuan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya berguna ketika mempersiapkan kemerdekaan. Sampai sekarang, kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Melalui bab ini, kamu akan mengenal peran para perumus Pancasila, mempelajari sikap yang dapat diteladani dari proses perjuangan mereka, dan merancang kegiatan sederhana untuk menerapkannya di lingkungan sekitar.
33 2. Tokoh-Tokoh dalam Pembahasan Dasar Negara A. Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat Oleh karena itu, mengenal para perumus Pancasila tidak cukup hanya dengan menghafal nama mereka. Kita juga perlu memahami kontribusi yang diberikan dalam proses tersebut. Sebagai contoh, seorang pemimpin sidang bertugas memandu jalannya pembahasan. Sementara itu, peserta sidang menyampaikan pendapat dan memberikan pertimbangan. Keduanya memiliki peran berbeda, tetapi sama-sama diperlukan agar pembahasan dapat berjalan dengan baik. Beberapa tokoh yang berperan dalam pembahasan dasar negara adalah Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat, Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Masing- masing memiliki kedudukan dan kontribusi yang berbeda. Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat merupakan ketua BPUPKI. Dalam kedudukannya sebagai ketua, ia memimpin jalannya persidangan dan membantu mengarahkan pembahasan mengenai berbagai hal yang diperlukan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Pembahasan dasar negara menjadi salah satu persoalan penting yang harus dipikirkan sebelum Indonesia merdeka. Para anggota BPUPKI perlu mempertimbangkan dasar yang akan digunakan untuk menyelenggarakan kehidupan bernegara. Peran Radjiman memperlihatkan pentingnya kepemimpinan dalam suatu forum. Pemimpin tidak harus mengerjakan semua hal sendiri, tetapi perlu mengatur jalannya pembahasan agar para peserta dapat menyampaikan pendapat dan membahas persoalan yang menjadi tanggung jawab bersama. B. Mohammad Yamin Mohammad Yamin merupakan tokoh yang menyampaikan gagasan mengenai dasar negara dalam sidang BPUPKI. Ia juga menjadi anggota Panitia Sembilan yang terlibat dalam pembahasan dan perumusan naskah Piagam Jakarta. Dengan demikian, keterlibatan Mohammad Yamin tidak hanya berkaitan dengan penyampaian gagasan dalam persidangan. Ia juga ikut terlibat dalam tahap pembahasan lanjutan bersama tokoh-tokoh lainnya.
34 Peran tersebut memperlihatkan bahwa suatu gagasan dapat menjadi bagian dari proses yang lebih luas. Setelah pendapat disampaikan, masih diperlukan pembahasan bersama agar gagasan-gagasan yang berkembang dapat dipertimbangkan dalam penyusunan rumusan yang diperlukan bangsa. D. Soekarno Soekarno merupakan tokoh yang menyampaikan pidato mengenai dasar negara pada 1 Juni 1945. Ia kemudian memimpin Panitia Sembilan dalam pembahasan rumusan dasar negara lebih lanjut. Peran Soekarno juga berlanjut dalam tahap persiapan kemerdekaan berikutnya. Setelah Indonesia merdeka, ia memimpin sidang PPKI pada 18 Agustus 1945, yang salah satu keputusan pentingnya adalah pengesahan UUD 1945 beserta Pembukaannya. C. Soepomo Soepomo adalah ahli hukum yang memberikan pemikiran mengenai dasar negara dan bentuk kehidupan bernegara yang sesuai bagi Indonesia. Selain menyampaikan gagasan dalam sidang BPUPKI, Soepomo juga berperan dalam pembahasan rancangan Undang-Undang Dasar. Dalam proses penyusunan rancangan konstitusi, ia memimpin panitia kecil yang bertugas membantu merancang UUD. Konstitusi adalah hukum dasar yang menjadi landasan penyelenggaraan suatu negara. Penyusunannya membutuhkan pemikiran yang cermat agar kehidupan pemerintahan dan hubungan antara negara dengan warga negara memiliki pedoman yang jelas. Peran Soepomo menunjukkan bahwa keahlian tertentu dapat memberikan sumbangan penting bagi bangsa. Pengetahuan hukum yang dimilikinya digunakan dalam proses mempersiapkan landasan penyelenggaraan negara Indonesia. Catatan penting: Soepomo memiliki peran dalam pembahasan dasar negara dan penyusunan rancangan UUD, tetapi ia bukan anggota Panitia Sembilan. Keterlibatan Soekarno dalam beberapa tahap tersebut memperlihatkan bahwa perannya tidak terbatas pada penyampaian pidato. Ia juga terlibat dalam mengoordinasikan pembahasan dan memimpin proses pengambilan keputusan bersama.
No Nama Tokoh Peran dalam Proses Perumusan 1 Soekarno Memimpin Panitia Sembilan dan mengoordinasikan pembahasan rumusan dasar negara. 2 Mohammad Hatta Menjadi anggota Panitia Sembilan dan terlibat dalam pembahasan rumusan dasar negara. 3 Mohammad Yamin Menyampaikan gagasan dalam sidang BPUPKI dan ikut dalam pembahasan melalui Panitia Sembilan. 4 Achmad Soebardjo Mengikuti pembahasan sebagai anggota Panitia Sembilan. 5 A.A. Maramis Mengikuti pembahasan dan perumusan naskah sebagai anggota Panitia Sembilan. 6 K.H. Abdul Wahid Hasyim Mengikuti pembahasan sebagai anggota Panitia Sembilan dengan latar belakang tokoh keagamaan. 7 H. Agus Salim Mengikuti pembahasan sebagai anggota Panitia Sembilan dengan pengalaman dalam pergerakan dan diplomasi. 8 Abikoesno Tjokrosoejoso Mengikuti pembahasan sebagai anggota Panitia Sembilan dengan latar belakang pergerakan politik dan keagamaan. 9 Abdul Kahar Muzakkir Mengikuti pembahasan sebagai anggota Panitia Sembilan dengan latar belakang pendidikan dan keagamaan. 35 3. Panitia Sembilan dan Kerja Sama Para Tokoh Proses perumusan dasar negara membutuhkan pembahasan lanjutan setelah berbagai gagasan disampaikan dalam sidang BPUPKI. Untuk membantu proses tersebut, dibentuk Panitia Sembilan, yaitu kelompok yang terdiri atas sembilan tokoh. Panitia Sembilan menghasilkan naskah Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Anggota kelompok ini memiliki latar belakang dan pandangan yang beragam. Mereka perlu membicarakan berbagai pertimbangan agar menghasilkan rumusan yang dapat disepakati bersama. Berikut nama-nama anggota Panitia Sembilan beserta peran mereka dalam proses perumusan dasar negara.
36 Para anggota tersebut tidak semuanya memiliki jabatan atau tugas khusus yang sama. Peran mereka sebagai kelompok terletak pada keterlibatan dalam pembahasan dan perumusan naskah bersama. Keberagaman latar belakang para anggota menjadi salah satu hal penting untuk dipahami. Mereka perlu membicarakan persoalan negara dengan mempertimbangkan berbagai pandangan. Proses tersebut menunjukkan bahwa perumusan dasar negara merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan lebih dari satu orang. Hasil kerja Panitia Sembilan kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan menuju penetapan Pancasila sebagai dasar negara. 4. Tokoh-Tokoh dalam Proses Penyempurnaan Rumusan Perjalanan perumusan Pancasila tidak berhenti setelah Panitia Sembilan menyelesaikan tugasnya. Menjelang pengesahan UUD 1945, para tokoh kembali membahas rumusan yang akan menjadi bagian dari Pembukaan UUD 1945. Salah satu tokoh penting dalam tahap ini adalah Mohammad Hatta. Menjelang sidang PPKI pada 18 Agustus 1945, ia membicarakan persoalan rumusan sila pertama dengan sejumlah tokoh, termasuk tokoh Islam. Pembicaraan tersebut bertujuan mencari kesepakatan yang dapat menjaga persatuan bangsa Indonesia. Dalam proses tersebut, Ki Bagus Hadikusumo juga memiliki peran penting. Ia adalah tokoh Islam yang menjadi anggota BPUPKI dan PPKI. Pandangan serta kesediaannya untuk menerima kesepakatan menjadi bagian dari proses penyelesaian perbedaan mengenai rumusan dasar negara. Tokoh lain yang terlibat dalam pembicaraan menjelang sidang PPKI adalah Kasman Singodimedjo. Ia membantu menjembatani dialog dalam upaya mencari kesepakatan dengan Ki Bagus Hadikusumo. Perlu dipahami bahwa Ki Bagus Hadikusumo dan Kasman Singodimedjo bukan anggota Panitia Sembilan. Namun, keterlibatan mereka dalam tahap berikutnya menunjukkan bahwa proses penyempurnaan rumusan dasar negara juga melibatkan tokoh lain di luar kelompok tersebut.
Tahap atau Kegiatan Tokoh yang Berperan Bentuk Kontribusi Memimpin pembahasan dalam BPUPKI Radjiman Wedyodiningrat Memimpin jalannya persidangan. Menyampaikan gagasan dasar negara Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno Memberikan pemikiran dalam pembahasan dasar negara. Membantu penyusunan rancangan UUD Soepomo dan tokoh lain yang terlibat dalam panitia terkait Memberikan sumbangan pemikiran dalam penyusunan hukum dasar. Membahas dan merumuskan Piagam Jakarta Panitia Sembilan Membahas berbagai pandangan dan menyusun naskah bersama. Membahas kesepakatan menjelang pengesahan UUD 1945 Mohammad Hatta, Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan tokoh terkait lainnya Membicarakan perbedaan dan mencari kesepakatan. Mengesahkan UUD 1945 beserta Pembukaannya PPKI Menetapkan konstitusi yang memuat rumusan final Pancasila. 37 Pembahasan ini mengingatkan kita bahwa keputusan penting bagi bangsa dapat memerlukan beberapa tahap dan keterlibatan banyak pihak. Tidak semua tokoh mengerjakan tugas yang sama, tetapi kontribusi mereka dapat saling melengkapi dalam mencapai tujuan bersama. 5. Hubungan Peran Para Tokoh Agar lebih mudah dipahami, perhatikan hubungan peran para tokoh berikut. Tabel tersebut menunjukkan bahwa para tokoh berperan dalam kegiatan yang berbeda. Ada yang menyampaikan gagasan, memimpin pembahasan, menyusun rancangan, maupun mencari kesepakatan. Satu hal penting yang perlu diingat adalah bahwa rumusan final Pancasila bukanlah hasil pekerjaan satu tokoh secara terpisah. Rumusan tersebut merupakan hasil dari proses sejarah yang melibatkan pemikiran, pembahasan, dan kesepakatan bersama.
Para perumus Pancasila menghadapi tugas yang tidak sederhana. Mereka perlu memikirkan dasar bagi negara yang akan merdeka, membahas berbagai pendapat, dan mencari kesepakatan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Dari proses tersebut, kita dapat mempelajari nilai-nilai yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Nilai itu tidak hanya berkaitan dengan perjuangan pada masa lalu, tetapi juga dengan cara kita memperlakukan orang lain, menyelesaikan masalah, dan menjalankan tanggung jawab. Meneladani seseorang bukan berarti menganggap semua tindakannya selalu benar. Kita perlu memahami tindakan dan kontribusinya, kemudian mengambil nilai positif yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan kita. Sebagai contoh, ketika bekerja dalam kelompok, kita dapat meneladani semangat kerja sama dengan membantu teman menyelesaikan tugas. Ketika menghadapi perbedaan pendapat, kita dapat belajar untuk mendengarkan alasan orang lain sebelum mengambil keputusan. Ada beberapa sikap yang penting untuk kita pelajari dari proses perjuangan para perumus Pancasila, yaitu cinta tanah air, tanggung jawab, menghargai perbedaan, mengutamakan kepentingan bersama, mengutamakan musyawarah, dan bersedia bekerja sama. 38 B. Sikap Teladan Para Perumus Pancasila Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi sikap teladan para perumus Pancasila, menjelaskan alasan pentingnya sikap tersebut, serta menghubungkannya dengan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. 1. Mengapa Kita Perlu Meneladani Para Perumus Pancasila? 2. Cinta Tanah Air Cinta tanah air adalah sikap mencintai bangsa dan negara serta menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan masyarakatnya. Para perumus Pancasila ikut memikirkan dasar bagi Indonesia yang akan merdeka. Mereka terlibat dalam proses yang bertujuan mempersiapkan kehidupan bernegara. Usaha tersebut menunjukkan pentingnya memberikan sumbangan pemikiran dan tenaga untuk kepentingan bangsa.
39 Bagi seorang pelajar, cinta tanah air tidak harus diwujudkan melalui tindakan besar. Sikap ini dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang bermanfaat bagi lingkungan. Contoh perilaku cinta tanah air antara lain: Mempelajari sejarah perjuangan bangsa dengan sungguh-sungguh. Menghargai bahasa, budaya, dan tradisi daerah di Indonesia. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan tempat tinggal. Menghormati simbol-simbol negara. Menjaga persatuan dengan tidak merendahkan orang lain karena perbedaan suku, agama, atau budaya. Cinta tanah air juga berarti berusaha menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Seorang pelajar dapat menunjukkan kecintaannya kepada Indonesia dengan belajar sungguh-sungguh, menaati aturan, dan menggunakan kemampuannya untuk melakukan hal yang bermanfaat. 3. Bertanggung Jawab terhadap Tugas Tanggung jawab adalah kesediaan untuk melaksanakan tugas dan menerima akibat dari tindakan yang dilakukan. Orang yang bertanggung jawab berusaha menepati kesepakatan serta tidak dengan sengaja membebankan tugasnya kepada orang lain. Nilai tanggung jawab dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya, ketika mendapat tugas kelompok, setiap anggota perlu menyelesaikan bagian pekerjaannya sesuai kesepakatan. Perilaku yang menunjukkan tanggung jawab antara lain: Menyelesaikan tugas sekolah tepat waktu. Menjalankan tugas piket sesuai jadwal. Menjaga barang yang dipinjam. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya. Menyampaikan kepada kelompok jika mengalami kesulitan menyelesaikan tugas. Sebaliknya, meninggalkan tugas tanpa penjelasan, menyalahkan teman atas kesalahan sendiri, atau mengaku telah bekerja padahal belum melakukannya merupakan contoh perilaku yang tidak bertanggung jawab.
Kita dapat mengambil pelajaran bahwa perbedaan pendapat tidak selalu menjadi penghalang untuk bekerja sama. Perbedaan dapat membantu kita melihat suatu persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Menghargai pendapat bukan berarti kita harus selalu setuju dengan orang lain. Kita tetap boleh tidak setuju, tetapi harus menyampaikan alasan dengan santun dan tidak merendahkan orang yang berbeda pendapat. Contoh perilaku menghargai perbedaan pendapat adalah: Mendengarkan teman sampai selesai berbicara. Tidak memotong pembicaraan dengan sengaja. Menyampaikan ketidaksetujuan dengan bahasa yang sopan. Mempertimbangkan alasan yang diberikan orang lain. Bersedia mengubah pendapat jika menemukan alasan yang lebih tepat. Sebaliknya, mengejek pendapat teman, memaksakan kehendak, atau menolak mendengarkan orang lain hanya karena berbeda pandangan merupakan perilaku yang perlu dihindari. Sikap menghargai perbedaan membantu kita menjaga hubungan baik sekaligus menemukan keputusan yang lebih tepat. 40 4. Menghargai Perbedaan Pendapat Dalam kehidupan bersama, setiap orang dapat memiliki pendapat yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat muncul karena pengalaman, pengetahuan, kebutuhan, atau cara pandang yang tidak sama. Para perumus Pancasila berasal dari latar belakang dan pandangan yang beragam. Proses perumusan dasar negara membutuhkan pembahasan agar berbagai pandangan dapat dipertimbangkan. 5. Mengutamakan Kepentingan Bersama Kepentingan bersama adalah kebutuhan atau tujuan yang bermanfaat bagi beberapa orang atau kelompok. Dalam kehidupan bermasyarakat, kepentingan bersama perlu dipertimbangkan agar keputusan tidak hanya menguntungkan satu pihak.
Proses perumusan Pancasila memberikan pelajaran tentang pentingnya memikirkan masa depan bangsa secara keseluruhan. Para tokoh perlu mempertimbangkan bagaimana dasar negara dapat menjadi landasan bagi kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap mengutamakan kepentingan bersama dapat ditunjukkan melalui tindakan sederhana. Misalnya, seluruh siswa ingin menggunakan lapangan sekolah pada waktu yang sama. Kelompok yang ingin bermain sepak bola dan kelompok yang ingin bermain bulu tangkis perlu membicarakan penggunaan lapangan agar semua dapat memanfaatkannya dengan baik. Contoh lainnya adalah menjaga kebersihan kelas. Meskipun seseorang tidak membuang sampah sembarangan, ia tetap perlu ikut menjaga kebersihan karena kelas digunakan oleh semua siswa. Perilaku yang menunjukkan sikap mengutamakan kepentingan bersama antara lain: Bersedia berbagi fasilitas yang digunakan bersama. Membantu menyelesaikan pekerjaan kelompok. Menjaga kebersihan ruang kelas dan lingkungan. Mempertimbangkan kebutuhan anggota lain ketika membuat keputusan. Tidak mengambil keuntungan dengan merugikan orang lain. Mengutamakan kepentingan bersama bukan berarti kepentingan pribadi tidak penting. Artinya, kita perlu menyeimbangkan kebutuhan pribadi dengan hak dan kebutuhan orang lain. 41 6. Mengutamakan Musyawarah Musyawarah merupakan cara membahas persoalan bersama untuk mencari keputusan dengan mempertimbangkan pendapat dan kepentingan para pihak yang terlibat. Dalam proses perumusan Pancasila, berbagai pandangan perlu dibicarakan sebelum menghasilkan kesepakatan. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan penting membutuhkan pertimbangan yang matang, bukan sekadar keinginan satu orang. Di sekolah, musyawarah dapat dilakukan ketika memilih ketua kelompok, menentukan kegiatan kelas, menyusun jadwal piket, atau membagi tugas proyek.
Agar musyawarah berjalan dengan baik, kita perlu melakukan beberapa hal berikut. 1.Memahami persoalan yang akan dibahas. 2.Memberikan kesempatan kepada anggota untuk menyampaikan pendapat. 3.Mendengarkan alasan dari setiap usulan. 4.Mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan pilihan yang tersedia. 5.Menyepakati keputusan dan melaksanakannya dengan tanggung jawab. Hasil musyawarah perlu mempertimbangkan hak setiap anggota dan aturan yang berlaku. Musyawarah bukan alasan untuk membenarkan tindakan yang merugikan atau membahayakan orang lain. Jika keputusan belum dapat dicapai, peserta dapat melanjutkan pembahasan, memperjelas masalah, atau meminta bantuan pihak yang bertanggung jawab. 42 7. Menjaga Persatuan dan Menghormati Keberagaman Indonesia memiliki masyarakat yang beragam. Setiap orang dapat memiliki agama, bahasa daerah, budaya, kebiasaan, dan latar belakang yang berbeda. Keberagaman merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, setiap orang perlu belajar hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. Sikap menjaga persatuan dapat diterapkan dengan cara: Berteman tanpa membeda-bedakan latar belakang. Menghormati teman yang sedang menjalankan ibadah. Tidak mengejek bahasa, adat, atau kebiasaan orang lain. Menyelesaikan pertengkaran dengan cara yang baik. Bekerja sama dalam kegiatan yang bermanfaat bagi semua. Sebagai contoh, ketika ada teman baru yang berasal dari daerah lain, kita dapat menyambutnya dengan ramah dan membantunya beradaptasi. Kita tidak perlu menjadikan perbedaan bahasa atau kebiasaan sebagai alasan untuk menjauhinya. Menjaga persatuan tidak berarti semua orang harus memiliki pendapat atau kebiasaan yang sama. Persatuan justru berarti bersedia hidup bersama dan bekerja sama meskipun terdapat perbedaan.
43 8. Bersedia Bekerja Sama dan Membantu Sesama Kerja sama adalah kegiatan yang dilakukan bersama untuk mencapai tujuan tertentu. Kerja sama akan berjalan lebih baik jika setiap orang bersedia memberikan kontribusi sesuai kemampuan dan menjalankan tanggung jawabnya. Dalam proses persiapan kemerdekaan, berbagai tokoh terlibat dalam kegiatan dan pembahasan yang berbeda. Kontribusi mereka saling melengkapi dalam mempersiapkan negara Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menerapkan semangat kerja sama melalui kegiatan berikut: Membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran. Berbagi tugas secara wajar ketika mengerjakan proyek. Mengikuti kegiatan kebersihan kelas. Membantu menyiapkan perlengkapan kegiatan sekolah. Memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan sesuai kemampuan. Kerja sama bukan berarti satu orang harus mengerjakan semua tugas. Setiap anggota perlu memperoleh kesempatan untuk berkontribusi sesuai kemampuan dan tanggung jawabnya. Kita juga perlu memahami bahwa meminta bantuan ketika mengalami kesulitan bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, bersedia meminta dan memberikan bantuan secara tepat merupakan bagian dari kerja sama yang baik. 9. Bersikap Adil dan Menghormati Hak Orang Lain Adil berarti memperlakukan orang lain secara patut serta mempertimbangkan hak, kebutuhan, dan tanggung jawab setiap orang. Dalam kegiatan kelompok, sikap adil dapat ditunjukkan dengan memberikan kesempatan kepada semua anggota untuk berpendapat dan membagi tugas secara wajar.
Sikap Teladan Contoh Perilaku Perilaku yang Perlu Dihindari Cinta tanah air Menjaga lingkungan dan menghargai budaya Merendahkan budaya daerah lain. Tanggung jawab Menyelesaikan tugas sesuai kesepakatan. Meninggalkan tugas tanpa penjelasan. Menghargai perbedaan Mendengarkan pendapat teman dengan santun. Mengejek orang yang tidak sependapat. Mengutamakan kepentingan bersama Menjaga fasilitas yang digunakan bersama. Menggunakan fasilitas umum secara berlebihan hingga merugikan orang lain. Musyawarah Membahas pilihan sebelum mengambil keputusan. Memaksakan keputusan tanpa mendengarkan orang lain. Menjaga persatuan Berteman tanpa membeda- bedakan latar belakang. Mengucilkan teman karena perbedaan. Kerja sama Membagi tugas dan saling membantu. Membebankan semua pekerjaan kepada satu orang. Keadilan Membagi tugas secara wajar sesuai kemampuan. Memberikan beban yang tidak wajar kepada anggota tertentu. 44 Misalnya, kelompok siswa mendapat tugas membuat poster. Jika satu orang mengerjakan seluruh tugas sementara anggota lain hanya menonton, kerja sama kelompok tidak berjalan dengan baik. Akan lebih adil jika tugas dibagi sesuai kemampuan, seperti mencari informasi, menulis kalimat, menggambar, dan menyiapkan presentasi. Contoh perilaku adil lainnya adalah: Tidak mengambil barang milik teman tanpa izin. Memberikan kesempatan yang sama kepada anggota kelompok untuk berpartisipasi. Tidak menyalahkan seseorang tanpa mengetahui persoalannya. Menghargai hasil kerja orang lain. Mematuhi kesepakatan pembagian tugas. Adil tidak selalu berarti setiap orang mendapatkan tugas yang sama persis. Pembagian tugas dapat disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan, asalkan dilakukan secara wajar dan tidak sengaja merugikan pihak tertentu. Dengan bersikap adil, kita membantu menciptakan hubungan yang saling menghormati dan lingkungan yang nyaman bagi semua. 10. Menghubungkan Sikap Teladan dengan Perilaku Sehari-hari Sikap teladan akan lebih mudah dipahami jika kita dapat mengenalinya dalam situasi nyata. Perhatikan tabel berikut.
Sikap teladan para perumus Pancasila dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari- hari. Kita bisa memulainya dari hal sederhana, seperti membantu tetangga, menjaga kebersihan, dan menghargai pendapat orang lain. Dalam kehidupan bermasyarakat, terkadang muncul masalah. Misalnya, warga berbeda pendapat saat menentukan jadwal kerja bakti atau ada anak yang merusak tanaman di taman. Masalah seperti itu sebaiknya diselesaikan dengan cara yang baik. Kita tidak boleh langsung marah atau menyalahkan orang lain tanpa mengetahui masalah yang sebenarnya. 45 C. Meneladani Sikap Para Perumus Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu menerapkan sikap teladan para perumus Pancasila untuk menyelesaikan masalah sederhana di lingkungan masyarakat. 1. Menerapkan Sikap Teladan dalam Kehidupan Ketika menghadapi masalah, kita dapat melakukan langkah-langkah berikut. 1.Pahami masalahnya. Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi. 2.Dengarkan orang lain. Setiap orang mungkin memiliki alasan yang berbeda. 3.Pikirkan jalan keluarnya. Pilih cara yang baik, aman, dan tidak merugikan orang lain. 4.Bicarakan bersama. Gunakan musyawarah untuk mencari kesepakatan. 5.Lakukan perbaikan. Jika sudah ada kesepakatan, laksanakan dengan tanggung jawab. Contohnya, jika selokan di lingkungan rumah tersumbat sampah, kita dapat mengajak warga membersihkannya bersama. Kita juga perlu membuang sampah pada tempatnya agar masalah tidak terulang. Ingat, kita tidak harus menyelesaikan semua masalah sendirian. Jika masalahnya sulit atau membahayakan, mintalah bantuan orang dewasa. 2. Cara Menghadapi Masalah
Warga masyarakat memiliki kebutuhan dan pendapat yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut adalah hal yang wajar. Misalnya, warga ingin mengadakan kegiatan bersama. Sebagian mengusulkan perlombaan olahraga, sedangkan yang lain mengusulkan pertunjukan seni. Agar tidak bertengkar, warga dapat mendengarkan setiap usulan dan mencari pilihan yang disepakati bersama. Jika memungkinkan, kedua kegiatan dapat digabungkan. Saat berbeda pendapat, kita perlu: Mendengarkan orang lain sampai selesai. Menyampaikan pendapat dengan sopan. Tidak mengejek atau memaksakan kehendak. Bersedia menerima keputusan yang telah disepakati, selama tidak melanggar aturan dan merugikan orang lain. 46 3. Menghargai Perbedaan Pendapat Lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama. Kita dapat ikut menjaganya melalui tindakan sederhana, seperti: Membuang sampah pada tempatnya. Menjaga tanaman dan fasilitas umum. Menghormati tetangga yang berbeda agama atau budaya. Membantu kegiatan kebersihan bersama. Melaporkan kerusakan fasilitas umum kepada orang dewasa. Walaupun masih menjadi pelajar, kita tetap dapat memberikan manfaat bagi lingkungan. Tindakan kecil yang dilakukan bersama-sama dapat menghasilkan perubahan yang baik. 4. Menjaga Lingkungan Bersama Bacalah cerita berikut. Di lingkungan rumah Raka, banyak sampah menumpuk di selokan. Ketika hujan turun, air meluap ke jalan. Beberapa warga ingin membersihkan selokan, tetapi ada warga yang merasa kegiatan itu bukan tanggung jawabnya. Kegiatan Belajar: Ayo, Pecahkan Masalah!
Diskusikan pertanyaan berikut bersama temanmu. 1.Apa masalah yang terjadi dalam cerita tersebut? 2.Apa akibatnya jika masalah itu dibiarkan? 3.Apa yang dapat dilakukan warga untuk menyelesaikannya? 4.Bagaimana cara mengajak warga bekerja sama tanpa bertengkar? Tuliskan hasil diskusimu dalam beberapa kalimat. 47 Meneladani para perumus Pancasila dapat dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai baik dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika menghadapi masalah, kita perlu memahami keadaan, mendengarkan pendapat orang lain, bermusyawarah, dan mencari penyelesaian yang baik. Kita juga dapat menjaga lingkungan, menghormati tetangga, dan membantu kegiatan bersama. Jika menghadapi masalah yang sulit atau berbahaya, kita perlu meminta bantuan orang dewasa. RANGKUMAN
Meneladani para perumus Pancasila tidak cukup hanya dengan mengetahui nama tokoh dan sikap teladannya. Kita juga perlu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pelajar, kita bisa melakukan kegiatan sederhana yang bermanfaat bagi orang lain. Misalnya, membantu menjaga kebersihan lingkungan, menolong tetangga, menghargai perbedaan, atau bekerja sama dalam kegiatan warga. Kegiatan tersebut tidak harus besar. Hal terpenting adalah dilakukan dengan niat baik, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap orang lain. 48 D. Aksi Nyata Meneladani Para Perumus Pancasila Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan sederhana yang mencerminkan sikap teladan para perumus Pancasila. 1. Saatnya Melakukan Aksi Nyata Sebelum melakukan kegiatan, kita perlu membuat rencana agar kegiatan berjalan dengan baik. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan. 1.Pilih kegiatan. Tentukan kegiatan yang bermanfaat dan sesuai kemampuan. 2.Tentukan tujuan. Jelaskan perubahan baik yang ingin dicapai. 3.Bagi tugas. Jika kegiatan dilakukan bersama, tentukan tugas setiap anggota. 4.Siapkan perlengkapan. Gunakan alat yang diperlukan dengan aman. 5.Laksanakan kegiatan. Lakukan tugas sesuai rencana dan arahan guru atau orang dewasa. 6.Evaluasi hasilnya. Periksa apakah kegiatan berhasil dan apa yang perlu diperbaiki. Dengan perencanaan yang baik, kegiatan akan lebih mudah dilakukan dan setiap anggota dapat ikut berperan. 2. Merencanakan Kegiatan
Kegiatan Sikap yang Dilatih Hasil yang Diharapkan Membersihkan lingkungan bersama Kerja sama dan tanggung jawab Lingkungan menjadi lebih bersih. Membantu teman yang kesulitan belajar Peduli dan saling membantu Teman lebih mudah memahami pelajaran. Membuat poster ajakan menjaga kebersihan Kreatif dan cinta lingkungan Orang lain terdorong menjaga kebersihan. Mengadakan kegiatan permainan tradisional Kerja sama dan menghargai budaya Permainan tradisional semakin dikenal. Mengumpulkan buku layak baca untuk digunakan bersama Peduli dan berbagi Buku dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak orang. Berikut beberapa kegiatan yang dapat kamu pilih. 49 3. Contoh Aksi Nyata Kegiatan harus disesuaikan dengan keadaan lingkungan, kemampuan siswa, dan izin dari guru atau orang tua. Pastikan kegiatan dilakukan dengan aman. Sekarang, saatnya kamu melakukan satu kegiatan nyata bersama teman atau keluarga. KEGIATAN PROYEK: AKSI BAIK UNTUK LINGKUNGAN Langkah 1 — Pilih Aksi Pilih satu kegiatan yang ingin kamu lakukan. Membersihkan lingkungan bersama. Membantu teman belajar. Membuat poster ajakan berbuat baik. Mengenalkan permainan tradisional. Melakukan kegiatan lain yang bermanfaat. Langkah 2 — Buat Rencana Lengkapi tabel berikut sebelum memulai kegiatan.
Hal yang Direncanakan Jawaban Nama kegiatan ........................................ Tujuan kegiatan ........................................ Tempat pelaksanaan ........................................ Waktu pelaksanaan ........................................ Orang yang terlibat ........................................ Alat atau bahan yang diperlukan ........................................ Pembagian tugas ........................................ Hal yang Diamati Hasil Kegiatan yang berhasil dilakukan ........................................ Manfaat kegiatan ........................................ Kesulitan yang dihadapi ........................................ Cara mengatasi kesulitan ........................................ Hal yang perlu diperbaiki ........................................ 50 Langkah 3 — Laksanakan Kegiatan Lakukan kegiatan sesuai rencana. Jika bekerja dalam kelompok, setiap anggota harus menjalankan tugasnya dan saling membantu. Mintalah izin dan arahan guru atau orang tua jika diperlukan. Jangan melakukan kegiatan yang berisiko membahayakan diri sendiri atau orang lain. Langkah 4 — Catat Hasilnya Setelah kegiatan selesai, isilah tabel berikut.
A. Pilihan Ganda Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 2 Nama: Kelas: Tanggal: Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. 1. Tokoh yang memimpin BPUPKI dalam pembahasan persiapan kemerdekaan Indonesia adalah .... A. Soekarno B. Radjiman Wedyodiningrat C. Mohammad Hatta D. Soepomo 2. Salah satu sikap teladan para perumus Pancasila yang dapat diterapkan saat mengerjakan tugas kelompok adalah .... A. Menyerahkan semua pekerjaan kepada ketua kelompok B. Memilih tugas yang paling mudah saja C. Menjalankan tugas sesuai kesepakatan D. Membiarkan teman menyelesaikan tugas sendiri 3. Ketika teman menyampaikan pendapat yang berbeda, sikap yang tepat adalah .... A. Mendengarkan dan mempertimbangkan alasannya B. Memotong pembicaraannya C. Menertawakan pendapatnya D. Memaksanya mengikuti pendapat kita 4. Para perumus Pancasila memiliki latar belakang dan pandangan yang beragam. Sikap yang perlu kita teladani dari keadaan tersebut adalah .... A. Menghindari orang yang berbeda pendapat B. Menganggap pendapat sendiri paling benar C. Menolak bekerja sama dengan orang yang berbeda D. Menghargai perbedaan dan tetap bekerja sama 5. Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno dikenal sebagai tokoh yang .... A. Memimpin seluruh kegiatan pemerintahan daerah B. Menyampaikan gagasan mengenai dasar negara dalam sidang BPUPKI C. Menjadi anggota kelompok yang seluruhnya berjumlah lima orang D. Menyusun semua keputusan negara seorang diri 6. Contoh sikap cinta tanah air bagi seorang pelajar adalah .... A. Menganggap budaya daerah sendiri paling baik B. Menghindari kegiatan yang melibatkan teman dari daerah lain C. Menghargai budaya Indonesia dan menjaga lingkungan D. Hanya mempelajari budaya dari luar negeri 7. Rina tidak sengaja merusakkan alat tulis milik temannya. Tindakan yang menunjukkan tanggung jawab adalah .... A. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya B. Menyembunyikan alat tulis tersebut C. Menyalahkan teman yang lain D. Berpura-pura tidak mengetahui kejadian itu 8. Dalam kegiatan musyawarah, setiap peserta sebaiknya .... A. Berbicara paling lama agar pendapatnya diterima B. Menolak usulan yang berbeda C. Mengikuti pendapat teman terdekat saja D. Menyampaikan pendapat dengan santun dan mendengarkan orang lain 51
9. Panitia Sembilan berperan penting dalam proses perumusan Pancasila karena .... A. Menggantikan seluruh anggota BPUPKI B. Membahas dan merumuskan naskah Piagam Jakarta C. Mengatur seluruh kegiatan sekolah pada masa kemerdekaan D. Menetapkan semua undang-undang setelah Indonesia merdeka 10. Ketika pembagian tugas kelompok, seorang siswa selalu memilih tugas yang ringan dan memberikan tugas berat kepada teman-temannya. Sikap tersebut menunjukkan .... A. Kepedulian terhadap kelompok B. Kemampuan memimpin C. Kurangnya tanggung jawab dan keadilan D. Keberanian mengambil keputusan 11. Warga akan menentukan jadwal kerja bakti. Sebagian warga dapat hadir pada hari Sabtu, sedangkan sebagian lainnya dapat hadir pada hari Minggu. Tindakan terbaik adalah .... A. Membahas pilihan bersama dan mempertimbangkan keadaan warga B. Menetapkan jadwal berdasarkan keinginan ketua saja C. Membatalkan kegiatan tanpa mencari solusi D. Meminta warga yang berbeda pendapat untuk tidak ikut 12. Seorang siswa mengejek logat daerah temannya hingga temannya tidak mau berbicara lagi. Sikap yang seharusnya dilakukan oleh siswa lain adalah .... A. Ikut mengejek agar suasana menjadi ramai B. Membiarkan kejadian itu karena bukan urusannya C. Menjauhi siswa yang diejek D. Menghentikan ejekan dengan santun dan meminta bantuan guru jika diperlukan 13. Mengapa sikap mengutamakan kepentingan bersama tidak berarti kita boleh mengabaikan hak pribadi? A. Karena setiap orang harus selalu mendapatkan semua yang diinginkan B. Karena kepentingan bersama tetap perlu mempertimbangkan hak dan kebutuhan setiap orang C. Karena kepentingan pribadi selalu lebih penting daripada kepentingan umum D. Karena keputusan bersama tidak perlu mempertimbangkan keadaan orang lain 14. Kelompok Dito mendapat tugas membuat poster kebersihan. Dua anggota belum mengerjakan tugasnya karena kesulitan mencari informasi. Tindakan yang paling tepat adalah .... A. Mengeluarkan kedua anggota dari kelompok B. Menyelesaikan seluruh pekerjaan tanpa berbicara kepada mereka C. Menanyakan kesulitan mereka dan membagi bantuan serta tugas secara wajar D. Melaporkan mereka sebagai siswa yang tidak berguna 15. Di lingkungan rumah, beberapa anak merusak tanaman di taman umum. Jika kamu melihat kejadian tersebut, tindakan yang paling tepat adalah .... A. Menegur dengan baik jika aman dan melaporkan kepada orang dewasa bila diperlukan B. Membalas dengan merusak barang milik mereka C. Menyebarkan foto mereka untuk mempermalukan D. Membiarkan kerusakan terus terjadi 16. Seorang warga mengusulkan agar jalan lingkungan ditutup untuk perlombaan. Namun, beberapa warga khawatir kendaraan darurat akan kesulitan melintas. Apa keputusan yang paling bijaksana? A. Tetap menutup jalan karena perlombaan sudah direncanakan B. Mengabaikan pendapat warga yang khawatir C. Membatalkan semua kegiatan warga untuk selamanya D. Membahas alternatif tempat atau pengaturan jalan yang tetap menjaga keselamatan 17. Setelah melakukan kegiatan kebersihan, kelompok siswa menemukan bahwa sampah masih menumpuk di beberapa titik. Apa langkah selanjutnya yang paling tepat? A. Menganggap kegiatan gagal dan tidak mau mencoba lagi B. Mengevaluasi penyebabnya dan merencanakan perbaikan C. Menyalahkan satu anggota kelompok D. Berhenti menjaga kebersihan karena tidak ada hasil 52
18. Perhatikan tindakan berikut. (1) Mendengarkan pendapat warga sebelum menentukan jadwal kegiatan. (2) Memaksakan usulan sendiri karena merasa paling berpengalaman. (3) Membagi tugas sesuai kemampuan dan kesepakatan. (4) Menghindari tanggung jawab ketika kegiatan mengalami masalah. Tindakan yang mencerminkan sikap teladan adalah .... A. (1) dan (2) B. (2) dan (4) C. (1) dan (3) D. (3) dan (4) 19. Sebuah kelompok ingin mengadakan kegiatan untuk membantu lingkungan. Mereka memiliki dana terbatas dan waktu yang singkat. Langkah pertama yang paling tepat adalah .... A. Membeli semua perlengkapan yang diinginkan B. Menentukan kegiatan sesuai tujuan, kemampuan, waktu, dan dana yang tersedia C. Menunda kegiatan sampai memiliki dana sebanyak mungkin D. Menyerahkan semua keputusan kepada satu anggota tanpa diskusi 20. Kelompok siswa telah merencanakan kegiatan mengumpulkan buku layak baca untuk digunakan bersama. Setelah kegiatan selesai, mereka ingin mengetahui apakah kegiatan tersebut berhasil. Cara terbaik adalah .... A. Menghitung banyaknya siswa yang hadir saat perencanaan saja B. Menilai keberhasilan dari banyaknya foto yang diambil C. Menganggap kegiatan berhasil tanpa memeriksa hasilnya D. Memeriksa jumlah buku yang terkumpul, kondisi buku, dan manfaatnya bagi pengguna 53 B. Pilihan Ganda Kompleks Petunjuk: Pilihlah semua jawaban yang benar. Setiap soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar. 21. Sikap yang mencerminkan keteladanan para perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah .... A. Menyelesaikan tugas sesuai kesepakatan B. Menghargai teman yang berbeda pendapat C. Memaksakan kehendak agar tujuan cepat tercapai D. Membantu orang lain sesuai kemampuan 22. Ketika menghadapi perbedaan pendapat dalam musyawarah, tindakan yang tepat adalah .... A. Memberi kesempatan setiap orang menyampaikan pendapat B. Mempertimbangkan alasan dari setiap usulan C. Mengejek pendapat yang dianggap kurang baik D. Mencari keputusan yang mempertimbangkan kepentingan bersama 23. Contoh tindakan pelajar yang dapat membantu menjaga lingkungan masyarakat adalah .... A. Membuang sampah pada tempatnya B. Merusak tanaman di taman umum C. Mengikuti kegiatan kebersihan dengan izin dan arahan orang dewasa D. Melaporkan kerusakan fasilitas umum kepada orang dewasa 24. Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melaksanakan aksi nyata adalah .... A. Menentukan tujuan kegiatan B. Membagi tugas anggota jika dilakukan bersama C. Mengabaikan keselamatan agar kegiatan cepat selesai D. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan 25. Setelah melakukan aksi nyata, kelompok perlu mengevaluasi kegiatan. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah .... A. Memeriksa apakah tujuan kegiatan tercapai B. Mencatat kesulitan yang dihadapi C. Menyalahkan anggota yang dianggap paling lemah D. Menentukan hal yang perlu diperbaiki pada kegiatan berikutnya
54 C. Benar atau Salah Petunjuk: Tuliskan Benar jika pernyataan tepat dan Salah jika pernyataan tidak tepat. 26. Meneladani para perumus Pancasila dapat dilakukan dengan menerapkan sikap baik dalam kehidupan sehari-hari. Jawaban: .................................... 27. Menghargai pendapat berarti kita harus selalu menyetujui semua pendapat orang lain. Jawaban: .................................... 28. Ketika mengalami kesulitan dalam kegiatan kelompok, kita sebaiknya menyampaikan kesulitan tersebut dan berusaha mencari solusi bersama. Jawaban: .................................... 29. Kepentingan bersama boleh didahulukan meskipun keputusan yang diambil membahayakan orang lain. Jawaban: .................................... 30. Evaluasi setelah kegiatan berguna untuk mengetahui hasil kegiatan dan menentukan perbaikan berikutnya. Jawaban: .................................... D. Isian Singkat Petunjuk: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat. 31.Ketua BPUPKI yang memimpin persidangan dalam persiapan kemerdekaan Indonesia adalah .... 32.Kelompok yang menghasilkan naskah Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 disebut .... 33.Kesediaan melaksanakan tugas dan menerima akibat dari tindakan sendiri disebut sikap .... 34.Cara membahas persoalan bersama untuk mencari keputusan disebut .... 35.Sikap menghormati perbedaan suku, agama, bahasa, dan budaya dapat membantu menjaga .... 36.Sebelum melaksanakan kegiatan, kita perlu menentukan tujuan dan membuat .... 37.Dalam kegiatan kelompok, pembagian tugas sebaiknya dilakukan secara wajar dan sesuai kemampuan agar tercipta .... 38.Jika menemukan masalah yang membahayakan atau sulit ditangani sendiri, pelajar sebaiknya meminta bantuan .... 39.Setelah kegiatan selesai, kelompok perlu melakukan .... untuk mengetahui keberhasilan dan kekurangan kegiatan. 40.Kegiatan nyata yang dilakukan untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungan disebut .... E. Esai Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan kalimat yang jelas dan disertai alasan atau contoh yang sesuai. 41. Sebutkan tiga sikap teladan para perumus Pancasila yang dapat kamu terapkan di sekolah! Berikan masing-masing satu contoh perilaku! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________
55 42. Di lingkungan rumahmu, warga berbeda pendapat tentang jadwal kerja bakti. Sebagian memilih hari Sabtu, sedangkan yang lain memilih hari Minggu. Jelaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencari penyelesaian yang baik. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 43. Kelompokmu mendapat tugas membuat kegiatan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Jelaskan cara merencanakan kegiatan tersebut, mulai dari menentukan tujuan hingga membagi tugas anggota. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 44. Kamu melihat beberapa teman mengejek seorang anak karena bahasa daerah yang digunakannya. Apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan alasan tindakanmu. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 45. Setelah melaksanakan kegiatan sosial, kelompokmu menyadari bahwa hasilnya belum sesuai harapan. Jelaskan hal-hal yang perlu dievaluasi dan bagaimana kelompokmu dapat memperbaiki kegiatan berikutnya. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________
BAB III MAKNA PEMBUKAAN UUD TAHUN 1945 56 A. Kedudukan dan Isi Pembukaan UUD 1945 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu mengenali kedudukan Pembukaan UUD 1945, menjelaskan isi pokoknya, serta memahami hubungannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. 1. Mengenal UUD 1945 Setiap negara membutuhkan aturan untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Aturan tersebut diperlukan agar pemerintahan berjalan dengan baik dan hak serta kewajiban warga negara dapat dilaksanakan. Indonesia memiliki Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 atau biasa disebut UUD 1945. UUD 1945 merupakan hukum dasar tertulis yang menjadi pedoman penting dalam penyelenggaraan negara. UUD 1945 terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal. Pembukaan berisi dasar pemikiran, tujuan negara, serta prinsip penting yang menjadi landasan kehidupan bernegara. Sementara itu, pasal-pasal mengatur berbagai hal, seperti lembaga negara, pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara. Dengan adanya UUD 1945, penyelenggaraan negara memiliki pedoman yang jelas. Pemerintah dan warga negara perlu menghormati serta melaksanakan ketentuan yang berlaku. 2. Apa Itu Pembukaan UUD 1945? Pembukaan UUD 1945 adalah bagian awal UUD 1945 yang terdiri atas empat alinea. Bagian ini memuat gagasan penting tentang kemerdekaan, tujuan pembentukan negara Indonesia, dan dasar negara. Pembukaan UUD 1945 bukan sekadar kata pengantar. Di dalamnya terdapat cita- cita dan prinsip yang menjadi landasan bagi kehidupan bangsa Indonesia. Salah satu bagian yang sangat penting terdapat pada alinea keempat, yaitu rumusan Pancasila sebagai dasar negara.
Pembukaan UUD 1945 memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara. Bagian ini memuat dasar negara dan tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia. Ada beberapa hal penting yang perlu kita pahami. Pertama, Pembukaan UUD 1945 memuat tujuan negara. Indonesia dibentuk bukan tanpa tujuan. Negara memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Kedua, Pembukaan UUD 1945 memuat Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila menjadi landasan dalam penyelenggaraan negara dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketiga, Pembukaan UUD 1945 memuat prinsip dasar kehidupan bernegara. Di dalamnya terdapat gagasan tentang kemerdekaan, kedaulatan rakyat, keadilan sosial, dan kehidupan bangsa yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan serta kemanusiaan. Karena kedudukannya penting, kita perlu memahami isi Pembukaan UUD 1945 dan berusaha menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Alinea Isi Pokok secara Singkat Pertama Kemerdekaan merupakan hak segala bangsa, sehingga penjajahan harus dihapuskan. Kedua Perjuangan bangsa Indonesia telah mengantarkan rakyat menuju kemerdekaan yang dicita-citakan. 57 Pancasila menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai- nilainya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati orang lain, bermusyawarah, bersikap adil, dan menjaga persatuan. 3. Kedudukan Pembukaan UUD 1945 4. Gambaran Isi Empat Alinea Pembukaan UUD 1945 Pembukaan UUD 1945 terdiri atas empat alinea. Setiap alinea memiliki isi pokok yang saling berkaitan.
Alinea Isi Pokok secara Singkat Ketiga Kemerdekaan Indonesia terjadi atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur bangsa. Keempat Memuat tujuan negara, prinsip penyelenggaraan negara, dan rumusan Pancasila sebagai dasar negara. 58 Tabel tersebut merupakan gambaran awal. Makna alinea pertama dan kedua akan dipelajari lebih lanjut pada bagian B. Sementara itu, makna alinea ketiga dan keempat akan dibahas pada bagian C. Dengan memahami gambaran umum ini, kita dapat melihat bahwa Pembukaan UUD 1945 berisi gagasan yang saling berhubungan, mulai dari penolakan terhadap penjajahan hingga cita-cita Indonesia setelah merdeka. 5. Mengapa Pembukaan UUD 1945 Penting bagi Kita? Pembukaan UUD 1945 tidak hanya perlu diketahui oleh pejabat atau orang yang bekerja di pemerintahan. Setiap warga negara, termasuk pelajar, perlu memahaminya karena bagian ini memuat cita-cita dan dasar kehidupan bangsa. Sebagai pelajar, kita dapat menerapkan nilai-nilainya melalui tindakan sederhana. Contohnya: Menghormati teman tanpa membeda-bedakan latar belakang. Menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Membantu teman yang mengalami kesulitan. Mematuhi aturan sekolah yang berlaku. Bersikap adil dan tidak merugikan orang lain. Belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat berkontribusi bagi bangsa. Tindakan tersebut merupakan contoh penerapan nilai-nilai yang sejalan dengan Pancasila dan cita-cita kehidupan berbangsa. Dengan demikian, memahami Pembukaan UUD 1945 bukan hanya kegiatan menghafal, tetapi juga belajar menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
59 B. Makna Alinea Pertama dan Kedua Pembukaan UUD 1945 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu menjelaskan makna alinea pertama dan kedua Pembukaan UUD 1945 serta memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 1. Makna Alinea Pertama: Kemerdekaan adalah Hak Setiap Bangsa Alinea pertama Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Artinya, setiap bangsa berhak hidup merdeka dan menentukan masa depannya sendiri. Tidak ada bangsa yang pantas dijajah atau diperlakukan secara sewenang- wenang oleh bangsa lain. Penjajahan menyebabkan suatu bangsa kehilangan kebebasan. Rakyat dapat mengalami penderitaan karena haknya dibatasi dan kekayaan wilayahnya dikuasai pihak lain. Karena itu, bangsa Indonesia menolak penjajahan. Kemerdekaan bukan hanya keinginan bangsa Indonesia, melainkan juga hak yang seharusnya dimiliki semua bangsa. Apa Arti Perikemanusiaan dan Perikeadilan? Dalam alinea pertama terdapat dua gagasan penting. Perikemanusiaan berarti memperlakukan manusia dengan menghormati martabat dan haknya. Perikeadilan berarti memperlakukan orang secara adil dan tidak bertindak sewenang-wenang. Kedua nilai tersebut mengajarkan kita untuk menghormati hak orang lain dan menolak perlakuan yang tidak adil. Contohnya, kita tidak boleh merundung teman, merampas barang milik orang lain, atau membeda-bedakan teman karena latar belakangnya. Setiap orang berhak diperlakukan dengan baik. Contoh Penerapan dalam Kehidupan Makna alinea pertama dapat diterapkan melalui tindakan berikut: Menghormati hak dan pendapat orang lain. Tidak melakukan perundungan.
Alinea kedua Pembukaan UUD 1945 menjelaskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia telah mengantarkan rakyat menuju pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Alinea ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan tidak diperoleh dengan mudah. Bangsa Indonesia melalui perjuangan panjang untuk melepaskan diri dari penjajahan. Perjuangan tersebut dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui perlawanan terhadap penjajah, organisasi pergerakan, pendidikan, diplomasi, dan persiapan kemerdekaan. Perjuangan banyak orang akhirnya membawa bangsa Indonesia menuju kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Alinea kedua juga menunjukkan cita-cita bangsa Indonesia setelah merdeka. Indonesia tidak cukup hanya menjadi negara merdeka, tetapi juga harus berusaha menjadi negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Memahami Empat Cita-Cita Bangsa Perhatikan makna kata-kata penting dalam alinea kedua berikut. Cita-Cita Makna Sederhana Merdeka Bebas dari penjajahan dan mampu menentukan masa depan bangsa sendiri. Bersatu Tetap bersama meskipun memiliki perbedaan. Berdaulat Memiliki kekuasaan untuk mengatur negara sendiri tanpa dikuasai bangsa lain. Adil dan makmur Masyarakat diperlakukan secara adil dan dapat hidup sejahtera. 60 Menolak perlakuan tidak adil. Menghargai kebebasan orang lain selama tidak melanggar aturan dan hak orang lain. Membantu teman yang diperlakukan tidak adil dengan cara yang aman. Dengan menerapkan sikap tersebut, kita ikut menghargai nilai kemanusiaan dan keadilan. 2. Makna Alinea Kedua: Perjuangan Menuju Kemerdekaan
61 Cita-cita tersebut perlu terus diusahakan setelah Indonesia merdeka. Kemerdekaan menjadi awal bagi bangsa Indonesia untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sebagai pelajar, kita dapat ikut mewujudkan cita-cita bangsa melalui tindakan sederhana. Merdeka: berani menyampaikan pendapat dengan sopan dan bertanggung jawab. Bersatu: bekerja sama dengan teman tanpa membeda-bedakan asal daerah. Berdaulat: menghargai bangsa sendiri dan ikut menjaga kepentingan Indonesia. Adil dan makmur: bersikap adil, rajin belajar, serta membantu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua. Kita memang belum bertugas membangun negara seperti para pemimpin. Namun, kebiasaan baik yang dilakukan sejak sekarang dapat menjadi bekal untuk berkontribusi bagi Indonesia pada masa depan. Alinea pertama dan kedua saling berkaitan, tetapi memiliki penekanan yang berbeda. Alinea pertama menegaskan bahwa penjajahan bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan. Setiap bangsa berhak memperoleh kemerdekaan. Sementara itu, alinea kedua menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan serta cita-cita yang ingin diwujudkan setelah merdeka. Dengan kata lain, alinea pertama menjelaskan mengapa kemerdekaan menjadi hak setiap bangsa, sedangkan alinea kedua menjelaskan perjuangan menuju kemerdekaan dan cita-cita Indonesia. 3. Perbedaan Makna Alinea Pertama dan Kedua
Alinea ketiga Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia terjadi atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur untuk hidup sebagai bangsa yang merdeka. Alinea ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia bersyukur kepada Tuhan atas kemerdekaan yang diperoleh. Kemerdekaan juga lahir dari keinginan luhur rakyat untuk bebas dari penjajahan dan menentukan masa depannya sendiri. Makna alinea ketiga mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, menghargai perjuangan bangsa, dan menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab. Contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari: Bersyukur atas kehidupan yang damai dan merdeka. Menghormati orang lain yang menjalankan ibadah sesuai agamanya. Menghargai jasa para pejuang kemerdekaan. Mengisi kemerdekaan dengan belajar dan melakukan kegiatan yang bermanfaat. No. Tujuan Negara Makna Sederhana 1 Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia Negara melindungi rakyat dan wilayah Indonesia. 2 Memajukan kesejahteraan umum Negara berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 62 C. Makna Alinea Ketiga dan Keempat Pembukaan UUD 1945 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu menjelaskan makna alinea ketiga dan keempat Pembukaan UUD 1945 serta memberikan contoh penerapannya. 1. Makna Alinea Ketiga: Kemerdekaan atas Berkat Rahmat Tuhan Alinea keempat merupakan bagian yang memuat tujuan pembentukan pemerintah negara Indonesia, prinsip dasar penyelenggaraan negara, dan rumusan Pancasila. a. Tujuan Negara Indonesia Pembukaan UUD 1945 menyebutkan empat tujuan negara Indonesia, yaitu: 2. Makna Alinea Keempat: Tujuan Negara dan Dasar Negara
No. Tujuan Negara Makna Sederhana 3 Mencerdaskan kehidupan bangsa Negara mendukung pendidikan agar rakyat memperoleh pengetahuan. 4 Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial Indonesia ikut menjaga perdamaian dan keadilan dunia. 63 Sebagai pelajar, kita dapat ikut mendukung tujuan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh, menaati aturan, menjaga persatuan, dan menghormati hak orang lain. b. Pancasila sebagai Dasar Negara Alinea keempat juga memuat rumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, yaitu: 1.Ketuhanan Yang Maha Esa. 2.Kemanusiaan yang adil dan beradab. 3.Persatuan Indonesia. 4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. 5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila menjadi pedoman dalam penyelenggaraan negara dan kehidupan berbangsa. Nilai-nilainya dapat diterapkan dengan beribadah sesuai agama masing-masing, menghormati sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan bersikap adil. Alinea ketiga mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas kemerdekaan serta keinginan luhur bangsa untuk hidup merdeka. Alinea keempat menjelaskan tujuan pembentukan negara dan dasar yang digunakan untuk menjalankan kehidupan bernegara. Keduanya mengingatkan kita bahwa kemerdekaan harus diisi dengan tindakan yang bermanfaat. Bangsa Indonesia perlu menjaga persatuan, meningkatkan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut mewujudkan perdamaian. 3. Hubungan Alinea Ketiga dan Keempat
Nilai atau Tujuan Contoh Penerapan Kemanusiaan dan keadilan Tidak merundung teman dan memperlakukan orang lain dengan adil. Persatuan Berteman tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau asal daerah. Mencerdaskan kehidupan bangsa Belajar dengan sungguh-sungguh dan membantu teman memahami pelajaran. Kesejahteraan bersama Menjaga kebersihan dan fasilitas yang digunakan bersama. Perdamaian Menyelesaikan perselisihan dengan cara baik dan menghormati orang lain. Rasa syukur atas kemerdekaan Menghargai jasa para pejuang dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan panjang. Setelah merdeka, bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk membangun negara dan mewujudkan cita-cita bersama. Sebagai pelajar, kita dapat mengisi kemerdekaan melalui tindakan sederhana, seperti belajar dengan tekun, menjaga persatuan, menaati aturan, dan menghormati hak orang lain. Tindakan tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Kita tidak harus melakukan sesuatu yang besar untuk memberikan manfaat bagi bangsa. Kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten juga memiliki arti penting. 64 D. Penerapan Nilai-Nilai Pembukaan UUD 1945 dalam Kehidupan Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu memberikan contoh dan menerapkan nilai-nilai Pembukaan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari. 1. Mengisi Kemerdekaan dengan Tindakan Positif Nilai-nilai Pembukaan UUD 1945 dapat diterapkan di rumah, sekolah, dan masyarakat. 2. Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pelajar juga memiliki peran dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Walaupun belum menjadi pemimpin atau pejabat negara, pelajar dapat berkontribusi melalui tindakan nyata. Contohnya: Melaksanakan tugas sekolah dengan tanggung jawab. Menghormati guru, orang tua, dan teman. Menggunakan fasilitas sekolah dengan baik. Menjaga kebersihan lingkungan. Menghargai perbedaan pendapat. Menggunakan teknologi untuk belajar dan mencari informasi yang bermanfaat. Menjadi pelajar yang bertanggung jawab berarti memahami bahwa tindakan kita dapat memengaruhi orang lain. Karena itu, kita perlu membiasakan diri memilih tindakan yang baik dan tidak merugikan orang lain. 65 Penerapan nilai-nilai tersebut perlu dimulai dari diri sendiri. Jika setiap orang berusaha melakukan hal yang baik, kehidupan bersama akan menjadi lebih aman, tertib, dan nyaman. 3. Menjadi Pelajar yang Bertanggung Jawab
A. Pilihan Ganda Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 3 Nama: Kelas: Tanggal: Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. 1. Hukum dasar tertulis yang menjadi pedoman penting dalam penyelenggaraan negara Indonesia adalah .... A. Peraturan sekolah B. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 C. Tata tertib masyarakat D. Peraturan kelas 2. Pembukaan UUD 1945 terdiri atas .... A. Dua alinea B. Tiga alinea C. Empat alinea D. Lima alinea 3. Rumusan Pancasila sebagai dasar negara terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 alinea .... A. Pertama B. Kedua C. Ketiga D. Keempat 4. Alinea pertama Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa .... A. Setiap bangsa berhak memperoleh kemerdekaan B. Setiap negara harus memiliki wilayah yang luas C. Semua bangsa harus memiliki kebudayaan yang sama D. Kemerdekaan hanya menjadi hak bangsa tertentu 5. Penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan .... A. Kebiasaan masyarakat B. Perkembangan teknologi C. Perikemanusiaan dan perikeadilan D. Keinginan satu kelompok 6.Alinea kedua Pembukaan UUD 1945 menggambarkan .... A. Susunan lembaga pemerintahan B. Perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan dan cita-citanya C. Tata cara pelaksanaan pemilihan umum D. Peraturan yang berlaku di sekolah 7. Makna kata berdaulat dalam cita-cita bangsa Indonesia adalah .... A. Selalu mengikuti keputusan negara lain B. Memiliki wilayah paling luas C. Bebas dari semua aturan D. Mampu mengatur negara sendiri tanpa dikuasai bangsa lain 8. Alinea ketiga Pembukaan UUD 1945 menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia .... A. Diperoleh tanpa perjuangan B. Hanya merupakan keinginan para pemimpin C. Disyukuri sebagai berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa D. Tidak berhubungan dengan keinginan bangsa Indonesia 66
9. Salah satu tujuan negara Indonesia yang tercantum dalam alinea keempat adalah .... A. Mencerdaskan kehidupan bangsa B. Menguasai negara lain C. Mengutamakan kepentingan kelompok tertentu D. Membatasi pendidikan bagi masyarakat 10. Contoh perilaku yang sesuai dengan nilai kemanusiaan dalam Pembukaan UUD 1945 adalah .... A. Mengejek teman yang berbeda daerah B. Menghormati hak dan martabat setiap orang C. Mengambil barang teman tanpa izin D. Menolak membantu orang yang membutuhkan 11. Mengapa Pembukaan UUD 1945 memiliki kedudukan penting bagi bangsa Indonesia? A. Karena hanya berisi sejarah perjuangan para tokoh B. Karena hanya berlaku bagi pemerintah C. Karena mengatur seluruh kegiatan sehari-hari secara terperinci D. Karena memuat dasar negara dan tujuan pembentukan negara 12. Perhatikan pernyataan berikut. (1) Kemerdekaan merupakan hak segala bangsa. (2) Perjuangan bangsa Indonesia telah mengantarkan rakyat menuju kemerdekaan. (3) Kemerdekaan Indonesia disyukuri sebagai berkat rahmat Tuhan. (4) Rumusan Pancasila dan tujuan negara tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Pernyataan yang sesuai dengan makna alinea ketiga adalah .... A. (1) B. (2) C. (3) D. (4) 13. Seorang siswa melihat temannya dikucilkan karena berasal dari daerah yang berbeda. Tindakan yang paling sesuai dengan nilai Pembukaan UUD 1945 adalah .... A. Ikut menjauhi teman tersebut B. Membiarkan karena bukan urusannya C. Menyarankan teman tersebut pindah kelompok D. Mengajak teman-temannya bersikap adil dan menerima perbedaan 14. Hubungan antara alinea pertama dan alinea kedua Pembukaan UUD 1945 adalah .... A. Alinea pertama menegaskan hak kemerdekaan, sedangkan alinea kedua menggambarkan perjuangan dan cita-cita bangsa B. Alinea pertama menjelaskan tujuan negara, sedangkan alinea kedua memuat rumusan Pancasila C. Alinea pertama menjelaskan susunan pemerintahan, sedangkan alinea kedua mengatur hak warga negara D. Keduanya hanya membahas cara memilih pemimpin 15. Seorang siswa berpendapat bahwa kemerdekaan berarti setiap orang boleh melakukan apa saja. Pendapat tersebut kurang tepat karena .... A. Kemerdekaan hanya berlaku bagi orang dewasa B. Kemerdekaan berarti tidak perlu menghormati orang lain C. Kebebasan tetap harus disertai tanggung jawab dan penghormatan terhadap hak orang lain D. Setiap tindakan harus ditentukan oleh teman 16. Sekolah mengadakan program belajar bersama untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Kegiatan tersebut paling sesuai dengan tujuan negara .... A. Melindungi seluruh bangsa Indonesia B. Mencerdaskan kehidupan bangsa C. Ikut melaksanakan ketertiban dunia D. Memperluas wilayah negara 67
17. Perhatikan beberapa tindakan berikut. (1) Menghargai perbedaan agama dan budaya. (2) Menyelesaikan perselisihan melalui musyawarah. (3) Mengambil keputusan dengan mengabaikan hak orang lain. (4) Membantu teman yang kesulitan belajar. Tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan cita-cita dalam Pembukaan UUD 1945 adalah .... A. (1) dan (2) saja B. (2) dan (3) saja C. (3) dan (4) saja D. (1), (2), dan (4) 18. Sebuah kelompok siswa ingin membuat kegiatan untuk mendukung tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka memiliki waktu dan dana terbatas. Pilihan paling tepat adalah .... A. Membatalkan kegiatan karena tidak memiliki dana besar B. Mengadakan kegiatan tanpa menentukan tujuan C. Merencanakan kegiatan belajar bersama dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia D. Membeli perlengkapan mahal meskipun tidak diperlukan 19. Indonesia ingin ikut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Tindakan yang paling sesuai dengan tujuan tersebut adalah .... A. Mendukung kerja sama antarnegara untuk menjaga perdamaian B. Memaksakan kehendak Indonesia kepada negara lain C. Mengabaikan masalah perdamaian dunia D. Menganggap konflik antarnegara tidak perlu diselesaikan 20. Seorang siswa menyatakan bahwa memahami Pembukaan UUD 1945 cukup dengan menghafalkan empat alineanya. Tanggapan yang paling tepat adalah .... A. Benar, karena penerapan nilai tidak diperlukan B. Benar, karena Pembukaan UUD 1945 hanya berisi hafalan C. Salah, karena Pembukaan UUD 1945 hanya berlaku bagi pejabat D. Kurang tepat, karena kita juga perlu memahami maknanya dan menerapkan nilai-nilainya 68 B. Pilihan Ganda Kompleks Petunjuk: Pilihlah semua jawaban yang benar. Setiap soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar. 21.Pernyataan yang sesuai dengan makna alinea pertama Pembukaan UUD 1945 adalah .... A. Setiap bangsa berhak memperoleh kemerdekaan. B. Penjajahan bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan. C. Bangsa yang kuat boleh menjajah bangsa yang lemah. D. Hak orang lain perlu dihormati. 22. Cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam alinea kedua Pembukaan UUD 1945 adalah .... A. Merdeka B. Bersatu C. Berdaulat D. Menguasai bangsa lain 23. Pernyataan yang sesuai dengan makna alinea ketiga dan keempat Pembukaan UUD 1945 adalah .... A. Bangsa Indonesia bersyukur atas kemerdekaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. B. Alinea keempat memuat tujuan negara Indonesia. C. Rumusan Pancasila sebagai dasar negara terdapat dalam alinea keempat. D. Alinea ketiga berisi empat tujuan negara Indonesia. 24. Tindakan yang mendukung tujuan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa adalah .... A. Belajar dengan tekun. B. Membantu teman memahami pelajaran. C. Menghalangi teman untuk mengikuti kegiatan belajar. D. Memanfaatkan buku dan sumber belajar dengan baik.
25. Perilaku yang mencerminkan penerapan nilai Pembukaan UUD 1945 adalah .... A. Menghormati hak orang lain. B. Menjaga persatuan di tengah perbedaan. C. Menyelesaikan masalah dengan kekerasan. D. Membantu kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. 69 C. Benar atau Salah Petunjuk: Tuliskan Benar jika pernyataan tepat dan Salah jika pernyataan tidak tepat. 26. Pembukaan UUD 1945 terdiri atas empat alinea dan memuat rumusan Pancasila sebagai dasar negara. Jawaban: .................................... 27. Alinea pertama Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa penjajahan dapat dibenarkan jika dilakukan oleh bangsa yang kuat. Jawaban: .................................... 28. Alinea kedua Pembukaan UUD 1945 memuat cita-cita Indonesia untuk menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Jawaban: .................................... 29. Tujuan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa hanya menjadi tanggung jawab guru dan sekolah. Jawaban: .................................... 30. Menghormati hak orang lain, menjaga persatuan, dan belajar dengan tekun merupakan contoh tindakan yang sejalan dengan nilai-nilai Pembukaan UUD 1945. Jawaban: .................................... D. Isian Singkat Petunjuk: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat. 31.Hukum dasar tertulis negara Indonesia disebut .... 32.Pembukaan UUD 1945 terdiri atas .... alinea. 33.Kemerdekaan adalah hak ................... bangsa. 34.Penjajahan bertentangan dengan perikemanusiaan dan .... 35.Cita-cita bangsa Indonesia untuk dapat mengatur negara sendiri disebut .... 36.Alinea ketiga Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh atas berkat rahmat Allah Yang Maha .... 37.Salah satu tujuan negara Indonesia adalah memajukan ..................................... umum. 38.Rumusan Pancasila sebagai dasar negara tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea .... 39.Tujuan negara untuk meningkatkan pengetahuan rakyat disebut mencerdaskan kehidupan .... 40.Salah satu tindakan pelajar untuk mengisi kemerdekaan adalah belajar dengan .... E. Esai Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas. Sertakan alasan atau contoh jika diperlukan. 41.Jelaskan perbedaan isi pokok alinea pertama dan alinea kedua Pembukaan UUD 1945! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________
42.Sebutkan empat tujuan negara Indonesia yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Jelaskan secara singkat salah satunya! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 43.Seorang siswa dikucilkan oleh teman-temannya karena memiliki kebiasaan dan bahasa daerah yang berbeda. Jelaskan tindakan yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut berdasarkan nilai Pembukaan UUD 1945! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 44.Berikan tiga contoh tindakan yang dapat dilakukan pelajar untuk membantu mewujudkan tujuan negara Indonesia! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 45.Menurut pendapatmu, mengapa memahami makna Pembukaan UUD 1945 lebih penting daripada sekadar menghafalkan isinya? Jelaskan dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 70
BAB IV NORMA, HAK, DAN KEWAJIBAN SEBAGAI WARGA NEGARA 71 A. Mengenal Norma dan Jenis-Jenisnya Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu menjelaskan pengertian norma, mengenali jenis-jenis norma, dan memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 1. Norma Norma adalah aturan atau pedoman yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Norma membantu kita mengetahui tindakan yang baik, tindakan yang tidak boleh dilakukan, serta cara memperlakukan orang lain. Norma dapat ditemukan di rumah, sekolah, dan masyarakat. Contohnya, berbicara sopan kepada orang tua, menaati tata tertib sekolah, dan menjaga ketenangan lingkungan. Jika setiap orang mematuhi norma, kehidupan bersama akan lebih tertib, aman, dan nyaman. Sebaliknya, jika norma diabaikan, perselisihan dan ketidaknyamanan dapat terjadi. 2. Jenis-Jenis NormaDalam kehidupan masyarakat, terdapat empat jenis norma yang perlu kita kenali. a. Norma Agama Norma agama adalah aturan yang bersumber dari ajaran agama dan kepercayaan yang dianut seseorang. Norma ini mengajarkan manusia untuk menjalankan kebaikan dan menghindari perbuatan yang dilarang oleh agamanya. Contoh: Beribadah sesuai agama masing-masing. Berkata jujur. Menolong orang yang membutuhkan. Tidak mengambil barang milik orang lain.
c. Norma Kesopanan Norma kesopanan berasal dari kebiasaan dan tata krama yang berlaku dalam masyarakat. Norma ini membantu kita bersikap santun dan menghormati orang lain. Contoh: Mengucapkan salam ketika bertamu sesuai kebiasaan setempat. Berbicara dengan sopan. Mengantre dengan tertib. Menghormati orang yang sedang berbicara. Norma kesopanan dapat berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Karena itu, kita perlu menghargai kebiasaan yang berlaku selama tidak bertentangan dengan aturan dan hak orang lain. 72 b. Norma Kesusilaan Norma kesusilaan bersumber dari hati nurani manusia tentang baik dan buruknya suatu tindakan. Norma ini berkaitan dengan kejujuran, rasa bersalah ketika berbuat salah, dan dorongan untuk melakukan kebaikan. Contoh: Mengakui kesalahan meskipun tidak ada yang melihat. Tidak menyontek saat ujian. Berkata jujur kepada orang tua dan guru. Meminta maaf setelah melakukan kesalahan. d. Norma Hukum Norma hukum adalah aturan resmi yang dibuat atau ditetapkan oleh lembaga yang berwenang. Norma ini bersifat mengikat dan memiliki sanksi yang tegas bagi pelanggarnya sesuai ketentuan hukum. Contoh: Mematuhi peraturan lalu lintas. Tidak melakukan pencurian.
Jenis Norma Sumber Contoh Pelanggaran atau Akibat Agama Ajaran agama Melanggar ajaran agama dapat menimbulkan konsekuensi sesuai keyakinan yang dianut. Kesusilaan Hati nurani Merasa bersalah setelah berbohong atau menyontek. Kesopanan Kebiasaan dan tata krama masyarakat Mendapat teguran atau penilaian kurang baik dari orang lain. Hukum Aturan resmi dari lembaga berwenang Mendapat sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 73 Mematuhi peraturan yang berlaku di lingkungan masyarakat. Tidak merusak fasilitas umum. Norma hukum membantu menjaga ketertiban dan melindungi hak masyarakat. 3. Perbedaan Jenis NormaPerhatikan tabel berikut agar kamu lebih mudah membedakan keempat jenis norma.Satu tindakan dapat berkaitan dengan lebih dari satu norma. Misalnya, mengambil barang milik orang lain tanpa izin dapat bertentangan dengan ajaran agama, hati nurani, kesopanan, dan hukum, bergantung pada keadaan serta ketentuan yang berlaku. 4. Mengapa Norma Perlu Dipatuhi?Norma bukan sekadar aturan untuk membatasi perilaku. Norma membantu melindungi hak orang lain, mencegah perselisihan, dan menciptakan kehidupan yang tertib. Misalnya, siswa yang mengantre dengan tertib memberi kesempatan kepada semua teman untuk dilayani. Pengendara yang menaati aturan lalu lintas membantu menjaga keselamatan dirinya dan orang lain. Dengan mematuhi norma, kita belajar bertanggung jawab atas tindakan sendiri dan menghargai kehidupan bersama.
Lingkungan Contoh Hak Rumah Mendapat kasih sayang, perlindungan, makanan, dan kesempatan belajar. Sekolah Mendapat pelajaran, menggunakan fasilitas sekolah sesuai aturan, dan memperoleh perlakuan yang adil. Masyarakat Merasa aman, menggunakan fasilitas umum, dan menyampaikan pendapat dengan baik. Negara Mendapat perlindungan hukum dan kesempatan memperoleh pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. 74 B. Hak sebagai Warga Negara Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu menjelaskan pengertian hak serta mengidentifikasi contoh hak anak dan warga negara dalam kehidupan sehari-hari. 1. Hak Hak adalah sesuatu yang layak kita terima, miliki, atau dapatkan. Setiap orang mempunyai hak yang harus dihormati oleh orang lain. Hak memungkinkan kita hidup dengan aman, belajar, berkembang, dan memperoleh perlakuan yang adil. Sebagai anak sekaligus warga negara Indonesia, kita memiliki hak yang perlu dihormati di rumah, sekolah, masyarakat, dan negara. Hak setiap orang perlu dihormati. Contohnya, setiap siswa berhak menyampaikan pendapat saat berdiskusi. Namun, siswa lain juga memiliki hak yang sama. Karena itu, kita harus memberi kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk berbicara. 2. Contoh Hak dalam Kehidupan Sehari-hari 3. Hak Anak dan Hak Warga Negara Hak anak adalah hak yang dimiliki setiap anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Contohnya adalah hak mendapatkan identitas, pendidikan, perlindungan, kesehatan, dan kesempatan bermain.
75 Sebagai warga negara, kita juga memiliki hak yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan, seperti hak memperoleh pendidikan dan perlindungan hukum. Pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran dalam mendukung terpenuhinya hak anak. Walaupun memiliki hak, kita tidak boleh menggunakannya dengan cara merugikan orang lain. Misalnya, kita boleh bermain di halaman sekolah, tetapi tidak boleh mengganggu kelas lain yang sedang belajar. 4. Menghormati Hak Orang Lain Menghormati hak orang lain berarti memberi kesempatan kepada orang lain untuk mendapatkan haknya. Sikap ini dapat dilakukan melalui tindakan sederhana, seperti: Mendengarkan pendapat teman tanpa mengejek. Tidak mengambil barang milik orang lain tanpa izin. Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk belajar dan berpendapat. Menggunakan fasilitas umum secara bergantian. Tidak melakukan perundungan atau membeda-bedakan teman. Jika setiap orang menghormati hak sesamanya, kehidupan akan terasa lebih aman, adil, dan nyaman.
Lingkungan Contoh Kewajiban Rumah Membantu menjaga kebersihan rumah dan merapikan barang sendiri. Sekolah Menaati tata tertib, belajar dengan sungguh-sungguh, dan menjaga fasilitas sekolah. Masyarakat Menjaga kebersihan lingkungan, menghormati tetangga, dan ikut menjaga ketertiban. Negara Menaati peraturan perundang-undangan, menghormati hak orang lain, dan ikut menjaga persatuan bangsa. 76 C. Kewajiban sebagai Warga Negara Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu menjelaskan pengertian hak serta mengidentifikasi contoh hak anak dan wPeserta didik mampu menjelaskan pengertian kewajiban serta mengidentifikasi contoh kewajiban anak dan warga negara dalam kehidupan sehari- hari.arga negara dalam kehidupan sehari-hari. 1. Kewajiban Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Setiap orang memiliki kewajiban di rumah, sekolah, masyarakat, dan sebagai warga negara. Kewajiban perlu dilaksanakan agar kehidupan bersama berjalan dengan tertib dan nyaman. Contohnya, siswa berkewajiban menjaga kebersihan kelas agar lingkungan belajar tetap bersih dan sehat. Kewajiban harus dilakukan sesuai usia, kemampuan, dan aturan yang berlaku. Misalnya, anak dapat membantu pekerjaan rumah yang aman dan sesuai kemampuannya, tetapi tidak seharusnya dibebani pekerjaan yang membahayakan atau mengganggu pendidikannya. 2. Contoh Kewajiban dalam Kehidupan Sehari-hari
77 3. Melaksanakan Kewajiban dengan Tanggung Jawab Melaksanakan kewajiban bukan sekadar menyelesaikan tugas, tetapi juga melakukannya dengan sungguh-sungguh dan bersedia bertanggung jawab atas tindakan kita. Contohnya, ketika mendapat tugas piket, kita harus menjalankannya sesuai jadwal. Jika tidak dapat melaksanakan tugas, kita perlu menyampaikan alasannya dan mencari cara agar tugas tersebut tetap terselesaikan. Sikap bertanggung jawab dapat ditunjukkan dengan cara: Melaksanakan tugas tanpa harus selalu diingatkan. Menyelesaikan pekerjaan sesuai kesepakatan. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya. Menjaga barang milik bersama. Tidak melimpahkan tugas sendiri kepada orang lain. 4. Mengapa Kewajiban Perlu Dilaksanakan? Jika setiap orang mengabaikan kewajibannya, kehidupan bersama dapat terganggu. Kelas menjadi kotor jika siswa tidak melaksanakan piket. Lingkungan dapat mengalami banjir jika saluran air dipenuhi sampah. Fasilitas umum juga cepat rusak jika tidak dijaga. Sebaliknya, ketika setiap orang melaksanakan kewajibannya, pekerjaan menjadi lebih ringan, lingkungan lebih terawat, dan hubungan antarmanusia menjadi lebih baik.
Situasi Hak Kewajiban Belajar di kelas Mendapat kesempatan belajar dengan nyaman. Menjaga ketenangan dan menghormati teman. Menggunakan perpustakaan Membaca dan meminjam buku sesuai aturan. Menjaga buku dan mengembalikannya tepat waktu. Bermain bersama Mendapat kesempatan bermain. Mematuhi aturan permainan dan menghargai teman. 78 D. Menyeimbangkan Hak dan Kewajiban Sesuai Norma Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu menjelaskan pentingnya keseimbangan hak dan kewajiban serta memberikan contoh penerapannya sesuai norma dalam kehidupan sehari- hari. 1. Mengapa Hak dan Kewajiban Harus Seimbang? Hak adalah sesuatu yang layak kita terima, sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab. Keduanya perlu berjalan seimbang agar kehidupan bersama berlangsung tertib dan adil. Contohnya, setiap siswa berhak belajar dengan nyaman. Untuk mendukung hak tersebut, siswa berkewajiban menjaga ketenangan kelas, menaati aturan, dan menghormati teman yang sedang belajar. Menyeimbangkan hak dan kewajiban bukan berarti setiap hak harus dibalas dengan kewajiban yang sama besar. Artinya, kita perlu menghargai hak diri sendiri dan orang lain sekaligus melaksanakan kewajiban sesuai tanggung jawab kita. Norma membantu kita mengetahui perilaku yang baik dan perilaku yang perlu dihindari. Dengan mengikuti norma, kita dapat menggunakan hak secara bertanggung jawab tanpa merugikan orang lain. Perhatikan contoh berikut. 2. Menerapkan Hak dan Kewajiban Sesuai Norma
Situasi Hak Kewajiban Menyampaikan pendapat Mengungkapkan pendapat dengan baik. Mendengarkan pendapat orang lain dan tidak memaksakan kehendak. Menggunakan fasilitas umum Memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Menjaga kebersihan dan tidak merusaknya. 79 Contoh tersebut menunjukkan bahwa kita dapat menikmati hak dengan baik apabila setiap orang juga menjalankan kewajibannya. Jika seseorang hanya menuntut hak tanpa melaksanakan kewajibannya, orang lain dapat dirugikan. Sebaliknya, jika seseorang terus melaksanakan kewajiban tetapi haknya diabaikan, ia dapat mengalami perlakuan yang tidak adil. Misalnya, seorang siswa ingin kelasnya bersih, tetapi tidak mau melaksanakan piket. Sikap tersebut membuat teman-temannya menanggung pekerjaan lebih banyak. Sebaliknya, siswa yang sudah menjalankan piket juga berhak mendapatkan lingkungan belajar yang bersih dan nyaman. Karena itu, kita perlu melaksanakan kewajiban dengan tanggung jawab, menghormati hak orang lain, dan memastikan hak diri sendiri maupun orang lain diperlakukan secara adil. 3. Akibat Jika Hak dan Kewajiban Tidak Seimbang Keseimbangan hak dan kewajiban dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti: Melaksanakan tugas sebelum menikmati waktu bermain. Menggunakan fasilitas bersama tanpa merusaknya. Menyampaikan pendapat tanpa merendahkan orang lain. Menuntut perlakuan yang adil sekaligus memperlakukan orang lain secara adil. Menaati aturan yang berlaku dan mengingatkan teman dengan cara yang baik. Kebiasaan tersebut membantu kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mampu hidup bersama orang lain. 4. Membiasakan Sikap Seimbang
A. Pilihan Ganda Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 4 Nama: Kelas: Tanggal: Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. 1. Aturan yang menjadi pedoman perilaku manusia dalam kehidupan bersama disebut .... A. hak B. norma C. keinginan D. kebiasaan pribadi 2. Norma agama bersumber dari .... A. keputusan ketua kelas B. kebiasaan masyarakat C. ajaran agama D. peraturan permainan 3. Seorang siswa mengakui kesalahannya meskipun tidak ada orang yang melihat. Sikap tersebut menunjukkan kepatuhan terhadap norma .... A. hukum B. kesusilaan C. kesopanan D. permainan 4. Ketika bertamu, kita berbicara dengan sopan kepada tuan rumah. Perilaku tersebut merupakan contoh penerapan norma .... A. kesopanan B. hukum C. kesusilaan D. lalu lintas 5. Contoh penerapan norma hukum adalah .... A. membantu teman yang kesulitan B. mengucapkan salam sesuai kebiasaan C. menaati peraturan lalu lintas D. merasa bersalah setelah berbohong 6. Salah satu tujuan adanya norma dalam masyarakat adalah .... A. membatasi semua kegiatan masyarakat B. membuat setiap orang memiliki keinginan yang sama C. menciptakan kehidupan yang tertib dan teratur D. memberikan kebebasan tanpa batas 7. Sesuatu yang layak diterima atau diperoleh seseorang disebut .... A. kewajiban B. hukuman C. larangan D. hak 8. Berikut ini yang merupakan hak siswa di sekolah adalah .... A. menjaga kebersihan kelas B. memperoleh kesempatan belajar C. melaksanakan tugas piket D. menaati tata tertib 80
9. Contoh hak anak di lingkungan keluarga adalah .... A. mendapatkan kasih sayang dan perlindungan B. mengabaikan nasihat orang tua C. menggunakan barang milik saudara tanpa izin D. menyerahkan seluruh pekerjaan rumah kepada orang tua 10. Hak untuk memperoleh pendidikan merupakan salah satu hak yang dimiliki .... A. orang yang tinggal di kota saja B. siswa yang memperoleh nilai tinggi saja C. setiap anak sesuai ketentuan yang berlaku D. orang yang mampu membayar biaya pendidikan saja 11. Sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab disebut .... A. hak B. kewajiban C. keinginan D. penghargaan 12. Berikut ini yang merupakan kewajiban siswa adalah .... A. mendapatkan penjelasan dari guru B. memperoleh perlakuan yang adil C. menggunakan fasilitas sekolah D. menaati tata tertib sekolah 13. Warga masyarakat bekerja sama membersihkan saluran air agar tidak tersumbat. Kegiatan tersebut menunjukkan pelaksanaan kewajiban untuk .... A. menjaga kebersihan lingkungan B. mendapatkan hadiah dari tetangga C. menggunakan fasilitas pribadi D. menghindari kegiatan bersama 14. Deni menggunakan buku perpustakaan, tetapi ia sengaja merusaknya. Tindakan Deni menunjukkan bahwa ia .... A. telah menggunakan hak secara bertanggung jawab B. telah melaksanakan semua kewajibannya C. tidak menghargai fasilitas bersama D. telah membantu menjaga perpustakaan 15. Saat berdiskusi, setiap siswa berhak menyampaikan pendapat. Agar hak tersebut dapat dinikmati bersama, siswa juga berkewajiban .... A. memaksakan pendapatnya B. mendengarkan pendapat orang lain C. menolak pendapat yang berbeda D. berbicara lebih lama daripada teman lain 16. Riko ingin bermain di lapangan sekolah, tetapi ia tidak mau mengikuti jadwal yang telah disepakati. Sikap Riko menunjukkan bahwa ia .... A. menghormati hak semua siswa B. menjalankan kewajiban dengan baik C. mengutamakan kepentingan bersama D. mengabaikan aturan dan hak orang lain 17. Ketika seseorang hanya menuntut hak tanpa melaksanakan kewajibannya, akibat yang mungkin terjadi adalah .... A. semua pekerjaan menjadi lebih ringan B. kehidupan bersama menjadi lebih tertib C. orang lain dapat dirugikan D. semua orang memperoleh perlakuan yang adil 81
18. Contoh sikap bertanggung jawab terhadap kewajiban adalah .... A. menyelesaikan tugas sesuai kesepakatan B. meninggalkan tugas piket untuk bermain C. menyalahkan teman atas kesalahan sendiri D. menggunakan fasilitas umum tanpa menjaganya 19. Seorang siswa melihat temannya mengejek siswa lain karena perbedaan pendapat. Tindakan yang tepat adalah .... A. ikut mengejek agar diterima dalam kelompok B. membiarkan karena bukan urusannya C. menyebarkan ejekan tersebut kepada teman lain D. mengingatkan dengan baik dan menghargai perbedaan 20. Perilaku yang menunjukkan keseimbangan hak dan kewajiban adalah .... A. menuntut kelas bersih, tetapi tidak mau piket B. menggunakan fasilitas bersama dan ikut menjaganya C. meminta didengarkan, tetapi selalu memotong pembicaraan D. ingin mendapat nilai kelompok tanpa mengerjakan tugas 82 B. Pilihan Ganda Kompleks Petunjuk: Pilihlah semua jawaban yang benar. Setiap soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar. 21. Perilaku yang menunjukkan penerapan norma dalam kehidupan sehari-hari adalah .... A. beribadah sesuai ajaran agama B. mengakui kesalahan dengan jujur C. menyerobot antrean karena terburu-buru D. menaati peraturan lalu lintas 22. Yang termasuk hak anak adalah .... A. memperoleh pendidikan B. mendapatkan perlindungan C. merusak fasilitas umum D. memperoleh kasih sayang 23. Contoh kewajiban siswa di sekolah adalah .... A. menjaga kebersihan kelas B. menaati tata tertib sekolah C. mendapatkan penjelasan dari guru D. menjaga fasilitas sekolah 24. Tindakan yang menunjukkan penghormatan terhadap hak orang lain adalah .... A. mendengarkan teman yang sedang berbicara B. memberi kesempatan kepada teman menyampaikan pendapat C. mengambil barang teman tanpa izin D. tidak membeda-bedakan teman saat bekerja kelompok 25. Perilaku yang mencerminkan keseimbangan hak dan kewajiban adalah .... A. menggunakan perpustakaan sekaligus menjaga buku B. ingin bermain di lapangan dengan mengikuti jadwal bersama C. menuntut lingkungan bersih tetapi membuang sampah sembarangan D. menyampaikan pendapat sekaligus menghargai pendapat orang lain C. Benar atau Salah Petunjuk: Tuliskan Benar jika pernyataan tepat dan Salah jika pernyataan tidak tepat.
D. Isian Singkat 31.Aturan yang menjadi pedoman perilaku manusia disebut .... 32.Norma yang bersumber dari ajaran agama disebut norma .... 33.Sesuatu yang layak diterima atau diperoleh seseorang disebut .... 34.Sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab disebut .... 35.Mendapatkan kesempatan belajar merupakan salah satu .............................. siswa di sekolah. 36.Menjaga kebersihan kelas sesuai jadwal piket merupakan contoh .............................. siswa. 37.Hak anak untuk memperoleh perlindungan bertujuan agar anak terhindar dari tindakan yang membahayakan dan .... 38.Saat menggunakan buku perpustakaan, siswa berkewajiban menjaga buku dan .................. sesuai ketentuan. 39.Menghormati hak orang lain dapat dilakukan dengan mendengarkan pendapatnya tanpa .... 40.Hak dan kewajiban perlu dilaksanakan secara seimbang agar tercipta kehidupan yang tertib dan .... E. Esai 26.Norma merupakan pedoman perilaku yang membantu menciptakan kehidupan tertib. 27.Norma kesopanan selalu sama persis di setiap daerah dan kebudayaan. 28.Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan perlindungan. 29.Kewajiban hanya dimiliki oleh orang dewasa, sedangkan anak tidak memiliki kewajiban. 30.Menghormati hak orang lain merupakan bagian penting dalam kehidupan bersama. 83 Petunjuk: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat! Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas menggunakan kalimat sendiri! 41.Jelaskan pengertian norma dan sebutkan empat jenis norma yang dipelajari dalam BAB IV! 42.Jelaskan perbedaan hak dan kewajiban. Berikan masing-masing dua contoh penerapannya di sekolah! 43.Mengapa setiap orang perlu menaati norma dalam kehidupan bermasyarakat? Jelaskan disertai satu contoh! 44.Dalam kegiatan kerja kelompok, beberapa siswa mengerjakan tugas, sedangkan siswa lainnya hanya ingin mendapatkan nilai tanpa membantu. Menurut pendapatmu, apa masalah yang terjadi dan bagaimana cara menyelesaikannya secara adil? 45.Tuliskan tiga contoh tindakan yang menunjukkan keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari. Jelaskan manfaat dari setiap tindakan tersebut!
Bentuk Keragaman Contoh Bahasa daerah Bahasa Sunda, Jawa, Batak, dan Bugis. Pakaian adat Baju Bodo dari Sulawesi Selatan dan pakaian adat Ulee Balang dari Aceh. Rumah adat Rumah Gadang dari Sumatra Barat dan Rumah Tongkonan dari Sulawesi Selatan. Tarian daerah Tari Jaipong dari Jawa Barat dan Tari Saman dari Aceh. Alat musik tradisional Angklung dari Jawa Barat dan Sasando dari Nusa Tenggara Timur. BAB V KERAGAMAN BUDAYA DALAM SEMANGAT BHINNEKA TUNGGAL IKA 84 A. Mengenal Keragaman Budaya di Lingkungan Sekitar Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk keragaman budaya di lingkungan sekitar serta menunjukkan sikap menghargai perbedaan budaya. 1. Keragaman Budaya Indonesia memiliki banyak suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap suku memiliki kebiasaan, bahasa daerah, kesenian, pakaian adat, makanan khas, dan tradisi yang dapat berbeda dengan suku lainnya. Perbedaan tersebut disebut keragaman budaya. Keragaman budaya merupakan kekayaan bangsa yang terbentuk dari kehidupan masyarakat, kebiasaan turun- temurun, serta kondisi lingkungan yang beragam. Keragaman dapat kita temukan di lingkungan tempat tinggal, sekolah, maupun dalam kehidupan masyarakat Indonesia secara luas. 2. Bentuk-Bentuk Keragaman Budaya Keragaman budaya Indonesia dapat dilihat melalui berbagai bentuk berikut.
Bentuk Keragaman Contoh Makanan khas Pempek dari Sumatra Selatan dan Gudeg dari Yogyakarta. Tradisi daerah Sekaten di Yogyakarta dan Ngaben di Bali. 85 Contoh tersebut menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki ciri khas budaya. Satu daerah juga dapat memiliki lebih dari satu bahasa, kesenian, atau tradisi. 3. Mengapa Budaya di Indonesia Beragam? Keragaman budaya Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain: Wilayah yang luas dan berbentuk kepulauan. Pulau-pulau yang terpisah membuat masyarakat mengembangkan kebiasaan dan budaya yang beragam. Perbedaan kondisi alam. Lingkungan tempat tinggal memengaruhi cara masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dan membangun kebiasaan. Sejarah dan interaksi masyarakat. Hubungan antardaerah serta interaksi dengan bangsa lain turut memengaruhi perkembangan budaya. Kebiasaan turun-temurun. Nilai, tradisi, dan keterampilan diwariskan dari generasi ke generasi. Karena faktor-faktor tersebut, budaya setiap daerah memiliki ciri khas yang menarik untuk dipelajari. 4. Sikap Menghargai Keragaman Budaya Keragaman budaya perlu disikapi dengan rasa hormat. Kita tidak boleh menganggap budaya sendiri paling baik atau merendahkan budaya orang lain. Sikap menghargai keragaman dapat dilakukan dengan cara: Mau mengenal dan mempelajari budaya daerah lain. Tidak mengejek bahasa, pakaian, makanan, atau tradisi daerah lain. Menghormati teman yang memiliki kebiasaan budaya berbeda. Mengikuti kegiatan budaya dengan tertib dan sopan. Menjaga kesenian serta tradisi daerah agar tetap dikenal generasi berikutnya. Dengan mengenal budaya yang beragam, kita dapat memperluas pengetahuan dan belajar menghargai pengalaman hidup orang lain.
No. Bentuk Budaya Nama atau Contoh Budaya Asal Daerah 1 Bahasa daerah ... ... 2 Makanan khas ... ... 3 Kesenian atau tarian ... ... 4 Pakaian atau rumah adat ... ... 5 Tradisi masyarakat ... ... 86 Ayo, Berlatih! Amati budaya yang ada di lingkungan tempat tinggal atau sekolahmu. Kamu juga boleh bertanya kepada orang tua, guru, atau tokoh masyarakat. Lengkapilah tabel berikut. Setelah mengisi tabel, jawablah pertanyaan berikut. 1.Budaya apa yang paling sering kamu temui di lingkungan tempat tinggalmu? 2.Apakah kamu pernah mengenal budaya dari daerah lain? Sebutkan contohnya. 3.Mengapa kita tidak boleh mengejek budaya daerah lain? 4.Apa yang dapat kamu lakukan untuk membantu melestarikan budaya daerah? Rangkuman Keragaman budaya adalah perbedaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat, seperti bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian, makanan khas, dan tradisi. Keragaman tersebut dipengaruhi oleh luas wilayah, kondisi alam, sejarah, interaksi masyarakat, dan kebiasaan turun-temurun. Setiap budaya perlu dihargai dan dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. Refleksi Diri Tuliskan satu budaya dari daerahmu yang kamu banggakan dan satu tindakan yang dapat kamu lakukan untuk mengenalkan atau melestarikannya.
Lingkungan Contoh Perilaku Rumah Menghormati anggota keluarga yang memiliki pendapat berbeda. 87 B. Bhinneka Tunggal Ika sebagai Pemersatu Bangsa Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika dan menunjukkan contoh perilaku yang mencerminkan persatuan dalam keberagaman. 1. Makna Bhinneka Tunggal Ika Indonesia terdiri atas masyarakat dengan beragam suku, bahasa, agama, adat istiadat, dan budaya. Meskipun berbeda-beda, seluruh masyarakat Indonesia merupakan bagian dari satu bangsa. Untuk menggambarkan persatuan tersebut, Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan. Sebaliknya, kita perlu menghormati perbedaan dan bekerja sama untuk menjaga persatuan. Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi semboyan pada lambang negara Garuda Pancasila. 2. Mengapa Persatuan dalam Keberagaman Penting? Setiap orang memiliki latar belakang dan kebiasaan yang mungkin berbeda. Jika perbedaan tidak dihargai, dapat muncul pertengkaran, prasangka, dan perpecahan. Sebaliknya, sikap saling menghormati membuat masyarakat dapat hidup berdampingan dengan damai. Persatuan juga memungkinkan orang-orang dengan kemampuan dan pengalaman berbeda untuk bekerja sama mencapai tujuan bersama. Contohnya, saat mengerjakan tugas kelompok, siswa mungkin memiliki bahasa daerah, kebiasaan, atau pendapat yang berbeda. Namun, semua anggota tetap dapat bekerja sama, membagi tugas, dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik. 3. Contoh Perilaku yang Mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika Nilai Bhinneka Tunggal Ika dapat diterapkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Lingkungan Contoh Perilaku Sekolah Berteman tanpa membeda-bedakan asal daerah atau latar belakang. Masyarakat Bekerja sama dalam kegiatan lingkungan meskipun berbeda kebiasaan. Kehidupan berbangsa Menghargai kebudayaan daerah lain dan menjaga persatuan Indonesia. 88 4. Menjaga Persatuan Saat Menghadapi Perbedaan Menghargai perbedaan bukan berarti harus mengikuti semua kebiasaan orang lain. Kita tetap boleh memiliki keyakinan, pendapat, dan budaya sendiri, sambil menghormati hak orang lain untuk memiliki perbedaan. Perbedaan pendapat terkadang menimbulkan perselisihan. Hal tersebut dapat diatasi jika kita bersedia mendengarkan, berdiskusi, dan mencari jalan keluar bersama. Beberapa sikap yang dapat dilakukan untuk menjaga persatuan adalah: Tidak mengejek atau merendahkan budaya orang lain. Mendengarkan pendapat yang berbeda dengan sikap terbuka. Menyelesaikan perselisihan melalui musyawarah. Mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Bekerja sama tanpa membeda-bedakan teman. Dengan sikap tersebut, perbedaan dapat menjadi kesempatan untuk saling belajar, bukan sumber perpecahan. Ayo, Berlatih! Bacalah cerita berikut. Kelas VI akan mengadakan kegiatan pentas budaya. Setiap kelompok diminta menampilkan salah satu kesenian daerah. Dalam sebuah kelompok, beberapa siswa ingin menampilkan tarian daerah tertentu, sedangkan siswa lainnya mengusulkan kesenian yang berbeda. Mereka mulai berdebat dan saling mengejek pilihan masing-masing.
89 Jawablah pertanyaan berikut! 1.Apa masalah yang terjadi dalam kelompok tersebut? 2.Mengapa perilaku saling mengejek tidak sesuai dengan makna Bhinneka Tunggal Ika? 3.Bagaimana cara kelompok tersebut menentukan penampilan yang disepakati bersama? 4.Tuliskan dua tindakan yang dapat dilakukan agar semua anggota merasa dihargai. 5.Apa manfaat sikap menghargai perbedaan bagi persatuan kelas? Rangkuman Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini mengajarkan masyarakat Indonesia untuk menghormati perbedaan dan menjaga persatuan. Sikap tersebut dapat diterapkan dengan berteman tanpa membeda- bedakan, bermusyawarah, bekerja sama, dan tidak merendahkan budaya orang lain. Refleksi Diri Pernahkah kamu bekerja sama dengan teman yang memiliki kebiasaan atau pendapat berbeda? Ceritakan bagaimana kamu menghargai perbedaan tersebut dan apa yang kamu pelajari dari pengalaman itu.
Lingkungan Contoh Perilaku Mempelajari budaya daerah Mengenal tarian, lagu daerah, bahasa daerah, dan cerita rakyat. Mengikuti kegiatan seni Berlatih memainkan angklung, menari, atau memainkan alat musik tradisional. Menggunakan bahasa daerah Menggunakan bahasa daerah secara tepat saat berkomunikasi dengan keluarga atau masyarakat. Mengikuti tradisi daerah Berpartisipasi dalam kegiatan adat sesuai aturan dan menghormati masyarakat setempat. Mengenalkan budaya melalui media Membuat poster, video, atau tulisan tentang budaya daerah dengan informasi yang benar. Mengunjungi tempat budaya Mengunjungi museum atau tempat bersejarah untuk mempelajari warisan budaya. 90 C. Bentuk Kegiatan Pelestarian Keragaman Budaya Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk kegiatan pelestarian keragaman budaya dan menjelaskan cara berpartisipasi dalam melestarikan budaya di lingkungan sekitar. 1. Mengapa Budaya Perlu Dilestarikan? Budaya merupakan bagian dari identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya mengandung nilai, pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan yang mencerminkan kehidupan masyarakat. Namun, sebagian budaya dapat semakin jarang dikenal jika tidak dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, pelestarian budaya perlu dilakukan agar kekayaan budaya Indonesia tetap dikenal dan dihargai. Melestarikan budaya bukan berarti menolak perkembangan zaman. Kita tetap dapat memanfaatkan teknologi modern untuk mengenalkan budaya dengan cara yang menarik dan sesuai kebutuhan masa kini. 2. Bentuk-Bentuk Kegiatan Pelestarian Budaya Pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.
91 Kegiatan pelestarian tidak harus besar atau membutuhkan biaya mahal. Mengenal cerita rakyat dari orang tua, mempelajari lagu daerah, dan menghargai kesenian tradisional juga merupakan bentuk kepedulian terhadap budaya. 3. Peran Siswa dalam Melestarikan Budaya Siswa dapat ikut melestarikan budaya melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain: Mempelajari salah satu kesenian atau tradisi daerah. Bertanya kepada orang tua atau tokoh masyarakat tentang budaya setempat. Mengikuti kegiatan seni dan budaya di sekolah. Membuat karya sederhana yang mengenalkan budaya daerah. Mengajak teman untuk mengenal budaya tanpa merendahkan budaya lain. Saat mengenalkan budaya melalui internet atau media sosial, kita perlu memastikan informasi yang dibagikan benar dan tidak menggunakan karya orang lain tanpa izin. 4. Pelestarian Budaya sebagai Tanggung Jawab Bersama Pelestarian budaya bukan hanya tugas seniman atau tokoh adat. Keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan generasi muda dapat berperan sesuai kemampuan masing-masing. Keluarga dapat mewariskan bahasa dan tradisi kepada anak. Sekolah dapat mengadakan kegiatan seni daerah. Masyarakat dapat menyelenggarakan pertunjukan budaya, sedangkan generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan budaya kepada khalayak yang lebih luas. Jika dilakukan bersama-sama, upaya tersebut dapat membantu menjaga keberadaan budaya sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap kekayaan bangsa Indonesia.
92 Ayo, Berlatih! Perhatikan situasi berikut. Situasi: Sekolahmu akan mengadakan kegiatan untuk mengenalkan budaya daerah. Setiap kelompok diminta memilih satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh siswa dengan biaya sederhana. Jawablah pertanyaan berikut. 1.Mengapa budaya daerah perlu dilestarikan? 2.Sebutkan tiga kegiatan yang dapat dilakukan siswa untuk mengenalkan budaya daerah. 3.Jika kelompokmu memilih membuat poster budaya, informasi apa saja yang perlu dicantumkan? 4.Bagaimana cara memastikan informasi budaya yang kalian sampaikan benar? 5.Pilih satu budaya dari daerahmu. Jelaskan kegiatan sederhana yang dapat dilakukan untuk melestarikannya. Rangkuman Pelestarian budaya adalah upaya menjaga agar budaya tetap dikenal, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kegiatannya dapat berupa mempelajari kesenian daerah, menggunakan bahasa daerah, mengikuti tradisi, mengunjungi tempat budaya, serta mengenalkan budaya melalui media. Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari tindakan sederhana. Refleksi Diri Budaya apa yang ingin kamu pelajari lebih dalam? Tuliskan satu kegiatan yang akan kamu lakukan untuk mengenal atau melestarikan budaya tersebut.
Aspek Pengamatan Contoh Hasil Pengamatan Nama kegiatan Latihan tari Jaipong Tempat kegiatan Sanggar seni Pelaksana Pelatih dan anak-anak peserta sanggar Tujuan Mengenalkan dan melatih tarian tradisional Manfaat Menambah pengetahuan dan keterampilan seni daerah 93 D. Mengidentifikasi dan Melaporkan Kegiatan Pelestarian Budaya Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu mengidentifikasi kegiatan pelestarian budaya di lingkungan sekitar serta menyajikan hasil pengamatannya dalam bentuk laporan sederhana. 1. Mengamati Kegiatan Pelestarian Budaya Kegiatan pelestarian budaya dapat ditemukan di rumah, sekolah, dan masyarakat. Contohnya adalah latihan tarian daerah, pertunjukan musik tradisional, penggunaan bahasa daerah, pembuatan kerajinan tradisional, dan penyelenggaraan acara adat. Untuk mengetahui kegiatan pelestarian budaya, kita dapat melakukan pengamatan secara langsung, membaca sumber informasi yang tepercaya, atau bertanya kepada orang tua, guru, dan tokoh masyarakat. Saat melakukan pengamatan, kita perlu memperhatikan jenis kegiatan, pelaksana, tujuan, serta manfaatnya bagi masyarakat. 2. Mengidentifikasi Kegiatan Pelestarian Budaya Mengidentifikasi berarti mengenali dan mencatat informasi penting tentang suatu kegiatan. Informasi tersebut membantu kita memahami bagaimana budaya dijaga agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya. Contoh tersebut merupakan gambaran hasil pengamatan. Kegiatan yang sebenarnya dapat berbeda sesuai dengan budaya dan kondisi lingkungan masing- masing.
94 3. Menyusun Laporan Hasil Pengamatan Setelah mengamati suatu kegiatan, kita dapat menyusun laporan sederhana. Laporan harus memuat informasi yang jelas dan sesuai dengan hasil pengamatan. Langkah-langkah menyusun laporan adalah: 1.Menentukan objek pengamatan. Pilih kegiatan pelestarian budaya yang ingin diketahui. 2.Mengumpulkan informasi. Amati kegiatan atau tanyakan informasi kepada narasumber. 3.Mencatat hasil pengamatan. Tuliskan nama kegiatan, tempat, pelaksana, tujuan, dan manfaatnya. 4.Menyusun laporan. Uraikan informasi dengan bahasa yang jelas dan runtut. 5.Memeriksa laporan. Pastikan informasi sesuai fakta dan tidak dibuat-buat. Laporan dapat disajikan dalam bentuk tulisan, tabel, poster, atau presentasi sederhana. 4. Menyampaikan Hasil Pengamatan Hasil pengamatan dapat dibagikan kepada teman sekelas agar semakin banyak siswa mengenal budaya di lingkungan sekitar. Saat menyampaikan laporan, gunakan bahasa yang santun, jelaskan informasi secara runtut, dan berikan kesempatan kepada teman untuk bertanya. Hargai juga hasil pengamatan teman meskipun budaya yang dibahas berbeda. Dengan kegiatan ini, siswa dapat belajar mengenal budaya sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestariannya.Ayo, Berlatih! Lakukan pengamatan sederhana terhadap satu kegiatan pelestarian budaya di lingkungan rumah, sekolah, atau masyarakat. Jika tidak menemukan kegiatan secara langsung, kamu dapat mencari informasi melalui sumber tepercaya atau melakukan wawancara. Lengkapilah tabel berikut berdasarkan informasi yang kamu peroleh.
No Aspek Pengamatan Hasil Pengamatan 1 Nama kegiatan 2 Jenis budaya yang dilestarikan 3 Tempat kegiatan 4 Orang yang terlibat 5 Tujuan kegiatan 6 Manfaat kegiatan 95 Setelah mengisi tabel, susunlah laporan singkat sebanyak satu atau dua paragraf berdasarkan hasil pengamatanmu. Jawablah pertanyaan berikut. 1.Kegiatan pelestarian budaya apa yang kamu amati? 2.Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut? 3.Apa manfaat kegiatan itu bagi masyarakat? 4.Apa yang dapat dilakukan siswa untuk mendukung kegiatan tersebut? 5.Mengapa laporan hasil pengamatan harus dibuat berdasarkan informasi yang benar? Rangkuman Kegiatan pelestarian budaya dapat diamati di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat. Hasil pengamatan dapat digunakan untuk mengenali jenis kegiatan, pelaksana, tujuan, dan manfaatnya. Informasi tersebut kemudian disusun menjadi laporan sederhana yang jelas dan sesuai fakta. Melalui kegiatan pengamatan dan pelaporan, kita dapat mengenal budaya sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestariannya. Refleksi Diri Budaya apa yang kamu temukan melalui kegiatan pengamatan? Tuliskan satu hal baru yang kamu pelajari dan satu tindakan yang dapat kamu lakukan untuk membantu melestarikannya.
A. Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 5 Nama: Kelas: Tanggal: 1. Keragaman budaya adalah .... A. perbedaan budaya yang dimiliki masyarakat B. persamaan seluruh kebiasaan masyarakat C. aturan yang harus dipatuhi oleh semua orang D. kegiatan yang hanya dilakukan oleh kelompok tertentu 2. Berikut ini yang merupakan contoh keragaman bahasa daerah di Indonesia adalah .... A. bahasa Indonesia dan bahasa Inggris B. bahasa Sunda, bahasa Jawa, dan bahasa Bugis C. bahasa resmi dan bahasa isyarat internasional D. bahasa tulis dan bahasa gambar 3. Angklung merupakan alat musik tradisional yang berasal dari .... A. Sumatra Barat B. Sulawesi Selatan C. Jawa Barat D. Nusa Tenggara Timur 4. Rumah Gadang merupakan salah satu rumah adat yang berasal dari .... A. Aceh B. Sumatra Barat C. Kalimantan Timur D. Papua 5. Salah satu faktor yang menyebabkan keragaman budaya di Indonesia adalah .... A. seluruh wilayah memiliki kondisi alam yang sama B. semua masyarakat memiliki kebiasaan yang seragam C. masyarakat hanya berinteraksi dengan kelompoknya sendiri D. wilayah Indonesia yang luas dan berbentuk kepulauan 6. Sikap yang tepat ketika teman menggunakan bahasa daerah yang berbeda dengan bahasa daerah kita adalah .... A. mengejek cara bicaranya B. meminta teman berhenti menggunakan bahasa daerahnya C. menghargai perbedaan dan berusaha memahaminya D. menganggap bahasa daerah sendiri paling baik 7. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti .... A. bersatu karena memiliki budaya yang sama B. berbeda-beda tetapi tetap satu C. setiap daerah harus memiliki kebiasaan yang sama D. perbedaan harus dihilangkan untuk mencapai persatuan 8. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika terdapat pada lambang negara .... A. Garuda Pancasila B. bendera Merah Putih C. peta Indonesia D. teks Proklamasi 96
9. Perilaku yang mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika di sekolah adalah .... A. memilih teman hanya dari daerah yang sama B. menolak bekerja kelompok dengan teman yang berbeda kebiasaan C. menganggap kesenian daerah lain tidak menarik D. bekerja sama tanpa membeda-bedakan latar belakang teman 10. Ketika anggota kelompok memiliki usulan pertunjukan budaya yang berbeda, tindakan terbaik adalah .... A. mengikuti pendapat siswa yang paling keras berbicara B. membatalkan seluruh kegiatan C. berdiskusi dan menentukan pilihan bersama D. membiarkan setiap anggota bekerja sendiri 11. Salah satu alasan budaya perlu dilestarikan adalah .... A. agar semua daerah memiliki budaya yang sama B. agar warisan budaya tetap dikenal oleh generasi berikutnya C. agar budaya baru tidak boleh berkembang D. agar masyarakat tidak perlu mengenal budaya lain 12. Berikut ini yang termasuk kegiatan pelestarian budaya adalah .... A. mempelajari tarian tradisional daerah B. merusak alat musik tradisional C. mengejek tradisi masyarakat lain D. melarang anak-anak mengenal cerita rakyat 13. Contoh pemanfaatan teknologi untuk melestarikan budaya adalah .... A. menyebarkan informasi budaya tanpa memeriksa kebenarannya B. mengubah informasi budaya agar lebih menarik meskipun tidak benar C. mengunggah karya orang lain tanpa izin D. membuat video yang mengenalkan kesenian daerah dengan informasi yang benar 14. Pihak yang bertanggung jawab melestarikan budaya adalah .... A. seniman saja B. pemerintah saja C. seluruh masyarakat sesuai peran masing-masing D. orang yang tinggal di daerah asal budaya saja 15. Kegiatan yang dapat dilakukan siswa untuk mengenal budaya di lingkungan sekitar adalah .... A. menghindari kegiatan budaya di masyarakat B. bertanya kepada orang tua atau tokoh masyarakat tentang tradisi setempat C. menganggap budaya setempat tidak penting D. menolak mempelajari bahasa daerah 16. Mengidentifikasi kegiatan pelestarian budaya berarti .... A. mengenali dan mencatat informasi penting tentang kegiatan tersebut B. mengubah kegiatan budaya sesuai keinginan sendiri C. menentukan budaya yang paling unggul D. menilai budaya lain berdasarkan kesukaan pribadi 17. Saat mengamati kegiatan pelestarian budaya, informasi yang perlu dicatat adalah .... A. nama kegiatan dan jumlah penonton saja B. pendapat pribadi tanpa bukti C. nama kegiatan, pelaksana, tujuan, dan manfaatnya D. nama orang yang paling terkenal di daerah tersebut saja 18. Sumber informasi yang tepat untuk mengetahui tradisi masyarakat setempat adalah .... A. kabar yang belum diketahui kebenarannya B. komentar anonim yang tidak memiliki bukti C. cerita yang sengaja diubah agar menarik D. wawancara dengan tokoh masyarakat atau sumber tepercaya 97
19. Laporan hasil pengamatan budaya harus disusun berdasarkan .... A. dugaan pribadi B. informasi yang diperoleh dan dapat dipertanggungjawabkan C. cerita yang paling menarik meskipun tidak benar D. keinginan agar laporan terlihat panjang 20. Saat mempresentasikan laporan kegiatan pelestarian budaya, sikap yang tepat adalah .... A. menyampaikan informasi secara jelas dan menghargai pertanyaan teman B. menolak semua pertanyaan dari teman C. merendahkan budaya yang berbeda dari hasil pengamatan D. menambahkan informasi yang tidak ditemukan agar laporan menarik 98 B. Pilihan Ganda Kompleks Petunjuk: Pilihlah semua jawaban yang benar. Setiap soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar. 21. Berikut ini yang termasuk bentuk keragaman budaya Indonesia adalah .... A. bahasa daerah B. rumah adat C. tarian tradisional D. bentuk awan di langit 22. Perilaku yang mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika adalah .... A. menghormati teman yang memiliki kebiasaan berbeda B. bekerja sama tanpa membeda-bedakan asal daerah C. memaksakan budaya sendiri kepada orang lain D. menyelesaikan perbedaan pendapat melalui musyawarah 23. Kegiatan yang dapat membantu melestarikan budaya adalah .... A. mempelajari lagu daerah B. mengikuti latihan kesenian tradisional C. membuat poster tentang budaya dengan informasi yang benar D. merusak benda bersejarah karena dianggap sudah kuno 24. Informasi yang sebaiknya dicatat saat mengamati kegiatan pelestarian budaya adalah .... A. nama kegiatan B. tujuan kegiatan C. pihak yang terlibat D. dugaan pribadi yang belum diperiksa kebenarannya 25. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menyusun dan menyampaikan laporan hasil pengamatan budaya adalah .... A. menggunakan informasi sesuai fakta B. menyusun informasi secara jelas dan runtut C. mencantumkan informasi yang dibuat-buat agar laporan lebih menarik D. menyampaikan hasil laporan dengan bahasa yang santun C. Benar atau Salah Petunjuk: Tuliskan Benar jika pernyataan tepat dan Salah jika pernyataan tidak tepat. 26.Keragaman budaya Indonesia antara lain dipengaruhi oleh kondisi wilayah, sejarah, dan kebiasaan masyarakat. 27.Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan bahwa seluruh masyarakat Indonesia harus memiliki budaya yang sama.
28.Mempelajari tarian daerah dan cerita rakyat dapat menjadi bentuk pelestarian budaya. 29.Pelestarian budaya hanya dapat dilakukan oleh orang dewasa dan seniman profesional. 30.Laporan hasil pengamatan harus memuat informasi yang sesuai dengan hasil pengamatan atau sumber yang tepercaya. 99 D. Isian Singkat Petunjuk: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat! 31.Perbedaan bahasa daerah, pakaian adat, tarian, dan tradisi masyarakat disebut .... 32.Semboyan bangsa Indonesia yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu adalah .... 33.Angklung merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Provinsi .... 34.Tari Saman berasal dari Provinsi .... 35.Upaya menjaga agar budaya tetap dikenal, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya disebut .... 36.Salah satu cara mengenalkan budaya daerah melalui teknologi adalah membuat video atau .... 37.Orang yang memberikan informasi dalam kegiatan wawancara disebut .... 38.Kegiatan mengenali dan mencatat informasi penting tentang suatu kegiatan disebut .... 39.Informasi dalam laporan hasil pengamatan harus sesuai dengan .... 40.Setelah laporan selesai disusun, kita perlu memeriksa kembali isi dan ketepatan informasi sebelum .... E. Esai Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas menggunakan kalimat sendiri! 41.Jelaskan pengertian keragaman budaya dan sebutkan empat bentuk keragaman budaya yang kamu ketahui beserta masing-masing satu contohnya! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 42.Apa makna Bhinneka Tunggal Ika? Jelaskan tiga contoh perilaku yang mencerminkan semboyan tersebut di lingkungan sekolah atau masyarakat! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 43.Mengapa budaya perlu dilestarikan? Sebutkan tiga kegiatan yang dapat dilakukan siswa untuk membantu melestarikan budaya daerah!
100 44.Kamu diminta mengamati kegiatan pelestarian budaya di lingkungan tempat tinggalmu. Jelaskan langkah- langkah yang akan kamu lakukan untuk memperoleh informasi dan menyusun laporan sederhana! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 45.Pilih satu budaya dari daerahmu atau daerah lain di Indonesia. Jelaskan bentuk kegiatan yang dapat dilakukan untuk melestarikannya, siapa saja yang dapat terlibat, dan manfaat kegiatan tersebut bagi generasi berikutnya! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________