BUKU PANDUAN MPLS 2026 (GURU)

Buku Panduan MPLS Guru 2026 ii DAFTAR ISI BAB I KETENTUAN UMUM ................................................................................................ 1 A. Tentang MPLS Ramah ........................................................................................... 1 B. Asas Penyelenggaraan MPLS Ramah ................................................................... 1 C. Ketentuan Penyelenggaraan MPLS Ramah ......................................................... 2 D. Ruang Lingkup dan Materi MPLS Ramah .......................................................... 3 E. Larangan Penyelenggaraan MPLS Ramah .......................................................... 6 BAB II PELAKSANAAN MPLS RAMAH ........................................................................... 7 A. Jadwal Kegiatan MPLS .......................................................................................... 7 B. Kegiatan Hari Pertama ........................................................................................... 9 C. Kegiatan Hari Kedua ............................................................................................ 16 A. Kegiatan Hari Ketiga ............................................................................................ 28 E. Kegiatan Hari Keempat ........................................................................................ 41 F. Kegiatan Hari Kelima ........................................................................................... 48 BAB III PENUTUP................................................................................................................ 51 Referensi Materi dan Daftar Unduh ........................................................................ 51

Buku Panduan MPLS Guru 2026 1 BAB I KETENTUAN UMUM A. Tentang MPLS Ramah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau nama lainnya yang selanjutnya disebut MPLS adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh sekolah untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan. Pada tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan tema kegiatan MPLS Ramah. Ramah adalah paradigma dalam melaksanakan MPLS. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ramah memiliki tiga arti, yaitu baik hati dan menarik budi bahasanya; manis tutur kata dan sikapnya; suka bergaul dan menyenangkan dalam pergaulan. Dalam bahasa Arab, kata ramah hampir sama dengan kata rahmah yang berarti perasaan lembut dan penuh kasih sayang. MPLS Ramah adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh sekolah untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan dengan memuliakan dan menghormati hak anak melalui pemberian pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira. MPLS Ramah anti segala bentuk kekerasan, perundungan, intoleransi, dan penindasan terhadap murid. Adapun yang dimaksud MPLS Ramah adalah ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah biaya. Dengan MPLS ramah, sekolah bisa menjadi rumah kedua, yaitu tempat semua murid mendapatkan rasa aman, nyaman, bahagia, tenang dan damai karena adanya ikatan kasih sayang, cinta, dan hubungan yang kuat sebagaimana ikatan keluarga. MPLS Ramah diselenggarakan oleh sekolah pada jalur pendidikan formal pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah. Bentuk sekolah penyelenggara MPLS Ramah meliputi taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa. Penyelenggaraan MPLS Ramah bertujuan untuk membantu murid baru menggali dan mengenali potensi diri, mengenal warga sekolah, mengenali kurikulum, dan lingkungan sekolah sekaligus menjadi gerbang awal pembentukan budaya sekolah yang aman dan nyaman. B. Asas Penyelenggaraan MPLS Ramah Penyelenggaraan MPLS Ramah dilaksanakan berdasarkan asas-asas berikut. 1. Humanis Pandangan yang menempatkan setiap individu sebagai manusia yang bermartabat, memiliki hak asasi, dan diperlakukan tanpa kekerasan serta penuh kasih sayang. 2. Komprehensif Pendekatan yang menyeluruh dan terpadu dalam mendukung tumbuh kembang dan motivasi belajar murid melalui pelibatan aktif warga sekolah serta pemangku kepentingan. 3. Partisipatif Pelibatan yang berkesadaran dan bermakna antara warga sekolah dan pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 2 4. Kepentingan Terbaik bagi Anak Pengambilan keputusan dan tindakan yang senantiasa mengutamakan pemenuhan hak anak. 5. Nondiskriminatif Perlakuan yang tidak membeda-bedakan suku, agama, golongan, etnis, budaya, bahasa, serta kondisi fisik, mental, dan intelektual. 6. Inklusif Perlakuan yang mengakomodasi dan menjamin penyertaan penuh penyandang disabilitas dalam setiap aspek kehidupan negara dan masyarakat. 7. Keadilan dan Kesetaraan Gender Relasi sejajar antara perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan perlakuan adil dalam mengakses sumber daya, kontrol, partisipasi, dan manfaat pembangunan dan pendidikan. 8. Harmonis Hubungan yang selaras, saling menghormati, dan berkeadaban antarwarga sekolah serta pemangku kepentingan. 9. Berkelanjutan Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman secara konsisten, berkesinambungan, dan menjadi bagian dari rutinitas dan kebiasaan warga sekolah. C. Ketentuan Penyelenggaraan MPLS Ramah 1. Pelaksanaan MPLS Ramah terdiri atas materi utama dan materi pilihan. Untuk materi utama, uraian aktivitasnya ada pada kegiatan utama. Sementara itu, untuk materi pilihan, uraian aktivitasnya ada pada kegiatan pilihan. Kegiatan utama merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh sekolah pada saat MPLS Ramah, sedangkan kegiatan pilihan merupakan kegiatan yang dapat dipilih sekolah sesuai dengan ciri khas dan kebutuhan sekolah serta materi lain yang dianggap penting. 2. MPLS Ramah dilaksanakan selama 5 hari pada minggu pertama awal tahun ajaran baru. Pelaksanaan MPLS Ramah selama 5 hari dapat dilakukan penyesuaian bagi: sekolah berasrama; sekolah luar biasa; dan sekolah yang menyelenggarakan pendidikan layanan khusus. 3. MPLS Ramah dilaksanakan di lingkungan sekolah. Namun, apabila kegiatan MPLS akan dilakukan di luar lingkungan sekolah, pelaksanaan MPLS harus mendapatkan persetujuan dari kementerian atau dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya. 4. Sekolah menentukan seragam dan atribut yang digunakan oleh murid baru dalam pelaksanaan MPLS Ramah dengan tidak boleh memberatkan murid atau orang tua/wali murid. 5. Panitia MPLS Ramah terdiri atas kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan 6. Pelaksanaan MPLS Ramah dapat melibatkan pihak terkait yang relevan dengan materi kegiatan MPLS Ramah. 7. Dalam hal terdapat keterbatasan panitia MPLS Ramah, pelaksanaan MPLS Ramah pada SMP/SMPLB, dapat dibantu oleh murid yang tidak memiliki kecenderungan sifat buruk ataupun riwayat sebagai pelaku tindak kekerasan yang merupakan pengurus OSIS, anggota majelis perwakilan kelas, pengurus organisasi

Buku Panduan MPLS Guru 2026 3 ekstrakurikuler, atau murid lain yang memiliki prestasi akademik maupun prestasi non-akademik dengan kemampuan interpersonal yang baik. D. Ruang Lingkup dan Materi MPLS Ramah Gambar 1.1 Alur Kegiatan MPLS Ramah Gambar 1.1 menjelaskan bahwa MPLS Ramah dilakukan dalam tiga tahapan. Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah, yaitu perencanaan (sosialisasi MPLS Ramah), pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan. Materi dalam pelaksanaan MPLS Ramah terdiri atas materi utama dan materi pilihan sebagai berikut. Tabel 1.1 Materi Utama dan Pilihan Penyelenggaraan MPLS Ramah tahun ini dirancang sebagai fondasi strategis dalam membentuk karakter dan kesiapan murid dengan memberikan materi-materi berikut. 1. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) Murid perlu mengamalkan tujuh kebiasaan harian yang akan menjadi disiplin diri, di antaranya sebagai berikut. a. Bangun Pagi: melatih kedisiplinan dan kesiapan memulai hari. b. Beribadah: bentuk nyata pemenuhan kebutuhan spiritual. c. Berolahraga: menjaga kebugaran sebagai modal dasar aktivitas belajar. d. Makan Sehat dan Bergizi: memastikan asupan nutrisi untuk pertumbuhan otak dan fisik. e. Gemar Belajar: menumbuhkan rasa ingin tahu yang berkelanjutan. f. Bermasyarakat: aktif bersosialisasi dan peduli terhadap lingkungan sekitar. g. Tidur Cepat: menjamin waktu istirahat yang cukup untuk pemulihan energi.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 4 2. Pagi Ceria Pagi Ceria merupakan program yang dirancang sebagai kegiatan pembuka sebelum memulai pembelajaran di sekolah. Program ini meliputi kegiatan senam pagi (Senam Anak Indonesia Hebat), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berdoa bersama. Program ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang positif dan merupakan bagian dari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. 3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial Sopan dan santun bermedia sosial adalah sikap, perilaku, dan kebiasaan menggunakan media sosial secara beradab, bertanggung jawab, empatik, aman, dan bermanfaat dalam rangka menuju keadaban dan keamanan digital. Sopan bermedia sosial berarti ‘menggunakan bahasa, gambar, komentar, dan unggahan sesuai dengan norma kepatutan’. Orang yang sopan tidak menghina, tidak merendahkan, tidak menyebarkan kebencian, tidak mempermalukan orang lain, dan tidak menggunakan media sosial untuk menyerang pribadi. Sementara itu, santun bermedia sosial berarti ‘menggunakan hati, empati, dan kebijaksanaan sebelum berkomunikasi’. Keadaban dan keamanan digital yang aman dan nyaman mencakup: penerapan dan pembiasaan adab dan etika dalam berinteraksi di ruang digital, penguatan literasi digital bagi warga sekolah untuk menangkal informasi bohong dan konten negatif serta ancaman kekerasan dan kejahatan siber, dan perlindungan data pribadi warga sekolah dalam proses pembelajaran. 4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun atau sering kali disebut dengan 5S merupakan bagian penting dari identitas budaya untuk memperkuat hubungan antar-individu dan masyarakat dalam rangka menciptakan lingkungan yang harmonis. Dengan menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan kita sehari-hari, hal tersebut akan meningkatkan kualitas interaksi sosial di lingkungan menjadi lebih nyaman. a. Senyum: tindakan terkecil, tetapi bisa memberikan dampak yang besar. Senyum dapat meredakan ketegangan, menciptakan kenyamanan, dan menunjukkan rasa welas asih. b. Sapa: mengucapkan salam atau sapaan ringan seperti “halo” atau “selamat pagi” dapat membuat orang lain merasa dihargai. c. Salam: mengucapkan salam adalah bentuk sopan santun yang sudah seharusnya kita lakukan. Mengawali atau mengakhiri percakapan dengan salam termasuk tanda penghormatan kepada individu lain. Selain itu, salam juga dapat menggambarkan sikap terbuka dan ramah. d. Sopan santun: aktivitas ini merupakan kunci dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Sopan santun tidak hanya tindakan, tetapi juga sikap atau perilaku yang tercermin dalam setiap kata dan tindakan kita. 5. Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) untuk penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman meliputi empat aspek sebagai berikut. a. Aspek aman: melalui penerapan budaya sekolah yang melindungi seluruh warga sekolah yang mencakup pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik,

Buku Panduan MPLS Guru 2026 5 kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital. b. Aspek sehat: melalui pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten, antara lain: 1) pembiasaan mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun; 2) pembiasaan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi di lingkungan sekolah; 3) penggunaan jamban yang bersih dan sehat; 4) pelaksanaan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur dan terukur; 5) pencegahan dan pengendalian penyakit, antara lain melalui pemberantasan jentik nyamuk; 6) penerapan dan penegakan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan sekolah; dan 7) pemantauan kesehatan secara berkala, antara lain melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. c. Aspek resik: melalui pengelolaan kebersihan dan sampah secara tertib dan berkelanjutan, antara lain: 1) kegiatan piket kelas. 2) kerja bakti secara berkala; 3) pembiasaan membuang sampah pada tempatnya; 4) penyediaan dan pemanfaatan tempat sampah terpilah; dan 5) penerapan prinsip mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle) melalui pengurangan jumlah sampah, pemanfaatan kembali barang yang masih layak pakai, dan pendauran ulang sampah sesuai dengan kondisi dan kapasitas masing-masing sekolah. d. Aspek indah: melalui penataan lingkungan sekolah yang rapi dan nyaman dengan melibatkan seluruh warga sekolah, antara lain: 1) kegiatan pelestarian lingkungan sekolah dengan menata taman dan pepohonan secara terencana, serta pemanfaatan ruang terbuka hijau; 2) menata ruang kelas, halaman, dan fasilitas umum sekolah dengan rapi; 3) menumbuhkan budaya antri, tertib, dan tidak merusak fasilitas sekolah; dan 4) melakukan edukasi tentang estetika, keindahan, kebersihan, dan keberlanjutan bagi seluruh warga sekolah. 6. Gerakan Rukun Sama Teman Gerakan Rukun Sama Teman (GRST) adalah gerakan pembiasaan positif yang mendorong murid untuk membangun hubungan yang sehat, saling menghargai, dan peduli terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. GRST dilakukan melalui berbagai praktik sederhana yang dilakukan secara konsisten, GRST menumbuhkan nilai-nilai empati, kepedulian, gotong royong, dan komunikasi positif sebagai pondasi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menggembirakan. Tujuan dari GRST adalah mengembangkan kemampuan murid dalam: (i) memberikan dukungan psikologis awal kepada teman sebaya; (ii) menumbuhkan keterampilan komunikasi yang efektif dan positif; (iii) meningkatkan kesadaran dan kepedulian murid terhadap kesehatan mental, melalui pembiasaan refleksi diri, pengelolaan emosi, saling mendukung, serta penciptaan lingkungan pertemanan yang aman dan

Buku Panduan MPLS Guru 2026 6 nyaman; (iv) menanamkan nilai keadilan, kesetaraan gender, dan inklusivitas dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, sehingga murid terbiasa menghormati keberagaman, menolak diskriminasi, serta menciptakan ruang pergaulan yang terbuka dan ramah bagi semua; dan (v) membangun budaya pertemanan yang rukun, aman, dan saling menghargai, sebagai upaya pencegahan perundungan, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. 7. Materi Pilihan Materi pilihan yang terdiri atas ciri khas dan kebutuhan sekolah merupakan kegiatan yang dipilih dan ditetapkan oleh sekolah. Materi tersebut dapat berupa sebagai berikut. a. Ciri khas sekolah adalah materi yang terkait dengan nilai, tradisi, dan keunggulan sekolah. b. Materi lain yang dibutuhkan oleh sekolah, seperti seperti narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), anti-korupsi, dsb. E. Larangan Penyelenggaraan MPLS Ramah 1. Melakukan perpeloncoan atau bentuk kekerasan lainnya. 2. Melakukan pungutan biaya atau pungutan bentuk lainnya. 3. Memberikan aktivitas yang tidak relevan dengan kegiatan MPLS. 4. Menggunakan atribut yang tidak edukatif dan/atau tidak relevan dengan kegiatan MPLS. 5. Melibatkan alumni sebagai penyelenggara MPLS. 6. Melibatkan murid yang tidak memenuhi kriteria sesuai dengan aturan berlaku. Sekolah yang melanggar ketentuan larangan tersebut akan diberhentikan pelaksanaan kegiatan MPLS-nya dan diberikan sanksi berupa: teguran tertulis; penundaan atau pengurangan hak; pembebasan tugas; dan/atau pemberhentian sementara/tetap dari jabatan oleh pejabat yang berwenang.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 7 BAB II PELAKSANAAN MPLS RAMAH A. Jadwal Kegiatan MPLS Senin, 13 Juli 2026 No Jam Kegiatan Keterangan 1. 07.00 - 07.15 Salam sapa murid baru Gerbang sekolah 2. 07.15 - 07.30 Persiapan upacara pembukaan MPLS Lapangan 3. 07.30 - 08.00 Upacara Pembukaan MPLS Lapangan 4. 08.00 - 08.30 Pengenalan diri Kelas 5. 08.30 - 09.20 Wawasan Wiyata Mandala Kelas 6. 09.20 - 10.00 Aku dan Sekolahku Kelas 7. 10.00 - 10.40 Istirahat 8. 10.40 - 11.10 Aku dan Sekitarku Kelas 9. 11.10 - 12.00 Aku anak indonesia hebat, karakter kuat Kelas 10. 12.00 - 12.15 Refleksi dan doa penutup Kelas 11. 12.15 - 12.30 Sholat dan absen kepulangan Selasa 14 Juli 2026 No Jam Kegiatan Keterangan 1. 07.00 - 07.15 Salam sapa murid baru Gerbang 2. 07.15 - 09.15 Pertemuan pagi ceria (Cek denyut jantung dan tes fleksibilitas) Kelas 3. 09.15 - 10.00 Siaga Bencana Lapangan 4. 10.00 - 10.40 Istirahat 5. 10.40 - 12.00 Ruang Perjumpaan Murid Baru Kelas 6. 12.00 - 12.15 Refleksi dan doa penutup Kelas 7. 12.15 - 12.30 Sholat dan absen kepulangan

Buku Panduan MPLS Guru 2026 8 Rabu, 15 Juli 2026 No Jam Kegiatan Keterangan 1. 07.00 - 07.15 Salam sapa murid baru Gerbang sekolah 2. 07.15 - 07.20 Persiapan Asesmen 3. 07.20 - 09.20 Identifikasi awal kondisi sosial emosional dan konsentrasi belajar - Asesmen Literasi - Asesmen Numerasi - Asesmen Bakat dan Minat Kelas 4. 09.20 - 10.00 Literasi Digital Kelas 5. 10.00 - 10.40 Istirahat 6. 10.40 - 11.30 Pencegahan isu Napza Kelas 7. 11.30 - 12.00 Budaya sekolah berbasis kekhasan sekolah Kelas 8. 12.00 - 12.15 Refleksi dan doa penutup Kelas 9. 12.15 - 12.30 Sholat dan absen kepulangan Kamis, 16 Juli 2026 No Jam Kegiatan Keterangan 1. 07.00 - 07.15 Salam sapa murid baru Gerbang sekolah 2. 07.15 - 08.00 Pengenalan kurikulum melalui penumbuhan motivasi, semangat dan cara belajar yang efektif Kelas 3. 08.00 - 09.00 Sahabat hebat : Dengar, Peduli dan Hargai Kelas 4. 09.00 - 10.00 Asri, Aku, Kamu, dan Lingkungan kita bersama Kelas 5. 10.00 - 10.40 Istirahat 6. 10.40- 12.00 Persiapan unjuk kerja Kelas 7. 12.00 - 12.15 Refleksi dan doa penutup Kelas 8. 12.15 - 12.30 Sholat dan absen kepulangan

Buku Panduan MPLS Guru 2026 9 Jumat, 17 Juli 2026 No Jam Kegiatan Keterangan 1. 07.00 - 07.15 Salam sapa murid baru Gerbang sekolah 2. 07.15 - 08.00 Pertemuan Pagi ceria (Senam Anak Indonesia Hebat) Lapangan 3. 08.00 – 08.40 Pengenalan Ekstrakulikuler Lapangan 4. 08.40 - 10.00 Unjuk Karya Lapangan 5. 10.00 - 10.30 Istirahat 6. 10.30 - 11.00 Penutupan MPLS Lapangan B. Kegiatan Hari Pertama 1. Salam Sapa Murid Baru (07.00-07.15 WITA) Tujuan Kegiatan: Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif dengan membangun kedekatan emosional antara guru dan murid baru. Alur Kegiatan: a. Guru menyambut murid dan orang tua/wali di gerbang sekolah dengan (5S) senyum, salam, sapa, sopan, santun. b. Murid diarahkan untuk memasuki lingkungan sekolah dengan tertib dan penuh semangat. c. Guru piket memutarkan 1) Jinggel MPLS Ramah yang berjudul Hari Baru dan 2) lagu Rukun Sama Teman. 2. Upacara Bendera (07.30-08.00 WITA) Tujuan Kegiatan: Membangun jiwa nasionalisme dan rasa cinta tanah air. Alur Kegiatan: a. Guru dan tenaga kependidikan menyiapkan lokasi upacara dengan tertib. b. Murid berkumpul, guru memutar jinggel MPLS Ramah dan lagu Rukun Sama Teman yang dapat diakses melalui tautan https://s.id/laguharibaru dan http://s.id/lagurukunsamateman c. Murid melaksanakan upacara bendera sesuai dengan Surat Edaran Bersama (SEB) No. 9 Tahun 2026 Tentang Pelaksanaan Upacara Bendera di Sekolah. (http://s.id/seupacarabendera).

Buku Panduan MPLS Guru 2026 10 3. Pengenalan Diri (08.00-08.30 WITA) Tujuan Kegiatan: Membantu murid mengenal potensi diri dan warga sekolah. Alur Kegiatan: a. Guru mencairkan suasana, membangun keakraban, rasa aman, saling kenal, dan gembira dengan pemecah kebekuan/ice breaking. Inspirasi pemecah kebekuan/ice breaking disertai dengan penjelasannya adalah 1) Pemecah kebekuan/ice breaking gerak dan lagu, contoh video: http://s.id/ibgerakdanlagu; dan 2) Pemecah kebekuan/ice breaking gerakan ringan: lawan Kata. Peserta harus melakukan gerakan atau mengatakan kata yang merupakan lawan dari yang diberikan. Contoh video: http://s.id/icebreakinglawankata. b. Guru memberikan pertanyaan nama, asal sekolah, hobi, dan mata pelajaran kesukaannya pada seorang murid untuk memantik perkenalan sambil melempar bola. Murid menangkap bola dan menjawab pertanyaan tersebut. c. Murid yang sudah menjawab kemudian melempar bola kepada murid lainnya secara berantai sampai seluruh murid memperkenalkan diri. d. Guru menyampaikan pesan bahwa setiap individu memiliki keunikan dalam bakat, minat, dan potensinya untuk dikembangkan secara optimal, serta pentingnya saling menghargai, hidup rukun, dan mendukung satu sama lain dalam keberagaman. 4. Wawasan Wiyata Mandala (08.30-09.20 WITA) Tujuan Kegiatan: Murid memahami wawasan wiyata mandala berupa visi, misi, program, kegiatan, tata tertib dan budaya sekolah. a. Kegiatan 1 Kegiatan 1 berupa pengenalan warga sekolah, visi, misi, sejarah, program, kegiatan, tata tertib, dan budaya sekolah. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini adalah agar murid memahami Wawasan Wiyata Mandala berupa visi, misi, sejarah, program, dan budaya sekolah. Alur Kegiatan: 1) Guru memperkenalkan kepala sekolah, guru, dan warga sekolah lainnya seperti petugas keamanan dan kebersihan kepada murid baru. 2) Guru menjelaskan tentang visi, misi, program, budaya, kegiatan dan tata tertib sekolah yang perlu dipahami dan diketahui oleh murid dan orang tua. b. Kegiatan 2 Kegiatan 2 berupa penyusunan kesepakatan kelas. Tujuan kegiatan Membangun komitmen bersama antara guru dan murid agar pelaksanaan kegiatan MPLS berjalan tertib, aman, nyaman, saling menghargai, dan penuh tanggung jawab. Alur Kegiatan: 1) Guru menjelaskan pentingnya membuat kesepakatan kelas agar kegiatan MPLS berjalan dengan nyaman dan menyenangkan bagi semua pihak.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 11 2) Guru mengajak murid untuk menyampaikan hal-hal yang perlu disepakati selama MPLS, seperti disiplin waktu, saling menghargai, menjaga kebersihan, dan aktif berpartisipasi. 3) Guru menuliskan hasil diskusi dan merumuskan poin-poin kesepakatan kelas bersama murid. 4) Murid dan guru menyetujui kesepakatan yang telah dibuat sebagai bentuk komitmen bersama selama mengikuti MPLS. 5. Aku dan Sekolahku (09.20-10.00 WITA) Tujuan Kegiatan: Membantu murid baru mampu mengenal dan beradaptasi terhadap sarana prasarana yang tersedia di lingkungan sekolah. Terdapat dua mata kegiatan yang dapat dilakukan. a. Kegiatan 1 (20 Menit) Kegiatan 1 berupa tur sekolah interaktif. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah untuk 10 menit 45 menit 1) Mengenalkan murid pada lokasi-lokasi yang ada di sekolah (ruang kelas, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang guru, UKS, kantin, laboratorium, toilet, tempat ibadah, lapangan, jalur evakuasi, titik kumpul aman, dan fasilitas lainnya) serta 2) Memberikan pemahaman tentang fungsi setiap fasilitas dan bagaimana fasilitas tersebut mendukung kegiatan belajar mengajar. Alur Kegiatan: 1) Murid dibagi menjadi kelompok kecil (7–10 orang) dapat disesuaikan dengan jumlah murid. 2) Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan, sekolah bisa menyediakan denah sekolah yang berisi lokasi fasilitas sekolah, lokasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), jalur evakuasi, dan titik kumpul aman. 3) Masing-masing kelompok dipandu/dibimbing oleh guru dan kakak OSIS/MPK untuk mengunjungi lokasi fasilitas sekolah dan memberikan penjelasan singkat tentang fungsi fasilitas tersebut. b. Kegiatan 2 (20 Menit) Kegiatan 2 berupa pengisian lembar observasi murid. Tujuan Kegiatan: Tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap fasilitas sekolah. Alur Kegiatan 1) Guru menjelaskan tujuan observasi. 2) Guru membagikan lembar observasi kepada masing-masing murid. Lembar observasi bisa berupa tabel sederhana yang berisi fasilitas sekolah (contoh ada pada Tabel 10). 3) Murid kemudian diminta untuk berbagi tentang hal baru dan menarik yang mereka dapatkan melalui kegiatan tur sekolah interaktif pada lembar observasi murid.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 12 Tabel 3.9 Contoh Lembar Observasi Murid No. Nama Fasilitas Hal Baru yang Dipelajari Bagaimana Saya Akan Menjaganya? 1. Perpustakaan (misal: cara meminjam buku) (misal: tidak mencoret-coret buku) 2. Laboratorium 3. Ruang Kesenian 4. Lapangan Olahraga 5. Kantin 6. Toilet 7. UKS 8. Ruang Pramuka 9. Alat Pemadam Api Ringan(APAR) 10. Jalur Evakuasi 11. Titik Kumpul Aman 12. Ruang Guru 13. Ruang Tata Usaha 14. Ruang BK 15. Lainnya (disesuaikan dengan kondisi sekolah) *Sesuai dengan kondisi di sekolah 6. Aku dan Sekitarku (10.40-11.10 WITA) Tujuan Kegiatan: Membantu murid baru mengenal dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitar sekolah. a. Kegiatan Kegiatan berupa pengenalan lingkungan sekitar sekolah. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan murid pada kondisi dan fasilitas umum di sekitar sekolah. Alur Kegiatan:

Buku Panduan MPLS Guru 2026 13 1) Guru menjelaskan pentingnya murid memahami lingkungan di sekitar sekolah. 2) Guru mengenalkan kondisi dan fasilitas umum yang berada di sekitar sekolah kepada murid baru (jika memungkinkan dilakukan dengan pemutaran video, denah/peta, dan gambar). 3) Guru membagi kelompok, setiap kelompok diminta untuk mendeskripsikan perjalanan dari rumah ke sekolah, apa saja fasilitas umum yang mereka lewati, dan bagaimana kondisi lingkungan sekitar sekolah yang mereka lihat. 4) Guru meminta perwakilan murid menyampaikan hasil identifikasinya dan berdiskusi serta tanya jawab dilanjutkan dengan memberikan refleksi. 5) Murid mengisi lembar observasi lingkungan sekolah. Tabel 3.11 Contoh Lembar Observasi Lingkungan Sekolah No. Kondisi dan Fasilitas yang Telah Disampaikan Sekolah Deskripsi Fasilitas Umum yang Dilalui Ada/Tidak 1. Lapangan Saya melewati lapangan bola sebelum ke sekolah. Lapangannya bagus, tempat saya bermain bola di tiap sore hari(contoh) Ada (contoh) 2. Pemadam Kebakaran 3. Fasilitas Pelayanan Kesehatan (seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Klinik) 4. Sungai 5. Papan Informasi (Rambu Lalu Lintas, Rambu Evakuasi di jalan Papan Informasi Bahaya) 6. Zona Selamat Sekolah (ZoSS) 7. Pos Polisi 8. Lubang Galian 9. Jembatan 10.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 14 11, *Disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah 7. Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat (11.10-12.00 WITA) Tujuan Kegiatan Menumbuhkan dan menguatkan karakter serta dimensi profil lulusan murid baru. a. Kegiatan 1 Kegiatan 1 berupa Diseminasi Materi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah untuk 1) Memberikan penjelasan mengenai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta 2) Memberikan pemahaman mengenai manfaat penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Alur Kegiatan: 1) Guru memulai sesi dengan pemecah kebekuan/ice breaking berupa yel-yel Anak Indonesia Hebat (Sehat, Cerdas, Berkarakter) yang dapat diakses melalui tautan http://bit.ly/yelyelAIH. 2) Sebelum memaparkan materi, guru memberikan pertanyaan pemantik kepada murid, misalnya “Apa saja kebiasaan kecil yang kamu lakukan setiap hari secara rutin?”. 2) Guru memaparkan materi singkat terkait Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dapat diunduh melalui tautan bit.ly/mpls7KAIH. 3) Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk melakukan sesi tanya jawab singkat. b. Kegiatan 2 Kegiatan 2 berupa Simulasi Catatan Harian Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah untuk merekapitulasi penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kehidupan sehari-hari. Alur Kegiatan: 1) Guru memaparkan secara singkat definisi catatan harian melalui paparan yang dapat diunduh melalui tautan bit.ly/mpls7KAIH. 2) Guru memberikan contoh pengisian lembar catatan harian dan refleksi kepada murid. 3) Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk melakukan sesi tanya jawab. c. Kegiatan 3 Kegiatan 3 adalah Kegiatan Interaktif G7KAIH: Bernyanyi, Beraksi, dan Berkarakter! Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah untuk memahami nilai- nilai karakter Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dengan cara yang menyenangkan.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 15 Alur Kegiatan: Bernyanyi dan Beraksi 1) Guru menginstruksikan murid untuk duduk nyaman dan siap berinteraksi setelah sesi paparan. 2) Guru menjelaskan sesi kegiatan ini sebagai media belajar untuk memahami 7KAIH dengan cara yang seru dan menyenangkan melalui lagu-lagu pada Album Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. 3) Guru memilih 3 video klip yang akan diputar dari Album Lagu Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dapat diakses melalui tautan https://s.id/album7kaih (jika durasi lebih panjang, disarankan untuk memutar kedelapan lagu). a. Guru memutar 3 video klip yang dipilih. Selama lagu diputar, guru mengajak murid untuk ikut bernyanyi dan melakukan aksi/gerakan sederhana sesuai lirik atau pesan lagu. Contoh dapat dilihat pada daftar berikut. 1. Bangun Pagi: gerakan meregangkan tubuh. 2. Ayo Olahraga: gerakan melompat sambil membuka kaki dan mengangkat tangan ke atas secara bersamaan, menyerupai bintang saat dilihat dari atas. 3. Beda tapi Satu: gerakan saling merangkul teman. b. Setelah sesi bernyanyi bersama, guru memberikan pertanyaan pemantik singkat, misalnya "Satu kata tentang pesan lagu ini!" Beraksi dan Berkarakter 1) Guru membagikan sticky note atau kertas HVS yang telah dipotong kepada masing-masing murid. 2) Guru meminta murid untuk membuat kelompok (setiap kelompok terdiri atas 3– 5 orang murid yang dapat disesuaikan dengan jumlah murid). 3) Guru meminta murid untuk mengisi hal-hal berikut a. Kebiasaan baik dari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang sudah dilakukan selama ini; b. Cara mempraktikkannya; c. Manfaat yang dirasakan; dan d. Tantangannya. 4) Murid menuliskan jawabannya di sticky note atau kertas HVS dan menempelkannya di kertas plano atau papan tulis (1 kertas plano untuk masing- masing kelompok). 5) Guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. 6) Guru memberikan umpan balik dan refleksi terhadap apa yang disampaikan oleh masing-masing kelompok. Contoh dapat dilihat pada daftar berikut:

Buku Panduan MPLS Guru 2026 16 a. Dari diskusi kelompok tadi, kebiasaan baik apa dari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menurutmu paling sering kamu lakukan dan paling mudah untuk dipertahankan? Mengapa? b. Kebiasaan mana yang menurutmu paling sulit untuk kamu praktikkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari? Apa alasannya? c. Setelah mendengar presentasi teman-teman, adakah cara baru yang kamu temukan untuk mempraktikkan kebiasaan baik yang belum pernah terpikirkan sebelumnya? 8. Refleksi dan Doa Penutup (12.00-12.15 WITA) Tujuan Kegiatan Mengajak murid merefleksikan pengalaman hari pertama, menumbuhkan motivasi untuk hari berikutnya, serta menutup kegiatan dengan semangat kebersamaan. Alur Kegiatan: a. Pembukaan Refleksi, murid mempersiapkan gawaimya. b. Guru menampilkan barcode untuk mengisi Refleksi dan Evaluasi. c. Motivasi Guru menyampaikan gambaran singkat mengenai kegiatan esok hari dan mengajak murid untuk tetap semangat dan antusias. d. Doa dan Salam. C. Kegiatan Hari Kedua 1. Salam Sapa Murid Baru (07.00-07.15 WITA) Tujuan kegiatan Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan inklusif dengan membangun kedekatan emosional antara guru dan murid baru. Alur Kegiatan: a. Guru menyambut murid dan orang tua/wali di gerbang sekolah dengan (5S) senyum, salam, sapa, sopan, santun. b. Murid diarahkan untuk memasuki lingkungan sekolah dengan tertib dan penuh semangat. c. Guru piket memutarkan 1) Jinggel MPLS Ramah yang berjudul Hari Baru dan 2) Lagu Rukun Sama Teman. 2. Pertemuan Pagi Ceria, Cek Denyut Jantung, dan Tes Fleksibilitas (07.15-09.15 WITA) Tujuan Kegiatan: A. Menumbuhkan semangat, kebersamaan, dan rasa cinta tanah air melalui senam pagi yang menyehatkan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh hormat, serta berdoa bersama untuk membentuk sikap disiplin, religius, dan nasionalis pada murid; B. Mengetahui kondisi kerja jantung murid secara sederhana sebelum dan setelah melakukan aktivitas fisik sehingga dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan perlunya pemeriksaan lanjutan; serta

Buku Panduan MPLS Guru 2026 17 C. Mengukur kelentukan tubuh bagian bawah terutama fleksibilitas otot paha belakang dan punggung bawah. Alur Kegiatan: a. Pengukuran Denyut Jantung Sebelum Pertemuan Pagi Ceria 1) Guru memutar jinggel MPLS Ramah (https://s.id/laguharibaru ) dan Lagu Rukun Sama Teman (https://s.id/lagurukunsamateman) selama menunggu murid berkumpul. 2) Guru menyiapkan stopwatch/jam tangan dan lembar pencatatan. 3) Guru menyiapkan murid untuk berdiri sesuai dengan barisannya. 4) Guru mengarahkan murid untuk meletakkan tangan telunjuk dan jari tengah pada pergelangan tangan bagian dalam atau pada leher. 5) Guru memberikan pengarahan kepada murid untuk menekan lembut hingga denyutan terasa. 6) Guru meminta murid mulai menghitung ketika stopwatch ditekan sampai detik ke 15 atau tanda berhenti. 7) Murid mengingat dan menyampaikan hasil hitungan selama 15 detik kepada guru. 8) Guru mencatat dan merekap hasil hitungan denyut jantung murid. 9) Guru menyarankan murid untuk tidak mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat ketika ada murid yang menyentuh denyut jantung 30 kali dalam 15 detik. b. Pelaksanaan Pagi Ceria 1. Guru memulai sesi dengan pemecah kebekuan/ice breaking yel-yel Anak Hebat: Sehat, Cerdas, Berkarakter Indonesia (https://s.id/yelyelAIH ). 2. Murid dan guru bersama-sama melaksanakan Senam Penguin. 3. Murid dan guru bersama-sama menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. 4. Murid dan guru berdoa bersama sebelum memulai kegiatan belajar. c. Pengukuran Denyut Jantung Sesudah Pertemuan Pagi Ceria 1. Guru menyiapkan kembali stopwatch/jam tangan dan lembar pencatatan. 2. Guru mengarahkan murid untuk meletakkan tangan telunjuk dan jari tengah pada pergelangan tangan bagian dalam atau pada leher. 3. Memberikan pengarahan kepada murid untuk menekan lembut hingga denyutan terasa. 4. Guru meminta murid mulai menghitung ketika stopwatch ditekan sampai detik ke 15 atau tanda berhenti. 5. Murid mengingat dan menyampaikan hasil hitungan selama 15 detik kepada guru. 6. Guru mencatat dan merekap hasil hitungan denyut jantung murid. d. Persiapan Area Tes Fleksibilitas 1. Pilih area yang memiliki permukaan lantai datar, keras, bersih, dan cukup luas untuk menampung murid serta petugas. 2. Tempelkan plester perekat atau gambarkan dengan kapur tulis sebuah garis lurus sepanjang 45 cm di lantai sebagai garis dasar. 3. Letakkan penggaris seperti pada gambar 1, titik 0 (nol) berada di garis dasar yang sejajar dengan titik penggaris di 10 cm, bagian penggaris ke arah murid

Buku Panduan MPLS Guru 2026 18 bernilai negatif (-) (kurang dari 10 cm), dan menjauhi murid bernilai positif (+) (lebih dari 10 cm). 4. Pastikan skala pengukuran dapat dibaca dengan jelas dari posisi berdiri petugas pencatat. 5. Siapkan lembar pencatatan data, alat tulis, dan air minum di area tes. e. Persiapan Murid 1. Konfirmasi bahwa seluruh murid dalam kondisi sehat dan tidak memiliki kontraindikasi medis terhadap tes ini. 2. Berikan penjelasan prosedur tes secara lengkap dan lakukan demonstrasi langsung di hadapan murid sebelum tes dimulai. 3. Murid menggunakan pakaian olahraga. 4. Laksanakan pemanasan (warming up) selama 3--5 menit. 5) Murid dilarang mengkonsumsi makanan berat dalam rentang minimal 1 jam sebelum tes dilaksanakan. f. Pelaksanaan Tes Fleksibilitas 1. Murid duduk di lantai dengan kedua kaki lurus ke depan membentuk sudut V. 2. Kedua tumit diletakkan tepat di atas perekat dengan jarak antartumit 45 cm. 3. Kedua tungkai harus dalam kondisi lurus penuh (ekstensi maksimal) dan lutut tidak boleh ditekuk dalam keadaan apapun selama pelaksanaan gerakan. Telapak kaki dalam posisi tegak dan jari-jari kaki menghadap ke atas. 4. Kedua tangan ditumpuk satu di atas yang lain (telapak tangan menghadap ke bawah) dengan jari tengah kedua tangan sejajar dan lurus. Ujung jari diletakkan di atas penggaris sebagai titik pengukuran. 5. Murid membungkukkan badan ke depan secara perlahan kemudian mendorong ujung jari tangan sejauh mungkin di sepanjang penggaris. Gerakan dilakukan secara lambat, mulus, dan terkendali. 6. Posisi jangkauan terjauh dipertahankan selama 3 detik tanpa melepaskan tekanan ujung jari agar petugas dapat membaca hasil capaian dengan akurat. 7. Tes dilaksanakan sebanyak 3 kali percobaan. Jeda istirahat antarpercobaan adalah 10–20 detik. Murid diperbolehkan untuk duduk rileks, tetapi tidak berdiri atau berpindah posisi. 8. Setelah selesai aktivitas, guru mengajak murid kembali ke kelas untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 19 g. Tindak Lanjut Setelah Pengukuran Denyut Jantung 1. Hasil denyut jantung masing-masing murid dikalikan 4. 2. Guru menjelaskan interpretasi sesuai tabel. 3. Guru mengidentifikasi murid yang mempunyai denyut jantung >120 dan menyarankan untuk beristirahat dan tidak mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat ataupun aktivitas fisik berat lainnya sampai denyut jantung berada dalam kategori normal. h. Tindak Lanjut Setelah Fleksibilitas 1. Guru mencatat hasil tes fleksibilitas murid pada lembar hasil tes yang telah disediakan (https://s.id/hasiltesfleksibilitas ). 2. Guru mengunggah lembar hasil tes pada sistem informasi MPLS melalui tautan: karakter.data.kemendikdasmen.go.id.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 20 3. Masukkan “Kode Unggah Berkas Tes Fleksibilitas” untuk mengunggah berkas hasil fleksibilitas. Kode dapat diakses oleh Kepala sekolah atau operator menggunakan SSO Pengelola Data Pusdatin. (Silakan baca bagian Mendapatkan Kode Akses Instrumen pada kegiatan hari ketiga untuk cara mengakses kode). 4. Laman akan mengarah ke formulir google. Silakan lengkapi dan unggah laporan tes fleksibilitas MPLS Ramah 2026. 5. Tekan submit/selesai jika semua data sudah terisi secara lengkap. 6. Hasil tes fleksibilitas dapat diperoleh sekolah setelah mengisi evaluasi kegiatan MPLS mulai tanggal 31 Juli 2026. 7. Hasil tes digunakan sebagai dasar rekomendasi umum untuk pendampingan, edukasi kesehatan, pembinaan aktivitas fisik, dan komunikasi dengan orang tua jika diperlukan. 8. Sekolah/guru dapat memberikan pembinaan aktivitas fisik sesuai tingkat fleksibilitas murid, mulai dari pengembangan potensi olahraga/seni, pelibatan dalam aktivitas gerak, hingga pendampingan khusus untuk mencegah cedera dan meningkatkan mobilitas tubuh. 9. Orang tua dapat mendukung aktivitas fisik dan kebiasaan gerak murid sesuai tingkat fleksibilitasnya, mulai dari pengembangan minat olahraga hingga pendampingan untuk mencegah kekakuan otot dan risiko cedera. 10. Tabel Rekomendasi Tes Fleksibilitas untuk murid, sekolah, dan orang tua dapat dilihat pada laman cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/mplsramah 3. Siaga Bencana (09.15-10.00 WITA) Tujuan Kegiatan: Membangun budaya aman, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitigasi, serta mengurangi risiko cedera maupun korban jiwa saat bencana.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 21 Kegiatan Kegiatan berupa pengenalan ancaman, kerentanan, dan informasi peringatan dini berbagai jenis bencana. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan tentang ancaman, kerentanan, dan informasi peringatan dini bencana. Alur Kegiatan: 1) Seluruh murid berkumpul di lapangan untuk memperoleh informasi tentang materi siaga bencana dengan didampingi oleh wali gugus dan guru pendamping. 2) Rujukan materi dapat diakses melalui tautan https://s.id/spabmplsramah. 3) Apabila sekolah sudah memiliki POS penyelamatan dan evakuasi keadaan darurat, misalnya POS Penyelamatan dan Evakuasi Gempa Bumi, POS Penyelamatan dan Evakuasi kebakaran, POS Penyelamatan dan Evakuasi Banjir, atau POS Penyelamatan dan Evakuasi Gunung Api, guru dapat menyampaikan isi POS tersebut kepada murid 50 kemudian bersama mempraktekan isi dalam POS tersebut disertai dengan simulasi penyelamatan dan evakuasi. 4) Apabila sekolah belum memiliki POS kedaruratan, guru dapat mempraktikkan salah satu pesan kunci penyelamatan, misalnya pesan kunci keselamatan gempa bumi dengan 3B (berlutut, berlindung, bertahan), bisa sambil menyanyikan lagu. Berlutut, Berlindung, Bertahan (Irama lagu becak-becak) Bumi bentuknya bulat Lempeng di kulit bumi Jika lempeng bertumbuk Terjadi gempa bumi Sekolahku bergoyang Aku langsung berlutut Berlindung, bertahan, sambil berpegangan 5) Guru menjelaskan jalur evakuasi sampai ke titik kumpul yang ada di sekolah dan menyampaikan pesan kunci saat evakuasi, yaitu jangan berisik, jangan berlari, jangan mendorong, dan jangan kembali. Murid diajak untuk mengingat pesan kunci evakuasi sambil bernyanyi dan memperagakan lagu Jangan Berlari, Berisik, Mendorong, Kembali (BBMK). Jangan BBMK (Irama lagu Potong Bebek Angsa) Kalau ada gempa lindungi kepala Kalau ada gempa ingat BBMK Jangan berlari Jangan berisik Jangan mendorong Dan jangan kembali

Buku Panduan MPLS Guru 2026 22 6) Guru mengajak murid untuk mempraktikkan penyelamatan diri dan evakuasi menggunakan jalur evakuasi sesuai dengan arah rambu evakuasi yang sudah ditentukan menuju titik kumpul aman dengan menerapkan pesan kunci keselamatan. 7) Praktik kesiapsiagaan dapat disesuaikan dengan risiko yang dihadapi sekolah. 4. Ruang Perjumpaan Murid Baru (10.40-12.00 WITA) Tujuan Kegiatan: Membantu murid baru mengenal, beradaptasi, dan berinteraksi positif dengan warga sekolah. a. Kegiatan 1 Kegiatan 1 berupa Ruang Cerita. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini adalah agar murid berani berbagi cerita atau harapan dan kekhawatiran tentang pertemanan, pengalaman tidak enak, atau perbedaan. Alur Kegiatan: 1. Murid terbagi dalam kelompoknya. 2. Setiap anggota kelompok harus membuat kesepakatan bersama sebelum berdiskusi. Kesepakatan yang perlu disampaikan, seperti mendengar aktif; menghargai (bila terdapat murid dengan kebutuhan khusus bisa didorong untuk saling menghargai dan mengakomodasi kebutuhan mereka agar dapat berpartisipasi aktif); menjaga kerahasiaan; kenyamanan dalam berpendapat; dan tidak merendahkan orang lain. 3. Guru meminta murid menuliskan harapan mereka dan menuliskan kekhawatiran mereka di buku tulis,. Murid menuliskan minimal satu harapan dan satu kekhawatiran (boleh menuliskan lebih dari satu harapan dan kekhawatiran dalam satu kertas). Dalam kertas tersebut, murid tidak perlu menuliskan identitas diri. 4. Guru dapat memberikan contoh harapan dan kekhawatiran untuk memantik murid. Misalnya: • Harapanku “Aku berharap bisa menjadi ketua OSIS dan memiliki teman baik di sekolah baru.” • Kekhawatiranku “Aku takut kalau aku tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan kurang bergaul di sekolah baru.” 5. Guru mengingatkan murid untuk memberikan apresiasi dengan tepuk tangan dan menghimbau untuk tidak merendahkan setiap harapan atau kekhawatiran temannya. Perlu diingatkan bahwa ruang cerita adalah ruang aman bagi murid untuk saling berbagi harapan dan kekhawatiran. Refleksi Kegiatan Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pemantik refleksi kegiatan, misalnya “Sebutkan 3 hal baru yang kamu pahami atau rasakan setelah mendengar harapan dan kekhawatiran teman temanmu!”, “Sebutkan 2 pengalaman menarik dari kegiatan ini!”, atau “Sebutkan 1 hal baik yang akan kamu lakukan!”

Buku Panduan MPLS Guru 2026 23 b. Kegiatan 2 Kegiatan 2 berupa Identifikasi Harapan dan Kekhawatiran. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini adalah agar murid dapat menyepakati dan mengambil keputusan bersama melalui diskusi kelompok. Alur Kegiatan: 1. Dari beberapa harapan dan kekhawatiran yang telah dibacakan, setiap kelompok menyepakati satu harapan bersama dan satu kekhawatiran yang akan dicarikan solusinya. 2. Metode pemilihan bisa menggunakan voting. Refleksi Kegiatan Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pemantik refleksi kegiatan, misalnya “Apakah kegiatan ini menyenangkan, menantang, atau membingungkan?” atau “Hal baru apa yang kamu rasakan setelah berdiskusi mengidentifikasi harapan dan kekhawatiran?” untuk mendapatkan refleksi dari murid, misalnya “Aku belajar menghargai pendapat teman”. c. Kegiatan 3 Kegiatan 3 berupa Diskusi Solusi. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini adalah agar murid dapat menemukan potensi dukungan untuk mewujudkan harapan yang telah disepakati sebelumnya dan menyusun beberapa ide solusi untuk mengatasi kekhawatiran. Alur Kegiatan: 1) Setiap kelompok mendiskusikan potensi/support system untuk mewujudkan harapan menggunakan ilustrasi “Pohon Harapan”. Dengan mengisi menuliskannnya dalam Pohon Harapan berikut:

Buku Panduan MPLS Guru 2026 24 Pohon Harapan Diskusikan dengan teman sekelompok tentang harapan kalian di sekolah, kemudian identifikasi potensi/ support system yang mendukung dan akibat yang muncul jika potensi/ support system. Gambar 3.3 Ilustrasi Pohon Harapan

Buku Panduan MPLS Guru 2026 25 Pohon Harapan Diskusikan dengan teman sekelompok tentang harapan kalian di sekolah, kemudian identifikasi potensi/ support system yang mendukung dan akibat yang muncul jika potensi/ support system tersebut mendukung harapanmu dengan menggunakan Pohon Harapan di bawah ini! Gambar 3.4 Pohon Harapan: Bisa Adaptasi dengan Lingkungan Sekolah 2) Selanjutnya setiap kelompok berdiskusi menentukan solusi untuk mencegah dan mengatasi kekhawatiran dengan mengisi “Pohon Solusi” berikut:

Buku Panduan MPLS Guru 2026 26 Pohon Solusi Diskusikan dengan teman sekelompok tentang hal baik yang harus dimiliki dan dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kekhawatiran dengan Pohon Solusi di bawah ini! Berikut contoh pohon solusi untuk kekhawatiran “takut tidak bisa adaptasi dengan lingkungan sekolah”

Buku Panduan MPLS Guru 2026 27 Pohon Solusi Diskusikan dengan teman sekelompok tentang hal baik yang harus dimiliki dan dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kekhawatiran dengan pohon solusi. 3) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 28 5. Refleksi dan Doa Penutup (12.15-12.30 WITA) Tujuan Kegiatan: Mengajak murid merefleksikan pengalaman hari kedua, menumbuhkan motivasi untuk hari berikutnya, serta menutup kegiatan dengan semangat kebersamaan. Alur Kegiatan: a. Pembukaan Refleksi, murid mempersiapkan gawaimya. b. Guru menampilkan barcode untuk mengisi Refleksi dan Evaluasi. c. Motivasi Guru menyampaikan gambaran singkat mengenai kegiatan esok hari dan mengajak murid untuk tetap semangat dan antusias. d. Doa dan Salam. A. Kegiatan Hari Ketiga 1. Salam Sapa Murid Baru (07.00-07.15 WITA) Tujuan Kegiatan Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan inklusif dengan membangun kedekatan emosional antara guru dan murid baru. Alur Kegiatan: a. Guru menyambut murid dan orang tua/wali di gerbang sekolah dengan (5S) senyum, salam, sapa, sopan, santun. b. Murid diarahkan memasuki lingkungan sekolah dengan tertib dan penuh semangat. c. Guru piket memutarkan 1) Jinggel MPLS Ramah yang berjudul Hari Baru dan 2) Lagu Rukun Sama Teman. 2. Asesmen Literasi, Asesmen Numerasi, serta Identifikasi Bakat dan Minat Tujuan Kegiatan (07.20-09.20 WITA) Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar murid adalah instrumen berisi 17 pernyataan yang digunakan untuk membantu sekolah dan orang tua/wali mengenali lebih awal sikap murid di rumah, sekolah, serta komunikasi murid dengan teman dan keluarga. Sasaran kegiatan adalah murid jenjang SMP. Tujuan identifikasi ini adalah untuk membantu sekolah dan orang tua/wali melakukan deteksi awal sikap anak di rumah, sekolah, dengan teman dan keluarga. Hasil dari identifikasi awal memberikan gambaran apabila terdapat masalah yang membutuhkan pendampingan dari orang tua, guru, maupun profesional. Instrumen ini bukan alat untuk mendiagnosis kondisi spesifik apapun, tidak digunakan untuk memberi label, atau untuk menilai baik-buruk murid. Instrumen ini hanya untuk memberikan informasi awal terkait adanya masalah-masalah yang membutuhkan pendampingan dari orang tua, guru, maupun profesional. Luaran kegiatan ini adalah tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 29 Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi untuk MPLS Literasi membaca dan numerasi merupakan kompetensi mendasar yang diperlukan murid untuk belajar sepanjang hayat, memahami informasi, mengambil keputusan, menyelesaikan permasalahan sehari-hari, dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dengan sasaran jenjang SMP. Dalam kegiatan MPLS, pengukuran literasi membaca dan numerasi dilakukan untuk memperoleh kemampuan murid dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Selain itu, kemampuan ini juga digunakan untuk memahami dan mengelola bacaan, menafsirkan informasi, serta menggunakan konsep matematika dasar dalam berbagai konteks yang relevan. Hasil asesmen ini digunakan sebagai bahan awal bagi sekolah untuk merancang pembelajaran, memberikan penguatan, dan melakukan diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan murid. Luaran kegiatan ini adalah tabel hasil asesmen dan saran aktivitas Pembelajaran Literasi Membaca dan Numerasi. Identifikasi Bakat dan Minat Identifikasi bakat dan minat adalah proses untuk mengenali kecenderungan potensi/kemampuan serta ketertarikan murid dalam berbagai bidang atau aktivitas. Melalui kegiatan ini, sekolah memperoleh gambaran awal mengenai bidang- bidang yang cenderung menjadi potensi/kemampuan serta serta ketertarikan pada bidang aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Hasil tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah, guru, dan orang tua/wali dalam merancang layanan pembinaan, pendampingan, serta pengembangan diri yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik murid. Kegiatan ini menjadi dasar awal bagi sekolah, guru, dan orang tua/wali dalam memberikan pendampingan, pembinaan, serta pengembangan diri murid secara lebih tepat. Hasil identifikasi ini tidak digunakan untuk memberi label, membatasi pilihan murid, atau menentukan masa depan murid secara mutlak. Luaran kegiatan ini adalah tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Bakat dan Minat.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 30 Catatan Penting! Umum 1. Guru hanya membantu aspek teknis, misalnya membuka tautan, memastikan jaringan berjalan, atau menjelaskan cara pengisian. Guru tidak boleh mengarahkan jawaban. 2. Laporan tes tidak boleh diumumkan di kelas, dibagikan di grup, atau diperlihatkan kepada pihak yang tidak berkepentingan. Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid 1. Instrumen Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid digunakan hanya untuk deteksi awal, bukan untuk menentukan diagnosis. 2. Hasil identifikasi dengan skor ≥15 menunjukkan bahwa murid kemungkinan memerlukan perhatian dan pendampingan lebih lanjut, tetapi tidak serta-merta menunjukkan adanya gangguan tertentu. Untuk memperoleh pemahaman kondisi murid secara lebih komprehensif, orang tua/wali disarankan melakukan konsultasi atau pemeriksaan lanjutan dengan tenaga profesional yang berwenang. 3. Diagnosis hanya dapat dilakukan oleh profesional, seperti psikolog, psikiater, dokter, atau tenaga kesehatan terkait. 4. Murid perlu menjawab seluruh pernyataan. Tidak boleh ada butir pernyataan yang kosong. 5. Instrumen wajib dikerjakan maksimal selama 10 menit. 6. Untuk murid penyandang disabilitas, pengisian dapat didampingi oleh orang tua/wali atau guru pendamping. Pendamping membantu akses dan pemahaman instruksi, bukan mengarahkan jawaban. 7. Tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid bersifat rahasia dan hanya boleh diberikan kepada orang tua/wali murid yang bersangkutan dan pihak sekolah yang bertanggung jawab untuk tindak lanjut, yaitu wali kelas, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan guru BK. 8. Hasil identifikasi dapat dipadukan dengan hasil pemeriksaan kesehatan jiwa pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam aplikasi SATUSEHAT Mobile, serta dapat dilengkapi dengan Daftar Cek Masalah (DCM) atau Alat Ungkap Masalah (AUM) untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh. Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi untuk MPLS 1. Hasil Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi untuk MPLS tidak berupa skor, angka atau peringkat murid. Oleh karena itu, hasil tidak boleh digunakan untuk menyimpulkan kompetensi literasi murid secara utuh. 2. Hasil asesmen digunakan sebagai bahan bagi guru untuk menyiapkan pembelajaran, memetakan kebutuhan belajar, serta merancang penguatan literasi dan numerasi. 3. Murid perlu mengerjakan asesmen secara jujur, mandiri, serius, dan sesuai dengan kemampuan sebenarnya. 4. Sekolah tidak diperbolehkan untuk memberikan latihan khusus, membocorkan soal, memberikan kunci jawaban, atau mengarahkan murid untuk memperoleh hasil tertentu.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 31 5. Sekolah tidak diperbolehkan menjadikan hasil asesmen sebagai ajang kompetisi antar murid, kelas, atau sekolah. 6. Guru perlu memastikan asesmen berlangsung tertib, mandiri, dan tidak menimbulkan tekanan bagi murid. 7. Asesmen literasi membaca dilaksanakan maksimal selama 30 menit dan asesmen numerasi dilaksanakan selama 30 menit. Murid tidak diperkenankan untuk menggunakan waktu asesmen lainnya untuk menjawab soal Asesmen Literasi dan Numerasi. 2. Untuk pendidikan khusus atau murid penyandang disabilitas, sekolah dapat menyesuaikan pelaksanaan asesmen ini dengan kondisi murid. Pendampingan dapat diberikan untuk membantu akses, membaca instruksi, atau mengatasi kendala teknis, tetapi tidak boleh membantu menjawab soal. Murid dengan hambatan intelektual tidak disarankan mengikuti asesmen ini. 3. Tabel hasil asesmen dan saran aktivitas pembelajaran Literasi Membaca dan Numerasi bersifat pribadi dan perlu digunakan secara bijak. Hasil tidak boleh diumumkan di kelas atau dibandingkan antar murid. Identifikasi Bakat dan Minat 1. Instrumen ini berfungsi sebagai identifikasi awal. Orang tua/wali dan sekolah dapat memperkaya hasil identifikasi ini melalui tes psikologi terstandar, observasi langsung, penilaian unjuk kerja, penelaahan portofolio akademik dan nonakademik, serta wawancara dengan anak agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif. 2. Hasil identifikasi menunjukkan kecenderungan dominan apabila skor pada bidang tertentu relatif tinggi. 2. Skor rendah tidak boleh dimaknai sebagai kelemahan atau ketidakmampuan murid. Skor tersebut lebih tepat dipahami sebagai area yang belum tampak dominan dan masih perlu distimulasi. 3. Seluruh bakat dan minat murid dapat berkembang apabila diberikan pengalaman, latihan, kesempatan, dan lingkungan yang mendukung. 4. Hasil identifikasi digunakan untuk membantu sekolah menyusun layanan pengembangan murid, seperti rekomendasi kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan prestasi, pendampingan belajar, atau kegiatan pengembangan diri lainnya. 5. 6. Untuk murid penyandang disabilitas, pengisian instrumen dapat didampingi oleh orang tua/wali, guru pendamping, atau tenaga pendamping lain. Pendamping membantu memahami instruksi dan proses pengisian, bukan mengarahkan jawaban. 7. Tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Bakat dan Minat bersifat pribadi dan perlu digunakan secara bijak. Hasil tidak boleh diumumkan di kelas atau dibandingkan antar murid. Alur Kegiatan: a. Untuk mendapatkan kode akses instrumen, kepala sekolah dan/atau operator sekolah mempersiapkan hal-hal berikut: 1) Operator membuka laman Tes dan Survei MPLS Ramah tahun 2026 pada tautan https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/. 2) Operator masuk menggunakan menggunakan akun SSO Pengelola Data Pusdatin, memasukkan email dan password, kemudian klik tombol Login.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 32 Setelah itu, operator memasukkan OTP dari aplikasi Authenticator seperti Google Authenticator atau Microsoft Authenticator. 3) Operator mencatat kode tes untuk diberikan kepada murid. Kode tes untuk jenjang SMP dapat diakses mulai tanggal 13 Juli 2026. 4) Operator menginformasikan kepada kepada guru atau tenaga kependidikan yang bertugas mendampingi pelaksanaan rangkaian tes terkait tautan https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/ dan kode tes. b. Persiapan dan Pengarahan Awal (15 menit) Sebelum memulai tes, guru atau tenaga kependidikan melakukan langkah-langkah, seperti 1) Memastikan seluruh murid baru sudah berada di ruangan/area yang telah ditentukan; 2) Memastikan perangkat yang digunakan murid sudah siap, baik komputer, laptop, maupun gawai pribadi dengan pengawasan sekolah; 3) Memastikan jaringan internet dapat digunakan dengan baik; 4) Menjelaskan tujuan tes secara singkat kepada murid; 5) Memberikan data di bawah ini kepada murid a) kode tes untuk mengakses instrumen; b) tinggi dan berat badan 1 bulan terakhir (jika ada); serta c) hasil tes fleksibilitas (hasil terbaik murid) jika sekolah melaksanakan tes fleksibilitas pada hari kedua. 6) Menginformasikan kepada murid untuk membuka laman tes pada tautan https://karakter.data.kemendikdasmen.go.id/; serta 7) Mengarahkan murid untuk memilih tombol menu kerjakan tes. 8) Murid memasukkan kode tes seperti mpls-xyz67 dan menekan tombol lanjutkan untuk ke menu selanjutnya. 9) Pada halaman berikutnya, arahkan murid untuk memasukkan nomor induk siswa nasional (nisn) pada kotak yang tersedia. Jika murid belum memiliki nisn, silakan masukkan angka 1234567890. 10) Laman dengan notifikasi nisn yang kamu masukkan valid akan terbuka. Pastikan nama sudah sesuai. Tekan tombol kerjakan tes dan peramban/browser akan mengarah ke laman google form. 11) Jika nama yang muncul bukan nama murid baru yang bersangkutan, silakan masukkan ulang nisn dengan menekan tombol “masukkan nisn”. Jika nama yang muncul tetap tidak sesuai, silahkan masukkan angka “1234567890”. 12) Jika terbuka laman dengan notifikasi “nisn yang kamu masukkan tidak valid” murid dapat menekan “masukkan nisn” untuk mencoba kembali memasukkan nisn yang sesuai. Jika tetap tidak valid silahkan langsung memilih tombol “kerjakan tes”. 13) Jika tombol “kerjakan tes” tidak menampilkan formulir tes, silakan coba memilih tombol “alternatif 1 kerjakan tes” atau “alternatif 2 kerjakan tes”. 14) Memastikan semua perangkat yang digunakan murid telah menampilkan google form pada peramban/browser sebelum mulai lanjut ke tahap pengisian instrumen.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 33 c. Pengisian Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid Pada saat pengisian instrumen Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid, guru atau tenaga kependidikan melakukan langkah berikut. 1) Menjelaskan instruksi umum mengenai tata cara pengerjaan soal (maksimal 5 menit). a) Instrumen terdiri dari 17 butir pernyataan. b) Durasi waktu maksimal pengerjaan adalah 10 menit. c) Murid tidak diperbolehkan bekerja sama atau menggunakan bantuan dari luar. d) Tidak boleh ada pernyataan yang dikosongkan. e) Jika semua murid sudah menyelesaikan section sebelum 10 menit, guru dapat langsung memberikan penjelasan untuk Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi. f) Menekankan bahwa identifikasi ini bukan untuk menilai atau mendiagnosis, melainkan untuk melakukan deteksi awal bagaimana anak bersikap di rumah, sekolah, dengan teman dan keluarga. g) Mengingatkan murid agar menjawab dengan jujur sesuai dengan kondisi dirinya. 2) Mengawasi jalannya tes untuk memastikan ketertiban dan kemandirian murid dalam mengerjakan instrumen. Petugas diharapkan dapat membantu murid jika mengalami kesulitan selama pengerjaan instrumen. 3) Mengingatkan sisa waktu apabila diperlukan, terutama ketika mendekati batas waktu pengisian. 4) Memastikan murid telah selesai mengisi semua butir pernyataan. 5) Memastikan semua murid sudah selesai mengisi Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid dan menekan tombol “Selanjutnya/Next” untuk mengerjakan tes selanjutnya. d. Pengisian Asesmen Literasi dan Numerasi untuk MPLS (60 menit) Pada saat pelaksanaan asesmen literasi membaca, guru atau tenaga kependidikan melakukan langkah berikut. 1) Memastikan murid sudah selesai mengisi Identifikasi Awal Kondisi Sosial- Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid dan telah berpindah section ke asesmen literasi membaca. 2) Memberikan instruksi umum mengenai tata cara pengerjaan soal. a) Jumlah soal 24 butir terdiri dari 12 soal literasi membaca dan 12 soal numerasi. b) Durasi waktu pengerjaan adalah 30 menit untuk asesmen literasi dan 30 menit untuk asesmen numerasi. c) Formulir tidak mengunci semua jawaban harus terisi. Jika ada jawaban jawaban kosong, murid dianggap tidak mengetahui jawabannya. d) Murid tidak diperbolehkan bekerja sama, menggunakan alat bantu, mencari jawaban di internet, atau meminta bantuan orang lain.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 34 e) Soal asesmen literasi dan numerasi tidak wajib dikerjakan secara berurutan sehingga murid dapat mengerjakan soal yang dianggap mudah terlebih dahulu. f) Menekankan bahwa asesmen ini bukan penilaian melainkan digunakan untuk membantu guru memahami kebutuhan belajar murid. g) Mengingatkan murid untuk membaca soal dengan teliti dan menjawab sesuai dengan kemampuan masing-masing. 3) Mengawasi pelaksanaan asesmen agar murid mengerjakan secara tertib dan mandiri. Guru juga dapat membantu apabila terdapat kendala teknis. 4) Mengingatkan sisa waktu apabila diperlukan. 5) Setelah 30 menit, petugas menginformasikan kepada semua murid jika waktu pengerjaan asesmen literasi membaca sudah selesai. Guru mengarahkan murid untuk melanjutkan pengerjaan asesmen numerasi dengan menekan tombol Selanjutnya/Next. 6) Guru berkeliling untuk memastikan semua murid sudah berpindah ke section asesmen numerasi. 7) Lakukan langkah yang sama untuk sesi asesmen numerasi. Setelah 30 menit, petugas memastikan semua murid sudah selesai mengisi asesmen numerasi dan menekan tombol Selanjutnya/Next untuk mengerjakan tes selanjutnya. e. Pengisian Identifikasi Bakat dan Minat (20 menit) Pada saat pengisian instrumen, guru melakukan langkah berikut. 1) Memastikan murid sudah selesai mengisi asesmen numerasi dan telah berpindah section ke Identifikasi Bakat dan Minat. 2) Menjelaskan instruksi umum mengenai tata cara pengerjaan soal. a) Instrumen terdiri atas 32 butir pertanyaan terkait bakat dan 32 butir pertanyaan terkait minat. b) Durasi maksimal pengerjaan kedua paket soal adalah 20 menit. c) Tidak boleh ada pernyataan yang tidak dijawab/dikosongkan. d) Menekankan bahwa kegiatan ini bukan untuk penilaian dan tidak memiliki jawaban benar atau salah. e) Mengingatkan murid agar menjawab sesuai dengan kondisi, minat, kebiasaan, dan pengalaman dirinya sendiri. f) Pada bagian akhir formulir, terdapat pertanyaan terkait tinggi badan, berat badan, dan hasil tes fleksibilitas. Jika data tersedia, silahkan diisi sesuai dengan kondisi murid. Jika data tidak tersedia, murid dapat memilih jawaban tidak tahu. 3) Mengawasi jalannya identifikasi untuk memastikan ketertiban dan kemandirian murid dalam mengerjakan instrumen. Guru diharapkan dapat membantu murid jika mereka mengalami kesulitan selama pengerjaan instrumen. 4) Mengingatkan sisa waktu apabila diperlukan. 5) Setelah waktu pengerjaan selesai, petugas memastikan seluruh murid telah menjawab dan menekan tombol Submit. 6) Menyediakan daftar hadir untuk diisi oleh murid sebagai bukti murid telah mengikuti rangkaian kegiatan tes.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 35 f. Pengunduhan Laporan Hasil 1) Laporan hasil akan tersedia dalam bentuk a) Laporan setiap murid b) Laporan setiap sekolah 2) Laporan hasil, tersedia mulai dari tanggal 31 Juli 2026. 3) Laporan hanya bisa diakses oleh kepala dan/atau operator sekolah melalui laman karakter.data.kemendikdasmen.go.id. 4) Laporan murid dapat diunduh dalam 2 set. a) Set 1 berisi 1) tabel hasil tes dan saran aktivitas pembelajaran Literasi Membaca dan Numerasi untuk MPLS; 2) tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Bakat dan Minat; 3) Identifikasi Massa Tubuh; dan 4) tabel hasil tes fleksibilitas. b) Set 2 yang bersifat rahasia diunduh terpisah berisi (1) tabel hasil dan rekomendasi Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid. 5) Berkas semua murid di Set 1 dapat diberikan kepada guru BK, guru kelas masing-masing, dan guru lain yang terkait. 6) Berkas semua murid di Set 2 hanya boleh diberikan kepada guru BK. Hanya guru BK yang diperbolehkan menyampaikan kepada orang tua bagi murid yang membutuhkan pendampingan profesional. Jika tidak tersedia guru BK di sekolah, tugas ini dapat dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan atau Guru Wali yang sudah mendapatkan pelatihan. g. Tindak Lanjut Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid 1) Apabila terdapat murid yang memerlukan perhatian lanjutan, sekolah melalui guru BK dapat berkomunikasi dengan orang tua/wali untuk mendiskusikan pendampingan lebih lanjut di sekolah dan di rumah. Selain itu, orang tua dapat memastikan kondisi murid ke layanan profesional yang tersedia (dokter, psikolog, psikiater) jika diperlukan. 2) Sekolah dan orang tua/wali dapat memadukan hasil identifikasi ini dengan hasil CKG 2026, DCM, dan/atau AUM untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh. h. Tindak Lanjut Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi 1) Sekolah dapat menggunakan hasil asesmen untuk memetakan kemampuan awal literasi membaca dan numerasi murid. 2) Hasil asesmen juga dapat digunakan untuk merancang penguatan pembelajaran, menyusun strategi diferensiasi pembelajaran, menentukan kebutuhan pendampingan belajar, dan merancang program pembiasaan literasi dan numerasi di sekolah. 3) Apabila ditemukan murid yang membutuhkan penguatan lebih lanjut, guru dapat melakukan pendampingan melalui kegiatan pembelajaran, bimbingan belajar, pengayaan, remedial, atau strategi lain yang sesuai.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 36 i. Tindak Lanjut Identifikasi Bakat dan Minat 1) Hasil identifikasi bakat dan minat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pemetaan minat murid, rekomendasi kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan prestasi, pendampingan belajar, pengembangan diri, dan komunikasi dengan orang tua/wali. 2) Apabila ditemukan murid dengan potensi bakat dan minat tertentu yang kuat, sekolah dapat memberikan kesempatan pengembangan melalui kegiatan yang sesuai. 3) Apabila terdapat bidang yang belum tampak dominan, sekolah dapat memberikan stimulasi melalui pengalaman belajar yang lebih beragam. 3) Hasil identifikasi dapat didiskusikan secara terbatas dengan wali kelas, guru BK, pembina ekstrakurikuler, atau orang tua/wali sesuai kebutuhan. 4) Hasil identifikasi tidak boleh diumumkan secara terbuka, dibandingkan antarmurid atau digunakan untuk membatasi kesempatan murid mengikuti kegiatan tertentu. 5) Sekolah dapat menindaklanjuti hasil identifikasi dengan observasi lanjutan, wawancara singkat, penelaahan portofolio, atau kegiatan praktik sesuai bidang minat dan potensi murid. Hal yang Perlu Dihindari oleh Guru 1. Memberi pelabelan kepada murid berdasarkan hasil tes yang dapat memengaruhi kepercayaan diri dan perkembangan murid. 2. Menjadikan hasil instrumen sebagai kesimpulan akhir tentang kondisi, kemampuan, bakat, minat, atau potensi murid. Hasil ini hanya merupakan gambaran awal yang perlu diperkaya dengan observasi, pendampingan, komunikasi dengan orang tua, serta penilaian lain yang relevan. 3. Menggunakan hasil instrumen untuk mendiagnosis murid terutama pada Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid. Sekolah tidak boleh menyimpulkan bahwa murid mengalami gangguan mental tertentu karena diagnosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga profesional yang berwenang. 4. Mengumumkan atau membahas hasil individu murid di depan kelas, upacara, atau bentuk pertemuan lainnya, baik hasil Identifikasi Awal Kondisi Sosial- Emosional dan Konsentrasi Belajar Murid, asesmen literasi dan numerasi, maupun identifikasi minat dan bakat. 5. Membandingkan hasil antar murid, baik secara langsung maupun tidak langsung, karena setiap murid memiliki kondisi, kemampuan, minat, dan tahap perkembangan yang berbeda. 6. Menyebarkan hasil kepada pihak yang tidak berkepentingan, termasuk melalui grup komunikasi, forum kelas, media sosial, atau dokumen yang dapat diakses secara terbuka. 7. Memberikan tekanan kepada murid agar memperoleh hasil tertentu. 2. 8. Mengarahkan jawaban murid saat pengisian instrumen. 3. Literasi Digital (09.20-10.00 WITA) a. Kegiatan 1: Mengenalkan materi tentang sopan santun bersosial media, jejak dan etika digital, hoaks dan cyberbullying, studi kasus, Screen Time, Screen Zone, Screen Break.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 37 Tujuan Kegiatan Mengenalkan materi tentang sopan santun bersosial media, jejak dan etika digital, hoaks dan cyberbullying, studi kasus, Screen Time, Screen Zone, Screen Break. Alur Kegiatan: 1) Guru menyampaikan tentang sopan santun bersosial media, jejak dan etika digital, hoaks dan cyberbullying, studi kasus, Screen Time, Screen Zone, Screen Break. 2) Guru melakukan tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan. b. Kegiatan 2 Kegiatan 2 adalah Nonton Bersama Film Pencegahan Judi Online. Tujuan Kegiatan: Tujuan kegiatan ini adalah agar murid 1) Dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan modus judi online; 2) Memahami dampak negatif judi online pada keuangan, keluarga, pertemanan, mental, dan masa depan; serta 3) Mengetahui cara menghindari praktik judi online. Alur Kegiatan: 1) Guru memberikan pengantar untuk membuka sesi. Contoh pengantar yang dapat diberikan, misalnya “Di era digital ini, banyak sekali tawaran yang terlihat menggiurkan di internet, seperti janji uang instan atau pinjaman mudah tanpa syarat. Namun, kita perlu sangat berhati-hati, karena hal tersebut merupakan jebakan berbahaya.” 2) Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada murid, misalnya “Siapa yang pernah dengar kata judi online? Menurut kalian, apa sih itu? Mengapa orang tertarik sama judi online?” atau “Apakah kamu pernah mendengar atau membaca berita mengenai individu yang terjerat judi online? Menurut pandangan kamu, apa saja potensi bahaya dari hal tersebut?”; guru memberikan kesempatan kepada beberapa murid untuk menjawab pertanyaan. 3) Guru memberikan penguatan mengenai bahaya judi online melalui kegiatan menonton film pendek pencegahan judi online berjudul Kemenangan Sejati (https://s.id/antijudol). 4) Murid menyaksikan film dari awal hingga akhir. c. Kegiatan 3 Kegiatan 3 adalah Diskusi dan Refleksi Film Pencegahan Judi Online. Tujuan Kegiatan: Tujuan kegiatan ini adalah untuk 1) Memfasilitasi refleksi mendalam murid setelah menonton film; 2) Mengidentifikasi faktor pemicu dan dampak negatif judi online secara komprehensif; serta 3) Mendorong murid untuk mengetahui cara menghindari judi online dan berani mencari bantuan. Alur Kegiatan:

Buku Panduan MPLS Guru 2026 38 1) Setelah menyaksikan film, murid diajak untuk berdiskusi secara terbuka dengan beberapa pertanyaan, misalnya a) Apa pelajaran paling berharga yang kamu peroleh dari film Kemenangan Sejati? b) Mengapa tokoh utama dalam film dapat terjerumus ke dalam judi online? c) Faktor-faktor apa saja yang mungkin mempengaruhinya? (Guru dapat memancing jawaban, seperti keinginan mendapatkan uang instan, tekanan teman sebaya, kurangnya pengetahuan, rasa ingin mencoba, atau masalah ekonomi pribadi). d) Apa saja dampak negatif yang terlihat dalam film Akibat Judi Online dan Pinjaman Online Ilegal? (kerugian finansial, masalah psikologis, kerusakan hubungan dengan keluarga, stres, ketakutan, atau terhambatnya masa depan). e) Apabila kamu atau teman kamu berada dalam situasi serupa dengan tokoh di film, tindakan apa yang akan kamu lakukan? f) Siapa yang harus kamu mintai bantuan atau nasihat? (arahkan jawaban untuk meminta bantuan/nasihat ke orang tua/wali, guru, wali kelas, konselor sekolah, atau pihak berwenang) 2) Guru memberikan respon terhadap jawaban murid dan memberikan pesan kunci. 4. Pencegahan Isu NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) Tujuan kegiatan (10.40-11.30 WITA) Menumbuhkan kesadaran murid untuk menjauhi NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) dengan memahami dampak negatif bagi kesehatan, masa depan, dan lingkungan sosial. a. Kegiatan 1 Kegiatan 1 adalah Pengenalan NAPZA: Kenali, Pahami, Jauhi. Tujuan Kegiatan: 1) Memberikan pemahaman dasar tentang jenis-jenis NAPZA, dampaknya bagi tubuh dan masa depan, serta mitos dan fakta seputar NAPZA serta 2) Meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya yang mengintai. Alur Kegiatan: 1) Guru memulai dengan pertanyaan pemantik, misalnya: “Apa yang kalian ketahui tentang NAPZA?” atau “Mengapa ada orang yang memakai NAPZA?”. 2) Kegiatan dilanjut dengan permainan ringan, misalnya Mitos atau Fakta?. 3) Guru membacakan beberapa pertanyaan tentang NAPZA, lalu murid diminta menjawab mitos atau fakta.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 39 4) Setelah itu, guru memberikan penjelasan singkat bahwa banyak informasi keliru yang beredar soal NAPZA serta menjelaskan jenis, dampak, dan bahaya penyalahgunaan NAPZA yang sebenarnya. Contoh soal pernyataan Mitos atau Fakta 1. NAPZA hanya berbahaya jika digunakan dalam jumlah besar. Jawaban yang benar: Mitos → bahkan dalam jumlah kecil, NAPZA bisa menyebabkan kerusakan otak dan kecanduan. 2. Merokok dan minum alkohol bisa menjadi pintu awal penyalahgunaan NAPZA. Jawaban yang benar: Fakta → rokok dan alkohol sering disebut sebagai pintu awal penyalahgunaan NAPZA. 3. NAPZA hanya digunakan oleh orang dewasa saja. Jawaban yang benar: Mitos → banyak penyalahgunaan justru dimulai sejak remaja. 4. Orang yang pernah pakai NAPZA tidak bisa pulih lagi. Jawaban yang benar: Mitos → dengan dukungan dan rehabilitas, mereka bisa pulih dan kembali ke masyarakat. 5. Menolak ajakan teman untuk mencoba NAPZA menunjukkan kamu gak keren. Jawaban yang benar: Mitos → menolak NAPZA justru menunjukkan keberanian dan ketegasan diri. b. Kegiatan 2 Kegiatan 2 adalah Menonton Film Pendek Bahaya NAPZA Tujuan Kegiatan: Tujuan kegiatan ini adalah untuk 1) Memberikan pemahaman yang lebih nyata dan emosional tentang penyalahgunaan NAPZA; serta

Buku Panduan MPLS Guru 2026 40 2) Menguatkan sikap dan komitmen murid untuk menjaga diri serta lingkungan sekolah bebas dari NAPZA. Alur Kegiatan: 1) Guru menyampaikan maksud dan tujuan menonton film, bukan sekedar hiburan tetapi juga pembelajaran. 2) Pemutaran film bahaya NAPZA berdurasi pendek (5-7 menit). 3) Tautan film pendek tentang Milenial Anti Narkoba dari BNN https://s.id/milenialantinarkoba. c. Kegiatan 3 Kegiatan 3 adalah Refleksi dan Komitmen. Tujuan Kegiatan: 1) Memberikan ruang bagi murid untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran mereka serta 2) Menguatkan pemahaman murid tentang bahaya NAPZA. Alur Kegiatan: 1) Guru membagikan sticky note atau kertas yang dipotong kecil kepada setiap murid. 2) Murid diminta menuliskan pesan penolakan NAPZA pada sticky notes yang telah dibagikan (aku sayang diriku, hidup sehat tanpa NAPZA). 3) Murid diminta menempel tulisan tersebut di Pohon Komitmen Bersama yang telah dibuat oleh guru (atau bisa ditempel di dinding kelas, disesuaikan dengan sekolah masing-masing) 5. Budaya Sekolah Berbasis Kekhasan Sekolah (11.30-12.00 WITA) Tujuan Kegiatan Menumbuhkan kesadaran murid untuk mengenal, menghargai, dan menerapkan nilai- nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan karakter. Alur Kegiatan: a. Guru menyampaikan tujuan kegiatan. 20 menit 30 menit b. Guru memberikan pemahaman singkat tentang kekhasan sekolah (kegiatan ini disesuaikan dengan kekhasan sekolah masing masing.) 6. Refleksi dan Doa Penutup (12.00-12.15 WITA) Tujuan Kegiatan Mengajak murid merefleksikan pengalaman hari kedua, menumbuhkan motivasi untuk hari berikutnya, serta menutup kegiatan dengan semangat kebersamaan. Alur Kegiatan: a. Pembukaan Refleksi, murid mempersiapkan gawaimya. b. Guru menampilkan barcode untuk mengisi Refleksi dan Evaluasi. c. Motivasi Guru menyampaikan gambaran singkat mengenai kegiatan esok hari dan mengajak murid untuk tetap semangat dan antusias. d. Doa dan Salam.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 41 E. Kegiatan Hari Keempat 1. Salam Sapa Murid Baru (07.00-07.15 WITA) Tujuan kegiatan: 15 menit 240 menit Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif dengan membangun kedekatan emosional antara guru dan murid baru. Alur Kegiatan: a. Guru menyambut murid dan orang tua/wali di gerbang sekolah dengan (5S) senyum, salam, sapa, sopan, santun. b. Murid diarahkan memasuki lingkungan sekolah dengan tertib dan penuh semangat. c. Guru piket memutarkan 1) Jinggel MPLS Ramah yang berjudul Hari Baru dan 2) Lagu Rukun Sama Teman. 2. Pengenalan Kurikulum melalui Penumbuhan Motivasi, Semangat, dan Cara Belajar yang Efektif (07.15-08.00 WITA) Tujuan kegiatan: Membantu murid baru mengenal kurikulum sekolah. a. Kegiatan 1 Kegiatan 1 adalah Mengenal Mata Pelajaran Wajib dan Kokurikuler. Tujuan Kegiatan : Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu murid baru memahami struktur kurikulum sekolah (mata pelajaran wajib, pilihan, dan kokurikuler) agar mereka bisa merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan minat dan potensi. Alur Kegiatan 1) Guru menyambut murid dan menjelaskan bahwa sesi ini akan membantu mereka memahami peta belajar di sekolah ini. 2) Guru menjelaskan bahwa kurikulum di sekolah ini terdiri atas tiga bagian utama, yaitu a) Mata Pelajaran Wajib, b) Mata Pelajaran Pilihan (Jika Ada Di Jenjang Tersebut), Serta c) Kegiatan kokurikuler/ekstrakurikuler; 3) Guru menjelaskan mata pelajaran wajib (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Pendidikan Agama, PJOK, Seni Budaya) dan guru bisa menampilkan daftarnya. 4) Guru menjelaskan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler (OSIS, Pramuka/Kepanduan, KIR, klub olahraga, klub olimpiade, seni, debat, dll). Tekankan bahwa ini penting untuk mengembangkan diri di luar pelajaran. 5) Guru membuka sesi singkat untuk tanya jawab terkait mata pelajaran atau kegiatan kokurikuler. 2) Guru memberikan pesan penutup bahwa pemahaman ini akan membantu murid merencanakan jalur belajar.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 42 b. Kegiatan 2 Kegiatan 2 adalah Mengenal Diri dan Membangkitkan Motivasi Internal. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah untuk 1) Mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi motivasi dan semangat belajar serta 2) Menemukan dan merumuskan tujuan belajar pribadi yang jelas dan realistis. Alur Kegiatan 1) Guru akan membawa murid untuk menggali lebih dalam tentang kekuatan pendorong atau motivasi internal dari dalam diri masing-masing. 2) Kegiatan diawali dengan guru mengajak murid untuk bersama-sama memahami perbedaan yang mendasar antara motivasi intrinsik (dari dalam diri sendiri) dan ekstrinsik (dari luar diri sendiri) serta bagaimana murid dapat lebih banyak bergantung pada motivasi dalam diri. 3) Kemudian guru bisa memilih 2 hingga 3 murid untuk memberikan contoh motivasi intrinsik dan ekstrinsik untuk menguji pemahaman murid. 4) Contoh motivasi intrinsik adalah sebagai berikut. a) Belajar bahasa baru karena sangat tertarik dengan budaya dan film dari negara tersebut. b) Membaca buku karena menikmati alur cerita dan ingin tahu kelanjutannya, bukan karena tugas sekolah. c) Menulis jurnal atau blog karena suka mengekspresikan diri dan mengasah kemampuan menulis. 5) Contoh motivasi ekstrinsik adalah sebagai berikut. a) Belajar keras untuk ujian agar mendapatkan hasil yang baik dan pujian dari orang tua atau guru. b) Mengikuti lomba karena ingin memenangkan hadiah atau piala. 6) Kegiatan diakhiri dengan guru memberikan motivasi dan pemahaman untuk memiliki pola pikir yang berkembang serta dapat mengubah cara pandang murid dalam melihat tantangan, kegagalan, dan kesuksesan dalam belajar. c. Kegiatan 3 Kegiatan 3 adalah Teknik dan Strategi Belajar Efektif Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan teknik-teknik belajar yang sesuai dengan gaya belajar pribadi dan materi pelajaran. Alur Kegiatan 1) Guru mengajak murid mengisi pertanyaan singkat untuk mengenali gaya belajar masing-masing, misalnya gaya belajar yang mengandalkan penglihatan (visual), mengandalkan pendengarannya (auditori), atau mengandalkan gerakan atau praktik (kinestetik).

Buku Panduan MPLS Guru 2026 43 Tabel 3.29 Daftar Pertanyaan dan Pilihan Jawaban Pertanyaan Pilihan Jawaban Saat kamu mempelajari sesuatu yang baru, apa yang paling membantu kamu memahaminya? a) Mendengar penjelasan dari guru atau teman. b) Melihat materi dalam bentuk gambar, diagram, video, atau membaca teks. c) Mencoba langsung, melakukan eksperimen, atau berpartisipasi aktif. Saat membaca buku atau materi, apa yang kamu lakukan untuk memahami isinya? a) Membaca dengan suara pelan atau bergumam. b) Melihat poin-poin penting atau melihat ilustrasi. c) Membuat catatan dengan tangan atau menandai buku. Bagaimana kamu biasanya mempelajari arah atau rute baru? a) Mendengar instruksi lisan dari seseorang. b) Melihat peta atau petunjuk arah tertulis. c) Berjalan langsung melalui rute tersebut. Jawaban: a) Jika jawaban mayoritas A, masuk ke gaya belajar dengan auditori. b) Jika jawaban mayoritas B, masuk ke gaya belajar dengan visual. c) Jika jawaban mayoritas C, masuk ke gaya belajar dengan bergerak/kinestetik. d. Kegiatan 4 Kegiatan 4 adalah materi tentang Belajar Efektif. Tujuan Kegiatan: Tujuan kegiatan ini adalah untuk 1) Menggunakan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah dalam proses belajar serta 2) Menumbuhkan sikap mandiri, tanggung jawab, dan resiliensi/ketangguhan dalam menghadapi tantangan belajar. Alur Kegiatan: 1) Guru menyampaikan materi belajar efektif. 2) Kemudian melakukan tanya jawab.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 44 3. Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, dan Hargai (08.00-09.00 WITA) Tujuan kegiatan: a. Menunjukkan empati dan dukungan psikologis awal (Look, Listen, Link) serta b. Menjaga kesehatan mental diri dan teman. a. Kegiatan 1 : Kegiatan 1 adalah mengenali apakah teman tidak baik-baik saja. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah agar murid mampu mengenali tanda-tanda teman yang sedang mengalami kesulitan serta menunjukkan sikap peduli dan empati tanpa menghakimi. Alur Kegiatan: 1) Guru membagi murid kedalam dua kelompok besar. 2) Setiap kelompok diberikan kertas plano. a) Kelompok 1 mendiskusikan mengenai tekanan atau masalah apa saja yang sering dialami oleh remaja saat ini. b) Kelompok 2 mendiskusikan mengenai tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seorang teman sedang tidak baik-baik saja. 3) Guru meminta murid menuliskan jawaban setiap kelompok pada kertas plano. 4) Setelah waktu diskusi selesai, masing-masing perwakilan kelompok membacakan beberapa jawaban yang telah dituliskan. 5) Guru merangkum jawaban dan menekankan bahwa tanda-tanda sinyal adalah untuk peduli, bukan untuk menghakimi dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar. 6) Tanyakan kepada murid, “Jika melihat tanda-tanda bahwa teman sedang tidak baik-baik saja, kalimat apa yang dapat kita ucapkan untuk menunjukkan kepedulian?”. Setelah murid menjawab dan memberikan contoh kalimat, fasilitator dapat mengelaborasikan dan memberikan contoh kalimat lainnya. a) Hai, kamu terlihat agak berbeda hari ini. Apa kabar? b) Kamu lagi ada yang mau diceritain? Aku mau dengerin ya. c) Ada yang bisa aku bantu? Jangan sungkan untuk kasih tahu aku ya. d) Kalau kamu butuh teman ngobrol, aku ada disini ya.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 45 b. Kegiatan 2 Kegiatan 2 adalah Mendengarkan dengan Empati. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah agar murid mampu memberikan respon terbaiknya. Alur Kegiatan: 1) Guru mengenalkan pada murid tentang respons verbal maupun nonverbal. 2) Guru mengenalkan akronim HADAP sebagai respons nonverbal. 3) Guru menginstruksikan murid untuk berdiri dan guru akan membacakan beberapa contoh respons. a) Jika menurut murid kalimat responnya tepat, murid lompat ke kanan dan jika menurut murid kalimat responnya tidak tepat, murid lompat ke kiri. b) Setelah murid melompat, tanyakan kepada murid apa alasan dan apa yang membuat kalimat itu tepat atau tidak tepat. c) Guru memberikan penguatan tentang respons bias dan respons empatik. Respons bias adalah respons yang membuat orang merasa tidak didengar, diremehkan, disalahkan, dibandingkan, atau diberi solusi cepat tanpa memahami. Respon bias dapat menyebabkan seseorang merasa tidak aman, makin tertekan, atau menarik diri karena perasaannya diabaikan. Respon empatik adalah respons yang memberikan ruang dan rasa aman,

Buku Panduan MPLS Guru 2026 46 mendengarkan tanpa menghakimi, mengakui perasaan lawan bicara, menanyakan kebutuhan, dan memberi dukungan tanpa memaksa. Respons empatik akan membuat seseorang merasa diterima, dihargai, dan lebih tenang. a. Kegiatan 3 Kegiatan 3 adalah kapan murid harus meminta bantuan. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah agar murid mampu membedakan situasi yang dapat didukung oleh teman sebaya dan situasi yang memerlukan bantuan orang dewasa yang dapat dipercaya. Alur Kegiatan: 1) Guru membagikan satu kartu merah dan satu kartu biru untuk setiap murid. Tuliskan kata MERAH pada kartu merah dan BIRU pada kartu biru untuk memudahkan murid mengenali kartu yang digunakan. 2) Guru menjelaskan bahwa kartu merah menunjukkan situasi yang perlu diwaspadai dan perlu bantuan orang dewasa yang dapat dipercaya. 3) Guru menjelaskan bahwa kartu biru menunjukkan situasi yang masih dapat dibantu melalui dukungan teman, seperti mendengarkan dan menemani. 4) Selanjutnya bacakan beberapa situasi dan minta murid untuk mengangkat kartu yang menurut mereka paling sesuai. Contoh Situasi Teman sedih karena nilai ujian jelek. Teman mengatakan dirinya mengalami rasa sedih berlarut tanpa mengetahui penyebabnya. Teman bercerita sedang bertengkar dengan sahabatnya. Teman sering diejek dengan julukan yang membuatnya sedih. Teman mengatakan merasa sangat tidak berharga dan sering menyalahkan dirinya sendiri. Catatan: jika menambahkan situasi lain, guru dimohon untuk mempertimbangkan dan memperhatikan kondisi murid. 5) Guru tidak perlu menyebutkan benar atau salah, tetapi menanyakan alasan dan indikator apa yang membuat situasi tersebut perlu diwaspadai. 6) Berikan penjelasan bahwa tidak semua masalah dapat diselesaikan oleh teman sebaya. Pada situasi tertentu yang mengarah pada risiko bahaya, seperti keinginan menyakiti diri sendiri atau pengalaman kekerasan, keselamatan harus menjadi prioritas utama sehingga bantuan dari orang dewasa sangat diperlukan. 7) Ajak murid untuk mengidentifikasi siapa saja yang dapat menjadi kontak darurat atau sumber bantuan, misalnya guru BK, guru wali, wali kelas, guru pembimbing, orang tua, orang dewasa yang dapat dipercaya. Kemudian minta murid untuk menuliskannya pada buku masing-masing. 8) Tanyakan kepada murid kalimat apa yang dapat diucapkan ketika ingin membantu teman terhubung dengan orang dewasa. Tekankan bahwa kalimat

Buku Panduan MPLS Guru 2026 47 yang disampaikan sebaiknya tetap menunjukkan kepedulian serta meminta persetujuan teman. b. Kegiatan 4 Kegiatan 4 adalah Komitmen Sahabat Hebat. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah agar murid mampu membangun komitmen untuk menciptakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Alur Kegiatan 1) Guru menyampaikan instruksi kepada murid untuk menuliskan kalimat komitmen dengan format “Mulai hari ini, saya akan menjadi teman yang ….”. 2) Murid menuliskan komitmen masing-masing pada lembar komitmen yang telah dibagikan. 3) Setelah selesai, murid diberikan kesempatan untuk membacakan komitmennya secara sukarela di depan kelas. 4) Guru dapat mengajak murid lain memberikan respon positif (misalnya tepuk tangan atau apresiasi sederhana). 5) Kertas komitmen dapat ditempel di papan sebagai pengingat bersama. 6) Guru memberikan penguatan bahwa komitmen kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk lingkungan pertemanan yang aman, nyaman, dan saling mendukung. 4. ASRI: Aku, Kamu, dan Lingkungan Kita Bersama (09.00-10.00 WITA) Tujuan Kegiatan Membantu murid baru mengenal dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitar sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menanamkan disiplin dan kesadaran murid dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah Alur Kegiatan: a. Satu hari sebelum kegiatan, guru memberikan pengumuman kepada murid untuk membawa peralatan kerja bakti dari rumah. Contoh; sapu, kain lap, gunting taman, kantong sampah, dll. b. Guru memulai sesi dengan pemecah kebekuan/ice breaking yel-yel Anak Indonesia Hebat: Sehat, Cerdas, Berkarakter (https://s.id/yelyelAIH) kemudian melakukan presensi. c. Guru mengarahkan murid untuk berkumpul di lapangan kemudian membagi menjadi beberapa kelompok zona kerja bakti. Referensi pembagian zona kerja

Buku Panduan MPLS Guru 2026 48 bakti: ruang kelas, taman sekolah, musala, lingkungan sekitar sekolah, dan pada setiap zona tersebut akan ada anggota OSIS/MPK yang turut mendampingi. d. Setelah melakukan kerja bakti di zona masing-masing, murid memilih dan memilah sampah. e. Untuk membuat suasana menjadi lebih hidup dan bersemangat, guru dapat memutarkan lagu melalui pengeras suara. Referensi lagu dapat diakses melalui tautan https://s.id/album7kaih. 5. Persiapan Unjuk Kerja (10.40-12.00 WITA) Tujuan Kegiatan Murid melakukan latihan persiapan untuk unjuk kerja yang akan ditampilkan pada hari berikutnya. Alur Kegiatan: 1. Murid melakukan latihan persiapan untuk unjuk kerja dengan didampingi oleh wali gugus dan guru pendamping. 6. Refleksi dan Doa Penutup (12.00-12.15 WITA) Tujuan Kegiatan Mengajak murid merefleksikan pengalaman hari kedua, menumbuhkan motivasi untuk hari berikutnya, serta menutup kegiatan dengan semangat kebersamaan. Alur Kegiatan: a. Pembukaan Refleksi, murid mempersiapkan gawaimya. b. Guru menampilkan barcode untuk mengisi Refleksi dan Evaluasi. c. Motivasi Guru menyampaikan gambaran singkat mengenai kegiatan esok hari dan mengajak murid untuk tetap semangat dan antusias. d. Doa dan Salam. F. Kegiatan Hari Kelima 1. Salam Sapa Murid Baru (07.00-07.15 WITA) Tujuan Kegiatan Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan inklusif dengan membangun kedekatan emosional antara guru dan murid baru. Alur Kegiatan: a. Guru menyambut murid dan orang tua/wali di gerbang sekolah dengan (5S) senyum, salam, sapa, sopan, santun. b. Murid diarahkan untuk memasuki lingkungan sekolah dengan tertib dan penuh semangat. c. Guru piket memutarkan : 1) Jinggel MPLS Ramah yang berjudul Hari Baru dan 2) Lagu Rukun Sama Teman.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 49 2. Pertemuan Pagi Ceria (07.15-08.00 WITA) Tujuan Kegiatan Membantu murid mengenal lingkungan positif, menyenangkan sebelum kegiatan belajar mengajar. Alur Kegiatan: a. Selama menunggu murid berkumpul, guru memutar jinggel MPLS Ramah (https://s.id/laguharibaru) dan Lagu Rukun Sama Teman (https://s.id/lagurukunsamateman). b. Guru memulai sesi dengan pemecah kebekuan/ice breaking yel-yel Anak Indonesia Hebat: Sehat, Cerdas, Berkarakter (https://s.id/yelyelAIH). b. Guru meminta murid untuk berkumpul di lapangan dan mengatur posisi senam. c. Murid dan guru bersama-sama melaksanakan Senam Anak Indonesia Hebat (https://s.id/senam_SAIH). b. Murid dan guru bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya (https://s.id/laguindonesiaraya2026). c. Guru dan murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan belajar. 3. Perkenalan Ekstrakulikuler (08.00-08.40 WITA) Tujuan Kegiatan Memperkenalkan kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah. Alur Kegiatan: 1. Setiap ekstrakulikuler diberikan kesempatan untuk presentasi dengan masing- masing durasi 5 menit. 4. Unjuk Karya (08.00 -12.00 WITA) Tujuan Kegiatan Memberi wadah bagi murid agar dapat menampilkan dan mengembangkan potensi diri dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non akademik. Alur Kegiatan: Pentas Bakat 1) Guru membagikan sticky notes atau kertas kecil dan alat tulis kepada murid yang menyaksikan unjuk karya. 2) Guru memanggil peserta yang sudah mendaftar secara bergantian. 3) Setiap penampilan murid, murid lainnya diminta untuk menuliskan di sticky notes atau kertas kecil tentang satu kata positif atau satu hal yang mereka kagumi dari penampilan yang baru saja selesai. Sticky notes bisa ditempel di papan apresiasi yang telah disediakan. Hal ini melatih apresiasi dan empati murid. 4) Jika ada waktu, salah satu guru/perwakilan OSIS (yang memiliki bakat tersembunyi) bisa memberikan penampilan singkat sebagai selingan untuk menginspirasi murid dan mengurangi ketegangan.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 50 5. Penutupan MPLS dan Doa (10.30-11.00 WITA) Tujuan Kegiatan Memberikan penguatan dan semangat untuk mengikuti pembelajaran di SMP. a. Kegiatan Kegiatan adalah Penutupan MPLS. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan dan semangat kepada murid untuk mengikuti pembelajaran di kelas setelah rangkaian kegiatan MPLS berakhir. Alur Kegiatan: 1) Guru mengkondisikan murid menuju lokasi penutupan kegiatan MPLS. 2) Guru dapat memilih beberapa murid untuk menyampaikan kesan dan pesan selama kegiatan MPLS berlangsung. 3) Laporan ketua panitia MPLS/ kepala sekolah. 4) Ikrar Pelajar Indonesia. 5) Prosesi penutupan MPLS.

Buku Panduan MPLS Guru 2026 51 BAB III PENUTUP Referensi Materi dan Daftar Unduh 1.Poster Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, unduh poster sesuai jenjang sekolah pada laman:https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/gerakan7kebiasaan 2.Poster Budaya Sekolah Aman dan Nyaman pada laman: https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/budayasekolahamannyaman 3.Inspirasi dan Panduan Pemecah Kebekuan/Ice Breaking selama MPLS Ramah: https://bit.ly/mplsramah_icebreaking, Tautan Jeda Ceria v.1: https://s.id/jedaceriav1 dan Jeda Ceria v.2: https://s.id/jedaceriav2-SMP-SMA 4.Buku Kumpulan Aktivitas Kreatif Bersama Cintai Keragaman melalui tautan: cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/jenjang-sma/ 5.Album Lagu Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui tautan: https://bit.ly/album7kaih 6.Buku Kiat Jitu Implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk Guru melalui tautan: https://s.id/kiatjitu7KAIH-guru 7.Buku Kiat Jitu Implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk Orang Tua melalui tautan: https://s.id/kiatjitu7KAIH-ortu 8.Modul Penguatan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Kegiatan Kepramukaan melalui tautan: https://s.id/penguatankarakter-Pramuka 9.Pedoman Pendidikan Karakter dalam Makanan Bergizi Gratis melalui tautan: https://s.id/penguatankarakter-makansehatbergizi