Dokumen ini adalah materi layanan bimbingan dan konseling (BK) untuk remaja, khususnya siswa SMP. Isinya mencakup pengertian kesehatan mental, pentingnya menjaga kesehatan mental pada masa remaja, pengenalan berbagai emosi, serta cara mengelola emosi secara sehat. Materi disusun dengan tujuan membantu peserta didik memahami dan mempraktikkan pengelolaan emosi dalam kehidupan sehari-hari.
Dokumen ini adalah materi layanan bimbingan dan konseling (BK) untuk remaja, khususnya siswa SMP, yang membahas kesehatan mental dan pengendalian emosi. Materi disusun untuk membantu peserta didik memahami pengertian kesehatan mental, mengenali emosi, serta mempraktikkan cara mengelola emosi secara sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Bagian awal menjelaskan tujuan layanan, yaitu agar peserta didik mampu memahami kesehatan mental, mengenali emosi yang muncul, mengidentifikasi penyebab emosi, dan membedakan antara mengendalikan emosi dengan memendam emosi. Ditegaskan bahwa kesehatan mental bukan berarti selalu bahagia, melainkan mampu mengenali dan merespons perasaan secara tepat.
Materi kemudian membahas pentingnya kesehatan mental bagi remaja, termasuk berbagai situasi yang sering dihadapi seperti tuntutan belajar, konflik pertemanan, keinginan diterima lingkungan, perubahan keluarga, rasa tidak percaya diri, perbandingan diri dengan orang lain, penggunaan media sosial, kekhawatiran masa depan, serta kegagalan atau kritik. Ditekankan bahwa memiliki masalah bukan berarti lemah dan meminta bantuan adalah bentuk keberanian.
Dokumen ini juga memaparkan pengenalan emosi beserta contoh situasinya, seperti senang, sedih, marah, takut, cemas, kecewa, malu, dan tenang. Dijelaskan bahwa emosi bukan musuh, melainkan memberikan informasi tentang keadaan diri. Bagian selanjutnya membahas cara mengekspresikan marah secara sehat, termasuk teknik STOP (Stop, Tarik Napas, Observe, Pilih Respons) dan teknik 5 jari untuk menenangkan diri.
Materi dilengkapi dengan cara menjaga kesehatan mental, seperti tidur cukup, berolahraga, berbicara dengan orang dipercaya, mengurangi membandingkan diri, bijak menggunakan media sosial, melakukan kegiatan menyenangkan, menerima diri, dan berani meminta bantuan. Ada juga bagian tentang tanda-tanda diri sedang tidak baik-baik saja serta studi kasus tentang ejekan teman dan tekanan belajar.
Bagian akhir berisi aktivitas kelas 'Termometer Emosi' untuk melatih peserta didik mengenali tingkat emosi dan respons yang tepat, serta pesan penutup yang menekankan bahwa emosi boleh datang tetapi kita yang memilih cara bertindak. Dokumen ini ditujukan bagi guru BK dan pendidik untuk digunakan dalam layanan bimbingan di sekolah.