Kayla Sonia Delfira 106012400196 DD 48 D
An Adaptation of Lutung Kasarung in a Medieval Fantasy World
Halo! Saya Kayla Sonia Delfira, biasa dipanggil Keyla atau Keson. Saat ini saya merupakan mahasiswa Desain Komunikasi Visual angkatan 2024 dengan peminatan Virtual Interaction Design di Telkom University Bandung. Saya senang mengeksplorasi ilustrasi, character design, worldbuilding, dan visual storytelling. Bagi saya, setiap karakter dan dunia yang diciptakan selalu memiliki cerita yang menarik untuk disampaikan melalui visual. Terlepas dari ketertarikan tersebut, lahirlah The Crown Beneath the Beast, sebuah artbook yang mengangkat legenda Lutung Kasarung ke dalam dunia medieval fantasy. Proyek ini menjadi ruang bagi saya untuk memadukan cerita rakyat Indonesia dengan nuansa kerajaan, sihir kuno, kutukan, serta desain karakter dan lingkungan yang terinspirasi dari dunia fantasi. Semoga artbook ini bisa membawa pembaca ikut menjelajahi dunia yang saya ciptakan, sekaligus melihat bahwa cerita rakyat Indonesia memiliki potensi besar untuk terus hidup dan berkembang dalam berbagai bentuk visual yang baru. Artist Profile
Table Of Contents Artist Profile Original Fairy Tale Story Reinterpretation Moodboard Worldbuilding Character Design Narrative Props Design Exploration Foreword Contact
Original Fairy Tale
Cerita Lutung Kasarung berasal dari cerita rakyat Sunda yang mengisahkan tentang perjuangan, ketulusan, dan kemenangan kebaikan atas iri hati.Kisah bermula di Kerajaan Pasir Batang ketika Prabu Tapa Agung memilih putri bungsunya, Purbasari, sebagai penerus takhta karena sifatnya yang baik hati dan bijaksana. Keputusan tersebut memicu kecemburuan kakaknya, Purbararang, yang merasa lebih pantas menjadi pewaris kerajaan. Bersama tunangannya, Indrajaya, Purbararang menggunakan ilmu hitam untuk mengutuk Purbasari hingga tubuhnya dipenuhi penyakit kulit. Ia kemudian memfitnah Purbasari sebagai pembawa kesialan sehingga diasingkan ke hutan. Di tengah pengasingannya, Purbasari bertemu dengan seekor lutung bernama Lutung Kasarung. Meski berwujud hewan, ia selalu menemani dan melindungi Purbasari. Tanpa diketahui siapa pun, Lutung Kasarung sebenarnya adalah jelmaan Sanghyang Guruminda, seorang dewa yang diturunkan dari kahyangan untuk menemukan cinta sejatinya. Dengan kesaktiannya, ia menciptakan tempat tinggal yang nyaman serta perlahan menyembuhkan penyakit Purbasari hingga kembali seperti semula. Ketika mengetahui Purbasari telah pulih, Purbararang mengadakan berbagai sayembara untuk mempermalukannya, mulai dari lomba memasak, adu panjang rambut, hingga ketampanan pasangan. Berkat ketulusan hati Purbasari dan bantuan Lutung Kasarung, ia berhasil memenangkan setiap tantangan. Pada akhir cerita, Lutung Kasarung kembali ke wujud aslinya sebagai Sanghyang Guruminda yang tampan dan berwibawa. Purbararang akhirnya menyadari kesalahannya, memohon maaf kepada Purbasari, dan mendapat pengampunan. Purbasari kemudian kembali ke Kerajaan Pasir Batang sebagai ratu, sementara Sanghyang Guruminda mendampinginya. Kisah ini mengajarkan bahwa ketulusan, kesabaran, dan kebaikan hati akan selalu mengalahkan iri hati dan keserakahan Lutung Kasarung
Story Reinterpretation
Di Kerajaan Eldor, Raja Osmond Sinclair menetapkan putri bungsunya, Elianor Sinclair, sebagai pewaris takhta karena kelembutan hati, kebijaksanaan, dan kepeduliannya terhadap rakyat. Keputusan tersebut memicu kecemburuan sang kakak, Lady Morgath Sinclair, yang merasa dirinya lebih pantas menduduki singgasana.Demi merebut takhta, Morgath bersekutu dengan pasangannya, Sir Darius Varn, dan menggunakan sihir terlarang untuk mengutuk Elianor. Kutukan itu membuat tubuh Elianor dipenuhi penyakit mengerikan. Kulitnya memerah dan bersisik, sehingga ia selalu menyembunyikan wajahnya di balik veil. Tak berhenti sampai di situ, Morgath juga menyebarkan fitnah bahwa Elianor adalah pembawa malapetaka bagi kerajaan. Akibatnya, Elianor diasingkan ke sebuah lembah terpencil bernama Remnant. Di tengah kesunyian lembah dan reruntuhan kuno, Elianor menjalani hidupnya di sebuah menara tua. Hingga suatu hari, ia bertemu seekor makhluk berbulu hitam bernama Vron. Meski berwujud menyeramkan, Vron memiliki hati yang lembut dan selalu setia menemani Elianor. Tanpa sepengetahuannya, Vron sebenarnya adalah Pangeran Atlas Ellesmere yang menyamar dan diam- diam menggunakan sihir untuk menyembuhkan kutukan yang dideritanya. Ketika kabar kesembuhan Elianor sampai ke istana, Morgath mengadakan sebuah sayembara kecantikan dengan tujuan mempermalukannya di hadapan seluruh kerajaan. Namun saat Elianor membuka veil yang selama ini menutupi wajahnya, semua orang dibuat terkejut. Kutukan itu telah sirna, memperlihatkan wajah Elianor yang kembali sehat dan memancarkan kecantikannya, sehingga Morgath harus menerima kekalahan. Tidak ingin mengakui kekalahannya, Morgath kembali menantang Elianor melalui sayembara kedua, kali ini untuk membuktikan siapa yang memiliki pasangan paling tampan dan terhormat. Elianor sempat merasa rendah diri karena Vron masih berwujud seekor beast. Meski demikian, ia tetap memilih berdiri di sisinya tanpa rasa malu. Ketulusan itu akhirnya mematahkan kutukan Vron. Di hadapan seluruh kerajaan, Vron berubah menjadi Pangeran Atlas Ellesmere, seorang ksatria dari Imperium Ellesmere yang selama ini menyembunyikan identitasnya. Menyadari kesalahan dan ambisinya telah membawa penderitaan bagi banyak orang, Morgath akhirnya mengakui semua perbuatannya dan memohon ampun kepada Elianor. Dengan penuh belas kasih, Elianor memilih memaafkan kakaknya. Ia pun kembali ke Kerajaan Eldor, naik takhta sebagai ratu bersama Atlas, dan memimpin kerajaan dengan kebijaksanaan serta kasih sayang. Kisah mereka menjadi bukti bahwa kemurnian hati, ketulusan, dan keberanian untuk berbuat baik adalah kekuatan sejati yang mampu mengalahkan ambisi dan kebencian. The Crown Beneath the Beast
Moodboard
World Building
Character Design
Narrative Props
Design Exploration
Foreword
Foreword Setiap cerita memiliki cara untuk terus hidup, salah satunya melalui sebuah interpretasi baru. The Crown Beneath the Beast lahir dari keinginan saya untuk menghadirkan kembali legenda Lutung Kasarung dalam balutan dunia medieval fantasy, tanpa menghilangkan nilai dan pesan yang terkandung di dalamnya. Melalui artbook ini, saya mengeksplorasi proses membangun karakter, lingkungan, hingga dunia yang dipenuhi kerajaan, sihir kuno, dan kutukan. Setiap ilustrasi dan desain merupakan bagian dari perjalanan dalam menerjemahkan sebuah cerita rakyat menjadi pengalaman visual yang baru. Semoga artbook ini tidak hanya mengajak pembaca menikmati dunia fantasi yang saya ciptakan, tetapi juga mengingatkan bahwa cerita rakyat Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa dan selalu dapat berkembang menjadi inspirasi bagi karya-karya baru. Selamat menjelajahi dunia The Crown Beneath the Beast.
Contact
Terima kasih telah membaca dan menjadi bagian dari perjalanan The Crown Beneath the Beast. Untuk melihat karya lainnya atau menghubungi saya: Instagram @cason.nya Email kaylasonia937@gmail.com "Every story begins with a single sketch."