BUKU PANDUAN MODEL PRIORITAS MITIGASI KERENTANAN WEBSITE BERBASIS INTEGRASI EPSS, OWASP RISK RATING, DAN EXPOSURE ORGANISASI (STUDI KASUS PT ASIA GLOBAL FIBERTEK)PT Asia Global FibertekSebagai Pedoman Penerapan Model dalam Menentukan Prioritas Mitigasi Kerentanan WebsiteProgram Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Pancasila Tahun 2026
KATA PENGANTARPuji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat, karunia, dan hidayah- Nya sehingga Buku Panduan ini dapat disusun dengan baik. Buku panduan ini disusun sebagai pedoman bagi pengguna dalam memahami tata cara penggunaan sistem secara sistematis, mulai dari proses awal hingga pemanfaatan seluruh fitur yang tersedia. Penyusunan buku panduan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas, praktis, dan mudah dipahami sehingga pengguna dapat mengoperasikan sistem secara efektif dan efisien. Materi yang disajikan meliputi penjelasan mengenai fungsi setiap fitur, langkah-langkah penggunaan sistem, serta ilustrasi yang dapat membantu pengguna dalam mengikuti setiap prosedur dengan benar. Penulis menyadari bahwa buku panduan ini masih memiliki keterbatasan dan belum sepenuhnya sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan pada pengembangan sistem maupun penyusunan buku panduan di masa mendatang. Semoga buku panduan ini dapat memberikan manfaat serta menjadi referensi yang membantu pengguna dalam memahami dan mengoperasikan sistem dengan benar, mudah, dan optimal.Jakarta, 30 Juli 2026 Tim Penyusun Adi Wahyu Pribadi, S.Si., M.Kom. Siti Intan Nia
DAFTAR ISI
1BAB ILATAR BELAKANG1TUJUAN2RUANG LINGKUP3PT Asia Global Fibertek
2latar belakang Website telah menjadi media penting bagi perusahaan untuk menyampaikan informasi, mempromosikan produk, serta mendukung komunikasi dengan pelanggan dan mitra bisnis. Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi web, ancaman keamanan siber seperti eksploitasi kerentanan, pencurian data, dan serangan siber juga semakin meningkat. Oleh karena itu, organisasi perlu menerapkan vulnerability management secara sistematis agar kerentanan dapat diidentifikasi, dinilai, dan ditangani sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. PT Asia Global Fibertek memanfaatkan website sebagai sarana utama dalam mendukung aktivitas bisnis perusahaan. Namun, proses pengelolaan keamanan website masih belum dilakukan secara berkala dan belum memiliki mekanisme yang terstruktur untuk menentukan prioritas penanganan kerentanan. Penentuan mitigasi yang hanya mengandalkan tingkat severity dari hasil pemindaian belum mampu menggambarkan kemungkinan kerentanan dieksploitasi di dunia nyata maupun tingkat kepentingan aset bagi organisasi. Buku panduan ini disusun sebagai pedoman dalam menerapkan model prioritas mitigasi kerentanan website berbasis integrasi Exploit Prediction Scoring System (EPSS), OWASP Risk Rating, dan Eksposur Organisasi. Melalui tahapan mulai dari penentuan ruang lingkup pengujian, proses vulnerability scanning, pengolahan hasil pemindaian, perhitungan EPSS dan OWASP Risk Rating, hingga penentuan Integrated Score, panduan ini membantu administrator menentukan urutan prioritas mitigasi secara lebih objektif, efektif, dan sesuai dengan kondisi organisasi.PT Asia Global Fibertek
3TUJUANPT Asia Global FibertekPanduan ini digunakan untuk: melakukan identifikasi kerentanan website menghitung tingkat risiko kerentanan menentukan prioritas mitigasi menghasilkan rekomendasi perbaikan
4Ruang LingkupPT Asia Global Fibertek Objek yang diuji: Website PT Asia Global Fibertek 6 halaman utama Home Services Tentang Kontak Produk Septic Tank Produk IPAL MBG
BAB IITOOLS YANG DIGUNAKAN1OBJEK MODEL PRIORITAS MITIGASI2DATA YANG DIBUTUHKAN3PT Asia Global Fibertek5
No Tools Fungsi 1 Wappalyzer Mengidentifikasi teknologi yang digunakan pada website, seperti Content Management System (CMS), web server, framework, dan pustaka JavaScript. 2 Pentest-Tools Website Scanner Melakukan vulnerability scanning untuk menemukan kerentanan, CVE, CVSS, serta rekomendasi perbaikan pada website. 3 OWASP ZAP versi 2.17.0 Melakukan validasi hasil pemindaian dan mengidentifikasi kerentanan tambahan sebagai pembanding. 4 Microsoft Excel Mengolah hasil scanning, melakukan normalisasi EPSS, menghitung OWASP Risk Rating, Integrated Score, serta menentukan prioritas mitigasi. 5 Web Browser (Google Chrome atau Microsoft Edge) Mengakses website yang akan diuji dan menjalankan tools berbasis web.6 Tools yang Digunakan Pelaksanaan model prioritas mitigasi kerentanan website memerlukan beberapa perangkat lunak untuk mendukung proses identifikasi teknologi, pemindaian kerentanan, pengolahan data, hingga perhitungan nilai prioritas mitigasi. Adapun tools yang digunakan ditunjukkan pada Tabel dibawahPT Asia Global Fibertek
No Objek Fungsi 1 Exploit Prediction Scoring System (EPSS) Mengukur probabilitas suatu kerentanan dengan CVE akan dieksploitasi di dunia nyata berdasarkan nilai EPSS Score dan EPSS Percentile. 2 OWASP Risk Rating Menilai tingkat risiko kerentanan berdasarkan komponen Likelihood dan Impact sehingga diperoleh nilai risiko teknis. 3 Eksposur Organisasi Menilai tingkat kepentingan aset terhadap operasional organisasi berdasarkan karakteristik bisnis dan hasil expert judgment.7Objek Model Prioritas Mitigasi Objek yang digunakan dalam buku panduan ini merupakan tiga komponen utama yang membentuk model prioritas mitigasi kerentanan website, yaitu Exploit Prediction Scoring System (EPSS), OWASP Risk Rating, dan Eksposur Organisasi. Ketiga komponen tersebut diintegrasikan untuk menghasilkan Integrated Score sebagai dasar dalam menentukan urutan prioritas mitigasi kerentanan.PT Asia Global Fibertek
No Data Keterangan 1 Jenis Kerentanan Nama kerentanan yang ditemukan. 2 CVE Kode identitas kerentanan 3 EPSS Score Probabilitas eksploitasi. 4 EPSS Percentile Persentase posisi EPSS. 5 Likelihood Nilai kemungkinan eksploitasi. 6 Impact Nilai dampak teknis dan bisnis. 7 Eksposur Organisasi Nilai tingkat kepentingan aset.8 Data yang Dibutuhkan Data yang digunakan pada model berasal dari hasil vulnerability scanning serta hasil penilaian risiko.PT Asia Global Fibertek
BAB III1MELAKUKAN VULNERABILITY SCANNING PENTEST DAN OWASP ZAP2MENYUSUN DATA HASIL SCANNING3PT Asia Global Fibertek94NORMALISASI EPSS5MENGHITUNG OWASP RISK RATING6MENGHITUNG INTEGRATED SCOREMENENTUKAN PRIORITAS MITIGASIMENGHASILKAN DAFTAR KERENTANAN PRIORITAS78MENYUSUN REKOMENDASI MITIGASIMENENTUKAN NILAI EKSPOSUR ORGANISASI
Tujuan Melakukan identifikasi kerentanan pada website menggunakan Pentest-Tools Website Scanner sebagai sumber utama data yang akan digunakan dalam proses perhitungan model prioritas mitigasi.Input URL website ( 6 halaman aset website) Pentest-Tools Website Scanner Langkah Kerja 1.Buka halaman Pentest-Tools Website Scanner. 2.Masukkan URL website yang akan diuji. 3.Pilih konfigurasi pemindaian sesuai kebutuhan penelitian: Scan Type: Light Scan Authentication: Disabled Follow Redirects: Same Domain 4.Klik Start Scan untuk memulai proses pemindaian. 5.Tunggu hingga proses selesai. 6.Unduh laporan hasil pemindaian dalam format PDF. 7.Ulangi proses pada setiap aset website yang telah ditentukan dalam ruang lingkup penelitian.Melakukan Vulnerability Scanning pentest-tools10Proses ScanningHasill ScanningOutput Laporan hasil vulnerability scanning yang memuat informasi mengenai jenis kerentanan, tingkat risiko, CVE, CVSS, bukti temuan (evidence), dan rekomendasi perbaikan.Report Data Hasil ScanningPT Asia Global Fibertek
Tujuan Mengumpulkan seluruh hasil pemindaian ke dalam Microsoft Excel sehingga siap digunakan pada proses perhitungan.Input Laporan Pentest-Tools Laporan OWASP ZAP Langkah Kerja 1.Buka Microsoft Excel. 2.Buat tabel pengolahan data. 3.Masukkan seluruh kerentanan yang ditemukan. 4.Catat informasi berikut: Jenis Kerentanan CVE EPSS Score EPSS Percentile 5.Pastikan tidak terdapat data yang duplikat.Menyusun Data Hasil Scanning 11Output Dataset hasil scanning yang siap diprosesPT Asia Global Fibertek
Tujuan Mengubah nilai EPSS dari skala 0–1 menjadi skala 0–9 agar dapat diintegrasikan dengan OWASP Risk Rating.Normalisasi Exploit Prediction Scoring System (EPSS)12PT Asia Global FibertekNilai Exploit Prediction Scoring System (EPSS) memiliki rentang 0 sampai 1 karena merepresentasikan probabilitas suatu kerentanan akan dieksploitasi di dunia nyata. Nilai 0 menunjukkan probabilitas eksploitasi yang sangat rendah, sedangkan nilai 1 menunjukkan probabilitas eksploitasi yang sangat tinggi. Sementara itu, OWASP Risk Rating menggunakan skala 0 sampai 9 untuk menggambarkan tingkat risiko kerentanan berdasarkan hasil penilaian Likelihood dan Impact. Semakin tinggi nilai yang diperoleh, semakin tinggi tingkat risiko kerentanan tersebut. Karena kedua komponen menggunakan rentang nilai yang berbeda, nilai EPSS perlu dinormalisasi terlebih dahulu agar berada pada skala yang sama dengan OWASP Risk Rating. Penyamaan skala ini bertujuan agar tidak ada satu komponen yang memiliki pengaruh lebih besar hanya karena perbedaan rentang nilai, sehingga proses integrasi dapat dilakukan secara proporsional.Langkah Kerja 1.Siapkan data EPSS Score hasil vulnerability scanning. 2.Lakukan normalisasi menggunakan persamaan berikut.3.Masukkan rumus tersebut ke dalam Microsoft Excel untuk seluruh data kerentanan.=ROUND(C2*9,4) Keterangan: C2 = nilai EPSS Score. 9 = nilai maksimum skala OWASP Risk Rating. ROUND(...,4) digunakan untuk membulatkan hasil hingga empat angka di belakang koma.Misalkan suatu kerentanan memiliki nilai EPSS Score = 0,0053, maka:Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai EPSS telah berada pada skala 0–9 sehingga dapat digunakan bersama nilai OWASP Risk Rating dalam perhitungan Integrated Score.Output Nilai EPSS Normalized untuk setiap kerentanan yang siap digunakan pada proses perhitungan Integrated Score.Input: Nilai EPSS Score
Jenis Kerentanan CVE CVSS EPSS Score EPSS Percentile EPSS Normalized WPForms Stored Cross-Site Scripting CVE-2023- 7063 72 5.3 41.612 4.77 WPForms Stored Cross-Site Scripting CVE-2024- 13403 64 3.72 29.802 3.348 WPForms Stored Cross-Site Scripting CVE-2024- 11223 47 5.02 40.008 4.518 WPForms Missing Authorizatio n CVE-2024- 56276 43 3.85 31.146 3.465 WPForms Cross-Site Request Forgery CVE-2024- 10593 43 2.76 19.798 2.484 Missing Content- Security- N/A N/A N/A N/A N/A Missing security header: N/A N/A N/A N/A N/A13 HASIL NORMALISASI EPSS
Tujuan Menentukan tingkat risiko teknis setiap kerentanan.Melakukan Perhitungan OWASP Risk Rating (Likelihood)14PT Asia Global FibertekLangkah Kerja Menghitung Likelihood Berikan nilai pada delapan parameter berikut. 1.Skill Level 2.Motive 3.Opportunity 4.Size 5.Ease of Discovery 6.Ease of Exploit 7.Awareness 8.Intrusion DetectionGunakan rumus:Contoh perhitungan berdasarkan kerentanan WPForms Stored Cross-Site Scripting (CVE-2023-7063)Dengan demikian, nilai Likelihood yang diperoleh dari jenis kerentanan WPForms Stored Cross-Site Scripting adalah 7,50Input Data hasil scanningTabel penilaian setiap faktor pada komponen Threat Agent Factors, Vulnerability Factors, Technical Impact, dan Business Impact diadopsi dari panduan resmi OWASP Risk Rating Methodology. Oleh karena itu, pengguna buku panduan disarankan mengacu pada kriteria tersebut dalam menentukan nilai setiap faktor agar hasil perhitungan konsisten dan sesuai dengan standar OWASP
CVE Jenis Kerentan an Skill Motive Opport unity Size EaseDis covery EaseEx ploit Awaene ss Instrusi onDetec tio Likelih ood CVE- 2023- 7063 WPForms Stored Cross-Site Scripting 6 4 9 9 9 5 9 9 7.50 CVE- 2024- 13403 WPForms Stored Cross-Site Scripting 6 4 7 6 9 5 9 9 6.88 CVE- 2024- 11223 WPForms Stored Cross-Site Scripting 6 4 4 2 9 5 9 9 6.00 CVE- 2024- 56276 WPForms Missing Authorizat ion 6 4 9 9 9 5 9 9 7.50 CVE- 2024- 10593 WPForms Cross-Site Request Forgery 6 4 7 9 9 5 9 9 7.25 N/A Missing Content- Security- Policy 9 1 9 9 9 3 9 9 7.25 N/A Missing security header: Referrer- Policy 9 1 9 9 9 3 9 9 7.25 N/A Missing security header: Strict- Transport- Security 9 1 9 9 9 3 9 9 7.2515HASIL PERHITUNGAN LIKELIHOODPT Asia Global Fibertek
Melakukan Perhitungan OWASP Risk Rating (Impact)16PT Asia Global FibertekLangkah Kerja Menghitung Impact Berikan nilai pada: Technical Impact 1.Confidentiality 2.Integrity 3.Availability 4.Accountability Business Impact 1.Financial Damage 2.Reputation Damage 3.Non Compliance 4.Privacy Violation Hitung menggunakan rumus:Contoh perhitungan berdasarkan kerentanan WPForms Stored Cross-Site Scripting (CVE-2023-7063)Dengan demikian, nilai Impact yang diperoleh dari jenis kerentanan WPForms Stored Cross-Site Scripting adalah 4,25Penentuan nilai pada komponen Impact mengacu pada panduan resmi OWASP Risk Rating Methodology, yang terdiri atas Technical Impact dan Business Impact. Setiap faktor pada kedua komponen tersebut memiliki kriteria penilaian dengan rentang nilai 0–9 yang digunakan untuk menggambarkan besarnya dampak apabila suatu kerentanan berhasil dieksploitasi. Oleh karena itu, pengguna buku panduan perlu mengacu pada tabel penilaian yang diadopsi dari OWASP dalam memberikan nilai setiap faktor agar proses penilaian dilakukan secara konsisten, objektif, dan sesuai dengan standar OWASP.
CVE Jenis Kerentanan Confide ntiality Integrit y Avaliabi lity Account ability Financi al Reputat ion NonCo mplianc e Privacy Impact CVE- 2023- 7063 WPForms Stored Cross- Site Scripting 6 5 1 9 3 5 2 3 4.25 CVE- 2024- 13403 WPForms Stored Cross- Site Scripting 6 5 1 9 3 4 2 3 4.13 CVE- 2024- 11223 WPForms Stored Cross- Site Scripting 6 5 1 9 3 4 2 3 4.13 CVE- 2024- 56276 WPForms Missing Authorizatio n 6 3 1 9 3 4 2 3 3.88 CVE- 2024- 10593 WPForms Cross-Site Request Forgery 2 3 1 9 1 1 2 3 2.75 N/A Missing Content- Security- Policy 2 1 1 9 1 1 2 3 2.50 N/A Missing security header: Referrer- Policy 2 1 1 9 1 1 2 3 2.50 N/A Missing security header: Strict- Transport- Security 2 1 1 9 1 1 2 3 2.5017HASIL PERHITUNGAN IMPACTPT Asia Global Fibertek
Melakukan Perhitungan OWASP Risk Rating dan Normalized18PT Asia Global FibertekGunakan rumus: Dihitung berdasarkan nilai Likelihood dan Impact Output Nilai Likelihood, Impact, OWASP Risk Rating, dan OWASP Normalized OWASP Risk menghasilkan nilai 0-81, karena masing-masing 0-9 maka dilakukan normalisasi ke skala 0-9 menggunakan Persamaan Cara perhitungan berdasarkan rumus:
CVE Jenis Kerentanan Likelihoo d Impact OWASP Risk OWASP Normalize d CVE- 2023-7063 WPForms Stored Cross-Site Scripting 7.5 4.25 3.188 3.54 CVE- 2024- 13403 WPForms Stored Cross-Site Scripting 6.88 4.13 2.836 3.15 CVE- 2024- 11223 WPForms Stored Cross-Site Scripting 6 4.13 2.475 2.75 CVE- 2024- 56276 WPForms Missing Authorization 7.5 3.88 2.906 3.23 CVE- 2024- 10593 WPForms Cross-Site Request Forgery 7.25 2.75 1.994 2.22 N/A Missing Content- Security-Policy 7.25 2.5 1.813 2.01 N/A Missing security header: Referrer- Policy 7.25 2.5 1.813 2.01 N/A Missing security header: Strict- Transport-Security 725 25 1.813 2.0119HASIL PERHITUNGAN OWASP Risk dan NormalizedPT Asia Global Fibertek
MENENTUKAN NILAI EKSPOSUR ORGANISASI Halama n Kepenti ngan Sensitivi tas Data Jumlah Penggun Dampak Operasi Dampak Reputasi Skor Eksposu Home 5 1 5 4 5 4 Services 5 2 5 5 5 4 Contact 4 3 4 4 4 4 Tentang 2 1 2 2 2 2 Produk Septic 5 2 5 5 5 4 IPAL MBG 5 2 5 5 5 420Tujuan Menentukan tingkat kepentingan setiap aset website terhadap operasional organisasi sebagai salah satu komponen dalam perhitungan Integrated Score. Input Daftar aset website Kriteria penilaian Eksposur Organisasi Hasil expert judgment Langkah Kerja 1.Identifikasi aset website yang akan dinilai. 2.Lakukan penilaian terhadap setiap aset berdasarkan kriteria Eksposur Organisasi yang telah ditetapkan. 3.Berikan nilai pada masing-masing aset sesuai hasil expert judgment. 4.Catat hasil penilaian ke dalam Microsoft Excel.PT Asia Global Fibertek
Skor Tingkat Kriteria 1 Sangat Rendah Aset berada di lingkungan internal tertutup, tidak kritikal, atau jarang diakses oleh pengguna maupun publik. 2 Rendah Aset memiliki fungsi pendukung yang tidak berdampak langsung pada operasional utama bisnis jika mengalami 3 Sedang Aset memiliki fungsi penting tetapi memiliki lapisan pengamanan atau isolasi tambahan. 4 Tinggi Aset merupakan sistem operasional atau layanan publik yang aktif diakses secara rutin dan penting bagi kelancaran bisnis. 5 Sangat Tinggi Aset adalah inti layanan utama perusahaan (misalnya gateway transaksi, halaman utama perusahaan, atau database kritikal)21 Cara Perhitungannya sampai mendapatkan nilai eksposure organisasi menggunakan rumus persamaan berikut : Keterangan: F1= Kepentingan aset terhadap proses bisnis F2= Sensitivitas data yang diproses F3= Jumlah pengguna yang terdampak F4= Dampak terhadap operasional perusahaan F5= Dampak terhadap reputasi perusahaan Output Nilai Eksposur Organisasi untuk setiap aset website yang akan digunakan dalam perhitungan Integrated Score. Berikut bobot yang akan kita gunakan untuk perhitungan berdasarkan persetujuan wawancara dan bimbinganPT Asia Global Fibertek
MENGHITUNG INTEGRATED SCORE22Tujuan Menghasilkan nilai prioritas mitigasi berdasarkan integrasi seluruh komponen model. Input EPSS Normalized OWASP Risk Rating Eksposur Organisasi Langkah Kerja 1.Pastikan seluruh nilai telah dihitung. 2.Masukkan nilai: EPSS Normalized OWASP Risk Rating Eksposur Organisasi 3.Hitung menggunakan rumus Integrated Score yang digunakan dalam penelitian.4.Lakukan perhitungan pada seluruh kerentanan.Output Nilai Integrated Score setiap kerentanan.PT Asia Global Fibertek
CVE Jenis Kerentanan Integrated Score CVE-2023-7063 WPForms Stored Cross-Site Scripting 2.14 CVE-2024-13403 WPForms Stored Cross-Site Scripting 1.9 CVE-2024-11223 WPForms Stored Cross-Site Scripting 1.67 CVE-2024-56276 WPForms Missing Authorization 1.95 CVE-2024-10593 WPForms Cross-Site Request Forgery 1.34 N/A Missing Content-Security-Policy 1.21 N/A Missing security header: Referrer-Policy 1.61 N/A Missing security header: Strict-Transport- Security 1.6123HASIL PERHITUNGAN INTEGRATED SCOREPT Asia Global Fibertek
MENENTUKAN PRIORITAS MITIGASI22Tujuan Mengelompokkan kerentanan berdasarkan nilai Integrated Score. Input Nilai Integrated Score Langkah Kerja 1.Bandingkan nilai Integrated Score dengan kategori prioritas. 2.Kelompokkan setiap kerentanan sesuai tingkat prioritas.3.Lakukan perhitungan pada seluruh kerentanan.Output Daftar prioritas mitigasi.PT Asia Global FibertekPerhitungan Integrated Score menggunakan metode Weighted Sum Model (WSM), yaitu metode pengambilan keputusan yang menggabungkan beberapa kriteria melalui proses pembobotan. Pada penelitian ini, ketiga komponen utama, yaitu EPSS, OWASP Risk Rating, dan Eksposur Organisasi, memiliki tingkat kepentingan yang berbeda sehingga masing- masing diberikan bobot sebesar 30%, 50%, dan 20%. Nilai setiap komponen dikalikan dengan bobotnya masing-masing, kemudian dijumlahkan untuk menghasilkan satu nilai Integrated Score yang digunakan sebagai dasar penentuan prioritas mitigasi kerentanan.Urutkan kerentanan dari nilai tertinggi ke nilai terendah, Setalah menemukan nilai Integrated Score
Skor Prioritas Tindakan 7.0 – 9.0 Critical Mitigasi segera (<24 Jam) 5.0 – 6.9 High Mitigasi ≤1 minggu 3.0 – 4.9 Medium Mitigasi ≤1 bulan 0.0 – 2.9 Low Monitoring23HASIL PERHITUNGAN PRIORITAS MITIGASIPT Asia Global Fibertek Klasifikasi prioritas mitigasi pada penelitian ini ditentukan berdasarkan nilai Integrated Score yang diperoleh dari hasil integrasi OWASP Risk Rating, EPSS Normalized, dan Eksposur Organisasi. Seluruh parameter telah disesuaikan ke dalam rentang nilai 0–9 sehingga nilai akhir dapat dikategorikan berdasarkan tingkat urgensi penanganan. Semakin tinggi nilai Integrated Score, maka semakin tinggi tingkat prioritas mitigasi yang harus dilakukan oleh organisasi
MENGHASILKAN DAFTAR KERENTANAN PRIORITAS24Tujuan Memberikan rekomendasi penanganan berdasarkan jenis kerentanan dan urutan prioritas. Input Daftar prioritas mitigasi Jenis kerentanan Langkah Kerja 1.Identifikasi kerentanan berdasarkan prioritas. 2.Tentukan rekomendasi perbaikan sesuai karakteristik kerentanan. 3.Susun rekomendasi mulai dari prioritas tertinggi hingga terendah. Output Dokumen rekomendasi mitigasi yang menjadi acuan administrator dalam melakukan perbaikan kerentanan berdasarkan tingkat prioritas.PT Asia Global Fibertek
CVE Jenis Kerentanan Integrated Score Prioritas CVE-2023- 7063 WPForms Stored Cross-Site Scripting 2.14 LOW CVE-2024- 13403 WPForms Stored Cross-Site Scripting 1.9 LOW CVE-2024- 11223 WPForms Stored Cross-Site Scripting 1.67 LOW CVE-2024- 56276 WPForms Missing Authorization 1.95 LOW CVE-2024- 10593 WPForms Cross-Site Request Forgery 1.34 LOW N/A Missing Content-Security-Policy 1.21 LOW N/A Missing security header: Referrer-Policy 1.61 LOW N/A Missing security header: Strict- Transport-Security 1.61 LOW23 HASIL DAFTAR KERENTANAN PRIORITASPT Asia Global Fibertek
MENYUSUN REKOMENDASI MITIGASIJenis Kerentanan Rekomendasi Stored Cross-Site Scripting Melakukan validasi input dan output encoding. Missing Authorization Menerapkan kontrol akses berbasis role. Missing Security Header Menambahkan Content Security Policy, X-Frame-Options, dan X-Content-Type-Options. Outdated Plugin Memperbarui plugin ke versi terbaru. Security.txt Missing Menambahkan file security.txt pada direktori utama website.24 Tujuan Menyusun daftar kerentanan berdasarkan urutan prioritas mitigasi. Input Integrated Score Kategori Prioritas Langkah Kerja 1.Urutkan seluruh kerentanan berdasarkan Integrated Score. 2.Berikan nomor urut prioritas. 3.Identifikasi kerentanan yang memerlukan penanganan segera. Output Daftar prioritas mitigasi kerentanan.PT Asia Global Fibertek
BAB IVPT Asia Global Fibertek251KESIMPULAN & SARAN
KESIMPULAN & SARAN26Buku panduan ini disusun sebagai acuan dalam menerapkan model prioritas mitigasi kerentanan website berbasis integrasi Exploit Prediction Scoring System (EPSS), OWASP Risk Rating, dan Eksposur Organisasi. Panduan ini menguraikan tahapan implementasi secara sistematis, mulai dari proses vulnerability scanning, pengolahan data hasil pemindaian, normalisasi nilai EPSS, perhitungan OWASP Risk Rating, penentuan nilai Eksposur Organisasi, perhitungan Integrated Score, hingga penyusunan prioritas mitigasi dan rekomendasi perbaikan. Dengan mengikuti setiap tahapan yang dijelaskan, pengguna diharapkan mampu mengidentifikasi kerentanan, mengolah data hasil pemindaian, serta menentukan urutan prioritas mitigasi secara objektif sesuai dengan tingkat probabilitas eksploitasi, risiko teknis, dan tingkat kepentingan aset terhadap organisasi. Penulis menyadari bahwa buku panduan ini masih memiliki keterbatasan, baik dari segi penyajian materi maupun contoh implementasi. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan sebagai bahan penyempurnaan pada pengembangan selanjutnya. Buku panduan ini juga diharapkan dapat terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi keamanan website serta menjadi referensi yang bermanfaat bagi administrator website, praktisi keamanan informasi, dan peneliti dalam menerapkan model prioritas mitigasi kerentanan secara sistematis.PT Asia Global Fibertek
PENUTUP27Buku panduan ini disusun sebagai pedoman dalam menerapkan model prioritas mitigasi kerentanan website berbasis integrasi Exploit Prediction Scoring System (EPSS), OWASP Risk Rating, dan Eksposur Organisasi. Diharapkan panduan ini dapat membantu administrator website maupun praktisi keamanan informasi dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menentukan prioritas mitigasi kerentanan secara sistematis sehingga proses penanganan kerentanan dapat dilakukan secara lebih efektif dan sesuai dengan tingkat risiko yang dimiliki. Semoga buku panduan ini dapat memberikan manfaat sebagai referensi dalam penerapan vulnerability management serta menjadi dasar pengembangan model prioritas mitigasi pada penelitian maupun implementasi di masa mendatang.PT Asia Global Fibertek
DAFTAR PUSTAKA29Buku panduan ini disusun sebagai pedoman dalam menerapkan model prioritas mitigasi kerentanan website berbasis integrasi Exploit Prediction Scoring System (EPSS), OWASP Risk Rating, dan Eksposur Organisasi. Diharapkan panduan ini dapat membantu administrator website maupun praktisi keamanan informasi dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menentukan prioritas mitigasi kerentanan secara sistematis sehingga proses penanganan kerentanan dapat dilakukan secara lebih efektif dan sesuai dengan tingkat risiko yang dimiliki. Semoga buku panduan ini dapat memberikan manfaat sebagai referensi dalam penerapan vulnerability management serta menjadi dasar pengembangan model prioritas mitigasi pada penelitian maupun implementasi di masa mendatang.PT Asia Global Fibertek