Dokumen ini adalah modul ajar Bahasa Indonesia untuk kelas VIII SMP/MTs, fase D, semester ganjil tahun ajaran 2026/2027. Modul ini disusun oleh tiga penyusun dari MTs N 1 Kota Semarang dan dirancang untuk 16 jam pelajaran (6 pertemuan). Materi utama yang dibahas adalah Teks Laporan Hasil Observasi (LHO), dengan pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta. Dokumen ini ditujukan untuk…
Dokumen ini adalah modul ajar Bahasa Indonesia untuk kelas VIII SMP/MTs fase D, semester ganjil tahun ajaran 2026/2027. Modul ini disusun oleh Neri Vedita Putri, Haula Inayatul Ilahiyah, dan Dr. Asep Purwo Yudi Utomo dari MTs N 1 Kota Semarang, dengan alokasi 16 JP atau 6 pertemuan. Materi yang diajarkan adalah Teks Laporan Hasil Observasi (LHO), menggunakan pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta.
Bagian identifikasi murid menjelaskan bahwa murid kelas VIII memiliki rasa ingin tahu tinggi, tetapi masih kesulitan dalam menulis mandiri, penerapan kalimat efektif, dan tanda baca. Murid juga kurang percaya diri saat presentasi. Modul ini dirancang untuk membimbing menulis sistematis dan melatih teknik vokal, bahasa tubuh, serta mental murid sebelum tampil di depan publik.
Materi pelajaran mencakup fakta dan data dalam LHO, struktur teks, kaidah kebahasaan, penggunaan tanda baca, penulisan kata asing atau daerah, langkah penyusunan teks, dan presentasi. Target murid adalah 31 murid reguler kelas VIII MTs. Dimensi profil lulusan yang dikembangkan meliputi keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, dan komunikasi.
Modul ini mengintegrasikan topik Panca Cinta dari Kurikulum Berbasis Cinta, seperti cinta ilmu, cinta lingkungan, dan cinta diri dan sesama manusia. Pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning, Project Based Learning, dan Kooperatif Jigsaw, dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, penugasan kreatif, dan presentasi. Kemitraan dilakukan dengan guru IPA dan petugas kebersihan sekolah.
Langkah pembelajaran dijelaskan secara rinci, dimulai dari kegiatan awal dengan apersepsi, doa, ice breaking, dan refleksi. Pertemuan pertama berfokus pada menemukan fakta dan data dalam LHO, dengan murid menyimak penjelasan guru melalui PPT dan menjawab pertanyaan pemantik. Kegiatan inti menggunakan pendekatan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning, serta proyek observasi lingkungan sekolah.