Buku Program SD TMC 26 27

SD TIRTAMARTA - BPK PENABUR CINEREPROGRAMSEKOLAHJl. MERAPI BLOK J KOMPLEK MEGAPOLITAN ESTATE LIMO-DEPOKTelp: ( 021 ) 7547874 Fax: ( 021 ) 7542042e-mail: sdk.tmc@tirtamarta.sch.idsdktirtamarta_bpkpenaburcinerewww.tirtamarta.sch.idTAHUN AJARAN 2026-2027

i 1. 2. 3. 4. 5. SALIB BUKU PILAR LATAR TIRTA / AIR warna merah melambangkan DARAH KRISTUS yang menyelamatkan dan menjadi penebusan serta penyucian kita. 1 Kor. 10 : 16, Luk. 22 : 20 warna kuning melambangkan TERANG FIRMAN ALLAH yang menjadi pedoman jalan dan dasar segala kegiatan kita. Maz. 119 : 105 warna kuning melambangkan MISI sekolah kita yang melayani TUHAN dengan membentuk manusia yang berilmu dan beriman. IMAN, ILMU, DAN PELAYANAN warna biru melambangkan SUMBER KEHIDUPAN yaitu ROH KUDUS yang menjadi penuntun dalam kebenaran. Yoh. 7 : 38, 39, Yoh. 16 : 13 warna biru melambangkan KESEHATAN. Luk. 16 : 10, 1 Tes. 5 : 24 ARTI DAN MAKNA LOGO TIRTAMARTA

ii MOTTO Iman, Ilmu, dan Pelayanan VISI, MISI, DAN MOTTO SEKOLAH DASAR TIRTAMARTA–BPK PENABUR CINERE VISI Menjadi sekolah kristen yang ungguldengan mengutamakan iman, ilmu, pelayanan, budaya lingkungan, dan kewirausahaan. MISI 1. Menanamkan nilai-nilai kristiani melalui keteladanan Kristus: Taat, Tanggungjawab, dan Peduli. 2. Menumbuhkembangkan semangat untuk berprestasi kepada seluruh warga sekolah. 3. Proses pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan sesuai dengan perkembangan jaman. 4. Menumbuhkembangkan jiwa melayani warga sekolah kepada Tuhan dan sesama. 5. Menyiapkan siswa dalam semangat perubahan, inovatif, berbudaya lingkungan,dan berjiwa kewirausahaan.

iii PENDIDIKAN KARAKTER KRISTIANI TIRTAMARTA (PK2T) Pendidikan Karakter Kristiani Tirtamarta (PK2T) adalah kegiatan pembangunan karakter yang terintegrasi di dalam seluruh kegiatan pendidikan sekolah serta berkesinambungan dari jenjang TK – SMA yang dilandaskan pada nilai – nilai Kristiani atau nilai – nilai yang diajarkan di dalam Alkitab. Ada tiga ( 3 ) nilai utama yang ditanamkan di sekolah Tirtamarta–BPK Penabur, yaitu : Taat, Tanggungjawab, dan Peduli, sesuai dengan Visi dari sekolah Tirtamarta – BPK Penabur : “Menjadi lembaga pendidikan Kristen unggul dalam Iman, Ilmu, dan Pelayanan”. Nilai Taat adalah Ruh atau payung dari seluruh nilai karakter yang dijalankan disekolah ini yaitu nilai tanggung jawab dan peduli. Nilai Taat bertujuan membangun awareness (bewusztsein - kesadaran) orang (baca – guru, siswa dan lainnya), bahwa ada misi Allah dalam kehidupannya sebagai ganti dari misinya sendiri. Kesadaran ini akan menuntun seseorang yang melakukan tanggung jawabnya yaitu dengan menyiapkan diri melaksanakan misi Allah dalam dirinya dan sekaligus mengarahkan seluruh kehidupannya kepada Tuhan (Roma 6 : 13 -...Serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran). Dalam melaksanakan tanggung jawab itulah kemudian, ia sedang melakukan misi kepedulian, dalam kasus Musa adalah ia membebaskan bangsa Israel dari tanah perbudakan di Mesir. Dalam Perjanjian Baru, hal ini ditegaskan kembali – dalam Yoh. 15 : 16 - Tuhan yang berinisiatif memilih manusia untuk melaksanakan misi–Nya, dan sebagai tanggung jawabnya manusia harus pergi dan menghasilkan buah sebagai gambaran dari kepedulian.

iv Profil Karakter Lulusan Jenjang SD TIRTAMARTA – BPK PENABUR CINERE Hasil yang diharapkan dapat dicapai oleh lulusan siswa jenjang SD dalam segi karakter, diindikasikan melalui 12 indikator karakter lulusan jenjang SD.

v 2. Budidamber ( Budidaya Ikan dalam Ember) Kegiatan ini dilakukan untuk menginspirasi siswa, cara mudah untuk memenuhi kebutuhan akan protein hewani. Siswa diajarkan cara memelihara ikan yaitu dengan memberi makan setiap hari. Untuk saat ini ikan yang dipelihara adalah patin, dan setelah dipanen jenis ikan yang akan dipelihara bisa diganti dengan jenis ikan lain. SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN ( SBL ) Kepedulian terhadap lingkungan perlu diberikan sejak dini dengan tujuan agar karakter siswa terbentuk, sehingga siswa akan mempunyai budaya cinta lingkungan. Program pembelajaran pada setiap Bidang Studi memuat aspek Budaya Lingkungan yang berdampingan dengan Pembentukan Karakter Kristiani. Melalui Sekolah Berbudaya Lingkungan dengan Penguatan pada Karakter Kristiani maka diharapkan selain cakap dalam bidang akademik, siswa juga mempunyai akhlak/karakter yang baik, dan mencintai lingkungan. Program Kegiatan Sekolah Berbudaya Lingkungan : 1. Hidroponik Kegiatan menanam tanaman secara Hidroponik dilakukan dengan menanam sayuran di pekarangan sekolah. Siswa diajarkan cara mendapatkan sayuran organik ( tanpa pupuk buatan ) sehingga diharapkan siswa akan terinspirasi untuk bisa memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk warung hidup. Diharapkan juga agar siswa mempunyai pandangan, bahwa untuk mendapatkan sayuran yang segar dan sehat ternyata tidak sulit, bisa memanfaatkan lahan yang terbatas.

vi 3. Kerja Bakti / Kebersihan kelas Kerja bakti dilakukan untuk melatih kepedulian siswa terhadap kepedulian lingkungan dalam sekolah dan lingkungan sekitar sekolah. Dalam kerja bakti ini siswa diajarkan akan arti pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat bagi kehidupan manusia. Pembelajaran entrepreneurship akan sesuai dengan pendekatan belajar project based atau problem based. Melalui entrepreneurship akan mendukung siswa untuk berlatih bereksplorasi menemukan kemungkinan- kemungkinan yang dapat dikembangkan atau diciptakan. Dalam setiap tema yang dikembangkan dalam sebuah rangkaian proses belajar yang dinamakan siklus belajar. Sebuah siklus belajar terdiri dari 4 tahapan belajar yang satu sama lain saling berkaitan. PENDIDIKAN ENTREPRENEURSHIP

vii Program Entrepreneurship Wujud/berbentuk: PoE →Siklus 3DsE Tiga nilai entrepreneurship 1. Capital → Entrepreneurship 2. Social →Sociopreneurhip 3. Esthetical →Artpreneurship Pembelajaran Berbasis Proyek

viii 1.Discover Menemukan target pemahaman / konsep. Menemukan peluang dibalik fakta (masalah). Menemukan ide untuk inovasi. Memahami keunikan - perbedaan model yang sudah ada dengan project inovasinya. Membangun paradigma berpikir. Menemukan sasaran inovasi. Mengenali hubungan obyek pengamatan dengan kebutuhan sasaran inovasi. Mengenali hubungan antara konsep yang dipelajari dengan ide inovasinya. Berani mengambil resiko. ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑

ix Menentukan keunggulan dan keunikan project. Menyatukan beberapa informasi dituangkan ke dalam sebuah perencanaan yang utuh. Membuat target kerja berdasarkan standar kriteria. Menetapkan standar kinerja mempertimbangkan legalitas, etika, keselamatan. Membuat perkiraan kerangka waktu, bahan, anggaran. Mengembangkan kemampuan estimasi tingkat keberhasilan dan tantangan yang akan dihadapi. Mengembangkan kepekaaan sense of emergency plan ➔ berpikir strategic. Mengintegrasikan sebuah sistem kontrol ke dalam rencana kerja. Mempunyai kesadaran untuk melibatkan resource atau pihak lain yang dapat memperkuat hasil inovasinya. Membuat prototype. Mempertimbangkan masukan dari pihak lain. Merivisi perencanaanya. ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ 2. Design

x Terdorong untuk bekerja secara kolaborasi sesuai rencana. Mengembangkan cara atau strategi untuk mengatasi masalah. Bekerja sesuai dengan kode etik daalm masyarakat. Berlatih mengelola waktu secara mandiri. Mengelola resourses secara optimal dengan tetap memperhatikan pada tujuan yang akan dicapai. Menerapkan prosedur kerja dan standar kinerja. Mempunyai kepekaan untuk mencatat hal-hal penting untuk menjadi acuan selanjutnya. Menjelaskan keunikan hasil inovasinya dari berbagai perspektif. Menggunakan bahasa komunikatif, mempengaruhi orang lain untuk mengambil keputusan. Berlatih dalam pemilihan media dlm dalam menyampaikan pesan. Berlatih membuat analisa tentang alat komunikasi yang dipilih. Mengembangkan rasa percaya diri. 3. Do ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑

xi Mengindentifikasi, mengenali kemajuan belajar yang telah dicapai. Mengenali hubungan sebab akibat antara hasil dengan proses bekerja yang dilakukan. Mengidentifikasi ketercapaian target berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Mengidentifikasi kemungkinan peningkatan hasil yang telah tercapai. Mengidentifikasi faktor penghambat dan cara untuk mengatasinya. Menentukan target berikutnya berdasarkan hasil evaluasi. Laporan Hasil Belajar 3-Ways Conference: Student Lead Conference (siswa mencari dan menentukan target audience komunikasi). Pameran hasil belajar (Entrepreneurship day, Festival Entrepreneurship, dsb). Lampiran Rapor. ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ ❑ 4. Evaluate ❑ ❑ ❑

xii Kata Pengantar Yohannes Rosefhel Susilo Putra, M.Pd. Salam sejahtera dalam kasih Kristus, Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas kasih dan penyertaan-Nya, sehingga kita dapat memulai kembali kegiatan belajar mengajar pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu orang tua siswa atas kepercayaan yang telah diberikan kepada SD Tirtamarta - BPK PENABUR CINERE untuk mendampingi dan mendidik putra-putri tercinta. Kami berharap dukungan dari orang tua terus mengalir, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam pembentukan karakter melalui program PK2T: Taat, Tanggungjawab, dan Peduli. Buku program kegiatan ini disusun sebagai sarana informasi bagi orang tua mengenai visi dan misi sekolah, rencana program kegiatan, kurikulum, serta tata tertib yang berlaku. Semoga buku ini dapat menjadi panduan yang bermanfaat dalam mendampingi anak-anak selama proses pendidikan berlangsung. Akhir kata, marilah kita terus mempererat kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah agar proses pendidikan dan pembelajaran dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Tuhan Yesus memberkati. Hormat kami, Kepala Sekolah

xiii DAFTAR ISI Arti dan makna logo Tirtamarta - BPK Penabur ............................. i Visi, Misi, dan Motto ...................................................................... ii Pendidikan Karakter Kristiani Tirtamarta (PK2T) ........................... iii Profil Karakter Lulusan .................................................................. iv Sekolah Berbudaya Lingkungan ( SBL ) .......................................... v Entrepreneurship ........................................................................... vi-xi Kata Pengantar ........................................................................... Daftar isi ......................................................................................... xii xiii-xiv I. Struktur Organisasi ................................................................. 1-8 Staf Guru dan Karyawan Kurikulum dan kegiatan ......................................................... 9-19 A. Kurikulum II. * Penjelasan Kurikulum * KKM (Kriteria ketuntasan Minimal) B. Program Kegiatan 1. Kemandirian 2. 3. Christian Leadership Retreat 4. Remedial/Clinic Class 5. Pemantapan/Bimbingan Tahap Akhir 6. 7. Ekstrakurikuler Field Trip 8. Family Gathering 9. Gebyar Entrepreneurship / Three Ways Conference 10. Siaga Ceria, Jambore Penggalang 11. Peringatan dan Perayaan Hari Besar Nasional 12. Pengisi Pujian di Sekolah dan Gereja ( Paduan Suara ) 13. Aksi Sosial 14. Ibadah dan Perayaan Hari Besar Agama Kristen

xiv III. Penilaian .................................................................................... IV. Kalender Kegiatan ..................................................................... 20-26 27-30 A. B. Semester I Semester II V. Kalender Pendidikan (Hari Libur) ............................................ A. Semester I B. Semester II Peraturan dan Tata Tertib Sekolah .........................................VI. 15. Gerakan Literasi Sekolah ( GLS )/ TMC Reading Habit 16. Digital Literasi 17. Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) 18. Character Days 19. TKA 20. Program KTB 21. Digital Quotient 22. Culture Day 31 32-42

I. STRUKTUR ORGANISASI SD TIRTAMARTA - BPK PENABUR CINERE 1 YAYASAN GKI PI - TIRTAMARTA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN B K WAKIL KASEK S S W KEPALA SEKOLAH PENGURUS SEKOLAH GURU AI PERPUSTAKAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Yohannes R. S. Putra, S.S., M.Pd. Kepala Sekolah STAF GURU DAN KARYAWAN SD TIRTAMARTA - BPK PENABUR CINERE TAHUN PELAJARAN 2026/2027 Margaretha Desi H., S.Si., S.Pd. Wakil Kepala Sekolah Kurikulum Linda Rosmara Dewi, S.Pd. Wakil Kepala Sekolah Sarpras dan Kesiswaan Pancasila Kelas IV 2

Ignasia Sartini, S.Pd. Wali Kelas IB Doflin Lowaer Wali Kelas IC Fredeswinda Riyatmi Dewi, S.Pd. Wali Kelas IIA 3 Maria Anggelina R., S.Pd. Wali Kelas IA Debora M. P. Simamora, S.Pd. Wali Kelas IIB Debi Ariska Saputri, S.Pd. Wali Kelas IIC

Lucia Andriati, S.Pd. Wali Kelas IVC Anita Theresia, S.Pd. Wali Kelas IIIA Tomas Dwi Utomo, S.Pd. Wali Kelas IVB 4 Rosdiana Malanguna, S.Pd. Wali Kelas IIIB Maria Mater Dei Ayu N, S.Psi. Wali Kelas IIIC Ade Wati Debora, S.Pd. Wali Kelas IVA

Marta Saritua Simanjuntak, S.Si. Wali Kelas VB 5 Margaretha Desi H., S.Si., S.Pd. Wali Kelas VA Dwi Astuti, S.Pd. Wali Kelas VIA Tri Wijayati, S.Pd. Wali Kelas VIB

Andreas Yudi Kuswara, S.S. Bahasa Inggris Kelas IV, V, VI6 Ruth Agustina, S.Pd. Bahasa Inggris Kelas I, II, III Abel Sandy Patanduk, S.Si.Teol. PAK I, II, III Agus Haryadi Silaen, M.Pd. PJOK II - VI Rusmanto, Am.Pd. SBdP (Musik dan Seni Rupa) I - VI Charis Vita J. Boangmanalu, S.Si. Teol., M.Pd. PAK IV, V, VI

Sapta Perwitasari, S.Pd. Bimbingan Konseling I, II, III7 Lucia Eni Sahreni, S.Pd. Basa Sunda I - VI Cynthia Maya Uli Siahaan, S.Psi. Bimbingan Konseling IV, V, VI Tri Wiediarti, S.S., M.Kom. Bahasa Mandarin Putu Ayu Pilar Kharisma, S.Pd. Seni Tari I - VI PPKn Kelas III Ferdiansyah Martes, S.Pd. Informatika I - VI

PELAYANAN PENDUKUNG 8Dina M. Napitupulu, S.Kom. Tenaga Administrasi Sekolah Frisantika Dewi, S.M. Pustakawan Andreas, S.S. Tenaga Administrasi Sekolah Andreas Dani H. Purba, S.Kom. Staff IT dan Sarpras Sukisno Staff IT dan Sarpras Midel Solano Staff IT dan Sarpras

A. Kurikulum II. KURIKULUM DAN KEGIATAN 1. Kurikulum Merdeka Penabur (KMP) SD TIRTAMARTA– BPK PENABUR CINERE pada Tahun Pelajaran pada Tahun Pelajaran 2026/2027 menggunakan Kurikulum Merdeka Penabur (KMP) dari kelas I sampai dengan kelas VI. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar siswa memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Dalam proses pembelajaran guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat siswa. Di dalam kurikulum ini terdapat projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila. Dimana dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek ini tidak bertujuan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran. Karakteristik Merdeka Belajar Merdeka belajar dikembangkan dengan lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Berikut ini beberapa karakteristik maupun karakteristik merdeka belajar yang diterapkan, antara lain: 9

Pembelajaran yang digunakan berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai dengan profil belajar Pancasila. Fokus terhadap materi esensial sehingga terdapat waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar. Contohnya literasi dan numerasi. Fleksibilitas guru untuk bisa melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan siswa. Penerapan kurikulum Merdeka Belajar ini memiliki beberapa keunggulan yang akan didapatkan. Beberapa keunggulan tersebut antara lain: Materi yang diajarkan lebih sederhana, mendalam, dan fokus terhadap materi esensial saja. Oleh karena itu, siswa bisa belajar secara lebih mendalam dan tidak terburu-buru dalam proses pembelajaran sehingga akan lebih paham dengan apa yang dipelajari. Guru lebih leluasa untuk mengajar sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan siswa. Selain itu, sekolah juga memiliki wewenang untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan satuan pendidikan dan minat siswa. Lebih relevan dan interaktif karena pembelajaran melalui kegiatan proyek yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif dan mengeksplorasi isu-isu aktual. Tujuan Merdeka Belajar Merespon kebutuhan sistem pendidikan pada era revolusi industri 4.0, maka Kemendikbud meresmikan kurikulum Merdeka Belajar. 10

Pada prinsipnya tujuan merdeka belajar diterapkan yaitu untuk menjawab tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0. Sebelum penerapan kurikulum ini, pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan berbagai sarana penunjang khusus infrastruktur pendidikan. Khususnya di bidang informasi dan teknologi terbarukan. Tidak hanya itu, namun juga melakukan revolusi pendidikan di seluruh jenjang pendidikan melalui konsep merdeka belajar secara menyeluruh. Konsep Kurikulum Merdeka Belajar Kurikulum ini tentu tidak digagaskan secara sembarangan dan asal-asalan. Terdapat beberapa konsep khusus yang menjadi ciri dari kurikulum ini sehingga mampu menjadikan pendidikan lebih maju dari sebelumnya. Beberapa konsep tersebut antara lain: 1. Asesmen Kompetensi Minimum Dengan kurikulum ini, diharapkan setiap siswa mampu mengembangkan kemampuan literasi serta numerik yang dimiliki. Tentunya dengan dasar penilaian yang dilihat dari kemampuan melakukan analisa serta berpikir kritis melalui kemampuan analisa kognitif setiap siswa. 2. Survey Karakter Siswa Proses penilaian yang dilakukan pemerintah tidak hanya berbasis pada tingkat kualitas pendidikan di masing-masing sekolah. Namun juga infrastruktur pendidikan dan ekosistem pendidikan setiap sekolah. 11

3. Penilaian Hasil Belajar Konsep berikutnya yaitu metode penilaian yang tidak hanya berdasarkan hasil ujian nasional saja. Namun juga melalui hasil portofolio dan penugasan. Hal ini karena siswa diberikan kebebasan untuk mengembangkan diri dan bakat yang dimiliki. 4. Kualitas Pendidikan Yang Merata Merdeka belajar ini memiliki konsep yang mengedepankan keadilan dalam hal pemerataan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Hal ini diwujudkan melalui kebijakan afirmasi maupun pemberian kuota secara khusus bagi siswa. Tahapan Implementasi Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terkait pilihan implementasi kurikulum ini, Kemendikbud telah menyiapkan jalur untuk membantu tahap kesiapan setiap satuan pendidikan. 3 jalur tersebut sudah disesuaikan dengan kondisi dan situasi dari masing-masing satuan pendidikan. Mandiri Belajar: memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan kurikulum ini. Namun meskipun demikian tidak mengganti kurikulum yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan tersebut. Mandiri Berubah: kurikulum ini memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan untuk menerapkan kurikulum merdeka dengan tetap menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan. Mandiri Berbagi: sekolah bisa mengembangkan sendiri perangkat ajar dalam proses penerapan kurikulum ini. Jalur ini memberikan kebebasan terhadap satuan pendidikan dalam menerapkan 12

kurikulum ini dengan pengembangan mandiri terhadap perangkat ajar yang telah digunakan. Merdeka belajar dianggap sebagai kurikulum yang paling aplikatif. Ini sangat cocok apabila diterapkan dalam meningkatkan pembangunan pendidikan berbasis industri 4.0. Pendidikan dengan basis industri 4.0 sepenuhnya memanfaatkan data teknologi sebagai industri masa depan. Berikut Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) untuk Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2026/2027 : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bidang Studi KKM 75 75 75 75 75 75 75 75 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Prakarya Pendidikan Jasmani,Olah Raga dan Kesehatan Muatan lokal : - - - - Bahasa Sunda Bahasa Inggris Bahasa Mandarin Informatika 75 75 60 75 13

B. KEGIATAN 1. Kemandirian Kegiatan kemandirian diberikan kepada siswa kelas I-IV, melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat menolong diri sendiri dalam hal sederhana kegiatan sehari-hari ,sehingga siswa bisa mandiri (tidak memiliki sifat ketergantungan kepada orang lain).2.1. Christian Leadership Kegiatan ini diperuntukkan bagi siswa kelas V. Mereka perlu dipersiapkan mental dan spiritual dalam memimpin diri sendiri agar dapat belajar lebih taat, bertanggung jawab, dan peduli dalam keberadaannya sebagai seorang individu dan sosial, baik dalam kehidupannya di sekolah maupun di luar sekolah. Retret Kegiatan retret dilaksanakan untuk kelas VI dimana siswa merefleksikan dirinya untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan serta mempersiapkan siswa kelas VI dalam menghadapi ujian dan menempuh pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. 3. 4. Remedial (Clinic Class) Kegiatan remedial dilaksanakan sesudah pulang sekolah dan diperuntukkan bagi siswa yang belum tuntas dalam salah satu mata pelajaran. Kegiatan remedial dibimbing oleh guru yang mengajarkan mata pelajaran yang bersangkutan. 6. Pemantapan/ BTA Kegiatan pemantapan/BTA khusus diberikan bagi siswa kelas VI. Tujuan dari pemantapan tersebut adalah sebagai persiapan menghadapi Ujian agar mendapatkan hasil yang maksimal. 14

Ekstrakurikuler dibedakan menjadi dua bagian yaitu wajib dan pilihan. Ekstrakurikuler wajib yaitu Pramuka yang diikuti oleh kelas I sampai VI. Ekstrakurikuler pilihan merupakan estrakurikuler dimana siswa dapat memilih salah satu dari kegiatan Ekstrakurikuler yang diminatinya. Adapunkegiatannya sebagai berikut : * Tentatif Akan disesuaikan lagi dengan jumlah peserta ekskur yang mendaftar setiap kelasnya, dengan ketentuan sebagai berikut: 1.Apabila jumlah peserta melebihi kuota perkelas, maka akan dibagi dua atau dialihkan ke ekskur pilihan yang lain. 2.Apabila jumlah peserta kurang, maka kelas ekskur ditiadakan, dan peserta dialihkan pada pilihan yang lain. 15 Ekstrakurikuler7.

16 * Tentatif Akan disesuaikan lagi dengan jumlah peserta ekskur yang mendaftar setiap kelasnya, dengan ketentuan sebagai berikut: 1.Apabila jumlah peserta melebihi kuota perkelas, maka akan dibagi dua atau dialihkan ke ekskur pilihan yang lain. 2.Apabila jumlah peserta kurang, maka kelas ekskur ditiadakan, dan peserta dialihkan pada pilihan yang lain.

8. Field Trip Kegiatan ini diikuti oleh kelas I s.d VI dengan tujuan untuk menambah wawasan anak didik tentang kebudayaan, tekonologi informasi, melatih keberanian, team work, dan kecintaan terhadap alam/lingkungan. 9. Family Gathering Family Gathering diikuti oleh siswa dan orang tua kelas I. Kegiatan ini bertujuan agar antar sesama orang tua dan anak lebih akrab dengan saling mengenal antara satu dengan yang lain melaui bentuk kegiatan games, performance, penghijauan, kerjabakti dll. 10. Gebyar Entrepreneurship Kegiatan ini dimaksudkan untuk melatih, membekali, dan mengapresiasi siswa agar memiliki jiwa kewirausahaan. Ada banyak nilai positif yang akan diperoleh siswa dari pendidikan ini, yaitu: mandiri, kreatif, berani mengambil resiko, berorientasi pada tujuan, kepemimpinan, dan kerja keras. 11. Pesta Siaga dan Jambore Penggalang Kegiatan ini dilakukan untuk melatih kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, jiwa kepedulian kepada sesama dan lingkungan. 12. Peringatan Hari-hari besar Nasional Kegiatan ini dilakukan melalui upacara bendera dan berbagai kegiatan pendukung lainnya. Misalnya: Upacara HUT RI dengan kegiatan berbagai perlombaan, dll. 13. Pengisi Pujian Pada Kebaktian di Sekolah dan di Gereja Kegiatan ini dimaksudkan agar siswa belajar mengucap syukur dengan melayani Tuhan melalui paduan suara, nyanyi tunggal, band. 17

Melalui kegiatan ini siswa diajarkan untuk peduli terhadap sesama dan mensyukuri berkat yang diberikan Tuhan selama ini. Pembiasaan ini akan menumbuhkan jiwa anak yang peka dengan keadaan sekitar. 15. Ibadah dan Perayaan Hari Besar Agama Kristen Kegiatan ini dilakukan sebagai ungkapan syukur siswa terhadap karya dan cinta kasih Allah kepada umat manusia. 16. Gerakan Literasi Sekolah ( GLS )/TMC Reading Habit Kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan minat baca dan menulis pada diri siswa, sehingga diharapkan akan menginspirasi anak menjadi manusia pembelajar melalui kebiasaan membaca tersebut. 17. Digital Literacy Di era revolusi industry 4.0, era gitalisasi merambah dalam berbagai sisi kehidupan manusia. Kegiatan ini dilakukan agar siswa mempunyai pemahaman, wawasan, dan ikut menjadi pelaku di era tersebut. 18. Character Days Kegiatan Character Day dilaksanakan pada awal semester I dan awal semester II, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter kritiani yang terdiri dari Taat, Tanggung jawab, dan peduli. 19. TKA (Tes Kemampuan Akademik) Tes yang akan dilakukan hanya untuk siswa kelas VI. Tes Kemampuan Akademik adalah sebuah sistem evaluasi yang digunakan untuk mengukur kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. 18 14. Aksi Sosial

Program, KTB di BPK Penabur Jakarta adalah kegiatan kerohanian yang bertujuan untuk mendalami firman Tuhan, berbagi pengalaman, serta saling mendukung dan mendoakan antar anggota. KTB melibatkan siswa dan guru, dan dilaksanakan secara rutin disekolah. Hanya untuk siswa kelas V dan VI. 21. Digital Quotient (DQ)Digital Quotient adalah seperangkat keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan yang diperlukan untuk bernavigasi, berinteraksi, dan berpartisipasi secara efektif dalam dunia digital yang semakin kompleks. Singkatnya, DQ adalah ukuran kecakapan seseorang dalam dunia digital. Hanya untuk siswa kelas V dan VI. 22. Culture Day Culture day adalah perayaan atau kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan, merayakan, dan melestarikan budaya, baik budaya lokal maupun budaya dari berbagai negara. 19 20. Program KTB (Kelompok Tumbuh Bersama)

A. Kurikulum Merdeka Penabur Aspek Penilaian Penilaian dalam Kurikulum Merdeka Penabur untuk SD mencakup penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, yang dilakukan melalui asesmen formatif dan sumatif. Asesmen formatif bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses belajar, sedangkan asesmen sumatif menilai hasil belajar di akhir. 1. Penilaian Sikap Penilaian sikap dimaksudkan sebagai penilaian terhadap perilaku siswa dalam proses pembelajaran kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler, yang meliputi sikap spiritual dan sosial. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Meliputi penilaian terhadap perilaku siswa dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya serta penerapan nilai- nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Berkebhinekaan Global: Menilai kemampuan siswa dalam menghargai keberagaman budaya, suku, agama, dan ras, serta menunjukkan sikap toleransi dan menghormati perbedaan. Bergotong Royong: Menilai kemampuan siswa dalam bekerja sama, membantu orang lain, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelompok. Bernalar Kritis: Menilai kemampuan siswa dalam berpikir kritis, menganalisis informasi, dan memecahkan masalah dengan cara yang logis dan sistematis. Kreatif: Menilai kemampuan siswa dalam menghasilkan ide-ide baru, menemukan solusi inovatif, dan mengekspresikan diri secara kreatif. III. PENILAIAN 20

2. Penilaian Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan dengan cara mengukur penguasaan siswa yang mencakup pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam berbagai tingkatan proses berpikir. Penilaian KI-3 menggunakan angka dengan rentang capaian/nilai 0 sampai dengan 100 dan deskripsi. Teknik penilaian pengetahuan menggunakan tes tulis, lisan, dan penugasan. 3. Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilakukan dengan mengidentifikasi karateristik kompetensi dasar aspek keterampilan untuk menentukan teknik penilaian yang sesuai. Penilaian keterampilan dimaksudkan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan siswa dapat digunakan untuk mengenal dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sesungguhnya (dunia nyata). Penilaian keterampilan menggunakan angka dengan rentang skor 0 sampai dengan 100 dan deskripsi. Teknik penilaian yang digunakan sebagai berikut :21 Penilaian kinerja: merupakan penilaian yang meminta siswa untuk melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya dengan mengaplikasikan atau mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Pada penilaian kinerja, penekanan penilaiannya dapat dilakukan pada proses atau produk. Penilaian kinerja yang menekankan pada produk disebut penilaian produk, sedangkan penilaian kinerja yang menekankan pada proses disebut penilaian praktik (praktik). Penilaian praktik, misalnya; memainkan alat musik, melakukan pengamatan suatu obyek dengan menggunakan mikroskop, menyanyi, bermain peran, menari, dan sebagainya. Penilaian produk, misalnya: poster, kerajinan, puisi, dan sebagainya. a. Penilaian Kinerja

b. Penilaian Proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, penyajian data, dan pelaporan. c. Penilaian Portofolio Portofolio dapat berupa kumpulan dokumen dan teknik penilaian. Portofolio sebagai dokumen merupakan kumpulan dokumen yang berisi hasil penilaian prestasi belajar, penghargaan, karya siswa dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif dalam kurun waktu tertentu. Portofolio sebagai teknik penilaian dilakukan untuk menilai karya-karya siswa dan mengetahui perkembangan pengetahuan dan keterampilan siswa. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru bersama-sama dengan siswa. 22 Adapun karya siswa yang dapat dijadikan dokumen portofolio, antara lain: LKPD, karangan, puisi, surat, gambar/lukisan, dan komposisi musik. Definisi Asesmen FormatifPenilaian atau asesmen formatif bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran, serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran. Sesuai dengan tujuannya, asesmen formatif dapat dilakukan di awal dan di sepanjang proses pembelajaran. Melalui asesmen ini, guru dapat mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa, hambatan atau kesulitan yang mereka hadapi, serta untuk mendapatkan informasi perkembangan siswa. Informasi tersebut kemudian dijadikan umpan balik baik bagi siswa maupun guru.

Bagi siswa, asesmen formatif berguna untuk berefleksi, dengan memonitor kemajuan belajarnya, tantangan yang dialaminya, serta langkah-angkah yang perlu ia lakukan untuk meningkatkan terus capaiannya. Hal ini merupakan proses belajar yang penting untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Bagi guru, asesmen formatif berguna untuk merefleksikan strategi pembelajaran yang digunakannya, serta untuk meningkatkan efektivitasnya dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Asesmen ini juga memberikan informasi tentang kebutuhan belajar siswanya. Agar asesmen dapat bermanfaat bagi siswa dan guru, beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam merancang asesmen formatif di antaranya adalah sebagai berikut:o Asesmen formatif tidak berisiko tinggi (high stake). Asesmen formatif dirancang untuk tujuan pembelajaran dan tidak seharusnya digunakan untuk menentukan nilai rapor, keputusan kenaikan kelas, kelulusan, atau keputusan-keputusan penting lainnya. 23Asesmen formatif dapat menggunakan berbagai teknik dan/atau instrumen. Suatu asesmen dikategorikan sebagai asesmen formatif jika tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas proses belajar. Asesmen formatif dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga asesmen formatif dan pembelajaran menjadi suatu kesatuan. Asesmen formatif dapat menggunakan metode yang sederhana, sehingga umpan balik hasil asesmen tersebut dapat diperoleh dengan cepat. Asesmen formatif yang dilakukan di awal pembelajaran akan memberikan informasi kepada guru tentang kesiapan belajar siswa. Berdasarkan asesmen ini, guru perlu menyesuaikan/memodifikasi rencana pelaksanaan pembelajarannya dan/atau membuat diferensiasi pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan siswa. o o o o

Instrumen asesmen yang digunakan dapat memberikan informasi tentang kekuatan, hal-hal yang masih perlu ditingkatkan oleh siswa, serta mengungkapkan cara untuk meningkatkan kualitas tulisan, karya, atau performa yang diberi umpan balik. Dengan demikian, hasil asesmen tidak sekadar sebuah angka. o Definisi Asesmen Sumatif Penilaian atau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau Capaian Pembelajaran (CP) siswa, sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian hasil belajar siswa dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar siswa dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Sementara itu, pada pendidikan anak usia dini (PAUD), asesmen sumatif digunakan untuk mengetahui capaian perkembangan siswa dan bukan sebagai hasil evaluasi untuk penentuan kenaikan kelas atau kelulusan. 24 Asesmen sumatif berbentuk laporan hasil belajar yang berisikan laporan pencapaian pembelajaran dan dapat ditambahkan dengan informasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Asesmen sumatif dapat dilakukan setelah pembelajaran berakhir, misalnya pada akhir satu lingkup materi (dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan pembelajaran), pada akhir semester, atau pada akhir fase. Sementara khusus pada akhir semester, asesmen sumatif bersifat pilihan. Asesmen sumatif bisa dilakukan pada akhir semester jika guru merasa masih memerlukan konfirmasi atau informasi tambahan untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Sebaliknya, jika guru merasa bahwa data hasil asesmen yang diperoleh selama 1 semester telah mencukupi, maka tidak perlu lagi dilakukan asesmen pada akhir semester. Hal yang perlu ditekankan, untuk asesmen sumatif, guru dapat menggunakan teknik dan instrumen yang beragam, tidak hanya berupa tes, namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio).

Umpan balik dari asesmen hasil akhir ini (sumatif) dapat digunakan untuk mengukur perkembangan siswa, untuk memandu guru merancang aktivitas pada pembelajaran berikutnya. Pada Kurikulum Merdeka, guru diharapkan untuk lebih banyak mengutamakan asesmen formatif, untuk mendapatkan umpan balik dan mengetahui perkembangan siswa. Namun, asesmen sumatif juga tetap digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. 25 2. Kinerja 1. Observasi Teknik Asesmen Setelah tujuan dirumuskan, guru memilih dan/atau mengembangkan instrumen asesmen yang sesuai. 1. Instrumen asesmen dapat dikembangkan berdasarkan teknik penilaian yang digunakan oleh guru. Berikut adalah beberapa contoh teknik asesmen yang dapat diadaptasi untuk melakukan asesmen formatif maupun sumatif: Penilaian yang menuntut siswa untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Asesmen kinerja dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio. Penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku secara berkala. Observasi dapat difokuskan untuk semua siswa maupun per individu. Observasi juga dapat dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harian. 3. Projek Kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.

5. Tes lisan 7. Portofolio 6. Penugasan 4.Tes tertulis Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan siswa dalam bidang tertentu, yang mencerminkan perkembangannya secara menyeluruh (holistis) dalam kurun satu tahun pelajaran. Tes dengan soal dan jawaban yang disajikan secara tertulis, untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan siswa. Tes tertulis dapat berbentuk esai, pilihan ganda, uraian, atau bentuk- bentuk tes tertulis lainnya. Pemberian tugas kepada siswa untuk mengukur pengetahuan, serta memfasilitasi siswa memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. Pemberian soal/pertanyaan yang menuntut siswa untuk menjawabnya secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal (dilakukan untuk seluruh kelas/kelompok besar) ketika pembelajaran. 26

27 IV. KALENDER KEGIATAN SD TIRTAMARTA-BPK PENABUR CINERE TAHUN PELAJARAN 2026/2027 SEMESTER I

28

29 SEMESTER II

30

31

1. 2. Siswa Siswa wajib menaati tata tertib dan peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah dan bertanggung jawab menjaga nama baik/citra BPK PENABUR Jakarta, baik melalui ucapan, sikap, ataupun tindakan, di mana pun berada. Siswa berhak mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran sesuai yang ditetapkan oleh pihak yayasan/ sekolah. Apabila ada layanan yang diterima dirasakan kurang memuaskan, siswa atau orang tua diharapkan mengomunikasikan ke pihak sekolah dengan tetap berpegang pada tata tertib yang berlaku di sekolah tersebut. Orang Tua/Wali Siswa Orang tua/wali bertanggung jawab terhadap siswa dan diharapkan terlibat secara aktif mendampingi putra-putrinya dalam proses pendidikan dan pembelajaran serta bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mencapai visi dan misi TIRTAMARTA-BPK PENABUR. Bersama orang tua, siswa belajar tentang rutinitas dan aturan sekolah. Mendukung perkembangan keterampilan, sosial dan emosional siswa. Bekerja sama dengan guru dan staf sekolah untuk memastikan transisi yang baik dan lancar bagi putra putri tercinta. VI. PERATURAN SEKOLAH DAN TATA TERTIB SISWA SDK TIRTAMARTA-BPK PENABUR CINERE 32

Uang Sekolah selama satu tahun dibayarkan 12 bulan. Pelunasan uang sekolah tiap awal bulan dan selambat – lambatnya tanggal 10 untuk bulan yang sedang berjalan. Apabila selama 3 bulan berturut-turut belum membayar uang sekolah, maka siswa belajar di rumah (dirumahkan). Pada pembelajaran luar jaringan (luring), siswa dilarang membawa dan mengenakan barang-barang yang tidak ada kaitannya dengan pembelajaran termasuk barang berharga (perhiasan berlebihan, mainan, aksesoris, uang dalam jumlah besar, dan sebagainya) di dalam lingkungan sekolah. Sewaktu-waktu sekolah berhak melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan siswa. Apabila ditemukan barang-barang yang tidak ada kaitannya dengan pembelajaran (sesuai ketentuan di Bab IV. Tata Tertib dan Konsekuensi poin A.3 tentang Perilaku Siswa), maka sekolah berhak mengambil barang-barang tersebut sebagai barang bukti dan siswa mendapat konsekuensi sesuai peraturan yang berlaku. 33 2. Pelajaran Tambahan atau Les 3. Barang Bawaan Siswa Siswa BPK PENABUR Jakarta tidak diperkenankan mengikuti kegiatan belajar tambahan (les) pribadi ataupun kelompok dengan tenaga pendidik/kependidikan yang bertugas dalam satu kompleks/sekolah. Tenaga pendidik/kependidikan/siswa yang melanggar ketentuan tersebut mendapat konsekuensi sampai dengan dikeluarkan dari sekolah. 1. Uang Sekolah KETENTUAN UMUM

4. Peralatan siswa pribadi harus diberi nama agar tidak tertukar dengan berharga/kendaraansiswa lain. Kehilangan/ kerusakan barang bermotor merupakan tanggung jawab siswa. Penanganan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan/Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3K/P3P) Siswa Siswa yang mengalami kecelakaan di sekolah dan/atau saat kegiatan sekolah serta membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dibawa ke Rumah Sakit (RS)/klinik terdekat oleh pihak sekolah serta mengomunikasikannya kepada orang tua/wali siswa. Pihak sekolah menyelesaikan/menanggung biaya tindakan pertolongan pertama di klinik/Unit Gawat Darurat (UGD) RS. Selanjutnya, biaya di luar tindakan pertolongan pertama menjadi tanggung jawab pihak orang tua/wali siswa. 34

1. 2. Kehadiran 1.1 Siswa wajib hadir tepat waktu untuk mengikuti renungan pagi dan semua kegiatan sekolah. 1.2 Jumlah minimum kehadiran siswa adalah 90% dari jumlah hari efektif sekolah per tahun. Program Sekolah 2.1 Siswa wajib mengikuti semua program sekolah sesuai peraturan dan waktu yang ditentukan, seperti: 2.1.1 Intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler; 2.1.2 Pekerjaan rumah dan tugas-tugas lain; 2.1.3 Asesmen Kurikulum Merdeka terdiri atas: Asesmen Awal, Asesmen Formatif, Asesmen Sumatif, dan Asesmen Sumatif Bersama. - Asesmen/penilaian bagi siswa dilakukan di ruang kelas atau ruang lain yang ditentukan oleh sekolah. Bagi siswa yang mengikuti asesmen/penilaian susulan karena sakit/ izin akan ditempatkan di ruang khusus atau ruang yang ditentukan oleh sekolah. - - Bagi siswa yang tidak mengikuti Penilaian Harian/PTS/PAS/PAT/AsesmenSumatif/Asesmen Sumatif Bersama karena sakit/kedukaan diberikan kesempatan untuk mengikuti Penilaian/ Asesmen susulan dengan ketentuan nilai 100%. A. Tata Tertib TATA TERTIB DAN KONSEKUENSI 35

Bagi siswa yang tidak mengikuti Penilaian Harian/PTS/PAS/PAT/Asesmen Sumatif/Asesmen Sumatif Bersama karena alasan lain diberikan kesempatan untuk mengikuti Penilaian/Asesmen susulan dengan ketentuan nilai maksimal 80% dari nilai yang diperoleh. 2.1.4 Retret dan kegiatan keagamaan lainnya. 2.1.5 Kegiatan Kepramukaan 2.2 Siswa tidak diperkenankan meninggalkan kegiatan pembelajaran/program sekolah tanpa izin dari: 3. Perilaku 3.1 Siswa wajib menjunjung tinggi nama baik sekolah; 3.2 Siswa wajib berlaku jujur dan bersikap sopan; 3.3 Siswa wajib menjaga norma kesusilaan sesuai nilai-nilai Kristiani; 3.4 Siswa dilarang: 3.4.1 Berkelahi, mencederai orang lain, dan/atau berbuat onar; 36 - 2.2.1 Pimpinan sekolah (program sekolah); 2.2.2 Wali kelas (kegiatan pembelajaran) disertai surat permohonan izin dari orang tua/wali siswa. 3.4.2 Melakukan perundungan (bullying) fisik, verbal, dan sebagainya baik secara langsung maupun tidak langsung; 3.4.3 Menyembunyikan, merusak, dan mengambil barang milik orang lain/sekolah; 3.4.4 Berjudi/taruhan;

3.4.5 Pacaran/berduaan secara berlebihan; 3.4.6 Melakukan perbuatan asusila; 3.4.7 3.4.8 Mengakses/mengedarkan sesuatu terkait pornografi, kekerasan, dan SARA dalam bentuk apapun; 3.4.9 Mengunggah segala sesuatu yang melanggar undang- undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di media sosial dan komunikasi lainnya; 3.4.10 Membawa barang-barang seperti senjata, buku/gambar/video porno, komik, mainan, aksesoris, dan sebagainya, serta membagikan tautan yang tidak berkaitan dengan pelajaran di sekolah dan yang tidak sesuai dengan norma dan etika yang berlaku dalam masyarakat. Membawa dan/atau mengisap rokok dengan segala variasinya (rokok elektrik atau vaporizer, shisha, dll), minuman beralkohol, atau NAPZA di lingkungan sekolah maupun seluruh tempat kegiatan pembelajaran di BPK PENABUR Jakarta; 37 3.4.11 Mengucapkan atau menuliskan kata-kata kotor/umpatan/kasar baik secara langsung maupun melalui media sosial; 3.4.12 3.4.13 Bersikap tidak sopan kepada warga sekolah; Berlaku tidak jujur/menyontek dalam mengerjakan semua bentuk pemetikan nilai yang diselenggarakan oleh sekolah. Memberikan informasi pribadi orang lain tanpa seizin yang bersangkutan. 3.4.14

4. Penampilan 4.1 Siswa wajib: 4.1.1 Memakai seragam sekolah dan perlengkapannya (termasuk pakaian olahraga dan batik) sesuai dengan ketentuan panduan seragam siswa; Berpakaian bersih dan rapi, potongan rambut rapi dan tidak diwarnai sesuai ketentuan dalam panduan penampilan siswa; 4.1.2 4.2 Siswa dilarang memakai perhiasan/aksesoris berlebihan atau ber dandan berlebihan. 38 5. Lain-Lain 5.1 Siswa dilarang; 5.1.1 Melakukan kolusi atau memberikan gratifikasi kepada tenaga pendidik/kependidikan 5.1.2 Membawa atau mengundang orang luar/tamu ke dalam lingkungan sekolah tanpa izin dari pimpinan sekolah; Merayakan ulang tahun di lingkungan sekolah;5.1.3 5.1.4 - Menggunakan peralatan sistem informasi dan internet yang ada di lingkungan sekolah untuk kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran di sekolah;

- Menggunakan akun email dari BPK PENABUR Jakarta untuk kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran di sekolah; 5.1.5 Mengubah konfigurasi awal dari peralatan sistem informasi dan internet yang digunakan di lingkungan sekolah tanpa izin dari pihak sekolah; Mencopot, merusak, mencoret stiker barcode yang terdapat pada barang-barang milik sekolah; Melakukan tindakan yang mengancam dan/atau dapat merugikan diri sendiri dan/atau orang lain, sekolah dan/atau yayasan. 5.1.6 5.1.7 39 5.1.8 Membawa Handphone dan smart watch kecuali ada kegiatan khusus (akan diinformasikan pihak sekolah). 5.2 Siswa wajib: 5.2.1 Hadir dan mengikuti kegiatan sekolah pada hari yang ditentukan (termasuk hari Sabtu/libur, jika diperlukan); 5.2.2 Meminta izin jika mengadakan kegiatan yang mengatasnamakan sekolah dan mendapat persetujuan tertulis dari kepala sekolah; Menjaga dan memelihara sarana prasarana sekolah.5.2.3 5.3 Orang Tua dilarang: 5.3.1 Mengantarkan barang ketinggalan (buku, tugas sekolah, baju kegiatan) kecuali makanan/minuman, kacamata, dan obat.

5.4 Orang tua wajib: 5.4.1 5.4.2 5.4.3 Memeriksa dan menandatangani agenda setiap hari Mengantar dan menjemput siswa tepat waktu Orang tua/wali wajib menandatangani surat Kesanggupan mematuhi Panduan Siswa, Pedoman Akademik, Tata Tertib Siswa & Petujuk Pelaksana serta Budaya & Kebiasaan Sekolah siswa. 40 5.5 Hal-hal lain yang tidak tercantum dalam tata tertib ini akan diatur oleh sekolah. B. Konsekuensi Sekolah berhak menerapkan konsekuensi terhadap segala bentuk pelanggaran yang dilakukan siswa, berupa: 1. Teguran Lisan Untuk membina dan mengingatkan siswa atas kesalahan yang dilakukan atau pelanggaran terhadap tata tertib sekolah. 2. Teguran Tertulis Apabila teguran lisan yang diberikan tidak membawa perubahan perilaku siswa maka sekolah memberikan teguran tertulis yang ditembuskan kepada orang tua/wali siswa. 3. Surat Peringatan Surat Peringatan diberikan kepada siswa setelah dilakukan teguran lisan dan teguran tertulis atas kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan terhadap tata tertib sekolah. Surat Peringatan juga dapat diberikan kepada siswa tanpa teguran lisan atau tertulis jika kesalahan masuk kategori berat. Sekolah melakukan pembinaan terhadap siswa tersebut. Surat peringatan yang diberikan kepada siswa, ditandatangani oleh orang tua sebagai bentuk pernyataan bahwa orang tua telah

4. 5. mengetahui dan bersedia bekerja sama dengan pihak sekolah untuk melakukan pembinaan kepada siswa. Skorsing/ Dirumahkan Siswa yang melakukan pelanggaran-pelanggaran diberikan skorsing/dirumahkan, yakni tidak diperkenankan mengikuti pelajaran di kelas sebagaimana siswa lain. Siswa tetap diwajibkan mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh tenaga pendidik. Pelaksanaan dan lamanya skorsing diatur oleh pihak sekolah. Skorsing yang diberikan kepada siswa harus diketahui oleh orang tua siswa. Dikembalikan kepada Orang tua/ Dikeluarkan dari Sekolah Siswa dapat dikembalikan kepada orang tua/ dikeluarkan dari sekolah jika Teguran Lisan, Teguran Tertulis, Surat Peringatan, dan Skorsing tidak dapat memperbaiki perilaku siswa atau telah melakukan pelanggaran berat yang tidak dapat diterima menurut pertimbangan pihak sekolah. Pelanggaran berat yang dimaksud adalah pelanggaran terhadap hukum, melakukan penganiayaan, jual beli dan atau membawa NAPZA, berkelahi, mencuri, melakukan perbuatan asusila, mencemarkan nama baik sekolah dan/atau Yayasan. Bentuk konsekuensi lain dapat berupa: 1. Tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran; 41

2. Membuat tugas tambahan; 3. Pemberian nilai nol; 4. Mengulangi tugas/penilaian; 5. Mengganti barang yang dirusak/diambil/dihilangkan; 6. Penyitaan barang; 7. Tidak diperbolehkan mengikuti PH/PTS/PAS/PAT atau Penilaian Sumatif/Formatif; Untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan Peraturan Sekolah maka diharapkan pengertian dan kerja sama sekolah dengan Orang Tua Siswa. Peraturan sekolah diberlakukan mulai tanggal 13 Juli 2026. Guru dan karyawan sekolah TIRTAMARTA – BPK PENABUR CINERE berhak menegur siswa yang melanggar Peraturan Sekolah. 42