Dokumen ini adalah herbarium digital yang disusun oleh siswa kelas X PPLG 2. Berisi pengamatan langsung terhadap tanaman kubis yang ditanam di teras rumah tetangga, mencakup pertumbuhan, perkembangan, adaptasi morfologi dan fisiologi, serta interaksi dengan lingkungan.
Dokumen ini adalah herbarium digital tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman kubis (Brassica oleracea). Disusun oleh siswa kelas X PPLG 2 sebagai tugas observasi. Cocok untuk pelajar dan guru biologi yang mempelajari pertumbuhan tanaman, adaptasi, dan ekologi.
Bagian pertama menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan secara umum. Pertumbuhan bersifat kuantitatif dan irreversible, sedangkan perkembangan bersifat kualitatif menuju kematangan. Disertai deskripsi tahapan pertumbuhan dan faktor yang memengaruhinya.
Bagian habitat dan lingkungan hidup menguraikan kondisi optimal kubis: dataran tinggi sejuk (800-2000 mdpl), suhu 17-20°C, tanah subur, dan curah hujan cukup. Faktor abiotik (cahaya, suhu, kelembapan, tanah, air, angin) dan biotik (ulat, cacing) dijelaskan.
Adaptasi tanaman meliputi morfologi (daun lebar berlapis lilin membentuk krop), fisiologi (lapisan lilin mengurangi penguapan), dan tingkah laku (daun menutup rapat saat dingin). Interaksi ekosistem mencakup ulat, kupu-kupu, cacing tanah, mikroorganisme, dan manusia.
Bagian cerita ilmiah mencatat dampak perubahan lingkungan seperti suhu panas dan kurang hujan. Gejala yang diamati: daun menguning, kering, bercak cokelat, lubang akibat hama, dan pertumbuhan terhambat. Solusi yang disarankan: penyiraman teratur, mulsa, naungan, dan perawatan intensif.
Dokumen ditutup dengan identitas tanaman kemangi (Ocimum basilicum) dan hubungannya dengan sistem bumi: hidrosfer (siklus air), litosfer (pengikat tanah), dan atmosfer (fotosintesis). Kesimpulan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.