View dummy book fiks flipbook.
—— D U M M Y B O O K K K ND U M M Y B O O K K K N ——— D U M M Y B O O K K K N —S T A I M a ’ h a d A l y A l - H i k a m M a l a n gS T A I M a ’ h a d A l y A l - H i k a m M a l a n gS T A I M a ’ h a d A l y A l - H i k a m M a l a n gSecarik Jejak,SegenjgamHarapan— Catatan Perjalanan Pengabdian — dan Cerita yang TinggalSecarik Jejak, Segenagam HarapanKKN - STAI Mal'had Aly Al-Hikam Malang1
DAFTAR ISISECARIK JEJAK, SEGENGGAM HARAPANSecarik Jejak, Segenggam Harapan – Catatan Perjalanan Pengabdian dan Cerita yang TinggalSampul dan Anggota KelompokKata PengantarAwal Kami Berangkat – Jejak Langkah Pertama, Perjalanan KKNPosko – Rumah Baru, Cerita BaruMengenal Tempat Pengabdian – Dari Langkah Menjadi CeritaMasjid Ramah JamaahPeduli Kesehatan Sejak DiniBertumbuh dalam Kebersamaan1011Langkah Sederhana, Dampak untuk Sesama – Semoga Program Kerja Berkelanjutan, Tidak Berhenti di Sini.Alhamdulillah, 40 Days Done!18191.12.23.Persembahan34.45.56.67.78.89.910.11Masjid sebagai Ruang Menuntut Ilmu12Belajar Bersama Jamaah dan Warga1213Menyatu Syiar dan Kebersamaan1314Menjatu Cahaya di Rumah Allah1415Tumbuh di Tengah Keterbatasan15161617Kami Pernah Menjadi Bagian dari Cerita Ini171819Dokumentasi Penutupan20Terima Kasih Telah Menjadi Bagian dari Cerita Ini202
— D U M M Y B O O K K K N — S T A I M a ’ h a d A l y A l - H i k a m M a l a n gSecarik Jejak,SegenjgamHarapan—- Catatan Perjalanan Pengabdian—- Catatan Perjalanan Pengabdian —— dan Cerita yang Tinggaldan Cerita yang Tinggal —- Catatan Perjalanan Pengabdian — dan Cerita yang TinggalANGGOTA KELOMPOK1. Ajeng Dwi Anjani 2. Anisah 3. Bughyatu Sholihah 4. Citra Cantika Nurwindya 5. Hilmia Sinta Nuri 6. Miftahul Huda 7. Qurrotul A’yun 8. Safira— PAI — PAI — PAI — MPI — PAI — PAI — MPI — PAI— 2377012129 — 2377012128 — 2377013120 — 237720307 — 2377012266 — 237702117 — 237720312 — 2377012232DPL: Dr. Rohmah Istikomah, S.S., M.Pd.I3
Untuk setiap hati yang menyambut, masyarakat yang membuka pintu dan setiap tangan yang ikut bekerja. Buku ini kami persembahkan sebagai pengingat bahwasanya setiap pertemuan pasti ada perpisahan yang meninggalkan sejuta pembelajaran yang lebih Panjang dari kebersamaan itu sendiri.KKN STAI ma’had aly al-hikam malang 2026 -KKN STAI ma’had aly al-hikam malang 2026 -KKN STAI ma’had aly al-hikam malang 2026 -4
KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat ilahi rabbi yang telah memberikan Rahmat, hidayah, taufiq serta nikmat yang tiada henti. Sehingga dummy book perjalanan selama (KKN) kuliah kerja nyata dapat tersusun sebagai dokumentasi, refleksi sekaligus rasa syukur dalam perjalanan kebersamaan dan KKN yang telah dilalui.Buku ini bukan sekedar kumpulan perjalanan KKN akan tetapi sebuah cerita tentang pertemuan, kebersamaan serta pengalaman yang memiliki makna yang sangat mendalam. Didalamnya terdapat kenangan yang menyimpan pembelajaran bagaimana memahami kehidupan, pemberdayaan, pengelolaan. berusaha memberikan manfaat, sehingga kami sadar bahwa KKN bukan hanya tentang apa yang kami berikan akan tetapi tentang apa yang kami pelajari dari orang lain.Dalam pengabdian KKN ini bertempat dimasjid. Dimana masjid bukan hanya tempat bersujud, melainkan ruang tempat hati untuk menemukan ketenangan, ukhuwah dan nilai-nilai kebaikan yang dirawat dalam kehidupan. dari KKN di masjid kita belajar bahwa pengabdian tidak dimulai dari langkah yang besar terkadang dimulai dari hal-hal sederhana : menjaga kebersihan, merawat fasilitas, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kenyaanan bagi setiap jamaah yang datang untuk beribadah.Dengan rasa hormat, kami menyampaikan kepada pihak STAI Ma’had aly al-hikam malang, dosen pembimbing, pengurus masjid, tokoh masyarakat, pondok pesantren al-hidayah serta seluruh pihak yang membimbing dan membersamai perjalanan pengabdian kami. Semoga segala dukungan dan kebaikan yang diberikan mendapat balasan terbaik dari Allah Swt.Malang,10 Oktober 2026KKN STAI Ma’had aly Al-hikam malang5
Awal KamiAwal KamiAwal KamiBerangkatBerangkatBerangkatJejak Langkah Pertama, Perjalanan KKNJejak Langkah Pertama, Perjalanan KKNJejak Langkah Pertama, Perjalanan KKNLangkah kaki pertama dalam perjalanan kami KKN, disambut oleh udara yang khas, senyum ramah warga, dan rasa penasaran yang membuncah. Di sini cerita bermula saat pelepasan KKN 30 Agustus 2026, dengan awal keberangkatan.Kami memulai cerita, perjalanan, dan suasana baru dari lingkungan baru yang memberikan arti perjalanan yang dijalani bersama-sama, yaitu di Jl. Raya Karangan, RT.03/RW.01, Jakaan, Bonowarih, Kec. Karang Ploslo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tempat KKN kami yaitu Masjid Agung Al-Hidayah Karangploso.30 AGUSTUS 202630 AGUSTUS 202630 AGUSTUS 20266
POSKORumah Baru,Cerita BaruLangkah awal menata ruang dan menyatukan energi kekompakanSetiap tempat memiliki cerita yang tidak selalu tertulis pada peta. Ada kebiasaan, kearifan, dan kehidupan yang baru dapat dipahami ketika kita bersedia hadir dan mendengarkan.Posko yang kini menjadi 'rumah baru' kami perlahan mulai diisi dengan deretan tas dan diskusi hangat sebagai langkah awal. Tak lupa, kami berkunjung ke rumah warga di sekeliling posko untuk menjadi gerbang pembuka dari petualangan berharga selama beberapa minggu ke depan.Kami bukan hanya bertempat di lingkungan masyarakat, tetapi juga berada di lingkungan pesantren. Kami turut berbagi ilmu melalui kegiatan mengajar. Sementara di tengah masyarakat, kami belajar membaur, mendengarkan cerita, dan memahami kehidupan yang memiliki warna tersendiri.Perjalanan ini bukan sekadar berpindah tempat, melainkan menjadi ruang belajar dalam mengabdi dan terus menginspirasi, seperti halnya jargon waktu pelepasan: “Sejenak Mengabdi, Selamanya Menginspirasi.”7
Mengenal Tempat PengabdianDari Langkah Menjadi CeritaSebelum menyusun langkah, kami diserahkan kepada takmir atau pengurus masjid untuk dibimbing dan juga berusaha belajar memahami lingkungan tempat mengabdi. Kami tumbuh di dalamnya dengan mengenali sudut-sudut sekitar, memperhatikan kondisi masjid, memahami aktivitas pesantren yang menjadi rumah kedua setelah posko dan menjadi bagian dari keseharian kami.Sebagai santri mukim yang kuliah di kampus naungan Yayasan pesantren, lingkungan yang kami tempati tidaklah asing. Dalam perjalanan KKN ini, kami banyak belajar untuk memandang segala sesuatu dengan cara yang berbeda. Ada tanggung jawab yang bukan sekadar aktivitas biasa, tetapi juga penugasan dan laporan yang harus diselesaikan. Kami belajar bagaimana kehadiran kami dapat memberikan manfaat bagi sekitar, seperti mengajar anak-anak pondok. Masjid bukan hanya tempat menunaikan salat, tetapi juga ruang yang menghadirkan rasa nyaman, membuka ruang bagi kegiatan yang bermanfaat, dan membuat siapa pun merasa diterima, baik warga sekitar maupun orang-orang yang datang dari luar.Kami berusaha membangun koordinasi yang baik dengan pihak pengurus masjid, pesantren, perangkat desa, dan warga sekitar.8
Masjid Ramah JamaahMerawat ruang ibadah, menumbuhkan kepedulian.Masjid bukan hanya tempat untuk ibadah, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Melalui program Masjid Ramah Jamaah, kami berupaya menghadirkan lingkungan yang nyaman, bersih, dan sehat bagi jamaah serta masyarakat sekitar.Langkah ini kami wujudkan melalui sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sebuah ikhtiar sederhana untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan dan merawat lingkungan ibadah merupakan tanggung jawab bersama.9
Peduli Kesehatan Sejak DiniKesehatan adalah kepedulian yang perlu dirawat, bukan sekadar diingat.Pada 7 dan 9 Oktober 2026, kami melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi remaja, bekerja sama dengan Puskesmas Donowarih, Karangploso. Kegiatan ini menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya mengenali kondisi tubuh dan menjaga kesehatan sejak dini. Melalui kerja sama ini, kami berharap kepedulian terhadap kesehatan semakin tumbuh di lingkungan masyarakat sekitar masjid.P E S A N K E S E H A T A N♥+Kenali tubuhmu. Jaga kesehatanmu sejak dini.Perhatian kecil hari ini membantu menjaga kualitas hidup esok hari.P E D U L I • S E H A T • B E R S A M A10
Bertumbuh dalam Kebersamaan Bertumbuh dalam KebersamaanSetiap langkah pengabdian tumbuh dari kerja sama dan kepedulian. Setiap langkah pengabdian tumbuh dari kerja sama dan kepedulian.Dalam menjalankan program kerja, kami tidak berjalan sendiri. Bersama teman-teman KKN, pengurus masjid, pengurus yayasan, dan masyarakat, kami saling berkoordinasi, berbagi tugas, serta merawat kebersamaan demi menghadirkan kegiatan yang bermanfaat.Dari setiap pertemuan dan kerja sama, kami belajar bahwa pengabdian bukan sekadar menyelesaikan program, tetapi juga tentang saling menguatkan dan tumbuh bersama.Bersama, setiap langkah menjadi lebih berarti. Bersama, setiap langkah menjadi lebih berarti.11
Masjid sebagaiMasjid sebagai Ruang Menuntut IlmuRuang Menuntut Ilmu Masjid sebagai Ruang Menuntut IlmuDi antara lantunan doa, ilmu tumbuh dan adab terjaga.Selain menjalankan program kerja, kami juga turut mengajar para santri yang menempuh pendidikan di pesantren. Masjid menjadi ruang tempat kami berbagi ilmu, belajar bersama, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan. Dalam suasana yang khidmat dan nyaman, setiap pertemuan menjadi pengalaman berharga. Kami menyadari pentingnya masjid yang menjadi tempat ilmu diwariskan, akhlak dibentuk, dan kebersamaan dirawat.12
BelajarBelajarBelajarBersamaBersamaBersamaJamaahJamaahJamaahdan Wargadan Wargadan WargaSelain mengajar para santri, kami jugaSelain mengajar para santri, kami juga berkesempatan mengikuti kegiatan mengajiberkesempatan mengikuti kegiatan mengaji bersama jamaah dan warga sekitar masjid.bersama jamaah dan warga sekitar masjid. Salah satunya adalah pengajian di hari AhadSalah satunya adalah pengajian di hari Ahad ba'da Subuh yang diisi dengan kajian kitabba'da Subuh yang diisi dengan kajian kitab Sullam at-Taufiq. Ada pula pengajian rutinSullam at-Taufiq. Ada pula pengajian rutin setiap Jumat Legi yang diawali dengansetiap Jumat Legi yang diawali dengan istighotsah dan pembacaan manaqib.istighotsah dan pembacaan manaqib. Selain mengajar para santri, kami juga berkesempatan mengikuti kegiatan mengaji bersama jamaah dan warga sekitar masjid. Salah satunya adalah pengajian di hari Ahad ba'da Subuh yang diisi dengan kajian kitab Sullam at-Taufiq. Ada pula pengajian rutin setiap Jumat Legi yang diawali dengan istighotsah dan pembacaan manaqib.Melalui majelis-majelis ini, wawasanMelalui majelis-majelis ini, wawasan keagamaan kami semakin bertambah. Lebihkeagamaan kami semakin bertambah. Lebih dari itu, kami belajar bagaimana berbaurdari itu, kami belajar bagaimana berbaur dengan masyarakat, membangun keakraban,dengan masyarakat, membangun keakraban, serta menghargai tradisi yang telah tumbuhserta menghargai tradisi yang telah tumbuh di tengah kehidupan mereka.di tengah kehidupan mereka. Melalui majelis-majelis ini, wawasan keagamaan kami semakin bertambah. Lebih dari itu, kami belajar bagaimana berbaur dengan masyarakat, membangun keakraban, serta menghargai tradisi yang telah tumbuh di tengah kehidupan mereka.Dari setiap pertemuan, kami memahamiDari setiap pertemuan, kami memahami bahwa KKN di masyarakat bukan hanyabahwa KKN di masyarakat bukan hanya tentang berbagi ilmu, tetapi juga tentangtentang berbagi ilmu, tetapi juga tentang kesediaan untuk belajar, mendengar,kesediaan untuk belajar, mendengar, dan tumbuh bersama.dan tumbuh bersama. Dari setiap pertemuan, kami memahami bahwa KKN di masyarakat bukan hanya tentang berbagi ilmu, tetapi juga tentang kesediaan untuk belajar, mendengar, dan tumbuh bersama.13
Menyatu Syiar dan KebersamaanBukan sekadar hadir, tetapi ikutBukan sekadar hadir, tetapi ikut merasakan hangatnya persaudaraan.merasakan hangatnya persaudaraan. Bukan sekadar hadir, tetapi ikut merasakan hangatnya persaudaraan.Kebersamaan kami dengan warga semakin terasa melalui kegiatan Safari Maulid dan pembacaan Diba’ selama 41 malam yang dilaksanakan secara bergiliran di berbagai musala. Pada malam ke-31, penutupan kegiatan diselenggarakan di aula auditorium pada 20 September, ba’da Isya. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk berbarur dengan warga, mengikuti tradisi keagamaan, dan mempererat tali silaturahmi.Dari setiap majelis dan pertemuan, kamiDari setiap majelis dan pertemuan, kami belajar bahwa pengabdian bukan hanyabelajar bahwa pengabdian bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang hadir,tentang memberi, tetapi juga tentang hadir, menyatu, dan tumbuh bersama masyarakat.menyatu, dan tumbuh bersama masyarakat. Dari setiap majelis dan pertemuan, kami belajar bahwa pengabdian bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang hadir, menyatu, dan tumbuh bersama masyarakat.14
Menjaga CahayaMenjaga Cahaya di Rumah Allahdi Rumah Allah Menjaga Cahaya di Rumah AllahDi tengah kesibukan, kami berusaha tetapDi tengah kesibukan, kami berusaha tetap meluangkan waktu untuk bersujudmeluangkan waktu untuk bersujud bersama.bersama. Di tengah kesibukan, kami berusaha tetap meluangkan waktu untuk bersujud bersama.Kami berusaha tetap meramaikan masjid dengan melaksanakan salat berjamaah. Di sela padatnya kegiatan, masjid menjadi tempat kami kembali menenangkan hati, menguatkan kebersamaan, dan mendekatkan diiri kepada Allah.Bagi kami, memakmurkan masjid tidak selalu harus melalui kegiatan besar. Kehadiran dalam setiap saf salat pun menjadi bagian kecil dari ikhtiar menjaga rumah Allah agar tetap hidup dengan ibadah.15
Tumbuh di Tengah KeterbatasanDi antara waktu yang sempit dan rencana yang berubah, kami belajar bahwa pengabdian selalu punya cara untuk mendewasskan.Namun, kami memilih untuk terus berusaha, menyelaraskan langkah, dan memberikan yang terbaik agar setiap kegiatan tetap membawa manfaat. Dari keterbatasan, kami belajar tentang kesabaran. Dari perubahan, kami belajar tentang keikhlasan dan dari tanggung jawab, melainkan tentang ketulusan untuk terus bertumbuh.Menjalani PPL dan KKN secara bersamean bukanlah hal yang mudah. Waktu yang terbatas, koordinasi, penyesuaian dengan kegiatan warga, hingga jadwal kegiatan masjid yang terkadang berbenturan menjadi bagian dari kegiatan kami.16
Langkah Sederhana, Dampak untuk SesamaSemoga Program Kerja Berkelanjutan, Tidak Berhenti di SiniMelalui seminar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Masjid Jami’ Al-Hidayah Karangploso, serta kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), kami berupaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Mulai dari mencuci tangan, menyikat gigi dua kali sehari, mengonsumsi makanan sehat, hingga menjaga kebersihan lingkungan.Kami berharap kebiasaan baik ini terus diterapkan oleh para santri, remaja, dan jamaah yang mengikuti kegiatan. Dengan dukungan pengurus pesantren dan masyarakat, semoga pesan yang kami sampaikan tidak berhenti sebagai materi seminar, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.17
Kami Pernah Menjadi Bagian dari Cerita IniSetiap pertemuan menyimpan kenangan, setiap kebaikan meninggalkan kesan.Kami menyampaikan terima kasih kepada YTPI Al- Hidayah Karangploso, perangkat desa, pengurus masjid, dosen pembimbing, pihak kampus, serta seluruh pihak yang telah menerima dan mendukung perjalanan KKN kami dengan penuh kehangatan. Terima kasih telah menerima kami bukan sekadar sebagai mahasiswa yang menjalankan tugas, tetapi sebagai bagian dari keluarga yang belajar, berproses, dan bertumbuh bersama. Kini, perjalanan ini menjadi kenangan yang akan kami bawa pulang. Semoga silaturahmi tetap terjaga dan setiap kebaikan yang pernah kami usahakan terus memenuhi jalannya. 18
ALHAMDULILLAH, 40 DAYS DONE!EMPAT PULUH HARI TELAH BERLALU, MENINGIALKAN JEJAK PENGABDIAN DAN KENANGAN YANG AKAN SELALU KAMI BAWA PULANG.Alhamdulillah, seluruh rangkaian programAlhamdulillah, seluruh rangkaian program kerja KKN Masjid Literat di Masjid Jami’kerja KKN Masjid Literat di Masjid Jami’ Al-Hidayah, Karangploso, telah usai.Al-Hidayah, Karangploso, telah usai. Alhamdulillah, seluruh rangkaian program kerja KKN Masjid Literat di Masjid Jami’ Al-Hidayah, Karangploso, telah usai.Semoga pengabdian selama 40 hari ini memberikan dampak positif bagi jamaah masjid, masyarakat sekitar, khususnya para santri YTPI Al-Hidayah. Semoga setiap langkah kecil yang kami usahakan menjadi awal dari kebaikan yang terus tumbuh dan berkelanjutan.Program telah usai, semoga manfaatnya terusProgram telah usai, semoga manfaatnya terus berlanjut.berlanjut. Program telah usai, semoga manfaatnya terus berlanjut. 19
DOKUMENTASI PENUTUPAN 20
TERIMA KASIH TELAH MENJADI BAGIAN DARI CERITA INIPenutupan KKN menjadi momen penuh syukur dan kebersamaan. Rangkaian acara semakin bermakna dengan pembacaan Maulid Diba’, mauidah hasanah, sambutan- sambutan serta lantunan Al-Banjari oleh santri putra yang bertugas dari YTPI Al-Hidayah. Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus masjid, pengurus Yayasan Al-Hidayah, asatidz dan asatidzah Al- Hikam, serta seluruh santriwan dan santriwati YTPI Al- Hidayah atas dukungan, partisipasi, doa, dan kebersamaan selama kegiatan KKN hingga penutupan.Empat puluh hari boleh berakhir, tetapi silaturahmi dan kebaikan semoga tetap abadi.Terima kasih telah menyambut, bersbersamai, dan menjadi bagian dari perjalanan pengabdian kami.21
Secarik Jejak, Segenggam Harapan Amaliyah Agama, Prestasi Ilmiah, Kesiapan Hidup Dari langkah kecil yang penuh doa, terlahir cerita tentang proses, perjuangan, dan harapan. Buku ini adalah catatan sederhana dari pengabdian masyarakat, tentang bagaimana ilmu, hati, dan kebersamaan bertemu dalam satu tujuan: memberi manfaat. Semoga setiap halaman dalam buku ini menjadi pengingat bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu berarti, dan setiap jejak yang kita tinggalkan adalah bagian dari harapan yang tak pernah padam. “Karena setiap pertemuan adalah kesempatan untuk memberi manfaat, dan setiap langkah kecil bisa menjadi bagian dari perubahan besar.”PENULIS : SAFIRA DESAIN & EDITING: AJENG DWI ANJANI 22 STAI MA'HAD ALY AL-HIKAM MALANG