View Draft Buku Sejarah compressed flipbook.
KOLONIALISASI DANKOLONIALISASI DAN PERLAWANAN BANGSAPERLAWANAN BANGSA INDONESIAINDONESIA KOLONIALISASI DAN PERLAWANAN BANGSA INDONESIA SEJARAH INDONESIA KELAS XI SEJARAH INDONESIA KELAS XI Oleh : Ocha Sandika
A. Keterkaitan Sejarah Regional danA. Keterkaitan Sejarah Regional danA. Keterkaitan Sejarah Regional dan GlobalGlobalGlobal 111... Jalur Rempah dan InterkoneksiJalur Rempah dan InterkoneksiJalur Rempah dan Interkoneksi Antar bangsa di NusantaraAntar bangsa di NusantaraAntar bangsa di Nusantara 222... Penguasaan Konstantinopel olehPenguasaan Konstantinopel olehPenguasaan Konstantinopel oleh Turki Utsmani dan Pelayaran DuniaTurki Utsmani dan Pelayaran DuniaTurki Utsmani dan Pelayaran Dunia 333... Kejatuhan Malaka ke TanganKejatuhan Malaka ke TanganKejatuhan Malaka ke Tangan Portugis sebagai Pintu GerbangPortugis sebagai Pintu GerbangPortugis sebagai Pintu Gerbang Kedatangan Bangsa EropaKedatangan Bangsa EropaKedatangan Bangsa Eropa B. Perlawanan Bangsa IndonesiaB. Perlawanan Bangsa IndonesiaB. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialismeterhadap Kolonialismeterhadap Kolonialisme 111... Saudagar dan Penguasa LokalSaudagar dan Penguasa LokalSaudagar dan Penguasa Lokal NusantaraNusantaraNusantara 222... Perang Antarnegara Eropa danPerang Antarnegara Eropa danPerang Antarnegara Eropa dan Upaya Perebutan Hegemoni diUpaya Perebutan Hegemoni diUpaya Perebutan Hegemoni di IndonesiaIndonesiaIndonesia 333... Melawan Kuasa Negara KolonialMelawan Kuasa Negara KolonialMelawan Kuasa Negara Kolonial A. Keterkaitan Sejarah Regional dan Global 1.Jalur Rempah dan Interkoneksi Antar bangsa di Nusantara 2.Penguasaan Konstantinopel oleh Turki Utsmani dan Pelayaran Dunia 3.Kejatuhan Malaka ke Tangan Portugis sebagai Pintu Gerbang Kedatangan Bangsa Eropa B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme 1.Saudagar dan Penguasa Lokal Nusantara 2.Perang Antarnegara Eropa dan Upaya Perebutan Hegemoni di Indonesia 3.Melawan Kuasa Negara Kolonial DAFTAR ISI
111... Jalur Rempah dan Interkoneksi Antar bangsa diJalur Rempah dan Interkoneksi Antar bangsa diJalur Rempah dan Interkoneksi Antar bangsa di NusantaraNusantaraNusantara Sejarah mencatat bahwa sejak awal Masehi, Nusantara telahSejarah mencatat bahwa sejak awal Masehi, Nusantara telahSejarah mencatat bahwa sejak awal Masehi, Nusantara telah menjadi bagian penting dalam jejaring pelayaran danmenjadi bagian penting dalam jejaring pelayaran danmenjadi bagian penting dalam jejaring pelayaran dan perdagangan internasional sebagai produsen rempah sekaligusperdagangan internasional sebagai produsen rempah sekaligusperdagangan internasional sebagai produsen rempah sekaligus tempat persinggahan jalur maritim dunia. Pelabuhan kunotempat persinggahan jalur maritim dunia. Pelabuhan kunotempat persinggahan jalur maritim dunia. Pelabuhan kuno Barus di sisi barat Pulau Sumatra telah dicatat dalam peta abadBarus di sisi barat Pulau Sumatra telah dicatat dalam peta abadBarus di sisi barat Pulau Sumatra telah dicatat dalam peta abad ke-2 berjudul Geographike Hyphegesis (Petunjuk Geografi)ke-2 berjudul Geographike Hyphegesis (Petunjuk Geografi)ke-2 berjudul Geographike Hyphegesis (Petunjuk Geografi) karya Claudius Ptolemy sebagai penghasil kapur baruskarya Claudius Ptolemy sebagai penghasil kapur baruskarya Claudius Ptolemy sebagai penghasil kapur barus komoditas aromatik yang diburu bangsa Tiongkok, Hindustan,komoditas aromatik yang diburu bangsa Tiongkok, Hindustan,komoditas aromatik yang diburu bangsa Tiongkok, Hindustan, Mesir, Arab, hingga Yunani-Romawi. Kiprah bahari masyarakatMesir, Arab, hingga Yunani-Romawi. Kiprah bahari masyarakatMesir, Arab, hingga Yunani-Romawi. Kiprah bahari masyarakat Nusantara juga terekam dalam berita Tiongkok bertarikh 131Nusantara juga terekam dalam berita Tiongkok bertarikh 131Nusantara juga terekam dalam berita Tiongkok bertarikh 131 Masehi mengenai kunjungan utusan Raja Bian dari KerajaanMasehi mengenai kunjungan utusan Raja Bian dari KerajaanMasehi mengenai kunjungan utusan Raja Bian dari Kerajaan Jawa (Yediao), yang membuktikan bahwa sejak awal abad ke-2Jawa (Yediao), yang membuktikan bahwa sejak awal abad ke-2Jawa (Yediao), yang membuktikan bahwa sejak awal abad ke-2 Masehi kerajaan di Jawa telah melakukan pelayaranMasehi kerajaan di Jawa telah melakukan pelayaranMasehi kerajaan di Jawa telah melakukan pelayaran antarnegara serta membangun jalur kemaritiman denganantarnegara serta membangun jalur kemaritiman denganantarnegara serta membangun jalur kemaritiman dengan Tiongkok dan kawasan Asia Tenggara.Tiongkok dan kawasan Asia Tenggara.Tiongkok dan kawasan Asia Tenggara. Dukungan sistem angin musim memungkinkan kapal-kapalDukungan sistem angin musim memungkinkan kapal-kapalDukungan sistem angin musim memungkinkan kapal-kapal asing berlayar secara teratur dan singgah di kota-kotaasing berlayar secara teratur dan singgah di kota-kotaasing berlayar secara teratur dan singgah di kota-kota pelabuhan Nusantara. Pada abad ke-5, kapal-kapal dagangpelabuhan Nusantara. Pada abad ke-5, kapal-kapal dagangpelabuhan Nusantara. Pada abad ke-5, kapal-kapal dagang Tiongkok rutin merapat di perairan timur Sumatra sebelumTiongkok rutin merapat di perairan timur Sumatra sebelumTiongkok rutin merapat di perairan timur Sumatra sebelum melanjutkan perjalanan ke India, sementara penjelajah muslimmelanjutkan perjalanan ke India, sementara penjelajah muslimmelanjutkan perjalanan ke India, sementara penjelajah muslim asal Maroko, Ibnu Batutah, sempat mengunjungi Samudraasal Maroko, Ibnu Batutah, sempat mengunjungi Samudraasal Maroko, Ibnu Batutah, sempat mengunjungi Samudra Pasai, Aceh, pada tahun 1345 sebelum bertolak ke Tiongkok.Pasai, Aceh, pada tahun 1345 sebelum bertolak ke Tiongkok.Pasai, Aceh, pada tahun 1345 sebelum bertolak ke Tiongkok. Keramaian dan interaksi intensif antarbangsa di pelabuhanKeramaian dan interaksi intensif antarbangsa di pelabuhanKeramaian dan interaksi intensif antarbangsa di pelabuhan Sumatra, Jawa, dan Malaka ini terekam dengan baik olehSumatra, Jawa, dan Malaka ini terekam dengan baik olehSumatra, Jawa, dan Malaka ini terekam dengan baik oleh pengelana Portugis Tomé Pires (1512–1515) dalam bukunyapengelana Portugis Tomé Pires (1512–1515) dalam bukunyapengelana Portugis Tomé Pires (1512–1515) dalam bukunya Suma Oriental que trata do Mar Roxo ate aos Chins (IkhtisarSuma Oriental que trata do Mar Roxo ate aos Chins (IkhtisarSuma Oriental que trata do Mar Roxo ate aos Chins (Ikhtisar Wilayah Timur: dari Laut Merah hingga Cina).Wilayah Timur: dari Laut Merah hingga Cina).Wilayah Timur: dari Laut Merah hingga Cina). 1.Jalur Rempah dan Interkoneksi Antar bangsa di Nusantara Sejarah mencatat bahwa sejak awal Masehi, Nusantara telah menjadi bagian penting dalam jejaring pelayaran dan perdagangan internasional sebagai produsen rempah sekaligus tempat persinggahan jalur maritim dunia. Pelabuhan kuno Barus di sisi barat Pulau Sumatra telah dicatat dalam peta abad ke-2 berjudul Geographike Hyp
Jalur RempahJalur RempahJalur Rempah Sumber : Ruang GuruSumber : Ruang GuruSumber : Ruang Guru 222... Penguasaan Konstantinopel oleh Turki Utsmani danPenguasaan Konstantinopel oleh Turki Utsmani danPenguasaan Konstantinopel oleh Turki Utsmani dan Pelayaran DuniaPelayaran DuniaPelayaran Dunia Pada tahun 1453, Kesultanan Turki Utsmani di bawah SultanPada tahun 1453, Kesultanan Turki Utsmani di bawah SultanPada tahun 1453, Kesultanan Turki Utsmani di bawah Sultan Muhammad Al-Fatih berhasil menguasai KonstantinopelMuhammad Al-Fatih berhasil menguasai KonstantinopelMuhammad Al-Fatih berhasil menguasai Konstantinopel (Istanbul) yang sebelumnya merupakan wilayah Kerajaan(Istanbul) yang sebelumnya merupakan wilayah Kerajaan(Istanbul) yang sebelumnya merupakan wilayah Kerajaan Romawi-Byzantium dan pusat sambungan jalur perdaganganRomawi-Byzantium dan pusat sambungan jalur perdaganganRomawi-Byzantium dan pusat sambungan jalur perdagangan darat Asia-Eropa. Penutupan akses pelabuhan bagi pedagangdarat Asia-Eropa. Penutupan akses pelabuhan bagi pedagangdarat Asia-Eropa. Penutupan akses pelabuhan bagi pedagang Eropa memutus rantai pasok rempah-rempah yang sangatEropa memutus rantai pasok rempah-rempah yang sangatEropa memutus rantai pasok rempah-rempah yang sangat dibutuhkan untuk obat, parfum, bumbu, hingga pengawetdibutuhkan untuk obat, parfum, bumbu, hingga pengawetdibutuhkan untuk obat, parfum, bumbu, hingga pengawet makanan. Kondisi ini memaksa bangsa Eropa keluar dari masamakanan. Kondisi ini memaksa bangsa Eropa keluar dari masamakanan. Kondisi ini memaksa bangsa Eropa keluar dari masa keterbelakangan, mengesampingkan mitos ketakutan akan lautketerbelakangan, mengesampingkan mitos ketakutan akan lautketerbelakangan, mengesampingkan mitos ketakutan akan laut dan anggapan bumi datar, serta mempelajari ilmu alam demidan anggapan bumi datar, serta mempelajari ilmu alam demidan anggapan bumi datar, serta mempelajari ilmu alam demi mencari jalur baru langsung ke negeri asal rempah.mencari jalur baru langsung ke negeri asal rempah.mencari jalur baru langsung ke negeri asal rempah. Upaya menjelajahi samudra membawa bangsa EropaUpaya menjelajahi samudra membawa bangsa EropaUpaya menjelajahi samudra membawa bangsa Eropa berinteraksi dengan kawasan timur yang peradaban baharinyaberinteraksi dengan kawasan timur yang peradaban baharinyaberinteraksi dengan kawasan timur yang peradaban baharinya sudah jauh lebih maju.sudah jauh lebih maju.sudah jauh lebih maju. Jalur Rempah Sumber : Ruang Guru 2.Penguasaan Konstantinopel oleh Turki Utsmani dan Pelayaran Dunia Pada tahun 1453, Kesultanan Turki Utsmani di bawah Sultan Muhammad Al-Fatih berhasil menguasai Konstantinopel (Istanbul) yang sebelumnya merupakan wilayah Kerajaan Romawi-Byzantium dan pusat sambungan jalur perdagangan darat Asia-Eropa. Penutupan akses pelabuhan bagi pedagang Eropa memutus rantai pasok rempah-rempah yang sangat dibutuhkan untuk obat, parfum, bumbu, hingga pengawet makanan. Kondisi ini memaksa bangsa Eropa keluar dari masa keterbelakangan, mengesampingkan mitos ketakutan akan laut dan anggapan bumi datar, serta mempelajari ilmu alam demi mencari jalur baru langsung ke negeri asal rempah. Upaya menjelajahi samudra membawa bangsa Eropa berinteraksi dengan kawasan timur yang peradaban baharinya sudah jauh lebih maju. A. Keterkaitan Sejarah Regional dan Global
Catatan Ludovico di Varthema (1510) merekam bahwa nakhodaCatatan Ludovico di Varthema (1510) merekam bahwa nakhodaCatatan Ludovico di Varthema (1510) merekam bahwa nakhoda lokal di Jawa telah mahir menggunakan kompas serta petalokal di Jawa telah mahir menggunakan kompas serta petalokal di Jawa telah mahir menggunakan kompas serta peta bergaris melintang-memanjang, bahkan mengetahui jalurbergaris melintang-memanjang, bahkan mengetahui jalurbergaris melintang-memanjang, bahkan mengetahui jalur pelayaran ke daratan dingin di selatan Jawa (diduga Australia).pelayaran ke daratan dingin di selatan Jawa (diduga Australia).pelayaran ke daratan dingin di selatan Jawa (diduga Australia). Kepiawaian navigasi ini juga terbukti saat mualim bernama bnKepiawaian navigasi ini juga terbukti saat mualim bernama bnKepiawaian navigasi ini juga terbukti saat mualim bernama bn Majid membantu Vasco da Gama berlayar dari Malindi (PantaiMajid membantu Vasco da Gama berlayar dari Malindi (PantaiMajid membantu Vasco da Gama berlayar dari Malindi (Pantai Timur Afrika) hingga sampai ke Kalikut, India, pada 1498.Timur Afrika) hingga sampai ke Kalikut, India, pada 1498.Timur Afrika) hingga sampai ke Kalikut, India, pada 1498. Ditopang industri galangan kapal tersohor di Lasem dan PulauDitopang industri galangan kapal tersohor di Lasem dan PulauDitopang industri galangan kapal tersohor di Lasem dan Pulau Kei pada abad ke-16, Nusantara terbukti telah lama berdiriKei pada abad ke-16, Nusantara terbukti telah lama berdiriKei pada abad ke-16, Nusantara terbukti telah lama berdiri sebagai poros perdagangan dunia yang aktif dan mandiri jauhsebagai poros perdagangan dunia yang aktif dan mandiri jauhsebagai poros perdagangan dunia yang aktif dan mandiri jauh sebelum kedatangan bangsa Barat.sebelum kedatangan bangsa Barat.sebelum kedatangan bangsa Barat. 333... Kejatuhan Malaka ke Tangan Portugis sebagai PintuKejatuhan Malaka ke Tangan Portugis sebagai PintuKejatuhan Malaka ke Tangan Portugis sebagai Pintu Gerbang Kedatangan Bangsa EropaGerbang Kedatangan Bangsa EropaGerbang Kedatangan Bangsa Eropa Portugis memelopori penjelajahan samudra Eropa demiPortugis memelopori penjelajahan samudra Eropa demiPortugis memelopori penjelajahan samudra Eropa demi mencari sumber rempah-rempah atas dukungan Pangeranmencari sumber rempah-rempah atas dukungan Pangeranmencari sumber rempah-rempah atas dukungan Pangeran Dom Henrique. Misi ini diawali oleh Diogo Cão (1480–1486)Dom Henrique. Misi ini diawali oleh Diogo Cão (1480–1486)Dom Henrique. Misi ini diawali oleh Diogo Cão (1480–1486) yang menyusuri muara Sungai Kongo, Angola, hingga Capeyang menyusuri muara Sungai Kongo, Angola, hingga Capeyang menyusuri muara Sungai Kongo, Angola, hingga Cape Cross di Namibia, dilanjutkan Bartholomeus Diaz (1487) yangCross di Namibia, dilanjutkan Bartholomeus Diaz (1487) yangCross di Namibia, dilanjutkan Bartholomeus Diaz (1487) yang mengitari Tanjung Harapan, hingga Vasco da Gama yangmengitari Tanjung Harapan, hingga Vasco da Gama yangmengitari Tanjung Harapan, hingga Vasco da Gama yang berhasil mendarat di India pada 1497. Strategi ekspansiberhasil mendarat di India pada 1497. Strategi ekspansiberhasil mendarat di India pada 1497. Strategi ekspansi kemudian dilanjutkan oleh panglima perang Alfonso dekemudian dilanjutkan oleh panglima perang Alfonso dekemudian dilanjutkan oleh panglima perang Alfonso de Albuquerque dengan merebut Goa di India (1510) sertaAlbuquerque dengan merebut Goa di India (1510) sertaAlbuquerque dengan merebut Goa di India (1510) serta pangkalan militer di Hormuz dan Socotra untuk mengontrolpangkalan militer di Hormuz dan Socotra untuk mengontrolpangkalan militer di Hormuz dan Socotra untuk mengontrol perdagangan Asia. Target utama Portugis berikutnya adalahperdagangan Asia. Target utama Portugis berikutnya adalahperdagangan Asia. Target utama Portugis berikutnya adalah Kesultanan Malaka bandar internasional strategis yang awalnyaKesultanan Malaka bandar internasional strategis yang awalnyaKesultanan Malaka bandar internasional strategis yang awalnya berupa desa nelayan yang didirikan Parameswara, lalu tumbuhberupa desa nelayan yang didirikan Parameswara, lalu tumbuhberupa desa nelayan yang didirikan Parameswara, lalu tumbuh pesat menjadi pusat perdagangan pedagang muslim dari India,pesat menjadi pusat perdagangan pedagang muslim dari India,pesat menjadi pusat perdagangan pedagang muslim dari India, Timur Tengah, dan Nusantara setelah rajanya memeluk Islam.Timur Tengah, dan Nusantara setelah rajanya memeluk Islam.Timur Tengah, dan Nusantara setelah rajanya memeluk Islam. Catatan Ludovico di Varthema (1510) merekam bahwa nakhoda lokal di Jawa telah mahir menggunakan kompas serta peta bergaris melintang-memanjang, bahkan mengetahui jalur pelayaran ke daratan dingin di selatan Jawa (diduga Australia). Kepiawaian navigasi ini juga terbukti saat mualim bernama bn Majid membantu Vasco da Gama berlayar dari Malindi (Pantai Timur Afrika) hingga sampai ke Kalikut
Mendengar kemakmuran Malaka, raja Portugal mengutusMendengar kemakmuran Malaka, raja Portugal mengutusMendengar kemakmuran Malaka, raja Portugal mengutus Diego Lopez de Sequeira untuk menjalin hubungan diplomatik.Diego Lopez de Sequeira untuk menjalin hubungan diplomatik.Diego Lopez de Sequeira untuk menjalin hubungan diplomatik. Kedatangan Sequeira awalnya diterima baik oleh SultanKedatangan Sequeira awalnya diterima baik oleh SultanKedatangan Sequeira awalnya diterima baik oleh Sultan Mahmud Syah (1488–1528), namun situasi berbalik setelahMahmud Syah (1488–1528), namun situasi berbalik setelahMahmud Syah (1488–1528), namun situasi berbalik setelah pedagang muslim mengingatkan bahaya Portugis hingga Sultanpedagang muslim mengingatkan bahaya Portugis hingga Sultanpedagang muslim mengingatkan bahaya Portugis hingga Sultan menyerang kapal-kapal Sequeira. Peristiwa ini memicu perangmenyerang kapal-kapal Sequeira. Peristiwa ini memicu perangmenyerang kapal-kapal Sequeira. Peristiwa ini memicu perang besar pada Juli–Agustus 1511 ketika Albuquerque menyerangbesar pada Juli–Agustus 1511 ketika Albuquerque menyerangbesar pada Juli–Agustus 1511 ketika Albuquerque menyerang Malaka membawa belasan kapal dan 1.200 tentara.Malaka membawa belasan kapal dan 1.200 tentara.Malaka membawa belasan kapal dan 1.200 tentara. Memanfaatkan pertahanan Malaka yang terbelah akibat konflikMemanfaatkan pertahanan Malaka yang terbelah akibat konflikMemanfaatkan pertahanan Malaka yang terbelah akibat konflik internal, Portugis menaklukkan Malaka dan mendirikaninternal, Portugis menaklukkan Malaka dan mendirikaninternal, Portugis menaklukkan Malaka dan mendirikan benteng pertahanan untuk mengantisipasi serangan balasanbenteng pertahanan untuk mengantisipasi serangan balasanbenteng pertahanan untuk mengantisipasi serangan balasan para pejuang yang melarikan diri ke Aceh dan Bintan. Kendatipara pejuang yang melarikan diri ke Aceh dan Bintan. Kendatipara pejuang yang melarikan diri ke Aceh dan Bintan. Kendati demikian, Portugis tetap gagal memonopoli perdagangan Asiademikian, Portugis tetap gagal memonopoli perdagangan Asiademikian, Portugis tetap gagal memonopoli perdagangan Asia akibat keterbatasan SDM, krisis dana, maraknya korupsiakibat keterbatasan SDM, krisis dana, maraknya korupsiakibat keterbatasan SDM, krisis dana, maraknya korupsi pejabatnya yang berdagang pribadi di Malaya dan Johor, sertapejabatnya yang berdagang pribadi di Malaya dan Johor, sertapejabatnya yang berdagang pribadi di Malaya dan Johor, serta beralihnya pedagang Asia ke pelabuhan lain yang aman.beralihnya pedagang Asia ke pelabuhan lain yang aman.beralihnya pedagang Asia ke pelabuhan lain yang aman. Keberhasilan Portugis menguasai Malaka menjadi pemicuKeberhasilan Portugis menguasai Malaka menjadi pemicuKeberhasilan Portugis menguasai Malaka menjadi pemicu gelombang kedatangan bangsa Eropa lain. Spanyol mengirimgelombang kedatangan bangsa Eropa lain. Spanyol mengirimgelombang kedatangan bangsa Eropa lain. Spanyol mengirim ekspedisi Ferdinand Magellan ke Filipina (1521) serta Garciaekspedisi Ferdinand Magellan ke Filipina (1521) serta Garciaekspedisi Ferdinand Magellan ke Filipina (1521) serta Garcia Jofre de Loaisa dan Alvaro de Saavedra yang mendirikanJofre de Loaisa dan Alvaro de Saavedra yang mendirikanJofre de Loaisa dan Alvaro de Saavedra yang mendirikan benteng di Maluku (1525). Inggris menyusul lewat ekspedisi Sirbenteng di Maluku (1525). Inggris menyusul lewat ekspedisi Sirbenteng di Maluku (1525). Inggris menyusul lewat ekspedisi Sir Francis Drake (1579) yang singgah di Ternate, Sulawesi, danFrancis Drake (1579) yang singgah di Ternate, Sulawesi, danFrancis Drake (1579) yang singgah di Ternate, Sulawesi, dan Jawa. Sementara itu, ekspedisi Belanda pimpinan Cornelis deJawa. Sementara itu, ekspedisi Belanda pimpinan Cornelis deJawa. Sementara itu, ekspedisi Belanda pimpinan Cornelis de Houtman tiba di Banten pada 1596 sebagai awalHoutman tiba di Banten pada 1596 sebagai awalHoutman tiba di Banten pada 1596 sebagai awal kedatangannya di Nusantara. Demi menghemat biayakedatangannya di Nusantara. Demi menghemat biayakedatangannya di Nusantara. Demi menghemat biaya operasional dan menghentikan persainganoperasional dan menghentikan persainganoperasional dan menghentikan persaingan antarperusahaannya, kongsi dagang Belanda bersatuantarperusahaannya, kongsi dagang Belanda bersatuantarperusahaannya, kongsi dagang Belanda bersatu mendirikan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) padamendirikan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) padamendirikan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada Maret 1602 di bawah pimpinan Heeren Zeventien (Dewan 17).Maret 1602 di bawah pimpinan Heeren Zeventien (Dewan 17).Maret 1602 di bawah pimpinan Heeren Zeventien (Dewan 17). Mendengar kemakmuran Malaka, raja Portugal mengutus Diego Lopez de Sequeira untuk menjalin hubungan diplomatik. Kedatangan Sequeira awalnya diterima baik oleh Sultan Mahmud Syah (1488–1528), namun situasi berba
Rute Penjelajahan Samudera Oleh Bangsa Eropa Sumber : Buku Sejarah Posisi VOC semakin tangguh setelah mendapat hak istimewaPosisi VOC semakin tangguh setelah mendapat hak istimewaPosisi VOC semakin tangguh setelah mendapat hak istimewa octrooi dari pemerintah Belanda, meliputi hak monopolioctrooi dari pemerintah Belanda, meliputi hak monopolioctrooi dari pemerintah Belanda, meliputi hak monopoli perdagangan, mencetak mata uang, memungut pajak,perdagangan, mencetak mata uang, memungut pajak,perdagangan, mencetak mata uang, memungut pajak, menggunakan militer, melakukan kolonisasi, hingga membuatmenggunakan militer, melakukan kolonisasi, hingga membuatmenggunakan militer, melakukan kolonisasi, hingga membuat perjanjian politik.perjanjian politik.perjanjian politik. Posisi VOC semakin tangguh setelah mendapat hak istimewa octrooi dari pemerintah Belanda, meliputi hak monopoli perdagangan, mencetak mata uang, memungut pajak, menggunakan militer, melakukan kolonisasi, hingga membuat perjanjian politik. A. Keterkaitan Sejarah Regional dan Global
111... Saudagar dan Penguasa Lokal NusantaraSaudagar dan Penguasa Lokal NusantaraSaudagar dan Penguasa Lokal Nusantara Nusantara memiliki posisi geografis yang sangatNusantara memiliki posisi geografis yang sangatNusantara memiliki posisi geografis yang sangat menguntungkan di jalur pelayaran internasional dengan Selatmenguntungkan di jalur pelayaran internasional dengan Selatmenguntungkan di jalur pelayaran internasional dengan Selat Malaka sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkanMalaka sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkanMalaka sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkan Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Keunggulan iniTimur Tengah, India, dan Tiongkok. Keunggulan iniTimur Tengah, India, dan Tiongkok. Keunggulan ini dimanfaatkan secara aktif oleh saudagar dan penguasa lokaldimanfaatkan secara aktif oleh saudagar dan penguasa lokaldimanfaatkan secara aktif oleh saudagar dan penguasa lokal untuk terlibat dalam tatanan perdagangan global sejak awaluntuk terlibat dalam tatanan perdagangan global sejak awaluntuk terlibat dalam tatanan perdagangan global sejak awal abad ke-2. Rute maritim yang ramai ini memicu tumbuhnyaabad ke-2. Rute maritim yang ramai ini memicu tumbuhnyaabad ke-2. Rute maritim yang ramai ini memicu tumbuhnya kota-kota pelabuhan penting di sepanjang Nusantara, mulaikota-kota pelabuhan penting di sepanjang Nusantara, mulaikota-kota pelabuhan penting di sepanjang Nusantara, mulai dari Samudra Pasai, Malaka, Jambi, Banten, Lasem, Tuban,dari Samudra Pasai, Malaka, Jambi, Banten, Lasem, Tuban,dari Samudra Pasai, Malaka, Jambi, Banten, Lasem, Tuban, Gresik, hingga Makassar.Gresik, hingga Makassar.Gresik, hingga Makassar. Pertumbuhan jaringan perdagangan internasional antarpulauPertumbuhan jaringan perdagangan internasional antarpulauPertumbuhan jaringan perdagangan internasional antarpulau ini turut melahirkan berbagai kekuatan politik besar, sepertiini turut melahirkan berbagai kekuatan politik besar, sepertiini turut melahirkan berbagai kekuatan politik besar, seperti Kerajaan Sriwijaya di muara Sungai Batanghari, TarumanegaraKerajaan Sriwijaya di muara Sungai Batanghari, TarumanegaraKerajaan Sriwijaya di muara Sungai Batanghari, Tarumanegara di Jawa Barat, Kalingga di Jawa Tengah, hingga Singhasari dandi Jawa Barat, Kalingga di Jawa Tengah, hingga Singhasari dandi Jawa Barat, Kalingga di Jawa Tengah, hingga Singhasari dan Majapahit di Jawa Timur yang menguasai wilayah luas.Majapahit di Jawa Timur yang menguasai wilayah luas.Majapahit di Jawa Timur yang menguasai wilayah luas. Kerajaan-kerajaan besar ini menjalin hubungan politik denganKerajaan-kerajaan besar ini menjalin hubungan politik denganKerajaan-kerajaan besar ini menjalin hubungan politik dengan kerajaan-kerajaan kecil berlandaskan asas salingkerajaan-kerajaan kecil berlandaskan asas salingkerajaan-kerajaan kecil berlandaskan asas saling menguntungkan. Kerajaan kecil rutin mengirimkan upetimenguntungkan. Kerajaan kecil rutin mengirimkan upetimenguntungkan. Kerajaan kecil rutin mengirimkan upeti berupa komoditas perniagaan berharga sebagai bentukberupa komoditas perniagaan berharga sebagai bentukberupa komoditas perniagaan berharga sebagai bentuk pengakuan simbolik, sementara kerajaan besar memberikanpengakuan simbolik, sementara kerajaan besar memberikanpengakuan simbolik, sementara kerajaan besar memberikan perlindungan keamanan dan jaminan pamor. Jika keamananperlindungan keamanan dan jaminan pamor. Jika keamananperlindungan keamanan dan jaminan pamor. Jika keamanan tidak lagi terjamin, kerajaan kecil kerap mengalihkantidak lagi terjamin, kerajaan kecil kerap mengalihkantidak lagi terjamin, kerajaan kecil kerap mengalihkan dukungannya ke kerajaan lain yang lebih kuat. Dinamika inidukungannya ke kerajaan lain yang lebih kuat. Dinamika inidukungannya ke kerajaan lain yang lebih kuat. Dinamika ini membuktikan bahwa jauh sebelum era penjelajahan samudramembuktikan bahwa jauh sebelum era penjelajahan samudramembuktikan bahwa jauh sebelum era penjelajahan samudra bangsa Eropa, saudagar dan penguasa lokal Nusantara telahbangsa Eropa, saudagar dan penguasa lokal Nusantara telahbangsa Eropa, saudagar dan penguasa lokal Nusantara telah menjadi pemain aktif dan mandiri dalam jaringan politik sertamenjadi pemain aktif dan mandiri dalam jaringan politik sertamenjadi pemain aktif dan mandiri dalam jaringan politik serta perdagangan internasional.perdagangan internasional.perdagangan internasional. 1.Saudagar dan Penguasa Lokal Nusantara Nusantara memiliki posisi geografis yang sangat menguntungkan di jalur pelayaran internasional dengan Selat Malaka sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkan Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Keunggulan ini dimanfaatkan secara aktif oleh saudagar dan penguasa lokal untuk terlibat dalam tatanan perdagangan global sejak awal abad ke-2. Rute maritim yang ramai ini memicu tumbuhnya kota-kota pelabuhan penting di sepanjang Nusantara, mulai dari Samudra Pasai, Malaka, Jambi, Banten, Lasem, Tuban, Gr
222... Perang Antarnegara Eropa dan Upaya PerebutanPerang Antarnegara Eropa dan Upaya PerebutanPerang Antarnegara Eropa dan Upaya Perebutan Hegemoni di IndonesiaHegemoni di IndonesiaHegemoni di Indonesia Perjanjian TordesillasPerjanjian TordesillasPerjanjian Tordesillas Sumber: Biblioteca Nacional de Lisboa/ Domain PublikSumber: Biblioteca Nacional de Lisboa/ Domain PublikSumber: Biblioteca Nacional de Lisboa/ Domain Publik (2010)(2010)(2010) Dinamika politik dan perang di Eropa senantiasa berdampakDinamika politik dan perang di Eropa senantiasa berdampakDinamika politik dan perang di Eropa senantiasa berdampak langsung pada sejarah Nusantara. Ekspansi global dimulai darilangsung pada sejarah Nusantara. Ekspansi global dimulai darilangsung pada sejarah Nusantara. Ekspansi global dimulai dari Perjanjian Tordesillas (7 Juni 1494) saat Paus Alexander VIPerjanjian Tordesillas (7 Juni 1494) saat Paus Alexander VIPerjanjian Tordesillas (7 Juni 1494) saat Paus Alexander VI membagi garis demarkasi antara Spanyol dan Portugis. Dimembagi garis demarkasi antara Spanyol dan Portugis. Dimembagi garis demarkasi antara Spanyol dan Portugis. Di Maluku, Portugis bersekutu dengan Ternate (1512) dan SpanyolMaluku, Portugis bersekutu dengan Ternate (1512) dan SpanyolMaluku, Portugis bersekutu dengan Ternate (1512) dan Spanyol bersekutu dengan Tidore (1521).bersekutu dengan Tidore (1521).bersekutu dengan Tidore (1521). 2.Perang Antarnegara Eropa dan Upaya Perebutan Hegemoni di Indonesia Perjanjian Tordesillas Sumber: Biblioteca Nacional de Lisboa/ Domain Publik (2010) Dinamika politik dan perang di Eropa senantiasa berdampak langsung pada sejarah Nusantara. Ekspansi global dimulai dari Perjanjian Tordesillas (7 Juni 1494) saat Paus Alexander VI membagi garis demarkasi antara Spanyol dan Portugis. Di Maluku, Portugis bersekutu dengan Ternate (1512) dan Spanyol bersekutu dengan Tidore (1521). B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme
Persaingan ini diakhiri Perjanjian Saragosa (22 April 1529) yangPersaingan ini diakhiri Perjanjian Saragosa (22 April 1529) yangPersaingan ini diakhiri Perjanjian Saragosa (22 April 1529) yang memaksa Spanyol angkat kaki. Meski begitu, Portugismemaksa Spanyol angkat kaki. Meski begitu, Portugismemaksa Spanyol angkat kaki. Meski begitu, Portugis mendapat perlawanan sengit dari Sultan Baabullah setelahmendapat perlawanan sengit dari Sultan Baabullah setelahmendapat perlawanan sengit dari Sultan Baabullah setelah ayahnya, Sultan Khairun, dibunuh. Pada 25 Februari 1605,ayahnya, Sultan Khairun, dibunuh. Pada 25 Februari 1605,ayahnya, Sultan Khairun, dibunuh. Pada 25 Februari 1605, Portugis akhirnya terusir dari Ambon akibat aliansi VOC danPortugis akhirnya terusir dari Ambon akibat aliansi VOC danPortugis akhirnya terusir dari Ambon akibat aliansi VOC dan penduduk Hitu. VOC lalu mengukuhkan kekuasaannya melaluipenduduk Hitu. VOC lalu mengukuhkan kekuasaannya melaluipenduduk Hitu. VOC lalu mengukuhkan kekuasaannya melalui Gubernur Jenderal Pieter Both di Ambon (1611) dan JanGubernur Jenderal Pieter Both di Ambon (1611) dan JanGubernur Jenderal Pieter Both di Ambon (1611) dan Jan Pieterszoon Coen yang memindahkan pusat pemerintahan kePieterszoon Coen yang memindahkan pusat pemerintahan kePieterszoon Coen yang memindahkan pusat pemerintahan ke Batavia pada 1619 dengan mendirikan Fort Jacatra (BentengBatavia pada 1619 dengan mendirikan Fort Jacatra (BentengBatavia pada 1619 dengan mendirikan Fort Jacatra (Benteng Batavia).Batavia).Batavia). Perang 80 tahun Belanda melawan Kekaisaran HabsburgPerang 80 tahun Belanda melawan Kekaisaran HabsburgPerang 80 tahun Belanda melawan Kekaisaran Habsburg Spanyol hingga Perjanjian Westphalia (1648) serta kekhawatiranSpanyol hingga Perjanjian Westphalia (1648) serta kekhawatiranSpanyol hingga Perjanjian Westphalia (1648) serta kekhawatiran aliansi Inggris-Spanyol memicu Perang Inggris-Belandaaliansi Inggris-Spanyol memicu Perang Inggris-Belandaaliansi Inggris-Spanyol memicu Perang Inggris-Belanda Pertama. Lewat Perjanjian Westminster (1654), BelandaPertama. Lewat Perjanjian Westminster (1654), BelandaPertama. Lewat Perjanjian Westminster (1654), Belanda menyerahkan Pulau Run di Banda ke Inggris. Namun,menyerahkan Pulau Run di Banda ke Inggris. Namun,menyerahkan Pulau Run di Banda ke Inggris. Namun, kemenangan Belanda pada Perang Kedua menghasilkankemenangan Belanda pada Perang Kedua menghasilkankemenangan Belanda pada Perang Kedua menghasilkan Perjanjian Breda (1667) yang menukar New Amsterdam (NewPerjanjian Breda (1667) yang menukar New Amsterdam (NewPerjanjian Breda (1667) yang menukar New Amsterdam (New York) kepada Inggris agar Pulau Run kembali ke tanganYork) kepada Inggris agar Pulau Run kembali ke tanganYork) kepada Inggris agar Pulau Run kembali ke tangan Belanda. Sementara itu, persaingan Belanda-PortugisBelanda. Sementara itu, persaingan Belanda-PortugisBelanda. Sementara itu, persaingan Belanda-Portugis diselesaikan lewat Perjanjian Den Haag (6 Agustus 1661) didiselesaikan lewat Perjanjian Den Haag (6 Agustus 1661) didiselesaikan lewat Perjanjian Den Haag (6 Agustus 1661) di mana Belanda membeli New Holland (Brasil) seharga 63 tonmana Belanda membeli New Holland (Brasil) seharga 63 tonmana Belanda membeli New Holland (Brasil) seharga 63 ton emas dan mendapat kendali atas Jawa dan Maluku, sedangkanemas dan mendapat kendali atas Jawa dan Maluku, sedangkanemas dan mendapat kendali atas Jawa dan Maluku, sedangkan Portugis menguasai Timor Leste.Portugis menguasai Timor Leste.Portugis menguasai Timor Leste. Persaingan ini diakhiri Perjanjian Saragosa (22 April 1529) yang memaksa Spanyol angkat kaki. Meski begitu, Portugis mendapat perlawanan sengit dari Sultan Baabullah setelah ayahnya, Sultan Khairun, dibunuh. Pada 25 Februari 1605, Portugis akhirnya terusir dari Ambon akibat aliansi VOC dan penduduk Hitu. VOC lalu mengukuhkan kekuasaannya melalui Gubernur Jenderal Pieter Both di Ambon (1611) dan Jan Pieterszoon Coen yang memindahkan pusat pemerintahan ke Batavia pada 1619 dengan mendirikan Fort Jacatra (Benteng Batavia). Perang 80 tahun Belanda melawan Kekaisaran Habsburg Spanyol hingga Perjanjian Westphalia (1648) serta kekhawatiran aliansi Inggris-Spanyol memicu Perang Inggris-Belanda Pertama. Lewat Perjanjian Westminster (1654), Belanda menyerahkan Pulau Run di Banda ke Inggris. Namun, kemenangan Belanda pada Perang Kedua menghasilkan Perjanjian Breda (1667) yang menukar New Amsterdam (New York) kepada Inggris agar Pulau Run kembali ke tangan Belanda. Sementara itu, persaingan Belanda-Portugis diselesaikan lewat Perjanjian Den Haag (6 Agustus 1661) di mana Belanda membeli New Holland (Brasil) seharga 63 ton emas dan mendapat kendali atas Jawa dan Maluku, sedangkan Portugis menguasai Timor Leste. B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme
Hegemoni VOC di Jawa makin menguat saat raja-raja MataramHegemoni VOC di Jawa makin menguat saat raja-raja MataramHegemoni VOC di Jawa makin menguat saat raja-raja Mataram Islam seperti Amangkurat I (perjanjian damai 1646),Islam seperti Amangkurat I (perjanjian damai 1646),Islam seperti Amangkurat I (perjanjian damai 1646), Amangkurat II, hingga Sunan Pakubuwono II di Kartasura terusAmangkurat II, hingga Sunan Pakubuwono II di Kartasura terusAmangkurat II, hingga Sunan Pakubuwono II di Kartasura terus meminta bantuan militer VOC dan menggadaikan wilayahmeminta bantuan militer VOC dan menggadaikan wilayahmeminta bantuan militer VOC dan menggadaikan wilayah pesisir utara, Surabaya, Madura Barat, Blambangan, Rembang,pesisir utara, Surabaya, Madura Barat, Blambangan, Rembang,pesisir utara, Surabaya, Madura Barat, Blambangan, Rembang, Jepara, hingga Semarang. Jejak awal kolonialisme ini masihJepara, hingga Semarang. Jejak awal kolonialisme ini masihJepara, hingga Semarang. Jejak awal kolonialisme ini masih tersisa pada Gedung Grahadi Surabaya yang dibangun VOCtersisa pada Gedung Grahadi Surabaya yang dibangun VOCtersisa pada Gedung Grahadi Surabaya yang dibangun VOC tahun 1795.tahun 1795.tahun 1795. Perubahan geopolitik kembali terjadi akibat Revolusi PrancisPerubahan geopolitik kembali terjadi akibat Revolusi PrancisPerubahan geopolitik kembali terjadi akibat Revolusi Prancis (1789–1799) yang dipicu ketidakpuasan rakyat atas monarki(1789–1799) yang dipicu ketidakpuasan rakyat atas monarki(1789–1799) yang dipicu ketidakpuasan rakyat atas monarki absolut Dinasti Valois dan Bourbon di bawah Raja Louis XVI,absolut Dinasti Valois dan Bourbon di bawah Raja Louis XVI,absolut Dinasti Valois dan Bourbon di bawah Raja Louis XVI, hingga Napoleon Bonaparte mengambil alih kekuasaan. Saathingga Napoleon Bonaparte mengambil alih kekuasaan. Saathingga Napoleon Bonaparte mengambil alih kekuasaan. Saat Prancis menaklukkan Belanda pada 1795, wilayah HindiaPrancis menaklukkan Belanda pada 1795, wilayah HindiaPrancis menaklukkan Belanda pada 1795, wilayah Hindia Belanda otomatis jatuh ke tangan Prancis, bertepatan denganBelanda otomatis jatuh ke tangan Prancis, bertepatan denganBelanda otomatis jatuh ke tangan Prancis, bertepatan dengan bangkrutnya VOC akibat korupsi dan biaya perang. Pada 1806,bangkrutnya VOC akibat korupsi dan biaya perang. Pada 1806,bangkrutnya VOC akibat korupsi dan biaya perang. Pada 1806, Napoleon mengangkat adiknya, Louis Napoleon, sebagaiNapoleon mengangkat adiknya, Louis Napoleon, sebagaiNapoleon mengangkat adiknya, Louis Napoleon, sebagai penguasa Belanda. Dua tahun kemudian (1808), Louispenguasa Belanda. Dua tahun kemudian (1808), Louispenguasa Belanda. Dua tahun kemudian (1808), Louis mengutus Marsekal Herman Willem Daendels sebagaimengutus Marsekal Herman Willem Daendels sebagaimengutus Marsekal Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal untuk membendung serangan Inggris diGubernur Jenderal untuk membendung serangan Inggris diGubernur Jenderal untuk membendung serangan Inggris di Jawa, yang di antaranya dilakukan dengan membangun JalanJawa, yang di antaranya dilakukan dengan membangun JalanJawa, yang di antaranya dilakukan dengan membangun Jalan Raya Pos (Grote Postweg) di sepanjang pantai utara Jawa.Raya Pos (Grote Postweg) di sepanjang pantai utara Jawa.Raya Pos (Grote Postweg) di sepanjang pantai utara Jawa. Hegemoni VOC di Jawa makin menguat saat raja-raja Mataram Islam seperti Amangkurat I (perjanjian damai 1646), Amangkurat II, hingga Sunan Pakubuwono II di Kartasura terus meminta bantuan militer VOC dan menggadaikan wilayah pesisir utara, Surabaya, Madura Barat, Blambangan, Rembang, Jepara, hingga Semarang. Jejak awal kolonialisme ini masih tersisa pada Gedung Grahadi Surabaya yang dibangun VOC tahun 1795. Perubahan geopolitik kembali terjadi akibat Revolusi Prancis (1789–1799) yang dipicu ketidakpuasan rakyat atas monarki absolut Dinasti Valois dan Bourbon di bawah Raja Louis XVI, hingga Napoleon Bonaparte mengambil alih kekuasaan. Saat Prancis menaklukkan Belanda pada 1795, wilayah Hindia Belanda otomatis jatuh ke tangan Prancis, bertepatan dengan bangkrutnya VOC akibat korupsi dan biaya perang. Pada 1806, Napoleon mengangkat adiknya, Louis Napoleon, sebagai penguasa Belanda. Dua tahun kemudian (1808), Louis mengutus Marsekal Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal untuk membendung serangan Inggris di Jawa, yang di antaranya dilakukan dengan membangun Jalan Raya Pos (Grote Postweg) di sepanjang pantai utara Jawa. B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme
B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme Gedung Grahadi, dibangun 1795, menjadi simbol penguasaan VOC atas daerah pesisir timur Jawa. Sumber: Cagarbudayajatim.com (2020)
B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme 3.Melawan Kuasa Negara Kolonial Pernyataan bahwa Indonesia dijajah selama 350 tahun adalah keliru. Jika dijajah 350 tahun, artinya penjajahan dimulai sejak 1595, padahal Belanda baru pertama kali mendarat di Banten pada tahun 1596 murni untuk berdagang rempah-rempah. Selain itu, nama Indonesia belum dikenal saat itu yang ada hanyalah kepulauan dengan pemerintahan daerah independen yang tidak saling terikat. Namun, ambisi monopoli Belanda memicu gelombang perlawanan rakyat. Sebelum abad ke-20, gagasan Negara Kesatuan Republik Indonesia belum dikenal sehingga perlawanan masih bersifat kedaerahan, dipimpin tokoh lokal, dan belum terorganisasi secara nasional. Hal ini memudahkan penjajah memadamkan perjuangan menggunakan strategi devide et impera (politik memecah belah). a. Perlawanan Sebelum Abad ke-19 Perlawanan terorganisasi di Pulau Jawa diawali oleh Kesultanan Mataram di bawah Sultan Agung yang kecewa karena VOC menolak membantu penyerangan ke Surabaya dan sering menghalangi kapal Mataram berdagang ke Malaka. Sultan Agung menyerang Batavia dua kali serangan pertama (1628) gagal karena kalah persenjataan, sedangkan serangan kedua (Agustus–Oktober 1629) gagal akibat wabah kolera, malaria, serta pembakaran gudang logistik perang oleh musuh. Di Banten, Sultan Ageng Tirtayasa bersekutu dengan pedagang Inggris menggempur kapal VOC dan wilayah perbatasan Batavia (Angke dan Tangerang) pada 1658–1659, namun dipatahkan setelah VOC mendukung anaknya, Abdul Khahar Abunazar (Sultan Haji), dalam konflik suksesi.
B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme Gambaran Perang Banten, 1628 Sumber: Jan Luyken/Rijksmuseum (1689) Lukisan Perang Makassar melawan VOC di Benteng Samba Opu, 1669 Sumber: Romeijn de Hooghe/Atlasvanstolk/Domain Publik (1669)
B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme Di Indonesia Timur, persaingan wilayah dan aksi saling rampas armada dagang sejak 1615 memicu Perang Makassar (1669), di mana Sultan Hasanuddin dari Gowa-Tallo bertempur melawan aliansi VOC dan Arung Palakka dari Bone. Selain perlawanan bersenjata, masyarakat lokal juga aktif melakukan tindakan sabotase, menolak kerja sama, dan merusak fasilitas dagang VOC. Memasuki abad ke-18, ekspansi VOC semakin jauh melalui pembuatan benteng, pos dagang, serta pemberian bantuan militer dengan imbalan hak monopoli wilayah. b. Perlawanan Setelah Abad ke-19 Setelah VOC dibubarkan pada penghujung abad ke-18, penguasaan beralih ke pemerintah Hindia Belanda dengan praktik kolonial yang kian eksploitatif. Di Maluku (1817), Thomas Matulessy (Kapitan Pattimura) bersama Martha Christina Tiahahu memimpin perlawanan menuntut penghapusan kerja rodi, pemaksaan menjadi tentara di Jawa, dan monopoli cengkeh hingga merebut Benteng Duurstede, sebelum Pattimura dihukum gantung pada Desember 1817 dan Martha Christina wafat saat diasingkan. Di Jawa, Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa (1825–1830) dengan strategi gerilya yang sangat merugikan kas Belanda, hingga Belanda menerapkan taktik Benteng Stelsel (1827) dan menangkap Diponegoro secara licik pada perundingan damai di Magelang (1830).
B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme Lapangan Benteng Victoria, Tempat Eksekusi Pattimura Sumber: Wikimedia Commons/CC-BY-3.0 (1930) Lukisan Raden Saleh menggambarkan peristiwa penangkapan Diponegoro. Sumber: Raden Saleh/Wikimedia Commons/Domain Publik (1857)
B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme Perlawanan juga berkobar di Kesultanan Palembang yang kaya timah dan strategis, saat Sultan Mahmud Badaruddin II memanfaatkan celah Perjanjian Tuntang (1811) untuk menyerang pos-pos Belanda sebelum akhirnya diasingkan ke Ternate pada 1821. Di Sumatra Barat, Perang Padri (1821–1838) yang berawal dari konflik internal Minangkabau sejak 1803 antara kaum Adat dan kaum Padri (golongan ulama penentang judi, tuak, dan candu) berhasil disatukan oleh Tuanku Imam Bonjol sebelum akhirnya kalah akibat sabotase Belanda, yang dilanjutkan ekspansi Pax Nederlandica hingga memicu perlawanan Raja Sisingamangaraja XII di Tapanuli (1870–1907). Di Bali, penolakan atas penghapusan hukum Tawan Karang (hak raja menyita kapal terdampar) memicu tujuh perang besar sejak Perang Buleleng (1846) hingga perang habis-habisan (Puputan Klungkung 1908) yang membakar habis istana Klungkung. Sementara di Kalimantan, Perang Banjar (1859–1906) berkobar di bawah pimpinan Pangeran Antasari dan Pangeran Hidayatullah yang menyerang benteng dan menenggelamkan kapal Belanda akibat monopoli dan campur tangan suksesi kerajaan, sebelum perlawanan melemah setelah Pangeran Hidayatullah diasingkan dan Pangeran Antasari wafat karena cacar.
B. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme Penggambaran Perang Padri oleh Justus Pieter de Veer, ilustrator sekaligus pasukan militer Belanda. Sumber: J.P.de Veer–G.L. Kepper/Wikimedia Commons/Domain Publik (1900)
DAFTAR PUSTAKA Martina Safitry, Indah Wahyu Puji Utami, Wahyu Djoko Sulistyo. (2024). Sejarah Edisi Revisi. Edisi Revisi, 2024 : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Sardiman AM, dan Amurwani Dwi Lestariningsih. (2017). Sejarah Indonesia. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan