PENGERTIAN IKATAN KIMIA & ION Pengertian Ikatan kimia adalah gaya tarik-menarik yang mempertahankan atom-atom tetap bersama dalam molekul atau kristal. Gaya tarik ini berasal dari interaksi antarpartikel bermuatan: elektron, inti, dan muatan listrik antaratom. Ikatan kimia terbentuk ketika elektron dalam atom yang berbeda berinteraksi satu sama lain untuk membuat susunan yang lebih stabil daripada ketika atom-atom tersebut terpisah. Contohnya, atom Karbon dengan 4 elektron valensi bergabung dengan atom Oksigen yang punya 6 elektron valensi. Penyebab terjadinya ikatan kimia Pada tabel periodik pada golongan VIII A terdapat golongan gas mulia, yang terdiri dari unsur helium, neon, argon, kripton, xenon, dan radon. Jadi, kecuali unsur helium, semuanya memiliki delapan elektron valensi. Para ahli kimia telah menyimpulkan bahwa atom sangat stabil jika memiliki delapan elektron di kulit terluarnya. Aturan praktis yang berguna ini disebut aturan oktet. Untuk unsur hidrogen dan helium yang hanya memiliki satu kulit elektron . Atom-atom ini cenderung memperoleh atau kehilangan elektron untuk mencapai konfigurasi yang stabil dengan dua elektron di kulit terluarnya, yang sering disebut aturan duplet. a Jenis-Jenis ikatan kimia Secara umum, ikatan kimia dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu ikatan ion dan juga ikatan kovalen. 1. Ikatan ion • Pengertian Ikatan Ion terjadi karena adanya serah terima elektron antara atom-atom yang berbeda keelektronegatifannya secara signifikan. Atom yang melepaskan elektron akan membentuk ion positif (kation), sedangkan atom yang menerima elektron akan membentuk ion negatif (anion). Gaya tarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif inilah yang disebut ikatan ion. Contoh: NaCl (garam dapur), terbentuk dari ion Na+ dan Cl-. • Proses Pembentukan Setiap unsur memiliki tujuan mencapai konfigurasi elektron yang menyerupai gas mulia, baik dengan melepaskan atau menerima elektron guna mencapai kestabilan. Hal ini terjadi pada pembentukan senyawa NaCl atau garam dapur. Na merupakan golongan IA dimana IA memiliki elektron valensi 1, sehingga supaya stabil IA harus melepas 1 elektron. Kalo dilihat dari konfigurasi elektronnya, 11Na: 2, 8, 1. Sehingga ketika melepas 1 elektron, maka elektron paling terakhinya menjadi 8 (sesuai kaidah oktet).
Karena melepas 1 elektron, maka Na yang asalnya netral berubah menjadi bermuatan +1 (Na+). Reaksinya: Na → Na+ + e- (artinya Na melepas 1 elektron) Apakah elektgron yang dilepas Na tadi menghilang? Tidak, di sana ada yang menangkapnya yaitu si Cl. Kenapa bisa? Karena Cl memiliki elektron valensi 7 (golongan VIIA). Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya 17Cl : 2, 8, 7. Jika Cl menangkap 1 elektron, konfigurasinya menjadi 2, 8, 8, dengan elektron terakhirnya 8, ini sudah mematuhi kaidah oktet. Karena Cl menangkap 1 elektron maka Cl yang asalnya netral berubah menjadi -1 (Cl–). Reaksinya: Cl + e- → Cl- (artinya Cl menerima 1 elektron, lihat elektron berada di sebelah kiri panah Apa pengaruhnya pembentukan Na+ dan Cl– ini? Sesuai Hukum Coulomb, muatan yang berbeda jenis akan saling tarik menarik. Sehingga Na+ ini akan berikatan dengan Cl– dengan gaya elektrostatik. Na+ + Cl– → NaCl Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Proses pembentukan ikatan ion pada NaCl Jadi ikatan ion itu terbentuk dari unsur logam dan non logam. Ikatan ion = logam + nonlogam
Jika digeneralisir, ikatan logam itu diantaranya Golongan IA (kecuali H), IIA (kecuali Be), IIIA (Aluminium), golongan transisi (Golongan B). Sedangkan nonlogam, diantaranya golongan IVA-VIIA, kalau VIIIA relatif stabil. o Ciri -ciri ikatan ion Senyawa yang terbentuk dari ikatan ion memiliki sifat khas, antara lain: ➢ Bentuk Kristal Senyawa ion tersusun dalam kisi kristal tiga dimensi yang teratur, menghasilkan bentuk padat keras. ➢ Titik Lebur dan Didih Tinggi Karena gaya tarik elektrostatik sangat kuat, senyawa ion membutuhkan energi besar untuk diputuskan. ➢ Rapuh Walau keras, kristal ion mudah pecah bila dikenai gaya, sebab pergeseran ion sejenis menyebabkan gaya tolak menolak. ➢ Dapat Menghantarkan Listrik dalam Larutan Senyawa ion dalam bentuk padat tidak menghantarkan listrik. Namun, bila dilarutkan dalam air, ion bebas bergerak sehingga larutan bersifat elektrolit. ➢ Umumnya Larut dalam Air Air bersifat polar, sehingga mampu melarutkan senyawa ion dengan menarik kation dan anionnya.
o Peranan Ikatan Ion Dalam Kehidupan 1) Bidang Kesehatan ▪ Elektrolit seperti Na⁺, K⁺, dan Cl⁻ penting untuk fungsi saraf dan otot. ▪ Senyawa ionik seperti kalsium fosfat menjadi komponen utama tulang dan gigi. ▪ Garam rehidrasi oral (ORS) mengandung ion-ion untuk mengatasi dehidrasi. 2) Industri ▪ Senyawa ionik digunakan dalam pembuatan pupuk, semen, kaca, dan keramik. ▪ Elektrolit dalam baterai (misalnya Li⁺ dalam baterai lithium-ion) sangat penting bagi teknologi modern. 3) Lingkungan ▪ Ion logam tertentu bisa mencemari lingkungan, contohnya Pb²⁺ atau Hg²⁺ yang beracun. ▪ Di sisi lain, proses alami seperti pelapukan batuan melepaskan ion yang menyuburkan tanah. 4) Kehidupan Sehari-hari ▪ Garam dapur (NaCl) bukan hanya bumbu, tetapi juga menjaga keseimbangan cairan tubuh. ▪ Baking soda (NaHCO₃) digunakan dalam masakan, pembersih rumah tangga, hingga pemadam api ringan.