PERANGKAT AJAR MATEMATIKA Semester Ganjil By. Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd Kelas VII Tahun Ajaran 2026/2027
TANGGAL KEGIATAN HARI EFEKTIF 1-11 Juli 2026 Libur semester genap tahun 2025/2026 HARI 13 Juli 2026 Hari pertama masuk sekolah MINGGU 5 12 19 26 13-17 Juli 2026 MPLS untuk kelas VII SENIN 6 13 20 27 SELASA 7 14 21 28 RABU 1 8 15 22 29 KAMIS 2 9 16 23 30 JUMAT 3 10 17 24 31 SABTU 4 11 18 25 TANGGAL KEGIATAN HARI EFEKTIF 1-17 Agust 2026 SULINJAR HARI 14 Agust 2026 Upacara Hari Pramuka MINGGU 2 9 16 23 30 17 Agust 2026 Upacara HUT RI SENIN 3 10 17 24 31 18-20 Agust 2026 Lomba HUT RI SELASA 4 11 18 25 25 Agust 2026 Libur Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H RABU 5 12 19 26 24-27 Agust 2026 Perkiraan Asesmen Nasional KAMIS 6 13 20 27 29 Agust 2026 Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H JUMAT 7 14 21 28 SABTU 1 8 15 22 29 TANGGAL KEGIATAN HARI EFEKTIF 19-16 Sep 2026 Perkiraan Asesmen Lingkup Materi HARI 5 Sep 2026 Perkiraan pelaksanaan PILKETOS MINGGU 6 13 20 27 9 Sep 2026 EVADIR SENIN 7 14 21 28 SELASA 1 8 15 22 29 RABU 2 9 16 23 30 KAMIS 3 10 17 24 JUMAT 4 11 18 25 SABTU 5 12 19 26 TANGGAL KEGIATAN HARI EFEKTIF 1 Oktb 2026 Hari Kesaktian Pancasila HARI 2 Oktb 2026 Hari Batik Nasional SEPTEMBER 2026. 26 BULAN KETERANGAN BULAN KETERANGAN OKTOBER 2026 27 KALENDER PENDIDIKAN SMP ISLAM BATANG TAHUN AJARAN 2026/2027 JULI 2026 17 AGUSTUS 2026 25 KETERANGAN KETERANGAN BULAN BULAN
MINGGU 4 11 18 25 22 Oktb 2026 Hari Santri Nasional SENIN 5 12 19 26 28 Oktb 2026 Mengikuti Upacara Hari Sumpah Pemuda SELASA 6 13 20 27 3-4 Oktb 2026 Perkiraan Pelaksanaan LDK RABU 7 14 21 28 KAMIS 1 8 15 22 29 JUMAT 2 9 16 23 30 SABTU 3 10 17 24 31 TANGGAL KEGIATAN HARI EFEKTIF 10 Nop 2026 Mengikuti Upacara Hari Pahlawan HARI 25 Nop 2026 Hari Guru Nasional MINGGU 1 8 15 22 29 SENIN 2 9 16 23 30 SELASA 3 10 17 24 RABU 4 11 18 25 KAMIS 5 12 19 26 JUMAT 6 13 20 27 SABTU 7 14 21 28 TANGGAL KEGIATAN HARI EFEKTIF 5-12 Des 2026 Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal HARI 14-17 Des 2026 Gelar Karya Kokurikuler MINGGU 6 13 20 27 20 Des 2026 Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar (Raport) SENIN 7 14 21 28 23-31 Des 2026 Libur Akhir Semester SELASA 1 8 15 22 29 24 Des 2026 Libur umum (Hari Raya Natal) RABU 2 9 16 23 30 25 Des 2026 Cuti bersama libur umum (Hari Raya Natal) KAMIS 3 10 17 24 31 JUMAT 4 11 18 25 SABTU 5 12 19 26 Subah, 11 Juli 2026 Kepala Sekolah Drs. Akhmad Shidiq BULAN BULAN DESEMBER 2026 17 KETERANGAN NOVEMBER 2026 25 KETERANGAN
RINCIAN MINGGU EFEKTIF SMP ISLAM BATANG KELAS 7 TAHUN AJARAN 2026/2027 A. INFORMASI UMUM 1. Permulaan Tahun Ajaran : Senin, 13 Juli 2026 2. Akhir Tahun Ajaran : Sabtu, 19 Juni 2027 3. Jumlah Minggu Efektif : 42 minggu (sekurang-kurangnya 36 minggu sesuai Pasal 13 huruf a Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Nomor 400.3/23862/2026) 4. Sistem Pembelajaran : 6 hari sekolah per minggu B. SEMESTER GASAL (Juli - Desember 2026) No Bulan JML Minggu Minggu Efektif Minggu Tdk Efektif JML JP Keterangan 1 Juli 2026 5 2 3 8 MPLS 13-17 Juli 2026 (Hari Pertama Masuk Sekolah 13 Juli 2026) 2 Agustus 2026 4 4 0 16 Libur Umum HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026 3 September 2026 5 5 0 20 Libur Umum Maulid Nabi Muhammad SAW 5 September 2026 4 Oktober 2026 4 4 0 16 Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 5 November 2026 4 4 0 16 Penilaian Sumatif Akhir Semester Gasal (minggu ke-4 November 2026) 6 Desember 2026 5 2 3 8 PAS lanjutan; Libur Akhir Semester Gasal 21 Des 2026 - 1/2 Jan 2027; Penyerahan Rapor 18/19 Des 2026 TOTAL 27 21 6 84 C. SEMESTER GENAP (Januari - Juni 2027) No Bulan JML Minggu Minggu Efektif Minggu Tdk Efektif JML JP Keterangan 1 Januari 2027 4 4 0 16 Libur Umum Tahun Baru Masehi 1 Jan & Isra Mi'raj 5 Januari 2027 2 Februari 2027 4 4 0 16 Libur Umum Tahun Baru Imlek 6 Feb; Perkiraan Awal Ramadhan 10 Februari 2027 3 Maret 2027 5 4 1 16 Libur Nyepi 8 Maret; Libur Sebelum/Idul Fitri/Sesudah 9-13 Maret 2027 4 April 2027 4 3 1 12 Tes Kemampuan Akademik (TKA) 5-15 April 2027; Libur Wafat Yesus Kristus 26 Maret ikut minggu sebelumnya 5 Mei 2027 4 3 1 12 Libur Buruh 1 Mei; Kenaikan Isa Al-Masih 6 Mei; Idul Adha 17 Mei; Waisak 20 Mei 2027 6 Juni 2027 5 2 3 8 Penilaian Sumatif Akhir Tahun; Pancasila 1 Juni; Tahun Baru Islam 6 Juni; Rapor 18/19 Juni; Libur Akhir Semester mulai 21 Juni 2027 TOTAL 26 20 6 80 D. REKAPITULASI HARI DALAM 1 TAHUN AJARAN Keterangan 5 Hari Sekolah 6 Hari Sekolah Hari Belajar Efektif 207 hari 254 hari Hari Minggu 51 hari 51 hari Hari Sabtu (khusus 5 hari sekolah) 49 hari - Libur Umum 17 hari 17 hari Libur Ramadhan & Idul Fitri 4 hari 4 hari Libur Akhir Semester 22 hari 24 hari TOTAL HARI DALAM SETAHUN 364 hari 364 hari E. RINCIAN HARI LIBUR
No Tanggal Keterangan 1 17 Agustus 2026 HUT Kemerdekaan RI 2 5 September 2026 Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H 3 21 Des 2026 - 1/2 Jan 2027 Libur Akhir Semester Gasal 4 24 Desember 2026 Cuti Bersama Hari Raya Natal 5 25 Desember 2026 Hari Raya Natal 6 1 Januari 2027 Tahun Baru Masehi 2027 7 5 Januari 2027 Isra' Mi'raj 1448 H 8 6 Februari 2027 Tahun Baru Imlek 2578 9 10 Februari 2027 Perkiraan Libur Awal Puasa Ramadhan 1448 H 10 8 Maret 2027 Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1949) 11 9 Maret 2027 Libur Sebelum Hari Raya Idul Fitri 12 10 - 11 Maret 2027 Hari Raya Idul Fitri 1448 H 13 12 - 13 Maret 2027 Libur Sesudah Hari Raya Idul Fitri 14 26 Maret 2027 Wafat Yesus Kristus (Hari Paskah) 15 1 Mei 2027 Hari Buruh Internasional 16 6 Mei 2027 Hari Kenaikan Yesus Kristus 17 17 Mei 2027 Hari Raya Idul Adha 1448 H 18 20 Mei 2027 Hari Raya Waisak 2571 BE 19 1 Juni 2027 Hari Lahir Pancasila 20 6 Juni 2027 Tahun Baru Islam 1449 H 21 21 Juni - 10 Juli 2027 Libur Akhir Semester Genap / Akhir Tahun Ajaran F. CATATAN PENTING 1. Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP/SMPLB/MTs dilaksanakan pada 5 - 15 April 2027. 2. Penilaian Sumatif Akhir Semester Gasal dilaksanakan pada minggu ke-4 November s.d. minggu ke-1 Desember 2026. 3. Penilaian Sumatif Akhir Tahun (Semester Genap) dilaksanakan pada minggu ke-4 Mei s.d. minggu ke-1 Juni 2027. 4. Perkiraan Pengumuman Kelulusan Kelas IX: Senin, 7 Juni 2027 (Senin pertama bulan Juni 2027). 5. Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar Semester Gasal: Jumat, 18 Desember 2026 (5 hari sekolah) / Sabtu, 19 Desember 2026 (6 hari sekolah). 6. Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar Semester Genap: Jumat, 18 Juni 2027 (5 hari sekolah) / Sabtu, 19 Juni 2027 (6 hari sekolah). 7. Permulaan Tahun Ajaran 2027/2028: Senin, 12 Juli 2027. 8. Muatan Lokal Bahasa Jawa tetap dilaksanakan sesuai Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 423.5/5/2010 dan Nomor 423.5/27/2011. 9. Waktu pembelajaran efektif 1 (satu) jam pelajaran tatap muka untuk SMP/MTs adalah 40 menit (35 menit pada bulan Ramadhan), sesuai Pasal 11 dan Pasal 12 Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Nomor 400.3/23862/2026. G. PERHITUNGAN JAM PELAJARAN (JP) KELAS 8 Perhitungan berikut menggunakan alokasi JP per minggu umum Kurikulum Merdeka untuk jenjang SMP Kelas VII. Guru mata pelajaran agar menyesuaikan dengan struktur kurikulum yang berlaku di SMP serta jumlah JP mata pelajaran yang diampu. Mata Pelajaran JP/ Minggu Total JP Semester Gasal (22 minggu) Total JP Semester Genap (20 minggu) Total JP 1 Tahun Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 66 60 126 Pendidikan Pancasila 3 66 60 126 Bahasa Indonesia 6 132 120 252 Matematika 5 110 100 210 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 5 110 100 210 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 4 88 80 168 Bahasa Inggris 4 88 80 168 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3 66 60 126
Mata Pelajaran JP/ Minggu Total JP Semester Gasal (22 minggu) Total JP Semester Genap (20 minggu) Total JP 1 Tahun Informatika 2 44 40 84 Seni Budaya 2 44 40 84 Muatan Lokal Bahasa Jawa 2 44 40 84 Batang, Juli 2026 Mengetahui, Kepala SMP Islam Batang Guru Mata Pelajaran Drs. Ahmad Shidiq Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd
PROGRAM TAHUNAN (PROTA) Tahun Pelajaran 2026/2027 Satuan Pendidikan : SMP Islam Batang Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Fase : VII (Tujuh) / Fase D Semester : 1 (Ganjil) dan 2 (Genap) Tahun Pelajaran : 2026/2027 Alokasi Waktu : 4 JP/minggu Semester Ganjil: 21 minggu efektif × 4 JP = 84 JP. Semester Genap: 20 minggu efektif × 4 JP = 80 JP. Total 1 tahun = 164 JP. Setiap akhir materi/bab dialokasikan 2 JP untuk Penilaian Sumatif. No Materi Alokasi Waktu Semester 1 Bilangan Bulat 16 JP 1 (Ganjil) 2 Penilaian Sumatif Bilangan Bulat 2 JP 1 (Ganjil) 3 Bilangan Pecahan 18 JP 1 (Ganjil) 4 Penilaian Sumatif Bilangan Pecahan 2 JP 1 (Ganjil) 5 Bilangan Berpangkat Bulat dan Bentuk Akar 20 JP 1 (Ganjil) 6 Penilaian Sumatif Bilangan Berpangkat Bulat dan Bentuk Akar 2 JP 1 (Ganjil) 7 Notasi Ilmiah/Bentuk Baku 10 JP 1 (Ganjil) 8 Penilaian Sumatif Notasi Ilmiah/Bentuk Baku 2 JP 1 (Ganjil) 9 Aslim Ganjil 4 JP 1 (Ganjil) 10 ASAS 4 JP 1 (Ganjil) 11 Cadangan 4 JP 1 (Ganjil) Jumlah JP Semester Ganjil 84 JP 1 Aljabar 16 JP 2 (Genap) 2 Penilaian Sumatif Aljabar 2 JP 2 (Genap) 3 PLSV dan PTLSV 16 JP 2 (Genap) 4 Penilaian Sumatif PLSV dan PTLSV 2 JP 2 (Genap) 5 Aritmatika Sosial 16 JP 2 (Genap) 6 Penilaian Sumatif Aritmatika Sosial 2 JP 2 (Genap) 7 Perbandingan 16 JP 2 (Genap) 8 Penilaian Sumatif Perbandingan 2 JP 2 (Genap) 9 Aslim Genap 4 JP 2 (Genap) 10 ASAS 4 JP 2 (Genap) Jumlah JP Semester Genap 80 JP Jumlah Total JP Setahun 164 JP
Catatan: 1. Alokasi waktu tiap Bab disusun proporsional berdasarkan jumlah Tujuan Pembelajaran (TP) pada Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). 2. Penilaian Sumatif dilaksanakan pada akhir setiap materi/bab dengan alokasi 2 JP. 3. Alokasi waktu dapat disesuaikan kembali dengan kalender pendidikan yang berlaku pada tahun pelajaran berjalan. Batang, Juli 2026 Mengetahui, Kepala SMP Islam Batang Guru Mata Pelajaran Drs. Ahmad Shidiq Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd
PROGRAM SEMESTER (PROSEM) Semester 1 (Ganjil) — Tahun Pelajaran 2026/2027 Satuan Pendidikan : SMP Islam Batang Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Fase : VII (Tujuh) / Fase D Semester : 1 (Ganjil) Tahun Pelajaran : 2026/2027 Alokasi Waktu : 4 JP/minggu, 21 minggu efektif = 84 JP No Materi / ATP JP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 7.1.1 Membaca, menulis, dan menyajikan bilangan bulat pada garis bilangan 2 2 2 7.1.2 Membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat 2 2 3 7.1.3 Operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat 2 2 4 7.1.4 Operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat 2 2 5 7.1.5 Menentukan FPB, KPK dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari 4 4 6 7.1.6 Menerapkan operasi hitung bilangan bulat dalam masalah kontekstual 4 4 7 PS-1 Penilaian Sumatif Bab 1 (Bilangan Bulat) 2 2 8 7.2.1 Membaca, menulis, membandingkan bilangan pecahan 2 2 9 7.2.2 Mengubah bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal, persen) 4 4 10 7.2.3 Operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan 4 4 11 7.2.4 Operasi perkalian dan pembagian pecahan 4 4 12 7.2.5 Penerapan pecahan dalam kehidupan sehari-hari 4 4 13 PS-2 Penilaian Sumatif Bab 2 (Bilangan Pecahan) 2 2 14 7.3.1 Pengertian Bilangan berpangkat bulat positif 4 2 2 15 7.3.2 Sifat-sifat operasi bilangan berpangkat 4 2 2 16 7.3.3 Bilangan berpangkat nol dan pangkat bulat negatif 4 2 2 17 7.3.4 Menentukan akar kuadrat dan akar pangkat tiga 4 2 2 18 7.3.5 Penerapan bilangan berpangkat dan bentuk akar 4 2 2 19 PS-3 Penilaian Sumatif Bab 3 (Bil. Berpangkat & Bentuk Akar) 2 2 20 7.4.1 Konsep notasi ilmiah/bentuk baku 4 2 2 21 7.4.2 Mengubah bilangan biasa dalam notasi ilmiah dan sebaliknya 4 2 2 22 7.4.3 Penerapan notasi ilmiah dalam kehidupan sehari-hari 2 2
No Materi / ATP JP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 23 PS-4 Penilaian Sumatif Bab 4 (Notasi Ilmiah/Bentuk Baku) 2 2 24 ASLIM Ganjil (Asesmen Sumatif Lingkup Materi) 4 2 2 25 ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester) 4 2 2 26 Cadangan / Pengayaan 4 2 Jumlah JP per Minggu 84 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Catatan: 1. Setiap minggu efektif dialokasikan 4 JP sesuai Program Tahunan (Prota). 2. Penilaian Sumatif dilaksanakan pada akhir setiap Bab dengan alokasi 2 JP. 3. ASLIM (Asesmen Sumatif Lingkup Materi) dan ASAS (Asesmen Sumatif Akhir Semester) dilaksanakan sesuai kalender pendidikan. 4. Alokasi mingguan dapat disesuaikan kembali dengan kalender pendidikan dan hari efektif yang berlaku. Batang, Juli 2026 Mengetahui, Kepala SMP Islam Batang Guru Mata Pelajaran Drs. Ahmad Shidiq Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd
PROGRAM SEMESTER (PROSEM) Semester 2 (Genap) - Tahun Pelajaran 2026/2027 Satuan Pendidikan : SMP Islam Batang Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Fase : VII (Tujuh) / Fase D Semester : 2 (Genap) Tahun Pelajaran : 2026/2027 Alokasi Waktu : 4 JP/minggu, 20 minggu efektif = 80 JP No Materi / Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) JP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 ALJABAR 1.1 7.5.1 Mengenal bentuk aljabar dan unsur-unsurnya (variabel, koefisien, konstanta, suku sejenis) 4 4 1.2 7.5.2 Menyederhanakan bentuk aljabar (penjumlahan dan pengurangan suku sejenis) 4 4 1.3 7.5.3 Melakukan operasi perkalian bentuk aljabar 4 4 1.4 7.5.4 Menyelesaikan masalah kontekstual menggunakan bentuk aljabar 4 4 2 Penilaian Sumatif Aljabar 2 2 3 PERSAMAAN & PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL (PLSV & PTLSV) 3.1 7.6.1 Mengenal konsep persamaan linear satu variabel (PLSV) dan kalimat terbuka/tertutup 2 2 3.2 7.6.2 Menentukan penyelesaian PLSV menggunakan sifat kesetaraan 4 4 3.3 7.6.3 Mengenal konsep pertidaksamaan linear satu variabel (PTLSV) 4 4 3.4 7.6.4 Menentukan penyelesaian PTLSV dan menyajikan pada garis bilangan 4 4 3.5 7.6.5 Menyelesaikan masalah kontekstual PLSV dan PTLSV 2 2 4 Penilaian Sumatif PLSV dan PTLSV 2 2 5 ARITMATIKA SOSIAL 5.1 7.7.1 Menjelaskan konsep harga beli, harga jual, untung, dan rugi 4 4 5.2 7.7.2 Menentukan persentase untung dan rugi 4 4 5.3 7.7.3 Menyelesaikan masalah bunga tunggal, diskon, dan pajak 4 4 5.4 7.7.4 Menyelesaikan masalah kontekstual bruto, neto, dan tara 4 4 6 Penilaian Sumatif Aritmatika Sosial 2 2 7 PERBANDINGAN 7.1 7.8.1 Menjelaskan konsep perbandingan dan bentuk perbandingan paling sederhana 4 2 2 7.2 7.8.2 Menyelesaikan masalah perbandingan senilai 4 2 7.3 7.8.3 Menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai 4 4 7.4 7.8.4 Menerapkan perbandingan dalam skala dan peta 4 4 8 Penilaian Sumatif Perbandingan 2 2 9 Asesmen Sumatif Lingkup Materi (ASLIM) Genap 4 2 2 10 Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap 4 2 4
No Materi / Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) JP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JUMLAH TOTAL JP SEMESTER GENAP 80 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Catatan: 1. Angka pada kolom minggu (1-20) menunjukkan jumlah Jam Pelajaran (JP) yang dialokasikan pada minggu tersebut. 2. Distribusi minggu bersifat proporsional dan dapat disesuaikan kembali dengan kalender pendidikan yang berlaku. 3. ASLIM = Asesmen Sumatif Lingkup Materi; ASAS = Asesmen Sumatif Akhir Semester. Batang, Juli 2026 Mengetahui, Kepala SMP Islam Batang Guru Mata Pelajaran Drs. Ahmad Shidiq Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd
PEMETAAN CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP), TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) DAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) Satuan Pendidikan : SMP Islam Batang Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Fase : VII (Tujuh) / Fase D Semester : 1 (Ganjil) dan 2 (Genap) Tahun Pelajaran : 2026/2027
A. Capaian Pembelajaran (CP) Elemen Capaian Pembelajaran (CP) Bilangan Murid dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, serta bilangan dalam notasi ilmiah (bentuk baku). Murid dapat menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real, dan memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah, termasuk yang berkaitan dengan literasi finansial (aritmatika sosial). Murid dapat menggunakan rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah perbandingan. Aljabar Murid dapat mengenali, memprediksi, dan menggeneralisasi pola dalam bentuk susunan benda dan bilangan; menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar; menggunakan sifat-sifat operasi (komutatif, asosiatif, dan distributif) untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen. Murid dapat menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, serta menyajikan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengannya. B. Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Semester 1 Materi: Bilangan Bulat, Bilangan Pecahan, Bilangan Berpangkat Bulat dan Bentuk Akar, Notasi Ilmiah/Bentuk Baku. Penomoran ATP menggunakan format 7.x.x (Kelas 7, Bab x, TP ke-x). No Materi/Bab TP (Tujuan Pembelajaran) ATP Justifikasi Pengurutan 1 Bilangan Bulat Murid mampu membaca, menulis, dan menyajikan bilangan bulat pada garis bilangan melalui pengamatan contoh dengan tepat. 7.1.1 Murid mampu membaca, menulis, dan menyajikan bilangan bulat pada garis bilangan melalui pengamatan contoh dengan tepat. Hierarki & konkret ke abstrak: diawali pengenalan bentuk dan letak bilangan bulat secara visual sebelum masuk ke operasi. 2 Bilangan Bulat Murid mampu membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat melalui garis bilangan dengan benar. 7.1.2 Murid mampu membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat melalui garis bilangan dengan benar. Melanjutkan pemahaman letak bilangan menuju kemampuan membandingkan, sebagai dasar sebelum operasi hitung. 3 Bilangan Bulat Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui latihan soal dengan tepat. 7.1.3 Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui latihan soal dengan tepat. Mudah ke sulit: operasi penjumlahan-pengurangan lebih sederhana dan menjadi dasar bagi operasi perkalian- pembagian. 4 Bilangan Bulat Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat melalui latihan soal dengan tepat. 7.1.4 Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat melalui latihan soal dengan tepat. Kompleksitas meningkat karena melibatkan aturan tanda yang lebih rumit dibanding penjumlahan- pengurangan. 5 Bilangan Bulat Murid mampu menentukan FPB, KPK, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 7.1.5 Murid mampu menentukan FPB, KPK, dan Puncak pembelajaran: sintesis seluruh operasi ke dalam
No Materi/Bab TP (Tujuan Pembelajaran) ATP Justifikasi Pengurutan penerapannya dalam kehidupan sehrai- hari melalui latihan soal dengan tepat. pemecahan masalah nyata (abstrak ke aplikatif). 6 Bilangan Bulat Murid mampu menerapkan operasi hitung bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari melalui diskusi kelompok dengan benar. 7.1.6 Murid mampu menerapkan operasi hitung bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari melalui diskusi kelompok dengan benar. Puncak pembelajaran: sintesis seluruh operasi ke dalam pemecahan masalah nyata (abstrak ke aplikatif). 7 Bilangan Pecahan Murid mampu membaca, menulis, dan membandingkan bilangan pecahan (biasa, campuran, desimal, dan persen) melalui pengamatan contoh dengan tepat. 7.2.1 Murid mampu membaca, menulis, dan membandingkan bilangan pecahan (biasa, campuran, desimal, dan persen) melalui pengamatan contoh dengan tepat. Konkret ke abstrak: mengenal bentuk-bentuk pecahan sebagai dasar sebelum mengubah dan mengoperasikannya. 8 Bilangan Pecahan Murid mampu mengubah bentuk pecahan biasa, desimal, dan persen melalui latihan soal dengan benar. 7.2.2 Murid mampu mengubah bentuk pecahan biasa, desimal, dan persen melalui latihan soal dengan benar. Kemampuan konversi menjadi prasyarat sebelum melakukan operasi hitung antarbentuk pecahan. 9 Bilangan Pecahan Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan melalui latihan soal dengan tepat. 7.2.3 Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan melalui latihan soal dengan tepat. Mudah ke sulit: operasi dasar didahulukan sebelum operasi perkalian dan pembagian yang lebih kompleks. 10 Bilangan Pecahan Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan melalui latihan soal dengan tepat. 7.2.4 Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan melalui latihan soal dengan tepat. Melanjutkan hierarki operasi hitung pecahan menuju tingkat kesulitan yang lebih tinggi. 11 Bilangan Pecahan Murid mampu menerapkan operasi hitung pecahan dalam menyelesaikan masalah sehari-hari melalui diskusi kelompok dengan benar. 7.2.5 Murid mampu menerapkan operasi hitung pecahan dalam menyelesaikan masalah sehari-hari melalui diskusi kelompok dengan benar. Sintesis seluruh kemampuan pecahan ke dalam konteks aplikatif sebagai tahap akhir. 12 Bilangan Berpangkat Bulat dan Bentuk Akar Murid mampu menjelaskan pengertian dan notasi bilangan berpangkat bulat positif melalui pengamatan pola perkalian berulang dengan tepat. 7.3.1 Murid mampu menjelaskan pengertian dan notasi bilangan berpangkat bulat positif melalui pengamatan pola Konkret ke abstrak: dimulai dari pola perkalian berulang yang mudah diamati sebelum masuk ke sifat-sifat pangkat.
No Materi/Bab TP (Tujuan Pembelajaran) ATP Justifikasi Pengurutan perkalian berulang dengan tepat. 13 Bilangan Berpangkat Bulat dan Bentuk Akar Murid mampu menerapkan sifat-sifat operasi bilangan berpangkat (perkalian, pembagian, dan pangkat dari pangkat) melalui latihan soal dengan benar. 7.3.2 Murid mampu menerapkan sifat- sifat operasi bilangan berpangkat (perkalian, pembagian, dan pangkat dari pangkat) melalui latihan soal dengan benar. Hierarki konsep: sifat operasi dibangun setelah pemahaman dasar notasi pangkat. 14 Bilangan Berpangkat Bulat dan Bentuk Akar Murid mampu menjelaskan bilangan berpangkat nol dan bilangan berpangkat bulat negatif melalui diskusi kelompok dengan tepat. 7.3.3 Murid mampu menjelaskan bilangan berpangkat nol dan bilangan berpangkat bulat negatif melalui diskusi kelompok dengan tepat. Konsep lebih abstrak (pangkat nol dan negatif) diberikan setelah sifat pangkat positif dikuasai. 15 Bilangan Berpangkat Bulat dan Bentuk Akar Murid mampu menentukan akar kuadrat dan akar pangkat tiga suatu bilangan melalui latihan soal dengan benar. 7.3.4 Murid mampu menentukan akar kuadrat dan akar pangkat tiga suatu bilangan melalui latihan soal dengan benar. Bentuk akar merupakan kebalikan dari pangkat sehingga logis diajarkan setelah konsep pangkat matang. 16 Bilangan Berpangkat Bulat dan Bentuk Akar Murid mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan bilangan berpangkat dan bentuk akar melalui diskusi kelompok dengan tepat. 7.3.5 Murid mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan bilangan berpangkat dan bentuk akar melalui diskusi kelompok dengan tepat. Tahap sintesis: menggabungkan pangkat dan akar untuk memecahkan masalah nyata. 17 Notasi Ilmiah / Bentuk Baku Murid mampu menjelaskan pengertian notasi ilmiah (bentuk baku) melalui pengamatan contoh bilangan yang sangat besar dan sangat kecil dengan tepat. 7.4.1 Murid mampu menjelaskan pengertian notasi ilmiah (bentuk baku) melalui pengamatan contoh bilangan yang sangat besar dan sangat kecil dengan tepat. Konkret ke abstrak: dimulai dari fenomena bilangan ekstrem yang mudah diamati sebagai motivasi konsep notasi ilmiah. 18 Notasi Ilmiah / Bentuk Baku Murid mampu mengubah bilangan biasa ke dalam notasi ilmiah dan sebaliknya melalui latihan soal dengan benar. 7.4.2 Murid mampu mengubah bilangan biasa ke dalam notasi ilmiah dan sebaliknya melalui latihan soal dengan benar. Keterampilan konversi dibangun setelah pemahaman konsep dasar notasi ilmiah, memanfaatkan konsep pangkat pada materi sebelumnya. 19 Notasi Ilmiah / Bentuk Baku Murid mampu menerapkan notasi ilmiah untuk menyelesaikan masalah kontekstual (astronomi, mikroorganisme, dan sejenisnya) melalui diskusi kelompok dengan tepat. 7.4.3 Murid mampu menerapkan notasi ilmiah untuk menyelesaikan masalah kontekstual Tahap akhir berupa aplikasi konsep pada situasi nyata sebagai puncak pemahaman materi bilangan semester 1.
No Materi/Bab TP (Tujuan Pembelajaran) ATP Justifikasi Pengurutan (astronomi, mikroorganisme, dan sejenisnya) melalui diskusi kelompok dengan tepat. Semester 2 Materi: Aljabar, PLSV dan PTLSV, Aritmatika Sosial, Perbandingan. Penomoran ATP menggunakan format 7.x.x (Kelas 7, Bab x, TP ke- x). No Materi/Bab TP (Tujuan Pembelajaran) ATP Justifikasi Pengurutan 1 Aljabar Murid mampu mengenali dan memprediksi pola dalam susunan benda dan bilangan melalui pengamatan gambar dengan tepat. 7.5.1 Murid mampu mengenali dan memprediksi pola dalam susunan benda dan bilangan melalui pengamatan gambar dengan tepat. Konkret ke abstrak: pola visual menjadi jembatan menuju pengenalan simbol aljabar. 2 Aljabar Murid mampu menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar (variabel, koefisien, konstanta, dan suku) melalui latihan soal dengan benar. 7.5.2 Murid mampu menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar (variabel, koefisien, konstanta, dan suku) melalui latihan soal dengan benar. Hierarki konsep: pengenalan istilah dan simbol aljabar sebagai dasar sebelum melakukan operasi. 3 Aljabar Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar melalui latihan soal dengan tepat. 7.5.3 Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar melalui latihan soal dengan tepat. Mudah ke sulit: operasi dasar (suku sejenis) didahulukan sebelum operasi perkalian. 4 Aljabar Murid mampu menerapkan sifat komutatif, asosiatif, dan distributif untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen melalui diskusi kelompok dengan benar. 7.5.4 Murid mampu menerapkan sifat komutatif, asosiatif, dan distributif untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen melalui diskusi kelompok dengan benar. Sifat operasi memerlukan pemahaman operasi dasar sehingga ditempatkan setelahnya. 5 Aljabar Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian bentuk aljabar melalui latihan soal dengan tepat. 7.5.5 Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian bentuk aljabar melalui latihan soal dengan tepat. Operasi perkalian aljabar lebih kompleks dan memanfaatkan sifat distributif yang telah dipelajari. 6 PLSV dan PTLSV Murid mampu menjelaskan pengertian persamaan linear satu variabel (PLSV) melalui pengamatan contoh dengan tepat. 7.6.1 Murid mampu menjelaskan pengertian persamaan linear satu variabel (PLSV) Konkret ke abstrak: pengenalan konsep persamaan sebagai dasar sebelum penyelesaiannya, memanfaatkan pemahaman bentuk aljabar sebelumnya.
No Materi/Bab TP (Tujuan Pembelajaran) ATP Justifikasi Pengurutan melalui pengamatan contoh dengan tepat. 7 PLSV dan PTLSV Murid mampu menyelesaikan persamaan linear satu variabel (PLSV) melalui latihan soal dengan benar. 7.6.2 Murid mampu menyelesaikan persamaan linear satu variabel (PLSV) melalui latihan soal dengan benar. Keterampilan penyelesaian dibangun setelah pemahaman konsep PLSV matang. 8 PLSV dan PTLSV Murid mampu menjelaskan pengertian pertidaksamaan linear satu variabel (PTLSV) melalui pengamatan contoh dengan tepat. 7.6.3 Murid mampu menjelaskan pengertian pertidaksamaan linear satu variabel (PTLSV) melalui pengamatan contoh dengan tepat. Hierarki konsep: PTLSV diperkenalkan setelah PLSV karena memiliki kemiripan bentuk namun tingkat kesulitan lebih tinggi (tanda pertidaksamaan). 9 PLSV dan PTLSV Murid mampu menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel (PTLSV) melalui latihan soal dengan benar. 7.6.4 Murid mampu menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel (PTLSV) melalui latihan soal dengan benar. Melanjutkan hierarki menuju keterampilan penyelesaian PTLSV yang lebih menantang. 10 PLSV dan PTLSV Murid mampu menerapkan PLSV dan PTLSV dalam menyelesaikan masalah kontekstual melalui diskusi kelompok dengan tepat. 7.6.5 Murid mampu menerapkan PLSV dan PTLSV dalam menyelesaikan masalah kontekstual melalui diskusi kelompok dengan tepat. Tahap sintesis: penerapan kedua konsep pada masalah nyata sebagai puncak pemahaman materi. 11 Aritmatika Sosial Murid mampu menjelaskan konsep untung, rugi, harga jual, dan harga beli melalui pengamatan kasus jual beli dengan tepat. 7.7.1 Murid mampu menjelaskan konsep untung, rugi, harga jual, dan harga beli melalui pengamatan kasus jual beli dengan tepat. Konkret ke abstrak: dimulai dari situasi jual beli sehari- hari yang mudah dipahami sebagai dasar konsep. 12 Aritmatika Sosial Murid mampu menghitung persentase untung dan rugi melalui latihan soal dengan benar. 7.7.2 Murid mampu menghitung persentase untung dan rugi melalui latihan soal dengan benar. Keterampilan hitung dibangun setelah konsep dasar untung- rugi dikuasai, memanfaatkan konsep pecahan/persen sebelumnya. 13 Aritmatika Sosial Murid mampu menjelaskan dan menghitung diskon, pajak, bruto, neto, dan tara melalui diskusi kelompok dengan tepat. 7.7.3 Murid mampu menjelaskan dan menghitung diskon, pajak, bruto, neto, dan tara melalui diskusi kelompok dengan tepat. Konsep lebih bervariasi diperkenalkan setelah dasar untung-rugi dan persentase matang. 14 Aritmatika Sosial Murid mampu menyelesaikan masalah kontekstual berkaitan dengan literasi finansial (bunga tunggal dan tabungan) melalui diskusi kelompok dengan benar. 7.7.4 Murid mampu menyelesaikan masalah kontekstual berkaitan dengan literasi finansial Tahap akhir dan paling kompleks karena menuntut sintesis konsep persentase dan waktu dalam pengambilan keputusan finansial.
No Materi/Bab TP (Tujuan Pembelajaran) ATP Justifikasi Pengurutan (bunga tunggal dan tabungan) melalui diskusi kelompok dengan benar. 15 Perbandingan Murid mampu menjelaskan pengertian rasio/perbandingan dua besaran melalui pengamatan contoh dengan tepat. 7.8.1 Murid mampu menjelaskan pengertian rasio/perbandingan dua besaran melalui pengamatan contoh dengan tepat. Konkret ke abstrak: pengenalan konsep rasio dari contoh nyata sebagai dasar sebelum jenis-jenis perbandingan. 16 Perbandingan Murid mampu membedakan perbandingan senilai dan berbalik nilai melalui pengamatan tabel dengan benar. 7.8.2 Murid mampu membedakan perbandingan senilai dan berbalik nilai melalui pengamatan tabel dengan benar. Hierarki konsep: pembedaan jenis perbandingan diperlukan sebelum menyelesaikan masalah masing-masing jenis. 17 Perbandingan Murid mampu menyelesaikan masalah perbandingan senilai melalui latihan soal dengan tepat. 7.8.3 Murid mampu menyelesaikan masalah perbandingan senilai melalui latihan soal dengan tepat. Mudah ke sulit: perbandingan senilai lebih sederhana dan diajarkan lebih dahulu. 18 Perbandingan Murid mampu menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai melalui latihan soal dengan tepat. 7.8.4 Murid mampu menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai melalui latihan soal dengan tepat. Perbandingan berbalik nilai memiliki logika terbalik sehingga lebih menantang dan ditempatkan setelah perbandingan senilai. 19 Perbandingan Murid mampu menerapkan konsep skala dalam menyelesaikan masalah kontekstual (peta, denah, dan model) melalui diskusi kelompok dengan benar. 7.8.5 Murid mampu menerapkan konsep skala dalam menyelesaikan masalah kontekstual (peta, denah, dan model) melalui diskusi kelompok dengan benar. Tahap sintesis: skala merupakan aplikasi lanjutan dari konsep perbandingan senilai pada situasi nyata sebagai penutup materi semester 2. Batang, Juli 2026 Mengetahui, Kepala SMP Islam Batang Drs. Ahmad Shidiq Guru Mata Pelajaran, Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd
KRITERIA KETUNTASAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP) Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Fase : VII (Tujuh) / Fase D Satuan Pendidikan : SMP Islam Batang Tahun Pelajaran : 2026/2027 No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) 1 Murid mampu membaca, menulis, dan menyajikan bilangan bulat pada garis bilangan melalui pengamatan contoh dengan tepat. Murid belum mampu membaca dan menulis bilangan bulat dengan benar dan belum mampu menyajikan (meletakkan) bilangan bulat pada garis bilangan dengan tepat. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu membaca dan menulis bilangan bulat dengan benar namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyajikan (meletakkan) bilangan bulat pada garis bilangan dengan tepat. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu membaca dan menulis bilangan bulat dengan benar dan mampu menyajikan (meletakkan) bilangan bulat pada garis bilangan dengan tepat secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu membaca dan menulis bilangan bulat dengan benar dan menyajikan (meletakkan) bilangan bulat pada garis bilangan dengan tepat dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 2 Murid mampu membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat melalui garis bilangan dengan benar. Murid belum mampu membandingkan dua bilangan bulat menggunakan tanda "<", ">", atau "=" dan belum mampu mengurutkan sekumpulan bilangan bulat dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu membandingkan dua bilangan bulat menggunakan tanda "<", ">", atau "=" namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam mengurutkan sekumpulan bilangan bulat dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu membandingkan dua bilangan bulat menggunakan tanda "<", ">", atau "=" dan mampu mengurutkan sekumpulan bilangan bulat dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu membandingkan dua bilangan bulat menggunakan tanda "<", ">", atau "=" dan mengurutkan sekumpulan bilangan bulat dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 3 Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui latihan soal dengan tepat. Murid belum mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bilangan bulat (termasuk bilangan negatif) dan belum mampu menyelesaikan operasi pengurangan bilangan bulat (termasuk bilangan negatif). Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan Murid sudah mulai mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bilangan bulat (termasuk bilangan negatif) namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan operasi pengurangan bilangan bulat (termasuk bilangan negatif). Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bilangan bulat (termasuk bilangan negatif) dan mampu menyelesaikan operasi pengurangan bilangan bulat (termasuk bilangan negatif) secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bilangan bulat (termasuk bilangan negatif) dan menyelesaikan operasi pengurangan bilangan bulat (termasuk bilangan negatif) dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan.
No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. 4 Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat melalui latihan soal dengan tepat. Murid belum mampu menyelesaikan operasi perkalian bilangan bulat dengan aturan tanda yang benar dan belum mampu menyelesaikan operasi pembagian bilangan bulat dengan aturan tanda yang benar. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menyelesaikan operasi perkalian bilangan bulat dengan aturan tanda yang benar namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan operasi pembagian bilangan bulat dengan aturan tanda yang benar. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian bilangan bulat dengan aturan tanda yang benar dan mampu menyelesaikan operasi pembagian bilangan bulat dengan aturan tanda yang benar secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian bilangan bulat dengan aturan tanda yang benar dan menyelesaikan operasi pembagian bilangan bulat dengan aturan tanda yang benar dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 5 Murid mampu menentukan FPB, KPK, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Murid belum mampu menentukan FPB, KPK, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menentukan FPB, KPK, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menentukan FPB, KPK, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menentukan FPB, KPK, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menentukan FPB, KPK, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 6 Murid mampu menerapkan operasi hitung bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari melalui diskusi kelompok dengan benar. Murid belum mampu menerjemahkan masalah kontekstual sehari-hari ke dalam operasi hitung bilangan bulat dan belum mampu menyelesaikan dan menyimpulkan hasil penyelesaian masalah kontekstual bilangan bulat secara berkelompok. Sebagian besar jawaban masih Murid sudah mulai mampu menerjemahkan masalah kontekstual sehari-hari ke dalam operasi hitung bilangan bulat namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan dan menyimpulkan hasil penyelesaian masalah kontekstual bilangan bulat secara Murid sudah mulai mampu menerjemahkan masalah kontekstual sehari-hari ke dalam operasi hitung bilangan bulat namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan dan menyimpulkan hasil penyelesaian masalah kontekstual bilangan bulat secara Murid mampu menerjemahkan masalah kontekstual sehari-hari ke dalam operasi hitung bilangan bulat dan menyelesaikan dan menyimpulkan hasil penyelesaian masalah kontekstual bilangan bulat secara berkelompok dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih
No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. berkelompok. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. berkelompok. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 7 Murid mampu membaca, menulis, dan membandingkan bilangan pecahan (biasa, campuran, desimal, dan persen) melalui pengamatan contoh dengan tepat. Murid belum mampu membaca dan menulis bilangan pecahan dalam berbagai bentuk (biasa, campuran, desimal, persen) dan belum mampu membandingkan nilai antar bilangan pecahan dengan tepat. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu membaca dan menulis bilangan pecahan dalam berbagai bentuk (biasa, campuran, desimal, persen) namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam membandingkan nilai antar bilangan pecahan dengan tepat. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu membaca dan menulis bilangan pecahan dalam berbagai bentuk (biasa, campuran, desimal, persen) dan mampu membandingkan nilai antar bilangan pecahan dengan tepat secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu membaca dan menulis bilangan pecahan dalam berbagai bentuk (biasa, campuran, desimal, persen) dan membandingkan nilai antar bilangan pecahan dengan tepat dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 8 Murid mampu mengubah bentuk pecahan biasa, desimal, dan persen melalui latihan soal dengan benar. Murid belum mampu mengubah pecahan biasa menjadi bentuk desimal dan persen dan belum mampu mengubah bentuk desimal/persen menjadi pecahan biasa. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu mengubah pecahan biasa menjadi bentuk desimal dan persen namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam mengubah bentuk desimal/persen menjadi pecahan biasa. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu mengubah pecahan biasa menjadi bentuk desimal dan persen dan mampu mengubah bentuk desimal/persen menjadi pecahan biasa secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu mengubah pecahan biasa menjadi bentuk desimal dan persen dan mengubah bentuk desimal/persen menjadi pecahan biasa dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 9 Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan melalui latihan soal dengan tepat. Murid belum mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bilangan pecahan berbeda penyebut dan belum mampu menyelesaikan operasi pengurangan bilangan pecahan berbeda penyebut. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bilangan pecahan berbeda penyebut namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan operasi pengurangan bilangan pecahan berbeda penyebut. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bilangan pecahan berbeda penyebut dan mampu menyelesaikan operasi pengurangan bilangan pecahan berbeda penyebut secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bilangan pecahan berbeda penyebut dan menyelesaikan operasi pengurangan bilangan pecahan berbeda penyebut dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan.
No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) 10 Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan melalui latihan soal dengan tepat. Murid belum mampu menyelesaikan operasi perkalian bilangan pecahan dan belum mampu menyelesaikan operasi pembagian bilangan pecahan. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menyelesaikan operasi perkalian bilangan pecahan namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan operasi pembagian bilangan pecahan. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian bilangan pecahan dan mampu menyelesaikan operasi pembagian bilangan pecahan secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian bilangan pecahan dan menyelesaikan operasi pembagian bilangan pecahan dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 11 Murid mampu menerapkan operasi hitung pecahan dalam menyelesaikan masalah sehari-hari melalui diskusi kelompok dengan benar. Murid belum mampu menerjemahkan masalah sehari- hari ke dalam operasi hitung pecahan dan belum mampu menyelesaikan masalah kontekstual pecahan secara tepat melalui diskusi kelompok. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menerjemahkan masalah sehari- hari ke dalam operasi hitung pecahan namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah kontekstual pecahan secara tepat melalui diskusi kelompok. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menerjemahkan masalah sehari-hari ke dalam operasi hitung pecahan dan mampu menyelesaikan masalah kontekstual pecahan secara tepat melalui diskusi kelompok secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menerjemahkan masalah sehari-hari ke dalam operasi hitung pecahan dan menyelesaikan masalah kontekstual pecahan secara tepat melalui diskusi kelompok dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 12 Murid mampu menjelaskan pengertian dan notasi bilangan berpangkat bulat positif melalui pengamatan pola perkalian berulang dengan tepat. Murid belum mampu menjelaskan pengertian bilangan berpangkat sebagai bentuk perkalian berulang dan belum mampu menuliskan notasi bilangan berpangkat bulat positif dengan benar. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menjelaskan pengertian bilangan berpangkat sebagai bentuk perkalian berulang namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menuliskan notasi bilangan berpangkat bulat positif dengan benar. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menjelaskan pengertian bilangan berpangkat sebagai bentuk perkalian berulang dan mampu menuliskan notasi bilangan berpangkat bulat positif dengan benar secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menjelaskan pengertian bilangan berpangkat sebagai bentuk perkalian berulang dan menuliskan notasi bilangan berpangkat bulat positif dengan benar dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 13 Murid mampu menerapkan sifat-sifat operasi bilangan berpangkat (perkalian, pembagian, dan pangkat dari pangkat) melalui latihan soal dengan benar. Murid belum mampu menerapkan sifat perkalian dan pembagian pada bilangan berpangkat dan belum mampu menerapkan sifat pangkat dari pangkat pada bilangan berpangkat. Sebagian besar jawaban masih salah Murid sudah mulai mampu menerapkan sifat perkalian dan pembagian pada bilangan berpangkat namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menerapkan sifat pangkat dari pangkat pada Murid mampu menerapkan sifat perkalian dan pembagian pada bilangan berpangkat dan mampu menerapkan sifat pangkat dari pangkat pada bilangan berpangkat secara mandiri, tepat, dan sesuai Murid mampu menerapkan sifat perkalian dan pembagian pada bi
No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. bilangan berpangkat. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 14 Murid mampu menjelaskan bilangan berpangkat nol dan bilangan berpangkat bulat negatif melalui diskusi kelompok dengan tepat. Murid belum mampu menjelaskan nilai suatu bilangan berpangkat nol dan belum mampu menjelaskan dan mengubah bilangan berpangkat bulat negatif ke bentuk pecahan. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menjelaskan nilai suatu bilangan berpangkat nol namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menjelaskan dan mengubah bilangan berpangkat bulat negatif ke bentuk pecahan. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menjelaskan nilai suatu bilangan berpangkat nol dan mampu menjelaskan dan mengubah bilangan berpangkat bulat negatif ke bentuk pecahan secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menjelaskan nilai suatu bilangan berpangkat nol dan menjelaskan dan mengubah bilangan berpangkat bulat negatif ke bentuk pecahan dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 15 Murid mampu menentukan akar kuadrat dan akar pangkat tiga suatu bilangan melalui latihan soal dengan benar. Murid belum mampu menentukan akar kuadrat suatu bilangan dan belum mampu menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menentukan akar kuadrat suatu bilangan namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menentukan akar kuadrat suatu bilangan dan mampu menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menentukan akar kuadrat suatu bilangan dan menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 16 Murid mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan bilangan berpangkat dan bentuk akar melalui diskusi kelompok dengan tepat. Murid belum mampu menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam bentuk bilangan berpangkat atau bentuk akar dan belum mampu menyelesaikan masalah kontekstual bilangan berpangkat dan bentuk akar dengan tepat. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam bentuk bilangan berpangkat atau bentuk akar namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah kontekstual bilangan berpangkat dan bentuk akar dengan tepat. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam bentuk bilangan berpangkat atau bentuk akar dan mampu menyelesaikan masalah kontekstual bilangan berpangkat dan bentuk akar dengan tepat secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam bentuk bilangan berpangkat atau bentuk akar dan menyelesaikan masalah kontekstual bilangan berpangkat dan bentuk akar dengan tepat dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan.
No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) 17 Murid mampu menjelaskan pengertian notasi ilmiah (bentuk baku) melalui pengamatan contoh bilangan yang sangat besar dan sangat kecil dengan tepat. Murid belum mampu menjelaskan pengertian notasi ilmiah (bentuk baku) dan belum mampu mengidentifikasi ciri bilangan yang ditulis dalam notasi ilmiah pada contoh bilangan sangat besar/sangat kecil. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menjelaskan pengertian notasi ilmiah (bentuk baku) namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ciri bilangan yang ditulis dalam notasi ilmiah pada contoh bilangan sangat besar/sangat kecil. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menjelaskan pengertian notasi ilmiah (bentuk baku) dan mampu mengidentifikasi ciri bilangan yang ditulis dalam notasi ilmiah pada contoh bilangan sangat besar/sangat kecil secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menjelaskan pengertian notasi ilmiah (bentuk baku) dan mengidentifikasi ciri bilangan yang ditulis dalam notasi ilmiah pada contoh bilangan sangat besar/sangat kecil dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 18 Murid mampu mengubah bilangan biasa ke dalam notasi ilmiah dan sebaliknya melalui latihan soal dengan benar. Murid belum mampu mengubah bilangan biasa menjadi notasi ilmiah dan belum mampu mengubah notasi ilmiah menjadi bilangan biasa. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu mengubah bilangan biasa menjadi notasi ilmiah namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam mengubah notasi ilmiah menjadi bilangan biasa. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu mengubah bilangan biasa menjadi notasi ilmiah dan mampu mengubah notasi ilmiah menjadi bilangan biasa secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu mengubah bilangan biasa menjadi notasi ilmiah dan mengubah notasi ilmiah menjadi bilangan biasa dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 19 Murid mampu menerapkan notasi ilmiah untuk menyelesaikan masalah kontekstual (astronomi, mikroorganisme, dan sejenisnya) melalui diskusi kelompok dengan tepat. Murid belum mampu menerapkan notasi ilmiah pada data kontekstual (astronomi, mikroorganisme, dan sejenisnya) dan belum mampu menyelesaikan masalah kontekstual menggunakan notasi ilmiah secara tepat. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menerapkan notasi ilmiah pada data kontekstual (astronomi, mikroorganisme, dan sejenisnya) namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah kontekstual menggunakan notasi ilmiah secara tepat. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menerapkan notasi ilmiah pada data kontekstual (astronomi, mikroorganisme, dan sejenisnya) dan mampu menyelesaikan masalah kontekstual menggunakan notasi ilmiah secara tepat secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menerapkan notasi ilmiah pada data kontekstual (astronomi, mikroorganisme, dan sejenisnya) dan menyelesaikan masalah kontekstual menggunakan notasi ilmiah secara tepat dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 20 Murid mampu mengenali dan memprediksi pola dalam susunan benda dan bilangan melalui pengamatan gambar dengan tepat. Murid belum mampu mengenali pola pada susunan benda/bilangan dan belum mampu memprediksi kelanjutan pola susunan benda/bilangan. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan Murid sudah mulai mampu mengenali pola pada susunan benda/bilangan namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam memprediksi kelanjutan pola susunan benda/bilangan. Sebagian jawaban Murid mampu mengenali pola pada susunan benda/bilangan dan mampu memprediksi kelanjutan pola susunan be
No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. 21 Murid mampu menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar (variabel, koefisien, konstanta, dan suku) melalui latihan soal dengan benar. Murid belum mampu mengidentifikasi variabel, koefisien, konstanta, dan suku pada bentuk aljabar dan belum mampu menyatakan suatu situasi/permasalahan ke dalam bentuk aljabar. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu mengidentifikasi variabel, koefisien, konstanta, dan suku pada bentuk aljabar namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyatakan suatu situasi/permasalahan ke dalam bentuk aljabar. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu mengidentifikasi variabel, koefisien, konstanta, dan suku pada bentuk aljabar dan mampu menyatakan suatu situasi/permasalahan ke dalam bentuk aljabar secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu mengidentifikasi variabel, koefisien, konstanta, dan suku pada bentuk aljabar dan menyatakan suatu situasi/permasalahan ke dalam bentuk aljabar dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 22 Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar melalui latihan soal dengan tepat. Murid belum mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bentuk aljabar (suku sejenis) dan belum mampu menyelesaikan operasi pengurangan bentuk aljabar (suku sejenis). Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bentuk aljabar (suku sejenis) namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan operasi pengurangan bentuk aljabar (suku sejenis). Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bentuk aljabar (suku sejenis) dan mampu menyelesaikan operasi pengurangan bentuk aljabar (suku sejenis) secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menyelesaikan operasi penjumlahan bentuk aljabar (suku sejenis) dan menyelesaikan operasi pengurangan bentuk aljabar (suku sejenis) dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 23 Murid mampu menerapkan sifat komutatif, asosiatif, dan distributif untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen melalui diskusi kelompok dengan benar. Murid belum mampu menerapkan sifat komutatif dan asosiatif pada bentuk aljabar dan belum mampu menerapkan sifat distributif untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menerapkan sifat komutatif dan asosiatif pada bentuk aljabar namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menerapkan sifat distributif untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menerapkan sifat komutatif dan asosiatif pada bentuk aljabar dan mampu menerapkan sifat distributif untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menerapkan sifat komutatif dan asosiatif pada bentuk aljabar dan menerapkan sifat distributif untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 24 Murid mampu menyelesaikan operasi perkalian bentuk aljabar melalui latihan soal dengan tepat. Murid belum mampu menyelesaikan perkalian bentuk aljabar suku tunggal (monom) dan belum mampu menyelesaikan Murid sudah mulai mampu menyelesaikan perkalian bentuk aljabar suku tunggal (monom) namun belum konsisten, serta Murid mampu menyelesaikan perkalian bentuk aljabar suku tunggal (monom) dan mampu menyelesaikan perkalian bentuk Murid mampu menyelesaikan perkalian bentuk aljabar suku tungg
No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) perkalian bentuk aljabar suku dua (binom). Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan perkalian bentuk aljabar suku dua (binom). Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. aljabar suku dua (binom) secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 25 Murid mampu menjelaskan pengertian persamaan linear satu variabel (PLSV) melalui pengamatan contoh dengan tepat. Murid belum mampu menjelaskan pengertian persamaan linear satu variabel (PLSV) dan belum mampu mengidentifikasi contoh dan bukan contoh PLSV. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menjelaskan pengertian persamaan linear satu variabel (PLSV) namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi contoh dan bukan contoh PLSV. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menjelaskan pengertian persamaan linear satu variabel (PLSV) dan mampu mengidentifikasi contoh dan bukan contoh PLSV secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menjelaskan pengertian persamaan linear satu variabel (PLSV) dan mengidentifikasi contoh dan bukan contoh PLSV dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 26 Murid mampu menyelesaikan persamaan linear satu variabel (PLSV) melalui latihan soal dengan benar. Murid belum mampu menentukan penyelesaian PLSV menggunakan sifat kesetaraan penjumlahan/pengurangan dan belum mampu menentukan penyelesaian PLSV menggunakan sifat kesetaraan perkalian/pembagian. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menentukan penyelesaian PLSV menggunakan sifat kesetaraan penjumlahan/pengurangan namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menentukan penyelesaian PLSV menggunakan sifat kesetaraan perkalian/pembagian. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menentukan penyelesaian PLSV menggunakan sifat kesetaraan penjumlahan/pengurangan dan mampu menentukan penyelesaian PLSV menggunakan sifat kesetaraan perkalian/pembagian secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menentukan penyelesaian PLSV menggunakan sifat kesetaraan penjumlahan/pengurangan dan menentukan penyelesaian PLSV menggunakan sifat kesetaraan perkalian/pembagian dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 27 Murid mampu menjelaskan pengertian pertidaksamaan linear satu variabel (PTLSV) melalui pengamatan contoh dengan tepat. Murid belum mampu menjelaskan pengertian pertidaksamaan linear satu variabel (PTLSV) dan belum mampu mengidentifikasi tanda pertidaksamaan (<, >, ≤, ≥) pada contoh PTLSV. Sebagian besar jawaban Murid sudah mulai mampu menjelaskan pengertian pertidaksamaan linear satu variabel (PTLSV) namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi tanda Murid mampu menjelaskan pengertian pertidaksamaan linear satu variabel (PTLSV) dan mampu mengidentifikasi tanda pertidaksamaan (<, >, ≤, ≥) pada contoh PTLSV secara mandiri, tepat, Murid mampu menjelaskan pengertian pertidaksamaan linear satu variabel (PTLSV) dan mengidentifikasi tanda pertidaksamaan (<, >, ≤, ≥) pada contoh PTLSV dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih
No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. pertidaksamaan (<, >, ≤, ≥) pada contoh PTLSV. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 28 Murid mampu menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel (PTLSV) melalui latihan soal dengan benar. Murid belum mampu menentukan himpunan penyelesaian PTLSV dengan tepat dan belum mampu menyajikan himpunan penyelesaian PTLSV pada garis bilangan. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menentukan himpunan penyelesaian PTLSV dengan tepat namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyajikan himpunan penyelesaian PTLSV pada garis bilangan. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menentukan himpunan penyelesaian PTLSV dengan tepat dan mampu menyajikan himpunan penyelesaian PTLSV pada garis bilangan secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menentukan himpunan penyelesaian PTLSV dengan tepat dan menyajikan himpunan penyelesaian PTLSV pada garis bilangan dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 29 Murid mampu menerapkan PLSV dan PTLSV dalam menyelesaikan masalah kontekstual melalui diskusi kelompok dengan tepat. Murid belum mampu menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam model PLSV/PTLSV dan belum mampu menyelesaikan masalah kontekstual menggunakan PLSV/PTLSV dengan tepat. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam model PLSV/PTLSV namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah kontekstual menggunakan PLSV/PTLSV dengan tepat. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam model PLSV/PTLSV dan mampu menyelesaikan masalah kontekstual menggunakan PLSV/PTLSV dengan tepat secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam model PLSV/PTLSV dan menyelesaikan masalah kontekstual menggunakan PLSV/PTLSV dengan tepat dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 30 Murid mampu menjelaskan konsep untung, rugi, harga jual, dan harga beli melalui pengamatan kasus jual beli dengan tepat. Murid belum mampu menjelaskan konsep untung dan rugi dalam kegiatan jual beli dan belum mampu menentukan hubungan harga jual dan harga beli pada suatu kasus jual beli. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh Murid sudah mulai mampu menjelaskan konsep untung dan rugi dalam kegiatan jual beli namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menentukan hubungan harga jual dan harga beli pada suatu kasus jual beli. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menjelaskan konsep untung dan rugi dalam kegiatan jual beli dan mampu menentukan hubungan harga jual dan harga beli pada suatu kasus jual beli secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menjelaskan konsep untung dan rugi dalam kegiatan jual beli dan menentukan hubungan harga jual dan harga beli pada suatu kasus jual beli dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan.
No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. 31 Murid mampu menghitung persentase untung dan rugi melalui latihan soal dengan benar. Murid belum mampu menghitung besar untung/rugi dari suatu transaksi jual beli dan belum mampu menghitung persentase untung dan rugi terhadap harga beli. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menghitung besar untung/rugi dari suatu transaksi jual beli namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menghitung persentase untung dan rugi terhadap harga beli. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menghitung besar untung/rugi dari suatu transaksi jual beli dan mampu menghitung persentase untung dan rugi terhadap harga beli secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menghitung besar untung/rugi dari suatu transaksi jual beli dan menghitung persentase untung dan rugi terhadap harga beli dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 32 Murid mampu menjelaskan dan menghitung diskon, pajak, bruto, neto, dan tara melalui diskusi kelompok dengan tepat. Murid belum mampu menjelaskan dan menghitung diskon dan pajak dalam suatu transaksi jual beli dan belum mampu menjelaskan dan menghitung bruto, neto, dan tara pada suatu kemasan barang. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menjelaskan dan menghitung diskon dan pajak dalam suatu transaksi jual beli namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menjelaskan dan menghitung bruto, neto, dan tara pada suatu kemasan barang. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menjelaskan dan menghitung diskon dan pajak dalam suatu transaksi jual beli dan mampu menjelaskan dan menghitung bruto, neto, dan tara pada suatu kemasan barang secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menjelaskan dan menghitung diskon dan pajak dalam suatu transaksi jual beli dan menjelaskan dan menghitung bruto, neto, dan tara pada suatu kemasan barang dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 33 Murid mampu menyelesaikan masalah kontekstual berkaitan dengan literasi finansial (bunga tunggal dan tabungan) melalui diskusi kelompok dengan benar. Murid belum mampu menghitung bunga tunggal pada kegiatan menabung/meminjam dan belum mampu menyelesaikan masalah kontekstual literasi finansial terkait tabungan dengan tepat. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menghitung bunga tunggal pada kegiatan menabung/meminjam namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah kontekstual literasi finansial terkait tabungan dengan tepat. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menghitung bunga tunggal pada kegiatan menabung/meminjam dan mampu menyelesaikan masalah kontekstual literasi finansial terkait tabungan dengan tepat secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menghitung bunga tunggal pada kegiatan menabung/meminjam dan menyelesaikan masalah kontekstual literasi finansial terkait tabungan dengan tepat dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 34 Murid mampu menjelaskan pengertian rasio/perbandingan dua besaran melalui pengamatan contoh dengan tepat. Murid belum mampu menjelaskan pengertian rasio/perbandingan dua besaran dan belum mampu menuliskan rasio/perbandingan dua besaran dalam bentuk paling Murid sudah mulai mampu menjelaskan pengertian rasio/perbandingan dua besaran namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam Murid mampu menjelaskan pengertian rasio/perbandingan dua besaran dan mampu menuliskan rasio/perbandingan dua besaran dalam bentuk paling sederhana Murid mampu menjelaskan pengertian rasio/perbandingan dua besaran dan menuliskan rasio/perbandingan dua besaran dalam bentuk paling sed
No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) sederhana. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. menuliskan rasio/perbandingan dua besaran dalam bentuk paling sederhana. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 35 Murid mampu membedakan perbandingan senilai dan berbalik nilai melalui pengamatan tabel dengan benar. Murid belum mampu mengidentifikasi ciri perbandingan senilai pada data tabel dan belum mampu mengidentifikasi ciri perbandingan berbalik nilai pada data tabel. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu mengidentifikasi ciri perbandingan senilai pada data tabel namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ciri perbandingan berbalik nilai pada data tabel. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu mengidentifikasi ciri perbandingan senilai pada data tabel dan mampu mengidentifikasi ciri perbandingan berbalik nilai pada data tabel secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu mengidentifikasi ciri perbandingan senilai pada data tabel dan mengidentifikasi ciri perbandingan berbalik nilai pada data tabel dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 36 Murid mampu menyelesaikan masalah perbandingan senilai melalui latihan soal dengan tepat. Murid belum mampu menyusun model matematika masalah perbandingan senilai dan belum mampu menyelesaikan masalah perbandingan senilai dengan tepat. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menyusun model matematika masalah perbandingan senilai namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah perbandingan senilai dengan tepat. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menyusun model matematika masalah perbandingan senilai dan mampu menyelesaikan masalah perbandingan senilai dengan tepat secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menyusun model matematika masalah perbandingan senilai dan menyelesaikan masalah perbandingan senilai dengan tepat dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 37 Murid mampu menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai melalui latihan soal dengan tepat. Murid belum mampu menyusun model matematika masalah perbandingan berbalik nilai dan belum mampu menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai dengan tepat. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. Murid sudah mulai mampu menyusun model matematika masalah perbandingan berbalik nilai namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai dengan tepat. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. Murid mampu menyusun model matematika masalah perbandingan berbalik nilai dan mampu menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai dengan tepat secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. Murid mampu menyusun model matematika masalah perbandingan berbalik nilai dan menyelesaikan masalah perbandingan berbalik nilai dengan tepat dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. 38 Murid mampu menerapkan konsep skala dalam menyelesaikan masalah kontekstual Murid belum mampu menjelaskan konsep skala pada peta, denah, Murid sudah mulai mampu menjelaskan konsep skala pada Murid mampu menjelaskan konsep skala pada peta, denah, Murid mampu menjelaskan konsep skala pada peta, denah, atau model dan
No TP (Tujuan Pembelajaran) Belum mencapai ketuntasan, remidial di seluruh bagian (0- 40) Belum mencapai ketuntasan, remidial di bagian yang diperlukan (41-75) Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remidial (76-85) Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih (86- 100) (peta, denah, dan model) melalui diskusi kelompok dengan benar. atau model dan belum mampu menyelesaikan masalah kontekstual skala (peta, denah, model) dengan tepat. Sebagian besar jawaban masih salah walaupun sudah diberikan bimbingan intensif, sehingga remedial dilakukan pada seluruh bagian materi Tujuan Pembelajaran ini. peta, denah, atau model namun belum konsisten, serta masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah kontekstual skala (peta, denah, model) dengan tepat. Sebagian jawaban sudah benar sehingga remedial cukup difokuskan pada bagian indikator yang belum dikuasai. atau model dan mampu menyelesaikan masalah kontekstual skala (peta, denah, model) dengan tepat secara mandiri, tepat, dan sesuai kriteria Tujuan Pembelajaran tanpa memerlukan remedial. menyelesaikan masalah kontekstual skala (peta, denah, model) dengan tepat dengan sangat tepat, cepat, dan konsisten, serta mampu menyelesaikan soal atau permasalahan yang lebih kompleks/bervariasi sebagai bentuk pengayaan. Murid dinyatakan telah mencapai Tujuan Pembelajaran apabila kriteria capaiannya berada pada predikat sudah mencapai ketuntasan tidak perlu remidial (76-85) atau lebih tinggi.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) “Menjelajah Garis Bilangan: Membaca Suhu, Kedalaman Laut, dan Untung-Rugi di Sekitar Kita” Identitas ● Nama Sekolah : SMP Islam Batang ● Kelas/Fase : VII (Tujuh) / Fase D ● Semester : Ganjil ● Mata Pelajaran : Matematika ● Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 x pertemuan) ● Materi : Bilangan Bulat ● Topik : Membaca, Menulis, dan Menyajikan Bilangan Bulat pada Garis Bilangan A. Identifikasi Identifikasi Peserta Didik (Pengetahuan Awal) Murid kelas VII sudah mengenal bilangan asli dan bilangan cacah sejak SD, serta memahami cara menghitung maju dan mundur pada garis bilangan sederhana. Sebagian murid masih tertukar antara bilangan negatif dengan operasi pengurangan, dan belum terbiasa menentukan posisi bilangan negatif secara tepat pada garis bilangan. Murid sudah terbiasa dengan konteks suhu, ketinggian daratan, dan kedalaman laut dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pesisir Banyuputih, sehingga konteks ini relevan digunakan sebagai jembatan pemahaman. Materi Pelajaran Materi ini bersifat konseptual dan prosedural, memperkenalkan konsep bilangan bulat (bilangan positif, nol, dan negatif) serta cara membaca, menulis, dan menyajikannya pada garis bilangan. Tingkat kesulitan tergolong sedang karena murid perlu memahami arah (kiri- kanan) dan jarak suatu bilangan dari titik nol. Pembelajaran dibagi menjadi tiga tahap: 1. Memahami konsep bilangan bulat melalui konteks nyata suhu dan ketinggian permukaan laut di Banyuputih. 2. Mengaplikasikan pemahaman dengan menyajikan data kontekstual dalam bentuk garis bilangan melalui LKM kelompok. 3. Merefleksikan pemahaman melalui presentasi, diskusi, dan latihan mandiri. Dimensi Profil Lulusan (dipilih 3 dimensi) 1. Penalaran Kritis: murid mampu menganalisis dan membandingkan posisi/urutan bilangan bulat secara logis berdasarkan data kontekstual (suhu, kedalaman, untung-rugi). 2. Komunikasi: murid mampu menyampaikan hasil pemikiran serta menyajikan bilangan bulat pada garis bilangan secara lisan maupun tertulis dengan jelas. 3. Kemandirian: murid mampu menyelesaikan latihan dan tugas refleksi secara mandiri dengan penuh tanggung jawab. Lintas Disiplin Ilmu Materi ini berkaitan dengan IPA (konsep suhu dan penggunaan termometer), IPS/Geografi (ketinggian daratan dan kedalaman laut), serta kehidupan ekonomi sehari-hari (untung-rugi transaksi jual-beli hasil laut di lingkungan pesisir Banyuputih).
B. Desain Pembelajaran Capaian Pembelajaran Murid dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, serta bilangan dalam notasi ilmiah (bentuk baku). Murid dapat menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real, dan memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah, termasuk yang berkaitan dengan literasi finansial (aritmatika sosial). Murid dapat menggunakan rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah perbandingan. Tujuan Pembelajaran Murid dapat membaca, menulis, dan menyajikan bilangan bulat pada garis bilangan. Topik Pembelajaran Membaca, menulis, dan menyajikan bilangan bulat pada garis bilangan. Praktik Pedagogis Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang dipadukan dengan permainan edukatif garis bilangan dan diskusi kelompok. Kemitraan Pembelajaran Tidak ada kemitraan khusus dengan pihak eksternal pada pertemuan ini. Kolaborasi dilaksanakan secara internal antara murid dengan murid, serta murid dengan guru. Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di dalam kelas dengan suasana aktif, menggembirakan, dan saling menghargai. Guru membangun ruang aman bagi murid untuk bertanya dan mencoba tanpa takut salah, serta memberi kesempatan setiap murid menyampaikan pendapatnya. Pemanfaatan Digital (opsional) Perencanaan: menyusun RPP dan LKM menggunakan aplikasi pengolah kata. Proses: aplikasi Mentimeter/Wordwall dapat digunakan pada asesmen awal untuk menjaring jawaban murid secara cepat. Penilaian: aplikasi Quizizz dapat digunakan pada asesmen formatif akhir (disesuaikan dengan ketersediaan perangkat sekolah). C. Langkah-Langkah Pembelajaran PENDAHULUAN (10 menit) Orientasi Salam, Doa, dan Presensi Guru menyapa murid dengan hangat, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan belajar murid. Ice Breaking “Lompat Garis Bilangan” Guru menempelkan angka -5 sampai 5 berjarak sama di lantai kelas menggunakan selotip/kertas. Beberapa murid diminta melompat sesuai instruksi guru, misalnya “melompat 3 langkah ke kanan dari titik nol” atau “mundur 2 langkah dari angka 2”. Kegiatan ini menumbuhkan suasana menggembirakan sekaligus mengaktifkan pengetahuan awal murid tentang arah dan posisi bilangan pada garis bilangan.
Apersepsi & Pemantik Mengaitkan dengan Konteks Banyuputih Guru bertanya: “Tadi pagi suhu di Banyuputih sekitar 24°C, tapi kalau kita buka lemari es di rumah suhunya bisa -2°C. Menurut kalian, mana yang lebih dingin? Bagaimana cara kita menuliskan suhu di bawah nol?” Guru juga mengaitkan dengan kedalaman air tambak/laut di sekitar Banyuputih (“di bawah permukaan air”) sebagai gambaran bilangan negatif dalam kehidupan nyata. Informasi Menyampaikan Tujuan Pembelajaran Guru menjelaskan bahwa hari ini murid akan belajar membaca, menulis, dan menyajikan bilangan bulat pada garis bilangan menggunakan konteks kehidupan sehari-hari di Banyuputih. Guru menyampaikan garis besar kegiatan (diskusi kelompok mengerjakan LKM) dan bentuk penilaian yang akan dilakukan. INTI (55 menit) Memahami (15 menit) Prinsip: Bermakna, Berkesadaran Penguatan Konsep Bilangan Bulat Guru menjelaskan konsep bilangan bulat (positif, nol, dan negatif) menggunakan garis bilangan yang telah dibuat saat ice breaking. Murid diajak mengamati urutan bilangan dari yang terkecil ke terbesar dan hubungan suatu bilangan dengan lawannya (contoh: 3 dan -3 berjarak sama dari nol namun berlawanan arah). Guru mengaitkan penjelasan dengan konteks suhu dan kedalaman laut agar murid berkesadaran bahwa bilangan bulat bermakna nyata dalam kehidupan, bukan sekadar simbol matematis. Mengaplikasi (25 menit) Prinsip: Bermakna, Menggembirakan Diskusi Kelompok – LKM “Garis Bilangan di Sekitar Kita” Murid dibagi dalam kelompok kecil (3–4 orang) dan mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) yang berisi data suhu, ketinggian, dan hasil transaksi sederhana (untung/rugi) di lingkungan Banyuputih. Setiap kelompok membaca, menuliskan, dan menyajikan data tersebut pada garis bilangan yang disediakan di LKM. Guru berkeliling membimbing dan memberi pertanyaan pemantik, misalnya “Menurutmu, -8 lebih besar atau lebih kecil dari -3? Coba lihat posisinya pada garis bilangan.” Suasana dibuat menggembirakan dengan sedikit kompetisi antar kelompok untuk menyelesaikan LKM secara tepat dan tepat waktu. Merefleksi (15 menit) Prinsip: Berkesadaran, Bermakna Presentasi, Simpulan, dan Refleksi Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja LKM di depan kelas; kelompok lain menanggapi. Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan cara membaca, menulis, dan menyajikan bilangan bulat pada garis bilangan. Guru mengajak murid merefleksikan proses belajar secara berkesadaran dengan pertanyaan “Bagian mana yang tadinya sulit, tapi sekarang sudah kamu pahami? Strategi
apa yang membantumu memahami posisi bilangan bulat?” PENUTUP (15 menit) Penguatan Kesimpulan Bersama Guru menegaskan kembali konsep inti pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas. Asesmen Asesmen Formatif Akhir & Lembar Refleksi Murid mengerjakan soal pilihan ganda secara mandiri (terlampir pada bagian Asesmen). Murid mengisi lembar refleksi diri singkat tentang pemahaman dan perasaannya selama belajar. Tindak Lanjut Informasi Pertemuan Berikutnya & Penutup Guru memberi sedikit bocoran materi operasi hitung bilangan bulat untuk pertemuan berikutnya agar murid penasaran. Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas partisipasi murid, doa, dan salam penutup. D. Asesmen Pembelajaran 1. Asesmen Awal (Diagnostik) Dilaksanakan secara lisan/tertulis singkat pada kegiatan apersepsi untuk memetakan pemahaman awal murid tentang bilangan negatif, sebelum masuk ke materi inti. Soal Asesmen Awal: 1. Sebutkan salah satu contoh bilangan yang lebih kecil dari 0 (nol) yang pernah kamu temui dalam kehidupan sehari-hari! 2. Jika suhu di suatu tempat adalah 5 derajat di bawah nol, bagaimana cara kamu menuliskan bilangan tersebut? 3. Manakah yang lebih besar, -2 atau 3? Jelaskan alasanmu menurut pemahamanmu sendiri! Kunci Jawaban / Pedoman Penilaian Asesmen Awal: 4. Jawaban bervariasi (contoh: suhu di bawah nol, kedalaman laut/tambak, utang/kekurangan uang). Guru menilai apakah murid sudah memiliki gambaran awal tentang bilangan negatif. 5. Jawaban yang diharapkan: ditulis “-5” atau “5°C di bawah nol”. 6. Jawaban yang diharapkan: 3 lebih besar dari -2, karena letaknya lebih ke kanan pada garis bilangan (bilangan negatif selalu lebih kecil daripada bilangan positif). 2. Asesmen Formatif Proses Dilakukan melalui unjuk kerja saat murid mengerjakan LKM “Garis Bilangan di Sekitar Kita” secara berkelompok. Guru menilai menggunakan Rubrik LKM dan melakukan observasi sikap (Penalaran Kritis, Komunikasi, dan Kemandirian) selama diskusi berlangsung. Instrumen lengkap terlampir pada bagian Lembar Kerja Murid dan Rubrik Penilaian Sikap. 3. Asesmen Formatif Akhir Berupa 10 soal pilihan ganda yang dikerjakan murid secara mandiri di akhir pembelajaran. 1. Suhu di Banyuputih pada siang hari tercatat 30°C, sedangkan suhu di dalam freezer -4°C. Cara menuliskan suhu freezer yang tepat adalah… a. 4°C b. -4°C c. 0,4°C
d. 40°C 2. Perhatikan garis bilangan berikut: …, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …. Bilangan yang terletak 2 satuan di sebelah kiri angka 0 adalah… a. 2 b. -2 c. 0 d. -1 3. Seorang nelayan mencatat hasil tangkapannya: untung Rp50.000 ditulis +50.000, sedangkan rugi Rp20.000 ditulis… a. +20.000 b. 20.000 c. -20.000 d. 0,2.000 4. Di antara bilangan berikut, manakah yang paling kecil? a. -7 b. -2 c. 3 d. 0 5. Kedalaman sebuah tambak udang di Banyuputih adalah 1,5 meter di bawah permukaan air. Penulisan bilangan bulat yang tepat untuk kedalaman tersebut adalah… a. 1,5 b. -1,5 (tidak tepat untuk bilangan bulat, gunakan pembulatan -2) c. -2 d. 2 6. Bilangan -6 pada garis bilangan terletak… a. 6 satuan di sebelah kanan nol b. 6 satuan di sebelah kiri nol c. Tepat di titik nol d. Tidak dapat digambarkan pada garis bilangan 7. Urutan bilangan berikut dari yang terkecil ke terbesar adalah -3, 5, -1, 0, 2. Urutan yang tepat adalah… a. -3, -1, 0, 2, 5 b. 5, 2, 0, -1, -3 c. -1, -3, 0, 2, 5 d. 0, -1, -3, 2, 5 8. Jarak antara bilangan 4 dan -4 pada garis bilangan adalah… satuan. a. 0 b. 4 c. 8 d. 16 9. Manakah pernyataan yang benar tentang bilangan bulat negatif?
a. Selalu lebih besar daripada bilangan positif b. Terletak di sebelah kiri titik nol pada garis bilangan c. Tidak dapat dibandingkan dengan bilangan lain d. Selalu bernilai 0 10. Ketinggian suatu dataran di sekitar Banyuputih adalah 25 meter di atas permukaan laut, ditulis +25. Jika ada cekungan tambak dengan kedalaman 3 meter di bawah permukaan laut, penulisan yang tepat adalah… a. +3 b. -3 c. 3,0 d. 25 - 3 Kunci Jawaban Asesmen Formatif Akhir: 1. b. -4°C 2. b. -2 3. c. -20.000 4. a. -7 5. c. -2 6. b. 6 satuan di sebelah kiri nol 7. a. -3, -1, 0, 2, 5 8. c. 8 9. b. Terletak di sebelah kiri titik nol pada garis bilangan 10. b. -3 Lembar Kerja Murid (LKM)
“Garis Bilangan di Sekitar Kita” Nama Kelompok : ..................................................... Anggota : 1. .......................... 2. .......................... 3. .......................... 4. .......................... Kelas : VII ............ Hari/Tanggal : ..................................................... Tujuan: Membaca, menulis, dan menyajikan bilangan bulat pada garis bilangan berdasarkan data kontekstual di lingkungan Banyuputih. Bagian 1 – Membaca dan Menulis Bilangan Bulat Lengkapi tabel berikut berdasarkan data yang diberikan. Tuliskan bilangan bulat yang sesuai pada kolom “Penulisan Bilangan Bulat”. No Konteks / Data Penulisan Bilangan Bulat 1 Suhu udara pagi hari di Banyuputih 24°C di atas nol ................... 2 Suhu di dalam freezer 3°C di bawah nol ................... 3 Ketinggian dataran 15 meter di atas permukaan laut ................... 4 Kedalaman tambak 2 meter di bawah permukaan laut ................... 5 Untung berjualan ikan Rp30.000 ................... 6 Rugi berjualan ikan Rp10.000 ................... Bagian 2 – Menyajikan pada Garis Bilangan Gambarkan sebuah garis bilangan dari -10 sampai 10 pada kolom di bawah ini, lalu tandai (beri titik) posisi keenam data pada Bagian 1 sesuai penulisan bilangan bulatnya. Garis bilangan: -10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ____________________________________________________________________________ Bagian 3 – Pertanyaan Diskusi 1. Dari keenam data pada Bagian 1, manakah yang merupakan bilangan bulat negatif? Jelaskan alasanmu! 2. Bandingkan suhu freezer (-3) dengan kedalaman tambak (-2). Manakah yang lebih kecil? Jelaskan menggunakan garis bilangan! 3. Menurut kelompokmu, mengapa untung ditulis dengan bilangan positif dan rugi ditulis dengan bilangan negatif? Jawaban: .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. ..................................................................................................................................
Rubrik Penilaian LKM “Garis Bilangan di Sekitar Kita” Aspek Penilaian Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1) Ketepatan Membaca & Menulis Bilangan Bulat Menuliskan seluruh (6) data dengan bilangan bulat yang tepat. Menuliskan 4–5 data dengan tepat. Menuliskan 2–3 data dengan tepat. Menuliskan 0–1 data dengan tepat. Ketepatan Menyajikan pada Garis Bilangan Menandai seluruh titik pada garis bilangan secara tepat dan rapi. Menandai sebagian besar titik dengan tepat. Menandai sebagian kecil titik dengan tepat. Belum mampu menandai titik dengan tepat. Kualitas Jawaban Diskusi Menjawab seluruh pertanyaan diskusi dengan alasan logis dan lengkap. Menjawab dengan alasan cukup logis, sedikit kurang lengkap. Menjawab tanpa alasan yang jelas. Belum mampu menjawab pertanyaan diskusi. Kerja Sama Kelompok Seluruh anggota aktif berkontribusi dan saling membantu. Sebagian besar anggota aktif berkontribusi. Hanya sebagian kecil anggota yang aktif. Kelompok tidak menunjukkan kerja sama. Skor Akhir = (Total Skor Perolehan / 16) x 100 Rubrik Penilaian Sikap (Dimensi Profil Lulusan) Dimensi Berkembang Sangat Baik (4) Berkembang Sesuai Harapan (3) Mulai Berkembang (2) Belum Berkembang (1) Penalaran Kritis Secara mandiri dan akurat mampu menganalisis serta membandingkan posisi bilangan bulat dari berbagai konteks data. Mampu menganalisis posisi bilangan bulat dengan sedikit arahan guru. Dapat menyebutkan posisi bilangan, namun belum mampu menganalisis perbandingannya. Belum mampu menentukan atau menganalisis posisi bilangan bulat. Komunikasi Menyampaikan hasil kerja secara runtut, jelas, dan percaya diri baik lisan maupun tertulis. Menyampaikan hasil kerja dengan cukup jelas, sesekali memerlukan bantuan kata. Menyampaikan hasil kerja secara terbata-bata atau kurang runtut. Belum mampu menyampaikan hasil kerja secara lisan maupun tertulis. Kemandirian Menyelesaikan tugas individu secara penuh tanggung jawab Menyelesaikan tugas individu dengan sesekali memerlukan Menyelesaikan tugas individu hanya jika terus dipantau/diarahkan. Belum mampu menyelesaikan tugas individu meski telah
tanpa perlu diingatkan. pengingat guru. dibimbing. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan Tindak Lanjut Rentang Nilai Kriteria Ketercapaian dan Tindak Lanjut 0 – 20 Belum mencapai tujuan pembelajaran. Guru menanyakan kepada murid tantangan yang dihadapi dan memberikan remedial dengan mempelajari kembali seluruh materi. 21 – 40 Belum mencapai tujuan pembelajaran. Perlu remedial dengan mempelajari kembali sebagian besar materi. 41 – 60 Hampir mencapai tujuan pembelajaran. Perlu remedial pada bagian materi yang belum dikuasai. 61 – 80 Sudah mencapai tujuan pembelajaran. 81 – 100 Sudah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat baik. Perlu diberikan tantangan lebih lanjut (pengayaan). Program Remedial dan Pengayaan 1. Program Remedial Ditujukan bagi murid yang memperoleh nilai asesmen formatif akhir pada rentang 0–60. Tujuan: Membantu murid memahami kembali cara membaca, menulis, dan menyajikan bilangan bulat pada garis bilangan yang masih membingungkan. Bentuk Kegiatan: ● Pembelajaran Ulang (nilai 0–40): guru menjelaskan kembali menggunakan alat peraga garis bilangan sederhana secara personal/kelompok kecil. ● Tutor Sebaya (nilai 41–60): murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran (nilai > 80) membantu rekannya mendiskusikan kembali LKM. ● Penugasan Terstruktur: murid diminta menuliskan 5 contoh data bilangan bulat dari lingkungan rumah (suhu, ketinggian, untung-rugi) dan menyajikannya pada garis bilangan. Asesmen Remedial: guru memberikan soal sejenis dengan tingkat kesulitan yang sama melalui re-test singkat untuk memastikan pemahaman telah tercapai. 2. Program Pengayaan Ditujukan bagi murid yang memperoleh nilai asesmen formatif akhir pada rentang 81–100. Tujuan: Memberikan tantangan lebih untuk memperdalam pemahaman murid mengenai penerapan bilangan bulat dalam kehidupan nyata. Bentuk Kegiatan: ● Investigasi Mandiri: murid mengumpulkan data suhu harian selama 3 hari (pagi, siang, malam) di lingkungan rumah, lalu menyajikannya pada garis bilangan.
● Pembuatan Produk Kreatif: membuat poster sederhana tentang penerapan bilangan bulat dalam kehidupan nelayan/petani tambak di Banyuputih. ● Literasi Numerasi: membaca informasi sederhana tentang kedalaman laut Indonesia dan menuliskan kembali data tersebut dalam bentuk bilangan bulat pada garis bilangan. Laporan: hasil pengayaan dapat dipresentasikan secara singkat pada awal pertemuan berikutnya. Batang, Juli 2026 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Ahmad Shidiq Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) “Menjelajah Garis Bilangan: Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Bulat dalam Kehidupan Sehari-hari” Identitas Nama Sekolah : SMP Islam Batang Kelas/Fase : VII / Fase D Semester : Ganjil Mata Pelajaran : Matematika Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 kali pertemuan) Materi : Bilangan Bulat Topik : Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Bulat A. Identifikasi Identifikasi Murid(Pengetahuan Awal) Muridkelas 7 sudah mengenal bilangan bulat dan garis bilangan sejak SD, serta terbiasa membandingkan bilangan bulat positif dalam kehidupan sehari-hari (misalnya uang saku, jarak tempuh, atau nilai ulangan). Namun, sebagian Muridmasih mengalami miskonsepsi ketika membandingkan bilangan bulat negatif, misalnya menganggap -8 lebih besar daripada -3 karena hanya melihat angka tanpa memperhatikan tanda dan posisinya pada garis bilangan. Muridjuga sudah mengenal istilah “lebih dari” dan “kurang dari”, namun perlu dibimbing agar dapat menerapkannya secara konsisten pada bilangan negatif serta memahami simbol perbandingan (>, <, =). Materi Pelajaran Materi ini bersifat konseptual dan sangat dekat dengan kehidupan Muridsehari- hari, seperti perbandingan suhu, ketinggian tempat, dan kedalaman laut. Tingkat kesulitannya sedang karena Muridperlu memahami prinsip “semakin ke kanan pada garis bilangan, nilainya semakin besar”, terutama untuk bilangan negatif. Pembelajaran dibagi menjadi tiga tahap: 1. Kenalan Konsep: Guru mengaitkan bilangan bulat dengan data suhu berbagai kota melalui garis bilangan. 2. Coba Langsung (Eksplorasi Kontekstual): Muridsecara berkelompok membandingkan dan mengurutkan data suhu, ketinggian, dan kedalaman menggunakan LKM. 3. Diskusi Hasil: Muridmempresentasikan hasil pengurutan beserta alasan logisnya di depan kelas. Dimensi Profil Lulusan (3 dimensi dipilih sesuai tujuan pembelajaran) Penalaran Kritis: Muriddilatih menganalisis posisi bilangan bulat pada garis bilangan untuk menentukan mana yang lebih besar/kecil, termasuk membetulkan miskonsepsi pada bilangan negatif. Kemandirian: Muridmengerjakan bagian awal LKM secara mandiri sebelum berdiskusi kelompok, serta bertanggung jawab menyelesaikan latihan mengurutkan bilangan. Komunikasi: Muridmenyampaikan hasil perbandingan dan urutan bilangan bulat
beserta alasannya secara lisan maupun tertulis kepada teman sekelas. Lintas Disiplin Ilmu Materi ini berkaitan dengan mata pelajaran IPA (satuan suhu dan penggunaan termometer) dan IPS (kondisi geografis wilayah serta ketinggian dataran). B. Desain Pembelajaran Capaian Pembelajaran Muriddapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, serta bilangan dalam notasi ilmiah (bentuk baku). Muriddapat menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real, dan memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah, termasuk yang berkaitan dengan literasi finansial (aritmatika sosial). Muriddapat menggunakan rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah perbandingan. Tujuan Pembelajaran Muridmampu membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat dengan tepat menggunakan garis bilangan dan konteks kehidupan sehari-hari. Topik Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Bulat Praktik Pedagogis Pembelajaran kontekstual yang dipadukan dengan diskusi kelompok dan tanya jawab interaktif, berbasis garis bilangan dan data kehidupan nyata (suhu, ketinggian, dan kedalaman). Kemitraan Pembelajaran Tidak ada kemitraan khusus dari pihak eksternal dalam pertemuan ini; kolaborasi dilakukan secara internal antara Muriddengan Muriddan antara Muriddengan guru. Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas dengan suasana aktif, terbuka, dan saling menghargai pendapat; Muriddiberi kesempatan menyampaikan pendapat dan bertanya tanpa takut salah. Pemanfaatan Digital (opsional) Proses: polling suhu menggunakan Mentimeter/papan tulis digital pada kegiatan pemantik. Penilaian: kuis interaktif Quizizz untuk asesmen formatif akhir (opsional, dapat digantikan kuis tertulis). C. Langkah-Langkah Pembelajaran Pendahuluan (10 menit) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu Salam, Doa, dan Presensi Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa bersama, mengecek kehadiran, serta menanyakan kabar dan kesiapan belajar peserta didik. 2 menit Ice Breaking: “Tebak Suhu Ekstrem” Guru menampilkan 4 kartu bertuliskan suhu suatu tempat (contoh: 32°C, -3°C, 15°C, -8°C). Muridberadu cepat mengacungkan tangan menebak suhu “paling panas” dan “paling dingin”. Kegiatan singkat ini membangun suasana 3 menit
menggembirakan sebelum masuk ke materi. Apersepsi dan Pemantik Guru bertanya, “Jika suhu suatu tempat -20°C dan suhu kota kita sekitar 30°C, mana yang lebih dingin? Mana yang lebih besar nilainya?” Guru menampilkan garis bilangan sederhana dan meminta Muridmenunjuk letak kedua angka tersebut. 3 menit Penyampaian Tujuan dan Alur Belajar Guru menyampaikan tujuan pembelajaran (membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat), alur kegiatan (diskusi kelompok mengisi LKM), serta teknik penilaian yang akan digunakan (observasi sikap, LKM, dan kuis akhir). 2 menit Inti (60 menit) Memahami (prinsip: bermakna, berkesadaran) Penguatan Konsep Garis Bilangan Guru menggambar garis bilangan dari -10 sampai 10 di papan tulis. Guru bertanya, “Jika berjalan ke kanan, apakah nilainya semakin besar atau kecil? Bagaimana jika ke kiri?” Guru menegaskan prinsip bahwa semakin ke kanan pada garis bilangan, nilainya semakin besar (prinsip bermakna: mengaitkan konsep dengan arah gerak yang nyata dan mudah dibayangkan). 8 menit Meluruskan Miskonsepsi Bilangan Negatif Guru menampilkan dua suhu, -8°C dan -3°C, lalu bertanya, “Mana yang lebih dingin? Mana bilangan yang lebih besar?” Guru membimbing Muridsecara berkesadaran menyadari bahwa -3 lebih besar daripada -8 karena posisinya lebih ke kanan pada garis bilangan, meskipun angka 8 “terlihat” lebih besar daripada 3. 7 menit Pengenalan Simbol Perbandingan Guru mengenalkan simbol >, <, dan = beserta cara membacanya, dikaitkan dengan contoh suhu dan ketinggian tempat. Muridmengucapkan bersama-sama simbol tersebut sambil menunjukkan gerakan tangan (kanan = lebih besar, kiri = lebih kecil) sebagai penguatan yang menggembirakan dan berkesadaran. 5 menit Mengaplikasi (prinsip: bermakna, menggembirakan) Pembentukan Kelompok dan Pembagian LKM Guru membagi Muridke dalam kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan LKM “Bandingkan dan Urutkan Bilangan Bulat” yang berisi data suhu, ketinggian tempat, dan kedalaman. 3 menit Eksplorasi Data Kontekstual Secara berkelompok, Muridmembandingkan dan mengurutkan data pada LKM menggunakan garis bilangan bantu yang tersedia. Kegiatan dibuat menggembirakan dengan sedikit unsur permainan (kelompok tercepat dan tertepat mendapat apresiasi), sekaligus tetap bermakna karena data yang digunakan dekat dengan kehidupan nyata. 15 menit Bimbingan Guru Guru berkeliling membimbing kelompok yang mengalami kesulitan dengan pertanyaan pemantik seperti “Coba letakkan dulu di garis bilangan, mana yang posisinya lebih ke kanan?” 7 menit
tanpa langsung memberi jawaban, menjaga suasana belajar tetap bermakna dan menyenangkan. Merefleksi dan Penutup (prinsip: berkesadaran, bermakna) Presentasi Hasil Kelompok 1-2 kelompok mempresentasikan hasil perbandingan dan pengurutan data beserta alasannya di depan kelas; kelompok lain menanggapi atau bertanya. 5 menit Kesimpulan Bersama Guru dan Muridbersama-sama menyimpulkan cara membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat, menegaskan kembali bahwa posisi pada garis bilangan lebih menentukan daripada besar angka semata. 4 menit Refleksi Diri (Lembar Refleksi) Muridmengisi lembar refleksi singkat mengenai apa yang telah dipelajari, bagian yang masih sulit dipahami, dan perasaan mereka selama belajar hari ini secara berkesadaran. 3 menit Asesmen Formatif Akhir dan Info Pertemuan Berikutnya Muridmengerjakan kuis singkat (asesmen formatif akhir). Guru memberikan apresiasi atas partisipasi Muriddan memberi sedikit bocoran materi pertemuan berikutnya, yaitu operasi hitung bilangan bulat, agar Muridpenasaran. 3 menit D. Asesmen (Penilaian) ● Asesmen Formatif Awal: dilakukan secara lisan pada kegiatan ice breaking dan apersepsi untuk melihat pemahaman awal Muridmengenai bilangan bulat, termasuk bilangan negatif (soal dan kunci jawaban terlampir). ● Asesmen Formatif Proses Pembelajaran: unjuk kerja melalui Lembar Kerja Murid (LKM) berkelompok (terlampir beserta rubrik penilaian). ● Asesmen Formatif Akhir Pembelajaran: tes tertulis pilihan ganda 10 soal (terlampir beserta kunci jawaban).
Asesmen Formatif Awal (Lisan) Soal (disampaikan secara lisan/cepat-tanggap di awal pembelajaran): 1. Di antara -5 dan 3, manakah bilangan yang lebih besar? 2. Suhu Kota A adalah -2°C dan Kota B adalah 5°C. Kota manakah yang lebih dingin? 3. Urutkan bilangan berikut dari yang terkecil: 4, -6, 0, -1. Kunci Jawaban: 1. 3 (karena posisinya lebih ke kanan pada garis bilangan dibandingkan -5). 2. Kota A, karena -2°C < 5°C. 3. -6, -1, 0, 4. Lembar Kerja Murid (LKM) Judul: Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Bulat – “Suhu, Ketinggian, dan Kedalaman” Nama Kelompok : .................................... Anggota: 1. .................................................... No. Absen: ............... 2. .................................................... No. Absen: ............... 3. .................................................... No. Absen: ............... 4. .................................................... No. Absen: ............... Tujuan: Muridmampu membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat menggunakan konteks suhu, ketinggian tempat, dan kedalaman. Alat dan Bahan: LKM ini, alat tulis, dan garis bilangan bantu (disediakan pada lembar ini). Garis Bilangan Bantu: -10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kegiatan 1: Membandingkan Suhu Perhatikan data suhu berikut (data fiktif untuk latihan): Kota Suhu (°C) Kota Melati 32 Kota Anggrek -3 Kota Kenanga 15 Kota Cempaka -8 Lengkapi perbandingan berikut dengan tanda >, <, atau = a. Suhu Kota Melati ....... Suhu Kota Kenanga b. Suhu Kota Anggrek ....... Suhu Kota Cempaka c. Suhu Kota Kenanga ....... Suhu Kota Anggrek d. Suhu Kota Cempaka ....... Suhu Kota Melati
Kegiatan 2: Mengurutkan Ketinggian dan Kedalaman Perhatikan data posisi berikut terhadap permukaan laut (data fiktif untuk latihan). Nilai positif menunjukkan ketinggian, nilai negatif menunjukkan kedalaman: Lokasi Ketinggian/Kedalaman (m) Dataran Tinggi Argopuro* 1.200 Lembah Hijau* -50 Palung Nusa* -300 Bukit Damai* 25 *Nama lokasi bersifat fiktif, digunakan untuk latihan. Urutkan lokasi-lokasi di atas dari yang paling rendah (paling dalam) ke yang paling tinggi: Jawab: .................................................................................................................. Pertanyaan Diskusi: 1. Bagaimana cara kalian menentukan bilangan bulat negatif yang lebih besar/kecil? Jelaskan menggunakan garis bilangan! 2. Mengapa -8 dikatakan lebih kecil daripada -3, padahal 8 lebih besar daripada 3? Jelaskan alasannya! 3. Susunlah kembali data suhu pada Kegiatan 1 dari yang terkecil ke yang terbesar! Jawaban: .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. Rubrik Penilaian LKM Aspek Penilaian Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1) Ketepatan Membandingkan Seluruh perbandingan bilangan bulat (simbol >, <, =) benar dan konsisten. Sebagian besar perbandingan benar, hanya 1 kesalahan kecil. Sebagian perbandingan benar, terdapat kesalahan pada bilangan negatif. Sebagian besar perbandingan masih salah. Ketepatan Mengurutkan Seluruh data diurutkan dengan tepat dari terkecil ke terbesar (atau sebaliknya). Urutan tepat namun ada 1 data yang tertukar posisinya. Urutan sebagian besar tepat, lebih dari 1 data tertukar. Urutan tidak tepat/acak. Penjelasan Alasan Alasan dijelaskan dengan logis dan menyebutkan posisi pada garis bilangan. Alasan cukup logis namun kurang lengkap. Alasan disebutkan namun kurang tepat/tidak berkaitan dengan garis bilangan. Tidak ada penjelasan alasan. Kerja Sama Seluruh anggota Sebagian besar Hanya 1-2 anggota Tidak ada kerja
Kelompok aktif berdiskusi dan berbagi tugas secara adil. anggota aktif berdiskusi. yang aktif, lainnya pasif. sama, dikerjakan sendiri oleh satu orang. Rubrik Pengamatan Sikap (Dimensi Profil Lulusan) Dimensi Profil Lulusan Berkembang Sangat Baik (4) Berkembang Sesuai Harapan (3) Mulai Berkembang (2) Belum Berkembang (1) Penalaran Kritis Mampu membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat secara mandiri dan akurat, termasuk menjelaskan posisi bilangan negatif pada garis bilangan dengan tepat. Mampu membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat dengan benar, namun masih memerlukan sedikit arahan untuk bilangan negatif. Dapat membandingkan bilangan bulat positif, tetapi masih bingung saat membandingkan bilangan negatif. Belum mampu membandingkan atau mengurutkan bilangan bulat meskipun sudah dibimbing. Kemandirian Mengerjakan bagian mandiri pada LKM secara tuntas tanpa diminta, serta membantu mengingatkan teman untuk menyelesaikan tugas. Mengerjakan bagian mandiri pada LKM secara tuntas dengan sedikit pengingat dari guru. Mengerjakan tugas mandiri jika terus diingatkan atau didampingi. Belum menyelesaikan tugas mandiri meskipun sudah diingatkan berulang kali. Komunikasi Menyampaikan hasil perbandingan/pengurutan beserta alasan secara runtut, jelas, dan percaya diri di depan kelas. Menyampaikan hasil dengan cukup jelas, sesekali memerlukan bantuan teman. Menyampaikan hasil namun kurang runtut atau kurang percaya diri. Belum berani atau belum mampu menyampaikan hasil diskusi. Asesmen Formatif Akhir Pembelajaran (Soal Pilihan Ganda)
Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Diantara bilangan -7 dan 4, pernyataan yang benar adalah ... a. -7 > 4 karena 7 lebih besar dari 4 b. -7 < 4 karena -7 terletak di sebelah kiri 4 pada garis bilangan c. -7 = 4 karena keduanya bilangan bulat d. -7 tidak bisa dibandingkan dengan 4 2. Suhu Kota Melati 15°C dan suhu Kota Anggrek -6°C. Pernyataan yang tepat adalah ... a. Suhu Kota Anggrek lebih tinggi daripada Kota Melati b. Suhu Kota Melati sama dengan Kota Anggrek c. Suhu Kota Melati lebih tinggi daripada Kota Anggrek d. Kedua kota memiliki suhu yang sama-sama dingin 3. Urutan bilangan -5, 2, -9, 0 dari yang terkecil ke terbesar adalah ... a. -9, -5, 0, 2 b. -5, -9, 0, 2 c. 2, 0, -5, -9 d. 0, -5, -9, 2 4. Manakah pernyataan yang benar tentang -12 dan -4? a. -12 lebih besar daripada -4 b. -12 lebih kecil daripada -4 c. -12 sama dengan -4 d. -12 dan -4 tidak dapat dibandingkan 5. Sebuah kapal selam berada pada kedalaman -80 m dan seekor burung terbang pada ketinggian 25 m dari permukaan laut. Perbandingan posisi keduanya yang tepat adalah ... a. -80 > 25 b. -80 = 25 c. -80 < 25 d. Tidak dapat dibandingkan karena satuannya berbeda 6. Perhatikan bilangan berikut: -3, -15, 8, -1. Bilangan terkecil adalah ... a. -3 b. -15 c. 8 d. -1 7. Jika sebuah bilangan bulat terletak lebih ke kiri pada garis bilangan dibandingkan bilangan lain, maka bilangan tersebut ... a. lebih besar b. lebih kecil c. sama besar d. tidak dapat ditentukan 8. Urutan suhu 4 kota: Kota P = -10°C, Kota Q = 6°C, Kota R = -2°C, Kota S = 0°C. Urutan dari yang paling dingin ke paling panas adalah ... a. P, R, S, Q b. Q, S, R, P c. P, Q, R, S d. S, R, P, Q 9. Tanda yang tepat untuk melengkapi pernyataan -6 ... -6 adalah ... a. > b. < c. = d. tidak dapat ditentukan 10. Seorang Murid berkata, “-20 lebih besar daripada -5 karena 20 lebih besar daripada 5”. Pernyataan tersebut ... a. Benar, karena semakin besar angkanya semakin besar nilainya b. Salah, karena -20 terletak lebih ke kiri pada garis bilangan sehingga nilainya lebih kecil daripada -5
c. Benar, karena keduanya bilangan negatif d. Salah, karena -20 dan -5 tidak dapat dibandingkan Kunci Jawaban 1. b. -7 < 4, karena -7 terletak di sebelah kiri 4 pada garis bilangan. 2. c. Suhu Kota Melati (15°C) lebih tinggi daripada Kota Anggrek (-6°C). 3. a. -9, -5, 0, 2. 4. b. -12 lebih kecil daripada -4, karena -12 terletak lebih ke kiri pada garis bilangan. 5. c. -80 < 25, kedalaman ditulis dengan bilangan negatif sehingga lebih kecil daripada ketinggian positif. 6. b. -15 adalah bilangan terkecil. 7. b. lebih kecil. 8. a. P, R, S, Q (dari -10°C ke 6°C). 9. c. = (sama besar). 10. b. Salah, karena -20 terletak lebih ke kiri pada garis bilangan sehingga nilainya lebih kecil daripada -5. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan Tindak Lanjut 0 – 20 Belum mencapai tujuan pembelajaran. Guru menanyakan kepada Muridkesulitan yang dihadapi (perlu remedial dengan mempelajari kembali seluruh konsep perbandingan dan pengurutan bilangan bulat). 21 – 40 Belum mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali sebagian besar konsep, terutama perbandingan bilangan negatif. 41 – 60 Hampir mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial pada bagian konsep yang belum dikuasai. 61 – 80 Sudah mencapai tujuan pembelajaran. 81 – 100 Sudah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat baik, perlu tantangan lebih lanjut (pengayaan). Program Remedial dan Pengayaan 1. Program Remedial Program ini ditujukan bagi Muridyang memperoleh rentang nilai 0-60 pada asesmen formatif akhir. ● Tujuan: membantu Muridmemahami cara membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat, terutama bilangan negatif, yang sebelumnya masih membingungkan. Bentuk Kegiatan: ● Pembelajaran Ulang (nilai 0-40): guru menjelaskan kembali konsep garis bilangan menggunakan alat peraga sederhana (misalnya tali/pita berskala) secara personal atau kelompok kecil. ● Tutor Sebaya (nilai 41-60): Muridyang telah mencapai tujuan pembelajaran (nilai > 80) membantu teman yang belum tuntas mendiskusikan kembali pertanyaan pada LKM. ● Penugasan Terstruktur: Muriddiminta membuat daftar 5 bilangan bulat dari kehidupan sehari-hari (suhu, hutang, ketinggian, dsb.) lalu mengurutkannya beserta alasan menggunakan garis bilangan. ● Asesmen Remedial: memberikan soal sejenis dengan tingkat kesulitan yang sama melalui re-test singkat untuk memastikan pemahaman telah tercapai.
2. Program Pengayaan Program ini ditujukan bagi Muridyang memperoleh rentang nilai 81-100 (telah melampaui tujuan pembelajaran). ● Tujuan: memberikan tantangan lebih untuk memperdalam pemahaman Muridmengenai penerapan bilangan bulat dalam kehidupan nyata. Bentuk Kegiatan: ● Investigasi Mandiri: Muridmencari data suhu terendah dan tertinggi di berbagai wilayah Indonesia dari sumber terpercaya, lalu mengurutkannya dan menjelaskan hasilnya. ● Pembuatan Produk Kreatif: membuat poster “Garis Bilangan Kehidupan” yang menampilkan contoh bilangan bulat positif dan negatif dari berbagai konteks (suhu, ketinggian, keuangan). ● Literasi Numerasi: menyelesaikan soal tantangan mengurutkan bilangan bulat yang lebih kompleks (melibatkan lebih banyak data) dan mempresentasikan strategi penyelesaiannya. Laporan: hasil pengayaan dapat dipresentasikan secara singkat di awal pertemuan berikutnya untuk memicu rasa ingin tahu teman sekelas lainnya. Batang, Juli 2026 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Ahmad Shidiq Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Menaklukkan Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat melalui Suhu dan Untung-Rugi Kehidupan Sehari-hari Identitas Nama Sekolah : SMP Islam Batang Kelas / Fase : VII (Tujuh) / Fase D Semester : Ganjil Mata Pelajaran : Matematika Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 kali pertemuan) Materi : Bilangan Bulat Topik : Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat A. Identifikasi Identifikasi Peserta Didik Pengetahuan Awal: • Peserta didik sudah mengenal bilangan bulat (positif, negatif, dan nol) sejak SD/MI dan sudah bisa membaca garis bilangan sederhana. • Sebagian peserta didik masih ragu ketika menjumlahkan bilangan negatif dengan positif, atau saat pengurangan menghasilkan bilangan negatif. • Peserta didik memiliki pengalaman kontekstual sehari-hari (suhu, kedalaman laut, ketinggian, uang jajan/utang) yang dapat dikaitkan dengan bilangan bulat. Kebutuhan Belajar: penguatan konsep melalui media visual (garis bilangan) dan konteks nyata yang dekat dengan kehidupan peserta didik, serta suasana belajar yang tidak membuat peserta didik takut salah. Materi Pelajaran Materi bersifat konseptual-prosedural. Tingkat kesulitan sedang karena peserta didik perlu memahami aturan tanda (+/-) yang sering tertukar. Materi sangat dekat dengan kehidupan peserta didik (suhu, kondisi keuangan). Pembelajaran dibagi menjadi tiga tahap sederhana: • Penguatan Konsep: guru mengaitkan bilangan bulat dengan suhu dan garis bilangan. • Latihan Terbimbing: peserta didik berdiskusi kelompok menyelesaikan soal kontekstual pada LKS. • Penerapan Mandiri: peserta didik menyelesaikan soal secara individu untuk mengecek pemahaman. Dimensi Profil Lulusan (3 Dimensi Terpilih) • Penalaran Kritis: peserta didik menganalisis dan menentukan strategi yang tepat untuk menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada berbagai konteks (suhu, untung-rugi). • Kreativitas: peserta didik mencoba dan memilih sendiri cara/strategi (garis bilangan, benda konkret, atau cara berhitung lain) untuk menyelesaikan operasi bilangan bulat. • Kemandirian: peserta didik mengerjakan latihan soal secara mandiri dan bertanggung jawab menyelesaikan tugas individu tepat waktu. Lintas Disiplin Ilmu Materi ini berkaitan dengan mata pelajaran IPA (konsep suhu dan perubahan cuaca) serta IPS/literasi finansial (untung-rugi dan utang-piutang dalam kegiatan ekonomi sehari-hari). B. Desain Pembelajaran Capaian Pembelajaran Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, serta bilangan dalam notasi ilmiah (bentuk baku). Peserta didik dapat menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real, dan memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah, termasuk yang berkaitan dengan literasi finansial (aritmatika sosial). Peserta didik dapat menggunakan rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah perbandingan. Tujuan Pembelajaran Melalui pengamatan konteks suhu dan diskusi kelompok, peserta didik mampu menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan tepat dan percaya diri. Topik Pembelajaran Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat. Praktik Pedagogis Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dipadukan dengan pendekatan konkret-representasi-abstrak menggunakan garis bilangan, disertai diskusi kelompok kecil. Kemitraan Pembelajaran Tidak ada kemitraan khusus dari pihak eksternal pada pertemuan ini. Kolaborasi dilaksanakan secara internal antara guru dengan peserta didik, serta antarpeserta didik dalam kelompok kecil.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas dengan suasana aktif dan menyenangkan. Guru menyiapkan garis bilangan besar di papan tulis/lantai kelas sebagai media bantu, serta membuka ruang bagi peserta didik untuk bertanya dan berpendapat tanpa takut salah. Pemanfaatan Digital (opsional) Perencanaan: menyusun RPP dan bahan tayang menggunakan komputer/laptop. Proses: menampilkan ilustrasi suhu berbagai kota melalui proyektor/gawai. Penilaian: kuis daring (misalnya Quizizz/Wordwall) untuk asesmen formatif akhir jika fasilitas tersedia; jika tidak tersedia, kuis dilakukan secara tertulis. C. Langkah-Langkah Pembelajaran Tahap Waktu Deskripsi Kegiatan Pendahuluan 10 menit Salam & Sapa: guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan menanyakan kesiapan belajar (misalnya dengan mengacungkan jari 1-5 sesuai tingkat semangat). Ice Breaking “Tepuk Positif-Negatif”: guru menyebutkan sebuah bilangan; peserta didik bertepuk tangan satu kali jika bilangan positif dan menghentakkan kaki satu kali jika bilangan negatif (contoh: 5, -3, 10, -7). Kegiatan singkat ini menyegarkan suasana sekaligus mengingatkan konsep bilangan positif-negatif. Apersepsi: guru bertanya, “Pernahkah kalian mendengar berita suhu di puncak gunung yang mencapai di bawah 0°C? Apa artinya suhu di bawah 0°C itu?” Pemantik: guru menunjukkan gambar termometer dua kota (misalnya suhu pagi di Kota Malang 20°C dan suhu di Gunung Bromo -3°C), lalu bertanya, “Jika suhu di Gunung Bromo naik 15°C, menjadi berapa suhunya? Bagaimana cara menghitungnya?” Guru menampung berbagai jawaban peserta didik tanpa menyalahkan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, garis besar kegiatan (mengamati, diskusi kelompok, latihan mandiri), dan bentuk asesmen yang akan dilakukan (pengamatan sikap dan tes tertulis). Inti – Memahami (Prinsip: bermakna, berkesadaran) 10 menit • Guru mengaitkan hasil ice breaking dan pemantik suhu dengan konsep garis bilangan: bilangan negatif berada di sebelah kiri nol, bilangan positif di sebelah kanan nol. • Guru mendemonstrasikan cara menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat menggunakan garis bilangan (bergerak ke kanan untuk penjumlahan bilangan positif/pengurangan bilangan negatif; bergerak ke kiri untuk pengurangan bilangan positif/penjumlahan bilangan negatif), memakai contoh suhu Gunung Bromo: -3 + 15 = 12. • Guru mengajak 2–3 peserta didik maju mencoba sendiri di garis bilangan besar yang telah disiapkan, dengan soal berbeda (misalnya -4 – 3, 6 – 10). Guru menekankan bahwa belajar ini bermakna karena berkaitan langsung dengan fenomena yang dialami sehari-hari, dan mengajak peserta didik menyadari proses belajarnya sendiri tanpa takut mencoba (berkesadaran). Inti – Mengaplikasi (Prinsip: bermakna, menggembirakan) 40 menit • Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil (4–5 orang). • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi soal kontekstual bertema suhu dan untung-rugi uang jajan. • Peserta didik berdiskusi menyelesaikan soal LKS menggunakan strategi pilihan mereka sendiri (garis bilangan, benda konkret, atau berhitung langsung) — memberi ruang kreativitas. • Guru berkeliling memantau, memberi pertanyaan pemantik seperti “Menurutmu, kalau utang bertambah, apakah bilangannya menjadi lebih besar atau lebih kecil?”, dan memberi scaffolding bagi kelompok yang kesulitan. Guru sesekali menyelipkan apresiasi ringan (“Wah, kelompok ini semangat sekali berhitungnya, seperti sedang berburu harta karun!”) agar suasana tetap menggembirakan. Merefleksi dan Penutup (Prinsip: bermakna, berkesadaran) 20 menit • Perwakilan 1–2 kelompok membagikan hasil diskusi dan strategi yang digunakan; kelompok lain menanggapi. • Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan aturan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat; guru meluruskan miskonsepsi bila ada.
Tahap Waktu Deskripsi Kegiatan • Peserta didik mengisi lembar refleksi singkat (perasaan belajar hari ini dan bagian yang masih membingungkan) untuk melatih kesadaran diri terhadap proses belajarnya. • Guru memberikan Asesmen Formatif Akhir (kuis tertulis individu, terlampir). • Guru menyampaikan sedikit gambaran materi pertemuan berikutnya (operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat) untuk memancing rasa penasaran. Guru menutup pembelajaran dengan salam. D. Asesmen (Penilaian) Asesmen Awal (Diagnostik): dilakukan pada kegiatan ice breaking dan pemantik suhu untuk mengecek pemahaman awal peserta didik terhadap bilangan bulat, dilengkapi 3 soal singkat (soal dan kunci jawaban terlampir). Asesmen Formatif Proses Pembelajaran: unjuk kerja/observasi selama diskusi kelompok mengerjakan LKS, dinilai menggunakan Rubrik Penilaian Sikap dan Rubrik Penilaian LKS (terlampir). Asesmen Formatif Akhir Pembelajaran: tes tertulis pilihan ganda (5 soal, terlampir), dikerjakan secara individu pada akhir pembelajaran. Soal Asesmen Formatif Awal (Diagnostik) 1. Suhu di Kota A tercatat 3°C, sedangkan suhu di Kota B tercatat -2°C. Kota manakah yang lebih dingin? Jelaskan alasanmu! 2. Manakah yang lebih besar, -5 atau -8? Jelaskan menggunakan garis bilangan! 3. Tuliskan satu contoh bilangan bulat negatif dan satu contoh bilangan bulat positif dari peristiwa sehari-hari yang kamu ketahui! Kunci Jawaban: 1. Kota B lebih dingin, karena -2 nilainya lebih kecil dari 3 (letaknya lebih ke kiri pada garis bilangan). 2. -5 lebih besar dari -8, karena -5 letaknya lebih ke kanan pada garis bilangan dibandingkan -8. 3. Jawaban bervariasi, contoh: kedalaman laut -50 meter (negatif), suhu tubuh 37°C (positif). Guru menilai kesesuaian konteks dan ketepatan tanda bilangan yang digunakan peserta didik. Lembar Kerja Siswa (LKS) Nama Kelompok : .................................... Anggota : 1. .................................... No. Absen : ...................... 2. .................................... No. Absen : ...................... 3. .................................... No. Absen : ...................... 4. .................................... No. Absen : ...................... Tujuan: Menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui konteks suhu dan aritmatika sosial (untung-rugi/utang-piutang). Petunjuk: Diskusikan bersama kelompokmu. Kerjakan menggunakan garis bilangan atau cara lain yang menurut kelompokmu paling mudah. Kegiatan 1: Suhu di Berbagai Tempat 1. Suhu di Kota Malang pada pagi hari adalah 20°C. Pada malam hari suhu turun 12°C. Berapa suhu di Kota Malang pada malam hari? 2. Suhu di dalam kulkas adalah -4°C. Ibu mengeluarkan makanan dan meletakkannya di ruangan bersuhu 26°C. Berapa kenaikan suhu yang dialami makanan tersebut? 3. Suhu di Puncak Gunung Bromo pada dini hari adalah -3°C. Pada siang hari suhu naik 15°C. Berapa suhu di Gunung Bromo pada siang hari? Kegiatan 2: Untung-Rugi Uang Jajan 4. Andi mempunyai uang saku Rp15.000. Ia meminjam uang kepada temannya sebesar Rp8.000 untuk membeli buku (utang dianggap bilangan negatif). Berapa sisa uang Andi setelah dikurangi utangnya? 5. Seorang pedagang mencatat keuntungan hari Senin sebesar Rp25.000, namun hari Selasa mengalami kerugian Rp10.000. Berapa keuntungan/kerugian total pedagang tersebut selama dua hari itu?
Tabel Hasil Pengerjaan No. Cara/Strategi Penyelesaian Hasil Akhir 1 2 3 4 5 Pertanyaan Diskusi 1. Strategi apa yang kelompok kalian gunakan untuk menyelesaikan soal-soal di atas? Jelaskan! 2. Apakah ada perbedaan cara menyelesaikan soal suhu dan soal uang saku? Jelaskan pendapat kalian! 3. Menurut kelompok kalian, apa yang harus diperhatikan ketika menjumlahkan atau mengurangkan bilangan bulat negatif? Jawaban: .............................................................................................................................................. .............................................................................................................................................. .............................................................................................................................................. Kunci Jawaban LKS (untuk Guru) 1. 20 – 12 = 8°C 2. 26 – (-4) = 30°C (kenaikan suhu 30°C) 3. -3 + 15 = 12°C 4. 15.000 + (-8.000) = 7.000 (sisa uang Rp7.000) 5. 25.000 + (-10.000) = 15.000 (untung total Rp15.000) Pertanyaan Diskusi: dinilai berdasarkan kesesuaian penjelasan strategi dan pemahaman konsep peserta didik, bukan satu jawaban tunggal. Rubrik Penilaian LKS Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1) Ketepatan Jawaban Seluruh (5) jawaban benar dan tepat. 3–4 jawaban benar dan tepat. 1–2 jawaban benar dan tepat. Belum ada jawaban yang benar. Ketepatan Strategi/Cara Strategi penyelesaian runtut, logis, dan mudah dipahami. Strategi penyelesaian cukup runtut namun ada sedikit kekurangan. Strategi penyelesaian kurang runtut sehingga sulit dipahami. Tidak menuliskan strategi/cara penyelesaian. Kerja Sama Kelompok Seluruh anggota aktif berdiskusi dan berkontribusi. Sebagian besar anggota aktif berdiskusi. Hanya sebagian kecil anggota yang aktif. Tidak terlihat kerja sama dalam kelompok. Ketepatan Waktu Menyelesaikan LKS lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Menyelesaikan LKS tepat waktu. Menyelesaikan LKS sedikit melebihi waktu. Tidak menyelesaikan LKS hingga waktu berakhir. Rubrik Penilaian Sikap (Dimensi Profil Lulusan) Dimensi Berkembang Sangat Baik (4) Berkembang Sesuai Harapan (3) Mulai Berkembang (2) Belum Berkembang (1) Penalaran Kritis Mampu menganalisis dan memilih strategi penyelesaian yang tepat secara mandiri dan akurat pada semua soal. Mampu menganalisis soal dan menyelesaikannya dengan tepat, namun sesekali masih perlu arahan. Dapat memahami soal, tetapi masih bingung menentukan strategi penyelesaian yang tepat. Belum mampu menganalisis atau menyelesaikan soal meski sudah dibimbing. Kreativitas Secara konsisten mencoba lebih dari satu cara/strategi penyelesaian dan memilih cara yang paling efektif. Mencoba menggunakan cara/strategi penyelesaian sendiri dengan cukup baik. Cenderung meniru cara/strategi teman atau guru tanpa mencoba cara sendiri. Belum menunjukkan usaha mencoba cara/strategi penyelesaian. Kemandirian Menyelesaikan tugas individu secara mandiri, tepat waktu, dan penuh tanggung jawab tanpa diingatkan. Menyelesaikan tugas individu secara mandiri dan tepat waktu. Menyelesaikan tugas individu namun masih perlu diingatkan/didampingi. Belum mampu menyelesaikan tugas individu meski sudah diingatkan/didampingi.
Asesmen Formatif Akhir Pembelajaran Soal Pilihan Ganda: Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Suhu di suatu kota pada pagi hari adalah -5°C. Pada siang hari suhu naik 9°C. Suhu kota tersebut pada siang hari adalah… a. 14°C b. 4°C c. -4°C d. -14°C 2. Hasil dari -8 + 3 – (-6) adalah… a. -11 b. -5 c. 1 d. 11 3. Seorang pedagang mengalami kerugian Rp12.000 pada hari pertama dan memperoleh keuntungan Rp20.000 pada hari kedua. Keuntungan/kerugian total pedagang tersebut adalah… a. Untung Rp8.000 b. Rugi Rp8.000 c. Untung Rp32.000 d. Rugi Rp32.000 4. Perhatikan garis bilangan. Jika sebuah titik berada di angka -3, kemudian bergerak 7 langkah ke kanan, maka posisi akhirnya berada di angka… a. -10 b. -4 c. 4 d. 10 5. Manakah operasi berikut yang hasilnya paling kecil? a. 5 – 8 b. -3 + 10 c. -2 – (-9) d. 6 + (-1) Kunci Jawaban 1. b. 4°C (–5 + 9 = 4) 2. c. 1 (–8 + 3 – (–6) = –8 + 3 + 6 = 1) 3. a. Untung Rp8.000 (–12.000 + 20.000 = 8.000) 4. c. 4 (–3 + 7 = 4) 5. a. 5 – 8 = –3 (bandingkan: b = 7, c = 7, d = 5; nilai terkecil adalah –3) Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan Tindak Lanjut Rentang Nilai Deskripsi dan Tindak Lanjut 0 – 20 Belum mencapai tujuan pembelajaran. Guru menanyakan kepada peserta didik tantangan yang dihadapi (perlu remedial dengan mempelajari kembali seluruh materi). 21 – 40 Belum mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali sebagian besar materi. 41 – 60 Hampir mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali bagian materi yang belum dikuasai. 61 – 80 Sudah mencapai tujuan pembelajaran. 81 – 100 Sudah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat baik, perlu tantangan lebih (pengayaan). Program Remedial dan Pengayaan 1. Program Remedial Program ini ditujukan bagi peserta didik yang memperoleh rentang nilai 0–60 pada Asesmen Formatif Akhir. Tujuan: membantu peserta didik memahami kembali aturan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yang masih membingungkan. Bentuk Kegiatan: • Pembelajaran Ulang (Nilai 0–40): guru menjelaskan kembali menggunakan garis bilangan yang lebih sederhana, dengan bimbingan personal/kelompok kecil. • Tutor Sebaya (Nilai 41–60): peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran (nilai >80) membantu teman yang belum tuntas melalui diskusi ulang soal LKS. Penugasan Terstruktur: peserta didik diminta membuat 5 contoh soal penjumlahan/pengurangan bilangan bulat dari peristiwa di sekitar rumah (misalnya suhu, utang-piutang) beserta jawabannya. Asesmen Remedial: guru memberikan soal sejenis dengan tingkat kesulitan yang sama melalui tes ulang singkat untuk memastikan pemahaman telah tercapai. 2. Program Pengayaan Program ini ditujukan bagi peserta didik yang memperoleh rentang nilai 81–100 (telah melampaui tujuan pembelajaran). Tujuan: memberikan tantangan lebih untuk memperdalam pemahaman peserta didik mengenai penerapan operasi bilangan bulat dalam kehidupan nyata.
Bentuk Kegiatan: • Investigasi Mandiri: peserta didik mengamati dan mencatat perubahan suhu di lingkungan sekitar (misalnya pagi, siang, dan malam hari) selama 3 hari, lalu menghitung selisihnya. • Pembuatan Produk Kreatif: membuat poster/infografis sederhana berisi contoh soal cerita bilangan bulat dari konteks keuangan (untung-rugi) beserta penyelesaiannya. Laporan: hasil pengayaan dapat dipresentasikan secara singkat di awal pertemuan berikutnya untuk memicu rasa penasaran teman sekelas. Batang, Juli 2026 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Ahmad Shidiq Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Menaklukkan Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat dalam Kehidupan Sehari-hari Identitas Nama Sekolah : SMP Islam Batang Kelas / Fase : VII (Tujuh) / Fase D Semester : Ganjil Mata Pelajaran : Matematika Materi : Bilangan Bulat Topik : Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 x pertemuan) A. Identifikasi Identifikasi Peserta Didik (Pengetahuan Awal) Peserta didik telah mampu melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, serta memahami konsep bilangan positif dan negatif pada garis bilangan. Peserta didik masih sering mengalami kebingungan dalam menentukan tanda hasil (positif/negatif) ketika mengalikan atau membagi bilangan bulat, terutama saat kedua bilangan bertanda negatif. Peserta didik memiliki pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan bulat, seperti suhu, hutang/piutang, dan kedalaman laut, namun belum terbiasa menghubungkannya dengan operasi perkalian dan pembagian secara matematis. Analisis Materi Pembelajaran Materi ini bersifat konseptual dan prosedural, dengan tingkat kesulitan sedang karena peserta didik perlu memahami pola tanda hasil operasi (bukan sekadar menghafal). Pembelajaran dibagi menjadi tiga tahap: 1. Memahami: peserta didik menemukan pola tanda hasil kali/bagi bilangan bulat melalui konteks nyata (suhu, kedalaman laut, keuangan). 2. Mengaplikasi: peserta didik menyelesaikan kasus kontekstual secara berkelompok menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS). 3. Merefleksi: peserta didik menyimpulkan pola operasi bilangan bulat dan mengevaluasi proses belajarnya sendiri. Dimensi Profil Lulusan (3 dimensi dipilih) Penalaran Kritis: peserta didik dilatih menganalisis pola tanda hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat dari beberapa contoh kontekstual, bukan sekadar menghafal aturan. Kolaborasi: peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan kasus pada LKS dan saling berbagi pemahaman. Kemandirian: peserta didik mengerjakan lembar refleksi dan asesmen akhir secara individu untuk mengukur pemahamannya sendiri. Lintas Disiplin Ilmu Materi ini berkaitan dengan IPA (konsep suhu dan kedalaman laut) dan Ilmu Pengetahuan Sosial/literasi finansial (konsep untung, rugi, dan hutang piutang dalam kegiatan ekonomi sehari-hari).
B. Desain Pembelajaran Capaian Pembelajaran Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, serta bilangan dalam notasi ilmiah (bentuk baku). Peserta didik dapat menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real, dan memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah, termasuk yang berkaitan dengan literasi finansial (aritmatika sosial). Peserta didik dapat menggunakan rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah perbandingan. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat. Topik Pembelajaran Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat. Praktik Pedagogis Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning) yang dipadukan dengan diskusi kelompok dan permainan bilangan (game- based learning) agar peserta didik menemukan sendiri pola operasi bilangan bulat. Kemitraan Pembelajaran Tidak ada kemitraan khusus dengan pihak eksternal dalam pertemuan ini; interaksi pembelajaran berlangsung antara peserta didik dengan peserta didik, dan peserta didik dengan guru. Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di dalam kelas dengan suasana yang aktif, menyenangkan, dan saling menghargai, di mana setiap peserta didik diberi kesempatan menyampaikan pendapat dan bertanya tanpa rasa takut salah. Pemanfaatan Digital (opsional) Perencanaan: menyusun RPP dan LKS secara digital. Proses: pertanyaan pemantik dan ice breaking dapat didukung tayangan slide sederhana. Penilaian: asesmen formatif akhir dapat menggunakan aplikasi kuis daring seperti Quizizz (bersifat opsional, dapat digantikan kuis tertulis). C. Langkah-Langkah Pembelajaran Pengalaman belajar peserta didik dilaksanakan melalui tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi, dengan menerapkan prinsip pembelajaran yang bermakna, menggembirakan, dan berkesadaran secara tersurat pada setiap kegiatan. Tahap Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Pendahuluan Salam, Doa, dan Presensi ● Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. ● Guru menanyakan kabar dan kesiapan belajar peserta didik. Ice Breaking: "Tepuk Naik-Turun Bilangan Bulat" ● Guru menyebutkan soal operasi bilangan bulat secara cepat (misalnya "2 kali -3", "-4 kali -5"). Jika 15 menit
Tahap Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu hasilnya positif, peserta didik bertepuk tangan satu kali dan mengangkat tangan ke atas; jika hasilnya negatif, peserta didik bertepuk tangan dua kali dan menurunkan tangan. ● Kegiatan ini dilakukan sambil berdiri selama kurang lebih 5 menit untuk membangkitkan semangat sekaligus mengingatkan kembali konsep bilangan positif dan negatif. Apersepsi dan Pemantik ● Guru mengaitkan dengan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yang telah dipelajari sebelumnya. ● Pemantik: "Pak Budi meminjamkan uang kepada 4 orang temannya, masing-masing sebesar Rp10.000. Jika dianggap sebagai hutang (bilangan negatif) bagi masing-masing teman, berapa total hutang keempat teman Pak Budi tersebut?" Guru mengarahkan peserta didik untuk menyadari bahwa persoalan ini dapat diselesaikan dengan perkalian bilangan bulat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, garis besar kegiatan, dan teknik penilaian yang akan digunakan. Inti Memahami (bermakna, berkesadaran) ● Guru mengajak peserta didik memahami konsep perkalian dan pembagian bilangan bulat melalui konteks nyata: suhu yang naik/turun, kedalaman laut, dan hutang/piutang. ● Peserta didik diajak menemukan sendiri pola tanda hasil operasi (bukan menghafal), misalnya dengan mengamati pola: 3 x 2 = 6; 3 x (-2) = -6; (-3) x 2 = -6; (-3) x (-2) = 6. ● Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama pola tanda hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat (sama tanda menghasilkan positif, berbeda tanda menghasilkan negatif). ● Guru memberikan 2-3 contoh soal kontekstual dan menyelesaikannya bersama peserta didik di papan tulis. 15 menit Inti Mengaplikasi (menggembirakan, bermakna) ● Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang). ● Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Siswa (LKS) "Ekspedisi Bilangan Bulat" berisi kasus kontekstual (suhu, kedalaman laut, dan keuangan). ● Guru menjelaskan langkah pengerjaan LKS secara singkat dan jelas. 25 menit
Tahap Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu ● Peserta didik menyelesaikan LKS secara berkelompok sambil berdiskusi menentukan bentuk operasi dan hasilnya. ● Guru berkeliling membimbing dan memberi pertanyaan pemantik, misalnya "Menurut kalian, kenapa hasilnya bertanda negatif?", "Coba jelaskan dengan konteks suhu tadi." Inti Merefleksi (berkesadaran, bermakna) ● Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pengerjaan LKS secara singkat. ● Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan. ● Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan pola tanda hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat. ● Peserta didik mengisi lembar refleksi diri mengenai apa yang sudah dipahami, kesulitan yang dialami, dan strategi belajar yang akan diperbaiki. 15 menit Penutup ● Guru dan peserta didik menyimpulkan kembali secara singkat aturan tanda hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat. ● Peserta didik mengerjakan asesmen formatif akhir (kuis singkat). ● Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kerja sama peserta didik selama pembelajaran. ● Guru menyampaikan sedikit gambaran materi pertemuan berikutnya agar peserta didik penasaran. ● Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam. 10 menit D. Asesmen (Penilaian) ● Asesmen Awal (Diagnostik): dilaksanakan pada bagian apersepsi untuk mengecek pengetahuan prasyarat peserta didik mengenai bilangan bulat (terlampir). ● Asesmen Formatif Proses: dilaksanakan melalui observasi unjuk kerja/kolaborasi kelompok saat mengerjakan LKS, menggunakan rubrik pengamatan sikap (terlampir). ● Asesmen Formatif Akhir: dilaksanakan melalui kuis pilihan ganda pada bagian penutup pembelajaran (terlampir).
Lampiran 1. Asesmen Awal (Diagnostik) Dilaksanakan secara lisan atau tertulis singkat pada kegiatan apersepsi untuk mengecek pengetahuan prasyarat peserta didik. Soal: 1. Berapakah hasil dari -5 + 3? 2. Berapakah hasil dari 4 - 7? 3. Manakah yang lebih kecil, -8 atau -3? Jelaskan alasanmu! Kunci Jawaban: 1. -5 + 3 = -2 2. 4 - 7 = -3 3. -8 lebih kecil daripada -3, karena semakin jauh dari nol ke arah kiri pada garis bilangan (ke arah negatif), maka nilainya semakin kecil. Lampiran 2. Lembar Kerja Siswa (LKS) EKSPEDISI BILANGAN BULAT Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat dalam Kehidupan Sehari-hari Kelompok : ..................................... Kelas : ..................................... Anggota : 1. .............................................................. (No. Absen : ..........) 2. .............................................................. (No. Absen : ..........) 3. .............................................................. (No. Absen : ..........) 4. .............................................................. (No. Absen : ..........) Tujuan: Menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat melalui permasalahan kontekstual. Petunjuk Kerja: 1. Diskusikan setiap kasus berikut bersama kelompokmu. 2. Tuliskan bentuk operasi (perkalian/pembagian) dan hasilnya pada tabel yang tersedia. 3. Jawablah pertanyaan diskusi di bagian akhir untuk menyimpulkan pola bilangan bulat. Kegiatan 1: Misi Suhu Suhu di puncak gunung turun 2°C setiap jam. Berapa perubahan suhu setelah 5 jam? Tuliskan bentuk perkaliannya dan hasilnya. Kegiatan 2: Misi Kedalaman Laut Seorang penyelam turun sejauh 30 meter dalam 5 kali penyelaman yang sama panjang. Berapa kedalaman setiap penyelaman? Tuliskan bentuk pembagiannya dan hasilnya. Kegiatan 3: Misi Keuangan Seorang pedagang mengalami kerugian Rp8.000 setiap hari selama 6 hari berturut-turut. Berapa total kerugian pedagang tersebut? Tuliskan bentuk perkaliannya dan hasilnya. Tabel Hasil Pengamatan Kegiatan Bentuk Operasi Hasil Pola Tanda (+/-) Misi Suhu Misi Kedalaman Laut
Kegiatan Bentuk Operasi Hasil Pola Tanda (+/-) Misi Keuangan Pertanyaan Diskusi: 1. Dari ketiga kegiatan di atas, bagaimana pola tanda hasilnya jika kedua bilangan bertanda sama? Bagaimana jika bilangan berbeda tanda? 2. Mengapa hasil perkalian dua bilangan negatif bisa menghasilkan bilangan positif? Jelaskan dengan bahasamu sendiri berdasarkan konteks salah satu misi di atas. 3. Buatlah satu contoh soal cerita sendiri tentang perkalian atau pembagian bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari, lengkap dengan jawabannya! Kesimpulan Kelompok: ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... ..................................................................................................................... Rubrik Penilaian LKS Aspek Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1) Ketepatan Hasil Perhitungan Seluruh hasil perhitungan (perkalian dan pembagian) tepat. Sebagian besar hasil perhitungan tepat, ada sedikit kesalahan. Sebagian hasil perhitungan tepat, masih banyak kesalahan. Sebagian besar hasil perhitungan belum tepat. Ketepatan Penerapan Konsep Tanda (+/-) Mampu menentukan tanda hasil operasi dengan tepat dan konsisten pada seluruh kasus. Mampu menentukan tanda hasil operasi dengan tepat pada sebagian besar kasus. Masih sering keliru menentukan tanda hasil operasi. Belum mampu menentukan tanda hasil operasi dengan tepat. Kejelasan Langkah Penyelesaian Langkah penyelesaian dituliskan runtut, jelas, dan mudah dipahami. Langkah penyelesaian dituliskan cukup runtut dan jelas. Langkah penyelesaian dituliskan namun kurang runtut. Langkah penyelesaian tidak dituliskan atau sulit dipahami. Kerja Sama Kelompok Seluruh anggota aktif berdiskusi dan berbagi tugas secara adil. Sebagian besar anggota aktif berdiskusi. Hanya sebagian kecil anggota yang aktif berdiskusi. Kelompok didominasi satu orang atau tidak ada kerja sama.
Lampiran 3. Asesmen Formatif Akhir Soal Pilihan Ganda: Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Suhu di sebuah kota turun 3°C setiap jam selama 4 jam berturut-turut. Perubahan suhu total kota tersebut adalah... a. 12°C b. -12°C c. 7°C d. -7°C 2. Seekor lumba-lumba berenang pada kedalaman -24 meter dari permukaan laut. Jika kedalaman tersebut dicapai melalui 6 kali penyelaman yang sama, maka setiap penyelaman lumba-lumba turun sejauh... a. -4 meter b. 4 meter c. -18 meter d. 18 meter 3. Hasil dari (-8) x (-5) adalah... a. -40 b. 40 c. -13 d. 13 4. Pak Anton memiliki utang sebesar Rp15.000 yang akan dibayar merata kepada 6 orang temannya. Nilai utang Pak Anton kepada setiap temannya jika dinyatakan dalam bilangan bulat adalah... a. Rp2.500 b. -Rp2.500 c. Rp90.000 d. -Rp90.000 5. Hasil dari 36 : (-9) x (-2) adalah... a. -8 b. 8 c. -72 d. 72 Kunci Jawaban: 1. b. -12°C (karena -3 x 4 = -12) 2. a. -4 meter (karena -24 : 6 = -4) 3. b. 40 (karena bilangan negatif dikali bilangan negatif menghasilkan bilangan positif) 4. b. -Rp2.500 (karena -15.000 : 6 = -2.500) 5. b. 8 (karena 36 : (-9) = -4, lalu -4 x (-2) = 8) Rubrik Pengamatan Sikap Selama Pembelajaran Rubrik ini digunakan pada asesmen formatif proses, disusun berdasarkan 3 dimensi profil lulusan yang dipilih.
Dimensi Profil Lulusan Berkembang Sangat Baik (4) Berkembang Sesuai Harapan (3) Mulai Berkembang (2) Belum Berkembang (1) Penalaran Kritis Mampu menganalisis dan menyimpulkan pola tanda hasil operasi bilangan bulat secara mandiri dan tepat. Mampu mengidentifikasi pola tanda hasil operasi, namun masih memerlukan sedikit arahan. Dapat menyebutkan hasil operasi, tetapi belum mampu menjelaskan pola tandanya. Belum mampu mengidentifikasi maupun menjelaskan pola tanda hasil operasi. Kolaborasi Secara konsisten menunjukkan inisiatif, berbagi tugas secara adil, dan aktif mendorong anggota lain berpartisipasi. Aktif berpartisipasi, mau menerima pembagian tugas, dan berkontribusi dalam diskusi kelompok. Berpartisipasi jika diminta, namun cenderung pasif dan kurang inisiatif. Bekerja sendiri, tidak mau bekerja sama, atau mengganggu proses kerja kelompok. Kemandirian Mampu menyelesaikan lembar refleksi dan asesmen akhir secara mandiri dengan penuh tanggung jawab. Mampu menyelesaikan tugas secara mandiri dengan sesekali bertanya kepada guru. Masih sering bergantung pada teman atau guru dalam menyelesaikan tugas. Belum mampu menyelesaikan tugas secara mandiri.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan Tindak Lanjut 0-20 Belum mencapai tujuan pembelajaran. Pendidik menanyakan kepada peserta didik tantangan yang mereka hadapi (perlu remedial dengan mempelajari kembali seluruh kriteria). 21-40 Belum mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali sebagian besar kriteria. 41-60 Hampir mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali kriteria yang diperlukan. 61-80 Sudah mencapai tujuan pembelajaran. 81-100 Sudah mencapai tujuan pembelajaran, perlu tantangan lebih (pengayaan). Program Remedial dan Pengayaan 1. Program Remedial Program ini ditujukan bagi peserta didik yang mendapatkan rentang nilai 0-60 berdasarkan hasil asesmen formatif akhir. Tujuan: Membantu peserta didik memahami kembali pola tanda hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat yang sebelumnya masih membingungkan. Bentuk Kegiatan: ● Pembelajaran Ulang (Nilai 0-40): guru menjelaskan kembali konsep pola tanda menggunakan garis bilangan dan konteks yang lebih sederhana, secara personal atau kelompok kecil. ● Tutor Sebaya (Nilai 41-60): peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran (nilai di atas 80) membantu teman yang belum tuntas mendiskusikan kembali pertanyaan diskusi pada LKS. ● Penugasan Terstruktur: peserta didik diminta membuat 5 contoh soal cerita sehari-hari yang melibatkan perkalian atau pembagian bilangan bulat beserta penyelesaiannya. Asesmen Remedial: memberikan soal sejenis dengan tingkat kesulitan yang sama melalui tes ulang singkat untuk memastikan pemahaman telah tercapai. 2. Program Pengayaan Program ini ditujukan bagi peserta didik yang mendapatkan rentang nilai 81-100 (telah melampaui tujuan pembelajaran). Tujuan: Memberikan tantangan lebih untuk memperdalam pemahaman peserta didik mengenai penerapan perkalian dan pembagian bilangan bulat dalam konteks yang lebih kompleks. Bentuk Kegiatan: ● Investigasi Mandiri: peserta didik mengamati dan menghitung perubahan suhu atau saldo keuangan dalam kasus nyata di lingkungan sekitar rumah, kemudian menuliskan bentuk operasinya. ● Pembuatan Produk Kreatif: membuat poster digital atau manual berisi contoh penerapan perkalian dan pembagian bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari. ● Literasi Numerasi: membaca artikel sederhana tentang penggunaan bilangan bulat dalam dunia keuangan atau sains, kemudian menyimpulkan operasi bilangan bulat apa saja yang digunakan. Laporan: hasil pengayaan dapat dipresentasikan secara singkat di awal pertemuan berikutnya untuk memicu rasa ingin tahu teman sekelas lainnya.
Batang, Juli 2026 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Ahmad Shidiq Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) “Menyingkap Rahasia Bilangan: Petualangan Mencari FPB dan KPK di Sekitar Kita” Identitas Nama Sekolah : SMP Islam Batang Kelas / Fase : VII (Tujuh) / Fase D Semester : Ganjil Mata Pelajaran : Matematika Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (2 kali pertemuan) Materi : Bilangan Bulat Topik : Menentukan FPB, KPK, dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari A. Identifikasi Identifikasi Murid Pengetahuan Awal: Murid telah mengenal bilangan bulat serta operasi hitung perkalian dan pembagian sejak jenjang SD. Sebagian besar murid sudah mengenal istilah “faktor” dan “kelipatan” bilangan, namun masih sering tertukar dalam membedakan konsep FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) dan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil), serta kesulitan menerapkannya pada soal cerita kontekstual sehari-hari. Minat dan kebutuhan belajar murid bervariasi; sebagian menyukai aktivitas berkelompok dan permainan, sehingga pembelajaran dirancang dengan ice breaking dan kerja kelompok agar suasana belajar aktif dan menyenangkan. Materi Pelajaran Materi FPB dan KPK bersifat prosedural dan aplikatif, sangat dekat dengan konteks kehidupan murid di lingkungan pedesaan/pesisir, seperti membagi hasil panen, mengatur jadwal ronda, atau menyusun jadwal kegiatan berulang. Tingkat kesulitan materi tergolong sedang karena murid perlu memahami faktorisasi prima sebagai dasar penentuan FPB dan KPK. Pembelajaran dibagi menjadi dua pertemuan: ● Pertemuan 1: Menentukan FPB melalui faktorisasi prima dan penerapannya dalam pembagian secara merata. ● Pertemuan 2: Menentukan KPK melalui faktorisasi prima dan penerapan gabungan FPB-KPK dalam soal penjadwalan kontekstual. Dimensi Profil Lulusan Dimensi profil lulusan berikut dipilih karena selaras dengan tujuan pembelajaran murid dalam menentukan FPB, KPK, dan menerapkannya untuk memecahkan masalah nyata: ● DPL3 – Penalaran Kritis: murid menganalisis faktor dan kelipatan bilangan untuk menyelesaikan masalah kontekstual secara logis dan sistematis. ● DPL4 – Kreativitas: murid merancang strategi/cara penyelesaian yang berbeda-beda dalam menentukan FPB dan KPK dari suatu masalah. ● DPL6 – Kemandirian: murid mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) dan soal secara mandiri, mengelola waktu belajar, serta mengevaluasi hasil belajarnya sendiri.
Lintas Disiplin Ilmu Materi ini berkaitan dengan mata pelajaran IPS (kegiatan ekonomi dan pembagian hasil pertanian/perikanan warga sekitar) dan Bahasa Indonesia (menyusun kalimat penjelasan hasil diskusi kelompok secara runtut). B. Desain Pembelajaran Capaian Pembelajaran Murid dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, serta bilangan dalam notasi ilmiah (bentuk baku). Murid dapat menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real, dan memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah, termasuk yang berkaitan dengan literasi finansial (aritmatika sosial). Murid dapat menggunakan rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah perbandingan. Tujuan Pembelajaran Murid dapat menentukan FPB, KPK, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat dan sistematis. Topik Pembelajaran Menentukan FPB, KPK, dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari. Praktik Pedagogis Pembelajaran kontekstual dipadukan dengan Problem-Based Learning (pembelajaran berbasis masalah nyata di lingkungan sekitar murid) yang dikemas melalui diskusi kelompok. Kemitraan Pembelajaran Tidak ada kemitraan khusus dari pihak eksternal dalam pertemuan ini. Kemitraan bersifat internal, yaitu antara murid dengan murid (kerja kelompok) dan murid dengan guru. Lingkungan Belajar Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas dengan suasana aktif, menyenangkan, dan saling menghargai pendapat. Murid diberi ruang untuk berpendapat dan berdiskusi secara terbuka dalam kelompok maupun forum kelas. Pemanfaatan Digital ● Perencanaan: menyusun RPP dan LKM. ● Proses: menampilkan ilustrasi/slide kontekstual dan ice breaking interaktif. ● Penilaian: kuis interaktif berbasis aplikasi (misalnya Quizizz/Wordwall) pada asesmen formatif akhir. C. Langkah-Langkah Pembelajaran Pada tahap ini, murid aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam suasana yang saling memuliakan. Pendidik menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan secara tersurat pada setiap tahapan kegiatan.
Pertemuan ke-1 (2 x 40 menit): Menentukan FPB Tahapan Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan (15 menit) Salam, Doa, dan Presensi Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menanyakan kabar murid untuk membangun suasana belajar yang hangat. 3 menit Ice Breaking: “Tepuk Angka Faktor” Guru menyebutkan sebuah bilangan (misal 12), murid harus bertepuk tangan sebanyak jumlah faktor dari bilangan tersebut (1, 2, 3, 4, 6, 12 = 6 kali tepuk). Permainan diulang dengan bilangan lain untuk menghangatkan suasana sekaligus mengingatkan konsep faktor. 5 menit Apersepsi Guru mengaitkan materi dengan pengetahuan awal murid: “Masih ingatkah kalian apa itu faktor suatu bilangan? Coba sebutkan faktor dari 8!” 3 menit Aktivitas Pemantik (Kontekstual) Guru menyampaikan cerita: “Bu Aminah memanen 12 buah mangga dan 18 buah rambutan dari kebunnya. Beliau ingin membagikannya kepada tetangga sebanyak mungkin, dengan setiap tetangga menerima jumlah mangga yang sama dan jumlah rambutan yang sama, tanpa ada sisa. Berapa banyak tetangga maksimal yang bisa menerima bagian tersebut?” Guru menampung berbagai jawaban murid tanpa mengoreksi dahulu, agar rasa ingin tahu murid terbangun. 3 menit Informasi Tujuan & Asesmen Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini serta rangkaian asesmen yang akan dilaksanakan (asesmen awal secara lisan, asesmen proses melalui LKM, dan asesmen akhir berupa kuis). 1 menit Kegiatan Inti (50 menit) Memahami (Prinsip: Bermakna dan Berkesadaran) Penguatan Konsep FPB Guru menjelaskan konsep faktor persekutuan dan FPB menggunakan pohon faktor (faktorisasi prima) dari contoh mangga dan rambutan pada aktivitas pemantik. Guru mengajak murid menemukan sendiri langkah- langkah menentukan FPB melalui tanya jawab terbimbing, sehingga murid menyadari bahwa konsep ini bermakna karena berkaitan langsung dengan pengalaman nyata (bermakna) dan dibangun dari pemahaman mereka sendiri secara sadar (berkesadaran). 15 menit Mengaplikasi (Prinsip: Bermakna dan Menggembirakan) Kerja Kelompok – LKM 1 Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4–5 murid). Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKM 1) berisi soal menentukan FPB dari beberapa pasangan bilangan serta soal cerita kontekstual pembagian hasil kebun/panen. Guru berkeliling membimbing dan 25 menit
Tahapan Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu memberi pertanyaan pemantik seperti “Apa faktor persekutuan dari kedua bilangan ini?” agar suasana belajar tetap menggembirakan dan interaktif. Merefleksi (Prinsip: Berkesadaran dan Menggembirakan) Presentasi dan Penyimpulan Perwakilan 1–2 kelompok mempresentasikan hasil kerja di depan kelas, kelompok lain menanggapi. Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan langkah-langkah menentukan FPB dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 7 menit Lembar Refleksi Diri Murid mengisi lembar refleksi singkat mengenai apa yang sudah dipahami dan bagian mana yang masih sulit, sebagai bentuk kesadaran atas proses belajarnya sendiri. 3 menit Penutup (15 menit) Apresiasi Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja sama murid selama pembelajaran. 3 menit Asesmen Formatif Proses Guru melakukan penilaian proses berdasarkan hasil kerja kelompok pada LKM 1 dan keaktifan presentasi (rubrik terlampir). 5 menit Informasi Pertemuan Berikutnya Guru memberikan sedikit “bocoran” bahwa pertemuan berikutnya akan membahas KPK melalui cerita jadwal bus wisata, untuk memancing rasa penasaran murid. 5 menit Doa Penutup Murid dan guru menutup pembelajaran dengan doa bersama. 2 menit Pertemuan ke-2 (2 x 40 menit): Menentukan KPK dan Penerapan Gabungan FPB–KPK Tahapan Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan (15 menit) Salam, Doa, dan Presensi Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menanyakan kabar murid. 3 menit Ice Breaking: “Estafet Kelipatan” Murid berdiri membentuk lingkaran dan bergiliran menyebutkan bilangan urut mulai dari 1. Murid yang mendapat giliran menyebut kelipatan persekutuan dari dua bilangan tertentu (misal kelipatan 4 dan 6) harus bertepuk tangan, bukan menyebut angka. Murid yang salah akan diberi tantangan ringan (misal menyebutkan satu faktor dari bilangan tertentu). Permainan ini menyegarkan sekaligus memperkuat konsep kelipatan persekutuan. 5 menit Apersepsi Guru mengulas kembali konsep FPB yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya melalui tanya jawab singkat. 3 menit
Tahapan Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Aktivitas Pemantik (Kontekstual) Guru menyampaikan cerita: “Bus wisata ke kebun durian berangkat dari terminal setiap 4 hari sekali, sedangkan bus rombongan study tour sekolah berangkat setiap 6 hari sekali. Jika hari ini kedua bus berangkat bersamaan, kapan kedua bus tersebut akan berangkat bersamaan lagi?” Guru menampung berbagai pendapat murid. 3 menit Informasi Tujuan & Asesmen Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini serta rangkaian asesmen yang akan dilaksanakan. 1 menit Kegiatan Inti (50 menit) Memahami (Prinsip: Bermakna dan Berkesadaran) Penguatan Konsep KPK Guru menjelaskan konsep kelipatan persekutuan dan KPK menggunakan faktorisasi prima dari contoh jadwal bus pada aktivitas pemantik. Guru mengaitkan konsep KPK dengan konsep FPB yang telah dipelajari sebelumnya, sehingga murid menyadari keterkaitan kedua konsep secara bermakna. 15 menit Mengaplikasi (Prinsip: Bermakna dan Menggembirakan) Kerja Kelompok – LKM 2 Murid bekerja dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya mengerjakan LKM 2 yang memuat soal menentukan KPK dari beberapa pasangan bilangan serta soal kontekstual gabungan FPB dan KPK, seperti penjadwalan piket ronda kampung atau pembagian jadwal panen bergilir. Guru membimbing sambil menciptakan suasana kompetisi sehat antarkelompok yang menggembirakan. 25 menit Merefleksi (Prinsip: Berkesadaran dan Menggembirakan) Presentasi dan Penyimpulan Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja, kelompok lain memberi tanggapan. Guru dan murid menyimpulkan bersama perbedaan dan keterkaitan antara FPB dan KPK beserta penerapannya. 7 menit Lembar Refleksi Diri Murid mengisi lembar refleksi mengenai pemahaman mereka terhadap materi FPB dan KPK secara keseluruhan, serta strategi belajar yang paling membantu mereka. 3 menit Penutup (15 menit) Apresiasi Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan semangat murid selama dua pertemuan. 2 menit Asesmen Formatif Akhir Murid mengerjakan kuis pilihan ganda (secara tertulis atau melalui aplikasi interaktif) sebagai asesmen akhir pembelajaran (soal dan kunci jawaban terlampir). 10 menit Doa Penutup Murid dan guru menutup pembelajaran dengan doa bersama. 3 menit
D. Asesmen (Penilaian) Asesmen dalam pembelajaran ini dilaksanakan melalui tiga jenis asesmen formatif, yaitu asesmen awal (mengecek kesiapan belajar), asesmen proses (mengamati kerja kelompok melalui LKM), dan asesmen akhir (mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran). 1. Asesmen Formatif Awal (Diagnostik – dilaksanakan secara lisan pada aktivitas pemantik) No Soal Kunci Jawaban 1 Sebutkan semua faktor dari bilangan 12! 1, 2, 3, 4, 6, dan 12 2 Sebutkan tiga kelipatan pertama dari bilangan 5! 5, 10, dan 15 3 Apa yang dimaksud dengan faktor persekutuan dari dua bilangan? Bilangan yang sama-sama menjadi faktor dari dua bilangan tersebut. Contoh: faktor persekutuan dari 8 dan 12 adalah 1, 2, dan 4. 2. Asesmen Formatif Proses (Unjuk Kerja Kelompok melalui LKM 1 dan LKM 2) Soal asesmen proses terdapat pada Lembar Kerja Murid (LKM 1 dan LKM 2) di bagian berikut. Penilaian menggunakan rubrik unjuk kerja kelompok berdasarkan ketepatan jawaban, proses berpikir, dan kerja sama kelompok (rubrik terlampir bersama LKM). 3. Asesmen Formatif Akhir (Tes Tertulis / Kuis Interaktif) Soal dan kunci jawaban asesmen formatif akhir disajikan lengkap pada bagian “Asesmen Formatif Akhir Pembelajaran” setelah bagian Lembar Kerja Murid. Lembar Kerja Murid (LKM 1) – Menentukan FPB Kelompok: ...................................... Kelas: ...................... Anggota Kelompok: 1. .................................................... No. Absen: .......... 2. .................................................... No. Absen: .......... 3. .................................................... No. Absen: .......... 4. .................................................... No. Absen: .......... Tujuan: Menentukan FPB dari dua bilangan atau lebih menggunakan faktorisasi prima, serta menerapkannya dalam masalah pembagian sehari-hari. Kegiatan 1: Menentukan FPB dengan Faktorisasi Prima Lengkapi tabel faktorisasi prima berikut, kemudian tentukan FPB-nya! Pasangan Bilangan Faktorisasi Prima Faktor Bersama Hasil FPB 16 dan 24 .............................. .............................. FPB = .......... 20 dan 30 .............................. .............................. FPB = .......... 18, 24, dan 36 .............................. .............................. FPB = ..........
Kegiatan 2: Soal Cerita Kontekstual 1. Bu Aminah memanen 12 buah mangga dan 18 buah rambutan. Ia ingin membagikan seluruh buah tersebut kepada tetangga sebanyak mungkin, dengan setiap tetangga mendapat jumlah mangga yang sama dan jumlah rambutan yang sama, tanpa sisa. Berapa banyak tetangga maksimal yang bisa menerima bagian, dan berapa mangga serta rambutan yang diterima masing-masing? 2. Pak Budi memiliki 24 batang cabai dan 36 batang tomat yang akan ditanam dalam beberapa petak dengan jumlah tanaman tiap jenis yang sama pada setiap petak. Berapa jumlah petak maksimal yang dapat dibuat Pak Budi, dan berapa batang cabai serta tomat pada tiap petak? Jawaban: .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. Pertanyaan Diskusi 1. Mengapa untuk membagi barang secara merata dan sebanyak mungkin, kita menggunakan FPB dan bukan KPK? Jelaskan alasanmu! 2. Apa perbedaan cara mencari FPB menggunakan faktorisasi prima dengan cara mendaftar semua faktor satu per satu? Menurut kelompokmu, cara mana yang lebih efisien untuk bilangan besar? Jawaban: .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. Lembar Kerja Murid (LKM 2) – Menentukan KPK dan Penerapan Gabungan FPB–KPK Kelompok: ...................................... Kelas: ...................... Anggota Kelompok: 1. .................................................... No. Absen: .......... 2. .................................................... No. Absen: .......... 3. .................................................... No. Absen: .......... 4. .................................................... No. Absen: .......... Tujuan: Menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih menggunakan faktorisasi prima, serta menerapkan gabungan FPB dan KPK dalam masalah penjadwalan sehari-hari. Kegiatan 1: Menentukan KPK dengan Faktorisasi Prima Pasangan Bilangan Faktorisasi Prima Faktor dengan Pangkat Terbesar Hasil KPK 4 dan 6 .............................. .............................. KPK = .......... 8 dan 12 .............................. .............................. KPK = .......... 6, 8, dan 12 .............................. .............................. KPK = .......... Kegiatan 2: Soal Cerita Kontekstual (Gabungan FPB dan KPK) 1. Bus wisata ke kebun durian berangkat setiap 4 hari sekali, dan bus study tour sekolah berangkat setiap 6 hari sekali. Jika hari ini (hari ke-0) kedua bus berangkat bersamaan, pada hari ke berapa kedua bus tersebut akan berangkat bersamaan lagi? 2. Warga kampung mengatur jadwal ronda malam: Pos A dijaga setiap 3 hari sekali dan Pos B dijaga setiap 5 hari sekali oleh regu yang sama. Selain itu, warga juga ingin membagi 30 lampu dan 45 senter secara merata
ke beberapa pos ronda tanpa sisa. Tentukan (a) setelah berapa hari kedua pos dijaga bersamaan lagi, dan (b) jumlah pos ronda maksimal yang bisa dibentuk beserta jumlah lampu dan senter di tiap pos! Jawaban: .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. Pertanyaan Diskusi 1. Jelaskan perbedaan penggunaan FPB dan KPK berdasarkan dua soal cerita yang telah kalian kerjakan! 2. Menurut kelompokmu, mengapa memahami FPB dan KPK penting dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekitar tempat tinggalmu? Jawaban: .................................................................................................................................................. .................................................................................................................................................. Kunci Jawaban LKM 1 dan LKM 2 Kunci Jawaban LKM 1 ● Kegiatan 1: 16 dan 24 → FPB = 8; 20 dan 30 → FPB = 10; 18, 24, dan 36 → FPB = 6. ● Kegiatan 2 nomor 1: FPB(12,18) = 6, sehingga maksimal 6 tetangga menerima bagian, masing- masing 2 mangga dan 3 rambutan. ● Kegiatan 2 nomor 2: FPB(24,36) = 12, sehingga maksimal 12 petak, masing-masing berisi 2 batang cabai dan 3 batang tomat. ● Diskusi nomor 1: FPB digunakan karena kita mencari jumlah pembagi/penerima terbanyak dengan bagian yang sama besar tanpa sisa, bukan mencari waktu/kejadian yang berulang bersamaan. ● Diskusi nomor 2: Faktorisasi prima lebih efisien untuk bilangan besar karena tidak perlu mendaftar seluruh faktor satu per satu. Kunci Jawaban LKM 2 ● Kegiatan 1: 4 dan 6 → KPK = 12; 8 dan 12 → KPK = 24; 6, 8, dan 12 → KPK = 24. ● Kegiatan 2 nomor 1: KPK(4,6) = 12, sehingga kedua bus akan berangkat bersamaan lagi pada hari ke- 12. ● Kegiatan 2 nomor 2: (a) KPK(3,5) = 15, sehingga kedua pos dijaga bersamaan lagi setelah 15 hari; (b) FPB(30,45) = 15, sehingga maksimal 15 pos ronda, masing-masing berisi 2 lampu dan 3 senter. ● Diskusi nomor 1: KPK digunakan untuk mencari waktu/kejadian yang berulang bersamaan, sedangkan FPB digunakan untuk membagi rata sebanyak mungkin tanpa sisa. ● Diskusi nomor 2: Kebijaksanaan guru – jawaban murid dapat bervariasi sesuai konteks lingkungan tempat tinggal masing-masing, misalnya untuk mengatur jadwal kegiatan atau pembagian hasil panen secara adil. Rubrik Penilaian LKM (Unjuk Kerja Kelompok) Aspek Penilaian Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1) Ketepatan Jawaban Seluruh jawaban tepat dan proses perhitungan Sebagian besar jawaban tepat, terdapat sedikit Sebagian jawaban tepat, proses Sebagian besar jawaban belum tepat dan proses
Aspek Penilaian Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1) (faktorisasi prima) benar dan runtut. kesalahan proses perhitungan. perhitungan kurang runtut. perhitungan belum sesuai. Proses Berpikir (Penalaran Kritis) Mampu menjelaskan alasan pemilihan FPB/KPK secara logis dan menghubungkannya dengan konteks soal secara mandiri. Mampu menjelaskan alasan pemilihan FPB/KPK dengan sedikit arahan guru. Dapat memberikan jawaban namun belum mampu menjelaskan alasannya dengan tepat. Belum mampu menjelaskan alasan pemilihan konsep yang digunakan. Kreativitas Strategi Kelompok menemukan lebih dari satu cara/strategi penyelesaian yang efisien dan orisinal. Kelompok menggunakan satu strategi yang tepat dan efisien. Kelompok menggunakan strategi yang tepat namun kurang efisien. Kelompok belum menemukan strategi penyelesaian yang tepat. Kerja Sama Kelompok Seluruh anggota aktif berkontribusi, membagi tugas secara adil, dan saling membantu. Sebagian besar anggota aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok. Hanya sebagian kecil anggota yang aktif, anggota lain cenderung pasif. Tidak terlihat kerja sama, sebagian besar anggota bekerja sendiri-sendiri. Rubrik Penilaian Sikap (Dimensi Profil Lulusan) Dimensi Profil Lulusan Berkembang Sangat Baik (4) Berkembang Sesuai Harapan (3) Mulai Berkembang (2) Belum Berkembang (1) Penalaran Kritis Secara konsisten menganalisis masalah, menghubungkan konsep FPB/KPK dengan konteks soal secara logis dan akurat tanpa bantuan. Mampu menganalisis dan menghubungkan konsep dengan konteks soal, namun sesekali memerlukan sedikit arahan. Dapat menyebutkan hasil analisis sederhana, namun masih bingung menjelaskan alasannya. Belum mampu menganalisis atau menjelaskan hubungan konsep dengan masalah yang diberikan. Kreativitas Secara aktif mengusulkan lebih dari satu cara penyelesaian yang orisinal dan efisien dalam kelompok. Mengusulkan satu cara penyelesaian yang tepat dan cukup kreatif. Mengikuti cara penyelesaian yang diusulkan teman tanpa mengembangkan ide sendiri. Belum menunjukkan usaha untuk mengusulkan cara penyelesaian. Kemandirian Mengerjakan LKM secara mandiri dengan penuh tanggung jawab, mampu mengatur waktu, dan Mengerjakan sebagian besar tugas secara mandiri dengan sedikit bantuan teman/guru. Mengerjakan tugas namun masih sering bergantung pada bantuan teman/guru. Belum menunjukkan kemandirian, sepenuhnya bergantung pada orang lain.
Dimensi Profil Lulusan Berkembang Sangat Baik (4) Berkembang Sesuai Harapan (3) Mulai Berkembang (2) Belum Berkembang (1) mengevaluasi hasil belajarnya sendiri. Asesmen Formatif Akhir Pembelajaran Soal Pilihan Ganda: FPB dan KPK Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. FPB dari 24 dan 36 adalah ... a. 6 b. 8 c. 12 d. 18 2. KPK dari 6 dan 8 adalah ... a. 12 b. 24 c. 48 d. 14 3. Bu Rina memiliki 18 permen dan 24 cokelat. Ia ingin membagikan kepada anak-anak sebanyak mungkin dengan bagian sama rata dan tidak ada sisa. Konsep yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah ... a. KPK b. FPB c. Penjumlahan d. Perbandingan 4. Dua buah lampu berkedip bersamaan pada pukul 08.00. Lampu A berkedip setiap 6 detik, lampu B berkedip setiap 8 detik. Kedua lampu akan berkedip bersamaan lagi setelah ... detik. a. 14 b. 24 c. 48 d. 32 5. Faktorisasi prima dari 60 adalah ... a. 2² × 3 × 5 b. 2 × 3² × 5 c. 2³ × 5 d. 2 × 3 × 5² 6. FPB digunakan untuk menyelesaikan masalah ... a. mencari waktu kejadian berulang yang bersamaan b. membagi barang secara merata sebanyak mungkin tanpa sisa c. menjumlahkan dua bilangan d. mengurutkan bilangan dari kecil ke besar 7. Dua bus berangkat bersamaan pukul 07.00. Bus P berangkat setiap 4 hari dan bus Q setiap 10 hari. Kedua bus akan berangkat bersamaan lagi setelah ... hari. a. 14 b. 20 c. 40 d. 10 8. Pak Andi memiliki 45 bibit cabai dan 60 bibit tomat yang akan ditanam pada beberapa petak dengan jumlah bibit tiap jenis sama pada setiap petak. Jumlah petak maksimal yang dapat dibuat adalah ... a. 10 b. 12 c. 15 d. 20 9. KPK dari 9 dan 15 adalah ... a. 30 b. 45 c. 90 d. 135 10. Manakah pernyataan berikut yang BENAR mengenai FPB dan KPK? a. FPB selalu lebih besar daripada KPK b. FPB digunakan untuk penjadwalan, KPK untuk pembagian merata c. FPB adalah faktor persekutuan terbesar, KPK adalah kelipatan persekutuan terkecil d. FPB dan KPK selalu bernilai sama untuk dua bilangan apa pun Kunci Jawaban 1. c. 12 — FPB(24,36) = 12. 2. b. 24 — KPK(6,8) = 24. 3. b. FPB — karena membagi rata sebanyak mungkin tanpa sisa.
4. b. 24 detik — KPK(6,8) = 24. 5. a. 2² × 3 × 5 — 60 = 2 × 2 × 3 × 5. 6. b. membagi barang secara merata sebanyak mungkin tanpa sisa. 7. b. 20 hari — KPK(4,10) = 20. 8. c. 15 petak — FPB(45,60) = 15. 9. b. 45 — KPK(9,15) = 45. 10. c. FPB adalah faktor persekutuan terbesar, KPK adalah kelipatan persekutuan terkecil. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan Tindak Lanjut 0 – 20 Belum mencapai tujuan pembelajaran. Pendidik menanyakan kepada murid tantangan yang dihadapi (perlu remedial dengan mempelajari kembali seluruh materi FPB dan KPK). 21 – 40 Belum mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali sebagian besar materi FPB dan KPK. 41 – 60 Hampir mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali kriteria/bagian materi yang diperlukan. 61 – 80 Sudah mencapai tujuan pembelajaran. 81 – 100 Sudah mencapai tujuan pembelajaran, perlu tantangan lebih lanjut (pengayaan). Program Remedial dan Pengayaan 1. Program Remedial Program ini ditujukan bagi murid yang memperoleh rentang nilai 0–60 berdasarkan hasil asesmen formatif akhir. Tujuan: Membantu murid memahami kembali konsep dasar FPB dan KPK serta cara membedakan penerapannya dalam soal kontekstual. Bentuk Kegiatan: ● Pembelajaran Ulang (Nilai 0–40): Guru menjelaskan kembali konsep faktorisasi prima menggunakan pohon faktor dan contoh benda konkret (misalnya kelereng atau kartu bilangan) secara personal/kelompok kecil. ● Tutor Sebaya (Nilai 41–60): Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran (nilai > 80) membantu teman yang belum tuntas mendiskusikan kembali soal-soal pada LKM. ● Penugasan Terstruktur: Murid diminta membuat 3 contoh soal cerita sederhana dari lingkungan rumah masing-masing yang berkaitan dengan FPB dan KPK, lalu menyelesaikannya. Asesmen Remedial: Memberikan soal sejenis dengan tingkat kesulitan yang sama melalui re-test singkat untuk memastikan pemahaman telah tercapai. 2. Program Pengayaan Program ini ditujukan bagi murid yang memperoleh rentang nilai 81–100 (telah melampaui tujuan pembelajaran). Tujuan: Memberikan tantangan lebih untuk memperdalam pemahaman murid mengenai penerapan FPB dan KPK dalam permasalahan yang lebih kompleks. Bentuk Kegiatan:
● Investigasi Mandiri: Murid mengamati dan mencatat contoh nyata penerapan FPB/KPK di lingkungan sekitar rumah (misalnya jadwal pasar, jadwal ronda, atau pembagian hasil panen). ● Pembuatan Produk Kreatif: Membuat poster atau infografis sederhana yang menjelaskan langkah menentukan FPB dan KPK beserta contoh penerapannya. ● Tantangan Soal HOTS: Menyelesaikan soal FPB dan KPK dengan tiga bilangan atau lebih serta soal cerita yang lebih kompleks. Laporan: Hasil pengayaan dapat dipresentasikan secara singkat di awal pertemuan berikutnya untuk memicu rasa ingin tahu teman sekelas lainnya. Batang, Juli 2026 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Ahmad Shidiq Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) "Untung Rugi Si Bilangan Bulat: Menghitung Cerdas untuk Masalah Sehari-hari" Identitas Nama Sekolah : SMP Islam Batang Kelas/Fase : VII / Fase D Semester : Ganjil Mata Pelajaran : Matematika Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (2 kali pertemuan) Materi : Bilangan Bulat Topik : Menerapkan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam Masalah Kontekstual A. Identifikasi Peserta Didik (Pengetahuan Awal) Murid kelas VII telah mengenal bilangan bulat positif dan negatif secara sederhana dari jenjang sebelumnya (misalnya suhu di bawah nol, kedalaman laut, atau utang-piutang), namun sebagian besar murid belum terbiasa melakukan operasi hitung campuran (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) pada bilangan bulat, terutama saat berhadapan dengan dua tanda negatif. Murid sudah mengenal istilah "untung" dan "rugi" dalam jual beli sehari-hari, tetapi belum menghubungkannya secara sistematis dengan konsep bilangan bulat positif dan negatif. Murid masih memerlukan bimbingan dalam menentukan langkah penyelesaian ketika soal melibatkan lebih dari satu operasi hitung bilangan bulat. Materi Pelajaran Materi ini bersifat konseptual dan aplikatif serta sangat dekat dengan kehidupan murid sehari-hari (kontekstual), seperti perhitungan suhu, ketinggian/kedalaman, transaksi jual beli sederhana (untung-rugi), dan perubahan skor permainan. Tingkat kesulitan tergolong sedang karena murid perlu memahami aturan tanda pada operasi hitung, misalnya perkalian dua bilangan negatif yang menghasilkan bilangan positif. Pembelajaran dibagi menjadi tiga tahap: 1. Memahami: konsep dan aturan operasi hitung bilangan bulat melalui ilustrasi kontekstual (suhu, tabungan, untung-rugi). 2. Mengaplikasi: menyelesaikan masalah kontekstual bilangan bulat secara berkelompok melalui Lembar Kerja Murid (LKM). 3. Merefleksi: mengevaluasi strategi penyelesaian masalah yang telah dilakukan dan menyimpulkan aturan operasi hitung bilangan bulat. Dimensi Profil Lulusan Dipilih 3 dimensi yang selaras dengan tujuan pembelajaran (menerapkan operasi hitung bilangan bulat dalam masalah kontekstual, yang menuntut bernalar, bekerja sama, dan mengerjakan tugas secara mandiri): 1. Penalaran Kritis: murid menganalisis masalah kontekstual, menentukan operasi hitung yang tepat, dan memeriksa kewajaran hasil perhitungan. 2. Kolaborasi: murid bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan strategi penyelesaian masalah kontekstual bilangan bulat. 3. Kemandirian: murid menyelesaikan soal latihan dan asesmen secara mandiri serta bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri.
Lintas Disiplin Ilmu Materi ini berkaitan dengan mata pelajaran IPS (transaksi ekonomi/jual-beli, untung- rugi), IPA (suhu udara, ketinggian dan kedalaman tempat), serta literasi Bahasa Indonesia (menyusun kesimpulan dan laporan hasil diskusi kelompok). B. Desain Pembelajaran Capaian Pembelajaran Murid dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, serta bilangan dalam notasi ilmiah (bentuk baku). Murid dapat menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real, dan memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah, termasuk yang berkaitan dengan literasi finansial (aritmatika sosial). Murid dapat menggunakan rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah perbandingan. Tujuan Pembelajaran Murid dapat menerapkan operasi hitung bilangan bulat dalam masalah kontekstual. Topik Pembelajaran Menerapkan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam Masalah Kontekstual. Praktik Pedagogis Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dipadukan dengan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) melalui diskusi kelompok, serta permainan edukatif (games based learning) berupa simulasi garis bilangan. Kemitraan Pembelajaran Tidak ada kemitraan khusus dengan pihak eksternal pada pertemuan ini. Kemitraan yang terjalin bersifat internal, yaitu antar murid dalam kerja kelompok, dan antara murid dengan guru dalam bimbingan belajar. Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas dengan suasana yang aktif, menyenangkan, dan saling menghargai pendapat. Guru menciptakan iklim belajar yang aman sehingga murid tidak takut salah saat menyampaikan pendapat atau bertanya. Pemanfaatan Digital Perencanaan: menyusun RPP dan bahan ajar menggunakan aplikasi pengolah kata. Proses: penggunaan Mentimeter/Google Form untuk apersepsi dan jajak pendapat awal. Penilaian: penggunaan Quizizz/Google Form untuk asesmen formatif akhir. C. Langkah-Langkah Pembelajaran Pada tahap ini, murid aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam suasana yang saling memuliakan. Pendidik menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pertemuan 1 (2 x 40 menit) Fokus: Konsep serta Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat dalam Konteks Suhu dan Tabungan Tahap Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu Pendahuluan Guru menyapa murid, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menanyakan perasaan/kesiapan belajar murid melalui Mentimeter (prinsip: berkesadaran). Ice Breaking "Garis Bilangan Manusia" (prinsip: menggembirakan): Guru membuat garis bilangan di lantai kelas menggunakan selotip/kapur dari - 10 sampai 10. Beberapa murid berdiri di titik 0, lalu guru memberi instruksi 10 menit
Tahap Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu seperti "maju 5 langkah, mundur 8 langkah" dan murid bergerak sesuai instruksi sambil seluruh kelas menghitung posisi akhir bersama-sama. Apersepsi: Guru mengaitkan kegiatan dengan pengalaman sehari-hari murid, misalnya perubahan suhu dari pagi ke siang hari, atau kondisi menabung dan menarik uang di rekening. Pemantik: "Jika suhu di kota kalian pagi ini -2°C, lalu siang hari naik 7°C, berapa suhu siang ini? Bagaimana cara kalian menghitungnya?" Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan teknik penilaian yang akan digunakan (unjuk kerja LKM dan observasi sikap). Inti Memahami (menggembirakan, bermakna) — 10 menit Guru menjelaskan konsep bilangan bulat serta aturan penjumlahan dan pengurangan menggunakan garis bilangan dan ilustrasi kontekstual, misalnya kenaikan/penurunan suhu dan posisi ikan di bawah permukaan laut. Mengaplikasi (bermakna, berkesadaran) — 30 menit Murid berkelompok (4-5 orang) mengerjakan LKM 1 yang berisi soal kontekstual penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat (kasus suhu beberapa kota di Indonesia dan kasus saldo tabungan). Guru berkeliling untuk membimbing dan mengajukan pertanyaan pemantik seperti "Bagaimana kalau selisihnya negatif, artinya apa?" Merefleksi (bermakna, berkesadaran) — 15 menit Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja, kelompok lain menanggapi. Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan aturan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Murid mengisi jurnal refleksi singkat: apa yang sudah dipahami dan apa yang masih perlu dipelajari lagi. 55 menit Penutup Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan usaha murid selama pembelajaran. Guru melaksanakan Asesmen Formatif Proses berdasarkan hasil kerja LKM 1 dan observasi sikap. Guru menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya, yaitu perkalian dan pembagian bilangan bulat serta penerapannya pada masalah untung-rugi. Doa penutup. 15 menit Pertemuan 2 (2 x 40 menit) Fokus: Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat serta Penerapannya pada Masalah Untung-Rugi Tahap Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu Pendahuluan Guru menyapa murid, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menanyakan kesiapan belajar murid (prinsip: berkesadaran). Ice Breaking "Tepuk Positif-Negatif" (prinsip: menggembirakan): Guru menyebutkan bilangan bulat secara acak. Jika bilangan positif, murid bertepuk tangan satu kali; jika bilangan negatif, murid mengucap "hop" sambil sedikit membungkuk. Permainan ini melatih kepekaan murid terhadap tanda bilangan sambil bergembira. Apersepsi: 10 menit
Tahap Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu Guru mengulas kembali hasil pertemuan sebelumnya tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Pemantik: "Sebuah toko mengalami kerugian Rp15.000,00 setiap hari selama 4 hari berturut-turut. Berapa total kerugian toko tersebut? Bagaimana cara menghitungnya?" Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan teknik penilaian yang akan digunakan. Inti Memahami (menggembirakan, berkesadaran) — 10 menit Guru menjelaskan aturan tanda pada perkalian dan pembagian bilangan bulat menggunakan ilustrasi kontekstual untung-rugi, misalnya perkalian bilangan negatif dengan bilangan positif menghasilkan bilangan negatif, dan perkalian dua bilangan negatif menghasilkan bilangan positif. Mengaplikasi (bermakna, berkesadaran) — 30 menit Murid berkelompok mengerjakan LKM 2 yang berisi soal kontekstual perkalian dan pembagian bilangan bulat (kasus untung-rugi harian pedagang dan pembagian total keuntungan/kerugian rata-rata per hari). Guru membimbing kelompok dan memberi umpan balik. Merefleksi (bermakna, berkesadaran) — 15 menit Kelompok mempresentasikan hasil kerja, dilanjutkan diskusi kelas untuk menyimpulkan aturan perkalian dan pembagian bilangan bulat. Murid mengisi lembar refleksi diri tentang strategi yang berhasil dan yang belum berhasil selama pembelajaran. 55 menit Penutup Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan usaha murid. Guru melaksanakan Asesmen Formatif Akhir berupa kuis pilihan ganda (dapat menggunakan Quizizz/Google Form). Guru dan murid menyimpulkan keseluruhan materi bilangan bulat pada dua pertemuan ini. Guru menyampaikan hasil KKTP dan rencana tindak lanjut berupa program remedial/pengayaan. Doa penutup. 15 menit D. Asesmen (Penilaian) Asesmen dilaksanakan melalui tiga bentuk asesmen formatif, yaitu asesmen awal (diagnostik), asesmen proses, dan asesmen akhir, dengan mempertimbangkan karakteristik murid. 1. Asesmen Formatif Awal (Diagnostik) Dilaksanakan pada kegiatan pendahuluan Pertemuan 1 melalui pemantik dan tanya jawab lisan/Mentimeter untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang bilangan bulat. Soal: 1. Apa yang kamu ketahui tentang bilangan bulat negatif? Berikan satu contoh dalam kehidupan sehari-hari. 2. Jika suhu naik dari -3°C menjadi 5°C, dapatkah kamu memperkirakan berapa besar kenaikan suhunya? Jelaskan caramu. 3. Menurutmu, apa yang dimaksud dengan "untung" dan "rugi" dalam kegiatan jual beli? Kunci Jawaban/Rubrik Penskoran:
Skor 3 (Paham): murid dapat menjelaskan konsep dengan tepat disertai contoh yang relevan. Skor 2 (Cukup Paham): murid menjelaskan konsep namun contoh kurang tepat atau kurang lengkap. Skor 1 (Belum Paham): murid belum dapat menjelaskan konsep dengan tepat. 2. Asesmen Formatif Proses Dilaksanakan selama kegiatan mengaplikasi pada Pertemuan 1 dan Pertemuan 2 berupa unjuk kerja terhadap hasil pengerjaan LKM 1 dan LKM 2 (instrumen: rubrik penilaian LKM, terlampir pada bagian Lembar Kerja Murid) serta observasi sikap murid selama diskusi kelompok (instrumen: rubrik penilaian sikap, terlampir). 3. Asesmen Formatif Akhir Dilaksanakan pada kegiatan penutup Pertemuan 2 berupa soal pilihan ganda (dapat disajikan melalui Quizizz/Google Form). Soal Pilihan Ganda: Operasi Hitung Bilangan Bulat Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. Suhu di Kota A pada malam hari adalah -5°C. Pada siang hari, suhu naik 9°C. Suhu Kota A pada siang hari adalah ... a. -14°C b. -4°C c. 4°C d. 14°C 2. Seekor burung terbang pada ketinggian 12 m di atas permukaan tanah, kemudian turun 20 m. Posisi burung sekarang berada pada ketinggian ... a. 8 m di atas tanah b. 8 m di bawah tanah c. 32 m di atas tanah d. 32 m di bawah tanah 3. Seorang pedagang mengalami kerugian Rp8.000,00 setiap hari selama 5 hari berturut-turut. Kondisi keuangan pedagang tersebut setelah 5 hari adalah ... a. Untung Rp40.000,00 b. Rugi Rp40.000,00 c. Rugi Rp13.000,00 d. Untung Rp13.000,00 4. Hasil dari (-6) x (-7) adalah ... a. -42 b. -13 c. 13 d. 42 5. Hasil dari (-36) : 4 adalah ... a. -9 b. -8 c. 8 d. 9 6. Sebuah kapal selam berada pada kedalaman 25 m di bawah permukaan laut. Kapal tersebut kemudian naik 10 m, lalu turun lagi 18 m. Posisi kapal selam sekarang adalah ... a. 17 m di bawah permukaan laut b. 33 m di bawah permukaan laut
c. 3 m di bawah permukaan laut d. 53 m di bawah permukaan laut 7. Ana memiliki utang Rp25.000,00, kemudian ia melunasi Rp25.000,00 dan meminjam lagi Rp10.000,00. Kondisi keuangan Ana sekarang adalah ... a. Untung Rp10.000,00 b. Berutang Rp10.000,00 c. Berutang Rp35.000,00 d. Untung Rp35.000,00 8. Hasil dari 15 + (-9) - (-4) adalah ... a. 2 b. 10 c. 20 d. 28 9. Manakah pasangan operasi berikut yang menghasilkan bilangan bulat positif? a. (-8) x 3 b. 20 : (-4) c. (-15) x (-2) d. (-9) + 5 10. Sebuah toko kue mendapat untung Rp120.000,00 dalam 6 hari dengan keuntungan harian yang sama. Rata-rata keuntungan toko tersebut per hari adalah ... a. Rp15.000,00 b. Rp20.000,00 c. Rp25.000,00 d. Rp30.000,00 Kunci Jawaban: 1. c. 4°C (-5 + 9 = 4) 2. b. 8 m di bawah tanah (12 - 20 = -8) 3. b. Rugi Rp40.000,00 (5 x (-8.000) = -40.000) 4. d. 42 ((-6) x (-7) = 42) 5. a. -9 ((-36) : 4 = -9) 6. b. 33 m di bawah permukaan laut (-25 + 10 - 18 = -33) 7. b. Berutang Rp10.000,00 (-25.000 + 25.000 - 10.000 = -10.000) 8. b. 10 (15 - 9 + 4 = 10) 9. c. (-15) x (-2) = 30 (hasil kali dua bilangan negatif adalah positif) 10. b. Rp20.000,00 (120.000 : 6 = 20.000)
Lembar Kerja Murid (LKM) Kelompok : ...................................... Anggota : 1. .................................... 2. .................................... 3. .................................... Kelas : VII ...... LKM 1 — Pertemuan 1: Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Tujuan: Menerapkan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah kontekstual suhu dan saldo tabungan. Kegiatan 1: Perubahan Suhu Lengkapilah tabel berikut untuk menentukan suhu siang hari di beberapa kota! Kota Suhu Pagi (°C) Perubahan Suhu (°C) Suhu Siang (°C) Bandung -2 naik 9 ........... Malang -3 naik 6 ........... Dieng -5 naik 12 ........... Kegiatan 2: Saldo Tabungan Lengkapilah tabel berikut untuk menentukan saldo akhir tabungan! Transaksi Jumlah (Rp) Saldo Sebelumnya (Rp) Saldo Akhir (Rp) Menabung 50.000 20.000 ........... Menarik uang 35.000 70.000 ........... Menarik uang 45.000 35.000 ........... Pertanyaan Diskusi: 1. Bagaimana cara kelompok kalian menentukan hasil penjumlahan bilangan negatif dengan bilangan positif? Jelaskan strategi kalian. 2. Pada Kegiatan 2, apa yang terjadi jika jumlah penarikan lebih besar daripada saldo yang tersedia? Apa artinya jika saldo menjadi negatif? 3. Buatlah kesimpulan aturan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat berdasarkan hasil pengerjaan kelompok kalian! Jawaban: .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. LKM 2 — Pertemuan 2: Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat Tujuan: Menerapkan operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah kontekstual untung-rugi. Kegiatan: Untung Rugi Pedagang Seorang pedagang mencatat untung/rugi hariannya selama satu minggu. Lengkapilah tabel berikut! Hari ke- Untung (+) / Rugi (-) per Hari (Rp) Total Kumulatif (Rp) 1 -12.000 ...........
Hari ke- Untung (+) / Rugi (-) per Hari (Rp) Total Kumulatif (Rp) 2 -12.000 ........... 3 -12.000 ........... 4 -12.000 ........... Berdasarkan tabel di atas, hitunglah rata-rata untung/rugi pedagang tersebut per hari (total dibagi banyak hari)! Tuliskan cara menghitungnya di kolom jawaban. Pertanyaan Diskusi: 1. Bagaimana kelompok kalian menentukan hasil kali dua bilangan yang bertanda sama dan yang bertanda berbeda? Berikan contoh dari kegiatan di atas. 2. Jika seorang pedagang lain mengalami kerugian sebesar Rp84.000,00 secara merata selama 7 hari, berapa kerugian rata-rata per harinya? Tunjukkan cara menghitungnya. 3. Simpulkan aturan tanda pada operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat berdasarkan hasil kerja kelompok kalian! Jawaban: .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. Rubrik Penilaian LKM (Unjuk Kerja) Kriteria Berkembang Sangat Baik (4) Berkembang Sesuai Harapan (3) Mulai Berkembang (2) Belum Berkembang (1) Ketepatan Perhitungan Seluruh hasil perhitungan pada tabel dan pertanyaan diskusi tepat dan sesuai aturan operasi bilangan bulat. Sebagian besar hasil perhitungan tepat, terdapat sedikit kekeliruan yang tidak memengaruhi kesimpulan. Sebagian hasil perhitungan tepat, namun masih terdapat beberapa kesalahan pada penerapan aturan tanda. Sebagian besar hasil perhitungan belum tepat dan aturan tanda belum diterapkan dengan benar. Ketepatan Strategi/Alasan Menjelaskan strategi dan alasan penyelesaian dengan runtut, logis, dan mandiri. Menjelaskan strategi dan alasan dengan cukup logis, sesekali memerlukan sedikit arahan. Menjelaskan strategi namun masih memerlukan banyak arahan dari guru. Belum dapat menjelaskan strategi atau alasan penyelesaian. Kerja Sama Kelompok Seluruh anggota berpartisipasi aktif, berbagi tugas secara adil, dan saling membantu. Sebagian besar anggota berpartisipasi aktif dan berkontribusi dalam diskusi. Berpartisipasi jika diminta, cenderung pasif dalam kerja kelompok. Bekerja sendiri atau tidak mau bekerja sama dengan anggota kelompok. Kejelasan Presentasi/Laporan Menyampaikan hasil kerja dan kesimpulan secara jelas, runtut, dan percaya diri. Menyampaikan hasil kerja dengan cukup jelas, sesekali memerlukan bantuan teman. Menyampaikan hasil kerja kurang jelas dan kurang percaya diri. Belum mampu menyampaikan hasil kerja kelompok.
Rubrik Penilaian Sikap Rubrik ini digunakan untuk menilai sikap murid selama proses pembelajaran, disesuaikan dengan 3 dimensi profil lulusan yang dipilih. Dimensi Profil Lulusan Berkembang Sangat Baik (4) Berkembang Sesuai Harapan (3) Mulai Berkembang (2) Belum Berkembang (1) Penalaran Kritis Mampu menganalisis masalah kontekstual, menentukan operasi hitung yang tepat, dan memeriksa kewajaran hasil secara mandiri dan akurat. Mampu menentukan operasi hitung yang tepat, namun perlu sedikit arahan untuk memeriksa kewajaran hasil. Dapat menyebutkan operasi hitung yang digunakan, tetapi masih bingung dalam menganalisis penyebab hasil. Belum mampu menentukan atau menjelaskan operasi hitung yang sesuai dengan masalah. Kolaborasi Secara konsisten menunjukkan inisiatif, membagi tugas secara adil, dan aktif mendorong anggota lain untuk berpartisipasi. Aktif berpartisipasi, mau menerima pembagian tugas, dan berkontribusi dalam diskusi kelompok. Berpartisipasi jika diminta, namun cenderung pasif dan kurang berinisiatif dalam kerja kelompok. Bekerja sendiri, tidak mau bekerja sama, atau mengganggu proses kerja kelompok. Kemandirian Menyelesaikan tugas dan latihan secara mandiri, mengevaluasi hasil kerjanya sendiri, serta bertanggung jawab penuh atas proses belajarnya. Menyelesaikan sebagian besar tugas secara mandiri dan cukup bertanggung jawab atas proses belajarnya. Menyelesaikan tugas dengan bantuan/arahan yang cukup sering dari guru atau teman. Belum mampu menyelesaikan tugas tanpa bimbingan penuh dari guru atau teman. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan Tindak Lanjut 0-20 Belum mencapai tujuan pembelajaran. Pendidik menanyakan kepada murid tantangan yang dihadapi dan memberikan remedial dengan mempelajari kembali seluruh kriteria (konsep dasar bilangan bulat dan aturan operasi hitungnya). 21-40 Belum mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali sebagian besar kriteria, khususnya aturan tanda pada operasi hitung bilangan bulat. 41-60 Hampir mencapai tujuan pembelajaran, perlu remedial dengan mempelajari kembali kriteria yang masih diperlukan, terutama pada penerapan operasi hitung dalam soal kontekstual. 61-80 Sudah mencapai tujuan pembelajaran, murid dapat menerapkan operasi hitung bilangan bulat dalam masalah kontekstual dengan baik. 81-100 Sudah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat baik, perlu diberikan tantangan lebih berupa program pengayaan. Program Remedial dan Pengayaan
1. Program Remedial Program ini ditujukan bagi murid yang mendapatkan rentang nilai 0-60 berdasarkan hasil asesmen formatif akhir. Tujuan: Membantu murid memahami penerapan operasi hitung bilangan bulat dalam masalah kontekstual yang sebelumnya masih membingungkan bagi mereka. Bentuk Kegiatan: - Pembelajaran Ulang (Nilai 0-40): guru memberikan penjelasan kembali menggunakan garis bilangan dan ilustrasi kontekstual yang lebih sederhana secara personal atau kelompok kecil. - Tutor Sebaya (Nilai 41-60): murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran (nilai di atas 80) membantu teman yang belum tuntas untuk mendiskusikan kembali soal pada LKM. - Penugasan Terstruktur: murid diminta membuat 5 contoh masalah kontekstual bilangan bulat dari kehidupan sehari-hari beserta cara penyelesaiannya. Asesmen Remedial: memberikan soal sejenis dengan tingkat kesulitan yang sama melalui re-test singkat untuk memastikan pemahaman telah tercapai. 2. Program Pengayaan Program ini ditujukan bagi murid yang mendapatkan rentang nilai 81-100 (telah melampaui tujuan pembelajaran). Tujuan: Memberikan tantangan lebih untuk memperdalam pemahaman murid mengenai penerapan operasi hitung bilangan bulat dalam konteks yang lebih kompleks, termasuk literasi finansial. Bentuk Kegiatan: - Investigasi Mandiri: murid diminta mengamati dan mencatat transaksi keuangan sederhana (misal uang saku, tabungan) selama satu minggu, lalu menghitung saldo akhir menggunakan operasi bilangan bulat. - Pembuatan Produk Kreatif: membuat poster atau infografis digital tentang penerapan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari (suhu, ketinggian, keuangan). - Literasi Numerasi: membaca artikel sederhana tentang penggunaan bilangan bulat dalam dunia usaha atau sains, kemudian menyimpulkan penerapannya. Laporan: hasil pengayaan dapat dipresentasikan secara singkat di awal pertemuan berikutnya untuk memicu rasa ingin tahu teman sekelas lainnya. Batang, Juli 2026 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Ahmad Shidiq Faela Nadhifatu Ulfa, S.Pd