View PERANGKAT PEMBELAJARAN Garis Garis Tegak Lurus & Garis Garis Sejajar flipbook.
PERANGKAT PEMBELAJARAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA PENYAJIAN DATA DALAM TABEL (Mengurutkan, Membandingkan, dan Menyajikan Data) Disusun Oleh: Frangki Reinaldo Laike (992024201) PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2026
INFORMASI UMUM A. Identitas Modul Ajar Nama Penulis : Frangki Reinaldo Laike Instansi : Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Mata Pelajaran : Matematika Jenjang sekolah : Sekolah Dasar Kelas/ Fase : 3/B Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit (1 x Pertemuan) Materi Pokok : Penyajian Data Dalam Tabel (Mengurutkan, Membandingkan, dan Menyajikan Data) Satuan Pendidikan : SD N Kauman Lor 01 Pabelan B. Kompetensi Awal Peserta didik sudah mampu: 1. Membilang dan membaca bilangan cacah sampai ribuan dengan benar. 2. Membandingkan dua bilangan atau lebih menggunakan istilah lebih dari, kurang dari, atau sama dengan. 3. Mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya. 4. Membaca informasi sederhana dari gambar atau daftar nama. 5. Terbiasa bekerja sama dalam kelompok, mencatat hasil pengamatan, dan menyampaikan pendapat. C. Profil Pelajar Pancasila 1. Bernalar Kritis: Mengumpulkan data sederhana, mengurutkan, membandingkan, dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang tersaji dalam tabel. 2. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan data, mengisi tabel, dan saling mengecek kebenaran data teman. 3. Mandiri: Berusaha membaca dan memahami tabel secara mandiri, teliti dalam mencatat angka, dan jujur dalam menyajikan data sesuai fakta. 4. Kreatif: Menyajikan data sederhana ke dalam bentuk tabel yang rapi, mudah dibaca, dan sesuai dengan kebutuhan. D. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran Kertas karton, kertas buram, buku tulis, penggaris, pensil, dan penghapus. Papan tulis, spidol, dan penghapus papan tulis. Benda-benda di kelas: alat tulis, buku, alat peraga, sepatu siswa, dll.
Kartu bilangan, kartu nama, dan kartu gambar. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Sumber Belajar: Buku Paket Matematika Kelas III SD/MI (Kemendikbud Ristek). Lingkungan sekitar sekolah dan rumah. Modul Belajar Praktis Matematika Kelas III Semester 2. Data nyata hasil pengamatan di dalam kelas. E. Target Peserta Didik Peserta didik reguler di kelas 3 SD N Kauman Lor 01 Pabelan dengan kemampuan beragam. Pembelajaran dirancang menggunakan data nyata dan pengamatan langsung agar semua siswa, baik yang cepat maupun lambat memahami, dapat aktif berpartisipasi, mampu mengurutkan, membandingkan, dan menyajikan data dalam bentuk tabel dengan mudah dan bermakna. F. Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran ⮚ Model Pembelajaran: PETANG (Pemunculan Masalah, Eksplorasi, Telaah, Analisis, Nalar, Generalisasi). LANGKAH-LANGKAH AKTIVITAS PESERTA DIDIK P = Pemunculan Masalah 1. Mengamati kumpulan data yang belum teratur (misal: daftar tinggi badan, jumlah benda, atau hasil pemilihan ketua kelas). 2. Mengajukan pertanyaan: “Bagaimana caranya agar data ini mudah dibaca dan dimengerti?”, “Bagaimana membandingkan data jika masih berantakan?”, “Apa keuntungan jika data disusun rapi?”. 3. Memahami tujuan pembelajaran: mengurutkan, membandingkan, dan menyajikan data dalam tabel. E = Eksplorasi 1. Mengumpulkan data sederhana dari hasil pengamatan di lingkungan sekitar. 2. Mencoba mengurutkan data dari nilai terkecil ke terbesar, maupun sebaliknya. 3. Mencoba membandingkan nilai antar data satu dengan yang lain.
4. Mencoba menyusun data yang sudah terurut ke dalam bentuk daftar atau tabel sederhana. 5. Mencatat hasil pengamatan dan hasil pengolahan data. T = Telaah 1. Mempelajari pengertian data, pengertian tabel, dan bagian-bagian tabel (judul, baris, kolom, isi data). 2. Mempelajari cara mengurutkan data dan cara membandingkan data. 3. Memahami aturan penyajian data dalam tabel agar rapi dan mudah dibaca. 4. Membandingkan bentuk data yang berantakan dengan data yang sudah disajikan dalam tabel. A = Analisis 1. 1. Menganalisis isi tabel untuk mendapatkan informasi: mana yang paling banyak, mana yang paling sedikit, mana yang sama banyak. 2. 2. Menganalisis: “Mengapa data perlu diurutkan?”, “Apa manfaat tabel dibandingkan daftar biasa?”. 3. Mengelompokkan data berdasarkan jenis atau kriteria tertentu. N = Nalar 1. Menghubungkan hasil pengamatan dan pengurutan data dengan informasi yang bisa diambil. 2. Menjelaskan alasan mengapa data harus disusun rapi dan urut. 3. Menarik kesimpulan dari data yang tersaji dalam tabel. G = Generalisasi 1. Merumuskan pengertian penyajian data dalam tabel. 2. Menyimpulkan langkah-langkah mengurutkan, membandingkan, dan menyajikan data. 3. Menyebutkan kegunaan tabel dalam kehidupan sehari- hari. ⮚ Pendekatan : Kontekstual, Saintifik, dan Berpusat pada Peserta Didik. ⮚ Metode : Ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan,
demonstrasi, dan pengamatan secara langsung. G. Strategi Pembelajaran Bentuk Pembelajaran : Tatap Muka Pembentukan Kelompok: Kelompok heterogen yang terdiri dari 5-6 orang dengan perbedaan kemampuan akademik, jenis kelamin, dan gaya belajar agar terjadi saling belajar dan gotong royong. KOMPETENSI INTI A. Capaian Pembelajaran (CP) Mengumpulkan, mengurutkan, membandingkan, dan menyajikan data sederhana yang diperoleh dari pengamatan atau percobaan, serta membaca dan menafsirkan data yang disajikan dalam bentuk tabel sederhana, daftar, atau gambar. B. Tujuan Pembelajaran (TP) Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu: 1. Menjelaskan pengertian data dan tabel dengan bahasa yang sederhana dan benar. 2. Mengurutkan data bilangan cacah dari yang terkecil ke terbesar maupun sebaliknya dengan tepat. 3. Membandingkan dua data atau lebih, serta menyatakan hubungan menggunakan istilah lebih banyak, lebih sedikit, paling banyak, paling sedikit, atau sama banyak. 4. Menyajikan data sederhana hasil pengamatan atau pengumpulan data ke dalam bentuk tabel sederhana yang rapi dan lengkap. 5. Membaca dan mengambil informasi dari tabel yang disajikan dengan benar. 6. Menemukan contoh penerapan penyajian data dalam tabel dalam kehidupan sehari-hari. Konsep Kunci 1. Data: Kumpulan keterangan, informasi, atau angka yang diperoleh dari pengamatan atau pencatatan. Contoh: jumlah siswa, tinggi badan, berat badan, jumlah benda, hasil pemilihan. 2. Mengurutkan Data: Menyusun data berurutan dari nilai yang paling kecil ke nilai yang paling besar. Menyusun data berurutan dari nilai yang paling besar ke nilai yang paling kecil. Tujuannya agar data teratur dan mudah dibaca. 3. Membandingkan Data: Mencari hubungan antara dua nilai atau lebih.
Menggunakan istilah: lebih dari, kurang dari, sama dengan, paling banyak, paling sedikit. Contoh: Jumlah buku A lebih banyak dari buku B. Jumlah pensil C paling sedikit. 4. Menyajikan Data Dalam Tabel: Menyusun data yang sudah diurutkan ke dalam bentuk daftar berbaris dan berkolom. Bagian tabel: o - Judul Tabel: Menjelaskan isi tabel. o - Baris: Bagian yang membujur ke samping. o - Kolom: Bagian yang memanjang ke bawah. o - Isi Data: Angka atau keterangan yang dicatat. Tujuannya: Data menjadi rapi, ringkas, jelas, dan mudah dicari informasinya. 5. Penerapan Dalam Kehidupan: Jadwal pelajaran, daftar nilai siswa, daftar absensi, daftar belanja, data hasil panen, data cuaca. C. Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan (10 Menit) 1. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. 2. Guru mengecek kehadiran peserta didik, dan menyiapkan kondisi kelas agar kondusif untuk belajar. 3. Apersepsi: Guru mengaitkan materi sebelumnya tentang sisi bangun datar dengan materi yang akan dipelajari. “Anak-anak, kemarin kita sudah belajar tentang sudut. Ingat sudut yang bentuknya tegak lurus seperti huruf L, namanya apa? Betul, Sudut Siku-siku! Nah hari ini kita akan belajar tentang posisi garis yang membentuk sudut itu, dan juga garis yang jalannya beriringan tapi tidak pernah bertemu.?” 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Pertanyaan Pemantik 1. “Coba lihat tiang bendera di halaman sekolah. Bagaimana posisinya dengan tanah? Apakah miring atau tegak lurus?” 2. “Coba lihat rel kereta api. Kalau kita bayangkan rel itu diperpanjang sampai jauh,
apakah kedua rel itu akan bertemu di ujung sana? Mengapa tidak?” Kegiatan Inti (50 Menit) Sintak I: P = Pemunculan Masalah 1. Guru mengajak menyanyi lagu yang ceria untuk membangun suasana gembira. 2. Guru menampilkan benda nyata: buku tulis, penggaris, gambar rel kereta api, dan gambar tiang listrik. 3. Guru memunculkan masalah: “Anak-anak, perhatikan pinggiran buku ini. Ada garis atas dan garis bawah. Apakah garis itu bertemu? Sekarang perhatikan pinggir bawah dan pinggir samping buku. Apakah kedua garis ini bertemu? Bagaimana bentuk pertemuannya? Ada dua jenis posisi garis yang akan kita pelajari hari ini, yaitu Garis Tegak Lurus dan Garis Sejajar.” 4. Siswa diminta mengemukakan dugaan dan pendapat mereka. Sintak 2: E = Eksplorasi 1. Siswa dibagi dalam kelompok heterogen (5–6 orang). 2. Setiap kelompok mendapatkan alat: penggaris, kertas, potongan kardus bangun datar, dan LKPD. Tugas Kelompok: "Amati benda dan bangun datar di meja kalian. Cari dan tandai: Pasangan garis yang saling berpotongan membentuk sudut siku-siku (Tegak Lurus). Pasangan garis yang berjalan beriringan, jaraknya sama, dan tidak bertemu (Sejajar). Tuliskan hasil pengamatanmu di LKPD!" 3. Benda yang diamati: buku, meja, jendela, persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang. 4. Siswa berdiskusi, bekerja sama, dan saling mengingatkan ciri-ciri garis. 5. Guru berkeliling membimbing kelompok yang kesulitan membedakan ciri garis. Sintak 3: T = Telaah 1. Guru mengambil buku tulis dan menempelkannya di papan tulis. 2. Penjelasan Garis Tegak Lurus: “Lihat sisi samping dan sisi bawah buku. Kedua garis ini bertemu di pojok. Pertemuannya
membentuk sudut siku-siku seperti huruf L. Posisi garis seperti ini disebut Garis Tegak Lurus.” Ciri: Berpotongan, membentuk sudut siku-siku. 3. Penjelasan Garis Sejajar: “Lihat sisi atas dan sisi bawah buku. Kedua garis ini jalannya lurus beriringan. Jaraknya sama rata. Kalau kita tarik garisnya panjang ke kanan dan ke kiri, mereka tidak akan pernah bertemu. Posisi garis seperti ini disebut Garis Sejajar.” Ciri: Tidak berpotongan, jarak selalu sama. 4. Guru memperagakan cara menggambar kedua jenis garis di papan tulis menggunakan penggaris. Sintak 4: A = Analisis 1. Perwakilan kelompok menyampaikan hasil pengamatan mereka. 2. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: “Pada bangun persegi panjang, garis mana saja yang sejajar? Dan mana yang tegak lurus?” “Mengapa pada bangun segitiga tidak ada garis sejajar?” “Apa yang terjadi jika garis rel kereta api tidak sejajar (jaraknya berubah-ubah)?” 3. Siswa berdiskusi mencari jawaban dan menghubungkan dengan kegunaan benda tersebut. 4. Guru menegaskan: “Garis tegak lurus memberi keseimbangan dan kekuatan, sedangkan garis sejajar memberi keteraturan dan jalur yang aman.” Sintak 5: N = Nalar 1. Guru memberikan tantangan berpikir: “Anak-anak, jika ada dua garis lurus yang berpotongan tapi bentuknya lancip atau tumpul, apakah itu disebut tegak lurus? Jelaskan alasannya!” “Sebutkan benda di kelas yang memiliki garis sejajar dan garis tegak lurus sekaligus!” 2. Siswa menyampaikan pendapat dan alasan secara logis. 3. Guru mengarahkan kesimpulan: “Kita menyebut garis tegak lurus hanya jika pertemuannya membentuk sudut siku-siku. Garis sejajar adalah garis yang kembar jalannya, tidak pernah bertemu.” Sintak 6: G = Generalisasi
1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi menjadi konsep umum: - Garis Tegak Lurus: Dua garis berpotongan membentuk sudut siku-siku. Contoh: pinggiran buku, tiang dan tanah. - Garis Sejajar: Dua garis berjarak sama, tidak berpotongan meski diperpanjang. Contoh: rel kereta, garis tepi buku. - Persegi dan Persegi Panjang memiliki garis tegak lurus dan garis sejajar. - Segitiga tidak memiliki garis sejajar. 2. Siswa mencatat poin penting kesimpulan. Penutup (10 Menit) 1. 1. Berbagi pengalaman: “Bagian mana yang paling mudah dipahami? Bagian apa yang tadinya bingung tapi sekarang sudah paham? Coba sebutkan satu benda di rumah yang memiliki garis tegak lurus dan satu benda yang memiliki garis sejajar!” 2. 2. Guru memberikan apresiasi dan pujian atas partisipasi siswa. 3. 3. Pengingat Hal Penting: “Ingat ya: Tegak Lurus = Bertemu & Bersiku. Sejajar = Beriringan & Tidak Bertemu.” 4. Berdoa bersama, menyanyikan lagu, dan salam penutup. Nama :……………………………………….. Kelas :……………………………………….. Hari/Tanggal :……………………………………….. Tujuan Kegiatan:
1. Mengenal ciri garis tegak lurus dan garis sejajar. 2. Mengidentifikasi jenis garis pada bangun datar dan benda. 3. Menggambar garis tegak lurus dan sejajar. Kegiatan I: Ayo Ingat Kembali! Pasangkan pernyataan di sebelah kiri dengan jawaban yang tepat di sebelah kanan! Pernyataan Jawaban 1. Dua garis yang berpotongan membentuk sudut siku-siku A. Garis Sejajar 2. Dua garis yang berjarak sama dan tidak pernah bertemu 3. Contohnya: Rel kereta api, garis tepi buku B. Garis Tegak Lurus 4. Contohnya: Sisi samping dan bawah buku, tiang bendera Kegiatan II: Ayo Menggambar! Gambarlah sesuai perintah di bawah ini menggunakan penggaris: 1. Buatlah dua garis yang saling tegak lurus. 2. Buatlah dua garis yang saling sejajar. Diskusi Bersama: Mengapa rel kereta api harus dibuat dengan garis yang sejajar? Apa yang terjadi jika tidak sejajar? Jawab:………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… D. Asesmen Penilaian 1. Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila) Indikator: Gotong Royong: Berperan aktif, bekerja sama, dan berbagi tugas dalam kelompok
saat melakukan pengamatan bangun datar. Bernalar Kritis: Berani mengajukan pendapat atau pertanyaan yang relevan, serta mampu memberikan alasan jawaban. Teliti: Mengamati posisi garis dengan cermat dan mencatat hasil sesuai kenyataan. Teknik: Pengamatan Langsung Lembar Pengamatan Sikap: No Nama Peserta Didik Indikator Yang Di Nilai KeteranganGotong Royong Bernalar Kritis Teliti 1. Adzkiya Nayla Anwar 2. Affan Arsalan Baqir 3. Ajeng Puspita Sari 4. Al Farizqi Putra Maulana 5. Anisa Farzana Marchilla 6. Arkantara Baris Swarga 7. Azzaela Khaliqa Nuhazahira Orlin 8. Azzam Khalid Asyauri 9. Burhanudin 10. Daris Alfa Rahmani 11. Dyah Ayu Prameswari 12. Earlyta Arsyfa Putri 13. Ervin Alvariel Ahza 14. Fathan Al-Farizki 15. Ishani Putri Winata 16. Jabar Wahyu Al Azzam 17. Janeta Dara Kharisa 18. Jonathan Artur Lasompoh 19. Keisya Shakila Kusumawardani
20. Muhamad Alwiansyah 21. Muhamad Hikmal Faruq 22. Nabila Yuki Hasna Amira 23. Nura Arka Agung Maulana 24. Regina Aureline Putri Lisbrianto 25. Yasa Argana 26. Yehezkhy Arda Prayoga Keterangan Penilaian: ✓ = Artinya, peserta didik benar-benar melakukan atau menunjukkan sikap tersebut selama pembelajaran berlangsung. - = Artinya, peserta didik masih membutuhkan stimulasi dan pembiasaan berkelanjutan, untuk menumbuhkan sikap yang ditargetkan. 2. Penilaian Keterampilan Instrumen: Lembar Pengamatan Kinerja saat kegiatan Eksplorasi. Indikator Penilaian: 1. Mampu menjelaskan ciri garis tegak lurus dan garis sejajar. 2. Mampu mengidentifikasi jenis garis pada bangun datar dan benda sekitar. 3. Mampu menggambar garis tegak lurus dan garis sejajar dengan rapi dan benar. 4. Mampu membedakan kedua jenis garis dengan tepat. Rubrik Penilaian Keterampilan: Skor Kriteria Penilaian 4 (Sangat Baik) Dapat menjelaskan, mengidentifikasi, dan menggambar garis dengan lengkap, benar, rapi, dan teliti tanpa bantuan. 3 (Baik) Dapat menjelaskan dan mengidentifikasi dengan benar, namun penjelasan atau gambar kurang rinci/kurang rapi. 2 (Cukup) Masih membutuhkan bimbingan dalam membedakan jenis garis atau cara menggambar yang tepat. 1 (Perlu Bimbingan) Belum mampu membedakan atau menggambar kedua jenis garis
meski sudah dibimbing. 3. Penilaian Pengetahuan Teknik: Tes tertulis dan pengisian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Materi yang diuji: Pengertian satuan baku, perbedaan cm dan m, serta pemahaman konsep hasil ukur yang tetap sama. Soal Penilaian Formatif: I. Pilihan Ganda 1. Dua garis lurus yang berpotongan dan membentuk sudut siku-siku disebut garis.... a. Berpotongan sembarang b. Sejajar c. Tegak lurus d. Lengkung 1. 2. Ciri utama garis sejajar adalah..... a. Berpotongan di satu titik b. Jaraknya selalu sama dan tidak bertemu c. Membentuk sudut lancip d. Berbentuk huruf L 2. 3. Bangun datar yang memiliki garis tegak lurus dan garis sejajar adalah..... a. Segitiga b. Persegi c. Lingkaran d. Segilima 3. 4. Berikut ini yang merupakan contoh garis sejajar adalah..... a. Tiang bendera dan tanah b. Pinggiran atas dan bawah buku tulis c. Sisi meja kaki dengan sisi atas meja d. Sudut pintu II. Isian Singkat 1. 1. Pertemuan garis tegak lurus membentuk sudut………………… 2. 2. Rel kereta api adalah contoh penerapan garis……………….. 3. 3. Bangun datar…………………..tidak memiliki garis sejajar. 4. 4. Jika dua garis diperpanjang dan tetap tidak bertemu, berarti garis itu……………… 5.
III. Uraian Sebutkan 2 perbedaan antara garis tegak lurus dan garis sejajar! Jawab: 1. ………………………………………………………………… 2. ………………………………………………………………… D. Remedial & Pengayaan 1. Remedial: Bagi peserta didik yang belum paham, guru melakukan pendekatan individu dengan menggunakan benda nyata lebih banyak dan memberikan latihan soal sederhana tambahan. 2. Pengayaan: Bagi peserta didik yang cepat paham, guru memberikan tugas: - Mencari dan menggambar benda di lingkungan sekolah yang memiliki garis tegak lurus dan sejajar. - Mengamati bangun segi banyak (segi enam, segi delapan) dan menentukan mana garis yang sejajar dan mana yang tegak lurus. Aspek Refleksi Guru Penguasaan Materi Apakah saya sudah menyampaikan ciri garis tegak lurus dan sejajar dengan bahasa yang sederhana? Apakah siswa sudah paham perbedaan utama keduanya? Apakah contoh yang digunakan sudah cukup jelas? Penyampaian Materi Apakah penggunaan benda nyata dan lingkungan sekitar membantu pemahaman peserta didik? Bagaimana respon peserta didik saat kegiatan pengamatan kelompok? Apakah media gambar dan penggaris sudah cukup membantu? Umpan balik Apakah sebagian besar siswa sudah mencapai tujuan pembelajaran? Kesulitan apa yang paling sering dialami siswa? Perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk pertemuan selanjutnya?
Refleksi Guru : …………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………. Mengetahui, Kepala SDN Kauman Lor 01 Salatiga, 09 Juni 2026 Guru Pamong Supriyadi S.Pd NIP: 19680910 199308 1 002 Nina Fauziyah S.Pd NIP: PPPK PW. 19990707 202521 2 067 DAFTRA PUSTAKA Isrok’atun, & Rosmala, A. (2018). Model-model pembelajaran matematika. Bumi Aksara.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. (2025). Naskah akademik pembelajaran mendalam: Menuju pendidikan bermutu untuk semua. Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Susanto, Kristiana, A. I., Fatahillah, A., Wahyuno, E., Alfarisi, R., & Hobri. (2024). Matematika untuk SD/MI Kelas III. Pusat Perbukuan, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tim Penyusun. (2024). Pegangan guru: Modul belajar praktis matematika kelas III semester 2 SD/MI (Kurikulum Merdeka). Viva Pakarindo.