preencoded.png Gizi dalam Kesehatan Reproduksi Penyusunan Menu Makanan pada Ibu Nifas dan Menyusui Gloria Fortunata Bunga Elo, S.ST., M.Keb. — STIKES Panca Bhakti Pontianak
preencoded.png Capaian Pembelajaran 1 Fisiologi Laktasi Memahami proses fisiologi laktasi sebagai dasar edukasi menyusui 2 Kebutuhan Energi & Cairan Menghitung kebutuhan energi dan cairan ibu nifas dan menyusui secara individual 3 Pangan Lokal Laktagogum Mengidentifikasi pangan lokal laktagogum berbasis bukti ilmiah 4 Menu Gizi Seimbang Menyusun menu harian gizi seimbang yang aplikatif dan berbasis pangan lokal
preencoded.png Mengapa Nutrisi Masa Nifas Sangat Penting? Masa nifas adalah periode kritis pemulihan fisik ibu. Nutrisi yang adekuat berperan vital dalam tiga aspek utama: Pemulihan Jaringan Mempercepat penyembuhan luka jalan lahir atau bekas operasi sesar dengan protein dan vitamin C yang cukup. Produksi ASI Optimal Menjamin ketersediaan nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan bayi melalui ASI berkualitas tinggi. Kesehatan Ibu Mencegah anemia, kelelahan ekstrem, dan depresi postpartum yang sering dialami ibu baru.
preencoded.png DISKUSI PENDAHULUAN Mitos Makanan Ibu Nifas di Indonesia Menurut pengalaman atau pengamatan Anda di lapangan, mitos makanan apa yang paling sering ditemui pada ibu nifas? Bagaimana hal tersebut memengaruhi status gizi mereka? Contoh Mitos Umum Tidak boleh makan sayur tertentu, harus banyak minum teh manis, pantang ikan, atau hanya boleh makan bubur ayam. Dampak Nyata Pembatasan makanan tanpa dasar ilmiah dapat menyebabkan defisiensi nutrisi, produksi ASI menurun, dan pemulihan yang lebih lambat.
preencoded.png BAB 1 Fisiologi Laktasi Memahami bagaimana payudara memproduksi dan mengeluarkan ASI
preencoded.png Proses Produksi ASI: Dari Payudara ke Bayi Mammogenesis Pertumbuhan kelenjar payudara sejak pubertas; dipercepat saat hamil oleh estrogen (duktus) dan progesteron (alveolus) Laktogenesis I Pertengahan kehamilan — kolostrum mulai diproduksi, namun dihambat kadar progesteron tinggi Laktogenesis II 30–72 jam pascapersalinan — progesteron turun drastis, prolaktin bekerja optimal → ASI "mulai penuh" Galaktopoiesis Mempertahankan produksi ASI — prinsip supply meets demand
preencoded.png Dua Refleks Kunci Menyusui Refleks Prolaktin Isapan bayi → hipofisis anterior → prolaktin → sel alveolus memproduksi ASI Refleks Oksitosin (Let-Down) Isapan bayi → hipofisis posterior → oksitosin → sel mioepitel berkontraksi → ASI keluar Stres, kecemasan, dan nyeri menghambat pelepasan oksitosin → produksi ASI terganggu. Dukungan emosional dan gizi adekuat adalah bagian penting keberhasilan menyusui.
preencoded.png BAB 2 Kebutuhan Energi & Cairan Menghitung dan memenuhi kebutuhan nutrisi ibu nifas dan menyusui secara individual
preencoded.png Tambahan Energi dan Protein Ibu Menyusui Angka Kecukupan Gizi (AKG) Tambahan • Energi 6 bulan pertama: +330 kkal/hari di atas kebutuhan wanita dewasa normal • Energi 6 bulan kedua: +400 kkal/hari • Protein 6 bulan pertama: +20 g/hari • Protein 6 bulan kedua: +15 g/hari Vitamin A, C, zat besi, kalsium, zink, dan iodium juga meningkat untuk kualitas ASI dan pemulihan ibu.
preencoded.png Kebutuhan Cairan & Pola Makan Ibu Nifas Kebutuhan Cairan Ibu Menyusui 88% Kandungan Air ASI ASI terdiri atas 87–88% air — asupan cairan harus meningkat signifikan 3.500ml Total Cairan/Hari +800–1.000 ml di atas kebutuhan wanita dewasa. Sumber: air putih, susu, sup, jus buah Cairan berlebihan tidak otomatis meningkatkan volume ASI secara proporsional. Prinsip Pola Makan • Frekuensi makan 5–6 kali/hari (3 makan utama + 2–3 selingan) dalam porsi kecil-sedang • Sesuaikan kondisi klinis: pasca-SC → protein lebih tinggi; hipertensi → batasi natrium • Prioritaskan pangan lokal terjangkau untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi • Berikan edukasi berbasis bukti terhadap pantangan budaya yang merugikan gizi ibu
preencoded.png BAB 3 Pangan Lokal Laktagogum Bahan makanan lokal berbasis bukti ilmiah yang mendukung produksi ASI
preencoded.png Pangan Lokal Pendukung Produksi ASI Daun Katuk Sterol & polifenol diduga meningkatkan prolaktin. Beberapa uji klinis Indonesia menunjukkan peningkatan volume ASI. Bukti: kuat (lokal) Daun Kelor Kaya protein, zat besi, kalsium, vitamin A, fitosterol. Potensi galaktagogum. Bukti: sedang Jantung Pisang Diduga merangsang prolaktin, kaya zat besi. Penggunaan empiris. Bukti: terbatas Fenugreek / Klabet Fitoestrogen & saponin. Uji klinis internasional positif. Perhatikan dosis. Bukti: kuat (internasional) Kacang-kacangan & Temulawak Sumber protein nabati dan fitoestrogen. Temulawak bersifat empiris. Bukti: sedang–terbatas
preencoded.png BAB 4 Menyusun Menu Gizi Seimbang Panduan praktis menyusun menu harian ibu nifas dan menyusui berbasis pangan lokal
preencoded.png Isi Piringku untuk Ibu Menyusui Prinsip Gizi Seimbang Panduan Isi Piringku dari Kemenkes RI membagi porsi makan menjadi empat komponen proporsional untuk memastikan asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang. • Makanan Pokok (35%): Nasi, ubi, jagung, atau roti gandum sebagai sumber energi utama. • Lauk Pauk (30%): Ikan, ayam, telur, tempe, atau tahu untuk protein dan zat besi. • Sayuran (20%): Sayur hijau seperti katuk dan bayam untuk vitamin dan mineral. • Buah-buahan (15%): Pepaya, pisang, atau mangga untuk vitamin dan serat. Terapkan pola makan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) setiap hari.
preencoded.png 7 Langkah Penyusunan Menu Ibu Menyusui 01 Hitung Kebutuhan Energi Total Perhitungkan energi basal, aktivitas fisik, dan tambahan kebutuhan untuk menyusui secara individual. 02 Distribusi Porsi Makan Bagi asupan energi ke dalam 3 makanan utama dan 2–3 kali selingan, misalnya: pagi 25–30%, selingan 10–15%, siang 25–30%, dst. 03 Lengkapi Komponen Gizi Pastikan setiap porsi makan utama mengandung karbohidrat, protein, sayuran, buah, dan lemak sehat sesuai konsep Isi Piringku. 04 Sisipkan Pangan Laktagogum Sertakan minimal 1 jenis pangan lokal laktagogum yang terbukti secara ilmiah dalam menu harian. 05 Cukupi Asupan Cairan Pastikan ibu mengonsumsi cukup cairan melalui air putih, sup, jus buah, dan makanan berkuah sepanjang hari. 06 Sesuaikan Kondisi Klinis Atur tekstur dan jenis bahan makanan sesuai kondisi klinis ibu, contohnya protein lebih tinggi pasca-SC atau batasi natrium untuk hipertensi. 07 Pertimbangkan Pantangan Budaya Pahami pantangan budaya setempat, namun tetap berikan edukasi berbasis bukti untuk menghindari pembatasan gizi yang merugikan.
preencoded.png Contoh Menu Sehari Ibu Menyusui Ibu usia 28 tahun, 6 minggu pascapersalinan normal, kebutuhan energi ±2.300–2.400 kkal/hari Waktu Menu Keterangan Makan Pagi (07.00) Nasi, telur dadar, tumis daun katuk, tempe goreng, air putih Daun katuk sebagai laktagogum Selingan Pagi (10.00) Puding kacang hijau + susu Sumber protein nabati tambahan Makan Siang (13.00) Nasi, ikan pindang bumbu kuning, sayur bening bayam + jagung, jeruk Protein hewani + vitamin C Selingan Sore (16.00) Bubur kacang hijau atau jus jambu biji Tambah cairan dan zat besi Makan Malam (19.00) Nasi, ayam suwir bumbu kelor, tumis jantung pisang, sup wortel-kentang Daun kelor + jantung pisang sebagai laktagogum Selingan Malam (21.00) Segelas susu hangat Tambah cairan sebelum istirahat
preencoded.png DISKUSI KELAS Refleksi & Diskusi 1 Dampak Kekurangan Energi Apa yang terjadi pada tubuh ibu jika asupan energi tidak mencukupi tambahan +330 kkal tersebut? 2 Dehidrasi & Produksi ASI Bagaimana kurang cairan dapat mempengaruhi volume produksi ASI secara langsung? 3 Teh Manis Berlebihan Mengapa asupan teh manis berlebihan tidak disarankan sebagai pengganti air putih? Take-Home Message: Nutrisi yang adekuat — energi, protein, dan cairan — adalah kunci pemulihan ibu dan kualitas ASI optimal untuk bayi.
preencoded.png PENUTUP Ringkasan: Pilar Gizi Ibu Nifas & Menyusui Fisiologi Laktasi Pahami tahapan mammogenesis hingga galaktopoiesis sebagai dasar edukasi menyusui Energi & Cairan +330–400 kkal/hari dan +800–1.000 ml cairan/hari sesuai periode menyusui Pangan Lokal Daun katuk, kelor, jantung pisang, fenugreek — pilih berdasarkan tingkat bukti ilmiah Menu Seimbang 5–6 kali makan/hari, berbasis pangan lokal terjangkau, sesuaikan kondisi klinis ibu
preencoded.pnghttps://edpuzzle.com/join/pepelzo