View 18. Githa Aku dan Sepedaku Aiiundra Putri flipbook.
AKU DAN SEPEDAKU Ni Putu Githa Kencana Devi Haii perkenalkan nama saya Ni Putu Githa Kencana Devi, saya akan membawakan cerita masa kecil saya yang berjudul “Aku dan Sepedaku”. Suatu hari ibuku bertanya, ‘’Nak apa ada hal yang kamu minati atau sukai saat ini?’’ Aku menjawab, “Hmm aku belum menemukannya Bu, namun saat ini aku ingin bisa menaiki sepeda’’, jawabku dengan penuh tekad. Ibuku tersenyum dan mengelus lembut rambutku dan berkata, “iya nak, kalau begitu teruslah berlatih karena usaha tidak akan mengkhianati hasil dan Ibu pasti selalu mendoakan yang terbaik untumu”. Aku tersenyum senang dan memeluk Ibu, “Wahhh terimakasih banyak ya ibu”,“Iya nak sama – sama”. Suatu hari ayah mengajak aku dan ibuku naik sepeda di lapangan didekat rumahku. Aku sangat senang diajak kesana,tapi aku berpikir ‘’Hmm apakah aku bisa memutari satu lapangan penuh?’’ Tanyaku dalam hati, sesampainya aku di lapangan aku berusaha maksimal. Memutari satu lapangan penuh tiba-tiba ‘’ brukk ‘’ aku terjatuh karena menabrak batu . Aku terjatuh dan menangis ayah dan ibu mendekati aku dan bertanya ‘’ada yang luka kah nak?” Tanya ayah. Setelah ayah bertanya ibu pun bertanya, “nak mana yang sakit?” Aku pun menjawab sambil tersenyum, “ tak apa apa ibu ayah’’ jawabku dengan sedikit meringis namun tetap berusaha tersenyum. Lalu ibu dan ayah membantu ku bangun. Tapi keinginanku menjadi orang yang bisa dengan lancar menaiki sepeda tak berhenti disana aku memutuskan untuk mencoba lagi dan lagi sampai aku lelah. Aku percaya pada diriku dan aku yakin aku pasti bisa. Aku memutuskan untuk beristirahat
sebentar karena sangat lelah. Setiap hari aku selalu menyempatkan waktu untuk menaiki sepeda. Terjatuh adalah hal biasa dan bagian dari prosesnya namun aku tak akan pernah menyerah. Satu tahun kemudian aku sudah ahli menaiki sepeda roda dua yang kecil, dan seminggu kemudian ayahku membelikan sepeda baru berwana merah. Besoknya aku mencoba sepeda baruku di lapangan dekat rumahku dan..berhasil! Aku mengayuh dengan kencang memutari satu lapangan besar aku sangat bahagia karena aku sudah mencetak rekor pertamaku untuk menaiki sepeda roda dua yang besar. Ibuku dan ayahku mengucapkan selamat padaku. Dari sejak itu menaiki sepeda adalah hobi dan kesukaanku hingga saat ini dan sekarang umurku sudah sembilan tahun dan ceritaku itu membuat ku bangga pada diriku sendiri. TAMAT Pesan moralnya: Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Teruslah berusaha dan jangan pantang menyerah, niscaya mimpimu akan terwujud. Terimakasih sudah membaca cerita ini. Om santih, santih, santih, Om.