View 21. Anggita Percaya Diri Cabut Gigi Tutnik Agustyani flipbook.
PERCAYA DIRI CABUT GIGI Oleh: Ni Putu Anggita Lestari Pada saat kelas 1 aku pergi liburan bersama keluarga ke pantai pada sore hari, kami bermain air dan pasir, sambil mencari kerang. Setelah puas bermain air dan mencari kerang, kami sekeluarga membersihkan badan dari pasir yang menempel. Setelah itu kami makam bersama sambil menikmati matahari terbenam di pantai, sambil merapikan barang-barang bawaan yang kami bawa kepantai lalu kami kembali pulang ke rumah. Pada pagi hari aku ikut ibu pergi kepasar, aku membeli permen dan jajanan yang manis- manis, ibu sudah melarang aku untuk makan yang manis-manis karena bias merusak gigi dan membuat aku jadi sakit. Tapi ibutetap membelikan aku permen, dengan catatan harus sikat gigi habis makan permen dan minum air putih yang banyak. Selang beberapa hari kemudian waktu bangun pagi gigi aku rasanya sakit, lalu aku bilang ke ibu bahwa gigi aku sakit, lalu ibu marah, bling pasti aku lupa gosok gigi. Ibu terus mengajak aku ke dokter gigi, tapi aku tidak mau, karena takut. Jadi aku bilang ke ibu,” bahwa besok aja hilang bu” tidak usah kedokter. Lama-lama aku jadi susah makan, ibu terus membujuk aku supaya mau ke dokter gigi, tapi aku tetap tidak mau kedokter. Akhirnya ibu kasian lihat aku susah makan, aku dirayu ibu supaya mau ke dokter gigi, aku mau di kasi hadiah sama ibu. Keesokan paginya aku di ajak ke klinik gigi bersama ayah dan ibu,samapai di klinik aku masih takut ketemu dokter giginya. Tetapi ibu bilang “cabut gigi tidak sakit kok, nanti habis cabut gigi ibu kasi hadiah es krim”. Mendengar kata es krim rasa takut aku sedikit hilang. Tidak berapa lama aku di panggil suster untuk ketemu dokter gigi, rasa takut kembali datang tapi ibu selalu mendampingi ku, selama proses cabut gigi aku didampingi ibu, aku pikir cabut gigi sakit banget, ternyata kayak di gigit semut, tidak sakit sama sekali. Setelah cabut gigi aku langsung pulang bersama ayah dan ibu. Di jalan pulang dari klinik ibu membelikan aku es krim, sesuai janji ibu. Tapi ibu bilang inget gosok gigi, biyar gigi mu tidak sakit dan berlubang. Ibu berpesan jangan terlalu banyak makamn yang manis-manis ya, kalau kamu tidak mau gigi mu rusak. Jadi sampai saat ini aku tidak takut kedokter gigi, karena ke dokter gigi tidak seseram yang aku piker. Sekian cerita aku yang sudah tidak takut lagi ke dokter gigi, sekian dan terima kasih.