Kanwil Ditjenim Jawa Timur Minggu Ketiga Bulan September

Buletin ini memuat rangkaian kegiatan strategis Kanwil Ditjenim Jawa Timur selama minggu ketiga September 2026. Fokus utama meliputi pengukuhan Desa Binaan Imigrasi di Gresik dan Madiun, sosialisasi SI PATUH IMIPAS untuk penguatan integritas, serta patroli keimigrasian di Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Gresik. Juga dibahas rapat koordinasi dengan perwakilan negara sahabat dan penguatan…

Buletin mingguan ini diterbitkan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur untuk periode 14-19 September 2026. Dokumen ini ditujukan bagi pegawai imigrasi dan pemangku kepentingan yang ingin mengetahui kegiatan strategis dan pengawasan keimigrasian di wilayah Jawa Timur.

Kegiatan diawali dengan pengukuhan Desa Binaan Imigrasi di Gresik pada 14 September 2026. Kepala Kanwil Novianto Sulastono membuka acara yang menetapkan Desa Yosowilangun sebagai desa binaan, dengan tujuan mendekatkan pelayanan dan pengawasan keimigrasian ke masyarakat serta melibatkan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA).

Pada hari yang sama, Kanwil mengikuti sosialisasi SI PATUH IMIPAS secara daring. Program ini merupakan akronim dari Sinergi, Pencatatan atas Konflik Kepentingan, Taat Prosedur, Urus Secara Terbuka, dan Hindari Penyalahgunaan, yang digagas Inspektorat Jenderal Kemenimipas untuk memperkuat integritas dan transparansi.

Di Kabupaten Madiun, Tim Bidang Intelijen dan Kepatuhan Internal mengikuti sosialisasi dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Desa Binaan Imigrasi. Analis Keimigrasian Ahli Madya Adi Purwanto menekankan pentingnya koordinasi antara imigrasi dan pemerintah desa dalam penyebarluasan informasi keimigrasian.

Pada 15 September, entry meeting bersama Inspektorat Jenderal membahas pemantauan penyelesaian rekomendasi hasil pengawasan dan pemeriksaan BPK. Kakanwil menegaskan komitmen terhadap akuntabilitas dan tata kelola yang transparan, diikuti oleh jajaran UPT keimigrasian dan pemasyarakatan se-Jawa Timur.

Patroli keimigrasian pada 16 September menyasar Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Gresik. Kakanwil memberikan pengarahan untuk memperkuat pengawasan terhadap orang asing, menekankan deteksi dini dan verifikasi informasi lapangan. Rangkaian ditutup dengan rapat koordinasi bersama perwakilan negara sahabat pada 17 September.